VENUSTRAPHOBIA – PART 1

VENUSTRAPHOBIA

PART 1

Peringatan! FF ini untuk yang berumur 17 TAHUN KE ATAS ! Yang merasa di bawah 17 tahun… boleh baca sih TAPI JANGAN PEROTES YA karena part terakhirnya AKAN DI PROTECT. Terima kasih atas perhatiannya ^^

Author            : Wiga

Editor           : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : PG 15-NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

***********

“ Jangan sentuh aku!!!”

“ Sakit.. Lepaskan!!”

“ Sakit.. HENTIKAN!!!!”

“ JANGAN SENTUH AKU!!!”

“ TOLOONG..”

“ ARRGGHHHHH”

************

“ LEE JINKI!!! TAK ADA ALASAN LAGI!! POKOKNYA KAU HARUS MENIKAH!!!” Lee Donghae berteriak kepada anaknya. Ia mengebrak meja saking kesalnya karena sikap anaknya yang selalu mengacuhkannya.

“ ANDWAE APPA.. AKU BARU LULUS KULIAH, DAN BARU SAJA BEKERJA!! AKU TIDAK MAU MENIKAH!!” Lee Jinki menatap appanya tajam.

“ Dengar, adikmu saja Lee Taemin sudah menikah tahun lalu!! apa kata orang-orang jika kau masih menunda pernikahan mu!! kau sudah 26 Tahun Lee Jinki!! sudah cukup umur!!”

“ ANDWAE!!”

“ Kau tidak lihat umma mu sakit-sakitan karena malu!! tetangga bilang kau itu homo!!”

“ HOMO??????? MEREKA SUDAH GILA!! appa, kau tidak bisa memaksakan kehendakmu!!”

“ AKU BISA!!! KARENA AKU ADALAH APPAMU!! minggu depan pernikahanmu akan segera dilangsungkan!! appa sudah memilihkan calon istri untukmu!!!”

“ ANDWAE!!!!”

*************

Flash Back (Jinki POV) :

“ Yaa!! mengapa kau menolakku!! aku ini ketua club cheers!! yeoja paling cantik dan popular di sekolah ini!! apa kau sakit mata Lee Jinki!!” yeoja itu membentakku dihadapan semua orang.

aku hanya diam menunduk. kepalaku berdenyut sakit sekali, perutku mual.. rasanya aku ingin muntah.

“ Lee Jinki.. tolong jangan bikin aku malu, setidaknya kau harus menerimaku sekarang, selanjutnya terserah kamu, jebal.. mau ditaruh dimana mukaku jika mereka semua tahu aku ditolak seorang namja culun seperti mu.. jebal Lee Jinki..” yeoja itu berbisik sambil memegang tangan ku.

“ AAIISSHH… JANGAN SENTUH AKU!! LEPASSS!!” aku berteriak keras menghindar dari yeoja itu. aku ingin segera berlari menuju toilet, namun suara yeoja itu menghentikan langkahku.

“ Sudah kuduga!! kau ini ternyata memang HOMO, Lee Jinki.. Teman-Teman.. tidak salah lagi.. NAMJA INI MEMANG BENAR HOMO..” tiba-tiba yeoja didepanku berseru keras didepan teman-temannya.

“ iiihhh.. cakep-cakep HOMO!!”

“ Pantas aku ia tidak pernah melihatnya berjalan dengan seorang yeoja disekolah ini..”

“ dengar-dengar, Ia berpacaran dengan Lee Taemin, namja kelas 1..”

“ iihh najis.. kok ada yaa Homo disekolah kita..”

“ temanku 5 kali ditolaknya, eh ternyata dia sukanya sama namja..”

“ huuueekkk.. aku jijik.. orang Homo harus pergi dari sekolah kita!!”

“ HOMO!!! Matilah kau!!”

seluruh orang berseru kata-kata yang sama.

“ AKU BUKAN HOMO!!!” teriakku kencang sambil berlari kearah toilet.

**************

aku mencuci tanganku berkali-kali di toilet. kemudian kuseka hidungku yang sudah mengeluarkan darah. untunglah darah itu keluar saat aku sudah ditoilet.

“ AIIISSHHH… AKU BENCI YEOJA ITU!! DAMN!! “

aku merengut sebal, untung di toilet ini tidak ada siapa-siapa,

“ AKU BUKAN HOMO, BASTARD!!” aku berbicara sendiri di cermin.

“ iya hyung, kau memang bukan homo.. kau hanya alergi wanita..” tiba-tiba Lee taemin, dongsaengku sudah berada dibelakangku.

“ mereka semua kejam, berbicara seperti itu tanpa tahu fakta yang sebenarnya.. sabar yah hyung..” lanjutnya pelan.

“ Yaa!! mengapa kau ada disini taeminie?? pergi..!! orang-orang bodoh itu pasti makin berpikir jika kita benar-benar homo!! pergiiii…” aku berkata kasar, sambil terus mencuci tangan ku.

“ Sudah lah hyung, tangan mu sudah bersih.. berhentilah kau membuang-buang air di wastafel..” gumamnya sambil tertawa.

“ aiiisshh… mau dicuci berapakalipun, tangan ini tetap saja kotor!! damn!! aku lupa bawa antiseptic..”

“ memang susah ya, jika punya penyakit aneh seperti mu, ada-ada saja..”

“ DIAM KAU!!”

“ penyakit kok alergi wanita, dimana-mana yang namanya alergi tuh alergi seafood, alergi dingin, alergi udang, alergi debu, lah ini.. alergi wanita..”

“ KELUAARR!!! AARRGGHHH…..!!!!”

Flash Back End..

***********

ya, inilah aku..

Lee Jinki..

seumur hidup aku tak pernah berpacaran, tak pernah jatuh cinta. menyentuh wanita saja aku tidak pernah. pada waktu SMP, SMA, dan Kuliah semua teman-teman ku memanggilku homo. karena aku selalu menolak gadis-gadis yang mengejarku.

sebenarnya inilah alasan mengapa aku tidak ingin menikah.

aku alergi dengan wanita.

kau heran..? aku pun begitu..

aku tidak tau kapan dari kapan ini terjadi, yang aku tahu aku tidak suka berdekatan dengan wanita. begitu ada wanita didekatku, aku langsung merasa pusing, mencium wangi parfum mereka aku pasti mual dan akhirnya muntah. mendengar tawa mereka yang cekikikan, kupingku langsung sakit. dan puncaknya jika aku bersentuhan dengan wanita, aku pasti akan mengeluarkan keringat dingin, dan mimisan, setelah itu aku merasa tubuhku sangatlaaah kotor sehingga aku harus mandi dan menggunakan sabun serta cairan antiseptic.

aku sudah berkali-kali periksa ke 7 dokter yang berbeda. 3 dokter menganggapku gila, 2 dokter bilang aku harus periksa ke psikiater, satu dokter bilang aku cacat mental, dan satu dokter lagi mengatakan penyakitku termasuk jenis penyakit langka, venustraphobia…

ck..ck.. hanya satu wanita yang bisa menyentuhku.. ummaku..

tapi satu hal yang harus kalian tau..

AKU BUKAN HOMO!!! yah, walau pun aku tidak tertarik dengan wanita, namun aku bukan homo.

***************

“ kau tampan sekali nak, memakai jas putih itu.. sangat tampan.. mirip appamu waktu masih muda..” bisik Umma pelan. aku hanya terdiam. rasanya aku ingin kabur saja dari mobil ini.

“ Gadis yang aku dan umma mu pilihkan sangat cantik Lee Jinki.. suatu saat pasti kau akan berterima kasih padaku..” gumam appaku gembira.

“ AIIISSHH.. APPA!! BAHKAN NAMANYA SAJA AKU TIDAK TAHU!! MENGAPA KAU NEKAT SEKALI SIH MENGADAKAN ACARA PERNIKAHAN MENDADAK SEPERTI INI!! MENGAPA KAU TIDAK MENGENALKAN KU DULU DENGAN NYA..!!!” aku berkata kencang kepada appaku. kalau saja dia bukan appaku, pasti aku sudah meninjunya.

“ kau kira aku akan mengulangi kebodohan ku beberapa waktu lalu?? disaat aku menjodohkanmu dengan so hyeon kau memuntahi wajahnya, kau ingat?? dengan gyuri kau menceburkannya ke kolam renang,, benar-benar membuat ku malu..”

“ TAPI PALING TIDAK KAN KAU HARUS MEMINTA PERSETUJUANKU DULU UNTUK MENIKAHI GADIS YANG KAU PILIHKAN!!! “ aku membuang pandangan ku ke luar jendela. beberapa menit lagi mobil ini sampai disebuah gereja mungil yang dipilihkan appaku untuk melangsungkan pernikahanku.

***************

aku berjalan didampingi appaku dan taemin menuju ke altar, disana sudah ada pendeta yang menungguku untuk mengucapkan sumpah dan melakukan pembaptisan pernikahan.

aku hanya memandang lurus kedepan dan berdoa mudah mudahan tidak terjadi hal-hal konyol terhadapku.

suara piano mulai berdenting, pertanda mempelai wanitaku sudah tiba dan berjalan menuju altar. dadaku mulai berdebar tak karuan saat wanita itu berdiri disebelahku. kutatap Ia sekilas, wajahnya tak terlihat karena ia menunduk, tubuhnya mungil, puncak kepalanya kira-kira sedaguku.

satu hal yang aneh.

aku tidak merasa mual sama sekali saat ia ada disampingku. entah parfum apa yang ia gunakan.

“ Bersediakah kamu, Lee Jinki, menikahi Park Nada.. baik sakit maupun sehat.. susah maupun senang??”

“ saya bersedia..”

terdengar hiruk pikuk kerabat, saudara dan teman-teman yang bersorak saat aku selesai mengucapkan sumpah.

“ cium.. ciuum.. ciuum..” mereka kompak berteriak agar aku mencium mempelai wanita. kulihat appaku mendorongku untuk mendekatinya.

lututku mulai gemetar.. kepalaku terasa sangat pening..

“ ciuum.. ciiuum.. ciiuumm..”

tiba-tiba pandanganku gelap.

*************

“ kau sudah sadar..??” terdengar suara yeoja ditelingaku. aku mencoba membuka kedua mataku. didepanku terlihat seorang yeoja memandangku dengan tatapan khawatir.

aku refleks bangun dari tempat tidurku dan bergeser menjauh dari yeoja itu.

“ YAAA!!!! SIAPA KAU!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!!!” aku berteriak keras padanya, kulihat wajahnya sangat terkejut.

“ aku park Nada.. ngg.. tadi kau pingsan.. aku…” dia menjawab terbata-bata.

aku menjauh darinya, berusaha bangun dan berjalan ke arah pintu. tapi aku menemukan keanehan diruangan ini.

ini bukan kamarku.

“ HEY.. INI DIMANA?? “ aku berkata ketus padanya. dia mengerutkan keningnya.

“ jinki ssi.. Namaku Park Nada.. bukan hey..” dia berkata pelan, namun tegas.

“ yeaahh.. whatever.. ini dimana???” aku bersikeras tidak ingin menyebut namanya.

“ ini apartemen kita, jinki ssi..” jawabnya pelan, ia melangkah menghampiriku membawa thermometer di tangan kirinya.

“ tadi suhu badanmu agak panas.. apakah kau sudah lebih baik..?” ia mengulurkan tangan nya ke keningku.

“ YAAAA!!!! JANGAN SENTUH AKUU!!!!!” aku berteriak kencang sambil menepis tangannya.

“ AAAIIISSSHHH…. “

aku mengibas-ngibaskan tanganku yang tadi sempat menyentuh tangannya.

“ GARA-GARA KAMU TANGAN KU KOTOR!!! LAIN KALI JANGAN PERNAH SENTUH AKU!! JANGAN PERNAH SENTUH AKU!! ARASSOOO!!!” aku meninggalkannya yang berdiri mematung menuju kamar mandi.

**************

“ aaiisshh.. dimana antisepticnya??” aku memaki dalam hati sambil mencari-cari antiseptic di kamarmandi, namun tetap saja tidak kutemukan. dengan terpaksa aku menghampiri yeoja itu.

aku keluar dari kamar mandi, huh.. dia tidak ada dikamar. aku mencarinya di ruang keluarga, dia juga tak ada disana, ku dengar ada suara-suara di ruang makan. segera aku berjalan menuju kesana.

ruang makan ini begitu luas, bersatu dengan dapur tanpa sekat. meja kayu besar dikelilingi dengan 4 kursi kayu berukir. kemudian disisi kanan terlihat dapur yang modern dan elegan dengan sentuhan minimalis.

yeoja itu sedang memasak disana.

“ YAAA!!! KAU TARUH DIMANA ANTISEPTIC!!” aku bertanya padanya dengan suara yang sedikit keras.

“ Panggil namaku.. aku mempunyai nama, jinki ssi..” katanya lemah sambil menatap mataku dalam-dalam.

“ AAIISSSHHH.. JANGAN MENATAPKU SEPERTI ITU!!! TUNDUKAN KEPALAMU SAAT BERBICARA DENGANKU.. !!! ARASSO!! INGAT!! JANGAN PERNAH MENATAPKU!!!” aku menegaskan kata-kataku yang terakhir.

“ aku…” kulihat matanya mulai berkaca-kaca..

“ SUDAH!! SEKARANG MANA ANTISEPTICNYA!!! Aku mau mencuci tangan ku yang kotor karena tadi kau sentuh!!!” kulihat dia terperangah dengan ucapanku, dia berdiri menunduk ada cairan bening yang menetes dari matanya.

“ HEEYY!!!! PALIIII!!!! MENGAPA KAU DIAM SAJA!! MANA ANTISEPTICNYA!!!” aku berteriak tidak sabaran.

dia berjalan menuju sudut ruangan dan mengambil antiseptic yang terletak di rak paling bawah.

kemudian Ia berjalan pelan sambil mengarahkan antiseptic itu kearahku..

“ YAAA!!! BERHENTI DISITU!! JANGAN PERNAH MENDEKATIKU!! JAGA JARAKMU JANGAN KURANG DARI 5 METER!! SEKARANG ANTISEPTIKNYA LETAKKAN DIMEJA!! AKU BISA MENGAMBILNYA SENDIRI!!” Aku panik saat dia melangkah mendekatiku.

“ jinki ssi, aku tau kau membenciku karena pernikahan ini. tapi bisa kah kau berbicara pelan kepada ku? kau tidak harus berteriak seperti itu..” dia meletakkan antiseptic itu dimeja, kemudian menangis dan berlari ke kamar.

“ aaiissshh.. baru begitu saja sudah nangis.. dasar cengeng!!” aku menggerutu pelan.

****************

perutku sangat lapar.

kulihat jam dinding sudah jam 7 malam, ini waktunya aku makan. tapi di meja makan sama sekali belum ada makanan.

“ tok.. tok.. tok..” aku mengetuk pintu kamar.

tak lama kemudian yeoja itu keluar, tampaknya Ia habis mandi, tubuhnya harum sekali.

aku mundur 3 langkah saat ia berdiri di depanku.

“ ada apa jinki ssi..” ia berbicara pelan, wajahnya menunduk tidak menatapku.

“ aku lapar.. ingin makan.. pesankan aku makanan!!” ujarku kepadanya.

tiba-tiba dia mengangkat mukanya, bibirnya cemberut, matanya tajam menatapku.

“ AAIIISSSHH.. SUDAH KUBILANG..”

“ aku tau jinki ssi.. aku tidak boleh menatapmu.. aku tidak boleh berada di dekatmu.. aku tidak boleh menyentuhmu.. aku masih ingat semuanya jinki ssi..” dia menggumam pelan.

“ waahh.. daya ingat mu lumayan juga.. sekarang pesankan aku makanan.. aku sedang ingin makan chinesse food.. cap cay, fuyung hai, kungpao chicken, dan kwetiau goreng..” perintahku kepadanya.

“ tak usah pesan, aku bisa buatkan itu semua.. sekarang bergeserlah 5 langkah ke kanan,,” katanya pelan.

“ bergeser ke kanan?? untuk apa??” tanya ku bingung.

“ aku ingin berjalan ke dapur, kau menghalangi jalan ku, aku tak ingin kau berteriak lagi jika aku tak sengaja menyentuhmu, “

***************

kita berdua makan dalam diam. aku duduk di sisi meja paling ujung, dan dia pun sebaliknya. dia makan sambil menunduk. diam-diam aku mengamati wajahnya.

dia lumayan cantik, dengan mata yang besar dan bibir yang mungil. tapi tetap saja dia wanita.

“ masakanmu enak juga..” secara tak sadar aku menggumam pelan.

kuakui, makanan yang aku makan sekarang sangat enak, rasanya tak kalah jauh dengan rasa masakan restoran chinesse food yang biasa aku beli. ummaku saja belum pernah masak seenak ini.

“ gomawoo.. “ dia menatapku sambil tersenyum.

“ YAA!!! KUBILANG..”

“ arasso.. arasso.. aku tak boleh menatapmu..” dia berkata pelan lalu kembali menunduk. tapi kulihat dengan jelas dia tersenyum.

“ ngomong-ngomong parfum apa yang kau pakai??” aku bertanya lagi padanya.

“ ngg.. memangnya kenapa, jinki ssi..”

“ aneh saja.. aku sama sekali tidak mual.. “ aku berkata jujur.

“ aku tidak memakai parfum jinki ssi.. hanya memakai bedak dan cologne untuk bayi karena kulitku alergi parfum..” dia menjawab pelan, wajahnya masih menunduk.

ohh.. kini aku tahu, mengapa aku tidak mual dan muntah saat aku berada di dekatnya, ternyata ia tidak menggunakan parfum yeoja melainkan memakai cologne untuk bayi..

yeoja ini.. sungguh berbeda..

***********

“ ambilkan selimut dan bantal.. aku tidur di sofa..” aku berkata memunggunginya.

“ ini jinki ssi.. mau aku taruh dimana..?”

“ taruh saja disofa.. matikan lampunya saat kau mulai tertidur.. SATU LAGI, JANGAN BERANI MENGAMBIL KSEMPATAN SAAT AKU TERTIDUR!! ARASSO!!” aku berbicara panjang lebar.

“ nee..”

***********

Nada POV:

baru saja Ia bersikap normal saat makan malam..

kini Ia mulai bertingkah menyebalkan lagi.

“ jangan tatap aku.. jangan berbicara padaku.. jangan menyentuhku.. aiisshh dia kira dia siapa?? “

aku jadi teringat cerita “ She’s My Ex Wife” karangan salah satu penulis idolaku “ Tazika” yang bercerita tentang seorang artis tampan yang dijodohkan dengan seorang wanita.  awalnya mereka sering cekcok karena masalah sepele, tapi novel itu berakhir happy ending. tidak seperti ku.. dijodohkan dengan pemuda tampan yang  sakit jiwa. huff.. aku tak tahu ending hidupku akan berakhir happy atau malah tragedy..

ahh.. satu lagi.. yang kualami juga mirip seperti novel“ My Lovely Servant “ karangan ‘Dhy’ salah satu penulis idolaku juga. ceritanya tentang tuan muda Key, yang arogan dan manja. kata-kata yang keluar dari mulut key juga hampir sama dengan kata-kata yang diucapkan jinki ssi tadi.. jangan tatap aku.. jangan berbicara padaku.. jangan menyentuhku..

huh.. jinki kan bukan tuan muda!! tapi dia itu suamiku!! mengapa dia memperlakukan ku seperti pembantu??

sebenarnya ada satu lagi novel favorite ku, judulnya “ My Past Future karangan Lana dan Karlie, tapi kisahnya bertolak belakang dengan hidupku yang mengenaskan ini. huuuff, andai suamiku seperti donghae di MPF..

sabar nada.. sabaar…

************

Jinki POV:

aku membuka mataku saat sinar matahari menembus jendela kamarku. ku lihat yeoja itu tidak ada di tempat tidurnya. aku berdiri pelan dan melangkah kekamar mandi, badanku sangat pegal karena semalaman meringkuk disofa, mungkin guyuran air dingin dapat menyegarkan tubuhku.

perlahan aku membuka pintu kamar mandi.

“ KYAAAAAAAAAAAAA!!!!”

“ AAARRRGGGGHHHHH!!!!”

Yeoja itu berteriak keras saat aku membuka pintu kamar mandi. begitu juga aku.. aku berteriak sekencang-kencangnya saat melihat tubuh yeoja itu tanpa mengenakan pakaian, hanya underwear yang masih melekat ditubuhnya.

aku berdiri membeku melihatnya, yeoja itu mencari-cari handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. kurasakan lutut ku mulai bergetar dan ada sesuatu yang mengalir disela-sela hidungku.

“ jinki ssi.. kau mimisan..” pekik yeoja didepanku.

namun aku tetap membeku ditempatku, sampai akhirnya aku tak bisa melihat apa-apa. pandangan ku gelap. kurasakan tubuhku merosot kelantai yang dingin.

samar-samar aku bisa mendengar suara yeoja itu berseru panik.

“ jinki ssi.. ya tuhaan.. kamu kenapa.. eotteoke?? eotteoke??”

*************

ia hanya menggunakan underwear..

tubuhnya basah..

rambutnya basah..

underwear berenda warna pink..

tubuhnya dililit handuk..

pikiran itu selalu menggema dikepalaku..

aku terbangun jam satu dini hari, kepalaku sakit bukan main. kini aku berada di tempat tidur, siapa yang telah mengangkatku?? yeoja itu kah?? tapi dimana dia??

aku memandang sekeliling kamarku, namun yeoja itu tak ada dikamar..

“ nngg..” ku dengar suara erangan lembut dari bawah tempat tidur.

aku melongokkan kepalaku ke bawah tempat tidur.

“ Ya tuhaan!! HEY!! BANGUN!! MENGAPA KAU TIDUR DI LANTAI?? KAU MAU SAKIT HAH?? BANGUN!!!” aku berteriak keras padanya, kuambil guling disebelahku dan ku pukul-pukul pelan ke wajahnya.

matanya perlahan mulai terbuka..

“ Jinki ssi.. mengapa.. berhenti memukulku dengan guling!!” Ia berdiri berjalan menuju sofa.

“ tubuhku rasanya sakit semua..” aku bisa mendengarnya mengeluh walaupun pelan.

“ SIAPA SURUH KAU TIDUR DI LANTAI!!! kau kan bisa tidur di sofa!!”

“ jinki ssi.. bisa kah kau berbicara pelan padaku.. sekarang masih jam satu pagi.. aku sangat mengantuk, baru tidur satu jam yang lalu..” yeoja itu merebahkan kepalanya disofa.

aku terdiam, dia baru tidur satu jam yang lalu?? berarti dia menungguiku dari pagi hingga jam 12 malam??

“ YAA!!! JANGAN TIDUR DULU!! AKU LAPAR BUATKAN AKU MAKANAN!!”

satu detik.. dua detik.. tiga detik.. yeoja itu tidak bereaksi.

“ HEY!!! AKU LAPAR!!! BUATKAN AKU MAKANAN DULU!! SETELAH ITU KAU BOLEH TIDUR LAGI!!!” aku sedikit berteriak untuk membangunkannya.

“ YAA!!! BANGUN!!! “

ternyata dia seorang yeoja yang cukup penurut.

kulihat perlahan yeoja itu mulai berjalan dengan malas ke arah dapur, dari dalam kamar bisa kulihat ia memakai celemeknya dan mengambil sesuatu dari dalam kulkas.

aku melangkah pelan menuju meja makan, kepalaku masih sakit walaupun tidak sesakit tadi.

15 menit kemudian masakan buatannya matang.

Ia meletakkan sepiring nasi yang disiram dengan tumisan ayam dengan paprika ditengah-tengah meja makan.

“ ini untuk mu jinki ssi..”

setelah itu dia duduk dan mulai memakan nasi bagiannya.

aku menyuap sedikit nasi dengan ayam diatasnya kedalam mulutku.

rasanya sungguh enak, aku tidak bohong.. ini enak sekali!!

“ apa nama masakan ini??” aku bertanya sambil mengunyah, kulihat dia makan makanan nya dengan mata setengah terpejam, dan tangan menopang di dagu. aiigoo, yeoja itu pasti sangat mengantuk.

“ mola.. aku asal memasaknya..” dia menjawab lemah.

woow.. asal saja bisa begini enak.. apalagi jika dia serius memasaknya.

ia hanya menggunakan underwear..

tubuhnya basah..

rambutnya basah..

underwear berenda warna pink..

tubuhnya dililit handuk..

kenapa aku jadi memikirkan hal ini terus??

tiba-tiba dia menyodorkanku sekotak tissue, raut mukanya berubah..

“ jinki ssi.. hidungmu berdarah lagi.. tadi saat kau tidak sadar, hidungmu juga terus-terusan mengeluarkan darah..  kurasa kau harus ke dokter..” dia berkata pelan.

“ tak usah!!! sebentar lagi darahnya juga berhenti.. kau tidur duluan saja!!”

***************

Nada POV :

“ apa yang terjadi dengan nya?? mengapa hidungnya terus-terusan mengeluarkan darah..”

aku mengambil handphone ku dan mengetikkan sebaris sms kepada salah satu temanku yang bekerja di rumah sakit seoul.

To        : Shim Yui

From    : Park Nada

“ hai Yui.. Annyeong.. maav mengganggu tidurmu.. aku hanya ingin bertanya.. apa nama penyakit yang gejalanya: wajah pucat, emosi tidak stabil, sering pingsan, dan hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah.. gomawo..”

5 menit kemudian yui membalas smsku

“ its okay sweety, aku sedang shift malam.. hehehee dari gejala-gejalanya aku yakin kalau itu leukemia. memang siapa yang sakit leukemia, Nada..?”

Ya tuhaan.. jadi lee jinki mengidap leukemia..

eoteoke??

***********

aku tidak bisa tidur sampai jam 4 pagi otakku penuh dengan banyak pertanyaan mengenai suamiku?? mengapa keluarganya tak memberitahuku jika Ia terkena leukemia?? akhirnya kuputuskan untuk bangun dan membuat sarapan.

kulihat Lee jinki tertidur meringkuk disofa, wajahnya masih pucat seperti kemarin, dan ada bekas-bekas darah yang telah mengering di sudut hidungnya. perlahan aku menarik selimutnya yang hampir terjatuh, lalu kunaikkan lagi keatas tubuhnya.

dalam kondisi tertidur seperti ini, kuamati wajah suamiku. dia sungguh imut, dan tampan.

well, aku tak mau membangunkan nya jika aku berada disini terus, jadi aku bergegas pergi kedapur untuk membuatkannya sarapan.

“ lee jinki sakit keras.. aku benar-benar harus sabar menghadapinya..”

**********

Jinki POV :

bau wangi apa ini??

aku membuka mataku, tercium bau yang sungguh menerbitkan air liurku dari dapur.

kulihat yeoja itu sedang menata makanan dimeja makan. tampak nya ia baru selesai memasak.

“ kau sudah bangun jinki ssi??” tanyanya pelan, tanpa memandangku.

aku tidak menjawab pertanyaan bodohnya. aku berjalan menuju meja makan, mengambil kursi yang paling ujung.

“ masak apa??” aku bertanya sambil memandangi makanan di hadapanku. bentuknya seperti spaghetti, tapi berwarna cokelat dan tanpa saus. hanya ayam giling yang terlihat memenuhi sela-sela spaghetti tersebut.

“ ini spaghetti tumis, jinki ssi.. aku tumis dengan ayam giling dan jamur dengan bumbu oriental. lalu yang ini fillet dada ayam panggang dengan saus tiram, dan yang terakhir ada salad wortel dan lobak dengan sedikit mayonise..” yeoja itu menjawab dengan semangat.

aku segera mengambil bagianku dan langsung menyendokkan banyak-banyak ke dalam mulutku.

“ hhh.. hanaahh!! hahi hhiinhaa haahisshaa..( ahh, Panas!! tapi jinjja masssiisstaa )”

“ pelan-pelan jinki ssi..” katanya sambil tertawa.

aku pun tersenyum.

saat mata kami saling berpandangan tiba-tiba dadaku berdebar kencang lagi. aku segera mengalihkan pandanganku.

entah mengapa debaran ini terasa begitu berbeda,,

**********

Nada POV :

Sudah 4 minggu kami menjalani hidup sebagai suami istri, lee jinki masih saja selalu berteriak-teriak kepadaku.setiap hari biasanya aku bangun lebih dulu untuk menyiapkannya sarapan. menu yang kubuatkan untuknya selalu berubah setiap harinya. dia paling suka jika aku memasak olahan ayam. saat siang hari ia sibuk dengan laptopnya, sementara aku menonton tv sambil memasak makanan untuk makan siang, setelah makan ia terus berkutat dengan laptopnya, dan aku tidur siang. malam kita makan bersama dan setelah itu dia menonton tv, sementara aku pergi tidur lebih dahulu.

ia tetap tidur disofa dan aku tetap tidur di tempat tidur.

**********

Jinki POV :

hari ini adalah hari terakhir aku bisa bermalas-malasan dirumah, besok waktu cuti 4 mingguku sudah habis, dan aku harus kembali bekerja dikantor seperti biasa.

padahal aku mulai terbiasa hidup seperti ini, setiap hari bangun sesuka hati, makan enak, dan tidurpun sesuka hati ku.

kuakui dari segi memasak, appa ku memang tak salah memilih yeoja itu sebagai istriku. makanannya sungguh enak. dan dia juga tidak banyak omong seperti yeoja –yeoja  umumnya. ia hanya berbicara jika aku bertanya.

ngomong-ngomong dimana dia?? mengapa apartemen ini terasa sepi sekali, biasanya jam-jam segini dia sedang sibuk memasak.

aku keluar dari tempat kerjaku menuju ke dapur untuk mengambil air minum, namun yeoja itu tak kutemukan disana, diruang tv pun dia juga tidak ada. aku melangkah ke kamar, kosong.

“ dia dimana siih??” aku sudah mencarinya kemana-mana, bahkan dikamar mandi, namun tetap tak ada tanda-tanda keberadaan nya.

“ PARK NADA!!!” aku berteriak keras memanggilnya.

hening.

“ YAA!!! PARK NADA!!! AKU LAPAR!!!”

tidak ada jawaban.

aiiisshh.. yeoja itu dimana?? mengapa dia pergi begitu saja!! aku kan suaminya, harusnya jika dia mau pergi keluar, dia harus minta izin padaku!!

*********

aku mondar-mandir tak karuan, kamar, dapur, ruang tamu, kamar mandi, ruang kerja, ruang cuci.. entah kenapa hatiku sungguh gelisah memikirkan yeoja itu. rasa-rasanya ada yang salah jika Ia tidak ada disini. aku lebih memilih dia ada disini walaupun terkadang membuatku jengah.

sudah 2 jam yeoja itu belum kembali juga.

“ aaaiisshhh.. YAA!!!! KAU DIMANAA!!!!”

kreeek.. tiba-tiba pintu sedikit terbuka, kulihat yeojaku masuk perlahan dengan banyak kantung plastik dikedua tangannya.

aku segera menghampirinya namun tetap menjaga jarak dengannya.

“ YAAA!!! DARI MANA SAJA SIIIHH!!!” seruku kepadanya. dia menatapku dengan wajah kebingungan.

“ aku.. ngg.. habis dari mini mart, belanja persediaan makanan, karena aku lihat dikulkas, sudah mulai kosong.. memangnya kenapa??” dia berkata pelan.

“ AKU.. nngg.. AKU LAPAR!! KAU INI!! JIKA KAU MAU KEMANA-MANA HARUSNYA IZIN DULU!!! “ aku menatap matanya tajam.

“ Jinki ssi..”

“ APA??” aku menjawab galak.

“ tidak.. tak apa-apa, aku.. ngg.. sadarkah jinki ssi, ini pertama kalinya kau menatap mataku saat kau berbicara?? “ dia berkata ragu-ragu.

BENARKAH?? Ya tuhaan..

aku langsung belari ke kamar mandi, dan menguci pintunya. kutatap wajahku di cermin besar.

Tak ada yang terjadi.

dadaku masih berdebar hebat, namun aku tidak mimisan, lutut ku pun tidak bergetar. aku lihat kedua telingaku memerah. aaiisshh..

“ jinki ssi.. kau tidak apa-apa??” terdengar ketukan pelan di pintu kamar mandi.

“ A.. AKU BAIK-BAIK SAJA.. BUATKAN AKU MAKANAN!! AKU LAPAR!!!”

aku berusaha terdengar biasa saja.

**************

aku melangkah pelan menuju dapur, kulihat empat piring makanan sudah tertata rapih diatas meja. baunya harum sekali. aku duduk dimeja makan, mengambil satu piring yang tampaknya steak ayam yang digoreng dengan tepung. dan disiram dengan saus kental. aku tidak tahu itu jenis masakan apa, namun baunya sungguh menggoda.

aku menunggu yeojaku sekitar 3 menit namun dia tidak kunjung datang. padahal perutku sudah keruyukan.

whats?? yeojaku?? sejak kapan aku memanggilny yeoja ku?? aiisshh aku pasti sudah gila.

“ YAAA!!!! KAU DIMANA???” aku berteriak memanggilnya.

hening.

“ HEYYY!!!!!” aku berteriak sejadi-jadinya.

dia setengah berlari menghampiriku.

“ ya tuhaan, jinki ssi.. ada apa?? mengapa berteriak??” dia menghampiriku panik.

“ YAA!! AKU LAPAR!! KAMU KEMANA SAJA SIH!! SELALU MENGHILANG!! KAPAN MAKAN NYA KALAU KAMU PERGI-PERGI TERUS HAAH!!!”

“ Jinki ssi.. kau kan bisa makan duluan, aku sudah meletakkan bagianmu dipiring besar.. mengapa dari tadi kau berteriak terus..” katanya pelan sambil menunduk, aku melihat wajahnya sedikit letih.

“ nngg.. KITA.. AAHH.. TERSERAHLAH..” aku duduk di ujung meja makan, mengambil makanan bagianku. kulihat yeoja itu perlahan berjalan kembali ke kamarnya.

huuffhh.. aku mencabik-cabik makananku. rasanya sungguh tak enak makan sendirian.

4 minggu ini aku selalu makan bersamanya disini, di meja ini. dan kali ini saat aku makan sendirian, entah mengapa aku jadi tidak berselera lagi menghabiskan makanan yang ada di depanku. padahal ini adalah makanan kesukaanku.

***********

jam 11 malam..

aku mematikan laptopku, leherku sangat pegal. aku berjalan pelan ke kamarku dan menutup pintunya tanpa suara. kulihat yeojaku sudah terlelap ditempat tidur, namun lampu kamar masih menyala.

“ aiissh.. dia selalu lupa mematikan lampu..” gerutuku pelan. aku berjalan ke tepian tempat tidur, untuk mengambil bantal dan selimut.

“ nggg..” kulihat dia mengerang pelan dalam tidurnya. aku menatap wajahnya sebentar.

raut mukanya tampak sangat letih, namun itu tidak mengurangi kecantikannya.

dia sungguh berbeda dari semua yeoja yang ku kenal..

tak terasa perlahan mataku mulai menutup..

************

Nada POV:

aku merasakan ada sesuatu menyentuh puncak kepalaku, ku paksakan membuka kedua mataku meski sangat berat. kulihat disampingku jinki ssi sedang tertidur, badannya miring menghadapku dan satu tangannya lurus menyentuh pncak kepalaku.

aku perlahan bangun, kulihat dia sedikit bergerak.

“ ya tuhan, mengapa namja ini tertidur disampingku?? apa yang harus kulakukan?? haruskah aku pergi?? atau tetap disini?? “

aku menimbang-nimbang cukup lama, dan akhirnya kuputuskan untuk tidur di sofa. aku tak ingin saat dia terbangun, dia berteriak lagi padaku karena aku ada disampingnya.

***********

Jinki POV:

aku menguap panjang..

haaahh.. rasanya nyaman sekali..

tunggu!! yeoja itu??

aku segera bangun dan melihat kesampingku. ternyata yeoja itu tak ada disampingku..

fiuuhh..

aku menghela nafas lega.

tapi dimana dia??

pandanganku beralih ke sofa, tampak tubuh mungil meringkuk disana, tangan nya terkulai menyentuh lantai.

“ mengapa dia pindah ke sofa??” aku bertanya dalam hati.

“ apakah semalam dia sadar aku tertidur disampingnya??”

aku terus memandanginya dari kejauhan, hingga akhirnya dia terbangun.

***********

“ MANA KEMEJA KERJA KU??”  aku berteriak padanya yang tengah menyiapkan bekal makan siangku.

“ di lemari .. jinki ssi..” dia menyahut pelan dari dalam dapur.

aku membuka pintu lemariku dengan kasar, susunan lemari yang sangat rapih dan teratur membuatku tidak bisa menemukan kemeja kerjaku.

aiiissshh, sudah jam setengah delapan pagi!! aku harus cepat bergegas.

“ YAAA!!!!DIMANA KEMEJAKU?? DILEMARI TIDAK ADA!!!” aku berteriak lagi padanya.

kulihat ia sertengah berlari menuju kamar dan menghampiriku yang berdiri di depan lemari.

“ SUDAH KUBILANG JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN KU!!!”
teriakan ku membuatnya mendadak menghentikan langkahnya.

“ JAGA JARAKMU!!!”

“ Ya tuhaan, jinki ssi.. bisa kah kau berhenti berteriak??” katanya pelan.

dia mencari-cari kemejaku didalam lemari pakaian, tak sampai beberapa detik, ia berhasil menemukan kemeja yang ku cari.

“ ini..” katanya mengulurkan kemeja itu ke arahku.

“ TARUH DI TEMPAT TIDUR!! PALIIIII!!!!”

dia memandangku kesal, kemudian menaruh kemejanya perlahan dan kembali lagi ke dapur.

aku cepat-cepat memakai kemejaku, kini tinggal memakai dasi.

“ DIMANA DASINYA!!!”

“ aku gantung di belakang pintu jinki ssi.. tolonglah kau cari dulu.. jangan berteriak-teriak terus..” katanya pelan dari dapur.

aku mencari-cari dasi dibelakang pintu lemari, kuambil cepat yang berwarna hitam dan langsung ku kalungkan ke leherku.

“ aaiissshh.. bagaimana caranya membuat simpul?? damn!!  AKU TAK BISA MEMAKAI DASI!!” aku berteriak lagi.

“PALIIII!!!!”

“ jinki ssi.. ya tuhaan.. kau kan bisa memintanya baik-baik.. jangan berteriak terus!! “ katanya kesal.

“ aku tak bisa memakai dasi!!!” aku mengeluh padanya.

“ memangnya selama ini bagaimana caramu memakai dasi??” tanyanya pelan.

“ umma..” aku menjawab jujur.

dia menghela nafasnya pelan, kemudian melangkah mendekatiku.

hey.. heyy.. mengapa semakin lama langkahnya semakin mendekat..??

ANDWAEE!!!!

“ STOP!!! STOP!!! STOPP!!!” aku berteriak lagi padanya.

“ ya tuhaann.. apalagi jinki ssi..”katanya bingung.

“ DARI AWAL KAN AKU SUDAH BILANG!!!  JAGA JARAK DENGAN KU!! TIDAK BOLEH KURANG DARI 5 METER!!! MENGAPA KAU SEKARANG MENDEKATI KU???” aku meraung-raung padanya.

“ Kau bilang kau ingin aku memakaikan mu dasi jinki ssi..” desisnya pelan.

“ IYA TAPI KAN KAU TAK PERLU SEDEKAT INI!!!! KAU TIDAK BOLEH DEKAT-DEKAT AKU!!! MUNDUR SEKARANG!!! PALII!!!”

Tapi dia tidak melakukan apa-apa.. hanya terdiam memandangiku, matanya merah dan berair. bibirnya bergetar, seperti nya hendak mengatakan sesuatu tapi ditahannya.

“ jinki ssi.. bisakah kau tidak kasar kepadaku.. hhh..mengapa kau selalu seperti ini padaku?? apa salahku?? hhh..sehari pun. kau tak pernah berhenti berteriak padaku… aku punya nama, jinki ssi.. Park Nada.. hhh.. bahkan saat kau minta tolong, kau tak pernah memanggil namaku..

aku bukan pembantumu, jinki ssi.. aku istrimu.. tapi kenapa…??” dia mulai menangis mengatakan itu semua. aku hanya bisa terdiam memandangnya.

“ bahkan kau selalu jijik melihatku, selalu berteriak saat jarak kita terpaut satu atau dua meter.. selalu mencuci tangan mu dengan antiseptic jika aku tidak sengaja menyentuhmu.. hhh.. aku bukan kotoran, jinki ssi..  taukah kau 4 minggu ini kau membuat hati ku sangat sakit..??”

“ jika ini semua adalah caramu untuk menunjukkan pada appamu bahwa kau membenci pernikahan ini.. hhhh.. kau berhasil.. aku siap kau ceraikan kapan pun kau mau…  ”

setelah berkata seperti itu, ia berjalan mengambil kopernya yang diletakkan dikolong tempat tidur, sambil menangis dan dengan tergesa-gesa Ia menaruh semua bajunya dikoper itu.

“ kau mau kemana??” tanya ku parau.

“ ini kan yang kau inginkan jinki ssi?? kau ingin aku pergi dari kehidupanmu?? sekarang kau tak perlu bersusah payah lagi untuk membuatku membencimu jinki ssi..  selamat tinggal..”

**************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

181 thoughts on “VENUSTRAPHOBIA – PART 1”

  1. astaga..

    jinki sayang., itu pita suaramu awetkah teriak2 begitu -_-

    sumpah di sini si jinki bikin keki ne..

  2. kereeennn nih chinguu…
    tapi miris bgt sih sama sifat Jinki di sini…
    kasar bgt….
    teriak2 mulu….
    emg sih demi nutupin kenyataan kalo dia alergi cewek….
    tapi kann….
    ga perlu kasar juga….
    aigoo.. betapa lembutnya Nada sama jinki…
    bener2 sosok istri idaman bgt….
    X)

  3. AstaJong……………,,Nangis banget aku Jinki Kenapa penyakitmu “Ajaib” gini sich??????

    Ayolah kembli normal, please

    admin gmana cr baca yang di proteck???

  4. ah, mian gak bisa ngomen soal cerita, soalnya ff ini mau disimpan dulu trs bacanya nanti. gak papa kaaan? yg penting kan ninggalin jejak. sekali lagi maaf buat penulisnya 🙂

  5. ya ampun hahhah :p jinki kok penyakitnya aneh banget ??! baru tau saya ada penyakit seperti itu heheheh :p

    ceritanya seru , keren , menarik dan ga ngebosenin… tapi saya kasian sama park nadanya 😦 jinki jangan galak galak dong heheheh :p

  6. Baru nemu ff ini >< suka sm ide critanya. Tp parah nyaaa karakter jinki disini kasian nada dibentak2 hihi lanjut ah ke chap berikutnya ^

  7. Hwaaa jinki oppa kenapa galak banget … Pasti ada masa lalu yang terpendam …aku ƍäª nyesil nih dapet rekomendasi ff bagus ffnya menarik bnget .. !! Fighting !!

  8. Ya ampun park nada,
    ya ampun autornim,
    salam kenal dulu, aku new reader,
    knapa ceritanya begini nyesek?? Rata2 part nya jinki BER CAPS LOCK semua,
    ucapan nada di ending part ini begitu menyayat, jinki sih ga mikir2 dulu klo mau berbicara,,

  9. Kyaaaaaa~ cerita nya seru. Jinki jahat bgt kesan nya disni triak2 kaya monster 😦 tp it jg krna dia alergi cewe si ya :(? It kelanjutan nya gmnaaa? Cere beneran?? Aaaaa~ ga sabar mau baca part 2 nya!

  10. Keren, aku sukaa gila jingki jangan teriak kya gt2 kshan nada,
    sharusnya jingki family jelasin pnyakit jingki, biar nada gk ngerasa d benci lg, dn brusaha untk membuat jingki smbuh yh hyusnya kya gt2, aishh jdi kshan lhat nada, oke next part, ,

  11. Ya Tuhan Jinki kenapa kamu sekasar itu. Aku sampe ikut nangis. Kasihan nada 😥
    Ffnya bagus thor, jarang banget aku baca ff dengan karakter jinki yang seperti ini.
    Lanjuttt..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s