Just Call Me “ANGEL” – Part 2

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 2

Author             :           dhini

Genre               :           Romance

Main Cast        :           Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast     :          Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin                                 (SHINee),etc….

Jangan mencari Key di bagian ini….dia masih disimpan baik-baik di kamarku…^^  *PLAKKK*.Have a nice read…..

Jin Yeong POV

Tiba-tiba rasa sesak itu datang lagi.Aku mengerang di pelukan Ajumma sambil memegangi dadaku.

“Kau tidak apa-apa?”Tanya suara berat Minho.

Aku berusaha untuk duduk tegap.Sambil mengatur nafas.Seketika kulihat 2 kabut tebal  melayang menuju pintu ICU.Makhluk itu!Ya makhluk itulah yang mengambil nyawa seonsaengnim,dan apa sekarang dia akan mengambil nyawa appa dan umma??

Aku tak rela.Dengan cepat aku berteriak ke arah dua kabut itu.

“Yah!!!Kalian tidak boleh masuk!!!KALIAN TIDAK BOLEH MENGAMBIL MEREKA!!!”Aku berlari ke pintu ICU,Minho dengan cepat meraih tubuhku.

“Apa yang kau lakukan?”tanyanya panik.

TERLAMBAT!!!Dua kabut itu sudah masuk ke sana.Aku menggapai pintu dan menggedornya.

“Aku mohon buka!AKU MOHON!!!JANGAN SAMPAI MAKHLUK ITU MENGAMBIL APPA DAN UMMAKU!!!AKU MOHON!”isakku,aku benar-benar seperti orang gila.Aku menangis sambil terus menggedor pintu ICU.Minho menahan tanganku dan tubuhku dibantu Choi Ajusshi.

“Aku…mohon…”lirihku,lalu menangis di pelukan Minho.Tak lama pintu terbuka.Dokter memberi tahu kondisi mereka.Aku tak bisa mendengarnya,tapi aku sudah pasrah karena dihadapanku kulihat 2 kabut itu melayang ke jendela meninggalkan jasad 2 orang yang kucintai itu.

***

Aku menatap nanar 2 pusara di hadapanku.Air mataku kering.Aku tak menangis sama sekali.Di sampingku ada Hwang Ajumma yang mengelus rambutku.Hatiku sakit,terlalu sakit.Karena aku melihat 2 orang yang aku sayangi ,3 dengan seonsangenim ,diambil nyawanya begitu saja oleh makhluk itu.Aku bahkan melihat bagaimana cara makhluk itu mengambil nyawa mereka.

Kenapa aku bisa seperti ini.Aku tak pernah melihat apapun saat Halbeoji meninggal setahun yang lalu,walaupun terjadi di depan mataku.Sejak kapan ini harus terjadi padaku?Aku tidak mau merasakan seperti ini lagi!Tuhan,aku mohon kembalikan hidupku seperti sedia kala.Atau kalau bisa kembalikan mereka semua ke sisiku.

Aku menatap foto ayah dan ibu yang ada di meja kamarku.Air mataku mengalir,ternyata tidak benar-benar kering.Aku mendekap pigura itu lalu membawanya bersama tidurku.

Bau ini lama-lama membuatku mual

Aku benci bau ini!

Appa,umma,seonsaengnim,tidak ada karena munculnya bau ini

Lagi-lagi sosok itu kembali muncul

Kali ini aku tidak takut,tapi malah ingin mendekatinya

Dia menyeringai,menatapku tajam

“KEMBALIKAN MEREKA!!!”teriakku di depan wajahnya yang membuatku muak

Aku meninjunya,tapi yang ada malah seolah-olah aku meninju udara kosong

Tiba-tiba dia menutup kedua mataku,pandanganku hilang

Saat kubuka,aku berada di padang rumput yang lainnya

Kali ini tiba-tiba air mataku menetes

Umma dan Appa sedang tersenyum kearahku

“Jin Yeong-ah…kami tidak akan meninggalkanmu,kami selalu ada disini,”umma meletakkan tangannya yang dingin di dadaku.Air mataku semakin deras.

“Umma,Appa,aku benci mereka yang telah mengambil kalian…”isakku

“Bukan mereka yang mau sayang,percayalah.Jangan pernah membenci siapapun dan apapun yang membuat kami tiada.”ujar appa tersenyum,”Janji?”

Aku mengangguk,perlahan mereka memudar dan sekitarku kembali gelap

***

Aku membuka mataku,sinar matahari  masuk melalui ventilasi kamarku.Aku mendengar suara-suara berisik di lantai bawah.Saat ku mengangkat badanku,aku tersadar pigura itu masih ada di pelukanku.Aku memandangnya sekali lagi.Lalu tersenyum,”Ya Appa,aku janji.Dan aku akan merelakan kalian.”

Aku melihat Paman dan Bibi-ku dari  Daegu.Kang Hwang Su ajusshi dan Na Hyo Rin Ajumma,mereka sibuk merapikan barang-barang.

Sebenarnya sedang apa mereka?Mengapa bisa ada di sini?Bukankah mereka sudah pulang kemarin?

Aku menghampiri mereka.Hyo Rin Ajumma segera memelukku,dan Hwang Su ajusshi tersenyum kepadaku.

“Maafkan kami Jin Yeong-ah,kami tidak memberi tahu dulu kalau kami akan tinggal di sini.Soalnya kau sudah tidur tadi malam.Semalam kami berunding dan memutuskan siapa yang akan menemanimu di sini.Keputusannya aku dan istriku yang akan tinggal di sini menemanimu.”dia tersenyum.

Aku mengangguk.Aku merasa sedikit lega karena mereka memang selalu memperlakukanku dengan baik selama ini.

Aku melihat Minho yang sedang mengayuh sepedanya,sesiang ini dia baru berangkat sekolah?Apa saja yang dia lakukan semalaman sampai kesiangan seperti itu?

Aku membantu mereka merapikan barang-barang.Setelah itu akupun mengobrol dengan mereka.Mereka yang sudah memperlakukan aku sebagai anak sendiri (karena mereka tidak bisa mempunyai anak sendiri)bersedia untuk membiayai sekolahku,bahkan sampai  masuk universitas.Aku tersenyum dalam hati,semoga saja mereka bisa mengganti kekosongan hatiku,tidak!appa dan umma yang mengisi hatiku,setidaknya mereka mengisi kekosongan rumah ini dan hari-hariku.

***

Aku mengayuh sepedaku gontai.Tiba-tiba si Flaming Charisma sudah bertengger di sebelahku dengan sepedanya.

“Kau mau balapan sampai sekolah?”tanyanya sambil menunjukkan senyum ala Mr.Bean-nya (UPS).

Oh,ayolah!mana mungkin aku semangat untuk balapan.Mengayuh saja sebenarnya aku tak kuat.

Tiba-tiba Minho menghalangi jalanku,hampir saja aku menabraknya.

“Yah!Kau apa-apaan sih!!!”

“Naiklah ke atas sepedaku!Sepedamu titip saja di warung itu.Kau terlihat menyedihkan saat mengayuhnya.”

Aku menatapnya ragu.Dia meyakinkanku.Akupun menurut,kali ini aku tak punya semangat untuk membantahnya.

Hyun Ji tersenyum saat melihatku.Senyum yang dipaksakan.Aku tahu dia iba padaku.Dan aku tak pernah mau dikasihani seperti itu.

Hari ini kami tak begitu banyak bicara.Mungkin Hyun Ji mengerti bagaimana keadaanku saat ini.Masih terpukul.Ya!terpukul,benar-benar terpukul seperti ada palu besar menghantam tubuhku.

Kim Kyu Jong seonsaengnim menjadi wali kelasku yang baru.Dia dikenal lembut namun tegas (?).Aku baru merasakan diajarnya saat kelas 2 ,pelajaran b.inggris.Dan hasilnya lumayan.Dia menjadikan jam kedua ini untuk perkenalan.Saat namaku disebut,dia menatapku agak lama,kemudian tersenyum.Aku malah jadi bingung degan senyumannya itu.

Pelajaran hari ini pun selesai.Aku berjalan menuju parkiran sepeda.Sial!Aku lupa kalau sepedaku tadi kutitipkan.Menunggu Minho pasti lama sekali,dia bilang bisa sampai malam kalau latihan.Tiba-tiba seseorang menarik tasku.

“Mengunggu lama?”tanyanya,yang ternyata Minho.

“Kau tidak latihan?”tanyaku heran.

“Sekali-kali bolos tidak apa-apa,lagipula akulah yang paling rajin latihan,”jawabnya santai.Aku mengikuti langkahnya menuju sepedanya.Kamipun mulai berjalan melewati gerbang.

“Minho!Apa kau pernah merasakan hal yang sama sepertiku?”tanyaku tiba-tiba saat dia mengayuh sepedanya.

“Maksudmu?”tanyanya tak mengerti.

“Kejadian beruntun 2 hari ini,ditinggalkan 3 orang disekitar kita,”gumamku.

“Tentu saja.”

Jawabannya malah membuatku tersentak.

“Aku lebih dulu merasakan kehilangan orang tuaku 4 bulan yang lalu daripada kau,karena kecelakaan pesawat,”ujarnya terdengar agak lirih,”itulah alasan kenapa aku pindah ke sini.”

Aku tercengang,jadi…Minho bernasib sama sepertiku?Apa memang kami sudah jodoh dengan dipertemukan seperti ini?Sama –sama mengalami nasib yang menyedihkan.Aku kira dia tinggal dengan kedua orang tuanya.

“Apa kau merasa marah saat kehilangan mereka?”

Terdengar tawa ringannya,”Untuk apa aku marah?Aku yakin sesuatu yang diambil suatu saat akan digantikan  dengan yang lain.Hidup memang seperti itu,kalau tidak begitu kita tidak akan pernah bersyukur dan berusaha.”

Tak kupercaya ternyata Minho sedewasa ini.Pikirannya lebih terbuka daripada orang-orang yang pernah kutemui.

“Aku bersyukur mendapatkan orang tua seperti mereka,karena itu aku berusaha menjadi seperti mereka kelak,”sambungnya.

Diam-diam aku kagum dengan cara pikirnya.Apakah aku bisa seperti itu?berpikiran terbuka kalau semua ini memang harus berjalan seperti ini?

***

Hari Minggu ini aku mengajak Minho untuk berjalan-jalan.Kami mengayuh sepeda kami menyusuri taman yang cukup luas.Kami terhenti saat melihat wali kelas baruku,Kim seonsaengnim.Dia sedang asyik memberi makan ikan-ikan di kolam taman.

“Annyonghaseyo…”sapaku saat menghampirinya.Dia tersentak lalu tersenyum.Dia beranjak berdiri.Aku memberinya hormat 90 derajat.

“Kau…Kang Jin Yeong kalau tidak salah,”ujarnya padaku.”Maaf,aku belum terlalu hapal murid-muridku.”

“Dan kau…Choi Minho,anak baru itu?”ujarnya pada Minho.

“Seonsaengnim,kau pura-pura tak mengenalku,”canda Minho.

Kim seonsaengnim tertawa.Aku menatap mereka bingung.

“Kami satu tim di basket,dia sanbaeku,”ujar Minho,”Bahkan aku memanggilnya hyung.”

Aku mengangguk mengerti.

“Kalau kau mau,panggil saja aku oppa,tapi jangan di kelas,”ujarnya.Aku langsung menggeleng cepat.

“Tidak seonsaengnim,aku tidak punya keberanian seperti itu,”sahutku sesopan mungkin.

“Maksudmu aku kurang ajar,begitu?”Tanya Minho tersinggung.

Guruku langsung mencubit lengannya,”Aish….kalian itu imut sekali.Tidak sadar kalau kalian berpacaran di depan guru,ha?”

“Dia bukan pacarku!Enak saja,tak sudi!”sahutku ketus.

“Ho…kau merebut kata-kata yang ingin aku ucapkan!”balasnya.

Ha!Childish sekali kami ini!

“Kalian mau kemana?”Tanya seonsaengnim.Kami berdua tak ada yang menyahut,lalu menggeleng.

“Kalau begitu aku undang kalian ke rumahku sekarang.”ujarnya.Aku melirik Minho.Dia malah mengangkat bahu.

“Ayolah!Kebetulan aku juga naik sepeda ke sini.”ajaknya lagi.Kami pun mengangguk.

Tak kusangka rumah Kim seonsaengnim besar sekali.Lebih besar dari rumah kami berdua.Aku sempat berfikir apakah penghasilan seorang guru bisa membeli rumah seperti ini?Aish Bodoh !Mungkin  saja ini rumah orang tuanya.

Kami berjalan memasuki ruang tamunya.Kulihat Minho tampak terpukau.

“Tuan muda,”seorang pria paruh baya menghampiri seonsaengnim,lalu mengambil mantel yang dipakainya.

Tuan muda?Aku tercengang.Jelas saja Kim seonsaengnim pasti adalah pewaris keluarga elit ini.Aku melihat sebuah pigura besar,hampir menyerupai besarnya lukisan di museum.Disana terdapat satu pria paruh baya ,disisinya terlihat wanita yang pasti adalah istrinya,di sebelah sang istri ada Kim seonsaengnim,ditengah ada seorang gadis cantik yang tersenyum manis.Dia pasti adik seonsaengnim.Lalu satu lagi lelaki di sebelah pria paruh baya itu,dia…ah!sulit kudeskripsikan.Entahlah dia terlalu tampan di foto itu.Dan satu hal yang membuatku tertarik adalah tatapannya,bentuk matanya indah sekali.Pasti dia adiknya juga.

“Kalian duduklah!”ujar seonsaengnim,yang juga mengagetkanku.

“Kau tertarik dengan adikku?”tanyanya padaku setengah berbisik.Aku  langsung merasakan wajahku panas.Sial!Aku ketahuan.

Kami duduk di sofa yang nyaman.

“Kalian suka kopi?”tanyanya.Kami mengangguk bersamaan.

“Seonsaengnim,biar aku bantu.”sahutku berjalan mengikutinya.

***

Minho POV

Aku menggelengkan kepalaku saat melihat Jin Yeong mengekor Kyu Jong hyung.Aku baru sadar sekarang kalau aku makin dekat dengannya.Gadis aneh itu.Gadis yang memarahiku tanpa sebab.Gadis yang tanpa dia tahu  sudah aku perhatikan dari semenjak aku menginjakkan kakiku di rumah  Yo Wan ajusshi.Gadis yang sering duduk di beranda rumahnya sambil memainkan ponsel.Dia tidak sadar kalau aku mengenalnya sejak lama.Tapi…aku memang tidak tahu namanya.Aku hanya memperhatikannya dari jauh.Sekilas tatapannya mengingatkanku pada umma.Setiap aku melihatnya pasti muncul perasaan ingin menjaganya.Tak ingin kehilangan lagi seperti aku kehilangan umma dan appa dulu.

Aku tak menyangka nasibnya sama sepertiku.Apa kita memang jodoh?Apa dia berfikiran sama denganku?

Aku teringat saat Jin Yeong berteriak di depan ruang ICU.Aku kaget saat dia menyuruh pergi sesuatu,entah apa.Tiba-tiba perasaan dimana aku ditinggalkan appa dan umma dulu kembali muncul.Aku merasakan apa yang dia rasakan.Sangat sakit.Tapi aku terlihat lebih tegar dari pada Jin Yeong waktu itu.Walaupun di dalam hatiku sangat perih.Bahkan selama sebulan aku tak mau keluar kamar.Tak bersekolah,bahkan makan dan minum bisa dihitung selama sebulan.

Tapi umma dan appa muncul di mimpiku,memberiku kekuatan untuk hidup kembali.Akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di kota ini.Menjadi Minho yang baru.Ya Minho yang baru.Bukan Minho yang cerewet,brutal,bahkan hampir terkena obat terlarang.Aku simpan rahasia ini baik-baik dari Jin Yeong.Aku sangat malu dan menyesal mempunyai masa kelabu seperti itu.

Lama sekali mereka di dapur.Keluhku dalam hati.aku memutuskan untuk melihat-lihat rumah besar ini.Terus terang rumah ini seperti istana di negeri dongeng.Atau kastil-kastil yang sering aku lihat di komik.Ada satu ruangan yang membuatku tertarik.Pintunya berplakat emas bertuliskan Luna,dan terbuka setengahnya.Hmm…Aku memberanikan untuk mencuri-curi melihat apa yang ada di dalamnya.Tiba-tiba aku refleks menjauh saat kulihat seorang wanita yang terbaring di kasur menggeliat,dan kini posisinya berubah menghadap pintu.Sial!Baju tidurnya transparan sekali.

“Hah!Lagi-lagi dia tidak menutup pintunya saat tidur,”suara Kyu Jong hyung mengagetkanku.

“Maaf hyung aku tak sengaja,tadi aku cuma lewat.”ujarku merasa bersalah.

“Tidak apa-apa,ini memang kebiasaannya.Padahal suadah kusuruh untuk pindah kamar ke atas,tapi tidak mau,karena takut.”

“Memangnya siapa saja yang tidur diatas?”

Kyu Jong hyung menggeleng,”Tidak ada, diatas cuma ada dua kamar,dulunya kamar Luna dan satu lagi  kamar Ki Bum,”

“Ki Bum?”

“Sudah,ayo kita minum kopinya,nanti dingin.”

Aku mengikuti langkahnya,aku masih mencerna kata-kata hyung.Kalau dia atas kosong lantas yang bernama Ki Bum itu tidur dimana?Aish…Kenapa aku jadi memikirkannya!

***

Jin Yeong POV

Aku mengikuti langkah seosaengnim ke dapur.Dia sempat menolak saat kutawarkan diri untuk membantunya.Tapi akhirnya aku yang menang.

“Seonsaengnim,kenapa tidak menyuruh pelayan membuatnya?”tanyaku sambil menyiapkan cangkir-cangkir.

“Aku tidak suka buatan mereka.Semenjak Lee Ajusshi pensiun,tidak ada yang bisa membuat kopi yang enak selain aku dan keluargaku.Kami tak main-main soal rasa.”

Aku menatapnya.Pasti dia keturunan bangsawan,dalam hal kopi saja tidak main-main.

“Rumah ini sepi sekali,padahal hari minggu,”ujarku.

“Aku cuma tinggal berdua dengan adikku,Luna.Orang tuaku ada di Jerman.mereka menetap di sana,dan tidak tahu kapan kembali.”

“Berdua?”gumamku.Dia tersenyum kepadaku.Aneh,lalu kemana adik yang laki-laki itu?

“Kau suka kopi apa?”tanyanya.Aku menatapnya sesaat lalu menggeleng.

“Aku tak begitu tahu soal kopi,aku malah biasa minum kopi kemasan,”aku nyengir tak jelas.

“Kami sekeluarga disini penikmat kopi,mungkin cuma ibuku yang tidak.Dan masing-masing punya kesukaannya sendiri.”

“Lalu kesukaan seonsaengnim?”

“Espresso,sama seperti ayahku.”

Tiba-tiba keheningan terjadi.Aku paling tidak suka keadaan seperti ini.

“Seonsaengnim,kenapa mau menjadi guru?Eh…maksudku bukankah seonsaengnim lebih cocok jadi yang lain,businessman atau model misalnya,”tanyaku hati-hati.Akhirnya aku tersadar ini adalah pertanyaan bodoh.

Dia melirikku sebentar,”Kau benar-benar mau tahu ceritanya?”Aku mengangguk.Dia pun tersenyum.

“Janji,ini hanya rahasia antara kita berdua?”tanyanya lagi.Aku mengangguk lagi,semakin bingung,lalu dia melingkarkan kelingkingnya di kelingkingku.

Aku menatapnya lekat-lekat.

“Dulu aku seorang dokter,”dia melirikku,kupastikan dia melihat ekspresi terkejutku,”Aku cukup dipercaya sebagai dokter professional.Aku menjalani rutinitasku selama dua tahun tanpa beban.Sampai akhirnya aku tak sanggup lagi,dan aku melepaskan semuanya.Aku tidak ingin menapakkan kakiku di RS manapun.Aku menghilang,dan mengubur gelar dokter bedahku.”

Aku merasa dadaku penuh dengan berbagai macam rasa,rasa sedih,iba,penasaran.

“Kau tahu alasannya?”tanyanya,aku menggeleng.

“Karena Ki Bum…pemuda tampan yang tersenyum lebar di foto itu.Setiap orang yang berkunjung kesini pasti pertama kali akan bertanya satu pertanyaan,siapa pemuda itu.”

Begitu juga diriku.Batinku.

“Tapi  pada akhirnya mereka pasti kecewa,saat kujawab …”Aku mendengar suaranya agak melemah,”dia almarhum adikku.”

Seketika hatiku lemas.Pemuda itu…sudah tiada?Aku tidak percaya?Bohong kan?!seonsaengnim pasti cuma bercanda.Pikiranku yang konyol hilang saat air mata menetes dari mata lelaki di hadapanku.

“Tepatnya dia meninggal di tanganku,aku gagal mengoperasi tumor di kepalanya.Dia pergi  meninggalkan kami karena aku.”Dia mengusap air matanya,masih berusaha tersenyum kepadaku.

“Orang tuaku pergi karena hal ini,mungkin mereka tak bisa memafkanku.”Dia lalu menatapku,”Apa aku bisa dimaafkan?Tidak kan?Dosaku terlalu besar…Aku bahkan membenci diriku sendiri”

“Seonsaengnim,maafkan aku membuatmu seperti ini.Tapi…mereka pergi bukan karena keinginanmu atau siapapun,Tuhanlah yang mau.Kau bahkan tidak bisa membenci dirimu sendiri.Ki Bum akan sedih jika dia melihatmu seperti ini,”ujarku teringat kata-kata appa,umma,juga minho.Entah mengapa hatiku ikut sedih saat menyebut nama Ki Bum.Mungkin sedih karena senyuman seperti di foto itu tidak dapat kulihat secara nyata.

“Aku tak menyesal menceritakannya padamu,”ujarnya tersenyum lebih lebar.”Ayo kita minum kopinya,kasihan Minho menunggu lama.”

Kami berdua melangkah ke ruang tamu.Tapi disana tak ada Minho.Kemana bocah aneh itu?

Seonsaengnim meninggalkanku untuk mencarinya.Aku duduk di sofa sambil melihat ketiga cangkir kami.Semua warnanya berbeda.Kopi Seonsaengnim tampak lebih hitam dan pekat.Punyaku berwarna pastel dengan taburan coklat,Minho sedikit berbeda denganku dan tanpa taburan coklat.Aku teringat kejadian tadi.Aku merasa bersalah dengan seonsaengnim,sampai membuatnya menangis seperti itu.Dia benar-benar berbeda saat di kelas.Aku bahkan tak menyangka dia adalah seorang anak konglomerat.Penampilannya selalu sederhana,mengendarai sepeda,tidak seperti guru lain yang diantar jemput mobil oleh supirnya.Mengenakan kacamata,walaupun membuatnya semakin tampan.Dan cara mengajar yang begitu tegas,tapi tak lepas dari tersenyum.

Tak lama kemudian seonsaengnim datang diikuti bocah aneh itu.Dasar!Seenaknya saja mengelilingi rumah orang tanpa izin.

“Kau dari mana?”tanyaku padanya yang duduk disampingku.

“Aku habis lihat-lihat,aku boring menunggu kopinya di buat,”ujarnya santai.

“Ya sudah,sekarang cicipi kopi buatanku!”ujar seonsaengnim.Kami menyeruputnya bersamaan.

“Enak!”ujar kami berdua bersamaan.

“Itu namanya moccacino,”serunya pada Minho,”kesukaan Luna.”

Minho mengangguk-angguk.

“Dan yang diminum Jin Yeong,itu Cappuccino,”Dia menatapku,”Kesukaan Ki Bum.”

Hatiku mencelos lagi,seperti tadi.Aku mohon seosaengnim jangan sebut namanya lagi!Aku jadi ikut sedih.

“Oh,iya hyung.Yang namanya Ki Bum itu mana ya?Sepertinya dia seumuran denganku,siapa tahu bisa jadi teman,”tanya Minho,membuatku terbelalak.

Aku menepuk keningku sambil melihat jam tanganku,”seonsaengnim,sudah jam segini,aku ingat ada tugas yang harus aku dan minho kerjakan untuk besok.Kami pamit sekarang.”ujarku tersenyum.Minho tampak bingung.

“Maaf merepotkan Anda,”ujarku saat seosaengnim mengantar kami sampai depan pintu,”Kopinya enak sekali,aku harap kelas kita bisa pesta kopi kapan-kapan.”candaku.

Dia tertawa,”usul yang bagus.”

“Kelasku bagaimana?”timpal Minho.

“Tanyakan pada wali kelasmu yang terlalu baik hati itu!”sahutku ketus.

Aku berpamitan padanya,tiba-tiba dia mengedipkan matanya.Aku tak mengerti.

“Terimakasih yang tadi,”ujarnya sambil melempar lirikannya kepada Minho yang sibuk mengambil sepeda kami berdua.Aku mengerti maksudnya.

“Ingat cuma kita berdua,”tambahnya.Aku mengangguk mantap.

“Yah!Kenapa kau tadi memotong pembicaraanku dengan hyung?”protesnya.

“Jangan pernah kau menanyakan hal itu pada seonsaengnim!”seruku,aku mempercepat laju sepedaku.

“Kenapa? Itu kan pertanyaan wajar,”dia masih tak mau terima.

“Sudah lupakan!Aku mau buru-buru naik ke kasur!”aku benar-benar meninggalkannya dan langsung menuju pekarangan rumahku,tanpa memberi kesempatan Minho berbicara lagi.

***

Angin berhembus diwajahku

Kulihat lagi sekelilingku yang dipenuhi hamparan rumput hijau

Bau itu masih kucium…tapi entah kenapa baunya lebih bersahabat

Tidak seperti kemarin yang membuatku tersiksa

Sosok itu lagi!Tapi dia berbeda…

Berbeda dari yang dulu…

Dia tampak tenang,tidak menyeringai dan menatapku tajam seperti waktu itu

Dia tersenyum kepadaku

Senyuman yangmembuatku terasa damai…

“Kau….”ujarnya dengan suara lembut,kurasakan angin meniup rambutku saat dia

mengucapkannya

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku sambil tersenyum,aku terpaku menatap senyumannya

Kemudian dia membungkukan badannya seperti memberi salam pada seorang putri

Dengan perlahan dia memudar,tanpa memudarkan senyumannya.

Hari ini pelajaran sama sekali tak masuk ke otakku.Aku memikirkan mimpiku.Baru kali ini aku tak ingat tentang mimpiku secara detail.Aku merasa mimpiku kali ini indah.Tidak melelahkan seperti yang telah lalu.Tapi kenapa malah aku tak mengingatnya.Apa aku dikejar lagi?Apa aku bertemu dengan orang tuaku lagi?Aku benar-benar tak ingat.

Kim seosaengnim tampak lebih berseri dari hari-hari sebelumnya.Apa karena bebannya berkurang setelah dia bercerita denganku?Mudah-mudahan saja.

“Jin Yeong!Setelah mendengar ceritamu tentang Minho,aku malah jadi tidak ngefans lagi,”ujar Hyun Ji lesu.

“Benar kan kataku.Dia tidak sesempurna itu,tapi dia juga tidak buruk kok,”ujarku.

“Tuh kan kau menyukainya!”Dia tiba-tiba mencubit lenganku.

“Yang benar saja!Aku berikan dia untukmu dengan cuma-cuma.”kataku ngasal.

“Baru tau rasa nanti!”sahutnya gusar.Aku tersenyum melihat tingkahnya.

Tentu saja tidak Hyun Ji,Minho harus mendapatkan gadis yang lebih baik dari aku,karena dia terlalu baik.

Kami bersepakat untuk pulang melewati jalur yang berbeda.Kami melewati pertokoan,aku mengayuh sepeda sambil sesekali melihat benda-benda lucu yang ada di etalase.Sekilas aku melihat bayangan mobil truk barang dari kaca toko,supir truk itu dikelilingi kabut.

Tiba-tiba sesak yang lama tak muncul kembali terasa.Dengan cepat kuhentikan sepedaku,lalu berpegangan pada sebuah tiang.Minho menatapku panik.

“Kau tak apa-apa?Apa yang sakit?”

“Dadaku…”ujarku sambil meringis,dia tampak serba salah saat mendengar jawabanku.Aku mengerti,dia laki-laki,tak mungkin menyentuhku seenaknya.

Lalu sesak ini makin membebaniku.Seketika kudengar dentuman besar di jalan raya.Kecelakaan!Sebuah mobil Mercedes hancur begitu saja dihantam truk barang itu,keduanya terperosok diantara pertokoan di seberangku.

Dan kabut itu muncul lagi kali ini lebih banyak,sekitar 5 jumlahnya.

“Minho,carikan aku air putih,tolong,”ujarku tersengal.Dia mengangguk, panik.Dengan sekuat tenaga dia mengayuh sepedanya meninggalkanku.

Dengan cepat otakku memerintahkanku untuk menghampiri sekawanan kabut yang telah menyerupai manusia itu.Entah keberanian darimana.Aku menghampiri  salah satu dari mereka.Mereka berjalan perlahan ke arah para korban.

“Yah!!!kau!Dewa!Iblis!”teriakku,aku bersyukur orang-orang tak ada yang memperhatikanku,sehingga tak akan ada yang menganggapku gila.Aku bingung harus memanggilnya apa.

“Yah!!!Malaikat berjubah putih!!!”teriakku lebih kencang.Seketika satu dari mereka menoleh.Aku terhenti seketika di depan makhluk itu.

“Kau….”ujarnya dengan suara lembut,kurasakan angin meniup rambutku saat dia mengucapkannya.

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku dengan wajah bingung.

“Kau bisa melihatku?”tanyanya lagi.

Kali ini aku benar-benar terpaku.Aku tercengang saat melihatnya.Dia…dia…

“Kau….”ujarnya dengan suara lembut,kurasakan angin meniup rambutku saat dia

mengucapkannya

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku sambil tersenyum,aku terpaku menatap senyumannya

TBC….

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “Just Call Me “ANGEL” – Part 2”

  1. Wah…..makin seru aja nih ff….
    Jgan2 yg diliat ama jin yeong itu, ki bum????????
    Hwuaaaa….aku pnasaran banget ama klanjutannya…..lanjut aja deh author……anneyong…

  2. dia.. dia.. pasti ki bum *author: sotoy lu* apa jinki? kan dia mirip malaikat haha

    aku sdikit.ga ngeryi soalnya blum baca part1.a…

    bgus ffnya..
    menuju tkp. (part 1)

  3. ouwh yeah! ada minho!!!
    whoopz! tunggu dulu!

    yang bikin aku suka justru karena FF ini….(jenk jenk jenk!) kereeeennn…!!!
    sama kayak ryne, aku penasaran sama kabut itu.

    lanjuuuuuuttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. huaaaaaaaaaaaaaah pnsaraaaaaaaaan
    lanjutkan
    siapa yg dtg trkhir tuh (?) ckckckck
    jgn2… jgn2,,, lagi..wkwkwk #abaikan kibum yah thor? *ditabok asal mnggil*
    nice ff

  5. HUWAAAAAAAAA….
    SUMPAHNYA, YAA…
    AKU SUKA FF INI !!!

    AKU SUKA SEMUA KARAKTER TOKOHNYA, CARA PENCERITAANNYA JUGA BIKIN HATI TENTRAM *?*
    SUKA SUKA SUKAAA 😀

    karakter kyujong kereeen…
    padahal aku kurang suka kyujong 😛
    luna juga kereen…
    seksoyy tuh kayaknya pake baju transparan..
    Minoo jadiin ama luna ajaa…
    *kedipkedip*

    ITU..
    ITUU…
    KIBUM….
    SUAMI AKU..
    KENAPA MATI ?!
    HUWEEEEEEE…

    TAPI, TAPI…
    aku curiga..
    janganjangan si malaikat berbaju putih itu KIBUM ?!
    *berharap jin yeong nantinya suka ama kibum*

    POKOKNYAA….
    AKU SUKA !!

  6. Huwaaaaaa~ *histeris*
    nih ff bener2 D.A.E.B.A.K !!

    Itu key bukan yg kabut2 n di mimpi? Aku harap itu key.. Amiin *author: maksa lu!* haha~

    lanjutannya A.S.A.P ya thor… 😉

  7. annyeong..waa… nice ff..
    critanya bikin penasaran..
    itu malaikatnya si ki bum y? iya kan? (he5, uda sotoy, maksa lg)
    ditunggu next chapternya y chingu..

  8. Aduh baca nie ff malem2 ngeri ih,yg muncul terakhiran siapa tuh?Key yah?Kalo iya cocok banget tuh image key kaya diRDD haha. . . .
    moga aja si jinyeong akhirnya ma minho lah,lanjutnya jangan lama2 ya author!:-)

  9. Akhir.a kluar jga ni ff!
    someone dimimpi ji yeong tu kibum kan!*sotoy.a kumat*
    meskipun peran.a kibum jdi org mati tpi kibum tdk akan pernah mati dihatiku*all:kenyataan.a jga blum mti*
    nice.nice.nice ff author!?
    lanjut,.,.,.,
    *mian ngoment.a mlem2 hehe..^_^*

  10. for all:karena hampir rata-rata komennya sama……dan aku ga bisa komen satu-satu *plakk!!*maka aku jawab……………thank u all!!!!dan tunggu next chapter!!!^^

  11. Nice ff
    part 3 ny Buruuuuaaaan. . . .
    Gedubrak*dijitak author*
    hiks hiks(nangis dipojokkn smbl ngeliatin author)

    author:ap2 liat?ngapain dpojok?

    Gpp cman mw cri PW aj.
    Wkwkwk

  12. annyeong, aku datang lagi membawa kebahagiaan, dhini un~ *lambai2 pede*
    hah?? baru nyadar klo mino itu nyengirnya rada mirip Mr. Bean *tunjuk2 deskripsi dhini un diatas*
    buahahaha…! aigoo~ G brenti ngakak baca bagian mino n jinyeong bertengkar! aku suka bagian mino ngomong: “Ho…kau merebut kata-kata yang ingin aku ucapkan!”<- sumpah,, jawabannya keren unn! kkk~
    WAAAA…!!! pasti malaikatnya si key! keren un, aku suka ff ini dan dirimu! langsung loncat ke part 3 ya! xD

  13. Kibum ternyata udah ga ada ya? aku sedih deh. masa aku ngebayangin foto keluarganya. kayaknya tentram banget yah. tapi aku gabegitu bisa bayanginnya soalnya udah keburu sedih T_T

    kabut itu jangan jangan Kibum?

    aisssh penasaran -___-

    daebak thor! ^^ mau baca selanjutnya ahhh~~~

  14. huwwaahh bener2 ide ceritanya DAEBAK,,imajinasinya bener2 keren,,speechless,,
    aku ampe nangis pas baca part kim sonsaengnim cerita tntang kibum ,aigoo knpa kibum hrus meninggal,,berasa g rela
    cuusss next part

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s