{FFWL} 2nd FFWL To Zika

To      : Zika

From  : Annisa Mira a.k.a pymincha91

Annyeong, Zika… Udah sehat belum? Moga aja cepet pulih ya..

Tau nggak? Meskipun eunn lom pernah ktemu sama kalian semua.. Penghuni SF3SI.. Tapi eunn udah ngerasa seperti bagian dari keluarga ini. Karna itu, eunn khawatir banget kalo ada yang sakit bahkan ampe dirawat gt.. Terutama Zika..

Zika, kita tuh sama. Sama-sama gampang sakit. Capek dikit, sakit. Eunn tau, Zika pasti pengen ikut bermacam kegiatan di luar rumah. Tapi, inget kesehatan juga. Kalo emank udah nggak kuat, jangan dipaksain tetep ikut kegiatan itu. Kan bisa ijin. ‘n Zika juga harus banyak istirahat. Jangan paksain nerusin SMEW dulu deh dari pada kurang tidur kayak kemaren ntu. Kan kalo Zika sakit, SMEW makin telantar. Luangin waktu buat istirahat.

Maaf, ya,, eunn sok nasehatin kamu! Tapi itu karena eunn sayang sama Zika. Eunn udh ngerasa kayak punya adek lagi. Eunn nggak mau dongsaeng eunn ampe dirawat di rumah sakit. Eunn pernah ngerasain dirawat, n rasanya tuh nggak enak banget.. di infus gitu..

Eunn percaya, Zika pasti bisa ngatur waktu buat istirahat n kegiatan Zika yang banyak itu. Kalo lanjutin ff, pz Zika bner2 lgy nganggur aja.. *dibantai admin gr2 bilang gini* Setidaknya, SMEW pasti bakal terus lanjut. Zika dirawat malah nggak kelar2 kan??

Hmmm…. Kayaknya gt aja deh surat dari eunn… bukan love letter c.. nggak tau juga ni surat masuk genre apa.. hehehe…. Dibaca syukuuur… disobek juga boleh.. *emank bisa?* d delete jg gpp.. ^^

Udah dulu, ya! Happy Bornday, my sister! Wish you always in His care.. *tauk dah tu bener pa kagak*… Saengil chukkae~ nae dongsaeng… >,<

Mian pendek… kkk….

Sign

Who miss you,

P.S: Eeemm. berhubung gak banyak yang bisa ngelike… kayaknya di nilai dari komen cukup ^^ . Ayo-ayo… pengiriman masih di buka sampe tanggal 15 Sept ^o^. Mana nih surat dari lockets buat Key??? Jangan bilang fans Zika malah lebih banyak dari fans Key lagi… =,= .. ekekeke ~

Pymincha a.k.a Annisa Mira Safitri

Advertisements

Just Call Me ‘Angel’ – Part 1

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 1

Author             :Dhini

Genre               :Romance

Main Cast        :Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast    :Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin                                (SHINee),etc….

Ini FF pertamaku,terinspirasi dari karakter mereka di RDD,dan ini full imajinasi dari otakku yang     konslet ini,jadi mian banged kalau banyak kekurangan.Have a nice read!^^

Jin Yeong POV

Kurebahkan diriku di atas kasur yang empuk,lelah sekali rasanya hari ini kulewati.Tanpa sadar aku sudah terlelap.Namun sekitar 3 menit kemuadian aku merasakan sesuatu yang ganjil.Aneh!kenapa dingin sekali udara di sekitarku.Kupaksakan untuk membuka mataku.Hah?Dimana aku?

Di hadapanku terhampar padang rumput yang luas sekali.Bau rumputnya benar-benar tercium dan baunya tidak biasa.Aish!!!apa-apaan aku di sini?Bukannya tadi aku sedang asyik ke pulau mimpi?Tunggu!Apa jangan-jangan ,ini pulau mimpi yang asli?

Aku mengangkat tubuhku dari pembaringan.Tiba-tiba sesosok(?)entahlah…muncul di hadapanku dan hampir membuat jantungku  melayang begitu saja.Aku mundur,dia malah makin mendekatiku.Aku terpaku pada matanya yang berwarna hitam legam.Dia menatapku tajam.Aku berusaha melepaskan pandanganku darinya,tapi tidak bisa!Matanya seperti menarikku.

Semakin dekat,dan semakin dekat.Tiba-tiba semuanya gelap.

“Yah!”Kurasakan seseorang menepuk bahuku,kucari asal suara itu,ternyata Hyun Ji.

“Kau tidur lagi?Ini sudah keenam kalinya kau tertidur saat pelajaran!”bisiknya sambil memelototiku.

Aku melihat Park Seonsaengnim yang baru saja selesai mencatat sesuatu di papan tulis.

“Kau menghitungnya?Aku saja tak ingat.”ujarku santai.Sial!Lagi –lagi aku tertidur,dan lagi-lagi mimpi itu datang.

“Bodoh!Kau tidak seperti ini dulu,bagaimana aku tidak menghitungnya,aku khawatir denganmu!”ujar teman baikku ini.

Aku tersenyum mendengar ocehannya,lalu mencubit pipinya.

“Aishh!!!Kurasa lebih baik tak usah membangunkanmu,”omelnya sambil mengusap pipinya yang agak memerah.

Aku terpaku ke papan tulis.Bukan untuk menyalin yang ada di sana,tapi untuk mencari-cari ingatanku tentang mimpiku tadi.Yang muncul di hadapanku….Siapa dia?Bukan!Lebih tepatnya…Apa dia?

***

Aku melangkahkan kakiku ke dalam rumah dengan gontai,Umma yang melihatku seperti itu langsung menegurku.

“Kau kenapa?lesu sekali….”

Aku hanya tersenyum tipis,”Umma buatkan aku jus ya,kepalaku panas nih gara-gara pelajaran hari ini.”

Dia hanya tersenyum dan mengangguk.Aku pun langsung berlari menuju tangga untuk ke kamarku.

“Jangan lupa masukkan pakaian kotornya ke keranjang!”teriak umma.Aku menyahut dengan kata ‘Ya’

Mungkin karena aku terlalu cepat melangkah,sesuatu seperti menahan kakiku tepat saat aku akan melangkahkan kakiku ke dalam kamar.Alhasil,keningku sukses menabrak pintu.

Aku membuka mataku.Kulihat umma sedang memegang dahiku.Aku menatapnya heran.

“Kau sudah sadar rupanya,”ujar umma dengan air muka yang aneh.Khawatir dan lega.

Aku mengangkat badanku,kurasakan kepalaku berdenyut,sakit dan memusingkan.

“Aku kenapa umma?”tanyaku innocent.Dia membelai rambutku.

“Kau tadi terkapar di depan pintu,sepertinya kau kesandung lalu menabrak pintu.Umma kira kau sedang tidur,umma pikir keturunan siapa kau punya kebiasaaan tidur jelek seperti itu.Akhirnya umma panggil dokter.Katanya kepalamu terbentur,tapi tidak parah,”jelasnya,yang membuatku teringat akan insiden tadi.

Aku meraba dahiku,sepertinya memar.

“Ya sudah kau istirahat!Lain kali hati-hati kalau melangkah.Untung saja kejadiannya di rumah,”ujar umma sambil membaringkanku,lalu menyelimutiku,kemudian keluar kamarku.

Aku masih menerawang.Bagaimana bisa aku seceroboh itu?Bahkan umma sampai mengeluarkan kata ‘terkapar’ untukku.Aku membayangkan bagaimana posisiku saat jatuh.Pasti memalukan sekali!

***

“Hahaha………..”tawa Hyun Ji membahana di dalam kelas,dengan cepat kubekap mulutnya,tapi tetap saja di tertawa.Akhirnya kujitak saja keningnya.

“Yah!Bisa tidak sih volumemu kau kecilkan!Lihat tuh semua orang melihat kesini.”omelku,akhirnya dia menutup sendiri mulutnya.

“Jadi itu yang menyebabkan kening lapanganmu itu ada gundukannya?Hahaha…..”

Dia malah semakin keras.Tapi akhirnya berhenti juga.

“Kau itu lucu!Sudah mau lulus SMA masih saja seperti anak kecil!Masa kesandung ,menabrak pintu ,pingsan pula!Hahahaha……..”

Kali ini kubiarkan saja tawanya membahana,karena di depanku sudah ada Park Seonsaengnim.

“Hyun Ji!Maju ke depan!Suara tawamu itu memekakkan telinga,apa kau tidak lihat saya sudah berdiri di sini!”

BINGO!Tepat seperti dugaanku!Good Luck Hyun Ji……;P

“Lain kali jangan cerita lucu sebelum pelajaran Park seonsaengnim ya!”ujarnya dengan muka sedih,yang malah ingin membuatku tertawa.

“Kau diberi hukuman apa?”

“Lihat!”Dia mengangkat satu buku tulis kecil kehadapanku,”Aku harus menulis Aku akan mengecilkan volume suaraku saat tertawa sebanyak satu buku ini.”

Tawaku meledak,Park seonsaengnim memang daebak!Hukuman-hukuman ringan tapi mengesalkan seperti inilah tipe beliau.Aku merangkul pundaknya.

“Daripada kau disuruh membersihkan toilet guru,aku sih lebih baik hukuman seperti ini,”ujarku.

“Yah!Ini kan gara-gara kau!”protesnya sambil menepuk kepalaku dengan bukunya.

“Siapa suruh tertawa sampai seperti itu!”Aku menarik bukunya dan membalas pukulannya.

Dan akhirnya rutinitas kejar-kejaran antara kami berdua pun terjadi,seperti biasa tak ada hari tanpa kejar-kejaran seperti ini dengan Hyun Ji.

Tiba-tiba aku menubruk seseorang.Aku tersungkur ke tanah.Lalu sebuah tangan terulur ke hadapanku.

Aku menggapainya.Lalu langsung saja aku membersihkan baju dan rokku.Baru saja aku ingin mengucapkan maaf,seseorang yang kutabrak tadi sudah pergi meninggalkanku.Aku menatap punggungnya sambil meneriakkan kata ‘Maaf’.Dia tidak menoleh,hanya melambaikan tangannya ke udara.

Hyun Ji menghampiriku.Dia langsung menarikku ke pelukannya.

“Kau tidak apa-apa kan?Kau beruntung sekali!”

Aku melepaskan diri dari pelukannya.Dia memang suka berlebihan.

“Beruntung bagaimana!Matamu sudah bergeser ya?Sakit tau!”ujarku padanya.Anak ini memang sering tidak sinkron dengan keadaan yang ada di sekitarnya.

“Kau itu beruntung sekali!!!Kau bersentuhan dengan pangeran tadi!”serunya.

Aku menatapnya bingung,”Maksudmu cowok tadi?”

Dia mengangguk mantap,sambil tersenyum lebar.

Setelah agak lama aku membuka mulutku,”Memangnya dia siapa?Aku bahkan tidak melihat wajahnya!”

“Dia Minho!Choi Minho!Si Flaming Charisma!!!masa kau tidak tau sih,walaupun kau hanya melihat punggungnya,tapi pasti kau langsung mengenalnya.”ujarnya menggebu-gebu.

“Oh…”aku mengangguk-angguk.Lalu menariknya menuju kelas.

Lalu akupun bertanya lagi,“Eh Choi Minho itu siapa sih?Kalau dia Choi minho memangnya kenapa?”

GUBRAK!!!!

***

Aku melempar tasku sembarangan .Lalu menghempaskan tubuhku ke atas kasur .Aku  menatap langit-langit kamarku lalu menghembuskan nafas.Aku teringat cerita Hyun Ji saat istirahat.Choi Minho,Flaming Charisma.Dari mana dia dapat julukan seperti itu?Dan kenapa aku baru mendengarnya hari ini?

Sudahlah,toh aku tidak mau berurusan dengannya.Tapi…bukankah aku belum minta maaf secara langsung?Ya…nanti-nanti saja kalau bertemu lagi.Toh kami satu sekolahan pasti tidak sulit mencarinya.

Dan mataku terpejam lalu aku pun terlelap.Dan mimpi itu kembali datang.

Aku berjalan  menyusuri tangga ,kulihat appa dan umma sudah bertengger manis di ruang makan.Appa melihatku lalu tersenyum.

“Sudah kenyang tidurnya?”sindirnya padaku.Aku cemberut.Appaku memang usil.

“Sudah!Mungkin malam ini aku malah tidak bisa tidur.”sahutku sambil duduk dihadapannya.

“Jangan dibiasakan Jin Yeong!Apalagi kau tidur masih mengenakan seragam kotormu,”ujar umma.

Aku makin cemberut,”Namanya juga khilaf umma!”sahutku.

Kudengar tawa appa,”Oh iya!”

Aku mendongakkan kepalaku lalu menatap appa.

“Besok kita menginap di rumah halabeoji,appa ingin menengok halabeoji mu yang sakit dan sekalian ada bisnis di sana,kau mau ikut?”

Aku tersenyum dan ingin mengangguk.Tiba-tiba senyumku lenyap.”Appa aku ada ulangan besok,kenapa tidak diundur hari kamis saja.”ujarku merajuk.

“Tidak bisa Jin Yeong-ah…appa sudah ambil cuti untuk besok dan lusa.Apa kau tidak bisa minta izin untuk ikut ulangan susulan?”

“Appa tau sendiri wali kelasku yang sekarang.”Aku mengaduk-aduk nasi dihadapanku.Aku jadi tak berselera makan.Huh!Andai saja wali kelasku bukan Park Jung Min seonsaengnim.Walaupun sebenarnya dia cukup perhatian terhadap muridnya,tetap saja dia tidak akan mengizinkanku dengan alasan seperti ini.Dan kalau harus mengarang alasan…..ha!orang tuaku yang idealis ini pasti tak mau melakukannya,bahkan untuk anaknya sekalipun.

“Ya sudah,kali ini kau tak usah ikut dulu.Saat kau liburan appa akan cuti lagi,jadi kita bisa menginap di sana bersama,”ujar appa.Aku tersenyum karena baru kali ini aku mendengar appa mengorbankan pekerjaannya hanya untukku.

Aku merasakan semilir angin yang dingin disekitarku

Ku buka mataku,lagi-lagi aku kembali ke tempat ini

Tempat yang hening,bahkan terlalu hening

Lalu sosok itu muncul lagi dihadapanku

Kali ini aku berlari,aku tak mau tertangkap seperti kemarin

Aku terus berlari,sosok kabut itu masih mengikutiku

Tiba-tiba aku terhenti,aku tak bisa bergerak

Sosok itu kini berdiri di hadapanku

Dengan rupa yang berbeda,seperti manusia

Hitam!

Hanya itu satu kata yang bisa ku ucapkan untuk mendeskripsikannya

Dia menatapku,dengan matanya yang hitam legam

Aku bisa melihat refleksi diriku yang ketakutan di kedua matanya

“Kau….”ujarnya dengan suara berat,kurasakan angin meniup rambutku saat dia

mengucapkannya

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku sambil menyeringai ,aku menggeleng cepat

Lalu dia berubah menjadi kabut kembali lalu menghempasku

Kurasakan jiwaku seakan meninggalkan ragaku

Lalu semua gelap

***

“BRUUKKK!!”

Aku membuka mataku.Sial!Aku jatuh dari kasur.Aku mengusap kepalaku yang sakit terbentur lantai.Kulihat bajuku yang basah.Yah!apa aku berlari-lari saat tidur tadi?Benar!Di  mimpiku aku berlari –lari gara-gara makhluk itu.Kenapa jadi benar-benar basah kuyup begini.

Aku malas memikirkannya .Aku mendengar suara mobil yang dinyalakan.Oh,iya appa dan umma akan pergi hari ini.Kulihat jam doraemonku.Pukul 05.30.Pantas saja hari masih gelap.Aku bergegas menuju lantai satu.Umma terlihat sibuk mengepak barang bawaan.

“Jin Yeong –ah…sudah bangun rupanya.”seru umma,”Tolong bantu umma menaruh makanan itu ke tapperware ya.”

Aku melangkah menuju meja makan,lalu melakukan  seperti yang diperintahkan umma.Aku memasukkan makanan itu satu persatu  sambil seekali menguap.Kulihat appa yang sedang memeriksa mesin mobil,entah karena masih gelap atau apa,mataku terpaku pada kabut disekeliling appa.Aku mencoba tak memikirkannya,mungkin itu cuma kabut  udara dingin pagi hari.

Lalu aku melirik umma,hal yang sama terlihat dimataku,ada kabut tipis menggeliat di sekitarnya.Aku membuka mataku lebar-lebar,lalu mendekati  umma,mengibas-ngibaskan tanganku ke kabut itu.

Umma melihatku bingung,”Kau sedang apa Jin Yeong-ah?”

Aku tersadar,aku menggeleng cepat,”Ada nyamuk di badan umma,”ujarku berbohong.

Dia tersenyum,”Ya sudah cepat lanjutkan sana!”

Aku kembali ke meja makan,namun mataku terpaku pada kabut itu,bergantian ku tatap umma dan appa.Matahari malu-malu mulai muncul dan kabut itu  tidak lenyap sama sekali.

Kurasakan dadaku  berdegup cepat.Makin lama aku malah merasa sesak.Buru-buru kuambil air lalu meminumnya.Sesak sekali,membuatku sulit bernafas.Aku terengah-engah sambil menahan tubuhku di depan kulkas.Tiba-tiba umma sudah berada di sampingku.

“Kau tak apa-apa sayang?”tanyanya khawatir.

Aku menggeleng dan mencoba tersenyum,”Aku cuma  tersedak air.”

Dia masih menatapku,”Apa umma tidak usah ikut saja,sepertinya kau masih tidak enak badan,karena kejadian kemarin.”

“Tidak apa-apa umma,ada Hwang Ajumma.Kalau ada apa-apa aku bisa minta tolong dia.”ujarku menenangkan.

Umma mengangguk setuju.Setelah 10 menit kemudian merekapun bersiap berangkat.Aku masih terpaku pada kabut itu.Kabut apa itu sebenarnya?Belum pernah aku merasa sengeri ini .

Umma melambaikan tangannya,namun sebelum sempat mobil itu melaju  jauh aku berteriak.

“Umma!Appa!”

Kulihat mobil itu berhenti mendadak.

“Ada apa sayang?”teriak appa dari dalam mobil.Aku berlari menghampiri mereka.

“Appa,Umma,bisakah tidak hari ini?Batalkan saja rencana hari ini!”ujarku panik.

“Kau kenapa sayang?Bukannya kau sudah setuju?”Tanya umma sambil membelai rambutku dari kaca mobil.

“Aku…”aku tak tahu harus berkata apa.Aku cuma merasakan kalau aku harus menghentikan mereka.Tiba-tiba dadaku sesak lagi.Tapi aku berusaha tetap terlihat baik di hadapan mereka.

Aku benar-benar tak dapat berkata apa-apa lagi.Dadaku terlalu sesak.

“Nanti  appa belikan strawberry yang banyak ya,kau tunggu saja di rumah,OK?”ujar appa tersenyum.

“Hati-hati ya,jaga dirimu baik-baik.Kami akan kembali lusa kok,”ujar  umma.Lalu melambaikan tangannya.Aku hanya tersenyum.Aish!Bodoh!bicaralah sesuatu!Kurasakan keringat mengucur dari tubuhku,karena menahan sesak ini.

Mobilpun benar-benar melaju jauh.Setelah itu,kurasakan dadaku perlahan kembali tenang,kuhirup dalam-dalam udara ketubuhku.

Sebenarnya apa yang terjadi denganku akhir-akhir ini?Aku sering tertidur di kelas,mimpi aneh itu,lalu sekarang kabut mengerikan itu.

***

Aku  menatap kosong papan tulis dihadapanku.Di saat istirahat seperti ini memang tidak wajar jika aku malah melamun.Aku memikirkan appa dan umma.Apa mereka baik-baik saja?

Hyun Ji tiba-tiba memukul punggungku kasar.Aku mengerang kesakitan.Lalu mendelik kesal padanya .Dia bukannya minta maaf malah menyunggingkan senyum.

“Daripada kau melamun di sini,lebih baik kau ikut aku!”ujarnya langsung menarik tanganku.

“Yah!Ini namanya penculikan!Aku bahkan tidak setuju dibawa olehmu!”omelku,tapi tanpa mengelak darinya.Akhirnya aku pasrah mengikutinya.

Dia membawaku ke aula sekaligus lapangan basket indoor sekolah.Dia mendudukanku di bangku penonton.

“Kita mau apa di sini?Jelas-jelas tidak ada pertandingan.”ujarku kesal.Aku memangku wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau ini!Lihat!”

Hyun Ji menunjuk seseorang yang mendribble bola dengan lincah.Ada apa dengan pemuda itu?Tidak ada yang istimewa.

“Dia CHOI MINHO!!!”serunya.Aku memicingkan mata.Oh!Benar juga,lelaki gondrong itu memang sama seperti yang kulihat beberapa hari lalu,walaupun hanya punggungnya.Aku memperhatikan  gerakannya yang lincah diantara lawan-lawannya.Memang tidak buruk,pantas saja dia jadi pembicaraan sekolah,kecuali aku tentunya.

“Tuh kan!Kau saja tidak berkedip saat melihatnya!”Hyun Ji menyenggolku.

“Aku kan belum minta maaf dengannya secara langsung,makanya kuperhatikan terus, takut dia kabur lagi,”ujarku jujur.

“Alasan!”dia menjitak keningku.

Tak terasa bel berbunyi,tapi kulihat pemuda itu belum menyudahi permainannya.Atau aku dekati saja.Cuma minta maaf,pasti tidak akan lama.

Hyun Ji menatapku heran,ketika aku berjalan menuju aula mendekati Minho.Tapi sebelum sempat mendekatinya,bola sudah mendekatiku.Untung saja aku menghindar.Seseorang menahan tubuhku yang hampir             terjatuh.Minho!

“BODOH!!!”teriaknya di mukaku.Kenapa dia semarah itu?Hatiku yang sudah kupersiapkan dengan  tulus untuk meminta maaf padanya tiba-tiba bergemuruh.

Aku menepis tangannya yang ada di pingganggku.”Kau mungkin tak perlu semarah itu.AKU TIDAK BODOH!Bahkan kau tidak pernah melihat raportku!!Seenaknya saja memanggilku bodoh.Aku kesini cuma mau minta maaf tentang waktu itu,mana ku tahu kalau bola itu akan melayang kepadaku,lagipula bel sudah berbunyi tapi kau tidak juga selesai bermain,akhirnya aku lah yang harus menghampirimu,”omelku tak keruan.Dia pasti bingung kenapa aku tiba-tiba seperti ini.Dia bahkan tidak kenal aku,tapi aku sudah sukses memarahinya.

Setelah ku tatap matanya 2 detik aku langsung meninggalkannya.Bisa kulihat wajahnya yang dipenuhi tanda tanya.

“Cewek aneh,”gumamnya,yang masih dapat terdengar olehku.

HAH!Hari ini buruk sekali!Entahlah,aku benar-benar sedang bad-mood.

Sebelum jam pelajaran terakhir dimulai,aku berhamburan ke toilet.Setelah selesai aku melewati ruang guru,aku sedikit mengintip saat melewati pintu yang sedikit terbuka.Huh!Ternyata Park seonsaengnim ada.Kukira dia akan tidak masuk jam ini.Tapi tunggu!

Dadaku kembali sesak.Apa-apaan ini!Aku mengatur nafasku sambil memegangi dadaku.Kulihat Park seonsaengnim yang sedang berbicara dengan guru lain,tapi yang membuatku terbelalak adalah kabut di sekitarnya.Kabut yang sama seperti yang kulihat pada appa dan umma!Aku langsung berlari ke kelasku dengan tersengal.

Hyun Ji menatapku heran,”Kau kenapa?”

Aku menggeleng,lalu menggapai botol minumku,lalu meneguknya banyak-banyak.

Hyun Ji mengusap punggungku.Tatapan khawatirnya muncul.

Tak lama Park seonsaengnim masuk.Aku kembali sesak,tapi tak sesakit saat aku disisi appa dan umma.Kabut itu masih menggeliat disekitarnya.

“Hyun Ji,apa kau tidak melihat kabut?”tanyaku pada Hyun Ji yang sedang mempersiapkan buku tulisnya.

Dia menoleh bingung,”Kabut?Yang digunung itu,ya?”

Aku mendelik,mungkin pertanyaanku terlalu aneh untuknya.

“Tidakkah kau melihat kabut disekitar tubuh Park seonsaengnim?”

Dia mengamati guru kami itu.Lalu menoleh padaku sebentar,lalu mengamatinya lagi.

“Maksudmu apa sih?”tanyanya bingung.Aku menggeleng.Benar ternyata hanya aku yang melihatnya.Aku mencoba fokus pada pelajaranku.Ternyata selama aku tak menatap kabut itu,hatiku lebih tenang,maka selama pelajaran aku hanya terpaku pada bukuku,tak berani menatap seonsaengnim.

Tiba-tiba….Ah terlalu banyak tiba-tiba hari ini,dan semuanya membuatku gila!

Tiba-tiba aku mencium sesuatu yang ganjil.Bau ini!Bau apa ini?Bukankah bau ini bau yang sering kucium di mimpiku?

Tiba-tiba tubuhku menegang.aku mencengkram erat tangan Hyun Ji.Dia tersentak.

“Kau kenapa?”Tanya Hyun Ji panik.

Aku menggeleng,dadaku sesak lagi.Aku gemetar di bangku.

“Seonsaengnim!”panggil Hyun Ji,”Jin Yeong sepertinya sakit,”

Hyun Ji bodoh!kenapa dia memanggil seonsaengnim!

Saat Park seonsaengnim mendekat tubuhku semakin sulit dikontrol.Rasa sakit yang baru aku rasakan saat ini.Keringat bercucuran dari badanku.Ya Tuhan!Apa aku akan mati?

Aku tersentak saat kabut di tubuh seonsaengnim semakin tebal.Aku menatapnya nanar.

“Kau tidak apa-apa?”Tanya seonsaengnim,”Akan kutelepon taksi.”ujarnya lalu kembali ke meja guru dan meraih ponselnya.

Mataku tak berkedip.Kabut itu lenyap,tapi seketika muncul kabut lebih tebal ,lalu wujudnya berubah menjadi…..manusia?Manusia dengan pakaian serba putih.Aku ingin berteriak tapi tak bisa.

Sosok itu mendekati Park seonsaengnim,kulihat seonsaengnim tiba-tiba ambruk sambil memegangi dadanya.Kudengar samar-samar teriakan anak-anak yang memanggil namanya.Entahlah pikiranku seperti kabur,aku hanya fokus pada sosok asing itu.Dia terlihat melambaikan tangannya di depan tubuh seonsaengnim yang sedang diangkat oleh ketua kelasku,lalu mengangkat tangannya perlahan sesuatu muncul dari badan seosaengnim,kabut tipis berwarna putih, lalu dengan segera dia hempaskan ke udara,seketika sesuatu muncul dari punggungnya,diapun terbang menembus atap kelas.

Aku membuka mataku.Kulihat Hyun Ji menatap cemas kearahku.Matanya sembap.Aku menatap sekelilingku.UKS sekolah.Aku mencoba duduk.Hyun Ji langsung memberiku segelas air.

“Park seonsaengnim…”gumamnya.Aku menoleh,tiba-tiba tangisnya pecah.

“Ada apa?Kenapa seonsaengnim?”aku menjadi panic dan bingung.

“Dia…meninggal…”gumamnya,langsung saja badanku terasa lemas.Aku memeluknya.Tangisku ikut pecah.

“Kim seonsaengnim bilang,dia memang punya penyakit jantung kronis.Pemakamannya besok.”

Aku mengingat kejadian tadi.Makhluk itu?Apakah dia…dia yang membuat seonsaengnim meninggal?

Sesampainya di rumah aku langsung menelepon umma.Aku takut terjadi sesuatu dengannya.Tak lama kudengar suara umma di seberang.Aku langsung menanyakan keadaan semua orang yang ada di sana dengan panik.Umma menenangkanku dan menjawab kalau semuanya baik-baik saja.Aku merasa lega.Setidaknya sedikit menenangkanku.

“Umma…sarangheyo…”ujarku,umma terdiam,mungkin kaget dengan yang aku ucapkan,karena aku tak pernah mengucapkan kata seperti ini pada umma dan appa.

“Ya…umma juga…sarangheyo…”sahutnya,”Besok kami akan pulang dengan oleh-oleh yang banyak,sekarang kau tidur!Sudah malam,”ujarnya.

Aku pun menutup telepon.Aku menatap jam doraemonku.Cepatlah waktu berputar agar umma dan appa pulang ke rumah.Aku kangen,dan aku tak pernah merasakan kangen seperti ini.

***

Hari ini suasana berkabung di sekolah.Semua memakai seragam hitam-hitam kami.Seluruh anak kelasku menangis,tak terkecuali para siswa.Ketua kelasku,Seung Ho, yang menangis paling kencang,mungkin karena dia yang terakhir kali memegang jasad Park seonsaengnim.Walaupun beliau tidak terlalu dekat dengan anak muridnya sendiri,tapi aku merasa kehilangan.Bagaimanapun juga dialah yang selalu membimbing kami untuk ujian semester,dan ujian masuk universitas.Boleh dibilang nilai kelasku jauh dia atas rata-rata kelas yang lain,berkat bimbingannya.

Aku memeluk Hyun Ji.Air matanya membasahi jasku.Aku tak menangis sekencang dia,tapi air mataku tak berhenti mengalir.

Aku melihat barisan kelas 3-3,ada Minho di sana.Dia menunduk,tapi tak terlihat air matanya mengalir.Tak sadar aku menatapnya.Tiba-tiba mata kami beradu.Aku jadi salah tingkah.Aku mencoba menatap ke arah lain,menatap foto Park seonsaengnim yang tersenyum.Dan lagi-lagi air mataku mengalir semakin deras.

Sekolah diliburkan tentu saja.Aku melangkahkan kakiku ke tempat aku memarkir sepedaku.Yang lainpun begitu.Kami tidak diperkenankan membawa kendaraan kecuali sepeda.Kepala sekolah bilang demi menjaga lingkungan sekitar dengan-tanpa-menambah polusi.

Aku menggapai sepedaku,begitu juga Hyun Ji.Matanya benar-benar tidak main-main.Bengkak total!

Aku melambaikan tanganku pada Hyun Ji.Kami memang tak searah.Aku mengayuh sepedaku dengan susah payah.Entah pergi kemana tenagaku ini…

Tiba-tiba seseorang mengayuh sepedanya di sampingku.Aku tersentak saat menyadari kalau itu Minho.Dia tak menoleh kearahku,hanya memandang lurus,tapi menyamai laju sepedaku.

“Kenapa kau tiba-tiba lewat sini?”tanyaku ketus.

“Aku memang lewat sini setiap hari,tapi baru hari ini aku pulang sore.”ujarnya datar,tanpa melihatku.

”Biasanya aku pulang malam hari sehabis latihan basket.”

“Yah!memangnya siapa yang tanya!”seruku.Aku berusaha mengayuh sepedaku lebih cepat untuk meninggalkannya.Tapi dengan mudah dia menyusulku kembali.

“Jangan dipaksakan!Aku tahu tenagamu habis gara-gara menangis tadi.”ujarnya kembali berada di sampingku.

Aku mendengus akhirnya kubiarkan saja dia di sampingku.

“Aku tahu kau pasti sedang sedih.Tapi…bagaimana kalau kita bermain sebentar,supaya sedihnya berkurang,”ujarnya tiba-tiba.Aku menoleh.Tiba-tiba aku melihat sebuah senyuman.Dan bodohnya aku!Aku mengikuti sepedanya dari belakang.Yah Jin Yeong-ah!Katanya kau sebal dengannya.Kenapa malah mengikutinya?

Aku duduk di ayunan taman.Tak lama kemudian Minho muncul dengan 2 buah es krim di tangannya.Dia menyerahkan satu padaku.

“Ternyata kau baik juga ya,”ujarku sambil tertawa renyah.

“Kalau tak mau tertawa tak usah dipaksakan!”ujarnya datar.Aku kembali merengut.Aish….aku menyesal memujinya tadi.

“Aku heran kenapa kau jadi hot topic di sekolah,khususnya para siswi,padahal kau angkuh sekali.”sindirku.Aku memang sengaja membalasnya.

“Aku juga heran,kenapa ada orang yang berani memarahiku padahal namanya saja aku tak tahu,”sahutnya,membuatku mati kutu.Aku kembali memakan es krimku.

“By the way…”ujarnya.Aku mendelik.

“Namamu siapa?”

GUBRAKKK…..

Aku menatapnya tak percaya.Dia mengajakku bermain bahkan membelikanku es krim,tapi tak tahu siapa namaku?Apa dia tidak mencari tahu sendiri  setelah insiden di aula itu?

“Bodoh!Kau mengajak gadis yang tak kau kenal ke taman!”ujarku ketus.

“Soalnya…kau terlihat innocent,walaupun tidak kenal…aku berani mengajakmu ke sini.Jadi…siapa namamu?”

Innocent?Anak ini pandai sekali bermain kata!

“Aku Kang Jin Yeong,aku teman Kim Hyun Ji ,salah satu fansmu,”ujarku dingin.

“Benarkah?sejak kapan aku punya fans?”ujarnya sambil menatap ke depan tanpa ekspresi.Sejujurnya yang innocent itu adalah dia.Lihat saja mukanya yang datar itu!

“Entahlah…mereka menyebutmu The Flaming Charisma Minho,”ujarku,”Apa kau jualan sate dengan apimu itu?”tanyaku sambil tertawa mengejek.

Tiba-tiba dia tertawa keras.Aku menatapnya heran.

“Benar juga!Itu bisa dijadikan referensi nama restoranku nanti.The Flaming Charisma Minho…cukup menggigit.”

Menggigit dengkulmu!Aku semakin lama semakin aneh pada sifatnya.Apanya yang Flaming Charisma?Anak aneh!!

Aku menepuk keningku saat kulirik jam tanganku.Sial!jam 05.30.Apa umma dan appa sudah pulang?

“Minho!Aku pulang dulu,ada urusan!”ujarku,nah!untuk apa pula aku pamit padanya?

“Tunggu!Aku  ikut,kita sejurusan,”ujarnya sambil menaiki sepedanya.

Aku menatapnya bingung.Sejurusan???

Aku tercengang saat dia juga masuk ke gang rumahku.”Rumahmu disini?”

Dia mengangguk,semakin membuatku bingung.Dia menunjuk sebuah rumah yang ada disamping rumah di depan rumahku.Gampangnya…serong dari rumahku.Aku menatapnya tak percaya.

“Kau tetanggaku?”

Dia tersenyum,”Baru tiga bulan.”

Aku menepuk keningku,jadi ini anak seumuran yang dibicarakan umma.

“Kenapa aku tak pernah melihatmu berangkat sekolah?”

“Aku selalu datang terlambat.Karena aku pasti bangun kesiangan.Kelelahan karena basket.”ujarnya santai.

“Apa kau tidak dimarahi gurumu?”

“Kau tahu Heo Young Saeng seonsaengnim kan?”

Aku mengangguk,tentu saja aku tahu,diakan guru matematika paling baik sedunia.

“Kalau begitu jangan heran kalau aku terlambat tiap hari.”

Aku baru mengerti maksudnya.Aku jadi kasihan dengan Heo seonsaengnim,dia mendapat anak buah setengah berandalan seperti ini.

Kami akhirnya masuk rumah masing-masing.

“Yah!Besok bangunkan aku pagi-pagi ya!Kita berangkat bersama!”serunya padaku.Aku melengos.Seenaknya!Memangnya aku siapamu?!

***

Sudah jam 07.00 malam,tapi appa dan umma belum juga sampai.Aku sudah berkali-kali menghubungi nomor mereka,tapi  tidak tersambung.Apa tidak ada sinyal disana?kemarin bisa.

Aku berjalan menuju beranda.Angin malam ini tidak begitu dingin.Aku  duduk di salah satu bangku.Lalu menatap jalanan yang sepi di bawah.Tiba-tiba sebuah cahaya menyorotku,tepat di wajahku.Aku menghindar.Tapi cahayanya terus mengikutiku.Sial!Siapa yang malam-malam begini iseng mengerjaiku.

“Yah!!!!”teriakku.Cahaya itupun lenyap.Aku mengerjapkan mataku.Sial!Aku jadi pusing.

Aku mencari-cari siapa pelakunya.Dan tak lama muncul juga.Dia memainkan sebuah senter ke udara.Anak aneh itu!Dalam sehari dia bisa membuatku terheran-heran.

Dia tertawa sambil menyenteriku.

“Yah!!!Kuadukan kau ke security kalau kau iseng begini!!!”seruku.

Diapun langsung mematikannya.Dia sedang duduk di sisi jendela kamarnya.Mengenakan kaos,dan celana training.

Aku kembali duduk ,lalu menatap ponselku.Kucoba sekali lagi menghubungi umma.Tetap saja tidak nyambung.

Tiba-tiba kulihat seseorang berjalan memasuki pekarangan rumahku.Hwang Ajumma.dengan cepat aku melangkah menuju pintu utama di lantai satu.Lalu sebelum bel berbunyi ku bukakan pintu untuknya.

Dia menatapku panik,”Cepat ganti bajumu,kita ke rumah sakit!”

Sebelum sempat aku bertanya,Ajumma telah mendorongku ke lantai atas.Aku pun menggapai baju yang aku lihat.Lalu terakhir mengambil jaketku.

“Siapa yang sakit Ajumma?”tanyaku bingung.

“Appa dan Ummamu,mereka kecelakaan,”ujarnya hampir tak terdengar.

Seketika tubuhku lemas.Benar saja!Dari 2 hari yang lalu aku merasa tidak tenang.Ternyata hal ini terjadi.Aku berdoa dalam hati semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.Taksi yang kami tunggu tak kunjung muncul.

Tiba-tiba Minho muncul dihadapan kami.

“Ada apa?Sepertinya kaliansedang panik .”ujarnya.

“Minho!Bisa kau antarkan kami ke RS?”ujarku tanpa panjang lebar.Dia mengangguk,lalu beberapa saat kemudian kami bertiga sudah berada dalam mobilnya.

Appa dan Umma ada di ruang ICU.Aku menangis di pelukan Hwang Ajumma.Minho menatapku iba.Tak lama orang tua Minho datang.Mungkin heran melihat anaknya yang tiba-tiba menghilang bersama kami.

Tiba-tiba rasa sesak itu datang lagi.Aku mengerang di pelukan Ajumma sambil memegangi dadaku.

TBC…

Thank you for reading and comment please…..^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Pearl In The Soul Of Human – Part 4

Pearl In The Soul of Human/Part 4

Author : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast      : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast     : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon.

Genre              : Family, Romance

Type               : Sequel

Mungkin di part selanjutnya bakal ada penambahan tokoh… tp itu masih rahasia yah….jangan kaget, soalnya gaya bercerita aku emang gitu…. Sekedar curhat aja, sebenernya ini cerita novel kedua aku…tp gara2 kurang halaman, jd aku gak kirim….*gak penting*

Yaud, cekibrot!!

OST. Cinderella Sister – Yesung Suju –It Has Be To You……

*_*

“Ya! Jessica, wae?”segah Minho yang melepaskan gandengan tangan Jessica.

“Aish, kau ini…. Diamlah…..!!!”lawan Jessica.

“Oppa….turuti saja apa kata onnie…..”kata Krystal tak mau kalah.

“Hah!!”aku mengurut-urut keningku. Ntah apa yang ingin mereka lakukan, aku tak peduli.

Drakk!!

“Mian….”seru Key yang terburu-buru dan menabrak Krystal. Tanpa berhenti ia terus berlari. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh dari tingkah lakunya tadi. Aku memutuskan untuk mengikutinya.

JJJ

Srett!!!…..lengan bajuku sudah mulai robek. Aku berteriak, tapi belum ada yang menolongku. Aish, ottoke??

BRUGG!!!! Satu hantaman tepat mengenai hidung cowok mesum tadi.

“Min…ho???”lirihku. Dan setelah itu datang Key yang melepaskan ikatanku.

“Kwaenchana?”tanya Key.

“Hm…”aku mengangguk.

“Ya! Minho, sudahlah…… Mereka biar aku yang urus.”teriak Park  songsaenim, wakasek bagian kesiswaan yang dipanggil Key.

“Heum, Minho….bantu aku antar dia…”kata Key.

“Ne, aku antar kau pulang…”jawab Minho, dengan senyum tipisnya padaku.

“Ini, jaketku…pakailah untuk menutupi bajumu yang sobek. Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang, aku ada urusan dengan Park songsaenim. Hati-hati ya!”ia menggosok-gosok rambutku. Aku hanya terdiam dalam rangkulan Minho.

“Baik…..kau masuklah dalam mobil…”katanya, membuyarkan lamunanku.

“Kau bawa mobil?”

“Bukan, ini aku pinjam ke guru piket. Masa kau harus naik motor dengan penampilan seperti itu.”ia hanya mengumbar senyum.

“Ah, iya…benar juga..”kami menaiki mobil itu. Ia mulai menjalankan mobilnya.

“Sungi-a….mianata…..”

“Hm? Untuk apa?”

“Aku tak bisa menjagamu…”aku kaget mendengar itu.

“Ahh,,, sudahlah…kwaenchana….”

Selama perjalan kami, hanya diiringi oleh diam. Tak ada yang berani berkomentar, dan akupun malas untukbercerita.

Akhirnya, kami sampai di rumah. Aku menolak untuk ditemani Minho, jadi aku suruh ia cepat pulang. Sekarang aku ingin sendiri. Dengan wajah ditekuk aku memasuki rumah. Aku sama sekali tak peduli, pintu rumahku yang tak terkunci. Harusnya aku sadar ada seseorang yang masuk, tapi aku hanya masuk dengan wajah masam. Sampai akhirnya terdengar langkah kaki seseorang…..

“Sungi-a! kau dari mana??”suara yang sangat kukenal. Perlahan aku mengangkat kepala. Terlihat dihadapanku, sosok pria tampan, yang kehadirannya sangat aku tunggu.

“Opp…..Oppa!!!!”dengan isak tangis aku memeluknya erat. Saat-saat yang aku tunggu-tunggu, untuk memeluk kakakku tercinta ini.

“Ya! Wae geurae???”tanyanya bingung.

“Hks…Hks…”entah aku menangis karena sedih atau malah senang ia bisa ada disini. Yang terpenting, aku bisa memeluknya lagi.

“Uljimalgo! Heum??”ia memegang kepalaku.

“Oppa…..gomawo….go…mawo…”kataku terbata-bata.

“Aish…..sudahlah, kau mandi dulu sana…. Setelah itu, cerita apa yang terjadi, heum?”aku membalas dengan anggukan.

JJJ

Aku bingung saat dia memeluk tubuhku. Rasanya asing sekali aku merasakan kehangatan itu. kedatanganku apa kurang tepat? Disaat ia sedang menangis, dan aku tak tau apa masalahnya. Karena aku bukan kakak yang baik untuknya.

Kusempatkan untuk membuat secangkir kopi untuknya. Sambil menunggu ia keluar dari kamar mandi, aku duduk di sofa dan menonton tv.

Tiga puluh menit kemudian….

Aish, lama sekali mandinya….

“YA! Sungi-a…..aku menyuruhmu untuk mandi, bukan untuk melamun di dalam..”teriakku, sambil menggedor-gedor pintu. Sedetik kemudian, ia keluar dari kamar mandi dengan senyum mirisnya.

“Huh, lama sekali….”aku kembali duduk di sofa. Diikuti sungi yang berjalan dengan lemasnya.

“Minumlah susu coklat ini…..agar kau tenang…”kusodorkan secangkir susu coklat. Ia meneguknya dengan hati-hati.

“sekarang kau bisa cerita?”tanyaku lagi. Kulihat ia hanya menahan tangis. Jadi kuurungkan niatku untuk melanjutkannya.

“Ah, sudahlah…tidak apa-apa…”kataku.

“Oppa? Apa kau akan tinggal disini lebih lama??”gilirang ia yang bertanya.

“Entahlah……”

“Jinki oppa…..bogoshiposso….”ia terisak, dan menyenderkan kepalanya dibahuku. Aku agak canggung juga, tapi aku tak ingin melepaskan. Kubiarkan ia tertidur di bahuku, tak kubiarkan berbagai pertanyaan dikeluarkan dari mulutku.

Lambat laun, akhirnya ia tertidur. Aku tak bisa menahan untuk mengelus pipinya. Jantungku semakin berdebar. Ya , Tuhan….perasaan apa ini? Mengapa terlihat kau sedang menyiksaku….

“Oppa, jangan pergi….”ia mengigau.

“Sst…kopchonghajima….aku tidak akan pergi lagi…”aku terus memeluknya. Sampai aku tergoda melihat wajah cantiknya. aku sadar, tak sepantasnya aku seperti itu. tapi aku tak bisa menahannya.

Today, i wander in my memory
I’m pasing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again
I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more
It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
i cannot send you away one more time
i can’t live without you
it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…
if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you

(Trans It Has Be Tou You T_T)

Aku berniat untuk memindahkan tidurnya ke kamarnya. Bagaimanapun juga, disini sangat dingin. Ia juga harus beristirahat dengan tenang.

Kugendong ia menuju kamar. Lalu kubaringkan ia di tempat tidur yang empuk. Untuk terakhir, aku kecup keningnya dan berniat untuk pergi kembali ke asrama. Aku harus kembali latihan dengan baik. Tapi tangannya menggapaiku….

“Jangan pergi….”katanya lirih. Aku tak kuat menolak, terlebih melihat air mata yang keluar menetes membasahi pipinya yang mulus.

“Sstt….tidurlah lagi…aku takkan pergi…”dengan hati-hati aku duduk di kasur, samping Sungi. tanpa melepaskan tangannya, aku tetap terjaga di sampingnya. Tapi aku juga tak bisa tahan untuk tidak tidur, pada akhirnya aku ikut terlelap. Kini kami berdua, dalam satu ranjang yang sama. Aku tau ini tak pantas dilakukan, karena kami tak sedarah. Tapi aku mohon pada Tuhan…..untuk memperlambat waktu ini…biarkan aku lelap tidur bersamanya….

TBC…..

P.S: buat admin, akk mau blang….pas d library PTSOH kok msih part1, pdhal aku udh ngepost 4 part…..makasih…..klo ada yg dengar…

And buat yg req, supaya cepet2 kluar part4….maap yah, ini agak brantakan soalnya cpet2, akk tkut gk ada wktu lg bkin FF..komapsumnida…..^_^

Klo ada yg mnta cover pic’nya dganti…tgal kument!!!!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

BEGADANG

TITLE : BEGADANG

MAIN CAST    : ONEW DAN SO EUN

AUTHOR              : FADIYAH ULFA (OELFA)

TYPE : ONE SHOT

06.30 am….

Aku sudah bangun. Lalu ku rapikan tempat tidur kemudian mandi. Mmm… segarnya… setelah mandi. Ku pakai baju hijau muda lalu berdandan.

07.30 am…

Aku mengambil telepon lalu menelpon dia… 3 kali aku hubungi, dia tak mengangkatnya. Ku sms tak dia balas.

“ONEW!!!” teriakku kesal. Namaku So Eun. Ya Onew adalah pacarku. Pagi ini pasti dia belum bangun. Dia benar- benar membuatku kesal karena sering terlambat bangun.

“kenapa dia tidak pernah bangun cepat??? Pasti gara-gara nonton bola kemarin ato maen game sampai larut malam.”kataku.

Lalu ku ambil tas dan mengisinya dengan dompet, bedak, sisir, parfum dan pastinya iPhone Q…

“Lebih baik aku ke rumahnya… dan membangunkan kebo itu…”kataku lalu mengendarai mobil hijau menuju rumah Onew. Setelah tiba, aku lalu membunyikan bel dan Ibu Onew menyambutku dengan ramah.

“Pagi tante… Onewnya sudah bangun???” tanyaku ramah.

“Oh… Onew… belum, dia masih di kamar… tidur. Ngak tau kapan bangunnya…”jawab Ibu Onew cukup malu.

“Oh… biar saya tante yang membangunkan, gimana???” usulku.

“Silahkan… Semoga berhasil.”jawab Ibu Onew dengan senyum angelnya.

Akupun menuju kamar Onew dan mengedornya. 10 menit… aku mengedor namun tak ada jawaban.

“Onew!!! Bangun dong…”teriakku seperti orang gila.

Ibu Onew hanya dapat heran melihatku. Dia pun memberikan kunci duplikat kamar Onew.

“Terima kasih tante…”kataku.

Aku membuka pintu dan kulihat One masih tidur. Aku mengguncang tubuhnya, namun tak kunjung bangun. Aku pun menyiapkan handuk dan bajunya, lalu aku kembali berusaha membangunkannya.

“Onew, bangun dong. Jangan jadi kebo…”teriakku.

Aku terus berteriak dan mengguncang tubuh Onew hingga tak menyadari sudah 1 jam aku melakukannya. Aku putus asa lalu …

“ONEW.!! KALAU KAMU NGAK BANGUN… KITA PUTUS… DASAR KEBO…”kataku lalu meninggalkan rumah Onew dengan amarah yang meledak.

Aku pun pulang dengan tampang kesal dan kecewa. Ku serasa ingin membunuhnya.

Beberapa saat kemudian, iPhone Q berbunyi dan tertera nama “IBU ONEW”

Aku pun menjawab telepon tersebut dan berharap Ibu Onew membawa kabar baik.

“Halo… So Eun disini…”kataku ramah.

“So Eun cepat ke sini … Onew… Onew….”kata Ibu Onew dengan nada gemetar.

“Kenapa dengan Onew tante???”tanyaku cemas.

“Onew sekarang berada di Rumah Sakit. Dia koma” jelas Ibu Onew sambil menangis.

“APA???!!!” teriakku tak percaya.

“Sekarang dia berada di RS Internasional Seoul. Ku mohon cepat ke sini…”pinta Ibu Onew.

“Iya tante… Saya akan ke sana…”jawabku lalu menutup telepon dan mengganti pakaian seadanya.Aku tak meyadari bajuku sangat berantakan, memakai sepatu disebelah kanan dan sandal di sebelah kiri. Sungguh memalukkan, namun bukan itu dipikiranku sekarang. Hanya ada Onew, orang yang selalu membuatku tertawa dan sangat kucintai walau sering membuatku jengkel.

Tiba di RS, aku melihat Ibu Onew yang terus menangis. Aku jadi tak tega melihatnya.

“Tante….”kataku pelan.

“So Eun… Onew nak……..”kata Ibu Onew sambil menangis dan memelukku. Aku pun ikut menangis dan merasa bersalah kejadian tadi pagi.

“Tante, aku ke dalam dulu ya…”kataku yang kemudian masuk ke ruangan Onew.

Aku tak percaya dengan apa yang ku lihat. Onew terbaring tak berdaya.

Maafkan aku… Aku pun mengguncang tubuhnya namun nihil.

“Onew… jangan tinggalkan aku…”kataku padanya berharap dia mendengar. Dokter pun memanggi Ibu Onew untuk bicara. Ingin rasanya ku ikut dan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Dok, apa yang terjadi dengan anak saya???”Tanya Ibu Onew cemas.

“Anak Ibu taka pa-apa. Dia juga tidak koma. Saya telah bicara dengannya.”jelas dokter.

“APA!!!??? Tak koma, lalu???”Tanya Ibu Onew kembali.

“Sebenarnya dia <<???>>”kata dokter.

Setelah selesai bicara, aku heran melihat Ibu Onew yang malah tertawa terbahak-bahak. Padahal anaknya sadang kritis.

“Tante kenapa??? Kok…”tanyaku heran.

“Tidak apa-apa…”kata Ibu Onew yang masih tertawa.

“Lalu apa yang dikatakan dokter tentang keadaan Onew???”tanyaku cemas.

“Onew… Dia tidak koma. Cuma…. Hahaha…”kata Ibu Onew sambil terus tertawa.

“Cuma apa???”tanyaku lagi.

“Nanti kamu tau… “kata Ibu Onew yang lalu meninggalkan ku dalam keheranan.

Aku pun menunggu Onew siuman hingga aku tak menyadari aku tertidur di sofa. Ia lalu mengangkatku dan membaringkan ku di tempat tidurnya. Lalu dia menonton TV.

Paginya aku bangun dan heran mengapa berada di tempat tidur Onew. Sedangkan Onew berada di sofa tertidur.

“Loe kok ada di sini. Lah Onew…”kataku heran. Aku pun menuju ke Onew dan mencoba membangunkannya.

“Onew bangun… Onew…”teriakku namun tak mendapat tanggapan.

Aku terus mengguncang tubuhnya hingga melihat sesuatu di telinga Onew.

“Apa ini..???”Tanyaku heran.

“Kapas…”lanjutku lagi. Aku pun mencoba berteriak.

“ONEW!!!”teriakku dengan sekuat tenaga.

“APA…???!!!”jawabnya kaget.

“Kenapa kamu masih tidur sich… ayo bangun udah siang nich…”kataku.

“Masih ngantuk sayang udah begadang nonton world cup…”jelas Onew.

“Lalu kenapa ada kapas di telinga loe???”tanyaku penasaran.

“Oh… itu sengaja karena gue tau loe pasti membangunkan aku pagi-pagi dengan berteriak-teriak. Teriakan kamu itu dashyat banget. Udah dulu yach, gue mau tidur.”jelasnya dengan santai lalu menarikku dalam pelukkannya untuk tidur juga.

“Apa???!!! ONEW!!!”teriakku sambil memukulnya kesal.

THE END

NB: Maaf klu geje bgt….

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF