{YAOI} Question: What? Why?, Answer: You

title    : question: what? why? answer: you
pairing : 2min, onkey, jjongtae (lee taesun) =DDDD, onesided!taeyoung
rating  : pg-13
genre  : fluff, humor, a liiiittle bit angsty, romance (?)

“Ada apa ya?” Aku mengernyitkan alis, tangan terlipat didepan dada
dengan segala pemikiran yang muncul dikepalaku. Taesun sudah putus
dengan Jonghyun dan seperti ini tipenya sekarang? Hmm… Mataku masih
menjelajahi pemuda tinggi ini dari kepala sampai ujung kaki. Kepala
yang kecil, bahu yang lebar, sepasang tangan yang besar dan cukup
kekar, dan dua pasang kaki. Sebentar…

Aku mengedipkan kedua mataku, lalu menguceknya beberapa kali. Hm…
sepertinya tidak mungkin seorang manusia mempunyai dua pasang kaki.
Apa pemuda ini bukan manusia? Kali ini ia tersenyum lebar. Aku
mengucek mataku sekali lagi, aku yakin… aku pasti salah lihat. Atau
mungkin aku sudah gila karena terlalu tertekan dengan kebodohan
Jonghyun yang selalu berteriak dan berkata hal-hal yang tidak masuk
akal setiap…

“Umma…”

Sebentar, apa aku salah dengar? Yang barusan itu… suara bayiku
tercinta kan? Aku menoleh dengan mengernyitkan alis dan menggigit
bibir bawahku kearah Jinki yang terlihat sangat mengantuk dan setengah
tertidur di sofa. Hari ini benar-benar membuatku jengkel.

Aku mendengar suara Key noona, mataku masih tertutup karena amat
sangat mengantuk. Yak, pasti aku bermimpi. Ouh… Udara yang dingin ini
sangat, tunggu… mengapa aku tak lagi merasa kedinginan? Euh, sejak
kapan… euh, sebentar…

Aku meraba-raba, aku sedang bersandar pada sesuatu yang… empuk dan
hangat. Kuintip sedikit dengan sebelah mataku, tempat ini sepertinya
familiar. Halaman rumah dengan pot berisi mawar, anggrek, dan tanaman
lain yang di mutasi… ini halaman rumahku!

“Umma…” aku mencoba bangun dari mimpiku dengan memanggil ibuku, siapa
tau ia bisa membangunkanku dari surga sana. Siapa tau.

Aku masih menutup mata dengan rapat, berharap dapat bangun secepatnya.
Kutunggu hingga sekian detik, namun tak kunjung ada reaksi, baik
pandangan awal yang kabur maupun teriakan Taesun hyung yang terdengar
samar-samar dari kamar sebelah. Baiklah, sebaiknya aku menghitung
mundur. Lima, empat, tiga…

“Taeminnie!!!! Baby, where were you been?!!!!” hei, bukankah ini
mimpi? Aku membuka mata lebar-lebar. Key noona berteriak kepadaku
dengan ekspresi panik dan khawatir. Ini tentu saja bukan mimpi.

Bodohnya aku, aku baru saja menyadari bahwa aku berada… di gendongan
pemuda tadi!!!! Apa-apaan ini?!!!!

Hei, sebentar… aku akan mencoba mengingatnya. Hmm… tadi pemuda ini
menawarkan untuk mengantarkanku pulang, dan aku menolak. Tentu saja,
diantar pulang oleh seseorang yang adalah sainganku itu samasekali
bukan rencana awal. Lalu, karena ternyata uang yang seharusnya untuk
ongkosku pulang itu sudah kubelikan es krim (aku benar-benar lupa!!
Uhh…), jadi aku menangis dan terpaksa menerima tawarannya untuk
mengantarku. Dan satu hal yang terpenting, ia tersenyum kearahku
sepanjang jalan hingga aku tertidur. Ya!!! SEPANJANG JALAN!!!!
-______-

Jadilah kami berempat berkumpul diruang tamu, aku, pemuda aneh
tersebut, Key noona, dan Jinki hyung. Sebentar lagi akan dimulai,
proses interogasi… yang sangat kutakutkan….. o(TT^TT)o

“Jadi, Taeminnie. Mengapa kau pulang selarut ini?” Key noona
menyerangku dengan tatapannya yang seperti kucing, sipit dan tajam.
Aku merasakan jantungku berdebar-debar, apa yang harus kukatakan? Aku
benar-benar tidak bisa berbohong jika sudah dihadapan Key noona. Euh,
apa yang harus kulakukan?!!

“Maaf, noona. Kami baru saja menyelesaikan tugas kelompok, karena
sangat banyak dan besok harus dikumpulkan, jadi kami mengerjakannya
hingga selarut ini.” Aku terbelalak, apa yang pemuda ini lakukan?!
Demi cairan kimia yang tumpah ke celana Jonghyun hyung, ini
benar-benar KACAU!!

“Bukankah kau pergi latihan drama, my dear? Lagipula, siapa kau? Aku
tak pernah melihatmu di sekolah, apalagi dikelas Taemin. Setiap hari
aku datang ke kelasnya dan tak pernah melihat wajahmu. Dan… kau
terlalu dewasa untuk menjadi teman bayiku yang polos ini.” Oh, tidak.
Key noona benar-benar marah. Bagaimana ini? Bagaimana nasibku
selanjutnya?!!! Ouh, pemuda ini benar-benar menyusahkanku.

Key noona bergantian memperhatikan dengan teliti ekspresiku dan pemuda
ini, membuatku semakin tegang dan takut. Aku benar-benar takut kepada
Key noona, karena selama ini ia tak pernah marah kepadaku. Tamatlah
riwayat Lee Taemin dalam sekejab.

DAN ITU SEMUA KESALAHAN PEMUDA BODOH INI!!!

Tubuhku bergetar, kepalaku menunduk dan tak berani ku angkat
sedikitpun. Dan dalam hitungan detik, hidung dan wajahku terasa panas,
gigiku bergemeretuk dan pada proses ilmiah akhir, air mataku mengalir
deras membasahi pangkuanku. Seperti biasanya.

Key noona seketika panik dan langsung memelukku, mengecupku, dan
mengatakan kata-kata yang tak terdengar olehku karena telingaku
tertutup oleh suara tangisanku sendiri. Lalu Jinki hyung datang dan
duduk disebelah Key noona, aku tak bisa melihat dengan jelas karena
pandanganku kabur oleh air mata, namun dapat kulihat wajah lelah
‘ayahku’ itu bertolak dengan ekspresi tegang sang pemuda tinggi
tersebut.

“Sudahlah, kalian jujur saja. Kau ini siapa dan apa yang kalian berdua
lakukan hingga selarut ini? Kami tidak suka Taemin bermain dengan
berandalan, apalagi hingga pulang malam seperti ini.” Tangisanku
semakin keras seiring dengan nada suara Jinki hyung yang terdengar
sedikit membentak. Apa yang harus kulakukan?!

“Eum, maaf sebelumnya. Aku tak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa
kasihan karena anak sekecil ini menunggu didepan jalan, mungkin gang
rumah temannya, sendirian. Maaf karena tadi aku berbohong.” HEY!!!!
Apa-apaan orang ini?!! Anak kecil?!! Langsung saja kugembungkan pipiku
dan menatapnya dengan tajam sementara Key noona masih sibuk menghapusi
air mataku.

“Hm, begitu ya? Seharusnya kau tak perlu berbohong kepada kami.
Terimakasih karena telah mengantar bayi kami pulang, dan maaf aku
membentakmu tadi.” Key noona tersenyum dengan ekspresi tak enak sambil
memelukku erat dan berkali-kali mengatakan ‘Uljima, Taeminnie.
Mianhae… shh, ssshhh…’ sambil mengelus rambutku dan mengecupi
keningku.

