VENUSTRAPHOBIA – PART 2

VENUSTRAPHOBIA PART 2

Author            : Wiga

Editor           : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : PG 15-NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)


Jinki POV:

yeoja itu menyeret kopernya keluar kamar, berjalan pelan menuju pintu, meninggalkan ku yang terdiam disini.

harusnya aku senang karena yeoja itu pergi..

aku bisa bebas melakukan apa yang ku mau, tanpa harus terganggu dengan kehadirannya..

aku tak perlu menghindar, karena takut tersentuh olehnya..

bukankah ini yang kuinginkan??

tapi mengapa saat aku melihatnya menangis, hatiku sakit??

seakan ada batu besar yang menghantam dadaku..

sebegitu jahatnyakah aku karena telah membuatnya menangis??

kurasa ya.. karena Ia adalah yeoja pertama yang ku buat menangis..

aku hanya bisa memandangi punggungnya..

beberapa langkah lagi Ia akan sampai di depan pintu..

apakah dia akan kembali?? atau ia akan pergi meninggalkan ku selamanya??

ANDWAEEE!!!!! AKU TAK MAU DIA PERGI!!!

tapi mengapa aku masih tetap disini dan tidak mencegahnya pergi??

*********

Nada POV :

Cukup!!!

Sudah cukup dia memperlakukan aku seperti ini!!! Ya Tuhaan.. aku benci dia!! Aku benci dia, Tuhaan!! aku berusaha sabar menghadapinya, karena aku tahu Ia mempunyai leukemia. Tapi ini sudah kelewatan.

memang apa yang salah jika kami berdekatan?? jika kami bersentuhan??

mengapa dia selalu menuntutku harus menjaga jarak??

dia sudah gila!! aku yakin, dia pasti sudah gila!!

aku menyeret koperku ke pintu, namun saat kubuka pintu, alangkah terkejutnya aku. karena seorang namja berdiri didepanku.

“ Taemin ssi??” kataku serak.

“ Park Nada?? hey.. mengapa kamu menangis??” dia bertanya padaku, namun aku hanya bisa menggeleng pelan.

“ apa yang terjadi?? koper ini untuk apa?? apakah kalian mau bulan madu??” tanyanya lagi.

aku tak tahu harus menjawab apa, kepada namja dihadapanku ini.

“ Mengapa diam saja Nada?? Jinki Hyung mana??”

“ Jinki ssi ada dikamar, aku.. ingin pulang ke rumah orang tuaku..” aku berbisik pelan, berharap Ia tidak terkejut mendengarnya.

“ Kalian habis bertengkar??pasti jinki hyung yang membuatmu menangis ya??”

tiba-tiba namja didepanku mengambil koperku dan menariknya ke dalam kamar.

“ HYUNG!!!!”dia berteriak keras..

“ HYUNG!!! MENGAPA DIA MENANGIS??? KAU APAKAN DIA??” teriaknya kencang. cckk mengapa kakak beradik ini mempunyai hobi berteriak-teriak siih..

kulihat Jinki ssi memandang tajam adiknya, lalu Ia menarik tangan taemin ssi keluar kamar dan menutup pintunya kencang. meninggalkan ku sendirian disini.

****************

Jinki POV:

“ MENGAPA KAU KEMARI HAAH??”

“ Mengapa kau membuatnya menangis hyung??”

“ ITU BUKAN URUSANMU!!”

“ YAA JELAS ITU URUSANKU SEKARANG!! DIA ISTRIMU!! DIA BAGIAN DARI KELUARGA KITA!!!”

“ Dengar Taem!! pernikahan ini bukan kemauanku.. kalian semua memaksaku untuk menikah dengan yeoja yang bahkan aku tidak mengenalnya.. jadi jangan salahkan aku jika hal ini terjadi..”

“ hyung kau jangan egois!! setidaknya belajarlah mencintainya..”

“ KAU GILA!! AKU TAK BISA!! DIA YEOJA!! DAN AKU BENCI YEOJA!!”

“KAU TIDAK MEMBENCINYA HYUNG!!”

“ aku membencinya!! aku benci harus tinggal serumah dengan nya!! aku benci berbagi kamar dengan nya!! aku benci dia selalu ada didekatku!!”

