WE WALK – PART 1 – I’M HOME

WE WALK – PART 1  I’M HOME

Author : diyawonnie.minhonew

Cast : Kim Jira (imaginary cast) & SHINee

Genre : Friendship, Romance, and Life.

Summary :  Ini adalah kisah mengenai gadis berumur 21 tahun, Kim Jira. Ia mengundurkan diri sebagai trainee SM dan memilih untuk melanjutkan studinya di Amerika. SHINee, teman-teman seperjuangannya selama masa trainee kecewa dengan keputusan sepihak tersebut. Onew adalah satu-satunya member yang memusuhi Jira karena terlalu kecewa dengan keputusan itu. Hal ini membuat Jira jengah, namun di sisinya masih ada empat member lain yang siap menghibur. Salah satunya Taemin. Jira kerap memanjakan anak ini, bahkan memperlakukannya seperti anak berumur lima tahun, yang membuat seluruh member dan manajer mengecam tindakannya. Lalu masih ada Jonghyun, teman sebayanya. He’s a player… Kemudian Key, ia adalah sepupu Jira, namun hobi sekali memperlakukan Jira seperti budaknya dan mereka sering sekali beradu mulut. Dan yang terakhir adalah Minho. Satu-satunya pria yang dicintai Jira. Namun naasnya, Minho masih mencintai mantan kekasihnya.

Apa yang membuat Onew marah pada Jira?

Bagaimana aksi JongKey yang secara sukarela menjadi “Mak Comblang Tak Resmi” Jira-Minho?

Lalu bagaimanakah Jira meraih cintanya? Apakah Minho akan mempertahankan masa lalunya, atau malah berubah pikiran?

+++++++



AKU berlari dengan senyum mengembang dari bibir. Kepala ini dipenuhi oleh bayang-bayang masa lalu. Inilah saatnya, setelah dua tahun berlalu. Rasa rindu ini meluap, jantung seperti akan melompat. Tak lama lagi, aku akan bertemu mereka.

Napasku terengah-engah saat sampai di shelter bus. Belum sampai lima menit, bus sudah datang. Aku menaikinya dan memilih duduk di belakang agar lebih mudah saat turun nanti. Tadi Kibum mengirimiku pesan kalau mereka sudah tiba di airport. Seperti yang kau tahu, keluarga SM Town baru saja menyelesaikan konser mereka di L.A., dan hari ini mereka kembali.

Ponselku bergetar. Pesan dari Kibum lagi. Dia bilang kalau grupnya akan langsung pulang ke dorm. Baiklah, aku hanya harus turun di shelter berikutnya, tak perlu repot-repot ke airport.

Sepuluh menit berlalu, aku turun dari bus. Wow! Tempat ini… Dua tahun kutinggalkan masih saja sama seperti dulu. Tak ada yang berubah. Well, sebenarnya aku ini pulang kampung. Setelah kurang lebih dua tahun menimba ilmu di negeri Paman Sam. Tepat saat SM Town bertolak ke L.A., aku kembali. Jadi tidak sempat bertemu mereka semua. Maka dari itu, hari ini kuputuskan untuk menemui SHINee lebih dulu. Lagipula memang hanya mereka yang benar-benar dekat denganku.

Aku mampir ke tempat makan fast food yang menjual beragam ayam. Tidak, bukan Mexicana. Aku yakin sekali mereka sudah mencicipi semua variant ayamnya dan merasa bosan mungkin. Jadi aku memilih tempat lain. Ini hadiah untuk Jinki.

Terakhir bertemu dengannya saat di bandara dua tahun lalu, saat mereka mengantarku. Dia terlihat marah mengetahui aku pergi. Well, semuanya marah, tapi hanya dia satu-satunya yang terlihat sangat marah. Itu hari di mana aku pergi meninggalkan mereka tepat sebulan sebelum SHINee debut. Jinki menghindar dariku dan menutup mulutnya selama beberapa hari.

“Bye…,” pamitku.

“Noo~ naaa~” Taemin memelukku erat dan manja. Dia terus menggelayuti tubuhku sambil menangis, mencegahku pergi.

“Taemin-ah, lepaskan noona!” seru Minho. Si anak manja itu menurut. Dia melepaskanku dari pelukannya.

“Okay, saat pulang nanti noona harus siap berdebat denganku menggunakan English!”