Dan begitulah, Key noona bilang pemuda itu singgah hingga tengah malam
dan mengobrol dengan Jinki hyung sambil bermain kartu. Sedangkan aku?
Tentu saja aku tertidur karena kelelahan dan Key noona yang membawaku
ke kamar. Ya, karena tubuhku kecil dan ringan, Key noona dengan
tubuhnya yang besar dapat dengan mudah menggendongku. Huh, menyebalkan
sebenarnya mengakui ini… (~..~;)a

Key noona kembali menyuapiku dengan menu seperti biasa dan
melambai-lambaikan tangan setiap makanan tersebut berhasil masuk ke
mulutku. Aku mengunyah sambil mengeluh, mengapa aku ditakdirkan dengan
nasib buruk ini?! Tubuhku kecil dan wajahku seperti anak sekolah
dasar, hingga Key noona tertawa saat menceritakan pemuda tersebut
mengiraku benar-benar anak kecil yang masih duduk dikelas 4 (sudah
kuduga ia tak percaya perkataanku!!! Huh…), dan juga nasib burukku
bertemu dengannya. Seseorang yang sudah menghancurkan impianku untuk
membongkar semua hal yang menarik yang baru kulihat!!!! Ugh, aku masih
mendendam akan hal itu.

Pada saat Key noona menyuapiku, seketika ia terdiam dan bibirnya yang
kecil membentuk huruf ‘o’. Aku menolehkan kepalaku mengikuti kemana
mata noona memandang, didepan pintu kelasku seorang gadis dengan
postur tinggi berdiri dengan membawa sebuah kotak? Kado?

Oh! Itu Jiyoung!!!! Aku melambai dan memanggilnya, namun seketika ia
langsung menundukkan wajahnya dan menaikkan pundaknya, terlihat takut.
Sepertinya memang ada yang salah denganku.

“Jiyoung ah! Ayo kemari!!!” Key noona mendorong gadis-gadis
disekelilingku dan memelototi mereka, lalu menarik Jiyoung ke mejaku.
Key noona mempersilakannya duduk, namun ia menggelengkan kepala.
Alisku berkerut karena heran, sekejab ia meletakkan kotak tersebut
diatas mejaku dan langsung berlari keluar kelas.

Key noona tertawa terbahak-bahak sambil menaikkan bahu dan
menggeleng-gelengkan kepalanya, membuatku semakin bingung. Kutanyakan
padanya apakah Jiyoung benar-benar membenciku, namun ia hanya tertawa
dan mencubit lembut pipiku. Hmmphh…

Wah, ternyata ini cokelat!! Aku suka cokelat! Aku harus mengucapkan
terimakasih kepada Jiyoung. Seperti yang dikatakan ibuku, jika ada
seseorang yang berbuat baik padaku, aku harus mengucapkan terimakasih.

Bel pulang berbunyi, kalau tidak salah kelas Jiyoung itu berada
disebelah kelasku. Aku segera berlari ke kelas sebelah dan menunggu
Jiyoung didepan pintu. Karena hari ini Key noona ada kelas tambahan
dan Jinki hyung sedang berkumpul dengan teman organisasinya di
perpustakaan, jadi sekalian menunggu mereka selesai dengan mengobrol
bersama Jiyoung. Wah, aku senang mempunyai teman!!! \(>~<)/

Aku melangkah kedepan kelas Jiyoung, ternyata kelasnya belum selesai,
mungkin ada kelas tambahan. Huh, aku jadi tidak bisa berterimakasih
padanya. Tapi baiklah, aku bisa menunggu.

Aku menyandarkan punggungku ke tembok sambil sesekali menoleh kedalam.
Seiring dengan semakin sepinya lorong lantai kelasku, aku mengambil
kotak cokelat yang tadi diberikan Jiyoung didalam tasku. Sebenarnya
aku ingin memakannya bersama Jiyoung, namun aku sangat lapar dan
cokelat tersebut terlihat sangat menggoda… o(>.<’)o

Pada saat aku baru saja ingin memasukkan makanan manis dan enak
tersebut ke mulutku, seseorang menarik tanganku, membuat sekotak
cokelat lezat tersebut jatuh berserakan ke lantai. Sebelum aku sempat
protes, seseorang lagi (dari rombongan tersebut, sepertinya) menarik
tasku dan menyeretku dengan paksa. Uh, apa-apaan ini….

“Kemari kau, bajingan kecil.” Bajingan kecil? Euh, perasaanku tak
enak. Tidak, ini benar-benar tidak baik. (O_O;)

Tanganku dipegangi oleh salah satu dari mereka, ya, mereka ternyata
memang bergerombol. Aku ingin berteriak namun mulutku juga disumpal
dengan kain, uh… apa yang kuperbuat? Apa yang kuperbuat sehingga
menyebabkan hal ini? Apa salah satu dari penghapus yang kutemukan di
lantai perpustakaan itu milik mereka? Uh, bagaimana ini?

“Kita apakan dia sebaiknya? Kutu buku kecil yang seharusnya masih
berada di taman kanak-kanak ini rupanya ingin menantang kita. Kau
pikir siapa dirimu?! Berani-beraninya sok hebat ingin mendekati Kang
Jiyoung…” Aku masih memejamkan mata, dapat kurasakan mereka semua
menyeringai kearahku. Kang Jiyoung? Ada apa dengan Jiyoung?

“AYO HAJAR DIA!!!!!” tak sampai hitungan detik hingga aku merasakan
sebuah tangan besar menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga
menghadap keatas. Dan pukulan bertubi-tubi menerjang ototku melalui
kulit manusia yang tipis dan rapuh ini seiring dengan hinaan yang tak
ada habisnya. Darah yang mengalir dari hidungku dapat kurasakan asin
dan getirnya masuk ke mulutku, dapat juga kudengar beberapa suara dari
tulang yang saling berhantaman. Tulang rusukku sepertinya patah, ya,
tulang rusukku patah, aku dapat merasakannya.

Aku menahan sekuat tenaga tangisan yang memaksa keluar dari saluran
air mataku, namun percuma. Tubuhku bergetar dengan kuat dan lututku
amat terasa lemas menahan semua pukulan dan hantaman yang sepertinya
akan membuatku menyusul ibu, mungkin hanya dalam hitungan menit… atau
detik. Ibu, tolong aku! Selamatkan aku!! Taesun hyung!!!! Key
noona!!!!!

Aku masih memejamkan mata dan merapatkan gigi dengan kuat untuk
menahan sakitnya. Suara hantaman masih terdengar jelas di telingaku
yang cukup tajam, namun… aku tak lagi merasakan pertemuan dari kepalan
tangan atau siku maupun sepatu yang menghajar kulitku. Apakah aku
sudah berada di surga?

Aku mencoba membuka mata, namun gagal. Pandanganku yang awalnya hitam
oleh refleksi matahari yang menyinari kelopak mataku, perlahan membaur
menjadi putih. Aku merasa ringan, sangat ringan….

Hoaaahhmmm… aku masih mengantuk, sangat mengantuk. Perlahan kubuka
mataku, kuambil jam tangan yang berada diatas meja disebelah tempat
tidur dan melihatnya dengan mata yang masih setengah tertutup. Pukul
tiga sore. Biarlah, aku bisa mem-booking kamar ini untuk semalam lagi.
Uang tunaiku masih banyak dan rekeningku tak kurang dari satu juta
Won. Aku sangat berterimakasih dengan orang bodoh yang selalu
mengirimi kami sekantung penuh uang melalui kotak pos, sungguh klasik.

Perlahan kutarik diriku dari dalam selimut tebal yang menutupi seluruh
tubuhku yang tak tertutupkan sehelai kainpun dibawahnya, mengambil
posisi duduk sambil menggaruk-garuk kepala dan mengucek mata. Aku
mengintip sedikit kedalam selimut, Jonghyun masih terlelap dengan
wajahnya yang imut dan selalu membuatku tersenyum, dan sekali lagi aku
tersenyum dengan sebelah mata tertutup karena benar-benar masih ingin
kembali tidur. Kekasihku yang satu ini memang kekasih terhebat
sepanjang masa. Walaupun ia sering berteriak dengan panik hanya karena
hal sepele, namun ia tetap kekasih termanis yang pernah ada. Aku
tersenyum dengan pemikiranku sendiri. Mengingat itu, aku jadi teringat
akan hal lain, seekor iblis wanita yang selalu membentak siapapun
kecuali ‘suami dan anaknya’ tercinta; dengan kata lain, hanya aku dan
Jonghyun. iblis yang bersarang di kamar ujung lorong lantai dua. Key,
Kim Gwiboon. Gadis itu sungguh membuat kepalaku pusing dengan
ocehannya dan lagaknya yang siapapun pasti dengan mudah mengetahui
bahwa… IA TEROBSESI MENJADI SEORANG IBU!! Cih…

“Morning baby…” seketika Jonghyun merangkak keluar dari selimut dan
duduk dipangkuanku, tak lupa menutupi kembali tubuh kami dengan kain
tebal tersebut. Kulingkarkan tanganku dipinggangnya dan perlahan
kukecup pipinya. Wajah mengantuk bocah ini benar-benar membuatku
gemas.

“Ini sudah hampir sore, anjing kecilku…” dan ia menguap sambil
meregangkan tubuhnya, ouh, sungguh menggemaskan. Ia lalu memelukku
dengan erat dan membisikkan padaku bahwa ia masih ingin tidur namun
perutnya sangat lapar. Topik pembicaraan maupun kata-katanya yang
selalu ‘random’ membuatku semakin mencintainya hari demi hari. Ya,
sedikit melankoli memang, namun inilah yang kurasakan, jatuh cinta
kepada seorang pemuda bodoh yang sangat emosional dan mudah panik
ini… adalah anugerah untukku.

Ketika ayah dan ibu masih hidup, ayah sangat menentangku; kami,
habis-habisan. Namun ibu setengah mati membelaku dan dengan
senyumannya yang masih kuingat ia mengatakan ‘cinta itu penting untuk
dipertaruhkan, pada siapapun kita mencintai, cinta adalah perjuangan’
dan hingga pada akhirnya ayah menyetujui hubungan kami.

Aku rindu ibu.

Seketika gumamanku terpecah dengan suara dengkuran anjing kecil
dipangkuanku. Huh, anak ini benar-benar membuatku ingin mencubit dan
menggigitnya. Perilakunya sangat tak terprediksikan dan selalu
membuatku, membuatku… semakin mencintainya.

“Taesun… nyam, nyam, nyam…” aku tertawa terbahak-bahak melihat
pemandangan yang sangat menarik ini, ingin rasanya kupotret atau
kurekam untuk dimemorikan. Namun untuk apa? Aku memiliki yang aslinya
dihadapanku, tak seperti video atau foto yang harus diputar atau
dibuka berulang-ulang dan merepotkan, aku bisa melihat sendiri setiap
waktu secara langsung. Jonghyun benar-benar seorang malaikat.

“Wake up, baby. Don’t you want to buy any chocolate or even
samgyupssal for lunch? Lee Taesun sshi is already waiting for your
confirmation.” Aku menahan tawa disetiap kata yang kuucapkan, dan
dengan cekatan Jonghyun melompat dari selimut dengan mata besarnya
yang benar-benar terbuka dan mulut yang menganga, mencari pakaiannya
dan segera memakainya.

“Ayo, Taesun ah! Jangan menjadi seorang pemalas! Cepat pakai bajumu
dan bangun dari tempat tidur! Kita menuju ke tempat kejadian!!!” Aku
menggelengkan kepala sambil perlahan beranjak dari tempat tidur dan
berjalan kearahnya, menyerbunya dengan ciuman yang dalam serta
cengkraman erat tanganku yang melahap tubuh kecilnya. Kudengar desahan
kecil dari bibirnya, membuatku tersenyum dalam ciuman yang tak singkat
tersebut. Tidak, tidak sekarang, kami harus bersiap-siap untuk makan
siang. Jadi perlahan kulepas genggamanku dan ciumanku dari bibirnya
yang masih semangat melumat bibirku, kali ini keluhan kecil yang
terdengar darinya.

“Kim Jonghyun, kurasa kau harus terlebih dahulu menyikat gigimu.” Dan
dengan begitu Jonghyun tersedak dan memukul lembut dadaku, lalu
mendumal sambil berjalan dengan cepat ke kamar mandi. Aku tersenyum
dan kembali duduk diatas matras, mengambil ponselku dan mengecek
apakah ada pesan yang masuk atau panggilan tak terjawab.

Tiga pesan masuk dan… enambelas panggilan tak terjawab?! Dari Key dan
Onew, apa yang terjadi?

———————-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “{YAOI} Question: What? Why?, Answer: You”

  1. Woooooohhhh….
    Keren-keren….
    Ini temanya YAOI ya???

    Sebenarnya sih kalo aku bilang isi dari ff ini tuh bagus chingu, tapi aku jadi bingung…..
    Apalagi waktu perpindahan sudut pandang yang seharusnya dari Taemin P.OV ke Taesun P.O.V….
    Boleh usul gak chingu…..
    Di part selanjutnya tolong dibedakan antara P.O.V yang satu dengan P.O.V yang lainnya ya chingu….

    Maaf kalo banyak oceh…. *bow 90 drajat*
    Ditunggu lanjutannya ya chingu… ^^

  2. Aku baru sadar kalau ini yaoi -_- tp seru kok. iyaaa aku rada bingung sm perpindahan POV-nyaaa, maaf kalo kebanyakan protes. tp keren kok keren 🙂

  3. waduh, rata2 bingung soal POV ya? maap ya kawan2, ehehehe….
    soalnya emg rata2 penpik saya begini, perpindahan POVnya cepet & sengaja ga dikasih keterangan gitu jadi bacanya harus teliti & biar readernya nyimak alur cerita, karakter, & keadaannya dengan baik =]
    sekali lagi maaf ya kalo bikin bingung T_T

    terus…. iya, ini YAOI pg-15. jadi seperti yg dikatakan admin sebelumnya, tolong ya yg dibawah umur jangan coba2 masuk. peace ah =]]]

    thanks for reading and commenting! XDDD

  4. eeehh ad @pi_minoz coment .
    wakakakak *gk penting*
    chinguu ! FFnya bagus !
    gk ad 2min ya ? *nawar*
    apa akunya gk mudeng baca ? -,-
    ini OS apa sequel ya ? bngung sndiri .
    hhehehe

  5. setuju ma komen diatas, aku juga sering ketawa2 kalo baca ff yaoi.. wkwkwkwk

    hm… bingung ama POVnya, tapi ga masalah sih

    kereeeeeeeennn xD
    kasian taemin T___T

    lanjuuuuuut yaaa~
    itu cowo belom dijelasin minho apa bukan u.u jadi pnasaran ;P

  6. udah baca sequel.a dri pertama loh .
    baguus ! agak rumit sih tp bisa ngerti kq .
    huaa bayangin jjong kissing ama taesun *pletakk* haha
    lanjuut chingu 🙂

  7. Wkwk..yaoi.. Hehe..
    Ak g bs ngebyngin key jadi noona..haha… Oh ya, mino ntar suka taemin? Trus taemin suka mino? Huwee.. Btw, bgus.. 🙂

  8. wahahahaha ngakak pas baca bagian jongtae XD
    perasaan yg kmrn ga gini gini amat hahaha
    T_T taem ku sayang . . .kacian bgt dirimu x(
    ditunggu yak part selanjutnya ! 8D

  9. ihh si taem taem disini manjaaa + polos bgtt yaa kikiki~~
    makin cintaaaaaaaa hahahaii..

    hemm tapi aku rada bingung deh sm POV nyaa *???*
    tapi gapapa lanjutt lahhh ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s