The Day Before My Birthday

Author: Park Shin Yeong a.k.a Gemala (sinta)

Cast: Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Iryeong

Genre: Romance, friendship, sad hiks..hiks..

Type: One shoot

n.b: ini ff pertama yang saya buat dengan genre sad…… Hope you like it…… Semoga bisa menguras air mata anda !!!!! *plaak*

Teet….teet….teet….teeeeeeeet

Suara alat pendeteksi detak jantung memecahkan tangis kami semua. Kami kehilangan sosok Kim Kibum oppa, salah satu sahabat kami sejak 1 tahun yang lalu. Sudah seminggu ini dia masuk ke rumah sakit dan mengalami koma. Kibum oppa mengidap penyakit hati stadium lanjut, tapi aku dan Iryeong baru mengetahuinya seminggu yang lalu. Hanya Jinki oppa yang tahu soal penyakit Kibum oppa.

——–Flashback———

”Halo…halo !!! Shinyeong tolong !! tolong aku !!! tolong kibum oppa !!!”tanpa henti kata ”tolong” terus dilontarkan Iryeong kepadaku melalui telpon.

”Iryeong ada apa ??? jelaskan padaku !!!” kataku panik

”Kibum oppa tiba-tiba pingsan !!! Ia kesakitan dan terus memukul-mukul dadanya !!! aduh !!! tolong aku !!!” sekarang Iryeong tidak kuasa menahan tangisnya.

”Aduh!!! Cepat telpon ambulance !!!! Aku dan Jinki oppa akan segera menyusul kesana !!!” aku shock berat mendengarkan kata-kata Iryeong. Tapi aku berusaha untuk tidak panik.

Aku berlari melewati kerumunan orang-orang di mall menuju tempat parkir. Setelah kucari-cari akhirnya kutemukan Jinki oppa.

”Oppa gawat !!! Kibum oppa, dia dia…” aku bingung ingin berkata apa

Setelah mendengar penjelasanku yang belum selesai, Jinki oppa terlihat sangat panik. Ia sepetinya sudah mengerti apa yang terjadi.

”Ayo cepat kita pergi ke rumah sakit !!!” Jinki oppa menarikku masuk ke mobil.

Di dalam mobil………

”Oppa apakah oppa tahu alasan kibum oppa tiba-tiba jatuh pingsan ???”

”Ti..tidak aku tidak tahu !!!”

”Oppa gak usah bohong deh !! karena oppa itu gak berbakat bohong !!!”

”Hmm sebenarnya Kibum mengidap penyakit hati stadium lanjut…” suara jinki melemas meratapi nasib temannya yang satu itu.

———End of Flashback———–

Aku cuma bisa menangis di pelukan Jinki oppa yang juga sangat terpukul atas kepergian sahabatnya Kibum oppa. Mataku langsung tertuju pada sosok yeoja yang duduk di sebelah tempat tidur Kibum oppa. Iryeong sudah tidak bisa berkata-kata lagi, yang dia lakukan hanya menangis, menangis, dan menangis sekuat mungkin.

Bagiku itu wajar, karena Iryeong kehilangan sosok yang sangat ia cintai. Lebih dari apapun. Baru setahun ia bisa memiliki Kibum oppa, dan sekarang orang itu sudah pergi meninggalkannya. Perasaan yang sudah Iryeong pendam selama 3 tahun, hanya terbalas selama 1 tahun.

————-Flashback————-

Aku dan Iryeong sedang duduk di samping kolam ikan kecil di taman kota. Kami sedang menunggu 2 orang spesial.

”Aduh… bagaimana ini !!! jantungku berdetak kencang sekali !! serasa mau copot !!!” kata Iryeong panik

Aku cuma diam sambil memberi makan ikan-ikan kecil di kolam.

”Kenapa kau bisa setenang itu ????”

”Iryeong !! kau tahu, sekarang aku sedang berusaha memperbaiki perasaanku yang tidak karuan !!!” aku kesal karena sejak tadi Iryeong tidak berhenti mengoceh.

”Bagaimana mungkin ???”

”Dengan memberi makan ikan ini, perasaan seseorang akan menjadi tenang” jelasku panjang lebar.

”Hwaa !!” teriakku dan Iryeong kompak.

Ada yang menepuk pundak kami. Ternyata Jinki dan Kibum, orang yang kami tunggu sejak tadi sudah datang.

”Hhe… maaf ya kami terlambat..” kata jinki sambil tersenyum. Senyuman itu semakin membuatku tak bisa bernafas.

”A..ahh tidak apa-apa..” aku berusaha menutupi rasa gugupku

”Ayo kita pergi !!!!” kata kibum dengan nada misterius

”Kita mau kemana sih ???” Iryeong mulai tidak tenang

Kami berempat berjalan menuju ke tengah taman kota.

Aku dan Iryeong tercengang tak percaya melihat taman kecil itu dipenuhi dengan lampu warna-warni yang berkerlap kerlip. Pantulan cahaya lampu membuat air mancur di taman itu terlihat sangat indah.

Jinki dan kibum menarik kami ke jembatan kecil di taman itu. Di bawah jembatan itu ada sungai kecil yang sengaja dibuat. Dan diatas sungai sudah mengapung lilin berbentuk hati yang sangat indah.

”Ada satu lagi…” kata jinki dan kibum.

Jinki menarikku hingga aku sudah sangat dekat dengannya, dia melingkarkan tangannya di pinggangku dan mendekatkan wajahnya padaku, aku tidak mampu berkata-kata, aku juga tidak mampu menolaknya. Refleks ku tutup mataku dan kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku.

Aku tidak tau apa yang terjadi pada Iryeong. Tapi kurasa hal yang sama terjadi padanya.

———————End of Flashback—————-

Kini kibum oppa sudah pergi. Dan sialnya lagi, kibum oppa meninggal pada tanggal 22 Juli, sehari sebelum ulangtahunku. Itu semakin menambah luka yang ada padaku. Tapi aku berusaha tegar demi Iryeong.

Aku dan Iryeong memang memiliki sifat yang berbeda. Aku lebih tenang sementara Iryeong mudah panik. Dia juga sangat sensitif dan mudah menangis. Tapi ia adalah orang paling sabar yang pernah kutemui.

Tanggal 23 Juli, hari pemakaman kibum oppa bertepatan dengan hari ulangtahunku

Semua orang sudah meninggalkan pemakaman, kecuali kami bertiga. Jinki memecahkan keheningan diantara kami.

”Kalian tahu apa kata-kata yang selalu kibum katakan kepadaku ??”

”Apa oppa ??”

”Dia selalu bilang seandainya aku berada dalam 2 pilihan, tetap hidup tapi harus merasakan sakit yang luar biasa seperti sekarang atau mati dengan tenang aku lebih memilih mati saja” jinki oppa mengatakannya dengan mantap

Iryeong menangis semakin kencang sementara aku berusaha menenangkannya.

”Lalu dia berpesan kepadaku suatu saat ketika aku telah pergi kau harus merelakanku. Jangan membuatku berat untuk meninggalkanmu, karena itulah konsekwensinya jika kau mau berteman dengan orang sepertiku, kau harus merasa kehilangan” lanjut jinki

Iryeong terdiam mendengarkan kata-kata jinki oppa.

”Jadi kalian harus merelakannya. Karena itulah yang terbaik untuknya”

”Tapi ini bukan yang terbaik untukku oppa !!!” bentak Iryeong. Aku sangat terkejut, sebelumnya tidak pernah kulihat Iryeong membentak orang lain.

”kau tidak boleh egois Iryeong !! Aku ini sahabatnya, aku juga sedih sama sepertimu !! Tapi apakah kau tega melihat kibum terus menerus kesakitan, berusaha melawan rasa sakitnya sendirian !!!” jinki berusaha menyadarkan iryeong.

”Iryeong dengarkan aku !!! Kalau kau cinta pada kibum oppa, maka kau harus merelakannya, kau harus mendukung semua keputusannya !!” kali ini aku yang berbicara padanya

”Aku merasa ini terlalu cepat dan mendadak !! Belum ada yang bisa kulakukan untuknya !!!” kali ini suara Iryeong melemas

”Ada Iryeong !!! Kau bisa membantunya !! Kau harus membuatnya bahagia dan tenang disana !!! Kau bisa membuatnya bangga telah mencintaimu !!!

”Ya Iryeong !!! Kami disini untuk membantumu !!!” kata jinki memberi semangat.

Iryeong menangis lagi, tapi kali ini tangisan bahagia. Sepertinya ia sudah bisa mengerti.

————–Iryeong POV—————-

Tuhan.. terimakasih engkau telah memberikan sahabat seperti mereka. Saat kibum oppa telah pergi, masih ada mereka disampingku. Mereka benar aku tidak boleh egois, aku harus membuat kibum oppa tenang disana. Saranghae kibum oppa….

—————End of Iryeong POV————-

Akhirnya aku pulang ke rumahku. Aku ingin melepaskan semua penat dikepalaku. Tiba tiba jinki oppa menelponku.

” SAENGIL CUKHA HAMNIDA !!!!” kata jinki oppa dari telpon

”Mwo ?? aku sampai lupa !!! hahaha makasih oppa !!” kataku senang

”Ya… walaupun hari ini kita semua bersedih, tapi aku tidak boleh egois dan melupakan hari ulangtahun chagiya ku tersayang !!!” kata jinki riang

”gomawo oppa saranghaeyo jinki oppa !!!”

”no do saranghae chagiya… good night have a nice dream !!!”

“you too oppa..”

Tadi itu membuat perasaanku sedikit membaik. Akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Dan kuharap Iryeong dan Jinki oppa juga begitu.

—————————-

Sudah sebulan sejak meninggalnya kibum oppa. Semua sudah mulai kembali normal. Iryeong sudah kembali bersemangat. Ia memulai hari barunya dengan satu tujuan yaitu menjadi lebih baik dan membahagiakan kibum oppa disana. Iryeong memilih untuk melanjutkan studinya ke California.

3 tahun kemudian………….

Hari ini tanggal 22 Juli, saat yang sama dengan kejadian 3 tahun yang lalu. Tapi kini kami bertiga tidak seperti dulu lagi, kami sudah menjadi orang yang lebih baik. Dan kami terbukiti mampu melewati saat yang sama selama 3 tahun terakhir ini.

Aku dan jinki oppa mendapatkan surat dari Iryeong. Kami tidak terkejut karena ini adalah rutinitas selama 3 tahun terakhir. Aku membukanya dengan riang, tapi saat kubaca kata-kata di surat itu kejadian 3 tahun yang lalu kembali menjadi mimpi buruk yang bertambah buruk………..

To Shinyeong dan Jinki

Hi…

Apa kabar ???

Kabarku sangat baik, bahkan tidak pernah sebaik ini sebelumnya.

Sebagai sahabat yang baik, kalian harus mendukung semua keputusan dan jalan yang kupilih, benar kan ???

Dan aku sudah memilih jalanku

Hari ini, tepat tanggal 22 Juli aku akan mencangkokkan hatiku kepada seorang penderita penyakit hati sama seperti kibum oppa….

Dan mungkin saat kalian sedang membaca surat ini, aku telah tiada atau mungkin masih berada di ruang operasi, siapa yang tahu ???

Tapi kalian jangan mengira aku melakukan ini karena aku telah putus asa, malah aku melakukannya dengan suka rela dan bahagia. Karena aku ingin mati disaat yang sama dengan kibum oppa.

Aku tidak ingin bunuh diri karena itu berarti aku mati sia-sia. Jadi aku memilih untuk mencangkokkan hatiku kepada orang yang membutuhkan. Itu akan membuat kibum oppa bangga, iya kan ???

Aku ingin mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya pada kalian…

Tolong relakan aku perig, sama seperti kalian merelakan kibum oppa untuk pergi…

Sayonara shinyeong…

Sayonara jinki…

From your best friend

Kim Iryeong

Aku tak kuasa menahan tangisku. Jinki oppa segera memelukku dalam. Aku tidak peduli dengan orang-orang yang memandangku dengan heran. Aku sudah mengalami kehilangan besar. Terjadi di saat yang sama. Aku tahu, aku harus merelakan iryeong agar dia tenang disana. Tapi tidak akan semudah itu….

Tanggal 23 Juli, hari pemakaman Iryeong

Iryeong dimakamkan tepat disamping pemakaman kibum oppa. Semua kejadian 3 tahun yang lalu kembali terbayang. Saat aku berusaha menenangkan Iryeong, tapi sekarang aku tidak bisa menenangkan diriku sendiri.

”Iryeong babo !!! Kau itu sehat kau tidak sakit !!!! kenapa kau lebih memilih mati !!!” aku terus bergumam tidak jelas di dalam hati.

Jinki seolah-olah mengerti perasaanku.

”Tenanglah chagiya… ini adalah yang terbaik untuknya… ingat itu” jelas jinki

”Menurutku tidak !!! dia tidak merasakan sakit seperti kibum oppa !!! jadi dia tidak harus mati !!!

”Mungkin dia tidak merasakan sakit seperti kibum, tapi apakah kau tahu isi hati iryeong bagaimana ??”

”Dia terlihat sangat tegar oppa !!!” aku berusaha menolak kenyataan yang ada

”ayo kita pergi, ada yang harus kau lakukan !!!”

Jinki mengendarai mobilnya menuju ke taman kota. Aku bingung kenapa jinki oppa membawaku kesana.

”Kau ingat ini ???” jinki membawaku ke kolam ikan di taman itu

”Kenapa dengan kolam ini ???” aku tidak berpikir apa-apa

”Aduh… ingatanmu buruk sekali !!! Kau selalu bilang dengan memberi makan ikan ini, perasaan seseorang akan menjadi tenang

Aku tersenyum mendengarkan perkataan jinki oppa.

”Sekarang cepat beri makan ikan ini, agar perasaanmu menjadi tenang !!” perintah jinki oppa

Aku senang karena jinki oppa ada disini bersamaku.

”Oh iya… aku punya hadiah spesial untuk chagiya ku tersayang”

Tanpa segan jinki oppa langsung menciumku dengan sangat lembut dan dalam. Mungkin menurutnya ini akan membuatku lebih tenang, ya… memang benar…. it’s make me feel better

Aku berusaha untuk memejamkan mataku. Aku terlelap dalam tidurku. Tapi aku terbangun di suatu tempat yang aneh. Semuanya putih… Aku bingung dan takut. Dan kali ini jinki oppa tidak ada disampingku.

”Jinki oppa !!!!” aku terus memanggil-manggil namanya

”Aduh… apakah kau tidak bisa hidup tanpa jinki oppa ??” suara yang sangat kurindukan dan mengagetkanku

”Iryeong ??? kibum ???” aku tidak percaya dengan apa yang kulihat

”ya kami kesini untuk mengucapkan selamat padamu HAPPY BIRTHDAY SHINYEONG !!!” kibum dan iryeong berteriak kompak

”Shinyeong maafkan aku karena pergi secara tiba-tiba, tapi kau harus ingat dengan apa yang kau katakan padaku 3 tahun yang lalu bahwa sahabat harus mendukung apapun yang dipilih oleh sahabatnya !!!” jelas iryeong panjang lebar.

Aku mulai menangis lagi

”Sejak kapan kau menjadi cengeng ??? Mana shinyeong yang dulu kukenal ??” giliran kibum yang berceloteh

“Sejak kalian pergi meninggalkanku !!!” aku membela diri

”Tolonglah relakan aku pergi…. Inilah yang membuatku bahagia, bersama kibum oppa untuk selamanya !!!” iryeong memohon padaku

”Baiklah, aku mengerti perasaanmu….. kalian berdua memang tidak dapat dipisahkan !!!” aku tersenyum pada mereka

”Gomawo Shinyeong !!!!” lagi-lagi mereka berteriak

”Kau harus kembali, ini bukan tempatmu !!!” iryeong terlihat serius

”Aku pasti akan merindukan kalian !!!”

”Kamipun pasti begitu, tapi kami akan selalu ada disampingmu !!!” jelas kibum

”Oh iya… maafkan aku karena membuatmu sedih di hari yang seharusnya menjadi hari bahagiamu !!!” jelas iryeong

”Sudah.. jangan membuatku menangis lagi !!! aku benci menangis !!!”

”Baiklah selamat tinggal shinyeong….”

”Salam untuk jinki ya !!!”

—————————-

Aku tersenyum bahagia di dalam tidurku. Ini adalah hadiah terindah karea aku bisa berbicara untuk terakhir kalinya pada mereka. Dan saat bangun nanti jinki oppa sudah menungguku.

THE END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – I THINK I [2.2]

I THINK I [2.2]

Main Cast: Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin, SHINee

Support Cast: Super Junior

”Mian tadi aku bilang kalau kita pergi kencan…habis aku tidak tahu jawaban lain kita sedang apa…”katanya begitu kami berjalan di sekitar pertokoan. Oh jadi karena itu, dia hanya tidak tahu harus menjawab apa. Aku agak sedikit kecewa mendengarnya. Kau ini terlalu berharap sih Hye Jin!cepatlah sadar!

”Gwenchanna..”jawabku. Kenapa aku jadi kecewa mendengarnya mungkin karena tadi aku berharap jawaban itu bena-benar tulus tapi ternyata. Ahh sudahlah lupakan!jangan berharap!seruku pada diriku sendiri.

”Itu mereka..”seru Taemin begitu melihat mereka di sebuah kedai.

Ya itu mereka sedang makan, mereka tidak lelah apa berjalan terus, tentu saja tidak mereka kan sedang kencan. Benar…benar… mana mungkin mereka capek.

”Ini minum…”kata Taemin sambil menyodorkan minuman kaleng padaku.

”Gumawo…”seruku dan mengambil minuman itu lalu meminumnya.

”Baru kali ini aku mengikuti orang yang sedang berkencan…capek juga..”serunya.

Aku tersenyum meminta maaf karena malah merepotkannya.

”Oh ya…kenapa kau mau mengikutinya?kau takut terjadi sesuatu pada Hyo Jin noona?”tanyanya lagi.

”Annyong bukan itu hanya balas dendam…”seruku.

Taemin melihatku dengan pandangan bingung, kalau dia bertanya apa tidak akan kujawab karena tidak mungkin aku bercerita kalau Hyo Jin suka sekali meledekku dengannya.

”Balas dendam?”tanyanya lagi.

”Sudahlah..itu rahasia cewek…”seruku sambil tersenyum.

Taemin hanya mengangguk namun masih terlihat bingung. Mereka keluar dari kedai dan berjalan lagi. Ya ampun apa mereka tidak capek. Sekarang mereka masuk ke sebuah toko boneka.

Aku dan Taemin melihatnya dari seberang jalan dan mendapati mereka sedang memilih boneka. Namun tiba-tiba Hyo Jin melihat ke arah kami. Taemin langsung menundukkan kepalaku.

Hyo Jin POV

”Kau mau yang mana?”tanya Jin Ki.

Aku masih terus memperhatikan keluar seperti ada yang melihatku dan itu tampak seperti Hye Jin, seharian ini sudah tiga kali aku melihat orang yang mirip Hye Jin mungkin aku merasa bersalah padanya karena tidak cerita bahwa aku pergi kencan dengan Jin Ki dan membuatnya harus sendirian pergi membeli kamera barunya padahal waktu itu aku pernah berjanji padanya akan mengantarnya. Mianhe Hye Jin. Ucapku dalam hati.

”Hyo Ji-ah..”seru Jin Ki.

”Mian..aku mau yang itu…”seruku sambil menujuk sebuah boneka panda dengan bambu ditangannya. Lucu sekali.

Dia mengambilkannya untukku dan melihat sekilas.

”Kenapa panda?”tanyanya.

”Dia mirip denganmu…lucu…lihat lucu kan…mirip sekali denganmu…”tunjukku pada boneka panda itu.

”Masa kau membandingkanku dengan panda?”serunya sedikit marah sepertinya.

”Ya!maunya apa?panda kan lucu…”seruku lagi.

”Bagaimana dengan kucing…lucu juga kan?”katanya lagi.

”Aku tidak suka kucing..”jawabku.

”Kau kan tahu aku alergi dengan kucing…”lanjutku.

Jin Ki beripikir sebentar sepertinya dia lupa kalau aku alergi kucing. Aku masih ingat waktu aku masih SD, Jin Ki membawa kucingnya ke sekolah dan menujukkannya padaku saat itu aku langsung bersin-bersin seharian dan sejak saat itu aku alergi dengan kucing. Dia lupa hal itu!dasar Jin Ki!aku tidak pernah lupa apa yang dia tidak suka kenapa dia lupa?benar-benar tidak peka.

”Ah ya…”seru Jin Ki.

Akhirnya sadar juga dia.

Dia  membelikanku boneka panda itu lalu kami pergi lagi.

Hye Jin POV

Lucu sekali kencan mereka, pergi ke tempat boneka membeli boneka panda. Hampir saja tadi ketahuan untunglah Taemin langsung tahu Hyo Jin melihat ke arah kami. Kami berjalan mengikuti mereka dari jauh. Saat melihat ke toko boneka tadi mataku tertuju pada sebuah boneka. Boneka beruang kecil warna coklat muda yang mengigatkanku pada masa kecilku. Ayah membelikan boneka itu, padahal sebelumnya aku adalah anak yang tidak terlalu suka boneka karena aku takut pada boneka, tapi hari itu, hari ulang tahunku ayah membelikanku boneka beruang itu. Saat pertama melihatnya aku senang sekali karena boneka itu begitu lucu dan bisa bersuara. Boneka itu menjadi temanku selama aku kecil bahkan sampai aku dewasa pun aku masih menyimpannya di kamarku tapi saat ayah pergi meninggalkan kami dan aku mulai membencinya aku mengembalikan boneka itu pada ayah beserta barang-barang yang pernah ayah berikan padaku. Aku terdiam beberapa saat melihat boneka itu. Aku rindu pada boneka itu lebih tepatnya aku rindu ayah, yah walapun dia telah menyakitiku dan ibu tapi dia tetap ayah yang baik. Dia selalu ada untukku waktu aku masih kecil, membelikanku boneka, membacakan cerita, bermain baseball di akhir pekan, pergi menonton pertandingan. Begitulah kegiatanku dengan ayah waktu kecil. Mungkin sebelum aku marah pada ayah aku adalah anak ayah, aku lebih dekat dengan ayahku dibanding dengan ibuku tapi sejak kejadian itu aku berusaha menghindarinya meskipun dia selalu memintaku menemuinya aku selalu menghindar. Aku jadi ingat kejadian beberapa bulan lalu saat ayah meneleponku, mungkin itu bukan ayah tapi dari suaranya itu dia. Semoga dia tidak akan menghubungiku lagi.

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin yang melihatku termenung.

”Ne…”jawabku dan berjalan.

Taemin mengejarku dan berjalan disisiku.

Hyo Jin POV

”Jin Ki pulang yuk?” ajakku padanya.

Ah hari ini aku benar-bena lelah, pergi nonton, main sepeda, makan. Benar-benar lelah dan senang tentunya karena bersama dia.

Jin Ki mengangguk dan berjalan bersamanya menuju halte bus, namun tiba-tiba dia berhenti di salah satu toko bunga dan membeli bunga.

”Ini untukmu…kau suka sekali bunga lily kan?”katanya.

Ya ampun dia ingat!aku suka sekali bunga lily dan dia masih ingat itu ternyata. Dia tersenyum, aku suka sekali melihatnya tersenyum. Senyumnya sangat tulus.

Tiba-tiba dia mengenggam tanganku dan menatapku langsung di mataku. Apa dia akan mengatakannya? Mana mungkin dia berani.

”Hyo Jin-ah…”serunya.

Aku mengangguk dan menunggu dia bicara, dia sudah sangat serius, dia terus menatapku. Benarkah dia akan bilang itu. Aigoo akhirnya!aku sudah memasang wajah penuh harap.

”Hyo Jin-ah…”katanya lagi.

”Ne..”jawabku.

Dia terdiam beberapa saat kemudian.

”Kita pulang saja yuk…”serunya sambil tersenyum.

Apa dia Cuma mau bilang pulang! Dasar Jin Ki. Selalu saja seperti itu. Aku langsung cemberut dan berjalan meninggalkannya.

”Ya!Hyo Jin-ah!”serunya sambil berlari mengejarku.

Kukira dia akan bilang menyukaiku atau apalah, aku sudah serius ternyata dia hanya bilang ’ayo kita pulang’ sungguh sangat lucu Jin Ki.

”Hyo Jin-ah…”katanya sambil berjalan disampingku.

”Aku sudah serius begitu kau malah bercanda….padahal aku berharap…”seruku padanya.

”Mianhe…berharap apa?”potongnya.

Aku terus saja berjalan dan dia terus mengikutiku disampingnya.

”Jeongmal mianhe Hyo Jin-ah…aku Cuma ingin bercanda saja habisnya kau serius terus…”katanya lagi sambil tersenyum.

Aku berhenti, benar juga untuk apa aku marah, lagian aku saja yang terlalu berharap padanya. Kau tahu kan Hyo Jin, Jin Ki itu seperti apa orangnya!jadi mana mungkin dia bisa seperti itu. Seruku di dalam hati.

”Mianhe..”katanya lagi sambil tersenyum.

Dan jujur setiap melihat senyumnya pasti aku meleleh deh, habis senyumnya selalu tulus dan ya benar Jin Ki tidak akan pernah menyakiti hatiku jadi dia pasti bercanda.

Hye Jin POV

Sepanjang perjalanan aku masih terdiam mungkin gara-gara ingat kejadian yang dulu. Taemin pun diam sepertinya dia tahu suasana hatiku tidak enak tapi semoga dia tidak salah paham mengira aku marah padanya.

”Sudah mau sore…masih mau melanjutkan?”tanyanya menyadarkanku dari lamunanku.

Benar juga hari sudah sore dan aku belum bilang bahwa aku akan pulang sore tadi aku bilang hanya ingin pergi membeli kamera. Sebaiknya aku pulang, aku sedang tidak bernafsu untuk meledek Hyo Jin.

”Ya…aku lupa aku belum bilang kalau mau pulang sore…kita pulang saja…”seruku

Kami berjalan sampai di halte bis dan kami bertemu Hyo Jin dan Jin Ki Oppa. Hyo Jin sangat terkejut melihat kami, begitupun kami. Ya ampun gawat bagaimana kalau Hyo Jin tahu aku mengikuti mereka seharian ini. Aduh apa yang harus aku lakukan? Aku melirik ke arah Taemin tapi dia terlihat tenang-tenang saja.

”Kalian???”seru Hyo Jin dan Jin Ki Oppa berbarengan.

Aku mencoba tersenyum pada mereka.

”Taem…sedang apa kau disini?” tanya Jin Ki Oppa pada Taemin.

”Pergi kencan…”seru Taemin tersenyum.

”Dengan?”tanya Jin Ki Oppa.

Jin Ki oppa ini hanya menguji atau dia benar-benar tidak tahu. Kenapa dia bertanya seperti itu. Sudah jelas-jelas dia bersamaku berarti Taemin pergi kencan denganku, maksudnya pura-pura pergi kencan.

”Hye Jin…”jawab Taemin.

Hyo Jin memperhatikanku dan mengahmpiriku lalu menarik tanganku menjauhi mereka, kemudian bertanya padaku.

”Benar kau pergi kencan dengannya?”tanyanya.

”Ne…”jawabku.

Jawaban itu lebih baik tidak mungkinkan aku jujur padanya kalau aku mengikutinya.

”Kalau kau?”tanyaku padanya.

Pura-pura sebenarnya. Apakah dia akan jujur padaku atau tidak. Dia diam beberapa saat.

”Jangan ketawa dan jangan bilang pada siapapun di sekolah nanti…aku pergi kencan dengan Jin Ki…”katanya.

Ah dia mengaku juga akhirnya. Aku tertawa melihatnya mengaku.

”Sudah kubilang jangan ketawa…atau kau mau aku ledekkin terus sepanjang malam…”ancamnya.

Selalu mendominasi dan mengancam. Itulah Hyo Jin.

”Arasso…aku tidak akan tertawa asal kau tepati janjimu itu…”jawabku.

”Ne…”serunya

Kami pun bersalaman tanda setuju dan kembali menghampiri mereka.

”Ayo pulang…”seru Hyo Jin.

Kami pun pulang naik bis. Di perjalanan kulihat Taemin yang duduk disampingku terus memperhatikanku dan aku berusaha mengalihkan pandanganku setiap kali kami beradu pandang, dia terlihat seperti ingin menanyakan sesuatu, aku tahu pasti dia ingin tanya aku kenapa tapi aku tidak bisa cerita sekarang. Aku temenung sepanjang perjalanan hanya melihat keluar jendela. Hyo Jin sepertinya merasakan sesuatu yang berbeda, dia terus saja bertanya tentang keadaaku. Rasanya aku ingin pulang dan tidur. Aku meyandarkan kepalaku dan memejamkan mataku. Tak terasa air mataku turun dan aku merasakan seseorang menghapusnya. Taemin. Dia menyandarkanku di bahunya lagi dan mengusa-usap kepalaku. Ini untuk kedua kalinya aku menangis di bahunya. Gumawo Taemin untuk menjadi tempatku bersandar ketika aku sedih.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Fujoshi (SHINing) – Part 2

Mianhae kalo lanjutannya kelamaan…
Modemnya author gak ada pulsa mulu..
Kekeke~

Title : Fujoshi (SHINing)
Author : Cindy SHINee
Cast: Sung HyoKyo, Sung Sang Hoon, Shin HyunRi, Kim Yeowang, Kim Soonja, Lee Sooyeon, SHINee
Length : Series

@SHINee Apartement

“Semuanya… Tadi manajer menelpon, katanya sebentar lagi mereka akan datang” Kata Onew yang baru saja keluar dari kamar tidur.

“Omo! Hyung! Kau mengagetkan ku saja!” Kata Jonghyun yang terloncat kaget.

“Ayo, semuanya mandi. Kita akan menyambut mereka” Kata Key sambil mendorong Taemin ke kamar mandi.

Setelah berhasil mendorong Taemin untuk mandi. Key pergi memasak, untuk menyambut kedatangan Fujoshi Family. Minho yang daritadi hanya duduk saja kembali tidur.

“Hyung! Aku sudah siap! Cepat mandi!” Teriak Taemin yang baru saja keluar dari kamar mandi..

“Taemin, kamu bicara dengan siapa?” Tanya Onew.

“Dengan Hyung” Jawab Taemin polos.

“Kami semua hyungmu!” Teriak OnHyun, kecuali Minho yang sedang tidur, dan Key yang sedang memasak.

“Hehehe” Taemin hanya nyenyir saja, sementara Jonghyun segera masuk ke kamar mandi.

“Ya! Jonghyun!!! Aku ingin mandi!” Teriak Onew sambil mengejar Jonghyun yang akan masuk ke kamar mandi.

“Siapa cepat dia dapat… Hehehe…” Kata Jonghyun sebelum masuk ke kamar mandi.

“Ya!!! Jonghyun!!!!” Teriak Onew yang sedang kesal karena Jonghyun

“Masakan sudah siap. Sekarang kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka.” Kata Key dengan senang.

“Siapa yang belum mandi?” tiba-tiba wajah Key berubah menjadi serius.

Hanya Onew saja yang mengangkat tangan. Sedangkan Minho hanya tidur. Taemin yg sudah selesai mandi sedang menonton Tv. Dan Jonghyun sedang mandi.

“Ya! Minho! Cepat bangun!” Teriak Key tepat di telinga Minho.

“Omo! Hyung! Jangan berteriak di telingaku, aku bisa tuli nanti!” Kata Minho yang sudah bangun karena teriakan Key.

“Biarin! Yang penting kalian cepat mandi dan siap-siap menyambut kedatangan mereka!” Teriak Key sehingga semuanya terkejut.

Taemin yang sedang menonton TV langsung masuk ke kamar karena ketakutan. Sedangkan Onew dan Minho sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

“Iya hyung! Aku segera keluar!” Teriak Jonghyun dari dalam kamar mandi.

“Ppali!!!” Teriak Onew dan Minho kompak.

Jonghyun segera keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya, terlihat tubuhnya yang sexy masih dipenuhi air, dan rambutnya juga masih dipenuhi air. *Author mimisan*
Onew langsung masuk ke kamar mandi.

“Hyung! Aku juda mau mandi!” Teriak Minho.

“Tidak mungkin kita mandi berdua!”

“Sudahlah kalian berdua! Cepat mandi!!” Teriak Key sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Hyung! Buka pintunya! Key Hyung sedang berjalan ke sini” Teriak Minho sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

Onew yang sedang mandi sambil menyanyi langsung membuka pintunya karena takut di hajar Key (?).

Ting Tong~ *bel rumah berbunyi*

“Mereka pasti sudah datang” Kata Key dengan bersemangat sambil berjalan menuju pintu apartemen.

“Anyeong” Sapa Key sambil membuka pintu.

“Anyeong” Sapa Fujoshi Famz dengan kompak.

“Naneun YongJin imnida” Sapa HyunRi dengan memasang senyumnya, karena dihadapannya adalah idolanya.

“Naneun Dong Hoon Imnida” Sapa Soonja.

“Naneun Jae Soong imnida” Sapa Yeowang dengan bersemangat.

“Naneun E-Eun Byung imnida” Sapa Sooyeon dengan ragu.

“Naneun Ki Seok imnida” Sapa HyoKyo dengan bersemangat, dialah yang paling bersemangat diantara mereka berenam.

“Naneun Min Hwa imnida” Sapa Sang Hoon sambil menunduk.

“Anyeong, Naneun Ki Bum imnida, Mannaseo bangapseumnida” Sapa Key dengan bersemangat.

“Apakah kami boleh masuk?” Tanya HyoKyo.

“Tentu saja!”

Mereka bertujuh masuk kedalam.

“Apartemen yang luas” Kata HyunRi sambil melihat-lihat apartemennya.

“Aku akan betah menginap disini” Kata SangHoon sambil merebahkan tubuhnya ke sofa.

“Dimana yang lainnya? Samchon bilang kalau kalian tinggal berlima, kenapa hanya ada Oppa, eh, Hyung saja?” Tanya Soonja, dia salah mengucapkan tadi. HyoKyo yang mendengar Sooyeon sengaja menguap untuk menutupinya.

“Ow. Mereka sedang ada dikamar. Ayo, kuperkenalkan kalian kepada mereka” Kata Key mengajak kami ke kamar mereka.

“Anyeong” Sapa Fujoshi Famz saat sudah sampai di kamar SHINee.

“Omo! Hyung! Aku belum memakai baju! Aku hanya memakai handuk! Kenapa kau menyuruh mereka masuk?!” Teriak Minho sambil menutupi badannya.

Seketika wajah Fujoshi Famz menjadi merah semuanya. Terutama Yeowang, wajahnya lah yang paling memerah.

“Mereka kan Namja, bukan Yeoja. Sudahlah cepat kamu pakai baju!” Kata Jonghyun.

“Eonni, Minho sangat sexy~” Bisik Yeowang kepada Soonja.

“Pabbo! Kau jangan berpikir mesum!” Bisik Soonja sambil mengetuk kepala Yeowang.

“Hehehe… Mian Eonni” Bisik Yeowang sambil menyenyir.

“Ayo kita makan, aku sudah mensiapkan makanan untuk kalian” Kata Key.

“Gomawo” Kata Sooyeon.

“Sudahlah, tidak usah sungkan-sungkan” Kata Key sambil menarik Sooyeon.
Wajah Sooyeon langsung memerah.

“Eonni! Jangan kau rebut Key ku ya!” Batin HyoKyo.

“Sooyeon! Jika kau merebut Key, aku tidak akan mengampunimu” Batin HyunRi.

Sedangkan SangHoon, Soonja, dan Yeowang hanya bias tertawa saja melihat wajah kesalnya HyoKyo dan HyunRi.

“Kenapa kalian tertawa?” Tanya Taemin.

“Tidak ada apa-apa” Jawab SangHoon.

…..

“Woah! Makanannya enak sekali! Ini makanan terenak yang pernah kumakan” Kata HyoKyo setelah makan.

“Gomawo Ki Seok” Kata Key.

HyunRi dan Sooyeon langsung mengerti apa yang sedang dipikirkan HyoKyo, dia pasti mau membuat Key lebih perhatian kepada dia. Sooyeon bingung mau berbuat apa agar bisa membuat Key perhatian kepadanya. Sedangkan Hyunri sudah memikirkan apa yang harus dia lakukan.

“Hyung, apakah kalian suka lari pagi?” Tanya HyunRi yang sudah berdiri disebelah Key.

“Suka, kamu mau ikut aku lari pagi?” Tanya Key balik. Hyunri hanya mengangguk saja.

“Kami juga ikut Hyung!” Kata Taemin dan Sanghoon kompak. Lalu mereka berdua saling melihat, mereka hanya tertawa.

“Baiklah, ayo kita lari pagi” Ajak Onew.

“Kupikir aku bisa hanya berdua saja dengan Key oppa” Batin Hyunri kesal.

The End~
Eh salah
To Be Continued.

Apa yang akan terjadi pada hari berikutnya?
Tunggu saja part selanjutnya….

Please Read+Comment+Like..
Don’t Be Silent Reader!!!


ACCIDENTALLY IN LOVE

Type: One Shot Story

Author : Feby (freesia240290)

Main cast : Key (Shinee) and Park Gyu Ri (KARA)

Other Cast : Onew, Jong Hyun, Min Ho, Tae Min, Han Seung Yeon (KARA), and Ock Taec Yeon (2PM).

Katanya semua orang dilahirkan dengan karakter yang beda-beda, itu bener, termasuk juga Key dan Park Gyu Ri, tapi kayaknya karakter mereka terlalu jauh deh sampe gak pernah bisa ketemu dalam satu kata iya. Atau dengan kalimat yang lebih simpel mereka itu adalah orang yang susah buat diakurin. Mereka udah gak akur sejak kekalahan Key dari Gyu Ri waktu pemilihan Ketua Choir yang baru, well, mungkin Key belum bisa terima dia dikalahin sama seorang cewek yang dinilainya gak lebih kompeten ketimbang dia, tapi Key berusaha legowo dan sedikit demi sedikit menerima itu. Tapinya lagi, ternyata Gyu Ri ngerasa di atas angin atas kemenangannya, dia jadi tambah otoriter dan memaksa anggota choir untuk disiplin banget sama jadwal. Hal ini agak susah dilaksanakan oleh Key karena dia lumayan suka ngaret, makanya Gyu Ri selalu dengan senang hati memberikan omelan gratis sama Key. Dan semua itu tambah buruk sejak insiden “Kopi Tubruk”, (Wait, apa maksudnya si Key lagi minum kopi trus ditubruk Gyu Ri pake bajaj gitu *Emang di Korea ada Bajaj???*). Maksud dari insiden “Kopi Tubruk” adalah sebagai berikut, ceritanya waktu itu Key yang lagi suka banget minum iced cappuccino lagi membeli minuman favoritnya itu di kantin, dan setelah ngebeli tuh minuman pastinya Key kembali ke haribaan teman-teman Shinee-nya di kelas, tapi gara-gara ada yang numpahin air minum di lantai kantin dan Key gak hati-hati, jadinya Key kepleset, dan iced cappuccino yang dia pegang itu gak sengaja ketumpah di baju Gyu Ri. Dan kalian tau gimana reaksi Gyu Ri dan Key, mungkin cuplikan dialog mereka waktu itu bisa ngasih gambaran buat kalian. Hehehe… ^^

“Key, kamu tuh apa-apaan sih…??? Gak bisa liat dulu ya kalo lagi jalan…??? Liat nih gara-gara kamu bajuku jadi kotor…!!!” Pekik Gyu Ri.

“Sorry, aku gak sengaja, lagian kamu gak usah ngomong dengan nada sekenceng itu napa, gak liat apa orang juga lagi susah???” Balas Key sewot, lagian si Gyu Ri juga sih gak kasian apa liat Key kepleset.

“Tapi kan tetep aja kamu yang salah, kalo aku yang nabrak kamu, aku emang gak pantes marah, tapi ini kan aku lagi duduk diem trus kamu numpahin minuman kamu ke aku…!!!”

“Kan tadi aku udah bilang sorry, ribet amat sih…!!!”

“Emang kamu kira maaf aja cukup…???!!! Susah tau ngilangin noda kopi di baju…!!!” Kayaknya pekikan Gyu Ri yang satu ini lumayan heboh deh, sampe seisi kantin jadi hening.

“Trus kamu maunya apa…???!!!”

“Cuciin bajuku…!!!”

“What…???!!! Eh, kamu tuh lebay atau alay sih…??? kamu pikir aku ini pembantu kamu apa, pake acara nyuciin baju kamu segala… Ogah!!!”

“Key, orang yang gak mau confess kesalahannya dan nerima akibat perbuatannya itu jelas bukan orang yang gentle… selama ini kamu selalu bilang kalo kamu tuh cowok gentle kan??? Well, I don’t see that right now…”

“Jadi kamu nuduh aku yang gak gentle??? Bukannya kamu yang lebay???”

“Aku gak mau tau, pokoknya cuciin…!!!” Gyu Ri pun ngelemparin jas sekolahnya yang kena noda kopinya Key tadi ke tangan Key, tanpa sempet Key protes Gyu Ri udah pergi meninggalkan Key dengan beribu bahkan berjuta kekeselan di hatinya. Well, itulah insiden “Kopi Tubruk” yang ngebuat Key jadi ogah banget minum iced cappuccino. Hehehe… ^^

Kejadian waktu siang itu di sekolah emang bikin Key sebel setengah hidup, tapi yang bikin dia tambah bete adalah temen-temennya malah terkesan tertawa di atas penderitaannya. Buktinya, waktu anggota gank Shinee yang lainnya maen ke rumah dia sore harinya, mereka bukan ngebantuin Key tapi malah menertawakan Key lagi nyuci. Mau denger??? Ini dia cuplikannya…

“Key, ngapain disitu…???” Tanya Min Ho sambil berusaha nahan ketawa, abisnya dia geli banget ngeliat Key mau-maunya nyuci, padahal seumur hidup Key paling ogah disuruh nyuci, nyuci piring aja ogah, apalagi nyuci baju.

“Lagi Online…!!!” Jawab Key sewot dan ketus.

“Hah…!!! Key-Hyung bukannya lagi nyuci ya…??? Emang bisa online pake mesin cuci…???” Tanya Tae Min polos, sepupu Onew satu ini emang polos banget.

“Makanya gak usah nanya…!!! Bikin orang tambah bete aja…!!!”

“Jadi emang bener ya, Key kalo si Gyu Ri minta kamu nyuciin bajunya…”

“Iya, lagian kalian kemana sih tadi siang di sekolah…??? coba kalian ada disana buat belain aku, pasti gak bakal ada nih ceritanya aku nyuciin baju si ratu nyebelin itu…!!!” Key menjawab pertanyaan Onew dengan nada yang mulai agak netral, gak dimodulasi kayak tadi.

“Percuma kita ada disana, Key… Ntar kalo kita belain kamu, Gyu Ri ngadu sama Taec Yeon-Hyung lagi, pasti deh tuh Taec Yeon-Hyung belain pacarnya, trus siapa yang berani ngelawan Taec Yeon-Hyung… Kalo gak juga pun, si Gyu Ri itu kan pantang banget dilawan, kamu kayak gak tau seberapa bossy-nya Gyu Ri aja…” Jawaban Jong Hyun tadi ngebuat Key heran.

“Emang Gyu Ri sekarang jadi tukang ngadu juga ya… ??? Kalo bossy sih gak usah ditanya…!!!” Tanya Key.

“Ya, gak tau juga sih, who knows dia emang udah berubah jadi tambah nyebelin…???” Jawab Onew.

“Emang kenapa, Key…???”

“Gak, gak apa-apa, cuma susah aja buat percaya kalopun emang dia jadi tukang ngadu… Rasanya she’s not kinda girl gitu.” Jawab Key atas pertanyaan Min Ho tadi, Shinee sih rada heran juga kok kesannya Key setengah belain Gyu Ri ya, bukannya dia sebel mampus sama tuh cewek.

“Hyung, katanya lagi online, lagi Online facebook atau twitter sih…???” Seketika suasana hening yang tadi tercipta itu jadi berubah rame oleh gelak tawa anak-anak Shinee yang laen, kok bisa-bisanya sih Tae Min nanya gitu, Key yang tadinya sewot, mau gak mau jadi ikutan ketawa juga. Tapi dalam hati dia masih nyimpen satu pertanyaan besar, apa Gyu Ri emang sebegitu nyebelin???

$$$

“Nih, baju kamu…!!!” Ujar Key sambil menaruh kantong plastic berisi jas sekolahnya Gyu Ri di meja, kebetulan Gyu Ri lagi duduk sambil ngeliatin partitur lagu “A Whole New World”.

“Udah dicuci ya…???”

“Ya, iyalah, udah digosok juga…”

“Oh…”

“Gak mau ngomong yang laen…???”

“Ngomong apa…???”

“Apa kek, terimagaji kek, thank you kek, kamsahamnida, mercy, atau arigatou mungkin…”

“Oh, thanks, Key…” Jawab Gyu Ri singkat.

“Well, that’s better…” Key pun pergi meninggalkan Gyu Ri sambil tersenyum tipis, entah kenapa ya kok dia seneng gitu Gyu Ri mau nanggepin dia.

Siangnya pas istirahat anak-anak Shinee langsung melesat ke kantin, mereka emang biasa beredar di sana kalo istirahat. Tapi siang ini kantinnya rame banget, anak-anak Shinee sampe susah banget nemuin tempat duduk buat makan.

“Duh, nih kantin rame amat ya, Tae Min, cariin kursi dong buat kita makan…” Pinta Onew.

“Ha…???!!! Hyung, jangan makan kursi kenapa??? Hyung laper banget ya, sampe kursi aja mau dimakan, kursi itu buat duduk, Hyung…” Seketika Onew langsung menyesali keputusannya untuk meminta Tae Min yang nyari tempat duduk.

“Iya, kursi buat duduk, cepet cari deh… Cari kursi apa aja, kalo perlu kursi legislatif, cepetan…!!!”

“Sekarang, Hyung…???”

“Gak, Natal tahun depan… Ya sekarang, Tae Min…!!!” Tae Min pun langsung nurut dan mencari kursi buat para Hyung-nya, gitu deh nasibnya kalo jadi junior, suka disuruh-suruh sama seniornya.

“Duhh, tuh anak bikin emosi deh… orang udah laper, jadi tambah laper gara-gara ngomelin dia…!!!” Seru Onew.

“Ya itu sih derita kamu, salahnya kenapa nyuruh dia, udah tau tuh anak kadang suka kelewat polos…” Celetuk Key.

“Eh, kayaknya dia udah ketemu kursinya deh, kesana yuk,…” Ajak Min Ho. Mereka pun mengikuti Min Ho.

“Gyu Ri…???” Tanya Key heran, kok bisa-bisanya sih si Tae Min nemu tempat duduk di deket Gyu Ri dan Seung Yeon.

“Iya, tadi Gyu Ri-Noona yang bantu aku nemuin tempat duduk ini, Hyung…” Ujar Tae Min sambil tersenyum seneng.

“Udah deh, kita duduk disini aja, buang segala gengsi dan emosi, toh, cuma disini ada bangku kosong…” Sindir Jong Hyun, dan yang ngerasa tersindir langsung salting (pada tau kan siapa…??? Hehehe…).

“Kita duduk disni aja, udah gak ada tempat lagi…” Key pun segera duduk di sebelah Gyu Ri. Suasana canggung pastinya udah gak terelakkan lagi, ditambah lagi di tengah-tengah makan Seung Yeon pergi ninggalin Gyu Ri sendirian, katanya mau ketemu sama pacarnya gitu deh.

“Noona, gak sama Taec Yeon-Hyung…???” Tanya Tae Min, nih anak sebenernya jago jadi ice breaker, tapi polosnya itu lho yang bikin bete.

“Gak, emang kenapa aku mesti sama dia…???” Tanya Gyu Ri heran.

“Lho, bukannya kalian berdua pacaran…???” Tanya Jong Hyun.

“Kalian salah denger kali, yang pacaran sama Taec Yeon-Oppa itu Seung Yeon bukan aku… Lagian Taec Yeon-Oppa itu bukan tipe aku kali…” Gyu Ri tersenyum simpul.

“Trus tipe kamu yang kayak apa??? Kayak Key…???” Key langsung keselek orange juice ngedenger pertanyaan ngasal dari Min Ho tadi.

“Gak lha, aku gak suka cowok ceroboh, yang bisa-bisanya numpahin kopi ke baju orang trus gak mau disalahin…”

“Lagian siapa juga yang bakal suka sama cewek jutek, galak, dan bossy kayak kamu…”

“Apa…??? Harusnya kamu ngaca sebelum ngomongin orang, kayak kamu perfect aja…!!!”

“Kamu juga ngaca dong…” Onew dan Jong Hyun langsung ngelirik sebel sama Min Ho, gara-gara pertanyaan dia nih jadi timbul pertengkaran lagi disini.

“Udah dong, jangan berantem gak baek berantem di meja makan…” Ujar Jong Hyun.

“Aku juga gak niat,.. CU, semuanya, I lost my appetite…” Gyu Ri pun pergi, sementara Key terlihat sebel banget.

“Kalian tuh sebaiknya gak berada dalam satu ruangan atau ketemu selama lebih dari 15 menit deh… Ntar jadinya gini deh.” Pesan Onew.

“Jangankan 15 menit, 5 menit aja udah bisa perang kali…” Celetuk Min Ho.

“Gak usah komentar deh, ini juga gara-gara kamu tau gak…” Min Ho langsung diem mendengar ucapan Jong Hyun tadi, dia gak berani komentar lagi. Jadilah makan siang kali ini dilalui dengan hening, tanpa ada yang berani komentar.

$$$

Sejujurnya Key sebel banget sama omongan Gyu Ri yang kesannya nyindir banget, mana temen-temennya malah jadi tukang kompor, eh, salah, tukang ngomporin lagi. Kekesalan Key itu keliatan jelas waktu dia berjalan sendirian, dia pengen ke ruang choir. Tapi dia langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang choir karena dia denger ada orang berantem, kalo dari suaranya sih kayaknya itu Gyu Ri dan Seung Yeon. Karena penasaran, Key pun ngeliat apa yang terjadi dari depan pintu yang gak tertutup itu, dan inilah yang dia temukan, Gyu Ri dan Seung Yeon emang lagi berantem tentang seseorang.

“Kenapa sih kamu gak mau dengerin aku???” Tanya Gyu Ri dengan nada memelas, seumur-umur kenal sama Gyu Ri, baru kali ini Key mendengar Gyu Ri ngomong dengan nada se-hopeless itu.

“Kamu jangan nuduh Taec Yeon-Oppa sembarangan, dia gak mungkin gitu…”

“Awalnya aku cuma denger dari temen-temen, tapi kemaren aku liat sendiri, dia lagi jalan sama orang lain… Kita temen kan, Seung Yeon, Friends should believe in each other…”

“Ok, kita temen, tapi aku gak terima kamu nuduh orang sembarangan… Harusnya kamu sadar kenapa sekarang semua orang jadi ngerasa jauh sama kamu, soalnya kamu sekarang lebih mentingin diri sendiri, aku capek ngadepin ke-otoriter-an dan ke-bossy-an kamu, Gyu Ri… Dan cuma Taec Yeon-Oppa yang ngerti… Kenapa kamu selalu minta orang ngedengerin kamu sementara kamu gak pernah mau dengerin orang…???”

“Terserah… Terserah kamu mau percaya atau gak, yang jelas aku bilang ini buat kebaikan kamu juga…” Pekik Gyu Ri, suaranya lirih, dia hampir nangis.

“Aku pergi dulu…” Ujar Seung Yeon sambil nyeka air matanya.

“Seung Yeon…” Panggil Gyu Ri hopelessly, tapi hal itu gak membuat Seung Yeon balik lagi, dia malah mempercepat langkahnya. Sampe di depan pintu Seung Yeon bahkan gak mempedulikan keberadaan Key disana. Key masuk ke ruang choir, Gyu Ri pun langsung menutupi kesedihannya dan menyeka air mata yang sempat mengalir tadi. Key duduk di kursi organ, sementara Gyu Ri sibuk membereskan barang-barangnya, dia mau cepet-cepet pergi dari sana. Gyu Ri paling gak suka kalo ada orang yang ngeliat dia nangis, karena Gyu Ri gak mau keliatan lemah di depan orang

“Ada apa sama Seung Yeon…???” Tanya Key, Gyu Ri yang baru aja mau melangkah keluar pun sejenak menghentikan langkahnya.

“Kamu gak perlu tau, lagian itu bukan urusan kamu juga…” Jawab Gyu Ri dari nadanya sih dia bener-bener berusaha gak terdengar lirih.

“Ya udah sih kalo kamu gak mau cerita… Tapi…” Belum sempat Key meneruskan kalimatnya, Gyu Ri sudah pergi. Key menatap kepergian Gyu Ri dengan kecewa, entah kenapa saat itu dia jadi lupa kalo dia sebel banget sama Gyu Ri, dia bener-bener gak tega mendegar ke-hopeless-an Gyu Ri.

“Tapi kalo kamu mau cerita, I’ll listen to itAnd I won’t let you cry like that…” Ini sebenernya yang mau diucapin Key tadi, tapi sekarang Key Cuma bisa ngucapin ini dalem hati. Seandainya Gyu Ri denger kata-kata yang tadi, begitu pikir Key yang masih termenung ditemani lagu Down To Earth-nya Justin Bieber yang diputer di radio sekolah.

$$$

Sunday is coming…

Hari ini Key niat mau ke Chocolate Factory, toko coklat langganan dia, soalnya hari senin nanti kan Tae Min ultah karena Tae Min hobi banget makan coklat, makanya Key pun berniat ngasih kado coklat ke Tae Min, ya, daripada dikasih boneka kan gak nyambung. Hehehe… ^^

“Gyu Ri…” Sapa Key waktu ngeliat Gyu Ri dari arah berlawanan berjalan menuju Chocolate Factory.

“Key… Ngapain kesini…???”

“Ya, mau beli coklat lha, masa iya kesini mau beli jamu…” Jawaban Key tadi membuat Gyu Ri tersenyum simpul.

“Kalo kamu ngapain kesini…” Tanya Key.

“Mau beli coklat juga lha, masa iya kesini mau beli baju…” Mau gak mau Key ketawa juga mendengar jawaban Gyu Ri.

“Gak kreatif banget sih, nyontek jawaban orang… Masuk yuk…” Gyu Ri pun mengangguk sambil tersenyum. Mereka pun nyari coklat bareng-bareng.

“Mau nyari coklat buat Seung Yeon ya…???” Tanya Key.

“Iya, mau minta maaf sama dia…”

“Yang soal kemaren…???”

“Iya… Key…”

“Apa???”

“Misal kamu ngeliat pacarnya sahabat kamu selingkuh, kamu bakal ngasih tau sama sahabat kamu itu gak???”

“Ya, pasti lha…”

“Kalo dia gak bisa terima…???”

“Well, ya udah, yang penting kita udah bilang, itu urusan dia mau percaya atau gak, tapi temen yang baik, pasti bakal percaya sama temennya…. Emang kamu berantem sama Seung Yeon karena itu ya???”

“Iya, kamu beruntung punya temen-temen kayak anak-anak Shinee… Yah, aku jadi curcol deh sama kamu…” Key tersenyum.

“Eh, bentar…” Key pun ngeliat jam-nya.

“Kok ngeliatin jam, kenapa, ada janji ya???”

“Gak, aku inget Onew pernah bilang kalo kita gak boleh ngobrol atau ketemu selama 15 menit lebih, kalo gak kita pasti berantem, tapi ini udah 15 menit dan kita belum berantem, berarti kemajuan dong…” Gyu Ri pun tersenyum.

“Kamu sendiri cari coklat buat siapa…???”

“Buat Tae Min, besok dia Ultah, aku bingung mau ngasih kado apa, jadinya beliin coklat aja deh…”

“Ouww…”

“Udah kan??? Kita pulang yuk…” Mereka pun berdua menuju kasir, sesampainya di depan pintu Chocolate Factory mereka berpisah, baru Gyu Ri jalan beberapa langkah, Key memanggilnya.

“Gyu Ri…!!!” Gyu Ri pun menoleh.

“Jangan sedih terus gara-gara Seung Yeon… Being vulnerable it’s exactly not Gyu Ri… Have a nice weekend…” Gyu Ri pun tersenyum, Key juga balas tersenyum dan mulai melangkah pergi.

“Key…!!!” Key kaget mendengar Gyu Ri memanggilnya, ada rasa seneng banget timbul di hatinya, dengan muka happy dia menoleh.

“Apa…???”

“Thanks for today…” Gyu Ri pun pergi dengan hati lega, entah kenapa seketika rasa sebelnya sama seorang Key jadi menguap gitu aja, begitu juga Key, seeing the other side of Gyu Ri ternyata ngebuat dia makin yakin kalo Gyu Ri sebenernya baik dan gak mau nyakitin orang lain, tapi dia hanya gak mau terlihat lemah di mata orang.

$$$

Keesokan Harinya…

“Key, kamu kenapa, kok mukanya sedih gitu…???” Tanya Onew.

“Gyu Ri apa kabar ya???”

“Yee… Mana aku tau, sejak kapan namaku berubah jadi Gyu Ri… Lagian kamu ada-ada aja nanya dia apa kabar, tumben banget…”

“Kan aku udah cerita sama kamu kemaren kalo dia berantem sama Seung Yeon, kira-kira Gyu Ri masih sedih gak ya??”

“Key, sekarang coba deh kamu pikir dan coba ada di posisinya Gyu Ri sekarang, kamu berantem sama aku karena orang gak penting, dan aku ngebelain si orang gak penting itu, perasaan kamu kayak apa???”

“Ya, pasti sedih lha…”

“Nah itu dia, sekarang perasaan Gyu Ri ya kayak gitu, campur aduk antara sedih, kecewa, marah, kesel, pokoknya lebih campur dari es campur deh… Eh, kok kamu tiba-tiba jadi care banget sama dia, sampe repot-repot nanyain kabar dia segala lagi, wah, ada tanda-tanda nih…”

“Tanda-tanda apaan??? Tanda-tanda aku suka sama dia??? Gak usah nuduh deh, fitnah tuh, kamu kan tau kalo fitnah tuh lebih kejam daripada gak fitnah…!!!”

“Siapa yang nuduh kamu suka sama dia…??? Kan aku cuma bilang tanda-tanda, gak berarti aku nuduh kamu mulai suka sama dia kan??? Yee, situ yang ge-er kali, atau jangan-jangan emang bener ya kamu mulai suka sama dia…???”

“Guys, I have news….!!!” Belum sempet Key ngejawab pertanyaan Onew, tiba-tiba Jong Hyun nimbrung ke obrolan mereka.

“News apaan…???” Tanya Key berusaha mengalihkan topik, dia lega karena akhirnya bisa menghentikan Onew untuk terus membahas tentang perasaan dia sama Gyu Ri sekarang.

“Aku mau pasang tato…” Jawab Jong Hyun sambil tersenyum seneng.

“Hha..??? Serius…???” Tanya Key.

“Ya iyalah, kan keren gitu, macho…” Jawab Jong Hyun mantap.

“Jangan deh, ntar kalo ketauan bisa kena marah guru…” Ujar Onew.

“Iya, bener tuh omongan Onew, kamu nekat amat sih…” Timpal Key sebel, abisnya dia heran banget kenapa sih si Jong Hyun kalo punya kemauan suka aneh-aneh, kemaren aja Jong Hyun sampe ngambek gara-gara usulan dia buat liburan ke luar negeri ditolak (Lho, kok ditolak???), jelas aja ditolak soalnya dia mau liburan ke Madagascar, well, mungkin asyik sih, tapi alesannya gaje, yaitu pengen ketemu Skipper, Kowalski, Rico, sama Private itu lho Penguins Of Madagascar, karena alesan gaje itu lha makanya anggota Shinee yang lain langsung menolak mateng-mateng usulan Jong Hyun.

“Kalian jahat…!!! Temen punya kemauan bukannya didukung malah dibanting, temen macem apa tuh???” Jong Hyun sebel.

“Jong Hyun..!!! Kalo kemauan kamu tuh bener dan berguna buat kamu kita sih pasti bakal ngedukung kamu dengan sepenuh hati dan jiwa, tapi kemauan kamu tuh suka aneh-aneh, pake acara pasang tato segala, kayak orang susah tau gak…!!!”

“Onew, maksudnya kayak orang susah tuh apa???” Tanya Jong Hyun heran.

“Iya, kamu tuh kayak orang susah yang gak bisa beli buku gambar aja sampe segala badan dipake buat ngegambar…” Key langsung cekikikan sementara Jong Hyun langsung manyun.

“Untung deh kamu temen aku, kalo bukan udah terjunin kamu dari lantai 2 ini…” Celetuk Jong Hyun masih dengan muka cemberut, tapi Onew bukannya takut sama anceman Jong Hyun, dia malah ikutn cekikikan.

“Hi, Gyu Ri…” Sapa Key saat Gyu Ri masuk ke kelas, Gyu Ri hanya tersenyum tipis.

“Eh, dia kayaknya belum baikan tuh sama Seung Yeon…” Ujar Jong Hyun setengah berbisik sama temen-temennya.

“Iya deh kayaknya…” Timpal Key dengan nada khawatir.

“Min Ho kemana ya???” Tanya Onew, panjang umur deh si Min Ho baru aja ditanyain sama Onew, dia udah dateng sambil bawa-bawa chocolate crepes, tapi bukannya duduk di tempat duduknya di sebelah Jong Hyun, tapi dia malah duduk di depan kelas, kayaknya dia gak mau ngebagi tuh crepes deh, abisnya kalo dibagi Min Ho gak bakal kebagian, anak-anak Shinee suka pada maruk sih. Hehehe… ^^

“Min Ho… Pulang!!!!” Panggil Key setengah tereak, kalo dari nadanya sih mirip banget sama ibu-ibu yang manggil anaknya buat pulang gara-gara udah maen sampe kesorean, sumpah, persis banget. Apa yang dilakukan Key tadi cukup ngebuat Onew, Jong Hyun dan seisi kelas, bahkan Gyu Ri yg biasanya rada males dengerin joke-joke yang rada garing dari anggota Shinee aja sampe menghentikan kegiatan mereka, mereka kepengen tau apa yang bakal dilakukan oleh Key, FYI nih, Key tuh jago acting juga lho.

“Gak mau, ntar aja…!!!” Bales Min Ho cuek.

“Nih anak dibilangin bukannya nurut, malah ngebantah ya, ayo pulang…!!!” Key tampil amat sangat meyakinkan sebagai ibu-ibu dengan menjewer Min Ho.

“Aduhh… Sakit, sakit, iya, bu, iya, Min Ho pulang…” Min Ho langsung nurut.seisi kelas termasuk Onew, Jong Hyun, bahkan Gyu Ri pun gak sanggup lagi nahan ketawa, ternyata Key jago juga jadi ibu-ibu. Hehehe… ^^

“Maaf ya, jadi bikin ribut, biasa, anak-anak…” Omongan Key tadi sukses ngebuat seisi kelas tambah ngakak. Key pun terlihat senang karena Gyu Ri ikutan tertawa dan sejenak melupakan kesedihannya. Waktu istirahat Key memilih untuk tetep di kelas, tapi…

“Key, kita ke kantin sekarang yuk…!!!” Ajak Onew, dari mukanya keliatan kalo Onew rada panik gitu. Kenapa ya???

“Ada apa sih??? Kok muka kamu panik gitu???”

“Si Jong Hyun tadi telpon katanya Gyu Ri lagi ribut sama Taec Yeon-Hyung di kantin.”

“Emang kenapa kok bisa ribut…???”

“Katanya Seung Yeon dibikin nangis sama Taec Yeon-Hyung… Udeh ah, gak usah banyak tanya, kita kesana sekarang… Apa kamu gak kasian kalo sampe Gyu Ri kenapa-kenapa???” Onew langsung menarik tangan Key dan menuju kantin. Bener aja, ternyata emang bener Gyu Ri tengah sibuk ngomelin Taec Yeon-Hyung dan Seung Yeon nangis.

“Oppa… Kenapa sih tega banget sama Seung Yeon…???”

“Tanya sama dia sendiri… Aku sama dia gak bener-bener pacaran kok, dia yang minta aku untuk jadi pacarnya…” Seung Yeon hanya bisa diam dalam tangisnya.

“Tapi gak usah kasar banget sama dia, jangan bikin dia malu di depan umum gini…!!!”

“That’s my right, Gyu Ri… Terserah aku mau ngapain…!!!” Kata-kata Taec Yeon tadi kayaknya bener-bener berakibat fatal buat dia, sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipinya. Key kaget setengah hidup, dia bener-bener gak nyangka Gyu Ri akan se-nekat itu, selama ini Gyu Ri emang suka ngomel, tapi dia gak pernah nampar orang, well, Taec Yeon memang keterlaluan, dia udah membuka semua rahasia hubungan dia sama Seung Yeon di depan semua orang dan mutusin Seung Yeon di depan semua orang lagi, gimana Seung Yeon gak nangis dan Gyu ri gak ngamuk.

“Sebelum Oppa nyakitin hati orang lagi, inget tamparan aku tadi…!!!” Ujar Gyu Ri, dia pun pergi sambil merangkul Seung Yeon.

“Sekarang kamu tau kan alesan kenapa aku gak suka kamu deket-deket sama Taec Yeon-Oppa…???” Tanya Gyu Ri pada Seung Yeon saat mereka sudah tiba di ruang choir.

“Tapi kamu gak harus sampe nampar dia gitu kan…???”

“Kenapa sih kamu masih aja ngebelain dia…???!!! Seung Yeon, dia itu udah nyakitin kamu udah bikin kamu malu, tamparan aku tadi gak ada artinya dibanding sakit yang kamu rasain sekarang…!!!”

“Tapi tetep aja kamu gak boleh main tangan sama dia, dia bisa nyakitin kamu lebih dari ini…!!!”

“Aku gak peduli, yang penting dia udah tau kalo dia gak boleh maen-maen sama perasaan orang…!!!”

“Aku minta maaf, Gyu Ri…Aku harusnya dengerin kamu dan aku harusnya cerita sama kamu soal ini, maafin aku ya…”

“Aku juga minta maaf, aku udah marah-marah sama kamu…” Gyu Ri pun memeluk Seung Yeon.

“So sweet banget ya ngeliat dua sahabat udah baikan…”

“Taec Yeon-Oppa…” Ucap Seung Yeon.

“Mau apa lagi…???” Tanya Gyu Ri ketus sambil berdiri di depan Seung Yeon untuk melindunginya.

“Kamu inget kan apa yang kamu lakuin tadi di kantin, kamu pikir kamu bisa seenaknya nampar aku tanpa dapet balesannya…???” Baru tangan Taec Yeon akan menyentuh pipi Gyu Ri, seseorang sudah menghentikannya.

“Key…???!!!” Ujar Gyu Ri, kaget, Key mencengkram tangan Taec Yeon, Gyu Ri terlihat lega begitu juga Seung Yeon.

“Hyung, jangan beraninya sama cewek doang…!!!”

“Ini bukan urusan kamu… Kamu mau sok ngelindungin dia, sok jadi bodyguard-nya…???!!!”

“Iya, aku mau jadi pelindung Gyu Ri… Aku gak akan ngebiarin seorang pun nyakitin dia…!!!” Gyu Ri terhenyak mendengar ucapan Key itu, is this a dream??? Cowok yang selama ini selalu kena omel sama dia dan keliatan sebel sama dia, mau ngelindungin dia. Dalam hati Gyu Ri sangat berterima kasih pada Key.

“Kamu gak usah sok…!!!”

“Selama ini Hyung selalu bilang kalo Hyung itu cowok gentle kan??? Mana ada cowok gentle yang tega nampar cewek… Atau Hyung emang cuma mentingin reputasi, tanpa ada bukti nyata..??? Soal ini emang Hyung yang salah, percuma, kalo Hyung nyakitin Gyu Ri semua orang bakal tambah benci sama Hyung…” Taec Yeon pun melepaskan tangannya dari cengkaraman Key, kayaknya dia sadar apa akibat dari perbuatannya. Dia pun pergi. Gyu Ri bernafas lega, Seung Yeon memegang tangan Gyu Ri untuk menenangkannya. Key juga mulai beranjak dari tempat itu.

“Key, makasih…”

“Sama-sama, Gyu Ri…” Ujar Key sambil terus melangkah pergi sambil tersenyum bahagia, bahagia karena dia bisa melindungi Gyu Ri. Begitu juga Gyu Ri, dia seneng karena ada orang yang mau melindungi dia even dia pernah jahat sama orang itu.

$$$

Besoknya di sekolah…

“Temen-temen, good morning, untuk menyambut pagi ini, kita dengerin sebuah lagu dari Super Junior yang judulnya No Other… Enjoy, guys…” Lagu yang diputer oleh Tae Min dari radio sekolah itu mengiringi langkah Gyu Ri, kayaknya dia lagi nyari seseorang deh.

“Key…” Panggil Gyu Ri pada Key yang lagi sibuk ngeberesin buku di lokernya.

“Eh, Gyu Ri, ada apa…???” Key menghentikan kegiatannya sejenak.

“Makasih ya yang kemaren… Makasih banyak…”

“Sama-sama… Cuma mau ngomong itu aja…???”

“Key… Awas!!!” Gyu Ri langsung mendorong Key menjauh (Waduhh, ada apa ini, ada apa??? kok tiba-tiba gitu sih???), ternyata ada bola basket yang mau jatuh dari atas loker dan hampir mengenai Key untung deh Gyu Ri langsung mendorong Key, sambil tetep memgang lengan Key, Gyu Ri berkata,

“Siapa sih yang gak ada kerjaan naruh bola disitu, kalo kena orang kan bahaya, dasar…!!!” Gyu Ri gak sadar kalo Key justru seneng banget sekarang, buktinya Key senyum, baru kali ini dia bisa berdiri sedekat ini sama Gyu Ri dan baru kali ini juga dia merasakan jantungnya berdetak berpuluh kali lebih cepat.

“Kamu gak apa-apa, Key…???” Tanya Gyu Ri tanpa melepaskan tangannya dari lengan Key.

“Iya, gak apa-apa kok, toh gak kena ini…” Jawab Key masih dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

“Bagus deh… Ehmm, aku pergi dulu ya…” Kayaknya Gyu Ri baru sadar deh kalo dari tadi dia terus memegang lengan Key, makanya sekarang dia cuma bisa pamit sama Key tanpa bisa menutupi kesaltingannya.

“Ciehh, ada yang baru ditolongin sama Gyu Ri nih…Seneng banget sih kayaknya sampe senyum-senyum terus gitu.”

“Woii, Key… Sadar dong, ntar ada orang yang salah paham gara-gara kamu senyum-senyum terus…!!!” Onew menimpali godaan Jong Hyun barusan.

“Kalo suka bilang aja… Ntar dia direbut orang baru tau rasa…!!!” Ujar Min Ho diiringi anggukan mantap Onew dan Jong Hyun dan gak ketinggalan Tae Min pastinya.

“Kalian bantuin aku mau kan…???” Tanya Key.

“Bantu apa, Hyung…???” Tanya Tae Min.

“Yang penting mau kan…???”

“Yoiii…!!!” Jawab anggota Shinee yang lain kompak. Key tersenyum seneng, bersyukur banget dia sama Tuhan karena udah dikasih temen-temen yang selalu ada buat dia.

$$$

Gyu Ri memasuki ruang choir, biasanya dia selalu jadi orang pertama yang berada disitu, tapi kali ini Gyu Ri udah keduluan, bukan hanya oleh 1 orang, tapi 5 orang sekaligus. Gyu Ri kaget, gak biasa-biasanya kelima orang ini dateng lebih duluan daripada dia, biasanya even sudah diomelin berkali-kali, mereka masih tetep aja telat.

“Key, Onew, Jong Hyun, Min Ho, Tae Min… Cepet banget datengnya, tumben… Ada apa gerangan nih???” Bukannya menjawab pertanyaan Gyu Ri tadi, kelima cowok kece yang tergabung dalam Shinee ini malah mulai menyanyikan lagu One Time-nya Justin Bieber. Key, Onew, Jong Hyun, Min Ho, dan Tae Min menyanyikan lagu ini acoustically dengan petikan gitar dari Min Ho dan Jong Hyun. Gyu Ri takjub banget, bukan hanya karena harmonisasi mereka yang keren tapi lebih karena tulisan di karton yang dipegang oleh Key, tulisan itu berbunyi “Gyu Ri, Can I be your one guy??? Because you’re my number one girl…”, suerr deh, tulisan itu bikin Gyu Ri speechless, dia cuma bisa tersenyum seneng dan memeluk Key.

“Is that a ‘YES’…???” Tanya Key.

“You think…???” Jawab Gyu Ri, cukup ngegantung sih jawabannya, tapi Key ngerti banget maksudnya, begitu juga saya *Ya iyalah situ yang bikin*.

“Sorry ya kalo norak, tapi aku gak tahu lagi harus bilang ke kamu pake cara apa…”

“Gak norak kok, aku seneng banget malah, makasih ya, Key…”

“Guys, kita pergi aja yuk, kayaknya kita mulai dicukein nih…” Celetuk Onew usil. Key dan Gyu Ri tersenyum salting.

“Iya, daripada kita-kita pada ngiri mending keluar aja deh…” Sambung Min Ho, omongan ini jelas ngebikin Key dan Gyu Ri tambah salting lagi, mereka sampe ngelepasin pelukan mereka tadi.

“Bener tuh, sekarang dunia punya mereka, kita-kita mah cuma nge-kos…”

“Hyung, kita kan gak nge-kos, kita masih tinggal sama ortu kita lho… lupa ya…” Jong Hyun langsung speechless, tapi geli juga, makanya dia jadi ikutan ketawa kayak temen-temennya yang laen, tinggal Tae Min deh yang bingung. Hehehe…

Well, cinta emang bisa dateng kapan aja, dimana aja, dan sama siapa aja. But remember you cannot force someone to love you, that’s why the call it falling in love, because when you’re in love you just fall without any forces. ^^

THE END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Pearl In The Soul of Human – Part 2

Pearl In The Soul of Human/Part 2

Author             : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast        : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast       : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon.

Genre              : Family, Romance

Type                : Sequel

Annyeong, aku sakit hati….. Kenapa aku lupa nyantumin nama aku di FF yg Oneshot “Why??” kemaren…. Jadi kaya FF tanpa nama….. T_T. padahal aku tuh nyari ide FF gituan susah bgt, tp akibat ulah sndiri, jadi gini….. Nyesel suer…..jadi males bikin FF….

©©©

“Dimana ini….kenapa gelap sekali?? Apa aku sudah ada di surga?? Atau malah di neraka?? Mengapa gelap sekali….”

“Agassi….kwaencanha?? Tuan ottoke???”terdengar sayup-sayup suara.

“Akh, sudahlah ajusshi…. Calm down okey?? Aku jadi ikutan panic…oh, cangkaman…sepertinya aku kenal gadis ini….”

Perlahan aku bisa melihat titik demi titik cahaya. Semakin lama semakin jelas. Seorang namja menatap mataku khawatir. Siapa dia??

“Lee Sungi… anak 11-5 kan??”tanyanya.

“Key??”lirihku.

“Akh syukurlah kau sadar. Aku bingung, dari tadi kau hanya teduduk seperti menatap kosong sesuatu. Apa kau baik-baik saja? Ada yang luka?”

“Memangnya aku kenapa?”kini aku mulai bingung.

“Tadi sepeda mu menabrak mobilku…kau tidak ingat???”

“Oh, iya… Tapi apa mobilmu masih baik??”

“Hahaha…. Kau itu baru saja menabrak besi baja… harusnya aku yang khawatir keadaanmu…”

“Aish….. benar juga ya….aniyo…kwaenchana….”aku mencoba untuk bangun…. Tapi, kepalaku mulai pusing. Aku berhenti sejenak, Key juga melihat keanehanku.

“Akh, jangan-jangan kau sakit?? Kita ke klinik saja, ya?”tawar Key.

“Tidak… tidak usah….. mungkin aku hanya lelah…”

“Oh baiklah…. Aku bantu memarkirkan sepedamu saja…”ia tersenyum. Senyum yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata….*pake bahasa isyarat aja….hahahaha/garing/*

“Komapsumnida…..”

“Chomonaeyo…. Jangan melamun lagi kalau naik sepeda, ya??”ia berlalu sambil mengacak-acak rambutku. Kaya adegan adek-kakak…

“Onew oppa saja tak pernah lembut seperti itu padaku….”aku mendesah. Tapi aku begini juga karena ingat oppa. Akh, baiklah…..sekarang aku harus berani mengunjunginya. Dengan langkah sedikit diseret, aku memasuki kelas. Tapi siapa sangka….aku malah dapat musibah lagi.

“Annyeong….”sapa Minho dengan senyum jailnya.

“Kenapa kau duduk disini….???”

“Wae????”ia malah pura-pura bingung… Kulirik Tiffany dan Jiyeon yang duduk di dibaris depan bangkuku. Aku memandang mereka seolah-olah bertanya….”Siapa yang mengizinkannya duduk disampingku??”….

“Mian….”itu kata-kata yang dikeluarkan mereka. Aku mendesah, pasti aku harus jadi contekan dia…. Aish, jinja…..

“Duduklah, jangan menghalangi pemandangan terus….”ia menarik tanganku untuk duduk. Aku hanya bisa pasrah.

“YA….!!! Harusnya kau senang duduk disampingku. Kau tidak bosan apa duduk sendiri?”

“Itu lebih menyenangkan daripada….”aku meliriknya.

“Sombongnya….. lagipula aku sudah bosan mengganggumu lagi…percayalah….”ia menampilkan senyum yang dipaksakan.

“Oh, ya?? Masa sih?? O.o??”aku memandangnya skeptis.

“Oho…arasseo….sudahlah…kau tidak bisa diajak bicara…”akhirnya ia menyerah juga dan kembali menekuni majalah Sport.

“Masih ingatkah perjanjian itu?”lanjutnya.

“Oh, perjanjian apa, yah???”

“Jangan pura-pura dungu deh….*maksudnya bego, tp sama Minho diganti…kamus baru…hhhe/gak nyambung/*…”

“Beneran nggak inget kok…”iya sih, mudah-mudahan amnesia biar nggak inget.

“Kot…ji…mall….”ejeknya.*bayangin dance T-ARA yg Kotjimal…/itt juga klo pda tau hhheee…/pkoknya ceritanya ngeledek*

“Okeh…Okeh….”

“Yoppe, berarti pulang sekolah ikut aku latihan….”katanya.

“Mwo?? Berapa lama??”

“Gimana pelatihnya aja…. Wae?”

“Aku mau bertemu seseorang…”kataku lemas.

“Oh….gimana nanti deh….aku atur lagi…”percakapan kami terhenti saat Park songsaenim masuk.

JJJ

Di kantin sekolah, hamper semua meja penuh. Tiffany dan Jiyeon ada di perpus untuk ulangan susulan. Hanya aku sendiri, ditengah-tengah siswa yang tak menganggapku ada.*lebay*.

“YA! Minho-a….kau dekat dengan Lee Sungi???”tanya Jessi.

“Hem.”ia hanya mengangguk.

“Oh, Lee Sungi itu yah… Wah, kau beruntung sekali dekat dengannya… dia lucu…”jelas Key yang membuat aku terkejut.

“Mworago?? Oppa kau masih sehat kan??”tanya Kristal.

“Maksudmu aku gila gitu?? Enak saja, memang Sungi lucu, dan baik tentunya.”ia hanya tersenyum bangga.

“oh…”jawab Krystal, ia tampak BT dengan jawaban Key.

“Key, Key…. Aku dekat dengannya coz dia jadi assistantku selama satu bulan…”jelas Minho.

DEGG!! Hatiku terasa teriris. Apa maksudnya ia bicara seperti itu pada orang lain. Dan tentunya pada Jessica, ia pasti akan lebih meremehkanku. Kalau Minho malu dekat denganku, tak usah memamerkan aku sebagai assistantnya. Sombong sekali dia….

Aku memberanikan diri untuk menghampirinya. Dia harus dikasih pelajaran. Kulangkahkan kaki dengan lebar, dan kutekuk wajahku. Terbesit dalam fikiranku untuk mengambil jus Alpukat yang lengket dan….

“MINHOOOO─”

“Aggassi…hati-hati….lantai masih basah…”panggil pelayan. Tapi semuanya terlambat, aku terpeleset dan jus itu belum sampai di wajah Minho malah mengguyur rambut dan wajahku. Untung gelas plastic, kalau kaca….nggak kebayang nasib aku gimana.

“PU…PU….PRUEETTTT…HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”seisi cafetaria ribut.

“Aish…..”kubenamkan kepalaku dibalik kerah baju. Kini amarahku sedah berubah jadi malu. Tanpa kusadari air mataku keluar. Sampai pada akhirnya uluran tangan ada didepan mataku…

“Key….”kataku lirih.

“Hm, bangunlah….ayo….”dengan terharu aku membalas jabatan tangannya. Dengan hati-hati ia melingkarkan tangannya di bahuku, dan membawaku pergi. Seisi café bukan lagi menertawakanku, tapi sekarang mereka malah terdiam tak percaya apa yang baru saja dilihat mereka.

“Kamu bawa baju ganti??”tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepala.

“Euh, kamu tunggu di depan wc wanita aja, ya? Aku minjem baju seragam dulu di ruang Bu Seungyeon, siapa tahu dia punya.”dengan tergesa ia lari. Aku menuruti apa katanya, dengan sedikit gontai kulangkahkan kakiku ke wc wanita.

Kulihat diriku yang sekarang di depan cermin. Tampak kummel dan bau.  Usahaku untuk tampil modis dan dipandang positive oleh penduduk sekolah kini sia-sia. Kubasuh wajah dengan air mengalir dari keran. Lalu kututup lubang penyedot air di westafel, kubiarkan air menggenang dan memenuhi westafel yang berbentuk mangkuk besar itu. Lalu kubenamkan wajahku masuk kedalamnya. Sesekali aku mengangkat kepalaku untuk mengambil nafas, begitu dan terjadi berulang-ulang.

“Kau sedang apa?”tanya Key yang sudah sampai dibalik pintu. Kuangkat kepalaku dari dalam air. *bayanging slow motion yah….*. rambutku sedikit kugoyangkan agar cepat kering. Dan setiap air dari wajahku mengalir ke leherku, sampai mengenai kemejaku yang putih.

“Aku hanya main-main…hehe”jawabku polos.

“Oh,”tampak Key menelan ludahnya melihat gerakanku tadi.

“Wae guraeyo??”

“Ah, ani…. Ini baju gantimu…sepertinya rokmu masih bersih, jadi aku hanya pinjam atasannya saja.”ia memberikan baju itu padaku.

“Wa…..komapsumnida…..Aku ganti dulu….”

“Oh, si..silahkan…”wajah putihnya berubah jadi merah padam.

Tak beberapa lama, aku keluar dengan seragam baru. Tapi aku masih…..bau.

“Kenapa kau mengendus-endus?”tanyanya.

“Bau alpuket…..”kataku sedikit merengek.

“Oh, yaudah…sini…kebetulan aku bawa parfum, trus aku juga bawa handuk buat keringin rambut kamu.”ia mendekatkan bahuku padanya. Masih tersenyum, ia menggosok-gosok rambutku dengan kedua tangannya.

“Jam istirahat sudah selesai? Kita pasti telat masuk pelajaran selanjutnya…”keluhku.

“Tenang, aku udah minta izin kok. Kamu mau langsung pulang??”

“Nggak, aku masih punya tugas nanti pulang sekolah.”

“Tugas apa?”kali ini ia menyemprotkan parfumnya di badanku.

“Ehm, rahasia…”Key tak membalasnya, ia hanya terus tersenyum dan merapikan rambutku.

“Mulai sekarang panggil aku Kibum yah….”aku mengangguk. Sekarang penampilanku agak lebih baik dari sebelumnya. Kami jalan berdua, menuju kelas. Perasaanku jadi lebih baik sekarang.

LLL

“Dari mana?”tanya Minho yang duduk dimejaku. Hih, tidak sopan sekali dia. Yah, walaupun tak ada guru disini, tapi apa maksudnya semua ini?

“Bukan urusanmu…”kataku sinis.

“Kau ganti baju? Pinjam ke siapa? Parfumnya juga, punya siapa?”tanyanya bertubi-tubi.

“Eh, kenapa kau banyak bertanya? Ini baju dipinjamkan Bu Seungyon, kalau parfume, dari Kibum.”ekspresi wajah Minho berubah serius.

“Oh…”

JJJ

“Rin, aku mau minum….”titah Minho.

“Ambil sendiri dong, Minho…..”kataku lemas.

“Kalo nyuruh balik, brarti mau ditambah harinya, jadi assistantku??? Tinggal pilih…”

“Wow…..itu ancaman???”tanyaku meledek.

“Bukan, itu sih puisi…”katanya.

“Hehehe, nggak lucu…”

“Cepetan!!!”

Akhirnya aku menurutinya. Kuambil botol minuman dari dalam kardus. Lalu aku kembali duduk di bangku pemain.

“Elapin keringet aku dong, Rin…!!”titahnya lagi, dengan handuk yang disodorkan padaku.

“Sini….mana!!”aku malas berbasa-basi, jadi aku turuti saja.

“Orang idiot, emang pantes jadi pembantu ya…..”teriak Krystal dari atas. Yang membuat semua pemain berhenti dari latihannya.

“Yap!! Jadi pengen punya pembantu.”jelas Jessica.

PLUK!!!……handuk yang tadi aku pakai untuk melap keringat Minho, kulemparkan saja ke wajah Minho.

“Kurang ajar….ngomong gak diralat dulu….”kataku, kesal. Sesegera mungkin aku merapihkan barang-barangku dan bergegas pergi.

“Tunngu dulu dong…”cegah Minho.

“Kita kan mau bareng…”lanjutnya.

“Yaudah…cepetan….”

Dengan langkah sedikit ditekan, aku keluar dari stadion.

“Rin, mau bareng???”tiba-tiba Key ada didepanku.

“Euh. Gimana ya…”kataku bingung.

“Nggak usah. Rin udah mau pulang sama aku.”Minho dengan kasarnya menggenggam tanganku.

“Heh, jangan kasar sama cewek!!!!”Key membalas Minho dengan menarik kerahnya. Sekarang mereka hanya saling menatap dengan sangar….. Kenapa mereka??

TBC………

P.S: asa jadi capek….lemes…..kok ngerasa gak ********……tapi mudah-mudahan, setelah ngeliat yang bening-bening…jadi semangat lagi……heheheh

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

YOUR NAME

CAST : SHINee
Imagine that is you ^ ^
author: Nia Yoshionka
LENGTH : ONESHOT

GENRE : ROMANCE ^ ^

……………….

SHINee – Your Name

Onew : hey, siapa yg akan jadi model wanita nya? Kita belum nemu sama sekali… Mana hari ini lagi pembuatannya, sial..
Semua menggeleng tak ada ide.
Minho : sudahlah, dipikirkan nanti saja. Bosan.
Minho beranjak dari sofa dan keluar ruangan. Diikuti buntut2nya, taemin dan jong hyun. Tinggalah key dan onew.
Onew : kita tidak punya kenalan wanita… Haaaah…
Key : ya sudah, kita pergi cari saja.
Onew : tidak mau. Malas.
Key : iya sih…

Di jalanan…

Taemin : bling2 oppa, kita kemana nih?
Jong hyun : tidak tau. Ikutin minho saja.
Taemin : ooh…
Mereka bertiga berjalan tak tentu arah dan masing2 saling diam. Tiba2 minho nyeletuk.
Minho : hey, aku lapar. Jajan di pasar yuk.
Jong hyun : boleh..
Jong hyun menarik taemin.
Taemin : eh eeh, mau kemana oppa?…

Sesampainya dipasar…

Minho : waah, spagetti nya enak…
Jong hyun : pelan2 makannya..
Taemin : oppa2!!
Jong hyun : apa sih taemin?
Taemin : itu2…
Jong hyun : ada apa hah?
Jong hyun melihat ke arah jari taemin menunjuk.
Jong hyun : astaga… Minho2!!
Minho : hm?
Jong hyun : lihat tuh.. Aish, cepat lihat!
Minho : apa sih oppa, sedang makan diganggu… WADUH???
Apa yang mereka bertiga lihat? Seorang wanita.
Taemin : waah, nama nya siapa ya oppa?
Jong hyun : hah?
Minho : yak, AKU PUNYA IDE!
Jong hyun & Taemin : hah?

Di lokasi syuting…

Sutradara : kalian sama sekali belum menemukannya?
Key : belum pak, kalau tidak keberatan, modelnya dari bapak saja…
Sutradara : yah, maksud saya, kalau kalian yg pilih kan lebih bisa mengkhayati peran.. Ya sudah, nanti saya carikan. Eh, dimana yg lain?
Key : ooh.. Ng.. Mereka pergi sebentar.. Nanti saya panggil mereka…
Sutradara : oh, ya. Kalau begitu, kalian berdua make up dulu.

Di ruang make up…

Key : kenapa mereka tiga2nya tidak mengangkat panggilanku? Ck..
Onew : nanti juga muncul..
Onew terlihat murung karena tidak bisa melakukan tugas yg diperintahkan pak produser & sutradara, mencarikan seorang wanita untuk vc ‘your name’.
Tiba2 minho, taemin & jong hyun menyambar dari luar dan berhamburan kedalam ruang make up.
Taemin : oppa! Berkat aku! Hehe…
Jong hyun : oppa pasti suka.. Haha..
Minho : ini dia… TARA!! Kami menemukannya dijalan…
Key & Onew saling berpandangan.
Key : apaan sih?
Minho : ayo, silahkan masuk..
Dari luar pintu, datanglah seorang wanita dengan setelan biasa tetapi menawan. Kulitnya krem bersih. Posturnya langsing agak kekurus2an. Rambutnya hitam panjang lurus. Ia tersenyum.
Wanita : hello, senang bertemu dengan anda.
Katanya dengan bahasa inggris sambil membungkuk perlahan.
Minho : dia berbahasa inggris. Dia orang Indonesia. Namanya…
Sutradara memasuki ruangan.
Sutradara : ayo, cepat kalian bersiap! Sebentar lagi kita mulai. Peran wanita sudah saya temukan, dia…
Taemin : tidak usah pak! Kami sudah menemukannya sendiri, ini dia…
Kata taemin sambil menunjuk wanita itu.
Jong hyun : dia berbahasa inggris…
Sutradara melihat wanita itu dan mengajaknya berbincang diluar ruangan.
Key : astagaa, cantik sekali dia! Kalian bertemu dimana?
Taemin : di pasar! Ketika kami sedang makan…
Key : mimpi apa aku semalam… Cantik sekali, ya kan oppa? Oppa?
Onew dari tadi diam dan memasang tampang sangat terpesona dengan apa yg baru saja ia lihat. Ia hanya melihat kearah pintu dimana wanita itu tadi berlalu.
Jong hyun : hemmh, mulai deh tuh onew condition…
Semua tersenyum dan menepuk pundak onew.
Taemin : umurnya 20an loh…
Dengan wajah kaget, onew langsung melempar pandangannya ke taemin. Taemin tersenyum pada onew sambil mengangkat2 alisnya.

Syuting pun dimulai.

3 jam berlalu.
Sutradara : yoosh, syuting hari ini selesai! Good job SHINee!
Seluruh kru bertepuk tangan.
Taemin : pak, mau lihat hasilnya ya?
Sutradara : itu tuh.. Saya istirahat ya!
Key : terima kasih pak! Silahkan2…
SHINee melihat video hasil jerih payah mereka. Key menyeletuk saat melihat scene demi scene dalam video.
Key : jaa, onew sepertinya menikmati peran sekali…
Minho : iya! Aku saja disikut saat giliranku bernyanyi mendekati dia(wanita itu).
Taemin : lalu, onew oppa mana?
Mereka sadar onew mulai hilang setelah syuting selesai.

Beberapa lama kemudian…
Minho : itu dia! Disana!
Taemin : mana? Mana?
Minho : ituu…
Ke empat member SHINee melihat kearah jembatan yg ditunjuk minho.
Key : ya ampun, jinki mencuri START!! Hahaha…
Semua tertawa terpingkal2 melihat onew berlagak sangat romantis pada wanita itu.
Minho : jadi tidak ya? Kasihan oppa, wanita itu tinggalnya jauh sekali dari korea…
Jong hyun : apa sih yg tidak buat cinta??…
Semua kembali tertawa dan meng-iya-kan perkataan jong hyun.

Di jembatan…

Onew : so, where do you come from?
The girl : i’m Indonesian, i live in jakarta…
Onew : ooh, great…
Kata onew agak terbata2.
The girl : you’re cool.
Kata si cewe.
Onew : a..apa??
The girl : sorry..?
Onew : eeng… Just forget that. Umm… What is ‘YOUR NAME’?
The girl : oh, i’m Megantari Forsa…
Onew : my name is Lee Jinki. Do you have Korean name?
Megan : yes, Choi Rinna.
Onew : what a beautiful name? Haha..
Megan : thanks, onew..
Onew : ne, you know my name?
Megan mengangguk. Onew salting dan tersenyum bodoh. Megan tersenyum geli melihat ekspresi onew. Akhirnya mereka berdua saling tertawa.

Jauh dilubuk hati, onew berkata…

“now i know YOUR NAME, CHOI RIN NA…”

TAMAT ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SALAH DUGA

TITLE                    : SALAH DUGA

MAIN CAST          : ALL PERSONIL SHINEE, AUTHOR

AUTHOR              : FADIYAH ULFA (OELFA)

Pagi hari yang sunyi, tak seperti biasanya. Seharusnya si Umma Key udah berteriak kayak ada maling di rumah, namun pagi ini begitu berbeda. Cuma alarm Taemin yang aneh yang membangunkan Jonghyun, Minho dan pastinya si pemilik alarm ini, Taemin.

“Tumben sich suara louspeaker itu ngak berbunyi….”ejek Jonghyun yang baru bangun.

“Iya ya hyung…. tumben banget…”respon Taemin yang rambutnya udah acak-acakan.

Hanya Minho yang diam, tak memberi respon.

“Kenapa loe Minho???”tanya Jonghyun heran.

“Telinga gue sakit gara-gara alarm Taemin…. Hey Taemin, kenapa loe taruh di samping gue nich alarm… jadi budek tau….”gerutuk Minho yang terus memegang telinganya.

“Maaf hyung…”kata Taemin menyesal….

*Jonghyun, Minho, Taemin 1 kamar

Key and Onew 1 kamar*

Mereka bertiga pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Sesampainya di sana, ruang makan kosong begitu pula dapur.

“Kemana Umma dan Appa???” tanya Taemin.

“Umma dan Appa mu ada di kampung kan….”kata Jonghyun.

“Maksud Taemin, si Key hyung dan Onew hyung…”jelas Minho yang heran dengan Jonghyun.

“Masak hyung ndak tau sich….”ledek Taemin.

“Ogah gue jadi anak si Louspeaker dan Kebo…. Apa kata fans gue nanti….”kata Jonghyun tanpa dosa.

“Eh hyung, kalau ndak ada Key hyung siapa yang masak. Kalau ndak ada Onew Hyung siapa yang atur skedul kita???”tanya Minho heran dengan si Blink-blink ini.

“Ya kalian berdua …. bereskan…”kata Jonghyun santai..

“Ya hyung….. GUBRAK!!!”kata Taemin dan Minho kompak.

“Woy, btw di mana Key dan Onew…??? kok tumben nich dapur sepi tak ada penghuninya…”tanya Jonghyun.

“Mungkin ada di kamar kali yach….”jawab Taemin.

Tiga kurcaci ini pun menuju kamar Key dan Onew *kurcaci perasaan pendek dech, kok ada satu yang menjulang yach… Author pusing…*.

“Lho kok kosong….”kata Minho heran yang pertama masuk.

“Jangan-jangan mereka pergi ke jalan-jalan lagi….”seru Taemin.

“Wach tuh suami istri betul-betul, meninggalkan anaknya yang kelaparan disini….Lalu mereka pergi bermesraan sendiri…”kata Jonghyun.

“Jadi gimana nich hyung, lapar ….”rengek Taemin sambil memegang perutnya.

“Sabar ajach… kita tunggu mereka….”kata Jonghyun.

“Gimana kalau kita main game bertiga….. siapa tau kita lupa lapar kita??? Mau ngak???” kata Minho sambil mengambil Play Station di dalam lemari.

“Oke dech….”jawab Taemin dan Jonghyun bersemangat.

Mereka pun bermain dengan serunya.

“Wach, Minho loe curang…..”teriak Jonghyun tak mau di salahkan.

“Loe kok saya hyung…Taemin tuh”kata Minho yang merasa tidak curang.

“Kok gue….”kata Taemin.

Keributan pun terjadi… itulah kalau tidak ada Key. 1 jam mereka bermain, mereka tidak menyadari kalau Key dan Onew udah pulang.

“Kami pulang!!!”teriak Onew dan Key yang telah pulang.

“Appa!!! Umma!!!…”teriak Taemin seperti anak kecil baru di temukan ama keluarganya.

“Dari mana saja kalian…. Kalian berdua tidak lihat apa kami busung lapar di sini….”kata Jonghyun jengkel.

“Iya hyung… kalian dari mana???”Tanya Minho sambil membereskan Play Station.

“Kami dari rumah sakit…”jawab Onew dengan tampang lelahnya.

Sementara Key langsung menuju kamar, dia terlihat pucat.

“Ngapain appa eh maksud gue hyung ke rumah sakit??? Syapa yang sakit” Tanya Taemin keceplos bilang appa mulu. *Author= dasar Taemin rindu ama ortu yach??? (dengan gaya menggoda) Taemin=mang kenapa thor??? Author= woy, nama gue ulfa bukan thor, bego… Taemin= terserah gue kale… Author= argh… All= woy berhenti bertengkar, lanjutin dong ceritanya… TA=yeee….*

“Key….”jawab Onew.

“Mang kenapa tuh loudspeaker….???”Tanya Jonghyun sambil geje*Author= Mang nich orang di kepalanya geje terus kali ya… Jonghyun= enak ajach… cari rebut loe…. Author= hiks…3x kabur….*

“Jonghyun, gue dengar …..”teriak Key. Jonghyun langsung kaget dan diam.

“Kenapa hyung???”Tanya Minho.

“Iya kenapa???”Tanya Taemin semangat seperti ingin dibacakan dongeng tidur.

“Dia mual terus dari beduk azan subuh bunyi ampe sekarang…. Ngak tau kenapa??? Jadi gue bawa dia ke rumah sakit…”jelas Onew.

“OOO….”kata Minho dan Taemin kompak.

“Apakah dia pusing???”Tanya Jonghyun tiba-tiba.

Onew hanya mengganguk heran. *Author= apa di pikiran Jonghyun yach??? (penasaran)*

“Jangan-jangan ……..”kata Jonghyun yang membuat temannya plus Author penasaran.

“Jangan-jangan apa hyung???”Tanya Taemin yang udah penasaran berat.

“Dia….”lanjut Jonghyun.

“Dia kenapa hyung???”Tanya Minho.

“Langsung bilang kenapa sich???”Tanya Onew kesal dengan Jonghyun pakai acara dipotong-potong.

“HAMIL……..!!!”Lanjut Jonghyun yang membuat lain kaget setengah mati.

“WHAT…???!!! GUBRAK…… KNOCKDOWN….!!!”teriak Minho, Taemin, Onew, n Author kaget.

“Wah ngaco loe Jonghyun….”kata Onew berusaha tenang dari shock berat tadi.

“Key hyung kan cowok…. Ngak mungkin bisa hamil”kata Minho yang juga mencoba tenang.

“Ampe tuh ayam melahirkan juga ngak mungkin hyung….”kata Taemin. *Author= wach tuh otaku dah hilang ya Jonghyun. Jonghyun= enak ajach. Author= Loe Taemin dapat dari mana tuh teori??? Taemin= dari kambing….ALL=ah????*

“Kan tadi Onew hyung bilang Key itu mual kemudian pusing. Kan itu tanda orang hamil…”Jelas Jonghyun yang otaknya lagi rusak.

“Emang hyung… Tapi itu ngak mungkin banget…”kata Minho mencoba meluruskan otak si Blink-blink.

“Keluarlah setan dari tubuh Jonghyun hyung…. Keluarlah…”kata Taemin sambil memejamkan mata.

“Taemin… gue ngak kesurupan….”kata Jonghyun mencoba menghentikan tindak bodoh Taemin.

“Iye ngak kesurupan, tapi keracunan obat…. Jadi nich otak ngak bekerja…”ejek Onew.

“Enak ajach…. Tapi bukan itu ajach ada factor lain lagi…”lanjut Jonghyun.

“Apa lagi hyung???”Tanya Minho.

“Kan si Key ama Onew satu kamar… Bisa terjadi sesuatu yang tak terprediksikan di dalam kamar tuh…”kata Jonghyun menerangkan.

“tak terprediksikan???”Tanya Taemin heran.

“terjadi sesuatu???”Tanya Minho heran.

Sedangkan Onew udah mau meledak….

“Jonghyun gila…. Gue normal kale…..”kata Onew udah mau bunuh Jonghyun.

“Tunggu dulu, maksud hyung melakukan Sesuatu yang dilakukan suami istri???”Tanya Minho mencoba menebak.

“Iye…”jawab Jonghyun santai.

“yang dilakukan suami istri apaan???”Tanya Taemin masih ngak connect.

“udah Taemin loe masih di bawah umur jadi ndak usah di mengerti… Onew hyung ayo serbu…”kata Minho.

“SERBU!!!!”teriak Onew *Author=woy kok jadi perang dunia ke 3 sich… OM= bantu dong… nich orang pikirannya udah stress… Author= baiklah… Serbu… Jonghyun= kokmalah dibantu… di damaikan kek…*

Key pun keluar dari kamar karena mendengar keributan yang terjadi di ruang tengah.

“Woy berhenti…. Ngapain kalian bertengkar???”Tanya Key heran sambil menghentikan perang.

“Nich umma si Jonghyun masak bilang kalau kamu hamil…”kata Taemin polos.

“What??!!!”teriak Key ngak percaya.

“Iya hyung… gara-gara hyung mual ma pusing…”lanjut Minho.

“Emang itukan tandanya orang hamil….”kata Jonghyun mencoba membela dirinya.

“Tapi kan Key itu cowok bego…. Mana ada cowok hamil…”kata Onew.

“Gue mual gara-gara alergi selai kacang kale bukan karena hamil….”jelas Key.

“OOO…”kata Jonghyun, Taemin, Onew, Minho plus si Author.

“Kemari karena lapar sekali, gue makan rotinya Taemin yang di kulkas. Karena lapar banget jadi ngak check itu selai apaan… gitu….. Makanya tuh otak Jonghyun dibersihkan dikit….”kata Key.

“Masih mau loe bicara sembarang…”ancam Onew.

“Maaf…. Gue kan ngak tau…”kata Jonghyun menyesal.

“Kalau begitu sekarang kita makan yuk… lapar nih..”kata Taemin.

“Tapi aku ngak masak….”kata Key.

“Gimana kita makan di rumahnya Author ajach???”usul Minho.

“Okey… Let’s go…”teriak semua langsung pergi.

*Author= wah apaan ini…. Ngak di undang juga… Minho= kan ndak apa-apa…. Jonghyun= sekali ajach. Onew= bolehkan… Author= ogah …. Pulang semua… Taemin=Author baek (nada menggoda) Key= ayolah…. Author=tidak….!!!

Rumah Author pun diserbu…. Nasib… nasib….*

THE END…

ONLY ONE SHOT…. PLEASE COMMENT IT….

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

The Oishii Café Show – Part 1

Tittle : The Oishii Café Show

Author : karenagatha

Rating : T (Teen)

Genre : Humor, Friendship, Life

Main Cast : Onew (SHINee),  Jonghyun (SHINee), Key (SHINee), Minho (SHINee), Taemin (SHINee)

Support Cast / Other Cast : Park Seong Jin as Egawa Hirochinomoto / Mr. Smile (The owner of the Oishii Café), Choi Min Hwan (F.T. Island) as Jejung Hirochinomoto (Egawa’s Son), Asaka Yuki, Asai Kanon, Super Junior’s members, and other.

Disclaimer : I don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Aku tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)

The Oishii Café Show

Part 1

Bagi semua orang kalau dilihat hanya sepintas saja, mencari pekerjaan itu sangatlah gampang. Akan tetapi, jika kita melihat melalui prosesnya, mencari pekerjaan itu sangatlah susah. Meskipun kita orang terkenal atau bukan, juga tetap sajalah susah. Sebab, mencari pekerjaan itu harus sesuai dengan keinginan kita, dan butuh perjuangan yang luar biasa. Dan hal ini, dirasakan oleh kelima lelaki asal Korea Selatan yang tinggal di Jepang, yang semulanya mereka belum saling mengenal. Dan akhirnya, saling mengenal di suatu tempat.

— Onew P.O.V –

Seperti biasa, aku menyiar radio di Fun Radio di Tokyo, Jepang. Tetapi kali ini, aku melihat kru-kru dari Fun Radio tampak sedih. Seusai penyiaran radio kelar, aku lalu bertanya kepada salah satu kru, dan ia berkata, “Onew, hari ini adalah hari terakhirnya penyiaran Radio. Jadi, jika ada kesalahan kami, mohon dimaafkan.”

“Apa? Hari terakhir? Kalian pasti bohongi aku, kan?” tanyaku yang tak percaya.

Mereka semua hanya menunduk saja, dan muncullah seorang direktur utama dari redaksi radio menjelaskan, “Kami tidak membohongimu. Saya sebagai direktur utama di radio ini, sungguh meminta maaf kepada kalian semua. Dan terima kasih atas kerja kerasnya serta dukungannya, sehingga membuat penyiaran radio ini berjalan dengan lancar.”

“Kalau aku boleh tahu, mengapa hari ini adalah hario terakhir penyiaran radio?” tanyaku dengan bingung.

Dirut (Direktur Utama) menghela nafasnya, dan menjawab, “Fun Radio ini bangkrut, sebab, saya terpaksa mengutang pada rentenir sebesar 100 juta Yen, hanya untuk biaya penyiaran radio ini. Karena, keluarga saya sedang dilanda masalah. Jadi, saya terpaksa meminjam biaya pada rentenir. Dan sekarang, saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian semua. Saya harap, kalian dapat mengerti, apa yang saya rasakan. Terima kasih, dan silakan mengambil gaji terakhir.”

Bagaimana bisa, dirut Fun Radio bangkrut? Apa yang terjadi padanya?” pikirku dengan perasaan kacau.

Pada akhirnya, kami semua para pekerja mengambil gaji terakhir, dan membawa perasaan pedih di hati. “Semoga, dirut Fun Radio kami, mendapatkan keuntungan kembali,” kata-kata itulah yang sekarang ada di benakku. Kurasa di malam ini adalah hari yang terburuk dari sebelum-sebelumnya bagiku. Keesokan paginya, aku terbangun oleh panggilan dari handphoneku. “Siapa sih nih? Pagi-pagi begini, ada yang menelepon?” pikirku agak kesal.

Kemudian aku langsung mengambil telepon, dan tertera tulisan nama temanku, Jejung. Kuangkat, dan terdengar suaranya yang tampak bingung, “Moshi-moshi (Halo), Onew-san, kudengar tempat kerja kamu itu bangkrut?” tanyanya. “Iya, Fun Radio bangkrut, dan sekarang ini aku mengganggur. Terus, mengapa?” jawabku agak kesal.

“ Turut berduka ya, bagaimana kalau aku ke sana? Di rumahku lagi sepi nih,” ajaknya.

“Ok, ok. Tapi, jangan jam segini ya. Agak siang-an aja, masih ngantuk nih. Ohayou (Pagi),” ujarku yang langsung menutup telepon. Memang sih, perkataanku agak kasar sedikit, tetapi dia sudah membuatku kesal. Setelah menutup telepon, aku langsung tidur lagi sambil menutupi diriku dengan selimut keranjang.

Tak terasa hari sudah siang, aku langsung membangunkan diri. Ketika terbangun, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. Aku langsung menuju ke ruang tamu, dan di jendela, aku melihat orang yang mengetuk pintu itu adalah Jejung. Aku membuka pintu dan Jejung berdiri tersenyum sambil membawakan barang seperti makanan.

“Halo,” ucapnya sekilat. “Halo, hmm, apa yang kau bawakan?” tanyaku.

“Oh, ini makanan untuk kamu. Kan kamu belum sarapan, kan?”

Aku hanya menggangguk saja, dan mempersilahkan dia masuk. Aku langsung menuju ke dapur untuk mengambil ocha (teh). “Terima kasih, hmm, bagaimana kalau setelah kamu selesai makan, kita pergi jalan-jalan sebentar,” ajaknya sambil tersenyum.

“Hmm, ide yang bagus. Tapi sayang sekali, aku tak bisa..,” kataku yang belum selesai kelar, “Mengapa? Kamu kan tidak bisa begini terus. Kamu harus cari hiburan,” selanya.

“Bukan itu masalahnya, tetapi aku benar-benar tak bisa. Sebab, aku mau mencari pekerjaan lagi. Jadi, sekarang kamu lebih baik pergi saja dari sini ya. Dan tolong jangan ganggu aku, ok? Satu hal lagi, terima kasih sudah membelikanku makanan. Sampai jumpa,” balasku dan menyingkir Jejung dari rumahku.

Aku lalu makan makanan yang diberikan Jejung, tiba-tiba terdengar suara ringtone yang menunjukkan bahwa ada pesan masuk di handphoneku. Kutinggalkan makananku sebentar, dan kuraih handphoneku. Pesan itu dituliskan oleh Jejung, dan isinya membuatku terkejut.

Onew-san, maaf jika aku bersikap yang membuatku kesal. Aku tahu, aku bukan teman terbaik dari teman-temanmu itu. Akan tetapi, aku sadar apa yang aku lakukan. Dulu, kamu tidak bersikap dingin dan cuek terhadapku. Tetapi, mengapa engkau sekarang berubah 180 derajat? Aku tak habis pikir, mengapa kamu seperti itu. Aku tahu perasaanmu sekarang lagi kacau, tetapi aku melihat dirimu ini sangat butuh hiburan. Oleh sebab itu, aku mengajakmu untuk jalan-jalan. Bukan untuk kesombonganku yang mempunyai uang banyak. Jadi harap mengerti perasaanku, ya. Dan juga maaf, kalau aku menulis pesannya panjang. Sebab, aku ingin sekali menyatakan perasaanku saat ini kepada kamu, sahabatku. Semoga kamu diberi keberuntungan. –Jejung

Melihat isi pesan dari Jejung, membuat hatiku langsung tergerak. Beberapa saat kemudian setelah selesai aku makan, aku bergegas mencari pekerjaan yang cocok buatku. Tapi sampai malam, aku belum juga ketemu pekerjaan. Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan mencari pekerjaan dahulu, dan melanjutkannya besok.

***

“Moshi-moshi, Onew-san. Kamu kan sedang membutuhkan pekerjaan baru. Bagaimana kalau bekerja di kafeku?” tanya Jejung lewat handphone.

“Moshi-moshi. Hmm? Kamu sekarang punya kafe? Bukannya dulu kamu gak punya?” tanyaku balik dengan terkejut.

“Hmm, sebenarnya bukan kafeku. Tetapi, kafe ayahku. Ya, kan. Kafe ini baru mau dibuat, dan juga ayahku lagi mencari pegawai kafe. Jadi, bagaimana kalau kamu ikut?” ajaknya kepadaku.

Aku mulai berpikir, antara iya dan tidak. Beberapa menit kemudian, Jejung terus memanggilku dengan suara kebingungan. Akhirnya aku menjawabnya dengan lurus hati, “Baiklah, aku akan mencoba terlebih dahulu.”

“Nah, begitu dong. Jadi, nanti kamu datang ke rumahku saja, ok?”

“Baiklah, aku akan datang besok.”

— Jonghyun P.O.V –

Musik adalah hidupku. Kata-kata itulah adalah ambisiku untuk menjadi seorang musisi yang terkenal. Akan tetapi, aku bingung dengan keluargaku. Mengapa mereka mengirimku untuk kuliah di Jepang dan bukan di Korea. Aku pernah menanyakan pertanyaan itu pada ayahku, dan jawabannya cukup membuatku kaget. “Karena, ayah tak ingin kamu bergaul dengan teman-temanmu itu yang tak tahu asal usulnya,” itulah jawabannya.

Memang sih, aku sangat kesal karena aku dikirim ke Tokyo, Jepang. Akan tetapi, akhirnya sah-sah saja. Sebab, Tokyo adalah kota dunia musik. Aku sudah tiga tahun disini, jadi sudah lumayan bahasa Jepangku. Tapi akhir-akhir ini, pengeluaran biayaku makin lama makin banyak. Sehingga membuatku khawatir akan keluargaku yang mengirimku uang. Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sambilan. Akan tetapi, ternyata mencari pekerjaan itu sangat susah. Harus mencari waktu untuk mencari pekerjaan yang cocok.

Suatu hari, temanku yang kuliah nya juga bersama denganku, mengatakan kepadaku, “Jonghyun-san, kamu pernah cerita sama aku, kalau kamu sedang butuh kerja sambilan. Dan ketika aku sedang jalan-jalan, aku melihat ada poster lowongan kerja di suatu kafe tertempel di tiang listrik. Bagaimana kalau kamu bekerja di situ?”.

“Hmm, ide yang bagus. Tapi, itu ada nama alamatnya kan? Nama alamatnya dimana?” balasku.

“Hmm, nah itu dia..,” dia belum sempat mengatakan dengan kelar, aku sudah langsung menyelanya, “Nah itu dia apaan?” selaku.

“Nah itu dia, masalahnya, aku tak tahu. Sebab, aku tak mencatat nama alamat kafe itu,” katanya yang cengar-cengir.

“Yah, masa gak tahu sih. Ngomong-ngomong, kok pakai cengar-cengir juga. Hmm, kalau gitu, ayo bantuin aku untuk ke kafe itu.”

“Haha, oh ok. Seusai kuliah, ya.”

“Iya, ya, ya.”

***

“Ayo, di mana?” tanyaku kepada temanku di dalam mobilnya.

“Iya, sabar. Ini juga lagi mencari tiang listriknya,” jawabnya.

“Lho? Kok, malah yang dicari tiang listrik sih. Carinya itu poster lowongan kerja.”

“Hmm, kan poster lowongan kerja itu tertempel di tiang listrik. Bagaimana sih kamu ini?”

“Oh iya, maaf. Hahaha, lupa aku,” ujarku dengan tertawa.

Saat kami sedang mencari tiang listrik yang tertempel poster lowongan kerja, tiba-tiba temanku menghentikan mobilnya sambil berkata, “Nah itu dia! Ketemu!”.

“Mana, mana?” tanyaku sambil mencari.

“Itu, ayo kita keluar,” jawabnya sambil menunjuk tiang listrik.

Kami langsung keluar, dan melihat isi poster lowongan kerja di kafe.

[LOWONGAN KERJA]

Dicari karyawan di The Oishii Café yang baru mau dibuka.

Pekerjaan yang sedang dicari :

– Kepala Pelayan

– Pelayan

– Koki

Bagi yang berminat melamar pekerjaan di sini, harap hubungi 3 696 31401 atau datang ke alamat Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11”.

Seusai membaca isi poster itu, aku langsung mengambil teleponku, dan menelepon pada nomor yang tertera did dalam poster tersebut.

“Moshi-moshi, ada yang bisa saya bantu?” kata penerima telepon.

“Bisa, hmm. Saya mau melamar pekerjaan. Bisakah saya bertemu dengan anda?” tanyaku.

“Bisa. Kamu hanya tinggal pergi ke Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11, dan saya akan bertemu anda disana.”

“Oh, ok. Terima kasih.”

“Sama-sama, terima kasih.”

— Key P.O.V –

Cita-citaku adalah sebagai seorang koki ternama dan terkenal. Tapi tak tahu mengapa, orang tuaku tak menyetujui impianku itu. “Memangnya ada yang  salah sebagai koki?” tanyaku kepada ibuku.

Dan jawabannya cukup mengecewakan, “Salah! Koki itu pekerjaan khusus untuk perempuan. Ibu tak mau kamu seperti banci! Jadi, harap mengerti ibu!” teriaknya padaku.

“Ibu salah pengertian! Koki itu bukan hanya untuk perempuan saja, akan tetapi juga bisa untuk laki-laki. Tolong, ibu jangan meremahkan suatu pekerjaan,” bantahku.

Dan terjadi peraduan mulut antara aku dan ibuku tentang pekerjaan. Aku tetap bersikeras untuk mengatakan bahwa koki bisa untuk laki-laki. Karena mendengar keributan, ayahku datang dan bertanya apa yang terjadi. Aku langsung memberitahukan bahwa ibuku meremehkan pekerjaan.

Akan tetapi, ibu membantahnya dan mengatakan dia tidak meremehkan, akan tetapi menceramahkan aku, bahwa koki adalah pekerjaan untuk perempuan bukan laki-laki. Akhirnya kami saling berantem lagi. Ayahku merelaikan kami, dan dia telah membuatku kaget. Dia lebih membela ibuku daripadaku. Tanpa berpikir panjang aku langsung pergi dari rumahku. Juga tak lupa membawa anjing kesayanganku, Coco. Ayahku terus memanggil namaku dan meminta untuk kembali. Tapi aku tak peduli apa yang mereka katakan sekarang.

Kemudian aku bergegas berlari menjauhi mereka, dan pergi ke taman untuk menenangkan hati dan pikiran bersama Coco. Sesampai di taman, orang-orang tampaknya menjauhiku dan sambil melirik anjingku. Mungkin mereka ketakutan pada anjingku yang besar dan cukup menyeramkan. Aku hanya tertawa saja, melihat tingkah laku mereka yang lucu.

“Coco, banyak orang takut padamu,” kataku pada Coco.

“Tapi, meskipun mereka takut padamu. Kau tetap menyayangimu,” kataku dengan senyum.

Ketika sedang bermain-main dengan Coco, tiba-tiba ada yang meneleponku. Kulirik ke handphoneku, ternyata yang meneleponku, Akano, lelaki yang pendiam tetapi aslinya jail selangit.

“Moshi-moshi, Key-san. Maaf kalau ganggu, bisa bantuin aku gak?” ujarnya.

“Moshi-moshi. Ya, bisa. Ada apa sih?” balasku dengan sedikit bingung.

“Ini kan sudah jam 9 pagi, tapi aku belum sarapan. Bisa minta tolong masakin makanan? Bahan-bahannya sudah tersiap di dapur nih. Ibuku lagi pergi arisan dan tidak meninggalkan uang,” jelasnya.

“Oh, begitu. Ok, ok. Tapi, ada syaratnya.”

“Apa itu?”

“Aku bawa anjing kesayanganku ya, si Coco. Boleh kan? Kalau gak mau, ya sudah, gak usah.”

“Hmm, ok deh,” ucapnya dengan suara terbatah-batah.

***

“Sepi banget disini, selain ibumu pergi arisan, pada ke mana lagi yang lainnya?” tanyaku terkejut.

“Hmm, ayahku pergi kerja, kalau adikku pergi sekolah. Jadi hanya aku aja yang di rumah,” jawab Akano yang cemberut.

“Oh, jadi kamu sendiri di rumah? Kasihan, benar. Oh ya, gyōza (pangsit) nya dimana?” tanyaku lagi yang sedang memasak. Di Jepang, pangsit disebut Gyōza, sementara di Korea, pangsit disebut mandu.

“Iya. Ini gyozanya,” ucap Akano sambil menyerahkan gyōzanya dari kulkas.

Beberapa saat kemudian, akhirnya masakanku telah selesai. Akano hendak mencicipi masakanku tetapi aku memarahinya sebab, aku merasa Steam Gyōza, Agedashi Tofu, dan Gyōza Goreng kurang enak kalau tanpa ocha. Kunasihati dia, dan dia hanya diam diri aja. Setelah itu memintanya untuk mengambil ocha dan menaruhkannya ke meja.

Seusai ocha ditaruhkan di meja makan, akhirnya kami makan bersama. Beberapa saat kemudian, aku berpamitan dengan Akano, bahwa ingin membawa Coco pergi jalan-jalan. Sebelum meninggalkan rumahnya, aku meminta Coco untuk mendekati Akano. Dan dia tampak ketakutan, aku hanya tertawa saja.

***

Di pagi hari yang sudah cukup ramai orang-orang, aku membawa Coco untuk berkeliling. Sudah lama aku tak membawanya berkeliling di distrik Minato, Tokyo. Meskipun ini banyak-banyak perusahaan dan perusahaan asing, tetapi aku cinta dengan kota yang indah ini. Sesaat sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ada orang tak sengaja menabrakku dari belakang.

Aku langsung memarahinya untuk berhati-hati, dan dia hanya minta maaf saja. Juga barang-barangnya terjatuh sesaat dia menabrakku. Tanpa sengaja, aku melihat sebuah poster yang aku duga, itu barangnya yang jatuh. Kuambilkan poster itu, dan melihat ada lowongan kerja di The Oishii Café. Juga dari poster ini, tentu saja telah membuatku senang, sebab di The Oishii Café dibutuhkan seorang koki.

“Tolong kembalikan posternya, kak,” kata orang itu.

“Ah, berapa sih ini posternya? Mau kubeli,” ujarku sambil memandang poster.

“Hmm..,” ucapnya sambil berpikir.

“Ah, ini udah kelamaan kamu,” kataku sambil menyerahkan uang 1 Yen.

Setelah menyerahkan, aku langsung bergegas berlari sambil tertawa. Lumayan agak jauh, aku mendengar dia berteriak, “Hey, kembali! Masa Cuma 1 Yen. 1 Yen mah gak bisa beli apa-apa, kembalikan posternya, kak!!”.

Sesudah lumayan jauh darinya, aku menghentikan larianku dengan nafas yang terengah-engah. Aku melihat poster itu lagi, dan melihat ada alamat tertera di poster tersebut.

Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11?!” ucapku dalam hati dengan terkejut.

Gila! Sekarang ini, aku ada di distrik Minato-ku. Masa harus pergi ke distrik Shinjuku-ku,” pikirku lagi dengan bingung.

Tapi, tak apalah. Yang penting aku dapat pekerjaan,” pikirku lagi dengan tenang.

Lalu kucari mobil taksi, dan munculah taksi di hadapanku. Pintu belakang terbuka dengan sendirinya dan mendapatkan sapaan hangat dari supir taksi.

“Pak, saya mau ke distrik Shinjuku-ku, bisakah?” tanyaku.

“Oh, bisa, dik. Silakan,” jawabnya sambil memasang argometer dari nol, memasang sabuk pengaman, dan menjalankan taksinya.

— Minho P.O.V –

“Minho-san, coba bergaya seperti Michael Jackson,” kata seorang fotografer kepadaku.

“Baiklah, pak,” jawabku sambil bergaya seperti Michael Jackson.

Seusai pemotretan, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Choi Min Ho. Aku adalah seorang model asal Korea Selatan. Aku datang ke Tokyo, untuk pemotretan majalah Jepang dan aku sudah mendapat izin dari badan pengurus warga negara asing untuk bekerja di Jepang. Memang sih, aku cukup terkenal di seluruh dunia, tapi tak tahu mengapa, ada sesuatu yang kurang pada diriku.

Sedari kecil, aku ingin sekali menjadi seorang pelayan kafe atau restoran. Memang banyak orang terkejut mendengar cita-citaku itu. Akan tetapi, aku ingin menjadi seorang pelayan, karena ingin membantu orang dalam pelayanan.

“Minho-san, kamu orangnya aneh ya. Masa kamu cita-citanya menjadi seorang pelayan. Yang benar aja,” kata sahabatku, Shinjiro Ryuji kepadaku.

“Ah, tidak. Aku hanya ingin melayani masyarakat saja. Masa tak boleh, kalau aku menjadi pelayan?” tanyaku.

“Hmm, boleh sih. Tapi, mengapa cita-citamu seperti itu?”

“Kan aku sudah bilang, kalau aku hanya ingin melayani masyarakat saja.”

“Terserah apa kata-katamu. Tapi yang jelas, cita-citamu itu sungguh aneh.”

Itulah kata-kata salah satu sahabatku, Shinjiro Ryuji, yang tak menyetujui cita-citaku untuk menjadi pelayan.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan selain menjadi model. Ternyata mencari pekerjaan itu sangat sulit sekali, ada yang tak bisa menerimaku karena aku seorang model. Dan ada yang tak bisa menerimaku, karena sudah tutup lowongan kerjanya. Juga ada sebagian kafe atau restoran yang aku tolak, karena mereka bilang bahwa aku diminta untuk langsung kerja. Bagiku, orang-orang yang seperti itu, memanfaatkan diriku hanya untuk numpang pamor alias numpang terkenal.

Satu jam kemudian setelah mencari pekerjaan dengan susah payah, aku pergi ke sebuah kafe. Dan tak menyangka, bahwa sahabatku si Ryuji juga berada disitu sedang duduk santai minum kopi. Lalu aku mendekatinya dan menyapanya.

“Wah, halo, Ryuji-san. Kebetulan mau ke kafe ini, dan kamu ada disini. Tadi mau santai sebentar di kafe ini,” kataku kepadanya.

“Wah, halo, Minho-san. Kebetulan juga kita bertemu disini. Haha, bagaimana kabarmu?”

“Hmm, baik, kamu?”

“Baik juga. Oh ya, baru tadi mau telepon. Tahu-tahunya, udah ada disini. Hahaha.”

“Haha, hmm? Emanknya ada apa, Ryuji-san?”

Ryuji lalu memintaku untuk duduk, dan dia menyerahkan sebuah poster. “Apa ini?” tanyaku dengan bingung. “Lihat aja,” jawabnya dengan santai.

Aku melihat poster itu, ternyata poster lowongan kerja di The Oishii Café.

Nama kafenya lucu juga,” pikirku.

Setelah selesai melihat isi poster itu, aku berkata, “Ah, pasti juga mencari pamor juga atau gak, dia gak mau nerima aku.”

“Hmm, jangan berpikir negatif dahulu. Coba saja dulu untuk melamar kerja disana, bagaimana?”

“Hmm, ok deh.”

Keesokan harinya, aku berminat untuk mencoba melamar kerja di The Oishii Café. Tapi tak tahu mengapa, aku selalu memikirkan bahwa pasti tak akan diterima atau pasti numpang pamor atau numpang terkenal aja. Mungkin ini perasaan kekhawatiran.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melamar kerja di The Oishii Café dengan mobilku, dan sambil membawa semangat, meskipun sempat tadi seperti dihantui rasa kekhawatiran.

— Taemin P.O.V –

Mungkin bagi banyak orang, foto itu adalah karya seni yang biasa saja. Tetapi bagiku, itu karya seni yang tidak biasa. Akan tetapi, karya seni yang luar biasa. Banyak yang bilang kalau membuat foto itu sangat gampang, tapi bagiku tidak. Karena, untuk menghasilkan karya seni foto, dibutuhkan sisi yang bagus dan mempunyai makna dalam foto tersebut. Itulah motto hidupku sekarang ini, dan aku sudah berambisi untuk menjadi seorang fotografer.

Menjadi fotografer, tidaklah mudah, harus butuh kerja keras untuk menghasilkan yang terbaik. Itulah kata salah satu temanku, yang telah menjadi senior fotografer. Aku sungguh terobsesi terhadapnya, sehingga banyak yang bilang bahwa aku ini obseser alias tukang obsesi terhadap sesuatu. Tentu hal itu membuatku tertawa. Dan kali ini, temanku yang senior fotografer itu, memintaku untuk melakukan pemotretan di distrik Shinjuku-ku, Tokyo.

“Taemin, saya ingin kamu memfoto distrik Shinjuku-ku. Kan saya sudah memperlihatkan fotografi para fotografer terkenal. Sekarang saya ingin melihat fotografimu. Cukup hanya 20 foto saja, yang kamu foto di Shinjuku-ku. Dan saya akan kasih waktu kamu hanya 2 Minggu. Selamat berjuang,” itulah kata-kata temanku, Kenji.

Dari perjalanan dari Shibuya-ku menuju Shinjuku-ku, kulalui dengan naik kereta api. Sesampai di Shinjuku-ku, aku langsung tersanjung melihat distrik ini, begitu banyak perusahaan-perusahaan berada di distrik ini.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengeluarkan kameraku, dan memotret dengan sisi yang tepat. Dalam hitungan 30 menit, aku sudah mendapat 5 foto yang sisinya cukup bagus. Kemudian setelah memotret, aku langsung berkeliling Shinjuku-ku sambil memotret yang objeknya bagus.

Tak tahu kenapa ini dapat ide darimana, aku terpikir ingin mencoba melamar kerja. Mungkin karena, Shinjuku-ku adalah kota yang perusahaannya banyak, membuatku ingin bekerja. Aku mulai berpikir, ternyata ideku unik juga. Lalu kuputuskan untuk bekerja di Shinjuku-ku hanya sementara waktu saja.

Dan terpaksa aku balik lagi ke rumahku untuk memfoto kopykan surat-surat pentingku, dan membawa KTP serta surat lamaran kerja. Keesokan harinya, aku pergi ke Shinjuku-ku lagi dengan naik kereta api sambil membawa perlengkapan barang-barang yang kutaruh di tas. Sudah berjam-jam bolak balik melamar pekerjaan di Shinjuku-ku, tak berhasil kudapatkan sebuah pekerjaan. Memang sih, mencari pekerjaan itu sangatlah susah. Akan tetapi, aku takkan menyerah, pasti suatu saat aku akan dapat pekerjaan.

Di suatu toko, aku akan melamar kerja. Akan tetapi, mereka lagi tidak ada lowongan kerja. Tak sengaja, aku bertanya, “Maaf, kalau saya boleh tahu. Kira-kira di Shinjuku-ku, ada lowongan kerja gak?”.

Tampaknya dia sedang menelusuriku, “Hmm, kamu tampaknya bukan orang Jepang, ya?” tanyanya dengan curiga.

“Haha, iya. Aku ini warga negara Korea Selatan,” jawabku tertawa kecil.

“Oh, sudah melapor ke badan yang menangani warga negara asing untuk bekerja di Jepang?”

“Sudah. Aku sudah melapornya, dan sudah diberi izin. Memangnya ada apa, ya?”

“Oh, baguslah kalau begitu.”

“Jadi, apakah di Shinjuku-ku ini, ada tempat yang sedang melakukan lowongan kerja?” tanyaku sekali lagi.

“Hmm..,” ucapnya sebentar sambil berpikir, “Oh, ya. Ada!” jawabnya yang cukup mengejutkanku.“Wah, kalau aku boleh tahu? Dimanakah tempatnya?” tanyaku lagi.

“Hmm, tempat itu kafe yang baru mau buka. Nama kafenya itu The Oishii Café, nama yang lucu bukan?” tanyanya yang membuatku tertawa kecil.

Kemudian dia melirik ke samping, dan tampaknya sedang melihat tiang listrik. “Sini, saya mau kasih unjuk ke kamu,” ucapnya.

Aku pun mengikutinya, dan dia menunjukkan sebuah poster lowongan kerja di kafe, yang ternyata kafe itu The Oishii Café. Aku langsung membaca isi poster itu. The Oishii Café sedang membutuhkan seorang kepala pelayan, koki, dan pelayan kafe. Juga tertera alamat kafe tersebut, aku langsung mencatat di kertas.

Kemudian berterima kasih kepada pemilik toko yang memberitahuku tadi. Aku langsung memanggil taksi, dan supirnya membukakan pintu. Dan aku menunjukkan kertas yang berisi alamat.Sesampai di alamat yang tertera di poster tadi, aku langsung membayar uang taksi sesuai argometer, dan seketika itu, aku terkejut melihat ada 4 seorang laki-laki berada di luar kafe.

To Be Continued..

P.S : Mohon maaf, apabila ada kata-kata salah, atau kurang berkenan bagi para pembaca. Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca. Sekali lagi mohon maaf.

P.S: KYAAAA ~ maaf yah Karen bikin kamu nunggu lama ^.^ …. SELAMAT YAH !!! INI FF PERTAMA KAMU, PART SATU OUT TANGGAL SATU DAN FF PERTAMA YANG OUT HARI INI ^O^

-Lana-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF