I Must Kill You… But, I LOVE YOU

I must kill you….but, I LOVE You

Cast : Arisa—-Kim Ri Sa

Choi Minho

Support : SHINee, SMEnt.

a/n :  maaf ya kalo ceritanya makin gak jelas! Author benar-benar tidak berbakat buat nulis….-_- selalu menerima kritik dan saran…. 😉

Part 3

Keesokan harinya……

Arisa POV/Kim Ri Sa POV

“Bos.. tunggulah sebentar.. tali sepatuku lepas…” seruku.

“Hei… sudah kubilang begitu kita sampai di Korea, kau harus bicara bahasa Korea dan memanggilku ‘appa’…”

“Baiklah… maaf….”

“Ah.. itu dia!”

Bos alias ‘appa’-ku menghampiri orang itu. Aku yakin orang itu adalah Lee SooMan. Appa dan orang itu berbincang-bincang cukup lama. Aku hanya bisa memperhatikan dari belakang. Hingga, akhirnya appa memanggilku…

“Ri Sa-ah… kemarilah… kenalkan ini SooMan-ahjussi… dia yang akan mengurusmu selanjutnya…. Jadilah anak baik…appa harus segera pulang… appa lagi banyak urusan….”

Kim Ri Sa… itulah nama Koreaku. Aku tak tahu dari mana asalnya… appa hanya berkata itulah namaku kalau di Korea. Lagipula aku tidak mau ambil pusing memikirkan nama lain.

“Ya.. appa… aku mengerti… aku akan baik-baik saja…. Hati-hati appa…” jawabku.

Setelah itu appa pergi. Meninggalkanku dengan SooMan-ahjussi.

“Nah.. Ri Sa-ah… ayo kita berangkat ke rumah barumu… aku yakin mereka menantimu..” kata SooMan-ahjussi.

“Ya… Gomawo SooMan-ahjussi… sudah mau membantuku… maaf kalau merepotkan…” kataku.

“Tidak..tidak… ayo berangkat.. Kkaja…”

Kami berdua segera pergi ke ‘rumah baruku’ menggunakan mobil SooMan-ahjussi. Aku hanya diam di dalam mobil sementara SooMan-ahjussi sibuk mengurusi berbagai macam telepon masuk ke handphonenya..

Beberapa menit kemudian, kami sampai disebuah apartemen mewah. Luas sekali…. Kami segera menuju ke kamar mereka. Aku melihat sekeliling. Berusaha mengenali tempat tinggal baruku.

Sesampainya di salah satu kamar, kami disambut oleh 5 orang pria. Mereka sepertinya masih mengantuk. Aku mengerti itu. Hari ini adalah hari minggu. Hari libur. Mereka pasti lelah dengan semua jadwal mereka selama seminggu ini. Aku memperhatikan mereka semua. Hiihihihi… lucu juga ternyata mereka… mereka berusaha untuk terjaga dan tidak tidur, terutama yang paling tinggi… dia benar-benar menahan untuk tidak tidur….

“Nah… sekarang ini adalah rumahmu Ri Sa-ah… kalau ada apa-apa, bilang saja…. Tak usah dipendam dalam hati…. Ini Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew… dia akan menjelaskan banyak hal tentang tugas barumu… kau juga bisa bertanya pada yang lain…. Baiklah.. sekarang aku pergi dulu… berkenalanlah dengan mereka… tidak usah takut…” kata SooMan-ahjussi sebelum beranjak pergi. Aku hanya mengangguk. Aku segera memperkenalkan diri..

“Annyeong.. Kim Ri Sa iminda…panggil saja Ri Sa atau Ri juga cukup… mohon bantuannya…”

“Annyeong…” sapa mereka berlima. Lalu satu persatu dari mereka memperkenalkan diri. Walau dalam hati aku merasa itu percuma. Aku sudah tahu semua tentang mereka dari data diri mereka yang diberikan appa sebelum berangkat kesini. Tapi, sekarang aku harus berakting seperti aku baru mengenal mereka.

“Lee Jinki iminda… panggil saja Onew… aku ‘leader’ mereka… jadi kalau ada apa-apa bicaralah padaku..”

“Kim Kibum iminda.. panggil saja Key…”

“Kim Jonghyun iminda.. panggil saja aku chagiyamu*dengan nada genit*….”

*Pletak* 4 tangan langsung menjitak kepala Jonghyun-oppa.

“Dasar kamu ini!! Belum juga apa-apa udah ngegodain…” seru Jinki..eh, Onew-oppa.

“Tenang saja Ri Sa-ah…. Dia tidak akan macam-macam kok…. Panggilannya Jonghyun..” seru Key-oppa.

Aku tersenyum. Ternyata mereka sangat ramah. Selanjutnya…

“Lee Taemin iminda!! Panggil saja Taemin…Senang bertemu denganmu noona!! Ayo.. kita jadi teman!!”

“Jangan panggil aku noona….. aku lebih muda darimu Taemin-oppa…” seruku.

Mereka kaget. Sudah kuduga. Semua orang juga begitu. Apa wajahku benar-benar terlihat tua?

“Benarkah?? Berapa umurmu?” Tanya Onew-oppa.

“15 tahun….” Jawabku.

“Astaga.. muda sekali… kupikir akan sebaya dengan Minho atau Key ternyata lebih muda dari Taemin…” seru Jonghyun-hyung.

“Maaf mengecewakan kalian semua….” Kataku.

“Eh? Tidak,…tidak… aku hanya kaget… aku pikir karena katanya kau akan membantu atau lebih tepatnya menggantikan manager-hyung, pasti umurnya paling tidak sebaya atau lebih tua sedikit daripada Key atau Minho….” Tambahnya. Aku hanya tersenyum. Aku tahu mereka semua akan berpikir seperti itu.

“Kalau begitu…. kita punya satu magnae lagi…” seru Key-oppa.

“YAY!!…aku tidak akan jadi Magnae lagi! Yay!!” seru Taemin-oppa. Hahahaha sikapnya kekanak-kanakan sekali… kurasa itulah mengapa ia disebut ‘magnae’. Setelah Taemin-oppa memperkenalkan diri, berarti tinggal satu yang belum…. Orang tertinggi diantara mereka berlima…. Choi Minho.

“Choi Minho iminda… panggil saja aku Minho…senang berkenalan denganmu…”

Diantara mereka berlima, sepertinya Minho-oppa yang paling pendiam. Nada bicaranya datar sekali. Dia sangat menarik perhatian.. pantas saja disebut Flaming Charisma. Setelah acara perkenalan selesai, kami sarapan… rupanya mereka belum sarapan…. Aku sih sudah di pesawat.. tapi karena dipaksa Key-oppa akhirnya aku makan lagi…. Masakan Key-oppa enak sekali….

“Bagaimana? Enak tidak?” tanya Key-oppa.

“Enak… Enak sekali oppa!! Lebih enak dari masakan appa dirumah….” jawabku. Sejujurnya saja, appa tidak  bisa memasak… jadi alhasil, setiap makanan yang dia buat pasti hangus. Maka dari itu, kami lebih sering makan diluar dari pada makan dirumah.

“Eh? Appa-mu yang memasak? Umma-mu dimana?” tanya Onew-oppa.

“Aku tidak begitu ingat… Umma meninggal saat aku masih sangat kecil….jadi, aku tidak begitu tahu rasanya punya umma…”

“Oh… maaf aku sudah membuatmu mengingatnya…” kata Onew-oppa.

“Tidak apa-apa…”

“Kalau begitu, kau tenang saja…. Key adalah umma yang paling baik loh! Ia kan umma?” seru Jonghyun-oppa kepada Key-oppa bercanda.

“Hahahahahaha…” semuanya tertawa. Sepertinya aku bisa tenang tinggal disini…

End of Arisa POV/Kim Ri Sa POV

*******

Minho POV

Sekarang aku tahu maksud perkataan SooMan-ahjussi kepada Onew-hyung tentang dia dalah tipe perempuan yang tidak disukai perempuan lain. Dia sangat cantik. Benar-benar akan membuat semua pria yang melihatnya akan mengatakan ‘saranghaeyo’ dan rela mengorbankan apapun demi bisa melihatnya terus tersenyum. Entah kenapa, aku memperhatikannya terus. Sejak dia datang dan sampai sekarang. Dia sepertinya menyadari itu dan tersenyum kearahku. Aku terlonjak kaget. Aku hanya tersenyum balik. Aku menjadi salting di depannya. Aku terus diam dan memperhatikannya. Dia masih terus menjawab berbagai pertanyaan dari hyung-hyungku.

“Minho…hei..Minho!!” Aku terlonjak kaget mendengar teriakan Jonghyun-hyung.

“Kamu dari tadi diam saja kenapa? Terpesona melihat Ri Sa-ah? Jatuh cinta pada pandangan pertama?”

“E..enak saja… aku hanya.. hanya.. kagum saja…” jawabku gugup.

“Dasar… jangan banyak bengong lagi… ntar kesambet loh!”

“Iya..iya…”

Setelah itu, aku melihat Jonghyun-hyung berbisik ke Onew-hyung dan Key-hyung. Mereka tersenyum. Aku merasakan firasat buruk. Pasti mereka merencanakan sesuatu…

“Key-ah … apa kau lupa membelikanku barang itu?” tanya Onew-hyung tiba-tiba.

“Aish… aku lupa…. Aku akan segera belikan…. Jonghyun-hyung.. temani aku belanja lagi…” seru Key-hyung.

“Baiklah… ayo Taeminnie… ikut…. Hyung kan waktu itu sudah janji traktir kamu… jadi sekarang saja yuk.. sekalian….” kata Jonghyun-hyung sambil menarik lengan Taemin.

“Ah…tidak mau sekarang.. masih ingin ngobrol dengan noona…eh, maksdunya Ri Sa-ah…” jawab Taemin.

“Kalau begitu tidak jadi nih….”seru Jonghyun-hyung.

“Baiklah…. Dadah Ri Sa-ah… nanti ngobrol lagi ya….” Kata Taemin akhirnya.

“Kalau begitu aku sekalian saja ikut…. Jangan sampai Key salah membelikannya…. Minho kamu temenin Ri Sa-ah disini ya… sekalian aja ajak jalan-jalan keliling daerah sini…” seru Onew-hyung beranjak pergi.

“Eh? Hyung.. tunggu dulu…” seruku. Ah sial, mereka sudah pergi. Jadi rencana mereka adalah meninggalkanku berdua-an dengan Ri Sa-ah. Sekarang aku hanya berdua dengan Ri Sa-ah… apa yang harus kulakukan?

“Ah.. maaf ya… mereka selalu seperti itu… mohon dimaklumi…” kataku akhirnya.

“Tidak apa-apa…. Mereka semua lucu sekali…. Aku rasa aku bisa betah disini….” jawabnya.

“Oh.. baguslah…” Hening…. Kami berdua sama-sama tidak tahu harus ngomong apa. Aduh…

“Ng… apa kamu suka olahraga?” tanyaku mencoba untuk mengobrol.

“Suka sekali!! Apalagi basket… olahraga yang paling menyenangkan!!” jawabnya. Aku kaget mendengarnya. Kupikir ia tipe cewek yang benci olahraga dan berkeringat. Dugaanku benar-benar meleset.

“Wah… aku juga suka…. Mau main?” ajakku. Sepertinya aku menemukan titik persamaan kami. Dengan begini mungkin kita akan bisa lebih akrab.

“Boleh saja….”

“ Ada lapangan basket dekat sini… ayo berangkat!”

“Kalau begitu, ayo.. jangan buang waktu… aku sudah lama tidak main basket!”

Akhirnya kami berangkat. Karena letak lapangannya dekat, kami jalan kaki. Di perjalanan kami berbincang-bincang tentang atlit basket yang kami suka. Sesampainya di lapangan basket, ia langsung merebut bola dari tanganku dan berlari. Aku segera mengejarnya.

“Hei… jangan curang! Belum dimulai…” teriakku.

“Coba rebut kalo bisa….” Jawabnya sambil terus mendribel bola.

“Kau menantangku?”

“Sudah jelas kan?”

“Baik kuterima tantanganmu… siapa yang bisa memasukan bola terlebih dahulu menang!”

“Oke… yang kalah harus mentraktir yang menang… setuju?”

“Setuju”

Kami berlomba memasukan bola ke ring. Aku berhasil merebut bola darinya, namun ia selalu bisa merebut kembali. Gerakannya gesit sekali. Dia berkali-kali berhasil merebut bola dariku, namun ia tidak bisa memasukan bola karena aku selalu bisa memblocknya. Akhirnya karena kami sudah kelelahan, Kami berhenti tanpa satu orangpun berhasil mencetak angka. Dia mengeluh,

“Minho-oppa, badanmu tinggi sekali…. Pantas saja kau bisa memblock semua seranganku…”

“Kamu juga…. badanmu gesit sekali… pantas saja kau bisa merebut bola dengan mudah dariku..” balasku.

“Hahahahahaha…..” kami tertawa.

“Kalau begitu… Minho-oppa harus mentraktirku dan aku juga akan mentraktir Minho-oppa… bagaimana?” tanyanya.

“Boleh saja… ayo kita ke Café itu… makanan disana enak…” jawabku.

Kami segera berlari ke Café itu.

End of Minho POV

*******

Tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan mereka dari jauh.

“Choi Minho… aku sudah memperingatkan…… awas saja kau…”

*******

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “I Must Kill You… But, I LOVE YOU”

  1. EH??? SIAPA BILANG CERITANYA NGGA JELAS??? INI MAH BAGUS BANGET!!! AKU SUKA BANGET MIN HO DI SINI *aku selalu suka shinee. kkk~~*

    ENGGAK, ENGGAK! POKOKNY AKU SUKA! AKU SUKA CARA AUTHOR NGUNGKAPIN SCENE DI SINI!

    SATU YANG AKU NGGAK SUKA. KENAPA HARUS TBC????????
    AKU KAN PENASARAN ! ITU SIAPA YG MEMATA-MATAI MEREKA???
    lanjutannya jangan lama ya, pleeeaaaaseeeee…!

  2. Hihihi…..gak nyangka klo mereka selicik itu*nunjuk jjong,onew,key*….
    Yg ngintipin mereka itu spa yah…??????
    Ehm…penasaran deh…author…lanjut……

  3. pasti jjong karakternya playboyy..
    haha
    kasian amat kau oppa..

    AKU KANGEN NGELIAT ARISA BERAKSI..
    ahahahahah

    si minooo diemdiem suka juga ama cewek cantik 😀

  4. Yaaa! Keren keren. Suka deh waktu Minho salting, pasti mukanya lucu. Penasaran sama siapa yang harus dibunuh dan siapa yang ngeliatin Minho sama Ri Sa waktu main basket.\
    Lanjut lanjuuut

  5. WAHH.. FF NYA KEREN!!!

    aku penasaran ama cowo yg terakhir itu loh…
    MINHO OPPA!!!! jadi main mata nih sekarang??? lirik-lirik cewe huh dasar..

    itu jinki bukan mau nemenin key, mau ketemu aku itu *mian, saya lagi stress*

    Lanjutttt ya…

  6. Ciee,si minho..Gak ush d tutup2pin lg..Ngaku aja klw emg bner2 jtuh cinta pd pndangan prtma..cuiit cuiit..ampe salting gtu pas mw ngobrok..jyaahaha..luce deh ngbayangin wjah malu2.y minho..xixixi

    eh,syp sih org yg trakhr ngomog i2,dr part sblm.y aku udh pnasaran bgt ma tuh org yg nyuruh minho bwat ngejauhin risa..
    author.y sneng bgt dah bwat reader pnasaran..
    ayo2 lnjtn.y..^^

  7. Huaaaa SERU! Tapi tiba2 TBC!

    AKU LAH YANG MEMATA-MATAINYA(???) AHAHAHA *ketawa ala pahlawan bertopeng* =_=

    wah itu jinki mau beliin kado buat aku tuh ahaha

    mian komennya kaya gini.. setres dikit ahaha

  8. uwo.. ceritanya makin seru…
    mino jatuh cinta pada pandangan pertama… tapi ditutupin.. ekeke.. malu” kucing~~ 😀
    itu yg ngintip siapa sih?? benar” bikin penasaran…
    author lanjut.. ekeke…
    mian banyak bacot.. saya reader baru *baru tiga hari 😀

  9. aduh gaenak bgt lg seru seru baca tau taunya TBC u,u
    minhooooo jatuh cinta nih yeee wkwkwk
    lanjut ya author jangan lama lama /bacot bgt

  10. AAAA SERUUUU!!

    Suka banget sama jalan ceritanya! Bahasanya juga kereen Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

    Ayo lanjut lanjuuut *digetok author*

  11. Aaaahhh RAME XD
    RAME RAME RAME RAME XD
    minho-nya @,@ aku jd penasaran gmn tampang arissa :3 hehehe
    lanjuuutttt x)

  12. cerita ny Arisa itu dr Negara mna sih? :3
    Wkwka.
    Kok cpet amat bsa bhasa Korea ny..
    Wkwka.
    Itu yg ngawasin Minho am Risa spa?
    Ren kah?
    Aseeekk..aseeek.
    ^o^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s