Love You Forever – Part 7

By: Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Rate: PG15

Casts:
-Lee Hyojin
-Kim Sora
-Young Mincha
-SHINee
-member DBSK

Miaaaaaan, kelamaan postingnya….. gara-gara ospek yang menyebalkan jadi nggak sempet ngelanjutin deh.. maaf banget kalo part yang ini pendek banget…
Happy reading, chingu….~~

Oh, ya, part ini banyak flash back nya… jadi kalo aneh… harap d maklumiiii……

Onew POV~
Brukk!! Kutolehkan kepalaku ke arah sumber suara dan kudapati boneka beruang biru pasangan boneka beruang pink mincha terjatuh dari ranjangku. Perasaanku langsung nggak enak. Ada apa ini? Segera kucari ponselku dan langsung mencari nomornya untuk menghubunginya.
“Halo! Onew?” ucapnya cepat.
“Halo? Cha? Kamu kenapa? Perasaanku nggak enak!” tanyaku panic.
“Aku…. Aku…. Kamu…. Hikz…,” ucapnya terbata-bata nggak jelas.
“Kamu nangis? Kenapa? Aku ke sana sekarang!” ucapku langsung memutuskan sambungan sebelum dia sempat merespon.
Aku segera berlari sekuat tenaga menuju rumahnya yang hanya berjarak 300 meter dari rumahku. Begitu sampai di rumahnya, aku langsung masuk ke dalam kamarnya. Kulihat empat orang pria di dalam sana. Tanpa mempedulikan keempatnya yang memandangku dengan tatapan aneh, kuhampiri tubuh Mincha yang menggigil dan terus mengigaukan namaku. Langsung saja kutarik tubuhnya hingga terduduk dan segera memeluknya, membagi kehangatan yang aku punya.
“Tenanglah, aku sudah di sini!” ucapku berusaha menenangkannya.
“Onew?!” ucapnya lirih nyaris tak terdengar.
“Ya ampun! Cha! Demammu tinggi sekali!” ucapku lagi dengan panik setelah menyentuh keningnya dengan tanganku. “Kamu tidur aja, ya, Cha! Aku di sini kok!” lanjutku lalu menggenggam tangannya dengan erat dan mengecup punggung tangannya.
“Psst… Psst… Dia yang namanya Onew?” bisik sebuah suara.
“Sepertinya sih, iya!” bisik suara lain menimpali.
Aku berusaha tidak menanggapi mereka. Yang lebih aku khawatirkan adalah keadaan Mincha.
“Loh, Onew? Bener kan? Aku titip Mincha dulu, ya! Kami mau ngerjain tugas dulu! Nanti kalo ada apa-apa sama dia panggil aku,” pesan kakak Mincha yang bernama Yoochun kalo tidak salah. Dulu aku tidak pernah bertemu dengannya walaupun aku sering maen ke sini. Dia sekolah di kota lain. Aku hanya mengangguk menjawab permintaannya.
Akhirnya aku merebahkan kepalaku di atas tanganku yang menggenggam tangannya. Tanpa sadar aku akhirnya tertidur.
***

