My Regret [1.2]

Title: My Regrets

Author: Nisaa~ ^o^

Genre: Family

Main Cast:

–          Lee Jin Ki

–          Lee Ji Hyun

Other Cast:

–          Choi Min Ho

–          Lee Tae Min

–          Han Chae Rin

Ji Hyun POV

Dulu, keluargaku adalah keluarga yang harmonis. Umma dan appa-ku sangat akur dan mereka terlihat romantis sekali. Walaupun mereka sama-sama bekerja, tapi umma dan appa selalu meluangkan waktunya untuk aku dan oppa. Aku sangat bahagia saat itu. aku merasa aku anak yang paling beruntung di dunia. Tapi… 5 tahun yang lalu, oppa yang saat itu sedang berlatih menggunakan mobil menabrak appa. Appa meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sejak saat itu, aku membenci oppa-ku. Bukan, dia bukan oppa-ku. Dia adalah pembunuh…

Andai kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin aku tidak akan begitu membenci orang itu. Andai kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin umma tidak frustasi seperti sekarang. Andai, kecelakaan itu tidak terjadi, mungkin appa masih ada disini bersama kami. Aku benci laki-laki itu!! Aku membencinya!!!!

Jin Ki POV

Sejak kecelakaan itu terjadi 5 tahun yang lalu, aku merasa sangat berdosa. Aku yang telah membuat appa pergi. Aku yang membuat umma jadi frustasi. Dan yang lebih menyakitkan lagi, dongsaengku menganggap ku sebagai seorang pembunuh. Aku menyesal, andai saja nyawa appa bisa diganti dengan nyawaku, aku akan menyerahkan nyawaku.

Karena aku begitu menyesal, aku memutuskan untuk pergi dari rumah itu. aku memulai kehidupanku lagi. Bukan sebagai Jin Ki yang dulu… tapi, Jin Ki yang telah membunuh appa-nya…

***

Ji Hyun POV

“Umma… aku berangkat dulu ya…?” kucium tangan umma.

Umma tidak menjawab. Hatiku perih saat melihat umma begitu. Umma hanya duduk diam menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong.

Aku keluar dari kamar umma. Kututup pintu kamar umma.

“Jin Ki…” gumam umma pelan.

***

Ji Hyun!!” panggil seseorang.

Kubalikkan badanku “Min Ho…Tae Min…”

“Hyun, apa nanti kau bisa menemaniku??” Tae Min merangkulku. Tae Min adalah sahabatku. Hanya dia dan Min Ho yang tau keadaanku yang sebenarnya. Min Ho adalah sahabatku sejak smp. Sementara Tae Min adalah sahabatku sejak kuliah. Yah… kira-kira 4 tahun yang lalu.

“Kemana?”

Min Ho duduk di bangku taman kampus, “Tae Min ingin membeli hadiah untuk Hye Rin.”

“Lalu, kenapa harus aku?” aku menjitak kepala Tae Min pelan.

“Hyuuun… aku mohon…! Aku tidak mengerti selera seorang yeoja…” Tae Min menarik-narik ujung jaketku.

Min Ho hanya tersenyum melihat tingkah Tae Min.

“Baiklah…baiklah… tapi, kau harus mentraktirku…!”

Tae Min langsung memelukku, “Neeeee….!!! Apapun untukumu Hyun-ku tercinta!!!!!!!!!”

Aku dan Min Ho tertawa. Tae Min memang seperti anak kecil.

“Kau akan menyatakan perasaanmu pada Hye Rin, Taem?”

Tae Min mengangguk. Ia duduk disamping Min Ho, “Doakan aku ya, Min Ho, Ji Hyun…”

Aku mengangguk. Min Ho mengacak pelan rambut Tae Min, “seharusnya kau panggil aku hyung…dan Ji Hyun dengan sebutan Onnie…”

Tae Min cengengesan, “Kita kan satu tingkat, Min Ho…”

“Tapi kau lebih muda 1 tahun dari ku dan Ji Hyun.”

Ku tarik tangan Min Ho, “Aigoo… sudahlah, Min Ho… kita kan satu kelas. Ayo, sebntar lagi dosen masuk.”

“Hyun, kenapa cuma tangan Min Ho saja yang kau tarik…?” Tae Min mengerucutkan bibirnya.

Kugelengkan kepalaku, “Tidak mau… nanti Hye Rin cemburu. Kalau Min Ho kan tidak ada yang cemburu. Ya kan, Min Ho?”

Min Ho merangkulku, “Ne… siapa yang akan marah… Ayo, hyun… kita kelas.”

Aku tertawa melihat Tae Min yang menggembungkan pipi-nya. Aigoo.. lucunya…

***

Hari ini begitu melelahkan. Ternyata, maencari hadiah itu sulit juga. Apalagi aku belum mengenal Hye Rin.

Kubuka pagar rumah. Aku melangkah menuju pintu. Aneh… kenapa pintu rumah tidak terkunci? Aku mulai melangkah masuk ke rumah. Ku cek kamar umma. Tidak ada umma. Kucari ke ruangan lain. Umma tidak ada dimana-pun. Aigo… bagaimana ini??

Kuambil hp-ku. Ku tekan nomor Tae Min.

“Yoboseyo…?” jawab Tae Min diseberang.

“Tae Min, apa kau bisa ke rumahku sekarang? Umma-ku hilang…! Tolong bantu aku menemukan umma… kumohon Tae Min…”

“Ne~ baiklah… kau tunggu saja disana. Jangan kemana-mana. Aku dan Min Ho akan segera ke rumahmu.” Tae Min mengakhiri telpon.

Umma…kau kemana…??

Setelah menunggu beberapa menit. Terdengar suara motor. Aku langsung berlari ke arah gerbang. Kubuka gerbang. Min Ho dan Tae Min turun dari motor.

“Bagaimana? Apa di rumah tidak ada?” tanya Min Ho.

“Tidak… umma tidak ada dimanapun… bagaimana ini…?”

“Begini saja… aku cari di sekitar wilayah sini. Min Ho dan Hyun cari menggunakan motor ke jalan depan sana. Bagaimana?” usul Tae Min.

Aku langsung mengangguk. Min Ho langsung menyalakan motor dan menyuruhku naik.

“Tolong ya, Tae Min…” ujarku sebelum motor melaju.

Tae Min mengangguk.

***

Author POV

Tae Min terus menysuri rumah demi rumah. Pada akhirnya, Tae Min sampai di taman di belakang komplek ini. taman itu kelihatan sepi. Tae Min masuk ke taman. Tiba-tiba ia melihat seorang wanita bersama seorang namja. Namja itu sedang berlutut di hadapan umma-nya Hyun. Namja itu tampak menangis.

‘Itu umma-nya Hyun…! Tapi siapa namja itu? kenapa ia menangis di hadapan umma Hyun?’ batin Tae Min.

“Lee-ajumma!!!” Tae Min berlari menghampiri umma-nya Hyun.

Namja yang disebelah umma Hyun berdiri. Ia menyeka air matanya, “Maaf.. tadi aku bertemu ajumma ini di sini.”

Tae Min tersenyum ke arah namja itu. Dilihatnya umma-nya Hyun. Mata umma Hyun berkaca-kaca.

‘Ada apa ini?’ tanya Tae Min dalam hatinya.

“Tidak apa… yang jelas sekarang umma Hyun sudah kutemukan. Ah.. aku lega. Aku harus menelpon Hyun sekarang.”

Tae Min langsung menelpon Hyun. Selesai menelpon Tae Min menghampiri namja itu.

“Namaku Lee Tae Min… terimakasih ya… temanku panik sekali begitu ia tahu ibunya tidak ada di rumah… umm… kenapa kau menangis dan berlutut di hadapan Lee-ajumma? Kau siapa?”

“Tidak… tidak ada… umm, namaku Lee Jin Ki. Aku tidak bisa lama-lama, aku ada keperluan. Tolong jangan katakan pada temanmu itu bahwa aku tadi di sini bersama ibunya. Kumohon ya? Aku permisi dulu.” Jin Ki tersenyum ke arah Tae Min. Ia tersenyum kearah umma-nya Hyun. Tapi tidak dengan senyuman yang sama dengan senyuman yang ia berikan ke Tae Min, melainkan senyum yang sangat pedih dan memilukan.

“Jangan tinggalkan aku… Jin Ki… kembali!!!!!” teriak umma-nya Hyun.

Jin Ki bukannya berhenti, ia malah mempercepat langkahnya. Sementara Tae Min menahan tubuh umma Hyun yang hendak mengejar Jin Ki.

“Ajumma… tenang…”

“Lepaskan akuuu…!!           Jin Ki jangan pergi!! Jin Ki…!!”

Tae Min terpaku. ‘Kenapa ini?’

***

Ji Hyun POV

Sejak kejadian beberapa minggu yang lalu itu, umma sering menggumamkan nama laki-laki itu. Apa umma bertemu dengan laki-laki itu? Tapi, Tae Min tidak cerita apa-apa padaku. Aku heran, sebenarnya apa yang terjadi pada umma.

Hari ini Tae Min mengajakku jalan-jalan. Sebenarnya Min Ho juga akan pergi, tapi ia sedang sibuk dengan organisasi-nya di kampus.

“Tae Min, maaf menunggu lama….” Ujarku setibanya di depan Seoul tower.

“Tidak… aku juga baru sampai, Hyun… Ayoo, Hyun… Kutraktir es krim…”

Tae Min menarik tanganku ke sebuah counter es krim. Dipesannya 2 eskrim dengan rasa strawberry kesukaannya dan mint kesukaanku.

“Gomawo, Tae Min…” aku langsung memulai menjilati eskrim ku begitu ia meberikannya padaku.

“Ne… sama-sama, hyun… ah ya, bagusnya kapan aku menyatakan perasaanku pada Hye Rin?”

“Hmmm… kapan yah? Kurasa lebih cepat lebih baik…”

Tae Min tersenyum. Jalanan tampak sedikit lengang. Kami menyebrang sambil bercerita. Tanpa kusadari, sebuah mobil berkecepatan cukup tinggi menerobos lampu merah dan melaju ke arahku. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku juga Tae Min dan menarikku dalam pelukannya. Aku benar-benar terkejut.

“Hyun, kau tidak apa-apa??!!” ujar Tae Min panik.

Seseorang yang menyelamatkanku itu melepas pelukannya, “Maaf, aku lancang… yang jelas, apa kau tidak apa-apa?”

Aku mengenal suara ini, kudongakkan kepalaku. Ternyata orang yang menyelamatkan ku adalah orang yang sudah menabrak appa-ku.

“Ji Hyun?” orang di hadapanku ini terkejut.

Kukepalkan tanganku kuat-kuat. Bukan untuk meninju laki-laki ini. Tapi, untuk menahan rasa benci ku pada laki-laki ini.

“Hyung…?” Tae Min kenal laki-laki ini…?

Laki-laki di depanku ini menoleh ke arah Tae Min, “Kau Tae Min kan?”

“Ne… ternyata hyung masih ingat aku. Hyung kenal dengan Ji Hyun?”

“Kenapa kau menolongku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati saja? Dengan cara yang sama dengan Appa-ku…” tanyaku dingin. Nada suaraku terdengar datar.

Kutarik tangan Tae Min, “Kkaja…”

“Gomawo, hyung… aku sangat berterimakasih… Hyung, aku pergi dulu… sampai bertemu lagi…” Tae Min membungkuk sedikit.

Kami berjalan ke arah taman. Aku tidak tau kenapa aku mengapa aku berjalan menuju taman. Kami berjalan dalam keheningan, sampai akhirnya Tae Min bertanya padaku.

“Hyun… kau mengenal laki-laki itu? kenapa kau bicara seperti tadi?”

“Aku sangat mengenalnya. Mana mungkin aku tidak kenal orang itu…” jwabku datar.

“Boleh aku tau siapa dia dalam hidupmu?” tanya Tae Min hati-hati.

Kami sampai di taman, aku duduk. Kuhela nafas panjang.

“Kau bisa meceritakannya padaku, Hyun…” Tae Min menggenggam tanganku erat.

“Baiklah, Tae Min… terimakasih… umm.. laki-laki tadi adalah oppa-ku…”

Tae Min terkejut, “Oppa-mu…?!”

Aku mengangguk pelan, “Sekarang, kau yang cerita, kenapa kau bisa mengenal laki-laki itu?”

Tae Min membenarkan posisi duduknya, “Sebenarnya waktu umma-mu menghilang, umma-mu sedang ada di taman bersama Jin Ki-hyung. Aku tidak tau apa yang dilakukan Jin Ki-hyung. Yang jelas saat itu Jin Ki-hyung menangis, hyun… dan aku melihat mata umma-mu juga berkaca-kaca… saat itu Jin Ki-hyung sedang berlutut di hadapan umma-mu…”

Aku terkejut mendengar ucapan Tae Min. Mana mungkin, laki-laki itu menangis di hadapan umma dan umma juga berkaca-kaca matanya. Apa yang mereka bicarakan?  Apa yang terjadi? Apa laki-laki itu minta maaf pada umma?

Jin Ki POV

Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana minta maaf pada Hyun. Kemarin aku sudah minta maaf pada umma. Tak kusangka ia mengerti dan memahami perasaanku. Walaupun umma sedang frustasi, tapi hati nurani nya sebagai seorang umma tidak hilang. Ketika aku berlutut di hadapannya dan menangis saat meminta maaf.

“Bangun… aku tidak marah padamu…tidak akan pernah bisa… kembali ke rumah ya, Jin Ki…” air matanya mengalir. Di mata umma, tampak sebuah ketulusan dan pancaran kasih sayang yang teramat sangat. Umma memang frustasi, tapi hatinya tidak pernah berubah.

Aku teringat saat aku menyelamatkan Hyun tadi dari mobil yang melaju kencang, Hyun sama sekali tidak menatapku saat bicara. Nada suaranya terdengar dingin dan begitu menggoreskan luka di hatiku. Apa yang harus kulakukan…? Appa, apa ini balasan karena aku telah melakukan hal yang paling kusesali dalam hidup??? Tuhan… tolong bantu aku… aku ingin Hyun memaafkanku…

Tanpa kusadari, aku mulai terlelap.

***

Ji Hyun POV

Seminggu setelah kejadian itu aku terus-terusan memikirkan laki-laki itu. Kulongokkan kepalaku ke langit.. Appa, apa selama ini aku salah? Aku membenci laki-laki itu.. Apakah aku salah? Apa seharusnya aku tak membencinya?  Mengapa aku terus memikirkan pertanyaan2 tadi? Aku tak pernah memikirkan lagi laki-laki itu. Tapi kenapa sekarang aku malah memikirkannya? Apa hatiku sudah mulai mencair untuk laki-laki itu?

“Kau melamun, Hyun?” MinHo mengejutkanku.

Aku menoleh ke arahnya, “Anniyo…”

“Gotjimal!” tuding Tae Min.

Aku menghela nafas panjang, “Aku tidak melamun.. Aku sedang berfikir..”

MinHo membelai rambutku pelan, “Kau mau cerita padaku, Hyun?”

Aku senang MinHo memperhatikanku dan peduli padaku. Yah, itu hal wajar sih.. Dia kan sahabatku. Tapi, entah kenapa aku senang.

“Umm.. Aku ingin bertanya. Jika kau membenci seseorang apa yang akan kau lakukan, Min Ho..?”

“Aku? Apa ya..? Kurasa aku akan mencari cara untuk tidak membencinya.”

“Jinca?” tanyaku meyakinkan.

Min Ho mengangguk.

“Hyun.. Kenapa kau bertanya seperti itu?” Tae Min menatapku.

“Tidak apa.. Jujur saja pada kami..” ujar Min Ho lembut.

Aku menghela nafas panjang, “Laki-laki itu…”

“Laki-laki mana? Siapa, Hyun?” tanya Min Ho.

Tae Min terdiam sebentar dan menjawab dengan hati-hati, “Oppa-mu..?”

Min Ho terkejut. Aku mengangguk pelan.

“Oppa? Jin Ki-hyung?”

“Kenapa kau bisa tau, Min Ho?” tanya Tae Min heran.

“Maaf, Tae Min.. Aku kan sudah bersahabat dengan Hyun sejak smp..”

“Tapi kenapa Hyun tidak pernah cerita padaku. Padahal sudah 4 tahun kita bersahabat..”

Kupaksakan untuk tersenyum, “Mianhae, Tae Min…”

Min Ho memberi tanda agar Tae Min tidak bertanya hal itu lagi. Lalu digenggamnya tanganku, “Kau bertemu dengan Jin Ki-hyung?”

Aku mengangguk pelan. Tae Min terdiam.

“Bersama Tae Min?” tanya Min Ho lagi.

“Iya, Min Ho… Jin Ki-hyung yang menyelamatkan kami berdua. Saat itu kami sedang menyebrang dan nyaris tertabrak.” jelas Tae Min.

Min Ho menghela nafas, “Lalu apa kau berterimakasih padanya?”

“Kenapa aku harus berterimakasih pada orang itu? Kenapa dia malah menyelamatkanku? Seharusnya dia mengirimku ke tempat appa berada!” ujarku dingin.

Tae Min terkejut mendengar ucapanku, “Hyun…”

“Hyun.. Dengarkan aku… Apa kau fikir saat itu Jin Ki-hyung sengaja menabrak appa-mu?”

Aku terdiam. Saat itu laki-laki itu sedang berlatih menggunakan mobil. Appa sendiri yang menyuruhnya untuk berlatih bersamanya.

Apa laki-laki itu sengaja menabrak appa? Tidak… Aku tau itu…

“Baik.. Kurasa kau sudah menjawab pertanyaanku dalam hatimu.. Hyun, apa Jin Ki-hyung menyesal?”

Menyesal…? Kucoba mengingat semuanya.. Saat di pemakaman, laki-laki itu terus-terusan menangis. Aku tau tubuhnya bergetar hebat saat itu. Jari-jarinya gemetaran. Ia hanya bisa terduduk lemas menatap makam appa dengan tubuh yang bergetar hebat setelah semua orang meninggalkan makam appa. Tidak ada yang sadar malam itu laki-laki itu masih ada di makam appa. Dan kemarin Tae Min melihatnya berlutut sambil menangis di hadapan umma. Kurasa ia menyesal. Tapi tetap saja dia sudah membunuh!

“Lee Ji Hyun.. Dengarkan aku..” Min Ho menatap mataku, “Jin Ki-hyung adalah anak appa-mu juga. Tidak mungkin ia sengaja menabrak appa-nya sendiri. Hyung sangat mencintai appa-nya. Bahkan saat itu ia belajar mengendarai mobil bukan karena keinginannya. Tapi, appa mu sendiri kan yang meminta Jin Ki-hyung belajar bersamanya.”

Aku terdiam.

“Benarkan? Lalu kalau pun ia sengaja melakukan hal itu, kenapa malam itu ia sampai tertidur di makam appa-mu? Kenapa tangannya gemetaran saat menaburkan bunga di atas makam appa-mu? Jawabannya hanya satu Hyun.. Ia menyesal.”

Air mataku menetes. Tae min yang dari tadi diam mendengarkan menggenggam tanganku yang dingin.

“Lalu sebulan setelah kejadian itu, Jin Ki-hyung pergi dari rumah. Mungkin saat itu kau menganggapnya sebagai pengecut. Tapi, coba kau fikirkan betapa beratnya masalah Jin Ki-hyung saat itu.. Ia sudah menabrak appa-nya dan kau terus-terusan menyalahkannya. Sementara umma-mu mulai putus asa mendengar kau terus menyalahkan bahkan mencaci oppa-mu sendiri. Umma-mu mulai frustasi bukan hanya karena appa-mu meninggal, tapi, karena kau terus menyalahkan oppa-mu sendiri dan Jin Ki-hyung meninggalkan rumah.” Min Ho terdiam sebentar. Ia tak mempedulikan air mataku yang menetes kian deras, “Coba kau pahami perasaan oppa-mu saat itu, Hyun… Penyesalan yang teramat besar dan pasti akan selalu ia sesali. Hidup dalam bayang-bayang kematian appa-mu. Hidup dengan beban berat karena telah menabrak seorang lelaki paling berharga dalam hidupnya. Dan ia bukan hanya kehilangan appa-nya, Hyun.. Karena ia juga kehilangan dongsaeng-nya sendiri yang sangat ia sayangi.. Bisa kau bayangkan bagaimana Jin Ki-hyung saat itu?”

Aku merenungi setiap kalimat yang diucapkan Min Ho tadi. Berusaha mencerna nya dengan hatiku.

“Aku sempat bertemu dengan Jin Ki-hyung kira-kira 3 bulan setelah Jin Ki-hyung pergi meninggalkan rumah. Ia bercerita banyak padaku. Ia berkali-kali berfikir untuk bunuh diri. Namun yeojachingu-nya selalu membuatnya urung melakukan hal itu.

Ia juga cerita dalam waktu dekat ia akan pergi ke Buenos Aires untuk bekerja di perusahaan appa yeojachingu-nya. Meninggalkan Seoul dengan penyesalan yang teramat sangat begitu berat buatnya. Tapi, ia bilang 3 tahun lagi, saat ia pulang ia akan minta maaf padamu. Ia sangat berharap 3 tahun cukup untuk meluluhkan hatimu. Tapi, pada akhirnya 4 tahun berlalu dan ia baru muncul sekarang dan menemukan kenyataan bahwa dongsaengnya belum bisa memaafkannya.”

Aku menangis. Tanganku gemetaran, “Min Ho, berhenti membual!”

“Mianhae, Hyun.. Aku tidak berbohong. Sama sekali tidak.” ujar Min Ho pelan.

Tubuhku terasa lemas. Apa benar laki-laki itu menyesal..?

Min Ho menghapus air mataku, “Sekarang aku sudah menceritakan semuanya. Lalu, apakah kau mau memaafkan Jin Ki-hyung, oppa-mu? Oppa yang begitu menyayangimu.. Oppa-mu yang terlihat tegar tapi sangat rapuh.. Oppa-mu yang slama ini hidup dalam penyesalan yang teramat sangat…”

Min Ho terdiam. Dipeluknya aku.

“Selama ini aku terus-terusan menyalahkan Jin Ki-oppa yang sudah membunuh appa dan membuat umma frustasi. Padahal… Padahal aku yang membuat umma frustasi. Apa yang telah kulakukan…?” bibirku bergetar saat mengucapkan kata-kata itu.

“Hyun…” Min Ho memanggilku lembut. Kulepas pelukanku.

“Belum terlambat Hyun… Temui Jin Ki-hyung.. Minta maaflah padanya.” Min Ho menghapus air mataku.

“Tapii…”

“Aku tau dimana Jin Ki-hyung tinggal sebelum ia ke Buenos Aires.” ujar Min Ho.

“Aku ingin menemuinya sekarang. Tunggu, aku ambil jaketku dulu.. Masuk kedalam saja, Min Ho.. Tae Min..”

Tae Min dan Min Ho masuk. Min Ho mengunci pintu untuk menuju halaman belakang itu. Aku setengah berlari menuju kekamar dan mengambil jaketku.

TBC

P.S: Maaf banget buat Nisaa .. kita gak bermaksud ngundur-ngundur publish nya FF mu.. tapi emang ngantrinya lumayan panjang. Semua author freelance juga di tuntun untuk bersabar karena satu hari kita cuma ngeluarin 3 FF. Mohon maaf *bow* .. we already PM you ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “My Regret [1.2]”

  1. nisaaaaa…! aku bc FF ini semalem,tp ga bs komen, huhuhu.
    nice FF,nis! debutkah? menggigit nih ceritanya!
    lanjutannya jgn lama youw!

  2. Ah enk bgt punya 2sahabat cowok yg peduli bgt,, aku juga mauuu >,<
    Minho disini sifat ny dewasa banget,, i like it ^^

    Lanjutannya jangan lamalama yaa 😉

  3. Ya……maafin jin ki oppa ya hyun……kasian….jin ki oppa kliatan na nyesel banget deh….maafin yah…..*nunjukin puppy eyes*
    ehm….ff na bgus kok….aku suka crita na…lanjutan na jgan lama2 yah……anneyong….

  4. waah nicee.. ff nyaa baguss.. tapi kenapa namaku ga di sebutin di ff km nissaa.. kan aku yeojachingunya jinki.. wheheheee..

  5. ya ampun ho, kamu dreasa bangeylt sih ckckck..
    oh untung ya jinki ga jdi bunuh diri.. untung aku tahan dia. haha berasa yeoja chingunya hehehe

    keren ffnya menyentuh…
    lanjjuut

  6. ff-nya nyentuh bangeeeeeeeeeet. aku terharu baca kata-katanya Minho, jadi sedih sendiri ngebayangin Jinki kayak gitu. waaaa nice ff d(^.^)b

  7. Ya allah
    sedih bgt…
    Ji Hyun, jin ki jgn d salahin mulu, ayo minta maaf, fighting !!!

    Ff daebak lah ! Thumbs bwt author !!

  8. ih…seru seru seru !!!!!!

    aku sedih karena jinki menderita
    aku kesel karena itu c hyun egois banget ga mikirin perasaan jinki
    tapi aku seneeng ama karakter minoo disini 😀

  9. Sukses niy ffny buat aq sedih. Kasian ya jinki harus menerima beban yg sangatt berat itu,, si Jihyun juga beruntung banget dikelilingin 2 makhluk tuhan yang paling sexy *lho?*
    maksudqu peduli sama dia, mau dung jadi Jihyun. Yowess, lanjutkan author~

  10. omg nie salah satu ff yg buat hatiq tersentuh
    juga sangat sedih hiks…hiks…srooot
    kasian jinki padhal dia udah berusaha agar hyun memaafkanx,
    eh tpi dasar hyun keras kepala pdahal jinki udah nunggu slama 4 th
    aigo mino bijaksana banget waktu memberi pencerahan(?) buat hyun agar maafin jinki

  11. Wah author..
    nama panggilan kita sama..hoho

    ksian bgt yah hdup.y jinki hrus d liputi rasa brsalah trus gara2 udh ngbunuh appa.y sendri..blum lg dongsaeng.y yg benci super sangat ma dia..ckck
    ayolah hyun,maafknlh oppamu i2..
    hoho

    ^^

  12. Itu tu beneran taemin suka ma yeoja yang namanya Hye Rin ?? Kyaaa~ .. Hye Rin itu kan nakorku .. Ternyata aku ma taemin memang jodoh .. #abaikankomenini ..

    FF nya bagus deh ..
    Tapi jinkinya kasiaaaan .. >.<

  13. Keren…!!!!
    Aku sangat tersentuh… tapi kasian banget ya onew, pasti onew juga frustasi…

    Pokoknya ni FF keren deh… jadi ga sabar pengen baca kelanjutannya….

  14. Aku baru sempet komen nih,,,,Hwa enaknya bisa jadi sahabat minho…jinki kasian banget di benci cuma karena gak sengaja

  15. Minho… aku suka minho disini..
    kyaaaa karakter minho keren eung…

    ji hyun ayo maafin onyu oppa dunk..
    kasian ngeliat onyu oppa sakit hati gara2 gak di maafin….

    Akku suka ff ini cuz menyentuh bangt… 🙂

  16. Aku dataaang.. *plakk* mian bru muncul.. Bru bs ol.. Admin, gomawo.. N mian.. Mianhae… *deep bow*

    smwa’a, mian ak bls komen’a bru skrg n blom bsa bls komen’a atu2.. *soal’a, ak ol pke hp*
    yg jls.. Gomawooooo pisan, udh baca ff prtma ku (yg alhamdulillah jdi), n gomawooo udh komen.. Krna komen’a sgt brti bnyk bwtku…
    *bow 90 drjt*

    bnyk yg sbel ma Ji Hyun ya? Aku jga.. *ga nnya* tp, ak lg seneng bkin karakter sadis.. *mlah jinki yg jd korban* peran mino dsni dwasa y? Ak bkin gtu krna mino kliatan’a emg dwasa… Hhe…

    sbnar’a ni ff oneshot.. Tp krna kpnjgn, mk’a djadiin 2 part.. Ak emg ga bs bkin oneshot ff…
    Skali lg ak ngucpin bribu2 gomawo bwt smwa’a..ga nyangka, da yg suka ma crita’a.. N ngmg2 soal menyentuh, pas bkin ni ff, ak jg nangis… *curcol*
    skali lg gomawo 4 reading my ff and gomawo 4 ur comment, friends… 🙂

  17. @Aku dataaang.. *plakk* mian bru muncul.. Bru bs ol.. Admin, gomawo.. N mian.. Mianhae… *deep bow*

    smwa’a, mian ak bls komen’a bru skrg n blom bsa bls komen’a atu2.. *soal’a, ak ol pke hp*
    yg jls.. Gomawooooo pisan, udh baca ff prtma ku (yg alhamdulillah jdi), n gomawooo udh komen.. Krna komen’a sgt brti bnyk bwtku…
    *bow 90 drjt*

    bnyk yg sbel ma Ji Hyun ya? Aku jga.. *ga nnya* tp, ak lg seneng bkin karakter sadis.. *mlah jinki yg jd korban* peran mino dsni dwasa y? Ak bkin gtu krna mino kliatan’a emg dwasa… Hhe…

    sbnar’a ni ff oneshot.. Tp krna kpnjgn, mk’a djadiin 2 part.. Ak emg ga bs bkin oneshot ff…
    Skali lg ak ngucpin bribu2 gomawo bwt smwa’a..ga nyangka, da yg suka ma crita’a.. N ngmg2 soal menyentuh, pas bkin ni ff, ak jg nangis… *curcol*
    skali lg gomawo 4 reading my ff and gomawo 4 ur comment, friends… 🙂

  18. 1. tidak ada yg sadar kalau malamnya laki-laki itu masih berada dimakam appa nya.
    mungkin kalo kalimatnya begitu, bisa terdengar lebih nyambung dan efektif. oke deh aku suka sm ff nya. bromance yg unik. kekeke~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s