Love You Forever – Part 8 (End)

Love You Forever

[part 08 of 08]

By: Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Rate: PG15

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

-member DBSK

Mian lamaaaaa…….. Gara-gara tugas2 dari dosen yang menumpuk jadi ru sempat nge-post.

Oke… happy reading…

~~~

“Dulu beberapa hari setelah Onew pergi meninggalkan Mincha ke Jepang, aku janji akan menjemput adikku itu di sekolahnya. Aku memintanya untuk menungguku di kelasnya. Karena suatu hal, aku telat menjemputnya. Dan aku melihat dia menjerit karena dia didorong ke dinding dan pria yang menghimpitnya itu berusaha untuk menciumnya. Andai saja saat itu aku tidak telat, dia nggak akan berusaha untuk menenggelamkan dirinya di bath up saat itu. Mungkin aku memang kejam, bersyukur dia kehilangan ingatannya. Tapi kalau tidak begitu, dia akan melakukan usaha bunuh diri lagi. Aku nggak mau kehilangan adikku satu-satunya. Aku… Aku..,” Yoochun tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Bahunya bergetar menahan tangis.

“Itu bukan salah kakak! Nggak ada yang salah, kak! Maaf, dulu aku bikin kakak khawatir! Aku nggak mungkin ngulangin hal itu lagi. Karena aku tau, aku nggak mau orang-orang yang menyayangiku sedih, tertekan karena perbuatanku.” Sebuah suara membuat semua yang ada di ruang itu menoleh kaget.

“Maafin aku, kak! Aku nggak tau kalo selama ini aku udah ngebebanin kakak dengan perasaan bersalah itu,” tangis Mincha sambil memeluk Yoochun.

Yunho mengajak Jaejoong, Junsu, dan Changmin untuk meninggalkan kakak beradik tersebut yang tengah menangis. Termasuk juga Onew.

Di teras rumah Yoochun dan Mincha~

“Kamu! Sejak kapan kenal sama Mincha?” tanya Changmin agak jutek karena kesal keduluan mendapatkan Mincha.

“Mmm, sekitar 6 tahun kak! Kenapa?” Onew balas bertanya dengan tampang polos tanpa menyadari kejutekan Changmin. *kkkk…. Mian, Changmin oppa! Kali ini cast Mincha sama Onew oppa!* *langsung dicerai sama Changmin*

“..dia cemburu..” Junsu menjawab pertanyaan Onew sambil berbisik yang langsung mendapat death glare dari Changmin.

“Sudahlah, Min! Onew kenal dengan Mincha lebih dulu dari kamu. Kamu harus bisa terima kekalahanmu,” nasehat Jaejoong bijak. Changmin hanya bisa mengangguk pasrah. “Ya, kak!”

“Maaf, Kak! Aku janji akan menjaga Mincha dengan baik. Buat kakak,” ucap Onew tulus kepada Changmin. Changmin menatap Onew tajam seolah mencari kebenaran dalam setiap perkataannya. Onew mengangguk mantap membuat Changmin memeluknya erat penuh rasa persahabatan.

“Terima kasih! Kamu harus janji, jangan buat dia menangis!” pinta Changmin penuh harap.

“Beres, kak! Aku juga sakit kalo lihat dia nangis,” jawab Onew menyanggupi.

Yunho menatap teman-temannya dengan perasaan haru. Dia bersyukur teman-temannya masih bisa mengendalikan emosi mereka.

“Loh? Ada apa nih, rame-rame begini?” sebuah suara mengagetkan mereka.

Yunho dkk. bingung melihat siapa yang datang. Karena mereka tidak kenal dengan gadis manis itu. Dan semakin bingung begitu melihat sesosok gadis yang tak kalah manisnya dari gadis yang pertama muncul diikuti seorang cowok yang berperawakan tegap.

“Kalian ngapain ke sini?” tanya Onew memecah keheningan yang sempat tercipta. *mengheningkan cipta, mulai* *Hah? Author mulai ngaco*

“Kamu kenal mereka?” tanya Changmin heran.

“Nih, aku nganter Sora! Daritadi maksa-maksa pengen nginep nemenin Mincha! Kalo Hyojin berhubung ada Jonghyun di rumahnya, dia Cuma ikut jenguk! Kamu ngapain di sini?” tanya Key pada Onew.

“Mmmmh, Sora memang sebaiknya menemani Mincha! Aku khawatir dia kenapa-kenapa kalo aku nggak ada. Nggak mungkin aku ikut nginep di sini, bisa-bisa terjadi hal-hal yang tak bisa kukendalikan,” ucap Onew ngasal yang langsung mendapat jitakan keras dari Changmin. Onew merintih kesakitan. Tau ndiri kan seperti apa tenaga changmin dalam menyakiti orang lain. Hehehe

“Sudah, ayo sekarang kita masuk! Pasti kakak beradik itu sudah selesai acara nangis-nangisnya,” ajak Jaejoong pada semua yang ada di situ.

Mereka pun berbondong-bondong masuk ke dalam rumah Yoochun dan Mincha. Sang pemilik rumah pun kaget melihat segerombolan makhluk memasuki ruang tengah mereka.

“Apa-apaan ini?” tanya Yoochun shock. Begitu pula dengan Mincha.

“Kakaaaak, Sora nginep sini, ya! Aku nggak mau jauh dari kak Mincha,” pinta Sora sambil memeluk Mincha yang masih bingung.

“Chun, ayo! Lanjutin tugas kita! Besok harus diserahkan,” ingat Junsu. Lalu mereka berlima, Yunho, Jaejoong, Yoochun, Junsu, dan Changmin meninggalkan Mincha dkk. untuk mengerjakan tugas mereka.

Sora bertanya pada Mincha ada masalah apa hingga menangis seperti itu. Tapi yang ditanya hanya bungkam. Ingin menyimpan masalah itu sendirian. Dia merasa cukup dia sendiri yang tahu. Ditatapnya kekasihnya dengan tajam seolah berkata jangan-mengatakan-apa-apa-tentang-hal-ini yang dijawab dengan anggukan kecil dari Onew. Sora yang melihat itu menggerutu kesal karena tidak mendapat jawaban dari keingintahuannya.

“Sudahlah, Sora! Tidak semua masalahnya bisa diceritakan kepada kita,” ucap Hyojin dengan bijak. Sora akhirnya mengangguk pelan. Mengalah. Dia nggak mau Mincha semakin sedih bila harus menceritakan hal itu.

“Malam ini kutemani ya, kak! Lebih baik, kakak istirahat lagi aja sekarang,” ujar Sora lalu membimbing Mincha masuk ke dalam kamarnya. Sebelum gadis itu benar-benar masuk ke dalam kamarnya, Onew menahan tangannya.

“Aku pulang dulu! Kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku! Aku pasti akan segera datang. Selamat tidur,” ucap Onew lembut lalu mengecup kening kekasihnya itu dan beranjak pulang setelah pamit kepada Yoochun dan teman-temannya diikuti oleh Hyojin dan Key.

“Kakak pulang, Sora! Jangan macem-macem di sini,” titah Key sebelum pulang.

Dari rumah Mincha, Key mengantar Hyojin pulang ke rumahnya. Dia tidak ikut menginap di rumah Hyojin karena dia pun ada Taemin yang menginap di rumahnya. Dia percaya Hyojin tidak akan macam-macam dengan Jonghyun mengingat mereka berdua sudah seperti kakak-adik yang saling menyayangi.

“Hati-hati ya, Key!” ucap Hyojin sambil membuka pintu mobil Key. “Kau juga hati-hati. Kalau tidur, kunci pintu kamarmu,” nasehat Key.

“Taemin, maaf, ya! Sora tidak ikut berkumpul bersama kita malam ini! Dia nggak mau jauh dari sahabatnya kalo sahabatnya lagi sakit. Dia ngerasa harus terus di dekatnya supaya dia bisa memantau sendiri keadaan sahabatnya itu. Tau sendiri kan sifatnya?” jelas Key pada Taemin yang dijawab dengan senyuman dari yang diajaknya berbicara.

“Tak apa, kak! Lagian, aku kan di sini nggak cuma malam ini. Besok juga di sekolah ketemu,” kata Taemin sambil tersenyum manis.

“Ya, sudah! Sekarang tidurlah. Besok kau harus mengurus kepindahanmu di sini bukan?” ucap Key lalu keluar dari kamar yang sudah disiapkan Sora untuk sahabat kecilnya itu.

~~~

“Om, Tante! Taemin berangkat duluan ya!” pamit Taemin lalu mencium punggung tangan orangtua Key dan Sora.

“Hati-hati ya!”

“Key juga berangkat!” pamit Key pada orang tuanya.

“Nih, bawakan bekal Sora! Daripada ngerepotin Mincha terus. Lagi sakit kan temenmu itu?” perintah ibu Key.

~~~

“Kak, emang Sora masih suka ngembat makanan temennya yang lain, ya?” tanya Taemin saat mereka berdua berjalan menuju sekolah.

“Ya begitulah! Beberapa hari yang lalu, Mincha bawa makanan untuk kami berempat, tapi saat dia tinggal keluar bersama Aoi, makanan itu langsung dihabiskan oleh Sora.” Key menjawab sambil mengingat kejadian itu.

“Hah? Tidak berubah juga hobinya yang satu itu,” gumam Taemin.

~~~

“Nah, anak-anak! Hari ini kalian kedatangan teman baru. Dia pindahan dari kanada,” kata wali kelas Mincha dkk.

“Ya, tuhan! Jangan bilang Taemin masuk kelas ini?” ucap Sora sedikit menggerutu.

“Emang!” sahut Key santai membuat Sora melotot.

“Perkenalkan, namaku Lee Taemin! Mohon bantuannya,” ucap Taemin memperkenalkan diri lalu tersenyum kepada semua teman-teman barunya. Sedangkan Sora hanya mendengus kesal melihat Taemin yang menurutnya tebar pesona.

“Nah, Taemin. Sekarang kau boleh duduk. Terserah mau duduk di mana, masih ada bangku yang kosong,” ujar wali kelas.

“Saya duduk di sebelah Sora saja, deh pak!” kata Taemin lalu berjalan menuju bangku yang telah dipilihnya. Teman-temannya memandang dengan tatapan ngeri. Sedangkan Sora menatap Taemin dengan tatapan horror.

“Aku duduk sini, ya, Sora!” ujar Taemin polos. Sora tetap menatapnya dengan sangar. Bletakk. Setelah suara itu terdengar, Taemin mengusap kepalanya yang sakit. Sedangkan teman-teman satu kelas mereka melihatnya dengan aneh.

“Kamu ini, tau-tau pindah ke sini. Nggak bilang-bilang ke aku, lagi, kalo ternyata kamu di kelas ini juga. Cari gara-gara?” Taemin heran melihat Sora yang galak. Tapi tak lama kemudian, tampang herannya sudah tergantikan dengan seulas senyum di wajahnya.

“Gimana aku mau bilang kalo kamu aja kemaren seharian mikirin Mincha? Ya kan?” Sora mengingat-ingat sejenak. Lalu memukul kepalanya sendiri. Merutuki kebodohannya.

“Sudahlah Sora! Lagian, kalo Taemin duduk sama yang lain, kakak tau kamu juga nggak rela kan?” tanya Key yang disetujui oleh Sora. Taemin menatap sahabatnya itu dengan bingung.

“Duuuh, kamu ini gimana, sih? Ya jelas aja aku nggak rela. Masa sahabatku baru dateng, belum cerita-cerita apapun, sekelas ma aku malah duduk sama yang lain.” Sora menggerutu sebal. Taemin langsung memeluk Sora setelah mendengar itu membuat anak-anak satu kelas memekik antara kaget dan nggak rela, baik siswa mau pun siswi.

“Kyaaa, Taemiiiiiin! Kamu ini kumat deh, ya! Dari dulu nggak berubah.” Siswa-siswi di kelas itu semakin kaget melihat Sora yang malah mencubit pipi Taemin. Biasanya kalo ada cowok yang melakukan hal itu padanya, dia akan terdiam lalu menangis.

Tiba-tiba wali kelas mereka masuk lagi. Dengan seorang siswa lagi yang belum pernah mereka lihat. Saat Sora melihat ke arah siswa baru tersebut, wajahnya langsung pucat pasi. Taemin dan Key yang mengetahui hal itu langsung menawarkan Sora untuk ke UKS. Sedangkan Mincha menatap siswa baru tersebut dengan tajam. Mincha langsung menyuruh Taemin untuk mengantar Sora ke UKS. Siswa baru tersebut menatap kepergian mereka berdua dengan pandangan tak rela. Tapi dia masih harus memperkenalkan diri dulu di depan kelas.

“Nah, Minho!! Terserah kau mau duduk di mana,” ucap wali kelasnya lalu dia meninggalkan kelas itu. Biasaaaa…. Untuk acara kenal-kenalan getoh deh… *Kok kayakx pada pindah ke kelas itu semua ya?? Kayak nggak ada kelas lain?? Ah, biar ajah.. suka-suka author*

Minho memutuskan untuk duduk di bangku yang cukup dekat Mincha. Setelah meletakkan tasnya, Minho menghampiri Mincha yang masih menatapnya dengan tatapan berbahaya. Onew yang duduk di sebelahnya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Hyojin sibuk menahan Key agar tidak menghajar Minho.

“Cha, kita bicara sekarang aja. Nggak usah nunggu nanti,” ujar Minho begitu dia sudah berdiri di hadapan sepupunya itu.

“Ya udah. Ngomong aja sekarang,” kata Mincha tanpa mengubah tatapannya pada Minho. Teman-teman sekelas mulai merasakan gelagat buruk. Mereka sudah tegang saja menyaksikan ketegangan yang tercipta di antara 4ever bersahabat itu. *adeeeeh, bahasa gw udah kayak apa aja sih nih?* *reader: meneketehe’.. kan lo yang nulis.*

“Nggak bisa. Terlalu banyak orang di sini,” tolak Minho. Menginginkan pembicaraan di tempat yang lebih privacy. Akhirnya Mincha mau mengikuti Minho dengan syarat, Key, Onew, dan Hyojin boleh ikut. Sesampai di taman sekolah, mereka berhenti. Hyojin benar-benar menjaga Key agar tidak menonjok Minho saat itu juga. Walaupun kesal ditahan-tahan begitu, toh Key juga nggak sanggup menyentak Hyojin. Dia sadar kalo kekasihnya itu khawatir.

PLAKK

Key langsung berhenti memberontak melihat Mincha menampar Minho. Sedangkan yang ditampar hanya memegang pipinya sambil menatap nanar pada sepupu tersayangnya itu. Onew langsung memeluk gadis itu untuk meredakan kemarahan sang pacar. Hyojin?? Dia hanya melongo kaget. Heran. Karena semarah-marahnya Mincha belum pernah dia lihat sahabatnya itu menggunakan kekerasan.

“Cha! Semarah itukah kamu sama aku? Baru kali ini kamu nampar aku,” ucap Minho lirih.

“Kamu! Berapa kali aku bilang jangan sok jagoan!? Berantem terus. Kamu nggak mikirin perasaan orang lain?! Kali ini aku bener-bener kecewa sama kamu,” balas Mincha menahan air mata yang sudah siap tumpah membasahi pipinya. Onew langsung menariknya dalam dekapannya.

“Tapi, Cha! Aku cemburu. Aku bener-bener suka sama Sora. Aku nggak rela lihat dia deket-deket sama cowok lain,” jawab Minho keras.

“Dasar bodoh!” sebuah suara menghampiri mereka. “Kau seharusnya lihat-lihat siapa cowok yang dekat dengan Sora. Mereka sahabat Sora. Kalo kamu menjauhkan sahabat-sahabatnya darinya, hanya akan membuatnya membencimu.”

“Yoochun! Kau?” ucap Minho kaget. PLAKK

“Aissh, kenapa dipukul lagi?” tanya Minho nggak terima.

“Kamu jangan nggak sopan gitu. Dia itu lebih tua darimu. Jadi kamu harus manggil dia kakak. Apalagi dia kakakku. Cari mati ya kamu?” gertak Mincha horror.

“Kamu itu sebenernya mikir apa, sih? Saudara sendiri kamu hajar juga!!” teriak Key kesal. Mincha menoleh heran dengan perkataan Key. Minho langsung keringat dingin. Dia benar-benar takut pada Mincha kalo dia sedang marah. Dia bisa lebih ganas daripada Minho.

“Kak! Kakak pernah dihajar Minho? Kalian berantem??” tanya Mincha beruntun. Yoochun segera menggelengkan kepalanya.

“Kakak nggak ngelawan kok. Buang-buang tenaga. Taemin tuh yang dihajar ampe bener-bener babak belur. Karena itu Sora sampai pindah kemari. Dia nggak tahan dijauhi teman-teman sekolahnya karena ancaman Minho,” jawab Yoochun tanpa ada yang ditutupi.

“Minhoooo…. Kamu benar-benar mengecewakanku. Keterlaluan. Lihat sekarang. Sora merasa tertekan akibat ulahmu. Dan jangan harap aku mengizinkanmu untuk memilikinya lagi. Sikapmu nggak akan bisa berubah,” gerutu Mincha sebal.

“Tapi, Cha…”

“Walau kakak ngijinin juga, aku nggak bakal mau balikan sama dia.” Sebuah suara memotong ucapan Minho. “Aku udah jadian ama Taemin. Jadi kamu udah nggak ada kesempatan lagi,” ucap gadis itu lagi yang ternyata adalah Sora.

Key menatap adik kesayangannya itu dengan kaget. Ha?? Adiknya yang anti cowok itu bisa punya pacar? Pacar?? Yang bener?

Minho tak kalah kagetnya. Bagaimana mungkin Sora jadian dengan cowok lemah seperti itu?

“Kalian nggak usah kaget. Tujuanku pindah ke sini itu demi Sora. Aku nggak peduli meski Minho, akan melukaiku atau seperti apa lah. Aku nggak takut. Aku mau ngejagain Sora,” ucap Taemin mantap.

“Sora, kamu nggak lagi cari cara buat ngehindarin aku kan?” tanya Minho mulai frustasi.

“Ngapain juga? Kayak aku kurang kerjaan. A… aku kan udah suka Taemin dari kecil. Setelah dia pindah, ternyata ada kamu yang mau nemenin aku. Aku senang sekali. Pas jadian sama kamu dulu itu karena aku ngerasa ada yang perhatiin aku. Menyesal aku pernah sayang banget sama kamu. Setelah kamu nyakitin sahabat yang aku sayang, semua perasaan sukaku ke kamu lenyap menguap gitu aja,” jawab Sora berusaha tegas walau wajahnya menampakkan rona yang benar-benar merah padam. Dia malu sudah blak-blakan mengungkapkan rahasianya selama ini.

”Nah, sekarang kamu udah tau kan?? Udah lihat sendiri akibat perbuatanmu? Sora sendiri udah nggak mau lagi balikan sama kamu.” Bentak Mincha sinis. Minho hanya menunduk lesu dibentak oleh sepupu kesayangannya. Nggak ada yang membelanya sama sekali.

“Mincha, sudahlah! Dia pasti sudah menyesali perbuatannya. Jangan semakin menyakiti hatinya. Kamu yang mengatakan seperti itu, dia akan lebih terluka. Dia benar-benar sayang padamu, karena itu dia sedih sekali kamu membentaknya seperti itu,” ucap Onew sambil menepuk punggung Mincha.

“Tunggu! Jadi selama ini? Sora! Kamu kenapa nggak bilang apa pun pada kakak?? Aaaaargh… menyesal aku selama ini curhat sama kamu, tapi kamu nggak pernah cerita apapun ke aku…,” keluh Key penuh sesal.

“Kak… bukan maksudku buat memendamnya sendirian.. tapi, aku nggak mau bikin kakak ngejahilin aku.. cukup Hyojin aja yang jadi korbanmu,” jawab Sora ngaco yang langsung mendapat pukulan telak di kepalanya oleh Hyojin.

“Kamu juga nggak pernah curhat sama aku tentang itu. Kamu nggak percaya lagi sama aku?” tanya Mincha sesak.

“Bukan gitu, kak…. Aku takut kakak tau masa laluku,” bisik Sora lirih. “Aku nggak mau kehilangan sahabat lagi, begitu mengetahui semuanya,” lanjutnya lagi.

Melihatnya meneteskan air mata membuat Mincha segera bertindak untuk segera meraih Sora dalam pelukannya. Dia ucapkan kata maaf berkali-kali.

“Jadi benar-benar udah nggak ada harapan buatku untuk kembali padamu, Sora?” tanya Minho seolah untuk dirinya sendiri.

“Yupz! Betul banget!” jawab Sora semangat lalu memeluk Taemin yang ada di dekatnya. *Hahaha! Pembunuhan karakter!* *Soraaaa, agresif sekali dirimu*

“Kalo kamu sampai berani menyakiti teman-temanku bahkan kekasihku ini, lihat saja! Kamu tetap nggak bisa mendapatkan hatiku. *narsis banget ni bocah*” lanjut Sora.

“Sudahlah Sora! Jangan seperti itu!” bujuk Taemin.

“Tapi, kan…,” Sora berusaha memprotes. Taemin tetap menggelengkan kepalanya tidak setuju.

“Tidak perlu sampai seperti itu. Maafin aja. Beri dia kesempatan berteman dengan kita. Jangan dimusuhi,” ucap Taemin lembut lalu mengecup puncak kepala Sora pelan. Membuat hati Minho semakin mencelos. *pengen lihat Minho kalo jeles kayak gimana, jelesnya sama Sora ato Taemin ya? Inget 2Min*

“Ayo, bangun! Kita ke UKS sekarang. Kuobati lukamu,” ucap Mincha sambil menarik tangan Minho membantunya berdiri. Dia tetap menunduk tak berani menatap wajah sepupu kesayangannya itu. Tapi gadis itu seolah tak peduli. Tetap menarik tangan Minho agar mengikutinya ke ruang kesehatan. Tak diijinkannya Onew mengikuti langkahnya. Begitu  pula Yoochun dan yang lainnya. Mereka paham bahwa kedua sepupu itu memang harus berbicara berdua.

“Kak! Aku baru tau kalo ternyata kakak tuh sepupu-an sama Minho. Kenapa nggak cerita sih? Menyebalkan!” gerutu Sora pada Yoochun.

“Dan membuatmu semakin membencinya? Nggak akan. Kamu tau kenapa aku nggak bilang sama Mincha tentang ini? Lihat sendiri tadi. Dia kalo ngamuk ya seperti itu. Mana tega aku liat dia marah besar sama sepupu kesayangannya. Dan juga, sebelum mendapat pengakuan yang sebenarnya dari Minho, dia bisa nggak makan berhari-hari tuh gara-gara mikir.” Yoochun tampak bergidik membayangkan bila hal itu benar-benar terjadi.

“Sampai sebegitunya kah?” tanya Onew seolah pada dirinya sendiri.

“Sudahlah. Lebih baik sekarang kalian kembali ke kelas. Kakak mau kembali ke kampus. Setelah ini ada kuliah,” Yoochun memerintah sahabat-sahabat adiknya itu untuk kembali ke kelas.

~~~

“Menurutmu sikap berandal begitu bagus? Sudah berkali-kali kubilang. Aku nggak suka tau kamu berantem. Bahkan berusaha menjauhkan cewek yang kamu suka dari teman-temannya. Kamu pikir kamu bakal bahagia dengan cara seperti itu? Nggak, Ho. Kamu yang akan menderita. Dia tidak akan tersenyum bahagia karena memikirkan dirinya terkucilkan oleh teman-temannya, walau ada kamu di sisinya. Kamu pasti lebih seneng kalo ngeliat dia selalu tersenyum kan?” ucap Mincha panjang lebar sambil mengobati pipi Minho yang merah akibat tamparannya.

“Kalo kamu mau diterima di kelompok kami, jangan sok preman lagi. Hargai teman-temanmu. Mungkin dengan begitu kamu bisa lebih mengerti apa yang dimaksud dengan sayang. Tapi itu menurut pendapatku. Kalo kamu bisa merubah sikapmu, kuyakin Sora mau berteman denganmu. Dan jangan berani-berani rusak hubungannya dengan Taemin kalo masih mau ngomong sama aku. Ingat itu!” tegas gadis itu.

“Cha, kamu jangan marah lagi ya sama aku. Cuma kamu sodara yang mau negur aku kalo aku salah. Yang mau jadi temen ceritaku. Please! Jangan jauhi aku!” pinta Minho.

“Minta maaf dulu pada kakakku. Dan kalo kamu bisa menjaga sikap, pasti temanmu nggak cuma aku. Nah, selesai! Ayo kembali ke kelas,” ajak Mincha pada pria di hadapannya itu.

Sepanjang jalan menuju kelas, Minho merangkul pundak Mincha sambil bertukar cerita. Maklum saja kedua sepupu ini sudah beberapa tahun tidak bertemu.

Sementara itu di kelas, Onew tampak cemas menunggu kedatangan kekasihnya. Saat melihat ke arah pintu kelas dia tersenyum melihat gadis yang dia tunggu sejak tadi telah datang. Tapi, senyumnya melihat gadisnya itu dirangkul oleh Minho, sepupu gadis itu sendiri. Hatinya terasa panas terbakar cemburu.

“Hai, semua!” sapa Minho pada sahabat-sahabat Mincha. “Aku ingin minta maaf pada kalian semua. Terutama pada Sora dan Taemin. Maafkan sikapku dulu. Ternyata aku memang masih kekanakan.” Minho meminta maaf tanpa melepaskan tangannya dari pundak Mincha.

“Onew, kenapa? Kok ngeliatin aku kayak gitu?” tanya Mincha tanpa menyadari kecemburuan kekasihnya itu. Bukannya menjawab, Onew malah berdiri kemudian keluar dari ruangan itu meninggalkan teman-teman dan kekasihnya itu tanpa berkata apa pun. Tak diindahkannya teriakan Mincha yang berusaha memanggilnya.

“Kak, dikejar atuh. Cemburu tuh, cemburu,” kata Sora membuat Mincha tersentak.

“Ya ampun. Aku lupa!” pekik Mincha lalu mengejar Onew dan mencarinya ke seluruh penjuru sekolah.

“Key! Aku khawatir pada mereka. Mereka baru saja rujuk, masih anget-angetnya. Ntar kalo tau-tau putus? Aku ga bisa bayangin Mincha diemin aku,” kata Hyojin panik. Key tidak tau harus berkata apa, jadi dia hanya bisa mengusap punggung tangan kekasihnya itu untuk menenangkannya.

“Aku yakin, mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka. Memang ini salahku, tapi aku kenal Mincha. Dia hanya menyukai Onew saja. Pasti Onew akan mengerti. Maaf aku sudah membuat persahabatan kalian menjadi rumit.” Minho meminta maaf setelah itu duduk di bangkunya. Sora dan Taemin saling pandang heran akan sikap Minho.

“Diapain tadi sama Mincha ampe bisa langsung anteng gitu?” bisik Sora pada Taemin. Yang ditanya hanya mengedikkan kedua bahunya.

“Hyo, keluar yuk! Kita nggak enak ah kalo pacaran bareng gini ama belakang,” ajak Key lalu menarik tangan Hyojin agar mengikutinya keluar kelas. Sora dan Taemin bersikap tak peduli, malah bermain suit *ga tau namanya apa* yang kalah bakal disentil jidatnya. Sedangkan suasana kelas mendadak hening melihat keanehan di kelompok 4ever. Sora biasa dekat-dekat Taemin. Padahal biasanya dia bakal jaga jarak banget kalo sama cowok.

Setelah beberapa lama, mereka berdua sadar kalo diperhatikan. Sambil senyum-senyum aneh, mereka garuk-garuk kepala salting.

“Kok mendadak sepi ya? Aduh, jadi malu!” ucap Sora sok malu-malu.

“Kalian nggak usah sok malu-malu. Bilang aja kalian udah jadian kan beres.” Sebuah suara membuat satu kelas menjadi sangat heboh. Yang mengatakan hal itu mendapat tatapan sangar dari Sora. Taemin yang melihat itu langsung waspada. Dia sudah pernah diamuk Sora waktu kecil. Padahal yang mendapat tatapan itu hanya menjulurkan lidahnya ke mantan kekasihnya itu.

“MINHOOOOOO!! Sini kamu!” teriak Sora sambil mengejar Minho yang sudah kabur menghindar.

“Hahahaha! Nggak mauuuu!” jawab Minho sambil terus menghindar dari kejaran Sora tanpa melihat depan. Tiba-tiba saja. BRUG

“Ah, Kak! Maaf dia menabrakmu!” pinta Sora pada siswi yang ditabrak oleh Minho. Minho juga meminta maaf pada siswi tersebut, tapi saat menatap wajah gadis itu, dia seolah tersihir akan kecantikan gadis itu. Begitu juga dengan siswi tersebut. Mereka berdua sama-sama terpaku di posisi mereka sambil saling tatap.

“Heloooo! Heloooo! Kak Minnaaaa! Minhoooo! Sadar doong!” ucap Sora sambil melambaikan tangannya.

“Ah, iya! Lain kali hati-hati ya! Permisi!” ucap Minna lalu beranjak pergi dari lokasi kejadian.

“Tuh, kan! Dasar! Makanya jangan lari-lari. Ayo balik ke kelas,” kata sora sambil menjewer kuping Minho. Yang dijewer hanya diam nggak membalas ucapan Sora. Bahkan dia membiarkan dirinya diseret menuju kelas.

“Sora! Kamu masih ada rasa ya, sama Minho! Kok dari tadi aku ditinggal gitu aja,” gerutu Taemin sambil cemberut melihat Sora menyeret Minho menuju bangkunya.

“Aduh! Kok kamu mikir gitu sih! Kamu kan udah denger sendiri tadi tuh, kalo aku suka kamu udah sebelum kamu pindah ke Kanada dulu itu. Kenapa kamu malah nggak percaya gitu sama perasaanku?” Sora membalas gerutuan Taemin lalu memalingkan pandangannya keluar jendela. Dari situ dia bisa melihat Mincha yang tengah berusaha memberi penjelasan pada Onew.

“Aku percaya sama kamu. Selalu percaya. Terima kasih, kamu udah mau nerima aku jadi pacar kamu. Aku sayang sama kamu. Dari dulu dan nggak akan pernah pudar. Aku janji,” ucap Taemin sambil memainkan rambut Sora. Karena merasa terganggu dengan ulah kekasihnya tersebut, Sora menoleh.

“Ntar rambutku berantakan. Jangan dimainin dong ah!” Raut wajahnya tampak kesal. Taemin memeluk gadisnya itu. Dia bahagia sekali bisa berada dekat dengan cewek yang paling ingin dia temui sepulang dari Kanada. Cewek yang paling dia sayang.

Minho sebenarnya sedikit cemburu melihat kedekatan Sora dan Taemin, tapi gadis yang ditabraknya tadi lebih menyita pikirannya. *Tapi cuekin aja lah si Minho ini. Nggak penting lagi* *Author dilempari panci*

~~~

Di taman sekolah…

“Onew! Kamu jangan kayak anak kecil gitu, deh! Cemburu tuh lihat-lihat dong!” teriak Mincha kesal karena dari tadi Onew tidak menggubrisnya sama sekali.

“Kamu tuh, Cha! Nggak bisa ngehargain perasaanku. Harus berapa kali kubilang, sebagai sepupu, kalian itu udah terlalu deket. Nggak wajar. Aku aja nggak bisa sedekat itu sama kamu. Tapi kenapa dia…,” Onew tidak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Aku? Aku nggak bisa ngehargain perasaanmu? Kamu tau? 4 tahun bukan waktu yang singkat, selama itu aku berusaha ngelupain sakit yang kamu timbulkan. Selama itu aku berusaha untuk ngerelain kamu pergi ninggalin aku. 4 tahun aku nyimpan itu semua. Sekarang sakit itu mulai terasa lagi. Kamu mau ninggalin aku lagi kayak waktu itu? Kamu mau jauhin aku? Itu mau kamu?” Mincha terhenti sejenak, mengatur dadanya yang mulai terasa sesak.

“Tega kamu! Mati-matian aku coba lupain bayang-bayang itu demi nerima kamu. Agar aku bisa meyakinkan hatiku kalo aku emang bener-bener sayang sama kamu. Pengorbananku itu masih kurang?” lanjut Mincha mulai terisak.

“Jadi sekarang kamu mau nyalahin aku? Jelas-jelas kamu salah, bukannya minta maaf malah ungkit-ungkit hal itu lagi!” bentak Onew.

“Kamu egois! Aku nggak percaya kamu beneran suka sama aku. Ciuman itu juga. Jangan-jangan cuma kamuflase? Jangan-jangan cuma aku yang bener-bener suka sama kamu?” Airmata mulai mengalir di pipi gadis itu.

“Kamuflase? Apa-apaan itu? Aku nggak pernah pake ciuman buat hal keji seperti yang kamu pikirkan!” Onew semakin keras membentak Mincha lalu melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Mincha.

“Aku harus kayak gimana sih sebenernya? Ngejauhin Minho? Dia itu saudaraku. Nggak mungkin aku jauhin dia. Dia masih butuh dukungan untuk ngerubah sikapnya yang berandal itu. Terus aku harus gimana biar kamu nggak marah lagi sama aku? Aku harus gimana?” isak gadis itu lalu menjatuhkan dirinya di tanah, tak sanggup lagi mengejar pria yang sangat dicintainya itu.

“Terserah!” jawab Onew tak peduli walau hatinya pun sesungguhnya sakit melihat Mincha menangis seperti itu.

“Mana janjimu? Nggak akan membuatku menangis. Cih! Hanya bisa bicara saja!” teriak Mincha karena Onew sudah mulai menjauh. “Ternyata benar dugaanku dulu. Kamu balik lagi cuma mau nyakitin aku lagi. Cukup sudah. Aku nggak kuat lagi. Sebenernya aku nggak bisa jauh dari kamu. Tapi mau gimana lagi? Kamu juga sudah nggak peduli lagi sama aku. Kita putus aja. Itu kan yang kamu mau?” teriak Mincha lalu berlari kea rah yang berlawanan dengan Onew. Sedangkan Onew segera menghentikan langkahnya mendengar kata ‘putus’ yang diucapkan Mincha tadi. Dalam hati dia merasa kesal karena diputus secara sepihak. Dia nggak mau itu terjadi. Susah payah dia memaksa orang tuanya agar diizinkan kembali ke Indonesia. Akhirnya, ganti dia yang mengejar Mincha.

“Cha! Apa-apaan kamu itu? Putus? Aku nggak mau! Kamu kira dengan putus semua masalah bisa selesai? Yang ada malah menambah masalah, tauk!” ucap Onew begitu tangannya berhasil menahan tangan Mincha yang terus berusaha memberontak.

“Itu kan mau kamu? Aku capek, Onew! Tadi aku terus-terusan manggil kamu buat minta maaf, kamu nggak peduliin aku. Kamu egois, nggak mau denger penjelasan aku. Aku capek nahan sakit ini, perih hati ini,” balas Mincha sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari Onew. Mendengar ucapan gadis itu, Onew langsung menariknya dalam dekapannya. Dipeluknya erat hingga Mincha berhenti meronta. Diusapnya punggung gadis yang pernah dia sakiti beberapa tahun yang lalu dan juga kini.

“Maaf, aku tadi kebawa emosi. Kumohon, jangan pernah bilang putus. Aku nggak mau usahaku meninggalkan Seoul sia-sia. Aku bener-bener balik ke sini cuma buat ketemu kamu. Buat bilang ke kamu kalo aku bener-bener sayang sama kamu. Jangan pernah ngeraguin perasaanku!” ungkap Onew sambil menghapus sisa air mata di pipi kekasihnya.

“Kamu janji, nggak bakal ninggalin aku lagi?”

“Aku janji.” Mendengar jawaban Onew, Mincha balas memeluk Onew.

“Aku mau bolos.” Onew membelalakkan matanya mendengar permintaan kekasihnya itu.

“Siapa yang ngajarin kamu berani bolos?”

“Siapa yang bikin mataku sembab begini? Mau dianggap pacar nggak bener, bikin primadona sekolah nangis? Mau diamuk yang lain? Udah siap? Minho protektif banget loh sama aku!”

Mendengar nama Minho keluar dari bibir mungil siswi yang ada di hadapannya, Onew sedikit menunduk dan mencium bibir Mincha dengan kasar, membuat gadis itu sedikit mengerang.

“Onew, ini di sekolah! Sembarangan! Udah! Aku mau ambil tas, terus pulang,” ucap Mincha setelah berhasil melepaskan diri dari ciuman kekasihnya.

“Kamu tetap di sini. Kuambilkan tasmu. Kuantar pulang, kita bolos bareng.” Sahut Onew, kemudian langsung melesat masuk.

~~~

“Key! Kamu nggak bakal ninggalin aku kan?”

“Kenapa tau-tau kamu tanya kayak gitu?” tanya Key heran.

“Melihat Mincha dengan Onew, Sora dengan Taemin, kalo dipikir-pikir, mereka masih sering bertengkar. Bahkan putus pun mungkin terjadi. Aku nggak mau itu terjadi sama kita.” Hyojin memandang Key dengan pandangan penuh harap. “Kamu nggak bakal ninggalin aku kan?”

Key mengecup pipi Hyojin sekilas sebelum menjawab pertanyaan gadis itu. “Nggak akan. Aku nggak akan ninggalin pacarku yang sudah begitu sayang padaku. Yang selalu setia. Kita akan selalu bersama.”

~~~

FINISH

Epilog

“Soraaaaaa! Kenalin doooong!” rengek seorang pria pada seorang gadis yang sedang bermesraan dengan pacarnya.

“Pergi sana! Ganggu aja bisanya!” usir Sora pada pria tersebut.

“Kenalinkenalinkenaliiiiin!” pria tersebut terus merengek pada Sora sambil menarik ujung seragam Sora.

“Taemiiiin, Minho naaaah! Berisik,” ucap Sora manja pada pacarnya tanpa menoleh pada Minho.

“Soraaaaa!” Minho terus mengusik membuat Sora akhirnya mengalah.

“Iya, nanti. Sekarang sana pergi. Yang jauh. Huss… Huss…,” usir Sora seperti menghalau ayam. Minho bersorak senang lalu mengecup pipi Sora. Taemin yang melihat itu langsung emosi.

“Minhoooo, Sora itu pacarku tauuuuk! Aissh!” Sora langsung memeluk Taemin untuk menahan pria itu agar tetap di sisinya. Sedangkan Minho hanya tertawa penuh kemenangan. Dia senang menggoda pasangan baru itu. Bisa didengarnya Taemin masih menggerutu pada Sora. “Kamu juga! Kenapa diem aja?”

“Dia itu cuma ngegoda kita. Nanggepin dia bikin capek, tauk. Aku udah males ngeladenin,” ucap Sora sambil memonyongkan bibirnya. Minho yang melihat dari depan kelas, tertawa terpingal-pingkal.

~~~

“Eh, Eh! Nanti pulang sekolah ke rumahku ya! Jonghyun kesepian tuh! Katanya bosen Cuma ketemu aku terus,” pinta Hyojin sedikit mengadu.

“Dia belum balik ke Seoul?” tanya Onew dengan nada malas.

“Jangan gitu lah! Dateng aja!” tegur Taemin. Sedangkan Sora dan Mincha sedang asyik main salon-salonan. Mincha mendandani rambut Sora. *Udah SMA masih kayak gitu*

“Hehh! Ni anak dua, nggak dengerin temennya ngomong,” tegur Key. Yang ditegur Cuma mesem.

“Denger kok, Key!” sahut Mincha tanpa melepas perhatian pada rambut Sora.

“Kami sih, pasti dateng! Ke rumah Hyojin ini!” Sora melanjutkan ucapan Mincha sambil tetap duduk anteng.

“Sora, ternyata kamu bisa diem juga ya? Perasaan dari kecil dulu kamu tu nggak bisa diem barang sedetik aja,” komentar Taemin.

“Cuma kalo sama Mincha tuh dia rela kayak gitu. Aku juga heran, sebenernya apa yang nih cewek lakuin, sampai-sampai Minho yang brutal itu pun bisa nurut sama dia.” Hyojin ikut berkomentar. Mendengar Hyojin berkata seperti itu, Mincha hanya tersenyum misterius. Onew yang melihat senyuman Mincha sebenarnya sakit. Dia cemburu. Tapi Mincha benar, Minho Cuma sepupunya. Nggak mungkin berusaha ngerebut Mincha.

“Soraaa! Minchaaa! Please! Please! Please! Bantuin aku!” Kedua gadis itu hanya melirik sang pemilik suara dengan sinis.

“Bukan masalah berantem kok! Beneran! Aku mau nembak Minna. Kira-kira dia mau nerima aku nggak ya?” tanya cowok tersebut dengan gugup dan wajah memerah.

“Tanya aja sendiri sama dia. Kami bukan Minna, nggak tau perasaannya,” jawab Mincha sambil menyelesaikan ikatan rambut Sora.

“Iya! Betul betul! Sana, sana!” usir Sora.

Taemin dan Onew langsung menarik pacar mereka masing-masing, menjauhkan dari Minho. Minho memandang mereka heran.

“Kok?!” protes Minho.

“Jangan terlalu deket sama pacarku,” tegas Taemin dan Onew berbarengan. Melihat tingkah mereka berdua, Hyojin dan Key tertawa keras.

“Cemburu? Aku nggak bakal ngerebut Mincha maupun Sora. Tenang saja!” tapi OnTae tidak peduli. Malah mendengus sebal.

“Sudahlah! Oh, ya Ho! Kamu kan dulu berandal gitu, ya! Tapi kenapa bisa takut sama Mincha?” tanya Hyojin tanpa memandang Mincha.

“Kalo ketahuan aku abis berkelahi gitu, bisa dipastikan dia langsung dateng ke rumah dan masuk ke kamarku, terus ngancurin kamarku. Semua dibantingin. Ngerapiinnya susah tauk. Makanya aku paling takut kalo macem-macem lagi di depannya.” Jawaban Minho membuat Mincha gatal ingin menendang sepupunya itu. Tapi sebelum dia berhasil, Onew menahannya dengan memeluknya membuat wajah Mincha memerah.

“Tapi yang bisa bikin Mincha diem Cuma Onew, ya?” celetuk Key.

“Diem? Malah nggak bisa diem,” sangkal Onew. “jerit-jerit mulu’. Aww,” pekik Onew, karena kakinya diinjak.

“Hahahaha!” yang lain terus mengetawai pasangan gila tersebut.

###

Uwaaaaah…… akhirnya ending juga! Finish juga! Senangnyaaaaa! Fufufufu…..

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “Love You Forever – Part 8 (End)”

  1. Huaa….udh end ajah…aku mau ngulang lagi deh dari pertma!! hihihih, maaf yg part ini blm aku baca baru komen ^^

  2. Yaa..udah abis padahal ff nya seru..
    Sora lucu sora yang paling muda kan?hehe
    aku suka sifat minho yang suka ngejahilin orang hehe

  3. HIhihh…SERU!!! Minhoo!! Sini sama aku ajah!!

    Yah, kasian amat tuh si, jjong. G pnya tmen, g pnya pcar pulla!! ahahah…

    Bagus banget ff-nya!! 🙂 😉

  4. Wah?? Udah diposting??
    ngumpet dulu ah kalo gitu… *PLAKK*

    Yak! Akhirnya nih ff ending juga setelah sekian lama bingung memikirkan endingnya mau seperti apa… dan muncullah ending yg seperti ini… *lebayy

    keep comment yaaaaa~
    Gomawooooo~

    CLING *Author ngilang

  5. hiiii bagusbagusss xD
    eonni/chingu/dongsaeng .. Aku reader baruuu xD . Mianhe bru coment yg part ini *bow*
    onew ko jeles2an npa sii ?? Org sma sepupu.a pacar juga ck
    eh ituu . Minho nya jadi sama minna ga ??
    Klo gajadii mending sma akuu ajaa #plakk
    bikin lagii 😀

  6. onnie…
    seneng endingnyaaaa 😀

    si nina onn ikut eksis, noh
    wakakakakak
    minna..minna..minna..si siswi yang cantik..
    ahahahahah

    udah baca belom nih si ahjumma nya ??
    hehepiss..

  7. udah ending yah…..happy ending yang bener2 happy……
    minho….kesemsem*bhasa na aneh* ama siapa tuh…..
    taemin ama sora lucu…..mincha ama onew, kayak tom and jerry…*ditimpuk MiNew*…..
    cieeee…..hyo jin….tenang aja key gak bakalan ninggalin kamu…kok….kecuali klo aku yang minta*dibuang ke jurang ama hyojin*…..

  8. WUAH ..

    seru seru !!
    apalagi liat onew sama mincha !!

    mian baru komen un ..
    q sibuk akhir2 ini *sok sibuk*

    bagus ff nya!!
    di tunggu ff onn yang lain nya !!

  9. yeyyyyy happy ending kekekeke
    ff kmu kerennnnnnn Chaaaaaaaaa
    sora am taemin lucu……..
    onew am mincha bkin iri ihhhhhh

    AHAHAHAHAHAHA
    MINNAAAAAAAAA ADAAAAA!!!!!!!!*hug+kiss mincha*
    wkwkwkwkwk
    ahhh minho ampe tersihir gtu liat kecantikan minna*plakk!!!*
    MINHOOOOOOOOOO AKU PST NERIMA KAMUUUUUU KOQ
    JIAHAHAHAHA

    d tunggu ff2 yg lainnyaaaaaaaa
    😛

  10. seandainya beneran semua cowok di dunia ini kayak di FF ini. pasti nggak akan ada lagi istilah galau dan nggak ada lagi cewek-cewek yang bilang, “no boy no cry”

    daebak FF, neomu johasseo.

  11. Annyeong, Mincha-sshi
    Rissa in here
    Perkenalkan aku rissa, 93 lines
    Hehe, aku udah baca dari part 1 ampe 8

    Awalnya, silent reader, akhirnya beraniin komen, hehe, ini FF seru banget, gilak, tapi asik, hehe
    Endingnya keren
    Cuman itu artis SM-nya kebawa sermua ya thor, jadi berasa di keluarga SM, kenapa yang suju, FX, trus Boa eonnie ga dibawa sekalian? Biar jadi rame lagi #uppss, digetok author, hehe

    Awalnya bgung thor, ini main castnya sapa? Kok jadi banyak bgt, cuman akhirnya nyambung, dan aku simpulin, daebak!! 😀

    Ok, deh, ditunggu FFnya selanjutnya ya thor! Oia, salam kenal yaa thor ^^v

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s