No one POV~
Flashback-
Sora tak tahu alasan Yoochun yang sebenarnya, mengapa ia tak membalas pukulan Minho saat itu. Selain karena itu tidak akan menyelesaikan semuanya, Minho adalah sepupunya yang sangat dekat dengan Mincha. Dia nggak mau Minho memutarbalikkan fakta bahwa dia yang memulai perkelahian tersebut pada adek kesayangannya itu.
Setahun setelah Sora pindah dari kota itu, Yoochun lulus dari SMA swasta tersebut. (Ya ceritanya sekolahnya Yoochun dulu tuh TK-SD-SMP-SMA satu yayasan). Kemudian Yoochun kembali ke kota asalnya dan melanjutkan kuliah di sana, tanpa menyadari bahwa Sora adalah sahabat baik adiknya selama setahun itu. Sampai suatu ketika, saat Sora bertamu ke rumah Mincha, Yoochun yang berada paling dekat dengan pintu yang membukakan. Dan mereka sama-sama terkejut.
“Sora?”/”Kakak?” seru mereka bersamaan.
“Kamu/ Kakak ngapain di sini?” tanya mereka bersamaan (lagi).
“Ini rumahku, wajar kan aku di sini?” tanya Yoochun retoris.
“Loh? Kakaknya Mincha?” tanya Sora yang membuat Yoochun tahu bahwa Sora adalah teman Mincha.
“Yupz,” jawab Yoochun lalu mendorong Sora menuju ruang tamu, di mana Mincha sudah menunggunya.
Mincha yang melihat kehadiran Sora tampak heran melihat Sora tidak risih didorong-dorong oleh kakaknya. Ya, Mincha tidak tahu kalo Sora hanya bisa bersikap rileks dengan cowok hanya terhadap Yoochun, Sungmin, Taemin, serta Key, kakaknya, dan juga ayahnya.
“Sora? Kamu bisa, disentuh sama kakakku? Bukannya biasanya kamu akan berusaha menjauh kalo ada cowok?” tanya Mincha yang kini sukses membuat Yoochun bingung.
“Ha? Sejak kapan Sora jadi anti cowok? Apa karena hal itu?” tanya Yoochun heran.
“Hal itu? Hal itu apa? Kalian saling kenal? Aku kok jadi bingung sih!” ucap Mincha lalu mengetuk kepalanya berulang kali dengan tangannya.
Belum sempat Yoochun menjawab pertanyaan Mincha, Sora segera membekap mulut mantan kakak kelasnya itu dengan tangannya dan memandang wajah Yoochun dengan tajam.
“Bukan apa-apa, kok, Kak! Kak Yoochun kan kakak kelasku dulu sebelum pindah. Kakak kan tahu asal sekolahku dulu. Pasti sama kan dengan nama sekolah kak Yoochun? Aku dulu sering cerita-cerita, bercanda dengan kak Yoochun dan juga Sungmin. So, nggak mungkin kan, kak aku tiba-tiba risih sama kakaknya kakak?” jelas Sora panjang lebar. Yoochun sempat menangkap perubahan nada suara Sora saat mengucapkan nama Sungmin.
“Cha, Sora kakak pinjem dulu! Kan udah lama nggak ketemu dengan adek kecilku ini,” pinta Yoochun.
“O? Aku bukan adekmu ya? Ya udah sana, pergi!” usir Mincha cemburu.
“Duh, bukan gitu! Kakak Cuma pengen cerita-cerita aja bentar ma dia, kamu kan udah sering cerita-cerita ma kakak. Jarang-jarang kakak ketemu ma Sora,” jelas Yoochun.
“Tauk ah! Sana pergi! Aku mau belajar!” usir Mincha lagi.
“Bener kata Mincha, kalo kamu jadi anti cowok? Apa karena kejadian itu?” tanya Yoochun begitu mereka keluar dari rumah.
“Aku masih terbayang, Kak, tiap ada cowok yang menyentuhku, esoknya pasti dia menjauhiku. Jadi lebih baik aku jaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan mereka. Aku nggak mau teman-teman baruku jadi korbannya juga,” jawab Sora dengan suara bergetar. Yoochun pun memeluknya untuk menenangkannya.
“Sssshhh…. Sudahlah. Sahabat-sahabatmu di sini ada yang tahu cerita ini?” tanya Yoochun yang dijawab dengan gelengan oleh Sora,” ya sudah. Ayo, kembali! Pasti adekku sudah menunggumu,” ajaknya.
Karena itulah Sora tidak tahu kalo Minho itu sepupu Mincha dan Yoochun karena memang dia tidak pernah bertemu mereka sedang bersama Minho.

-End of Flashback-

“Hhhh….,” tanpa sadar Yoochun terlalu keras menghela napas, hingga teman-teman satu kelompoknya menoleh ke arahnya. Bingung.
“Ada masalah? Seingatku Mincha belum pernah deh sakit ampe separah itu, ampe ngigau gitu,” ceplos Changmin ♥♥♥…
“Pernah, kok! Sebelum ini juga pernah! Lebih parah, bahkan! Tapi kalian nggak perlu tau. Cukup aku aja yang tau. Dan Mincha, untuk sementara ini aku harap dia belum mengingat kejadian itu,” bantah Yoochun membuat teman-temannya semakin bingung. Apalagi, setelah mengatakan hal itu, dia menerawang lagi. Seolah pikirannya tak berada di posisinya lagi.

Flashback-
“Kyaaaaa….,” terdengar jeritan seorang gadis.
Brakk… Yoochun membuka pintu kelas adiknya dengan kasar dan melihat seorang pria sedang menghimpit adiknya di dinding kelas sambil berusaha menciumnya. Yoochun langsung menghampiri pria itu dan menariknya menjauh dari Mincha dan menghajarnya. Setelah itu dia segera membawa Mincha pulang ke rumah.
Semalaman dia terus menjaga adiknya itu di kamar gadis itu. Tiba-tiba, adiknya itu menjerit kencang seperti ketakutan dalam tidurnya.
“Kyaaaaaaaaa…. Lepaskan aku! Aku nggak mau!” jeritnya berulang-ulang. Yoochun dengan cepat segera membangunkan adiknya.
“Cha! Bangun! Ada kakak di sini!”
Setelah hari itu, Mincha nggak mau berangkat sekolah. Mendengar kata sekolah, dia langsung berkeringat dingin.
Seminggu setelah kejadian,
“CHA! MINCHA! Kamu sudah berada di dalam situ selama 2 jam. Keluar, Cha!” teriak Yoochun sambil menggedor pintu kamar mandi di kamar Mincha. Takut akan hal buruk yang menimpa adiknya, karena tidak ada respon dari gadis itu, dia mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan tubuh adiknya yang tak sadarkan diri di dalam bath up masih menggunakan pakaian lengkap. Segera diangkatnya tubuh Mincha dan berteriak memanggil mamanya. Tergopoh-gopoh sang mama datang menghampiri Yoochun yang sudah tampak ikut basah karena menggendong Mincha.
“Ada apa ini? Mincha kenapa?” tanya ibu Park khawatir melihat putrinya yang pucat.
“Tolong ambilkan kunci mobil dan dompet di kamarku! Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit. Cepetan, Ma!” pinta Yoochun sedikit berteriak.
Di rumah sakit, di depan ruang emergency, Yoochun berjalan mondar-mandir. Dia nggak mau adik satu-satunya itu kenapa-napa. Ketika pintu ruangan tersebut terbuka, Yoochun segera menghampiri dokter yang keluar.
“Bagaimana keadaan adik saya, dok?” tanyanya khawatir.
“Tampaknya adik anda mengalami depresi. Sekarang dia sudah melewati masa kritisnya. Setelah ini dia akan dipindahkan di ruang perawatan. Anda bisa mengurus administrasinya sekarang,” jelas dokter itu kemudian pergi meninggalkan yoochun.
Setelah mengurus segala urusan administrasi, dia mendatangi ruangan tempat adiknya dirawat. Dia memandang wajah adiknya dengan penuh penyesalan. Andai saja waktu itu dia tidak telat menjemputnya, hal itu tidak akan terjadi.
“Akh, kak! Aku kenapa? Kok dipasangi selang-selang seperti ini?” tanya Mincha begitu sadar.
“Kamu sudah bangun? Memangnya kau tak ingat apa yang terjadi?” Yoochun balas bertanya sambil memaksakan seulas senyum pada gadis yang terbaring lemah di hadapannya itu.
“Memang apa yang terjadi?” tanya gadis itu polos dengan wajah bingung. Melihat itu, Yoochun langsung merengkuh tubuh adiknya itu dalam pelukannya.
“Kakak mengapa menangis? Cha bikin salah ya? Cha nyakitin kakak? Maaf ya kak,” pinta Mincha membuat Yoochun melepaskan pelukannya.
“Kamu jangan bikin kakak khawatir, ya! Oh, iya! Kamu beneran nggak inget apa-apa nih?” Mincha mengerutkan keningnya berusaha mengingat lalu menggeleng pelan sebagai jawabannya.
“Sudahlah, lebih baik kau tak ingat! Sekarang lebih baik kau istirahat saja,” ucap Yoochun lalu mengelus kepala adiknya dengan sayang dan menyelimuti tubuh adiknya.
Setelah keluar dari rumah sakit, Mincha mulai sekolah lagi tanpa ada seorang pun yang berani mengungkit kisah kelam tersebut.
Sejak itu pulalah Mincha takut jika didesak ke tempat yang menyebabkan dia tidak leluasa bergerak, tanpa dia ingat penyebabnya.

-End of Flashback-

“Aku harap Onew bisa membuat Mincha lepas dari bayang-bayang itu!” desah Yoochun lalu menoleh pada teman-temannya. “Aku bukan kakak yang baik, ya?” tanyanya.
“Kenapa kamu tiba-tiba berpikir begitu? Aku malah iri padamu bisa membuat adikmu dekat denganmu dan mau menceritakan semua masalahnya padamu. Itu membuktikan bahwa kamu itu kakak yang sangat perhatian padanya. Kalau kamu bukan kakak yang baik, dia nggak akan berbagi cerita padamu,” jelas Yunho panjang lebar. Yang lain mengangguk setuju.
“Aku hanya berpikir bahwa akulah penyebab phobianya!” desis Yoochun sembari menundukkan kepalanya dengan lesu.
“Phobia? Phobia apa? Aku kok nggak pernah tau? Nggak mungkin hal itu lepas dari pengamatanku,” ujar Changmin yang memang menyukai Mincha. *Yippieee….*
“Hmmm, kalian janji nggak akan menceritakannya pada siapapun? Terutama padanya?” tanya Yoochun sebelum mulai bercerita yang dijawab dengan anggukan penuh keyakinan.
“Dulu beberapa hari setelah Onew pergi meninggalkan Mincha ke Jepang, aku janji akan menjemput adikku itu di sekolahnya. Aku memintanya untuk menungguku di kelasnya. Karena suatu hal, aku telat menjemputnya. Dan aku melihat dia menjerit karena dia didorong ke dinding dan pria yang menghimpitnya itu berusaha untuk menciumnya. Andai saja saat itu aku tidak telat, dia nggak akan berusaha untuk menenggelamkan dirinya di bath up saat itu. Mungkin aku memang kejam, bersyukur dia kehilangan ingatannya. Tapi kalau tidak begitu, dia akan melakukan usaha bunuh diri lagi. Aku nggak mau kehilangan adikku satu-satunya. Aku… Aku..,” Yoochun tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Bahunya bergetar menahan tangis.
“Itu bukan salah kakak! Nggak ada yang salah, kak! Maaf, dulu aku bikin kakak khawatir! Aku nggak mungkin ngulangin hal itu lagi. Karena aku tau, aku nggak mau orang-orang yang menyayangiku sedih, tertekan karena perbuatanku.” Sebuah suara membuat semua yang ada di ruang itu menoleh kaget.

TBC…..

Hhhhhh…… Bener-bener maaf yaaaa…….. Part yang ini menurut aku aneh banget.. hikz… Pliz dong comment… Buat LYF part 8…. Y y y……

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Love You Forever – Part 7”

  1. aaaaahhhhhh…..
    minchaaaa..
    aku suka part ini….
    yoochun nyaaaaaaaa….
    suka bangeeeeeettttt…
    good job darling…..

  2. Wah bgs kok !!
    Aku ngerti, padahal br baca yg part ini doang, hehehe
    Nanti deh baca dr part 1…
    Lanjut yg part 8 ya… Fighting !!!

  3. Part ini gak aneh kok, bagus malah….jadi krna itu mincha jd kyak gni yah….wah mincha..kmu tnang aja kan onew oppa yg lindungin kmu…hehe….yang ngomong terakhir itu mincha kan???…..
    Lanjutan na jgan lma2….author….anneyong…

  4. pasti itu mincha yang ngomong..
    *sotoyy*

    oh bgitu tooh..
    ternyata penyebab waktu itu mincha gamau digituin sama onyu tuh karena itu, toh..

    tapi kasian onyu..
    jadi klo mau kaya gitu gabisa..
    hehe

    tapitapi,
    spertinya mincha udah mau sembuh, nih .
    okeee…
    klo udah mw sembuh gini mah atuuh…dibikin NC aja 😛

    mincha onnieeeee…
    aku sedih..
    sedih garagara lyf mau tamaaat 😦

  5. @ wiga: gomawo eunn… entah napa q bikin crita kykx kk’x tu pzty sayang banget m adekx.. trlalu monoton y eunn??
    @ gemala: gomawo udh mo baca…
    @ novi *bner gag?* : gomawooo cintaaaaa…..
    @rynryn: gomawo… d blg bagus jdy gr nih… hehe… annyeong
    @ lia: tidaaaak…. saiia blm sanggup bikin NC… *histeris* ssst…. jng blg2 klo udh mo tamat…. *bisik2* gomawooo….
    @ putri: kurang pjg?? part 8 panjang kok… *mnrtq c* gomawo dah comment… ^^

  6. Ini aku dah abac apa belom ya? *inget-inget*
    ahh.. Aku lupa.. *pikunnya kambuh*

    Aku suka yoochunya di sini..
    Pengen deh punya kakak kaya yoochun u.u

    Lanjutnya jangan lama-lama ya… Keburu pikiun lagi saya hahahha

  7. wuaa nih FF keluar jugaa
    sumpeh dah makin rame ajaa nih FF 🙂
    penasaran penasaran!
    lanjutkan lanjutkan *demo di depan rumah author* kekeke

  8. @ icus: ga tw deh… *cuek* gomawooo…. ^^

    @ tira: mana? mana? ktax demo dpan rumah… nggak ada tuh… ;p

    @ shay: haha… eunn suka part terakhir…. sankyuu beibh… >,<

    @ anggra: nama saiia jng d gnty2 atuh… kkk… thankz klo suka…. ^,~

    @ yessica: hehe… thankz dah comment… +_+b

  9. HWAAA……UNNNIE…

    GOD JOB! *berasa kayak main pb*
    AKU SUKA SUKA!!
    LANJUT YA UN MINCHA….
    AKU MAU PUNYA KAKAK KAYAK YOOCHUN

  10. @ syifa96: SERIUS?? SERIUSAN?? NGGAK BO’ONG? *heboh*
    @ jo: EHH?? ANDWAE!! NGGAK BOLEH!! Yoochun ntu oppa-q tauuuuk….. *jealous*
    @ storm: *jewer STORM* lanjut?? udh tamat kok… tinggl ngirim doank… *innocent*

  11. WIHHHHHHHHH akhirnya dtang juga nih ff
    aihhhhhhh jd fall in love am changminnnnnn
    😛
    lanjooooooootttttttt

  12. lanjutt…..
    penasaran nih ama minho n sora..sora jadian ama minho lagi ato jadian ama taemin??who knows??only the author who know

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s