SHAWOL AND ME – PART 14

SHAWOL AND ME PART 14

AUTHOR : NIA

2010  ©SF3SI

Continue reading SHAWOL AND ME – PART 14

Advertisements

STRANGE STORY

STRANGE STORY

N.A : Hey..ini kumpulan drabble aku tapii bergenre comedy. Aku mencoba bikin yang beda habisnya drabbleku kebanyakan yang romance. aku buat ff ini waktu lagi nunggu sms dari LIA. jadinya aku buat ff yang gak jelas seperti ini. semoga kalian suka. dan kalau mau baca drabble ini harus dengan dampingan orang tua. jadi jangan kalian tiru semua perbuatan yang ada didalam ff ini. oke?

Continue reading STRANGE STORY

Hard To Say “I Love You”

Tittle: Hard to say ‘i love you’

Main Cast: Choi Minho and u

genre: oneshoot, romance

authir : suci

ini terinspirasi dari mvnya hello.. tapi kayanya ini bukan songfic.. so enjoy guys.. ^^

jangan lupa comment ya..

Sudah sebulan semenjak aku melihatnya di sekolah ini. Ahh… wajahnya begitu indah, membuat setiap orang yang melihatnya damai. Tapi memang aku pengecut sehingga tidak pernah berani menyapanya. “ya!! Kau masih hanya melihat saja?” tegur  kibum, dia adalah teman baikku. “haah.. aku tak berani key” ucapku pasrah. Ya bagaimana lagi? Aku memang terlalu pengecut untuk berkenalan dengannya.

“ya, sudah. Tapi focus dong dengan permainanmu. Kalau kau begini terus kita bisa kalah nanti, katanya ketua tim basket, keren, cool tapi kenalan dengan seorang yeoja saja ga berani” goda key sambil pergi meninggalkanku yang masih memerhatikan yeoja cantik itu. Ya, aku memang tidak focus untuk pertandingan basket  besok. Hahahaha.. bahkan key saja sudah menegurku, aku pun berlari mengejar key yang hendak memasukan bola ke ring.

****

Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan tiduran di kamar. Besok adalah hari pertandinganku, tapi yang ku pikirkan malah yeoja itu. Aisshh… ada apa denganmu Choi minho?? Aku jadi teringat waktu pertama kali melihatnya.

Flash back

“Awaaasss!!!” teriak seseorang kearahku. Aku yang bisa di bilang sedang sibuk mendengarkan lagu di ipodku hanya bingung, karena tidak tahu seruan itu di tujukan pada siapa. Aku pun langsung melepas headphoneku dan menengok ke asal suara. Ternyata seorang yeoja sedang berteriak kearahku dari atas sepedahnya. Mukanya terlihat panic. Aku yang baru menyadari situasi sebenarnya hanya bisa berteriak.

BRUGHH!!!

Sesuatu yang berat menimpa tubuhku. Yang pasti aku merasakan ada roda di dekat tumitku. Tapi, aku merasakan sesuatu yang empuk di dadaku. Aku pun membuka mataku, dan betapa kagetnya ternyata yeoja tadi jatuh di atasku. Aku dan dia saling bertatapan. Matanya begitu indah, kulihat wajahnya sudah merah neomu kyeopta hahaha. Dia pun bangkit dari tubuhku. Aku pun menyingkirkan roda depan sepedahnya dari tumitku, dan mengambil sepedanya.

“Mianhae..” ucapnya sambil menundukan kepalanya. Lucu sekali yeoja ini. Aku pun menyerahkan sepedahnya sambil tersenyum. “lain kali hati-hati agesshi” ucapku dengan senyum. Sekaranng wajahnya sedikit terangkat, aku pun bisa melihat wajahnya yang begitu cantik.

DEG! Ada apa ini? Kenapa aku jadi deg-degan gini?

“Mianhae..” ucapnya sambil mengambil sepedahnya dan langsung pergi buru-buru. “YA!! Agesshi jamkanman!!” teriak ku. Tapi sepertinya dia tidak peduli dengan teriakanku.

End of Flash back

Sejak kejadian itu aku tidak bisa melepas pikiranku tentangnya. Key sudah berkali-kali menolongku untuk berkenalan. Bahkan dia mencari-cari info tentang yeoja itu untukku, dia memang sahabt ku yang baik hahaha. Aku pun memutuskan untuk tidur lebih cepat. Karena baesok aku harus bertanding, dan aku berharap ‘dia’ menontonku dan mendukungku.

***

Saat aku sedang melakukan pemanasan aku melihatnya duduk di banu penonton. Ommo!! Ternyata dia menonton. Entah dari mana tiba-tiba saja semangatku datang.

Beberapa menit setelah itu pertandingan dimulai. Aku mendengar dia menyorakan tim kua dan NAMAKU!! GAAHHH… itu membutaku semakin bersemangat. Awalnya tim kami ketinggalan jauh di set pertama. Tapi, karena aku mendengar suaranya meneriakan namaku berkali-kali aku pun menjadi sedikit ‘liar’ mungkin? Aku pun berusaha keras mengejar ketinggalan dan PRIIITT!!!

Tanda permainan telah selesai dan sekolah kami menang. Yeay!! Aku sangat senang, ku lihat dia juga senang dan berpelukan bahagia dengan chingunya. Aku melihat kearahnya, dan ‘dia’ juga melihat kearahku. Aku tersenyum lembut kulihat ‘dia’ menundukan kepalanya malu. Dan langsung pergi dari lapangan. Aku yang hendak mengejarnya, malah di tahan oleh teman-temanku yang menyelamatiku dari tadi.

Key memberitahu kalau kita akan merayakan kemenangan kami di taman ria. Apa-apaan timku ini? Memilih tempat yang kekanak kanakan begini hahaha.. ya sudahlah ikut saja.

****

Aku bosan mengikuti bocah-bocah itu (anggota tim basket), mereka bermain di setiap arena seperti anak kecil. Aku pun mengajak key untuk menemaniku jalan-jalan. Untungnya key juga bosan dengan tingkah laku timku, sehingga kami berdua jalan-jalan.

Saat kami melewati sebuah stand permainan ‘tembak dapat’ *author ngarang bebas* aku melihat 2 orang yeoja sedang berargumen sengit, yang satu sedang memohon dan yang satu lagi sepertinya tidak peduli sekali.

Saat aku menyadari salah satu dari ke2 yeoja tersebut adalah ‘dia’ aku pun menghentikan langkahku. Key yang menyadari itu langsung menengok ke arahku dengan tatapan bingung. Tapi saat dia mengikuti arah pandanganku dia mengerti apa yang kulihat.

“ayolah.. memangnya kau tidak kasiha padaku??” ucap ‘dia’ manja kepada temannya “YA! Kau ini memangnya masih kecil? Masa merengek untuk sebuah boneka?” ucap temannya gondok “aisshh.. bonekanya kan lucu, besar dan warnanya putih.. ayolah..” ucap ‘dia’ sambil memohon “Aishh.. kau itu kalau meminta barang seperti itu pada namja chingumu saja” ucap temannya dan berjalan pergi meninggalkan ‘dia’ yang sedang kesal.

Kyeoptaaa~ aku sangat suka ekspresinya. Aku pun tersenyum melihat sikapnya yang manja pada chingunya. “hey! Jangan senyum-senyum begitu…” tegur key.. aisshh anak ini mengganggu saja. “ikut aku!” aku menarik lengan key ke tempat permainan yang tadi ‘dia’ dan temannya kunjungi.

Aku melihat boneka yang tadi ‘dia’ inginkan, aku pun bermain supaya mendapatkan boneka itu. Ya, aku harus mendapatkannya. Karena ini satu-satunya cara supaya aku bisa berkenalan dengannya.

****

Hari ini adalah hari minggu. Ahh.. aku taksabar ingin bertemu dengannya. Aku pun melajukan mobilku kerumahnya dan tidak lupa membawa boneka yang aku menangkan semalam hahaha. Ternyata ada gunannya juga key mencari tahu tentangnya, sampai aku tahu dia  tinggal dimana kekeke~

Sekarang aku sudah di depan rumahnya. Au tarik napas dalam dalam dan keluarkan dengan perlahan “Huuuhh…haaa..” aku membenarkan penampilanku. “hmm rambut, ok. Muka, ok. Mulut hmm, harumm” gumamku pelan. Aku pun menyiapka mentalku, lalu aku turun dari mobilku.

Aku memencet bel rumahnya. Aku kembali ke mobilku dan mengambil bonekanya. Dan berlari kecil ke depan pintu rumahnya. Kusembunyikan wajahku di balik boneka.

Kreek. Aku mendengar suara pintu terbuka. Deg..deg.. omo kenapa aku jadi grogi begini. Aku pun menenangkan diriku. Aku pun menengokan kepalaku dari sebelah kiri beruang. *kaya main cilukba gitu deh..*

Aku melihat wajahnya yang bingung saat melihat boneka besar di hadapannya, dan wajahnya semakin lucu saat melihat ku yang muncul dari balik boneka.. hahhaa kyeopta~ “sun..sunbae?” ucapnya kaget saat aku benar-benar memperlihatkan wajahku. (si mimin dah nurunin bonekanya jadi ga ngalangin lagi)

“annyeong” ucapku ramah dan tersenyum. “apa yang.. sunbae, lakukan disini?” ucapnya masih kebingungan. “ini.. semalam kau menginginkan ini kan?” ucapku sambil menyerahkan boneka polar bear super besar itu kepadanya. “ini.. untukku sunbae?” ucapnya shock. “ne.. kenapa kau tidak suka ya?” ucapku sedikit kecewa. “hmm.. ani.. hanya saja.. hmm” ucapannya menggantung membuat ku penasaran saja.

“hanya saja apa?” ucapku penasaran “hanya saja.. ha in bilang, aku harusnya meminta ini pada namja chinguku” ucapnya tersipu malu. Aigoo neomu kyeopta~. Tapi tunggu, namjachingu? Apa dia sudah punya namja chingu?

“hmm, kau sudah punya namja chingu ya?” ucapku penasaran “ne?? annii.. ehh.. mm aku belum punya namjachingu” ku lihat dia grogi sekali, aku pun tersenyum senang apa lagi saat dia bilang tidak punya. “kalau gitu anggap saja itu dari namja chingumu. Atau kau boleh menganggapku namja chingu mu” ucap ku malu-malu sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“eh?” serunya kebingungan. “haaah..  kalau gitu.. hello, my name is choi minho may I can be your boyfriend?”  ucapku lembut dihadapannya. Kulihat dia bersemu merah. “mm.. yes you can” ucapnya tersenyum manis kearahku..

THANKS GOODDD!!! AKHIRNYA AKU BISA MENGATAKANNYA!!!!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – GET IT

Get It

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Sekarang waktunya drama, hwaiting! Seruku menyemangati diriku sendiri. Untunglah tadi acara menyanyi berjalan lancar, aku tidak menyangka Key ternyata bisa menyanyi juga. Aku sudah mengganti bajuku dengan baju yang akan digunakan untuk pentas sampai aku ingat tadi Kyu menitipkanku PSPnya. Aduh dimana ya tadi? Oh ya tadi ada di meja di belakang panggung. Aku pun segera pergi ke belakang panggung untuk mengambil PSP itu dan berniat mengembalikannya pada Kyu sekarang sedang berada di UKS.

”Mau kemana?”tanya Donghae Oppa begitu melihatku keluar dari ruang teater.

”Sebentar Oppa nanti aku kembali…”seruku sambil berjalan keluar.

Aku masuk ke belakang panggung dan mencari PSP itu tapi tidak kutemukan juga. Dimana ya? Gawat kalau sampai hilang, pasti Kyu akan sangat marah padaku. Aku masih mencari PSP itu sampai ke kolong meja tapi tetap tidak menemukannya. Bagaimana ini?

”Mencari ini?”seru sebuah suara dan langsung menyerahkan PSP hitan itu.

Aku mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya ternyata itu Key.

”Ah…”seruku terkejut begitu melihat dia berdiri di depanku.

Aku pun segera mengambil PSP itu dari tanganku, aduh kenapa aku ini? Gara-gara bernyanyi bersama tadi membuatku sedikit deg-deg an berada di dekatnya.

”Gumawo…kupikir tadi hilang….”seruku padanya sambil tersenyum.

”Kan tadi aku yang pegang…sebenarnya aku ingin langsung mengembalikannya pada Kyu tapi aku yakin Kyu akan marah padamu karena kau malah meminjamkannya pada orang lain…”serunya sambil tersenyum.

Ya ampun kenapa senyum lembut itu lagi. Dia sedang amnesia apa sampai lupa besikap kasar yang biasanya dia selalu dia tunjukkan padaku. Jujur aku lebih suka melihat dia yang selalu berkata jutek dan sinis padaku dibanding sekarang. Mungkin karena setiap melihat dia tersenyum lembut seperti itu membuat jantungku berdegup dengan kencang.

