{Shounen Ai(?)} Question: What? Why? . Answer: You – Part 2

question? what, why. answer? you [chapter 2]

title : question, what? why? answer, you  2/?
author : chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hari ini, seperti hari-hari biasanya. Aku masih berangkat ke sekolah,
masih dikerumuni para gadis mengerikan, masih dilempari kertas robekan
dari buku pelajaran yang dibasahi air liur, semuanya masih normal. Dan
tentu saja, aku masih dengan keras memikirkan dan bertanya-tanya siapa
pemuda tinggi itu. Aku benar-benar tak suka padanya. Hmm… aku
melangkah ke depan kelas dan meminta izin kepada guru kelas untuk
pergi ke ruang kesehatan. Lebih baik aku tidur untuk mencari inspirasi
untuk berpikir lebih jernih.

Aku memandangi langit-langit ruangan kesehatan sementara kedua
tanganku menopang kepalaku diatas bantal. Ini benar-benar
membingungkan, hingga ponselku bergetar. Ah, ternyata dari Taesun
hyung. Dia hanya menyuruhku untuk pulang tepat waktu dan tak
menghabiskan uang bersama Key noona dan Jinki hyung.

Sekali lagi aku larut dalam lamunan. Pemuda itu, tinggi, besar,
berkulit gelap dengan topi yang selalu ia gunakan selama dua kali itu
aku bertemu dengannya. Wajahnya tak begitu jelas terlihat, namun dapat
kulihat senyuman liciknya yang khas. Suaranya dalam dan penuh dengan
kejahatan. Mungkin dia orang jahat yang sengaja ingin mengerjaiku.
Huh…

Tiba-tiba sesuatu menghancurkan lamunanku, aku mendengar sesuatu dari
balik tirai dimana aku sedang berbaring. Suara gumaman? OH TIDAK,
jangan-jangan ini… hantu?!!!!!!

“Taemin… euh, hai, Taemin…” Oh, tidak. Ini benar-benar hantu. Apa yang
harus kulakukan?! Selama ini aku tak pernah bertemu dengan hantu
kecuali di film horor. Apa yang harus kulakukan?!!!!

Perlahan kugeser tirai tersebut, penasaran tentu saja. Mengapa hantu
itu memanggilku? Seingatku aku tak pernah mengganggu bahkan bertemu
dengan sesuatu yang bernama hantu. Aduh, aku benar-benar dalam
masalah. Aku menutup mataku sambil tetap menyibakkan tirai tersebut.
Tuan hantu, maafkan aku… X(

Apa yang kutemukan selanjutnya benar-benar mengejutkan, terlalu
mengejutkan. Seorang gadis. Mulutku terbuka lebar dan mataku
terbelalak. Gadis ini… hantu? Tapi dia menggunakan seragam yang sama
denganku. Karena dia duduk menghadap arah yang berlawanan denganku,
dia tak melihatku. Aku mengumpulkan keberanian untuk mendekatinya,
perlahan dan dengan antisipasi besar menepuk pundaknya. Aku menutup
sebelah mataku agar tak terlalu terkejut apabila ketika dia menoleh
ternyata wajahnya rata, persis seperti film horor yang kutonton
bersama Taesun hyung.

“M—maaf, nona hantu?” Aku mengepalkan kedua tanganku didepan dada,
tidak, aku tidak jadi menyentuh pundaknya. Khawatir dia akan langsung
menerkam dan memakanku. Gadis itu tersentak dan meloncat dengan masih
menghadap arah yang berlawanan denganku. Seketika dia menjerit,
membuatku terkejut dan juga ikut berteriak.

“Tae… Taemin?!” Aku membuka mataku, gadis itu terbelalak ketika
melihat wajahku. Syukurlah dia bukan seekor hantu, fiuh… -.-

“Euh, kau mengenalku?” gadis tersebut semakin terlihat ketakutan
setelah aku bertanya padanya. Apa aku pernah berbuat salah padanya?
Mengapa dia begitu terlihat aneh? Aku saja tidak mengenalnya. Huh.

“Ma… maaf…” Dia masih terlihat tegang dan berbicara tanpa memandang
wajahku, tangannya mencengkram erat rok seragamnya dan tubuhnya
bergetar. Mungkin Taesun hyung benar, wajahku terlalu aneh.

Aku tersenyum, berharap dia tak takut lagi padaku. Hmm.. namun siapa
dia? Aku tak pernah melihatnya di kelas. Mungkin dia anak kelas lain,
dan tentu saja bukan hantu. Aku memperhatikannya, wajahnya terlihat
sangat merah seperti udang rebus. Ah, aku jadi lapar.

..

Ternyata gadis itu bernama Jiyoung, anak kelas sebelah dan terkenal
paling cantik diseluruh sekolah setelah Key noona… itu menurut Key
noona. Key noona masih menyuapiku nasi yang dibentuk bulat-bulat kecil
berisi telur dadar dan kimchi sambil terus bicara, hingga tak
menyadari bahwa mulutku sudah sangat penuh dengan makanan. Seperti
biasa, sambil mendengarkannya berbicara, aku sibuk dengan sesuatu yang
kutemukan dan kurasa harus kubongkar; kali ini mesin penyerut pensil
yang kutemukan di kamar mandi tadi. Entah darimana dan sedang apa
penyerut pensil itu di kamar mandi. Mesin kan tidak buang air kecil…

“Mungkin gadis itu suka padamu, Minnie… dan dia itu bukan tipe gadis
yang agresif seperti gadis-gadis lain yang meneriaki namamu pambil
mengambil foto. Hmm, bayi kecilku akhirnya sebentar lagi mempunyai
kekasih!! Muhahahaha!!” Wajahku memerah seketika, persis seperti gadis
tadi… maksudku Jiyoung. Mungkin dia memang suka padaku, tapi
gadis-gadis yang sedang merekamku sambil berteriak kegirangan itu juga
suka padaku. Tapi mengapa Jiyoung tidak membawa kameranya untuk
memotretku? Mungkin benar, dia takut padaku. Tapi apa yang kuperbuat?

Oke, kembali lagi ke pemuda tadi. Sepulang sekolah aku langsung
meluncur ke rumah dan melihat keadaan. Bagus, Taesun hyung dan Jjong
hyung sedang tak ada dirumah, mungkin mereka sedang berjalan-jalan
seperti biasa. Aku kembali melihat-lihat, Key noona dan Jinki hyung
sepertinya masih dalam perjalanan pulang atau mungkin pergi juga.
Keadaan aman.

Aku mengambil baju terusan pendek yang sudah tak terpakai milik Key
noona diam-diam dari lemarinya, tetap melihat kiri-kanan untuk
berjaga-jaga. Aku berlari ke kamar ibu dan mengambil salah satu
tasnya, memasukkan sebuah kaos dan celana jeans untuk ku ganti pada
saat pulang nanti. Kulepas ikatan rambutku yang selama ini ku
pertahankan sebagai trade mark setiap keluar rumah, perlahan helaian
rambutku yang panjang menyentuh bahuku dan menampilkan pemandangan
memalukan. Wajahku benar-benar terlihat seperti perempuan.

Kujepit pinggir rambutku dengan jepitan rambut imut yang dibelikan Key
noona untukku beberapa bulan yang lalu. Pakaian yang biasanya terlihat
pendek dan kekecilan ketika dikenakan Key noona kini sungguh terlihat
pas di tubuhku, dengan ujung rok menyentuh lututku dan renda yang
indah di kerahnya. Aku bercermin, menatap dengan setengah tak percaya.
Apa ini aku? Tatapanku seketika tertuju pada kakiku yang ternyata
sangat kecil dan ramping tanpa bulu, aku mengangkat tanganku,
memperlihatkan ketiakku yang mulus dan juga tak berbulu, ditambah
tubuhku yang kecil dan tak berotot. Aku menghela nafas keluh. Mengapa
aku dilahirkan seperti ini? Hm, baiklah, setidaknya ada gunanya juga
disaat-saat seperti ini. Aku siap berangkat.

Aku berjalan dengan santai… tidak, aku berbohong, benar-benar
kebohongan! Aku benar-benar malu, menjaga cara jalan dan tata
kelakuanku didepan publik. Kutundukkan wajahku, ini benar-benar
memalukan. Beruntung Taesun hyung dan Key noona mengirimiku pesan dan
mengatakan bahwa mereka masing-masing sedang pergi ke restoran dan
hotel. Walaupun aku sedikit memutar otak ketika Taesun hyung
mengatakan dia menyewa kamar hotel mewah untuk bermalam dengan Jjong
hyung, tapi biarlah. Dan Key noona sedang melakukan kencan dengan
Jinki hyung untuk merayakan hari jadi mereka. Sekali lagi, aku aman.
Untung sudah kutempelkan pesan di kulkas bahwa aku sedang berlatih
drama dirumah seorang teman dan akan pulang sedikit terlambat,
kalau-kalau mereka pulang lebih awal dariku.

Aku berjalan perlahan ke toko mainan, dengan bedak tipis dan sedikit
lip balm yang berada didalam tas ibu, aku benar-benar transparan.
Pemuda itu tak mungkin mengenaliku. Aku berpura-pura melihat-lihat di
barisan rak Barbie, tentu saja sambil melihat sekeliling.

YAP, TARGET TERKUNCI.

Persis seperti sebelumnya, dia menggunakan jaket yang sama, topi yang
sama, namun celana dan sepatunya berbeda. Perlahan kuikuti dia, tentu
saja dengan hati-hati. Dia berhenti di rak Power Ranger, mengambil
satu set mainan yang sepertinya terlihat langka. Hmm… pemuda ini
benar-benar membuatku bingung, kalau tidak salah… dua tahun yang lalu,
ketika ayah dan ibu masih ada, aku juga menginginkan dan merenge—…
PRIA INI BENAR-BENAR MENGERIKAN. DIA BISA MEMBACA PIKIRANKU!!!!

Aku memperhatikannya berjalan ke meja kasir dan membayar mainan
tersebut. Dia membayrnya dengan kartu. Bisa saja itu kartu ATM atau
kartu kredit. Kesimpulan awal, dia pasti anak orang kaya. Hmm… oh,
tidak! Dia sudah selesai membayar dan sedang berjalan kearahku. Aku
segera mengambil langkah cepat namun berusaha agar tak terlihat
mencurigakan.

..

Kemungkinan pertama, pemuda itu adalah anak orang kaya. Kemungkinan
kedua, dia dapat membaca pikiranku. Kemungkinan ketiga, mungkin dia
adalah seorang mata-mata yang sengaja menyelidiki keluargaku.
Kemungkinan keempat, ini kebetulan. Namun hanya beberapa persen bukti
yang menyatakan ini kebetulan, ini terlalu kebetulan. Aku kembali
memutar otak sambil melayangkan sesuap es krim kedalam mulutku,
berpikir keras dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan. Mencari
sesuatu dan mengingat-ingat.

“Hai, dik. Kita bertemu lagi. Ternyata kau seorang perempuan. Hahaha.”
Aku terkejut dan hampir melompat ketika sebuah suara menghentikan
semua pemikiranku. Tidak mungkin, dia mengenaliku!!! Aku harus mencari
cara… berpikir, berpikir, berpikir, Taemin!!!

“Maaf, apa kita pernah bertemu?” Aku menatapnya dengan penuh
kesombongan dan mata yang sedikit disipitkan. Yak, brilian, Taeminnie.
Sekali lagi aku mengikuti metode drama Key noona. Namun pemuda itu
seketika terbahak-bahak. Membuatku saaaangaaaaat…. Kesal dan kehabisan
akal.

“Sudahlah, dik. Apa yang kau lakukan sendirian disini? Kemana
kakak-kakakmu? Bahaya kalau anak sekolah dasar keluar setelah matahari
sudah terbenam. Apalagi kau seorang gadis, kau bisa dijahati dijalan.
Ayo, aku antar kau kerumahmu.” Apa-apaan ini?! Dia meremehkanku?!!!

