LOVE’S WAY – STAND BY ME

STAND BY ME

Main Cast: Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin, SHINee

Support Cast: Super Junior

Hmmph perutku sudah kenyang sekarang.  Aku berjalan keluar kantin menuju kelasku dan mendapati mataku tertuju pada lapangan basket. Kenapa aku ini! Dia tidak ada babo! Seruku pada diriku sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepala. Aku ini kenapa sih terus saja memikirkan dia. Aku masih terus menatap lapangan basket itu. Bisanya dia ada disana bersama Minho, aisshh! Apa yang aku pikirkan!seruku sambil menepuk-nepuk kepalaku. Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku.

”Hye Jin-ah…kau kenapa?”tanyanya padaku.

Aku menoleh dan mendapati Ryeowook menatapku dengan bingung. Matanya yang hitam bulat menatapku lekat-lekat dan dia malah mendekatkan wajahnya padaku. Dia terus mendekat dan menatap wajahku lekat-lekat, dia sama tinggi denganku makanya dia dapat melihatku seperti itu. Itu kebiasaanya padaku, dia akan melakukan itu terus sampai mukaku merah seperti tomat. Dasar orang aneh, kurasa selain diisi namja-namja yang tampan sekolah ini juga berisi namja-namja yang aneh, salah satunya Ryeowook, teman sekelasku yang sama pintarnya denganku, dia dan aku pasti bergantian memperoleh nilai yang bagus setiap ulangan walapun kadang Key juga ikut.

”Aishhh!kau mau menggodaku lagi!”seruku padanya sambil menoyor kepalanya dan dia tersenyum jahil.

”Ada apa?”tanyaku lagi.

”Jang seosangnim memanggilmu…”serunya padaku.

”Ada masalah apa?”tanyaku padanya. Ada apa Jang seosangnim memanggilku? Memangnya aku membuat kesalahan padanya.

”Aku juga tidak tahu…kau tahu wajahnya tidak bisa ditebak….sudah sana nanti kau dimarahi olehnya…”serunya lagi.

”Wokkie-ya…”teriak seorang yeoja sambil berlari.

”Hye Jin-ah aku duluan….”seru Ryeowook dengan terburu-buru. Kulihat Ryeowook berlari menghindari cewek itu. Dia adalah junior ku di sekolah, namanya Shim Ha Ra, dia sangat tergila-gila pada Ryeowook. Aku hanya mengeleng-gelengkan kepalaku sambil tersenyum dan berlalu menuju ruang guru.

Aku masuk ke ruang guru perlahan-lahan.

”Permisi…aku mau bicara dengan Jang seosangnim…”seruku pada salah satu guru yang tidak aku kenal, mungkin dia guru kelas 12.

”Silahkan…”serunya mempersilahkanku masuk ke dalam. Aku mencari temapt duduk Jang seosangnim dan mendapatinya duduk di pojok, aku segera menghampirinya. Suasana dingin langsung terasa begitu aku sampai di tenpat duduknya. Dia mentapku seklias dengan tatapan dinginnya itu.

”Duduk”perintahnya.

Aku pun duduk dan menunggu sampai dia berbicara. Aku hanya bisa menunduk mengamati sepatuku yang belum ditali dengan benar.

”Kau Choi Hye Jin kan?”tanyanya sambil terus menatap buku yang sedang ditulisnya. Dasar tidak sopan!

”Ne…”jawabku.

”Aku ingin kau tampil menyanyi duet dengan Cho Kyuhyun di acara kesenian bulan depan.”serunya.

”Mworago?”tanyaku langsung. Apa maksudnya? Menanyi duet?aku tidak bisa menyanyi.

”Aku tidak bisa menyanyi seosangnim…kau tahu sendiri waktu itu semua orang tertawa mendengarku…”seruku menjelaskan.

Dia berhenti menulis dan menatapku dengan tatapannya yang dingin.

”Bukan lagu Korea…lau bahasa Inggris dan kau harus mau”serunya sambil melotot. Aigoo, dia sangat seram sekali. Aku tidak sanggup melihat matanya.

”Pulang sekolah berlatihlah dengan Hyo Jin aku sudah bilang padanya…dia sepupumu kan…”lanjutnya.

”Ne…”jawabku sambil terus menunduk tidak tahu apa yang akan aku lakukan, tidak mungkin aku menolak apalagi dia orang yang seperti itu. Menyeramkan. Aku tidak bisa menyanyi bagaimana kalau nanti semua orang menertawakanku. Aigoo!

”Sudah kau boleh keluar” katanya dingin.

Aku berdiri dan berjalan keluar sambil menunduk. Ya Tuhan, apa yang akan terjadi selanjutnya?aku berjalan menuju kelasku sambil terus menunduk. Tanpa sadar aku menabrak seseorang.

BRUKK!

Aku terjatuh ke lantai. Aww pantatku sakit sekali.

”PSP ku!”teriak orang yang menabrakku tadi. Dia berusaha menggapai PSP yang akan jatuh kelantai tapi untunglah dia sigap dan dia berhasil menangkap PSPnya itu. Dasar Kyu, bukannya membantuku berdiri dia malah lebih sayang pada PSP nya.

”Syukurlah kau selamat sayang!”serunya sambil mengelus-elus PSP hitamnya itu. Dan aku masih terduduk di lantai, sangat sakit sekali untuk berdiri. Dasar badan batu!

”Ya!Kyu bantu aku berdiri!”seruku padanya yang masih mengelus-elus PSPnya itu. Dasar orang aneh. Dia melihatku dan langsung membantuku berdiri.

”Kenapa kau duduk dilantai?”tanyanya.

Dasar Babo! Aku ditabrak olehnya hingga jatuh dia malah bertanya kenapa duduk dilantai. Aku berdiri dan berpegangan pada dinding untuk menyeimbangkan tubuhku. Sedangkan Kyu terus saja melihat PSPnya ada yang tergores atau tidak. Begitu sayangkah dia dengan PSPnya, bagaimana kalau nanti dia punya pacar. Pasti pacarnya akan selalu marah melihat dia lebih sayang PSPnya dibanding pacarnya.

”Ya!Kyu!minta maaf!”seruku padanya sambil mengambil PSP itu dari tangannya.

”Hye Jin-ah…kembalikan…mian…mian…tadi aku sedang asyik main…lagian kau juga jalannya menunduk…”serunya sambil berusaha mengambil PSPnya kembali.

Ah percuma berbicara dengan orang ini, aku pun mengembalikan PSPnya.

”Gumawo Hye Jin-ah…Mianhe yang tadi…”katanya sambil tersenyum.

Tiba-tiba sesosok makhluk muncul di bahu Kyu.

”Kyu!”teriakku sambil menujuk bahunya.

Kyu yang masih bingung melihatku hanya menatapku bingung.

”Itu….di bahumu…”seruku padanya kembali menunjuk bahunya dan dia segera menyapukan tangannya ke bahunya.

”Aaaaa!”teriaknya begitu tahu apa yang tadi dia sentuh.

”Kura-kura!”serunya lagi sambil bergidik dan berlari berlindung dibalikku.

Saat itu sebuah senyum muncul di wajah orang yang membawa kura-kura itu, dia tersenyum puas melihat sahabatnya ketakutan seperti ini. Terkadang aku berpikir kenapa Yesung dan Kyu bisa bersahabat padahal mereka punya hobi yang berbeda dan bahkan Kyu sangat benci dengan kura-kura, memang sih mereka berdua adalah namja yang aneh mungkin itu yang membuat mereka bisa dekat tapi aku tidak habis berpikir bagaimana Kyu bisa bertahan dengan sahabat yang selalu menakut-nakutinya dengan hewan peliharaanya itu.

Yesung tertawa melihaku dan Kyu yang bersembuyi di belakangku ketakutan.

”Hye Ji-ah…..darimana kau?”tanyanya enteng.

Aku memanyunkan bibirku menandakan aku tidak suka melihatnya melakukan itu terhadapku juga Kyu.

”Mianhe..”serunya memasang wajah terimutnya. Terkadang aku ingin sekali mencubit pipinya yang chubby itu, habisnya dia selalu menggodaku terus.

”Kyu segitu aja takut!”serunya pada Kyu yang masih berlindung di balik badanku.

”Andwe…”seru Kyu sambil keluar dari tempat persembuyiannya dan berpura-pura berani.

Yesung kembali menyodorkan kura-kuranya ke muka Kyu dan Kyu kembali menjerit.

”Singkirkan hewan reptil itu…aku alergi…”serunya menjauhkan tangan Yesung.

Aku tertawa melihat ekspresi Kyu yang sangat ketakutan.

”Hye Jin-ah…kau belum menjawab pertanyaanku..” seru Yesung sambil mengalihkan tatapannya padaku.

”Ah…dari tempat Jang seosangnim…”seruku padanya.

Aku melihat Kyu sudah asyik kembali dengan PSPnya. Kurasa tidak ada yang berani mengajaknya berbicara.

”Kau pasti ditawari menyanyi duet dengan  Kyu ya…wah….wah…”serunya.

Apa duet dengan Kyu, memangnya tadi Jang seosangnim bilang aku akan duet dengan Kyu, aku kembali mengingat-ingat apa yang Jang seosangnim bilang tadi.

”Aku ingin kau tampil menyanyi duet dengan Cho Kyuhyun di acara kesenian bulan depan.”

Aigoo, benar dengan Kyu!

”Ne..”jawabku lemah sambil menatap Kyu yang masih asyik bermain dengan PSPnya seakan dia lupa apa yang baru terjadi.

”Wah Kyu…hati-hati nanti Taemin marah…”seru yesung sambil menepuk bahu Kyu dan itu membuatnya kaget. Mungkin dia pikir itu kura-kura lagi.

”Mwo? Memangnya kenapa?”tanya Kyu yang sudah tidak melihat ke PSPnya lagi, melainkan ke arahku.

”Kau ini kemana saja…Hye Jin itu yeojachingunya Taemin…”terang Yesung.

Apa maksudnya? Yeojachingu. Omo sudah berapa orang  yang bilang seperti itu. Minho kau benar-benar tukang gosip sama seperti orang yang selalu menyukaimu Rae Na. Arrghh! Aku menatap Yesung dengan wajah cemberut.

”Tuh kan…pasti dia takut Taemin marah…”seru Yesung.

Dasar Yesung babo!

”Aishh….kenapa aku tidak tahu ya?”tanya Kyu polos.

”Kau ini! Babo sekali! Sudah tersebar di seluruh klub basket!”jawab Yesung.

Dan itu membuatku terkejut. Apa! Seluruh klub basket! Aigoo, bagaimana ini!

”Kau sih tidak pernah main basket…kau hanya main basket di PSP mu itu..”seru Yesung sambil memukul kepala Kyu.

”Aishh…aku keduluan Taemin…”jawab Kyu.

Dasar dua namja aneh, apa maksud mereka.

”Walapun tidak keduluan juga…Hye Jin tidak mau denganmu yang lebih suka main PS daripada berbicara dengan orang….”seru Yesung.

”Dariapada kau..suka kura-kura…apa itu..hewan tidak berbulu…membuatku geli dan alergi…”seru Kyu membalas.

Ya sudah pasti ujung-ujungnya mereka bertegkar. Kenapa hari ini aku sudah dua kali melihat dua sahabat adu mulut tadi Oppa-Oppa ku sekarang mereka. Dasar cowok tidak mau kalah!seruku dalam hati.

Key POV

Apa yang Hye Jin lakukan dengan Yesung dan Kyu. Seruku dalam hati melihat Hye Jin yang tertawa bersama Yesung dan Kyu. Kenapa sih mereka dekat sekali dengan Hye Jin, kenapa juga dia mau saja dengan dua namja aneh itu. Oh ya aku ingat aku mau bicara dengannya. Aku pun berjalan menghampirinya.

”Hye Jin-ah…aku mau bicara…”seruku sambil menarik tanganku.

”Key!gak usah tarik-tarik gitu bisa ga…”serunya sambil berusaha melepaskan tanganku.

”Aku duluan ya…Yesung…Kyu…”serunya pada Kyu dan Yesung dan mereka pun tersenyum, aku segera menarik tangannya lagi dan menyeretnya menuju taman.

”Jangan tarik-tarik bisa ga sih…aku bisa jalan sendiri!”serunya begitu sampai ditaman.

Aku berjalan mendekatinya dan berbicara berbisik.

”Jangan bilang yang kemarin ya…kau sudah janji…arasso?”seruku.

Dan aku melihat dia malah tertawa terbahak-bahak.

”Ne..arasso pinky…”teriaknya.

Langsung kubekap mulutnya dengan tanganku.

”Jangan teriak-teriak!”seruku padanya.

Dia melepaskan tanganku dan tersenyum.

”Pokoknya asal kau juga janji tidak menggangguku lagi…”serunya.

”Ne…aku tahu…hari ini saja aku tidak mengganggumu kan….jangan sampai orang lain tahu…awas kau…”seruku cuek.

Dia terseyum dan senyumnya sangat manis, belum pernah aku melihatnya tersenyum seperti itu dan itu membuat jantungku berdegup sangat kencang. Aigoo!

”Tenang saja pinky boy…”serunya sambil berbisik padaku dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya dan tersenyum.

Saat itu jantungku benar-benar berdegup sangat kencang dan wajah kami hanya berjarak beberapa senti saja. Jantungku semakin berdegup sangat kencang dan entah kenapa aku malah semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya. Kulihat ekspresinya masih biasa saja. Aku pun semakin mendekatkan wajahku dan menunduk. Saat bibirku hampir menyentuh bibirnya dia langsung menjauh.

”Ah ya….aku lupa ada PR yang belum aku kerjakan…”serunya sambil menepuk dahinya.

Dia pun berjalan meninggalkanku yang masih terdiam. Apa yang akan aku lakukan tadi? Hampir saja kejadian yang dulu terjadi lagi tapi kenapa reaksinya sekarang berbeda, dulu dia  langsung menamparku tapi tadi dia tidak bereaksi apa-apa. Aku jadi tersenyum sendiri memikirkannya.

Hye Jin POV

Apa yang barusan terjadi? Kenapa aku malah seperti itu. Tidak….tidak…kenapa aku jadi seperti ini? Hufft! Aku tidak menyangka apa yang akan terjadi seandainya aku tidak pergi dari situ. Aishhh….tidak…tidak…jangan sampai deh.

Aku sampai di kelasku dan langsung duduk di mejaku. Sebenarnya tidak ada PR yang harus aku kerjakan tadi hanya alasan saja agar aku bisa pergi, kalau tidak pasti terjadi hal itu tapi kenapa aku malah menurut saja. Aigoo, kenapa aku ini! Aku tidak punya perasaan apa-apa pada Key lebih tepatnya terkadang aku tidak suka padanya yang sering mengangguku tapi yah dia cukup baik walapun gayanya sok cuek gitu tapi. Aku menghela nafas beberapa kali.

”Kau kenapa?”tanya Rae Na sambil menepuk bahuku.

”Andwe…”jawabku tanpa menoleh.

Rae Na menghampiri tempat dudukku dan melihat wajahku.

”Kok mukamu merah?”tanyanya.

”Ah…anni…”jawabku dan menutup wajahku. Memangnya mukaku merah apa.

Aku melihat Key masuk ke dalam kelas dan dia berjalan ke tempat duduknya tanpa menoleh ke arahku.

”Kenapa mukamu tambah merah?”seru Rae Na.

”Andwe…”seruku.

Hufft, kenapa ya aku ini?

Aigoo, hari ini harus latihan menyanyi. Jang seosangnim itu benar-benar deh. Aku tidak mau datang ah, aku mau pulang. Sebaiknya aku pulang diam-diam agar Hyo Jin tidak melihat, aku yakin pasti dia akan memaksaku untuk latihan. Dia akan selalu menuruti perintah Jang seosangnim.

”Aku duluan ya Hye Jin…”seru Rae Na langsung berjalan keluar kelas.

Buru-buru sekali dia, gumamku dalam hati. Aku menyampirkan tas ku di bahu dan berjalan meninggalkan kelas yang hampir kosong. Aku sudah hampir sampai di pintu keluar sampai sebuah tangan menarik tasku.

”Hye Jin-ah….mau kemana kau?”tanyanya sambil terus menarik tasku.

Aku berbalik dan mendapati Kyu yang menarik tasku. Aku Cuma bisa nyengir melihatnya.

”Cepat latihan!”serunya sambil menarik tasku. Aku pun jadi terbawa karenanya.

Tumben sekali dia semangat melakukan hal ini, bukannya dia hanya semangat jika sudah main game di PSPnya. Aneh sekali dia!

Dia menyeretku sampai ke depan pintu ruang kesenian dan disana sudah kulihat Hyo Jin berdiri dengan berkacak pinggang dan Jang seosangnim yang duduk di kursi di depan piano.

”Ini noona…”seru Kyu pada Hyo Jin.

Oh jadi Hyo Jin yang menyuruhnya membawaku. Sial!

”Kita mulai..kyu kau duluan”seru Jang seosangnim.

Hyo Jin yang melihatku masih berdiri di depan pintu langsung menarikku masuk dan berbisik padaku.

”Jangan macam-macam…”ancamnya.

”Hyo Jin-ah….aku tidak mau…aku juga ada drama…”seruku memohon padanya.

”Tidak bisa…lagian dramanya kan habis menyanyi masih sempat kok…sudahlah…”serunya.

”Kenapa bukan kau saja?”tanyaku padanya.

”Aku juga sudah ada bagiannya…”jawabnya.

Huh sudahlah ini memang nasibku.

Kami pun mulai latihan, untung lagu yang dinyanyikan adalah lagu bahasa Inggris jadi tidak terlalu sulit buatku dan ternyata Kyu juga partner yang baik, aku tidak menyangka kalau suara Kyu sangat bagus, suaranya sangat lembut. Dia juga mampu menyeimbangkan dengan suaraku yang memang tidak terlalu bagus tapi kenapa sih Jang seosangnim memilihku bernyanyi berduet dengan Kyu yang sudah jelas suaranya sangat bagus. Latihan berjalan lancar karena Kyu sangat membantuku sehingga aku tidak dimarahi oleh Jang seosangnim. Aku tidak menyangka kalau Kyu mampu melepaskan tangannya dari PSPnya itu dan serius latihan, sepertinya dia sangat ingin ikutan acara ini berbeda denganku yang tidak niat.

”Rae Na cepat latihan..”serunya pada Rae Na yang baru datang.

Ternyata Rae Na hari ini juga latihan. Dia masuk dan tersenyum padaku. Aku melihat dia mulai memainkan sitarnya dan sungguh permainannya sangat indah. Rae Na memang sangat pintar bermain sitar. Aku begitu terhanyut mendengarnya bermain sitar.

”Hye Jin-ah….hari ini kau pulang sendiri ya…”seru Hyo Jin padaku dengan wajah berbinar-binar.

Kenapa dia? Tanyaku dalam hati. Aku pun segera beranjak keluar ruangan tapi saat aku keluar aku melihat Jin Ki Oppa bersandar di dinding disamping ruang seni, sedang apa dia? Aku pun mendekati dia.

”Oppa sedang apa?”tanyaku padanya yang sedang bengong.

”Ah…andwe…Hyo Jin sudah pulang?”tanyanya.

”Ne…baru mau pulang..”jawabku.

Apa jangan-jangan Jin Ki Oppa menunggunya. Aishhh Hyo Jin, ada seorang cowok yang begitu baik padamu malah kau sia-siakan. Aku berjalan kembali ke dalam ruang seni.

”Hye Jin-ah mau kemana?”tanya Jin Ki Oppa begitu melihatku kembali berbalik kedalam.

Aku menghampiri Hyo Jin yang sedang bicara dengan Jang seosangnim.

”Ada Jin Ki Oppa tuh…menunggumu…mau pulang bersama sepertinya…”seruku padanya.

”Suruh duluan saja…aku tidak mau pulang dengan dia…”serunya.

Kenapa dia? Tampangnya sangat kesal sekali begitu aku menyebut nama Jin Ki Oppa.

”Ada apa sih?kasihan dia udah nunggu daritadi sepertinya..”seruku lagi.

”Gak…kau gak tahu kan apa yang dia lakukan dikelasku tadi…dia membuatku malu tau…dia bilang dia suka padaku di depan seluruh anak-anak di kelas, kau tahu…aku kan malu sekali…”terangnya.

Aku sangat terkejut mendengarnya, apa Jin Ki Oppa menyatakan perasaannya di depan kelas. Omo!

”Sudah…kau saja yang pulang dengannya…”serunya sambil berbalik.

”Hyo Jin-ah…”seruku memanggilnya.

”Aku mau pulang dengan Jang seosangnim…sudah sana…”serunya sambil tersenyum.

Dasar Hyo Jin gampang sekali dia merubah perasaannya, tadi sedang kesal sekarang sedang tersenyum bahagiam. Aku melihat dia menghampiri Jang seosangnim dan Rae Na juga ikutan. Huh pasti sebentar lagi mereka akan bertengkar memperebutkan Jang seosangnim. Sebaiknya aku pulang.

Aku melihat Jin Ki Oppa masih tertunduk. Aku pun mendekatinya.

”Oppa kita pulang aja yuk!”seruku pada Jin Ki Oppa dan aku langsung menggamit tangannya.

Jin Ki Oppa sangat kaget melihatku langsung menarik tangannya.

”Hyo Jin…”serunya.

”Dia tidak mau pulang…sudah kita pulang saja…”seruku padanya dan kulihat dia menurut saja.

Aku menatap Jin Ki Oppa yang masih bingung melihatku. Aku masih terus berpikir kesal rasanya melihat Hyo Jin seperti itu. Jahat sekali dia!

”Aku mau minta maaf sama Hyo Jin…”serunya saat di dalam perjalanan.

Ya ampun Hyo Jin tidak kasihan kah kau pada Oppa ini. Gerutuku dalam hati.

”Oppa hwaiting!!”seruku memberi semangat padanya karena kulihat wajahnya sedih sekali.

Tidak tega aku melihatnya seperti itu. Dia tersenyum melihatku dan mengacak-acak rambutku dengan sebelah tangannya.

”Oh ya…mampir ke rumahku dulu ya…ada yang harus aku berikan pada Hyo Jin…titipannya…”serunya.

”Ara…”jawabku.

Dia pun berbelok menuju rumahnya begitu sampai di depan rumahnya aku sangat terkejut melihat betapa besar rumahnya. Ternyata Jin Ki Oppa benar-benar orang kaya. Ya ampun!

”Ayo masuk…”katanya begitu dia keluar dari mobil.

Aku keluar dari mobil dan menatap sekeliling. Rumahnya punya halaman yang sangat luas. Sangat indah, banyak bunga disini. Pasti ummanya Oppa senang dengan bunga.

Aku pun berjalan menuju pintu rumahnya.

”Masuklah…tunggu di ruang tamu saja…aku sebentar kok…”serunya sambil menarik tanganku masuk.

Aku semakin terkagum-kagum begitu masuk ke dalam rumahnya. Sungguh sangat indah dan modern.

Baru sampai di pintu depan seorang ahjumma berjalan menghampiri kami dan aku yakin itu pasti ummanya Jin Ki Oppa.

”Annyeonghaseyo..”seruku pada ahjumma itu sambil menunduk.

”Annyeong…oh ini Hyo Jin yang sering kau ceritakan itu Jin Ki…”serunya begitu menatap wajahku lekat-lekat.

”Oh andwe…ini Hye Jin…”jawab Jin Ki Oppa smabil tersenyum.

Ternyata Jin Ki Oppa adalah anak mama, buktinya dia bercerita semuanya pada ibunya.

”Hye Jin? Yeojachingu Taemin…ah…arasso…”seru ahjumaa itu lagi.

Apa!yeojachingu Taemin. Siapa lagi yang berpikiran seperti itu. Bahkan sampai bibinya Taemin mendengar gosip itu. Aigoo!

Aku Cuma bisa tersenyum menanggapinya dan kulihat Jin Ki Oppa hanya tersenyum. Lihat saja Oppa!seruku dalam hati.

”Duduklah…”seru ahjumma kemudian pergi.

”Ne…”jawabku dan duduk di sofa di ruang tamu itu.

”Aku ambil dulu ya…”seru Jin Ki Oppa kemudian naik tanggan menuju kamarnya.

Aku duduk sambil mengamati sekelilingku dan mataku tertuju pada foto-foto yang di pajang di sebuah meja. Banyak sekali foto disitu, aku mengamatinya satu persatu. Ada foto Jin Ki Oppa waktu kecil. Ya ampun sejak kecil dia sudah sangat lucu sekali, matanya itu loh. Sipit sekali! Dan itu Taemin kan? ya ampun sejak kecil dia sudah tampan tapi siapa yang ada disampingnya, Apa itu kakanya yang seorang dokter itu?

”Sebegitu kangennya sampai melihat fotonya begitu…”seru Jin Ki Oppa yang baru saja kembali dari mengambil sebuah buku ternyata.

”Ah andwe…”jawabku sambil berpaling dari foto yang tadi ku amati.

”Itu Taemin dengan kakaknya…”seru Jin Ki Oppa.

Memangnya aku bertanya padanya.

”Siapa yang tanya?”seruku sedikit kesal dengannya gara-gara tadi.

Dia pun berjalan menuju pintu dan aku pun mengikutinya baru sampai di depan rumahnya kami bertemu dengan ibunya Jin Ki Oppa lagi.

”Annyeong ahjumma…”Seruku sambil membungkuk dan tersenyum.

”Annyeong…lain kali datang lagi bersama Taemin ya…Jin Ki juga sekali-kali bawa Hyo Jin kesini…”seru ibunya Jin Ki Oppa.

Dan kembali aku hanya mampu tersenyum menanggapi perkataannya itu, tidak mungkin menjelaskan juga tidak akan percaya. Aku pun menuju mobilnya Jin Ki Oppa dan menuju rumahku.

Aissh berisik sekali mereka. Tidak tahu apa aku sedang belajar. Harusnya tadi aku tidak usah menawarkan Jin Ki Oppa untuk masuk ke dalam dan biar aku saja yang memberikan buku itu. Sekarang dia sudah mengobrol dengan nenek dan Hyo Jin selama 30 menit. Aku heran dengan Hyo Jin tadi dia marah-marah sekarang sudah baik lagi. Memang cinta bisa mengubah seseorang, buktinya mereka yang tadinya marahan hanya dalam waktu 15 menit sudah baikan lagi. Aku jadi ingat tadi bagaimana Jin Ki Oppa meminta maaf pada Hyo Jin. Dasar pasangan yang aneh.

Aku masih berkutat dengan PR bahasa Korea ku yang belum selesai daritadi aku sulit sekali berkonsentrasi bukan hanya karena suara obrolan mereka yang menganggu tapi juga entah kenapa aku malah memikirkan Taemin, apa aku merindukannya? Untuk apa sih! Lagipula dia hanya pergi selama 3 hari.

Hufft!ya aku rindu padanya, rasanya sepi sekali tidak ada dia. Aku melihat bungkusan yang berisi jaket Taemin yang belum sempat aku kembalikan waktu itu. Aku harus segera mengembalikannya begitu dia pulang. Pikirku.

Tiga hari tanpa melihatnya benar-benar menyebalkan, sudah dia sama sekali tidak memberitahuku lagi. Itu membuatku semakin kesal saja padanya. Hari ini dia akan pulang.

”Dia akan pulang ya hari ini?pasti dia menang…”seru Hyo Jin padaku yang masih sibuk membereskan bukuku di meja belajar. Aku hanya diam dan malas membalasnya.

”Ya!Hye Jin-ah aku kan tanya padamu…dia pulang hari ini?”seru Hyo Jin lagi.

”Kenapa tanya padaku? Aku tidak tahu”seruku padanya sambil berjalan keluar kamar.

Kenapa harus bertanya padaku? Dia saja tidak pernah bilang padaku kalau dia pergi, tidak pernah mengabariku. Aigoo, kenapa sih aku ini!sudahlah Hye Jin jangan mengharapkan dia lagi.

”Hye Jin-ah….ketinggalan  nih…jaketnya Taemin…mau dikembalikan kan?”seru Hyo Jin sambil memberikan bungkusan itu padaku yang sedang memakai sepatu di depan pintu.

Aku langsung mengambilnya dan berjalan keluar rumah terlebih dahulu.

”Kenapa dia?”kata Hyo Jin, aku masih mendengar dia bertanya seperti itu pada dirinya sendiri. Sudahlah.

Aku sampai di sekolah duluan dibanding Hyo Jin yang masih dibelakang sepertinya dia tahu suasana hatiku sedang tidak enak dan membiarkanku berjalan terlebih dahulu.

”Hye Jin-ah…”seru Jin Ki Oppa menghampiriku.

”Annyeong Oppa…”seruku mencoba tersenyum padanya dan menyapanya.

”Annyeong…Hyo Jin mana? Eh Taemin sudah pulang…hari ini dia sudah pergi sekolah…kemarin dia menang…”cerita Jin Ki Oppa.

Aku Cuma menanggapinya dengan senyuman dan tak lama kemudian Hyo Jin sudah sampai di sekolah dan Jin Ki Oppa langsung menghampirinya. Aku pun berjalan menuju kelasku. Tapi baru sampai di loker aku bertemu dengan Minho dan Changmin sunbae. Sialnya aku!

”Hye Jin-ah…”seru Changmin sunbae dengan senyumannya yang khas itu. Entah kenapa dia senang sekali bertemu denganku, mungkin gara-gara dia mengira aku adalah yeojachingunya Taemin dan sepertinya dia senang sekali dengan hal itu. Minho hanya tersenyum tipis begitu melihatku. Selalu seperti itu senyuman tipis. Dasar es!

”Kau pasti kangen sekali dengan dia?”tanyanya langsung begitu menghampiriku.

Dimulailah penderitaanku hari ini. Aku hanya tersenyum tipis dan aku ingat lebih baik aku menitipkan jaket Taemin pada Minho saja. Aku malas ke kelasnya.

”Minho-ah..bisa nitip ini ga? Tolong kasih ke Taemin…bilang terimakasih juga dariku…”seruku padanya sambil memberikan bungkusan itu.

”Kenapa tidak kau saja?”tanyanya.

”Sudahlah…aku sibuk…please…”jawabku sambil memasang wajah memohon.

”Kasih aja sendiri Hye Jin…”seru Changmin sunbae ikut-ikutan.

Aku menghela nafas perlahan.

”Minho-ah…please…ya…ya…”seruku padanya memohon dan sepertinya berhasil dia pun mengambilnya.

”Gumawo Minho…”seruku sambil tersenyum.

”Annyeong Changmin sunbae…Minho-ya…”lanjutku dan melambai pada mereka berdua yang sepertinya masih sedikit bingung dengan tingkahku hari ini.

Aku pun langsung masuk ke kelasku. Aku harus konsentrasi hari ini.

Taemin POV

”Taemin-ah chukkae…”seru Sang Ra padaku begitu aku sampai di kelasku. Aku hanya tersenyum padanya. Aku tidak antusias mendengar semua ucapan selamat dari semua orang yang aku temui dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. Aku melihat ke samping kursiku, kenapa Minho hyung belum datang?

Selama di Incheon jujur aku tidak terlalu konsentarsi, aku terus memikirkan Hye Jin. Babo sekali aku! Yah aku masih ingat kejadian itu, aku pikir dengan tidak memberitahunya aku pergi akan membuatku melupakan kejadian itu tapi ini malah sebaliknya. Aku terus saja memikirkannaya.

”Taemin-ah sudah datang…”seru sebuah suara yang aku kenal.

”Hyung…”seruku padanya dan tersenyum.

”Chukkae…”serunya lagi sambil menepuk bahuku perlahan.

Aku hanya tersenyum dan menatapnya sesuatu tangan dibawanya.

”Apa itu?”tanyaku menunjuk barang bawaannya.

”Ah…ini titipan Hye Jin…katanya terima kasih…”seru Minho hyung sambil menyodorkan barang itu padaku. Aku segera membuka isinya dan ternyata itu jaketku. Kenapa tidak dia sendiri yang mengembalikannya padaku? Tanyaku dalam hati. Padahal aku ingin melihatnya, aku rindu padanya.

”Gumawo hyung…”seruku memasukan jaket itu ke dalam tasku.

”Taemin-ah…kau tidak bilang pada Hye Jin kalau kau pergi kemarin?”tanyanya tiba-tiba.

Aku terdiam bingung mau menjawab apa? Tidak mungkin aku cerita semuanya.

”Ah…memangnya kenapa?”aku malah balik bertanya.

”Tiga hari yang lalu dia mencarimu untuk mengembalikan jaketmu juga…kukira dia tahu kau pergi….sepertinya dia agak sedikit aneh karena hal itu…”terang Minho hyung.

Apa dia marah padaku? Mian Hye Jin aku tidak berniat untuk tidak memberitahumu, sebenarnya aku juga tidak mau seperti itu, aku ingin memberitahumu dan aku akan mendengar ucapan semangat darimu tapi…aigoo! Taemin apa yang kau pikirkan? Seruku pada diriku sendiri. Sepertinya aku harus bicara dengannya. Ya hari ini ada latihan drama, aku akan menjelaskan padanya.

Hye Jin POV

Hari ini harus latihan drama lagi. Pasti ketemu Taemin, aduh aku tidak mau bertemu dengannya. Apa aku membolos saja ya? Tapi saat aku membayangkan betapa marahnya nanti Heechul sunbae aku jadi tidak berniat membolos. Tidak ada jalan lain aku harus ikut latihan.

”Aku duluan ya Hye Jin-ah…ada latihan…”seru Rae Na padaku.

Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.

”Kau kenapa sih? Daritadi pagi aneh…Taemin kan sudah pulang…”serunya lagi sambil mencubit pipiku.

”Aishh…sakit tau!sudah sana..”seruku padanya sambil memanyunkan bibirku.

”Jangan marah gitu dong yeobo…duluan ya…”serunya sambil berlalu dari kelas.

Aku berdiri dan menyampirkan tas ku di bahu dan berjalan keluar kelas menuju ruang teater. Aku menarik nafas sebelum masuk ke dalam. Sepertinya aku telat karena aku melihat semua orang sudah berkumpul dan bisa kulihat wajah Heechul sunbae yang sedikit tidak senang melihatku. Padahal dia baru saja sembuh dari sakitnya masa dia mau marah-marah lagi. Aku melihat kesekeliling dan mendapati wajah orang yang ingin aku hindari. Taemin. Tapi tak bisa aku pungkiri aku juga senang melihatnya karena sudah 3 hari aku tidak melihatnya, rindu sekali. Hye Jin, apa yang kau pikirkan!

”Mianhe…aku telat…”seruku memohon maaf pada semua orang terutama pada Heechul sunbae. Dia melihatku dengan sedikit kesal tapi kemudian tersenyum dan mempersilahkan aku masuk. Aku mencari satu wajah lagi. Mana Donghae Oppa ya?aku tidak melihatnya. Kemana dia?

”Oppa mu tidak bisa ikut hari ini…dia ada urusan katanya…”Seru sebuah suara yang aku kenal. Eunhyuk sunbae sepertinya bisa membaca pikiran ku. Dia sudah berdiri disampingku dan tersenyum seperti biasa.

Latihan berjalan baik, untunglah hari ini tidak ada adegan yang harus kami lakukan berdua sehingga aku bisa menghindar darinya. Sesekali aku menatapnya yang sedang berlatih dengan teman-teman yang lain atau saat dia berbicara dengan Heechul sunbae. Dia sama sekali tidak melihat ke arahku selama latihan. Kenapa aku malah jadi kesal! Benar dia sudah tidak menganggapku sahabatnya lagi.

”Hye Jin-ah daritadi kau bengong terus…”seru Cho Hae Rin padaku saat kami sedang berlatih adegan kami.

”Mianhe…”seruku sambil tersenyum.

Untunglah latihan hari ini berlangsung cepat dan itu berarti aku bisa pulang siang hari ini karena aku juga tidak akan kerja part time hari ini, Bibinya Rae Na masih ada di kampungnya karena acara pemakamannya belum selesai. Akhirnya bisa pulang saat matahari belum terbenam. Aku membantu Eunhyuk sunbae merapihkan properti.

”Sudah pulang sana…”Seru Eunhyuk sunbae sambil mengambil kotak yang berisi properti yang aku bawa. Tumben baik sekali dia. Hari ini dia sama sekali tidak mengerjaiku. Ada angin apa dia berubah seperti itu.

”Ne…”jawabku sambil tersenyum tapi aku masih berdiri di ruang teater dan tidak beranjak pergi. Aku menunggu Eunhyuk sunbae selesai merapihkan barang-barang. Kasihan sekali dia terkadang dia sering disuruh-suruh seperti ini oleh Heechul sunbae.

”Kenapa belum pulang? Sudah selesai kok…”serunya berjalan mendahuluiku.

Aku pun mengikutinya di belakang namun begitu aku hendak keluar aku berpapasan dengan Taemin, kami saling memandang beberapa saat lalu dia tersenyum tipis. Aku hanya berjalan mendahuluinya.

”Kau tidak mengucapkan selamat…”serunya menghentikan langkahku.

Aku berbalik menghadapnya dan dia menatapku lekat-lekat dengan tatapan matanya yang lembut itu. Aigoo, jangan mata itu! Aku berusaha mengendalikan diriku dan mencoba tersenyum.

”Chukkae…”seruku dan langsung berbalik pergi.

Namun sebuah tangan menahanku pergi. Taemin menarik tanganku dan langsung mendekapku dalam pelukannya. Jantungku langsung berdegup sangat kencang.

”Aku rindu padamu…”serunya.

Aku hanya bisa terdiam di dalam pelukannya. Tidak tahu harus bagaimana.

”Mianhe…aku tidak memberitahumu…aku tidak berniat seperti itu…aku tahu kau pasti marah padaku…mianhe…”serunya lagi.

Aku tetap diam dan mengulurkan tanganku menyentuh punggunya dan membalas pelukannya. Aku juga rindu padamu. Seruku dalam hati. Biarkan aku memelukmu sebentar untuk mengobati rasa rinduku padamu. Walaupun nantinya aku akan kecewa kembali karenamu. Andai kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Seruku dalam hati.

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “LOVE’S WAY – STAND BY ME

  1. lngsng jdian ja tch mrk b2,hehehe…abiz sneng sch kl taemin sm hyejin,..jinki oppa kcian kdang dicuekin sm hyojin,..sm aq ja psti ntr g’tk cuekin,hehehe *jinki:ogah,spa loe???* *author:ksian dch loe,hahaha*

  2. huaaaaa……
    AUTHOR DAEBAKKK
    ituu.. kyu ma yesung namja anehh >.<
    udah hyejin ama taem biar key ama aku.. hahaha
    a sabar liat kelanjutannya

  3. @all reader: mian bgt part kemarin ak g smpt blsn komen xan..mian hbsnya ak lg persiapan uts n minggu ini lg sbk uts mknya blsnya cma bs sekali..mian bgt
    gumawo buat yg udh mw bca..iyah ak g betah lama2 g da taemin..hehehe
    D TNGGU Y LNJTNNYA🙂
    msh kbwa sdh g bs jmpt shinee kmrn T.T

  4. sayo juga mau dipeluk gitu ama taem,,haha…
    aku looo ketawa ketiwi sendiri pas adegan peluk2 an itu n pas key mw nyium hye jin..wakakak

    Novi onn. lnjutt…daebakk

  5. AUTHOOORR!! LANJUTAAANNYAA JGN LAMA2 YAAA!!!
    /teriak pake toa/bbhuuaagggkk..dtendang author/sape lu nyuruh2?! pake acara tereak2 lg!

  6. errrrrghhhh onnieeeeee, jadi makin suka sama Taemin gara-gara insiden pelukan mereka di endiiing.
    Huaaaaaaah Taemiiin :”(

    Ceritanya makin keren ajaaa😉

  7. Suka anak anak suju di sini ..
    Mereka gila semua *plakk*

    HWAAA …
    TAEMINNIE ..
    Kenapa sih kamu selalu buat aku senyum senyum sendiri ..
    So sweet sekaleee .. =3=

    Onni, ffnya so nice ..
    Lanjutannya cpetan ya ..

  8. Hayolo Bibinya Taemin udah tau loh~~~ *ditoyor Hye Jin*
    Hyo Jin apa-apaan tuh kan Jinki Oppa kesiaaann T_T seenaknya ajanih emang apa cakepnya Jang Geun Suk sih? *berpihak Hye Jin*
    HUWAAAA Yesung dan Kyu lucu sekaliiiiii iiiiiii~ >/////<
    Aturan Hye Jin balikin sendiri katanya kangen Taemin gimana sih tapi syukur deh akhirnya pelukan lagi huahuhahuahuah~ langsung dipeluk gitu aduuuhhhhh❤
    Taemin & Hye Jin😀
    Next Part~ *ngacir*😀

  9. O yeee,,, Ending partnya so sweet,, udah ahh,, Taemin sama Hyejin ajj,, Key?? Buat aq dongg,,,buakakakk…

    Serru,, serru,, Lanjuttt!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s