MARRIAGE

MARRIAGE

 

Main Cast : Jonghyun & Yuna (Jong-Yun)

Support Cast : Onew & Nada (On-Da/Da-On), Minho & Hyeo So (Min So), Key & Shina (Key-Na), Ata & Taemin (ATaemin)

Length : Oneshot

Rating : PG 16

Genre : Romance, Friendship

Summarry: Segala penantian dan segala perjuangan pasti akan membuahkan hasil pada akhirnya. Tidak ada sesuatu yang di raih tanpa perjuangan, dan kesabaran salah satu kunci untuk mendapatkan itu.

~ ~ ~

You make me feel funny

When you come around

Yeah that’s what I found out honey

What am I doing without you

 

Yuna membuka matanya perlahan-lahan, berusaha mengembalikan kesadarannya. Yuna memandangi ke arah tirai abu-abu yang masih menutupi sinar matahari pagi ke kamarnya dengan mata berat. Hingga sebuah lengan melingkar di perutnya dan seseorang menumpukan dagunya di pundak kiri Yuna.

Morning.” Sapa orang tersebut dengan suara sengau. “Morning. Hwuuooaaamm.. aahh aku masih ngantuk.” Yuna membalikkan tubuhnya lalu menyandarkan kepalanya di dada orang tersebut. “Engh.. udah pagi nih, bangun yuk. Aku laper honey.” Tidak ada respon dari Yuna. “Yunaaa~!”

“Aduuhh sakit! Iya iya aku masak.” Dengan malas Yuna berdiri lalu berjalan dengan sempoyongan. “Yunaaa awas pintu.”

DUK

“Aaw!” Yuna mengelus-elus keningnya sedangkan orang tersebut hanya terkekeh memandangi Yuna. “Hyun mandi! Gak bakal aku kasih sarapan kalau belum mandi.” Ancam Yuna sebelum akhirnya keluar dari kamar.

“Hem heeemm.. ada bahan apa yah yang bisa di masak untuk sarapan?” Yuna membuka kulkas lalu mencari-cari bahan makanan. “Garlic soup! Teruss apa lagi ya??”

Ting tong…

Yuna buru-buru berjalan menuju pintu. “Siapa?” Tanya Yuna melalui layar. “Nada.” Yuna buru-buru membuka pintu. “Waeyo umma?”

“Semalam aku lupa belanja, terlalu asik jalan-jalan dengan Jinki. Jadi tidak ada bahan makanan.. enghh…-“

“Oke!!! Dengan senang hati! Tapi umma bantuin aku masak yah ehehe.. kita makan bareng-bareng aja. Ayo ayo masuk!!” Yuna menarik tangan Nada lalu menutup pintu. “Onew appa belum bangun?” Nada menggeleng. “Key sama Shina belum bangun?” Tanya Nada sambil mengambil bahan makanan dari dalam kulkas.

“Semalem mereka… EHEM… sampe pagi, jadiii..-“

“Ah ne.. aku mengerti.” Keduanya saling menahan senyum. “Kulkas kamu penuh yah..” ujar Nada sambil memandangi isi kulkas Yuna. “Iya.. ehehe.. soalnya kan aku lagi proses belajar masak. Jadi aku suka coba-coba resep baru, nah si Jonghyun yang tugas belanja bahan-bahannya nanti baru kita masak berdua. Biar sama-sama bisa masak gitu, kan kalau umma sama appa udah bisa masak. Key apalagi, Hyeo So juga. Kalau Ata sama aku sama-sama masih belajar masak. Jadi kita berempat sering masak bareng, makanya penuh terus nih kulkas.”

“Oh, aku ada resep baru. Belum pernah coba juga, tapi sepertinya bagus kalau kita coba bersama.” Senyum sumringah langsung mengembang di wajah Yuna. “Ayo!!!” seru Yuna semangat.

“Yuna.. kamu liat celana pendek aku yang… eh?”

“Engh.. aku.. aku ambil resepnya dulu ya..” ujar Nada dengan kepala tertunduk lalu buru-buru keluar. “YAISH!! KIM JONGHYUN!!!” seru Yuna kesal lalu melempar celemek. “Heeeyy.. aku kan gak tahu kalau ada Nada di sini.”

“Tapi kan setidaknya jangan keluar kamar mandi cuma pake handuk gitu doang dong!!!!!” sembur Yuna yang wajahnya semakin memerah. “Lah? Kamu juga kenapa? Biasa ngeliat semuanya aja pake merah segala tuh muka.”

“Kyaaaa!!!! Udah sana masuuukk!!!”

“Ih aku nanyaaa.. kamu liat celana..-“

“Gak liaaatt!! Udah sana masuuukk!!!!” Yuna mendorong tubuh Jonghyun sambil mengatupan kelopak matanya rapat-rapat. “Eh tunggu!! Ini handuk aku hampir lepas. Iya iya aku masuk!” Begitu Jonghyun masuk ke kamar Yuna berusaha mengatur nafas lalu kembali melanjutkan kegiatan memasaknya hingga suara seseorang yang sedang muntah menarik perhatiannya. “Yuna! Bantu aku, aku tidak tahu ada apa dengan Hyeo So!” panggil Minho, Yuna buru-buru ke kamar mandi.

“Hyeo So, waeyo?” Tanya Yuna khawatir, yang di tanya hanya menggeleng lemah sambil berusaha menahan muntah. Tapi tiba-tiba sebuah pikiran melintas di otak Yuna dan membuatnya tersenyum. “Tunggu di sini! Minho jagain Hyeo So sebentar!” Yuna buru-buru berlari ke kamarnya.

“Nyari apaan?” Tanya Jonghyun begitu melihat Yuna mengubrak-barik laci. “Iihh!! Dari tadi masih pake handuk aja sih!” omel Yuna. “Aku masih nyari celananya, gak ketemuuu.”

“Pake celana aku aja kenapa sih?!”

“Ogah! Entar aku di sangka banci!” Jonghyun kembali mengobrak-abrik lemari. “Ah ribet nih orang satu. Nih! Nyari aja gak becus, celana yang ini kan?” Jonghyun langsung cengengesan. “Tunggu!!” Jonghyun menahan lengan Yuna. “Apaan lagi?”

“Belum morning kiss… ehehe.”

“Ogah!! Udah sana aahh!! Ini penting nih! Jauh lebih penting dari kamu!” Jonghyun memanyunkan bibirnya, dengan cueknya Yuna buru-buru kembali ke kamar mandi.

“Minhooo!! Bersiaplaaahh!!” seru Yuna lalu masuk ke dalam kamar mandi bersama Hyeo So.

5 menit kemudian…

“AAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!” jeritan tersebut langsung membuat Minho berlari ke kamar mandi dengan khawatir dan sukses membangunkan Key, Shina dan Taemin. Sedangkan Jonghyun sibuk melanjutkan masakan Yuna tanpa mermperdulikan jeritan nyaring tersebut.

“Waeyo??” Tanya Minho panic. “Sebentar lagi Minho akan jadi ayah!!” seru Yuna riang. “J… jeongmalyeo? H..Hyeo.. jeongmalyeo?” Hyeo So mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Minho langsung memeluk istrinya dengan erat, membiarkan Hyeo So menangis bahagia di dalam pelukannya.

Yuna berjalan meninggalkan keduanya yang sedang berbahagia. “Kenapa Yun?” Tanya Shina yang berpapasan di depan kamarnya. “Hyeo So hamil.” Jawab Yuna penuh haru. “Ha?! Iya?? Aaahh!!! Keren! Kita harus ngerayain ini! Kibum!!!! Hyeo So hamil!!!” seru Shina lalu berlari masuk ke kamar, Yuna terkekeh lalu kembali berjalan menuju dapur.

“Waah Taemin sudah bangun? Mandi gih.” Ujar Yuna sambil mengelus kepala Taemin. “Noona, tadi kenapa? Siapa yang teriak-teriak?” Tanya Taemin masih dengan suara yang sengau. “Hyeo So noona hamil.”

“Woooww… waahh berarti Minho hyung orang pertama yang akan menjadi ayah. Keren! Aahh kapan aku bisa nikah sama Ata?”

“Kekeke.. kamu lanjutin kuliah dulu yang bener baru nanti kita restuin nikah sama Ata. Udah sana mandi, aku mau masak lagi.” Taemin mengangguk, lalu Yuna kembali berjalan.

“Hamil?” Tanya Jonghyun begitu Yuna tiba di dapur, yang di tanya hanya mengangguk. “Kok tahu?” Yuna balik bertanya. “Tahu lah.. itu mah biasa. Cewek-cewek dasar.”

“Jangan-jangan kamu udah pernah hamilin cewek yah?”

“Iya.”

“HA?!”

“Ya enggak laaahh!! Pertanyaan kamu mah aneh-aneh aja sih! Jelas banget dari dulu sampe sekarang aku sama kamu, kapan sih aku pernah berduaan sama cewek lain. Udah ah, lanjutin nih masakannya. Kenapa jadi aku yang masak?” Yuna menurut.

“Hyun…”

“Hem?”

“Kamu mau punya anak kapan?” tanya Yuna sambil memotong-motong wortel. “Kapan aja boleh. Kalau sekarang dapet yah bagus, kalau nanti-nanti juga gak apa-apa. Aku udah punya kamu ini, buat apa pusing-pusing mikirin yang lain. Lagian juga kan kita berempat nikahnya baru aja, jadi kalau langsung dapet kayak Min So yah syukur. Kalaupun gak dapet sekarang juga gak apa-apa.” Yuna membulatkan mulutnya.

 

***

 

~Yuna Pov~

 

Itu adalah kejadian 4 hari setelah hari pernikahan kami semua kecuali Taemin pastinya. Min So, pasangan pertama yang mendapatkan karunia tuhan paling besar yaitu seorang anak laki-laki yang sangat tampan dan imut. 2 hari setelah hari kehamilan pertama Hyeo So itu, Nada umma pun hamil. Ia mendapatkan seorang putri yang sangat cantik dan sangat mempesona. 2 minggu kemudian, Shina hamil dan mendapatkan seorang anak perempuan yang tidak kalah cantik dari putri Nada umma dan Onew appa.

Anak Minho di beri nama Choi Min So, terkesan tidak kreatif memang tetapi itu bukti cinta mereka. Putri Nada umma dan Onew appa di beri nama Lee Nana sedangkan putri Key dan Shina mereka beri nama Kim Min Ah. Aku dan Jonghyun adalah orang yang paling kewalahan karena hari persalinan mereka hampir bersamaan. Shina yang kondisinya kurang kuat terpaksa mempercepat persalinan. Jadi selang persalinan mereka hanya satu hari, sudah pasti Hyeo So lah yang pertama, lalu Nada umma dan terakhir Shina.

Setelah mendapatkan seorang anak, Key dan Minho memutuskan untuk membeli rumah sendiri. Sehingga kini aku hanya tinggal bertiga dengan Taemin dan Jonghyun. Memang sih jaraknya tidak jauh, hanya selang saru apartement dan kami tinggal di lantai yang sama. Tapi tetap saja, rasanya sepi.

Satu tahun setelah hari pernikahan kami berempat, Ata dan Taemin menikah di tanggal yang bersamaan dengan kami. Jadi kami merayakan hari ulangtahun pernikahan kami di hari pernikahan Taemin dan Ata. Pasangan muda ini lah yang paling cepat mendapatkan anak, hanya satu hari bulan madu esoknya Ata sudah mengandung seorang anak laki-laki yang akhirnya mereka beri nama Lee Yahn Li. Yahn Li lah anak yang paling mewarisi wajah orang tuanya yang berparas imut. Kalau Min So lebih kepada paras wajah tampan dan penuh charisma seperti ayahnya, maka Yahn Li lebih kepada paras wajah super imut dan tidak seperti wajah orang Korea pada umumnya. Mata Yahn Li tidak sipit, bentuk pipinya pun tidak seperti orang Korea.. ehm.. lebih mirip seperti wajah anak-anak Amerika. Terlebih lagi bibir pink merona dan hidung mancungnya, benar-benar idaman para orangtua.

Sama seperti Minho dan Key, Taemin memutuskan untuk membeli apartment sendiri dan ia mendapatkan apartment di sebelah kami. Setidaknya tidak terlalu sepi, aku bisa tetap mendengar suara anaknya yang menangis atau suara Ata jika sedang mengoceh.

Dan kini.. sudah masuk tahun keempat pernikahanku dan Jonghyun, namun… kami tidak kunjung di karuniai seorang anak. Keyakinanku mulai goyah, aku takut Jonghyun mulai melirik gadis lain. Pasangan suami-istri mana sih yang rela hidup hanya berdua tanpa seorang anak yang menjadi salah satu sumber kebahagiaan dan kehidupan mereka.

Celaan dari ibu Jonghyun membuat pertahanan ku runtuh, meskipun kakak iparku berusaha menyemangatiku tapi aku sebagai perempuan juga merasa malu. 4 tahun lamanya kami menikah tapi tidak ada hasil apapun yang kami dapatkan. Aku iri setiap kali melihat member SHINee yang lain sedang bermain dengan anak dan istri mereka. Sedangkan aku dan Jonghyun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, menonton, mengerjakan pekerjaan kantor yang belum tuntas dan selalu sibuk dengan diri masing-masing.

Mengobrolpun jarang apalagi menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di luar seperti keluarga lain. Pernah aku berfikir untuk menggugat cerai Jonghyun karena aku terlalu depresi, lebih baik aku tidak menikah dari pada membuat suami ku selalu menunggu datangnya anak. Tapi aku mengurungkan niatku, lebih baik aku menunggu hingga Jonghyun bosan dan menceraikanku. Itu akan lebih baik, karena aku yang bersalah di sini maka aku tidak ingin membuat Jonghyun seolah di ceraikan oleh istrinya. Tapi entah kenapa… hari ini aku ingin memancing Jonghyun untuk menceraikanku.

 

&&&

 

 

Waiting for your call, I’m sick, call I’m angry

Call I’m desperate for your voice

Listening to the song we used to sing

In the car, do you remember

Butterfly, Early Summer

It’s playing on repeat, Just like when we would meet

Like when we would meet

 

“Kamu dari mana?” tanya Jonghyun begitu Yuna masuk ke dalam apartment. “Engh.. ak… aku dari.. pengacara.” Jawab Yuna ragu. “Kamu mau kita cerai? Untuk apa ke pengacara perceraian segala? Aku punya salah apa ke kamu? Duduk!” seru Jonghyun membuat Yuna takut dan menurut.

“Kamu udah bosen sama aku?” Yuna menggeleng. “Kamu marah sama aku?” Lagi-lagi Yuna menggeleng. “Kalau gitu bilang apa alasan kamu untuk cerai? Dan kenapa harus tiba-tiba kayak gini? Seingetku kita gak pernah bertengkar hebat, iya kan?” Yuna terdiam sambil menunduk.

Bagaimana cara menejlaskannya… ah ya tuhann.. . Batin Yuna. Tiba-tiba Jonghyun mendekat dan berlutut di hadapan Yuna. “Asalkan kamu kasih aku alasan yang logis aku rela kamu menggugat cerai aku.” Ujar Jonghyun lembut lelu mengangkat dagu Yuna. “Jawab aku.” Tangan Yuna mulai berkeringat, bahkan untuk menatap Jonghyun saja ia tidak bisa.

“Oke.. aku tahu, kamu pasti ngerasa gak enak dengan sikap aku. Ya aku tahu, kamu juga pasti mau kan jalan-jalan keluar seperti orang lain? Aku minta maaf. Aku juga minta maaf karena belakangan ini kita kurang komunikasi, aku minta maaf. Tapi aku bener-bener capek, waktu istirahatku cuma sabtu dan minggu. Belakangan ini kerjaanku numpuk, kamu tahukan jadwal SHINee lagi padat dan kerjaan aku juga lagi numpuk kan. Aku minta maaf karena minta kamu untuk ngertiin itu. Tapi kalau kamu memang gak bisa harusnya kamu bilang, jadi aku gak akan maksa kamu untuk ngerti kondisi aku.”

“Bukan itu..”

“Lalu? Kalau memang bukan karena itu karena apa lagi?” Jonghyun menggenggam kedua tangan Yuna yang mengepal. “Hhh.. ak.. aku.. aku takut.. engh.. aku malu karena sampai sekarang aku.. belum bisa menghasilkan anak.” Jonghyun menghela nafas.

“Yuna, aku harus bilang berapa kali? Pernikahan bukan selalu tentang seorang suami, istri dan anak atau ayah, ibu dan anak. Pernikahan adalah penyatuan 2 orang yang berlatar belakang berbeda yang memiliki tujuan sama dan memiliki cinta. Aku baik-baik aja hidup cuma sama kamu tanpa anak sekalipun. Dan aku sama sekali gak malu, kecewa atau apapun. Rasa iri manusiawi, wajar kalau aku iri ngeliat orang-orang jalan sama anak mereka. Tapi bukan berarti aku mengharap seorang anak dari kamu dan bukan berarti aku terobsesi untuk punya anak. Gak pernah sekalipun terlintas di pikiranku untuk cerai sama kamu, cari perempuan baru dan punya anak sama gadis itu. Gak pernah sekalipun. Saat aku nikah sama kamu, maka aku juga menikah sama semua masalah yang kamu miliki. Aku menikah sama kamu bukan sekedar untuk ngedapetin tubuh kamu, tapi aku mau mengikat semua yang kamu punya, hati kamu, cinta kamu semuanya termasuk masalah kamu apapun itu aku mau semua jadi miliku. Kita jalanin semua sama-sama, entah itu bahagia atau tidak kita harus tetep sama-sama. Itu lah kenapa dulu aku bersumpah untuk tetap jadi suami kamu dalam keadaan susah ataupun senang bahkan sampai kita meninggal. 4 tahun lebih aku berusaha mempertahankan cinta dan kepercayaan aku, tapi kenapa kamu nyerah sekarang? Aku gak butuh anak, aku butuh cinta kamu. Anak itu kan titipan tuhan, lagipula banyak anak-anak tanpa orangtua di dunia ini. Kita bisa rawat salah satu dari mereka atau kita bisa ngerawat sebanyak apapun yang kamu mau. Kenapa kamu harus takut aku bosen sama kamu kalau pada kenyataannya aku tetep sama kamu setiap harinya.”

Yuna mengigit bibir bawahnya dan air matanya mengalir begitu saja. “Lihat aku Yuna. Kalau memang ada orang yang menghina kamu, kamu punya aku di sini. Meskipun itu umma ku sendiri, aku akan tetap membela kamu sebagai istri yang aku cintai karena kamu adalah orang yang akan ngedampingin aku sampai mati. Kalau kamu memang mau punya anak, besok kita ke panti asuhan. Kamu boleh merawat 5 anak sekaligus kalau kamu mau. Oke? Aku akan ngelakuin apapun demi kamu. Jangan pernah mendam sesuatu sendirian, aku selalu di sini untuk kamu. Dengan senang hati aku akan denger semua keluhan kamu, semuanya akan terasa lebih baik dengan komunikasi yang baik juga.” Jonghyun mengelus lembut tangan Yuna lalu menciumnya.

“Uljimayo, ne?” Jonghyun menyeka air mata Yuna, dan membuatnya justru ingin menangis lebih keras. “Ssshh.. baby no, don’t cry. Ssshh.. I’m here.” Jonghyun memeluk Yuna erat berusaha menenangkannya. “Minahae baby mianhae.. shshshsshh..” Tiba-tiba saja Yuna cegukan.

“O-ow.. sshh udah udah stop nangisnya, nanti kamu gak bisa berhenti cegukan.” Ucap Jonghyun masih mengelus-elus punggung Yuna, sedangkan Yuna lagi-lagi cegukan. “Minum yah.” Jonghyun buru-buru mengambil gelas yang di isi penuh air mineral. “Tahan dulu.. ini minum.” Yuna menarik napas dalam-dalam lalu meneguk isi gelas tersebut.

“Uhuk uhuk!”

“Adduuhh pelan-pelan honey minumnyaaa…” tegur Jonghyun sambil menepuk-nepuk punggung Yuna. “Aaahh perih..” kini ia terbatuk dan cegukan sekaligus, Yuna menekan hidungnya sekuat mungkin. “Ck!” Jonghyun menarik tubuh Yuna menghadapnya dan langsung menciumnya. Tangan kirinya menahan kepala belakang Yuna sedangkan tangan kanan nya menarik tangan Yuna agar melepaskan hidungnya sebelum ia mati kehabisan napas.

“Kamu udah selesai haid kan?” tanya Jonghyun begitu ia melepas ciumannya. Yuna mengangguk, masih terkejut Jonghyun tiba-tiba menciumnya. Baru saja ia ingin bicara, Jonghyun kembali menciumnya dan melumat bibirnya sambil perlahan mendorong tubuh Yuna agar membaring.

“Mmmpphhfff!!!!” Yuna berusaha mencorong Jonghyun walaupun sulit. “A..ku.. bel..um.. mmpphhff!! Man.. di!!!”

“Nanti aja… habis di sini kita pindah ke kamar mandi.” Jonghyun kembali melumat bibir Yuna yang masih ingin bicara. “Mmmnggg.. gakhh.. bisa… nafasshh… engghh…”

“Udah nurut aja! Aku udah nahan-nahan nyaris sebulan karena kamu haidnya kelamaan.”

“Aaahh pemerkosaaaaannn!!! Hyuuunnn!!!!”

“Gak perduliiiii!!!”

 

***

 

You, you were driving on a Sunday

You, you like taking off on Monday

You, you’re like a dream, a dream come true

I, in case you haven’t noticed

I, I’m just trying to be honest

With myself, with you, with the world

 

~Yuna Pov~

 

Aku berusaha membuka mataku, menyatukan semua kesadaran sambil menatap tirai abu-abu yang menutupi sinar matahari pagi yang menuju kamarku. Aku berusaha bangun.. aduuhh berat sekaliii…

“Yuna! Udah bangun? Aduuhh pelan-pelan chagiya!” Jonghyun setengah berlari menghampiriku lalu membantuku berdiri. “Tumben bangun pagi.” Ledekku. “Enak aja! Aku emang selalu bangun pagi, kamu aja yang bangunnya siang. Kita lagi pada masak di bawah.” Jawab Jonghyun sambil tetap menggandengku tapi tiba-tiba ia berhenti melangkah. “Kenapa?” tanpa menjawab ia membalikkan tubuhku ke depan cermin.

“Ya ampuuunnn Yuna genduuuttttt!!!!”

“Yaaa!!!” aku memukul lengannya dengan keras. “Aww!! Sakit tauuukk!!” keluhnya sambil mengelus lengan kirinya. “Tahu gini kamu gak usah hamil aja deh. Padahal aku udah bangga-bangga tuh istri aku yang paling bagus badannya di banding member lain. Eeehh sekarang istriku malah jadi yang paling gendut.”

“Iiihhh!!! Ini kan efek hamil Hyuuuunnn!!! Jahaaattt!!! Nanti juga kalau udah bersalin aku kurus lagi!”

“Ekekeke aku bercanda sweetheaaarrttt~. Udah yuk turun, udah pada nungguin di bawah. Minggu depan kan kamu melahirkan jadi kita bikin pesta “Selamat Tinggal Gelar Remajaku.” Ahahaha..”

“Uh! Kamu juga sebentar lagi tua! Di panggil appa! Fuuuuu~.. kita putus ah!”

“Mana ada kata putus kalau udah nikah?! Ya udah kalau kamu mau putus.. biarin aja nanti anak kamu gak ada appa nya.”

“Ih Hyun gitu! Ah udah ah.. kalau anak kita keluar di sini kamu tanggung jawab yah!” Jonghyun hanya cengengesan lalu kami kembali berjalan. “Noonaaaa!!! Bantu akuuuu!!!!” seru Taemin yang bajunya di tarik-tarik oleh Min Ah sedangkan putranya Yahn Li sedang menangis di dalam gendongannya, begitu aku dan Jonghyun tiba di dapur.

“Min Soooo!! Ya ampuuunn jangaaann!!!” Hyeo So berusaha berusaha melepaskan tangan putranya yang dengan riang menarik-narik rambut Nana yang hanya bisa menangis dalam diam. Nada umma dan Onew appa sedang sibuk memasak, sedangkan Key dan Minho pergi belanja kata Jonghyun.

“Ata??” panggilku, dan ternyata Ata sedang sibuk membersihkan muntahan Yahn Li… kkkk.. ya tuhaaann ternyata sibuk juga, bagaimana kalau aku merawat 5 anak sekaligus ya?? Kekeke.. pasti rumah ini akan seperti kapal pecah setiap harinya dan Jonghyun akan berteriak setiap hari. Hahahaha…

 

Cause I was born to tell you I love you

And I am torn to do what I have to, to make you mine

Stay with me tonight

 

Segala penantian dan segala perjuangan pasti akan membuahkan hasil pada akhirnya. Tidak ada sesuatu yang di raih tanpa perjuangan, dan kesabaran salah satu kunci untuk mendapatkan itu.

Dan kini aku benar-benar bersyukur memiliki suami seperti Kim Jonghyun. Laki-laki yang sangat setia, sabar dan menerimaku apa adanya. Dan kesabarannya kini telah memberikan hasil, kami mendapatkan sepasang bayi kembar. Jika saja hari itu aku benar-benar jadi menceraikannya pasti aku tidak akan pernah merasakan bahagianya menjadi istri dari Kim Jonghyun dan menjadi ibu dari anak-anaknya

Hanya sehari setelah kejadian itu aku positif hamil… terima kasih tuhan, terima kasih pada semua member SHINee dan para istri yang telah menyemangatiku dan terima kasih kepada suamiku yang tercinta…

Kim Jonghyun.

 

END

Credit song :

1.      Westlife Version – World Of Our Own

2.      Seconhand Serenade – Your Call

3.      Jonas Brother – Give Love A Try

 

P.S Guess who’s the author??? Ekekeke~

Lagu-lagunya gak ada hubungannya kok.. cuma sebagai background song aja.. eheheh.. Aku nulis FF ini SKS (Sistem Kebut Siang).. ekeke.. butuh waktu 5 jam buat nulis ini, maaf yah kalau ternyata hasilnya aneh gak jelas atau apalah itu.. mianhaeeeee… aku sudah berjuang sebisaku.. ekekeke..

Sebenernya aku gak mau pake couple Onew-Nada, tapi itung-itung ngebantu bunda mem-booming kan coupleny atak ape laahh.. ekekke.. maaf yah bun aku pinjem couplenya ^^

Terus terus maaf juga kalau FF nya gak berbobot sama sekali.. gak tahu kenapa belakangan ini aku lagi ter-obses sama couple Jong-Yun, sampe-sampe gak konsen nulis MPF.. huhuhu… jadi setelah bikin FF ini aku baru lega deh dan bisa ngelanjutin MPF lagi ekekeke

SEMOGA TERHIBUR SEMUAAA ^^

Terima kasih banyak sudah mau baca ^.^ .. mohon komennya..

Eh iyaaaa.. sekalian ngumumin.. SMEW lagi dalam masa revisi.. jadi harap bersabar ya ^^ .. katanya nanti bakal di publish ulang dari part 18.

 

Lana

This FF/post has made by Lana and has claim by her signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

76 thoughts on “MARRIAGE”

  1. Ya ampuuunn padahal aku mau bales satu-satu…
    tapi komennya udah kebanyakan 😦
    hwuueee mianhae…

    POKOKNYA SUMPAH MAKASIH BANGET BANGET BANGET YANG UDAH MAU BACA DAN KOMEN DI FF ABALAN DAN KACANGAN INI…
    BENER-BENER MAKASIIIIIHHH BANGET NGET NGEEEEETTTTT ^O^ !!!!
    SALAM KENAL BUAT READER BARU ATAUPUN YANG BELUM KENAL AKU ^_^
    HULA HULAAAAAA… LANA DI SINI~
    FOUNDER SF3SI BINI ONEW NOMOR SATU YANG PALING KEREN, CAKEP, CUTE, DAN WAH WAH WAHAHAHAHHAHA/PLAK
    😀
    AKU AKU AKU 15 TAHUUUNN !!!! ihihihihihi…

    @Lia: Dasar mesum dikau =.=
    Mau??? Pairing nya siapa??? Gak boleh Jonghyun ya! Kalaupun Jjong harus sama yuna… wekekekeke
    kalau Key ato Minho harus sama Hyeo So ato Shina… weekekek
    Kalo ONEW BARU GAK APA-APA SAMA LANA !!!! BWUAHAHAHHAHA A*apaan sih lan =.=”
    Mau siapa pairingnya?? Tentang apa ceritanya?? Sampe gak di bales nih komen gak bakalan aku bikinin -,-

    1. ngeeehhh ??
      jadi ane mesti ama siapeee ??
      semuanya kagak boleeeeeeeeeeehhh =.=

      awas juga kalo nenek gak ngebales nih komen !!

  2. lana ini KEREN………………………..

    I love you
    I love jonghyun
    I LOVE SHINee……..

    daebakkkkkkkkkkkkk
    aku suka jonghyun yang sweet n sabar disini,……………………

  3. @Thia: AAAAAAAAHHHH MAAF AKU BARU LIAT KOMEN MU CINTAAAA
    MIAN MIAN MIAAAAAANNNN~
    GOMAWOOOOO~

    @Dhy: Eonnie??? Baru baca sekarang??? Aaaahhh dikau tegaaaaaaaaa~
    *nangis di pojokan*
    btw.. GOMAWO JEONGMAL ^^

  4. hmm…pnasaran ama anak2nya member shinee…
    apalagi ama Yahn Li,,
    pasti adorable bgt kaya Taem,,
    ak suka bgt!! nice FF^^

  5. aaaaaaakhhhhhhhhh Jonghyuuuuuuuuuuun
    ampooooon daaaaaaaaaah
    nyossshooooooor ajaaaaaa……
    tapi kahirnya dapet juga tuh… kkke~~~
    huwaaaaaa seru seru seru!!!!
    d^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s