“Aku bukan seorang gadis!!!!” Ups, tidak… aku segera menutup mulutku
karena ucapan spontan. Pemuda tersebut menyeringai dan menahan tawa,
sekali lagi aku menunjukkan tatapan mengancam yang kutunjukkan padanya
waktu itu. Namun seketika tawanya lepas dan tak terkendali. Orang ini
benar-benar menjengkelkan!!! X((

Aku melahap es krim ku yang kini sudah tinggal setengah porsi sedikit
demi sedikit, menikmati sensasi dingin dan manis yang bercampur di
lidahku. DAN PEMUDA ITU MASIH DUDUK DIHADAPANKU!!!!! Sekali lagi aku menatapnya dengan tatapan sadis, aku sangat merasa terganggu dengan
wajahnya yang tersenyum sambil menopang dagu dengan tangan diatas meja
dan bungkusan mainan yang baru saja dia beli terletak rapi diatas
kursi disebelahnya.

“Kau benar-benar manis, dik. Kau bersekolah dimana? Hmm… apa
orangtuamu tau kau bepergian malam-malam begini? Mereka pasti
khawatir.” Ugh, aku benar-benar tak tahan lagi.

“Aku murid sekolah menengah! Tak ada yang akan mengkhawatirkanku! Aku
sudah dewasa! Aku bisa menjaga diriku sendiri!” aku berteriak begitu
kencang hingga mungkin seluruh isi toko dapat mendengar suaraku.
Pemuda itu tampak terkejut, huh, sudah kubilang dia sangat mengganggu.

“Kau… murid sekolah menengah?” Lalu dia tertawa terbahak-bahak,
sialan. Sekali lagi dia meremehkanku. Aku menggembungkan pipi,
menunjukkan bahwa aku tidak suka dengannya dan segala apapun yang
berhubungan dengannya. Namun dia tetap menertawakanku, apa ada yang
lucu dengan wajahku? Lalu dia terdiam, dengan dalam menatapku.
Jantungku terasa sangat cepat memompa setiap oksigen yang masuk ke
tubuhku melalui organ pernafasanku. Pemuda tersebut mengulurkan
tangannya mendekati wajahku, dadaku semakin terasa sesak. Aku menutup
mata rapat-rapat, menggertakkan gigi sama rapatnya.

“Nah, sekarang sempurna.” Aku perlahan membuka mata, jarinya yang
panjang masih berada di pipiku… sebentar, pipiku?

“Ada sedikit cokelat di pipimu, dik.” Lalu dia kembali tertawa. Aku
berdecak mengeluh, mengkerutkan bibirku karena kesal. Namun saat
kulihat lagi wajahnya, dia masih tersenyum menatapku. Apa-apaan orang
ini?!!!!!

Kemana anak itu?! Sebentar saja aku lengah, ah… ini benar-benar
membuatku panik! Tentu saja! Ini hampir jam 10 malam!!!! Sebuah
teriakan yang lebih terdengar seperti keluhan terdengar dari arah
dapur. Aku segera berlari dan meninggalkan kamar bayiku yang penuh
dengan eksperimennya.

“He’s practicing drama, baby. Here, I found it attached on the fridge.
Calm down okay?” Jinki memelukku dan menenangkanku, membawaku ke ruang tamu dengan segelas teh hangat yang dia buatkan untukku. Aku masih
terdiam, menggenggam pesan yang ditinggalkannya pada saat Jinki
mengelus rambutku yang halus dan mengecupi kepalaku.

“Taemin tidak pernah mengerjakan tugas apapun bersama salah satu
temannya. Dan setahuku dia tak membicarakan drama di sekolah tadi,
atau tadi pagi, atau semalam, atau kemarin. Kemana bayiku?!!!!!” Jinki
terlihat sangat lelah, hari ini dia mendapatkan banyak tugas dari
kelas maupun organisasi yang dia kepalai. Namun dia tetap
menenangkanku dan berkali-kali berkata ‘kau tenang saja, dia sudah
dewasa. Kau tak perlu khawatir.’ Mataku berkaca-kaca seiring dengan
Jinki yang memijat-mijat kepalanya dan berulang-ulang melepas
kacamatanya lalu memakainya lagi. Dia tersenyum kearahku ketika
menyadari tatapanku yang terfokus kepadanya.

“Kau lebih baik tidur, Jinki. Kau terlihat pucat.” Aku mengelus
pipinya dengan lembut seiring dengan gelengan kepalanya. Seharusnya
aku tidak mengajaknya pergi hari ini… walaupun hari ini adalah hari
jadi kami.

