GALADRIEL THE LITTLE ELF

GALADRIEL THE LITTLE ELF

AUTHOR: Me (LyNdA LynDa) aka Park Hea Min

CAST:

  • Galadriel
  • Lee JinKi
  • Lee Hei Min
  • Kim Hyu Ra
  • Choi Soon Yi
  • Park Eun Jung
  • Kim Jin Hee
  • Choi MinHo

GENRE: Fantasy, Romance

LENGTH: Oneshoot

RATING: PG 15 *kayaknya*

Note: Fanfic ini tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan ELF, nama fans Super Junior.. ELF adalah sejenis peri.. kalau nggak percaya silahkan browsing di mbah google cari di Mitologi ELF.. keke

All POV is Lee Jin Ki POV

**************************************************************

“Oppa.. Oppa” teriak seorang yeoja berambut pendek sebahu kearahku..

Aku menghentikan langkahku dan berbalik kearahnya..

“wae, Hyu Ra-ssi??” ucapku

“ani.. Oppa.. erm.. aku punya tiket bioskop.. erm.. Oppa maukan pergi nonton bersamaku” Ucap Hyu Ra sambil memperlihatkan padaku senyum termanisnya..

“erm.. bagaimana ya..” Ucapku bingung

“Ayolah Oppa…” Rengeknya padaku..

“erm.b..”

Ucapanku terpotong karena tiba-tiba ada sebuah suara yang berteriak kearahku dan Hyu Ra..

“Ya.. apa yang kau lakukan Hyu Ra” Bentak Yoeja yang baru muncul itu pada Hyu Ra

“Aku mau mengajak Jinki Oppa kencan.. memang kenapa.. Apa kau keberatan Soon Yi” Ucap Hyu Ra sinis..

“Kalau iya memang kenapa.. Sudah kukatakan berkali-kali padamu.. Jinki itu milikku..” Ucap Soon Yi, seraya tangannya meraih lengan kiriku dan menggenggamnya dengan kencang..

“Jinki Oppa itu bukan milik siapa-siapa.. Kau bukan yeoja chingunya kan..dasar” Ucap Hyu Ra, sambil tangannya ikut menggenggam lengan kananku dengan kencang pula..

“Ya.. lepaskan tanganmu” Bentak Soon Yi

“Kau yang harusnya melepaskan tanganmu dari Jinki Oppa” Ucap Hyu Ra tidak kalah sengit

“Oppa…” teriak seorang yeoja yang tiba-tiba muncul dari arah belakangku dan langsung memelukku juga dari belakang.

“OMO” Teriakku kaget

“Ya.. Jin Hee.. apa yang kaulakukan..” Ucap Hyu Ra dan Soon Yi bersamaan..

“Mian ne.. tapi Jinki itu miliku.. jadi tolong lepaskan dia..”Ucap Jin Hee sambil tersenyum.. dan tangannya lalu menepis tangan kedua yeoja itu yang dari tadi mengerumuniku.. Ia menarik tubuhku kebelakangnya..

“Ya.. kau curang.. jangan mentang-mentang kau kenal lebih dulu dengannya jadi kau bisa berbuat seenaknya sendiri” Ucap Soon Yi

“Ya.. Jin Hee…ini tidak adil… lepaskan Jinki Oppa” Ucap Hyu Ra..

“Ani… Jinki itu cuma milikku..”Ucap Jin Hee

“Su..sudahlah.. hentikan perdebatan kalian” Ucapku yang mencoba menasehati mereka

“Oppa tenang saja, biar aku yang mengurus mereka” Ucap Jin Hee setengah berbisik kepadaku sambil tersenyum manis…

Bla..Bla..Bla.. perdebatan dimulai.. Yaah.. mau bagaimana lagi.. setiap hari sepulang sekolah aku harus selalu mendengar ocehan ketiga yeoja ini.. Annyeong.. aku lupa memperkenalkan diri.. Namaku Lee Jinki.. umurku 18 tahun, golongan darah O tinggi 177cm.. Makanan favorit ayam goreng, suka main piano dan tentu saja tidak percaya dengan sihir dan semacamnya.. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan ketiga yeoja ini.. mereka selalu saja mengejar-ngejarku.. Padahal aku sudah bersikeras menolak mereka.. haah.. berbagai macam cara sudah aku lakukan untuk membuat mereka bertiga tidak menyukaiku lagi.. dari mulai bertingkah konyol dan memalukan.. tapi tetap saja mereka masih mengejarku.. Apalagi yeoja yang bernama Kim Jin Hee, dia yeoja yang paling overprotective padaku.. Mungkin selama aku bersekolah disini, aku tidak bisa melenggangkan kakiku dengan tenang …

“Ya.. lihat itu Onew SHINee” Teriakku sambil menunjuk kearah kananku

Mereka bertiga langsung melihat kearah sana.. hahaha… kesempatan untuk kabur, aku langsung berlari sekuat tenaga menghindari ketiga yeoja itu.. Aku tidak peduli mereka sedang meneriaki namaku atau mengerjaku juga.. yang penting aku sudah bebas dari mereka… Aku berlari secepat yang kubisa kearah halte bus.. dan untung saja aku tidak ketinggalan bus itu.. Aku segera naik dan duduk di bangku paling belakang yang masih kosong..

————————————————————————

Aku berjalan keluar dari rumahku, yah sekedar mencari angin segar.. Sebelum keluar dari rumah, aku menoleh kekanan dan kekiri kali saja ketiga yeoja itu sedang menjadi stalker dan membuntutiku.. Setelah kupastikan aku tidak melihat dan mendengar sesuatu yang mencurigakan.. akhirnya aku melangkah santai menuju kesebuah taman kecil didekat rumahku.. Aku duduk disebuah bangku bercat hitam yang disebelahnya terdapat lampu tiang yang bercat senada dan memancarkan cahaya yang terang, tak kalah dengan cahaya bulan yang bersinar terang.. Aku memandang kelangit dan melihat kearah bintang-bintang yang bertaburan..

“Indahnya..”gumamku pelan..

Aku memejamkan mataku menikmati keindahan ini.. DUARRRR.. tiba-tiba aku dikagetkan oleh sebuah suara yang sangat keras mengahantam tanah.. Aku segera berlari kearah benda itu, aku terhenyak tidak ada lubang atau apapun yang terdapat disana.. cuma terdapat gumpalan asap yang terbawa angin malam begitu cepatnya.. Haah.. aku kira tadi UFO..

“Ya.. pabo Jinki.. mana ada yang seperti itu.. “Ucapku dalam hati.

Aku segera berbalik dan bermaksud pulang kerumahku andai saja langkahku tidak tertahan oleh sesuatu yang menurutku menarik untuk dilihat.. Dua meter dari gumpalan asap tadi aku melihat sesosok makhluk hidup.. Aku menyipitkan mataku dan melangkahkan kakiku mendekat kearah sesuatu itu.. Aku kaget.. saat aku berjarak setengah jengkal darinya, sesuatu itu tiba-tiba berdiri.. Sekarang tampak seutuhnya.. melalu sinar bulan yang terang aku melihat sesosok gadis cantik berukuran mini dengan rambut panjang berwarna keemasan dengan bola mata berwarna hijau bening yang menambah aksen rupawannya.. Bibirnya yang merah.. pakaiannya erm.. menurutku sangat aneh.. dia berpakaian serba hijau dan diatas kepalanya, terdapat rangkaian bunga yang sangat indah.. erm dan telinganya agak sedikit berbeda dengan manusia, bagaimana bilangnya ya.. agak memanjang keatas.. Aku melongo.. tidak percaya dengan yang kulihat, aku pasti sedang bermimpi saat ini.. aku mencoba mencubit lenganku sendiri.. dan AWWW.. aku berteriak keras dan sekarang aku benar-benar yakin kalau aku tidak sedang bermimpi.. aku tidak tahu aku sekarang sedang beruntung atau mendapat kesialan.. Aku mencoba menerka-nerka di kepalaku makhluk apa itu, hantu.. tidak.. dia terlalu cantik untuk disebut hantu.. erm.. manusia.. mungkin tidak juga karena ukurannya sangat kecil, yah menurut perkiraanku hanya sebesar ibu jariku.. liliput.. itulah pikiran masuk akal yang masih bisa kuterima.. tapi tunggu dulu.. aku kan tidak percaya takhayul.. aish.. Pabo Jinki..

Makhluk itu berjalan mendekat kearahku.. gerakannya sangat cepat.. hah..hah.. apa yang aku lakukan.. aish. Pabo Jinki.. lari.. selamatkan dirimu.. Aku mencoba berlari tapi malangnya nasibku aku malah terpeleset dan terjatuh.. Aku mengelus-elus pantatku yang sakit..

“wo diese??” Ucap makhluk berukuran mini itu padaku yang sekarang dia sudah berdiri didepanku..

Dia tersenyum, entah kenapa aku tidak merasa takut lagi dengannya.. aish.. pabo Jinki.. memang apanya yang mesti kau takutkan dari makhluk berukuran lima centi ini..

“wo diese??” Ucapnya lagi…

Aku tidak mengerti apa yang dia ucapkan.. Aku cuma melongo memperhatikannya.

“wer du bist??” Ucapnya dengan tatapan tajam kearahku..

Makhluk itu menengokan kepalanya kekiri dan kekanan.. dia terlihat sangat kebingungan.. Lalu dia berjalan kearah tangan kananku tentu saja sekarang posisiku adalah duduk ditanah akibat kejadian sial tadi..

“hallo.. mein name Galadriel.. Ich komme aus Noldor, Laiquendi.. Wie ist lhr name??” Tanyanya lagi padaku kali ini diiringi senyuman manis disetiap ucapannya..

“was machst du Mann??”

Aku tidak tahu harus menjawab apa.. aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia ucapkan.. *author: jangankan kamu, saya aja gg ngerti.. hahaha..*Aku semakin bingung…

“hey .. was du nicht auf mich hören.. Was bist du taub???” Ucapnya lagi

“Mensch… meine Hand halten, diese..” Ucapnya sambil mengulurkan tangan mungilnya kearahku..

“Come on .. sich beeilen” Perintahnya padaku..

Aigo..Aigo..Aigo.. Bagaimana ini?? Setengah bingung setengah heran.. aku mengulurkan telunjukku ketangannya tadi dan menyentuhnya.. Mungkin dia memintaku untuk menyentuh tangannya.. Oh God.. apa aku akan mati setelah ini.. aku memejamkan mataku.. 1 menit, 2 menit.. tidak terjadi apa-apa.. Keadaan masih sama.. dan aku lihat makhluk itu sekarang tersenyum puas kearahku..

“Annyeong…” Ucapnya girang..

“A..An..Anyeong” Ucapku terbata..

“Ha.. apa kau manusia??”Ucapnya lagi

“N..Ne.. Aku manusia.. dan kau apa??”

“Hwaa.. baru kali ini aku melihat manusia.. kau tidak tahu siapa aku?? Apa diduniamu tidak diceritakan apapun tentang kami??” Tanyanya

“Ani…”Jawabku

“erm.. namaku Galadriel.. Aku Elf..” Ucapnya

“Elf?? Dari mana asalmu”Tanyaku heran..

“Ne.. aku dari Noldor”

“Noldor?? Bagian bumi apa itu??”

“letaknya di dunia tengah..” Ucapnya

“Ya.. sekarang giliranku.. siapa namamu manusia??”

“Jinki imnida.. umurku 18 tahun… murid SMU yang biasa-biasa saja dan suka ayam goreng” Ucapku sekenanya..

“Nama yang aneh..” ucapnya..

“Namamu juga aneh” Balasku..

**********************************************

“Hwaa.. banyak sekali manusianya..” Ucap Galadriel yang melongok dari dalam tasku..

“Aigo..Aigo..Aigo.. kalau kau tidak diam kau akan kulempar ke Pochi..”

“Hahaha.. jahat sekali.. aku kan tidak bisa dilihat dan didengar oleh orang selain kau Jinki.. jadi kau santai saja..”

“Mwo?? Kenapa tidak memberitahuku.. dasar..” Teriakku… dan karena teriakkanku inilah seluruh orang dikoridor memperhatikanku… Aku segera berlari ke ruang kelasku dan duduk dibangkuku..

“Ya.. kenapa Pochi bisa melihatmu??”Tanyaku setengah berbisik takut kalau ada yang mendengar dan menyangka aku gila..

“Pochi kan hewan.. beda dengan manusia..” Ucapnya santai sambil menyembulkan kepalanya dari dalam tasku.. dan keluar dari sana…

“Ya.. Jinki-ah..” Ucap seorang namja tinggi kearahku..

“Ya.. Minho-ah.. tumben kau datang pagi.. sekarang kau sudah tidak bermasalah lagi dengan … *sambil memperagakan orang tidur”

“Ani.. Eun Jung membangunkanku..Jadi aku tidak bisa berkutik lagi..” Ucap Minho seraya duduk dibangkunya yang terletak didepanku..

“Kau beruntung punya tunangan sebaik Eun Jung” Ucapku..

“Ne..” Ucapnya sambil setengah tersenyum, erm lebih tepat senyum terpaksa..

—————————————————————————————————–

“Jinki.. kita mau kemana.. kenapa terburu-buru begini” Tanya Galadriel heran padaku

“Beli makan buat Pochi..” Ucapku sambil celingak celinguk memandang sekitarku…

“Sudah aman ayoo..”Ucapku..

Aku segera memasuki toko pakan hewan milik Pak Jang..

“Annyeong Jang ahjussi.. “ Ucapku pada seorang pria kurus memakai kacamata bulat dan kaos oblong putih dengan rambut yang sudah berubah putih dikepalanya..

“Hwoo.. Annyeong Jinki-ah.. Kau pasti mau beli pakan buat Pochi… hahaha” Ucap Jang Ahjussi

“Ne.. Ne” Ucapku sambil mengangguk-angguk..

“ Ini.. sudah kusiapkan pakan ayam terbaik untuk Pochi.. dia kan masih kecil.. musti banyak makan kan..hahaha” Ucap Jang Ahjussi sambil menyerahkan pakan ayam kearahku..

Setelah membayar dan mengucapkan terimakasih pada Jang Ahjussi aku segera keluar dari toko itu.. Saat dijalan, sialnya ketemu dengan Soon Yi.. dia dan aku sama-sama kaget tapi ekspresinya lalu berubah menjadi ekspersi gila.. Aku secepat kilat berlari dan tiba-tiba menabrak seseorang dan aku terjatuh.. Kulihat yang kutabrak seorang yeoja dan ia memakai seragam yang sama sepertiku.. Aku membantunya berdiri dan betapa kagetnya aku setelah dia menolehkan wajahnya kearahku.. ternyata dia Hyu Ra… Ia berteriak kegirangan.. Hwaa.. secepat kilat aku kabur lagi.. dan bersembunyi dibalik tong sampah..

“Ya.. Oppa.. dimana kau??” Ucap Soon Yi

“Oppa tidak bisa bersembunyi..” Teriak Hyu Ra

Aku mendelik mereka dari balik tong sampah.. Sial.. mereka masih berdiri disitu dan gawatnya sekarang mereka berdua berjalan kearah tong sampah, tempat persembunyianku.. huaa.. mati aku kalau sampai ditemukan…

“Jinki.. siapa mereka?? Apa mereka mengganggumu??” Tanya Galadriel sambil menyembulkan kepalanya dari balik saku kemejaku..

“Sangat…”Ucapku berbisik..

“Apa kau mau kubantu..”Ucapnya sambil tersenyum dan memainkan jarinya yang indah…

Aku kaget.. apa yang akan dilakukakn Galadriel.. Hwaa.. Soon Yi dan Hye Ra semakin dekat.. bagaimana ini.. Aku panik.. Tiba-tiba aku melihat dari tangan Galadriel muncul cahaya hijau yang indah..

“Pull up Einsätze” Ucapnya..

Seketika aku merasa tubuhku memasuki lorong yang sangat sempit dan dengan kecepatan yang tinggi.. Sekejab pemandangan yang kulihat berubah.. bukan lagi gedung tua yang usang yang tadi kulihat melainkan kamarku dan Pochi yang kuletakan disamping meja belajarku.. Aku menarik napas lega dan membenamkan diriku dikasur..

——————————————————————————————–

“Galadriel.. Kau tidak memberi tahuku kalau kau bisa magic..” Ucapku pada Galadriel sambil memberi makan Pochi dikandangnya..

“Hmm.. entahlah.. aku kira kau tidak tertarik dengan magic..” Ucapnya..

“hmm.. Apa semua Elf bisa melakukan magic..” Tanyaku

“Tentu saja..” Jawabnya enteng..

“Oh.. hebat..” Ucapku kagum..

“Ya..Jinki.. mereka itu siapa??”Tanyanya..

“Oh.. mereka itu yeoja yang sering mengejar-ngejarku.. sebenarnya masih ada satu lagi..”

“Apakau tidak lelah??” Tanyanya..

“Tentu saja.. Aku sudah melakukan berbagai cara tapi tetap saja mereka masih mengejarku..” Ucapku kesal..

*************************************************************

“Oppa.. Ayolah..” teriak Soon Yi

“Jangan.. denganku saja” sanggah Hyu Ra

Aku bingung harus berkata apa.. Mereka berdua selalu membuntutiku.. Tiba-tiba Galadriel berteriak dari dalam saku kemejaku…

“Jinki.. katakan saja kalau kau sudah punya pacar”

Hwaa… benar juga.. kenapa tidak pernah terpikir olehku.. Aku lalu mengatakan pada mereka berdua kalau aku sudah memiliki yeoja chingu.. Awalnya mereka kaget dan tidak percaya.. tapi akhirnya mereka tersenyum licik dan mengatakan kalau aku hanya membual.. Aku tetap bersikeras.. Dan pada akhirnya mereka berdua memintaku untuk mengenalkan yeoja chinguku pada mereka dan kalau aku sudah melakukan itu mereka tidak akan mengejarku lagi.. Awalnya aku sangat senang.. tapi kemudian aku tersadar.. aku kan tidak punya yeoja chingu.. Aduh.. gawat… matilah aku.. Ya.. tiba-tiba aku melihat sesosok yeoja yang familiar.. Aku menghampirinya..

“Ya.. Eun Jung-ssi” Ucapku sambil menepuk pundaknya..

Eun Jung nampak kaget dan menoleh kearahku.. Ia tersenyum.. aku membalas senyumannya.. Tapi kenapa wajahnya sembab..

“Eun Jung-ssi wae??” Tanyaku khawatir

“Ani.. Jinki-ssi..”

“Apa Minho melukai perasaanmu…”

Ia nampak terkejut lalu tersenyum masam.. Sepertinya tebakanku tepat.. Aku tahu kalau Minho tidak menyukai Eun Jung.. Mereka berdua dijodohkan oleh orang tua mereka… Minho tidak menyukai Eun Jung tapi menerima perjodohan itu dan sekarang dia sudah bertunangan dengan Eun Jung.. Menurutku Minho sangat beruntung bertemu wanita secantik dan sebaik Eun Jung.. Tapi Minhonya itu tuh.. haah.. Kasihan Eun Jung.. Kalau saja aku berada di posisi Minho.. pasti aku akan sangat senang dan pasti langsung jatuh hati dengan Eun Jung.. aish Jinki.. Pabo.. apa yang kau pikirkan…

“Apa kau benar-benar menyukai Minho??” Tanyaku..

“Tapi sepertinya Minho tidak menyukaiku.. dia sangat dingin..dan selalu menghindariku” Jawab Eun Jung lirih..

Sepertinya dia akan menangis.. Aduh.. aku tidak tahan melihat yeoja menangis.. Kukeluarkan saputanganku dari saku celana dan memberikannya pada Eun Jung.. Eun Jung memandangku dengan tatapan heran.

“Ini.. kalau kau ingin menumpahkan kekesalanmu.. tumpahkan saja.. tidak perlu sok kuat begitu.. kalau kau terus menyimpannya lama kelamaan otakmu akan meledak..”

Ia menerima saputanganku sembari tersenyum.. senyum yang tulus.. DEG.. heh.. apa ini… gawat-gawat.. apa yang terjadi padaku.. pikiranku mulai kacau. Ia lalu menangis.. meskipun menangis dia tetap terlihat anggun.. Sebenarnya aku tidak tega melihat yang seperti ini.. Tapi aku harus.. Kasihan Eun Jung sendirian. Setelah puas menangis ia menyeka air matanya dan mulai berbicara lagi padaku..

“Jinki-ssi.. kau pasti punya masalah juga kan?? Aku bisa melihatnya dari matamu” Ucapnya..

Yaah.. akhirnya aku mengatakan kalau sebenarnya aku ingin meminta bantuannya untuk menjadi yeoja chinguku sehari saja agar Soon Yi dan Hyu Ra percaya dan tidak mengejar-ngejarku lagi..

“Baiklah.. Jinki-ssi.. aku akan membantumu” Ucapnya..

“Gomawoyo Eun Jung-ssi”

***************************************************************

Yak..Yak.. hari ini aku kencan.. haha.. erm.. mungkin tidak bisa disebut kencan juga ya.. haah sudahlah.. Meskipun alasan sebenarnya untuk membuktikan pada Soon Yi dan Hyu Ra kalau aku sudah punya yeoja chingu.. Tapi aku tetap saja merasa kalau ini special..

“Jinki.. sepertinya kau menyukai gadis itu, erm.. siapa namanya.. Eun Jung..” Ucap Galadriel yang duduk disamping kandang Pochi..

“A..Ani..”Ucapku mengelak..

“Wajahmu seperti kepiting rebus.. kau berbohong” Ucapnya datar..

“S..Sudahlah.. Ayo kita pergi…” Ucapku sembari berjalan kearah Galadriel dan memasukannya kesaku jaketku..

——————————————————————————————————–

Aku tiba disebuah kafe.. Dan tepat dibangku deret kesembilan dari samping kanan didekat jendela.. aku melihat dua orang yang begitu familiar yang selama ini selalu membuntutiku.. Aku tersenyum dan melangkahkan kakiku masuk kekafe itu.. tapi sebuah panggilan telepon menghentikan langkahku..

“Yeoboseyo…” Ucapku

“Jinki-ssi” Ucap suara itu..

Aku mengenali suara itu, suara Eun Jung.. Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.. sepertinya dia sedang menangis..

“Mian ne.. Jinki-ssi aku tidak bisa membantumu..” Ucapnya..

“Gwenchana.. erm.. wae Eun Jung-ssi??”

“hiks.. Aku memutuskan membatalkan perjodohan antara aku dan Minho..”

“Mwo” Teriakku kaget..

“Ne.. aku sudah memutuskannya.. aku berharap semoga dia menemukan apa yang dicarinya..”

“Lalu kau sendiri.. Bukankah kau mencintainya”

“Ne.. Aku ingat sebuah kalimat cinta tidak harus selamanya memiliki.. Melihat orang yang kau cintai bahagia pasti akan membuatmu bahagia..”

“Lalu kau sekarang dimana??”

“Aku ingin pergi ke Inggris..” Ucapnya..

—————————————————————————————

Aku duduk disebuah bangku tua bercat putih yang terletak di bawah pohon besar.. Aku agak sedikit kaget mendengar apa yang dikatakan Eun Jung barusan.. Yaah.. aku juga tidak bisa menyalahkan Minho karena dia memang sama sekali tidak mencintai Eun Jung..

“Jinki..” Ucap Galadriel yang muncul dari balik saku jaketku..

“Jinki.. ayo cepat pergi kekafe.. dan buktikan pada mereka kalau perkataanmu benar” Ucapnya bersemangat..

“Sudahlah Galadriel.. Aku terima nasib saja.. Lagipula siapa yang akan membantuku berpura-pura jadi yeoja chinguku” Ucapku

“Payah.. Baru kehilangan Eun Jung saja sudah begini.. Kau itu namja atau yeoja sih..”

“Lalu aku harus berbuat apa.. Emang ada yang mau membantuku”

“Aku.. aku pasti membantumu” Ucapnya..

“Hahahahahahaha… kau bercanda..” Ucapku

“Tidak..”

Galadriel tersenyum kearahku lalu melompat dari saku jaketku.. Ia memainkan tangan indahnya lagi dan sebersit cahaya berwarna hijau yang sebelumnya pernah kulihat keluar lagi dari tangannya..

“Verwandel” Ucapnya..

Tiba-tiba di sekeliling Galadriel muncul cahaya berwarna kuning keemasan.. Cahaya yang menyelimuti tubuh Galadriel. Aku tidak tahu apa yang terjadi karena cahaya itu sangat menyilaukan sehingga memaksaku untuk menutup kedua mataku.. Beberapa detik kemudian setelah aku merasa sepertinya sudah selesai, aku membuka mataku dan langsung terperanjat mendapati seorang wanita cantik berambut hitam kecoklatan dengan bola mata coklat bening tersenyum kearahku. Aku melongo.. Meskipun dia merubah warna rambut dan bola matanya, aku tetap mengenali wajahnya.. Wajah yang sangat cantik milik Galadriel..

“Galadriel..”Ucapku kagum..

“Wae Jinki..”

“Kau.. kau..Perfect…” Ucapku

“Gomawoyo” Ucapnya sembari tersenyum kearahku, senyum yang sangat cantik..

————————————————————————————————————————-

Tepat sesuai dugaanku.. Soon Yi dan Hyu Ra terperanjat dan kaget melihat kehadiranku dan Galadriel.. Mereka seolah tak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat…

“Wae.. Hyu Ra-ssi, Soon Yi-ssi??” Ucapku

“Ini dia.. yeoja chinguku..” Ucapku lagi..

“hoo… I can’t belive this.. It’s Imposible..” Ucap Soon Yi

“OMONA… wajahnya kayak model papan atas” Rengek Hyu Ra

“Annyeong.. Jeo neun Lee Hei Min ieyo.. Mannaseo bangapseummnida..” Ucap Galadreil ramah..

“Ya.. Oppa.. berapa kau menyewanya??”Ucap Hyu Ra..

“Mwo??” Ucapku kaget

“Kau pasti berbohong Jinki-ah” Sambung Soon Yi lagi..

“Aniyo.. aku tidak berbohong.. Aku sudah membuktikan pada kaliankan.. Jadi mulai sekarang berhenti mengejarku lagi..”Ucapku

“Ya.. kau pasti bukan yeoja chingu Jinki kan” Bentak Soon Yi pada Galadreil

“Ani.. aku yeoja chingunya Jinki” Ucap Galadreil

“Buktikan kalau kalian adalah pasangan” Ucap Hyu Ra

OMO.. Bagaimana ini.. Mampus.. Pasti bakal ketahuan.. Ayo Jinki berfikir-berfikir.. Kalau tidak kau akan terperangkap selamanya dengan dua orang yeoja ini.. Aaah.. Cara satu-satunya membuktikan kalau aku dan Galadriel memang benar pasangan adalah dengan ‘itu’.. Tapi itu sangat berbahaya.. erm..menurutku.. Aku belum pernah melakukan hal ‘itu’ seumur hidupku.. menyedihkan memang.. tapi begitulah aku.. Aku memalingkan wajahku kearah Galadriel, entah apa yang dipikirkannya.. wajahnya seperti kaku.. Sedetik kemudian wajahnya berpaling kearahku.. Mata kami bertatapan.. Entah kenapa, aku merasa wajahnya semakin mendekat kearahku.. dan dan.. bibir merahnya yang mungil menyentuh bibirku.. Ia mengecupnya lembut.. Well, terus terang aku menikmatinya.. *author: langsung ngejambak nyuu..*

(author:: gue gg rela.. laki gue dicium..gyaa.. *siap-siap nyekek Galadreil..* reader: plakk..plakk.. *ngegampar author* lu nyang bego.. ngapain lu nyiptain scene kayak genean.. author: gue gg sengaja kepikiran.. khilaf.. hii.. beneran gg tega ngetiknya.. pengen nangis.. TT^TT.. I’m shock..I’m shock.. pasti nih lagi banyak ion negatife.. TT^TT.. besok langsung mandi kembang sepuluh rupa.. TT^TT)

Galadriel melepas ciumannya dariku.. Lalu ia memandangi Soon Yi dan Hyu Ra.. Wajah mereka berdua terlihat aneh.. sepertinya mereka shock *author: sama kyak gue.. shock juga TT^TT*. Mulutnya ternganga lebar.. Haa.. aku merasa kasihan juga terhadap mereka.. Tapi demi kebebasan aku harus kuat.. Aku menggenggam tangan Galadriel erat dan membawanya keluar dari kafe itu meninggalkan Soon Yi dan Hyu Ra yang masih belum kembali dari shock yang mereka alami..

————————————————————————————

“Waah.. Gomawoyo.. Jinki.. kau sudah mengajaku kesini.. Entah apa nama tempat ini.. tapi aku senang” Ucap Galadriel penuh semangat..

“Ne” Ucapku sembari tersenyum..

Aku membawa Galadriel kesebuah taman hiburan di kotaku.. Pasti dia sangat senang, tentu saja.. selama dua hari ini aku selalu melihatnya merasa kesepian, Galadriel hanya bermain bersama Pochi, anak ayam kesayanganku..

“Ini untukmu..” Ucapku sembari memberikan harum manis (gulali) padanya..

“Gomawo Jinki” Ucapnya sambil menerima harum manis pemberianku dan memakannya..

Ia tampak melahapnya dengan riang harum manis itu lewat bibir manisnya.. Aah.. Oh iya.. bibir itu ya yang tadi menciumku.. KATTS.. mengingat kejadian itu kenapa hatiku jadi tidak karuan ya.. Perasaan ini sama seperti perasaan saat aku berada di dekat Eun Jung, tapi kali ini agak berbeda.. menurutku perasaan ini seperti menggebu-gebu dan meledak ledak… *author: itu suara petasan ya??*. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namaku dari arah belakang.. Aku menoleh dan mendapati Jin Hee berdiri dibelakangku…

“Wae Jin Hee-ssi??”Tanyaku heran

“Ani.. Jadi itu yeoja yang bernama Lee Hei Min”Ucapnya

“Ne.. Aku Lee Hei Min” Ucap Galadriel..

“Aku akui, kau bisa menipu Soon Yi dan Hyu Ra, Jinki-ah… tapi kau tidak bisa menipuku.. ingat kita sudah lama berteman” Ucap Jin Hee

“Tapi kau tidak benar-benar menyukaiku kan… Kau masih mengharapkan Minho.. Benar kan Jin Hee” Ucapku spontan, aku tidak sadar berkata seperti ini..

Jin Hee tertunduk.. Sepertinya ia ingin menangis..

“Jin Hee-ah.. dengar.. kau tahu.. Perjodohan Minho batal.. Eun Jung sudah melepaskan Minho”

“Mwo??”Ucap Jin Hee kaget

“Ne.. jadi kau masih ada harapan.. ayo.. cepatlah berlari dan kejar Minho mu..”Ucapku dengan penuh semangat

“Jongmal mianne Jinki-ah…. Jongmal mianne selama ini aku melampiaskan kekesalanku padamu.. Aku selalu mengekangmu..” Ucap Jin Hee

“Gwenchana Jin Hee-ah..” Ucapku

“erm.. Gadis ini sangat cantik.. Jinki-ah.. hwaiting..” Ucap Jin Hee sambil tersenyum jahil kearahku..

Ia segera berlari  meninggalkanku dan Galadriel berdua lagi.. Entah mengapa suasananya menjadi canggung..

“Jinki… kau tahu…. Itu tadi yang pertama kalinya bagiku” Ucap Galadriel

“aku juga” Ucapku sambil menahan malu.. pasti wajahku sudah sukses berubah menjadi kepiting rebus..

“Hahaha.. wajahmu memerah lagi” Ucap Galadriel mengejekku

“Kau juga” Ucapku tertunduk menahan malu

Hening….

“erm.. Galadriel.. kenapa kau bisa memikirkan nama Lee Hei Min??” Tanyaku

“Ani.. aku juga tidak tahu..begitu saja ada di otakku.. haha.. wae Jinki” Jawabnya sambil tertawa..

“gwenchana.. erm.. kukira nama itu cocok untukmu” Ucapku tersenyum simpul

“hahaha.. aku lebih suka nama Galadriel” Ucapnya lagi..

Angin malam berhembus pelan, kupandangi bintang-bintang dilangit..  Yaap.. Beginilah kisahku.. Seminggu yang lalu aku tidak percaya sama sekali dengan takhayul dan sihir.. Tapi aku benar-benar tidak menyangka kalau mereka benar-benar ada dan selama ini hidup sejalan dengan kita, didunia yang tak seorangpun mengetahuinya.. Entah aku harus berterimakasih atau tidak, tapi aku bersyukur bisa bertemu Galadriel… Elf mungil yang cantik jelita…

**********************************************************

…The End…

Hahahaha.. geje sangat Endingnya..

Silahkan kasih keripik terserah mau nyang manis ato nyang pedes..

Saya baru disini jadi mohon bantuannya J

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

49 thoughts on “GALADRIEL THE LITTLE ELF”

  1. annyeong saeng,ni Chitra unnie,
    chukae ya?,
    aq blum smpet bca,mw tngglin jjak dlu,
    aq kget bnget wktu lhat author.a,

  2. annyeong saeng,ni Chitra unnie,
    chukae ya?,
    aq blum smpet bca,mw tngglin jjak dlu,
    aq kget bnget wktu lhat author.a,

    1. kekeke~~
      nyahaha~~ nggak tau juga chingu~~ *author geblek dah*
      sama siapa aja yg mau dah~~
      obral jinki..obral jinki~~

      PLAKK PLAKK *digebuk mvp*
      ^^V

  3. ya oloh~~
    FF bulukan aku dipublish.. kekeke…
    waah.. gomawo buat adminnya yaa.. *sujud sujud*
    ^^

    aa… gomawo bagi yang udah baca…
    kekeke

  4. ff nya keren..umm cb ada sequelx y…endingx g memuaskan..q kan penasaran apakah elf itu akan ttp dbumi ato tdk.. 😦
    /bbuukkk/dlempar author kamus kedokteran/author:krg ajar loe!!

    ffnya bgus!! aq suka!! ^^d

    1. kekeke~~ endingnya emang geje dah chingu~~
      sequelnya~~ aku emang ada mikir buat bikin sequelnya… kekeke… tapi otak author lagi error… gimana dong?? hiyaa.. #abaikan…

      aaa… gomawo ya chingu ^^

  5. huwee aku ngebayngin peri kecil, cantikk. >.< lucu bgt itu

    ide ceritanya bagus sekaleeehhhh~

    nice ff author ! 😉

  6. wuaaah,
    bagus author!
    Tp, dibikin dong lanjutannya,
    Penasaran nih,
    Jd si jinki sm siapa? Sm galadriel aja

  7. itu peri keren bgt bisa bahasa jerman . coba ada beneran peri kayak gitu, pasti aku suruh ngerjain pr jermanku . haha
    bagus ceritanya chingu . keren~~

  8. annyeong author..
    nice ff ching, apalagi ada nyunyu.hehe.
    tapi yg bikin ketawa tu pas si jinki blg ‘itu ada onew shinee’.
    trus2 aku kira pochi itu anjing, eh trnyta ayam toh…

    eh itu endingnya si elfnya plg k kampung halamannya y? (haha. sotoy)

  9. waahhh kereeennn….
    aku juga garela itu nyunyu nyium2 anak orang eh salah makhluk apalah ituu hahaha
    tapi ceritanya serruuuu….
    6 thumbs up buat author *tarik jempol jinki sama minho*

  10. mian chingu kgak bisa bales satu”…
    semua gabung disini aja yaa… kekeke

    @agneskey: lanjutin?? akan aku usahain.. tapi aku gg janji ya ^^
    @choi yoon hee : lanjutannya?? kekeke.. akan aku usahain buat sequelnya…
    makasih ya udah baca ^^
    @yulhaemz: kekeke… sebenarnya saya tidak tahu juga elf tuh pake bahasa jerman atau gg.. yg pasti asal legendanya dari Jerman…
    ya udah aku pikir dia bisa bahasa Jerman… ya pake aja.. kekeke… hoo… Iya… bagus tuh chingu.. silahkan diarak buat ngerjain Pr Jerman kamu… kekeke PLAKK *dicekek Galadriel*
    @Dhikae: gomawo~~ gomawo~~ gomawo~~ ^^
    @tofulovely: kekeke… gomawo… Iyee.. Onewnya tereak dirinya sendiri.. hahaha… hoo.. Pochi itu anak ayam kesayangannya si Onew.. ntar katanya kalau udah besar, mau disembeleh buat dia makan… *sadis bener* PLAKK *dipukul Onew*
    @MenikKEY: kekeke.. sequelnya?? aku gg janji ya~~ ^^
    @icusnabati: Iya tuh chingu~~ Onew~~ TT^TT
    waaa.. gomawo ya.. kekeke ^^
    @Oelfahoelfah: makasih banyak.. gomawo udah baca chingu ^^

  11. Bwahahahhah~ Ending-nya bukan geje,onn!! tapi lucu *menurutku* aku ajah smpe ktawa2 ga jelass!! hehe~

    “DAEBAK-lah!!” Hwaiting!!!!!

    1. nyahahahaha~~ Ayu saeng~~ kekeke~~
      gomawo sudah membaca FF GEJE ini.. kekeke…

      waaaa… gomawo… kekeke…

  12. Aku balesnya disatu kotak ajaa yaa~~
    kekeke
    @Zee_Zianida: aaaa… gomawo..gomawo..gomawo…
    kekeke… makasih ya udah baca.. keke
    @shayleeshr: kekeke… Galadriel itu pacarnya Jinki ya?? *ditanya malah balik nanya…
    PLAKK.. *author geblek*
    makasih udah baca~~ ^^
    @taemtaem: gomawo… ^^
    kekeke.. endingnya geje chingu~~ hahahahahahalah~~
    PLAKK..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s