Welcome To My dream World – Part 9

Ini terusan ff ku yang kemarin moga pada suka makasih buat yang udah comment ff yang part 1-8 mudah-mudahan masih inget ama ceritanya

SHINee Kingdom with SHAWOLINDO Kingdom part-9 *welcome to My Dream World*

Taemin dan richan langsung disidang saat itu juga.

“paduka sudah tiba”tiba-tiba taemin dan richan merasa hidup mereka sudah berakhir hari ini.

“appa mengerti apa yang kalian lakukan tidak salah, karena kalian juga telah menikah, tapi jangan melakukannya ditempat umum dan ingat tuan putri jaga kandunganmu biar bagaimanapun anak itu kelak akan menjadi penguasa”raja jin ki mengehala napas panjang.

“mianhaeyo paduka saya akui saya memang salah”taemin menunduk begitu juga richan.

Mereka akhirnya diperbolehkan untuk keluar setelah baginda raja selesai menyidang mereka. Mereka berjalan dengan sibuk memikirkan pikiran mereka masing-masing.

“mianhae ini gara-gara aku”richan bicara duluan sementara itu taemin masih sibuk dengan pikirannya sendiri, dia malah memainkan kerikil-kerikil itu dengan kakinya.

“tidak usah minta maaf, aku juga salah sudah ikutan meluk kamu, tapi seharusnya kita jangan melakukan itu di perpustakaan istana”taemin tersenyum jahil kemudian menjulurkan lidahnya ke arah richan sampai akhirnya dia kelelahan dan minta ampun.

“yeobo, kau ini lucu sekali padahal sedang mengandung ingat anak kita”taemin kembali lari sebelum richan benar-benar mengejarnya.

“taemin pabo awas kau aku akan membuat perhitungan denganmu”sebelum richan berlari ada seseorang yang menggenggam tangan richan erat. Taemin yang sedang menoleh ke arah richan langsung menghampiri mereka berdua.

“hyung, apa yang kau lakukan disini?”tanya richan orang itu tak bergeming dia malah menggenggan tangan richan semakin keras hingga richan kesakitan.

“apa mau mu?lepaskan tanganku”namja itu malah memperlihatkan evil smilenya sesuatu yang membuat richan menyukainya di masa tahun 2010.

“aku peringatkan pada kalian berdua untuk tidak macam-macam padaku dan aku harap kau mau menjadi permaisuri ku tuan putri” richan tak menjawab, dia malah menatap taemin seolah meminta perlindungan pada suaminya itu.

“richan sudah menjadi istriku hyung dan aku ingatkan agar kau segera pergi dari sini sebelum para pengawal menangkapmu”ancam taemin.

“kalian tahu apa yang akan terjadi pada saat bulan purnama ke 13?mantra dari penyihir Leeteuk akan seribu kali lebih hebat dari biasanya dan kalian semua akan binasa seketika”kyuhyun segera meninggalkan mereka berdua kemudian dengan kekuatan yang dia punya dia bisa langsung menghlang seketika.

“Kamu masih menyukainya, chan?”tanya taemin dengan tatapan penuh arti.

“entahlah aku bingung, dia bukan kyuhyun oppa yang aku kenal”

“bwahahahahahaha”tawa taemin langsung pecah, richan yang tidak mengerti dengan sahabatnya langsung bengong seketika.

“kau kenapa tertawa?”tanya richan polos wajahnya benar-benar sudah memerah.

“kau bilang yang aku kenal memangnya apa saja yang kau ketahui tentangnya?aku bahkan lebih tahu dia dari kamu”taemin tersenyum penuh kemenangan sementara itu richan malah mendengus kesal.

“richan kenapa kau membawaku kesini lagi?apa kau mau melanjutkan yang tadi pagi”ujar taemin sambil menggoda richan. Richan langsung mencubit lengan taemin.

“ini”richan menyerahkan buku tua itu pada taemin. Taemin menerimanya dengan tatapan bingung.

“lihat halaman tengah buku itu”koor richan.

Taemin mengangguk. Dia mulai membuka halaman tengah dari buku itu dan dia terperangah kaget saat melihat sesuatu di buku itu.

“ii..inni..ini seperti buku yang kita temukan tempo hari”gumam taemin.

“iya dan di halaman tengah buku itu kita dapat melihat kehidupan di dorm kamu dan di apartemenku”gumam richan.

Dalam buku itu terlihat kelima eonni richan dan keempat hyung taemin sedang menunggui mereka di rumah sakit, sepertinya mereka sangat khawatir dengan keadaan dongsaengnya itu.

“aku merindukan mereka”ucap richan tiba-tiba.” Aku ingin mereka kembali padaku dan aku ingin kembali pada mereka bogoshipda eonni”lanjutnya

Tidak terasa cairan bening itu mengalir begitu saja dari kedua kelopak mata richan, dengan sigap taemin langsung menghapus air mata richan. Richan membenamkan kepalanya di pundak taemin.

“uljima aku ada disini jangan takut”kata-kata itu langsung meluncur dari bibir taemin.

“gomawo, taemin aku beruntung masih punya kamu disini”ucap richan tulus.

“sudahlah jangan sampai paduka melihat kita dalam posisi seperti ini lagi”taemin terkekeh geli begitu juga richan.

Seminggu setelah kejadian itu mereka berdua semakin disibukkan dengan kegiatan mereka selama di istana, sepertinya mereka sangat menikmati kehidupan mereka di istana hingga mereka melupakan kehidupan mereka di tahun 2010.

Sampailah di suatu malam.

“richan aku merasa kau semakin sibuk akhir-akhir ini”ujar taemin. Richan yang sudah siap-siap menjelajahi alam mimpinya langsung membelalakan matanya.

“bukankah kau yang semakin sibuk dengan perkumpulan-perkumpulan itu”richan menjawab.

Taemin memang semakin sibuk dengan perkumpulan para pembesar kerajaan begitu juga dengan richan yang semakin sibuk dengan kegiatan bersama perkumpulan wanita. Richan mengajari rakyatnya membeca menulis dan berhitung dia juga mengajari menjahit, menyulam dan menenun richan berharap dengan adanya pelatihan yang dia berikan akan mambantu meringankan beban rakyat sehingga para yeoja itu tidak tergantung pada suaminya.

“kenapa kau membuat perkumpulan yeoja?apa kau sadar kalau kau akan membuat kekacauan lagi?wanita tidak usah belajar sungguh-sungguh nanti juga mereka akan kembali ke dapur”cemooh taemin.

Richan menatap taemin tajam kemudian berkata”aku tidak masalah jika yang bicara adalah keluarga kerajaan, tapi kau datang dari tahun 2010 kenapa kau bisa berkata sepicik itu?

Taemin yang menyadari dia telah salah bicara langsung meralat ucapannya”mianhaeyo aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya…”

Belum selesau taemin bicara richan lebih dulu memotong ucapannya”sudahlah taemin aku ngantuk dan aku tidak ingin membicarakan ini lagi selamat malam”richan langsung menarik selimut yang dia pakai.

“selamat malam. Yeobo”gumam taemin suaranya sedikit bergetar sampai richan tidak mendengar ucapan taemin.

Mungkin mereka baru beberapa jam tidur, tapi suara ribut-ribut dari luar membuat keduanya bangun dari mimpinya.

Richan langsung sadar dari tidurnya dia tidak menemukan taemin disampingnya, kemudian dia mengucek kedua matanya lalu kembali mendengar dentuman dan sayatan menyedihkan itu teriakan terjadi dimana-mana suara tangisan menggema. Richan bingung dengan semua yang telah terjadi, tapi dimana taemin?mengapa dia meninggalkan richan sendirian di saat genting seperti ini?

“richan apa yang sedang kau lakukan disini ayolah kita harus segera pergi”koar taemin. Richan memeluk taemin dari belakang dia benar-benar ketakutan saat ini dan taemin dapat mengetahui itu semua dia memegang tangan richan yang melingkar dipinggangnya, taemin dapat merasakan kalau tangan richan sangat dingin dan bergetar hebat.

“ak..ku takut sebenarnya apa yang terjadi?aku tidak mengerti dengan ini semua”isak tangis richan benr-benar membuat taemin semakin bingung dia merasa serba salah dengan apa yang dia lakukan.

“tadi saat kau sudah tidur tiba-tiba aku ingat kalau malam ini adalah malam purnama ke13 dan apa kau tahu apa artinya itu?”tanya taemin

TBC

Tenang tinggal 1 part lagi

Created by: Han Richan

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LoVe Story

[5 Drabbles] Shinee “LoVe Story”

Ini sih ceritanya tentang para member shinee yang ingin tau nama siapa pujaan hatinya dengan cara yang berbeda. Semoga kalian suka. Karena aku buat drabble ini untuk kalian semua yang baca. Tentang POV nya itu diambil dari semua member shinee tergantung judulnya apa. Cekidot…

Continue reading LoVe Story

Love Or Friend – Part 6

Title: Love or Friends –part 6-

Author: Yoora a.k.a Niniez

Genre: Friendship, Romance

Mayor Cast:

Lee Sun hi

Lee Taemin

Kim Soo Yun

Lee Jinki (Onew)

Kim Yoora

Kim Jonghyun

Minor Cast:

Kim Kibum (Key)

Choi Minho

A/N: Nahh.. kali ini aku (Yoora) yang menulis semua alur di sini.. Haha.. Sudahlah~ keep reading yaa~

***

“Sun-hi sunbae dan Onew sunbae pacaran ya? “ teriak seseorang –yang dipastikan adalah yeoja- dari depan kelasku.

Aish~

Bisa gawat kalau ada yang membuat gossip sembarangan tentang Onew. Walaupun, ia menjengkelkan, tapi kan ia memiliki banyak fans.

Secara tiba-tiba, Onew menarik tanganku dan berlari, sehingga aku harus menyamakan langkahku dengan langkahnya yang panjang itu.

“Sial..” gumam Onew, namun masih bisa ditangkap oleh telingaku. Aku tau, ia pasti sangat kesal bila harus berhadapan dengan yang namanya fans. Karena, akan repot jadinya bila tiba-tiba ia dikuntit macam stalker, dan sebagainya.

Tiba-tiba ada seseorang menghadang jalan kami….

AUTHOR SIDE

Seorang siswi dengan gaya rambut kuncir kuda berlari kesana kemari untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang hari kelulusan mereka. Maklum lah, ia kan salah satu anggota OSIS yang terkenal super sibuk itu.

Kim Yoora

“Yoora..” sapa seseorang pada gadis bernama Yoora itu. Yoora menoleh dan mendapati seorang namja tersenyum manis memanggilnya.

“Oh. Kau. Ada apa?” tanya Yoora sembari mengetik undangan untuk para siswa dan wali kelas dalam acara perpisahan.

“Ya elah. Ketus amat, neng. Aku kan hanya mau bilang makasih.”

“Itu adalah tugas seorang sahabat kan, Onew.” kata Yoora dengan pandangan yang tak terlepas dari layar laptop.

-flashback-

Ternyata seseorang yang menghadang jalan Onew dan Sun hi, tak lain dan tak bukan adalah sahabat mereka sendiri, Yoora.

“Mau sampai kapan kalian melongo disitu? Cepat ikut aku!” perintah Yoora. Onew dan Sun hi sedikit  terperanjat dengan tingkah tegas Yoora. Yoora bukanlah tipe orang seperti itu. Ia manja dan ceroboh. Tapi. Ya sudahlah. Toh dengan begini mereka akan menghirup udara bebas.

Onew dan Sun hi langsung berlari mengikuti arah yang dipandu oleh Yoora. Tak bermodalkan kompas ataupun peta, tentunya. Tapi, mengandalkan naluri.

Secepat kilat, Yoora memasuki sebuah ruangan –yang untungnya- kosong.

“Kalian di sini saja dulu. Aku akan mengalihkan perhatian mereka.” perintah Yoora lagi. Onew dan Sun hi mengangguk. Sedetik kemudian, Yoora meninggalkan mereka di ruangan kosong nan pengap itu, berdua.

Walaupun Onew dan Sun hi ada di dalam, tapi radar telinga mereka masih berfungsi dengan baik untuk mendengar apapun yang Yoora katakan pada fans Onew itu.

“Sunbae..” panggil seseorang, yang mereka ketahui adalah junior mereka.

“Ada apa?” tanya Yoora ramah. “Apa sunbae tau kemana arah larinya Onew sunbae dan Sun hi sunbae?” tanya satu orang lagi.

“Anio. Untuk apa kalian mencari mereka?” tanya Yoora berbohong. Oh, ya. Yoora adalah salah satu anggota ekstrakurikuler teater. Jadi, pantas saja kalau ia pandai berdrama ria seperti tadi.

“E.. itu..”

“Kau salah satu fans Onew?” tebak Yoora –yang pastinya- tepat 100%. Sebelum junior mereka itu menjawab, Yoora berkata lagi, “Lebih baik, kalian belajar dulu agar menjadi orang yang sukses. Mengerti?” nasihat Yoora.

“Baik, sunbae.” jawab junior mereka patuh.

Setelah itu Onew dan Sun hi tak mendengar lagi suara fans Onew itu..

-flashback end-

“Hoi.” kata Onew sambil melayangkan tangannya ke depan mata Yoora. Yoora mendengus kesal.

“Aish~ Lebih baik, kau suruh anak buahmu untuk mengerjakan persiapan acara perpisahan, ketua OSIS.” sindir Yoora pada Onew. Kini, Onew mengerucutkan bibirnya. Kesal.

“Kau yang terlalu rajin, nona sekretaris OSIS. Acara perpisahan masih dua minggu lagi.” sindir Onew balik. Kali ini, ia berhasil membuat Yoora berpaling dari laptop kesayangannya itu.

“Apa kau yakin kalau selama dua minggu itu, kita tak akan dilanda masalah? Entah mengapa, aku mempunyai bad feeling saat ini.” sahut Yoora serius. Onew terkekeh.

“Rupanya sahabat kecilku ini, sudah mulai terpengaruh komik Detective Conan, ya. Sudah berlagak menjadi detektif handal, ternyata.” Kata Onew sambil mengacak rambut Yoora pelan.

“Ah~ sudahlah.” Jawab Yoora sembari menepis tangan Onew dari rambutnya. “Kau membuat rambutku berantakan tau!”

“Tumben ga mau panggil ‘Oppa’. Aku kangen tau sama kamu yang sering manggil aku, ‘Oppa’.”

“Ih.. Ogah..”

***

Sepulang sekolah..

“Apa maumu sekarang? Hah?” hardik Onew kesal. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan rival kesayangannya itu.

“Onew. Aku mau kita bicara baik-baik saja.” kata Taemin lirih. Mata Onew membulat.

“Apa yang harus dibicarakan?! SOAL SUN HI?!” bentak Onew. Taemin tak kaget. Ia tau, hal ini pasti terjadi. Sudah lama, ia menyadari adanya perasaan khusus Onew pada Sun hi.

“Baiklah. Aku jujur. Aku tak menyukai Sun Hi..sedikitpun..” jawab Taemin pelan. Untungnya, tempat parkir sudah sepi, jadi Onew bisa dengan leluasa berbicara kasar ataupun membentak.

Tangan Onew mengepal dengan keras. Sudah lama, ia tak meluapkan emosinya sampai seperti ini.

“Oh. LALU, APA GUNANYA KAU BERPACARAN DENGANNYA? MEMBERIKAN HARAPAN KOSONG. LALU MENINGGALKANNYA. MEMBUATNYA MENDERITA. MAU MENJADI PLAYBOY MURAHAN? HAH?!” bentak Onew sambil memegang kerah seragam Taemin. Taemin berusaha bersikap tenang.

“Onew.. tenang.. Bicarakan ini baik-baik..” kata Taemin sambil menyingkirkan tangan Onew dari kerah bajunya.

“Baik. Ada apa?” sahut Onew dingin. Untung saja, emosinya masih bisa sedikit terkendali.

Lalu, Taemin pun membicarakan serentetan kejadiannya. Mulai dari ia mencintai Soo Yun, tapi salah bicara menjadi mencintai Sun Hi, dan seterusnya.

Onew yang mendengarnya, malah tak menyangka dengan segala kejadian itu. Emosi yang meluap, kini berganti dengan rasa simpati.

“Serahkan semuanya padaku.” kata Onew bijak sambil menepuk pundak Taemin pelan.

“Gomawo..”

***

Keesokan harinya..

Onew seperti ayam kehilangan induknya. Ia mencari Sun Hi di setiap ruangan. Mulai dari lantai bawah sampai lantai atas. Di kamar mandi, di taman belakang sekolah, di pos satpam, di ruang administrasi, di kantin, di laboratorium, sampai ke depan sekolah tempat para tukang cilok, cimol, dan es degan (?) berkumpul pun , tak ia temukan Sun Hi.

“Aigoo~ susahnya mencari anak itu.” kata Onew frustasi.

Ia langsung mengambil handphone dari sakunya dan menghubungi seseorang.

“Kau dimana? Eh?”

***

Soo Yun bingung. Sudah berkali-kali ia melihat isi SMS di handphone-nya dan berharap kalau itu tak nyata. Tapi, apa mau dikata. SMS yang sudah dikirim tak dapat ditukar atau dikembalikan. Maksudnya, isi SMS itu tak akan pernah berubah walaupun dilihat berkali-kali sampai matanya buta sekalipun – kecuali kalau kau mengeditnya atau menghapusnya – .

Sudah jelas terpampang di layar handphone:

From: Yoora saengi ^^

Eunnie.. apa kau sudah tau berita tentang Taemin? Katanya, Taemin dan Sun Hi eunnie sudah putus. AWAS SAJA si Taemin itu kalau ia berani menyakiti Sun Hi eunnie! Aku akan marah padanya, sampai ia berlutut padaku.

Respon pertama yang Soo Yun lakukan adalah tertawa melihat cara bicara Yoora. Tapi, ia langsung melihat kembali isi SMS itu.

SUN HI DAN TAEMIN PUTUS ?

WHAT THE HELL!

Demi apa coba?

Bukankah Taemin mencintai Sun Hi? Dan sekarang? Putus?

Hari ini bukan April MOP kan?

SUMPAH!

Hal ini adalah lelucon tergaring dalam hidup!

Soo Yun langsung bergegas menuju ruang OSIS, tempat Yoora berada sekarang.

Setelah sampai di depan pintu, ia menghela nafas panjang dahulu. Lalu, membuka pintu ruangan OSIS.

BRAKK!

“Mana Yoora?”

***

“Kau dimana?” tanya Onew saat menghubungi Sun Hi.

“Nuguseyo?” jawab seseorang di seberang sana. Itu bukan suara Sun Hi, tapi, suara seorang namja!

“Eh?”

“Kau mencari Sun Hi? Sepertinya, ia sedang mengurus kepergiannya.” jawab namja tersebut.

“….”

“Hey.. siapa sih ini?…….. loh? Onew hyung?” sahut namja itu setelah melihat layar handphone Sun Hi.

“A..eh.. ne.. Emm.. nuguseyo?” tanya Onew terbata. Ia masih sedikit shock, karena yang mengangkat telpon bukan Sun Hi, melainkan seorang namja.

“Hyung. Ini aku. Key.”

“Oh.” Jawab Onew singkat. Untung saja yang mengangkat handphone-nya adalah Key, saudara jauh Sun hi sekaligus sahabat kecil Onew dan teman – teman lainnya. Kalau namja lain yang menjawab telponnya, Onew bisa saja patah hati dan menjadi mayat berjalan di sekolah.

“Mencari Sun Hi kan?”

“N..ne..”

“Lagi pergi tuh.”

“Kemana?”

“Emm.. pokoknya ngurus keberangkatannya.”

“Eh? Lho? Kemana?”

“Kemana saja..” Onew mengumpat dalam hati. Nih anak! Ada orang ngomong serius, malah bilang kemana saja. Emangnya doraemon apa yang bisa ngeluarin pintu kemana saja!

“Maksudku, ia mau pergi kemana?”

“Mmm.. Amerika.”

Guess what after that?

Onew langsung mematikan handphonenya dan… yaaah.. begitulah.. lari terseok-seok (?) ke halte bus. Mencari bus yang kosong. Tapi, nyatanya bus yang ada malah penuh sesak tiada terhingga (?). Ia bingung harus bagaimana.

Mencari taksi?

Helloooo.. duit Onew menipis saat ini. Gara-gara Minho dan Key berkali-kali memohon dengan puppy face mereka untuk meminjam duit Onew. Untuk apa? Entahlah.. Onew juga bingung. Main togel, mungkin? XP

Tapi, yang namanya cinta, pasti telah membutakan segalanya.

Uang sedikit?

Ga masalah bagi Onew.

Sekarang kan jaman modern, bukan jaman tradisional yang masih menggunakan cara barter. Tinggal gesek dan… VOILA.. keluarlah uang dari dalam mesin.

Persetan dengan uang tabungannya yang limit. Ia memang harus menemui Sun Hi sekarang.

***

Hampir saja Yoora merasa jantungnya akan copot ketika mendengar Soo Yun yang kesetanan seperti itu. Sepertinya, ia harus meminta tolong Jonghyun untuk mengantarkannya ke tukang pintu (?) dan  memeriksakan keadaan pintu ruang OSIS.

“Eunnie.. kasian tau pintunya..” sahut Yoora polos.

“Huh. Telingaku sakit mendengar suara pintu itu.” kata Jonghyun –yang ternyata- bersama Yoora sedari tadi di ruangan OSIS. Lalu, Jonghyun bangkit berdiri dari tempat duduk di samping Yoora dan melenggang pergi menuju dispencer untuk mengambil minum.

Soo yun hampir saja mengintrogasi Jonghyun dan Yoora, tentang mengapa mereka bisa ada di ruangan OSIS ini BERDUA!

Ahh~ tapi, untungnya ia masih mengingat hal yang lebih penting daripada itu. Taemin dan Sun hi.

“Aigoo~ sudahlah. News yang kau bilang itu… benar?”  tanya Soo yun sambil menempati kursi yang tadi ditempati Jonghyun.

Yoora mengangguk. “Aku juga tak tau kenapa bisa begitu….” kata Yoora lirih.

Jonghyun yang mendengar jawaban Yoora hanya bisa tersenyum sedih melihat yeojachingu-nya besedih seperti itu.

Tapi, sedetik kemudian, ia memukul kepalanya.

Bodoh kau, Jonghyun! Kau itu mencintai Soo yun! Bukan Yoora!

Lalu, Jonghyun pergi keluar ruangan OSIS.

Sebenarnya, aku mencintai Soo Yun atau sudah mulai mencintai Yoora?

***

-TBC-

A/N: Yakk.. Karena aku lagi ga punya ide. Jadi… di-cut disini dulu yaaa ^^ Ada yang mau nyumbang ide buat lanjutan ff ini? Silahkan hubungi saya via e-mail : niniez_comic@yahoo.com . SUMPAH! Saya butuh saran buat lanjutan ff ini.. 😥

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF