Hands Of April [Intro]

Author: STORM

Cast: April, Jong Hyun, Onew

Summary: “Aku tidak akan membiarkan kau pergi. Jadi kumohon tetaplah memegang tanganku erat. Karena aku sudah memegang tanganmu erat.” Ujarku pada lelaki yang sedang menutup matanya ini.

HANDS OF APRIL (Intro)

Depok, Indonesia

February

“Gw ga tau ya Pril, Korea itu semahal apa. Tapi gw di Aussie 3 bulan tanpa uang saku baik- baik aja. Buktinya loe masih ketemu gw di sini. Ya kan?” kata Hendry salah seorang sahabatku sambil berjalan mengelilingi rak buku.

“Tapi loe kan cowok Dry..gw cewek.” Jawabku kesal. “Loe bayangin kalo nanti gw mati kelaparan di sana gara-gara ga punya uang..mana setau gw makanannya mie semua lagi..hadohhhhhh” keluhku sambil mengikutinya dari belakang.

“Ada ayam Pril..” Hendry membetulkanku.

“Ahh..Hendry..gw ga suka makanannya. Loe tau gw makan kim bab cuma habis setengah? Terus gw makan Kimci cuma berhasil makan sesuap..Padahal loe kan tau, se-gak-enaknya makanan tetep gw habisin.” Aku mengadu padanya tentang ketidaksukaanku pada makanan khas negara yang akan kujadikan tempat magang itu. “itu artinya gw ga suka makanannyaaaaa. Ayolahh..” aku tetap merengek padanya

“Aprilia Wibisono. You will be OK there.Loe tuh cuma magang 3 bulan di Seoul Korea. gw yakin loe bisa bertahan kalo cuma masalah makanan. dan loe ga akan sendirian. Kan ada Zacky dan Intan. At least kalo loe mati kelaperan, loe ada temennya lach hehehehe” jawab Hendry yang langsung ku respon dengan pukulan ditangannya.

“ehm..Hen..kalo gw tuker aja gimana?”tanyaku ragu

“Tuker gimana?” tanyanya tidak mengerti.

“aku tukeran tempat magang sama Zalfa. Dia ke Korea. Aku ke Singapore. Gimana?” tanyaku mantap.

“Tuhannnnn…April..please dong..ini kesempatan buat loe. Sekalian magang di korea sekalian cari data untuk skripsi loe yang tentang public diplomacy itu. Mikir donggggggg..” langkahnya tiba- tiba terhenti di rak buku no.327

*BRUK

aku menabrak badan besarnya “Aduuhhh. Jangan mendadak dong berentinya.”

“makanya jalan tuch di samping gw. Jangan di belakang gw. Mana gw tau kalo gw mau berhenti tiba-tiba” katanya sambil membungkuk mencari buku. “kok ga ada ya?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.

“apaan sih Hen?”aku ikut bingung melihatnya bingung.

“Bukunya Frankel.” Jawabnya “If I were you, Pril, I would go to Korea. just take this opportunity… Can you imagine, u’ve got the experience of working there and also get data about your skripsi? Me? Instead of worrying and crying, I will right away pack all my clothes.” Sambungnya sambil tetap berdiri dan membungkuk karena mencari buku incarannya itu

“Hendry Saputra. Please dong. I have no idea about Korea at all. I don’t even know how to speak Korean.” kataku sambil memberikan buku Frankel yang dicarinya.

“wahh..thank you..”ujarnya senang ketika aku menemukan buku impiannya itu.

“sebenarnya Pril, masalah loe itu bukan karena uang saku belom turun kan? tapi karena loe ga da passion untuk ke Korea ya kan?” Hendry merangkul bahuku dan berjalan menuju tempat peminjaman buku. Dan aku hanya mengangguk mantap. “heran gw, ga da passion tentang korea, skripsi loe malah tentang public diplomacy Korea.” katanya heran.

“gw beda sama loe Hen, bagi gw selama topik itu bermasalah, ya gw angkatlah ke permukaan. Emang loe, karena loe suka sama China jadi topik skripsi loe tentang china juga? Hoh! Bisa stress gw. I’m not that subjective Hen.” Ujarku yang langsung berbelok ke rak buku no.456 dan melepaskan rangkulannya dari bahuku.

