{NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4

VENUSTRAPHOBIA PART 4 – NC 18

Uwow.. yang merasa baru tujuh belas tahun atau di bawah 17 tahun BACK OFF !! Jangan nekat baca ini atau kalian jadi penasaran dan gondok sendiri karena gak bisa baca part selanjutnya. So… nurut aja deh. Karena admin kita beda dari admin blog lain. Gak sembarangan ngasih izin buat baca FF NC yg di protek. Percuma juga nanti kalian mohon-mohon dan ngaku udah 18 lebih. We don’t care, cuma yang di percaya aja yg kita kasih. Sekali lagi.. dari pada nyesel just back off right now! ^^

Continue reading {NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4

You, Him Or Him? – Part 4

Tittle : You him or him?

Author : joannataemints

Cast : Ji yeon, lee Taemin,Kyuhyun

A.Cast : member SHINee,member suju (not all),han soo seok

Ps:maaf part sebelumnya sedikit,udah e-mail error,diri sendiri error (curcol)

Part 4

Continue reading You, Him Or Him? – Part 4

Is This A Curse?

Is This a Curse ?

Author : Lia a.ka Keylieon

Cast                : Lee Heerim ( Sahabat aku yang tak mau disebutkan namanya )

Park Shin Hyoung ( Ajeng a.k.a Onmiwonnie )

Kim Sera ( aku ^_^ )

SHINee

Annyeong ^O^

Ini adalah ff Oneshoot ke2 aku..hehe

Cerita ini diangkat dari kisah nyata temen aku yang udah aku sebutin di atas (Lee Heerim)

Aku yakin setelah membaca cerita ini, kalian akan mengatakan “ Serius ? Ga mungkin, ah ”

Karena apabila aku sedang berada di posisi kalian, aku juga akan mengatakan hal yang seperti itu..

Tapi..apa salahnya dibaca dulu ? Ga akan dikenai denda, kan ? hehe

Okee..sekian dulu cuap cuap dari saya..

Happy Reading ^_^

24 Desember 2009

“ Hei, apa yang akan kalian lakukan jika orang yang kalian suka mendekati kalian hanya karena kalian mirip dengan orang yang disayanginya ? ”

Park Shin Hyoung dan Kim Sera hanya terbengong-bengong dengan mulut yang menganga lebar. Benar-benar payah. Mereka juga tak dapat menjawab pertanyaanku.

“ Ya~ Heerim ! Kau ini bicara apa ? Pertanyaanmu benar-benar aneh ! ” kini Shin Hyoung telah menghentikan aksi bengongnya dan beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil sesuatu di kulkas.

Aku meniup rambut depanku dan kemudian menatap seseorang yang sedang terduduk di hadapanku. Kim Sera…ia masih belum menghentikan aksi bengongnya, dan yang pasti.. mulutnya masih terbuka lebar. Ingin sekali rasanya aku menyumpal mulutnya itu dengan pampers bayi. Pampers bayi yang sudah berat karena telah terisi beban di dalamnya.

*Flashback*

7 November 2009

Fiuuh.. Festival seni memang acara yang sangat-sangat membosankan. Aku menghempaskan tubuhku di atas kasur yang bergambar Marsupilami. Aku memejamkan mataku, berusaha untuk tertidur dan berharap bahwa dengan cara ini rasa lelahku menjadi hilang.

I’m your biggest fan…I’ll follow you until you love me..Papa-Paparazzi..

Aish~ kau tahu ? tadi aku benar-benar hampir tertidur !! Dengan malas aku meraih handphone yang tergeletak di sampingku dan kemudian menekan tombol answer. “ Yeoboseyo ..”

“ Heerim ? Apa benar ini dengan Lee Heerim ? ” Tanya seseorang yang berada di sebrang sana.

“ Nuguseyo ? ” aku bertanya balik.

“ Ah..kau belum menjawab pertanyaanku tadi ! Umm..tapi tak apa.. aku yakin kau memang Lee Heerim. Kekeke~ Oh iya..aku Choi Minho ” aku mengangkat alis kiriku. Choi Minho ? Siapa dia ? Apa aku mengenalnya ? Suaranya terdengar sangat berat. Pasti jakunnya gede, tuh. Kekeke~

“ Heerim ? Apa kau masih di sana ? ” tegurannya membuyarkan lamunanku.

“ Ah, ne.. umm.. apakah kita pernah berkenalan atau bahkan pernah bertemu sebelumnya ? ”

“ Ahahahaha.. sepertinya kau kebingungan. Kita memang belum pernah berkenalan sebelumnya, dan kau memang belum pernah melihatku.. tapi kau tahu ? Aku pernah melihatmu. Kekeke~ ” ia tertawa lagi. Memang ada yang lucu ? Kurasa dia menganggap dirinya adalah seorang pelawak.

