OBSESSION – PART 5

OBSESSION PART 5

Author            : Wiga

Genre             : Mystery, Angst, Romance, Friendship

Rating             : NC 17

Cast                : Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Park Nada.

“Ya tuhaaaan.. apa yang terjadi sebenarnya?

mengapa kini ada pembunuhan-pembunuhan disini?

Mengapa orang itu membunuh Jinki ssi?

apakah karena dendam??atau ada maksud lain??

dan Yui..Mengapa orang itu juga membunuh Yui?

apakah diantara mereka bertiga saling berhubungan?

ataukah pembunuhan-pembunuhan ini bersifat random?

apakah aku juga termasuk salah satu target mereka??

begitu banyak pertanyaan dikepalaku, Namun tak ada satu pun yang bisa ku jawab..

Ya tuhaan.. aku takuut.. aku ingin pulang..”

*******

Suasana di villa itu semakin sunyi, dua orang namja dan satu orang yeoja terduduk di lantai, wajah mereka menyiratkan rasa ketakutan yang sangat besar.

“ Sudah satu jam.. dan Choi Minho belum kembali..” bisik Kibum.

“ Yeah.. You right..” Jonghyun menjawabnya perlahan.

“ Apakah menurutmu dia masih hidup??” Tanya namja itu , pandangan nya sedikit kosong, matanya terasa sangat berat karena mengantuk.

“ I don’t know..” jawab Kim Jonghyun pendek.

Kibum memperhatikan Nada yang dari tadi menunduk, beberapa saat yang lalu yeoja itu terus-terusan menangis. tak lama kemudian kepala yeoja itu perlahan merosot ke namja disebelahnya.

“ Nada tertidur??”

“ Yess, Maybe she’s getting tired.. dia terlalu banyak menangis..”

Kibum melangkah menghampiri Nada yang tertidur bersandar di bahu Jonghyun, kemudian perlahan Ia mengangkat tubuh Nada ke tempat tidur. membaringkannya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

“ She must be really shock..” terdengar suara Jonghyun di belakang Kibum.

“ Yeah, Yui is her closest friend.. “

“ is it necessary to lookin for Minho now?? I had a bad feeling about him..” usul namja berambut dua warna itu.

“ Ok. ide bagus.. Nada sedang tertidur, mungkin tak apa-apa jika kita meninggalkan nya sebentar”..

*******

01.19

hhh.. hhh.. hhh..

“Baby..saat nya mengakhiri semua ini..jika ini semua berakhir, kau akan jadi milikku baby…utuh..”

perlahan aku mengeluarkan sapu tangan dari kantung celanaku.kudekati namja bodoh itu saat dia sedang lengah..dari belakang ku bekap hidung nya dengan saputangan yang sudah kububuhi obat tidur sebelumnya.

“ mmmpphhhsss..”

“ mmmpphhhsss..”

hanya beberapa detik, namja bodoh ini sudah tak sadarkan diri.

segera kuseret kedua kakinya..

aku mencari ruangan kosong yang jauh dari kamar baby ku, di lantai satu yang dekat dengan dapur. ku keluarkan pistol dan pisau dari kantung celana ku..

“ hhh.. begini mungkin lebih baik..”

*******

“ DAMN!! DIMANA PEMBUNUH ITU BERSEMBUNYI??”

“ AKU TAK AKAN PULANG.. SEBELUM MEMBUNUH ORANG YANG TELAH MEMBUNUH YUI.. DAAAAMNNN!!!!”

“ AKU PERSUMPAH AKAN MEMBUHMU, LEE TAEMIN!!!!!!”

Minho sudah tiga kali menelusuri villa besar itu, Namun hasilnya nihil, Ia tetap tidak menemukan sosok yang dicarinya.  Ia telah  mencari di sekitar loteng, dapur, ruang spa, pemandian air panas, mini gym, taman, garasi, dan kini ia menyusuri pantai seorang diri namun tak ada seorang pun yang ia temukan.sudah satu jam lebih beberapa menit berlalu, Ia memutuskan untuk kembali ke dalam villa.

Suasana di villa masih sunyi, Minho berjalan menuju lantai 2 tempat terakhir Ia meninggalkan teman-temannya.saat ia hendak menaiki tangga, Ia mendengar suara rintihan seseorang. Minho berhenti berjalan, Ia memasang telinganya baik-baik berusaha mendengar dari mana asal suara tersebut.

“ to..loong.. a..ku..”

Selangkah demi selangkah, Ia berjalan menuju pintu ruang bawah tanah.

“ NUGU..!!” teriaknya kencang.

Namun tak ada jawaban.

Ia melangkah lagi, kini Ia telah berdiri di depan pintu ruang bawah tanah tersebut, Minho mencoba membuka pintu tersebut Namun sepertinya terkunci.

“ to.. long..” suara rintihan itu kembali terdengar.

Insting minho bekerja cepat, Ia merasa harus secepatnya Ia mendobrak pintu ruang bawah tersebut. tanpa ragu Ia segera mendobrak pintu itu dengan tubuhnya.

“ BRAAAK..”

Pintu terbuka, alangkah terkejutnya Minho ketika melihat seorang Namja tergantung dengan posisi kepala dibawah, tubuhnya penuh dengan luka sayatan benda tajam dan darah segar masih menetes ke lantai.

“ YA TUHAAN!!! LEE TAEMIN!!!” Teriak Minho kencang, Ia berlari menuju Lee Taemin, dan berusaha melepas tali yang mengikat erat pergelangan kakinya.

“ bertahanlah Taemin!!!”

setelah berhasil melepaskan namja itu, Minho segera meletakkan tubuh Taemin di lantai dan, mencoba menghentikan darah yang terus mengalir dari pergelangan tangan nya.

“ Siapa yang melakukan ini padamu Taemin??” Tanya Namja itu.

Wajah Lee Taemin semakin pucat, Ia merasa seluruh tubuhnya yang semula terasa sangat sakit dan perih, kini mati rasa. Ia hampir tidak dapat merasakan apa-apa. keadaan sekelilingnya berangsur gelap.

“ Lee Taemin..!!!! Bertahanlah..!!! SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADAMU??” Minho mengguncang keras tubuh namja kurus yang terbaring lemah itu, mencoba membuatnya agar tetap sadar.

“ Dia.. mem.. bunuh.. yu..i.. dan .. ji.. ki..” Taemin menggenggam erat pergelangan tangan minho.

“ DIA?? DIA SIAPA?? BERITAHU AKU SIAPA??” teriak Minho keras.

“ yang.. mem..bu..nuh.. jin..ki…” Ia berkata tersendat-sendat, berusaha untuk berbicara dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya.

“ yang.. mem.. bu..nuhnya.. a..da..lah..”

“ Aku..” terdengar suara dingin dari arah pintu.

Minho menoleh ke arah suara, dilihatnya seorang yang tidak asing lagi dihadapannya mengacungkan sebuah pistol kearahnya.

“ ka.. kau..??” kata minho tidak percaya.

“ yes.. it’s me..”

DOOR!!!

Dengan sekali gerakan, namja itu menekan ujung pelatuk pistol yang tepat mengarah ke kepala Minho.

dan seketika itu juga Minho tergeletak tak bernyawa dengan mata yang masih terbuka.

darah segar mengalir dari pelipisnya..

***************

hhh..hhh…hhh..

“ Seandainya kau tak kesini Choi Minho.. kau tak harus mati..”

aku memperhatikan sosok minho yang sudah tak bernyawa lagi di depanku, aaiisshh.. padahal choi minho bukan targetku.. tapi dia tidak bisa ku biarkan hidup, karena dia sudah menemukan Lee Taemin disini.

aku melihat sosok Lee Taemin di sebelah namja tinggi besar itu terus menggeliat, Namun matanya setengah terpejam.

tampak nya ia sedang meregang nyawa.

DOORR!!

ku tekan pelatuk pistolku kearahnya. tepat di jantungnya.

Namja itu berhenti bergerak..

“ berterima kasih lah kepadaku, Lee Taemin, sebab ku percepat waktu kematianmu, sehingga kau tidak harus berlama-lama merasakan rasa sakit”

hhh.. hhh… hhh..

Kini tinggal ada Nada dan satu Namja lagi..

*************

02.25

Nada POV :

Sudah berapa lama aku tertidur??

aku berusaha bangun, tapi rasanya mataku beraaat sekali. Sudah berapa lama aku tertidur??

“ DOOR!!”

apa itu?? seperti suara tembakkan..seketika tubuh ku menegang, rasa mengantuk yang tadi kurasakan tiba-tiba menghilang..Ya tuhaan..apa yang terjadi di luar sana..

haruskah aku keluar dari kamar ini dan keluar mencari pertolongan??

“ DOORR!!”

sekali lagi ku dengar suara tembakkan..

aku sangat takuut, tuhaaan..

tapi aku harus berani, aku tak ingin mati disini..

Tuhan.. tolong lindungi aku.

*************

“ hhh.. hhh…”

akhirnya aku memutuskan untuk keluar kamar, aku berjalan pelan menuju tangga, kurasakan lutut ku sedikit bergetar. namun aku harus memaksakan diri untuk terus melangkah. suasana di villa ini sungguh sangat sunyi, tak ada suara sama sekali.

apakah seluruh teman-temanku sudah meninggal??

mengapa tak ada tanda-tanda kehidupan disini??

apakah sekarang ini adalah  giliranku yang harus mati??

aku berjalan hingga lantai terbawah, namun tetap tidak kutemukan sesorang.

dimanakah Kibum ssi, Jonghyun ssi dan Minho ssi??

Apakah Taemin ssi sudah membunuh mereka semua??

aku berjalan melewati ruang makan, disana masih tergeletak mayat Jinki ssi, yang hanya diselimuti oleh kain putih.

Lagi-lagi air mataku jatuh..

Nada.. terus lah melangkah.. ini bukan saat yang tepat untuk menangis.

aku menguatkan diri ku untuk tidak menangis saat ini.

aku terus berjalan..

kulihat ada sebuah pintu di dekat tangga yang terbuka lebar, entah mengapa kaki ku terus melangkah kesana.

“ annyeong haseyo..” aku berbisik pelan saat berdiri tepat di depan pintu ruang bawah tanah yang terbuka.

tak ada jawaban..

aku tak bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan tersebut, tak ada cahaya, ruangan itu gelap sekali. hanya tercium bau anyir yang sangat menyengat.

aku memberanikan diri untuk terus masuk keruangan ini, kaki ku sedikit menyenggol sesuatu. entah apa itu.. dalam gelap, tangan ku terus meraba-raba dinding untuk mencari sakelar lampu.

“ klik..”

akhirnya ruangan pun terang seketika..

***********

Ya Tuhaaaan!!!..

aku membekap bibirku dengan tanganku sekuat-kuatnya, berusaha untuk tidak berteriak.

tepat didepanku tergeletak tubuh Minho ssi dan Taemin ssi yang berlumur darah.

Ya Tuhaaan.. apa ini..??

kulihat Minho ssi dalam keadaan terlentang, darah mengalir dari pelipisnya.

apakah itu karena tembakan yang tadi??

dan Taemin ssi pun sudah mati?? tubuhnya dipenuhi sayatan dan bergelimangan darah segar. seketika aku merasa sangat mual..

Berarti bukan Taemin ssi yang membunuh Yui maupun Jinki ssi..

Tapi siapa pelakunya??

Jonghyun ssi?? atau Kibum ssi?? atau ada orang lain yang sejak awal berniat membunuh aku dan teman-temanku??

**********

Aku terus berlari di sepanjang koridor villa ini untuk mencari telepon. aku harus segera meminta bantuan.. tapi mengapa tak ada sebuah telepon pun disini??

Jangan menangis..

Jangan menangis..

Nada!! Jangan menangis..

AKU HARUS BAGAIMANA??? AKU TAKUT..!!!!

harus kah aku kembali ke kamar dan mengambil telepon selularku disana??

Tidak, jika aku kembali ke kamar, pasti pembunuh itu dengan mudah bisa menemukanku.

AYO NADA BERPIKIR CEPAT!!!

air mata ku mulai jatuh lagi..seluruh badanku gemetar..aku tak tahu apa yang harus kulakukan sekarang, aku terlalu takut untuk bertindak..sekarang masih jam tiga pagi, dan tidak seorang pun disini yang bisa menolongku.

aku terus berjalan menuju lantai dua..

TUNGGU!! HARUSNYA AKU TIDAK KE ATAS!!

HARUS NYA AKU KELUAR DARI VILLA INI!!

Aku berlari kembali menuju tangga, sebisa mungkin aku tidak mengeluarkan suara.

“ hhh..hhh..hhh..”

saat hendak berbalik arah, aku menghentikan langkahku. rasa-rasanya aku mendengar suara desah napas seseorang.

“ aaarrggh..”

itu suara seseorang!!ada seseorang selain aku disini!! tapi siapa??

“ hhh.. hhh.. aarrgghh..”

mengendap-endap, aku memberanikan diri untuk berjalan ke arah sumber suara.

jantungku berdetak tak karuan, lututku terasa lemas.suara itu arahnya dari pintu kamar yang sedikit terbuka..

tanpa menimbulkan suara, aku mengintip dari sedikit celah pintu yang ada.

terlihat sosok Kim Kibum, yang sedang merangkak menuju keluar kamar, seluruh bajunya merah, Ia memegangi perutnya yang mengeluarkan banyak darah.

“ Kibum ssi.. Ya Tuhaan.. hiks..” aku segera berlari menghampirinya.

wajahnya sungguh pucat sekali, entah sudah berapa lama Ia mengeluarkan darah.

“ K.. Kibum ssi.. hhh.. apa yang terjadi ?? mengapa seperti ini..” kataku terisak,

“ Nada.. pergilaah.. aarrgghh.. lari..secepat mungkin..dia berbahaya..” Kim Kibum seperti kehabisan tenaga berusaha mengatakan itu semua.

“ Andwae..!! Mana mungkin aku meninggalkan mu dalam kondisi seperti ini, Kibum ssi..” bisikku pelan. Yaa Tuhaaan.. rasanya kepalaku mau pecah!!

“ Aku.. sudaah.. tidak.. kuat lagi.. pergilaah.. hhh.. hhh.. KAJJA..” desaknya pelan.

EOTTEOKE??

APA YANG HARUS KU LAKUKAN??

“ Nadaaa..”

Terdengar suara memanggilku.KIM JONGHYUN!!!

KIM JONGHYUN KAH PEMBUNUHNYA??KIM JONGHYUN KAH YANG MELAKUKAN INI SEMUA???

***********

“ eenngghh… Nada.. cepat pergi!!”

Ya Tuhan.. Bagaimana mungkin aku meninggalkannya!! Kim Jonghyun bisa membunuhnya.. apa yang harus kulakukan??

beri aku jawaban Tuhan..

“ K.. Kibum ssi.. “

“ Dengar.. kau.. bisa.. tetap.. hidup.. jika.. kau.. pergi.. dari.. sini.. enngghh.. jika.. kau.. ber..hasil.. keluar.. mintalah.. pertolongan.. aku.. ennngghh… cepat pergi!! tak..ada.. waktu.. lagi..”

Kibum ssi berusaha berbicara walaupun agak tersendat, wajahnya sungguh pucat, sepertinya ia kehilangan banyak darah, dan nafasnya tersengal-sengal.

jika aku meninggalkannya, berapa lama dia bisa bertahan??

“ cepatlah.. Nada..”

aku tak bisa meninggalkannya..  dia sekarat.!!. aku sungguh tak bisa meninggalkannya..

“ Ki.. Kibum ssi.. aku tak bisa.. hiks..”

“ jangan menangis.. cepat.. pergi!! berjanji..lah.. padaku.. untuk.. tetap hidup.. pergilah.. KAJJA!!”

akhirnya aku berdiri, entah mengapa berat sekali meninggalkannya dalam kondisi seperti ini.

“ Kibum.. ssi hiks.. mianhae.. aku.. berjanji..akan segera mencari pertolongan, hiks.. kunci pintunya dari dalam, dan bersembunyilah… ku mohon.. bertahanlah sebentar lagi..” aku berkata terisak, namun aku berusaha terlihat tegar dihadapannya.

“ Mianhae Kibum ssi..”

“ gwen.. cha.. na.. pergilah.. kajja..”

nafasnya terdengar sudah tidak beraturan lagi, dan wajahnya dipenuhi keringat dingin.

aku harus bergerak cepat!!

aku berjalan pelan ke arah pintu, namun baru beberapa langkah, terdengar lagi suara Kibum ssi.

“ Nada.. s..sa..sarang..hae..”

aku menoleh sebentar, dia meneteskan air mata dari wajahnya..

Ya Tuhaan.. kuatkanlah aku..

*********

“ Nada.. where are you??” terdengar samar suara jonghyun ssi.tapi dimana dia??

aku segera melepas alas kakiku, sengaja berjalan tanpa menggunakan alas kaki agar suara langkahku tidak terdengar, aku terus berjalan menuju tangga, satu lantai lagi aku bisa keluar dari villa ini. yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana cara menyelamatkan Kibum ssi secepatnya. mulutku terus mengucap doa, agar dia bisa bertahan lebih lama lagi.

“ Nadaa..”

Suara Jonghyun ssi terdengar makin dekat, kini aku bisa mendengar jelas langkah kaki nya. suara itu berasal dari bawah, dan menuju kesini!!

aku berbalik arah, berlari menyusuri koridor, menjauh dari tangga untuk menghindari jonghyun ssi. beberapa kamar sudah kulewati, entah koridor ini mengarah kemana. villa ini begitu besar dan aku tidak tahu seluk beluk villa ini.. ada tikungan ke kiri dan ke kanan, mana yang harus ku pilih??

“ Nadaa.. where are you..”

aku tidak bisa berpikir!! ya tuhan aku kacau sekali!!

aku memilih tikungan yang kanan, secepat kilat aku berlari, berharap aku dapat menemukan tangga untuk menuju kebawah.

**************

Dead End !!!

“ Yaa Tuhaan.. Jalan buntu. eotteoke??”

Bisikan Jonghyun ssi semakin jelas, aku harus mencari tempat untuk bersembunyi!!

Kuhentakkan pelan satu persatu pintu, namun tak ada yang bisa kubuka. mengapa semua pintu terkunci??

“ Nada.. it,s me.. come here..”

“Tuhaaan.. tolong aku!! aku tak ingin mati disini!!”

tinggal dua pintu lagi yang tersisa, tolong.. tolong terbuka laaah..

Cklek..

Akhirnya pintu terakhir dapat ku buka , cepat-cepat aku masuk dan mencari tempat untuk bersembunyi. aku melihat keadaan sekeliling ruangan, ada lemari pakaian, tempat tidur, dan kamar mandi.. dimana kau harus bersembunyi??

tok.. tok.. tok..

aku mendengar suara langkah kaki jonghyun ssi semakin dekat.

perlahan kututup pintunya dan ku matikan satu-satunya sumber cahaya di kamar ini.

****

Author POV

Klik..

Ia membuka pintu nya pelan-pelan

“ Nada.. where are you..”

Namja itu melangkah perlahan tangan nya meraba dinding kamar mencari sakelar lampu untuk menerangi ruangan kamar yang sangat gelap..

klik..

ia mengedarkan pandangan, namun tak ada tanda-tanda keberadaan yeoja yang dicarinya.

ia berjalan selangkah demi selangkah menuju arah kamar mandi yang terletak di sudut kamar.

sementara itu sang yeoja meringkuk ketakutan, Ia membekap bibirnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara. air matanya perlahan mulai tumpah.

“ tuhan.. tolong.. tolong aku.. kumohn.. jangan biarkan dia menemukan ku di sini.. ku mohon tuhaaan..”

Kim Jonghyun berhenti tepat di depan pintu kamar mandi.tangannya memutar kenop pintu kamar mandi.

terkunci..

Ia memutar ke kiri dan ke kanan namun pintu itu tetap tak terbuka.

“ Nada.. it’s me jonghyun.. please open the door..” bisik nya pelan.

Namun tak ada jawaban dari dalam..

“ yaa tuhaan..  jangan biarkan dia menemukan ku disini tuhaan..”

yeoja itu menangis, namun ia berusaha tidak mengeluarkan suara. tubuhnya bergetar hebat. Ia makin ketakutan saat mendengar suara namja itu makin mendekatinya.

BRAAKKK…

Namja itu mencoba mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci.

“ hhh.. hhh..”

Namja itu menngerutkan keningnya.

Tak ada seorang pun dikamar mandi..

“ Nada where are you??” desahnya tertahan.

raut mukanya mendadak kecewa ketika yeoja yang dicari tak Ia temukan. tanpa membuang-buang waktu lagi akhirnya namja tersebut segera keluar dari kamar itu.

********

“ krreeek”

perlahan Nada membuka pintu lemari, tempat Ia bersembunyi. wajahnya memerah karena terlalu lama menangis, walau lututnya gemetar namun yeoja itu berusaha berdiri.

“ Nada.. cepat pergi dari sini.. Kibum ssi sudah menunggu terlalu lama.. Ia bisa meninggal karena kehabisan darah, jika kau membuang buang waktu.. kuat kan hati mu cepat pergi dari sini..”

Bibir mungil nya terus mengucap doa, agar Jonghyun tidak menemukannya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya waktu sudah menunjukkan pukul 03.29 pagi.

Nada membuka pintu kamar, Ia melihat keadaan sekelilingnya, saat dirasa cukup aman, yeoja itu segera berlari menyusuri koridor menuju tangga.

“ hhh.. hhh.. hhh..” tiba-tiba pikirannya diliputi perasaan yang tidak menyenangkan. sudah hampir empat puluh menit berlalu sejak Ia meninggalkan Kim Kibum sendirian. Apakah sampai saat ini namja itu masih bertahan?? masih hidup kah dia?? ataukah sudah…

“ BRUKKKK..”

Karena menunduk saat berlari, Nada tidak menyadari bahwa Ia telah menabrak seseorang di depannya.

“ Akh..”

“ NADA!! WHERE HAVE YOU BEEN?? I..”

Nada memandang nanar namja di depannya..

baju bagian depan namja itu penuh dengan cipratan darah, begitu pula kedua tangan nya..

“ andwae..” nada berbisik pelan, mendadak Nada berbalik arah dan berlari sekencang-kencangnya.

“ HEYY!! NADA.. WHY.. AISSSHH..!!!” Namja itu segera mengejarnya, hanya diperlukan beberapa detik, Kim Jonghyun dapat menarik tubuh Nada kedalam pelukannya.

“ KYAAA..!! ANDWAEEE..!!! ANDWAEEE.!!!.” Nada berteriak histeris.

“ Nada.. its me.. Kim Jonghyun..” bisik namja itu berusaha menenangkan yeoja yang kini memberontak.

“ Andwaeee…!!! Let me go..!! Let me go..!!” isak Nada ketakutan Ia terus meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan namja tersebut.

“ Nada.. Calm down.. its me.. kim Jonghyun.. don’t be scared… I won’t hurt you..” bisik nya perlahan.

“ ANDWAEE.. Let me go.. hhh.. hhh.. Let me go..”

Nada menjerit-jerit ketakutan, tangan nya bergerak memukul-mukul tubuh dan wajah Jonghyun.

“ Toloooong.. hhh… tolooong…. siapapun toloong aku…”

Kim Jonghyun mencoba menghentikan gerak tangan Nada, dengan satu tangan Ia meraih kedua tangan Nada dan mencengkeramnya erat. Di dorongnya tubuh yeoja mungil itu hingga merapat ke dinding, kini yeoja itu tidak mempunya ruang untuk bergerak lagi. Jonghyun dapat merasakan seluruh tubuh Nada bergetar ketakutan.

“ Lepaskan aku.. Jonghyun ssi.. sakiit..”

“ tuhaaan.. tolong aku.. tolong aku.. jangan biarkan Ia membunuh ku disini tuhaan..”

Nada terus menjerit, pergelangan tangan dan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Namun namja di depannya seolah tak perduli dengan semua jeritan dan tangisan nya, Ia tetap tak bergeming dari tempat nya.

“ NADA!! CALM DOWN!! “

“ Andwaee..!!! Let me go Jonghyun ssi.. jebal..” rintih yeoja itu pelan.suaranya terdengar serak karena terlalu lama berteriak.

“ NADA.. Just calm down..”

“ Andwae..!! Kamu pembunuh!! Pembunuh..!!! Lepaaass..” Isak Nada kencang.

“ DENGAR.. AKU BISA MENJELASKAN SEMUANYA..!!!” teriak namja itu keras.

“ ANDWAE!! Jonghyun ssi.. !!! Lepass kan aku ..!!! toolooong…!!!” nada menggelengkan kepalanya, Ia merasakan tenaga nya sedikit demi sedikit mulai melemah.

“ Yaa Tuhaan.. Ku mohon, tolong akuu.. tolong aku.. aku tak ingin mati disini tuhaan.. tolong aku.. aku takuuut.. tolong.. akuuu…aku masih ingin hiduup..”

“ Nada!! aku bisa menjelaskan semuanya.. tenanglah..”

“ Andwaee..”

“ Ya Tuhaaan.. tolong akuuuu.. tolong akuuu…”

“ DORRRR!!!!”

terdengar suara letusan tembakan, dan seketika itu juga Kim Jonghyun roboh ke lantai.

Nada berdiri terpaku, Ia memandang tak percaya apa yang terjadi, sebuah peluru tepat mengenai kepala Kim Jonghyun dan menewaskannya seketika.

Perlahan, Nada menoleh ke sumber suara..

Dilihatnya Kim Kibum yang merangkak kearahnya sambil mengacungkan sebuah pistol yang masih mengeluarkan  asap tipis.

“ Ki.. Kibum ssi..” bisik Nada tanpa mengeluarkan suara.

“ hiks.. Kibum ssii..”

“ nngghh.. it’s oveer Nada..” Desah namja itu lemah, kemudian ia langsung ambruk ke lantai.

“ Kibum ssiii.!!” jerit Nada pelan, Ia berlari ke arah namja yang sudah terbaring tak berdaya dan berlutut disebelahnya.

“ hhh..Nada…” namja itu berkata parau, nafasnya tidak beraturan dan perlahan tangan nya bergerak berusaha menyentuh wajah Nada.

“ Hikss.. Kibum ssi.. bertahanlah.. aku.. aku akan segera mencari pertolongan.. kumohon..  bertahanlah..” bisik Nada sambil menangis, Ia berusaha berdiri, namun namja itu menahannya.

“ Jangan pergi Nada.. hhh..temani aku disini..hhh.. jebal..” gumam namja itu sambil terus menatap kedua mata Nada dalam-dalam.

“ Nada..hhh.. hhh.. mianhae..sa..” Tangan namja itu perlahan terkulai lemah, matanya pelan-pelan menutup.

“ Kibum ssi.. andwaee..” bisik yeoja itu pelan, tangannya menggenggam erat tangan namja yang kini mulai terasa dingin.

“ sa..rang..hhh..hae..”

Kim Kibum menutup matanya.

“ Andwaaaeee!!! Kibum ssiiii.. Bangunn!!!”

Nada mengguncang-guncangkan tubuh Kim Kibum pelan, memaksanya agar namja itu tetap membuka mata

Namun namja itu diam tak bergerak.,

“ Kibum ssii.. hhh.. kumohoon.. jangan pergi.. “ isak Nada keras, kepalanya terasa hampir meledak, entah apalagi yang bisa Ia lakukan untuk membuat namja di depannya tetap hidup..

mengapa Tuhan memberikan coban padanya seberat ini??

Setelah orang yang dikasihinya..

Kemudian sahabat terbaiknya..

Teman-temannya..

dan kini orang yang telah menolongnya pun pergi tepat di depan matanya..

Ia sudah tidak kuat lagi..

“ ANDWAEEEEEE!!!!!!”

***************

4 MONTHS LATER

“ Oppa.. apa kabar?? kau merindukan aku?? aku sangat  merindukan mu.. sudah empat bulan berlalu, namun kenangan-kenangan buruk di villa itu masih terus terbayang hingga saat ini.. hhhmm.. tapi jangan khawatir oppa.. aku baik-baik saja..

Kau tahu oppa?? akhirnya pengadilan menutup kasus pembunuhan di villa itu, hakim memutuskan Kim Jonghyun bersalah, ya.. kurasa polisi pun tak perlu mengadakan penelitian lebih lanjut lagi karena seluruh senjata dan alat-alat yang ia gunakan untuk membunuh ditemukan di tasnya… dan kini hidupku mulai tenang.. tak ada lagi surat teror di lockerku.. tak ada lagi perasaan was was ketika aku berjalan melewati koridor sendirian.. semuanya telah berakhir oppa..“

Nada berhenti sejenak, wajahnya menengadah keatas. Langit terlihat mendung, tampak nya sebentar lagi akan turun hujan.

“ Oppa.. Mianhae.. aku tidak bisa lama-lama.. aku tidak membawa payung.. minggu depan aku kesini lagi menengok mu..” bisik Nada pelan.Perlahan Ia meletakkan karangan bunga yang Ia beli diatas nisan marmer indah yang terawat baik.

Tes.. tes.. tes..

titik titik hujan mulai turun membasahi bumi, Nada mempercepat langkahnya menuju gerbang keluar area pemakaman. suara petir mulai terdengar menggelegar. Nada memaksakan dirinya untuk berlari menuju halte bus terdekat yang berjarak hampir 120 meter dari area pemakaman tersebut.

Tes.. tes.. tes

Hujan kini berubah menjadi semakin deras dan baju seragam Nada pun sudah basah seluruhnya. Napas Nada sudah mulai habis, Ia memperlambat langkahnya, tak ingin mengambil resiko asmanya kambuh.

“ hhh.. hhh..  aduuuh.. aku sudah tidak kuat berlari lagiii..” desahnya terengah-engah.

Ia berjalan menunduk, menghindari tetes hujan yang jatuh mengenai matanya.

hujan turun dengan derasnya, namun semakin lama Ia merasa sepertinya tak ada air yang menetes di kepalanya.

perlahan Ia menengok keatas..

Payung??

seseorang telah memayunginya dari belakang.

Nada menghentikan langkahnya , Ia memutar tubuhnya menghadap si pemegang payung tersebut.

“ Hai..” terdengar suara berat dari seorang namja tinggi yang sangat dikenalnya.

“ Kibum ssi??” bisiknya pelan.

Namja itu hanya tersenyum, rambut dan seragam bagian belakang namja itu mulai basah, karena payung yang Ia gunakan sebagian besar untuk melindungi tubuh Nada dari tetesan air hujan.

“ sedang apa kau disini Nada??” tanyanya lembut.

“ a.. aku.. habis dari makam Jinki oppa,,  Kibum ssi..” jawab Nada pelan.

“ JTAAAAARRR!!!!” kilat menyambar dengan keras disusul tiupan angin yang agak kencang.. membuat Nada terkejut dan langsung menutupi kedua telinganya.

“ Hujan makin deras!! rumahku tak jauh dari sini.. kita tunggu hujan reda disana!! KAJJA!!” seru Kim Kibum kencang, kini suaranya sudah teredam oleh suara petir dan air hujan. Ia segera menggengam erat pergelangan tangan yeoja itu dan menariknya pelan agar segera mengikutinya.

“ ki.. kibum ssi.. aku.. menunggu di halte saja..” sahut Nada pelan.

“ Kamu bisa sakit jika menunggu disana, Kajja!! lihat, bajuku sudah basah!!”

**********

“ Haattchiii”

Lagi-lagi Nada bersin, hidungnya memerah dan tangan nya mengepal kuat menahan dingin. bahunya sedikit bergetar.

“ entah bagaimana nasibku jika tadi aku memaksakan diri menunggu di halte..”

Nada memandang sekeliling rumah Kim Kibum. Rumah yang sangat besar, dan luas. dengan banyak perabotan antik di dalamnya. di atasnya menggantung lampu kristal besar.

rumah Kim Kibum besarnya hampir sepuluh lipat rumahnya yang tergolong sangat sederhana.

Tak lama kemudian, Kim Kibum datang membawa dua handuk di tangan nya.

“ Ini, keringkan rambutmu.. kau mau berganti pakaian??” ucap nya pelan.

Namja itu duduk disebelah Nada dan memakaikan handuk di bahu Nada.

“ gomawo Jinki ssi..” bisik Nada pelan sambil menunduk.

“ Jinki??”

Nada tersentak kaget, cepat-cepat Ia meralat ucapannya.

“ mm.. Mianhae.. maksudku Kibum ssi..”

Ada raut tidak suka yang tersirat dari raut muka Kim Kibum, Ia terus memandang yeoja yang sedang menunduk disampingnya.

“ Haattchhiii..”

Tiba-tiba Nada kembali bersin.

“ Sebentar, aku buatkan kau teh panas..” Kibum segera beranjak dari tempat duduknya.

“ ngg.. Kibum ssi.. Aku.. ingin ke toilet..” kata Nada pelan.

“ kau jalan saja lurus, nanti belok kiri.. toilet ada di pintu ke dua..”

**********

Nada berjalan pelan, Ia mengikuti arah koridor, ingin sekali ia membasuh kedua tangan dan wajahnya dengan air hangat. entah mengapa tubuhnya terus menggigil kedinginan.

“ belok kiri pintu ke dua..” gumamnya pelan.

“ tapi pintu mana yang harus kupilih..? pintu sebelah kiri? atau sebelah kanan?”

Nada mencoba untuk membuka pintu sebelah kanan namun terkunci rapat.

“ terkunci.. berarti sebelah kiri..”

Nada memutar handle pintu itu perlahan, kemudian Ia masuk dan menutup pintunya.

“ gelap sekali.. sakelar lampunya disebelah mana??” Tangan Nada meraba-raba dinding untuk mencari sakelar lampu.

“ ckliiik “ seketika lampu menyala.

***********

“ Ya Tuhaaaan..” yeoja itu menutup bibirnya dengan kedua tangan nya..tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ia berada di sebuah kamar yang agak besar, seperti nya sebuah kamar tidur, karena terdapat tempat tidur berukuran besar, sebuah lemari pakaian dan juga sebuah meja di sudut ruangan. Namun  bukan itu yang membuat nya terkejut, melainkan adanya foto-foto dirinya yang tertempel rapi memenuhi seluruh inchi dinding kamar tersebut.

foto-foto yang sebagian besar diambil di sekolah dan dengan berbagai sudut pandang.

di dinding sebelah kiri terdapat beberapa buah foto yang di beri tanda silang besar dengan tinta merah. fotonya dengan Lee Jinki di ruang BK, foto dirinya dengan Lee Taemin di ruang dance, dengan Choi Minho di club taekwondonya, serta dengan Jonghyun di perpustakaan. Namun hanya fotonya dengan Lee Jinki yang bertuliskan “ DIE!!”

Kemudian tak jauh darinya, tertempel foto Hye Jun dan kedua temannya. masing-masing bertuliskan “DIE!!”. dan diatas meja banyak sekali surat-surat yang dituliskan dengan tinta merah.

“ Kim Kibum kah yang selama ini mengirimkan ku surat terror?? apakah dia juga yang membunuh Lee Hye Jun dan teman-temannya??dan pembunuhan di villa itu…”

“ Nada.. Mengapa kau memasuki kamarku..??” terdengar suara berat dan dingin tepat dibelakangnya.

Nada perlahan berbalik menatap sekilas sosok namja di hadapannya.

“ Kibum ssi.. ka..mu..” Nada melangkah mundur, Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ hhh.. Aku melakukan semua itu untuk mu, Nada..”

“ Andwae.. Ya tuhaan… jadi selama ini kamu lah yang mengirimkan surat teror itu??” bisik Nada pelan.

“ SURAT TEROR?? SURAT ITU UNGKAPAN ISI HATI KU NADA!!! TAK SADARKAH KAMU BAHWA SELAMA INI AKU MENCINTAIMU??”

“ Andwae.. .”

“ Tapi mengapa tidak sekalipun kau melihat ku Park Nada?? Mengapa kau masih saja mengacuhkanku??”

“ Kibum ssi.. Hye Jun.. kamu kah.. yang..”

“ NE!! Aku yang membunuh mereka!! mereka menyakitimu!! dan mereka harus mendapatkan balasannya!! Begitu Juga Lee Jinki!! dan Lee Taemin!!! mereka tidak boleh menyentuh mu!! mereka tidak boleh menyentuh milikku!! Mereka pun harus mati!!” Kata Kibum kencang, membuat yeoja itu makin ketakutan.

*********

“ hhh.. hhh.. hhh.. aku meracuni Lee Jinki, Yaa, aku meracuni nya Karena aku melihat dirinya beberapa kali berciuman denganmu… aku membunuhnya karena tak ada satu pun yang boleh memilikimu kecuali aku..”

“setelah Jinki mati, tak tahu kah kau bahwa Lee Taemin mencium mu saat kau sedang tertidur?? itu yang membuat aku membunuhnya.. hhh.. hhh.. hhh..namja brengsek yang hanya bisa mengambil kesempatan.. ku ajak dia keruang bawah tanah ketika semua orang sudah tertidur, ku siksa dia disana..”

“ hhh.. hhh…di saat aku menyiksanya di ruang bawah tanah, Yui memergoki ku, aku terpaksa membunuh Yui tepat dihadapan Lee Taemin.. kemudian Choi Minho, Ia menemukan Taemin yang kebetulan masih hidup.. Maka untuk menutup mulutnya, aku juga harus membunuhnya..  Dua orang itu.. Yui dan Minho.. Jika saja mereka tidak mencampuri urusanku.. mereka berdua tak perlu mati.. hhh..“

“kemudian posisiku terancam karena tinggal Kau, Jonghyun, dan aku yang masih hidup.. aku tak ingin kau mencurigaiku sebagai pembunuh .. dengan cepat aku  menempelkan botol racun, botol obat bius, tali dan pisau ke genggaman tangan Jonghyun yang saat itu tidak sadarkan diri karena ku bius, agar seluruh sidik jarinya menempel disana . kemudian kutaruh benda-benda itu di tas miliknya. langkah terakhir..ku tusukkan pisau di tubuhku sendiri, tidak terlalu dalam, tapi cukup membuat ku hampir mati karena kehabisan darah.. dan darah yang keluar, ku oleskan di tangan dan baju Jonghyun..”

“dan pada saat dia membuatmu ketakutan.. itu adalah saat yang tepat untuk membunuhnya. hhh.. hhh.. hhh..rencanaku berhasil, bahkan dipengadilan kau bersaksi bahwa saat aku menembak Kim Jonghyun adalah usaha untuk melindungi dirimu.. maka jonghyun lah yang ditetapkan sebagai tersangka.. Dan kasus pun ditutup karena tersangkanya sudah mati..” ucap Kibum panjang lebar.

“ Andwae..” Yeoja itu menangis ketakutan. Ia benar-benar tidak percaya, Kim Kibum lah yang melakukan pembunuhan-pembunuhan tersebut. delapan pembunuhan dalam rentang waktu yang berdekatan.

“ Aku melakukan semua itu karena kamu, baby..” desah Kibum pelan, Ia maju beberapa langkah.

“ Andwae.. k..kau.. sudah.. gila.. Kim Kibum..” kata Nada terbata, Ia terus mundur, menjaga jarak dengan namja di depannya.

“ aku tergila-gila padamu, Park Nada.. Kini tak akan ada lagi yang bisa memiliki mu kecuali aku.. “

“ Andwae..” kata yeoja itu serak, Ia tak ingin berlama-lama dengan namja itu diruangan yang sama, dengan cepat, Nada segera berlari ke arah pintu.

Namun Kim Kibum lebih sigap, Ia segera meraih tubuh mungil Nada dan memeluknya erat.

“ Lepas..!! Lepas kan akuu Kibum ssi.. aku mauu pulaang..” isak Nada pelan sambil meronta., tangan nya mendorong sekuat tenaga tubuh namja di depannya.

“ Bagaimana mungkin aku melepaskanmu,, setelah sekian lama aku menunggumu.. setelah apa yang telah ku lakukan untuk mu.. aku tidak akan melepaskan mu,, Park Nada.. hhh..hhh…hhh..” Namja itu berbisik di telinga Nada. perlahan kepalanya turun ke leher yeoja yang masih terus meronta, hidung dan bibirnya menjelajahi leher indah tersebut. menghirup dalam-dalam aroma dari tubuh yeoja tersebut.

“ hhh..hhh..hhh.. baby.. I want you so bad..” erang Kibum pelan. membuat yeoja itu semakin terisak ketakutan. Kibum kini mengincar bibir Nada, bibir mungil berwarna kemerahan yang selama ini ingin dirasakannya. tapi ia sadar, itu tak mungkin dilakukan jika yeoja dipelukannya terus terusan meronta.

“ Andwaeee..” jerit Nada. Ia mendorong kuat-kuat tubuh namja di depannya namun namja itu tak bergeming sedikitpun. tangan nya memukuli dada Kim Kibum, berusaha membuat namja itu mundur, tapi semua yang Nada lakukan tak berguna, sekuat apapun Nada berontak, tanaga Kim Kibum jauh mengunggulinya. Yeoja itu berdiri gemetaran, Lututnya terasa lemas membuatnya sulit untuk terus berdiri. Nafasnya mulai tidak beraturan.

Dengan kasar, Kim Kibum mendorong Nada hingga tubuh Nada menghimpit ke dinding, membuat yeoja itu merintih kesakitan. Lalu satu tangan nya menahan kepala Nada agar tidak banyak bergerak. kemudian bibirnya mulai menyegel bibir Nada. lidah namja itu terus-terusan mendesak bibir mungil Nada untuk masuk kedalamnya, Namun yeoja itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

“ aahndww.. ahnndww..”

Kibum melepaskan bibirnya dari bibir mungil yeoja tersebut, di tatapnya mata yeoja itu dalam-dalam. Ia memeluk erat tubuh mungil yeoja tersebut.

“ hhh.. Kibum ssi.. lepass.. sakiit.. jebaal.. aku ingin pulang..” rintih Nada pelan, tangisannya makin kencang. tapi Kibum tidak perduli, Ia menginginkan yeoja itu sepenuhnya.

Kibum makin menekan tubuh Nada, Ia menahan kedua tangan Nada diatas kepalanya, dan satu tangan nya lagi mulai membuka paksa satu persatu kancing kemeja seragam Nada.

“ Yaa Tuhaaann!!.. Kibum ssi kamu mau apa??” isak yeoja itu panik.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby.. youre mine..” desah Namja itu sambil menjilat leher dan telinga Nada..

“Kib..bum ssi.. ngghh.. lepaas.. lepaas.. ku mohoon.. Andwaeee!!! Andwaaee!!”

***********

TBC

Gimana?? Gimana?? udah ketauan kan siapa mr. psycho nyaa.. samakah dengan tebakanmu selama ini?? maav yaaa. maaaaaavvv banget kalo part ini mengecewakan.. dan gampang ketebak alurnyaaa.. maav.. aduuuh, pasaran banget yaa.. ga tau deh mau ngomong apa lagiii.. saya hanya minta maav, jika part ini super duper jelek dan tidak seperti yang kamu harapkan..maaaavv banget yaa..

tadinya saya mau bikin part 5 tuh langsung ending.. tapi ga mungkin karena semuanya ada 25 lembar ms.word.. jadi saya potong disini aja yaa..

Okay.. gomawoo sudah baca.. jangan lupa komen, kritik dan saran yaaa.. luph you.. ^^

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

109 thoughts on “OBSESSION – PART 5”

  1. Dari awal juga antara yakin dan gak kalau Jonghyun pembunuhnya…ckck Key benar2 pintar menyembunyikan semuanya.. :/

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s