VICTORY IS NOT A DESTINATION

VICTORY IS NOT A DESTINATION

Author         :  Nisaa~

Cast             :  Choi Min Ho, Han Seung Hee, Lee Jin Ki ‘Onew’, Kim ‘Key’ Bum, Kim Jong Hyun, Lee Tae Min and Others

Type            : Oneshot

Genre          : Friendship

Akhirnya…jadi juga… I hope u can enjoy this ff. Ini ff dbkin krna Min Ho-oppa yang demen maen bola and Ji Sung-ajussi yang mundur dari timnas… (kembali lah ajussi!!!) aku penggemar Ji Sung-ajussi and Red Devils and ofcourse SHINee..! Hhe.. After u read, don’t forget to leave your comment please… Jongmal Gomawooo… ^o^

Author POV

“YAAA!!! CHOI MIN HO!!” teriak Onew kesal saat Min Ho melanggarnya.

Yang diteriaki tidak menoleh sedikitpun. Malah menambah kecepatannya. Setelah berhasil melewati beberapa pemain belakang tim lawan, Min Ho langsung mengarahkan tendangannya ke gawang dan,

“GOOOL!!!!!” teriak beberapa yeoja yang sedang menonton mereka dari pinggir lapangan.

Min Ho tersenyum puas.

“Prriiiit… priiit… priiitt…” terdengar bunyi peluit.

“AYO!! Semuanya istirahat.”

Onew, Min Ho, Key, Tae Min, Jong Hyun dan yang lainnya segera berlari kepinggir lapangan. Mereka langsung tepar di pinggir lapangan.

“Latihan hari ini cukup. Besok kita latihan lagi. Jangan lupa jaga kesehatan kalian dan istirahat yang cukup.” teriak pelatih Donghae.

“Ne, pelatih!!!” teriak mereka semua serempak.

“Aaaah… hyung, aku lelah sekali…” ujar Tae Min sambil menghabiskan minumnya.

“Begitu saja sudah lelah. Lain kali kita main full time. Ini kan masih latihan.” Key melempar bola di hadapannya ke arah Tae Min.

Onew dan Jong Hyun tertawa.

“OPPAAAAAAA!!!” teriak seorang yeoja. Yeoja itu langsung menghampiri mereka.

“Seung Hee… kami semua oppa-mu.” Ujar Onew sebal.

Seung Hee duduk di samping Min Ho. Ia terengah-engah.

“Mianhae, Onew-oppa. Aku kan memanggil kalian semua.”

“Seung Hee… kenapa kau ada disini? Bukannya kau sedang ada les?” tanya Jong Hyun.

“Aku bosan. Jadi kuputuskan untuk bolos saja. Hhe…jangan marah padaku.” Seung Hee cengengesan.

“Dasar nakal. Kalau umma mu tau, umma mu pasti marah.” Kata Key.

“Umma ku kan tinggal di Incheon.”

Key hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

“Ya, Min Ho-oppa… kenapa diam saja?” tanya Seung Hee.

“Tak ada yang perlu kubicarakan kan?”

“Aiish… Min Ho-hyung…” Tae Min melempar bola ke arah Min Ho. Tapi dengan sigap ditangkap oleh Seung Hee.

“Oppa… kenapa sih? Belakangan ini suka diam.”

“Aku tidak apa-apa.” Min Ho berdiri lalu mengambil tasnya, “Aku pulang dulu.”

“Ya, Min Ho!!” teriak Key. Tapi percuma. Min Ho tak menoleh sedikitpun. Ia terus berjalan menuju parkiran.

“Oppa… Min Ho-oppa kenapa sih?”

Key menggeleng, “Entahlah… sejak minggu lalu ia terus-terusan begitu. Main bola saja ia emosian.”

“Ne… entah berapa kali ia melanggarku saat bermain bola.” Jin Ki memajukan bibirnya.

“Bukan kau saja, hyung… aku juga.” Ujar Jong Hyun sambil mengelus lengan kirinya.

Seung Hee mengelus tangan Jong Hyun, “Sabar ya, oppa… kita cari bersama-sama penyebabnya.”

***

Jong Hyun POV

Aku tak mengerti apa yang sebenarnya Min Ho pikirkan. Bermain bola penuh emosi. Padahal dulu ia bermain dengan santai. Senyumnya selalu terkembang. Apa ia mulai bosan bermain bola? Mungkin saja. Sejak sd ia tak pernah lepas dari yang namanya kegiatan bermain bola. Walau ia bocah yang cukup ambisius, ia tidak pernah kasar saat bermain. aigoo… ada apa dengan Min Ho?

“Jjongie-oppa. Kkaja, kita kekantin.” Seung Hee menarik tanganku.

“Ne… jangan tarik-tarik. Liat yeoja di sekitarmu sekarang.” Candaku.

Ia tertawa, “Haa… bisa-bisa aku dibantai oleh mereka. Tapi, biarkan saja. Kan ada oppa yang akan melindungiku.”

“Pede sekali kau, Seung Hee.”

“Biar saja.” Jawabnya tak peduli.

Kantin sangat ramai. Tapi, masih banyak bangku kosong. Mataku mengangkap seorang namja yang duduk sendiri di pojok kantin. Min Ho.

Kutarik tangan Seung Hee. Kami menghampirinya.

“Min Ho…” panggilku.

Ia menoleh ke arahku, “Jong Hyun-hyung… kenapa ada disini?”

“Ini tempat umum, Min Ho.” Aku duduk di sampingnya.

“Oppa… kenapa oppa sendiri?” tanya Seung Hee.

Min Ho tersenyum singkat, “Aku hanya ingin sendiri. Kalian kesini untuk menontonku saja?”

“Ah… tiba-tiba aku tidak lapar.” Ujar Seung Hee.

“Hyung?”

“Aku sebenarnya kenyang.”

“O…”

Min Ho kembali terdiam. Aku benci saat ia diam.

“Min Ho-oppa…” panggil Seung Hee pelan.

“Ne?”

“Kenapa oppa berubah?” tanya Seung Hee tiba-tiba.

“Berubah apanya? Aku tidak berubah.”

Seung Hee memajukan bibirnya. Aku tertawa pelan.

“Kenapa tertawa, Jjongie-oppa? Aku sedang serius.”

Min Ho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Annyio… aku hanya ingin tertawa.”

“Ah… sudahlah… lupakan saja, Min Ho-oppa.” Ujar Seung Hee pelan.

“Ya sudah kalau begitu.”

Tiba-tiba bel berbunyi.

“Kkaja… kita kembali ke kelas.” Ajakku.

Aku segera berdiri. Min Ho dan Seung Hee juga. Kami langsung keluar dari kantin. Min Ho sekarang suka menyendiri… ada apa sih dengannya?

***

Key POV

“Min Ho…” panggilku pelan, “Sssst… Min Ho!”

Min Ho tak menoleh. Sepertinya ia tertidur. Aigo…  kenapa sekarang ia sering tertidur di kelas sih?

“Min Ho…!” kupijak kakinya.

Ia langsung terbangun, “Mwo? Ada apa?”

Aku geleng-geleng kepala melihatnya.

“Seharusnya aku yang tanya, kenapa kau tertidur? Tadi malam kau begadang?”

Min Ho hanya menggeleng.

“Aiish!! Kau ini, kenapa sih?”

“Tidak ada. Memangnya kenapa…?”

Aku menghela nafas panjang, “Sudahlah… perhatikan Cho-sonsaengnim mengajar. Jangan tertidur lagi.”

Min Ho mengangguk.

Aku kembali memperhatikan Cho-sonsaengnim mengajar. Min Ho juga tampak memperhatikan Cho-sonsaengnim. Tapi, beberapa menit kemudian kepalanya kembali berada di atas meja. Ia tertidur lagi!

“Min Ho…! Kau tidur lagi?!!” bisikku pelan.

Min Ho tidak menjawab.

“Min Ho, ayo bangun!!!”

Tiba-tiba Cho-sonsaengnim menghampiri meja kami. Aigo… bagaimana ini?!!! aku langsung menginjak kakinya lagi. Min Ho terbangun.

“CHOI MIN HO!” panggil Cho-sonsaengnim.

Aku menutup wajahku dengan buku pelajaranku.

“Apa kau tertidur?” tanya Cho-sonsaengnim.

“Jweisonghamnida, sonsaengnim.” Ujar Min Ho.

Cho-sonsaengnim menghela nafas, “Lebih baik sekarang kau ke kamar mandi. Basuh mukamu supaya segar.”

Min Ho mengangguk, “Gamsahamnida, Cho-sonsaengnim.”

Aku menghela nafas lega. Untung Cho-sonsaengnim sedang baik hari ini. Aissh… aku jadi penasaran. Kenapa Min Ho sekarang sering tertidur di kelas?

Tae Min POV

“Ya, Choi Min Ho, kenapa kau bermain seperti ini?” tanya pelatih Donghae gusar. Sepertinya ia juga merasakan perubahan Min Ho-hyung.

“Aku tidak sengaja menjatuhkannya, pelatih.” Ujar Min Ho-hyung datar.

“Ya sudah, sekarang kalian semua boleh pulang.” Pelatih Donghae segera meninggalkan lapangan.

“Min Ho, sebenarnya kau kenapa?” tanya Jin Ki-hyung.

Min Ho-hyung tidak menjawab.

“Choi Min Ho, aku sedang bicara denganmu.” Sahut Jin Ki-hyung.

“Mian, hyung. aku tidak apa-apa. Memangnya kenapa?”

Key-hyung melingkarkan tangannya ke bahu Min Ho, “Kau berubah Min Ho. Kalau kupikir-pikir, sejak minggu lalu kau bertemu dengan Changmin, anak sekolah Chungchungdam(?).”

“Aku tidak apa-apa. Lagipula apanya yang berubah. Ya sudah, aku pulang dulu.” Min Ho-hyung mengambil tasnya lalu berlalu dari hadapan kami.

“Key-hyung, apa benar sejak Min Ho-hyung bertemu Chang Min?” tanya ku perlahan.

“Ne. kurasa begitu, tae..”

Jong Hyun-hyung menggaruk kepalanya, “Changmin itu sebenarnya siapa?”

“Changmin itu adalah siswa sekolah Chungchungdam. Ia adalah pemain sepakbola andalan klub sekolah nya.” Jelasku.

“Jinca?” tanya Onew-hyung.

Key-hyung dan aku mengangguk, “Ne, Onew-hyung.”

“Sepertinya kita harus menemui Changmin.” Ujar Jin Ki-hyung.

“Mwo? Untuk apa?” Jong Hyun-hyung terkejut dengan usul Jin Ki-hyung.

“Kalau Min Ho si mata besar itu tidak mau cerita pada kita, lebih baik kita tanya pada Changmin saja.” Jelas Onew-hyung.

“Mata hyung sipit. Hhahaa…” ledek Jong Hyun-hyung tiba-tiba.

“Diam kau, Jong Hyun.” Jin Ki-hyung memukul kepala Jong Hyun-hyung, “Eh, Key, Tae Min…bagaimana usulku?”

“Hmm… tapi, aku tidak begitu mengenal Changmin, Jin Ki-hyung.” ujarku.

“Key?”

“Aku tidak mngenalnya. Ah… kita minta bantuan pada Heechul saja. Ia kan sekolah disana.”

“Kau benar, Key!” sahut Jong Hyun.

“Baiklah… kutelepon sekarang ya?”

Onew-hyung mengangguk.

“Yoboseyo..”

“Yoboseyo.. Nuguseyo?” jawab Heechul.

“Aish.. Heechul pabo..! Kau lupa denganku yaaa?”

“Aaaa… Kunci! Seenaknya saja memanggilku pabo!”

“Mianhae, heechul~ah..” jawabku dengan nada suara dibuat-buat. Onew-hyung langsung tertawa keras. Jong Hyun tertawa, sementara Tae Min, dia malah menatapku aneh.

“Cepat katakan apa maumu.”

“Mwo?”

“Telingamu tidak berfungsi?”

“Aaaa.. Heechul~ah.. Kenapa kau bisa tau?”

“Kau menelpon ku kalau ada maunya saja kan?”

“Hehe.. Kau tau saja, heechul~ah.”

“Cepat katakan..”

Aku langsung serius, “Ne.. Aku mau minta tolong, bisa kau cari tau tentang Changmin, apa yang dilakukannya terhadap Min Ho minggu lalu.”

“Changmin? Shim Changmin? Lalu apakah Min Ho yang kau maksud itu, Choi Min Ho?”

“Ne..” jawabku singkat.

“Ooh.. Kalau itu sih tidak perlu dicari tau kenapa.”

“Waeyo?”

“Karena seluruh siswa Chungchungdam juga tau.”

“Jinca? Ceritakan padaku Chullie..”

Ne.. Jadi, minggu kemarin, saat melewati sekolah Chungchungdam, Minho dicegat oleh Changmin.”

“Lalu, apa yang mereka lakukan?”

“Changmin mengejek Minho.. Ia menantang Minho.. Kalau nanti di kejuaraan sepakbola se-Korea, klub Chungchungdam menang, maka Minho harus mengaku kekalahan nya di depan seluruh murid Chungchungdam.”

“MWO?!!” teriakku.

“YA!! TIDAK USAH TERIAK2! Pabo..!” balas Heechul.

Aku terdiam sambil menggigit-gigit bibir bawahku.

“Hyung, kenapa?” tanya Tae Min sambil menyenggol siku ku.

“Kenapa, Key?” tanya Jin Ki-hyung.

“Key.. Kau masih idup kan?” terdengar suara Heechul.

“Ah.. Ne, mian… Heechul, gomawo untuk info mu.”

“Ne… Sama2, Key. Ya sudah, aku tutup teleponnya ya.. Yeojachingu ku sudah menunggu. Dadah, Key..”

“Ne…” Kututup flip hpku.

“Bagaimana, hyung? Heechul bilang apa?” tanya Tae Min penasaran.

“Umm.. Sebenarnya….”

***

Min Ho POV

Kutendang bolanya sekali lagi. Meleset.

“SIAAAL!!” teriakku kesal.

Kuhempaskan badanku ke rerumputan.

Kutatap langit. Banyak bintang bertaburan. Aah.. Apa benar ya, aku berubah? Sahabat2ku bilang aku berubah. Tapi, apa iya?

“Oppa…” terdengar suara lembut seorang yeoja. Untuk apa seorang yeoja datang kemari malam-malam?

“Oppa..” panggilnya lagi.

Aku terduduk. Kulihat ke depanku.

“Seung Hee?”

Yeoja itu tersenyum. Dihampirinya aku.

“Akhirnya aku tau kenapa oppa sering mengantuk di kelas. Kenapa oppa lakukan ini?” tanya Seung Hee pelan.

Aku terdiam. Seung Hee duduk di depanku.

“Aku juga akhirnya tau kenapa oppa berubah akhir-akhir ini.”

Aku menghela nafas panjang.

“Hebat sekali Shim Changmin itu… Bisa membuat oppa jadi seperti ini.”

“Seung Hee…” panggilku pelan, “Apa yang berubah dariku?”

Seung Hee menghela nafas panjang lalu tersenyum, “Permainan bola, oppa dan emosi oppa yang belakangan ni tidak stabil kurasa…”

“Permainan bola ku?”

Seung Hee mengangguk.

“Oppa sekarang bermain penuh emosi.”

Jinca? Benarkah aku begitu?

“Padahal dulu aku sangat menikmati permainan oppa.. Oppa yang bermain dengan lincah dan indah. Oppa yang bermain dengan senyum di bibirnya. Oppa yang bermain tanpa menyakiti siapapun. Yang terpenting, oppa yang bermain bukan untuk mengejar kemenangan.”

Aku tercenung mendengar kata-kata Seung Hee. Benar.. Seung Hee benar. Belakangan ini aku berlatih hanya untuk mengalahkan Changmin. Aku tidak menikmati permainanku. Bahkan, aku sering melanggar teman-temanku. Aku hanya terfokus pada satu hal. KEMENANGAN.

Aissh.. Apa yang akan appa katakan kalau appa tau hal ini?

*flashback*

“Dengar, Min Ho.. Appa tidak suka kau menyakiti temanmu hanya untuk menang!”

“Tapi, appa… Aku ingin menang! Percuma kalau aku bermain, tapi tidak menang.”

Appa menggeleng, “Siapa yang bilang percuma?”

Aku terdiam.

“Ingat, Min Ho.. Junjung tinggi fair play dan jangan jadikan kemenangan sebagai tujuanmu! Yang penting kau bermain baik dan kau menikmati permainanmu itu. Jangan pikirkan kemenangan, karena kemenangan bukanlah segalanya!”

Aku hanya bisa menunduk dan menyerap apa yang appa katakan.

“Min Ho, coba bayangkan. Kalau misalnya kau menang, tapi banyak temanmu yang terluka karena kau. Apa yang kau rasakan? Apa kau bahagia?” suara appa melembut.

Aku menggeleng, “Aku pasti sedih, appa.”

Appa tersenyum. Dielusnya rambutku lembut, “Kalau begitu, jika kau diberi 2 pilihan. Pilihan pertama, kau menang tapi teman2mu terluka. Pilihan kedua, kau kalah, tapi teman2mu baik2 saja. Mana yang akan kau pilih?”

“Aku lebih memilih yang ke2, appa..”

Appa tersenyum. Kupeluk appa, “Maafkan aku, appa..”

*flashback end*

“Oppa.. Mian kalau kau tersinggung.” ujar Seung Hee pelan.

Kutatap wajah Seung Hee. Ujung rambutnya menari dibawa angin. Penerangan di lapangan ini tidak terlalu buruk. Karenanya aku bisa menatap jelas wajahnya.

“Oppa marah padaku?”

Aku menggeleng lalu tersenyum, “Seung Hee~ya… Gomawo sudah menyadarkanku..”

Suaraku terdengar pelan.

“Tidak usah berterimakasih, oppa.. Aku tidak melakukan apa-apa.”

Aku menggeleng, “Anniyo, Seung Hee.. Kau sudah menyadarkanku dengan kata-katamu tadi..”

“Jinca? Tapi…”

“Kata-katamu benar, Seung Hee.. Aku terlalu terobsesi untuk menang.. Padahal dulu appa sudah mengajariku bahwa..”

“Kemenangan itu bukan segalanya. Siwon-ajussi benar, oppa… Disaat kita menang, kita memang merasa bahagia.. Tp, kita tidak perlu menang untuk sebuah kebahagiaan. Yang terpenting, oppa merasa bahagia dan menikmati permainan oppa..” sambung Seung Hee panjang lebar.

Aku terdiam.

“Lagipula, kalau nanti oppa kalah melawan tim sepakbola chungchungdam, oppa tidak harus malu mengakuinya. Oppa kan seorang lelaki. Kalau perlu, aku temani oppa,deh..”

Aku tertawa pelan mendengar perkataan Seung Hee, “Ne.. Jongmal gomawo.. Aku bnar2 sangat berterimakasih padamu, Seung Hee~ya. Kau memang sahabat terbaikku.”

Seung Hee tersenyum, “Sama-sama, oppa..”

Aku tersenyum.

“Ah ya.. Oppa, besok jangan latihan malam-malam seperti ini lagi. Key-oppa bilang, kau sering ketiduran di kelas. Padahal sebentar lagi mau ujian akhir..”

Aku mengangguk, “Aku janji tidak akan latihan malam malam begini. Jangan khawatir, oppa belajar sore, seung Hee.. Tp, mulai besok, aku akan belajar malam.”

“Sebenarnya pelatih Donghae mikirin apa sih, kenapa ia meminta siswa kelas 3 ikut dalam kejuaraan ini, oppa?”

“Tenang saja, Seung Hee… Kejuaraannya setelah ujian akhir. Lagipula kami yang mendesak pelatih Donghae agar mau memasukkan nama kami.”

“Tapi tetap saja,oppa.. Seharusnya kalian fokus untuk ujian.”

Aku tersenyum, “Persiapan untuk ujian sudah kami lakukan sejak awal kelas 3, Seung Hee.. Jadi, kami hanya mengulang kembali. Jangan khawatir.. Lagipula ada Jin Ki-hyung, Jonghyun-hyung dan Key yang siap mengajarkanku.”

“Jin Ki-oppa, Key-oppa dan Jong Hyunnie-oppa tidak ikut kejuaraan?”

“Jin Ki-hyung tidak bisa. Dia harus fokus belajar. Karena, beberapa bulan ia sakit flu babi di awal kelas 3 kemarin. Jong Hyun-hyung dan Key ikut kok. Tae Min juga.”

Ia mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Seung Hee.. Sekali lagi gomawo..”

“Sudah berapa kali oppa mengatakannya?” ia meniup poni nya, “Aku hanya melakukan hal yg sudah seharusnya aku lakukan, oppa..”

Aku tersenyum. Ya Tuhan… Terimakasih karena kau telah memberiku seorang sahabat yang baik seperti Seung Hee.

“Oppa…” panggil Seung Hee.

“Ne..”

“Hwaiting!” Seung Hee mengepalkan tangannya.

Aku tersenyum. Kukepalkan juga tanganku, “Hwaiting!”

Seung Hee tersenyum, “Semoga, oppa-oppaku khususnya Min Ho-oppa bisa lulus dengan nilai yang bagus dan semoga pertandingan bolanya lancar..”

“Amiiin!”

“Satu lagi, semoga suatu saat oppa bisa seperti Ji Sung-ajussi! Bermain hanya di beberapa klub, sebelum merumput di Old Trafford!”

Aku tersenyum, “Seung Hee… Kalau begitu aku kan harus meninggalkan Seoul..”

Ia memainkan ujung jaketnya, “Ji Sung-ajussi juga.. Ia kan awalnya main di klub Jepang, lalu ke PSV Eindhoven lalu baru akhirnya ke Manchester United.. Tapi, sayang sekali… Sekarang Ji Sung-ajussi mundur dari timnas..”

Seung Hee terdiam. Aigo… Anak ini memang fans nya Ji Sung-ajussi yang paling setia. Kemarin saat ia dengar Ji Sung-ajussi mundur dari timnas korea selatan, ia seperti orang yang baru diputuskan oleh pacarnya. Seung Hee tidak percaya, pesepak bola kesukaannya itu mundur dari timnas karena Ji Sung-ajussi tidak bisa membawa timnya lolos ke babak berikutnya ketika piala dunia kemarin. Padahal, orang berlomba-lomba ingin masuk timnas.

“Ah sudahlah.. Biar begitu, aku ini kan fans nya Ji Sung-ajussi yang setia.. Ah ya, Oppa…nanti bulan depan, Manchester united datang loh,oppa..”

“Seung Hee.. Oppa kan sedang ujian akhir saat itu..”

“Aigo.. Benar! Yaah.. Tidak seru kalau hanya pergi dengan Tae Min-oppa..” ia mengerucutkan bibirnya.

Kuacak rambutnya pelan, “Oppa ingin nonton… tapi, apa bisa? Ah… sudahlaah… jadi sedih memikirkannya.”

Seung Hee terdiam.

“Ya, nanti kau kesambet. Ayo, kau tidak mau pulang, Seung Hee?” Aku berdiri. Kuulurkan tanganku.

Ia tersenyum. Disambutnya uluran tanganku, “Kkaja, kita pulang!”

Aku tersenyum, “Seung Hee… Jongmal gomawo..”

***

Seung Hee POV

1 Bulan Kemudian..

“OPPA!! HWAITING! NANTI KALAU MENANG, KUBELIKAN ES KRIM!!” teriakku dari bangku penonton.

Jin Ki-oppa yang ada disebelahku hanya geleng-geleng kepala, “Ya, Seung Hee.. Kenapa cuma eskrim?”

Aku tertawa, “Oppa juga mau?”

Onew-oppa tertawa, “Kau ini.. Duduklah, Seung Hee.. Pertandingan belum dimulai, tapi kau sudah heboh duluan..”

Aku duduk di sebelah Onew-oppa. Seminggu yang lalu, tim kesebelasan SM High School berhasil lolos babak sebelumnya. Di final, mereka akan bertemu Chungchungdam High School.

Kedua kesebelasan mulai memasuki lapangan. Key-oppa terlihat keren, Min Ho-oppa juga tidak kalah keren, Jjongie-oppa pun sangaaat keren. Kalau Tae Min-oppa terlihat manis.

“GYAAAA!! TAMPAN SEKALI!!”

“ITU JONGHYUN-KUUU!!”

“KYAAAA!!

MINHO-SUNBAE!!!” Teriak yeoja-yeoja murid kelas 1 dan 2. Suporter tim SM High School sangat banyak rata-rata seluruh murid kelas 1 dan 2 datang semua.

Aku tidak mau ketinggalan. Aku berdiri. Onew-oppa tertawa, ia juga ikut berdiri.

“Seung Hee, pakai ini!” Onew-oppa menyerahkan toa padaku.

“Ahaha.. Gomawo, oppa.. Ayo kita beraksi!! Fighting!!”

“FIGHTING!!” teriak Onew

“MINHOOO-OPPA!! JAGIYA-KU!! HWAITING!!!” teriakku kencang, “YEOBO KEY!!! KALAHKAN MEREKAAAA!!! JONGHYUN TUNANGANKUUU, AYO BERJUANG!!!”

Sukses. Para yeoja-yeoja teman seangkatanku dan hoobae-hoobaeku satu sekolahan langsung menatapku.

“TAEMINNIE SELINGKUHANKUU, AKU YAKIN KAU BISA!!!” teriakku lagi tanpa mempedulikan mereka.

“Bagus, Seung Hee! Ayo, teruskan..!” ujar Onew-oppa.

Aku tertawa. Yeoja-yeoja tadi langsung berbisik-bisik.

Kulihat Min Ho-oppa, Jong Hyun-oppa dan Tae Min-oppa tersenyum melihat tingkahku. Key-oppa senyum sambil geleng geleng kepala melihatku. Min Ho-oppa dan Jong Hyun-oppa melambaikan tangannya kearahku.

“GYAAA!! JONGHYUN SUNBAE MELAMBAI KEARAHKU!!”

“OMO, MINHO SUNBAE JUGA MELAMBAI KEARAHKU!!”  teriak hoobae-hoobae ku yang ada di samping kanan kami.

Kudekatkan toa tadi ke mulutku, “YA!! KALIAN TIDAK LIHAT, SUNBAE KALIAN ITU MELAMBAI KEARAHKU!!!”

Mereka langsung terdiam. Onew-oppa tertawa.

“Mian, sunbae..” ujar mereka pelan.

Aku tertawa dan kembali fokus ke lapangan.

“Sst.. Itu siapa sih? Murid kelas 2 ya?”

“Eeh..kudengar ia sangat akrab dengan Jong Hyun-sunbae, Tae Min-sunbae, Key-sunbae, Min Ho-sunbae dan Onew-sunbae!”

“Enak sekali dia! Eh, dia yang tadi teriak2 itu ya?”

“Ne… Dia! Eh, yang disebelahnya itu siapa ya?”

“Kyaa! Itu kan Onew-sunbae!”

Aku masih bisa mendengar suara mereka yang berisik. Onew-oppa tertawa.

“Aku ngetop ya, Seung Hee!” bisik Onew-oppa.

Aku tertawa, “Tentu saja!”

Di tengah lapangan, tampak Min Ho dan Changmin sedang berduel memperebutkan bola.

“MINHO-OPPA!! HWAITING!! JANGAN TERBURU-BURU!” teriakku. Masih menggunakan toa.

Min Ho-oppa tampak tersenyum. Matanya masih berkonsentrasi pada bola. Setelah puas berduel, akhirnya bola berhasil digiring oleh Min Ho-oppa. Min Ho-oppa langsung mengopernya pada Key-oppa yang berada tepat di depan kotak penalti. Key-oppa langsung mengarahkannya ke mulut gawang. Tapi,

“AAAH! Apa yang telah kau lakukan, Key-oppa!” dumelku.

Bola nya berbelok hingga menuju tiang gawang. Padahal Key-oppa hanya berhadapan dengan 2 orang pemain belakang.

Onew-oppa tersenyum, “Bagus!”

Aku heran dengan Onew-oppa. Keherananku terjawab saat melihat bola yang tadi terpantul karena tiang, disambut oleh Min Ho-oppa yang datang dari sisi kiri lapangan. Pemain Chungchungdam lengah. Min Ho-oppa langsung men-shoot bola ke arah gawang dan,

“GOOOOOL!!!” teriak Onew-oppa dan pendukung tim SM.

Tampak Min Ho-oppa tersenyum manis. Key-oppa langsung memeluknya. Changmin tampak geram.

“AKU TAU OPPA PASTI BISA!!!” teriakku kencang.

Pertandingan berlanjut. Tim chungchungdam terus berusaha menyerang. Tapi, SM tidak goyah. Apalagi, SM punya kiper yang tangguh, Kyu-oppa. Berkali-kali Kyu-oppa melakukan penyelamatan.

Babak pertama usai. SM memimpin dengan skor 1-0. Setelah 15 menit, pertandingan dilanjutkan. Para pendukung SM terus bersorak-sorak. Pendukung Chungchungdam juga terus bersorak.

“Oppa… Apa kita akan menang?”

“Hmm.. Yang jelas SM sudah berlatih dengan baik. Min Ho juga sepertinya sudah lupa tentang yang dikatakan Chang Min.” jelas Onew-oppa.

“Aigo.. Oppa… Ayamnya jangan dihabiskan. Aku juga mau..!” rengekku begitu melihat ayam yang ada di kotaknya tinggal sedikit.

“Ah, kau juga mau, Seung Hee-ya..? Hhehe.. Mian..” Onew-oppa menyodorkan kotaknya.

Aku cengengesan. Aku langsung duduk disamping Onew-oppa. Sedetik kemudian aku dan Onew-oppa sudah tenggelam dalam nikmatnya rasa ayam.

“GOOOLL!!” teriak orang-orang di sekitar kami.

Aku dan Onew-oppa langsung berdiri. Tampak Min Ho-oppa, Key-oppa, Eunhyuk-oppa sedang berpelukan. Ahh… Siapa yang mencetak gol?!

Kuambil toa-ku, “YA! HOOBAE, SIAPA YANG TADI MENCETAK GOL?!”

Hoobae-hoobaeku langsung menjawab, “Min Ho sunbae!”

“Aaahaha! Min Ho-oppa hebat!!” aku langsung loncat-loncat gak karuan.

“Wuhuuuu..!! Min Ho memang sangat hebat!” teriak Onew-oppa.

Pertandingan berlanjut. Kali ini, SM lebih mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali tendangan-tendangan pemain SM mengarah k gawang. Chungchungdam terlihat lelah. Sementara SM justru semakin onfire setelah gol ke2 tadi.

“Menit ke 88 ya?” tanyaku pada Onew-oppa.

Onew-oppa mengangguk.

“JAGIYA-KU!! YEOBO-KU!! TUNANGANKUUU!! SELINGKUHANKUUU!! FIGHTING!!” teriakku kencang. Suaraku masih cukup kuat.    Kuliat disekelilingku, para pendukung SM sangat bersemangat.

Tiba-tiba, “PRIIIIT!!”

Terdengar bunyi pluit. Terjadi pelanggaran di area kotak penalti. Ternyata Chang Min yang melakukan pelanggaran terhadap Sungmin-oppa. Akibatnya, Chang Min terpaksa keluar lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit. Penalti untuk SM.

“GYAAA!! GO SM!!” sorak para pendukung SM.

Onew-oppa tertawa puas melihat Chang Min keluar lapangan. Aku pun tersenyum senang.

Ternyata, Min Ho-oppa yang akan mengeksekusi penalti. Pertandingan sudah memasuki ekstra time.

“MINHOO!! KAU PASTI BISAAAAA!” teriak Onew-oppa.

“MINHO-OPPA, TAMBAH GOL-MU!!” teriakku kencang.

“GO MINHO! GO MINHO!” sorak pendukung SM.

Min Ho-oppa tampak tersenyum sebelum mengeksekusi penalti. Mukanya tenang. Disepaknya bola tepat menuju mulut gawang dan,

“GOOOOOL!!!” sorak seluruh siswa siswi SM High School. Mereka terlihat sangat senang.

“HATTRICK, MINHO-OPPA!! 3 GOL!!” teriakku sambil memeluk Onew-oppa.

“PRIIIIT!! PRIIIIT!! PRIIIIT!!” terdengar bunyi pluit tanda berakhir pertandingan. Stadion langsung riuh. Sorak- sorai kemenangan dari pendukung SM terdengar.

Aku dan Onew-oppa saling berangkulan dan loncat-loncat bahagia.

“Aaaa!! Aku senang sekali!!” seru Onew-oppa.

“Aku juga, oppa!”

Kulepas rangkulanku dan kuambil toa-ku.

“MINHO-OPPAAA, KEY-OPPAAAA, JJONGIE-OPPAAAAAA, TAEMIN-OPPAAA!!! EUNHYUK-OPPAA, SUNGMIN-OPPAAA, JUNSU-OPPAAA!! YESUNG, WOOKIE!!! YOOCHUN-OPPAAA!! KYU-OPPAAA!!! KALIAN HEBAAAAAAAAAT!!” teriakku menggunakan toa.

Onew-oppa mengangguk dan tersenyum. Min Ho-oppa menoleh kearahku. Ia tersenyum.

“AKU BANGGA PADAMU, MINHOO!!” teriak Onew-oppa.

Min Ho-oppa tersenyum.

Medali sudah dibagikan dan waktunya trofi diserahkan. Min Ho-oppa menerimanya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Para pendukung SM terus bersorak-sorak. Para pemain loncat-loncat bahagia. Aku jadi ingat saat Iker Casillas menerima trofi saat piala dunia kemarin. Key-oppa, Jjongie-oppa, Min Ho-oppa dan Tae Min-oppa tampak begitu bahagia. Onew-oppa dan aku juga tidak kalah bahagianya.

“GO SM!!! GO SM!!!”

***

Min Ho POV

Haah.. Tubuhku tidak terasa lelah. Aigo… Aku sangat bahagia.

“Oppa… Dimakan dong!” ujar Seung Hee.

Saat ini kami sedang berada di pinggir sungai Han. Hari ini kami piknik. Kebetulan hari ini hari minggu.

Aku mengangguk, “Gomawo, Seung Hee!”

Seung Hee tersenyum.

“Key, masakanmu enak.” puji Onew-hyung.

“Itu masakan Seung Hee juga, hyung..” sahut Key.

“Seung Hee, Key.. Masakan kalian sangat enak!” ulang Onew-hyung. Kami tertawa.

“Min Ho-hyung, bagaimana dengan Chang Min?” tanya Tae Min tiba-tiba.

“Ah, benar… bagaimana, oppa?” tanya Seung Hee.

“Ah… aku tidak mau memperpanjang masalahku dengannya. Lagipula, kurasa dia sudah mendapat hukumannya.” Ujarku sambil menggigit kiwi yang disodorkan Key padaku.

“Kartu merah kemarin?” tanya Onew-hyung.

Aku mengangguk, “Itu sudah cukup menyakitkan kan?”

Seung Hee mengangguk, “Sangat. Apalagi, kemarin banyak pengamat sepak bola dan pelatih-pelatih sepak bola klub korea. Bahkan Jepang juga ada lo, oppa…”

Onew-hyung membenarkan, “Ne… betul.”

Key tersenyum, “Hhe… bagus…!”

“Ya, Onew-hyung.. Kemarin aku lihat kau dan Seung Hee asyik sekali makan ayam. Kalian tidak menonton?” Jong Hyun-hyung melempar jeruk kearah Onew-hyung sambil tertawa. Key-oppa geleng-geleng kepala.

“Ya! Jjongie-oppa..! Tega sekali berkata seperti itu! Oppa tidak dengar suaraku sudah serak begini?” rajuk Seung Hee.

“Kau parah, Jong Hyun-hyung!” ujar Key sambil menunjuk hidung Jong Hyun-hyung.

“Yaa! Aku hanya bercanda. Mian, Seung Hee-ya.. Mian, Onew-hyung!”

Kami tertawa. Seung Hee bangkit dari duduknya. Diambilnya tas ranselnya.

“Aku punya sesuatu untuk oppa-oppa semua.” ujar Seung Hee.

Dikeluarkannya 5 bungkusan.

“Kemarin aku susah payah mendapatkan ini. Karena Tae Min-oppa sedang fokus latihan, aku mengajak Yong Hwa-oppa, Jin Ri-onnie, Seo Hyun-onnie, Hyo Yeon-onnie dan Krystal-onnie menemaniku untuk mendapatkan ini. Ini untuk, Min Ho-oppa…”

Diberikannya padaku, “Ini apa, Seung Hee…?”

Seung Hee tersenyum, “Ini untuk Key-oppa, ini untuk Tae Min-oppa, ini untuk Onew-oppa dan ini untuk Jong Hyun-oppa.”

“Boleh oppa buka?” tanya Key.

Seung Hee mengangguk. Kubuka perlahan. Ternyata seragam baru Manchester United plus tanda tangan dibagian depannya.

“AIGOO!! Gomawo, Seung Hee!!!” Key langsung memeluk Seung Hee. Seung Hee tertawa.

“Seung Hee, Jongmal Gomawooo!!” Jong Hyun juga memeluk Seung Hee.

“Seung Hee~ya, aku sangaaat berterimakasiiiih…!! Bagaimana bisa kau dapatkan ini?” ujar Onew-hyung senang.

“Hhe… Aku meminta tolong pada Yong Hwa-oppa, Jin Ri-onnie, Seo Hyun-onnie, Hyo Yeon-onnie dan Krystal-onnie agar bisa mendapatkan tanda tangan pemain MU. Satu orang kan hanya boleh satu tanda tangan.”

Key dan Jong Hyun-hyung melepas pelukannya. Aku langsung memeluk Seung Hee.

“Aku sudah sangat berterimakasih padamu sebelumnya, Seung Hee. Dan aku sekarang aku tidak tau harus bilang apa lagi padamu. Aku benar-benar berterimakasih, Seung Hee~ya.”

Seung Hee memelukku erat, “Sama-sama, oppa…!”

Tae Min juga langsung memeluk ku dan Seung Hee, “Seung Hee, jongmal gomawo!!”

“Tae Min-oppa… sama-sama…”

Seung Hee tersenyum. Perlahan dilepaskannya pelukannya.

“Seung Hee, oppa harus bilang apa yaa? JONGMAL GOMAWO, DONGSAENG!!!” Onew-hyung langsung menyerang Seung Hee dengan pelukannya.

Seung Hee tertawa, “Oppa, berlebihan… hha…”

Onew-hyung tersenyum. Dilepaskannya pelukannya.

“Ya! Hyung, kasihan Seung Hee. Kau peluk erat begitu.” Ledek Key sambil mengelus-elus punggung Seung Hee.

Seung Hee tersenyum, “Gwenchana, Key-oppa… aku bahagia… ah, aku juga punya. Punyaku tanda tangan Ji Sung-ajussi, loh… sebnarnya saat itu aku ingin bertanya pada Ji Sung-ajussi mengapa ia mundur dari timnas. Tapi, aku speechless saat berhadapan dengannya. Hhe… rasanya seperti mau pingsan.”

Kami semua tertawa.

“Kenapa tidak pingsan saja, Seung Hee? Mana tau digendong Ji Sung-ajussi.” Canda Tae Min.

Jong Hyun-hyung mengangguk, “benaaaar, Seung Hee!!”

Seung Hee dan Onew-hyung tertawa. Kami semua tersenyum. Hari ini begitu menyenangkan. Kuharap persahabatan kami akan terus seperti ini.

***

END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “VICTORY IS NOT A DESTINATION”

  1. huaaaaaa enaknya jadi SeungHee di peluk sama oppa- oppanya yang ganteng2 itu,, aku juga mau donk?!*kedip kedip* kkk~
    Nice FF ^^

  2. AHHHH NAMANYA HAMPIR SAMA KAYA NAMKOR AKUUUU!!!!
    kalo aku park seong hee *nggak nanya*
    hehehehe bagus bangeeeettttttt, sangat bermakna!! *halah*
    oh iyaa aku mau dipeluk jinki oppa juga hiehehehehehehe
    niiiiiiiiiiiice ^^

  3. huaaaaa . srasaa nnton pialaaa duniaaaaa ! !
    andaikan suamiku minho itu bsa jadi pemain bola beneran pasti keren bgt . tp sayang gk d ijinin sama appanya malah suruh konsen k shinee aja *curco*
    suka FFnyaa ! !
    wlaupun aku gk ngerti bola tp lngsung melek ni bacanyaa xD

  4. mau jadi seung hee.. di peluk-peluk ama onew, jjong, key, minho and taem….
    keren ceritanya… sangat berbobot…. good job author..

    tapi apa-apaan itu.. minho jagiyaku, key yeoboku, jjong tunanganku sama taem selingkuhanku?? hahahaahaha
    kocak banget dengernya aku tambah ya ONEWW SUAMIKU HAHAHAHAHA

    KERENN LAHH

  5. waaaa keren bangeet. jadi kebawa suasana niihhh. kiw dipeluk-peluuuuk
    minhonyaaaaaa, gimanapun aku tetep sukaaaaa!!!! nice ffff!!!

  6. kyaa… mw jdi seung hee >.<
    MinHo oppa DAEBAK !!! 3 gol skaligus 😀
    jiah,, trnyata my kyu jdi keepernya,,,
    q qra kyu yg jdi cho songsaengnim -___-
    omo,,, tua skali oppa q jdi appa-ny minho oppa,,,

    nice ff 🙂
    q kasi jempol de "dd bb" buat author 😀

  7. kok aku jdi ngrasa aneh yah,ngbayangin key maen bola(?) ..kekeke

    paling suka pas adgan seunghee treak pake toa,smpai2 sunbae.y jdi cmburu gtu..wkwkwk
    heboh bgt yah si seunghee..

    tp ngemeng2 emg bneran yah park jisung resmi kluar dr timnas korea? aku kira cuma gosip doang..
    sbenar.y kan gak mesti ngundurin diri jga gara2 gagal d piala dunia..ckck
    pdahal wkt i2 permainan.y jisung ckup bgs loh..

    hehe^^

  8. Whoooa. . .ttg bola,,cihuy >,<

    wah,seneng sm bs menang n ngangkat tropi. .heem heem jd inget casillas tersenyum bangga bwa tropi.,,hah keren.
    Tp sayang ak fans the reds,bkan red devil.tp tetep dah lanjuuut!!

    Daebak dah^o^

  9. DAEBAK!
    Ff’y seru b9t.

    Aq ska kta” seun9 hee y9 nyeman9atin oppa”y.

    Tp,
    aqu mo ksh s’man9at kpd,
    CHAN9MIN OPPA SUAMI QU,
    FI9HTIN9!
    *ahahahaha ^^

  10. SMWANYA..Mian ak bru muncul skrg..! GOMAWO, UDH BCA N KOMEN FFKU NI..N mian blm bs bls komeny atu2…
    Ttg JI SUNG AJUSSI YANG MUNDUR DR TIMNAS.. Yg aku tw, phak MU blg gtu.. Tp kykny blm resmi… Soalnya ajussi blm ngasih ktrngn pa2 dh… Mga engga… 😦

    key maen bola? SUMPAH, aku ja ga bsa byangin! Hhe..
    Ak sbnrnya ga niat bkin adegan trkhr ntu..haha..aku jg mw… Skali lg gomawo yaaa udh bca…
    Ah ya, ada yg suka nntn bola? Sharing yuk..haha… 🙂

  11. annyeong nisa~~~~onnie datang lg~~~~kekekekke

    ehm..ehm..onn mao minta maap dulu yah sebelommnya..
    onn ga demen ma bola…& onn sm skali ga ngrti ma yg berbau bola2an….*gembel!*

    maap ya nisa~~~~*hugs nisa*

    tapi ceritanya keren kok..^^
    MINHO BANGET!!! wkwkwkwkw

    um…btw, si seung hee itu sapanya yah??
    cuma temen mereka b5 or yeojachingu salah 1 di antara mreka??

  12. Paling ngakak baca seunghee teriak pake toa nyebut minho jagiya, yeobo key, jonghyun tunangan, taemin selingkuhan. XDD sama denganku eh hampir! Selalu ngomong 5 cowok itu dgn embel2 suami dan selingkuhan XDDD aaahahahhaha moralnya kerasa banget! Daebaaaak

  13. Yaaak, first kah?? Mmmm….
    Bagus juga. Aku sk bgt, walaupun oneshot
    Aku tunggu Karya yg selanjutnya 😀

    Yapzzz, HWAITING!!!!

  14. Teriakan pake toanya yang paling berkesan
    Seru banget dibayanginya, seperti orang gila teriak2
    Daebak author
    Cerita akhirnya daebak n seru

  15. Wah….. Lucu dan seru bget aku ngakak pas ada kata “yeobo,selingkuhan dll” ngkak…. Hahahhaah bgus ff ny!! Aku iri sma sung hee.. Ak mw dpluk Shinee oppa… Hiaaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s