“ Oh ” jawabku datar.

Jeda.

“ Baiklah, aku akan melanjutkan acara tidur siangku. Annyeong ” aku langsung menekan tombol reject , tanpa memberikan kesempatan kepada orang yang bernama Minho itu untuk berbicara.

—————–

18 Desember 2009

Aku menatap display handphoneku beberapa kali.  Kemana dia ? Seharian ini ia tidak menelponku. Tidak biasanya ia seperti itu. Well.. harus kuakui.. semenjak hari itu, hubunganku dengannya atau lebih tepatnya dengan Choi Minho menjadi semakin dekat. Ternyata ia adalah orang yang sangat menyenangkan. Dan jujur saja, menurutku sifatnya lebih menyenangkan dibandingkan dengan kekasihku, Lee Jinki. Ia sangat sering membicarakan kedua temannya yang bernama Kim Kibum dan Kim Jonghyun. Ingin sekali aku bertemu dengan mereka, terutama dengan Minho. Namun ia selalu menolak dengan berbagai macam alasan. Apakah karena mukanya seperti mangga buruk ? Setiap membayangkan itu, aku selalu bergidik ngeri.

Hampir setiap hari ia menelponku walau hanya untuk menanyakan kabar. Maka dari itu, suaranya yang berat seakan menjadi candu bagiku. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, seharian ini ia benar-benar tidak menelponku. Dan Terbukti, sekarang aku benar-benar tak bisa tidur.

I’m your biggest fan…I’ll follow you until you love me..Papa-Paparazzi..

Aku terkejut begitu mendengar handphoneku berbunyi. Minooo * calling. Buru-buru aku menekan tombol answer. “ Yeoboseyo ? ”

“ Heerim~ah, kau belum tidur ? ”

“ Belum, aku belum mengantuk. Kau sendiri ? Kenapa belum tidur ? ”

“ Aku tak akan bisa tidur sebelum mendengar suaramu, kekeke~ ” Minho terkekeh. Bisa kurasakan wajahku mulai memanas.

“ Ya~ Minho ! Jangan menggodaku ! ”

“ Apa ? Minho ? Ya~ Heerim ! Aku kan sudah bilang, aku lebih tua daripada kamu ! Panggil aku oppa ! ”

“ Shiruh ”

“ Heerim..” terdengar nada mengancam dari suara Minho.

“ Ne, ne, ne..ahjussi.. ahahahahaha” aku tertawa ngakak.

“ Itu siapa, Minho ? Orang yang mirip dengan Choi Min Ra itu ? Ahahaha pantas saja kau tertarik padanya. ” aku mendengar suara namja yang berbicara dengan keras. Tapi itu bukan suara Minho. Siapa dia ? Kenapa ia mengatakan bahwa aku mirip dengan orang yang bernama Choi Min Ra ?  Lalu, kenapa orang itu bilang ‘ pantas saja kau tertarik padanya ’ ?

“ Ya~ Kim Jonghyun !! Bisa diam tidak ? ” aku mendengar suara Minho yang dibarengi dengan jeritan kesakitan dari namja yang bernama Kim Jonghyun tadi. Sepertinya Minho telah memberinya pelajaran. “ Heerim, kau masih disana, kan ? ”

“ Siapa Choi Min Ra ? ” tanyaku langsung.

“ Err… ia..ia..”

“ Bicaralah dengan benar, Choi Minho ”

“ Ia.. Ia adalah kakakku. Kakakku yang telah meninggal 4 tahun yang lalu. ”

*End of flashback*

“ Hei, tidak baik melamun di siang hari begini ” Shin Hyoung membuyarkan lamunanku dan kemudian meletakkan sesuatu di atas meja.

“ Yeaahh..!! Pancake !! ” seru Sera senang dan langsung menyerbu jatahnya.

“ Hei, hati-hati makannya !! Jangan sampai kau meninggalkan kotoran disini !! ” songor Shin Hyoung setelah ia melihat cara makan Sera yang tidak rapi.

Aku tersenyum sendiri memandangi pemandangan yang ada di depanku ini. Park Shin Hyoung dan Kim Sera. Mereka memiliki karakter yang berbeda. Park Shin Hyoung yang feminine namun tegas *ueekks :P* dan Kim Sera yang ceroboh dan cengeng. Mereka berdua adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

—————–

31 Desember 2009

11.50

10 menit lagi tahun akan berganti. Aku menggenggam handphoneku erat-erat.

7 menit..5 menit..3 menit..1 menit..10..9..8..7..6..5..4..3..2..1 !

Sending message.

Aku tersenyum sambil terus menatap display handphoneku. Selamat tahun baru, Minho…

2 jam berlalu, namun Minho tak juga membalas pesanku. Apa ia sedang sibuk merayakan acara tahun barunya ? Aku mendengus kesal.

Drrrrrrrrrrrrrrrtttt…

1 new message.

Buru-buru aku membuka pesan yang telah di alamatkan padaku itu.

From : Minooo *

Heerim,

Ibuku..telah meninggal beberapa jam yang lalu

—————–

1 Februari 2010

1 bulan telah berlalu, dan Minho sudah mulai bisa melupakan kesedihannya. Namun satu hal yang membuatku kesal. Akhir-akhir ini ia jadi semakin jarang menelponku. Alasannya selalu sama, yaitu demam. Huh, memangnya penyakit yang dinamakan dengan ‘ DEMAM ’ itu sangat sering memasuki tubuh manusia ? Bisa terjadi seminggu 2 x ? Sangat konyol.

I’m your biggest fan…I’ll follow you until you love me..Papa-Paparazzi..

“ Yeoboseyo ”

“ Heerim~ah..apa kau rindu padaku ? ”

Aku tak menjawab.

“ Heerim~ah…kau marah padaku ? ”

Aku tak juga menjawab.

“ Heerim~ah..aku mohon jangan marah padaku. Maafkan aku bila akhir-akhir ini aku jadi semakin jarang menelponmu. Aku sudah bilang, kan…aku demam ”

“ Oh ya, dan demam itu bisa merasuki tubuhmu selama seminggu 2 kali. ”

“ Aish~ apa yang harus kulakukan agar kau tak marah lagi padaku ? ”

“ Nyanyikan sebuah lagu untukku. ”

“ Ah..kenapa harus itu ? Ganti ”

“ Shiruh. Paallii !! ”

“ ye, ye, ye..baiklah, aku mulai. ”

Jeda.

Everytime I see…”

Hening. Minho tidak melanjutkan nyanyiannya.

“ Wae ? ”

“ Tunggu sebentar, ada panggilan masuk. Tunggu sebentaar sajaa..ya  ? ”

“ Ne..”

1 menit..5 menit..10 menit..25 menit..30 menit..1 jam

Kemana dia ? Katanya cuman bentar !! Aku mencoba untuk menelpon dia balik.

“ Yeoboseyo, ”

“ Sungguh waktu yang sangat sebentar..”

“ Mian, Heerim..barusan aku mendapat panggilan dari Kibum ”

“ Ya tapi kan tak perlu selama itu kau membuatku…”

“ Jonghyun meninggal tadi sore, Leukemia..”

Aku terdiam. Apa aku tidak salah mendengar ?

Yaa Tuhan…mengapa banyak sekali orang yang meninggal di sekitarku ? Anni..lebih tepatnya..mengapa banyak sekali orang yang meninggal di sekitar orang yang kusayang ?

—————–

3 Maret 2010

“ Heerim~ah..bagaimana kabar hubunganmu dengan pacarmu ? ”

“ Hmm..sama seperti dulu..flat..”

“ Sincayo ? Aneh sekali kalian. Apa ia jarang menghubungimu ? ”

“ Sering. Hanya saja..aku sedikit bosan ”

“ Wae ? ”

Aku tak menjawab.

“ Ah..aku tahu.. pasti karena kau menyukaiku, kan ? Ahahahaha ”

“ Mwo ? Anniyo..” dapat kurasakan saat ini pipiku memanas.

“ Bagaimana jika aku menyukaimu ? ” tanyanya.

“ Sebaliknya..bagaimana bila aku yang menyukaimu ? ” aku bertanya balik.

Hening..

“ 3 Maret 2010..kau resmi menjadi kekasihku ”

“ Ya~ kau ini percaya diri sekali, Choi Minho ! ”

“ Ahahahaha…” ia tertawa puas. Sangat puas sekali.

Ya Tuhan.. aku sungguh mencintainya.. apakah aku salah ? Oh Lee Jinki..maafkan aku…

—————–

1 Juni 2010

Kim Sera POV

Aku melihat seorang yeoja yang sedang menangis di hadapanku. Tangan kanannya tak mau lepas dari handphone biru tuanya dan tangan kirinya sibuk menyapu air matanya yang tak kunjung berhenti. Sudah hampir 1 jam lebih ia melancarkan aksinya ini. Terus menangis tanpa berkata apa-apa.

BRAAKK !!

Park Shin Hyoung meletakan buku yang sedari tadi ia baca dengan kasar. Sepertinya ia sama denganku. Merasa tak tahan dengan sikap yeoja yang berada di hadapanku ini.

“ Katakan, Lee Heerim ” ucap Shin Hyoung. Matanya menatap Heerim dengan tajam.

Heerim mendongakkan kepalanya dan balas menatap Shin Hyoung. Ia menatap Shin Hyoung cukup lama hingga akhirnya dapat kulihat ia mulai menggerakkan mulutnya. Ya.. sepertinya ia mau berbicara..

*flashback*

13 Mei 2010

Lee Heerim POV

To  : My Lovely Minoo

Hei, kau sedang apa ? Jahat. Hari ini kau tidak menghubungiku L

From : My Lovely Minoo

Mian, Heerim.

Sedang apa ? Aaa… aku tau… pasti kau sedang rindu padaku, kan ?

Kekekeke~

To : My Lovely Minoo

Yee… kau percaya diri sekali, Minho.

Huuuh… hujannya sangat besar sekali..

Sekarang kau ada dimana ?

Kuharap kau sedang berada di bawah selimut tebal sekarang J

From : My Lovely Minoo

Di teras..

To : My Lovely Minoo

Mwo ?

Sedang apa ?

Ayo masuk !

Di luar hujan, Minho… !!

From : My Lovely Minoo

Tidak mau

Disini lebih baik

To : My Lovely Minoo

Uuuh >_<

Ya sudah..

Aku tidak akan memaksamu..

Tapi.. kau sudah makan ?

1 jam.. 2 jam..

Hebat. Ia tidak membalas pesanku. Aku membanting handphoneku dengan kasar. Aaaarrrggghh…!! Apakah ia sudah bosan padaku ?

I’m your biggest fan…I’ll follow you until you love me..Papa-Paparazzi..

02345678934 calling

Siapa ? Minho ?

Buru-buru aku menekan tombol answer.

“ Yeoboseyo..”

“ Jagiya.. ini aku. Lee Jinki ”

Hah ? Kecewa.. aku sungguh berharap bahwa ini Minho..

“ Oh.. ”

“ Tumben kau belum tidur ? ”

“ Belum ngantuk ”

“ Oh begitu.. eh, jagiya.. sudah lama kita tak pergi kencan. Bagaimana jika besok kita.. umm.. kencan ? ”

“ Besok aku sibuk ”

“ Oh..sibuk apa ? ”

“ Bukan urusanmu. Sudah, ya.. aku mau tidur ”

“ Ah, iya.. mimpi indah jagiya..”

Tut. Tut. Tut…

Aku memutuskan panggilan. Apakah aku jahat ? Tapi aku tidak bisa untuk tidak bersikap begitu padanya. Entah mengapa.. rasa cintaku padanya kini telah merosot seiring dengan berat badanku. Apa karena Minho ? Mungkin iya. Karena kini 80 % rasa cintaku telah diambil olehnya. Aku jahat ? Ya, aku memang jahat. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku.

—————–

15 Mei 2010

I’m your biggest fan…I’ll follow you until you love me..Papa-Paparazzi..

Aku mendongakkan wajahku untuk melihat pukul berapa sekarang.

07.00 AM

Aish~ siapa yang berani mengganggu minggu pagiku ? Aku mengambil handphoneku asal, dan menekan tombol answer tanpa melihat siapa yang menelpon.

“ Yeoboseyo..” suaraku terdengar sangat kacau. Well.. kau pasti mengetahui suara orang sehabis bangun tidur, bukan ?

“ Ah, Heerim-ssi.. ini aku, Kim Kibum ”

Mwo ? Apa aku tak salah mendengar ? Kim Kibum ? Sahabat Minho ? Ia menelponku ?

“ Ya, ada apa ? ”

“ Anni..aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Minho. Katanya kau tak perlu mencemaskannya karena saat ini ia baik-baik saja. Maaf saat ini ia tak bisa menghubungimu, ia terlalu lemas untuk melakukan aktivitas apapun ”

“ Mwo ? Me, memang ia kenapa ? ”

“ Ia pingsan dari waktu Jum’at malam hingga Minggu pagi ini. Dan ayahnyalah yang menemukan ia pingsan di teras rumah ”

Jum’at malam ? Ja, jadi.. alasan mengapa ia tiba-tiba tak membalas pesanku adalah karena.. ia pingsan ?

“ Kenapa ia bisa pingsan ? ”

“ Kau tak tahu ? Ia memang sudah sering seperti itu, kan ? Hah.. penyakitnya benar-benar telah menyiksanya ”

“ Mwo ? Ma, maksudmu apa ? Penyakit apa ? Sungguh.. aku tak mengerti..” dapat kurasakan bahwa kini suaraku bergetar hebat.

Hening. Kibum tak menjawabku.

“ KIM KIBUM !! KATAKAN APA MAKSUDMU ??!! ”

“ Heerim~ah.. sebenarnya..”

Kibum terdiam kembali. Kali ini cukup lama.

“ KIM KIBUM !! BERANI KAU BERDIAM LAGI, MAKA AKU TAK AKAN SEGAN-SEGAN UNTUK MEMATAHKAN TULANG RUSUKMU !!

“ Minho mengidap penyakit yang sama seperti Jonghyun dan ibunya. Leukemia ”

—————–

17 Mei 2010

“ Akhirnya aku bisa pulang dari rumah sakit juga. Ahahahaha ” dapat kudengar suara Minho yang terdengar parau di sebrang sana.

“ Memang kau sakit apa ? ” tanyaku. Berpura-pura tidak tahu.

“ Ah.. biasa.. demam berdarah ”

“ Kau benar-benar tak bisa jujur padaku, ya ? Apakah kau senang bermain-main dengan KEBOHONGAN ?! ”

“ A, apa maksudmu ? ”

“ Jangan kira aku tak tahu, Choi Minho ”

“ Aish~ Kim Kibum.. kau akan mati saat ini juga ! ”

“ Jangan salahkan Kibum. Ia hanya tak mau aku terhanyut dalam kebohonganmu ”

“ Tapi kau tahu..aku hanya tak ingin kau terluka, Heerim~ah ”

“ Ya, akan terasa lebih sakit lagi apabila aku tiba-tiba mengetahui bahwa kau telah meninggal, Choi Minho. ”

“ Mianhae..”

“Kibum bilang kau tak mau menjalani operasi ? Wae ? ”

“ Karena menurutku itu hanya membuang-buang waktu dan membuang-buang uang saja. Hasilnya ? Nol. Kalaupun berhasil, itu hanya akan memperpanjang SEDIKIT waktunya saja. Dan itu tidak akan membuatku hidup sampai aku bertemu dan menikah dengannmu, bukan ? ”

Aku termenung cukup lama. Yang dikatakan Minho memang benar. Tapi apa salahnya bila ia bisa mendapatkan kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama lagi ? Well.. meskipun itu tak bisa dibilang lama. Tak terasa air mataku jatuh tanpa aku perintahkan.

“ Kau pabbo sekali, Minho.. pabbo.. ” aku terisak.

“ Heerim~ah.. kenapa kau ? Kau menangis ? Aish~ uljima.. mianata..”

“ HUWEEEEEEEE…”

—————–

29 Mei 2010

“ I have a good news !! ”

“ Ya Choi Minho ! Tak usah memakai bahasa inggris bila sedang berbicara denganku ! Kau meledekku, ya ?! ”

“ Ahahahahah.. anniyo.. ”

“ Trus ? ” tanyaku ketus.

“ Aish~ sudahlah, jagi..aku hanya ingin memberitahukan kabar yang.. umm.. mungkin bagus untukmu ”

“ Apa ? ” suaraku masih terdengar ketus.

“ Aku..”

Jeda.

“ Choi Minho..” ancamku.

“ Ah ye..ye.. aku sudah memutuskan untuk mau menjalani operasi ”

“ Sincayo ? Ya Tuhan.. akhirnya.. ” aku menangis. Tak dapat membendung rasa bahagiaku.

“ Ne, dan saat ini aku sedang berada di rumah sakit. Kata dokter, aku harus menginap disini selama 2 hari sebelum operasi itu berlangsung ”

“ Oh.. apakah ada yang menemanimu ? ”

“ Appa dan Kibum selalu setia menungguku disini ”

“ Ah.. syukurlah..”

“ Heerim~ah.. umm.. aku berjanji.. apabila operasiku lancar, aku akan menemuimu ”

“ Geure. Maka dari itu, kau harus berjuang ! ”

“ Pasti. Semua akan aku lakukan asalkan itu membuatmu senang, jagiya..”

Aku menyeka air mataku dan tak bisa untuk berhenti tersenyum. Hari ini, saat ini, dan detik ini, aku sangat senang.

—————–

30 Mei 2010

“ Hari ini aku akan menjalani operasi. Doakan aku, ok ? ”

“ Pasti. Aku akan selalu dan tak akan pernah berhenti untuk mendoakanmu, Choi Minho..”

“ Choi Minho, Choi Minho, Choi Minho.. kapan sih kau akan memanggilku oppa ? ”

“ Ah, shiruh. ”

“ Aish~ Heerim~ah.. kali iniiii saja. Mungkin setelah mendengar kau memanggilku oppa, akan ada keajaiban untukku. Umm.. misalnya.. aku akan bertahan hidup selama 100 tahun lagi. ”

Aku terdiam. Aku terlalu malu untuk mengatakannya.

“ Heerim~ah..? ”

“ Umm.. ye, oppa..”

“ Mwo ? Mworago ? Katakan sekali lagi ”

“ Aish~ shiruh. ”

“ Heerim~ah.. ayoo..”

“ Oppa..”

“ Sekali lagi..”

“ Oppa..”

“ Sekali la..”

“ AAAAAARRRGGHH..!!! ”

—————–

31 Mei 2010

03.00 PM

Aish~ mengapa tak ada kabar sama sekali ? Sudah sekitar 76x aku menghubungi Kibum. Namun apa yang kudapat ? Ia tak mengangkat telponku, juga tak membalas pesanku. Ayolah, Kim Kibum.. jangan membuatku mati karena penasaraaaan…

Drrrrrrrrrrrrrrrtttt…

1 New Message

From : Kiboooom~

Heerim-ssi..

Minho gagal melewati operasinya..

Kini ia telah..meninggal..

BRAAKKK !!

Handphoneku meluncur begitu saja dari tanganku. Apa aku tak buta huruf ? Apa aku tak salah baca ? Mi, Minho meninggal ? MENINGGAL ?!

“ AAAARRRGGHH !!! ” aku berteriak frustasi. Aku menangis meraung-raung di kamarku.

Kau tahu Choi Minho ? Kau telah berbohong padaku !! Kau bilang, setelah mendengar aku memanggilmu oppa, akan ada keajaiban dan kau akan hidup selama 100 tahun lagi ? Tapi mana ? MANA ?!! Kau tak menepati janjimu, Choi Minho !!

Drrrrrrrrrrrrrrrtttt…

1 New Message

From : Kiboooom~

Maafin kaka yah ade, kaka ga bsa nmenin  ade lg..

Td.a klo kaka udh oprasi kaka mau ngajak ade ktemu wlau kaka msh ggup dkit sih..

Tp kaka ga bsa..

Smua.a udh ga mungkin skrng..

Kaka nysel ga brani ktemu sblm.a..

Jgn inget kaka yah klo itt bkin ade sedih..

Ouh iya, sbner.a kaka tau cp cwo ade, muph yah ga blang sblm.a..

Maafin kaka yah ade..kaka sayang banget ade..

Inget, kurangin maen.a ah!!

Ade hrus jd org trbaik bwt smua org

( kalian pasti bingung sama bahasa penulisan yang jadi beda kaya gini ? Nanti di akhir, akan aku jelaskan..okee )

Drrrrrrrrrrrrrrrtttt…

1 New Message

From : Kiboooom~

Itu adalah pesan terakhir dari Minho.

Ia menyuruhku untuk mengirimkannya padamu apabila ia gagal melewati operasinya.

Kau tahu mengapa sampai saat ini Minho selalu menolak untuk bertemu denganmu ?

Itu karena ia belum cukup berani untuk melihat sosok almarhum kakaknya yang berada pada dirimu.

Lalu kau tahu ? Wajahmu sangatlah hebat. Kau telah membuat 2 orang laki-laki menangis dikarenakan telah melihat wajahmu. Choi Minho dan ayahnya.

Minho menangis pada saat pertama kali ia bertemu denganmu, dan ayahnya menangis pada saat melihat fotomu.

To : Kiboooom~

Memang seberapa miripnyakah aku dengan almarhum kakaknya ?

Aku benar-benar ingin melihat wajahnya.

From : Kiboooom~

Bercerminlah

Maka kau akan melihat wajahnya

* End of flashback *

Lee Heerim POV

Sungguh konyol. Sekarang tak hanya aku sendiri yang membasahi pipiku dengan air mata. Park Shin Hyoung dan Kim Sera.. kini pipi mereka lebih basah daripada aku.

“ Su, su, sungguh..aku benar-benar tak menyangka.. bahwa ternyata kau mempunyai kisah yang sangat tragis seperti ini..” Sera sesenggukan.

“ Bagaimana perasaan ayah Minho ? Ditinggalkan orang-orang yang disayanginya secara berturut-turut ? ” Shin Hyoung akhirnya mau mebuka mulut. Air matanya masih tak mau meninggalkan kedua pipinya.

“ Ya, yang pertama anak perempuannya, lalu istrinya, dan sekarang anak laki-laki satu-satunya. Dan Kibum.. ia juga tak kalah menderita. Pertama ia ditinggalkan oleh sahabatnya, Kim Jonghyun..dan sekarang ia ditinggalkan juga oleh Minho. Uuh..sangat tragis. ” Sera menambahkan.

“ Tapi.. apakah rangkaian cerita ini tidak terlalu aneh ? Umm.. mian.. bukan maksudku untuk meragukan ceritamu..tapi..menurutku ini terlalu..umm..kau tahulah..” kata Shin Hyoung ragu.

“ Ya, aku tahu apa maksudmu. Aku juga berpikiran sama denganmu. Bisa saja mereka hanya mengada-ngada, merangkai cerita palsu. Tapi..”

“ Kita tidak akan tahu apabila kita tidak membuktikannya ”

Aku dan Shin Hyoung menatap Sera bersamaan. Apa yang dikatakan Sera benar. Aku harus membuktikannya sendiri.

—————–

1 Bulan kemudian..

Sudah hampir 1 jam aku, Shin Hyoung dan Sera menunggu di depan gerbang sekolah Minho. Kami datang terlalu cepat sehingga murid-murid Honja High School belum ada yang menampakkan dirinya. Semoga saja aku tak bertemu dengan Kibum. Aku tak cukup berani untuk bertemu dengannya. Well..meskipun kuakui, aku tak pernah sekalipun melihat mukanya. Umm.. bicara tentang Kibum jadi mengingatkanku terhadap sesuatu.  Akhir-akhir ini Kibum tak pernah menghubungiku. Kuakui, sebenarnya setelah kematian Minho, Kibum jadi selalu menghubungi dan selalu menghiburku dengan lelucon-leluconnya. Namun sekarang ? Tak sekalipun ia menghubungi dan menanyakan keadaanku. Terkadang aku jadi merasa kehilangan juga.

TEEEEEEEETTTERETETETTT

Bel berbunyi, dan murid-murid Honja High School langsung berhamburan keluar dari kelasnya.

“ Siapa sasaran kita ? ” tanya Shin Hyoung.

“ Hmm..namja yang tampan tentunya ” Sera menjawab.

“ Aish~ kau ini selalu selalu saja begitu. Haus akan namja ! ” Shin Hyoung menjitak kepala Sera dan Sera hanya mencibir. Aku tertawa geli. Ada-ada saja kelakuan mereka.

“ Ah, itu dia !! Sasaran kita itu saja ! Omo~ tampan sekali..” seru Sera.

“ Yang mana ? ”

“ Itu..arah jam 2 dari posisi kalian sekarang ! ”

Kami langsung menoleh pada arah yang ditunjuk oleh Sera.

“ Oh..yang i..”

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Sera sudah meluncur menghampiri namja tampan itu.

“ Aish~ Kim Sera..benar-benar memalukan ” Shin Hyoung berkata sambil menarik tanganku untuk ikut menghampiri Sera dan namja itu.

—————–

“ Hmm.. maaf, ada apa ini ? ” akhirnya namja itu mau angkat bicara setelah kami berdiam cukup lama di taman dekat Honja High School ini.

“ Namamu siapa ? ” tanya Sera menggebu-gebu.

“ Ah, Lee Taemin imnida..”

“ Uuh..kau tak berniat untuk menanyakan namaku balik ? ”

Namja yang bernama Taemin itu hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Sepertinya ia adalah anak yang pemalu.

“ Aish~ baiklah. Aku Kim Sera ” Sera mengulurkan tangan kanannya, dan untungnya Taemin mau menerima jabatan tangannya.

“ Umm..Taemin-ssi..apakah kau..umm..mengenal Choi Minho ? ” tanyaku to the point.

Taemin terkejut setelah mendengar pertanyaanku. “ Hmm..sebenarnya aku tak mengenalnya dan ia juga tak mengenalku. Tapi walaupun aku tak mengenalnya, aku tahu bahwa Minho adalah orang yang sangat baik. Begitupula dengan kedua sahabatnya, Kim Jonghyun dan Kim Kibum..”

“ Lalu..apakah mereka..”

“ Mereka sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Sampai saat ini aku masih tak habis pikir, mengapa mereka bisa meninggal secara berurutan. Yang pertama Kim Jonghyun, lalu yang kedua Choi Minho, dan sekarang disusul oleh..”

“ Kim Kibum ? ” potong Shin Hyoung.

Taemin mengangguk. “ Ne, ia meninggal 2 minggu yang lalu. Katanya sih ia kecelakaan sewaktu pulang dari sekolah. ”

Kurasakan saat ini lututku bergetar hebat. Apa maksudnya semua ini ? Aku benar-benar tak mengerti. Aku benar-benar tak mengerti pada apa yang direncanakan oleh Tuhan. Apa yang kau inginkan Ya Tuhan..? Apa saat ini kau juga mau mengambil nyawaku ?

—————–

Aku berjalan ke rumah dengan gontai. Dapat kulihat ada seorang namja yang sedang berdiri di depan pintu rumahku. Lee Jinki..tak kusangka ia masih mau menemuiku.

“ Heerim~ah, gwenchanayo ? ” dengan sigap Jinki menahan tubuhku yang hampir terjatuh.

Aku menatap matanya nanar. Mengapa kau masih baik padaku, Jinki ? Kau ingat, aku telah jahat padamu..

“ Jagiya..kau kurus sekali. Apakah kau tak pernah makan ? ”

Lee Jinki..jangan buat aku semakin merasa bersalah padamu. Aku ini jahat, Lee Jinki..jahat..aku menangis tanpa suara. Entah kenapa, saat ini aku benar-benar merindukan Jinki. Aku sangat senang karena kini aku bisa melihat senyumannya lagi.

“ Ssshh..uljima..” Jinki memelukku. Aku menangis sejadi-jadinya hingga membasahi jaket yang dikenakan oleh Jinki.

“ Mianhae, Jinki..mianhae..”

Aku semakin mempererat pelukanku. Ya, kali ini aku tidak akan melepaskan orang yang sangat berharga bagiku. Kali ini aku tak mau lagi ditinggalkan oleh orang yang sangat berarti bagiku. Sudah cukup Tuhan membuatku terluka dengan mengambil orang-orang yang kusayang. Sekarang, aku tak akan menyia-nyiakan apa yang telah Tuhan berikan padaku. Ya, sekarang aku tak akan menyia-nyiakanmu lagi, Lee Jinki. Aku akan selalu dan tak akan pernah berhenti untuk mencintaimu. Selamanya..

_FIN_

P.S : Bagaimana ? Apakah kalian telah mengatakan “ Serius ? Ga mungkin, ah ” ?? Pasti sudah..meskipun kalian telah mengatakannya dalam kalimat lain.

Kalian tahu ? Pada awalnya, kami juga merasa bahwa ini hanya rekayasa dari orang-orang yang diperankan oleh Minho, Kibum, dan Jonghyun itu. Karena rangkaian kejadian yang terjadi itu sangat-sangat dan teramat sangat mustahil. Bagaimana mungkin mereka bisa meninggal secara berurutan dan dalam jarak waktu yang sangat dekat ? Kami benar-benar tak mempercayainya, Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kami belum pernah sekalipun bertemu dengan mereka, jadi mereka memang bisa saja mengarang cerita. Ya kan ? Namun, kurasa tidak setelah kami bertemu dengan orang yang diperankan oleh Taemin. Ia baru kelas 1 SMA, dan sifatnya yang polos dan pemalu telah membuat kami kesulitan untuk tidak mempercayainya. Kami jadi yakin bahwa ia tidak berbohong. Tapi, bisa saja ia juga berbohong ? Ya, itu bisa saja. Nah..sekarang kembali kepada diri anda masing-masing. Percaya atau tidak ? Namun untuk saat ini, kami akan mencoba untuk mempercayainya dan akan selalu mendoakan almarhum ^_^

Oh iya..untuk pesan terakhir dari Minho..itu sengaja aku tulis begitu karena kalimat itu memang kalimat murni yang disampaikan oleh orang yang diperankan oleh Minho..tak ada satu hurufpun yang kuubah. Maaf kalo anda-anda sekalian jadi bingung bacanya. Hehe

Terus sebenernya tuh ending scene ga terlalu sesuai ama kenyataan. Memang Heerim balikan lagi sama pacarnya, tapi ga selebay itu..haha. Itu murni karangan aku ajaa..ekekekeke~

Terus maaf klo nih ff sangat-sangat panjang untuk ukuran oneshoot..habisnya aku bingung..ini juga udah aku ringkas seringkas ringkasnya, tapi tetep aja panjang..

Terus, teruuusss…

Bisakah anda menjawab pertanyaan “ Hei, apa yang akan kalian lakukan jika orang yang kalian suka mendekati kalian hanya karena kalian mirip dengan orang yang disayanginya ? ”

Sampe sekarang, kami belum mengetahui jawabannya. Maklum..kami ber3 pada pabbo level tinggi, hehe..

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

3 Missions Before I Die

Judul : 3 Missions before I die

Author : Zulva a.k.a Vaza a.k.a Ayumivaza

Genre : Friendship, Romance, tentukan sendiri (?)

Casts : Kim Kibum, Lee Youn Hee, Lee Jonghyun, Minho, Jinki, Taemin.

Karena sering baca ff di sini, aku jadi tertarik untuk buat ff  juga. Jadi inilah ff perdanaku. Miiian kalau ceritanya gaje, soalnya authonya juga gaje *plakk* Selamat membaca … dan jangan lupa komen ^^

Continue reading 3 Missions Before I Die