Our Rebellious Girl – Part 3 (End)

Author                  : storm

Cast                       : Dawn, Shinee

Genre                   : Family

Summary               : “Dawn bangunlah” Taemin mencoba membangunkannya. Kami semua histeris melihatnya menutup mata. hanya Key yang ku lihat tersenyum dan berkata “terimakasih Dawn”.

“World gives us two choices –to survive or to give up; to live or to die.”

Our Rebellious Girl (End)

Minho POV

“oppa..bangun..oppa!” seseorang memukul-mukul pipiku.

“emmm…” aku masih menggeliat di tempat tidurku.

“oppa…ayo bangun…aku mau pergi ini..nanti telat..” katanya sambil menarik tanganku.

“Dawn?” tanyaku pada gadis ini.

“iya aku. Emang ada lagi gadis 16 tahun yang cantik memanggilmu oppa? Hah?” katanya sambil berjalan menuju cermin berbentuk persegi dengan hiasan bunga disampingnya. Aku tersenyum mendengarnya.

“oppa..digerai atau diikat ke belakang?” gadis kecilku ini bertanya sambil menyisir rambutnya di depan cermin. Aku berjalan menghampirinya.

“diikat ke belakang” jawabku. Dia tersenyum. Manis sekali. Tangannya kemudian mulai mengikat rambut panjangnya ke belakang. Kusentuh kepalanya. kucium kepala gadis ini. kulingkarkan tanganku di lehernya. Gadis ini sekali lagi melihatku dari kaca. Dia tetap tersenyum. “aku pergi dulu oppa” katanya.

“ga boleh. Bahkan kalo semua oppa mu memberi izin, aku akan tetap bilang tidak.” Aku tetap memeluknya. Kupandangi adikku ini. dia berbalik menghadapku sekarang.

“oppa..aku sayang oppa..sangggattttt sayangggg..mmmuachhhh” dengan tersenyum dia mencium pipiku dan menghilang dari pelukanku.

“Dawn?” Kulihat sekeliling kamar ini. tapi tidak ada seorangpun di kamar ini. “Dawn?”kucari di kamar mandinya tapi tidak ada juga.

“Dawn,aku tidak mengizinkanmu pergi! Kau dengar?” teriakku sambil mencarinya di luar kamarnya. “Dawn?” “Dawn?”aku tetap mencarinya.

“DAWNNNN” tiba-tiba mataku terbuka. kulihat tembok berwarna pink mengelilingiku. Tuhan..hanya mimpi.. aku berdiri dari tempat tidurnya yang berwarna biru ini. kulihat beberapa tas di dekat pintu. sepertinya aku ketiduran. Kemarin hyung memintaku mengambilkannya baju ganti. “Hff..syukurlah..hanya mimpi” aku menarik nafas lega.

Kamar ini terlihat rapih sekali pikirku. Mejanya juga rapih. Kulihat beberapa foto dengan figura kayu tersusun rapih di atas mejanya. Ku ambil figura itu. Kulihat ada 5 orang pria dan gadis berusia 15 tahun di foto itu. Mereka semua sedang memegang ice cream. Gadis dengan ice cream di bibirnya itu tersenyum lebar. Dan lima orang pria itu berpose dengan menunjukkan ice creamnya. Aku menarik nafas panjang melihat foto ini. dada ini terasa sesak. kuletakkan lagi figura itu.

Ku ambil figura yang satu lagi. Kali ini kulihat gambar seorang gadis berumur 14 tahun masih dengan 5 orang pria yang sama. Gadis ini terlihat sedang menggembungkan pipinya. Seorang pria dari belakang melingkarkan tangannya di leher gadis ini. laki-laki yang paling tua terlihat sedang tertidur di pundaknya. Dan yang lain terlihat mengacak-acak rambutnya. Aku tertawa teringat kejadian di foto ini…..

*dug* *dug* *dug* *dug*

Suara langkah kaki dari lantai atas terdengar sampai bawah. Dawn tiba-tiba berlari ke ruang makan. “oppa..onew oppa mana?” tanyanya dengan panic.

“kayaknya masih tidur” jawabku.

“kalo key oppa?” tanyanya lagi.

“dia di…” belum selesai kujawab, Key sudah muncul dengan omelet di tangannya.

“kenapa? Pagi-pagi udah grasak grusuk aja” tanya Key.

“oppa..sepertinya aku sakit” Dawn tiba-tiba mengeluh pada Key.

Key langsung memegang keningnya. “ga panas” kata Key.

“bukan oppa..itu…” Dawn membisikkan sesuatu pada Key.

“APAAA???” teriakan Key langsung membuat ku dan Taemin yang sedang membuat roti kaget. “Kenapa?” kataku dan Taemin berbarengan.

“kau? Gila ya?” key menatapnya bingung.

“oppa..aku ga ngapa-ngapain..” Dawn mulai terlihat cemas.

“tiba-tiba begitu..” tangannya mulai bergetar. Wajahnya menunduk.

“oppa..jangan-jangan aku sakit parah..” dia mulai menangis.

Key memandangnya “kau tunggulah di kamar” pinta Key padanya. Key langsung berlari ke luar. Aku dan Taemin hanya memandang mereka cemas.

“Dawn kenapa?” tanyaku. Yang ditanya hanya melihatku dengan mata berkaca-kaca. Dan pergi ke kamarnya.

Sekitar 30 menit Key datang dan langsung berlari ke kamarnya. Key mengetuk pintu kamarnya dan menyerahkan sesuatu yang dia bawa dari luar. “ini..cepat pakai.aku tunggu di luar” kata Key padanya.

Kemudian terdengar Key berkata “ini, tiffany noona mau bicara padamu”. Aku semakin bingung. Kulihat kedua hyungku mereka juga tidak mengerti. Apalagi hyung tertuaku yang baru saja bangun.

Tidak lama Key turun. Kami semua menunggu penjelasannya. “Sebenarnya Dawn sakit apa?” tanya Jonghyun hyung padanya.

Key membisikkan sesuatu padanya. “APAA?” reaksi yang sama keluar dari mulutnya. Kami semakin bingung dibuatnya. Jonghyun hyung kemudian memberitau kami semua. Dan kami meresponnya dengan “APAAAA???”

“Anak ini benar-benar mengejutkan” pikirku

Tidak lama Dawn turun. Kami semua tertawa melihatnya.

“jadi berdarah?” kataku. Dawn hanya mengembungkan pipinya

“aku kan ga tau oppa..” katanya sambil memainkan kedua tangannya.

“cewek bisa ga tau gimana sih?makanya jangan kayak cowok” onew hyung langsung menceramahinya.

“gimana bisa ga kayak cowok. Orang tinggal bareng cowok” balasnya. Kami semua hanya tertawa mendengar mereka berdua.

“adikku sudah besar..” jonghyun hyung langsung mengacak-acak rambutnya. Gadis ini hanya menggembungkan pipinya.

“Tuhan..aku tidak sanggup menghadapi ini”. Tanpa kusadari air mata jatuh kepipiku. Dadaku terasa sangat sesak mengingat semuanya. Ku terjatuh di tempat tidurnya. Air mata yang jatuh ini membasahi bantalnya. ku semakin menekan wajahku ke bantal berwarna baby blue ini. Tanpa sengaja kurasakan sesuatu di bawah bantalnya. Ku ambil benda itu. Sebuah buku bertuliskan tahun 2010. Kubuka buku itu. Kulihat gambar 5 orang pria di halaman pertamanya. Ku buka halaman selanjutnya. Kutemukan beberapa tulisan.

February 10, 2010

Dokter bilang obat sudah tidak bisa lagi menyembuhkan ku. Aku harus disuntik insulin katanya. Cih! Perduli setan dengan perkataan dokter itu. Siapa yang mau berdekatan dengan jarum? :@ tapi aku masih mau hidup TT.TT

aku harus berjuang! SEMANGAT!

Hey YOU, a very thin thing in this world which makes people BLEED, HERE I COME! I know that we are enemy forever. But in order to make me LIVE LONGER, let’s be FRIEND now. No matter how many times you HURT me, I will STAY CLOSE on you. Damn you!

DAWN BERJUANG!! O^^O

February 14, 2010

Aku membuang coklat dan blackforest yang diberikan onew oppa dan jonghyun oppa. Kulihat mereka terkejut dengan sikapku. Tapi aku harus melakukannya. Aku harus membuat mereka membenciku.

March 15, 2010

Kali ini aku membuang nasi yang diberikan oleh Taemin oppa. Aku tidak mau memakannya. Aku takut sakitku ini tambah parah. Kulihat wajahnya kaget saat melihat tindakanku. Oppa maaf tapi aku harus melakukannya.

April 7, 2010

Pagi ini aku terbangun dengan wajah pucat. Aku panik. Oppa pasti akan khawatir bila aku keluar dengan wajah pucat yang mengerikan ini. Aku memakai make up. sudah ku pakai tapi kurasa wajah pucatku ini belum juga tercover. Aku memutuskan menambah make up ku lagi. Lalu terlintas di pikiranku untuk memakai rok seragamku yang kependekan itu. Di meja makan semua oppa melihatku dengan tatapan tidak percaya. Aku berharap oppa membenciku.

Sore harinya tanpa sepengetahuanku Key oppa menjemputku. Dia melihatku bersama Sky. dan habislah aku! Key oppa sudah mengetahui tentang penyakitku ini. kali ini aku benar-benar berharap dia mau menutup mulutnya.

April 20, 2010

Kurasakan perlakuan Key oppa berubah padaku. Aku senang melihatnya. Rasa benci sudah timbul sepertinya. Tinggal 4 oppa lagi. Tapi ku yakin. Oppa akan terpengaruh dengan sikap Key oppa.

May 5, 2010

Aku sudah tidak tahan dengan semua ini. tubuhku semakin kurus. Wajahku semakin pucat. Kupikir sudah waktunya aku menyerah. Tapi…aku mau membuat kenangan bersama oppa-oppaku sekali lagi. Maaf oppa tapi ini terakhir kalinya aku merepotkan kalian. setelah itu aku akan pergi…

Kututup halaman terakhir di buku itu. Dawn..seandainya kau bilang dari awal.pasti kami akan memberikan yang terbaik untuk mu. Kami akan mencarikanmu dokter yang terbaik. Ke rumah sakit terbaik. Kemanapun Dawn..kemanapun…

Drttttt…drrtttttt..

Ponselku bergetar. Taemin?  Jantungku mulai berdetak kencang ketika membaca nama di layar ponselku. Kuharap tidak terjadi apa-apa. Tuhan..kumohon..

“Ya Taemin..” aku menjawab telfonnya.

“Hyung..cepat ke rumah sakit..Dawn..Dawn..” suara Taemin terlihat sangat cemas.

“Dawn kenapa???”

***

Drtttttttt…drtttttttttttt

Ponselku bergetar lagi.

“Ya hyung, aku sudah di rumah sakit” aku berlari ke ruangan Dawn dirawat.

“Cari Key dulu. Dari tadi aku menelfonnya tapi tidak diangkat.” Kata Jonghyun hyung.

“Key?” tanyaku ulang.

“ya..mungkin masih di rumah sakit ini. Taemin juga sedang mencarinya” kata hyungku. Aku segera menutup ponselku dan mulai mencari Key.

“key..dimana kau?” tanyaku dalam hati. Sambil berlari aku mencari Key. Kulihat ruang tunggu tapi tidak ada. Di Kantin juga tidak ada. Kucoba mengingat arah perginya kemarin. Kususuri jalan yang kemarin Key telusuri. Sampai kutemukan sebuah ruangan kecil yang hangat.

Kulihat seseorang sedang berlutut dan menundukkan kepalanya. kudengar orang itu berdoa “Tuhan..ku mohon sembuhkanlah adikku..aku memohon padamu Tuhan..” aku mengenal suaranya. Key? Sudah lama aku tidak melihatnya berdoa seperti ini. air mataku jatuh melihatnya berdoa seperti ini.

Tapi tanpa kusadari tubuhku mengikuti gerakannya. Aku berlutut dan ikut berdoa “Tuhan ku mohon kuatkanlah Dawn. Sadarkanlah dia. Tuhan kumohon berikan yang terbaik untuknya..” key menengok ke arah ku.

“Minho?” dia menghapus air matanya. Aku tersenyum.

“sudah berapa lama kau disini?” tanyaku.

“dari semalam” jawabnya.

“ayo cepat. Kita harus ke ruangan Dawn sekarang” kataku

“ada apa dengannya?” tanyanya cemas.

“entahlah aku juga baru sampai” jawabku singkat. Kami segera berlari ke ruangan Dawn.

***

Knock..knock

Kami mengetuk pintu dan membuka pintu ruangannya. Kulihat hyungku dan Taemin sedang berdiri di samping Dawn. Onew hyung menggenggam erat tangan Dawn. matanya bengkak. Begitupun dengan Jonghyun hyung dan Taemin. Aku menghampiri adikku yang sedang tertidur ini. ku usap kepalanya.

“aku akan melakukan apapun untuk membuatmu sadar Dawn” bisikku di telinganya.

“hyung, Dawn kenapa?” tanyaku.

“tadi detak jantungnya melemah. aku takut sekali. Jadi kuminta taemin menelfonmu.”kata hyung sambil menggenggam erat tangannya.

Ku lihat Key memandangnya sedih. matanya berkaca-kaca saat melihatnya. Key mendekatkan bibirnya ke telinganya “Dawn aku berterimakasih karena kau mau bertahan sampai di rumah sakit. Tapi Ku mohon sekali lagi Dawn. bertahanlah selamanya. Demi aku” air mata jatuh ke bibir Key dan membasahi rambut Dawn yang panjang. “Tidak jika bukan demi aku. Demi onew hyung atau siapapun. Berjanjilah padaku Dawn. Bertahanlah” kemudian Key mencium kening Dawn.

Tidak lama ku lihat matanya terbuka. “Dawn, kau sudah sadar?” tanyaku. Key yang baru saja menciumnya langsung memegang tangannya. Kami berdiri mengelilingi tempat tidurnya. Matanya melihat kami satu persatu. Dia tersenyum.

“oppa..” suaranya hampir tidak terdengar. Tangannya menggenggam tanganku dan Key erat. Bibirnya tersenyum. Tapi lama kelamaan, kurasakan genggaman tangannya melemah.

“oppa…a..” Dawn mencoba mengatakan sesuatu. Key mendekatkan telinganya. Air mata Key semakin deras membasahi pipinya. Kulihat Dawn menutup matanya dengan senyum dibibirnya.

“Dawn bangunlah” Taemin mencoba membangunkannya.

“Dawn..banguuun..” Kami semua histeris melihatnya menutup mata. hanya  Key yang ku lihat tersenyum dan berkata “terimakasih Dawn”.

***

Onew POV

“kaliannnn lama sekali turunnya..nanti terlambat!” Key langsung menceramahi kami ketika melihat kami di ruang makan.

“Kau cepat turun dari punggung oppa mu” kali ini bukan aku saja yang kena ceramah tapi Dawn yang sedang berada di punggungku juga. Dia segera turun dari punggungku sambil cemberut.

“oppa galak sekali pagi ini” katanya pada Key.Key langsung memberinya tatapan tajam.

“dia lagi PMS ya?” tanyanya pada Minho. Yang ditanya langsung menahan tawa dan mengangguk.

“AWW..” Key yang mendengarnya langsung memukul kepala adik perempuannya itu.

“ayo cepat duduk dan berdoa” ujarku memotong permainan mereka.

“Tuhan terimakasih karena masih mengizinkan Dawn sarapan bersama kami.” Key memimpin doa kami. “kami berjanji akan selalu menjaganya. amin” Dawn menatap Key dalam. Dia tersenyum.

“mmuach..aku sayang oppa” satu ciuman mendarat di pipi kanan Key. Kami semua kaget melihatnya. Hanya Key yang tersenyum senang.

“Dawn” Minho memanggil Dawn dan memberikan pipi kirinya.

“ini..cium aku juga”  tapi Dawn hanya memberikannya tatapan aneh

“aku tidak akan mencium bad boy sepertimu oppa” katanya.

Minho langsung menaruh rotinya di piring dan berkata “bad boy?? Kau..” belum sempat Minho melanjutkan kata-katanya, ponselnya berbunyi

“ya noona..ya hari ini aku ke kampus. Jangan lupa bawa pesananku ya noona cantik. terimakasihhh” Katanya pada noona di seberang sana sebelum akhirnya menutup ponselnya.

“Noona cantik?” Kami semua serempak mengatakannya.

“kenapa?” minho bertanya heran pada kami.

“I always knew you were a bad boy..” tiba-tiba Dawn menyanyikan lagu run devil run dari Kesha. kami semua tertawa mendengarnya.

Minho menoleh ke arahnya dan berpura-pura mencekik lehernya. “kauuu…”

“oppa…tolong..” Dawn menggoyangkan bahu Key yang langsung direspon “aku akan menelfon polisi. Tapi nanti setelah aku makan roti ini” kata Key.

“kau..aku bisa mati duluannn” katanya sambil memukul tangan Key.

“ahahaha” kami semua tertawa melihat mereka.

beginilah pagi- pagi kami selama tiga tahun ini. selalu saja ada yang membuat kami tertawa. Ya, sudah tiga tahun kami menjalani pagi dan malam kami bersama Dawn. Dia berhasil melewati hari-hari kritisnya. 3 bulan pertama mungkin bulan terberat baginya dan juga kami. Tapi kami berhasil melewatinya. Sekarang sudah tidak ada lagi jarum yang masuk ke tubuhnya. Pipinya juga mulai berisi. Walaupun masih memakai make up. tapi sudah tidak setebal dulu lagi. Aku senang melihatnya seperti ini. “aku tidak akan membiarkanmu menjadi rebellious girl lagi Dawn. aku berjanji.”

$$$

Dawn POV

“Dawn aku berterimakasih karena kau mau bertahan sampai di rumah sakit. Tapi Ku mohon sekali lagi Dawn. bertahanlah selamanya. Demi aku. Tidak jika bukan demi aku. Demi onew hyung atau siapapun. Berjanjilah padaku Dawn.” kurasakan seseorang berbisik di telingaku dan mencium keningku. Aku membuka mataku perlahan.

“oppa..” aku tersenyum melihat semua oppaku. Banyak sekali hal yang ingin kukatakan. Tapi mata ini terlalu berat. Tenggorokan ini terasa kering sekali. Aku menggenggam erat tangan Key oppa. Dia menatapku sendu. Tubuh ini lemah sekali.

“oppa..a..” key oppa mendekatkan telinganya ke bibirku

“oppa..aku..akan…bertahan..”

***

STORM POV

Someone told me this:

“Storm, if the world tells you that you’re going to die.

or if you think, you  have no one support you.

Always be sure that you always have your heart support you.

And even if your heart chooses to give up.

You should force yourself to live.” 😉

P.S: WELCOME BACK STORM ^.^ … we love you ^o^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

54 thoughts on “Our Rebellious Girl – Part 3 (End)”

  1. Annyeong ^^ I’m new reader.

    FF nya keren, aku ngakak ketika flashback dawn yang pertama kali menginjak kedewasaan :D. Aku membayangkan gimana ekspresi dawn yang polos dan mengatakannya pada key “sepertinya aku sakit parah” hahahaha. FFnya penuh kejutan, pertama aku kira dawn ‘pemakai’ ternyata ga, aku kira dawn ‘hamil’ karena pergi bersama cowok misterius, dan aku kira dawn meninggal ternyata dia selamat. Huwaaaahh Daebak~
    Mian aku baru komen dipart ini :(.

  2. Good job, Storm…
    Ceritanya bagus banget…
    Jadi Dawn gak mati, kan…
    Dia memilih untuk tetap berjuang hidup…
    Dia punya semangat hidup yang tinggi…
    Iyalah, harus… Didukung oppa2 yang cuakep, baik,
    dan penyayang seperti mereka… Dawn harus hidup seribu tahun lagi…
    *kayak lagu

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s