{NC-18} VENUSTRAPHOBIA – PART 5

VENUSTRAPHOBIA PART 5

NC 18

YANG DI BAWAH UMUUURRRRRR~ .. Ada berita bagusss!!! ekekkeke…. Wiga eon udah bikin ver. Skip nya buat Part 6.. Hohohohoho… SAY THANKS TO WIGA EOONNNNN!!!! ^O^

Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 18 WARNING!!!

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)


Jinki POV:

Nada menyiapkan pancake pisang kesukaanku yang disiram dengan madu. Sementara Taemin memilih sirup cokelat sebagai saus pancakenya.

“ Nada!!! Daebak!!! Kau ajarilah eunhye memasak, agar dia bisa memasak seenak ini..” Taemin berseru kencang. Ia mengambil dua buah pancake lagi dan menyiramnya dengan saus cokelat banyak-banyak. Ini sudah pancake ke enam yang ia makan.

“ YAA!!! KAPAN KAU BERHENTI MAKAN LEE TAEMIN??? HARI SUDAH HAMPIR SIANG!! KATANYA KAU DAN NADA AKAN MEMBAWAKU PERGI JALAN-JALAN..!!! “ aku berteriak pada dongsaengku dan menyebabkan nada sedikit tersedak karena kaget.

“ uhuk.. oppa.. teriakan mu mengagetkanku..” katanya pelan, cepat-cepat ia menenggak segelas air putih.

“ mianhae nada.. tapi hari keburu siang jika kita hanya menunggu satu namja pabo ini selesai makan.. jalanan pasti macet..” aku menjelaskan.

“ arasso, arasso.. kita berangkat sekarang.. aaiissshh hyung kau cerewet sekali,, seperti haraboji saja.. uumm.. Nada!!! Kau tidak keberatan kan jika sisa pancake ini kubungkus untuk kubawa pulang??” aaaiiissshhh.. jika tidak di depan Nada, aku pasti sudah menjitak kepalanya.. dongsaengku iniiii.. ck..

“ hyung.. kau di belakang saja dengan Nada.. biar aku saja yang menyetir..” kata Taemin sambil memegang kunci mobilnya.

Wuuuaahh… pengertian sekali dia!!

“ By the way, kalian ingin mengajakku kemana sih??” tanya ku sambil memakai jaketku dan menyusul Nada dan Taemin yang sudah berjalan duluan ke mobil.

Namun tak ada satu orang pun yang menjawab pertanyaanku.

*************

Nada POV:

Entah apa yang ada dipikiranku hingga akhirnya aku menjalankan rencana ini…

Tapi aku bersumpah, aku melakukan ini bukan karena aku membencinya.. sama sekali tidak..

Aku..

Aku menyayanginya..

Aku menyayangi suamiku…

Sebulan belakangan ini dia terlihat lebih sering mengkonsumsi obat anti depresinya, karena merasa putus asa. Dia juga sudah mulai jarang datang ke psikiater karena menurutnya pergi ke psikiater hanya membuka luka lamanya lagi, psikiater itu selalu memaksanya menceritakan masa lalunya setiap kali pertemuan, dan itu membuat jinki oppa makin sulit melupakan trauma di masa lalunya.

Aku ingin sekali suami ku sembuh. Akan kulakukan apapun untuk membuatnya bahagia.

**************

“ mau apa kita ke incheon??” tanya jinki oppa kepadaku.

Aku hanya diam memandangnya tanpa berkata apa-apa. Aku tak mungkin memberitahunya bahwa kita akan menemui auntie sarang di rumahnya yang terletak di incheon. Jika jinki oppa tahu akan dibawa kesana, pasti dia akan menolak mentah-mentah dan memilih melompat dari mobil dari pada menemui auntienya.

“ Nada.. mengapa dari tadi kamu melamun?? Pertanyaanku tak ada yang kau jawab.. apa kau sakit??” tanya jinki oppa lembut.

“ nggg.. anniyo oppa.. gwenchana..” bisik ku pelan.

“ kalau begitu, tolong jawab pertanyaanku.. sebenarnya kita mau kemana?? Jeball…” jinki oppa memasang muka memelas, membuatku tak tega jika mengacuhkannya lagi.

“ Nada.. jebal..”

Aku melihat keluar jendela, kita hampir sampai di tempat tujuan, mungkin tak apa-apa jika memberitahunya sekarang.

“ kita.. ngg.. kita.. akan menemui.. auntie sarang.. oppa..” aku menjawab lirih.

“ MWOO??? ANDWAEE!!!! ANDWAEEE!!!!! AKU INGIN PULANG!!! SEKARANG!!! TAEMIN, PUTAR BALIK MOBILNYA SEKARANG!!!”

Sudah kuduga reaksinya akan seperti ini. aku harus menenangkannya.