“You’re my drugs, baby. I won’t sick if there’s someone named Key
beside me. We’d rather call him again. I don’t want to see your pretty
face interrupted by a big worry.” Aku mengangguk, mengecup keningnya
sekali dan mengambil ponselku yang terlinggal di kamar Taemin. Namun
ketika aku baru saja akan melangkah, ketukan pintu terdengar. Aku
segera berlari, menghapus air mataku dan bersiap untuk memarahi anakku
satu-satunya yang mulai nakal ini. Dia harus diberi teguran agar tak
membuatku dan Jinki khawatir.

“Euh… maaf.” amarahku terlupakan begitu saja ketika tanganku menarik
gagang pintu dan kini berganti dengan sebuah tanda tanya besar di
kepalaku. Seorang pemuda tinggi besar dengan jaket kulit dan
mengenakan topi berdiri dihadapanku.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

48 thoughts on “{Shounen Ai(?)} Question: What? Why? . Answer: You – Part 2”

  1. ahahahahah..
    jadi ngeres ngebayangin key ama jinki..
    SUKA SUKA SUKA 😀

    siapa sii namja jangkung itu ?
    Minho ?
    tapi kenapa kulitnya agak gelap ?
    jangan jangan…

    1. eits, ini bukan fanfic nc… hahhahaa

      hmm, siapa ya… bukan kok, bukan orang negro. hahaha
      ditunggu saja kelanjutannya XDDD

  2. Ngiri sama OnKeeeeey. Ulala ngelus pipinya Jinkiiiiiiii *mupeng*

    Itu sebenernya siapa sih? minho? Ah aku tungguin next part-nya yaa,

    1. nyuheheh, kan si im ibum istrinya bang jinki… kkkk

      ayo siapa? tentu saja akan ter reveal secepatnya..

      thanks for reading!! =]

  3. aiih .
    senyam.senyum sndiri ngbayangin taeminie dandan cewe .
    pasti lucu .
    kyaaaa suka .
    trus trus truuus .
    hbungan key ma onew .
    aiiihh romantis bangeeedh !
    sukaaa . ><
    kta-kta onew romantis abies !

    d tggu part slanjutny chingu ..
    jgan lma-lma yaaah ..
    hehe .

    1. muhahaha!! makasih, chingu!!!

      im ibum ama bang jinki emang begitu, hahaha.

      tentu saja ga akan lama kok, dikit lagi selese. hehehe

      makasih ya udah baca… =]

    1. bangeeet…. tapi kan im ibum disini jadi cewe, yg yaoi itu si taesun sama jjong & taem sama…. hehehehe

      thanks for reading! =]

    1. salam kenal juga! wah, seneng ternyata banyak juga yg baca. hehehe

      tentu saja ga akan lama, sistaaaa…. =]

  4. Astaga… Walaupun yaoi,, saia envy gila, gara2 adegan key ama jinki .. Aaaaa~

    suka bgt deh bgian 2min,, bner2 couple plg seruu.. (?) haha…
    Lanjuuut….

  5. Waah. .ngakak ngakak
    perut mules dah. .wkwkwk,,

    eia. .salam kenal ak reader bru ei

    ditunggu part lnjutanny!!

  6. Waah. .ngakak ngakak
    perut mules dah. .wkwkwk,,

    eia. .salam kenal ak reader bru ei

    ditunggu part lnjutanny!!oks oks?

  7. Waah. .ngakak ngakak
    perut mules dah. .wkwkwk,,

    eia. .salam kenal ak reader bru ei ei. .

    ditunggu part lnjutanny!!oks oks?

  8. sorry aku bru bsa comment.a skrang jdi sblum.a aku jdi silent reader dech “gak tau bner tw gak.a nih tulisn”
    Ini ff favorit aku loh aku ska sekali ma peran taemin disni….
    LANJUUUTTTTT…………

    eh btw kok “SMEW” blum ada part Slanjut.a yah? emang kmna sich Zika oenni tu?

    Eh lupa salam kenal….*sbner.a bkan reader bru sich*

  9. mian chingu aku mw ngasih saran..
    genre ni ff bsa d blg shounen ai n yaoi..
    klw yg bgian.y si onkey genre.y shounen ai,krn d sni tuh key bkan seorang cowo,mlainkan sbg cewe tulen..
    trus klw bgian.y si 2min,genre.y yaoi krn d sni taem i2 cowo yg mnyamar jdi cewe..
    hhe

    mmm..kira2 gmana yakh reaksi minho klw tau taem i2 cowo,pdahal kea.y dia udh mlai trtarik ma taem..

    paling suka part.y onkey,wduh romantis bner nih anak 2.apa lg kata2.y onew..beuh..
    lanjut chingu..^^

    1. hahaha!!! makasih, chingu~~ XD

      kalo soal genre *si shounen ai* itu melalui proses pengeditan admin, chingu… nah, emang ga pure semuanya yaoi sih, tapi fokusnya yaoi.. hm, seharusnya saya kasih warning dulu nih, soalnya ceritanya agak ngebingungin *ttg gender*

      soooo…. mian kalo agak2 aneh & membingungkan chingu. makasih atas kritiknya, and thanks for reading!!! =]

  10. Wah minho ketipu sama penampilan taemn ala yeoja
    Iyuwh…onew…sama key?!Gak ngebayangin
    Nice ff…Lanjuut

  11. waaaahhh~~~~

    sekali lagi makasih, chingu2x!!!! *ngikutin heenim di fullhouse*

    masih ga percaya ternyata banyak yang baca TT^TT
    ampe terharu saya, huhung~~

    NOEMU GOMAPDA CHINGU~~~~~!!!

    MAKASIH BANYAK JUGA BUAT ZIKA UNNIE!!! XDDD

    PS: unnie, tablet saya belom beres nih, maap banget jadi ketunda terus… T.T

  12. haoo~ slam kenal *sok cute* /plak
    sya udah bca yg part 1nya, lucu si taem brebutan barang sama ‘orang itu’ (bca: blum diketahui)
    pertamanya aneh pas si taem manggil key nuna hahaha…
    truz pas baca part 2nya lebih gila lgi si key mpe nangis kejer bgitu kehilangan si taem. pdahal taem kan g ilang dy cuman nyamar pngen tau siapa ‘orang itu’. sya kasian jjong disini jadi guy mendingan dy ma w aja…hahaha
    *ngarep*
    mana si jjong ke hotel lagi ma taesun jiah cemburu deh..
    adain scenenya jjong ma taesun dong , klo mreka seromantis key and onew gmn ya? lucu ngebayanginnya hahaha…*ngakak *

    lanjutin thor ya seru ffnya…

    1. salam kenal juga!!! XDD

      nah, itu dia…. ntar di part 3 jongtae akan saaaangat hot. lebih hot daripada onkey, kayanya ntar ratingnya jadi naek ke pg-16 ahahahahah….

      thanks for reading and commenting!!! XDD

    1. tentu saja akan lanjut… hehehee

      hmm, minho bukan ya……….. coba…. dari para pairing yg kulitnya paling butek *selain bang jinki* siapa? hehehehe

  13. JJONG NGAPAIN SAMA TAESUN KE HOTEL ??? #histeris
    Astaghfirullah Jjong, puasa .. Puasa ..
    Kkkkk~
    trus trus pas OnKey moment, Ya Allaaaah, gilaaa, gak bisa bayangin dah ..
    Kkkk~
    Like banget deh ni ff, debak ..

    1. hahahaha!!!! gomawo!!! XDDD

      mereka yang pasti melakukan sesuatu di hotel, hahaha
      inget inget puasa, jangan sampe tergoda seperti saya tergoda untuk dengerin shout out siang2, kkkk

      tungguin chapter selanjutnya ya…. =]

    1. hahahahhahaha!!!! XDDD

      arigatou, gomawo.. kkkk

      tenang saja, chapter 3 udah selese kok, tinggal di post aja. ehehehee

  14. Sukaaaaa…lanjutin yaaaaa…
    Ahhhh…key sayang, kamuuuu…benar2 buat saya gila…dengan vulgarnya kamu maen2 sama om onew (?) .keyyyy

  15. Wahahahhaa..
    my taem taeemm trlalu penasaaraann baneett siii hahahha
    siapa kaahh pemuda ituuuuuuu ??? minhooo ??
    Baca part slanjutanyaa dlu deeehhh hehhehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s