TOCHI – Part 7 (End)

Cast :
Choi Minho SHINee / Incendiu
Kang Siyoung/ you
Kim Key bum SHINee / Dzayn
Lee Jinki/ Onew SHINee / Vady
Kim JongHyun SHINee / Povitrya
Lee Taemin SHINee / Lumina
Shin Hyosoo / me
Nichole / Saihi Fenrir (kalau yang ini aku pake nama girlband cz udah g kepikiran nama korea lagi)

*****

Minho pov

Kami membuka pintu besar yang ada dihadapan kami. Ternyata benar, Siyoung memang berda disana bersama Nicole duduk di sebuah meja makan.
Menyadari kehadiran kami Siyoungpun berdiri dan langsung berlari kearah kami. Aku sempat mengamatinya dengan pakaian yang tidak biasa dia kenakan, ‘terlihat sangat anggun dan cantik’ pujiku dalam hati.
“selamat datang teman lama” sapa Nicole yang berdiri ditempatnya.
Dia terlihat sangat berbeda dari Nicole yang kukenal dulu, Paling tidak dulu wajahnya penuh dengan senyum.
“sudah lama kita tidak beretemu ya……
Incendiu, Dzayn, Vady, Povitrya dan sikecil yang imut Lumina” dia menyebutkan nama kami satu persatu dengan menganggukkan kepalanya kemasing-masing ke kami.
Aku menatap Kimbum sebentar, aku tahu betul apa perasaanya kepada Nicole dulu.

“jadi ini pilihamu Tochi,,,,, mati bersama orang-orang bodoh seperti mereka” aku bisa merasakan bagaimana bencinya Nicole terhadap kami.
“baikalah kalau memang ini maumu” tepat setelah dia mengucapkan itu, pintu-pintu besar yang lain terbuka dan muncul beberapa pasukan manusia dengan pandangan kosong. Berkumpul, mendekat kearah Nicole.
Dia ternyata sudah memepersiapkan ini semua, dia memebentuk pasukan manusia agar kami tidak bisa berkutik. Dia tahu benar kalau kami tidak akan menyakiti manusia dengan kekuatan kami. Kami sendiri datang kesini tanpa persiapan apa-apa bahkan masih memakai seragam. Dan lagi cahaya matahari yang semakin lama semakin meredup menandakan kalau gerhana matahari mulai terjadi, dan itu artinya Saihi Fenrir akan semakin kuat dengan menyerap energi negative manusia saat kegelapan menyelimuti bumi.

End of Minho pov

Hyosoo pov

Supir taxi ini seperti orang yang tersihir, pandangannya kosong tapi dia masih menyetir dengan benar.
“ajussi, ajussi!!! Tolong berhenti, putar balik mobil ini” Aku memanggilnya beberapa kali tapi dia sama sekali tidak mendengarku, aku ingin sekali ikut dengan mereka dan bertemu dengan Siyoung memastikan kalau dia baik-baik saja sekarang.
Aku menggerak-gerakkan tubuhnya dari belakang, tapi dia tetap tidak menggubrisku. ‘tidak ada cara lain’ aku membuka pintu taxi itu dan melompat keluar.
Tubuhku sempat terguling dan jatuh tapi aku bangkit lagi dan berusaha berlari kembali kerumah Nicole.

End of Hyosoo pov

Your pov

Pertarungan berlangsung sangat cepat disini, kami kalah dalam jumlah dan juga kami sungguh tidak bisa berkutik tanpa persiapan apa-apa. Kamipun dikalahkan dengan sangat mudah, masing dari kami diringkus dua orang prajurit sekarang. Dan Nicole tertawa senang melihat kami lemah tak berdaya.
Dan disaat bersamaan cahaya matahari benar-banar menghilang.
“sudah terjadi” kata Jinki yang diringkus disamping Jonghyun.
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Jinki, aku menatap Minho yang diringkus disamping kananku. Berusaha menanyakan hanya dengan pandangan mata.
“gerhana matahari total, dia akan menyerap seluruh aura negative manusia yang tercipta saat dunia dalam keadaan gelap” Minho menjelaskannya padaku dengan wjahnya yang babak belur.

*****

Angin berhembus sangat kencang didalam rumah, genting-genting diatap rumah mulai terbang satu persatu dari tempatnya. Dan pusaran awan gelap terbentuk tepat diatas kepala Nicole, perlahan mulai menyatu dengan diri Nicole. Seperti yang dikatakan Minho dia menyerap seluruh aura negative manusia dibumi.
Setelah proses penyerapan selesai, matanya berubah menjadi hitam pekat terlihat aura kejahatan yang sangat kuat disana.
“Incendiu” panggilnya kepada Minho dengan suara yang menggelegar.
“kau akan merasakan apa yang kurasakan dulu” sambungnya.
“bunuh saja aku, kalau itu memang maumu” tantang Minho tanpa rasa takut sedikitpun.
“kau pikir semudah itu, kalau kau mati begitu saja. Aku belum puas melihatmu menderita
Aku akan membenuh perlahan-lahan si Tochi ini dengan begitu kau akan merasakan sakit yang luar biasa baru setelah itu aku akan membunuhmu” dia menunjukkan niatnya.
“Nicole, aku tahu ini bukan dirimu yang sebenarnya. Sadarlah Nicole. Hentikan semua ini” teriak Kibum.
“sudah terlambat Dzayn. Tapi kau tenang saja aku tidak akan menyakitimu. Karena kau yang selalu baik padaku” ucapnya dengan memandang Kibum yang diringkus disamping kiriku.

Dia mengarahkan tanganya kearahku hendak melakukan serangan ‘kejadian ini sama seperti 15 tahun yang lalu’ bayangan itu terbentuk jelas dikepalaku. Aku memejamkan mata bersiap menerima serangannya. Tapi setelah aku menunggu aku tidak merasakan apapun malah aku mendengar sebuah tubuh yang terpental ketembok dan teriakan Kibum
“Hyosoo” dia meneriakkan nama unnieku. Aku langsung membuka mataku dan yang kutemuakan tubuh unnieku tidak berdaya jauh dari hadapanku. ‘dia yang menahan serangan itu, unnieku yang selama ini jarang bicara denganku sekarang melindungiku’ air mataku jatuh tak terlahan lagi. Hatiku sungguh kacau rasanya ‘aku sudah kehilangan ummaku dan sekarang apakah aku juga akan kehilangan unnieku. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang bisa aku lakukan untuk mengalahkan Saihi Fenrir itu? Aku tidak mau kehilangan orang yang kusayangi lagi kerena….. banyak sekali orang-orang yang menyayangiku didunia ini’ aku menutup mataku lagi mengingat ucapan Jinki “kau hanya perlu bersinar” aku mengulangnya dalam ucapanku.
Aku dapat mersakan tubuh melayang keudara, terlepas dari pegangan kedua prajurit itu. Aku masih menutup mataku aku benar-benar merasakan kalau aku sedang bersinar sekarang. Aku seperti menyerap energi negative disekitarku dan menetralkannya kembali.

End of Your pov

Kibum pov

“Hyosoo” teriakku sekencang-kencanganya, saat tahu dia menghalangi serangan itu. ‘apa yang dia lakukan? Kenapa dia bisa sampai kesini? Dia…….mengkorbankan dirinya demi saengnya’
Aku menangis untuk yang peratama kalinya, sekuat tenaga aku melepaskan cengkraman para prajurit itu dan bergegas menuju dimana tubuh Hyosoo jatuh tak berdaya. Aku mengambil tubuhnya dan meletakkan dalam pelukanku. Dia sempat membuka matanya dan tersenyum padaku, namun sekarang dia tak sadarkan diri. Nafasnya sangat lemah.
Amarahku tak tertahankan lagi, tapi saat aku melihat kearah Nicole dia terlihat tersiksa karena Siyoung yang terbang keatas tanpa sadar sedang menyerap kekuatannya perlahan.
“dia berhasil menjadi seorang Tochi yang artinya adalah penerang. Dia bersinar sekarang, dia penerang dalam kegelapan”

End of Kibum pov

Minho pov

Siyoung……….. dia berhasil, aku sudah yakin dari awal kalau dia akan mamapu melakukanya, mengalahkan Saihi Fenrir dan menyelamatkan dunia.
Aku melihat tubuh Nicole yang tidak berdaya di lantai karena seluruh kekuatanya telah diserap oleh Siyoung, dan kemudian tubuhnya berubah menjadi abu dan terbang perlahan keudara yang tersisa hanya pakaianya sekarang. Para manusia yang menahan kamipun mulai terbebas dari pengaruh Nicole dan melepaskan cangkraman mereka.
Kami semua berdiri, melihat keatas dimana Siyoung sedang bersinar indah diudara dan mataharipun mulai menampakkan wajahnya kembali.
“semuanya sudah berakhir” gumamku pada diri sendiri.

Tapi saat aku melihat Siyoung lekat-lekat, ‘semua ini belum berakhir’ dia tidak kunjung membuka matanya. Dia……..kehilangan kendali, dia tidak kunjung berhenti bersinar dan udara disekitar kami berubah semakin panas. “gawat!!! Kalau ini dibiarkan”
Aku melihat kearah Jonghyun, dan dia mengerti apa yang dia harus lakukan. Dia menggunakan kekuatan udaranya untuk menerbangakanku kearah Siyoung dan perlahan aku mendekatinya. Berada tepat dihadapannya, memandangnya ‘cukup siyoung, hentikan ini semua’
Aku melakukan hal yang sama saat dia kehilangan kendali disekolah. Aku mendaratkan bibirku tepat diatas bibirnya, menciumnya lembut dan sekarang aku lebih menikmatinya sebagai sebuah ciuman bukan pertolongan untuk menghentikkinya karena kehilangan kendali.
Aku dapat merasakan tubuh kami berputar diatas udara, dan kulihat perlahan dia mulai membuka matanya. Dia menatapku bingung, dan aku malah menggerakkan kepalaku kesamping semakin menikmati ciumanku itu.

End of Minho pov

*****

Keesokan harinya,

Hyosoo pov

“unnie, unnie….. kau sudah sadar” aku mendengar suara yang sangat kukenal ditelingaku, akupun membuka mataku perlahan merespon suara itu. Samar-samar aku melihat sosok Siyoung sedang memandangku penuh senyum. Kemudian dia memelukku yang berbaring, dalam pelukannya aku melihat kesekitar, ada peralatan pengobatan komplit ‘dirumah sakit’ aku juga melihat umma dan appa disini, juga ada Minho, Jinki, Jonghun, dan Taemin, sedang berdiri menatapku yang dipeluk Siyoung. ‘tapi………..mana Kibum?’ aku teringat sebentar sebelum aku tidak sadarkan diri, aku sempat melihat Kibum menangis.

“syukurlah unnie sudah sadar, aku sangat mencemaskanmu. Aku pasti tidak berhenti menyelahkan diriku kalau sampai terjadi sesuatu padamu” ucap Siyoung sembari melepaskan pelukannya. Aku sadar apa yang dikatakan Siyoung itu karena ulahku kemarin. Aku bahkan tidak berfikir kalau akan selamat hari ini. Aku menggerakkan tubuhku untuk bangun tapi punggungku terasa sangat sakit.
“sayang , kau belum bisa bangun karena tulang punggungmu retak akibat benturan keras dengan tembok kemarin” jelas ummaku yang menahan tubuhku untuk bangun.
“unnie aku merasa bersalah atas apa yang menimpa unnie, seharusnya unnie biarkan saja aku…….” Aku mencegah ucapannya itu dengan tanganku yang lemah.
“gomawo Siyoung,,,,,,,gomawo karena telah merawatku” balasku padanya. Dia menangis mendengar ucapanku itu.
“sudah saatnya Siyoung” kata Minho dari belakang Siyoung. Saatnya apa? Aku memperhatikannya dan baru menyadari kalau pakaian yang dikenakannya sangat aneh dan bukan Siyoung saja mereka berempat juga.
“ada apa Siyoung?” tanyaku memastikan. Dia menundukkan kepala dan menangis.
“Hyosoo kami semua harus pergi, tugas kami disini sudah selesai” jelas Jinki perlahan.
“terus???” sambungku. Dan Siyoung masih menunduk.
“Hyosoo, Siyoung akan ikut bersama mereka juga. Karena…..kau tahu kan kalau dia seorang Tochi, dia bukan lagi manusia biasa seperti kita. Akan berbahaya kalau dia tetap dibumi” jelas appa padaku. Aku merasa beban yang berat jatuh menimpah jantungku. ‘aku baru akan memulai segalanya dengan Siyoung dan sekarang dia harus pergi?’ air mataku jatuh dengan sendirinya.
“unnie maafkan aku, tapi aku selalu menyayangi unnie lebih dari apapun” ucap Siyoung dengan memelukku lagi.
Minho memegang pundah Siyoung dari belakang, dan perlahan Siyoung melepaskan pelukannya dariku dan bangkit berdiri. Dia memberikanku sesuatu, amplop berwarna merah muda.
“ini dari Ki oppa, dia tidak bisa menyerakan langsung kepada unnie” setelah mengatakannya dia dan yang lain berjalan kebelakang.
‘selamat tinggal unnie, jika unnie rindu padaku tataplah langit maka aku akan muncul” dia melambaikan tangannya dan kemudian perlahan menghilang bersama yang lain.
Aku menatap dimana Siyoung menghilang berharap dia kembali, tapi tidak terjadi apapun. Dia benar-benar pergi. Air mataku mengalir semakin deras tak terthankan lagi. Aku menatap amplop yang kupegangi ‘dia bahkan tidak berpamitan denganku.

*****

Satu minggu kemudian.

Hari ini aku keluar dari rumah sakit, dan meskipun begitu aku harus tetap memakai kursi roda sampai keadaanku benar-benar sembuh.
Aku sekarang sudah berada dikamarku ‘rumah ini sepi tanpa Siyoung’ aku menjalankan kursi rodaku kearah balkon kamarku.
Aku menatap langit seperti yang dikatakan Siyoung padaku.
“baru satu minggu aku sudah sangat merindukanmu Siyoung” ucapku sambil tersenyum campur menangis.
Dan tak lama setelah itu, aku melihat bayangan wajah Siyoung dilangit. Dia tersenyum padaku seolah berkata ‘aku menyayangimu unnie, aku tidak akan pernah meninggalkanmu’ langsung senyumanku semakin mengembang bersamaan dengan air mataku yang jatuh diatas tanganku.
Aku melihat kearah tanganku yang disana sedang memgang amplop dari Kibum, sejak diberikan Siyoung sampai hari ini, amplop ini sama sekali belum aku buka.
Dan entah kenapa aku merasa kalau hari ini hari yang tepat untuk mebukanya.

Dear Mie Remen,

Mian …….
Mungkin saat kau baca surat ini, aku sudah tidak ada bersamamu. Aku menulis surat ini untuk membalas suratmu yang waktu itu.
Kau salah kalau aku tidak akan memandangmu, aku selalu melihatmu meski tidak kau ketahui dan juga…….
Aku mencintaimu Hyosoo,
Aku juga sudah memaafkanmu karena sudah membaca buku Diaryku tanpa ijin tapi kalau lain kali kau mengulanginya, kau tidak akan kumaafkan.
Ha..ha…ha….bercanda, aku bahkan tidak akan keberatan kalau kau baca tiap hari karena aku juga ingin berbagi isi hatiku denganmu
Mau kah kau untuk itu???
Saat ini saku edang menjalani proses pencabutanku sebagai Kstria langit untuk bisa jadi manusia biasa. Dan saat itu tiba aku akan menanyakan jawabanmu.
Sabarlah sebentar, aku kan segera kesana Hyosoo

Dzayn
Atau yang biasa kau panggil
Kibum

Aku senyum-senyum sendiri membaca surat dari Kibum ‘aku akan selalu menanti hati itu Ki, selama apapun itu. Karena aku sangat mencintaimu’

The End

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “TOCHI – Part 7 (End)”

  1. Hiks hiks,sediiiih.
    Tpi kreen bget.
    Aq ska ff nich.

    Kalo ntar key jd manusia,aq jg mw(mata lgsg bntuk love2 gt)
    *author:enk aj,w jg mw x*
    ea deh,ngalh yg lbh tua.
    Hahahaha.
    Dtunggu ff slnjtny ^^

    akhrny bsa komen pertma.
    Yes!

  2. kyaaaaa…..udah part terakhir……..author…ff na seru …seru……tapi kok endingnya agak ngegantung sih, apa ada sesion 2 nya juga…????*ngarep…..*…..
    ih…adegan minho ama siyoung…ngingetin aku ama adegan kagome ama inuyasha, pas inuyasha lagi gak sadar gara2 pengaruh siluman..*lah kok ngomongin kartun sih*ketahuan klo reader suka nonton kartun*……
    aaaaaaa…..daebaklah…..author…ff slanjutnya aku tunggu yah….anneyong….

  3. kok udah END siih???
    asik asik key jadi manusia, tpi siyoung nya ke dunia laen…
    tpi gak pappa, heepi ending…

    pertama-tama aqu pikir hyosoo matti,,,,untung saja tidak…

  4. Komen kugabung ya eoon~~

    kok aku suka ya sm nih ff ??
    tapi knp komennya dikit ??
    knp like nya “just me” ??
    PADAHAL KAN NI FF KEREEEEEEN!!

    lanjuuuttt

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s