TOCHI – Part 5

Cast :
Choi Minho SHINee / Incendiu
Kang Siyoung/ you
Kim Key bum SHINee / Dzayn
Lee Jinki/ Onew SHINee / Vady
Kim JongHyun SHINee / Povitrya
Lee Taemin SHINee / Lumina
Shin Hyosoo / me
Nichole / Saihi Fenrir (kalau yang ini aku pake nama girlband cz udah g kepikiran nama korea lagi)

**********

Author pov

Seperti biasa saat istirahat sekolah, mereka menghabiskan waktu dikantin.
“Taemin-ah, mana Siyoung” Tanya Jonghyun saat melihat Taemin datang sendirian.
“dia….masih sibuk, katanya akan menyusul” jelas Taemin dengan muka polos.
“kenapa kau meninggalkannya sendiri?” sekarang Jinki yang bertanya.
“dia yang memintaku untuk pergi dulu” jawab Taemin
“tapi seharusnya kau menunggu dan tidak meninggalkannya sendiri, kalau terjadi sesuatu???” bentak Minho tiba-tiba kepada Taemin.
“ah-hyung, ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba marah.? Dia kan hanya dikelas”
“ehm….a-ku” Minho terbata-bata menjawabnya.
“lihat mukanya merah” sahut Jonghyun saat melihat wajah Minho. Dan dengan cepat Minho memegang kedua pipinya, memeriksa.
“hei…ada apa denganmu Minho. Aku perhatikan kau semakin perhatian dengannya. Atau……” Kibum tidak menyelesaikan kalimatnya karena Minho segara membantahnya.
“apa yang kau fikirkan ki,
aku baik padanya karena kita ditugaskan menjaganya. apa yang aku lakukan selama ini itu termasuk tugas, jadi kalian jangan berfikiran macam-macam” bela Minho.
Tanpa mereka sadari ternyata Siyoung sudah berada disana berdiri dibalik tiang. Dia yang mendengar ucapan Minho itu merasa sakit hati, menangis lalu pergi bahkan sebelum menemui mereka.
Dari tempat Kibum yang memang duduk menghadap tiang dimana Siyoung tadi berdiri. Dia sempat melihat tubuh Siyoung yang berlari pergi.
“sebentar ya……aku ada urusan” ijinnya pada yang lain yang tak perlu dijawab karena dia langsung pergi.

End of Author pov

Kibum pov

Secara tidak jelas aku melihat tubuh Siyoung yang berlari, meskipun aku melihatnya dari belakang tapi aku yakin kalau itu Siyoung. ‘aish…pasti dia mendengar percakapan kami’
“sebentar ya…..aku ada urusan” tanpa menunggu jawaban aku langsung menyusulnya, mengikutinya berlari sampai akhirnya dia berhenti di taman belakang sekolah yang sepi. Dia duduk di salah satu bangku disana, aku bisa melihat dia menangis dari sini. Aku merasakan udara disekitarku berubah, angin yang menyentuh kulitku berhembus lebih kencang. ‘pasti karena dia’ pikirku.
Aku berjalan perlahan kearahnya dan duduk tepat disampingnya. Dia menatapku dengan matanya yang berair.
“Kibum” panggilnya yang memandangku dengan tatapan –kenapa-kau-bisa-sampai-ke

sini.
“Kibum,Kibum!!!!sudah kubilang kan, panggil aku oppa” gurauku dan menjitak kepalanya pelan.
“ah- oppa!” tanpa aba-aba dia langsung memelukku, meletakakan kepalanya tepat didadaku. Aku sempat terkaget namun kemudian aku membalas pelukannya, mengelus-elus rambutnya, memebelainya layaknya seorang oppa pada saengnya.

End of Kibum pov

Your pov

Dipelukkan Kibum, eh bukan maksudku….oppa aku merasa lebih tenang sekarang.
“Gomawo….oppa” ucapku dengan suara yang terisak-isak menahan tangis dan masih memelukknya.
“ini sudah tugasku” ucapanya ini…..’memang tidak ada yang tulus menyayangiku, mereka semua menganggapku sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan’
“bukan sebagai Ksatria langit, tapi sebagai seorang oppa. Siyoung oppa” kalaimatnya ini memebuatku sangat lega, ‘dia tulus menyayangiku sebagai saengnya’ ucapaku dalam senyuman dan bergerak menyamankan diriku dalam pelukannya.

End of Your pov

Hyosoo pov

Lagi-lagi, saat aku berjalan dikoridor sekolah dekat taman belakang. Aku tidak sengaja melihat Siyoung dan Kibum. Kali ini mereka benar-benar berpelukan. ‘ada apa denganku? Aku kan sudah tahu kalau mereka ada hubungan’ pikirku dengan memegangi dadaku yang tersa sangat sesak. ‘hati dan perasaanku tidak bisa berkompromi dengan pikiranku’. Hatiku terlalu sakit untuk melihat ini, aku memutuskan untuk pergi bersamaan dengan air mataku yang jatuh dari tempatnya.
Aku tidak perduli kalau sekolahku belum berakhir yang aku ingin hanya pergi jauh dari sini. Saat aku bertemu satpam penjaga sekolah, aku hampir dicegahnya. Namun karena melihat keadaanku dia membiarkanku pergi.
Aku seperti mayat hidup yang berjalan, pandangan kosong menerawang jauh entah kemana dan pikiranku pastinya tidak disini. Aku hendak menyeberang jalan tapi………..aku mendengar ritme panjang bunyi klakson sebuah mobil dan silau cahaya lampu didepanku.

End of Hyosoo pov

Nicole pov

Banyak kejadian hari ini yang membuatku sangat senang. ‘Si Tochi patah hati karena seorang Ksatria langit yang sudah membuatku seperti ini dan saudara tirinya juga patah hati karena salah paham’. Keadaan seperti ini sangat menguntungkan bagiku, aku tinggalkan Si Tochi bersama dengan Ksatria langit Dzayn dan malah mengikuti saudara tirinya.
Gadis ini sudah gila karena cinta sekarang, dia tidak sadar kalau ada mobil yang akan menabraknya. Aku bergegas terbang kearahnya, menyambar tubuhnya dan membawanya ke rumahku atau bisa disebut tempat persembunyianku selama dibumi.
Dia pingsan, mungkin karena shock tubuhnya juga tidak ada yang luka sama sekali. Aku membiarkannya istirahat di salah satu kamar yang ada disini.
“kau sudah bangun?” Tanyaku, saat dia membuka matanya setelah pingsan selama 6 jam.
Dia hanya menyengir dan mulai bangkit untuk duduk.
“aku dimana” tanyanya dengan pandangan mengelilingi ruangan.
“dikamarku, tadi kau hampir ditrabak. Untung aku lewat kalau tidak……” aku tidak meneruskannya.
“aku akan mati” sambungnya “terima kasih unnie” ucapnya kemudian. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Dan Dia terdiam lagi.
“kau kenapa Hyosoo?” tanyaku yang memang sengaja memancingnya.
“ya sudah kalau kau tidak mau bercerita, tapi aku siap mendengarkan kapan saja” pura-puraku. Yang kemudian hendak pergi.
“unnie!!!” aku tahu kalau dia akan memanggilku. Aku kembali duduk di depannya.
“ceritakanlah!!!” memasang senyuman palsu.
“aku…..aku………hanya merasa iri dengan saengku. Aku merasa dia selalu memiliki apa yang aku inginkan, dia selalu ditemani dengan teman-teman barunya itu dimanapun dia berada kecuali di toilet atau dikamar. Dan juga…………..Kibum” ceritanya.
‘ditoilet’ kenapa aku tidak terfikirkan selama ini. “aku bisa mengerti perasaanmu, Siyoung.”
“kenapa kau tidak mencoba meningkirkannya, dengan begitu kau bisa dapatkan apa yang kau inginkan” ucapku berhati-hati.
“maksudmu?” tanyanya bingung.
“ehm……maksudku. Jika adikmu itu menghilang dari kehidupanmu kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, bukan?” kali ini aku sedikit berterus terang,
Dia tampak berfikir.’kena kau’ batinku.
“apa kau mau ku bantu menyingkirkannya?”tawarku.
“apa yang kau bicarakan?” ekspresinya berubah malah dia sekarang berdiri.
“ehm….iya, aku akan membantumu menyingkirkanya. Bukankah itu yang kau mau?”
“kau ini gila, bagaimanapun juga dia adalah adikku meskipun bukan adik kandung. Tapi…………” dia tidak menyelesaikannya dan berlari keluar kamar bahkan keluar dari rumahku.
‘ternyata aku masih belum bisa memepengaruhimu, tapi aku sudah punya rencana lain’ aku tersenyum-senyum sendiri didalam kamar merasa senang karena besok semuanya akan dimulai.

End of Nicole.

Hyosoo pov

aku sungguh tidak mengerti apa yang Nicole pikirkan, ‘kenapa dia begitu tertarik untuk menyingkirkan Siyoung? Meskipun aku iri padanya, tapi dia masih adikku’. Seharusnya aku setuju dengan rencana Nicole tapi perasaanku tidak mengijinkan, entah kenapa aku sendiri juga tidak tahu.
Aku memandang kesekitar kenapa jalanan sepi sekali, aku harus pulang tapi naik apa?. Karena tidak menemukan satupun kendaran, aku hanya berjalan kaki menuju halte terdekat. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya ada juga Bus yang datang, aku langsung beregegas menaikinya.
Aku duduk didekat cendela, menyandarkan kepalaku disana. Masih terbayang-bayang apa yang terjadi hari ini. Aku melihat keluar cendela ternya ta hujan mulai turun, dan tanpa sadar Bus sudah berhenti dihalte yang lain, satu-satunya halte yang dekat dengan rumahku itupun masih harus berjalan sekitar 2km.
Aku berjalan mendekat kepintu untuk keluar, tapi saat akan membayar aku baru ingat kalau aku tadi pergi tanpa mebawa apapun. Aku merbah-rabah saku dan yang kutemukan hanya Hpku. Aku tidak punya pilihan selain menyerahkannya, meskipun harga naik bus tidak sebanding dengan harga Hpku.
Aku turun dari Bus dan masih hujan, aku berjalan sendirian kerumah dalam udara yang dingin.

End of Hyosoo pov

Your pov

Aku mondar-mandir diruang tamu,tapi ditemani dengan yang lain. Aku memandang jam tangnku sudah jam 9 malam. ‘kemana saja dia tanpa membawa tasnya?’ pertanyaan itu muncul dikepalaku saat aku melihat tas unnie yang aku letakkan dimeja. Salah satu teman sekelasnya tadi memberikannya padaku.
Aku mulai kehilangan kendali, aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada unnieku apa lagi diluar sedang hujan.
“aku akan mencarinya” putusku. Berjalan kekamar mengambil mantelku.
“tunggu Siyoung kau bisa sakit, mencarinya dalam keadaan hujan seperti ini”Minho menjegahku.’pasti karena tugas itu’.
“apa perdulimu?” aku langsung menjawabnya dengan ketus.
“tentu aku perduli, aku …..” dia tidak meneruskan ucapannya.
“memang kenapa? Kerena tugas itu? Karena tugas menjagaku” aku masih ingat jelas apa yang dikatakannya tadi siang.
“tentu bukan….”jawabnya.’apa bukan?’ pikirku.
“lalu karena apa?” aku mencoba mencari tahu. Tapi dia malah menundukkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaanku. ‘lupakan itu, tidak ada alasan lain’ aku langsung memalingkan tubuhku dan beranjak pergi.
“karena aku menyayangimu Siyoung” tiba-tiba suara Minho meberhentikan langkahku. Aku bisa meresakan yang lain juga kaget seperti aku saat ini. ‘apa? Minho? Menyayangiku?’ aku sungguh tidak bisa menduga ini. Aku senang tapi pikiranku kini masih terlalu kacau. Aku tetep meneruskan langkahku yang tadi sempat terhenti.
Tapi saat aku memebuka pintu, unnieku sudah ada didepan pintu. Tubuhnya basah kuyup, keadaanya terlihat parah.
“unnie” tepat saat aku menyebut namanya. Dia menjatuhkan tubuhnya ke tubuhku. Unnieku pingsan tak berdaya.
“unnie,unnie,unnie” aku mencoba memanggilnya tapi dia benar-benar tidak berdaya.
“tolong” teriakku pada yang lain.

End of Your pov

Kibum pov

Aku dan yang lain memandangi Siyoung yang sedang khawatir menunggui unnienya. Siyoung duduk disamping ranjangnya dan memegangi tangan unnienya wajahnya terlihat sangat khawatir.
‘apa yang kau lakukan hari ini Hyosoo? Kenapa kau pulang dalam keadaan seperti ini? Apa yang menyebakanmu….?’pikiranku sendiri tidak karuan sama khawatirnya dengan Siyoung.
Minho memegang pundakku, aku menatap matanya yang mengisyaratkan untuk meninggalkan mereka berdua. Aku menggelengkan kepalaku tapi yang lain juga menatapku dengan tatapan yang sama dan kemudian perdi satu persatu. Dan pada akhirnya aku mengangguk setengah hati. Dan kemudian juga pergi meninggalkan mereka hanya berdua.

End of Kibum

*****

Pagi harinya.

Your pov

aku terbangun setelah tertidur disamping unnieku. aku memegang dahinya, memeriksa ternyata panasnya sudah turun. Aku tersenyum lega.’aku harus sekolah’
aku meninggalkan memo dimejanya dan meninggalkanya dalam keadaan tidur. Sebenarnya aku tidak tega tapi aku harus sekolah dan juga suhu badannya sudah turun.
“sampai ketemu lagi unnie! Nanati aku pulang unnie harus sudah sembuh ya…” ucapku sebelum akhirnya menutup pintu kamar unnieku.

End of Your pov

To be continued

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “TOCHI – Part 5”

  1. Kira-kira rencana apa yah yg bkal di lakuin ama nicole?????????
    Penasaran deh…….
    Lanjutan na jgan kelamaan yah…..anneyong….

  2. pengen, pengen, pengeeeeennnn…
    pengen pelukan sama key..
    *mupeng*

    kirakira c key bakalan suka ama c hyosoo juga gak tuh ?
    harusss suka, ah 😀

    part 6, part 6..
    jangan lamalama, ah .
    aku aja nungguin part ini lama sangaat 😦

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s