“ oppa.. tenang…” kataku pelan, aku mencoba menggengam tangannya, namun ia menepis tanganku kasar.

“MANA BISA AKU TENANG!!! NADA!! MENGAPA KAU MELAKUKAN INI!!! MENGAPA KAU TEGA MELAKUKAN HAL INI KEPADA KU!!! AAARRGGHH… TAEMIN!!! PUTAR BALIK MOBILNYA SEKARANG!!!! PALIIII!!!!!”

Jinki oppa mulai kehilangan kendalinya. Wajahnya memucat dan terlihat sangat panik.

“ TAEMIN!!! JIKA KAU TAK PUTAR BALIK MOBILNYA, AKU BERSUMPAH AKU AKAN MELOMPAT SEKARANG JUGA..”

Yaa tuhaan,, bagaimana ini..?? jinki oppa terlihat tidak main-main saat ia bilang akan melompat keluar mobil.

“ HYUNG!!! APAKAH KAU TIDAK LIHAT!!! INI JALAN SATU ARAH!!! KITA TIDAK BISA PUTAR BALIK DISINI!!!” taemin ssi balas berteriak kepada jinki oppa.

“ KALAU BEGITU HENTIKAN MOBILNYA SEKARANG!!! SEKARANG!! AKU MAU TURUN DISINI!!” jinki oppa terlihat hampir  menangis saat mengatakan semua itu.

“ oppa.. tenang lah..” aku berkata pelan, kutatap matanya dalam-dalam. Aku dapat melihat Ia sangat ketakutan, sangaaat ketakutan hingga aku bisa merasakannya. Tak terasa air mataku menetes.

“ oppa.. tenang.. aku disini bersamamu..” aku menggenggam kembali tangannya, namun lagi-lagi ia menepis tanganku.

“ NADA.. AKU MAU PULANG.. AKU MAU PULANG.. AKU MAU PULANG, SEKARANG!!!!”

“ oppa.. tolong jangan seperti  ini..” kataku terisak.

“ Nada..”

Jinki oppa mulai sedikit tenang.. ia menunduk.. dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“ oppa.. tenanglah..” bisikku pelan, dengan sedikit ragu-ragu aku mengusap pelan kepalanya.

“ nada.. aku takut.. bagaimana mungkin kau menyuruhku untuk menemuinya.. yaa tuhhaaannn… aku takuut.. dia pasti akan menyakitiku lagi.. nada tolong aku.. bawa aku pulang sekarang..” suaranya serak dan pelan. Aku tahu saat ini dia menangis  karena rasa  takut.. tapi hanya ini yang bisa kulakukan.

aku tak kuasa menahan tangisku, tapi aku harus kuat dihadapanya. Aku tak boleh terlihat lemah.

“ jinki oppa.. aku tahu ini berat buatmu.. tapi kurasa kau tidak bisa sembuh, jika kau terus lari dari bayang-bayang masa lalumu… sejauh apapun kau berlari, kenangan buruk itu akan selalu menghantuimu.. “ aku berkata pelan. Jinki oppa mengangkat wajahnya, ia menatapku lembut. Kulihat jelas beberapa tetes air mata masih membasahi wajahnya.

“ Nada.. tetaplah disampingku..”

************

Jinki POV:

“ hyung kita sudah sampai..” kata taemin pelan. Ia segera keluar dari dalam mobil. Begitu juga dengan Nada. Tapi aku masih disini. Aku tidak bisa bergerak. Kakiku rasanya enggan untuk melangkah. Aku tidak bisa!! Aku terlalu takut menghadapi ini semua!!

“ oppa.. “

Nada membuka pintu mobilnya, aku tidak punya pilihan lain selain keluar dan mengikutinya. “ kita harus berjalan sedikit..” kata taemin pelan.

Aku tidak menjawab, hanya menunduk.

Aku tak ingin melihat wajah yang begitu ku benci.. entah nanti apa yang bisa kulakukan saat aku bertemu dengannya.

Shiitt!!!

Kurasakan Nada menggenggam tanganku, membuat hatiku menjadi jauh lebih tenang. Dia menuntunku berjalan, sedangkan aku tetap menunduk, hanya memperhatikan  langkah kakiku sendiri.

“ oppa.. kita sudah sampai..” suara lembut menyadarkan lamunanku.

Aku mengedarkan pandangan ku keseluruh tempat ini.

Dimana ini??

Mengapa banyak sekali..

“ di depanmu oppa..” bisik nada lagi.

Aku menatap lurus kedepan, dengan jelas kubaca :

Rest In Peace

Kim Sarang

1971-1997

Aku tidak mempercayai kedua mataku saat ini. wanita itu..

“ ige mwoyaa..” bisikku tercekat.

“ nee hyung.. auntie sarang sudah meninggal tiga belas tahun yang lalu. Ia meninggal karena diperkosa dan akhirnya dibunuh oleh mantan suaminya tepat setahun setelah  ia melakukan itu padamu..” taemin berkata pelan.

Ini semua benarkan??

Ini bukan leluconkan??

“ akhirnya aku berdiri didepan nisanmu auntie.. empat belas tahun yang lalu.. hingga detik ini.. ini lah yang kuharapkan.. kematianmu.. AKU SUNGGUH MENGINGINKANMU MATI AUNTIEE!!! MATI!!!!”

Lagi-lagi airmataku kembali tumpah.. tapi ini berbeda…  ini air mata kebahagiaan… aku begitu bahagia mendengarnya mati.. aku begitu bahagia hingga aku mengeluarkan air mata.

“ kau yang menyebabkanku menderita seperti ini selama 14 tahun. Kau membuatku terus ketakutan dan bermimpi buruk. Sekarang kudoakan dirimu kekal dineraka..!!! KAU TAK BISA MENYAKITIKU LAGI, BITCH!!! KINI AKU TELAH SEMBUH!!! BISAKAH KAU MELIHATKU TERSENYUM KINI!!! HAHAAA….”

“ kuharap kau mendapatkan tempat yang layak buatmu dineraka.. aku sungguh membencimu, auntie.. bahkan setelah kau mati.. aku tetap membencimu..”

“ kau membuat hidupku hancur!!! 14 tahun hidup ku hancur karenamu!!”

“ tapi kini kau sudah membusuk ditanah.. kekal dineraka… tak ada yang bisa menyakitiku lagi.. tidak.. kau tak bisa menyakitiku lagi auntie… selamat tinggal..”

Demi tuhan!! Ini yang kuharapkan..

Kini aku tahu, sekarang aku telah menjadi namja seutuhnya.

Tak adalagi venustraphobia!!!

****************

AUTHOR POV:

Nada berjalan pelan ke dapurnya untuk membuat teh hangat untuknya dan suaminya. Perjalanan pulang pergi ke incheon cukup membuat tubuhnya lelah.

Saat ia hendak menyendokkan gula kedalam cangkirnya tiba-tiba suaminya memeluknya dari belakang.

“ ya tuhan!! O.. oppa.. kau mengagetkan ku…” gadis itu berseru pelan, karena terkejut dengan kehadiran suaminya yang mendadak mengagetkannya.

“ nada… gomawoo… karenamu.. aku sudah sembuh sekarang..” kata lee jinki mesra di telinga istrinya yang sukses membuat wajah  istrinya bersemu merah.

Nada tidak bisa menjawab apa-apa, hatinya berdebar hebat. Setiap kali suaminya menyentuhnya selalu ini yang dirasakannya.

Sementara itu jinki makin mengeratkan pelukannya ditubuh mungil nada, membuat nada agak sulit bernapas..

“ oppa.. sesak oppa..” bisiknya pelan.

Namun namja dibelakangnya tidak menghiraukannya,Satu tangan nya menyibakkan beberapa helai rambut yang menempel di leher dan tengkuk nada, lalu bibirnya menjelajahi tiap centi leher jenjang tersebut mencari-cari letak daerah sensitifnya.

Lagi-lagi nada merasa seperti tersengat listrik akibat sentuhan jinki di daerah tengkuknya. Ia dapat merasakan, perlahan lututnya mulai terasa lemas , namun ia berusaha sekuat mungkin untuk berdiri. Tangannya menggenggam erat kitchen set untuk menopang tubuhnya. Ia menunduk, dan memejamkan mata.

Jinki ingin berbuat lebih jauh, ia menciptakan kissmark di leher nada. Perlahan Ia menjilat lembut tengkuk nada, lidahnya terus menelusuri bagian belakang tengkuk hingga ke telinga nada, ia merasakan tubuh nada menegang walau pelan. Jinki dapat menyimpulkan bahwa disanalah titik sensitifitas nada, segera ia menggigitnya pelan dan menghisap kuat-kuat bekas gigitannya hingga terlihat bekas kemerahan di leher istrinya.

“ oppaa.. “ bisik nada pelan,

Perlakuan jinki benar-benar membuat seluruh tenaganya menghilang, ia menggigit bibirnya kuat-kuat. entah apa tujuannya.

Jinki merasa pertahanan istrinya sudah mulai mengendur dengan satu tangannya jinki menopang seluruh berat badan istrinya.

“ saranghae  nada…” jinki berbisik di telinganya, membuat seluruh bulu kuduk nada meremang.

Jinki ingin lebih.

Ia menginginkan lebih dari istrinya.

Perlahan satu tangannya yang bebas merayap keatas, menyentuh dan mengelusnya pelan.

“ oppaa.. jangan..” bisik yeoja itu pelan, bisikannya terdengar seperti suara mendesah bagi jinki, ia tidak dapat mengontrol keinginannya lagi ,seluruh tubuhnya menegang.

Awalnya jinki hanya mengelus pelan, namun karena tidak bisa menahan emosi yang meledak-ledak di dalam dirinya, tangannya segera meremasnya. Walaupun tidak kencang, namun cukup membuat nada menjerit kesakitan.

“ o..oppa.. sakit..” jerit nada pelan, matanya berair karena rasa sakit yang tiba-tiba dirasakannya.

“ oppa.. hentikan..”

Jinki memutar tubuh nada menghadapnya. Dengan sekeli gerakan, ia mengangkat tubuh mungil nada, dan mendudukannya dimeja.

“ nada.. aku tidak bisa berhenti.. bagaimana mungkin aku berhenti?? Aku berjuang untuk ini selama 3 bulan terakhir.. aku menginginkan ini, nada.. aku menginginkanmu… jebal..” jinki menatap dalam  mata istrinya, membuat istrinya tak bisa menolaknya.

Jinki merengkuh kembali tubuh istrinya menariknya mendekat ke tubuhnya, bibirnya mencari-cari bibir nada.

Nada masih tidak bisa merespon apa yang dilakukan suaminya, pikiranya terlalu kacau karena sesungguhnya ia belum siap melakukan ini semua.

Jinki terus mendorong lidahnya ke sela-sela bibir nada, namun gadis itu tetap mengatupkan bibirnya erat. Tidak kehabisan akal jinki segera meletakkan jari telunjuk dan ibu jarinya di kedua pipi nada dan menekannya hingga bibir nada sedikit  terbuka.

“ mmmhh…”

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, jinki segera memasukkan lidahnya dan bermain didalam rongga mulut nada. Matanya terpejam menikmati setiap detiknya ia bersama orang yang disayanginya.

Perlahan tangannya menyusup kedalam baju nada..

“ oppa.. hentikan..” bisik nada lemah.

Namun jinki pura-pura tidak mendengarnya.

Gadis itu menggeliat pelan, berusaha lepas dari dekapan suaminya..

Namun jinki terus menuntut, ia tidak ingin siapapun membuatnya berhenti, termasuk istrinya.

Nada mencoba pasrah dengan perlakuan namja itu terhadap dirinya, ia berusaha untuk bersikap tenang, sesuatu yang sulit dilakukannya sedari tadi.

Tiba-tiba dilihatnya cairan pekat menetes dari dalam hidung suaminya.

“ oppa hentikan!! Hidungmu berdarah!!!”

Yeoja itu mendorong pelan tubuh suaminya, dan berlari mengambil kotak tissu.

“ oppa… lihat, kau mimisan lagi..”

Dengan lembut nada mengusap lembut hidung suaminya yang terus mengeluarkan darah.

Jinki hanya berdiri terdiam, tidak percaya hal ini terjadi lagi..

*************

Jinki POV :

Aku kira nada bercanda..

Namun saat dia menyeka hidungku, tissue nya berubah menjadi berwarna merah darah.

Mengapa??

Mengapa ini terjadi lagi???

Padahal sudah sejauh ini..

SIAAAAAAALLLLLLL…..

Ya tuhaaaaaaan…. mengapa penyakitku tak kunjung sembuhhh????

Apa lagi yang harus aku lakukan??

Kurasa tak ada lagi yang bisa kulakukan..

AAAARRRGGGGHHHHHH, AKU INGIN MATI SAJA……..!!!!!!

***************

Nada POV:

Sudah dua jam jinki oppa mengurung dirinya di dalam kamar mandi.. entah apa yang dilakukannya.

Ya tuhaan.. kuharap dia tidak melakukan apa-apa yang membahayakan jiwanya.

Hhh… aku sangat terkejut dengan apa yang barusan jinki oppa lakukan. Rasanya lututku masih gemetar karena terlalu takut..

Aku takut jinki oppa melakukan itu kepadaku..

Rasanya sulit menerima jinki oppa yang menggebu-gebu dan bergairah seperti itu..

Bulu kudukku kembali meremang membayangkan kembali dirinya menyentuhku dan menciumku dengan sedikit memaksa.

Hhh..

Apakah jahat, jika aku merasa sedikit bersyukur karena penyakit venusnya belum seratus persen sembuh??

Jujur buatku perubahan sikap jinki oppa terlalu tiba-tiba. Selama tujuh bulan lebih dia tak pernah menyentuhku lebih dari berpegangan tangan, dan kissing itu pun hanya sekali.

Tapi tadi.. dia seakan seperti orang lain.. bukan lee jinki oppa yang ku kenal..

Aduuuhh… aku kenapa siiihh???

Kreeekk…

Kulihat jinki oppa keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat, apakah dia terlalu lama berendam di bathtub??

“ oppaa.. kau tidak apa-apa??” tanyaku pelan, dengan ragu-ragu menatap wajahnya yang kini menunduk.

“ aku lapar nada..”

Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

***************

Jinki POV:

Di depanku terhidang semua menu kesukaanku.

Rolade ayam, dengan saus lada hitam dan jamur yang berlimpah, ditengah-tengah rolade diselipkan sosis sapi yang berukuran sedang. Kemudian tahu yang dibalut dengan tepung, diisi dengan daging ikan tenggiri dan di goreng crispy. Adalagi sup jamur dan wortel, dengan ayam giling yang dibentuk seperti bakso, dan yang terakhir tumis dada ayam dengan saus kemerahan dan bawang bombay dan paprika.

Tapi entah mengapa malam ini aku tidak berselera. Kepalaku sangat pening. Aku tahu, penyakitku ini tak akan mungkin bisa sembuh. Dengan cara apapun aku berobat, penyakitku ini tak kan terobati.

Dan aku tak ingin istriku terus terbebani.

“ oppa.. mengapa kau sama sekali tidak menyentuh makanan mu.. apa makanan nya tidak enak..” tiba-tiba Nada bertanya kepadaku dengan ekspresi wajah khawatir.

“ anniyo nada.. masakanmu luar biasa enak.. hanya saja.. aku sedang tidak berselera makan..” aku menjawab pelan.

“ kau kenapa oppa?? Kau sakit? Kau ingin aku memasakkan sesuatu yang lain??” tanya nya lembut.

“ annii.. gwenchana nada.. aku tak ingin makan..”

“ apakah ini karena.. nggg kejadian tadi siang oppa??” dia bertanya perlahan.

Tapi aku tidak menjawab, aku tak ingin membahas kejadian tadi siang.

“ oppa.. jangan menyerah.. aku yakin pasti suatu saat penyakitmu akan sembuh…”

“ iya,, tapi kapan ?? haruskah aku menunggu puluhan tahun lagi?? “

“ oppa.. sampai saat ini kau sudah banyak kemajuan..”

“ kemajuan?? Saat aku yakin penyakitku telah menghilang, tiba-tiba hidungku berdarah lagi dan kau bilang itu suatu kemajuaann???”

“ oppaa..”

“ Nada.. aku letih.. semua terapi pengobatan telah kujalani.. melakukan skin ship denganmu, pergi ke psikiater, mengkonsusi obat anti depresi, terapi hypnotis, dan pergi menemui auntie ku.. tapi semua nihil nada.. aku masih tidak bisa menyentuhmu..”

Kulihat nada terdiam sejenak, aku melihat bekas kissmark yang kubuat tadi siang dilehernya.

“ oppa.. aku yakin pasti ada jalan,, bersabarlah..”

****************

aku mengutak-atik laptopku, browsing internet mencari informasi tentang cara penyembuhan venustraphobia. Namun semua informasi yang kudapatkan hampir sama. Pergi ke psikiater, terapi, dan rata-rata pasien itu bisa sembuh dalam jangka waktu lebih dari 3 tahun.

Mungkin benar apa kata nada.

Aku harus lebih bersabar.. aku pasti bisa sembuh..

Tampaknya yeojaku harus mengajariku bagaimana caranya agar aku harus lebih sabar seperti dirinya..

Tapi bagaimana jika ia yang tidak sabar?? Bagaimana jika dia terlalu ingin melakukannya dan aku tak bisa memberikan apa yang ia inginkan?? Bagaimana?? Apakah ia akan melakukan itu dengan laki-laki lain?? Ataukah ia akan meninggalkanku??

Aaaiiiisssshhhh…

Nada tidak mungkin begitu..

Cepat-cepat kuhapus pikiran itu dari kepalaku.

*****************

5 September 2011

Nada POV :

From    : Jinki oppa

To        : Park Nada

“ nada.. jagy.. tunggu aku di halte xxx jam 7 malam..

tunggu aku sampai aku datang.. saranghae..”

>////////<

Aku membaca berkali-kali sms yang tertera dilayar

“ jinjja?? Oppa memanggilku jagy..? saranghae?? oh my god!!” aku senyum-senyum sendiri sehabis membaca sms darinya.

Sekarang sudah jam 5 lewat, aku tidak ingin membuatnya menunggu ku.

Sehabis mandi ( aku menghabiskan waktu 2 jam untuk mandi!!! >,< ) aku segera mengeringkan rambutku. Setelah itu, aku memakai baju terusan ungu sederhana favoriteku. Dan tak lupa aku memakai cardigan warna putih untuk menahan hawa dingin salju di luar.

Rambutku ku biarkan tergerai, dan sentuhan terakhir lipgloss pink strawberry mint…

Jam 6.30 aku segera berangkat dengan taksi menuju halte bus yang di minta jinki oppa..

****************

Jinki POV:

Sekarang jam 7.10, ku yakin pasti Nada sudah berangkat ke halte bus yang ku tuliskan di sms. Aku mengeluarkan kunci duplikat apartemenku dan cepat-cepat aku masuk ke dalam.

Aaaiiisshhh… udara diluar sangat dingin sekali. Mungkin sekitar 2 atau 3 derajat selcius diluar.

Aku segera menyalakan penghangat ruangan dan segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan yang aku beli tadi sore sepulang aku dari kantor.

Damn!!

Cream sup asparagus ini sudah mulai dingin.. harus aku hangatkan.. dimana nada menaruh pancinya?

Belum lagi pizza nya.. kejunya sudah mengeras.. harus ku panaskan di oven.. tapi berapa suhunya??

Chicken Tandorinya  juga harus aku hangatkan lagi..

Saladnya.. ya tuhaan mengapa dressingnya bisa membeku seperti ini??

Chocollate cake caramelnya?? Seharusnya cokelat ditengahnya melting??? Tapi mengapa ini semua membekuuu…

Daammnnn…

Waktuku tak banyak..

15 menit lagi aku harus menjemput Nada!!!

*******************

Nada POV :

Jinki oppa dimana siihh.. mengapa hingga pukul 8 malam ia belum datang juga??

Mana hp ku tertinggal dikamar.. -_-

Ya tuhaaann.. dingin sekali disini.. tanganku sampai gemetar menahan dingin. Harusnya tadi aku memakai mentel super tebal.. bukan memakai cardigan seperti ini..

Aku menyesaaall…

Dingin sekali malam ini.. dan disekitar halte ini, tak ada cafe..

Hhhh..

Aku ingin pulang.. tapi aku takut jinki oppa marah jika aku tidak menunggunya.

Eotteoke??

********************

Jinki POV:

Aiiisshhh…

Aku masih belum dapat memanaskan semua makanan yang aku beli. Ternyata menghangatkan makanan saja bisa sesulit ini, tak bisa kubayang kan betapa sulitnya nada yang setiap hari harus memasak makanan untukku.

Malam ini aku sengaja membeli semua makanan kesukaan nada.

Pizza, sup cream asparagus, chicken tandori, salad dengan dressing saus thousand island, dan chocolate caramel melted cake. Semuanya makanan kesukaan nada.

Sengaja aku pulang kantor lebih cepat untuk membeli seluruh makanan ini di restoran hotel langgananku.

Aku sengaja menyuruh nada menunggu di halte bus jam 7 malam, sehingga aku punya waktu 15 menit untuk siap-siap disini dan jam 7.30 tepat aku akan menjemputnya di halte.

Aku ingin memberikan kejutan untuk nada tepat dihari pernikahan kami. Yaa.. tak terasa kini sudah 1 tahun kita menikah. Hhh.. kurasa aku sedikit mengacaukan hari ini..

Finally.. semuanya sudah siap..

Tinggal menyalakan lilinnya, tapi lilin harusnya dinyalakan belakangan sangat berbahaya jika aku harus meninggalkan apartemen dengan kondisi lilin menyala..

“DAMN!! DAMN!! DAMN!!”

Mengapa aku bisa ceroboh seperti ini!!

Karena sibuk menyiapkan makanan aku sampai lupa untuk melihat jam!! Dan kini jam ditangan ku menunjukkan pukul sembilan malam!!

SHITT!!!!

Aku segera berlari menuju kamar mandi untuk mandi dan bergegas secepat mungkin aku bisa..

Ya tuhaan..

Nadaaa.. tunggulah aku sebentar lagii..

***************

Nada POV:

Hhhh… hhhh… mengapa hingga kini jinki ssi belum datang juga??

Apakah ia melupakan janji yang ia buat??

Ya tuhan.. jari-jari tangan ku rasanya mati rasa..

Salju malam ini turun kencang sekali..

Badanku tak henti-hentinya gemetar, dan gigiku pun terus bergeletuk.

“ jin..ki..ssi.. kamu.. dimana.. “

Kepalaku mulai pening..

Tidak..

Aku tidak boleh kehilangan kesadaran di tempat ini..

Aku harus pulang..!!

Aku menegok kiri kanan jalan untuk mencari taksi atau bus yang lewat. Namun jalanan sudah sangat sepi dari setengah jam yang lalu.

Bagaimana aku bisa pulang??

Jinki ssiii.. tolong aku..

*****************

Jinki POV:

Aku memakai kemejaku secepat kilat, menyemprotkan sedikit body spray. Dan langsung berlari keluar kamar. Dasi, sepatu, dan jas hitamku bisa kupakai dimobil sambil menyetir.

Aku segera menyambar kunci mobilku dan berlari menuju pintu, sudah jam 10.19 malam. Nada pasti marah padaku.

“ ting tong.. ting.. tong..”

Aaaiissshh malam-malam begini siapa pula yang datang!!

Dengan cepat aku membuka pintu.

“ ya tuhaan!!! Nada!!”

Aku terkejut melihat sosok yeoja yang ada di depanku.

Nada!!

Wajahnya putih pucat, dengan bibir yang membiru. Seluruh pakaiannya basah. Masih terdapat beberapa tetes salju diatas kepalanya.

“hhh.. Oppa..”

Hanya itu yang dia katakan, setelah itu dia menutup kedua matanya dan jatuh kearahku.

Dengan sigap segera ku gendong tubuhnya menuju kamar.

“ NADA!!!!” dia kenapa?? apa yang terjadi dengannya??

Kurasakan nafasnya mulai tak beraturan, kadang ia bernafas, terkadang ia berhenti bernafas dalam waktu yang lama. Seluruh badannya bergetar hebat. Dan semakin lama warna di wajahnya dan ditangannya semakin menghilang (baca: pucat).

” NADA!!!  TUHAAN!!! KAMU KENAPA!!!”

APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!!! AARRGGGHHHH!!!

Ya tuhaann.. tolong aku!!! Aku tak mau kehilangannya!!

Segera ku ambil HP ku dan kutekan tombol 8. Speed dial untuk choi minho. Dokter pribadi keluarga Lee. jantungku berdetak keras, tanganku luar biasa gemetar saat menekan keypad di handphone. ini semua karena kebodohanku!!! aku bodoh!!! dan tak berguna!!! apa yang kupikirkan!! membuat Nada menjadi seperti ini..

Ttuuut.. tuuut..

“ annyeong haseyo..”

“ YAAA!!! BASTARD!!! MENGAPA KAU LAMA SEKALI MENGANGKAT TELEPONNYA”

“ tuan muda Lee.. ada apa menelpon malam-malam..”

“ CEPAT KE APARTEMENKU SEKARANG.. KU TUNGGU!! DALAM 5 MENIT KAU HARUS SAMPAI!! PALIII!!!”

“ aku rasa aku tidak bisa tuan Lee..”

“ TIDAK ADA ALASAN!!!! KUMOHON!! ISTRIKU TERKENA HYPOTERMIA!!”

“ dalam kondisi badai seperti ini kurasa aku tidak bisa kemana-mana, sangat beresiko..”

” YA TUHAAANN.. DOKTER CHOI MINHO!!! ISTRIKU TERKENA HYPOTERMIA!! DAN DIA BISA MENINGGAL JIKA TIDAK ADA PERTOLONGAN.. AKU BISA MEMBAYARMU BERAPAPUN KAU MINTA.. TAPI TOLONG, SEGERALAH KEMARI.. TOLONG DIAAA!!!” aku merasakan kedua mataku mulai basah.. aku takut sekali istriku kenapa-kenapa..

” tuan lee mungkin.. kressssek… kresssek… kreeessssekk. Tut.. tut.. tut..”

” HALLO..!! HALLO..!! HALLO..!! SIAL!!!

Teleponnya terputus!!! Aku melempar HP ku kedinding hingga terbelah dua. Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. AAARRRRGGGHHH bagaimana ini.. bagaimanaaaa??? aku mulai menjambak rambutku sekencang-kencangnya..

” BERPIKIR JINKI!!!”

AKU BERSUMPAH DEMI TUHAN, AKU AKAN BUNUH DIRI JIKA TUHAN MENGAMBIL ISTRIKU SEKARANG.. ANDWAAEEE!!!!!!

Tunggu!! Ada satu yang bisa kulakukan!!

hypotermia,,, aku bisa menolongnya!!! aku hanya perlu membuat tubuhnya hangat..

yaa.. itu dia, aku harus memberinya rasa hangat!!!

Aku segera melepas seluruh bajuku satu persatu, hanya boxer hitam yang kukenakan.

Dan dengan perlahan aku pun melepaskan baju yang dipakai Nada.

Pertama-tama aku melepas cardigannya, kemudian dress panjangnya. Begitu juga branya.

Aku menelan ludah saat melihat tubuh indah nada tanpa busana.

Cepat-cepat ku alihkan pikiranku.

“ ini  bukan saatnya berpikiran mesum lee jinki..” sungutku dalam hati.

Perlahan aku naik ke tempat tidur, aku memposisikan tubuhku diatas tubuhnya.

Ya tuhaan.. tubuhnya seperti es.. dingin sekali.. namun aku memaksakan diri untuk memeluknya. rasanya benar-benar seperti tidur diatas bongkahan es..

Aku menarik selimut tebal hingga menutupi tubuhku dan tubuh nada, ku hembuskan udara hangat dari mulutku ke leher dan wajahnya. kemudian aku mengerakkan tubuhku diatas tubuhnya, dalam ilmu fisika gesekan dapat menimbulkan panas. hal ini yang kini kuterapkan.

” Nada.. ku mohon.. bertahan lah.. sadarlah.. jangan pergi.. jangan tinggalkan aku..”

” Nada.. saranghae..”

” please don’t go jebal..”

Beberapa saat kemudian, nafasnya mulai teratur, wajah dan tubuhnya pun sudah tak terlalu pucat. Suhu badannya berangsur normal.

“ nnggggh…”

Kudengar untuk pertama kalinya desahan nada menenangkanku. Kusimpulkan kini keadaan nada sudah membaik.

Aku tergoda untuk mencium bibirnya yg mulai memerah.

“ mmmmh.. Nada saranghae..”

Pada awalnya aku  hanya mengecupnya, mengecup bibirnya, pipinya, kedua kelopak matanya, dan beralih kelehernya. Kutambahkan beberapa kissmark di lehernya. Ku gigit perlahan dan kuisap bekas gigitanku hingga menimbulkan bekas kemerahan.

“ mmmmh Nada..”

Dengan tidak sabaran tanganku turun kebawah, mencari-cari sesuatu miliknya yang sangat ingin ku sentuh.

Saat aku menemukanya, ku elus perlahan, memutar, mengikuti bentuknya. Kemudian aku mulai meremasnya pelan.

Sementara itu bibirku masih bermain dengan bibirnya.

Kurasakan juniorku sudah menegang sempurna..

Haruskah aku melakukannya saat dia sedang tertidur??

Andwaee!! Aku ingin pengalamanku dengannya kulakukan disaat kita berdua sama-sama tersadar.

Dengan cepat kehentikan aktivitasku terhadapnya.

Dadaku bergemuruh kencang..

Aneh..

Mengapa aku sama sekali tidak mimisan??

Apakah ini tandanya penyakitku sudah sembuh??

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

196 thoughts on “{NC-18} VENUSTRAPHOBIA – PART 5

  1. Waaah jinki
    Emmmm
    Author Ɣªήğ baikk
    Minta pswdx ϑό°°◦☀ทќ
    ªkŮ udah 21 th Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Tolong dkrim ke emailku yach
    Leejinki12@ymail.com
    Gomawo !

  2. Kasihan bgt nada nungguin jinki lama bgt sampek hypotermia ƍįıƭÛ
    Untung ja otaknya jinki lg jalan
    Pinter bgt mau ngangetin nada *emang masakan apa
    Ayooo jinki!
    Waaaaaah Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ Ъќ dilanjutin ja sihh
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

  3. Bagian akhinya bener² WOW!!! O.O
    Aigo Jinkiii >///<
    Ee tp itu Jinkinya udah sembuh belum sihh?!
    Semoga udah dehh..
    Admin & author yg baik hati jebal balas email ku yaa aku udah ngirim format sesuai syaratnya koq dibalas yaa..

  4. ampooonnn jinkiiiiii….
    knp juga ninggalin nada kedinginan kya gtu..
    klo janji arusny ditepatin..kasian kann?????

    hummm…niy knp bnyk yg mnta pw?
    mng ada pw nya y thor??lah truz knp ada part 6??diprotek ato gmn siy?
    jadi gmn donk??
    ikut2an aj dah dhee_chiesha@yahoo.com
    klo umur,,g usah dtnya deh thorrr…*mikir uda tuaa…Hikss
    smoga dpt pw nya..
    aminnn

  5. Iihh…
    Bru kali nie, suka ma praktek ilmu fisika….
    *Tampang yadong, on.

    Thor
    Author…?? *Author: sp c?!?
    Aauuthoor unnie…?? *Author :Sksd bgt nih ank!!

    Mnta PW dunk.. * Pasang puppy eyes.
    Sbnrny siihhh dh save page yg 6 versi skip… Tp kn gk afdol kl gk bca t
    yg tu…
    myinitialis.rics@yahoo.com

  6. Aaaa aku jadipengen baca chapter berikutnya, tp katanya dipassword u.u ini emailku gestianajung@gmail.com aq tunggu ya author yg baik… aq reader baru jd baru ff ini aja yg aq komen. Skali lagi ditunggu yaa passwordnya ^^

  7. Penasaran ama kelanjutannya, mian author-ssi d chap sblmnya blm komen cz keasikan baca ff nya. Lgian baru nemu ff ini sih XD jika berkenan ak mnta pw part 6nya dong ke azusafira@yahoo.com . Tar ak komen d akhir chap nya deh secara keseluruhan dari part pertama sampe akhir. Gomawo sebelumnya ^^ aku dah mlebihi batas umur 17 kok. Udah tua XD #plak

  8. eoni, bagi pwnya dong aku udah 21 tahun niih boleh kaan?? kalo di kasih sih (near.nateriver26@gmail.com) serius niih 21 tahun, aku reader baruu dan ini ff pertama yang aku baca , keren banget penyakitnyaaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s