{FFWL} 4th FFWL To Key

FFWL to Key

From: Finka a.k.a Fintaemin

Oke, surat ini kayanya termasuk dalam kategori surat cinta ya? Hehe.. Surat ini aku buat untuk men-discribe ‘Key’ menurut pendapatku J

Key.

Sebelum kenal sama dunia Kpop, ‘key’ itu bukan sesuatu yang berarti banyak buatku. ‘Key’ Cuma salah satu dari ribuan kata yang ada di kamus bahasa Inggris-Indonesia.

Key yang artinya kunci.

Anggapanku soal Key yang seperti itu terus berlanjut, dan akhirnya berubah pada tahun lalu. Tahun dimana aku kenal Kpop. Masuk ke dunia fangirl. Dan gabung ke fandom yang dinamain SHINee World. Fandom yang didedikasikan buat SHINee. Boyband Korea selatan yang punya 5 member. Salah satunya, Kim Kibum a.k.a Key.

Pertama kali denger nama itu, yang kebayang itu kunci. Kunci rumah, mobil, dll deh. Tapi setelah tau lebih jauh, pandanganku soal itu berubah.

Key yang disebut-sebut bukan benda yang digunakan buat ngebuka sesuatu yang terkunci. Well, mungkin ada benarnya sih. Ngebuka kunci hati para Lockets.

Dari cara dia senyum yang tulus. Ketawanya yang khas. Betenya yang bikin gemes. Sampe nangisnya yang bikin kita ikutan pengen nangis.

Key punya kepercayaan diri super tinggi, gak bermuka dua, dan selalu ngomong apa adanya. Dia ga sombong sama apa yang dia punya.

Key, Umma-nya SHINee. Seorang Umma yang perhatian dan cerewet. Tapi belakangan ini aku sadar, Key cerewet kaya gitu karena dia bener-bener sayang sama SHINee.

Key, orang yang selalu bikin mood anak-anak SHINee naik lagi. Dari yang tadinya bete, jadi senyum. Orang yang mau bangun pagi-pagi buat bikinin sarapan si Maknae. Orang yang bangun paling pagi buat bangunin anak-anak SHINee lainnya. Dan juga orang yang gak sekalipun ngeluh.

Key. Gak mau fansnya khawatir sama dia. Member yang paling rajin update me2day ataupun UFO. Bela-belain online buat bales-balesin tanggapan Shawol, padahal kita tau sendiri gimana padatnya jadwal dia.

Key. Sayaaaaang banget Shawol. Apalagi Lockets. Sekalipun dia sakit, dia gak mau nunjukinnya depan kita. Dan itulah kenapa Lockets juga sayang banget sama Key.

One more. Kim Kibum, yang udah bikin pandanganku soal ‘Key’ berubah. Dari yang tadinya ‘kunci’ jadi seseorang yang sangat berarti dan disayangin sama banyak orang.

Seseorang yang sekarang jadi salah satu dari sumber inspirasiku.

Saranghae Keybum-oppa~ Saengil Chukae!! 😀

PUZZLE – PROLOG

Author : Sharyne a.k.a Shaylee

Main Cast            : All SHINee member

Support Cast      : Imaginary Character, Super Junior member, etc.

New Jersey, USA

Lee family

“Em.. Girls, I think I have a bad news for you” Lee Kayoung menampakkan wajah serius kepada kedua anak kembarnya yang lahir dengan jeda satu jam itu, Lee Jiyoung dan Lee Kiyoung.

“What is it Mom?” Tanya si bungsu Kiyoung. Jiyoung mengikuti dengan anggukan sambil menopang dagunya di meja makan.

“We have to move back to Korea. There are some problems in our company there.” Jelas sang ibu.  Kiyoung membuka matanya yang sipit itu dengan lebar, mencoba mencerna apa yang barusan dikatakan oleh ibunya. “Pardon? Can you just tell your employee to do that for you Mom?” Continue reading PUZZLE – PROLOG

GOOD BYE MY FIRST LOVE

GOOD BYE MY FIRST LOVE

Main cast         :

–          Shim DaeRi

–          Lee Jin Ki  (Onew)

–          Kim Ki Bum (Key)

–          Han HyeRi

Genre              :

–          Romance

By                   : Naniesa.k.aNinieSHINee

N.B                 : Annyeong ^^ mian banget ya sebelumnya nggak pernah SAY HI dulu sama kalian semuaa *bow* ini ff pertama kuh lo! Jadi jangan kaget kalau ceritanya gaje banget soalnya masi tahap belajarJ .. Happy Reading yachinguuu …

DaeRi POV

Aku dan Key berteman dekat semenjak kecil. Key adalah orang yang paling bisa mengerti aku. Mungkin itulah penyebab adanya sebuah perasaan pada Key yang menyelinap dalam relung hatiku, perasaan ini berbeda bukan sekedar pertemanan semata. Aku sangat berharap dapat terus bersama Key selamanya. Continue reading GOOD BYE MY FIRST LOVE

LOVES’WAY – LOVELY DAY [2.2]

LOVELY DAY [2.2]

Main Cast: Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin, SHINee

Support Cast: Super Junior

”Ya! Yang hari ini akan latihan dengan Taemin…”ledek Hyo Jin begitu kami sampai disekolah.

Aku tidak mempedulikannya dan terus berjalan menuju kelasku dan seperti biasa sudah ada Key disana, terkadang aku ingin bertanya padanya jam berapa dia berangkat sekolah tapi kemarin saat aku datang pagi dia belum datang jadi jam berapa dia biasanya datang ya? Seperti biasa pula dia sedang sibuk membaca buku. Sampai sekarang aku tidak pernah tahu apa buku yang dibacanya. Aku berjalan melewati mejanya dan menyapanya. Continue reading LOVES’WAY – LOVELY DAY [2.2]

I Love You Just The Way You Are :)

Title     : I love you just the way you are  🙂

Genre  : Romance

Rate     : : PG

Cast     : Lee Jiyeon, Kim ‘Key’ Bum, Nicole, Hae Na, Krystal, Sulli.

Author : mutiaadha

~~~
*Jiyeon POV*

Aku tidak tau apa yang harus kulakukan saat ini. Aku putus asa dengan hubungan kami.

Aku benar-benar merasa Ia berubah, ya Kim Kibum-ku sudah benar-benar berubah.

Akhir-akhir ini Ia menjadi sangat sibuk dan sulit sekali untuk dihubungi. Tepatnya, sejak Ia terpilih menjadi ketua osis dua bulan yang lalu, intensitas pertemuan kami mulai berkurang. Ia tak lagi mengantarku pulang setiap jam sekolah berakhir, Ia juga tak pernah mengajakku pergi ketika ada waktu luang atau Ia juga sudah jarang sekali mengirimkanku sms ucapan selamat tidur.

Ah aku merindukannya.

Kim Kibum-ku yang baik, perhatian dan hangat. Kemana Ia sekarang?

Apa mungkin Ia bosan padaku, pada hubungan kami yang sudah hampir berjalan satu tahun?

Ahh, Jiyeon!

Jangan berpikiran macam-macam, Oppa bukanlah orang yang seperti itu.

Tapi jika benar Ia bosan bersamaku bagaimana? aku sungguh tak berani membayangkannya.

Perlahan kulayangkan pandanganku ke langit biru di atasku, menerawang jauh kedalamnya. Dan tiba-tiba saja otakku memutar kejadian kejadian indahku bersamanya, sejak dari awal pertama kali kami berkenalan sampai Ia menyatakan perasaannya padaku.

*Flashback*

“Huhu perih” rintihku sambil kemudian mengelus luka di lututku. Ya, aku baru saja jatuh dari sepeda dan kini tangan serta kakiku terluka.

“Gwaenchana?”

Tiba-tiba saja aku mendengar suara asing seorang namja. Ia berlari kecil menghampiriku, dan langsung memeriksa lututku yang terluka.

“Gwaenchana?” namja itu mengulangi pertanyaannya lagi.

“Ne, Gwaenchanayo” aku menangguk.

“Tetapi lukamu cukup parah” katanya kemudian sambil merobek ujung seragam sekolahnya yang kemudian dibalutnya ke lututku “kuharap ini dapat membantu menghentikan darahnya”

Aku tertegun menatap namja dihadapanku ini. Jujur saja, ini adalah kali pertamanya aku melihat seorang namja begitu baik padaku, yang rela merobek seragamnya demi membalut luka dilututku. Sebenarnya, siapa dia? Mengapa begitu baik kepadaku?

Aku terus memperhatikan wajahnya sementara Ia sibuk mengurusi lukaku. Aku tau Ia adalah sunbaeku di sekolah, tetapi aku sama sekali tak mengetahui namanya.

“Nah selesai” katanya kemudian “rumahmu dimana, biar ku antar”

“Ah, tidak perlu, aku masih bisa–“

“Aku tidak mungkin membiarkanmu menyetir sepeda dalam keadaan seperti ini” namja itu mengambil sepedaku dan kemudian naik diatasnya “ayo”

Walaupun sedikit ragu, aku mengangguk dan langsung saja duduk di jok pembonceng sedangkan namja itu pun segera mengayuh sepedanya.

“Rumahmu dimana?” tanyanya sekali lagi.

“Sebentar lagi sampai, hanya perlu dua kali belok lagi”

“Baiklah”

Hening, lama.

“Hmm.. gumawo” kataku berterimakasih padanya.

“Untuk apa?”

“Karena kau telah menolongku hari ini”

“Ah, tidak apa-apa. Aku senang dapat membantu”

“Jika aku boleh tau, siapa namamu?”

“Kim Kibum imnida, tetapi kau dapat memanggilku Key”

“Baiklah Key, aku Jiyeon, senang berkenalan denganmu~”

Kim Kibum.

Key.

Aku pasti akan selalu menginggat nama itu, kataku dalam hati sambil kemudian tersenyum.

*Flashback End*

Yang jelas, sejak perkenalan pertama kami itu, aku dan Key menjadi semakin dekat sampai akhirnya, Ia menyatakan perasaannya padaku yang langsung saja ku terima dengan senang hati.

Tapi sekarang, aku seperti merindukan sosoknya yang dulu, yang selalu perhatian padaku. Bukan Ia dengan segala kesibukannya seperti saat ini.

***

Aku baru saja akan keluar dari bilik toilet ketika tiba-tiba saja aku mendengar dua suara yang ku kenali sebagai suara Krystal dan Sulli sedang membicarkan mengenai hubungan aku dan Key. Aku pun menggurungkan niatku untuk segera keluar dari dalam toilet dan memutuskan untuk menguping percakapan mereka.

“Aku yakin mereka sudah berakhir sekarang” kata Krystal sinis.

“Ya, akhir-akhir ini aku sudah jarang melihat mereka bersama” sambung Sulli kemudian.

“Jelas saja, Key pasti bosan menjalin hubungan dengan Jiyeon. Jelas-jelas Jiyeon itu tidak cantik, tidak seperti Nicole Onni, pacar Key sebelumnya”

“Ya, aku tau. Jelas sekali mereka berdua berbeda. Nicole onni itu cantik dan feminim, tidak seperti Jiyeon yang berantakan”

Aku memegangi dadaku yang kini mulai terasa sesak. Aku tidak tau mengapa, kata-kata mereka barusan itu benar-benar membuatku menjadi seperti ini.

“Kasihan Jiyeon” kata Krystal dengan suara meremehkan “aku tidak bisa membayangkan jika aku berada diposisinya”

“Ya aku juga”

***

Aku tidak baik-baik saja.

Sejak mendengar percakapan Krystal dan Sulli, badanku tiba-tiba saja panas. Aku pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pelajaran dan segera pulang kerumah dengan alasan sakit.

Di rumah aku pun terus memikirkan kata-kata Krystal dan Sulli.

Apa iya Ia bosan padaku? Apa iya Ia ingin meninggalkanku karena aku tidak secantik Nicole, pacarnya sebelumnya?

Ahhh!’

Jika benar begitu, apakah aku akan siap menerima kenyataan kalau kami akan benar-benar berakhir?

***
Kibum POV

Aku mencarinya. Tetapi Ia tidak ada.

Haish, di saat aku ingin bertemu denganmu, mengapa kau menghilang gadisku?

Aku pun memutuskan untuk mencari Hae Na, sahabatnya dan berharap mendapat informasi mengenainya.

“Jiyeon pulang” kata Hae Na yang langsung saja membuatku khawatir setengah mati.

“Dia.. dia sakit???”

“Untuk apa kau bertanya mengenainya?”

“Untuk apa?” aku mengulangi pertanyaan Hae Na “karena Jiyeon yeojachingu-ku”

“Bukankah kau sudah tidak perduli padanya?”

Aku tersentak sekaligus kaget. Kata-kata Hae Na ini benar-benar membuatku merasa seolah olah aku telah benar-benar mengabaikan Jiyeon.

“Haish, sudahlah. Aku tidak ingin bertengkar denganmu” kataku mencoba menahan emosiku “bolehkah aku meminta bantuanmu?”

“Apa?”

“Bilang padanya, kalau aku ingin bertemu dengannya. Malam ini, di depan Namsan Tower”

***
Author POV

“Aku tidak ingin bertemu dengannya”

“Jiyeon~ah kau harus menemuinya, setidaknya meminta penjelasan mengenai hubungan kalian”

Jiyeon menggeleng “Aku belum siap kalau tiba-tiba saja Ia mengakhiri semuanya”

“Tenang saja, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi”

“Mak.. maksudmu?”

“Aku akan membuatnya berpikir dua kali untuk memutuskanmu. Aku akan menyulapmu menjadi puteri cantik malam ini”

***

Jiyeon sudah menunggu cukup lama di depan namsan tower, tempat dimana Key berjanji akan menemuinya, tetapi Key tak kunjung datang.

Jiyeon mulai merasa kedinginan, dengan hembusan angin malam kota Seoul yang cukup membuat buku-buku jari Jiyeon memutih, dan juga menyapu dingin kulit Jiyeon yang kala itu hanya mengenakan dress tanpa jacket sebagai penghangat.

“Haish lama sekali kau Kim Kibum!” omel Jiyeon sambil kemudian menggosok- gosokan kedua tangannya, berharap dapat membantunya mendapat kehangatan.

“Jiyeonnie, jeomal mianhaeyo telah membuatmu menunggu la–” tiba-tiba saja Key datang dan langsung saja terpaku melihat penampilan Jiyeon malam ini.

Key memperhatikan penampilan Jiyeon dari atas sampai bawah sampai ke atas lagi. Key terkejut, ini adalah pertama kalinya Jiyeon berpenampilan seperti ini, dengan dress, high heels serta riasan make up dan Key membutuhkan waktu cukup lama untuk membuatnya merasa benar-benar yakin kalau yeoja dihadapannya ini adalah Jiyeonnya.

“Kau… kau berbeda malam ini” kata Key kemudian.

Tak ada jawaban dari Jiyeon.

“Ahh baiklah, karena kau sudah menunggu lama, sebaiknya kita segera pergi”

“Mau kemana?”

“Kau akan tau nanti, ayo!” Key langsung menarik tangan Jiyeon, tetapi tiba-tiba saja Jiyeon kehilangan keseimbangan , Jiyeon hampir terjatuh, kalau saja Key tak langsung memenganginya. sepertinya Jiyeon belum terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi.

“Gwaenchana?” tanya Key yang sadar kalau ada yang aneh dengan cara berjalan Jiyeon “sepertinya ada masalah dengan kakimu”

“Ah, gwaenchanayo” kata Jiyeon memaksakan keadaan. Tapi kemudian beberapa langkah berikutnya, Jiyeon terjatuh lagi.

“Haish kau ini~” Key menatap Jiyeon sebal “tunggu disini, aku akan segera kembali” katanya sambil kemudian berlari pergi entah kemana.

20 menit kemudian…

Key kembali dengan membawa kotak besar ditangannya. Ia langsung menghampiri Jiyeon dan berlutut dihadapannya. Perlahan Ia melepaskan sepatu hak tinggi Jiyeon dan menggantinya dengan sepasang sepatu kets yang berada dalam kotak yang dibawanya tadi.

Jiyeon tertegun.

Ini pertama kalinya seorang namja rela membelikannya sepatu dan memasangkannya dikaki Jiyeon.

Tiba-tiba saja pikirannya melayang ke kejadian setahun yang lalu, ketika Key juga rela merobek seragamnya demi membalut luka dilutut Jiyeon.

Ah Kim Kibum.

Key-ku telah kembali, teriak Jiyeon senang dalam hati.

“Nah, kurasa ini lebih membuatmu nyaman” kata Key sambil kemudian berdiri dan menatap Jiyeon yang sudah berkaca-kaca.

Ekspresi wajah Key langsung berubah khawatir.

“Jiyeonah~ kau.. kau kenapa”

Tak ada jawaban dari Jiyeon. Ia terus menangis hingga kemudian tangisnya pecah.

“Jiyeonah~ kau..”

“HUAAAAAH!” tangis Jiyeon semakin kencang.

Key mendadak bingung, Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya saat ini. Tanpa Key sadar, Ia pun langsung memeluk Jiyeon dan berharap hal ini dapat membuat Jiyeon lebih tenang.

“Jiyeonah~ berhentilah menangis, aku tidak ingin orang-orang yang melihat ini beranggapan aku baru saja memutuskanmu”

“Memang kau akan memutuskanku kan Oppa?” akhirnya Jiyeon angkat bicara.

Key tersentak dan langsung saja melepaskan pelukannya.

“Kau.. “

“Aku tau, kau mungkin bosan padaku, karena itu kau sudah jarang menghubungiku”

Tak ada reaksi dari Key. Ia hanya terdiam dan terus menatap Jiyeon

“Sungguh, aku dapat mengerti jika kau bosan dengan hubungan kita, aku sadar aku memang tidak secantik kekasihmu yang lalu, Nicole Onni~”

Tiba-tiba saja Key menarik Jiyeon kembali kedalam pelukannya dan hal ini semakit membuat Jiyeon tertekan dan kembali menangis.

Kim Kibum, mengapa kau melakukan ini? Apa ini adalah saat yang tepat untuk berpisah? Batin Jiyeon.
“Pabo!” bisik Key kemudian “jeongmal paboya!”

“Mwo?!”

“Kau bodoh! aku mencintaimu Lee Jiyeon!”

Seketika Jiyeon terdiam mencoba mencerna kata-kata Key barusan.

“Aku mencintaimu~”

“Gureyo?!” tanya Jiyeon ragu.

Key kini menatap Jiyeon lekat-lekat.

“Kau ini, mengapa masih mempertanyakan itu?”

“Ani, aku hanya memikirkan kata-kata Krystal dan Sulli, aku takut jika apa yang mereka ucapkan benar-benar terjadi. Aku takut jika kau benar-benar bosan padaku karena aku tidak seperti Nicole Onni yang cantik dan feminim” Jiyeon mulai terisak lagi.

“Jadi itu sebabnya kau bepenampilan berbeda hari ini?”

Jiyeon mengangguk dalam tangisnya.

“Haish sudahlah, jangan menangis lagi” kata Key sambil menyerahkan sapu tangan kearah Jiyeon “wajahmu terlihat seperti monster saat ini. Hapuslah make up dan air matamu itu, kau terlihat begitu menyeramkan sekarang!”

“Oppa!” dengan cemberut Jiyeon mengambil sapu tangan dari tangan Key dan menghapus air matanya.

Key tergelak.

“Aku berterimakasih sekali jika kau berpenampilan berbeda hari ini karenaku, sungguh kau sangat cantik” kata-kata Key langsung membuat kedua pipi Jiyeon bersemu merah “tetapi aku lebih suka melihatmu apa adanya. Aku suka Jiyeonku yang berantakan, yang tidak pernah suka memakai dress, yang selalu memakai sepatu kets kemana-mana, aku lebih suka melihatmu apa adanya, karena aku mencintaimu sebagai dirimu, bukan yang lain”

“Oppa…”

“Dari awal memang semua salahku, aku yang sibuk dengan kegiatanku sehingga aku melupakanmu, mianhae jagiya~”

Jiyeon tersenyum.

Jagiya~

Ahh, Kim Kibum! Kau selalu sukses membuatku tak mampu berkata-kata lagi, batin Jiyeon.

“Mulai sekarang, ayo kita mulai semuanya dari awal lagi. Jangan pernah perduli apa kata mereka, kumohon, percayalah padaku, hanya padaku”

“Ne, aku percaya padamu, oppa”

Key tersenyum

Begitu juga dengan Jiyeon

“Baiklah, sebentar lagi” kata Key sambil kemudian menatap jam ditangannya.

“Kau sedang apa?”

Key sama sekali tak menghiraukan pertanyaan Jiyeon, Ia terus menatap jarum jam ditangannya “Nah sekarang! Tiga…., dua…., satu….. HAPPY ANNIVERSARY jagiya~” Key langsung memperlihatkan jam ditangannya yang sudah menunjukan pukul 12.00

Jiyeon tertegun, matanya sudah berkaca-kaca lagi.

“Oppa!!” teriak Jiyeon terharu.

“Haish, kau ini.. sudah ku bilang jangan menangis lagi”

“Mianhae, aku terharu…”

Key tersenyum sambil kemudian memeluk bahu Jiyeon erat.

“Jangan pernah mencoba menjadi orang lain lagi Lee Jiyeon, karena sungguh, aku mencintaimu apa adanya~” bisik Key pelan ditelinga Jiyeon.

~THE END~

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF