The Sweet Escape – Part 1

The Sweet Escape – Part 1

Author            :           Park Kyungjin

Main Cast      :           SHINee – Kim Jonghyun, Park Kyungjin a.k.a author

Other Cast     :           SHINee – Lee Taemin

Genre             :           Angst, Romance

Rating             :           PG+15

Disclaimer      :           This story is mine!

+++

Brukk.

Auch. Barusan aku menabrak sesuatu dan itu melukai kakiku. Akh, kakiku berdarah. Tapi aku tidak boleh berhenti, aku harus lari sejauh-jauhnya. Ini kesempatanku untuk kabur. Dan kesempatan itu takkan datang dua kali.

Aku harus berlari secepat mungkin. Orang-orang itu masih saja mengejarku. Suara teriakan mereka terdengar semakin jelas di tengah keheningan malam, tentu saja karena saat ini orang-orang sudah menghentikan aktivitasnya dan melabuhkan hidupnya ke dunia lain. Dunia mimpi.

Aku terus saja berlari tanpa terkendali. Aku tahu saat ini tubuhku seakan remuk dan paru-paru serta jantungku bekerja tidak karuan. Tapi aku tidak peduli. Yang perlu kulakukan saat ini hanya berlari hingga orang-orang itu tak bisa menangkapku.

Kira-kira sudah hampir setengah jam aku berlari namun orang-orang itu belum juga berhenti mengejarku. Ku dengar mereka hanya bisa mengumpat padaku.

“Ya! Sampai kapan kau mau kabur!”

“Berhenti!”

“Kalau sampai kau tertangkap, jangan harap kau bisa selamat!”

“Berengsek!”

Mereka semua terus saja mengumpat. Namun saat ini kata-kata mereka sudah tidak bisa kucerna. Kepalaku sudah sangat pusing namun aku terus saja berlari. Kakiku seakan-akan sudah mati rasa ditambah dengan luka yang semakin melebar ini.

Aku sudah tidak tahan lagi. Aku harus bersembunyi.

Aku mengedarkan pandanganku di sekitar wilayah perumahan ini, mencoba menemukan tempat persembunyian yang pas.

Semak-semak. Aku berniat untuk bersembunyi di sana. Aku melompat di balik semak-semak itu.

Brukk.

Aaaarrrgghh. Aku melompat dan membanting tubuhku dengan asal. Aku yakin punggungku sudah remuk. Aku hanya bisa berbaring di tempat pendaratanku yang asing ini. Samar-samar kudengar suara orang-orang yang mengejarku itu di luar sana dan lama-kelamaan suara itu menghilang di kejauhan.

Ahh. Aku rasa saat ini aku sudah aman dari mereka. Aku memutuskan untuk istirahat sejenak dan keluar secepatnya dari tempat persembunyianku ini sebelum aku kembali mendapatkan masalah baru.

+++

(Kyungjin P.O.V)

“Taemin! Kau dimana?”

Aku hanya bisa menjerit sambil memanggil-manggil nama Taemin. Aku betul-betul bingung. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tempat ini begitu gelap, tapi tidak sepenuhnya gelap. Cahaya yang ada saat ini berasal dari kobaran api yang tengah menjilati apapun yang ada. Dan kurasa sebentar lagi api itu juga akan menjilat habis tubuhku.

Samar-samar kulihat tubuh yang tengah tergeletak pasrah tak jauh dari tempatku berdiri. Ah, tidak! Tubuhnya perlahan-lahan dilalap panasnya api, mulai dari kakinya dan sekarang bajunya juga sudah mulai terbakar.

Aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa tubuh yang tergeletak naas itu, hingga kemudian api itu memberikan cahayanya yang menakutkan hingga dapat menerangi wajahnya.

Sekarang aku bisa melihat sosok yang sedang dilalap api itu. Tidak, apakah aku bermimpi? TIDAK!

“Aaaaarrrgghhhh!! TAEMIN!!”

Aku hanya bisa menangis sambil meneriakkan namanya. Aku sudah tidak sanggup berdiri. Melihatnya terbakar begitu saja membuat seluruh kekuatanku lenyap. Seketika tubuhku terduduk. Aku sudah tidak peduli lagi pada keselamatanku. Tak ada gunanya aku hidup lagi. Orang yang sangat kusayangi itu kini sudah tiada. Jasadnya sudah dipenuhi kobaran api. Sekarang yang bisa kulakukan hanya duduk sambil menunggu api-api itu mendekat.

Seperti harapanku, api mulai mendekat. Api itu kini sudah merayap di kakiku. Aku sama sekali tidak berniat untuk pindah dan menyelamatkan diriku dari tempat ini. Ku biarkan api itu melalap tubuhku. Kini apinya sudah mulai membakar bajuku. Yang kurasa saat ini hanya perih dan panas yang teramat sangat.

Panas.

Tiba-tiba aku membuka mata. Tubuhku bercucuran keringat. Aku menatap ke sekelilingku dan tidak menemukan kobaran api. Di mana aku? Dinding putih dan langit abu-abu. Arrgh, bodoh. Ini kan kamarku.

Fiuhh. Ternyata tadi hanya mimpi. Aku kembali bernapas lega.

Tapi udara di kamarku ini begitu panas. Aish. Pantas saja aku bermimpi tentang api, ternyata di sini betul-betul panas.

Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela. Aku membuka jendela di kamarku itu. Mungkin dengan begitu udara menjadi tidak begitu panas.

Setelah itu aku kembali berjalan menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhku dengan asal. Tak lama kemudian, mataku menjadi berat dan aku sudah kembali ke dunia mimpi.

+++

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat ini.

Putih.

Yang dapat kulihat sekarang hanya banyangan putih. Bayangan putih itu sangat menentramkan jiwa. Aku mulai mendekati bayangan putih itu dan lama-kelamaan bayangan putih itu semakin jelas menampakkan wujud seseorang.

Dia seorang pria. Pria itu kemudian berbalik ke arahku dan menyunggingkan senyum yang amat manis padaku. Seketika pula aku merasakan indahnya hidup ini.

Pria itu mendekat. Mendekat. Dan semakin mendekat. Sekarang jarak kami hanya terpisah beberapa senti saja. Perlahan ia mendekatkan tangannya pada wajahku, dan sekarang dapat kurasakan sentuhan tangan lembutnya itu membelai wajahku perlahan.

Ku tatap matanya yang begitu teduh. Pria ini sungguh menawan. Rambut coklat, wajah tampan yang menawan serta sikapnya yang amat lembut. Dia juga memakai pakaian serba putih dan tak lupa, senyuman manis yang tak pernah lepas dari bibirnya.

Ah, rasanya seperti dibelai malaikat.

Aku kembali berkonsentrasi pada wajah tampannya dan sepertinya ia hendak mengatakan sesuatu. Ayo, bicaralah malaikatku. Aku akan mendengarkanmu. Ia mulai membuka mulutnya.

“Kukkuruyuuukk… Kukkuruyyuuuuukkk…”

Apa? Apa aku tidak salah dengar? Ah, aku rasa tidak. Aku yakin malaikatku ini yang berbicara. Tapi, kenapa cara berbicaranya seperti itu? Apa semua malaikat itu berbicara seperti ayam?

“Kukkuruyyyuuuuukkk…”

Dan perlahan-lahan mataku kembali ku buka. Omo, ternyata aku mimpi lagi. Yang berbunyi itu ternyata bukan malaikat tetapi jam wekerku yang bunyinya seperti ayam. Huh. Malam ini tidurku sangat tidak nyenyak. Aku mendapat dua mimpi aneh. Pertama, aku mimpi sedang terbakar bersama Taemin. Kedua, aku malah kembali memimpikan Taemin, namun dalam wujud malaikat. Benar-benar mimpi yang aneh. Ku rasa aku harus mulai mengkonsumsi obat tidur agar bisa tidur nyenyak tidak bermimpi yang aneh-aneh lagi.

Aku beranjak dari tempat tidurku dan melangkah dengan gontai menuju jendela kamarku yang terletak 5 langkah dari tempat tidurku. Jendela itu semalam kubuka, aku ingin menutupnya kembali.

Aku mulai melepas pengait jendela itu namun aku merasa ada yang aneh. Aku seperti menginjak sesuatu yang tidak rata. Aneh, apa lantai di kamarku ini sudah rusak. Tapi meski keras, yang ku injak ini tidak keras seperti lantai. Aku mulai mencoba menginjak-injak lagi tanpa mengalihkan pandanganku dari luar jendela, dan yang kuinjak-injak ini seakan bergerak.

Omo. Apa yang ku injak ini? Hantu? Aish. Aku mulai berpikiran macam-macam. Tanpa ku komando bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Ottokhae? Aku sangat takut untuk melihat apa yang sudah ku injak ini. Semakin lama yang ku injak ini semakin bergerak-gerak.

Hey, ayolah, Kyungjin. Ini sudah pagi. Mana ada hantu pagi-pagi begini.

Oke, kuputuskan untuk mengecek sendiri apa yang ada di bawah telapak kakiku ini. Dengan ragu ku gerakkan mataku perlahan. Perlahan.

Dan ternyata aku betul-betul menginjak hantu.

“KYAAAAAAAAAA… HANTUUUUUU!!!”

Aku berteriak dengan kalap sambil berlari kembali menuju tempat tidurku. Aku terduduk di tepi tempat tidur sambil menarik selimutku. Aku sungguh takut. Rumahku ini ternyata ada hantunya. Tanpa sadar aku mulai menggigit selimutku.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…”

Hantu itu juga berteriak. Mungkin untuk menakut-nakutiku. Kulihat ia meraba-raba tubuhnya, ah mungkin agar terlihat lebih menyeramkan.

Sudahlah, tuan hantu. Kau tak perlu segitu repotnya membuat dirimu terlihat seram. Tanpa bergerak-gerak seperti itu pun kau sudah terlihat sangat menyeramkan!

Astaga. Hantu itu berdiri dan berjalan mendekat.

Tapi ada yang aneh. Hantu yang satu ini tidak terlihat seperti hantu. Maksudku, yah walaupun memang wajahnya kelihatan agak sangar, tapi setidaknya tidak begitu menyeramkan seperti hantu-hantu pada umumnya. Malah, lumayan tampan.

Aih. Aku ini ada-ada saja. Sempat-sempatnya berpikiran seperti itu. Biar tampan pun dia itu tetap hantu! Ayolah, Kyungjin.

Kuperhatikan kembali sosok yang ku kira hantu ini. Rambut kuningnya agak berantakan. Ia terlihat tengah menggaruk-garuk kepalanya.

Sekarang jarak kami hanya terpisah 1 langkah. Ia terlihat sangat kebingungan sambil memasang tampang aku-bukan-orang-jahat.

Oh, sepertinya dia memang bukan hantu. Dia ini seorang namja.

Mwo?! Namja?!

Apa yang dilakukan namja asing ini di kamarku?

“Hey, siapa kau? Apa yang kau lakukan di kamarku?” aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, agak sedikit membentak. Perlahan-lahan aku mulai menggeser posisiku menuju sudut tempat tidur dan melirik benda yang selama ini kuletakkan di situ untuk berjaga-jaga.

“Oh, aku.. aku.. hey kumohon kau jangan salah sangka dulu. Aku tidak bermaksud apa-apa”

“Tidak mungkin. Kau pasti orang jahat. Mana mungkin kau bisa masuk ke sini kalau kau tidak punya maksud jahat”

“Ah, anni.. anni.. ku mohon dengarkan dulu penjelasanku!” ku lihat dia tampak panik dan kini dia mencoba memegang tanganku. Jangan-jangan dia…

Plakk!!

“Arrrggghhh… Kenapa kau malah menamparku?”

“Laki-laki kurang ajar. Jangan mendekat! Kau pasti pemerkosa kan? Bilang saja!”

Inilah saat yang tepat. Benda yang selama ini ku taruh di sisi tempat tidurku itu sudah saatnya kupergunakan sebagaimana mestinya. Ini sudah keadaan genting. Stick baseball.

Taemin yang memberikan stick baseball ini padaku. Awalnya barang pemberiannya itu ku tolak mentah-mentah. Untuk apa aku punya stick baseball, memukul bola tenis dengan raket yang luas penampangnya jauh lebih besar pun tidak pernah bisa. Dan lagipula, aku sama sekali tidak tertarik untuk sekedar tahu bermain baseball.

Tapi Taemin terus memaksa agar aku mau menerimanya. Dia malah menyuruhku untuk memajangnya di kamar dengan alasan agar aku selalu ingat padanya.

Hah? Memajangnya di kamar? Yang benar saja. Benda itu malah ku sembunyikan di sela tempat tidurku.

Tapi sekarang aku baru sadar ternyata benda yang selama ini ku anggap tak berguna itu ternyata malah terasa sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.

Aku mulai mengambil stick baseball itu dan hendak memukulnya, namun dia tiba-tiba memegang tanganku dan mencoba mengambil stick itu dari tanganku.

Akhirnya aku malah saling tarik menarik dengan laki-laki ini dan tentu saja, stick itu dapat dia rebut dari tanganku. Aduh, kenapa namja terlahir dengan kekuatan yang lebih dibanding seorang yeoja?

Tak ada pilihan lain. Aku memutuskan untuk menggunakan cara lain.

“KYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! TOLOOOOOOOOOOOOOOOOONGGG!!”

Satu-satunya jalan terakhir yang mungkin dapat menyelamatku dari keadaan ini hanyalah berteriak sekencang-kencangnya, berharap para tetanggaku akan mendengar teriakanku dan datang menolongku.

Sadar akan tindakanku yang tiba-tiba ini, namja itu malah membekap mulutku dengan tangannya. Aku masih terus mencoba berteriak namun akhirnya aku sadar hal itu percuma. Dia membekap mulutku dengan sangat kuat.

“Dengarkan penjelasanku dulu”

Dia lalu menjelaskan semuanya secara mendetail tetapi tetap tak melepaskan tangannya dari mulutku.

+++

(Jonghyun P.O.V)

Aku merasakan ada yang menginjak-injak punggungku.

Perlahan-lahan kubuka mataku dan menyadari bahwa aku masih ada di tempat persembunyianku yang asing ini. Niatku yang awalnya hanya sekedar beristirahat sebentar dan segera keluar dari sini ternyata gagal karena aku malah tertidur sampai pagi. Mungkin karena aku benar-benar kelelahan karena terus-menerus berlari sepanjang tengah malam tadi.

Aku memang lolos dari kejaran orang-orang itu, namun kali ini aku harus kembali memikirkan cara agar bisa lolos dari masalah baru ini.

Aku sedang berbaring dengan keadaan bagian belakang tubuhku yang menghadap ke atas. Aku kembali memperhatikan tempat yang asing ini. Sepertinya ini adalah sebuah kamar seorang yeoja karena meskipun dalam keadaan hampir mencium lantai ini, aku dapat melihat nuansa kamar ini yang sangat feminin serta ditambah dengan banyak boneka di mana-mana.

Dan sekarang orang yang sepertinya pemilik kamar ini sedang menginjak-injak punggungku dengan sangat keras.

Ouchh. Aku rasa punggungku ini kembali remuk. Aku hanya bisa menggerak-gerakkan tubuhku dengan pelan namun sesaat kemudian  seorang yeoja berteriak dengan sangat keras.

“KYAAAAAAAAAA… HANTUUUUUU!!!”

Yeoja itu akhirnya turun dari atas punggungku dan berlari menuju tempat tidurnya. Dari ekspresinya sepertinya ia sangat ketakutan. Tapi, dia menyebutku hantu! Apakah wajahku sekarang benar-benar terlihat seperti hantu? Atau, jangan-jangan aku ini memang hantu atau dengan kata lain, aku sudah mati?

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…”

Aku jadi ikut-ikutan teriak dan refleks berdiri. Aku mulai meraba-raba tubuhku dan barulah aku sadar kalau aku ini masih hidup, dan tentu saja bukan hantu!

Aku bingung, bagaimana caranya agar yeoja ini berhenti berteriak. Bagaimana caranya agar aku bisa menjelaskan semuanya dan membuat yeoja ini percaya padaku?

Aku mulai berjalan mendekatinya, dan kulihat dia malah semakin menggeser tubuhnya ke sudut tempat tidur. Dia terlihat sedang melirik-lirik sesuatu.

“Hey, siapa kau? Apa yang kau lakukan di kamarku?”

“Oh, aku.. aku.. hey kumohon kau jangan salah sangka dulu. Aku tidak bermaksud apa-apa” aku mencoba menenangkan yeoja ini yang mulai memasang tatapan menyelidik.

“Tidak mungkin. Kau pasti orang jahat. Mana mungkin kau bisa masuk ke sini kalau kau tidak punya maksud jahat”

Aish. Bagaimana ini, apa yang harus ku katakan padanya?

“Ah, anni.. anni.. ku mohon dengarkan dulu penjelasanku!” aku mencoba meyakinkannya dan tanpa sadar memegang tangannya.

Plakk!!

“Arrrggghhh… Kenapa kau malah menamparku?” aih. Tamparannya di pipi kiriku ini lumayan juga.

“Laki-laki kurang ajar. Jangan mendekat! Kau pasti pemerkosa kan? Bilang saja!”

What?! Pemerkosa?? Astaga. Dia sudah mulai berpikiran yang lebih jauh. Aku harus buru-buru memberinya pengertian sebelum dia benar-benar salah sangka. Tapi yeoja ini malah semakin menjadi-jadi dan tiba-tiba ia mengambil sesuatu dari sisi tempat tidurnya. Oh tidak, stick baseball!

Sepertinya ia berniat memukulku dengan stick itu. Aku jadi bertambah panik dan segera merebut stick itu. Dia sangat enggan melepasnya namun ternyata ia tipe yeoja yang tidak begitu kuat sehingga aku berhasil mengambil stick itu dari tangannya.

Seakan tidak kehabisan akal, yeoja itu tiba-tiba berteriak dengan volume suara yang benar-benar gila. Aku langsung membekap mulutnya. Dia masih saja mencoba berteriak namun lama-kelaman dia akhirnya menyerah. Aku masih terus membekap mulutnya dan mulai menjelaskan semuanya padanya. Aku tidak melepaskan tanganku dari mulutnya, takut dia akan berteriak lagi.

+++

TO BE CONTINUE

Gimana? Suka g?

Kalau suka komen ya.. ^^

Kalau gak suka?

Ya komen juga..

Mau muji?? Boleh..

*pede amir*

Mau hina??

Silahkan.. Saya terima dengan lapang dada.. T____T

Gomawo yang udah mau baca.. ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

24 thoughts on “The Sweet Escape – Part 1”

  1. Kayaknya bakalan jadi keren ujungnya nih.
    btw author, Jonghyunn kan dikejar kenapa? wkwkwk
    Cieee Jonghyun masuk ke kamarnya authoooor 😉

  2. Jjong!! lo abis nyolong ayam ya? sampe dikejar-kejar kayak gitu??

    (maaf kalo sok tau) ini pernah publish di ffindo ya?

  3. huwaaa jjong knp jadi dikejar2 gitu yah.. hahaha
    tampangnya buronan sih/plakk #ditabok blingersssssssss wkwkwk sarap
    lanjutttttt

  4. hiyaaa….. Jjong dikerjar2 siapa?? kenapa dikejar2???
    hayoloh…. XP
    nah loh nah loh…
    itu sampe masuk kamar author segala…
    hiyaahh…><. hahahahaaha
    keren2…..
    ditunggu lanjutannya…. ^^

  5. annyeong annyeong.. author pabonya datang!! *langsung ditimpuk sendal*
    huwaaa.. aku terharu.. gomawo yaaa yang udah mau baca+komen+like.. wah itu itu itu wiga eonni ya?? *nunjuk2 like d atas* hyaaaa aku ngefans banget ama ffnya wiga eonni.. daebakk!! *plakkk!! dasar g nyambung*
    oiya gomawoo sekali lagi.. mian aku baru datang.. T___T

  6. waaa…seruuu…
    penasaran tingkat tinggi sm lanjutannya..
    ntu si jjong kenapa dikejar2 ???
    salah apa dia???
    part 2 yah…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s