I Wanna Be Your MAN

I Wanna Be Your MAN

Author : Dilla

Raena POV:

Annyeong, aku Park Raena blasteran Korea-Indonesia-Belanda. Ayahku orang Korea asli dan ibuku mix Indo-Belanda, sayangnya ketika umurku 8thn ayahku yang bekerja sebagai pilot meninggal karena kecelakaan pesawat yang dikemudinya saat perjalanan dari Indonesia ke Korea. Sejak saat itu aku tinggal bersama bundaku tercinta Chynthia VanderVaart. Oya ibuku adalah seorang editor majalah fashion sehingga ia sering bepergian ke luar negeri untuk melihat Runway.

Hari ini adalah hari pertamaku masuk Namsan High School, sekolah unggulan di Korea. Beruntungnya aku dapat sekolah di sana, karena aku satu sekolah dengan oppaku, Jinki oppa. Sebenarnya dia bukan oppa kandungku, aku adalah anak tunggal. Jinki oppa adalah tetanggaku dan kami telah berteman sejak kecil bahkan sejak aku lahir-menurut bunda-.  Jinki oppa sekarang sudah kelas 11 dan dia adalah ketua Student Union di NHS.

Jam 6.30 pagi aku bersiap-siap pergi sekolah dengan terburu-buru, setelah semua siap aku segera mengambil selembar roti dan minum susu secepat mungkin sampai aku tersedak.

Bunda: “Sayang, pelan-pelan dong makannya…”

Aku tidak menjawab bunda dan terus melahap rotiku. Setelah itu aku bergegas keluar rumah dan berpamitan pada bunda.

Aku: “Daah bunda!”

Bunda: “Have fun ya sayang! Jangan telat makan, inget penyakit maag mu!”

Aku hanya menunjukkan ibu jariku pertanda setuju. Ternyata Jinki oppa telah menunggu di depan gerbang rumahku di dalam mobilnya, dia tersenyum padaku, senyum yang dapat membuat semua cewe melting-tapi tidak untukku, mungkin aku terlalu sering melihat senyumnya,hehe-.

Jinki: “Annyeong, Raena… udh siap ke skolah baru nih? Ntar jangan bandel ya bocah, hihihi”

Seperti biasa Jinki oppa selalu mengolok-olokku sambil mengusap rambutku

Aku: “apaan sih,oppa…dasar jinki oppa bulet, weeee” -sambil menjulurkan lidahku-

Jinki: “jangan macem-macem sama ketos, ntar di sekolah dibully loh…kan fans aku banyak,haha”

Aku: “oppa nyebelin, weee”

Akhirnya sampai juga aku di sekolah, pertama-tama yg dilakukan siswa baru adalah melihat daftar kelas di mading. Aku mencari namaku di kertas berlembar-lembar itu satu per satu, saat aku baru saja menemukan namaku tiba-tiba “BRUKK”. Kepalaku berbenturan dengan seseorang dan saat aku menolehkan kepalaku sedikit tiba-tiba sesuatu yang hangat menyentuh bibirku, ya bibirnya dan bibirku bersentuhan, ANDWAE!

Cowo: “hati-hati dong mbak…” -sambil memegang bibirnya

Aku: “lo yg hati-hati, seenaknya nyium org, siapa lo?” -sambil memegang bibirku juga

Cowo: “heh, siapa juga yg mau nyium lo?

Cowo itu langsung pergi ntah kemana, aku masih kesal karena kejadian tadi, he stole my first kiss. Aku segera melupakan kejadian itu dan pergi menuju auditorium. Di auditorium Jinki oppa menjelaskan semua hal tentang sekolah, dari mulai ekskul, kegiatan sekolah, fasilitas, dan sebagainya. Setelah pidato Jinki oppa selesai semua siswa bertepuk tangan dan terdengar suara cewe-cewe yang memanggil namanya, fans Jinki oppa.

Aku masuk kelasku, kelas 10-6… aku siswa pertama yg masuk ke kelas, tiba-tiba ada cewe yang menghampiriku.

Cewe: “Annyeong, kenalin gw Tara…boleh duduk sebelah lo?”

Aku: “Sure, gw Raena by the way”

Siswa-siswa lain mulai memasuki kelas dan kulihat sosok jangkung yang familiar, ternyata dia cowo yg tadi pagi mencuri first kiss-ku.

Aku: “Sial banget mesti sekelas sama dia”

Tara:”Kenapa Raen?”

Aku:’Gak apa-apa kok”

Dan sialnya lagi cowo itu duduk tepat di belakangku, mau dia apaan sih? Tara kemudian membalikkan badannya ke belakang dan mengajak cowo itu berkenalan.

Tara:”Anyyeong, gw Tara, lo?”

Cowo:”Gw minho”

Tara:”Lo, Choi Minho atlet soccer n basket dari Namsan JHS?”

Cowo itu yang ternyata bernama Minho hanya menganggukkan kepalanya

Tara:”berarti lo anaknya Choi Yoonkyum? Platih sepakbola Daegu FC?”

Minho hanya menganggukan kepalanya-lagi-

Tara:”Oh ya, ini Raena…”

Duhh, ngapain sih Tara pake ngenalin aku segala sama tuh cowo…dengan ragu-ragu aku membalikkan badan.

Aku: “Annyeong…”

Minho: “ternyata lo… cewe bawel yg hobinya marah-marah”

Aku:”Apa lo bilang? Lo tuh yang hobi marah-marah, huh” -Aku membalikkan kembali badanku.

Tara:”Lo kenal, Ren?”

Aku:”Ogah banget kenal sama dia, orang baru ketemu di depan mading tadi”

Guru kami yang bernama Jokwon masuk kelas, pembicaraanku dengan Tara tentang Minho berakhir.

Aku memutuskan untuk menjadi manager tim basket dan menjadi asisten manager tim soccer bersama Tara yang menjadi managernya. Aku pun mengikuti klub Jurnalistik dan tentunya Student Union. Pertemuan pertama Student Union, kami langsung dibagi beberapa kelompok dan senangnya aku sekelompok dengan Tara dan Jinki Oppa bersama Kim Kibum dari kelas 10-3 dan Kim Jonghyun sunbaenim  teman sekelas Jinki oppa, namun sialnya aku sekelompok dengan Minho. Kami diberi tugas sebuah proyek bazaar dan festival kesenian Korea, kami pun memberi nama kelompok kami “Incredibles”.

µ

Setelah sekitar 3 bulan aku bersekolah di NHS ntah mengapa aku menjadi penasaran kepada Minho, cowo yg telah mencuri 1st kiss ku. Aku mulai mendekatinya dan aku selalu memberinya minuman selesai dia latihan. Sore itu Minho selesai latihan basket, aku sebagai manager yg baik memberinya minuman dan mengelap keringatnya dengan handuk dan tissue yang khusus kubawa untuknya. Tapi Minho langsung mengambil lap dan tissue dari tanganku dan mengelap keringatnya sendiri.

Minho:”lo apa-apaan sih? Gw bisa sendiri”

Aku: “gw kan Cuma bantu, soalnya lo pasti cape, iya kan Minho?”

Minho tidak menjawab dan malah pergi meninggalkanku, sialan nih cowo dinginnya gak sembuh-sembuh, ngebetein.

µ

Malam harinya aku mengerjakan PRku sambil menyetel musik dari leptopku keras-keras, tiba-tiba ada yg mengetok jendelaku. Pasti Jinki oppa, oya kamarku dan kamar Jinki oppa bersebrangan, dan kebetulan jendelanya pun bersebrangan, jadi biasanya kalo aku bete sama bunda, aku kabur ke kamar Jinki oppa menggunakan tangga yg ada di balkon kamar Jinki oppa. Aku membuka tirai jendela kamarku dan terlihat Jinki oppa dengan notesnya yg bertuliskan “TADI KENAPA GAK IKUT RAPAT STUDENT UNION???”. Aku langsung mengambil kertas dan menulis jawaban pertanyaan Jinki Oppa “MALES, LAGI BETE :(“… Terlihat Jinki oppa mulai menulis lagi “BETE KNP? CRITA DONG!!! AKU KSANA Y?” Tanpa menunggu jawabanku Jinki oppa menelantangkan tangga yang ada di balkonnya hingga menyampai balkon kamarku, aku langsung membuka jendela kamarku dan Jinki oppa pun masuk.

Jinki: “Bete knp sih? Kamu jd srg bete skrg, dikit-dikit bete, lagi PMS ya? Hehe”

Aku: “Si minho tuh nyebelin, nyuekin aku mlulu… gak tau apa dia, aku mulai care sama dia”

Jinki oppa terlihat bingung sambil mengernyitkan dahinya dan menaikkan satu alisnya yg tebal itu.

Jinki: “Minho? Emg dia ngapain kamu?”

Aku:”tadi di lapbas aku kan Cuma mau nolong dia ngelap keringet n ngasih dia minum, eh dia gak bilang trims sama skali, malah langsung kabur, bete”

Jinki: “Hahaha kocak, dulu katanya benci, sekarang udah mulai suka ternyata”

Aku: “Abis dia bikin penasaran,soalnya dia udah curi 1st kiss aku,hehe… ”

Jinki: “cieeee, suit suit… bocah mulai jatuh cinta,haha”

Aku: “oppa kok malah ngeledekin aku sih,oppa sendiri sok jual mahal sama Yui sunbae…padahal kan dia cantik oppa, kapten cheers pula…”

Jinki: “dia bukan tipeku” Jinki oppa langsung terdiam, tiba-tiba aku menguap dan menyuruh Jinki oppa kembali ke kamarnya.

JJJ

Jinki POV:

Hari ini Raena yg biasanya rajin mengikuti rapat Student Union tdk mengikuti rapat. Dan ia pun tidak pulang bersamaku seperti biasa, dia terlalu sibuk dengan kegiatannya yg seabrek itu, tpi aku khawatir dengannya. Bisa saja dia jatuh sakit karena terlalu lelah melaksanakan semua kegiatannya… Huhhh atau aku hanya terlalu khawatir dengan satu-satunya cewe yg aku sayangi itu?

Sesampainya di rumah aku menyapa eomma dan appa yang sdg menonton TV , biasa sinetron favorit eomma, Cinta Fitrop Season Hujan-garing-. Saat aku sampai rumah sudah pukul 8 malam, aku langsung masuk kamar dan menemui adik laki-lakiku yg msh SMP, Taemin sedang bermain Wii.

Taemin: “Hyung, udah pulang? Bawa kaset baru gak?”

Aku:”emangnya gue tukang kaset? Baru pulang skolah juga, cape tau, harusnya kmu siapin air panas gitu buat hyung mu yang ganteng ini mandi,hehe”

Taemin: “males, suruh aja Bi Dijah.”

Aku: “ntar gak akan gw pinjemin lagi Wii nya” kataku sambil membuka kancing kemejaku bersiap untuk mandi.

Taemin: “biarin, ntar aku minta appa beliin yg baru, wee” Taemin menjulurkan lidahnya

Aku: “Ya udh, sana keluar!” aku mendorong2 taemin menyuruhnya keluar, setelah itu aku menuju kamar mandi.

Aku: “Oya lupa, nih bawain ke tempat cucian!” aku melempar seragam kotorku ke Taemin,hahaha

Taemin: “Gak mau, bau…bawa aja sendiri” Taemin melempar seragam kotorku ke lantai

Aku: “adikku Taemin yg ganteng, bawain yaa… ntar boleh maen Wii lgi deh, yaa….yaaa” kataku sambil memelas, Taemin mengeluh dan mengerucutkan bibirnya sambil berjalan ke luar kamarku.

Selesai mandi, ingin rasanya aku menyapa Raena, tdk bertemu dengannya sehari membuatku merasa tdk bertemu dgnnya selama satu bulan-haha lebay-. Tp Taemin masih di kamarku bermain Wii, aku hrs segera mengusirnya,hehe…

Aku: “Taeminnie, udh malem, bocah SMP gk boleh tdr malem2… Prny jg pst blom dikerjain kan? Sana balik ke kamar!”
Taemin: “Enak aja, Prku udh selesai tadi sore, wee… lagian besok kan weekend hyung”

Aku: “Udh, balik aja sana ke kamar. Gw mau ngerjain tugas”

Taemin: “Ahh hyung boong, palingan juga mau ngetok2 jendela kamar Raena noona, kan? Ayo ngaku!”

Sialan nih bocah satu, tau aja maksud gw,haha.

Aku: “Emang iya, makanya keberadaan lo sangat mengganggu, sana balik ke kamar!”

Taemin: “cieee hyung…tapi kaset baru yaa hyung” Taemin mengedip2kan matanya.

Aku mulai membuka jendela kamarku dan mengambil batu yg ada di pot tanaman yg ada di balkon kamarku kemudian aku melemparkan batu itu ke jendela kamar Raena. Berkalikali aku melempar batu namun Raena blom membuka tirai jendelanya. Sepertinya dia tdk mendengar karena dia sedang mendengar lagu keras2 sambil bernyanyinyanyi, terdengar lagu2 SHINee olehku dia sdg mendengarkan “Lucifer”, dari bayangan tirai kamarnya tampak Raena sdikit2 sdg mengikuti gerakan tarian “Lucifer”, aku tertawatawa sendiri.

Setelah beberapa kali aku melemparkan batu kecil ke jendela kamarnya, akhirnya dia membuka tirainya. Aku langsung menulis di notesku  “TADI KENAPA GAK IKUT RAPAT STUDENT UNION???” lalu menunjukkannya ke Raena. Raena lgsg mengambil kertas, menulis dan menunjukkannya padaku “MALES, LAGI BETE :(“…. Ada apa dengannya? Membuatku semakin khawatir, apa ia sakit? Apa aku membuatnya kesal?

Aku langsung menulis  “BETE KNP? CRITA DONG!!! AKU KSANA Y?”. Aku lgsg membuka jendela kamar, mengambil tangga yg tersandar di ujung balkon, dan menelentangkannya hingga sampai balkon jendela kamar Raena. Raena pun langsung membuka jendelanya. Senang sekali aku melihat wajahnya, tapi aku khawatir melihat mukanya yang tampak kesal. Tanpa basa-basi aku lgsg bertanya padanya

Aku: “Bete knp sih? Kamu jd srg bete skrg, dikit2 bete, lagi PMS ya? Hehe” aku sedikit bercanda, senyum kecil terlihat di bibirnya, senyum yang membuat jantungku berdegup kencang.

Raena: “Si minho tuh nyebelin, nyuekin aku mlulu… gak tau apa dia, aku mulai care sama dia”

Minho? Apa Raena mulai menyukai Minho? Sial, aku punya saingan…

Aku: “Minho? Emg dia ngapain kamu?”

Raena:”tadi di lapbas aku kan Cuma mau nolong dia ngelap keringet n ngasih dia minum, eh dia gk blg trims sm skali, malah lgsg kabur, bete”

Aku: “Hahaha kocak, dulu katanya benci, sekarang udah mulai suka ternyata’ Aku menggoda Raena untuk menyembunyikan perasaanku yg sebenarnya, padahal sebenarnya ingin sekali aku marah pada Raena, mengapa dia bisa menyukai Minho?

Raena: “Abis dia bikin penasaran,soalnya dia udh curi 1st kiss aku,hehe… ”

Aku: “cieeee, suit suit… bocah mulai jatuh cinta,haha” Aku terus menggodanya

Raena: “oppa kok malah ngeledekin aku sih,oppa sendiri sok jual mahal sama Yui sunbae…pdhl kan dia cantik oppa, kapten cheers pula…”

Mengapa pula dia membahas Yui? Cewe yg selalu mendekatiku sejak kelas 10, mengapa Raena hrs membahas wanita lain, padahal hanya dia yang aku inginkan.

Aku: “dia bukan tipeku” Aku mulai kesal dan hanya menjawab seperlunya. Raena terlihat menguap, aku berpamitan dan lgsg kembali ke kamarku.

JJJ

Raena POV:

Esok harinya di lapangan soccer aku bersama Tara melihat tim soccer latihan dan tentu saja di sana ada Minho. Minho tersenyum ke arah kami, wahhh akhirnya dinginny mulai sedikit sembuh. Aku mulai tambah kegeeran, selesai latihan aku menghampiri Minho dan memberinya minuman dan tissue, namun dia cuek padaku dan langsung pergi ke arah Tara. Minho tampak tersenyum

Minho: “Bu manager, kali2 minumannya starbugg gitu…hehehe” terlihat Minho menggoda Tara, aku mulai curiga…

Tara: “kalo lo yg mau bayarin sih oke2 aja…” jawab Tara datar…

Minho: “kalo gw yg bayarin sih, yg gw bayarin Cuma lo doang,hihi” tawa Minho jail.

Aku merasa heran, mengapa Minho yg sedingin es di kutub selatan itu bisa ceria dan cengengesan di depan Tara??? Ingin rasanya aku menjadi Tara…

Hari ini ada kumpul Incredibles, membicarakan konsep Festival Kesenian. Aku tidak dapat berkonsentrasi saat itu karena aku terus memperhatikan Minho yg terus menggoda Tara yg duduk di sebelahku. Duhh bisa gak sih mereka berhenti??? Kulihat Jinki oppa mulai menatapku, aku mulai mencoba kembali memperhatikan Jinki oppa.

Kibum: “Onew hyung-onew adalah panggilan Jinki oppa di sekolah-, gimana kalo di festival itu ada stand2 k-music, k-drama, k-musical…kita buat stand ttg profil2 idol2, profil drama yg booming internasional, musical yg must watched, gmn hyung?” Kibum menjelaskan konsepny panjang lebar namun Jinki oppa tdk menanggapi, pandanganny mengarah pada Minho…

Kibum: “Hyung? Gmana?”  Kibum mengulang pertanyaanya…

Jinki: “Mianhae Key, OK…nice idea…ada tambahan lain?”

Pembicaraan kami berakhir hingga pukul 5 sore, dan akhirnya telah diputuskan bahwa kami menyutujui konsep Kibum.

JJJ

Jinki POV:

Aku tidak menyangka sikap Minho ternyata seperti itu, aku terus memperhatikannya menggodai Tara, sahabat Raena saat rapat Incredibles…Sekali-kali aku melihat Raena-ku yang tampak sedih melihat sikap Minho pada Tara. Berani2nya ia bersikap seperti itu di depan Raena? Gara2 hal itu aku kehilangan konsentrasiku dan aku sedikit mengabaikan Kibum yang sedang menjelaskan konsepnya.

Sepulangnya dari rapat Incredibles di dalam mobilku, aku dan Raena tidak banyak berbicara, kami hanya terdiam sambil mendengarkan lagu MALIQ & D’essentials – “Terdiam” yg diputar SEOUL FM sore itu. Namun aku tak tahan untuk bertanya pada Raena tentang kejadian tadi.

Aku: “Raena, gwaenchanha?”

Raena: “I’m fine, oppa…wae?”

Aku: “hmmm, nothing… kamu keliatan sedih, knp?”

Raena: “gpp kok oppa, aku tiba2 kangen ayah…”

-singggg- kami terdiam. Ayah Raena telah meninggalkan keluarganya karena kecelakaan pesawat. Mengingat kejadian itu membuat hatiku sakit, mungkin hati Raena lebih sakit. Saat itu aku 9 thn dan melihat Raena menangis saat itu ingin rasanya aku punya kemampuan untuk mengembalikan ayahnya. Raena terlihat rapuh, ia hanya bisa menangis di pelukan bundanya dan aku tentunya. Aku berusaha mengalihkan pembicaraan dan menghiburnya…

Aku: “Raen, udh liat iklan Sosis yg Sinta Jojo blom?” kali ini Raena harus tertawa,bisikku dalam hati.

Raena: “Ihh oppa doyan banget sih nonton Sinta Jojo,hahaha” benar dugaanku, dengan modal candaanku yg garing ini dia langsung tertawa,akhirnyaaa.

Aku: “Abis sering banget ada di TV, smp bosen liatnya… si Taemin tuh yg hobi liat, malahan dia yg ngasih liat aku video Keong Racun di yutub,haha”

Raena: “Masa sih? Haha…” Senangnya melihat Raena-ku mulai tertawa karena candaanku, mudah2an aku bisa terus membuatnya tertawa.

JJJ

Raena POV:

Aku cukup terhibur dengan candaan Jinki oppa, dia emang penolongku.

Aku: “oppa, gomawoyo…”

Jinki: “hah?” Jinki oppa masih konsentrasi menyetir dan ia menyetel radio sangat kencang karena lagu yg diputar SEOUL FM adalah lagu John Mayer favoritnya sehingga mungkin dia tdk dpt mendengarku.

Aku mengatakannya lebih keras.

Aku: “THANKS OPPA!!!” kataku sambil berteriak

Jinki oppa akhirnya mengecilkan volume radio

Jinki: “hehehe… kyk aku org lain aja Ren…”

Akhirnya sampai di garasi rumah Jinki oppa, aku berpamitan pada Jinki oppa, membuka pintu mobil dan segera berlari ke arah rumahku karena sudah mulai gerimis. Akan tetapi, tiba2 tetesan hujan itu sudah tidak menetes ke badanku. Ternyata Jinki oppa melepaskan jaketnya dan melindungi kepalaku dan kepalanya serta mengantarku sampai depan pintu rumah.

Aku: “Padahal kan Cuma gerimis doang oppa, hehe”

Jinki oppa hanya tersenyum… dari pintu rumah Jinki oppa tampak Taemin, ia berteriak.
Taemin: “cieeee hyung sama Raena noona, suit suit… pacaran di tengah hujan…” ternyata ia meledek kami.

Jinki: “Heehh bocah, dasar alay… sana masuk… siapa juga yg pacaran?” Jinki oppa tampak kikuk.

Taemin: “Mana dulu kaset barunya?”

Jinki: “Dari kemaren kaset2 mlulu, bli sendiri dong…kan duit THR lebaran kemaren banyak…”

Taemin menjulurkan lidahnya pada Jinki oppa. Taemin emang ngegemesin banget, dulu waktu masih kecil dia pernah nemenin aku maen barbie atau rumah2an karena dia kasian sama aku gak punya temen main.

Jinki: “Raen, oppa pulang dulu yaa… dadah!” Jinki oppa melambaikan tangannya

Aku: “dadah…”

µ

Malam harinya aku janjian dengan Tara untuk chatting membicarakan tugas sekolah. Aku menyalakan leptopku dan mengaktifkan Ymku… Kulihat Jinki oppa, Tara, Minho, Kibum dan Jonghyun oppa sedang online, wah kebetulan sekali semua member Incredibles online bareng2, aku tersenyum kecil… Ingin rasanya aku menyapa Minho, kubaca statusnya #flamingminho : “Can you feel my heartbeat?”#

Wah Minho kenapa ya? -tiba2 aku kegeeran,hihi- . Lalu kubaca status Jonghyun oppa #BlingJjong : @flamingminho wahh parahh lo, wajib PJ!!!# …PJ? Apaan ya? Bukan PJ, Pajak Jadian kan? Minho jadian sama siapa? Hatiku mulai terasa sakit… Lalu kubaca status Tara #gootara : mianhae… :-l# Tara minta maaf sama siapa lagi? Belum sempat aku membaca status Kibum dan Jinki oppa, tiba2 ada yg menyapaku, Kibum…

#almightkeybum : Raena, konfrens yuuu disini *link*#

Aku mengklik link yang diberi Kibum… disitu Jinki oppa, Tara, Minho, dan Jonghyun oppa telah bergabung. Aku membaca history chat mereka supaya aku tidak roaming dan mengerti apa yang mereka bicarakan. Scroll…scroll…scroll, akhirnya aku menemukan sesuatu yg membuatku shock…

#almightkeybum: Minho-ya…beneran jadian sama Tara??? Kok gak bilang2… 😀

#flamingminho: dsar tukang gosip… :p

#BlingJjong: wah seriusan??? Jangan lupa PJ yaa minho… buat hyung2 wajib yaa, iya kan Onew?

#flamingminho: kagak ada duit,hyung 😀

#onewstyle: bener pisan awas kalo gak PJ, gw coret dari anggota incredibles,hehe -bcanda deng- 😀

#almightkeybum: salah sendiri lo jadian di akhir bulan :p

#flamingminho: hehehe

#BlingJjong: Tara nya mana nih, berkicau dong…hehe

#flamingminho: emang Tara burung,hyung 😀

#almightkeybum: wahh gawat burung jantannya ngambek,hihihi

#gootara: apa ini???

#almightkeybum: akhirnya si neng nongol juga, chukhae yaaa… PJ! PJ!!!

#gootara: hhe 😛

#BlingJjong: tandanya jadi PJ kan yaaa, asiiiiikkkkk!!! Makan gratis, cihuy!

Aku shock membacanya, Minho dan Tara jadian? Bagaimana mungkin? Tara tau kalau aku suka banget sama Minho, knapa dia kyk gini? Knapa Tara malah jadian sama Minho? Kenapa? Hatiku sangat sakit, aku sampai tidak sadar kalau di konfrens itu Kibum dan Jjong oppa menyapaku.

#almightkeybum: hey Raena udh gabung? Lo hrs tau gosip terHOT, hehe… 😀

#BlingJjong: iya Raen, kita bakalan dapet makan gratis, asik gak tuh?

#almightkeybum: Raena? Raena? Kok diem aja…

Aku tak sanggup mengetik apapun,aku langsung offline. Semua badanku tiba-tiba lemas, kemudian aku menundukkan kepalaku lalu menyandarkan kepalaku di atas meja blajar… Tak terasa air mataku menetes, meja belajarku basah, hampir saja mengenai leptopku, aku usap air mataku, tapi air mataku tidak bisa berhenti. Mengapa mereka jahat kepadaku? Mengapa mereka merahasiakannya dariku? Mengapa Tara? Minho? Tiba-tiba aku mendengar ketukan dari jendela kamarku, tentu saja Jinki oppa…

JJJ

Jinki POV:

Aku menyalakan leptopku dan mengaktifkan Ymku, aku berniat mencari bahan tugas sekolah. Akan tetapi tiba2 Jjong mengajakku join konfrens nya… Ternyata dalam konfrens itu telah bergabung Kibum, Minho, dan Tara… Aku sangat kaget ketika membaca apa yang dibicarakan mereka.

#almightkeybum: Minho-ya…beneran jadian sama Tara??? Kok gak bilang2… 😀

#flamingminho: dsar tukang gosip… :p

#BlingJjong: wah seriusan??? Jangan lupa PJ yaa minho… buat hyung2 wajib yaa, iya kan Onew?

#flamingminho: kagak ada duit,hyung 😀

Benarkah Minho jadian sama Tara? Bagaimana kalo Raena sampai tau soal ini? Hatinya pasti sangat sakit… Aku mencoba memberikan komentar, aku sebenarnya sangat bahagia Minho jadian dengan Tara, jadi tidak akan yang mengambil Raena-ku, tapi Raena pasti sgt sedih kalo tau.

#onewstyle: bener pisan awas kalo gak PJ, gw coret dari anggota incredibles,hehe -bcanda deng- 😀

Aku mencoba ikut senang dengan teman2 di konfrens itu, namun tiba2 aku melihat di list member konfrens ada satu nama baru #shiningraena .

Gak mungkin… siapa yang ngajak Raena gabung di konfrens ini? Gimana kalo Raena baca? Gimana kalo Raena tau? Aku mulai private chat dgn Jjong

#onewstyle: Jjong, lo ngajak Raena join konfrens??? -JAWAB-

#BlingJjong: kagak, emang knapa? Kan dia mesti tau gosip terHOT -ngomong ala Key-,hehe

Aku tidak melanjutkan private chat dengan Jjong dan langsung private chat dengan Kibum

#onewstyle: Key, lo ngajak Raena join konfrens, huh???

#almightkeybum: Iya, emg knapa hyung?

#onewstyle: Gpp

Aku tidak melanjutkannya, aku tau kalau Jjong atau Key tidak mengetahui soal perasaan Raena terhadap Minho, hanya aku dan Tara yang tau. Raena tidak memberi komentarnya dan langsung offline, wae??? Aku mulai khawatir dan mulai private chat dgn Tara

#onewstyle: Tara, lo bneran jadian sama Minho???

#gootara: hmmmm…gmana ya sunbae? Bisa dibilang iya…

#onewstyle: lo pernah cerita sama RAENA gak kalo lo suka juga sama Minho?

#gootara: blom, sunbae

#onewstyle: lo tau kan tadi Raena join konfrens dan dia skrg tau semuanya ttg lo n Minho?

#gootara: oya??? Eotteohke???

#onewstyle: skrg dia tiba2 offline, gak komen apa2…

Aku sudah sangat khawatir dengan Raena, kusudahi chat dgn semuanya, ku hybernate leptopku, buka jendela, mengambil batu, yaaa dan kalian pasti tau apa yang selanjutnya aku lakukan. Raena tidak membuka tirainya, akhirnya aku menelponnya, dia mengangkatnya, kudengar suaranya parau karena isak tangis.

Raena: “wae oppa?”

Aku: “gwaenchanha? Kamu nangis? Buka tirainya dong, aku mau bicara…”

Raena: “jangan sekarang oppa…”

Aku: “knapa? Please aku mau bicara…”

Raena: “OK” Akhirnya dia membuka tirainya, kulihat dia mengusap air matanya, Raena-ku jangan menangis…

Aku: “AKU KESANA SEKARANG!!!” Aku tidak tahan melihatnya menangis, hatiku sangat sakit, aku tidak tahan ingin memeluknya. Aku masuk kamar Raena, dia sedang menundukkan kepalanya di lututnya, kutahu dia menangis. Aku belai rambutnya.

Raena: “oppa…”

Aku: “Raena, wae?” Aku langsung memeluk Raena tanpa menunggu persetujuannya, Raena semakin menangis dalam pelukanku, namun setelah beberapa saat ia mendorong tubuhku, menolak pelukanku…

Raena: “oppa jahat…..hiks…” dia terus menangis

Aku: “oppa salah apa Raena?”

Raena: “Oppa tau ttg minho n Tara, kenapa oppa gak cerita sama aku???”

Aku: “Aku juga baru tau td dr konfrens Raena, mianhae… Harusnya kamu gak usah join konfrensnya…”

Raena: “Kalo aku gak join, aku akan terus berharap sama Minho kayak orang bego…”

Aku: “Gwaenchanha, jangan nangis lagi ya Raen?”

Raena: “Aku mau sendiri, oppa…”

Aku mengecup kening Raena dan segera kembali ke kamarku, Raena jangan menangis, hatiku sangat sakit jika kau menangis, aku tidak bisa bernapas…

JJJ

Raena POV:

Aku sangat marah, ingin rasanya aku mati saja. Kenapa sahabatku sendiri menusukku dari belakang? Salahku padamu apa, Tara???

Ring ding dong ring ding dong diggy ding ding ding ding ding

Tara menelponku, aku malas mengangkatnya, tapi aku ingin mendengarkan penjelasannya…

Aku: “Hallo”

Tara: “Raena, mianhae….Gw gak ngomong sama lo soalnya gw takut bikin lo sedih,gw juga gak tau sejak kpn gw suka sama Minho, mianhae… Raena?” Aku mendengarkan Tara, ia berbicara sambil menangis…

Aku: “Ya? Gwaenchanha Tara… I’m fine…” Aku berbohong, aku sayang pada Tara, dia sahabatku…

Tara: “Kalo lo gak suka, gw bisa minta putus sama Minho skrg juga…”

Aku: “Gak usah Tara, kalian berdua jalanin aja… gw gpp kok hehe…” Aku berusaha tertawa, tertawa miris.

Tara: “Gw khawatir lo knapa2 Raen, soalnya tadi Onew sunbae marah2 sama gw, seakan2 lo knapa2.”

Aku: “Jinki oppa marah2? Dia emang suka lebay kok, gw gpp Ta,hehe…” Aku bohong lagi, Jinki oppa knapa harus marah2 ya?

Aku: “Ta, gw ngantuk tidur dulu ya… smp ketemu bsk di sekolah, bye….” Aku menutup telepon dan menangis -lagi-…

Esoknya di sekolah seperti biasa Incredibles makan siang sambil membicarakan Festival Kesenian yang tinggal 2 bulan lagi. Aku, Jinki oppa, Kibum, dan Jjong oppa sudah ada di kantin, tetapi Tara dan Minho belum terlihat batang hidungnya. Akhirnya mereka berdua datang sambil bergandengan tangan, ingin rasanya aku teriak saat itu dan berlari, tapi aku harus menahan emosiku. Setelah melihatku, Tara melepas gandengan tangan Minho. Kami mulai rapat tetapi aku tidak bisa berkonsentrasi karena Minho terus membelai rambut Tara di depanku yang membuatku risih, aku tak kuat lagi ingin menangis. Aku berdiri, mengagetkan semua member Incredibles, mengatakan pada Jinki oppa kalo aku akan pergi ke toilet,lalu aku berlari sekencang mungkin. Aku duduk sendiri di taman, menundukkan kepalaku di atas lutut dan mulai menangis. Namun tiba2 terasa seseorang membelai rambutku.

Jinki: “Raena? Are you OK?”

Aku hanya menganggukan kepalaku.

Jinki: “Haruskah aku memukul Minho?”

Aku: “oppa apa2an sih?” Aku kesal, mengapa Jinki oppa hanya ingin menambah masalah saja?

Jinki: “OK, jadi aku harus ngapain Raena?” Jinki oppa terlihat pasrah, tampak ia sangat bingung.

Aku: “Oppa gak tau sih gimana rasanya jadi Raena? Mencintai seseorang yang menyukai sahabat kita sendiri?”

Jinki: “Aku lebih berpengalaman dari kamu, Park Raena…” Jinki oppa tersenyum manis.

Aku: “Huh? Maksud oppa?”

Jinki: “Aku suka sama cewe, dia perfect banget….tapi cewe itu suka sama orang lain yang teman baikku. Yang lebih membuatku sakit lagi, cewe ini sering bercerita padaku tentang cowo yang ia sukai itu,hehe” Jinki oppa tertawa kecut.

Aku: “Ada ya cewe kayak gitu? Kalo aku jadi cewe itu sih aku mending milih oppa deh,hehehe” Aku mulai bisa tersenyum, entah mengapa atmosfir yang dibentuk Jinki oppa selalu dapat membuatku tersenyum.

Jinki: “Masa sih? Gak percaya, hehe…”

Aku: “Siapa cewe itu oppa? Tell me!!!”

Jinki: “NOPE!”

Aku: “Come on, oppa… aku kan bukan orang lain…apa aku kenal dia?”

Jinki: “Hmmmm…. Kayaknya kenal deh,hihi…” Jinki oppa membuatku penasaran, siapakah wanita beruntung yang dicintai oppa yang paling aku sayang ini?

Aku: “siapa? Siapa?”

Jinki: “nooooooo…. Way…. I won’t tell you…” Jinki oppa berlari menjauhiku dan aku mulai mengejarnya hingga kantin tempat kami duduk tadi. Tiba2 suasana hatiku berubah…

Aku: “Annyeong semua!!! Tara sama Minho jadi PJ gak nih? Hehe”

Jjong: “Jangan di kantin dong PJ nya Raen, kita harus cari tempat mahal,hehe…”

Minho: “ahh, Hyung mah morotin…”

Kibum: “Iya harus di cafe2 gitu,hihi….”

Jjong: “Salah sendiri jadian di akhir bulan, weee….”

Aku mulai mencoba melupakan perasaanku pada Minho dan menguburnya dalam-dalam…

µ

Di perjalanan pulang dalam mobil Jinki oppa

Aku: “Oppa, aku janjian sama eomma mau belajar masak hari ini….” Oya aku memanggil ayah dan ibu Jinki oppa eomma dan appa, karena mereka sudah seperti orangtuaku sendiri.

Jinki: “Wae? Masak? Kayak yg bisa aja, weee ,hehehe”

Aku: “Makanya belajar… dasar oppa bulet, weee”

Jinki: “Buat apa belajar masak?”

Aku: “Ya buat aku lah, biar gk kelaparan kalo gk ada bunda di rumah…”

Jinki: “Ahh biasanya gak ada Bunda juga numpang makan di rumah oppa,hihi”

Aku: “Ntar lain kali aku masak buat oppa deh…”

Jinki: “Beneran ya, awas kalo gak enak…”

Tak terasa 3 minggu lagi festival dimulai, panitia sudah siap2 menyiapkan semua tentang festival. Hari ini aku ingin nongkrong di klub jurnalistik, sudah lama aku tidak mengunjungi ruang klub jurnalistik. Di sana aku bertemu dengan ketua klub jurnalistik, Kang Hyomin. Hyomin eonni adalah model majalah remaja di Korea, tapi dia orangnya gak sombong, down to earth…aku merasa nyaman di dekatnya… Oya Hyomin eonni adalah teman sekelas Jinki oppa dan Jjong oppa.

Aku: “Eonni, lagi ngapain?”

Hyomin: “Bikin artikel tentang Onew”

Aku: “anteng banget nih kykny, perasaan eonni sering banget bikin artikel tentang oppa, eonni naksir oppa ya?” Aku bertanya dengan polosnya, wajah Hyomin eonni nampak merah, pasti ia malu

Hyomin: “Ehh, gak kok, itu…. Hmmmm….” Ia tampak gugup

Aku: “Gimana kalo aku comblangin kalian berdua? Kalian cocok kok? Gmana? Aku soalnya gak tega liat oppa sedih terus gara2 cewe yang dia suka sering bikin oppa sakit hati…mau ya eonni?”

Hyomin: “Ehh, terserah kamu deh…”

Aku: “OK, eonni… tunggu aja tanggal mainnya,hehe…” Aku mengedipkan mataku pada Hyomin eonni. Saatnya bertanya pada Jinki oppa.

µ

Di ruang Student Union

Aku: “Oppa, kenal Hyomin eonni kan?”

Jinki: “Ya kenal lah, kan kita sekelas…emang kenapa?”

Aku: “Kata oppa, dia cantik gak?”

Jinki oppa tampak bingung

Jinki: “Cantik lah, makanya jadi model juga…”

Aku: “Oppa suka gak sama dia?”

Jinki: “Hahhhh??? Kamu ngomong apaan sih? Geje banget…”

Aku: “Jawab pertanyaanku oppa…”

Jinki: “Gak mau” Jinki oppa tampak kesal…

Aku: “Pasti suka, kenapa kalian gak jadian aja? Kan kalian cocok banget, daripada oppa mikirin cewe yang sering nyakitin oppa, mending juga pacaran sama Hyomin eonni,hehe”

Jinki: “KAMU NGOMONG APA SIH RAENA? AKU GAK SUKA DICOMBLANG2IN!!!” Jinki oppa marah, dia meninggalkanku. Oppa emang aneh, disuruh pacaran sama cewe cantik malah nolak,dasar Jinki oppa ndut bulet…

JJJ

Jinki POV:

Aku sedang browsing di ruang Student Union, tiba2 Raena duduk di sebelahku

Raena: “Oppa, kenal Hyomin eonni kan?”

Aku: “Ya kenal lah, kan kita sekelas…emang kenapa?”

Raena: “Kata oppa, dia cantik gak?”

Ini anak suka nanya yang aneh2 deh…

Aku: “Cantik lah, makanya jadi model juga…”

Raena: “Oppa suka gak sama dia?”

Ngapain sih Raena nanya kayak gini, udah jelas yang aku suka Cuma kamu Park Raena!!!

Aku: “Hahhhh??? Kamu ngomong apaan sih? Geje banget…”

Raena: “Jawab pertanyaanku oppa…”

Aku: “Gak mau” Aku mulai kesal, Raena apa2an sih dia mau nyomblangin aku sama Hyomin? It won’t work…

Raena: “Pasti suka, kenapa kalian gak jadian aja? Kan kalian cocok banget, daripada oppa mikirin cewe yang sering nyakitin oppa, mending juga pacaran sama Hyomin eonni,hehe”

Aku mulai marah, hatiku sakit ketika orang yang sangat aku cintai malah menjodohkanku dengan orang lain.

Aku: “KAMU NGOMONG APA SIH RAENA? AKU GAK SUKA DICOMBLANG2IN!!!”

Aku pergi dari ruangan Student Union dan membanting pintu, mungkin Raena kebingungan, tpi emang dia sangat menyakiti perasaanku.

Sebenarnya besok adalah ulang tahun Raena, eomma telah membuatkan blueberry cheesecake kesukaan Raena. Dan aku telah menyiapkan kado untuknya, sebuah jepitan berbentuk kamera dalam kotak berwarna mint-warna kesukaanya-, kamera adalah salah satu benda favoritnya yang dapat membantu Raena memenuhi insting jurnalistiknya. Aku ingin memberinya surprise, tetapi aku baru saja marah dengannya gara2 masalah Hyomin, tapi apa boleh buat, aku tetap harus memberikan hadiah ini. Aku pun menyiapkan rencana bersama eomma,appa,Taemin, dan Bunda. Bunda akan membuat Raena keluar dari kamarnya, ntah dengan cara apa. Taemin, appa, dan eomma akan membawa kuenya dan aku menpersiapkan hadiah untuknya, di kamarnya, tentunya. Pukul 23:50 Bunda mengirim SMS padaku, katanya Raena sudah ada di luar kamar. Aku menyiapkan peralatanku, tentunya tangga ajaib,hehe…

Aku masuk kamar Raena, membuka jendela kamarny perlahan dan menaruh kotak kecil di atas meja belajarnya, setelah itu aku kembali ke kamarku. Dari kamarku terlihat Raena sudah berada dalam kamar, aku melempar batu ke jendelanya. Agak lama dia membuka tirainya, saat membuka tirainya kulihat dia telah memegang kotak dariku dan menunjukkan wajahnya yg bertanyatanya tentang kotak itu padaku, aku hanya tersenyum. Kemudian aku menulis di notes ku “SUDAH KAMU BACA SURATNYA???”, lalu menunjukkan notes itu padanya.

Oiya isi surat itu adalah:

Park Raena, bocah manis yang selalu membuat oppa tersenyum. Selamat ulang taun yaa, maaf kalo oppa blom bisa membuat Raena bahagia, tapi pasti oppa akan membuat Raena bahagia, aku janji 😀 Mudah2an kalo udh 15 taun jadi gak bocah lagi, ya boc? Hehehe”

Satu2nya oppamu yang paling ganteng

😀

NB:Oya Taemin ikut nyumbang bungkusin kotaknya,hehe”

Ia mulai menulis, “SUDAH, THANKS OPPA…”. Aku senang melihat senyumnya kemudian aku menulis lagi “AKU KESANA SKRG YA!”. Aku langsung SMS Taemin menyuruhnya segera pergi ke rumah Raena bersama eomma dan appa untuk memberi surprise padanya. Aku telah berada dalam kamar Raena dan setelah itu ada yang mengetuk pintu kamar Raena, sudah pasti orang2 suruhanku,haha… Eomma membawa blueberry cheesecake buatannya dengan lilin 15 buah di atasny. Kami menyanyikan lagu “Happy Birthday” dalam bahasa Korea, Indonesia, Inggris, dan Belanda, negara asal Raena yang blasteran itu,hehe. Kulihat Raena sedikit meneteskan air mata, namun ia tampak bahagia.

Raena: “Semuanya makasih yaaaa…Raena sayang semua…” Raena memeluk kami semua bersamaan

Bunda: “Kamu langsung tidur aja ya Raena, oya besok sore temen2 kamu bunda undang ke rumah loh…kita mau nyoba masakan kamu,hehe…”

Raena: “Ehh bunda, kok?”

Eomma : “Kan udah eomma ajarin, pasti buatan Raena enak… Siapa dulu yg ngajarin, kalo masakan eomma gak enak Jinki gak akan sebulet sekarang,hehe” Eomma bawa2 namaku…hufft

Aku: “Eomma, emang aku segendut apa sih? Biarin deh sehat, daripada Taemin kerempeng,hehehe”

Taemin: “Hyung jahat,makanya jangan suka ngambil makanan gw weee…”

µ

Esok sore, aku telah berada di rumah Raena membantu membereskan rumahnya sambil menunggu incredibles yang lain. Raena sedang memasak dibantu eomma dan bunda, aku tidak dapat membayangkan Raena memasak, yang aku ingat waktu kecil dia hobi main masak2an, Taemin pernah dibuatkannya Salad rumput saus tanah dan dengan bodohnya Taemin makan makanan yang inedible itu,haha… Semua incredibles telah datang dan kami menunggu masakan Raena. Raena memasak Cheese Cream Fettuccini Carbonara, tampak lezat. Dan benar saja, masakannya,hmmmmm… Raena emang perfect… Tiba-tiba Eomma nyeletuk…

Eomma: “Tuh bener kan pasti enak, siapa dulu dong yang ngajarin? Hehe…Enak kan Jinki?”

Aku: “Iya eomma, enak,hehe…” Aku menjawab dengan sangat jujur…

Eomma: “Emang calon istri Jinki yang baik harus pinter masak, soalnya Jinki kan gembul,hehe”

Aku tersedak mendengar perkataan eomma, semuanya pun nampak shock, apalagi Raena…

Aku: “ehem…eomma ngomong apa sih? Hahahaha” aku menanggapinya dengan bercanda, padahal sebenarnya aku ingin sekali Raena menjadi istriku kelak,hehe…

JJJ

Raena POV

Aku hari ini akan mencomblangkan Jinki oppa dengan Hyomin eonni. Kami akan bertemu di Fantasy World jam 7 malam. Aku meminta Hyomin eonni menunggu langsung di sana dekat kedai ice cream. Aku pun mengajak incredibles sebagai alibi supaya Jinki oppa mau diajak pergi. Sudah jam 6 sore, aku sudah siap mengenakan sweater putih, coat biru, celana jeans, boots coklat, tas selempang coklat dan topi baret putih. Cuaca hari ini sangat dingin suhunya mencapai -4°, musim dingin sudah dimulai. Aku mengetuk pintu rumah Jinki oppa, Taemin yang membukanya…

Taemin: “Raena noona, hyung masih di kamar gak tau ngapain, maen game kayaknya…”

Aku: “Apa? Maen game???”

Taemin: “Iya, tadi aku lagi maen direbut sama hyung…”

Aku langsung menyusul Jinki oppa ke kamarnya, dan benar dia bermain game…

Aku: “Oppa, kok belom siap??? Ayoo temen yg laen udh pd nunggu!” teriakku

Jinki: “Iya tunggu bentar…” tiba2 Jinki oppa melepaskan kaosnya aku menutup mataku dengan kedua tanganku, Jinki oppa tersenyum, mengapa dia tersenyum? Apa yang lucu??? Jinki oppa mengganti kaosnya dengan sweater putih. Ia mengambil coat coklatnya kemudian kunci mobilnya, lalu ia menarik tanganku dengan lembut…

Jinki: “ayoo…”

Kami sampai di Fantasy World depan kedai ice cream, aku mencari-cari Hyomin eonni, akhirnya aku menemukannya, aku melambaikan tanganku padanya. Jinki oppa tampak bingung.

Jinki: “kamu masih niat nyomblangin aku sama dia?”

Aku hanya tersenyum dan tatapan mataku tetap tertuju pada Hyomin eonni, namun tiba2 Jinki oppa menarik tanganku.

JJJ

Jinki POV:

Mengapa Hyomin disini? Raena masih berniat menjodohkan aku dengannya? Keterlaluan…

Aku: “kamu masih niat nyomblangin aku sama dia?” Aku bertanya padanya dengan kesal, ia hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Hyomin. Seketika itu juga aku menarik tangan Raena, aku tak sanggup lagi menahan semuanya, hatiku sakit sekali… Kurasakan Raena mencoba untuk melepaskan genggamanku, namun aku menggenggam tangannya semakin erat.

Raena: “Oppa kenapa sih? Kan Hyomin eonni jadi gak keliatan lagi, kalo dia nyariin gimana?”

Aku: “Denger ya Raena, udh berapa kali aku ngomong sama kamu, aku gak suka dijodohjodohin kyk gini,OK?”

Raena: “Tapi kenapa oppa? Hyomin eonni kan cantik, baik lagi, gak kayak cewe perfect yang suka nyakitin oppa itu, iya kan oppa?” Raena kenapa kamu malah membela orang lain dan menjelek-jelekkan dirimu sendiri,hufftt…

Aku: “Pokonya aku gak suka, Raena, ARASSEO?” Tak sengaja aku membentaknya, aku sedikit merasa bersalah

Raena: “Paling gak, oppa coba dulu deket sama Hyomin eonni, kalo emang gak cocok baru bisa bilang gitu.” Nada bicaranya berubah, mulai meninggi.

Aku: “Raena, aku gak akan pernah bisa cinta sama orang lain… sulit buat aku lepasin dia…” Aku semakin erat menggenggam tangannya.

Raena: “Kayak sulitnya oppa lepasin tangan aku?” Haha dia menyindirku… aku melepas genggaman tanganku

Raena: “Emang seperfect apa sih cewe itu, Raena pengen tau? Siapa sih cewe yang bikin oppa jadi babo kayak gini? Siapa sih opp…” Belum selesai dia berbicara, aku memotong pembicaraannya dengan ciumanku. Aku dapat melihat semua pengunjung Fantasy World termsuk Hyomin,Kibum,Minho,Jjong,dan Tara kaget melihat apa yang aku lakukan. Melihat Raena berbicara tanpa henti membuatku berpikir cara apa yg dapat membuatnya berhenti berbicara, yaa hanya ini lah caranya.. Aku mencium bibirnya dengan lembut, awalnya dia tidak menolak dan membalas ciumanku, tetapi kemudian dia mendorong tubuhku…

Raena: “OPPA, oppa apa2an sih? Kenapa oppa cium aku? Oppa, jawab pertanyaan aku!!! OPPA???” Dia mulai berteriak, kesal.

Aku: “Kamu mau tau seperfect apa cewe yang buat aku jadi babo kayak sekarang? Kamu beneran mau tau?” Raena menganggukkan kepalanya

Aku: “Kalo kamu mau tau ngaca depan cermin, punya cermin kan?” Kataku dingin sambil meninggalkannya tanpa sepatah kata pun, aku masih kesal… betapa polosny dia sampai tidak pernah meyadari bahwa aku mencintainya sejak dulu, lama sekali…

JJJ

Raena POV:

Kenapa Jinki oppa menciumku? Tapi kenapa juga aku tidak bisa menolaknya? Aku harus mencari tau sebabnya, aku mendorong tubuh Jinki oppa

Aku: “OPPA, oppa apa2an sih? Kenapa oppa cium aku? Oppa, jawab pertanyaan aku!!! OPPA???” Aku mulai berteriak, sangat kesal.

Jinki: “Kamu mau tau seperfect apa cewe yang buat aku jadi babo kayak sekarang? Kamu beneran mau tau?” Aku hanya menganggukkan kepala

Jinki: “Kalo kamu mau tau ngaca depan cermin, punya cermin kan?”

Kenapa Jinki oppa jadi dingin sperti ini? Seperti dinginnya malam ini yang sangat menusuk tulang2ku. Apa maksud Jinki oppa dengan melihat cermin, apa maksudnya? Aku mengeluarkan cermin berbentuk cherry dari dalam tas coklatku, aku bercermin dan… Jinki oppa menyuruhku bercermin untuk mengetahui seperfect apakah cewe yang sangat dicintainya dan aku hanya menemukan bayangan diriku pada cermin tersebut. Betapa bodohnya aku, cewe itu aku, AKU…Jinki oppa mencintaiku? Masa sih? Kibum,Minho,Jjong dan Tara menghampiriku.

Kibum: “Gwaenchanhayo, Raena?”

Aku hanya menganggukkan kepalaku, aku teringat, Hyomin eonni… pasti dia marah banget waktu liat Jinki oppa menciumku, etteohke?

Aku: “Eotteohke, guys??? Jinki oppa marah sama aku…Hyomin eonni juga pasti marah…”

Jjong: “Mending sekarang kamu susul Onew dulu, kayaknya dia belom pergi.”

Aku mengikuti saran Jjong oppa, aku pergi ke tempat parkir mobil Jinki oppa tadi, aku tidak menemukan siapapun di sekitar mobil birunya. Aku duduk depan mobil Jinki oppa, menunggunya. Duhh, mengapa dingin sekali sih? Aku baru sadar, aku gak pake sarung tangan, dasar Raena babo… Aku menggosokkan kedua telapak tanganku dan meniupniupnya. Tiba2 ada yang meletakkan coat tebal di badanku, aku menoleh ke belakang, Jinki oppa. Ia membawa 2 cup hot chocolate.

Jinki: “Nih minum, biar gak kedinginan…”

Aku: “Oppa, mianhae… Aku gak tau kalau…” Jinki oppa menutup bibirku dengan telunjuknya…

Jinki: “Cepet minum, ntar keburu dingin!” Aku langsung minum hot chocolate itu.

Aku: “Oppa tau dari mana aku kesini? Kok bawa 2 cup?”

Jinki: “Pengen aja beli 2, aku kan gak cukup satu cup…” jawaban Jinki oppa membuatku tersenyum.

Aku masih trus menggosokkan kedua telapak tanganku, tetapi kemudian Jinki oppa memberikan sarung tangannya…

Aku: “No, oppa… ntar oppa kedinginan, kan coatnya udah aku pake…” Aku liat tubuhnya bergetar kedinginan, mana mungkin aku membiarkannya memberikan sarung tangannya padaku juga?

Jinki: “I’ll be fine.” Jinki oppa tetap melepaskan sarung tangannya dan memberikannya padaku, aku menolaknya.
Aku: “Gimana kalo kita pakenya sebelah2? Biar adil,hehe” Ide gilaku muncul, aku tidak menyangka jantungku akan berdegup sangat kencang ketika berada dekat Jinki oppa, biasanya tidak begini.

Aku: “Oppa, sejak kapan kamu mencintai aku?”

Jinki: “Pertanyaan konyol, haruskah aku jawab” Jawabnya sambil menggigil…

Aku mengangguk.

Jinki: “Raena aku mau nanya, siapa yang selalu ada untukmu? Selalu menyediakan pundakny untuk tempatmu menangis dan bersandar? Selalu berkorban untukmu? Membuatmu tertawa? Menjagamu?”

Aku: “Oppa, Cuma oppa…” aku menjawabnya singkat…

Aku: “Oppa mencintaiku sejak lama? Kenapa gak bilang?”

Jinki: “Aku takut, kamu tidak merasakan hal yang sama dan akan meninggalkan aku. Dan aku kira kamu akan tau” Jinki oppa tersenyum.

Aku: “Aku gak akan pernah tau kalo tadi oppa gak nyuruh aku ngaca, Raena emg babo ya oppa?” Jinki oppa tersenyum lagi.

Aku: “Kenapa oppa membiarkan aku jatuh cinta sama Minho?”

Jinki: “hahaha, aku membiarkanmu menyukai orang lain, tapi pada akhirnya kau harus menikah denganku…” Jinki oppa tertawa lepas…

Aku: “Oppa curang!” Jinki oppa menarikku ke dalam pelukannya, memelukku erat, menghangatkan tubuhku yang kedinginan. Kemudian aku memegang tangannya yang tanpa sarung tangan, menghangatkannya.

Aku: “Oppa, jeongmal mianhaeyo… Raena tau pasti oppa sedih waktu Raena mau jodohin oppa sama Hyomin eonni. Mianhae…” Jinki oppa mengecup keningku.

Jinki: “Aku maapin kok, asal…” Jinki oppa menunjuk bibirnya, pertanda minta kucium, dasar oppa genit…

JJJ

Jinki POV

Aku menggodany, menyuruhnya mencium bibirku agar aku mau memaafkan dirinya. Padahal sebenarnya aku langsung maafin dia kok. Wajah Raena mendekat, semakin mendekat… Ia mengecup bibirku dengan bibir mungilnya, membuatku tidak ingin melepasnya…

Aku: “Raena, please sekarang aku gak mau Cuma sekedar jadi oppa kamu… I wanna be your MAN…”

Raena hanya tersenyum dan kembali ke dalam pelukanku…

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “I Wanna Be Your MAN”

  1. Ooo.. so sweet ffnya..
    berasa baca novel teenlit, soalnya pake ‘lo-gue’ gtu.. hhehehe
    cintanya bersegi2 yah..tp akhirnya raena jadian juga ama onyu..
    weitz.. gaya bgt ngomongnya onyu “I wanna be your man..” hahahaha XD *digeplak*
    yah.. emang klo cinta gak kemana.. *sok bijak bgt* XD
    bagus2 ffnya chingu.. 😀

  2. omo raejin couple *raena-jinki* sweeeeeetttt banget…. >///<

    tapi kejadian yang firts kiss raena sama minho itu bgibgetin aku sama something *wkwkwkwk 😛

    btw Nice ff 🙂

  3. ouwlala! gurunya si jo kwon! kalo dosenku jo kwon juga bisa betah aku di kampus!
    cieeeehhhh…jinkiiiii…berasa ngomong sama aku. kkk~ *apaseh eci
    daebak nih cerita! author salam kenal ^^

  4. Hahaaa si taemin pelit amat nyumbang kotak pke ditulis ahahaa
    kocak amat deh chingu
    Sinta Jojo sma fitrop emang keren y bisa terkenal di keluarga nya Jinki heheheee
    keren chingu

  5. degdeg serr gimana gitu baca nih ff…
    kejadian raena ma minho ngingetin aku sama someone and masa lalu yang kelam T.T #curcol
    ABANGG!!!! i wanna be your girl bang!!!! *narik-narik Jinki*

    NICE ff thor!!!!!

  6. Baru baca…
    Seruuu ff nya…romantis gmnaa gituu…
    Minho agak keterlaluan jg sih,giliran sm Raena cuek bebek…sm Tara mesra bgt!^apasih gaje^

  7. hwee…
    mau donk sama jinki…
    jinki sini sama aku aja! (ditimpuk sendal m raena)
    nice ff thor..
    itu yg selingan cinta fitrop season hujan bikin ngakak..
    btw, salam kenal yak ..
    🙂

  8. ceritanya so sweet yaaa…
    pertama baca ini cerita dah yakin bakal banyak yang sukaa…
    ceritanya ada lucunya, ada romantisnya, ada nyebelinnya, ah pokonya okee deh!!!
    baca ceritanya juga makin suka ama onew, haha~~
    dan pasti ada yang lucu aja kalo baca fanfic dari author yang satu ini…
    keren banget deh dill!!! ayo terusin bikin fanfic yang kereennn!
    masukin fanfic seru yang dah dilla buat kemaren2!!
    share sama yang lain!! TOP banget dah!! hehe~

      1. hihi~~ maaf jjong,,
        tapi skali2 suka onew ngga apa2 kan? haha~
        coba bikin jjong jadi tokoh utama deh..
        kali2 aja bikin suka lagi sama jjong… haha..

  9. haaa . ya ampuun jinki ! !
    sayaa gemes baca FFnyaa .
    bosen si sbnrnya baca cast minho kyk bgtuu muluu diaaa karakternyaa /plak .
    FFnya indo bgt de . srasaa shinee tnggal d indo . aminn .
    nice FF dear 🙂

  10. Cerita.y bgs chingu..
    snang.y akhr.y raena bsa sma jinki,dr pd dia brhrp ma minho trus..
    sumpah agk sebel dkit wkt shbt.y raena n minho jdian..
    kcian si raena.y..hiks
    tp gpp lah,kan skrg udh ada jinki..
    hehe
    ^^

  11. kasian Raena cintanya bertepuk sebelah tangan,…tapi dia juga beruntung karena punya seorang Jinki,…….

    ff-nya so sweet abis deh,….hehehe

  12. waaaa… FF nya so sweet.. kekeke
    hahaha.. ada keong racun sama sinetron kgak ada habis”nya itu (baca:cinta fitri)
    iklan sosis juga ada… hahaha… lucu…

    Taem, dirimu pelit juga ternyata.. *langsung dibakar Taemint*
    Mino… gg bisa bayangin waktu si Mino godain Tara.. hahaha.. pasti lucu tuh tingkahnya…
    kekekeke…

    PLAKK *ditendang karena comment GEJE*

  13. yah…..ff na bagus author…..so romantic….
    yaaaa onew appa……..jahil juga pas endingnya…..kekeke…..
    anneyong…

  14. wakakakakak
    sumpahnya kocak ni cerita..
    tapi romantis sekali…
    jinkinya lucu, pula..
    biasanya aku gak suka ama ff yang bahasany elo gw..haha
    tpi ni ff beda..
    rame aja gitu..
    hehe
    daebak, deh 😀

  15. itu cara si raena ngeliat onew make ini itu waktu matanya ditutup gimana ?? ngintip yee hahha
    bagus nih FF untung aja oneshoot .. jadi tau semuanya ..
    ayo buat FF lagi 😀

    1. make ini itu waktu yg mana? yg ganti kaos ama sweater? itu kan ceritanya si raena nya lagi di kamarnya si onew,hehe…

      thanks yaaa udh baca n komen
      tunggu aja FF selanjutnya

      oya salam kenal

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s