{PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

VENUSTRAPHOBIA

PART 3

Eeeeiiitttssss…. udah aku ingetin kan dari part 1???? Yang merasa di bawah 17 hush hush.. masuk ke kamar giiihhh jangan ikut-ikut kakak-kakaknya yang rada mesum ini. Ok??  Kalau tetep mau baca.. bacanya bareng mama kalian yaaa… ekekekeke ~

Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Pagi ini aku menikmati sarapanku bersama dengannya. dia memasakkan nasi tim ayam dengan bumbu hainan yang membuatku menghabiskan 2 porsi.

“ kau sudah baikan” tanyaku pelan. dan dia menjawabnya dengan anggukan.

“ kalau ada apa-apa, langsung tlp aku ya..” aku mengambil tas dan berjalan ke arah pintu.

“ jinki ssi.. bekalmu tertinggal..” katanya pelan, menaruh bekal makan siangku diatas meja.

“ oiya.. ok.. aku pergi dulu.. baik-baiklah dirumah, jam 4 aku pulang kantor,,,” aku mengambil bekalku dimeja dan kemudian aku pergi.

ada perasaan tidak nyaman saat aku meninggalkannya sendirian dirumah.

sebulan ini aku terbiasa berdua dengan nya , dan tiba-tiba aku harus meninggalkannya dirumah. jujur aku sangat merasa kehilangan. apakah dia merasakan hal yang sama seperti ku??

ku harap begitu..

************

Malam ini yeojaku memasak tumis sayuran dan seafood, sup jamur ikan dan rolade udang. aku sengaja tidak makan diluar agar aku bisa memakan masakannya. aku mengambil sumpit dan mangkokku dan mulai menyendokkan nasi beserta lauknya ke mulutku. kulihat dia makan-makanannya sambil terus menunduk.

“ Nada, kau baik-baik saja..?” aku berkata pelan.

“ nee.. “ katanya tanpa menatapku.

“ ngg.. kau masih marah padaku??”

“ aaniyo, jinki ssi..” dia menggelengkan kepalanya, pelan-pelan dia mengangkat wajahnya dan menatap mataku.

aku melihat sekilas wajahnya sebelum mengalihkan mataku, ia tampak lebih kurus dibanding awal pernikahan kita. apakah dia sakit?? mengapa aku jadi menghawatirkannya seperti ini??

“ aku tidak apa-apa jinki ssi, jangan khawatir” dia berkata pelan seolah dapat membaca pikiranku.

“ nngg.. apa kau tidak bosan berada di sini terus?? sudah satu bulan lebih kau hanya berada diapartemen, kau mau kita berlibur?? saat weekend nanti??” aku tak tahu mengapa aku nekat mengajaknya. ya tuhaan.. apakah aku sudah gila??

“ aku..” dia terlihat menimbang-nimbang.

“ tak apa-apa Nada jika kau tak mau..”

“ aku mau jinki ssi..” katanya sambil tersenyum.

Ya tuhaan.. senyumnya.. dia terlihat sangat.. cantik..

kurasakan lagi dadaku berdebar-debar.

“ jinki ssi.. hidungmu berdarah lagi..” katanya pelan sambil mengambil sekotak tissue dan menaruhnya tepat didepan ku.

“ aku tak apa-apa Nada.. teruskan makan mu.. aku ke kamar mandi sebentar..”

aku segera berjalan tergesa ke kamar mandi, dan mengunci pintunya dari dalam.

“ DAMN!!! baru melihatnya sebentar saja, ini terjadi lagi..  aaiisshh…”

**********

aku menyibukkan diri dengan laptopku hingga jam sepuluh malam. saat mataku sudah mulai letih, aku segera berjalan ke kamar dan menutup pintunya.

Nada sudah tertidur, namun seperti biasanya Ia lupa mematikan lampunya. aku duduk disisi tempat tidur menghadapnya.

timbul keinginan ku untuk menyentuh wajahnya, tapi akhirnya niat itu kuurungkan.

aku tak ingin membuatnya terbangun.

malam ini  aku tak ingin tidur di sofa, aku ingin tidur disebelahnya. ku jejerkan dua buah guling di tengah tengah. kemudian kutarik selimut hingga menutupi kepalaku.

“ nggg..” ku dengar ia mengerang pelan.

hanya mendengar erangan nya, dadaku kembali berdebar.. rasa kantukku seketika hilang..

apa yang terjadi dengan ku?? butuh waktu lama untuk menenangkan diriku hingga akhirnya aku bisa tertidur..

***********

akhirnya weekend tiba,

aku sudah tidak sabar ingin berlibur dengannya. aku mengajaknya ketempat favoriteku di greenlake 20 kilo meter dari pinggiran seoul. sangat jauh memang tempatnya.

aku terbangun jam empat pagi saat kudengar Nada sedang sibuk memasak di dapur.

semalam aku memintanya untuk membawa bekal makanan untuk makan disana, karena disekitar danau tidak ada penjaja makanan.

“ Nada.. kau bangun pagi sekali..” kataku menghampirinya dan kemudian duduk di meja makan, memandanginya yang sedang membuat omelet.

“ aiigoo.. sebegitukah sibuknya dirimu hingga kau tidak menjawab pertanyaan ku??” kataku pelan, dan dia hanya tersenyum mendengarnya.

“ Nada kau masak apa?? nanti kita bekal apa??” aku bertanya lagi sambil memainkan sumpit yang ada di depanku.

“ semua yang kau minta, jinki ssi..” dia menjawab pelan. kini tangannya lihai menggoreng omelet di wajan anti lengket, disebelahnya lagi ia menumis daging dengan irisan paprika dan bawang Bombay.

“ jinjja??” aku terkejut dengan jawabannya. seriuskah dia?? padahal semalam aku hanya bercanda.

“ nee.. jawabnya pelan, kini Ia menaburkan irisan daging asap kedalam omelet yang setengah matang.

“ aku memintamu untuk membuat bento seperti yang ada dimajalah kemarin, dan kau membuat semuanya??” aku bertanya tak percaya.

“ nee jinki ssi..” dia serius menambahkan beberapa jenis bumbu kedalam tumisan dagingnya.

aku masih teringat semalam saat kita berdua sedang menonton televisi, aku menyodorkan majalah kepadanya. dimajalah itu ada gambar paket bento dengan 9 jenis lauk yang berbeda. aku hanya menggumam “ Nada, besok aku ingin bekal seperti ini..” dan dia serius menanggapinya.

“ ada yang bisa ku bantu Nada??” aku menawarkan bantuanku.

kulihat ia menghentikan aktivitasnya dan memandangku heran.

“ Yaa!! kenapa diam saja?? adakah yang bisa kulakukan untuk membantumu??” aku berseru kepadanya.

“ eenngh.. ka kau bisa meletakkan nasi ke dalam tempat makan jinki ssi., kamsa hapnida..” katanya terbata.

aku segera mengambil satu tempat makan yang telah Nada siapkan di meja makan. dengan cepat aku memenuhinya dengan nasi.

“ apalagi?”

“ nngg.. kau bisa menaruh lauk-lauk ini ketempat makan jinki ssi, tapi jangan ditutup dulu, tunggu uapnya hilang.. kamsa hapnida..” dia berkata pelan.

kemudian dia meletakkan sepiring omelet, sepiring tumisan daging dengan tumisan bawang Bombay dan paprika, sepiring tumisan jamur dan brokoli, sepiring chiken katsu, roll egg, pangsit rebus, tempura tahu, salad sayuran dan bihun goreng kepadaku.

Daebak!! 9 jenis makanan!! istriku memang Daebak!!

“ kau mandi duluan, setelah itu baru aku mandi.. jangan lama-lama. satu jam lagi kita berangkat..”

***********

4 jam perjalanan dengan mobil terasa sangat singkat. aku melihat Nada tertidur pulas di bangku di sebelahku. bagaimana aku membangunkannya??

dia pasti sangat letih karena memasak.

“ Nada.. bangun..” aku sedikit membesarkan volume suaraku, agar dia terbangun.

tak lama kemudian dia membuka matanya.

“ nngg.. kita sudah sampai jinki ssi??” tanya nya pelan.

“ ini baru diparkiran, kita harus masuk kedalam dan berjalan menuruni tangga agar bisa sampai ke danau. kira-kira setengah jam perjalanan.. kajja.. jangan buang-buang waktu..” aku segera keluar mobil dan mengeluarkan keranjang makanan dari jok belakang, serta baskpack hitamku.

“ biar ku bantu jinki ssi.. “ Nada berkata pelan, namun ia tidak menghampiriku. Ia tetap ditempatnya.

“ gwenchana.. kau pasti letih habis memasak. biar semuanya aku yang bawa, kau berjalan saja.. kajja..”

aku berjalan lebih dulu di depan sementara Nada mengikuti ku dibelakang.

setelah hampir 5 menit kita berjalan, tibalah kita menuju undakan tangga yang cukup curam.

“ hati-hati, agak licin.. kau jalan di depanku..” kataku padanya.

Nada menurut, Ia berjalan di depanku dan menuruni tangga pelan-pelan. sekitar 15 menit berjalan menuruni tangga aku mendengar nafasnya mulai tak beraturan. tampaknya Ia sudah keletihan.

tiba-tiba seorang namja dibelakangku berlari dengan cepat dan menyenggol bahuku , kemudian ia kehilangan keseimbangan dan badannya pun jatuh mengenai nada.

“ Awwh..” nada terjatuh dan merintih, Ia memegangi kakinya yang lecet dan berdarah. sementara namja itu sudah lari entah kemana.

“ NADA!! KAU TIDAK APA-APA??” aku berseru kencang. aaaiissshh namja tadi bodoh sekali!!

“ aku tak apa-apa jinki ssi..” katanya meringis menahan sakit.

“ kau masih kuat berjalan??”

“ nee..”

akhirnya dia berjalan pelan-pelan, jalannya agak pincang dan tertatih-tatih.

“ harusnya kau memapahnya..” ada sepasang namja dan yeoja yang tak kukenal berbicara seperti itu saat berpapasan dengan kami.

aku hanya diam saja. kulihat Nada sudah kepayahan berjalan.

aku ingin sekali membantunya!!! ingin sekali!! tapi aku tak bisa!! mereka tak tahu apa-apa tentangku!! damn!!!

“ man!! pacarmu pucat sekali!! seharusnya kau berjalan disampingnya dan menuntunnya..” tiba-tiba seorang bule berbahasa korea dan berlogat british menepuk pundakku.

AIISSHH lagi-lagi orang yang tak ku kenal seenaknya saja menegurku.

“ jagy.. lihat.. kasihan yeoja itu jalannya pincang.. kakinya berdarah..” lagi-lagi ada orang yang berbisik-bisik saat berpapasan dengan ku.

“ nak!! kau buta atau bodoh!! pacarmu berjalan kesakitan!! harusnya kau berjalan disampingnya dan memapahnya!! namja jaman sekarang.. egois sekali..!!” ahjuma perperawakan pendek berwajah sinis membentakku kasar.

stop it!! mereka bahkan tidak tahu apa-apa…

aku tak bisa menyentuhnya!!! jika bisa sudah ku papah Ia dari tadi.. SHITT!!!

“ Nada.. kau tidak apa-apa..” kataku pelan, berusaha mengajaknya berbicara.

“ nee.. jinki sii..” kudengar ada getar dalam suaranya.

apakah dia menangis??

“ Nada.. kau masih kuat berjalan??” aku bertanya lagi padanya.

“ nee..” katanya pelan sambil menunduk. bahunya bergetar..

aku tau dia menangis..

Mianhaee..

***********

Nada POV :

ya tuhaan.. kakiku sakit sekali..

tiba-tiba tadi ada seorang namja yang berjalan terburu-buru menubruk ku. kaki ku tergores batu dan berdarah. ditambah lagi nyeri yang luar biasa dipergelangan kakiku. apakah kakiku terkilir?? ya tuhaan.. sakit sekali..

“ NADA!! KAU TIDAK APA-APA??” kudengar jinki ssi berteriak kencang, ia menghampiriku dan berjongkok di depanku.

“ aku tak apa-apa jinki ssi..” aku berkata sambil menahan rasa sakitku.

“ kau masih kuat berjalan??” tanyanya lagi.

“ nee..” aku tersenyum meyakinkannya.

aku berdiri dan mulai melangkah.

ahhh.. rasanya lebih sakit jika berjalan. aku berusaha menumpu seluruh berat badanku dengan kaki ku yang tidak sakit, sehingga jalanku agak pincang. Namun rasa sakitnya tidak berkurang.

apakah jinki ssi tau aku kesakitan?? mengapa dia tidak menawarkan bantuan kepadaku??

tidak khawatirkah dia denganku??

aku memaksakan diri untuk berjalan selangkah demi selangkah, beberapa orang yang berpapasan pada kami menyarankan jinki ssi untuk memapahku.

tapi sejauh ini dia diam saja.

ya tuhaan.. kenapa hatiku sangat sakit..

kurasakan air mataku menetes.. aku berusaha keras menahan sakit yang semakin menjadi-jadi di kaki ku.

“ Nada.. kau tidak apa-apa..” terdengar suara jinki ssi pelan.

“ nee.. jinki sii..” aku berusaha terdengar biasa saja..

“ Nada.. kau masih kuat berjalan??”

aku menunggu beberapa saat dia berbicara lagi, tapi dia diam saja.

aku tak bisa menahan emosiku lagi, dalam diam aku menangis. aku benci dengan diriku sendiri yang terlalu berharap bahwa dia akan menolongku berjalan. aku benci diriku!!

harusnya aku sadar, walaupun akhir-akhir ini sikapnya baik terhadapku, itu bukan berarti dia menerimaku sebagai istrinya. aku ini nothing untuknya!! nothing!!!

Ya tuhaan.. aku ingin pulang..

“ nee..”aku menjawab pelan pada akhirnya.

**************

Jinki POV :

setelah sekitar satu setengah jam kita menuruni tangga, akhirnya kita sampai juga di tempat yang kita tuju. udaranya sangat sejuk walaupun sedikit mendung. green lake masih sama indahnya seperti saat terakhir kali aku kesini dengan taemin. danau dengan air kehijauan yang bersih. serta batu-batuan besar dipinggirnya. kemudian diseberang danau ada padang rumput yang luas namun terawat.

“ kita makan sekarang Nada.. kajja..” aku mencari tempat yang tidak begitu ramai di pinggir danau kemudian menggelar kain merah bermotif kotak-kotak yang telah disiapkan oleh Nada semalam.

nada berjalan mengikuti ku sambil menunduk, kakinya masih pincang. kulihat wajahnya agak sembab, matanya merah dan berair, hidungnya pun memerah.

aku serba salah, aku ingin bertanya mengapa dia menangis? karena aku? atau karena sakit dikakinya? namun lagi-lagi aku mengurungkan niatku.

aku menata bekal makanan ditengah-tengah. kulihat nada pelan-pelan duduk di pinggiran kain, sepertinya ia menjaga jaraknya dariku. ia terus memijat pelan kakinya yang kini tampak sedikit bengkak.

“ masih sakit Nada??” tanyaku pelan memandang wajahnya yang sudah sangat keletihan.

Dia hanya menggeleng pelan tanpa menatapku.

akhirnya kita makan dalam diam. aku sudah mencoba mengajaknya berbicara, namun Ia sama sekali tidak meresponku.

tiga puluh menit kemudian kita selesai makan, Nada membereskan perlengkapan makan, dan menaruhnya di keranjang.

tiba-tiba hujan turun dengan deras.

aiiissh..  mengapa di tempat seperti ini harus turun hujan!! aku melihat beberapa orang berlarian menuju ke arah satu-satunya pendopo yang terletak agak jauh dari tempatku saat ini. aku dan nada bergegas segera kesana, namun karena kaki nada sakit, kita sampai di pendopo itu dalam keadaan basah kuyup .

aku berdiri di pinggiran, begitu juga Nada. kita berdiri bersebelahan namun tidak bersentuhan.

udara semakin dingin, kabut pun mulai turun. yang ada di pendopo itu hampir semuanya adalah pasangan. di depan mataku, mereka semua berpelukan untuk menghangatkan diri. semakin malam udara disini memang agak ekstrim.

hujan tak juga berhenti, padahal sudah jam 7 malam.

“ haaatchii!!!” ini sudah ketiga kalinya Nada bersin. Ia mengusap hidungnya yang memerah.

“ kau tidak apa-apa Nada??” tanya ku pelan.

Ia mengangguk sambil menggesekkan kedua telapak tangannya.

“ mmmmhhh..” pasangan muda dihadapanku mulai berciuman dibalik mantelnya, mereka berpelukan erat. kurasakan wajahku memanas. nada pun jengah melihatnya, ia segera membalikkan tubuhnya menghadap danau. pandangannya kosong. entah apa yang ia pikirkan.

“ Haaatchii..” lagi-lagi dia bersin.

“ benar kau tidak apa-apa??” aku bertanya untuk yang kesekian kalinya.

aku melihatnya memejamkan mata.

“ Nada.. kau mengantuk??” aku agak khawatir karena mukanya agak pucat.

“ jinki ssi.. “

setelah itu Nada terjatuh.

***************

“ kau sudah bangun Nada??” aku berbisik pelan.

“ ini dimana jinki ssi..” katanya serak.

“ di rumah sakit, tadi kamu pingsan..”

“ aku ingin pulang sekarang..”

“ tapi dokter bilang..”

“ aku benci bau rumah sakit..”

aku menurutinya, aku sedikit berdebat dengan dokter karena dokter belum mengizinkannya pulang.

***************

selama perjalanan menuju soul  Nada tertidur. aku tak tahu apa yang terjadi dengannya, namun saat tidur airmatanya terus mengalir.

***************

3 minggu ini sikap Nada sangat berubah drastis ia menjadi sangat pendiam dan hampir tidak pernah berbicara. aku sudah berusaha mengajaknya berbicara namun ia hanya menjawab seperlunya. apakah ia marah padaku?? ya tuhaan.. aku ingin Nada yang dulu..

************

Tidak!!

aku tidak mau seperti ini terus!!

sikap dinginnya membuatku sungguh frustasi!! aku benci dia yang seperti ini.

“ Nada..”

“ hmmm..”

“ kau tidak apa-apa??” aku mencoba mengajaknya berbicara saat makan malam. hari ini dia masak chicken mozarela dengan mash potato dan mix vegetable sebagai pelengkapnya.

“ mmm..” lagi-lagi dia hanya menggumam.

“ Nada.. aku.. mengapa sikap mu jadi dingin seperti ini terhadapku..”

aku memandangi yeoja didepanku yang kini terdiam memandangiku.

“ aku tak tahu dimana salahku.. tapi kumohon.. jangan selalu mengacuhkanku seperti ini..” aku berkata sambil menunduk.

“ jinki ssi..”

“ Nada dengar.. aku.. aku..”

“ Jinki ssi.. mianhae..”

“ Nada.. kita.. aku tahu pernikahan kita bukan karena kita saling mencintai.. orang tua kita yang menjodohkan kita.. buatku kau benar-benar istri yang sangat baik.. semua kesalahan ada padaku.. aku selalu menyakitimu.. membuatmu menangis.. aku.. menyesal Nada..”

“ gwenchana jinki ssi..” saat itu Ia tersenyum kepadaku. senyum yang selama ini sangat aku rindukan. debaran di dadaku terasa lagi..

tuhaaan.. aku berharap tolong sembuhkanlah penyakitku..

“ Nada.. bolehkah aku menyentuhmu??”

************

“ Nada.. bolehkah aku menyentuhmu??” aku memberanikan diri bertanya padanya.

“ ngggg??” kulihat raut mukanya agak heran, namun aku bisa memastikan wajahnya sedikit memerah.

“ aku ingin menyentuhmu..”

“ jinki ssi… aku..”

“ aku ingin menyentuhmu..” kataku perlahan.

kulihat Nada diam saja, ia menunduk, wajahnya kini sangat merah.

perlahan aku berdiri dari kursi ku, aku berjalan mendekati kursinya. aku menarik kursi kosong disebelahnya dan duduk menghadapnya.

Ya tuhan, aku merasakan tanganku mulai berkeringat. dan dadaku mulai berdetak tak karuan. aku harus tenang..

aku mengarahkan tanganku ke atas meja. pelan-pelan kugerakkan menuju tangan nya.

hana.. dul.. set..

aku menyentuh perlahan ujung jarinya. tanganku terasa bagai disengat listrik. tapi aku tak ingin berhenti sampai disini. tanganku terus bergerak menelusuri jarinya. tangan Nada agak bergetar, sama seperti tangan ku. mungkin Ia gugup..

aku mengelus sebentar punggung tanganya kemudian menggenggam tangan nya erat.

hatiku berdebar kencang. rasanya jauh lebih tegang dibanding saat aku menaiki roller coaster.

“ Nada..” aku mengusap lembut jemarinya.

“ Jinki ssi..” Nada menatap tajam kearahku, seketika raut wajahnya berubah.

“ Jinki ssi.. kau kenapa.. hidungmu berdarah..”

aku segera melepaskan tangan ku dari tangannya dan menutupi hidungku agar darahnya tidak menetes kemana-mana.

“ jinki ssi.. kau..”

“ nada.. gwenchana.. aku ke kamar mandi sebentar..”

**************

“ DAMN!!!”

aku meninju tembok kamar mandi ku.

mengapa?? mengapa ini harus terjadi lagi disaat aku ingin menyentuhnya?? DAMN!! aku ingin sembuh tuhaan.. aku ingin sekali sembuh dari penyakit sialan ini..!! sampai kapan aku harus begini!!

aku menginginkannya.. sangat ingin menyentuhnya..

aku tak tahu perasaan apa ini, tapi aku mengingin kan nya..

“ jinki ssi.. kamu tak apa-apa??” ku dengar suara lembut yang menyadarkanku.

“ aku.. ngg.. gwenchana Nada.. aku tak apa-apa..”

aku membuka pintu kamar mandi ku pelan-pelan dan kulihat Nada berdiri disana dengan raut muka yang penuh kecemasan.

“ Kau tidak apa-apa jinki ssi..” tanyanya lagi.

“ gwenchana Nada.. jangan khawatir..”

“ ke dokter ya??”

“ anniyo.. aku tak sakit.. hanya mimisan.. sudah jangan khawatir..” sahutku pelan.

aku berjalan ke sisi tempat tidur dan duduk di pinggirnya.

“ Nada.. mulai malam ini.. aku ingin.. kita.. nggg.. maksud ku, aku ingin tidur di tempat tidur..” aku berujar pelan.

dia terlihat sedikit bingung, apakah dia menangkap maksud omonganku??

“ jinki ssi.. kau ingin aku tidur di sofa??”

“ aniyo Nada..bukan begitu.. kau tetap tidur di tempat tidur.. dan aku.. nggg.. tidur disebelahmu.. “ aiiisshh, yeoja ini selalu membuatku gugup.

“ kau tidak keberatan Nada??” aku menunggu jawaban darinya.

“ ngg.. tidak jinki ssi.. kau suamiku.. kau bisa melakukan apapun yang kau mau.. ngg.. aku sama sekali tak keberatan…” kata-katanya membuat mukaku terasa panas..

“ gomawo Nada.. ngg.. ayo kita tidur, sudah jam sembilan..” aku  merebahkan diriku dan menarik selimut hingga batas dadaku.

aku memperhatikan dirinya yang sangat canggung melakukan hal yang sama seperti ku.

*********

Nada POV :

umma..

mengapa mataku tidak bisa terpejam… hatiku terus berdetak kencang.. hari ini sikap jinki ssi sangat berbeda.. ya tuhaan.. aku sangat terkejut saat dia bilang ingin menyentuhku.. ku pikir ia ingin melakukan itu.. >.<

tapi syukurlah hanya sekedar berpegangan tangan.. berpegangan tangan pun aku juga sangat gugup.. sangaat gugup.. untung aku tidak lemah jantung..

sekarang dia berbaring disampingku, dan dadaku tidak berhenti berdetak.

eoteoke??

kalau begini terus sampai pagi aku tidak akan bisa tertidur.. >/////<

“ Nada..”

ya tuhaan.. mendengar suaranya saja tubuhku langsung terasa lemas. UMMAAAA…

“ mmm..”

jinki ssi.. jangan katakan kau menginginkan itu.. aku belum siaap  >////////<

“ Nada.. aku ingin..”

andwaee… jangan katakan!!!.. ya tuhaan.. bagaimana ini???

“ mulai saat ini dan seterusnya, kau berhenti memanggilku jinki ssi.. panggil aku oppa..”

fiuuuuuhh..

kau tahu rasanya naik hysteria?? saat perlahan tubuhmu dinaikkan keatas dan hingga sampai puncak tertinggi tubuhmu dihempaskan begitu saja dari atas. bagaimana rasanya?

takut? ingin teriak? dadamu sekan mau meledak? tapi lega pada akhirnya..

nah itulah yang kini kurasakan sekarang.

“ Nada.. kau masih terjaga kan??” suara jinki ssi membuyarkan lamunanku.

“ ehh.. n nee jinki ss, mm maksudku.. oppa..” aku berkata dengan volume minimum.

ya tuhaaan.. kukira dia ingin minta itu..

>.< nadaaa!!! mengapa otak mu jadi mesum seperti ini siiii… aaiissshh…

************

Jinki POV :

Sudah jam dua pagi dan aku masih tak bisa memejamkan mata. apa yang terjadi denganku..? mengapa setiap aku tertidur disampingnya aku tak dapat dengan mudah memejamkan mata.

“ nnnggggh…” Nada mengerang lagi.

yeoja disampingku suka mengeluarkan suara dalam tidurnya. sebenarnya itu sama sekali tidak mengganggu ku. Suara nya pelan dan sangat lembut, namun jika aku mendengar suaranya darahku berdesir hebat dan seluruh badanku menegang. perasaan yang sangat aneh. ya tuhaan.. haruskah aku pindah ke sofa??

andwaeee!!! aku ingin berada disampingnya!!!

“ jinki ssi..”

aku sangat terkejut saat dia memanggil namaku, ku lihat wajahnya ke samping. Ia masih tetap tertidur. apakah ia mengigau??

ia mengigau menyebut namaku?? tak bisa kubayangkan betapa senangnya perasaanku saat ini. aku memiringkan tubuhku menghadapnya, terus memandanginya sepuas hatiku.

“ deg.. deg.. deg..”

tanpa aku sadari tubuhku terus bergeser kearahnya, aku tak bisa mengendalikan diriku. ya tuhaan.. aku ingin sekali menyentuhnya..

aku menggerakkan tanganku ke arah wajahnya..

kurasakan tangan ku bergetar dan berkeringat dingin.

“ tuhaan.. aku ingin menyentuhnya..”

tanganku bergerak mencapai pipinya. kuraba pelan dengan ujung jariku. kemudian jariku turun ke lehernya.

aku menghentikan gerakanku saat Nada bergerak dalam tidurnya.

“ nggggggg..”

aku terus menatap bibirnya saat Ia mengerang. bibirnya sedikit terbuka seolah menantangku untuk melakukan hal yang lebih dari ini padanya.

aku menenangkan diriku sebentar. ini harus kulakukan jika aku ingin sembuh!!

aku bangun dan duduk disampingnya. kulihat sebentar raut mukanya yang polos saat tertidur namun entah mengapa bagiku terlihat sangat sensual.

“ deg.. deg.. deg..”

perlahan aku menurunkan tubuhku mendekatinya. kuposisikan wajahku di atas wajahnya.

pelan tapi pasti tidak ada jarak diantara kami.

kuarahkan bibirku ke bibirnya, saat hampir menyentuh bibirnya tiba-tiba pandanganku gelap.

**************

Nada POV :

“ DEG”

apa ini??

seakan ada beban berat menimpa dadaku.

kupaksakan mataku untuk terbuka. kulihat jinki ssi menelungkup diatasku. hidungnya mengeluarkan darah.

“ YA TUHAAN!!.. Jinki ssi.. jinki ssi.. kamu kenapa??” aku berusaha terbangun dan dengan sekuat tenaga merebahkan tubuhnya kembali ke posisinya semula.

“ Jinki ssi!! Bangun!! jinki ssi!!”

namun tubuhnya tidak merespon apa-apa. dengan cepat kuambil tissue disebelahku, dan ku seka darah yang ada dihidungnya.

“ Ya tuhaaan.. jinki ssi.. kamu kenapa?? apa yang terjadi??”

aku mendengar suaraku berubah menjadi tangisan. aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

“ bangun lee jinki!! eoteokeee???”

aku mengguncangkan tubuhnya keras, dia tetap tak bergerak.

Ya tuhaan.. pasti leukemia yang dideritanya sudah sangat parah. hingga dia jadi seperti ini. aku harus bagaimana??

tanpa berpikir panjang segera ku ambil HP ku, tangan ku gemetar hebat saat menscroll keypad hp ku kebawah untuk mencari satu-satunya nama yang terlintas dibenakku saat ini.

“ ngggghh.. annyeong..” terdengar suara seperti orang mendengung, sepertinya aku membangunkannya saat ia sedang lelap tertidur.

“ Taemin ssi.. hiks.. hiks..hiks..” aku tak dapat mengendalikan emosiku saat mendengar suaranya.

“ Nuguseoyo??” tanyanya parau.

“ Taemin ssi.. ini Park Nada.. hhh.. “ aku berusaha menahan tangisku sekuat mungkin.

“ Park Nada.. ada apa malam-malam begini..”

“ Tae.. Taeemin s ssi.. a aku.. hhh.. tolong aku.. a aku..”

“ Kamu kenapa?? tenanglah.. uljima.. apa yang terjadi dengan mu??” suara taemin ssi kini terdengar normal.

“ Hiks.. aku takut.. jinki ssi.. penyakitnya kambuh.. aku sangat takut.. hik..”

“ Tenanglah Nada..” mengapa dia menyuruhku untuk tenang,

“mana bisa aku tenang dalam kondisi seperti ini Taemin ssi.. hhh.. aku takut..”

“ ok aku akan segera kesana..tunggu aku sebentar lagi!!”

“ klik” terdengar ia mematikan sambungan telepon.

rasa  cemasku tak berkurang sedikit pun bahkan saat aku selesai menelponnya. aku terus berdoa supaya tidak terjadi apa-apa pada Jinki ssi.

“ tuhan.. aku membutuhkannya.. kumohon.. jangan ambil dia..”

***************

Taemin POV :

“ Mau kemana Yeobo??” istriku berkata sambil menggeliat. wajahnya masih terdapat tetesan keringat. beberapa helai rambutnya menempel di sela-sela lehernya.

“ aku mau kerumah jinki hyung.. yeobo..”

“ ada apa dengan nya?? kau tega meninggalkanku sendiri?? aku masih ingin berdua denganmu..” istriku berkata manja.

“ eunhye sayang.. ini keadaan darurat..maafkan aku.. aku berjanji.. tak akan lama??” aku berkata sambil memakai celana panjang dan kemeja putih dengan terburu-buru.

“haruskah akuikut bersamamu..” katanya serius.

“ tak usah.. kau masih letih.. aku berangkat jagy.. kalau ada apa-apa tlp ponselku…. mmuuaahh..” aku mengecup sekilas kening istriku. kuselimuti tubuhnya . dan secepat kilat aku berlari ke garasi untuk mengambil mobilku.

aku dan eunhye menikah satu setengah tahun lalu. appa dan umma yang menjodohkan kami. aku tak pernah bisa menolak permintaan appaku, tidak seperti jinki hyung yang selalu membangkang.

eunhye bekerja di perbankan, Ia anak terakhir dari 5 bersaudara. karena ia merupakan anak bungsu, ia jadi sangat manja. hampir tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah.

kau tahu bagaimana rasanya sepulang bekerja aku harus memasak dan kemudian mengerjakan pekerjaan rumah sendiri??.. oh my god!! neraka.. itulah jawaban nya.

kadang aku iri dengan kehidupan jinki hyung. ia memiliki istri yang cantik dan baik, super hebat memasak, dan juga bisa mengurus rumah. ummaku bercerita terakhir kali ia bertemu jinki, tubuh lee jinki bertambah gemuk akibat istrinya bisa memanjakan perutnya. aaiissh apa yang kupikirkan!! iri dengan hyung ku sendiri!!

ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan Nada?? mengapa Ia menangis di telepon.

Tadi kudengar Ia bilang penyakit jinki hyung kambuh lagi, dan Nada sangat ketakutan.

Penyakit jinki hyung yang mana?? kurasa ia tidak punya penyakit serius..

“ aaaaiiissshhh… penyakit alergi wanita!!”

mungkinkah ia sekarang menyakiti nada karena penyakit alergi wanitanya kambuh??

ku ingat beberapa waktu lalu jinki hyung pernah memuntahi wajah seorang yeoja dan juga menyeburkan nya ke kolam renang. apakah yang ia lakukan kepada Nada lebih dari itu?? mengapa nada menangis dan ketakutan??

“ Ya tuhaaan..”

aku takut terjadi sesuatu hal pada Park Nada, di pikiranku terlintas jinki hyung menyakitinya dan menyiksanya secara kejam.

aku menekan gas mobilku lebih dalam lagi.

“ Park Nada bertahan lah..!!!!!”

******************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

118 thoughts on “{PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3”

  1. Huahahahahahahahaha mw xium aja udah pingsan duluan! ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
    Lanjooooottttt

  2. Ahahai, kasihan taemin oppa, pny istri kyk eunhye,
    Tenang oppa, bsok eunhye aq ajarin les privat ttng hal mengurusi rumah, hehe
    Jinki oppa, bertahanlah!!! >_<

  3. hahhaah :p jinki jinki …. akut banget ya tuh penyakit di detik detik seperti itu masih aja harus pingsan hahah :p

    buat authornya keren banget deh 🙂

  4. Seruuuu!! Hahaha.. Yaampun Jinki oppa kocak banget mau ciuman aja pake pingsan sgala.. Hahaha.. Pokonya seru deh ni ff..

  5. coba bapak ato mamak.ny sih jinki itu cerita ke nada.. kLo si jinki punya penyakit aLergi terhadap wanita..

    ini ngak sama sekaLi.. maLah si jinki.ny di kira punya penyakit leukimia..

  6. Oh god… nada juga ada hati sama jinki aigoo tinggal tunggu wktu aja buat jinki sembuh dari alerginya… smangat jinki^^

  7. sebenarnya sih udh baca ff ini dri thn 2012.. tpi ga sempat comment.. maaf yah author TT ff ini keren banget lah pokoknya., alur ceritanya bagus<3

  8. waks, pikirannya taem aya aya wae lah, kekeke
    kenapa jadi kasian yah sama taem?? jungkir balik banget kayaknya eunhye dengan nada,
    jinki segitu parahnya kah?? pdhl tinggal sejengkal lagi, ya ampun jinki,, kamu tuh yah

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s