“Kau pikir aku takut, Kibum-ah?”

Dia memelukku hangat. Aku tahu dia sebenarnya anak yang baik, walaupun kadang-kadang sering menganggapku seperti musuhnya.

Kulirik Jjong, dia menangis juga. “Oh, our crybaby,” ejekku. Dia menunduk dan menutupi sebagian wajahnya menggunakan lengan. Kemudian ia berjalan menghampiriku dan menghamburku dengan pelukannya.

“Ka-kau tetap pe-pergi?” isaknya. “Ka-kau akan me-menyesal tak melihat kak-kami debut!”

“Itu pasti. Jjong, hentikan, jangan buat aku sulit meninggalkan kalian!”

“Jaga dirimu baik-baik, Noona!” ujar Kibum. Dia mengangkat tangannya mengajakku high-five.

Jjong melepaskan pelukannya. Bisa kulihat hidung memerah dan matanya yang sembab. Dia masih tak berhenti menangis. Kibum memeluknya. Kulirik Taemin, dia juga masih tak berhenti menangis. Beruntung Minho ada di sampingnya untuk menghibur. Tinggal satu orang lagi…

Kulihat Jinki hanya diam. Dia berdiri paling jauh dari kami dengan kedua tangan enggan keluar dari saku sweaternya. Aku melambai padanya untuk pamit. Namun dia tetap pada posisinya, malah membuang muka.

Sialan! Apa salahku? Oke, mungkin karena aku terlambat memberitahu mereka tentang rencana studiku, itulah letak kesalahannya. Dan sampai detik ini hanya dia, Jjong dan Taem yang masih belum bisa menerima keputusanku. Namun aksi mereka berbeda. Jjong dan Taem lebih terbuka dengan melakukan aksi menangis ketimbang Jinki yang lebih memilih diam memusuhiku.

“Bye…,” pamitku padanya.

“Pergilah! Aku tak peduli,” sahutnya mengangkat bahu dan berbalik pergi.

Minho menghampiriku. Dia menepuk bahuku pelan dan tersenyum lembut. “Noona, jangan dipikirkan! Pergilah dan cepat kembali!”

Ini dia… Satu-satunya makhluk di antara mereka yang kerap membuatku gelisah. Entah sejak kapan, kurasa aku mencintainya. Walaupun usia kami terpaut satu tahun. Jujur saja dia lebih dewasa dariku. Kadang aku merasa malu sebagai yang lebih tua mendapatkan perlindungan dan perhatian lebih besar darinya.

Kembali ke masa kini…

Kutekan intercom dan terdengar suara ribut dari dalam. Jjong yang menyapa, dia bertanya siapa tamunya. Aku berdiri di samping intercom agar kamera tak menangkapku. Sengaja ingin membuat kejutan. Kibum sudah membantuku untuk tak memberitahukan pada mereka kalau aku sudah kembali.

Pintu terbuka. Kakiku lemas saat melihat Minho yang membukakan pintu. Dia juga sepertinya terkejut, karena matanya menjadi dua kali lebih besar. Seperti biasa, dia melemparkan senyum hangatnya. Sama sekali tak berubah. Aku merindukan senyum itu.

GREP!

Minho memelukku erat. Aku tak berani bergerak. Lagipula dia mengunciku dengan tubuhnya. Aku tak keberatan, yang penting masih bisa bernapas.

Minho… pelukanmu… hangat…

“Minho-hyung…,” panggil seseorang dari dalam.

Minho buru-buru melepaskan pelukannya, dia menunduk dan mengusap matanya pelan. Hey, dia tak menangis ‘kan?

“Hyung, siapa?” suara itu muncul lagi, kali ini lebih dekat. Itu pastilah Taemin si bayi raksasaku. Dia menghampiri Minho. Aku bisa melihatnya sekarang. Dia tumbuh lebih tinggi dibandingkan saat terakhir kali aku melihatnya. Rambutnya berubah drastis dengan warna pirang mencolok dan panjang. Demi Tuhan, aku sedikit menyesal meninggalkannya selama dua tahun hingga kehilangan kesempatan memantau tumbuh kembangnya.

Dia menoleh, “NOONA~~~”

Well, fisik dapat berubah, tapi tidak untuk kepribadian. Dia masih sama seperti dulu. Manja!

“Taeminnie, annyeong,” sapaku.

Dia melompat dan memelukku sangat erat. Hampir saja aku terjungkal. Tapi anehnya aku tak keberatan walaupun hampir tak bisa bernapas. Aku sangat merindukannya.

“Taemin-ah, biarkan noona masuk dulu!” seru Minho.

Aku masuk ke dalam. Sungguh ruang TV ini sudah seperti kapal pecah. Koper-koper diletakkan sembarangan. Berbagai kantong belanjaan dan hadiah-hadiah dari fans berserakan di mana-mana.

“Wow, sepertinya aku datang di saat yang salah.” Jjong menoleh saat mendengar suaraku. Dari ujung sofa, dia berlari ke arahku. Dia memelukku sangat erat dan ini menyiksa. Bahkan membuat Taem yang masih bergelayut di pundakku terpental. “Astaga, Jjong-ah, lepaskan! Kau bisa membunuhku.”

Dia melepaskan pelukannya. Seringaian jahil  terukir di wajahnya. Aku memperhatikan tubuh seperti apa yang baru saja menyerangku.

“Yay, jadi kau memelihara otot?”

Dia tertawa. “Tidak hanya aku. Minho dan Onew-hyung juga.”

“Taemin?” tanyaku.

Si bayi raksasaku itu kembali menggelayuti pundak. Dia menempelkan dagunya ke bahuku. “Aku ingin, tapi tak diizinkan oleh manajer-hyung.”

“Wae?”

“Umur,” sahut Minho. Dia mengatakannya seperti sepuluh tahun lebih tua dari umurnya sekarang.

“Kibum?” tanyaku lagi.

“Dia menggunakan metode yang salah. Setiap hari hanya sibuk dengan treadmill dan bersepeda. Membuatnya banyak kehilangan berat badan. Alih-alih berotot, dia malah tampak seperti kekurangan gizi,” ejek Jjong.

Aku melirik Kibum yang berada di dapur membuat beberapa minuman.

“Shut up!” sahutnya galak.

“Oh my God! Kim Kibum, potongan rambut macam apa itu?!” pekikku dan dia malah berpose menjijikan. “Yeah, Lucifer daebak! Kau tak mau memelukku, Kibum-ah?”

“No, I’m not,” katanya cuek. Dia membawa minuman-minuman itu ke meja makan, lalu berjalan ke arahku dan akhirnya memberiku sebuah pelukan. “Welcome home, Noona. I miss you so bad.”

“Really?” tanyaku sanksi.

“Oh demi Tuhan, hentikan! Ini bukan Amerika,” sindir Jjong setengah tertawa.

Aku ikut tertawa. “Bahkan Jinki-oppa juga berotot? Aku tak bisa membayangkan bagaimana dubu berotot,” tanyaku kembali ke topik sebelumnya.

Kibum berbisik, “Dia gagal.”

Aku mengerutkan kening. Jjong menambahkan sambil berbisik juga. “Lengannya memang membesar, tapi ototnya masih kurang menonjol. Sehingga tampak seperti lengan yang gemuk. Kau tahu maksudku.”

Aku terkekeh. Astaga, betapa aku merindukan mereka semua.

“Kim-line kembali utuh kalau begitu?” ujar Key seraya memberiku segelas minuman.

“Gomawo.”

“Yeah, Kim Jonghyun, Kim Kibum, dan Kim Jira!” teriak Jjong memekakkan telinga. Bagaimana tidak, dia berteriak di dekat telingaku.

“Yeah, yeah, apapun…,” ujarku terkekeh.

Terdengar suara pintu terbuka. Sepertinya pintu lain dari dalam kamar. Ya, mungkin itu pintu toilet. Jinki keluar dari kamar mengenakan kaos tanpa lengan. Dan sekarang aku mengerti apa yang dimaksud Jjong dengan ‘tampak seperti lengan yang gemuk’.

“Mandi. Segar sekali. Kalian juga sebaiknya…,” kata-katanya terputus saat melihatku.

“Annyeong haseyo,” sapaku formal. Dia lebih tua setahun dariku.

Jinki tak bergerak, bertahan dalam posisinya. Kemudian tak berapa lama melengos ke dapur. “Oh, wasseo?!” sahutnya dingin.

Hey, apa-apaan itu? Itukah cara seorang leader memperlakukan orang yang sudah tak ditemuinya selama dua tahun? Ini keterlaluan. Mengapa dia masih marah? Oh, ayolah. Ini sudah dua tahun berlalu. Aku membuka mulut hendak membalasnya. Namun Kibum menahanku dengan kelima jarinya yang teracung di depan wajahku.

Jinki membuka kulkas, mengambil sekotak karton susu lalu menuangkannya ke dalam gelas. Dia berkata lagi setelah menutup pintu kulkas, “Si Mantan-trainee-SM-yang-mementingkan-studi ini masih mengingat kami rupanya?”

“Hyung!” seru Jjong.

Aku bisa merasakan keempat lainnya menjadi canggung dalam situasi ini. Bahkan Taem perlahan-lahan melepaskan pelukannya dariku.

“Oh, jadi itu sebutan untukku setelah aku pergi?” tanyaku sengit.

“Mengundurkan diri menjadi trainee SM demi melanjutkan studi ke Amerika,” Jinki menenggak susunya hingga tak tersisa dan berjalan kembali ke kamar. “Kau bahkan menjadi sangat terkenal sebelum debut. Hebat!”

“M-mwo?!”sahutku. “Apa yang terjadi?” bisikku pada keempat lainnya.

Taemin menarikku untuk duduk di sofa. “Jadi, saat noona pergi, muncul foto-foto noona di dunia maya dan menyebar dengan sangat cepat. Banyak sekali artikel menuliskan berita tentangmu yang rata-rata menggunakan judul yang sama. Seperti yang Onew-hyung bilang tadi.”

“Itu bukan mauku!”

“Aro~” kini giliran Jjong yang bicara. “Kau tahu Onew-hyung kecewa melihatmu pergi begitu saja. Dia pikir kau sudah berjuang keras bersama kami selama menjadi trainee dalam beberapa tahun. Namun dengan mudah kau melepasnya…”

“Itu tak mudah. Aku bahkan memikirkannya berulang kali,” selaku.

Taem menggenggam erat tanganku. Dia tersenyum manis sekali. “Noo~ naaa~, gwaenchanayo.”

Sialan! Dalam keadaan penuh emosi pun senyum dan ekspresi polos wajahnya selalu membuat amarahku hilang dan menjadikan perasaanku lebih tenang. Dia seperti memiliki kemampuan mengendalikan emosi.

Kubalas senyum Taem dan mengacak rambutnya. “Sudah, jangan dipikirkan! Lebih baik kita makan. Aku beli ayam tadi. Kuharap kalian masih lapar.” Lupakan ayam itu hadiah untuk Jinki. Dia sudah membuatku kesal hari ini.

“Tenang, kami belum makan kok,” ujar Minho, tentu saja sambil tersenyum. Oh, tidak. Jangan sekarang! Kudekap dadaku, karena jantung ini berdegup kencang. Damn!

Aku merasakan pundakku memberat. Aigoo, tak lain dan tak bukan…

“Noo~ naaa~”

“Hm?” sahutku.

Dia menggelayutiku lagi. Tapi aku benar-benar tak merasa keberatan. Entahlah. Seperti yang kubilang tadi, kalau Taem seperti memiliki kekuatan sihir mengendalikan emosi. Aku selalu senang jika dia berada di dekatku.

“Sudah lama aku tak disuapi…”

“Ya! Ya! Ya!” Kibum memprotes, membuat Taem terpaksa membebaskanku dan berjalan lunglai ke meja makan. Sekali lagi, aku hanya tertawa. Poor baby…

+++++++

USAI makan, kami asyik bermain game. Hari sudah semakin gelap dan aku masih enggan meninggalkan apartemen penuh kehangatan ini. Rasa rinduku tak berhenti meletup. Aku masih ingin di sini, membayar kerinduan selama dua tahun terakhir.

Ruang TV sedikit demi sedikit kembali rapi. Kibum benar-benar mengerahkan kekuasaannya menyuruh mereka merapikan. Kau tahu sendiri, tak ada yang bisa mengelak dari titahan Almighty Key, sekalipun orang itu lebih tua darinya. Jonghyun contohnya, dia pasrah diperintah ini-itu oleh Kibum.

Key Yang Maha Kuasa, astaga… Itu nickname yang kuberikan padanya dulu. Karena dia selalu menjajahku sejak kecil. Tak peduli kalau aku ini noonanya. Adik sepupu yang tak tahu sopan santun! Dan sekarang dia memakainya untuk nickname keartisannya? Benar-benar anak ini…

“Noona, pulanglah!” usirnya.

“Mwo?”

“Tak baik perempuan berada di tempat laki-laki selarut ini.” Kibum memulai aksinya.

Aku mendengus. “Oh yeah, sekarang aku seperti berada di sarang penyamun.”

Jjong dan Taemin terkekeh, tapi tidak untuk Minho. Dia berkonsentrasi penuh memenangkan gamenya. Dasar, anak ini seumur hidup takkan pernah membiarkan dirinya kalah.

“Baiklah, aku pulang sekarang…”

“Biar kuantar,” tawar Minho tiba-tiba. Dia meletakkan joysticknya di lantai dan berdiri menyambar jaket yang tersampir di punggung kursi meja makan.

Wait, bukankah dia sedang berkonsentrasi dengan gamenya? Bagaimana mungkin dia rela meninggalkan game hanya untuk mengantarku pulang? Kulirik layar TV dan mendapati karakter pemain bola Minho tengah berguling di rumput. Wow! Dia menang…

“Tak usah, Minho-ya. Aku pulang sendiri saja.” Aku bisa serangan jantung gara-gara tak dapat mengontrol detaknya jika hanya berduaan dengan dia.

“Tak apa, biar kuantar,” sahut Minho meyakinkan.

Kulihat Taem memasang wajah kecewa. Kurasa dia masih ingin berada di dekatku. “Taemin-ah, kau mau ikut? Kita masih bisa mengobrol di jalan…”

“Jonghyun-hyung, aku pinjam motormu. Dimana kuncinya?” tanya Minho. Jjong menunjuk sisi lemari TV.

“Mo-motor?” tanyaku.

“Iye.” Kibum menyahutku mantap dengan kedua tangannya yang dilipat. Persis ibu-ibu, menyebalkan! Aku memelototinya dan dia balik memelototiku. Well, sejauh ini yang tahu aku menaruh perhatian pada Minho, hanya dia dan Jjong. Aku mempercayai mereka karena kami… yeah… Kim-line.

Kibum melambaikan tangannya mengusirku. Dapat kubaca bibirnya bergerak membentuk kata-kata, “Go away and enjoy the momment, Noona!”

Tanganku sudah terangkat ingin memukul kepalanya. Tapi Minho memanggilku di pintu keluar. Ah, benar-benar sial! Sungguh tak leluasa mempunyai sepupu seperti dia. Menggunakan kekuatan bicara untuk memerintah orang, ditambah bahasa tubuh yang tak kalah menyebalkan. Aigoo~

Aku memakai sepatu taliku. Minho berdiri di ambang pintu menungguku selesai. Kudengar Kibum berteriak memanggil Jinki.

“Onew-hyung, keluarlah! Mau sampai kapan sembunyi terus? Dia sudah pulang.”

See? Sekarang kau tahu betapa menyebalkannya Kim Kibum. Dapat kubayangkan bagaimana Jinki merutuk di dalam kamar. Ne, aku pulang. Bersenang-senanglah, Jinki, dengan ayam yang sengaja kami sisakan untukmu!

Aku dan Minho meninggalkan dorm. Dia berjalan lebih dulu dan menekan tombol lift. Tak lama pintu terbuka dan kami masuk. Sunyi, kami tak mengobrol, aku pun takut memulainya. Sulit menyembunyikan suaraku yang bergetar karena gugup.

Sesampainya di bawah, Minho memberikan sebuah helm untukku. Kemudian dia menaiki motor dan menyalakan mesinnya. Wow, Jjong! Motor besarnya ini sangat keren. Cita-citanya memiliki motor seperti ini akhirnya tercapai setelah ia menjadi artis.

Minho mengenakan helm-nya, lantas menaikkan retsleting jaket kulitnya yang agak ketat. Aigoo, dia memiliki tubuh yang sempurna. Bahkan aku masih bisa melihat otot lengannya menyembul walau sudah terbungkus jaket.

Aku naik ke atas motor, mau tak mau berpegangan ke pundaknya. Bisa kurasakan darahku berdesir. Ya Tuhan, ternyata aku masih mencintainya. Minho menoleh ke kanan, berusaha berbicara padaku. “Noona, pegangan!”

NE??? Okay, Jira, calm down. Ini demi keselamatan, jangan berpikir macam-macam!

Kucengkeram erat pinggangnya, dia menutup kaca helm dan memasukkan gigi. Tak lama kemudian kami melesat menginggalkan dorm SHINee.

Di perjalanan aku hanya menunduk. Teringat memori-memori dua tahun lalu saat kami masih menjadi trainee SM. Hanya mereka yang paling dekat denganku, sedangkan sunbaenim hanya beberapa. Aku tak punya nyali besar untuk mendekati artis papan atas seperti BoA, Dong Bang Shin Ki dan Super Junior.

Maka dari itu aku selalu bersama kelima anak ini. Mereka terbuka menerimaku, ditambah lagi memang aku adalah sepupu Key. Kami berlatih di kelas menyanyi, menari, akting, modeling, MC, public speaking, bersama-sama. Di luar kegiatan trainee pun kami sering bermain seperti menonton film ke bioskop, karaoke, dan makan. Hal itu selalu kami lakukan secara rutin dalam beberapa tahun.

Keputusanku untuk pergi pasti sudah sangat melukai mereka, terutama Jinki. Karena aku sudah berjanji untuk pergi ke suatu tempat dengannya setelah mereka melakukan debut di MuBank. Hal inikah yang membuatnya masih marah padaku?

“Noona…,” panggil Minho, “…sudah sampai.”

Aku tersadar. Damn! Memalukan. Aku masih memeluk Minho.

“Oh… Ne… Ah, Minho-ya, mianhae,” kulepaskan pelukanku dan mulai salah tingkah.

Dia terkekeh. “Gwaenchana, Noona.”

Aku turun dari motor, melepas helm dan memberikannya pada Minho. Lalu berjalan menuju tangga pintu masuk apartemenku.

“Gomawo, Minho-ya.”

Dia tersenyum dan mengangguk. “Aku pulang, Noona. Jalja,” ucapnya dan melesat pergi. Sedangkan aku hanya berdiri mematung. Tersihir oleh kata-katanya barusan. Astaga, itu adalah ucapan yang sangat kurindukan. ‘Jalja’ adalah kata-kata informal Minho yang hanya ia berani gunakan padaku. Setidaknya itu yang ia katakan dulu. Yep, aku noona yang beruntung! Sorry, Flames…

…to be continued…

+++++++

#Meeehhh~ Ini FF series SHINee pertama yang aku buat. Ceritanya ngalir, jadi part awal ini mungkin ngebosenin. Moga chingudeul suka. Makasih yang udah baca^^/

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Advertisements

65 thoughts on “WE WALK – PART 1 – I’M HOME”

  1. hweee..semoga first..
    kata kata ku cuma ‘DAEBAK’
    aku gak percaya ini ff pertama!
    keren!
    Minho kamu harus lupain mantan kamu!
    key gak boleh nyiksa sodara dong!
    lanjuuuut chingU!!!!!!!!!!!!

  2. bagusssss…. aku suka…
    taemin gemesin banget sih, apalagi pas minta disuapin.. aigoooo…. key,, daebak… hehe.. 😀
    ditunggu part selanjutnya… ^^d

  3. beuw! summary nya menarik! mw dong manjain taem juga. hahaha. *abaikan
    di, FF kamu yg poor relationship key-taem aja aku suka banget! yg ini…wah…, penulisnya expert nih!
    lanjut ya,di ^^

  4. ASTAAAAGAAA ! knp jira suka sama minho ? aku pkir sama onew . hihi . mau tebak aahh onew ntr psti suka de ama jira . kn onew kyk sok mstrius gtu de .wahahaha *sotoy*
    DAEBAK bgt FFnya . aku sukaa
    lanjut author ! GPL ! *agak mksa* xD

  5. setuju sama mitmit… aku pilih ONEW…
    duh part yg aku suka yg sama taemin…
    berasa banget… berasa kepengennya… hahahaha~

    KEREN DIY… ^_^
    lanjutannya ditunggu asap… 😛

  6. huaaaaaa daebak ih
    hmmm, terakhirnya sama dubu oppa aja deh
    minhonya buat aku aja
    hehe
    tapi kayaknya minho juga suka sama jira deh ya
    iya ga ?
    pokoknya aku suka deh ceritanya terus bahasanya lucu
    ayo ayo lanjutannya ditunggu 😀

  7. sukasuka, nice FF 🙂

    kasian key salah ngebentuk otot malah kaya org yg kekurangan gizi, onew jga bukannya bkin otot tangan gede malah kaya tangan org gemuk, kekekeke
    ihh onew knpa marahnya gak surut2?? pake ayam pun gak mempan.. ternyata oppa pundungan
    serem jga lw onew kaya gitu,,

  8. yuhuu… i’m coming~~~~~ *digetok, baru dateng udah bikin rusuh*

    ‘hingga kehilangan kesempatan memantau tumbuh kembangnya.’ –> berasa sedang mbayangin iklan susu batita.. LOL

    wah, onew marah besar waktu jira mutusin buat berhenti jadi trainee? aku rasa sih itu karena dia suka sama jira.. *reader sotoy*
    mino, jangan bilang diam-diam taunya dia suka juga sama jira..
    masih belum bisa nebak jira bakal sama siapa, seperti kata author ceritanya ngalir jadi ya kita liat ke depannya aja deh.. 🙂

    aih, suka bgt sama karakter taemin di sini.. bener-bener seperti apa yg aku bayangin tentang si bayi raksasa itu..
    gitu juga dengan mino, jjong, key.. bener2 ga jauh dari sifat aslinya.. pertahanin ya diy, jadi readers bisa ngerasa seolah-olah sedang baca diary, bukannya ff.. kalo diselipin kejadian-kejadian sebenernya kaya hal-hal sepele tentang mereka, ato tentang perform mereka malah jadi lebih bagus lagi diy, jadi lebih nyata..

    I LOVE this fic diy.. *hug diya*
    temanya agak2 mirip One Day Series gitu mengambil dari kehidupan nyatanya SHINee, tema yg aku suka bgt.. yah, walopun secara keseluruhan ceritanya beda.. 🙂
    dan kurasa ini bakal jadi ff SHINee kedua yg paling aku suka setelah One Day Series.. 🙂

    (ups.. kayanya komennya udah kepanjangan nih.. maap ya diy.. :p )

  9. I LIKE IT !!!
    hyaa, si Taemin disini bener2 kayak ‘magnae’
    dia manja banget.
    kyaahh~ setuju! Taem pinter ngendaliin emosi setiap orang yang ada di dekatnya.
    pwahahha~ Lanjjoootttt!!!!

  10. I LIKE IT !!!
    hyaa, si Taemin disini bener2 kayak ‘magnae’
    dia manja banget.
    kyaahh~ setuju! Taem pinter ngendaliin emosi setiap orang yang ada di dekatnya.
    pwahahha~ Lanjjoootttt!!!!

    -Hyeon

  11. WEW…
    FF BIKINAN DIYA ONNIE !!
    YEAAAHHH

    tau gak, onn ??
    aku sebeeel..
    kenapa si KEYnya masih BOTAK ??
    huweeeeeeeeeee
    nanti si key dijadiin ama aku aja..hehe
    *dikulitin

    tapi sumpah, yaa….
    aku suka sekali sama gaya bahasa onnie..
    DAEBAK ^^

      1. ASSSSEEEEEKKKK….

        makasih onnie cantik ;))

        kenalan yuk, onn….

        onnie kan jarang mampir ke talk3, jadi disini aje..
        kita kenalan singkat, haha

        aku Lia, 17 y.o
        aku salah satu penggemar onnie ^^

        aku jarang mampir ke Talk3, soalnya aku mau comeback ke page talk3 ntar bulan desember..
        jadi sekarang ngilang dulu..
        ahahahah

        ehemm..
        sekedar info supaya bisa ngobrol lebih jauh..

        fb : Lia Nur’ijjem Mahmuddin
        ym : Liahimeyy
        twitter : @Keylieon

        eheheheheh…
        maaf aku ngeababil di ff onnie ^^

  12. ya ampun keren banget Fanficnya chingu~~
    huaa… gg sabar nungguin kelanjutannya
    aku benar-benar penasaran kenapa Onew jadi marah banget sama Jira…
    aaaaa… daebak daebak daebak author
    b^^d

    lanjutkan~~ kekeke

  13. jhongmal daebak cingu ff.a,,,,,,,
    minho.a ganteng bgt dsnie…melting aqw………hehehehehhe…

    mudah2an coment aq yg inie masuk…amiiin….

  14. PABOOOOOOOOOO… PABOONYAAAAAA AKU MELEWATKAN FF INIIIIIIIIIII..
    YA AMPUUUUUUUUUUUN DIYAAAAAAAAAAAAAA..
    INI BAGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUS BANGEEEEEEEEEET….
    ^^b

  15. WOWWWW IDOLAKU ADA DISINI !!!

    DAEBAAAAAAAAAAAK !!!!!

    KATA2NYA KEREEEEEEEEENNN BGTTT !!!!

    Aku udh baca hr itu lewat hp,, tapi baru skrg komennyaa
    MIAAANHAAEEEE

  16. annyeong chingu… cece imnida

    reader baru dsini…
    love taemin n minhoooo… <3<3>my big baby
    minho>>the coolest 🙂

    aq suka temanya,, friendship nya kentel bgt.. ^^

  17. chingu… aku ngutang ama dirimu, kkkk~~ aku udah baca ini dari hape tadi.
    kan aku ngeliat ada postingan yg tau2 udah part 7 aja noh… makanya aku search part2 sebelumnya…
    dan sekarang.. saatnya komeeennn…. hahaa

    aku suka gaya penulisan author. cuma pake satu POV jadinya gak bikin bingung. jadi berasa kalo jira itu aku… kkkkk~~
    ide ceritanya juga, boleh jugaaa… hmmm ^^

  18. Huwaa….ternyata yang part 1 Daebak!

    Tapi masih bingung nih, apa Jinki ternyata suka sama Jira ya? hemmm [berpikir]

    Janji deh besok baca yang part selanjutnya
    [reader yang aneh, baca part 8 dulu part 1 TT___TT]

  19. pertama aku mau minta maaf krn baru komen aku ada alesan y kok pas ff ini d post aku blm tau cara komen tu gmn jd aku baca ja n sampe part 3, tp pas aku dah tau n bisa komen ff ni lg mandek n aku lupa judul y. . . .
    Skrng bakal aku komen d setiap part. . . .
    Maaf ya

  20. Yaaawww !
    Sukaaaa !
    Tpi Onew knpa dah?
    Jgn jgn . . . .dia suka sm Jira .x)
    Wkwkwkka.xD
    Daebaaak !

  21. Sorry flames.. dasar kau.. maksudnya apa diya???? Kkk~
    serasa tersindir aku. Halah…
    Ih kaya beneran aja.. kenapa si onew nyebelin banged si. Tenang2.. masih part 1 belum ketahuan. *meluncur*
    Oia rada bingung mau ngoment di mana.. di shawolindo ada, di mitmit onnie ada..di diya ada. jadi kuputuskan untuk di disini sajalahh yang di rapel tea.kk~
    Mudah2an kebaca m diya walo udah telat.. kk~ (kan baru sadar ini menceritakan minho..)
    Piss ^_________^

  22. Yes, nemuin lagi FF bagus setelah dapet rekomendasi dari Beautiful Stanger. ^^9
    Aih, ini FF tahun 2010. Kenapa saya baru ngeh sekarang kalau ada FF yang ceritanya joz gandoz kotos-kotos kayak gini. >o<

    Tahan diri, Jira. Emang panas-dingin deh kalau di dekat orang yang disukai. Oh ayolah, Jinki, ini udah dua tahun berlalu. Nanti kalau tiba-tiba jatuh cinta beneran sama Jira baru kena loh.

    Nice story.

  23. Penasaran sama we Walk, akunya langsung baca beautiful stranger *gak nanya*
    woooaaaaa daebak ff nya, pertama tapi keren..
    aduh itu onew sebegitu marahnya kah ke jira? kata-kanya sengit(?) banget… kecewa kayanya…
    nexk chapp

  24. FF pertama tapi udah keren, gaya bahasanya oke, tulisannya rapi, yang aku liat ga ada typo 🙂 tp gatau sih. Oiya pantes aku bingung pas baca beautiful stranger, ternyata beautiful stranger itu sequel dari we walk, aku juga tau ni ff dari rekomendasi salahsatu blog.
    Salam kenal thor.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s