{NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4

VENUSTRAPHOBIA PART 4 – NC 18

Uwow.. yang merasa baru tujuh belas tahun atau di bawah 17 tahun BACK OFF !! Jangan nekat baca ini atau kalian jadi penasaran dan gondok sendiri karena gak bisa baca part selanjutnya. So… nurut aja deh. Karena admin kita beda dari admin blog lain. Gak sembarangan ngasih izin buat baca FF NC yg di protek. Percuma juga nanti kalian mohon-mohon dan ngaku udah 18 lebih. We don’t care, cuma yang di percaya aja yg kita kasih. Sekali lagi.. dari pada nyesel just back off right now! ^^


Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre              : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 18 (WARNING!!!)

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Nada POV :

Ya tuhaaan.. Sudah hampir 2 jam aku menunggu namun Taemin ssi belum kunjung datang. Rasanya aku ingin berteriak karena kesal. aku sungguh tak tau apa yang harus aku lakukan. T_T.

aku sudah mengecek tas kerja jinki ssi, ruang kerja dia, lemari pribadinya di ruang kerja, Namun tak satupun obat kutemukan. dimana jinki ssi meletakkan obat leukemianya?? yang aku temukan hanyalah obat penenang dan beberapa macam vitamin.

Ya tuhaan.. tolong aku..

“ tok.. tok.. tok.. Park Nada..”

samar-samar aku mendengar suara dari pintu depan, ‘itu pasti Taemin ssi!!’ segera aku berlari menuju pintu depan untuk membukakan pintu.

“ Taemin ssi..”

hanya itu yang bisa kukatakan setelah aku melihatnya. air mataku kembali keluar.

“ NADA!! KAMU TIDAK APA-APA??? MENGAPA MENANGIS?? APA YANG JINKI HYUNG LAKUKAN TERHADAP MU?? DIMANA DIA SEKARANG!!” Taemin ssi berseru kencang sambil mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan.

“ hiks.. Taemin ssi.. jinki ssi.. ada dikamar.. dia.. aku.. hiks..” aku ingin menjelaskan apa yang terjadi pada namja dihadapanku ini, namun otak dan mulutku tidak sejalan.

“ DIKAMAR?? KAU MENGUNCINYA DIKAMAR?? BAGUS NADA.. ITU YANG HARUS KAU LAKUKAN.. DIA TIDAK MELAKUKAN APA-APAKAN PADAMU??” gendang telingaku hampir pecah saat Taemin ssi berteriak-teriak lagi. ya tuhaaan.. sepertinya seluruh keluarga Lee sangat hoby berteriak-teriak.

“ Taemin ssi.. apa maksudmu?? jinki ssi terbaring dikamar tak sadarkan diri, bagaimana mungkin Ia melakukan apa-apa terhadapku.. sekarang ku mohon lihat lah keadaannya..”

akhirnya aku berjalan duluan kekamar tidurku dan Taemin ssi berjalan dibelakangku.

aku segera duduk di sisi kanan jinki ssi dan taemin ssi duduk di sisi sebaliknya.

“Dari sejam yang lalu, hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah, baru sekarang pendarahannya berhenti..” lagi-lagi aku menangis saat memberi tahu keadaan suamiku pada Taemin ssi.

“ yah.. biasanya memang seperti itu..” katanya santai.

Namja ini sangat-sangat aneh!! Ia tidak khawatir dengan keadaan hyungnya yang sekarang sedang sekarat.. ya tuhaan..

“ apakah aku harus memanggil ambulans Taemin ssi?? kurasa dia harus dibawa kerumah sakit.. apakah kau tau siapa dokter pribadinya??”

“ Ambulans?? dokter pribadi?? hahaa.. kau berlebihan Nada!! untuk apa penyakit konyol macam itu kau khawatirkan..” katanya sambil tertawa.

“ Ya tuhaan.. Taemin ssi.. mengapa kau bisa sejahat itu sama hyung mu?? jinki ssi mengidap kanker dan kau masih bisa tertawa??”

“ kanker ?? Nada apa yang kau bicarakan??”

“ jinki ssi mengidap kanker darah Taemin ssi!! dan itu bukan penyakit konyol!! penyakit itu bisa mengancam nyawanya!!” aku sedikit berteriak karena merasa frustasi dengan kelakuan namja di depanku.

“ Kanker darah?? Leukemia?? Nada, kau tidak sedang bercanda kan??”senyuman Taemin ssi menghilang dari wajahnya.

“ aku serius Taemin ssi.. bagaimana mungkin aku bercanda dalam keadaan seperti ini.. jinki ssi sering kali mimisan, dia pernah jatuh pingsan, kemarin tangannya tak berhenti gemetar, dan emosinya sering sekali labil. itu gejala leukemia kan??”

“ aaiisshhh!!  itu bukan Leukemia Nada!! itu venustraphobia!!!”

“ venus.. venus apa Taemin ssi??” aku terkejut, aku tidak bisa menangkap dengan jelas kata-kata taemin ssi yang terakhir.

“ aaiisshhhh!! aku kelepasan.. begini Nada.. aku tak ingin kau mendengar ini dariku.. lebih baik kau mendengar ini lansung dari mulut suamimu..”

“ tapi Taemin ssi..” aku berusaha minta penjelasan.

“ Sudah.. tak ada yang perlu dikhawatirkan.. aku pulang dulu.. tak enak meningalkan eunhye sendirian dirumah”

*************

venus.. venus.. venus…

aku terus mencari tahu nama penyakit itu, namun tetap saja hasilnya nihil. aku bertanya pada Yui, sahabatku yang bekerja di rumah sakit, namun Ia tak tau nama penyakit yang diawali dengan kata venus.  aku coba mencarinya di internet, namun tetap tak kutemukan karena yang aku tulis hanya kata yaitu venus. jadi yang keluar hanya venus nama planet, dan Venus William nama pemain tennis. -_-

“ andwaee!!!”

“ Pergi..!!!”

“ JANGAN SENTUH AKU!!!”

“ TOLONG!!”

“ sakiiit.. kumohon hentikan!!”

ku lihat jinki ssi berteriak-teriak lagi dalam tidurnya, sama seperti beberapa minggu yang lalu. Ia terus menggeliat dan memukul-mukul udara kosong, air matanya jatuh.

Yaa tuhaaan.. dia kenapaa?? aku harus bagaimana??

“ Jinki ssi… ironaa.. kamu kenapa??” aku mengguncang-guncang badannya pelan.

“ LEPAASSS!!! HENTIKAAAN!!! TOLONG AKUU!!!” jinki ssi berteriak lebih keras dari sebelumnya.

“ jinki ssii.. banguun.. banguun.. jebal..”  tak terasa air mataku jatuh lagi, entah sudah keberapa kalinya aku menangis karena namja didepanku ini.

“ jinki ssi.. kamu kenapa.. hhh.. tolong jangan buat aku takut.. bangunlah ku mohon..” aku terisak mengatakannya.

“ SAKIIT..!!”

“ AAARRGGHHH!!!!”

dan akhirnya jinki ssi membuka matanya, nafasnya terengah-engah dan keringat dingin mengalir membasahi pelipisnya.

“ Pergi.. jauh-jauh dariku..” katanya dingin saat dia sadar aku berada disampingnya.

“ jinki ssi.. kau kenapa??” aku bertanya dengan suara yang sangat pelan.

“ PERGI KATAKU!! PERGIIIII!!! AKU TAK INGIN MELIHATMU!!!”

“ Ya tuhaan.. jinki ssi.. aku..”

“ AKU BILANG PERGI!!! AAARRRGGGHHHH!!!!!!! PERGIIII!!!!!!”

betapa terkejutnya aku, ketika Ia membentakku seperti itu lagi. mengapa jadi seperti ini?? apakah ini karena mimpi buruknya??

“ Jinki ssi.. tenanglah.. “ kataku terisak, aku menggenggam tangannya untuk menenangkannya, Namun ia menepis kasar tanganku.

“ DON’T TOUCH ME!!! PERGI!! KUBILANG PERGIII!!!”

aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk menenangkannya, kepalaku rasanya seperti mau pecah.. jinki ssi.. maafkan aku..

“ PLAK!!!!”

tanganku terasa sakit dan panas saat aku menamparnya keras. ya tuhaan.. pasti tadi rasanya sakit sekali. mianhae jinki ssi.

tapi setidaknya efek tamparanku membuatnya berhenti berteriak dan berontak. dia lebih tenang, walaupun masih menangis.

“ jinki ssi.. ada apa denganmu.. hhh kumohon tenang lah..” kataku terisak.

*************

“ aku takut Nada..”

akhirnya setelah sekitar 15 menit jinki ssi terdiam, ia akhirnya membuka suaranya.

“ takut kenapa jinki ssi..” aku berkata pelan.

“ aku.. aku takut Ia datang lagi.. aku.. aku takut Ia menyakitiku lagi.. aku takuut.. tolong aku Nada..” katanya terisak, bahunya bergetar hebat. Ya tuhaan.. ada apa dengan jinki ssi..

“ tenanglah jinki ssi.. “

“ tolong aku, Nada..”

************

Flash Back

Jinki POV :

“ YAA!!! TAEMINIE!!! JANGAN AMBIL PAHA AYAMKU!!”

“ JINKI!!! MENGALAH LAH PADA ADIKMU!! KAU KAN BISA MAKAN DADANYA!!”

lagi-lagi appa membentakku. huh, selalu saja adikku yang dibelanya. umma hanya tertawa melihatku yang cemberut.

“ sudahlah jinki, ini makanlah paha ayam umma..”

akhirnya aku kembali tersenyum, haha.. umma selalu ada dipihakku..

“ Ting.. tong…” terdengar suara bel dari pintu depan, seorang pelayan segera membukakan pintu.

Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita cantik, kira-kira berumur 25 an menghampiri kami sekeluarga yang saat itu tengah makan.

“ Annyeong haseyo..” sapanya ramah.

“ Annyeong Sarang!!” appaku berseru. Ia berdiri dari tempat duduknya dan mengenalkan yeoja cantik disebelahnya.

“ TAEMIN!! JINKI!! ini sepupu appa yang baru datang dari amerika, Ia akan menginap seminggu disini. Namanya Kim Sarang. Panggil dia auntie Sarang.”

“ annyeong auntie Sarang” aku dan taemin menyapanya bersamaan.

auntie Sarang memandangku ramah dan tersenyum manis, kemudian Ia berjalan ke arahku dan mengambil tempat disebelahku.

uugghh..

di memakai parfum berapa banyak siih?? baunya sangat menyengat!!! aku langsung merasa sedikit mual karenanya.

************

baru saja aku memejamkan mata, tiba-tiba aku merasa ada orang yang mengelus pergelangan kakiku..

“ YAAA!!! aku berteriak keras. tangan ku segera meraba-raba saklar untuk menyalakan lampu.

ternyata Auntie Sarang.

Dengan lingerie merahnya, Ia telah duduk di sisi tempat tidurku.

“ A.. Auntie Sarang.. Ada apa??” aku berkata pelan sambil mengucek-ucek mataku.

“ ssstt.. jangan berteriak.. nanti appa dan umma mu terbangun..” bisik nya lembut.

“ mengapa kau ke kamarku auntie??” aku bertanya lagi padanya

“ mmm.. aku tak bisa tidur.. aku boleh tidur disini kan??” katanya sambil tersenyum padaku.

aku belum menjawab, Namun auntie Sarang sudah merebahkan dirinya disampingku.

semalaman aku tak bisa memejamkan mata.

**********

“ umurmu berapa jinki..” tanya Auntie Sarang saat aku sedang mengerjakan PR ku di meja makan bersama Taemin.

“ dua belas tahun Auntie..” jawabku pelan,

aku risih saat Auntie Sarang mengelus-elus rambutku. ada perasaan sedikit geli serta aneh. maklum saja karena biasanya hanya ummaku yang melakukan itu padaku.

“ jinki.. taukah kau kulit mu sangat halus?? jarang sekali ada anak laki-laki yang memiliki kulit halus seperti mu..” ucapnya sambil membelai pipiku.

aku benar-benar risih!! aku tak suka dengan apa yang dia lakukan!!

**********

hari ini hari terakhir Auntie Sarang tinggal dirumahku. wuaaahh rasanya menyenangkan mengetahui Ia akan segera pergi dari sini. aku sudah sangat risih karena Ia selalu mendekatiku saat aku sedang sendirian.

“ Jinki!! umma dan appa pergi ke rumah sakit!! badan Taemin panas lagi !! kau jagalah rumah baik-baik!! jika terjadi apa-apa beritahu Sarang!!” seru appa sambil menggendong taemin ke mobil.

“ baik appa..” sahutku pelan.

hooaaahhmm…

aku menguap beberapa kali. akhirnya kuputuskan untuk ke kamarku.

***********

“ tok.. tok.. tok..”

terdengar ketukan di kamarku. siapa itu?? sudah hampir jam 12 malam..aaiissh!! apa dia tidak tahu aku sangat mengantuk??

dengan malas aku membuka pintu kamar, ternyata Auntie Sarang..

Ia berdiri di depan pintu kamarku, dengan hanya menggunakan lingerie yang sangat minim.

“ Auntie?? ada apa??” tanyaku sambil mengucek-ucek mata.

“ boleh aku tidur di sini?? aku takut tidur sendiri..” katanya memelas, kemudian ia segera masuk kedalam kamarku dan tidur diranjangku.

dengan terpaksa aku menutup pintunya. aku tidur agak ke pinggir, menghindari bersentuhan langsung dengan auntie Sarang.

perlahan aku mulai memejamkan mata.

*************

Author POV:

Jinki kembali terbangun saat merasakan seseorang menyentuh juniornya.

“ Auntie!! apa yang kau lakukan!!” teriak jinki sambil mencoba melepaskan tangan Sarang dari juniornya.

“ tenang boy, kau pasti akan merasa enak.”

“ TIDAK!! LEPASKAN AKU!!”

Sarang bergerak lebih cepat, dengan sekali gerakan ia melepaskan celana boxer jinki, sehingga kini terlihat pemandangan yang diharapkan Sarang.

“ wwooww.. dirimu masih kecil namun juniormu besar juga yaa, Lee Jinki..” kata Sarang bersemangat.

jinki berteriak namun Sarang semakin erat memegang juniornya, hingga jinki merasa sangat nyeri sampai akhirnya dia menangis.

“ huuhuu.. Auntie.. Lepass..” tangisannya makin kencang saat Sarang melakukan hal yang lebih gila lagi terhadapnya.

“ PLAKK!!!”

Sarang menampar kencang pipi jinki, Ia tak suka jika objeknya terus-terusan memberontak dan menangis.

“ DIAM!! KUBILANG DIAM DAN JANGAN MENANGIS!!”

“ kumohon auntie.. jangan seperti ini.. sakiit..”  isaknya pelan.

hampir 5 menit Sarang bermain dengan junior jinki, namun apa yang diinginkannya tidak terjadi. dengan cara apapun ia memainkannya, junior anak itu tak kunjung menegang.

“ YAA!!! KAU HOMO APA!! Mengapa tidak mau bangun juga!!! SHITT!!! BANGUNKAN DIA ATAU KAU KUPUKULI LAGI!! “ teriak Sarang kehilangan kendali, membuat jinki kembali menangis ketakutan.

“ Huuuhuuu.. auntieee… sakiitt.. kumohon jangan…. andwaeee…” pinta jinki memelas. tangannya mulai gemetar akibat rasa sakit di selangkangannya.

“ BANGUNKAN DIA SEKARANG!!! aaiissshh cepatlah aku sudah tidak tahan!! anak sialan!!!” Sarang menampar keras kedua pipi jinki.

“ SAKIT AUNTIEE!!! LEPASKAN AKU!! JANGAN SENTUH AKU!! KU MOHON.. TOLOONG!!!” jinki mulai berteriak-teriak histeris.

“ PLAAKKK!!!”

“ PABO!! appa dan umma mu  menginap di rumah sakit!! percuma kau berteriak-teriak!!”

“ SAKIITT AAUNTIEE!!!

“ Aiisshh!! akhirnya..!! Look at this Lee Jinki!!! its so fantastic..!! oh yeaahh..”

sarang mulai naik keatas jinki dan menggerakkan tubuhnya kuat-kuat.

“ ANDWAEEE!! AUNTIEEE!!! LEPASKAAN AKUUU!!!” Namun Sarang tidak menggubrisnya, Ia semakin mempercepat gerakannya.

sarang kembali menampar jinki kencang.

“ YAA!! SON OF A BITCH!! jangan memejamkan matamu!! tatap aku!! TATAP AKU!!”

Sarang menjambak kepala bocah berumur dua belas tahun itu dengan kedua tangannya, dan mengarahkan kepala jinki ke wajahnya.

nafas jinki mulai tidak beraturan, rasa takut dan rasa sakit yang luar biasa dirasakannya tak akan bisa dilupakan seumur hidupnya. pandangan jinki kosong, matanya membelalak.

sarang kembali menamparnya, setiap tamparan lebih kencang dari sebelumnya, Namun jinki tidak bereaksi apa-apa. ia tetap memandang lurus ke depan.  sarang tidak perduli, ia makin mempercepat gerakannya.

Sarang berteriak saat dirinya sudah mencapai klimaks, Ia memandang jinki dengan tatapan meremehkan. dengan cepat Sarang memakai lingerienya dan meninggalkan jinki yang kini sudah tak sadarkan diri.

End of flash back

***********

Jinki POV :

“ setelah kejadian itu.. aku menjadi sangat trauma dengan kehadiran wanita.. aku.. takut Nada.. aku takut suatu saat auntieku akan masuk lagi ke kamarku dan menyakitiku..” aku berbisik pelan.

kulihat yeoja didepanku menangis sambil menundukkan kepalanya. apakah dia dapat merasakan rasa sakit yang kurasakan??

“ aku mulai paranoid jika ada seorang wanita didekatku, jika seorang yeoja menyentuhku, aku kembali teringat auntieku menyentuhku.. aku merasa sangat kotor.. aku.. aku.. “ aku tak bisa meneruskan kata-kataku. hatiku sakit lagi mengingat kejadian yang hampir 14 tahun berusaha aku lupakan.

“ dokter menyatakan aku mengidap venustraphobia.. phobia terhadap wanita..  aku .. hhh.. aku..”

“ aku minta maaf.. dari hari hari pertama kita tinggal bersama, sikapku sudah menyakiti hatimu, selalu menghindar, atau berteriak jika kau berada didekatku.. aku hanya.. masih.. aku takut Nada.. pada awalnya aku sangat takut, untuk menjalani hidup dengan mu.. “

“ dan kemarin.. saat kita ke greenlake.. bukan maksudku membiarkan mu berjalan sendirian dalam keadaan kau terkilir seperti itu , Nada.. demi tuhan.. bukan maksudku seperti itu.. hanya saja.. aku takut.. jika aku harus menyentuhmu..”

ku pandangi yeoja ku sekali lagi, Ia masih tetap menangis.

“ aku ingin sekali sembuh Nada.. aku lelah.. aku lelah harus hidup seperti ini.. aku ingin sembuh..” kataku terisak.

“ jinki ssi..” yeojaku memandangku lembut. matanya sembab dan merah, namun bagiku ia terlihat lebih cantik dalam keadaan habis menangis.

“ aku ingin sembuh Nada..” bisikku pelan.

“ agar aku bisa menyentuhmu..” lanjutku di dalam hati.

*************

“ dia menelponku tengah malam sambil menangis, dan saat aku tiba di apartemenmu dia sangat kacau.. tak berhenti menangis dan terus mengkhawatirkan  keadaanmu.. tampaknya dia benar-benar mencintaimu, hyung.. berterima kasihlah kau pada appa karena memilikinya sebagai istrimu..” kata Taemin sambil menyeruput kopinya.

“ jinjja??” kataku sambil tersenyum.

“ dia sangat panik, dia mengira kau terkena leukemia karena kau sering pingsan dan mimisan.. dia begitu cinta padamu hyung!!!”

“ jinjja???”

“ Nee hyung!! jika ia tidak mencintaimu dia tidak mungkin akan terus bersama mu!! pikirkanlah.. dia masih setia disampingmu, masak yang enak untukmu, mengerjakan pekerjaan rumah sendirian, dan hampir tak pernah bersikap kasar padamu.. kau tahu hyung, selain cinta, yang mempertahankan suatu rumah tangga adalah anak dan seks. dua yang terakhir tidak bisa kau berikan kepada Nada, jadi bisa kau simpulkan sendiri apa yang membuatnya masih bertahan disampingmu..”

hhh..  lagi-lagi aku terdiam mendengarkan omongan dongsaeng ku. bagaimana mungkin dia bisa berpikir dan bersikap lebih matang dan dewasa dari pada aku, hyungnya??

“ Taeminiiee.. aku ingin sembuh.. bantulah aku untuk sembuh..” aku berkata pelan padanya.

“ hanya ada satu cara hyung.. biasakan dirimu menyentuhnya..”

****************

weekend ini aku meminta Nada untuk menghabiskan waktu di rumah. dan seperti biasa dia tidak menolak. saat sarapan, kuberanikan diri untuk tidak mengambil kursi di ujung meja, melainkan disebelahnya.

kulihat lagi-lagi wajahnya merona, Ia terus menunduk menghindari tatapanku.

aku pun salah tingkah.

aku hanya bisa mengaduk-aduk makanan didepanku. pagi ini istriku memasak Nasi ayam lada hitam yang menghangatkan perut serta salad sayuran.

“ mmmm.. Nada…”

“ nee jinki ssi..”

“ hey.. panggil aku oppa, Nada.. “ kataku pelan..

istriku selalu lupa untuk memanggilku oppa, selalu saja jinki ssi..  -_-

“ nee oppa.. “ katanya pelan.

“ nngg..  kau mau nonton film?? nggg.. aku membeli beberapa film bagus, kau mau menontonnya dengan ku??”

“ nee oppa..” jawabnya pelan..

******************

lampu ruang ruang tv sudah ku matikan, Nada berjalan dari dapur membawa sepiring besar French fries dan juga sepiring besar nugget ayam berbentuk dinosaurus.

kemudian ia berjalan lagi kedapur dan kembali membawa sepiring besar sosis ayam dan otak-otak, semangkuk saus sambal, semangkuk saus tomat dan 2 kaleng pepsi.

“ Waahh.. Daebak… Kemari Nada.. filmnya sudah hampir dimulai..” kataku pelan sambil mengencangkan volume suara home theater.

*****************

Nada POV :

aku duduk agak dipinggir.. aku tak ingin jinki oppa merasa risih jika aku duduk terlalu dekat dengannya. kulihat Ia tersenyum padaku.

deg.. deg.. deg..

lagi-lagi hatiku berdebar. ya tuhaan.. aku ini kenapa??

aku berusaha fokus menonton film yang diputar oleh jinki oppa..  tapi bagaimana bisa aku fokus?? jinki oppa sedikit demi sedikit menggeser duduknya ke arahku.. >,<

“ you jump.. I jump..”

“ jack..”

“ I love you rose..”

aku sedikit terkejut ia menyentuh tanganku, tangannya basah karena berkeringat, mungkin Ia sama tegangnya denganku.. ya tuhaan, sedikit sentuhannya saja rasanya seluruh tubuhku bagaikan tersengat listrik. ummaa..

“ jack.. are you tired??”

Oh tuhaan.. mengapa harus ada adegan ini.. >///////<

aku menunduk saat adegan jack dan rose tengah berada di dalam mobil, sedikit-sedikit kuberanikan untuk melihat jinki oppa..  aku cepat-cepat menunduk lagi saat aku sadar dia tengah memperhatikanku.

“ Nada…” ku dengar jinki oppa berbisik pelan.

“ nee oppa..” aku menjawabnya, meskipun kepalaku tetap menunduk.

“ Nada lihat aku..”

ya tuhaan.. ini hanya perasaanku saja atau memang benar ini yang terjadi, kulihat mata jinki oppa lain dari biasanya. tatapannya kali ini sungguh membuat lututku lemas.

jinki oppa mulai mendekatkan wajahnya, a.. apakah dia ingin menciumku??

tapi bagaimana jika dia mimisan lagi??

“ Nada..  jebal..”

setelah  itu aku tidak tahu lagi apa yang terjadi, aku hanya dapat merasakan bibir tebalnya menyapu bibirku pelan. aku hanya diam saja tidak membalas ataupun menolaknya. bagaimana mungkin aku bisa?? aku terlalu lemah untuk menolak apa yang Ia lakukan terhadapku, dan pikiranku terlalu kacau untuk bisa membalas ciumannya.

perlahan bibirnya bergerak membasahi bibirku dengan salivanya, kemudian dengan lidahnya ia berusaha masuk kedalam rongga mulutku.

tapi aku terlalu tegang untuk bereaksi, otak dan bibirku seakan tidak sejalan!! otakku sudah mengizinkannya memasuki bagian terdalam dari bibirku, tapi bibirku masih mengatup rapat seakan direkatkan dengan lem.

kurasakan lidahnya terus menelusuri bibirku, sesekali jinki oppa menggigitnya pelan.

jinki oppa menghentikan ciumannya. Ia memandangku lembut.

kulihat darah keluar lagi dari hidungnya.

“ oppa.. hidungmu berdarah lagi..” bisikku pelan.

***********

Jinki POV:

DAMN!!!

DAMN!!!

MENGAPA HARUS SEPERTI INI LAGI!!!

YA TUHAAANNN!!! AKU TIDAK INGIN SEPERTI INI!!!

AKU BENAR-BENAR INGIN MENYENTUHNYA!!!

ARRGGHHHH!!!

AKU INGIN SEMBUH TUHAAAN!!!

AKU INGIN SEMBUH!!!!!

AKU INGIN SEMBUH DARI PENYAKIT SIALAN INI!!!

************

“ Oppa.. semuanya butuh proses.. jangan paksakan dirimu “ kata Nada lembut sambil memberiku semangkuk penuh nasi dan sumpit besi.

“ aku hanya ingin sembuh, Nada.. aku ingin sekali sembuh..”

Nada meletakkan piring yang berisi kimchi, tumis ikan laut, telur matasapi, sup rumput laut, steam ikan kakap dengan bumbu pedas di tengah-tengah meja makan.

“ oppa.. 3 bulan ini.. oppa sudah banyak kemajuan.. “

“ belum ada kemajuan jika aku selalu mimisan sebelum menyentuhmu..” kataku lemah.

“ oppa.. kau harus lebih bersabar.. “ katanya menenangkan hatiku.

fiiuuuhhhh…

sudah 7 bulan dari hari penikahan kita, dan sampai detik ini aku masih belum bisa menghilangkan phobiaku. aku dan nada 3 bulan ini selalu mencoba untuk  selalu melakukan ‘skinship’. tapi ujung-ujungnya selalu sama. aku mimisan bahkan sebelum aku menyentuhnya. aku hanya bisa menciumnya sekali, dan beberapa kali menyentuhnya dalam waktu yang singkat.

Nada selalu menghentikan ku jika aku mulai mengeluarkan darah, dan aku merasa 3 bulan ini aku tidak ada kemajuan, tapi kemunduran yang kudapatkan.

andai dia tahu, aku benar-benar ingin menyentuhnya. bukan hanya menyentuh tangannya atau mencium bibirnya, tapi aku ingin menyentuhnya utuh sebagai istriku.

“ oppa.. mungkin rasa phobiamu masih dipengaruhi oleh trauma mu dimasa lalu..” katanya pelan.

“ molaa Nada..”

“ nngg.. aku ada saran oppa.. kau mau mengikuti saranku??” dengan hati-hati yeojaku berbicara.

“ dengar Nada.. apapun.. apapun aku lakukan untuk bisa sembuh dari penyakitku ini..” aku berkata bersungguh-sungguh.

****************

Nada POV :

“ annyeong haseyo taemin ssi..”

“ annyeong Nada..”

“ Taemin ssi.. aku butuh bantuan mu..”

****************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

158 thoughts on “{NC 18+}VENUSTRAPHOBIA – PART 4”

  1. wow~~~ ngelakuin itu ama anak kecil? what the….? ah, sumpah dah, klu bnran ad yg ky gitu, bnr2 ga punya otak!! eh, tp kynya ad jg ya yg di kehidupan nyata, kaya kasus sodomi thd anak gitu? wew…kasian bgt sih, anak masih polos dijadiin korban pelampiasan nafsu org dewasa, ntar klu gw punya anak, hrs dijaga sebaik mungkin ah…*loh jd ngelantur? mian author, abis ceritanya bnr2 ga kebayang sih trauma gr2 ini…
    nice ff, chinggu…lanjut lagi ah 😀

  2. as the same for you, eonni neomu yeppeo ku………….. D to the A to the E to the B to the A to the Key……….
    no words again XDDDDDDDDDDDDDDD

  3. uwahhhh denger kata-kata taemin bilang anak dan seks untuk menjaga keharmonisan rumah tangga…
    bener juga sih….

    itu auntie… resek banget sih… pingin aku hajar thu orang… *plakkk

  4. ihh..
    itu tante nya yg bikin si Jinki jadi ngidam penyakit venustraphobia??
    ya ampunn, yg sabar Jinki! kasian kamuu!! 😦
    gara2 penyakit si jinki, dia jadii kayak gtu, kasiann deh..semoga cepet sembuh *hah? emg dikira asli?? jangan sampe!!!*
    Lanjut 😀

  5. aq suka part ini mrka udh mlai romantis ya wlpn ujung2’y onew oppa mi2san jg tp aq slut dg prjuangn’y….

  6. waaaaah
    Trnyata gra” itu si Onew jd alergi =_=
    buset dah.
    Gila jg ntuh cwe
    Trlalu nafsu -,-
    Anak 12 tahun aja d embat.
    Ckck.
    Kasian Onew T^T

    Greaaaaatt !

  7. Anyonghaseyo, slm kenal ak reader bru. Mega imida. Ak suka cerita venustraphobia ni… Kykx author py byk ilmux nih. Dri tntang penyakit and tntg mkanan. Ceritax seru… Aplagi disini onew krkterx dingin. Hwaiting author ^^

  8. taemin dewasa bner d sini, ama istri ny aja gimanaaa gitu, aihhh

    Emm nugget dino ny ingetin aq k jjong

    Emm, kngen gweboon jg (jinboonshipper) wkwkwk

    Author wiga keren!!

  9. TT.T T baca adegan cerita trauma masa lalunya jinki.kasian…
    tapi senyum-senyum sendiri waktu mereka mulai ciuman..tanggung jawab thor bikin reader jadi gaje!hehe..

  10. Ouuhhhh akibat kekerasan tohhh….
    Asiihh… Part ini jawabannya sdah didapatkan.. Nada memang daebak.. Hhe..
    Emm… Bdw, apa rencana Nada yaa? Penasaran….

  11. Ooo tryata yang menyebabkan jinki trauma sama cewek itu auntienya ya,,,,punya penyakit tu auntienya,bawa ke RSJ aja dech tu auntie.

  12. aigoooooo ternyata jinki pernah jd korban pemerkosaan auntienya waktu kecil…pantesan trauma……tp dy udah mulai berani melakukan skinship sm nada….tp kenapa mimisannya masih ada…..apa sih yg bs bikin jinki sembuh….kasian sekali mereka…….itu nada mau ngapain yaaaa….

  13. ksian bget onew msi kcil aja udh dpt kkrasan dri auntiex yg gila i2 hiks hiks
    apa yg bkal nada lkuin u/ bntu onew ya? Jdi pnasaran, lnjut k part 5 🙂

  14. Chukkae akhirnya jinki bisa nyium nada jg
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Ayooo †я̲̅μş̲̅ sedikit lg jinki
    Apa Ɣää Ɣªήğ direncanain ma nada bwt nyembuhin jinki
    Hmmmmm

  15. Aisshh jd gara² si sarang?! >,<
    Hhh.. semoga caranya nada bisa nyembuhin Jinki.
    & Taemin. aigo kasian bnget dpet istri manja. Ya udah taemin ama aku aja sini, aku bkaln ngerawat km dgn baik koq kkkk~

  16. akhirnyaaa….jinki ngsih tw juga dy pny pnyakit alergi wanita..
    n rupanya gra2 diperkosa (?) sma auntienya dy jadi kya gtu…
    ampunn..itu tante2 ma anak kecil umur 12 taunnnn
    OMG!!wajar aj jinki jd takut gtu…

    smoga nada bisa sembuhin penyakitnya..
    lanjut ke next parttt

  17. Huwehehehehe kisseu kisseu~
    Aiiiihhhh g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ sbar nunggu jinki sembuh ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ
    Nada semangat bantu jinki biar cpet sembuh, biar g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ teriake mulu sma km-,-

  18. Ya ampun, bru thu, klau penyakit jinki oppa akibat si tante sihir itu, sabar oppa, kau pasti bisa!! Sabar nada, 😀
    Titip jinki oppa ya,

  19. ishhh -_- dasar ahjumma tak tau diri. kasian jinki kecil 😦

    ouhhh 🙂 makin seru aja ceritanya… romantis euy hahah :p

  20. Kereeeen.. Ooooh, ternyata itu toh yg membuat oppa Jinki phobia.. Jahat banget auntienya ituuu… Waaah, Kira-Kira apa sarannya nada yaa… Jdi penasarann.. Next to part selanjutnyaaaaa…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s