“heh?mau kemana?” tanyanya.

“bentar pinjem buku diplomacy dulu” jawabku yang langsung diikuti oleh Hendry di belakang. “loe tau Hen, bahasa korea yang gw tau apa?” Hendry langsung menggelengkan kepalanya. “Cuma dua kata, annyeong dan gomawo.” Kataku sambil menunjukkan dua jariku. “itu masalahnya Hen, I don’t speak Korean, why don’t this university let me practice my English skill?” aku terus mengeluh tentang universitas kesayanganku ini.wait! Hen, You are the chairman of the internship division, aren’t you?” tanyaku tiba-tiba sambil menghentikan langkahku. Senyum mulai mengembang di bibirku

“I am, Madame” jawabnya singkat seolah tau maksud dan tujuan ku.

“Hen, you’re my bestfriend right?” Hendry langsung menganggukkan kepalanya. senyumku kembali tersungging.

“soooo…, would you rearrange my internship area?”pintaku manja memelas. Yang ditanya hanya melirik padaku dan terus berjalan.

“Hendryyyyyyy!”

Seoul, Korea

June WEEK I

“Tuhann..capeknya..”keluhku sesampainya di dalam lift. ini adalah hari ke-empat aku magang di salah satu NGO di Korea. yup! anda benar! Hendry Saputra yang mengaku sahabatku itu tidak mau menukar tempat magangku. “Just because you’re my best friends for 3 years, it doesn’t mean I would say yes to your request. Where should I put my credibility as the chairman?” itu yang dikatakan Hendry pada ku ketika di perpustakaan. “cih! kredibilitas katanya? Kredibilitas apaan?!!” sampai saat ini aku masih belum bisa terima keputusannya. “ahhhh..tuhannnnnnn”

“NONA, tolong tahan liftnya” tiba-tiba seorang laki-laki sambil berlari berteriak padaku.

“terimakasih” katanya sambil menyender ke lift yang langsung ku jawab dengan senyuman. Aku memang mengerti bahasa korea tapi hanya mengerti saja. belum bisa berbicara. Struktur bahasa korea yang menurutku agak rumit itu tambah membuatku untuk menjawab pertanyaan dengan senyum atau terkadang dengan bahasa inggris.

what floor?” tanyaku pada laki-laki yang sedang menyender itu.

“ehm?”tanyanya tidak mengerti.

“mati gw. Dia ga ngerti” kataku dalam hati. Aku langsung menunjuk tombol-tombol lift di sebelah kanan kami. “oh..” katanya “ehm..sepertinya kita satu lantai” ujarnya ketika melihat tombol nomor 11 yang sudah menyala. Dan aku hanya bisa mengangguk saja.

“kau apartment nomor berapa?”tanyanya sambil membuka topinya. “1115” jawabku. “wah..kita tetangga dong. Aku nomor 1114” jelasnya yang kali ini sedang membetulkan jaketnya. Aku kembali tersenyum padanya.

“Lelaki berponi” kataku dalam hati. Apa semua laki-laki korea berponi semua? Mr.Kim yang menjemput ku di bandara juga berponi. Teman- teman kantorku juga. Belum pernah aku melihat laki-laki tidak berponi di korea ini. jadi pantas kalau aku menyebutnya negara poni hehehehe. ^^v

Kuperhatikan lelaki di depanku ini. tentu saja selain poninya =p. dari atas sampai bawah. Kuperhatikan wajahnya lebih teliti. Bukankah orang ini yang selalu melihat pemandangan malam di balkonnya? Aku mencoba mengingatnya. Kuposisikan diriku agar ku bisa melihatnya lebih jelas. Tentu saja dia orangnya. Dari rambutnya seharusnya aku tau dia adalah orang yang selalu menatap ke luar jendela dari balkonnya. Entah apa yang dilihatnya waktu itu. Tapi sejak hari pertamaku di apartment. Aku selalu melihatnya di balkon.  Menatap ke luar jendela. Dan sering kudengar lelaki ini menarik nafas panjang.

“Nona, namamu siapa?” tanyanya membuyarkan pikiranku. “aku Jong Hyun” lelaki ini memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. “April” kataku sambil menjabat tangannya. Tangannya dingin sekali. Dan ketika kulihat, mukanya pucat sekali dan..dan.. “itu..itu..” jariku menunjuk ke arah wajahnya. Yang kutunjuk malah heran tidak mengerti. “darah..hidungmu berdarah” Dengan panik aku mencoba mencari sapu tangan di tasku.

BRUK!

—————————————————————————————————————————–

Waktu menunjukkan pukul 11 malam dan aku masih di rumah sakit menemani lelaki bernama Jong Hyun ini. Aku mengambil tas ku dan berpamitan dengannya. “Jong Hyun ssi, aku pulang dulu ya. Teman-temanku pasti sedang mencariku” pamitku padanya sambil memegang tangannya.

“Nona, ku mohon jangan pergi sampai aku tertidur” Jong Hyun dengan mata tertutup memintaku dengan lemas dan menggenggam tanganku erat.

*DEG* jantungku tiba-tiba berdetak dengan cepatnya mendengar ia mengatakan itu.

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“jangan pergi sampai aku tertidur.”

“Jangan pergi sampai aku tertidur.” kata- kata ini terus terngiang di kepalaku dan membawaku ke beberapa tahun yang lalu saat aku berumur 17 tahun.

“Ade, mami mana?” tanya ayahku yang sedang berbaring di tempat tidur.

“mami lagi ngomong sama dokter Yah.”jawabku sambil membetulkan bantal ayahku.

“oh..” ucapnya lemah “Ade, ayah jangan ditinggal ya sampai ayah tidur” pinta ayahku yang hanya bisa kurespond dengan anggukan. tangannya memegang tanganku erat seolah tidak mengizinkanku untuk pergi sedetikpun. Aku terus memperhatikan ayahku dari kepala sampai kakinya. Perhatianku terus tertuju pada dadanya yang bidang. Lama lama genggaman ayahku mulai merenggang tidak sekuat genggaman beberapa menit yang lalu. Ku perhatikan dadanya sudah tidak ada gerakan lagi. Ku dekatkan tangan kiriku ke hidungnya. Tidak kurasakan apa-apa. air mata mengalir di pipiku tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tenggorokanku sakit mencoba menahan air mata yang tiada hentinya turun ke pipiku ini.

“MAAAAAAMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…” aku teriak sekuat tenaga tapi tidak ada yang datang satu pun. Kakiku lemas. Dadaku sesak.

“MAMIIIIIIIIIIIIIIIIIII” aku terus berteriak memanggil mamiku..

“MAMIIIIIIIIIIIIII…ayahhhhhhhhhhhhhh” air mata ini terus mengalir. Kaki ini masih tetap bertahan untuk berdiri. Aku tetap menggenggam tangan ayahku dengan erat. Kali ini aku yang memintanya untuk tidak pergi.

“Tuhan..kau tidak akan membiarkanku mengalami hal ini dua kali kan?” tanyaku dalam hati. “Tuhan, aku bahkan tidak mengenal baik lelaki ini.ku mohon jangan lakukan ini padaku” aku tetap memohon dalam hati. Dada ini mulai terasa sesak. Tangan ini mengenggam tangannya dengan erat. Lama-lama wajahnya berubah menjadi wajah ayahku. Sesak di dadaku ini bertambah. Genangan air mata di mataku ini membuatku tidak dapat melihat jelas wajahnya. Aku menarik nafas panjang mencoba menahan agar air mata ku tidak jatuh. Tetapi tidak bisa.  Air mata ini tetap jatuh.

Genggamanku semakin kuat menggenggam tangannya yang mulai melemah. “Aku tidak akan membiarkan kau pergi. Jadi kumohon tetaplah memegang tanganku erat. Karena aku sudah memegang tanganmu erat.” Ujarku pada lelaki yang sedang menutup matanya ini.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Advertisements

44 thoughts on “Hands Of April [Intro]”

  1. STORMIE! you did this to me??? again??? lagi seru-seru trus TBC? HUAAA!!! why did you cut it out??? *labil mulaaaiii…*

    well,ga bisa ngomong. DAEBAK MUCH! YOU’RE SO UNPREDICTABLE! kalo katanya simon cowell pas ngomentarin melinda doolittle di american idol nih ya : I thought we just have a pussycat. obviously we have a tiger *bhs inggrisnya unn nulis2 aja deh,tapi emang itu intinya yg diucapin simon waktu itu*.

    GUESS WHAT, THIS FF WAS SO DAMN UNSPEAKABLE! PADAHAL BARU INTRO KAAAANNN??? HUAAAA!!! STORMIE WE’VE CATCHED YOUR TALENT DEH KAYAKNYAAAAA…!!! *labil lagiiiii…*

    lanjutannya buruan ya,storm! ngga mau tahu pokoknya buruaaaannnn!!! ga mau tahu pokoknya! *digaplok satu blog gara2 maksain storm*

  2. STORM ONNIE…!!!!
    *ikut ngerusuh bareng c umma (eci onn) *
    INI BARU INTRO ?!
    BARU INTRO AJA UDAH GINI, APALAGI TROIN ??
    *apaseeeh…apalayaa*

    STORM ONNIE…!!
    KERRREEEEEN…
    HUWOOOO…
    *langsung berubah jadi monster*

    STORM ONNIEEEEE…
    ITU JJONG BARU JUGA NONGOL UDAH PENYAKITAN LAGI ???
    HUWEEEEEE….

    ONYU ??
    Onyu mana ? onyu gimana ?
    *jawabannya pasti : liat aja ntar/-_-*

    btw…
    itu…
    anu…
    aku suka sama karakternya hendry..hehe

    1. tuh kannn benerrr…
      aku tuh pasti ngakak deh setiap baca komen dari-mu
      hahaha
      bener-bener mencerahkan hati..*apa sehhh?? ^^

      Onyu? di part selanjutnya lahhhh…

      eh, Li, itu karakter Hendry, emang ada beneran loh..
      temenku dia..beda nama doang. tapi karakter tetap sama
      mo kukenalin? agak ndut tapi..jiakakak

      1. DAPAT MENCERAHKAN HATI ??
        AHEYYY…
        *langsung sujud syukur trus mau makan nasi goreng yang ada bawangnya*

        tuuuh kaaannn…
        pasti bilang begonooo -_____-

        OH EMANG BENERAN ADA ??
        AGAK NDUT ?
        MUKANYA MIRIP ONYU ATAU KEY GAK, ONN ??!!

  3. ya kenapa jonghyun muncul.a cuman sebentar!
    tiba-tiba mimisan lagi dasar bandan ajja yg besar, tapi gk sehat!
    jangan lama2.a part1.a

  4. DAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    EEEEEEEEEEEEEE>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKK>>>>>>>>>>>>>!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    *sori alay, cuma bisa ngomong ini* HUA! DAEBAK LAH POKOKNYA BUAT STORM UNNIE!!!

  5. Ini msih intro yah???
    Wah, aku kira ini tdi oneshot..*author: dasar reader pabo*…gak sbar nih pengen baca crita slanjut na….hehe…anneyong…

  6. Semalem aku baca sampe kagak nafas
    Dan begitu selesai… satu hembusan nafas bareng satu kata “WOW” hahahhaa
    sumpah!!!!!
    STORM !!!! YOU’RE ON IN A MILLION !!! *apaaa cobaaaaa*
    ekekekeke….
    SERIOUSLY… YOUR FICTION ALWAYS BRING A NEW AGE !!!! *ngaco lagiii.. wekekekee*
    Kayaknya aku harus belaar nulis FF sama kamu deh.. ya ampuuunnn SENIOR !!! KYAAAAAAAAAAA ~

  7. hiyaaaaaaa daebak ffnya! XD
    ini baru intro? astagaaaaa seruuuuuu!!!
    huweeeeee jjong sakit? aaaaa penasaran ><
    ayo lanjutannyaaaaa~~ 😀

  8. aku kira ini oneshoot, eee ta tauny baru intro *pabo!

    baru intronya aja uda keren gini >…< gmana lanjutannya nantii?? ku tunggu part 1nyaa 😀

  9. yaaaaah kenapa tiba2 TBC..penasaran nih lanjutan critanya!part slanjutnya jgn lama2 ya thor…

    Critanya keren,alurnya ga bisa ditebak.,trus feelnya jg krasa…komplit pokoknya!

  10. wah… keren…
    emang punya bakat ni authornya..hehe..
    intronya aja uda bikin penasaran…

    2 thumbs up buat author…
    can’t wait for the next chapter …….
    daebak~

  11. STORM Onnie selalu bisa bikin ff yang DAEBAK ..
    KEREEEEN BANGEEET …
    Gak kalah sama Our Rebellious Girl …
    Kayaknya abis ni aku bakal ngefans sama onnie deh … ^o^

  12. Heeeeeeeeee ????
    Baru pulang dari berpergian jauh, dan skarang langsung baca FF macam ni *style upinipin*
    smua kelelahan langsung berubah menjadi kekalutan.
    Huaaaaaaaa ¤apalah ni gw¤
    i’m so amazed with your ff, would you want to give me some lesson unnie ???
    *puppy eyes mode on*
    ¤author:ngarep lu¤
    ehehehehe
    yoroshiku lah. Cahya desu.*jpangny kluar*
    ^^

  13. wew..dah tayang yah..ff ku yang ini..
    tak apalah..hehehe ^^

    @All: terimakasih sudah baca..ga nyangka sama responsenya..
    part selanjutnya ku usahain ga lama deh..^^

    @Lana, Cahya: hahaha..ngeledekkkkkkkk nihhhhhhhhhh..^^

  14. Ada apakah dgn jonghyun ???????

    Huaaaaaaaaaaaaaaaaa..
    STORM onnie !!! Kereenn kereenn..
    Lanjjoooot nya jangan lama2 yaaa.. Okeeee ???
    ditunggu lhooohh xDD

  15. I just can’t to not comment on this ff.
    Many already’ve already said it but your fic really is good : )
    I like with how you put the climax, it makes the whole story become more and more intersting. I get teary in my eyes once i read the hospital scene yet your writing style is so easy to read and the flow is also good. But the cliffhanger end is REALLLLLY BUGS me, update soon (no pressure though) ^^
    keep writing!

  16. @Leena: whoaa..leena..n i thank you for reading my ff..^^

    @So~: hehe,,itu kayaknya part selanjutnya akan lama say…hehe maaf ya..xixixi
    canda dengg..tenang..kuusahain segera kok..

    @Park kyungjin: whoaa….terimakasih..terimakasihhhh

    @whatsoever: wow..such a detail assessment hehehe..thx you for all the compliment..*bow ^^

  17. bwahahahahaa

    April? Hendry?
    those two characters seem familiar to me huahaha
    =p

    terus lanjutannya mana nak?

    storm..this is so great!!
    ga sia-sia ya nongkrong di freedom? hahaaha

  18. one word to say, DAEBAK!!!
    You’re really talented…
    Baru ngeh n niat baca FF ini setelah part 1 nya keluar, ahhh suka sekali….
    berasa dekat dgn khidupan kita, taun dpn jadi pengen magang di Seoul,hihi…

    1. ahaha…dasar Dilloooooooooo

      eh..kalo magang di Soeul aku ikut yaaaaa
      *sambil narik2 baju Dillo hakakakak

      makasih Dilloooo…
      jeongmal gomawooooooo
      *Peluk =]

  19. Baru baca juga.. hehe habis aku jarang baca sekuel, aku lebih suka baca oneshoot.. tp aku kyknya udah baca semua oneshoot karya Storm onnie dan keren semua.. ini pun kurasa bakal keren..

    salam kenal ya Storm Onnie.. aku orang yang jarang komen tp selalu baca.. maaf ya..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s