“ KAU TIDAK MEMBENCINYA HYUNG!!”

“ AKU MEMBENCINYA!!!”

“ TIDAK!! HYUNG!! Jika kau membencinya, tidak mungkin kau bertahan selama 4 minggu tinggal satu atap dengan nya!! pasti kau sudah langsung pergi pada hari pertama  kau harus tinggal satu apartemen dengan nya!! jika kau tidak suka tinggal dengan nya, pasti kau akan lebih kurus, karena kau merasa tertekan!! jika kau membencinya, kau tidak akan mengizinkannya berbagi satu kamar mandi denganmu!! sekarang aku tanya, 4 minggu ini dimana kau tidur??” adikku bertanya galak.

“ aku tidur di sofa..kamar..” aku menjawab pelan.

“ NAAH!! jika kau membencinya hyung, kau akan memilih tidur di ruang tv dari pada dikamar!!! sofa diruang tv ini lebih besar, tapi kau memilih tidur dikamar.. gunakan otak mu hyung!!”

“ aku..”

“ dan lagi, jika kau begitu benci tinggal dengan nya, pernahkah selama 4 minggu ini kau meninggalkannya sendirian di apartemen??”

aku diam saja.. tidak bisa menjawab apa-apa..

“ dan kau tidak akan segemuk ini jika kau tertekan.. haha.. berapa kilo berat badan mu naik hyung??”

aneh.. mengapa semua yang diucapkan taemin memenuhi kepalaku..

apa benar aku tidak membencinya?? mustahil.. dia seorang yeoja.. dan aku benci yeoja..

“ Sadarlah hyung.. kau tidak membencinya.. kurasa, dia yeoja yang bisa menyembuhkan penyakit alergimu..”

“ YAA!!! MENGAPA KAU KEMARI” aku mengalihkan pembicaraan.

“ aku hanya ingin memberitahumu, besok sore appa dan umma mau kesini.. itu saja.. sekarang aku pergi dulu, istriku eun hye sudah menunggu di mobil..”

*************

selama dua jam aku terus duduk disini, memikirkan perkataan adikku. benarkah aku tidak membenci nya?? tapi tak mungkin kan??  dia itu seorang yeoja.. dan kau tahu aku benci yeoja.

tapi ini semua juga bukan salahnya..

aku yang terlalu berlebihan dalam bersikap..

haruskah aku minta maaf padanya??

*************

“ tok.. tok.. tok..”

aku mengetuk pelan pintu kamar..

tidak ada jawaban.

aku memutar kenop nya perlahan..

cklek..

ternyata tidak dikunci..

kulihat yeoja itu sudah tertidur pulas disisi tempat tidur, tampaknya dia habis menangis lama, matanya sembab dan bengkak.. masih terlihat jelas bekas-bekas airmatanya yang mulai mengering.

aku duduk di sisi tempat tidur, dan terus menatap wajahnya lekat-lekat..

sampai akhirnya dia terbangun.

“ jinki ssi..” bisiknya pelan, Ia terlihat sedikit terkejut.

“ ngg.. aku hanya ingin bilang.. nggg.. aku..” aiisshh.. mengapa lidahku jadi kelu seperti ini..

“ ingin bilang apa jinki ssi..”

“ nngg.. besok orang tua ku kesini.. jadi kau harus masak yang enak!! dan banyak!! ARASSO!!”

kulihat ada raut kecewa diwajahnya.

“ nee..” dia berkata pelan, lalu berdiri dan berjalan keluar kamar.

“ Mianhae.. karena aku telah membuatmu menangis..” entah mengapa kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“ kau barusan bilang apa, jinki ssi..” tanya nya pelan, tapi raut wajahnya berubah, seperti menahan senyum. aaiissh.. yeoja ini..

“ GA ADA REPLAY!!!”

“ baru minta maaf, sekarang sudah berteriak lagi..” gumamnya pelan, sedikit menggembungkan pipinya.. aigoo, lucunya..

“ siapa suruh kau tak mendengar..” kataku ketus.

“ YAA!!! MAU KEMANA!!!” aku berteriak saat Ia berjalan pergi meninggalkanku.

“ Ya tuhaan.. jinki ssi.. apakah berteriak merupakan hoby mu? tolong jangan selalu berteriak kepadaku.. aku mau kedapur, menyiapkan makan siang..” katanya putus asa.

aku ingin sekali tertawa melihatnya.. namun kutahan.. karena aku harus menjaga wibawaku di depannya.

*****************

aku mengambil selimut dan bantalku dari tepi tempat tidur dan membawanya ke sofa di ruang televisi. kulihat yeojaku sudah tertidur pulas. aku mematikan lampu, menutup pintu kamar, dan berjalan pelan ke ruang tv. aku hanya ingin membuktikan pada taemin, bahwa ucapannya tak sepenuhnya betul.

mulai malam ini dan seterusnya, aku akan tidur di sofa ini.

aku merebahkan diriku dan menarik selimut hingga menutupi kepalaku.

“ benar-benar nyaman tidur disini.. sofanya lebih panjang, lebar dan empuk.. aahhh..”

aku menutup mataku dan mencoba untuk mulai tertidur.

tik.. tok.. tik.. tok..

aissh.. mengapa aku merasa gelisah.. mungkin posisi tidurku salah..

tik.. tok.. tik.. tok..

damn..!!! aku tidak minum kopi setetes pun!! mengapa aku tidak bisa tidur??

tik.. tok.. tik.. tok..

aku melihat jam dinding di belakangku..

“ aaisshh.. jam 1 pagi dan aku masih terjaga..” aku menggumam pelan.

kuambil bantal dan selimutku dan kuputuskan untuk kembali ke kamar. sesampainya dikamar, ku lempar bantal dan selimutku diatas sofa.

“ aiisshh.. sofa ini ukurannya terlalu sempit untukku..”

kulihat ke tempat tidur, yeojaku tidur miring kesamping. tubuhnya yang sangat mungil menyisakan banyak space di tempat tidur yang berukuran super king size.

terlintas diotakku untuk tidur di tempat tidur. tapi itu berarti aku akan tidur disamping yeoja itu?? ANDWAE!! aku tak akan pernah tidur satu tempat tidur dengan yeoja!!

tapi beberapa waktu lalu saat aku ketiduran disampingnya, bukan kah tidak terjadi apa-apa dengan ku??

akhirnya karena godaan kenyamanan tempat tidur yang begitu besar, aku melangkahkan kakiku menuju sisi tempat tidur. kutata dua guling dan beberapa bantal di tengah-tengah sebagai barikade.

aku merebahkan diriku.. tak sampai sepuluh menit, aku sudah masuk alam mimpi..

**************

Nada POV:

“ Jangan sentuh aku!!!”

“ Sakit.. Lepaskan!!”

“ Sakit.. HENTIKAN!!!!”

Aku terbangun mendengar suara orang menjerit-jerit disampingku.

Tarnyata Jinki ssi, yang berteriak, tampaknya Ia mengalami mimpi buruk.

“ JANGAN SENTUH AKU!!!”

“ TOLOONG..”

“ ARRGGHHHHH”

kulihat airmatanya jatuh, tubuhnya terus menggeliat hebat dan mulutnya berteriak kencang. aku berusaha membangunkannya.

“ jinki ssi.. jinki ssi.. bangun.. kau kenapa..??” aku menepuk pelan pipinya.

“ TOLOOONNGG…”

ya tuhaan.. kenapa diaa.. ?? aku mulai panik, tangan ku kini mengguncang-guncangkan tubuhnya kencang agar dia terbangun.

“ Jinki ssi bangun!! bangun!! ya tuhaan.. sadarlah jinki ssi..”

tiba-tiba Ia membuka matanya dan langsung terduduk.

“ ANDWAEE!!! “ saat Ia sadar tangan ku menyentuhnya, Ia segera menepis tangan ku kasar, aku merasakan sedikit sakit saat Ia melakukan itu.

“ Jinki ssi..”

“ ANDWAEE!!! JANGAN SENTUH AKU!!! JANGAN SEKALI PUN KAU MENCOBA UNTUK MENYENTUHKU!!! AAARRRGGHHH…” dia berteriak-teriak kehilangan kendali, keringat mengucur dari pelipisnya, dan nafasnya terngah-engah.

“ Jinki ssi.. mian.. aku hanya..” aku mencoba menjelaskan apa yang terjadi, namun sepertinya Ia tidak mendengarku, ia terus menunduk dan menangis.

“ KELUARRR!!! KELUAR SEKARANG!! “ dia menjerit-jerit lagi.

ya tuhaan, apa salah ku.. mengapa dia menjadi semarah ini, karena aku sedikit menyentuhnya??

“ Jinki ssi.. kau kenapa?? tenanglah.. aku tidak bermaksud untuk..”

“ AKU BILANG KELUARR!!! SEKARANG!!! JANGAN PERNAH BERADA DIDEKATKU LAGI!!!”

aku tak tahan lagi, air mataku sudah jatuh.. aku segera berlari keluar dan menutup pintu kamarnya kencang..

aku tak tahu apa yang terjadi dengan nya, tapi hati ku sangat sakit mendengarnya berkata seperti itu padaku. apa salah ku jinki ssi..??

mengapa aku harus menjalani kehidupan seperti ini bersamanya..

“aku tidak kuat, tuhaan..

aku ingin pulang..”

aku menangis sejadi-jadinya di meja makan, hingga aku kehabisan tenaga, dan akhirnya tertidur disini.

**************

Jinki POV:

Ya Tuhan.. mimpi itu lagi!! mengapa semua nya terasa sangat nyata!! aku takut tuhan.. tolong aku.. tolong aku..

aku berjalan kekamar mandi, dan mulai memuntahkan seluruh isi perutku di kloset.. kurasakan darah menetes dari sela-sela hidungku.. dengan kaki yang masih gemetaran, aku berjalan menuju shower room.. tanpa melepas kaos dan boxer yang ku kenakan, aku segera menyalakan shower dan membasahi tubuhku yang kurasakan sangat kotor. aku menghabiskan seluruh isi sabun cair yang ada dan menggosok kuat-kuat tubuhku. hampir lima kali aku mandi dan berbilas, namun aku tetap merasakan kotor di sekujur tubuhku.

“ mana antisepticnya?? mana antisepticnya?? MANA ANTISEPTICNYA??”

aku menjatuhkan seluruh botol yang ada dirak kaca untuk mencari antiseptic. kamarmandi yang tadinya disusun rapi oleh yeoja ku menjadi sangat kacau.

*************

aku keluar kamar mandi dengan tubuh gemetaran, kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul empat pagi. kubuka pintu kamarku dan kulihat yeojaku tertidur dengan posisi duduk di meja makan.

aku tau ini bukan salahnya, dia tidak tahu apa-apa tentang ini, lagi-lagi aku lepas kendali dan membuatnya menangis.

tapi saat ini aku tak ingin menemuinya, ataupun bebicara dengannya.

*************

Jam sepuluh pagi, kulihat dia terbangun dari tidurnya, tangan nya memijat belakang lehernya. pasti pegal sekali tertidur dengan posisi itu. namun aku pura-pura tidak melihatnya, pandangan ku terus ke layar televisi.

aku mendengar suara air shower menandakan dia sedang mandi.

30 menit kemudian Ia keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk memasak.

saat mencium aroma nasi goreng yang ia buat, tiba-tiba perutku keruyukan.

aku lapar sekali. -_-

aku bertahan untuk tidak menghampirinya, 20 menit lagi aku akan pergi keluar untuk membeli makanan. aku melihatnya sekilas makan dimeja makan dalam diam. tak lama kemudian ia mengambil jaketnya dan memasukkan dompetnya ke kantong celana. setelah itu dia pergi.

kemana dia akan pergi??

apakah dia benar-benar marah karena kejadian tadi pagi??

aiisshh.. kepalaku makin sakit memikirkan hal itu. pelan-pelan aku berjalan ke dapur, mungkin sebungkus ramen instant dapat mengganjal perutku yang lapar.

tapi pandangan ku terfokus kearah meja makan. ada sepiring besar nasi goreng hongkong disana. apakah ini untukku??

kurasa iya, karena tidak mungkin ini untuk nya, porsi makannya sangat sedikit.

aku menyuap sendok pertama kedalam mulutku.

rasanya sangat enak. telur, irisan daging ayam, mix vegetables, dan aroma kecap ikan berbaur jadi satu. belum lagi sosis goreng yang dibumbui dengan bumbu kecokelatan diatasnya. aku tak tahu harus menggambarkan apalagi tentang masakannya. dua puluh jempol kurasa tak cukup menunjukkan betapa enaknya masakan yeoja ku.

tak terasa sudah suapan terakhir, perutku pun sudah mulai terasa kenyang.

************

satu jam kemudian, yeojaku pulang dengan membawa 2 kantung plastik besar. tampaknya Ia habis dari minimart. oh iya aku hampir lupa, sore ini kan kedua orang tuaku akan datang, pasti dia masak agak banyak dan lebih bervariasi untuk menjamu orang tuaku. kulihat dia mengiris daging dan sayuran dengan cepat. aku ingin sekali membantunya, namun saat ini aku tak ingin Ia berada di dekatku.

2 jam kemudian, satu persatu masakannya telah matang. ia menata piring, mangkuk dan cangkir di meja makan. kemudian makanan yang telah matang ia sajikan di tengah-tengah.

sampai jam segini aku dan dia masih tidak saling berbicara, bagaimana nanti jika orang tuaku datang, haruskah aku terus seperti ini??

*************

“ Jinki.. berat mu naik berapa kilo??” appa ku menepuk bahuku kencang.

“ molla.. kurasa tidak ada yang berubah appa..” jawabku pelan, mataku mencari sosok yeojaku namun ia tidak berada diruang tamu. kudengar suaranya dan suara ummaku dari ruang makan.

“ yuk kita keruang  makan.. appa sudah lapar..” appa merangkulku menuju meja makan.

disana yeojaku dan umma sedang bercakap-cakap.

“ jinjja masistaa.. Nada.. masakanmu ini sangat lezat..” appaku berseru sambil mengunyah makanannya.

Umma ku juga begitu, biasanya dia tidak makan sebanyak ini, tapi kini ia makan dua kali lipat dari porsi biasa.

pujian appa dan umma memang tidak berlebihan. yeoja ku memasak steam ikan  yang beraroma pedas, kemudian sayur tahu jamur favoriteku, ayam lada hitam yang juga favoriteku, dumpling seafood goreng , sup ayam jagung, bihun goreng udang, puding cokelat dan tiramisu sebagai dessert nya.

“ Yeobo.. besok kita harus diet karena hari ini kita makan 3x lebih banyak dari pada biasanya..” kata ummaku sambil tertawa.

“ iya jagy, ini sudah piring keempat yang kuhabiskan.. aigoo Nada.. kau sungguh hebat dalam memasak, bukalah restoran nanti kuberikan modal..” kata appaku mengambil dumpling seafood dan memakannya.

Yeojaku hanya tersenyum melihat umma dan appaku.

“ Lihat, hanya 4 minggu jinki menikah dengan mu, perut dan pipinya sud.ah tampak buncit..” kata ummaku sambil mengelus pipiku.

“ ngomong-ngomong.. kapan kalian akan memberikan kami cucu.. jangan lama-lama laah..” tiba-tiba appa ku mengatakan hal yang mengejutkan.

aku dan yeojaku sama-sama tersedak..

“ yaa!! kalian ini sehati!! bahkan tersedak saja kalian kompak.. appa tunggu satu bulan lagi, Nada sudah harus hamil, arasso.. rajin-rajinlah kau melakukan itu jinki..”

muka yeoja ku memerah mendengar appaku berkata seperti itu.

“ dan kau Nada, layanilah suamimu dengan baik.. cepat-cepat beri kami cucu.. appamu juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu pertamanya..”

***********

aku terus memikirkan kata-kata appa..

bagaimana mungkin aku bisa memberikan cucu untuknya, menyentuh istriku saja aku tak pernah..

aku masuk ke kamar, kulihat Nada sedang duduk termenung di pinggir tempat tidur.

apakah dia juga memikirkan kata-kata appaku?

“ belum tidur??” aku berujar pelan.

dia menggeleng lemah.

“ sedang memikirkan apa?” tanyaku. aku duduk disofa menghadapnya.

“ molaa..”

“ dengar, appa ku menginginkan cucu dari kita..” aku memulai pembicaraan dengan nya.

dia mengangkat kepalanya dan memandangku.

“ tapi kau tahu kan, aku tak bisa…” aku menghentikan kata-kataku sejenak.

“ aku tak bisa memberikanmu keturunan..”

“Lalu aku harus bagaimana menjawab pertanyaan umma dan appamu?”

“jika kau menginginkan anak.. kau bisa melakukannya dengan pria lain, sampai kau hamil.. dan aku akan mengakui pada appaku kalau itu anakku.. terserah kau mau melakukannya dengan siapa. Apa perlu aku mencarikan laki-laki untukmu?” kata-kataku keluar begitu saja dari mulutku tanpa kupikirkan terlebih dahulu.

“ mwo..??” dia berbisik pelan, sepertinya tidak percaya dengan apa yang barusan kukatakan.

haruskah ku katakan hal itu lagi?

“KAU MENGERTIKAN??? AKU MEMBERIKANMU KEBEBASAN UNTUK MELAKUKAN HAL TERSEBUT DENGAN LAKI-LAKI LAIN!!!. Itu kalau kau menginginkan anak, kalaupun tidak aku tetap mengizinkanmu melakukannya dengan laki-laki lain kok.”

kuhentikan sebentar kata-kataku untuk melihat reaksinya, tapi dia masih diam tak bergeming, apakah harus ku perjelas lagi maksudku?

“ Aku punya banyak teman laki-laki yang membutuhkan pelayanan wanita, jadi kalau kau sedang menginginkannya kau bisa bilang padaku. Supaya aku bisa memanggil teman ku untuk datang dan melayani mu. Jadi kita sama-sama untung, kau mendapatkan kepuasan dan aku bisa lepas dari tuntutan ayahku untuk memiliki anak dari hasil kita berdua. Kalau kau mau di bayar aku bisa bilang kepada temanku untuk membayarmu, setidaknya kau mendapat dua keuntungan. Puas dan uang. Ideku cukup brilliant kan?? Aku masih belum ingin menodai diriku.” Tuturku, semoga dia mengerti maksudku.

Tapi dia berdiri dari tempat tidurnya, dan melangkah kearahku.

“ YAA JAGA JARAKMU!!! “ aku berteriak, dan melangkah mundur berusaha menghindarinya.

“ PLAAKK!!!”

“ CUKUP JINKI SSI!!!” jeritnya.

dia menamparku!! menamparku tepat di pipi.. dan mulai menangis.

“ mengapa kau berpikir bahwa aku serendah itu?? hhh.. aku tak serendah itu!!! mengapa kata-kata yang keluar dari bibirmu selalu menyakitkan?? DIMANA SALAHKU JINKI SSI!!! DIMANA SALAHKU!!! mengapa kau membenciku seperti ini?? hhh..  KAU JAHAT SEKALI JINKI SSI..!! hhh.. AKU TAK SERENDAH ITUU…hhh..” isaknya kencang.

aku berdiri membeku melihatnya menangis seperti itu, apakah aku benar-benar sudah keterlaluan padanya?? apakah salah kata-kata yang kukatakan barusan??

“ hhh.. hhh.. aku lelah!! aku lelah menghadapimu!! kau dan keegoisanmu!!   aku.. hhh.. tidak keberatan.. jika kau menceraikanku sekarang.. hhh jinki ssi..” yeoja didepanku berkata terengah-engah kudengar ada yang tak beres dengan nafasnya.

“ hhh.. aku.. hhh.. aku.. hhh.. ya tuhaan..” kulihat yeoja itu memegang dadanya yang naik turun dan berjalan kearah tempat tidur. wajahnya seketika pucat.. sangat pucat.

“ Ka.. ka.. kau kenapa??” aku merasakan diriku mulai panik, tak tahu harus berbuat apa dalam keadaan seperti ini.

“ hhh.. hhh.. hh..” dia membuka laci meja disamping tempat tidur dan mulai mengeluarkan tas yang berisi obat-obatan. dia terduduk dilantai berusaha keras membuka tas obat-obatan yang ia pegang. wajahnya makin lama semakin pucat. Ia pun banyak mengeluarkan keringat dingin. tangan nya bergetar hebat.

“ Nada.. Kau kenapa?? “

aku berlari menghampirinya, kemudian berjongkok dihadapannya. aku sama sekali tak tahu apa yang harus kulakukan.

“ Nada beritahu aku kau kenapa??”

“ hhh.. hhh..hhh..hhh..” dia menangis semakin keras karena tenaganya tak cukup kuat untuk bisa membuka tas obat itu.

Yaa tuhaan.. kenapa yeoja ini??

“ Nada!! bicaralah..” suaraku terdengar parau. hatiku sangat takut jika terjadi apa-apa padanya. apalagi dia seperti ini setelah aku berkata yang menyakiti hatinya.

“ hhh..hhh..hhh..” kulihat nada menyerah, ia tak lagi mencoba membuka tas obat yang ia pegang.

tanpa pikir panjang aku segera mengambil tas obat yang dipegangnya. dan membukanya sekuat tenaga. aku merasakan diriku seperti tersengat listrik saat ujung jari ku menyentuh tangan nya. namun aku tak perduli, aku tak ingin melihat nya menderita seperti ini.

tas itu berhasil ku buka, Nada terlihat mulai kehilangan kesadaran. aku menumpahkan seluruh isi tas kelantai. ada bermacam-macam pil dan obat. tapi aku tak tahu obat mana yang harus ku berikan pada Nada

Kulihat sekilas ada tabung kecil bertuliskan ‘liquid oxygen ( pertolongan pertama untuk penyakit asma)’ tanpa membuang-buang waktu segera kulepas tutupnya dan kuarahkan kemulutnya. tangan ku sedikit menyentuh bibirnya. lagi-lagi aku merasa seperti tersengat listrik.

“ sssshhhh….hhhh…hhh..”

dia menghirup udara dari tabung oksigen yang kuberikan. napasnya sedikit sedikit mulai teratur, namun wajahnya masih pucat dan berkeringat.

“ kau asma, Nada??” aku bertanya pelan, tangan ku masih fokus ke tabung oksigen kecil, berusaha menghindari bersentuhan dengan nya.

ia mengangguk sedikit. kurasa sekarang ia sudah agak tenang.

aku melepaskan tabung oksigen dari mulutnya, dan menatap wajahnya yang terlihat sangat letih. Nada masih menunduk.

“ Nada,, maafkan aku..” bisikku pelan.

tangan ku ingin bergerak mengusap wajahnya, menyibakkan beberapa helai rambut yang menempel di pipi dan lehernya yang basah. tapi aku mengurungkan niatku.

“ Nada.. aku benar-benar minta maaf, tak seharusnya aku berbicara seperti itu padamu..” aku berkata pelan.

dia hanya memandangiku, air matanya tampak menggenang di kedua bola matanya. ia mengatupkan bibirnya menahan tangis, namun seberapapun kuat ia menahan, air matanya terjatuh juga.

“ kau tak apa-apa?? mengapa kau menangis lagi..?? apanya yang sakit??” aku khawatir melihatnya seperti ini. dia memegang dadanya, menunduk dan terus menangis.

Yaa Tuhaan.. separah itu kah aku menyakitinya??

“ Nada.. aku..” tenggorokan ku terasa tercekat.

aku merasa menjadi orang paling kejam didunia.

aku sadar, batinnya tersiksa selama 4 minggu sejak hari pernikahan kita. aku juga tahu hampir tiap malam ia menangis karena sikap ku padanya yang kasar. Padahal ia sudah begitu baik terhadapku, memasakkanku makanan, mencuci bajuku, membersihkan rumah.. semua ia lakukan tanpa mengeluh. tak pernah sekalipun ia menyakiti perasaanku, selalu aku yang menyakitinya. yaa tuhaann.. mengapa aku bisa setega ini terhadapnya.

“ gwenchana jinki ssi..” katanya terisak.

“ tak kan kuulangi lagi.. “ aku berbisik pelan, entah dia mendengar nya atau tidak.

aku masih duduk dihadapannya, memandang wajahnya dan mengawasinya, siapa tau asmanya kembali kambuh.

seumur hidupku, belum pernah ada seorang yeoja yang membuatku sampai sebegini paniknya. hanya Park Nada..

satu lagi,

aku tak tahu dari kapan ini terjadi..

aku  sangat suka memandangi wajahnya, aku suka memandangi gerak-geriknya terutama jika Ia sedang memasak, dan aku juga tak keberatan jika kita saling menatap.

selain umma, dia adalah satu-satunya yeoja yang tidak membuat mataku sakit saat aku menatapnya..

Park Nada.. aku minta maaf..

**************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

132 thoughts on “VENUSTRAPHOBIA – PART 2”

  1. Jinki babo !
    Duuuuch kata2nya tu nyakitin bgt sihh
    Masak istrinya disuruh ƍįıƭÛ sama cowok laen
    (ˇ_ˇ’!l) ƗƗɑϑếƗƗĦƗƗ
    Ŧǻρί kayaknya jinki dah mulai bisa deket2 nada tuch

  2. wahhh thorrr……
    siapapun engkauuuu
    niy ff daebakkk!!!
    bisa ngerasain jadi nada yg dijahatin sma jinki..
    mikir donkkkkkk jinki g kasian ap???!!
    emosiii…maap thorrr
    lanjut lageeehhh

  3. Jinki ssi….!!!
    Mulutmu!!
    *Esmosi stadium akhir.

    Langsung jleb gt kta2mu..
    “Stdakny kau dpt 2 keuntungn. Puas dn uang…”
    Kl q jd Nada, gk cuma tanpar tuh.
    Jedotin tmbok lngsung!

  4. Akhirnya kelar juga baca part 2-nya, seharian colong2 waktu sembari kerja di kantor.

    Baca part ini bikin geregetan sendiri sama si Jinki. Babo banget sih! Hahaha…

    Lanjuuut~~

  5. Hyaaaaahhh jd pppengen nabok jinki juga!! Gilak itu mulutx bener2 huuuuhhhh minta di sumpel dah, kurang ajarx si jinki!!!!!
    Kl’∂Qΰώ jd nada udah tak silet2 itu bibir#anarkis-,-
    Jinki bertobatlaaaaahhhh

  6. Bang Jinki jahat dikira nada cewek apaan suruh tidur sama namja laen? =.=
    asik… Dah mulai roman”nya neh 😀

  7. Paraaah, Jinki yaaa.. Ucapanmu sudah kelewatan.. Kasian kan Nadanya smpe asma gtuu!! Tpi aku suka akhirannya Jinki minta maaaf.. Hehehe.. 😀 jdi penasaran sma part selanjutnya.. Hahaha.. Go to next part..

  8. hai aku new reader di sini ide ceritanya unik ya suka deh…ngebayangin onew yg pecicilan phobia cewek hahahaa gokil yak… aku mau kasih sedikit masukan, di bagian nada asma nya kambuh obat yg diberi bukan tabung berisi oksigen, tetapi seharusnya tabung obat yg isinya hcl buat lebih jelas km bisa googling ^^ salam kenal

  9. Bener2 bikin jantung panas kalo deger jinki oppa ngomng kanyak gitu tapi akhirnya jinki oppa mulai suka tuh sama nada ciecie swiiit3 aku udah gagsabar banget baca part selnjutnya … Fighting !!

  10. Apa nada harus menderita dulu baru jinki nya sadar??,
    ya ampun, menderitanya kau nak,
    jinki memang harus ditendang bokongnya,, dia jahat,, huhuhu 😥
    greget banget aku baca ff ini, sifat2nya jinki bener2 bikin nafasku turun naik yah

  11. Jinki sadis banget TT___TT
    huaaa… biasku~ omo…. dikira pembantu apa dibegituin…. ternyata ditampar doank,, udah bayangin Nada bakal keluarin jurus karate *?* sama tinju hahahaa

Leave a Reply to love key Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s