”Ne…aku mau kesana…kau mau ikut?”tanyaku padanya.

”Annyong…aku mau cari tempat duduk untuk melihat dramamu…”jawabnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Aigoo, ada apa dengan dia hari ini. Aneh sekali! Apakah dia salah makan tadi pagi atau dia bertukar jiwa dengan Minho mungkin sehingga dia bisa bersikap lembut seperti ini.

Aku berjalan menuju ruang UKS dan mendapati Kyu sedang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat. Dia sedang sendiri sepertinya. Aku masuk dan berjalan menghmapiri tempat tidurnya.

”Apa aku kembali ke masa lalu?kau Hye Jin di masa lalu”tanyanya padaku dengan mata setengah terbuka.

Aku menatapnya dengan tatapan bingung. Dia lalu memegang kepalanya. Ya ampun parah sekali kondisinya.

”Kyu…ini aku Hye Jin…”seruku padanya perlahan-lahan.

”Oh…aduh kepalaku pusing sekali..mian Hye Jin aku tidak bisa menemanimu menyanyi…”serunya lemah.

Kasihan sekali Kyu.

”Ne..arasso..apa tidak sebaiknya kau ke rumah sakit saja?”tanyaku padanya.

”Aku gak mau ke rumah sakit…”serunya sambil berusaha duduk.

Aku pun membantunya untuk duduk.

”Kenapa? Kondisimu sepertinya buruk sekali…”seruku padanya.

”Sebentar lagi juga baik asal…”katanya berhenti tiba-tiba.

Sepertinya aku tahu jalan pikiran anak ini. Kenapa tidak terpikirkan olehku bahwa tadi dia Cuma berpura-pura. Dasar game freak, untung saja PSPmu tidak hilang aku tidak sanggup membayangkan jika PSP mu hilang mungkin kau bisa tidak sadarkan diri beberapa hari. Aku segera menyodorkan PSP hitam miliknya dan bisa kulihat wajahnya langsung berseri-seri. Dasar Kyu, aku tidak menyangkan ada orang seperti dia.

”Kau tahu Hye Jin….aku sudah bosan setengah mati disini…hanya melihat Yesung bermain dengan kura-kuranya…”serunya penuh dengan semangat sambil mulai memainkan PSPnya.

Aku hanya bisa menghela nafas perlahan.

”Oh ya..mana Yesung?”tanyaku melihat kesekliling dan hanya melihat tas Yesung di atas meja.

”Lagi beli makanan…”jawab Kyu dengan mata masih tertuju pada PSPnya. Sepertinya dia semakin asyik dengan PSPnya dan sebaiknya aku kembali ke ruang teater sebentar lagi pasti akan dimulai, aku tidak mau melihat Heechul sunbae marah-marah karena aku datang terlambat.

”Arasso…aku kembali ya…aku harus pentas drama…semoga cepat sembuah..”Seruku padanya.

Dia hanya menggumama dengan mata yang tetap tertuju pada PSPnya, aku berjalan dan menoyor kepalanya.

”Heh…kalau orang bicara tuh lihat matanya…”seruku sambil berjalan keluar.

”Hye Jin-ah…kau membuatku kalah padahal udah level 100 tahu…”teriaknya padaku.

Kami berdoa bersama-sama agar pertunjukan ini berjalan dengan baik tapi seperti biasa aku tidak menemukan Heechul sunbae di antara orang-orang ini, dia malah asyik duduk sambil memainkan Iphone barunya.

”Hwaiting!”seru Euhnyuk sunbae begitu kami selesai berdoa.

Aku harus bisa, memang ini bukan pertunjukkan pertama bagiku, dulu di Amerika aku pernah ikut drama tapi tetap saja aku gugup ini pentas dramaku disini.

”Kau gugup?”seru Taemin yang tanpa aku sadari sudah berada disampingku dan langsung mengenggam tanganku.

Aduh ini malah semakin membuatku gugup, aku merasakan mukaku memanas dan pasti sekarang sudah memerah, aku berusaha tersenyum agar dia tidak sadar bahwa aku gugup bukan hanya karena akan pentas tapi karena tanganku sekarang ada di genggamannya.

”Anni…”seruku berbohong.

”Tapi tanganmu gemetar…”serunya sambil tersenyum dan menatapku lekat-lekat.

Aigoo, jangan menatapku seperti itu. Sekarang pasti mukaku sudah semerah kepiting rebus. Dia menatapku sangat lembut sama seperti yang tadi di lakukan, Key. Hey kenapa aku malah mengingat Key.

”Kalian bersiap-siap ya..”seru Heechul sunbae menepuk bahu kami berdua dan itu membuat kami sedikt kaget.

Taemin langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya dariku. Aku pun begitu, buru-buru aku alihkan padanganku dan menatap ke arah yang lain.

Pentas drama berjalan dengan baik dan tiba saatnya di adegan terkahir. Adegan dimana aku harus memeluk Taemin. Adegan yang selalu membuatku berdebar-debar apalagi tadi dia seperti itu. Aku berusaha melupakan kejadian tadi di belakang panggung.

”Hwaiting!”seru Donghae Oppa sambil menepuk bahuku dan tersenyum jahil.

Aku tahu apa maksudnya itu. Aku hanya membalasnya dengan menmanyunkan bibriku. Dasar Oppa ku yang satu ini senang sekali menggodaku. Hari ini aku tidak melihat Siwon Oppa, dimana dia? Aku harap dia menonton pertunjukan ini.

Aku yakin aku bisa. Seruku pada diriku sendiri.

Aku sudah menyelesaikan dialogku dan aku sudah mulai maju untuk memeluknya, aku berusaha menghindari kontak mata dengannya karena itu hanya akan membuatku samkin deg-degan. Namun ternyata dia malah menatapku dan itu membuatku tidak dapat mengalihkan padanganku dari matanya, aku semakin berjalan mendekatinya dan dia masih menatpku dengan tatapannya yang lembut itu. Begitu aku memeluknya, aku merasakan dia membalas pelukanku dan memelukku dengan erat. Sebenarnya seharusnya tidak ada adegan dia membalas pelukanku tapi begitu Heechul sunbae melihat kami latihan waktu itu, entah ada angin apa dia berinisiatif memasukan adegan itu. Namun tiba-tiba Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat. Saat itu jantungku benar-benar berdegup sangat kencang. Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dan bisa kurasakan mukaku sudah memanas sekarang. Apa yang akan dia lakukan?. Jantungku semakin berdegup sangat kencang dan aku memejamkan mataku sampai aku merasakan Taemin mencium keningku. Aku benar-benar terkejut dengan hal ini. Masalahnya hal ini tidak ada dalam script dan aku bingung harus bagaimana setelah ini. Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku bisa melihat penonton langsung berteriak histeris tapi aku juga bisa melihat sepasang mata yang menatapku dengan tatap sedih dan kesal. Key. Kenapa dia?

”Kalian benar-benar sangat natural…”seru Heechul sunbae begitu kami selesai pentas dan aku sudah mengganti bajuku dengan baju sekolah kembali dan aku hanya menanggapinya dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Aku bisa melihat teman-teman yang lain ada yang sedikit tidak suka melihat hal tadi. Itu wajar saja aku pun juga tidak menyangka akan hal itu. Pasti sekarang cewek-cewek di sekolah ini akan mulai membenciku. Aigoo!

Sebenarnya aku sangat malu saat ini tapi aku bisa melihat Taemin tetap biasa saja dan itu membuatku sedikit lega karena biasanya dia sering menjadi aneh terhadapku setiap terjadi hal-hal yang tidak terduga terjadi diantara kami. Aku melihat dia sedang berbicara dengan Jin Ki Oppa di depan pintu ruang teater dan kemudian pergi keluar bersama Jin Ki Oppa.

”Senangnya…”seru Donghae Oppa sambil merangkul bahuku dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya.

”Oppa!” teraikku sambil berusaha melepaskan rangkulannya tapi ternyata dia lebih kuat.

Dia tertawa sambil masih merangkul bahuku dan aku pun hanya bisa mengerucutkan bibirku, menyebalkan sekali Oppa ku ini.

”Oppa…Siwon Oppa mana?”tanyaku padanya.

Dia melepas rangkulannya dan tampak terjadi perubahan di wajahnya. Ada apa dengan Siwon Oppa.

”Siwon Oppa baik-baik saja kan?”tanyaku khawatir. Sudah seharian ini aku tidak melihatnya, apa dia tidak masuk hari ini? Tapi kenapa dia tidak masuk? Kurasa dia bukan orang yang sering membolos, apa dia sakit?

”Sudahlah….dia tidak masuk hari ini…tapi dia tidak apa-apa kok…kan masih ada Oppa mu yang tampan ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya bisa tersenyum mengejek melihat tingkah Oppa ku yang satu ini yang terkadang seperti anak kecil.

”Ya…Oppaku yang tampan…”seruku sambil tersenyum.

”Gumawo dongsaeng…”serunya dan tiba-tiba Donghae Oppa langsung mengecup sekilas pipiku.

”Oppa!”teriakku yang melihatnya langsung kabur begitu mengecup pipiku. Aku berlari mengejarnya dan akhirnya kami main kejar-kejaran di dalam ruang teater untung sudah tidak ada orang lagi. Bisa-bisa aku di bununh oleh para fansnya Donghae Oppa karena aku di cium olehnya. Aku terus aja mengejarnya sampai aku terengah-engah. Dasar Oppaku ini! Dia tertawa mengejekku dari atas panggung yang ada di ruang teater itu. Aku pun berjalan kesana dan langsung memukul lengannya.

”Aishh…kau ini perempuan atau laki-laki sih…sakit tau!”serunya sambil mengusap-usap lengannya.

Aku hanya mendengus kesal.

”Dongsaengku jangan marah dong…”serunya sambil mendaratkan kecupan lagi di pipiku.

”Oppa!”teriakku lagi.

Tiba-tiba Euhyuk sunbae muncul dan langsung berdecak kesal pada Donghae Oppa. Pasti dia akan menolongku.

”Heh..Donghae… kau ini dia kan yeojachingunya Taemin..nanti kau dimarah Taemin karena melihatmu dekat sekali dengannya…jangan dekat-dekat dengan dia…”seru Eunhyuk sunbae yang kukira akan membelaku tapi ternyata di balik belaannya itu terselip ejekan lagi.

Aku punya sunbae tidak ada yang beres.

”Lee Hyuk Jae…dia adalah dongsaengku tau…jangan menggodanya..”seru Donghae Oppa sambil merangkulku.

”Oppa..memangnya Oppa tidak menggodaku tadi…masih mending Eunhyuk sunbae yang masih membelaku meskipun dia tetap menggodaku tapi lebih baik dibanding kau…” seruku pada Donghae Oppa dan berusaha melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju Eunhyuk sunbae lalu menggamit tangannya.

”Tuh kan…dongsaengmu ternyata lebih menyukaiku dibanging kau…”seru Eunhyuk sunbae sambil tertawa.

”Hyuk Jae-ya…dia dongsaengku tau….”seru Donghae Oppa berjalan menghampirku dan langsung menarik tanganku.

Aku dan Enhyuk sunbae hanya bisa tertawa melihat tingkah Donghae Oppa yang terkadang seperti anak kecil saja tapi kadang juga dia bisa menjadi sangat dewasa. Oleh sebab itu aku sangat menyayanginya. Dia benar-benar Oppa yang baik. Andai aku benar-benar punya Oppa.

”Hye Jin-ah…kau pulang duluan saja…aku di antar Jin Ki…”seru Hyo Jin di telepon.

Jadi aku sia-sia menunggunya selama ini. Sudah hampir sore lagi. Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 4.

”Oh…tidak dengan Jang seonsangnim…”seruku padanya menyindir.

”Mianhe…Hye Jin-ah…”jawabnya.

”Ne..ne..arasso..bersenang-senanglah..aku bisa pulang sendiri..jangan kecewakan Jin Ki Oppa..”seruku dan langsung menutup teleponnya.

Aku berjalan keluar menuju gerbang sekolah. Ternyata masih ada beberapa anak yang belum pulang karena aku masih melihat beberapa anak masih berkumpul di lapangan sepak bola. Hari ini berjalan lancar. Terima kasih Tuhan. Senangnya tidak terjadi apa-apa. Semua yang kulakukan berhasil. Ucapku dalam hati. Aku tersenyum sambil melangkah menuju gerbang namun tiba-tiba sebuah tanganku menarikku dan menyeretku untuk mengikutinya.

”Key…kau selalu saja…aku bisa jalan sendiri tahu…”seruku padanya yang masih terus menarikku.

Dia hanya menoleh ke arahku dengan tatapan yang sangat tajam. Kenapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu. Padahal tadi pagi dia masih bersikap lembut. Aku tidak habis pikir dengan sikapnya seharian ini.

Dia berhenti tepat di depan pohon di samping lapangan parkir. Dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Sakit tau!”seruku padanya.

”Kenapa kau harus beradegan seperti itu dengannya?”tanyanya dengan setengah berteriak.

Ada apa dengan dia? Kenapa dia seperti itu. Apa haknya untuk melarangku.

”Jawab aku!”serunya lagi.

Aku sudah mulai marah dengan sikapnya yang seperti ini. Kenapa dia begitu ingin tahu? Dia bukan siapa-siapaku.

”Bisa tidak kau tidak berteriak padaku!”seruku padanya dengan setengah berteriak dan langsung menatap matanya yang sekarang sedang menatapku sinis.

Aku pun berjalan pergi meninggalkannya namun lagi-lagi dia menahan tanganku.

”Mian…”serunya dengan wajah penyesalan.

Namun tiba-tiba sebuah tangan lain menarik tanganku yang lain.

”Ayo pulang…”serunya.

Aku pun menyentakkan tanganku dan berhasil lepas dari genggaman Key.

”Aku mau pulang!” seruku padanya dan langsung berjalan bersama Taemin yang mengenggam tanganku.

Key POV

Babo sekali kau Key! Kenapa kau malah marah padanya! Pasti sekarang dia akan sangat membenciku. Hye Jin-ah…mianhe…seruku dalam hati. Jujur aku tidak bermaksud membentaknya tapi aku benar-benar cemburu melihatnya dicium oleh Taemin. Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Hye Jin-ah…aku sangat mencintaimu…andai kau tahu perasaanku.

Aku hanya bisa melihat Hye Jin yang sudah berjalan meninggalkanku bersama Taemin. Aku masih bisa melihat dia menengok ke arahku dengan tatapan marah. Aku yakin dia sangat marah padaku dan pasti dia tidak akan mau berbicara denganku lagi.

Hye Jin POV

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin begitu dia mengantarku sampai di depan rumahku.

”Ne..”jawabku dengan wajah tertunduk.

Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang, aku merasa sudah sangat kasar sekali dengan Key, padahal dia sudah minta maaf tadi. Aigoo, pasti dia sangat marah padaku sekarang.

”Tadi ada apa antara kau dan Key?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya bertengkar saja…tidak apa-apa besok juga sudah baik lagi…”jawabku. Sebenarnya jawaban itu hanya untuk meyakinkan diriku bahwa besok Key pasti akan baik lagi, dia akan seperti biasa lagi.

”Arasso..sampai jumpa besok…”serunya sambil tersenyum dan mengacak-acak rambutku.

Taemin pun segera berlalu. Aku berjalan masuk ke dalam rumah dan mengambil kuncinya di dalam tasku. Hari ini nenek menginap lagi dan aku sendirian di rumah. Hufft, suasana hatiku benar-benar kelabu padahal sore ini begitu indah. Aku membuka setiap jendela rumahku agar udara masuk. Sebenarny agar lebih terang. Aku maish suka takut jika ditinggal di rumah sendirian. Aku masuk ke kamarku dan menggnati bajuku lalu berjalan menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa aku makan. Sepertinya ada biskuit dan susu strawberry kesukaanku. Aku mengambil keduanya dan duduk di taman depan sambil melihat banyak orang yang lewat. Bukannya memakan biskuit aku malah termenung. Aku memikirkan kejadian tadi. Kenapa Key begitu marah padaku. Aku jadi teringat Hyo Jin pernah berkata bahw mereka meperebutkanku. Ada-ada Hyo Jin itu, tapi aku kembali tertegun dengan kata-kata itu. Apa mereka berdua menyukaiku? Tidak..tidak..tidak….kenapa aku begitu narsis Hye Jin…mereka tidak menyukaimu…kau ini narsis sekali. Seruku di dalam hati. Aku menminum susu strawberry itu dan kembali melanjutkan lamunanku. Kira-kira Key marah tidak ya? Habis tadi aku melihat dia sangat sedih sekali waktu melihatku langsung meninggalkannya begitu saja. Padahal memang tadi dia bilang kan mau ada yang dia bicarakan denganku. Aigoo, aku lupa hal itu. Pasti dia marah sekali padaku. Aku mengambil Hp-ku yag kuletakkan di sampingku dan membuka phone booknya untuk mencari nama Key saat aku mau menekan tombol hijau, aku menghentikannya. Aishh, pasti dia tidak akan mau mengangkat telepon dariku.

Key POV

Telepon tidak….telepon tidak…seruku dalam hati sambil terus mondar-mandir di kamarku sambil menatap layar Iphone-ku.

”Kibum-ah…berisik sekali…hentakan kakimu itu terdengar sampai kamarku….sampai kapan kau akan terus mondar-mandir…sudah telepon saja…”serun Minho yang langsung masuk ke kamarku seperti biasanya tidak meminta ijin dulu.

”Mwo? Siapa yang mau menelepon?”seruku sambil melempar Iphone-ku ke atas kasur.

”Sudah…aku tahu kau mau menelepon gadismu yang kau berikan boneka itu kan?”serunya lagi.

Cerewet sekali orang ini. Kenapa dia bisa menjadi adikku.

”Berisik..sudah keluar sana..aku mau tidur…”seruku sambil menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menelungkupkan wajahku ke bantal.

”Dasar playboy yang satu ini…aku penasaran siapa gadis itu yang bisa membuat playboy sepertimu jadi seperti ini…”serunya sambil berjalan keluar dan langsung menutup pintu.

Dasar adik yang terlalu cerewet, kenapa sih dia bisa begitu cerewetnya jika di rumah. Membuatku pusing saja. Aku berusaha memejamkan mataku tapi tetap tidak bisa. Hye Jin-ah mianhe.

Siwon POV

Ini rumahnya. Aku keluar dari mobilku dan menatap rumah Hye Jin yang juga rumah ibuku. Kenapa aku malah kesini? Aneh sekali diriku. Hari ini aku memutusakn untuk tidak pergi ke sekolah, aku sedang tidak ingin ke sekolah lagipula di sekolah hanya ada pentas seni. Aku sedang berjalan-jalan begitu aku malah menyetir sampsi disini. Aku jadi teringat ibu yang selalu membawakanku makanan sudah sebulan ini. Oh ya aku ingat aku ingin bilang padanya tidak usah lagi membawakanku makanan. Sampai saat ini jujur aku masih belum siap menerima ibuku juga adikku tapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa aku rindu pada ibuku. Aku menatap rumah ini beberapa saat, sepertinya kosong. Mungkin lain kali saja aku bertemu dengan ibuku lagipula aku takut kalau Hye Jin pulang dan dia melihatku disini. Aku hendak masuk kembali ke mobilku sampai sebuah suara memanggilku.

”Siwon Oppa…”seru suara yang sudah ku kenal itu. Hye Jin kenapa dia sudah pulang. Bukankah Donghae bilang dia masih di sekolah, aku pikir Hye Jin juga masih di sekolah. Kenapa dia sudah ada di rumahnya.

Aku pun terpaksa berbalik dan melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum begitu sampai di hadapanku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya dan entah kenapa itu malah membuatku senang. Memang sudah beberapa minggu ini aku menghindarinya walaupun tidak secara jelas menghindari tapi aku berusaha untuk menjauh dan untunglah dia tidak terlalu merasakan perubahan itu. Aku pun tersenyum pada dongasaengku ini. Ya dongsaengku, entah kenapa setiap kali aku melihatnya ingin sekali aku bilang bahwa aku adalah kakak kandungnya tapi aku tidak mungkin melakukan itu saat aku ingat dia adikku terkadang aku masih kesal dengannya tapi begitu melihat dirinya sebagai Hye Jin aku senang bisa menjadi kakak baginya.

”Benar..ternyata Siwon Oppa…”serunya masih dengan senyumnya itu.

”Ada apa Oppa kemari?” tanyanya lagi.

”Ah andwe…hanya berjalan-jalan saja…lalu aku ingat ini rumahmu…”jawabku seadanya.

”Oppa tadi kenapa tidak ke sekolah? Aku kan hari ini pentas loh…”katanya dengan wajah sedikit kecewa.

”Mianhe Hye Jin-ah…tadi ada keperluan mendadak dengan keluargaku..mian…”seruku padanya.

”Arasso..”serunya.

”Hemm…bagaimana kalau kutraktir es krim sebagai permintaan maafku…”seruku menawarkan padanya bisa kulihat dia tersenyum dan mengangguk lalu berjalan mengunci pintu rumahnya.

Kami pergi ke sebuah taman dan duduk di salah satu bangku yang mengahadap ke arah air mancur.

”Aku beli dulu ya…”seruku padanya.

Dia pun mengangguk dan aku pun pergi membeli dua buah es krim. Begitu aku kembali aku melihat wajah Hye Jin sedih sekali. Kenapa dia? Apa yang terjadi padanya? Aku duduk di sampingnya dan menyodorkan es krim itu padanya.

”Gumawo…”seru Hye Jin dan menjilat es krimnya.

”Kenapa kau sedih? Ada yang menganggumu?” tanyaku padanya mencari tahu kenapa wajahnya begitu sedih.

”Anni…aku baik-baik saja…”jawabnya sambil tersenyum tapi aku bisa merasakan itu bukan senyum yang tulus melainkan lebih di paksakan.

”Aku kan sudah bilang…kalau ada apa-apa cerita padaku…”seruku sambil menatapnya.

Dia menghela nafas perlahan.

”Oppa…Key marah padaku…”serunya sambil tertunduk.

”Kenapa?”tanyaku.

Dia pun menceritakan semua kejadiannya padaku. Ya ampun dongsaengku ini polos sekali. Sudah jelas Key itu cemburu padanya. Aku tidak menyangka dongsaengku di sukai oleh dua pria sekaligus tapi dia tidak sadar akan hal itu. Aku tersenyum padanya saat dia menyelsaikan ceritanya. Aku pun mengacak-acak rambutnya penuh rasa sayang.

”Kau tahu kenapa Key marah padamu?”tanyaku padanya.

Dia hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya. Aku pun hanya tersenyum melihatnya. Ternyata dia memang sangat polos. Sudahlah nanti juga dia tahu sendiri.

”Ya sudah…besok jug dia akan baik lagi…jangan dipikirkan…”seruku padanya. Dia pun hanya tersenyum namun tiba-tiba dia langsung memelukku.

”Gumawo Oppa…setelah berbicara denganmu aku jadi lebih baik…”serunya dalam pelukanku.

Aku pun membalas pelukannya dan mengusap-usap kepala dongsaengku ini. Aku sayang sekali denganmu tapi maaf aku belum bisa menerimamu sebagai adikku.

Dia melepas pelukanku dan menatapku.

”Oppa…kita main sepeda yuk?”serunya padaku.

Aku sedikit kaget mendengar perkataanya. Bukannya dia tidak bisa naik sepeda.

”Oppa yang naik…aku yang dibonceng..begitu…”serunya lagi seperti mengerti bahwa aku sedikit bingung dengan perkataanya tadi.

Aku pun mengangguk dan menarik tangannya menuju salah satu tenpat penyewaan sepeda.

Hye Jin POV

”Gumawo Oppa…”seruku begitu Siwon Oppa mengantarku sampai di depan rumah.

Dia pun tersenyum dan melambai sebelum masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Aku masuk ke dalam rumah dan begit kaget melihat ibuku sudah berdiri di depan pintu.

”Umma…sudah pulang?”tanyaku padanya.

”Ne umma tadi bisa pulang cepat…siapa tadi?”tanya ibuku langsung.

Kenapa dia begitu ingin tahu siapa yang bersamaku kali ini. Biasanya dia tidak pernah bertanya, yah mungkin karena memang tahu kalau aku pergi kalau tidak dengan Taemin pasti dengan Jin Ki Oppa.

”Itu tadi Siwon sunbae ku di sekolah….satu angkatan dengan Hyo Jin…”jawabku.

Dan bisa kulihat wajah ibuku langsung berubah begitu mendengar jawabanku.

”Kau pacaran dengannya?” tanyanya dengan penuh selidik. Kenapa ibuku ini? Dia tidak pernah bertanya kalau aku pulang denga Taemin, dia tidak pernah bertanya Taemin pacarku atau bukan tapi kenapa dengan Siwon Oppa dia bertanya seperti itu.

”Andwe…aku hanya menganggapnya kakakku….”jawabku lagi.

”Ne..itu kakaknya Hye Jin disekolah selain Donghae ahjumma…”seru Hyo Jin yang tiba-tiba muncul. Membantu menjelaskan.

Memang aku pernah cerita tentang aku punya sunbae yang aku anggap kaka di sekolah tapi waktu itu aku baru punya Donghae Oppa jadi aku belum sempat cerita pada ibu bahwa Siwon Oppa juga adalah Oppaku. Bisa kulihat wajah ibu menjadi lega entah kenapa. Memangnya kenapa kalau aku pacaran dengan Siwon Oppa. Tentu saja aku tidak mungkin pacaran dengan Oppaku sendiri meski bukan kakak kandung tapi kan tetap saja perasaanku padanya hanya perasaan seorang dongsaeng pada Oppanya tidak lebih. Lagipula Siwon Oppa juga sudah mempunyai pacar Aku hanya menganggapnya seorang kakak. Kakak yang sangat ingin aku miliku.

”Ya sudah…kau mandi sana…ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu…”seru ibuku.

”Ne…asik..”seruku sambil berjalan masuk ke dalam tapi aku berbalik dan melihat ibu masih berdiri di depan pintu. Kenapa dengan ibu? Aneh sekali tidak biasanya dia seperti itu? Ada apa ya?

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

You’re my Target – Tell The Truth

Tittle : You’re my Target – Part 2 (Tell The Truth)

AUTHOR : JOANNA

Cast : Choi Minho,kim key bum,lee taemin,soo hye,kim jonghyun,lee jinki

Genre : Action (pertama kali nya nih),friendship,life,romance,sad,angst

Ps: di sini taemin seumuran minho,trus mereka masih 17 tahun.oke?

Continue reading You’re my Target – Tell The Truth

Shinee’s Key Love Scandal – Part 3

Shinee’s Key Love Scandal- Part 3

*My very first FF , Terinspirasi dari Summer in Seoul – Ilana Tan. Tapi ceritanya tentunya berbeda 😉 *

Author: Park Harin

Main Cast: Key, Park Harin, Shin Woo Hyun, Park Han Byul

Other cast: SHINee member, Kim Hyun Shin,Kwon Nami

Genre: Fluff,Romantic

*****

Harin POV

“Yoboseyo? Maaf ini siapa ya?” . ada telpon masuk ke handphoneku. Nomor tak dikenal.

“Ah! Harin-ssi, ingat aku? Hyun shin, Kim hyun shin manager shinee”

Kim hyun shin? Ada apa dia menelponku seperti ini?

“ah ne hyun shin-ssi. Ada apa menelponku?”

“aish panggil aku oppa saja harin-ssi. Begini aku mau bicara dan mendiskusikan sesuatu denganmu, bisa kau ke dorm kami? Atau mungkin kami yang ke apartement mu?

“ah ne oppa,ah ani.. apakah ini masalah penting?”

“Penting untuk kami. Bagaimana? kau bisa bertemu dengan kami?”

“ya, bisa. Aku segera ke dorm kalian saja.”

****

“Mwo?! Pacar? Atas dasar apa kalian memintaku menjadi pacar key?” terang saja aku kaget. Aku saja baru bertemu dengan mereka kemarin.

“tenang harin-ssi, maksud kami hanya pacar bohongan saja, kau sudah liat artikel ditabloid bukan? Kurasa sudah tersebar keseluruh penjuru korea.” Jelas hyun shin oppa. Apa orang-orang ini sudah gila?

“kami hanya memintamu berfoto dengan key saja harin-ssi agar mengclearkan masalah. Kami tidak mau fans kami terlalu sedih dengan rumour ini. Lagipula key sudah setuju dengan ide kami ini” jelas seseorang di sebelah key. Aku tidak tau jelas namanya. Yang pasti dia salah satu member shinee.aku menyerah, mereka memandangku dengan tatapan memohon seperti itu.

“Baiklah, asal mukaku tidak terlihat” jelasku. Terpampang benar raut muka lega di wajah mereka.

“baiklah, jadi kapan bagusnya kita memulai ‘scandal’ ini? Hanya perlu difoto sekali lalu kusebarkan saja dan menambahkan sedikit artikel penguat. Ngomong-ngomong, kalian harus membantuku berbicara pada Soo Man sajangnim, oke?” tanya hyun shin oppa pada member shinee

“ya hyung, mungkin besok hyung? Kurasa kibum tidak ada jadwal besok. Bukan begitu kibum?” tanya seseorang yang lain bertanya pada key

“kurasa begitu, yasudah kau boleh pulang sekarang harin-ssi” kata key

Enak sekali  mereka, menyuruh orang datang pergi seenaknya.

“baiklah kalau gitu saya permisi dulu, annyeong haseyo”

****

Baru saja aku kembali dari dorm SHINee, seseorang yang sangat tak ingin kulihat sekarang wajahnya (atau mungkin tidak mau kulihat selamanya) berdiri didepan apartement ku. Wajahnya begitu senang melihatku datang

“Harin~ kau baru pulang rupanya? Aku ingin membicarakan sesuatu, Ayo!”. Kata laki-laki itu sambil menarik tanganku. Ku tepis tangannya. Wajahnya terlihat kaget.

“aku lelah ingin tidur, maaf” ucapku sambil menerobos masuk ke apartement ku.

Tapi lagi-lagi dia menarikku, dia laki-laki, aku perempuan, tentu saja tenaganya menarikku lebih kuat. Aku hanya bisa pasrah dibawa dia pergi

****

“Aku putus dengan Nami” jelasnya. Dia membawaku ke taman.Tempat  pertama kali kami bertemu, dan mengakhiri hubungan kami.

“lalu? Kau kembali padaku karena ditolak dia?” jawabku kesal. Memangnya aku wanita apa? Seenaknya saja dia datang dan pergi begitu.

“Tidak begitu harin, coba dengarkan aku. Dia ternyata selingkuh dibelakangku. 2 bulan, kau tahu!”

“kau juga berselingkuh. Malah didepanku. Aku tak keberatan.” Kubalas kata-katanya

“jangan begitu harin. Aku mau minta maaf dan meminta, bagaimana kita mulai dari awal lagi?” tanyanya dengan muka memohon

“terlambat” jawabku sambil pergi dari taman itu

****

KEY POV

“Hyung apa kau yakin dia gadis baik-baik?” tanyaku pada manager hyung

“tenang key, aku sudah mencari datanya tepatnya meminta CV nya ke Mr. Han. Perlu kujelaskan apa yang kudapat? Namanya Park Harin, dia sedang kuliah tingkat 2 di design school seoul, dia lahir dan dibesarkan di london sampai akhirnya pindah ke korea karena ibu-bapaknya berpisah sementara. Bahasa inggrisnya fasih malah kudengar dia bisa berbicara bahasa perancis karena cita-citanya jadi designer disana, tidak ada catatan buruk sejauh ini, apa belum cukup key?”

Aku hanya tersenyum garing.

“hey hari ini kita akan membuat foto scandal itu coba kau telpon dia tanya sedang ada dimana”

“kenapa harus aku hyung?”

“karena kau calon pacarnya bukan aku”

Ada-ada saja manager hyung ini. Aku lantas mengambil handphoneku dan menghubungi gadis itu.

“Yoboseyo…nuguseyo?”

Suaranya lucu sekali. Sebenarnya begitu juga mukanya, lucu. Walaupun hanya punya 2 ekspresi. Datar dan kosong.

“ini aku key, kau sedang dimana?”

“aku baru keluar kelas. Aku kuliah.”

“tunggu sebentar aku menjemputmu kesana” sambungku dan langsung menutup sambungan telponnya

“hyung kujemput dia dulu mana kunci mobilnya?”

****

Harin POV

“tunggu sebentar aku menjemputmu kesana” sambungnya.

“ani tidak…..” kenapa orang-orang senang sekali menutup telpon sebelum aku bahkan menyelesaikan kata-kataku? Benar benar. Tunggu. Dia tahu dimana aku kuliah?

Tidak lama aku menunggu, telpon masuk lagi.

“Kau dimana? Sedan abu-abu. Coba cari sedan abu-abu depan kampus mu.sebentar kurasa aku melihatmu” aku menoleh ke depan kampusku. Kurasa itu mobilnya. Aku berjalan menuju mobil itu,  kubuka pintu penumpang dibelakang.

“Sedang apa kau? Memang aku supirmu? Sini duduk di depan” baru saja aku mau duduk dia sudah menyuruhku duduk di kursi depan.

Hening. Hening sekali mobil ini. Tidak ada yang memulai berbicara. Toh aku malas berbicara. Pandangan key pun hanya tertuju pada jalanan di depannya.

“kau sudah tau apa yang harus kita lakukan? “ tanyanya memecah keheningan

“ya, berfoto” jawabku datar

“ Begini, aku hanya memperjelas saja, kau boleh meminta berhenti kalau memang kau sudah mempunyai kekasih” jelasnya ragu.

“aku tidak punya pacar. Tenang saja”

Lalu kami kembali dalam keheningan

****

“Jadi ceritanya kalian berdua lagi didalam mobil lalu agak mendekat sedikit saja, harin kau pakai topi agar wajahmu tidak terlihat” jelas hyun shin oppa.

“ne..oppa. arasso”

Hyun shin oppa sedang sibuk mengambil angel yang bagus. Dia terlihat semangat sekali. Sedangkan aku berdua dengan key di mobil. Hening.

Kulihat hyun shin oppa memberi tanda untuk mengambil gambar. Key menghadap kearahku.

“kau lihat kearahku sini agar wajahmu tidak terlihat.” Aku berusaha menghindari kontak mata dengannya. Tapi entah, key melihatku langsung kearah mataku. Tiba-tiba key mengubah cara duduknya. Dia masih menghadap kearahku lalu membisikkan sesuatu ditelingaku “diam atau foto ini tidak terlihat natural”.  Aku hanya menuruti saja apa katanya,

Kulihat hyun shin oppa menyuruh kami agar turun dari mobil.

“coba kalian lihat foto ini. Sempurna sekali. Aku tidak tahu yang mana yang benar. Aku yang pintar memotret atau kalian yang memang terlihat cocok bersama”

Apa maksud hyunshin oppa itu?

“satu foto lagi. Key, coba kau menggandeng tangan harin. Kufoto kalian dari belakang.”

Tangan key tiba-tiba sudah ada di genggamanku. Atau tepatnya, dia tiba-tiba menggandeng tanganku.

“aku hanya mencoba untuk professional, tidak lebih.” Jelasnya.

Kami pura-pura sedang berjalan sambil bergandengan tangan. Ternyata dia lumayan tinggi. Jalan berdua seperti ini membuatku terlihat pendek. Aku tidak lebih tinggi dari bahunya.

“Ya, selesai! Bagus sekali foto kalian! Akan segera kusebar diinternet! Tunggu sampai berita beredar besok!”

****

—The Next Day—-

“Harin-ya~ kau dimana?” terdengar suara han byul diseberang sana. Suaranya parau.

“kampus. wae?” kurasa aku sudah tau benar apa yang mau dia beritahu padaku.

“temui aku dikantin sekarang. Aku benar-benar patah hati”

****

“Lihat foto ini! Key bersama pacarnya. Bahkan SM sudah mengklarifikasi, ini benar-benar pacarnya Key. Akan ku coba untuk menyukai Minho oppa dari sekarang!!” han byul tiba-tiba menyodorkanku tabloid. Fotoku dan key dicetak ukuran besar sebagai sampul. aku tahu sekali. Han byul habis menangis. Separah itukah kalau idolanya mempunyai kekasih? Coba kalau han byul tahu semua ini, mungkin dia memang benar-benar merengek padaku minta dikenalkan pada key.

Tiba tiba handphoneku berdering.

“Kau sudah lihat?”

“apa?”

“tabloid memangnya apalagi?”

“sudah.”

“lalu bagaimana menurutmu?”

“memang kau berharap bagaimana?”

“ah sudahlah susah berbicara denganmu” katanya lalu memutuskan sambungan telpon.

“Siapa harin? Woo Hyun sunbae?” tanya hanbyul.

Baru saja dibicarakan hanbyul orang itu datang. “han byul annyeong~ apa kabar? Boleh harin kupinjam sebentar?”

“pinjam? dia bukan barang sunbae. Jangan tanyakan padaku tanya dia” kata hanbyul menunjukku lalu berbalik pergi.

“harin kutelpon nanti ya!” aku mengangguk tanda setuju.

“kau sudah makan siang? Mau makan siang denganku?” tanya woo hyun sunbae

“kalau aku disuruh menjawab iya atau tidak, aku jawab tidak.” jawabku

“aih kejam sekali kau harin. Aku tidak bertanya sekarang aku mengajakmu dan kau harus ikut, ayo!”

****

“bagaimana, kau setuju dengan tawaranku?” apa yang pernah dia tawarkan padaku?

“tawaran apa?”

“apalagi? Memulai hubungan kita dari awal tentunya.”

Aku diam, tak tahu harus menjawab apa

“Sebagai kekasih? Tidak. Sebagai teman? Bisa kupikirkan.”

Dia terlihat senang, walaupun aku hanya menerimanya menjadi teman.

“tidak apa. Mungkin setelah kita berteman baik perasaanmu padaku akan kembali seperti dulu lagi.”

****

TBC

Hello Hello~ Kok aku rasa part 3 ini terlalu panjang yah :/

Sekali lagi, Aku mau minta maaf kalo mirip sama Summer In Seoul 😉 seperti yg kubilang, akhirnya akan berbeda 100% dari novel!

Comment ya XD No silent reader!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF