Because I’m Fool

Because I’m Fool

Author            :           Park Kyungjin

Genre             :           Romance

Type               :           One Shot

Main Cast      :           SHINee – Lee Taemin

f(x) – Park Luna

SHINee – Lee Jinki

f(x) – Choi Sulli

Other Cast     :           Other SHINee & f(x) member

a/n                   :           FF pertamaku..

Jadi maaf ya kalau jelek sangat.. T_T

Buat eonni-eonni admin yang cantik dan baik hati,, trima kasih yang sebesar-besarnya.. 🙂



+++

“Ha!! Ketahuan kamu ya,, celingak celinguk di ruang latihan kami.. Mau intip siapa hayo??”

Aish.. Sial..

“Anni,, noona.. Tadi aku kebetulan lewat di dekat-dekat sini..”, kataku pada Victoria noona. Aduh, malu skali rasanya ketahuan ngintip. Dan kulihat wajahnya sedikit mengerut mendengar penjelasanku.

“Memangnya kau mau kemana??” tanyanya dengan alis yang juga ikut berkerut.

“Emm.. Itu.. Mau ke ruangan manajer hyung..” kataku dengan sedikit ragu.

“Bukannya ruangannya ada di lantai bawah? Ini kan sudah di lantai 2, apa kamu lupa?”

Akhhh!! Pabo.. Bisa-bisanya otak bodohku ini mengeluarkan alasan yang sama sekali tidak bisa membantuku itu. Selanjutnya aku harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini? Pabo!

“Oh, ne. Aku rasa aku salah jalan noona. Aku permisi dulu” Kali ini aku hendak memutar badanku, melangkahkan kaki, dan menjauh dari ruangan ini secepatnya. Aku tahu pasti Victoria noona tak akan percaya dengan penjelasanku. Namun baru beberapa langkah, Victoria noona kembali memanggilku.

“Taemin!!”

“Ne, noona??”

“Jangan bohong. Aku tahu, Taemin. Pasti kau kesini karena sengaja kan? Biar ku tebak, Luna?”

Bingo!

“Emm.. Anni..  Itu.. Noona..”

Well. Sekarang kurasakan keringat dingin meluncur dengan santainya di wajahku.

“Hahaha. Tak usah bohong, Taemin. Pasti kau suka sama Luna kan?”

Kali ini wajah kerutnya berganti dengan ekspresi geli. Dan aku sangat yakin kali ini pipiku memerah. Tapi mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur menyembunyikan semuanya. Menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya kepada Luna. Ya, kurasa aku menyukainya.

“Ah noona, jangan begitu. Aku menyukai Luna sama halnya dengan aku menyukai  personil f(x) yang lain.” kali ini kukatakan dengan sedikit tawa namun tetap dengan wajah yang terlihat meyakinkan. Dan tak lupa, segera beranjak pergi dari ruangan itu..

+++

(Luna P.O.V)

Melelahkan sekali. Setidaknya itulah yang kurasakan dan juga rekan segrupku. Kulihat pelatih kami sudah mulai mengemas barang-barangnya.

“Dengar semuanya. Besok kita berkumpul lagi di sini, dan mungkin besok adalah latihan terakhir kalian, mengingat minggu depan kalian sudah sibuk dengan promo album baru”

Entah mengapa kata-kata pelatih kami itu sedikit memberikan perasaan lega, mengingat perjuangan kami selama beberapa bulan ini untuk latihan akhirnya selesai juga. Namun sama sepertiku, personil yang lain cuma menanggapi dengan anggukan, kecuali Victoria eonni yang malah beranjak dari tempatnya menuju keluar ruangan. Dan sepertinya aku juga mau keluar sebentar untuk menghirup udara segar yang tak bisa kudapatkan di sini, sekalian untuk mencari minuman untuk membasahi tenggorokanku yang sudah kering.

Sebelum sempat membuka pintu, aku mendengar suara seorang namja yang sepertinya tidak asing di telingaku. Kuputuskan untuk berhenti sejenak sambil bersembunyi di balik pintu.

“Ne, noona??”

“Jangan bohong. Aku tahu, Taemin. Pasti kau kesini karena sengaja kan? Biar ku tebak, Luna?”

Sudah kuduga. Taemin. Namja menyebalkan  itu lagi, mau apa dia ke sini? Sepertinya dia sedang berbicara dengan Victoria noona. Tapi, tunggu dulu. Luna? Itu kan aku.

“Emm.. Anni..  Itu.. Noona..”

Ku dengar namja itu kembali menjawab dengan suara terbata-bata. Tidak seperti biasanya dia begitu. Yang aku tahu dia itu sangat cerewet dan menyebalkan. Tapi apa hubungannya denganku? Jangan-jangan dia mau cari masalah lagi.

“Hahaha. Tak usah berbohong, Taemin. Pasti kau suka sama Luna kan?”

Hah? Apa-apaan Victoria eonni berkata seperti itu. Cih, bisa ku tebak apa reaksi Taemin selanjutnya. Pasti dia akan tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Victoria eonni sambil memasang ekspresi jijik. Mana mungkin dia yang selalu menyebalkan itu suka denganku. Aish. Lebih baik aku menjauh saja. Bisa-bisa kepalaku jadi panas mendengar tawanya yang sangat sangat menjengkelkan itu.

+++

(Taemin P.O.V)

Dorm SHINee.

Aku, Minho hyung dan Jonghyun hyung lebih memilih untuk bersantai di sofa. Suasana begitu hening sampai tiba-tiba Minho hyung mulai bicara.

“Hyung, bikinkan aku makanan. Aku lapar” katanya dengan perut yang dipegang.

“Ya! Kau mau keracunan kalau aku yang masak. Yang benar saja” balas Jonghyun hyung dengan seringainya yang khas.

“Ngomong-ngomong, Key hyung kemana? Biasanya dia yang masak”

“Hei jangkung, kau masak sendiri saja. Key belum pulang, dan bisa ku tebak makhluk stylish itu sekarang sedang memilih-milih baju di mall. Aigo, setelah ku hitung-hitung, ia sudah 5 jam di sana” ujar Jonghyun hyung.

Tak lama kemudian suara berisik muncul dari arah dapur.

“KYAAAAAA!! Hey makhluk jelek, bikin apa kau di dapurku!! Cepat pergi!!Aigo, jangan mendekat, KYAAAAA!!”

Yah. Teriakan Onew hyung kini menjadi pusat perhatian kami. Namun kali ini kami sudah tidak begitu kaget karena kejadian ini sudah amat sangat sering terjadi. Kadang kami geli juga, Onew yang wajahnya penuh dengan kharisma seorang leader itu tidak lebih dari seseorang yang takut dengan makhluk kecil bernama tikus. Aku sendiri juga tidak tahu kapan tikus itu muncul di dorm kami.

Aku tidak begitu tertarik membantu Onew hyung untuk  mengusir tikus itu. Toh di usir pun dia akan kembali lagi. Aku kemudian membaringkan tubuhku ke sofa dan membenamkan wajahku dengan bantal.

Luna.

Tiba-tiba sosok itu kembali memenuhi pikiranku. Kurasa saat ini dia membenciku. Bagaimana tidak, tiap kali bertemu dengannya yang bisa kulakukan hanya menjahilinya. Dan terakhir kali aku menjahilinya, aku malah membuatnya menangis.

‘Gadis jelek. Gelang kamu bagus juga , sini biar kulihat!’

‘Jangan. Pasti kamu ingin menggangguku lagi bukan? Sudah kukatakan, aku tidak suka!’

‘Kamu ini berpikiran jelek saja, aku cuma mau lihat!’

Aku mencoba menarik gelang itu, namun ia tetap tak ingin memberikannya.

‘Sebentar saja!’

‘Jangan, Taemin!’

Dan yang terjadi selanjutnya, gelangnya putus. Ini semua betul-betul di luar dugaanku waktu itu. Yang kuingat, wajahnya tiba-tiba pucat. Kami terdiam cukup lama sampai akhirnya ia mulai berlari menjauh dari tempat itu. Dan kulihat ia berlari sambil menyeka air matanya.

Aku tahu gelang itu pemberian Onew hyung. Aku tak sengaja melihatnya saat Onew hyung memberikannya. Kulihat wajah Luna sangat senang waktu itu. Wajah yang tak pernah ia berikan saat berada di dekatku. Tapi kenapa ia mesti menangis saat gelang itu kurusak? Apa ia suka dengan Onew hyung dan sepertinya Onew hyung juga menyukainya. Lalu bagaimana denganku? Bukankah aku juga menyukainya? Aku sendiri juga heran, aku terus saja membuatnya merasa terganggu hingga membuatnya benci padaku. Bagaimana bisa aku melakukan itu semua padahal aku tahu bahwa aku justru menyukainya. Entah mengapa aku suka melihat wajahnya yang ditekuk saat menjahilinya, walau sebenarnya aku lebih suka melihat wajahnya yang tersenyum lepas saat menerima gelang itu.

Pabo. Taemin pabo.

+++

Besoknya di gedung SME.

Kulangkahkan kakiku dengan malas menyusuri koridor gedung ini. Seperti biasa, aku dan hyung-hyungku kembali ke gedung ini untuk latihan. Kesibukan kami sebagai boyband ternama tak pernah ada hentinya. Dari arah berlawanan kulihat Luna bersama dengan rekan girlbandnya beserta manajernya juga tengah berjalan menyusuri koridor. Baju kaos dan celana jeans selutut sudah menjadi ciri khasnya. Tanpa sadar Luna yang mulai berjalan mendekat terus saja kuperhatikan. Di sampingku kulihat Onew hyung tengah melemparkan senyum padanya. Ia menangkap senyuman itu, kemudian wajahnya mulai memerah namun tak lupa membalas senyum Onew hyung. Aku tak suka. Hatiku rasanya seperti teriris melihat pemandangan ini dan seketika pula pandanganku padanya berubah menjadi dingin.

Sesaat setelah itu pandangan kami bertemu, dan yang terjadi ia malah membuang muka dan mencoba mengalihkan pandangan dengan mengajak Sulli berbicara. Setidaknya itulah yang kulihat sampai ia benar-benar berlalu dari pandanganku.

+++

(Luna P.O.V)

Sesuai perkataan pelatih dance kemarin, ini adalah hari terakhir latihan kami. Hari ini latihan kami tidak begitu keras, bahkan selesai lebih cepat dari biasanya. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke dorm ditemani oleh manajer kami. Kami berjalan menyusuri koridor sambil sesekali memperbincangkan jadwal kami yang sangat padat bersama manajer. Namun dari arah berlawanan rombongan SHINee juga tengah menyusuri koridor, dan sepertinya mereka ingin latihan di ruangan mereka yang terletak di lantai atas ruangan kami.

Namja yang menyebalkan itu. Diam-diam ia kuperhatikan dengan ekor mataku dan tak lagi menyimak kata-kata manajer dengan baik. Dan kurasa ia juga sedang memperhatikanku. Saat kucoba untuk memastikannya, yang kulihat malah senyuman Onew oppa. Aigo, namja yang satu ini manis sekali. Ia juga baik skali padaku. Beda skali dengan Taemin. Ah, untuk apa aku memikirkan namja jelek itu. Lebih baik aku membalas senyum Onew oppa, dan kurasa pipiku mulai memanas. Namun entah mengapa pandanganku langsung kutujukan pada Taemin, dan memang benar. Ia sedang melihatku, tapi dengan tatapan dingin. Aish. Dia itu kenapa? Apa aku punya salah sampai ia harus memperlakukanku seperti itu? Dari pertama kali ku kenal ia sama sekali tak pernah berperilaku manis di hadapanku.

Pernah suatu ketika ia merusak gelang pemberian Onew oppa dan membuatku menangis. Aku sendiri juga menyesal telah menangis di hadapannya. Namun aku bingung, sebenarnya aku menangis karena apa? Apa karena ia telah merusak gelang pemberian Onew oppa yang selama ini baik padaku atau karena aku sendiri sudah tidak tahan dengan kelakuannya yang keterlaluan itu? Aneh, meskipun ia sering membuatku jengkel, sedikit pun aku tak pernah menyimpan rasa benci padanya. Aku bahkan mengharapkannya juga bersikap manis seperti Onew oppa.

Aigo. Luna, kau ini kenapa? Bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu. Tidak mungkin.

Kuputuskan untuk memalingkan pandanganku darinya dan mencoba mengajak Sulli berbicara. Aku sudah tidak tahan dengan tatapan dinginnya.

Setelah rombongan SHINee itu melewati kami, Sulli setengah berbisik padaku.

“Eonni, aku suka Taemin oppa”

“Apa?” kataku memastikan.

“Ssssthh. Jangan keras-keras eonni. Cuma eonni yang tahu. Iya, saya suka Taemin oppa”

“Oh, ne. Kalau begitu, kau coba saja dekati dia”

“Aku takut. Kalau dia tidak suka denganku bagaimana?”

“Apa salahnya kalau dicoba. Wah, aku sama sekali tidak menyangka..”

“Sssssttth. Jangan keras-keras. Aku malu eonni”

“Oh, mian Sulli. Ya sudah, kau harus semangat ^^”

“Gomawo eonni ^^”

Wajah Sulli kini memerah. Aku cukup kaget dengan pernyataannya. Tapi kenapa aku jadi sedih? Ya! Luna, kau ini ada-ada saja. Harusnya kau turut bahagia dan membantu Sulli. Tak terasa kami sudah sampai di depan gedung dan langsung manaiki van kami menuju dorm.

+++

(Taemin P.O.V)

Kami sudah latihan selama 1 jam dan pelatih kami memberi instruksi untuk beristirahat sejenak. Senyuman Onew hyung dan Luna tadi, aku jadi mulai penasaran dan memberanikan diri bertanya pada Onew hyung yang sedang duduk sendiri di pojok ruangan.

“Hyung..”

“Wae Taemin?” katanya sambil menutup kedua matanya. Sepertinya ia sangat kelelahan.

“Apa hyung suka dengan Luna?”

Seketika ia membuka matanya dan terlihat kaget. Namun akhirnya ia memjawab pertanyaanku.

“Oh, itu. Saya juga tidak tahu pasti kapan perasaan ini muncul. Dan yang kutahu, aku senang ada di dekatnya. Tapi, aku tidak yakin kalau dia punya perasaan yang sama denganku”

“Hyung, saya rasa dia juga menyukaimu”

Dan juga membenciku.

Ia terlihat senang dengan perkataanku barusan, dan sedetik kemudian aku mulai menyesal telah memberinya harapan.

“Oh ya? Tapi, darimana kau tahu?” katanya dengan tatapan penuh selidik.

Gawat. Jangan sampai dia tahu kalau selama ini aku sering memperhatikannya, mendapatinya menemui Luna secara diam-diam.

“Oh, itu hyung. Tidak sengaja aku melihat hyung senyum ke Luna waktu berpapasan tadi. Dari situ sepertinya aku sudah bisa menebak perasaan hyung ke Luna”

Fiuhh. Kali ini otak bodohku bisa berguna juga.

“Mwo? Aish, malu rasanya. Tapi sudahlah, untuk saat ini hanya kau saja yang tahu ya” ku lihat wajahnya bersemu merah.

Aku tidak bersemagat menanggapi permintaannya. Aku rasa aku sedang patah hati. Namun tak lama kemudian Onew hyung berbisik kepadaku.

“Taemin, kurasa sudah saatnya aku mengutarakan isi hatiku ini ke Luna”

Deg. Mendengar pernyataannya kali ini membuatku merasa tercekik.

“Oh. Kapan hyung?”

“Sore ini juga. Aku akan cari waktu yang tepat di sela-sela gladi nanti sore”

Aku cuma bisa menanggapinya dengan senyuman yang kupaksakan.

+++

(Luna P.O.V)

“Ingat ya, sebentar sore aku akan jemput kalian di sini. Jangan terlambat”

“Ne, eonni” jawab kami hampir bersamaan, dan tak lama kemudian mobil van kami menjauh bersama manajer, meninggalkan kami yang akhirnya berjalan dengan gontai menuju dorm.

Yah, begitulah kami. Dipenuhi dengan berjuta kesibukan. Seperti kata manajer tadi, sebentar sore akan ada gladi untuk Dream Concert besok. Di konser besar itu tidak hanya kami yang tampil. SNSD, SHINee, Super Junior, dan artis-artis ternama bawahan Lee Sooman lain yang malas kuingat satu-satu juga akan tampil. Untungnya kami sudah sering berlatih hingga kami juga tak perlu terlalu khawatir dengan penampilan kami nanti.

Setelah sampai di kamar, kulempar tas jinjingku dengan asal ke sudut ruangan, kemudian dengan sigap ku rebahkan tubuhku yang lumayan berisi ini ke tempat tidur.

Bayangan namja itu muncul lagi. Lee Taemin. Aku masih saja terus bertanya-tanya tentang dirinya. Dirinya yang seperti membenciku. Perlakuannya kepadaku selama ini sangat berbeda dengan perlakuannya ke orang lain, yang dengan tanpa sengaja memberikan kesan lain di hatiku.

Apa aku menyukainya?

Ah. Jangan bodoh Luna. Perasaanmu itu hanya omong kosong saja.

Dan selanjutnya pertanyaan-pertanyaan lain muncul dan memenuhi kepalaku hingga akhirnya membuatku tertidur.

+++

Kami mendapat giliran pertama untuk tampil di konser ini. Aku pun melangkahkan kakiku menuju tangga dan turun dari panggung raksasa ini. Rasanya agak letih juga padahal kami hanya membawakan satu lagu namun sungguh menguras tenaga. LA chA TA.

Tak lama setelah kami menuruni panggung, terdengar suara musik pembuka Ring Ding Dong. Oh, sepertinya SHINee mendapat giliran tampil setelah grup kami. Dari samping panggung dapat kulihat kelima namja berbakat itu tengah serius menghayati lagu mereka ditambah dengan gerakan dan ekspresi yang kuyakin dapat membuat noona-noona yang melihatnya jadi tak bisa tidur.

Lincah. Gesit. Lentur. Dan memukau.

Itulah kesan yang bisa kuberikan saat melihat si maknae itu bergerak mengikuti alunan lagu. Aish. Namja itu. Lagi-lagi aku menyadari diriku sedang memperhatikannya. Luna, kau semestinya sadar. Buat apa kau terus memperhatikannya yang sudah sangat jelas membecimu.

Akhirnya aku tersadar dari lamunanku saat mendengar suara tepuk tangan dari para crew. Sepertinya SHINee sudah selesai gladi dan dari belakang panggung terlihat eonni-eonni SNSD tengah bersiap-siap.

Aku memutuskan untuk pergi mencari rekan-rekan segrupku yang tadi terpisah denganku. Nah, itu dia. Aku menangkap sosok Sulli dan berjalan mendekat namun kemudian langkahku kuhentikan saat melihatnya tengah menghampiri seorang namja.

Ternyata Taemin. Aku baru ingat kalau ternyata Sulli menyukai Taemin. Dan dalam jarak yang tidak begitu jauh ini aku dapat melihat mereka berdua tertawa dengan sangat lepas. Aku jadi semakin yakin kalau si maknae itu betul-betul membenciku, dan sepertinya ia juga menyukai Sulli. Bagaimana tidak. Namja manapun pasti akan jatuh hati pada yeoja secantik Sulli.

Kurasakan ponselku bordering. Ternyata ada pesan.

Luna, bisakah kau ke koridor dekat toilet sekarang?

Ada yang ingin kubicarakan.

Ternyata dari Onew oppa. Apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan di tempat yang lumayang sepi itu? Kenapa perasaanku jadi tak karuan seperti ini, padahal ini bukan pertama kalinya Onew oppa mengajakku bicara di tempat sunyi tanpa ada yang tahu. Ah, lebih baik aku segera ke sana.

+++

“Oppa?”

“Eh, Luna. Mian mengganggumu sebentar, tapi ada hal penting yang ingin kubicarakan”

“Bicara saja oppa, tak usah sungkan begitu”

“Oh, ne. Mmmmm…….”

Aneh. Tak biasanya Onew oppa segugup itu. Ada apa sebenarnya.

“Ada apa oppa?”

“Luna, mianhae. Saranghae”

Apa? Aku yakin aku tak salah dengar. Saranghae? Aduh, bagaimana ini? Aku mendadak menjadi patung, diam membisu. Aku tak menyangka ia mengatakannya, langsung tanpa ada embel-embel sedikitpun. Aku betul-betul tak tahu harus bersikap apa untuk menghadapi situasi seperti ini sampai akhirnya ia kembali membuka mulut.

“Luna, aku tahu kalau aku terlalu terburu-buru, tapi, bisakah aku menjadi seseorang yang memiliki hatimu?”

Taemin. Entah mengapa saat ini yang muncul di kepalaku hanya bayang-bayangnya, padahal di depanku sudah jelas ada seseorang yang dengan tulus mengharapkan cintaku. Tidak, Luna. Tidak seharusnya kau memikirkan namja itu. Namja itu lebih menyukai orang lain. Kau hanya membodohi dirimu dengan angan-anganmu itu.

“Ne, oppa”

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Ya. Aku menerimanya. Hidupku mungkin akan lebih bahagia bila bersamanya. Sudah saatnya aku berhenti untuk memikirkan namja menyebalkan itu.

Dengan seketika Onew oppa memelukku. Aku hanya bisa membenamkan kepalaku di dalam dekapannya, berharap keputusan yang ku ambil ini sudah tepat.

+++

(Taemin P.O.V)

Aku tengah asyik bercanda dengan Sulli namun tiba-tiba aku menangkap sosok Luna yang sedang tergesa-gesa.

“Sulli, aku permisi ke belakang sebentar ya”

“Ne, oppa” katanya dengan senyum yang begitu manis.

Aku meninggalkan Sulli dan bergegas mengikuti Luna. Aku terus saja mengikutinya hingga akhirnya ia berhenti di ujung koridor dan menyapa seorang namja yang kelihatan menunggunya. Aku memilih bersembunyi di belokan koridor yang tak jauh dari tempat mereka.

“Oppa?”

“Eh, Luna. Mian mengganggumu sebentar, tapi ada hal penting yang ingin kubicarakan”

Oh, ternyata lagi-lagi ia menemui Onew hyung secara diam-diam.

“Luna, mianhae. Saranghae”

Deg. Onew hyung menyatakan perasaanya ke Luna. Aku mendengarkannya dengan perasaan yang tercabik-cabik.

“Luna, aku tahu kalau aku terlalu terburu-buru, tapi, bisakah aku menjadi seseorang yang memiliki hatimu?”

“Ne, oppa”

Jawaban itu seketika membuat tubuhku dingin dan saat kucoba untuk mengintip lagi, ia sudah ada dalam pelukan Onew hyung. Cukup. Aku sudah cukup hancur sekarang.

Kuputuskan untuk berbalik dan pergi menjauh, namun setelah kuputar tubuhku dengan susah payah dan belum sempat melangkahkan kakiku, kulihat sesosok yeoja yang tengah menatapku nanar. Sepertinya ia sudah ada di tempat itu sejak lama tanpa ku sadari.

“Apa yang kau lakukan Sulli?”

“Aku yang harusnya bertanya kenapa oppa begitu tertarik membuntuti Luna eonni. Kau menyukainya?”

“Anni, Sulli. Anni!”

Jawabku dengan gugup dan keringat yang kini bercucuran di wajahku.

“Jangan bohong, oppa. Aku sudah sering melihatmu begini. Oppa, kenapa kau lebih suka mengejar yeoja yang jelas-jelas menyukai orang lain. Buktinya, sekarang ia sudah menjadi milik Onew oppa. Tidakkah kau tahu kalau ada seseorang yang lebih membuka perasaannya untukmu?”

Kulihat setetes air mata membasahi pipinya. Ah. Bodohnya aku ini. Sudah dua kebodohan yang kulakukan sekaligus. Pertama, aku tidak berani menyatakan perasaanku kepada yeoja yang kusuka hingga akhirnya ia menjadi milik orang lain. Kedua, aku malah membutakan mataku padahal selama ini ada seorang yeoja yang tulus menerimaku dan sekarang aku malah membuatnya menangis. Pabo.

Aku tidak ingin melanjutkan kebodohan ini. Tanpa pikir panjang ku tarik ia dalam pelukanku dan kubiarkan ia menangisi kebodohanku ini. Sulli, menangislah sampai puas. Tapi setelah ini, aku tidak akan membiarkanmu menangis karena kebodohanku lagi.

THE END

Hehehe.. Alamak.. Jelek nian ya?? Jadi malu..

Makasih nih yang udah mau baca ff perdanaku.. ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “Because I’m Fool”

  1. Walopun ini ff pertama tapi menurutku uda bagus lho 😀
    Dari bahasa yang kamu pake di ff ini, bahasanya ga ribet dan gampang di ngerti…
    Nice ff chingu..

  2. aaa bagus ff nya! Biasanya aku gak terlalu suka kalo shinee di pair ama girlband lain di ff, tapi yang ini bagus deh! Keren!

  3. Ff yg bagus ! Ga ada yg blang jelek kok !
    Tp knp ceritanya sampai situ aja ? Trus gmn kelanjutan onew-Luna & taemin-Sulli ?^banyak nanya lu ^
    pokoknya,sukses selalu deh…^gaje^

  4. FF NYA GAK JELEK KQ..

    MENURUTKU BAGUS CERITANYA..

    sayangnya, taemin sama sulli…
    tapi gk ap” la…
    q suka liat pairing taemin&sulli

    GOOD JOB AUTHOR !!

  5. Ff.Y keren deh..
    sukasukasuka..

    aku kira taem akhr.y ma luna,krn ku kira si luna punya prasaan yg sama ma taem..
    tak tau.y end.y ma sulli..hhe
    bner2 bhaya yakh klw org gak cpet2 ngungkapin prasaan.y klw suka ma ssorang,wlwpn dah saling suka tp klw gak diomongim yah hsil.y bsa kea cnta.y taem n luna..

    nice fic chingu..
    ^^

  6. ff pertama bagus,,,
    masih mending masih mau buat hehehe….*ktauan blum prnah ngrim ff*
    seru lho tapi knpa onew-luna lbih suka onew-victoria…#abaikanlah

    suka suka suka…^^

  7. aaaaaaaa..
    aku senang aku senang aku senang!! >.<
    ternyata banyak yg suka.. ^^
    wah wah,, mo sekuelnya ya??
    waduh,, liat nantilah..
    soalnya ku benar2 author yg pabo.. buktinya,, baru bisa balas komen skrg.. hhuhuhu..
    maklumlah,, sy skrg lg ad d tempat terpencil yg jaringan internetnya bikin gondok..
    ni saja ol nya pake hape.. hhuhuhu.. betul2 author pabo..
    mian chingu g bs bls komennya satu2,, ini aja udah susah.. T___T
    *kok malah curhat*
    gomawoo yaaa.. *hugs reader*

  8. huweeeeeeeeeee aku agak g tega baca kalo onew oppa peran nya kaya gini >.<
    tapi bagus beneran, walaupun… gimana ya bhs nya?
    mengenaskan? *halah kaya horor*
    menyakitkan? *ah terlalu biasa*
    yah pokok nya gitu lah hehe
    niiiiiiiiiiiice ^^

  9. akhirnya taem ama sulli kan? ahahahaha~~ aku suka taem ama sulli xD

    bagus kok ceritanya^^
    kasian juga, tapi setuju banget ama cerita ini…
    cinta kan ga harus memiliki (;

    hm,,, aku agak ngrasa anehnya ama pergantian kata aku n saya… kayaknya bagusan kalo pake aku ya aku terus, jangan diganti saya… hehehe~ *author: ga penting amat sih ni orang* hohohoho
    tapi itu ga masalah n ga mengurangi kualitas cerita kok ^^

  10. aaaa aku suka taemin-sulli! buat lg dong ..kalo udah tlg share ke twitter aku say @MsGyu ..hehe gomawo *bow*

  11. Taemin oppa, tidak tahukah kau aku membuka hatiku padamu? oppa, aku padamu –> stress ignore saja

    nice ff. selamat yaa 😀

  12. bagooosss..!!!! d*_*b

    tapi endingnya ngegantung dikit.

    akhirnya Sulli sama Taemin? Taemin bener-bener sayang sama Sulli?

    and and,

    Luna juga bener-bener sayang sama Onew?

  13. ceritanya kereeen :-bd cuma knp akhirnya si taemin sm sulli bukan luna hehehe aku kira akhirnya sulli sm onew taemin sm luna tp selebihnya ceritanya bagus bngt ko 🙂

  14. waaaaa…….. Onew ama Lunaa…. aku suka bgt ceritanya. dah lama cari FF main castnya Onew ma Luna.. hehe thx ya author.. wlaupun awalnyaa sempet marah marah aku kira endingnya Onew bakal patah hati luna jadian ama taemin hehe
    mudah-mudahan luna sayang beneran ama Onew.. haha Author Hwaiting!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s