{FFWL} 5th FFWL To Zika

Tazika a.k.a Zikakey..

Adalah istri Key no.1..

Istri Key no.1 ??

Waktu dulu aku tak dapat menerimanya..

Namun sekarang ?

Sekarang juga aku tak dapat menerimanya..

Namun kini aku sadar, bahwa kau memang pantas menjadi istri Key no.1..

Kenapa aku bilang begitu ?

Karena..

Tazika a.k.a Zikakey..

Adalah orang yang telah membuat saya penasaran..

She’s My (EX) Wife..

Kenapa kau membuat cerita yang sangat indah sekali ?

Kenapa kau buat aku menyukai dan selalu menunggu akan karyamu ?

Ditambah kau membuat She’s My (EX) Wife versi OHO OHO..

Sungguh malang..

Aku tak dapat membacanya dikarenakan status diriku yang masih terbilang pendatang baru..

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrggghhhh…

Kau tahu ?

Aku menangis 7 hari 7 malam..

Mengingat bahwa aku tak bisa membacanya..

Tazika a.k.a Zikakey..

Adalah orang yang tak pernah mengobrol denganku..

Adalah orang yang sangat sangat aku ingin ajak bicara..

Namun apa daya..

Kau tak mengenalku..

Bahkan kau menyadari aku ada saja, aku tak yakin..

Tazika a.k.a Zikakey..

Adalah orang yang sangat giat dan berbalik sifat denganku..

Bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas hingga tak memperhatikan kesehatannya sendiri..

Sedangkan aku ?

Apabila dihadapkan pada suatu pekerjaan, aku selalu berkata “ Ah… ini nanti juga bisa..”

Dan..

Tazika a.k.a Zikakey..

Adalah orang yang sedang berulang tahun hari ini..

Ya Tuhan..

Orang yang aku kagumi sekarang sedang melewati hari bahagianya..

Bisakah engkau membuatnya sehat selalu dan berbahagia selalu ?

Orang-orang bilang “ Doa orang yang teraniaya suka dikabulkan ”

Aku harap itu benar..

Karena jika benar, berarti permohonanku akan terkabulkan, bukan ?

Terakhir..

TAZIKA a.k.a ZIKAKEY…

SELAMAT ULANG TAHUN 😀

Sungguh hebat apabila kau bisa membaca suratku ini..

Dan aku akan mencium kaki ibuku apabila kau bisa membaca suratku ini, hehe..

Penggemarmu yang sangat-sangat teramat sangat mengagumimu,

Lia ^Keylieon^

P.S: Ayoo yang merasa belum ngirim FFWL cepat cepat ^^ sebelum kita tutup niiihh.. ayulaaaahhh

Advertisements

{PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

VENUSTRAPHOBIA

PART 3

Eeeeiiitttssss…. udah aku ingetin kan dari part 1???? Yang merasa di bawah 17 hush hush.. masuk ke kamar giiihhh jangan ikut-ikut kakak-kakaknya yang rada mesum ini. Ok??  Kalau tetep mau baca.. bacanya bareng mama kalian yaaa… ekekekeke ~

Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Pagi ini aku menikmati sarapanku bersama dengannya. dia memasakkan nasi tim ayam dengan bumbu hainan yang membuatku menghabiskan 2 porsi. Continue reading {PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

Hands Of April [Intro]

Author: STORM

Cast: April, Jong Hyun, Onew

Summary: “Aku tidak akan membiarkan kau pergi. Jadi kumohon tetaplah memegang tanganku erat. Karena aku sudah memegang tanganmu erat.” Ujarku pada lelaki yang sedang menutup matanya ini.

HANDS OF APRIL (Intro)

Depok, Indonesia

February

“Gw ga tau ya Pril, Korea itu semahal apa. Tapi gw di Aussie 3 bulan tanpa uang saku baik- baik aja. Buktinya loe masih ketemu gw di sini. Ya kan?” kata Hendry salah seorang sahabatku sambil berjalan mengelilingi rak buku.

“Tapi loe kan cowok Dry..gw cewek.” Jawabku kesal. “Loe bayangin kalo nanti gw mati kelaparan di sana gara-gara ga punya uang..mana setau gw makanannya mie semua lagi..hadohhhhhh” keluhku sambil mengikutinya dari belakang.

“Ada ayam Pril..” Hendry membetulkanku.

“Ahh..Hendry..gw ga suka makanannya. Loe tau gw makan kim bab cuma habis setengah? Terus gw makan Kimci cuma berhasil makan sesuap..Padahal loe kan tau, se-gak-enaknya makanan tetep gw habisin.” Aku mengadu padanya tentang ketidaksukaanku pada makanan khas negara yang akan kujadikan tempat magang itu. “itu artinya gw ga suka makanannyaaaaa. Ayolahh..” aku tetap merengek padanya

“Aprilia Wibisono. You will be OK there.Loe tuh cuma magang 3 bulan di Seoul Korea. gw yakin loe bisa bertahan kalo cuma masalah makanan. dan loe ga akan sendirian. Kan ada Zacky dan Intan. At least kalo loe mati kelaperan, loe ada temennya lach hehehehe” jawab Hendry yang langsung ku respon dengan pukulan ditangannya.

“ehm..Hen..kalo gw tuker aja gimana?”tanyaku ragu

“Tuker gimana?” tanyanya tidak mengerti.

“aku tukeran tempat magang sama Zalfa. Dia ke Korea. Aku ke Singapore. Gimana?” tanyaku mantap.

“Tuhannnnn…April..please dong..ini kesempatan buat loe. Sekalian magang di korea sekalian cari data untuk skripsi loe yang tentang public diplomacy itu. Mikir donggggggg..” langkahnya tiba- tiba terhenti di rak buku no.327

*BRUK

aku menabrak badan besarnya “Aduuhhh. Jangan mendadak dong berentinya.”

“makanya jalan tuch di samping gw. Jangan di belakang gw. Mana gw tau kalo gw mau berhenti tiba-tiba” katanya sambil membungkuk mencari buku. “kok ga ada ya?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.

“apaan sih Hen?”aku ikut bingung melihatnya bingung.

“Bukunya Frankel.” Jawabnya “If I were you, Pril, I would go to Korea. just take this opportunity… Can you imagine, u’ve got the experience of working there and also get data about your skripsi? Me? Instead of worrying and crying, I will right away pack all my clothes.” Sambungnya sambil tetap berdiri dan membungkuk karena mencari buku incarannya itu

“Hendry Saputra. Please dong. I have no idea about Korea at all. I don’t even know how to speak Korean.” kataku sambil memberikan buku Frankel yang dicarinya.

“wahh..thank you..”ujarnya senang ketika aku menemukan buku impiannya itu.

“sebenarnya Pril, masalah loe itu bukan karena uang saku belom turun kan? tapi karena loe ga da passion untuk ke Korea ya kan?” Hendry merangkul bahuku dan berjalan menuju tempat peminjaman buku. Dan aku hanya mengangguk mantap. “heran gw, ga da passion tentang korea, skripsi loe malah tentang public diplomacy Korea.” katanya heran.

“gw beda sama loe Hen, bagi gw selama topik itu bermasalah, ya gw angkatlah ke permukaan. Emang loe, karena loe suka sama China jadi topik skripsi loe tentang china juga? Hoh! Bisa stress gw. I’m not that subjective Hen.” Ujarku yang langsung berbelok ke rak buku no.456 dan melepaskan rangkulannya dari bahuku.

“heh?mau kemana?” tanyanya.

“bentar pinjem buku diplomacy dulu” jawabku yang langsung diikuti oleh Hendry di belakang. “loe tau Hen, bahasa korea yang gw tau apa?” Hendry langsung menggelengkan kepalanya. “Cuma dua kata, annyeong dan gomawo.” Kataku sambil menunjukkan dua jariku. “itu masalahnya Hen, I don’t speak Korean, why don’t this university let me practice my English skill?” aku terus mengeluh tentang universitas kesayanganku ini.wait! Hen, You are the chairman of the internship division, aren’t you?” tanyaku tiba-tiba sambil menghentikan langkahku. Senyum mulai mengembang di bibirku

“I am, Madame” jawabnya singkat seolah tau maksud dan tujuan ku.

“Hen, you’re my bestfriend right?” Hendry langsung menganggukkan kepalanya. senyumku kembali tersungging.

“soooo…, would you rearrange my internship area?”pintaku manja memelas. Yang ditanya hanya melirik padaku dan terus berjalan.

“Hendryyyyyyy!”

Seoul, Korea

June WEEK I

“Tuhann..capeknya..”keluhku sesampainya di dalam lift. ini adalah hari ke-empat aku magang di salah satu NGO di Korea. yup! anda benar! Hendry Saputra yang mengaku sahabatku itu tidak mau menukar tempat magangku. “Just because you’re my best friends for 3 years, it doesn’t mean I would say yes to your request. Where should I put my credibility as the chairman?” itu yang dikatakan Hendry pada ku ketika di perpustakaan. “cih! kredibilitas katanya? Kredibilitas apaan?!!” sampai saat ini aku masih belum bisa terima keputusannya. “ahhhh..tuhannnnnnn”

“NONA, tolong tahan liftnya” tiba-tiba seorang laki-laki sambil berlari berteriak padaku.

“terimakasih” katanya sambil menyender ke lift yang langsung ku jawab dengan senyuman. Aku memang mengerti bahasa korea tapi hanya mengerti saja. belum bisa berbicara. Struktur bahasa korea yang menurutku agak rumit itu tambah membuatku untuk menjawab pertanyaan dengan senyum atau terkadang dengan bahasa inggris.

what floor?” tanyaku pada laki-laki yang sedang menyender itu.

“ehm?”tanyanya tidak mengerti.

“mati gw. Dia ga ngerti” kataku dalam hati. Aku langsung menunjuk tombol-tombol lift di sebelah kanan kami. “oh..” katanya “ehm..sepertinya kita satu lantai” ujarnya ketika melihat tombol nomor 11 yang sudah menyala. Dan aku hanya bisa mengangguk saja.

“kau apartment nomor berapa?”tanyanya sambil membuka topinya. “1115” jawabku. “wah..kita tetangga dong. Aku nomor 1114” jelasnya yang kali ini sedang membetulkan jaketnya. Aku kembali tersenyum padanya.

“Lelaki berponi” kataku dalam hati. Apa semua laki-laki korea berponi semua? Mr.Kim yang menjemput ku di bandara juga berponi. Teman- teman kantorku juga. Belum pernah aku melihat laki-laki tidak berponi di korea ini. jadi pantas kalau aku menyebutnya negara poni hehehehe. ^^v

Kuperhatikan lelaki di depanku ini. tentu saja selain poninya =p. dari atas sampai bawah. Kuperhatikan wajahnya lebih teliti. Bukankah orang ini yang selalu melihat pemandangan malam di balkonnya? Aku mencoba mengingatnya. Kuposisikan diriku agar ku bisa melihatnya lebih jelas. Tentu saja dia orangnya. Dari rambutnya seharusnya aku tau dia adalah orang yang selalu menatap ke luar jendela dari balkonnya. Entah apa yang dilihatnya waktu itu. Tapi sejak hari pertamaku di apartment. Aku selalu melihatnya di balkon.  Menatap ke luar jendela. Dan sering kudengar lelaki ini menarik nafas panjang.

“Nona, namamu siapa?” tanyanya membuyarkan pikiranku. “aku Jong Hyun” lelaki ini memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. “April” kataku sambil menjabat tangannya. Tangannya dingin sekali. Dan ketika kulihat, mukanya pucat sekali dan..dan.. “itu..itu..” jariku menunjuk ke arah wajahnya. Yang kutunjuk malah heran tidak mengerti. “darah..hidungmu berdarah” Dengan panik aku mencoba mencari sapu tangan di tasku.

BRUK!

—————————————————————————————————————————–

Waktu menunjukkan pukul 11 malam dan aku masih di rumah sakit menemani lelaki bernama Jong Hyun ini. Aku mengambil tas ku dan berpamitan dengannya. “Jong Hyun ssi, aku pulang dulu ya. Teman-temanku pasti sedang mencariku” pamitku padanya sambil memegang tangannya.

“Nona, ku mohon jangan pergi sampai aku tertidur” Jong Hyun dengan mata tertutup memintaku dengan lemas dan menggenggam tanganku erat.

*DEG* jantungku tiba-tiba berdetak dengan cepatnya mendengar ia mengatakan itu.

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“Jangan pergi sampai aku tertidur.” kata- kata ini terus terngiang di kepalaku dan membawaku ke beberapa tahun yang lalu saat aku berumur 17 tahun.

“Ade, mami mana?” tanya ayahku yang sedang berbaring di tempat tidur.

“mami lagi ngomong sama dokter Yah.”jawabku sambil membetulkan bantal ayahku.

“oh..” ucapnya lemah “Ade, ayah jangan ditinggal ya sampai ayah tidur” pinta ayahku yang hanya bisa kurespond dengan anggukan. tangannya memegang tanganku erat seolah tidak mengizinkanku untuk pergi sedetikpun. Aku terus memperhatikan ayahku dari kepala sampai kakinya. Perhatianku terus tertuju pada dadanya yang bidang. Lama lama genggaman ayahku mulai merenggang tidak sekuat genggaman beberapa menit yang lalu. Ku perhatikan dadanya sudah tidak ada gerakan lagi. Ku dekatkan tangan kiriku ke hidungnya. Tidak kurasakan apa-apa. air mata mengalir di pipiku tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tenggorokanku sakit mencoba menahan air mata yang tiada hentinya turun ke pipiku ini.

“MAAAAAAMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…” aku teriak sekuat tenaga tapi tidak ada yang datang satu pun. Kakiku lemas. Dadaku sesak.

“MAMIIIIIIIIIIIIIIIIIII” aku terus berteriak memanggil mamiku..

“MAMIIIIIIIIIIIIII…ayahhhhhhhhhhhhhh” air mata ini terus mengalir. Kaki ini masih tetap bertahan untuk berdiri. Aku tetap menggenggam tangan ayahku dengan erat. Kali ini aku yang memintanya untuk tidak pergi.

“Tuhan..kau tidak akan membiarkanku mengalami hal ini dua kali kan?” tanyaku dalam hati. “Tuhan, aku bahkan tidak mengenal baik lelaki ini.ku mohon jangan lakukan ini padaku” aku tetap memohon dalam hati. Dada ini mulai terasa sesak. Tangan ini mengenggam tangannya dengan erat. Lama-lama wajahnya berubah menjadi wajah ayahku. Sesak di dadaku ini bertambah. Genangan air mata di mataku ini membuatku tidak dapat melihat jelas wajahnya. Aku menarik nafas panjang mencoba menahan agar air mata ku tidak jatuh. Tetapi tidak bisa.  Air mata ini tetap jatuh.

Genggamanku semakin kuat menggenggam tangannya yang mulai melemah. “Aku tidak akan membiarkan kau pergi. Jadi kumohon tetaplah memegang tanganku erat. Karena aku sudah memegang tanganmu erat.” Ujarku pada lelaki yang sedang menutup matanya ini.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

He Still My Boyfriend – Part 5

He Still My BoyFriend

^part 5^

Main Cast  : Shin Eun Kyo ( YOU ), Choi MinHo , Choi JinRi(Sulli)

Other Cast :  Lee JinKi , Kim JongHyun

Length : Chaptered

Genre : Romantic

Keterangan umur : YOU 18 tahun,MinHo 21 tahun,JinKi 19 tahun.

Min Ho POV

Saat aku ingin menuju kantin aku melihat yoja yang baru keluar dari toilet. Dia seperti Eun Kyo. Tapi apa dia Eun Mi? Aku jadi bingung.

”YA,SHIN EUN KYO” sebelum yoja itu berjalan terlalu jauh aku memanggil nama Eun Kyo. Entah kenapa aku yakin dia itu Eun Kyo.

Diapun berhenti dan ternyata dugaanku benar dia adalah Eun Kyo. Akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku pun menghampirinya.

”Nuguseyeo?” tanya Eun Kyo. Rasanya aku ingin marah tapi wajar jika dia bertanya aku siapa. Setelah lima tahun aku baru berani menampakkan wajahku.

”Kau tak tau siapa aku?” tanyaku dan dijawab dengan anggukan kepala.

Kyo-ah aku senang walaupun kau tidak mengetahui siapa aku kau masih memakai kalung yang aku berikan yang berinisialkan nama kita ’MINKYO’. Ternyata kau masih menyimpannya.

Eun Kyo POV

Saat aku keluar dari toilet,aku mendengar ada yang memanggil namaku. Saat aku menengok kebelakang sudah ada namja yang sangat tampan. Dia sangat tinggi,matanya besar,dan rambutnya cepak.

”Nuguseyeo?” tanyaku. Orang itu nampak terkejut mendengar pertanyaanku. Apakah aku salah jika aku bertanya dia siapa?

”kau tak tau siapa aku?” pertanyaan yang aneh dan aku hanya mengangguk. Bukannya menjawab pertanyaanku,dia malah memperhatikan kalung yang dulu MinHo oppa berikan. Dan setelah puas memperhatikan kalungku dia malah tersenyum

Dan betapa terkejutnya aku saat dia mengeluarkan kalung dari balik kemejanya kalung bertuliskan ’KYOMIN’. Itukan kalung yang aku berikan untuk MinHo oppa.

”MinHo oppa?” tanyaku ragu-ragu.

Ternyata dia benar-benar MinHo oppa. MinHo oppa langsung memelukku. Aku sangat senang akhirnya aku bertemu MinHo oppa. Tapi disatu sisi aku merasa marah dan sedih.

Akupun melepas pelukannya,menatap dalam matanya  mencari jawaban yang aku cari, mencari sesuatu yang tidak aku mengerti.

”Kenapa oppa baru datang? Kenapa oppa baru menemuiku?”tanyaku beruntut. Apakah sangat susah menemuiku. Apakah sangat susah waktu aku SMP dia datang dan berkata padaku ’Hai,aku Choi MinHo’ apakah sangat susah mengatakan itu?

”mianhae aku memang pengecut. Jujur aku bingung bagaimana caranya untuk bertemu denganmu. Jujur aku malu jika harus bertemu denganmu”

****

JongHyun POV

Setelah mendengar cerita dari JinKi tentang EunKyo yang buta arah dan suka tersesat,entah kenapa aku merasa cemas. Aku takut dia tersesat lagi. Akhirnya aku putuskan untuk menyusulnya. Tapi aku malah melihat Eun Kyo sedang bersama namja lain. Aku bingung menggambarkan suasana diantara mereka berdua. Suasananya berubah-ubah.

Akupun memutuskan menghampiri Eun Kyo dan berdiri disampingnya. Namja itu bingung melihat kearahku.

”geusaram-i nuguseumnika?” tanya namja itu

”dia namja chinguku”jawab Eun Kyo. Aku tau dia sedang berbohong tapi entah kenapa aku merasa sangat senang.

Eun Kyo POV

”geusaram-i nuguseumnika” tanya MinHo oppa sambil menunjuk JongHyun sunbae.

”dia namjachinguku” mianhae sunbae,mianhae oppa. Oppa maafkan aku harus berbohong padamu. Mungkin ini yang terbaik oppa.

Terlihat dari wajah oppa,dia sedang marah dan hal yang sudah aku duga terjadi..

Buuugghhhh…  MinHo oppa memukul JongHyun sunbae.

”oppa aku mohon hentikan semuanya” kataku dengan suara terisak. MinHo oppa menurut dan dia langsung pergi.

”gwenchannayo sunbae?” kataku sambil membantu JongHyun sunbae berdiri.
”hanya sedikit sakit. Kau harus menjelaskannya padaku”

”baiklah”

****

MinHo POV

”dia namja chinguku” jawab Eun Kyo.

Rasanya aku marah sekali. Aku kira dia setia menungguku,seperti aku setia menunggi dan mencarinya. Tapi dia malah melupakanku dan mempunyai namjachingu?

BUUUGGHH…. akupun memukul namja itu hingga tersungkur. Aku sudah tidak bisa menahan amarahku.

”oppa aku mohon hentikan semuanya” kata Eun Kyo dengan suara terisak. Kyo-ah kenapa kau menangis untuk namja ini?

Akupun menuruti permintaannya dan berlari menuju parkiran. Akupun pulang ke rumah dengan amarah yang memuncak.

******

JongHyun POV

Setelah aksi pemukulan tadi,aku mengajak EunKyo ke cafe yang berada diseberang kampus.

Setelah berdiam diri sambil menunggu pesanan kami datang. Akhirnya EunKyo bercerita juga tentang namja itu.

Dan aku baru tau kalau namja tadi bernama Choi MinHo. Dia adalah namja chingu Eun Kyo yang selama 5 tahun ini tidak pernah bertemu dan tidak pernah berhubungan. Dan hanya karena handphone hubungan mereka jadi tidak jelas? Ini sungguh konyol aku masih belum bisa mempercayainya.

”sunbae,menurutmu apa yang harus aku lakukan?”

”bicarakan dengan dia secara baik-baik”

”lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”

”Kau sms dia,minta bertemu dan kau bicarakan baik-baik dengan dirinya” kataku berusaha bijak walaupun aku merasa sakit saat mengatakannya.

”aku tidak tau nomornya” great,aku lupa kalau dia takut meminta nomor MinHo-hyung pada JinRi.

”kau kabari JinKi tentang keadaanmu. Lalu kau minta Jinki untuk minta nomor MinHo pada JinRi.

”wah,sunbae pintar” katanya memuji diriku.

******

Jin Ki POV

Aku dan JinRi jadi ikut-ikutan cemas dengan keadaan EunKyo. Apa EunKyo tersesat lagi? Arrrgghhhh,,kau sangat merepotkan aku. Saat sedang cemas-cemasnya tiba-tiba handphone berbunyi..

Loverholic Robotonic Loverholic Robotonic

Oppa tenang saja aku tidak kesasar kok^o^. Sekarang aku sedang bersama JongHyun sunbae di cafe seberang kampus. Oppa tidak usah menyusulku,temani JinRi lalu lancarkan aksimu selanjutnya. Oh,iya tolong tanya pada JinRi berapa nomor handphone MinHo oppa?

Sepertinya EunKyo bisa membaca pikiranku,dia menjawab semua pertanyaan yang dari tadi hanya terlintas dipikiranku.

”kau tidak usah cemas JinRi-ah. EunKyo sudah aman bersama JongHyun.” kataku menenangkan JinRi.

”jeongmal? Anak itu membuat semua orang cemas saja”

“ne,jadi kau tenang saja. Oh,iya apa mungkin EunKyo sudah bertemu dengan oppamu ?”

“molla memangnya ada apa ? ”

“Aku rasa mereka sudah bertemu. Soalnya EunKyo menanyakan nomor handphone oppamu. Maukah kau memberikan nomornya?” JinRi hanya mengangguk dan memberikan nomor handphone oppanya. Akupun mengetiknya dan mengirimkannya ke EunKyo.

****

Eun Kyo POV

Akhirnya JinKi oppa memberitahu nomornya MinHo oppa. Aku pun mengikuti saran JongHyun sunbae untuk sms MinHo oppa. Semoga dia mau bertemu denganku.
End of EunKyo POV

*****

MinHo POV

Aku sedang berada dikamarku bermalas-malasan. Jika ingat kejadian tadi aku ingin memukul namja itu hingga babak belur.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi.. ternyata dari nomor yang tidak aku kenal.

So Many Night I wonder why,what can i do to make it right? Everything will be allright so JoJo Please tell me why.

Oppa,maukah kau bertemu denganku? Ditaman dekat SMP. Ada yang ingin aku bicarakan. Aku tunggu oppa.

Dari isi pesannya aku tau itu dari EunKyo. Kira-kira apa yang ingin dia bicarakan? Apakah dia ingin memberi tau kalau EunKyo ingin menikah dengan namja itu? Itu tidak boleh terjadi.

Ne,tunggu aku disana

Akupun bergegas dan langsung pergi menuju taman yang EunKyo maksud. Saat sampai di taman,ternyata EunKyo sudah sampai duluan dia sedang duduk di bangku yang ada di taman ini. Aku menghampirinya,sejujurnya aku ingin tersenyum bahkan lompat kegirangan melihat EunKyo tapi rasanya aku juga ingin marah.

“apa kau sudah menunggu lama?” kataku dengan nada agak ketus.

“anni,aku baru saja datang. Duduklah,apa oppa tidak capek berdiri terus?” katanya tanpa menatap wajahku.

Akupun menurutinya dan duduk disebelahnya. Kami hanya berdiam diri tenggelam dalam pikiran masing-masing. Diantara kami tidak ada yang mau memulai berbicara. EunKyo hanya menatap jalan yang ada di depan kami.

”apa yang ingin kau bicarakan?” kataku memecah keheningan.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF