My Time With The Story

My Time With The Story

Author : Nia

Cast :

  • 2min (TaeMinho)
  • bayangin aja siapa kek -_-

Genre : ROMANCE

Length : ONESHOT

Rated : PG-15

__________________________________________________________________

Aku hanya ingin…
Satu…dua…tiga…
Detakan jantungku….ku mohon jangan berhenti sekarang….aku hanya ingin minta maaf pada minho-ku. Minho yang sangat ku sayangi….
(bunyi alat pendekteksi detakan jantung)
Tut..tut..tut..tuuuuuut……………………………………………………………………………………………………………

*****

Disekolah…
Taemin: GYAHAHAHAHAAAA, ada-ada saja kau!! Udah ah! HAHAHAHAHA……..
Aku: dih apaan sih yang lucu? Berlebihan amat.
Kami berdua berjalan menuju kantin. Sekarang 09.30, jam istirahat.
Taemin: di situ saja mejanya! Kau tag-in, aku yang pesan makan, ya?
Aku manggut-manggut.
Aku: jangan lama-lama.
Taemin pun berlari ketempat jualan. Aku menunggu nya kurang-lebih, 10 menit. Disaat aku menunggu. Kekasihku, minho, datang.
Minho: hei, sedang apa kau?
Aku: hm? Lagi nunggu makanan. Kau sudah makan?
Minho: sudah. eh, setelah pulang sekolah, temani aku ke toko buku, mau tidak?
Aku: hah? Malas ah.
Minho: kau jangan membuat ku marah ya.
Aku: marah, ya marah saja.
Aku bertopang dagu sambil menunggu taemin selesai memesan makanan.
Minho: lihat siapa?
Aku tidak menjawab sama sekali dan malah menghembuskan nafas kemalasan. Maaf ya, minho. Tiba-tiba saja minho menyeletuk.
Minho: oh, dia rupanya.
Aku melihat taemin sedang membawa nampan lengkap dengan makanan diatasnya. Ia berjalan agak cepat ke meja kami.
Taemin: ini makanannya. Hati-hati masih panas.
Katanya sambil tersenyum pada ku.
Aku: oh, terima kasih.
Aku melempar pandangan ke minho dan menawarinya makan.
Aku: mau makan?
Bukannya menjawab, minho malah berpaling dari ku dan menghampiri taemin yang belum duduk sama sekali.
Minho: kau itu sungguh adik kelas yang sopan ya. Dasar tidak tau diuntung.
Tidak diduga, minho menonjok taemin dan dilihat hampir, anak-anak satu sekolahan. Aku melerai mereka. Seandainya saja ku biarkan minho menghajar taemin. Bodohnya aku.
Aku melototi minho.
Aku: apa-apaan kau ini, hah??
Minho hanya melihatku dengan raut muka diam. Aku tidak mengerti apa jalan pikirannya. Dan mengapa aku terlalu tolol? Seharusnya aku bertanya walaupun aku tau minho hanya akan menjawab, aku mencintai mu.
Minho: temui aku sepulang sekolah.
Aku: apa? tidak mau!
Minho: tolong, bisakah kau menghargaiku sedikit?
Aku melucutinya.
Aku: tidak akan pernah! Ayo taemin.
Aku membantu taemin yang sudah berdiri dan merasa kesakitan pipinya. Seandainya aku tau, kesakitannya itu hanyalah sebuah bualan belaka. Maafkan aku, minho.

Aku dan taemin berjalan digelapnya koridor menuju ruang UKS. Taemin terlihat lesu. Seandainya aku tau bahwa lesu itu mengandung sebuah nafsu.
Taemin: maaf ya, gara-gara aku…
Aku: justru aku yang minta maaf atas perlakuan minho pada mu tadi.
Taemin: aku, bangga mempunyai mu.
Ya. Aku berselingkuh dengan taemin.
Aku menggeser pintu UKS dan menemukan ruangan UKS kosong tidak terdapat siapapun. Aku membantu taemin merebahkan tubuhnya.
Aku: apa masih terasa sakit?
Taemin menggeleng sambil melihatku.
Aku: tapi pipi mu merah. Sebentar, aku ambil obat dulu ya.
Taemin: tidak usah.
Tiba-tiba taemin menahan tangan ku. Kemudian ia menarikku dan menciumku.
Aku: tae…taemin…. Ja…
Taemin kembali menciumku dengan penuh nafsu. Aku berdebar-debar. Aku merasakan sesuatu yang lain. Minho tidak pernah bersikap romantis pada ku. Ia hanya memikirkan apakah aku baik-baik saja dimanapun aku berada. Seandainya aku tau kalau minho-lah seseorang yang sesungguhnya yang sangat mencintaiku, aku tidak akan seperti ini. maaf aku terlalu BODOH.
Taemin melepas ciumannya.
Taemin: disini tidak ada siapa-siapa. Apa kau mau merasakan yang lebih?
Aku: maksudmu?
Taemin: buka seragammu.
Aku mulai gugup sambil perlahan-lahan mencopot kancing baju seragamku. Ketika sampai dikancing kelima *sekitar dibawah dada*, dari luar terdengar ribut sekali. Rupanya ada yang pingsan. Aku spontan langsung mengkancing kembali baju ku agar tidak dicurigai. Seandainya aku tau bahwa Tuhan masih memberi ku peringatan saat ini, aku pasti akan pergi menjauhi taemin saat ini juga.
Taemin: cih, dasar. Padahal sedikit lagi. Sudah yuk, pergi.
Kami berdua meninggalkan UKS.

*****

Bel pulang dikumandangkan…..
Minho menghampiri ku dengan wajah dan aura kharisma-nya. Tapi itu sudah tidak mempan bagi ku, dan tentu saja ku tolak ajakan yang akan dia ajukan. Seandainya aku tau bahwa ajakannya lah yang terbaik.
Minho: yuk.
Aku: yuk apaan?
Minho: temani aku ke toko buku lah…
Aku: aku sibuk.
Minho: sibuk apa? sibuk berselingkuh ya?
Aku: HAH?
Minho: ahahaha, tidak…aku hanya bercanda. Jangan kaget begitu dong….
Ia mencubit pipiku sambil tersenyum. Seandainya aku tau kalau minho memang tau aku berselingkuh. Ia menutupi semuanya demi kesenangan ku. Minho adalah seseorang yang tau aku termasuk dalam orang yang moody.
Aku: ah, apaan sih nyubit-nyubit! Sudah ah, mau pulang.
Minho: aku antar ya?
Aku: tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.
Minho: memangnya kenapa sih kalau aku antar?
Aku: aissshh, BERISIK YA?
Minho: ya sudah kalau memang tidak mau. Hati-hati. Pegangan yang erat ya. Motor itu kan berbahaya.
Motor? Perasaan aku tidak menyinggung soal motor. Ah, persetan dengan itu.
Aku: ya. Kau juga.
Minho: aku mencintai mu.
Haruskah aku jawab? Sepertinya tidak usah. Seandainya aku menjawab, aku pasti selamat dan bisa lebih lama dengan minho. Aku juga mencintai mu, minho-ku.
Aku pergi meninggalkan minho yang masih berdiri sambil melihat ku pergi.

Aku menemui taemin diparkiran sekolah.
Taemin: halo….
Aku: kita mau kemana sih?
Taemin: nanti kau akan tau. Ini spesial untukmu.
Ia tersenyum setelah berkata begitu. Jika saja aku tau, senyuman itu senyuman Lucifer.
Taemin menciumku lagi. Aku bingung kenapa ia mulai agresif setelah 3 hari kami berhubungan.
Aku: kalau kau ingin melakukannya, aku mohon jangan disini.
Taemin: itu hanya permulaan. Aku hanya ingin menunjukkan kalau memang aku bisa membuatmu bahagia.
Ya Tuhan, jebakan apa lagi yang taemin pergunakan? Ia benar-benar berhasil membuatku mati rasa. Ditengah rasa cinta ini, ada rasa cinta lain yang merasa sangat terpuruk. Minho. Ia melihat taemin mencium ku. Karena ia merasa sakit, ia pun pergi begitu saja.

Motor taemin berhenti disebuah rumah susun yang jarang berpenghuni.
Aku: mau ngapain ketempat gersang begini?
Taemin: aku mau kau melihat pemandangan di atas rumah susun ini.
Ia memegang tanganku sambil mengajakku terus naik sampai ke bagian yang paling atas dari rumah susun ini.
Hembusan angin yang sejuk mulai menyapa ku ketika kami sampai di atas. Aku mulai menikmatinya. Aku terkesima melihat pemandangan dari atas sini. Jika saja aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini, aku lebih baik mati dengan cara lompat dari atas sini.
Taemin: hei….
Aku: ya?
Taemin: aku sangat mencintai mu.
Aku: aku juga.
Aku tersenyum dan taemin menghampiri ku. aku dipeluknya. Jika saja aku tau kalau pelukan itu merupakan tali iblis yang mengikatku hingga aku terjerat.
Aku terhenyak dalam pelukannya. Semakin dalam pelukanku, semakin dalam rasa ku untuk taemin. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang kecil menempel lekat di belakang dadaku.
Aku: ada apa dibelakangku?
Taemin: tolong jangan lepaskan pelukanmu. Yang dibelakangmu ini, kotak cincin.
Hah?? kotak cincin? Seperti mau melamar saja?
Aku tertawa kecil karena merasa sangat bahagia.
Aku: taemin, aku….aku sangat senang bisa…..
Seketika, seseorang datang dan berteriak.
Seseorang: HENTIKAN!!! Aku mohon…..
Masih dalam pelukan taemin, aku menoleh untuk melihat siapa yang bicara. Ternyata Minho-ku.
Minho: aku mohon….. taemin…..
Taemin: wah wah wah, untuk apa kau datang kesini? Tinggal ku tarik pelatuk ini, berakhir semua dan aku akan punya banyak uang. HAHAHA!
Pelatuk? Berakhir?? Uang??? Pengandaian ku sudah terlalu banyak dalam cerita ini. aku sudah tidak kuat lagi untuk mengandai-andai.
Aku: taemin…
Aku berusaha melepaskan pelukan taemin tetapi taemin terus mendekap ku. Dan dengan anehnya, rasa cinta yang berkobar-kobar tiba-tiba saja lenyap menjadi rasa takut yang menyelimuti hati. Aku mulai mencium ketidak-beresan disini.
Aku: taemin! LEPASKAN!
Taemin: DIAM atau kutarik pelatuk ini sekarang…..
Aku: apa maksudmu pelatuk, taemin…. Tolong lepaskan aku!
Minho: tembak saja aku. Aku mohon jangan dia…. Tolong, taemin…..
Tembak…..?? TEMBAK……………………………….??????
Taemin: ya, itu ide bagus! Dua organ tubuh manusia, lengkap! Hahahaha….. AKU KAYA!!! Hahahahaha……….
Dan taemin pun melepas pelukannya. Aku terbebas. Tiba-tiba mata ini dengan cepat, melihat tangan taemin mengarahkan moncong pistol kearah minho dan siap menarik pelatuknya.

Terlalu banyak pengandaian, pen-jika-an, dan aku….. akan ku ulang untuk mengakui…aku sungguh menyesal menyakitimu sangat parah, minho…..

‘Seandainya saja ku biarkan minho menghajar taemin. Bodohnya aku.
‘Seharusnya aku bertanya walaupun aku tau minho hanya akan menjawab, aku mencintai mu.
‘Seandainya aku tau, kesakitan taemin hanyalah sebuah bualan belaka. Maafkan aku, minho.
‘Seandainya aku tau bahwa lesu dari wajah taemin itu mengandung nafsu.
‘Seandainya aku tau kalau minho-lah seseorang yang sesungguhnya yang sangat mencintaiku, aku tidak akan seperti ini. maaf aku terlalu BODOH.
‘Seandainya aku tau bahwa Tuhan masih memberi ku peringatan saat ini, aku pasti akan pergi menjauhi taemin saat ini juga.
‘Seandainya aku tau bahwa ajakan minho lah yang terbaik.
‘Seandainya aku tau kalau minho memang tau aku berselingkuh. Ia menutupi semuanya demi kesenangan ku.
‘Seandainya aku menjawab, aku pasti selamat dan bisa lebih lama dengan minho. Aku juga mencintai mu, minho-ku.
‘Jika saja aku tau, senyuman taemin adalah senyuman Lucifer.
‘Jika saja aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini, aku lebih baik mati dengan cara lompat dari atas rumah susun.
‘Jika saja aku tau kalau pelukan itu merupakan tali iblis yang mengikatku.
‘Pengandaian ku sudah terlalu banyak dalam cerita ini. aku sudah tidak kuat lagi untuk menceritakannya.

Inilah bentuk segala maaf atas kebodohan yang aku lakukan pada mu, minho. Kebahagiaanmu harus lebih lama dibandingkan kekasih mu yang JALANG ini. Terima kasih dan aku benar-benar memohon kata maaf yang tak terhitung, pada mu wahai minho-ku yang sangat ku cintai. Aku mencintai mu. SANGAT mencintaimu.
Aku: TAEMIN! Ja….ngan….
Aku berlari kearah minho dan mendorong minho kesamping. Aku merasa kaki ku lemas. Aku jatuh karena aku sudah tertembak.

*****

Entah dimana aku. Semuanya serba hitam. Tembakan tadi berhasil melumpuhkan semuanya dalam tubuhku. Tiba-tiba aku mendengar suara minho. Suaranya seram. Berdengung ditelingaku. Ia seperti memohon. Aku tidak tau suara minho sedang menangis atau sedang apa, yang jelas aku tidak ingin dengar. Tetapi semakin lama aku bisa mendengar suara nya dengan sangat jelas. Suara bass-nya yang khas. Aku ingin sekali bisa memeluknya. Aku pun membuka mata ku. Semua terlihat jernih dan bersih. Aku merasa sangat sehat.
Minho: ya Tuhan, malaikatku sudah sadar!
Mata ini tidak bisa digerakkan. Tubuh dan kaki ku dingin. Aku hanya bisa menoleh pada minho padahal aku juga ingin lihat ibu dan keluarga ku yang lain. Kaku. Sekujur tubuhku terasa kaku. Suara dektektor detakan jantung lah yang menggema keras di telingaku. Ada yang membisikkanku.
“waktu mu 5 detakan jantung dari sekarang”
Apa??! jangan….aku mohon, aku minta tambah!!!!! TAMBAHAN WAKTU UNTUK KU SEKEDAR UNTUK MENEBUS KESALAHAN KU PADA MINHO, KU MOHON……..tambah wak…tu…ku……
Aku menangis. Air mata ku yang terakhir-lah yang menemaniku di detik-detik hidupku.
Aku melihat minho panik. Maafkan aku. Hanya kata-kata basi itulah yang bisa ku ucapkan.
Sebelum semuanya berakhir, minho memberikan kata-kata pengantar tidurku untuk selama-lamanya yang indah. Yang paling ingin ku dengar.
Minho: aku mencintai mu. Akan selalu mencintaimu.
Aku tersenyum padanya dan terhentilah semua waktu.

FIN

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “My Time With The Story”

  1. eeeee… aku comment pertama.. hahaha *geje*

    ceritanya bagus chingu.. bikin aku sedikit merinding…
    elah Taemnya kok gitu..
    jejejeje….

    tapi FFnya daebak.. d^^b

  2. HUWEEE TRAGIS SANGATTTT…..
    MINHO KAU. KAU… HUWEEE AABAR BGT JADI ORANG…

    AUTHORR. KEREN KALI KAU…
    TAEMM… AWAAS YA KAMU NANT KALO PULANG ..*author: sabar ini cuma ff*
    tpi saya terbawa emosi bacanya..
    DAEBAKK LAHJ b^^d

  3. Sediihh ToT
    Minho kasian di tinggal mati cewenya..
    Taemin disini kejam banget..
    Untung bukan minho yang ketembak ..

    Nice ff chingu 😀

  4. AAAAA…….SUMPAHNYA..MERINDING………
    KEREN BGED,,…..AHHHHHH…
    taemin-ah…awas ntr dpet jeweran umma key,,sntilan onyu appa..ma ciuman dr aku../PLAK!!!

  5. NIA….
    ITU TAEMIN…
    KENAPA JAHAT KAYAK GITU ??
    UWOOW..
    TAEMIN IS THE LUCIFER~
    *bayangin suara jjong*

    KEREN BANGET, NIA…
    AKU SUKAA 😀

  6. uhuhuhuhu T.T menyedihkan
    bodo banget sih tu cewek! minho keren, ganteng, berkharisma gitu di dua in, huh!
    Minho sini sama aku aja! *diplototin Onew*
    Ih beneran aku enggak bisa bayangin taemin kalo lg nyium cewek ^^

    AUTHORRR THIS IS NICE FF ^^ GOOD JOB ~_^

  7. makanya jangan selingkuhhh..coba g selingkuh pasti masih hidup bahagia sma minho..
    *aku g mo salahin taemin ah..krn mnrtku yg salah emang pacarnya hehehe

    Nice ^^b

  8. hiks hiks…. sedihnyaaa! kasian banget si minho di duain…
    cewenya ngga berperasaan bangeeet!!
    hiks hiks…..

    KEREEENN!! NICE FF!!

  9. whoaaa ffnya top bangettt …
    Endingnya sad T.T
    seandainya yang jadi minho itu taemin
    seandainya cewe itu aku , aku bakal milih minho .
    Seandainya cewe itu aku , aku bakal ngejaga cinta suci minho
    seandainya taemin itu ga jahat , pasti ni cerita bakal hepi ending
    Woaaa ffnya kereen . Lanjutkan !! *author : bawel lo !*

  10. TAAAAEEEEMIIIIINNNIIIEEEEE!!!!!! OOOHH TIDAAAAKKKK!! Aq tak sanggup mmbacanya sampai tamat…

    oh..author knp hrus taeminq yg hrus brperan mnjd seorg antagonis??!!

    knp bukan jonghyun saja?? yang memiliki muka playboy? *plaaakkk/ditampar bias jonghyun

    knp bukan key saja,yg memiliki tatapan tajam setajam silet?? *ditendang bias key

    kenapa bukan onew saja?? *dhhuuaarrr/dibom bias onew

    ooohh..sungguh teganya teganya teganya…
    *sambil nyanyi lgu dangdutx maggie z??

    hehehe…canda koq..critax bagus..me
    http://www.google.com/m/search?client=ms-samsung&channel=mm

  11. huweeeee~~~~
    sedih bgt ceritanya…

    ya ampun…ga bisa banyangin deh taemin jd bad boy gituh…ckckckkckc…
    bukan taemin bgt!!!

    ya oloh…minho baek banget sih….
    jadi makin cinta deh ma minho…*di bakar bini2nya minho*

  12. SO FANTASTIC! FANTASTIC!!
    Maknae seorang lucifer?! ARGH! Gak bsa ngebayangin ah!
    Haha..tp SUMPAH keren!! Ak ga bo’ong! Oiia, yang di uks ntuh..huweee.. Speechless!
    Author, keren deh!

  13. HUWEEEEEEEEEEEEE……………

    Sedihnya ff ni!! Hiks..hiks..ending-nya mengharukann!!

    Sumpahh, si taemin disini JAHAT bangettt!!!!! 😦

  14. lhah, anakku (?) kok bisa bejat gitu? kamu gaul sama sapa sih nak? *ngomelin taem*
    minho daebak, ikhlasin aja ‘aku’ mati, uda dibohongi juga -_-
    thor, it’s nice!

  15. TaeMin ngeri banget
    Tapi yang terpenting flaming charisma, manly banget, setia pula
    Hingga akhir masih dapat tersenyum buat flaming charisma

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s