SHINee Hello Dongsaeng – Part 10 (END)

SHINee Hello Dongsaeng~! (Part 10-END)

 

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

H-2 to Indonesia

“Ha Joonnie~ Bangun,” ucap Key sambil mengetuk pintu kamar Ha Joon.

“Ne,” jawab Ha Joon dari dalam kamar, parau. Ia kemudian beranjak bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.

“Sudah agak baikan?” tanya Key sedikit cemas. Ha Joon mengangguk.

“Iya, oppa. Makasih,” jawab Ha Joon sambil tersenyum. Key mengusap kepala Ha Joon.

“Sarapan dulu, yuk. Oh iya, hari ini kamu nggak sekolah, ya,” kata Key. Ha Joon melongo.

“Lho? Kok gitu?” tanya Ha Joon heran.

“Iya, soalnya kita mau siap-siap pergi, kan?” tanya Key balik.

“Pergi? Ke mana?”

“Buset dah. Masa kamu lupa? Kita kan mau ke Indonesia!”

“Eh? Yang kemarin itu serius, oppa?”

“Ya iyalah!”

“Tapi itu bukannya lusa, ya?”

“Siap-siapnya sekarang, Ha Joonnie. Udah yuk, cepetan. Ditunggu soalnya,” kata Key. Ha Joon mengangguk, lalu mereka buru-buru ke ruang makan.

“Pagi~” sapa Ha Joon sambil duduk di kursinya, lalu mulai makan.

“Heh! Cuci tangan dulu!” ujar Jonghyun sambil menepuk tangan Ha Joon.

“Ne? Uh… Iya deh,” kata Ha Joon lalu pergi ke wastafel untuk mencuci tangan.

“Hari ini kita ngapain, hyung?” tanya Taemin pada Onew.

“Err~ Banyak. Beresin baju, beresin ini rumah, beli makanan, ngurus sekolahmu sama Ha Joon, terus ke McD deh (di Korea ada McD nggak sih._. #authorngarang)” jawab Onew santai.

“Kok ada McD-nya? =.=” tanya Minho.

“Everyone just can’t stand to a fried chicken, Minho-ya,” jawab Onew sambil terkekeh.

“Whatsoever, hyung,” kata Minho lalu meneruskan makannya. Onew cuma terkekeh kecil.

“Oke, let’s see… Pembagian Tugas untuk Pergi ke Indonesia,” timpal Key tiba-tiba sambil membolak-balik selembar kertas.

“Apa pula itu?” tanya Jonghyun sambil menaikkan alisnya dengan tampang ‘apa-banget-sih-judulnya’.

“Pembagian tugas yang bersihin rumah, pergi ngijinin Taemin sama Ha Joon, beresin baju sama beli makanan,” kata Key santai, sementara yang lain langsung menyuarakan protesnya.

“Ah, sudah sudah! Kalau nggak dibagi tugasnya, ga bakalan selesai tau!” Key mulai mengomel. Akhirnya yang lain pasrah dengan aturan kertas buatan Key tersebut.

“Onew hyung dan aku pergi ke sekolah Ha Joon dan Taemin untuk izin. Jonghyun hyung dan Taemin beres beres rumah. Minho dan Ha Joon beres beres baju. Arasseo? Ne? Oke, aku dan Onew hyung mau pergi ke sekolah kalian dulu. Lalalalalala~ Aku tidak dengar apa yang kalian katakan daaah!” samber Key begitu saja sambil menarik Onew keluar dari ruang makan, sementara yang lain hanya melongo tanpa berkata apapun. Sementara Key berjalan keluar rumah sambil tersenyum penuh kemenangan, “Key dilawan!”

***

“Oppa beresin bajunya Jonghyun oppa, Taemin oppa sama punya oppa sendiri ya. Aku mau beresin punyaku sendiri sama Onew-Key oppa. Oh ya ‘benda terlarang’-nya oppa juga ya yang beresin, aku nggak mau beresin (-_-)” kata Ha Joon. Minho menatap Ha Joon sambil mengernyitkan dahinya.

“Benda terlarang apaan?” tanya Minho dengan wajah polos. Ha Joon menepuk jidatnya.

“Itu loh, masa ga tau sih? Barang yang oppa pakai setiap hari,” kata Ha Joon dengan wajah memerah. Minho tambah bingung.

“Apa, sih? Baju, kan? Emang baju terlarang kenapa? O.o” tanya Minho lagi.

“Bukan! Aduh oppa, bukan itu. Da-lem-nya,” kata Ha Joon. Minho menjentikkan jarinya.

“Oh! Arasseo,” kata Minho sambil terkekeh.

“Nggak dari tadi,” cibir Ha Joon sambil memulai membereskan bajunya dan oppa-oppanya. Minho tersenyum kecil.

“Ha Joon! Sini, deh!” teriak Jonghyun tiba-tiba dari lantai bawah.

“Ng? Iya bentar~!” sahut Ha Joon, “bentar ya oppa!”

“Ini juga dibersihin?” tanya Jonghyun saat Ha Joon datang ke tempatnya sambil menunjuk ke sudut rak dekat dinding.

“Ya iyalah,” jawab Ha Joon singkat.

“Ini?” tanya Jonghyun sambil menunjuk ke atas rak.

“Iya lah! Udah ah, pokoknya semuanya dibersihin. Aku mau beres beres baju. Daah~ Nanti tanya Taemin oppa aja ya,” kata Ha Joon lalu kabur ke lantai atas, sementara Jonghyun berdecak kesal.

“Gagal deh kesempatannya -_-.”

***

“Yang ini punyaku… Ini punya Taemin,” gumam Minho sambil memasukkan baju-bajunya ke dalam koper, sementara Ha Joon baru saja datang dari tempat Jonghyun.

“Sudah selesai?” tanya Minho kalem masih sambil memilih-milih baju yang akan dibawa.

“Udah :D” jawab Ha Joon singkat.

“Ha Joon!!”

“Buset dah, apa lagi sih Jonghyun oppa?” kata Ha Joon kesal, lalu pergi lagi ke lantai bawah. Minho tertawa kecil.

“Jonghyun hyung kayaknya jealous nih,” gumamnya, lalu mulai membereskan baju-bajunya lagi. Tiba-tiba Minho menatap ke arah foto masa kecil Ha Joon yang terpampang di meja belajarnya, lalu terkikik kecil.

“Anak kecil,” gumamnya. “Tapi menarik…”

“Ya!! Ha Joon-ah!”

“Selesaikan saja bersama Taemin oppa!”

Langkah derap terdengar mendekat. Ha Joon membuka pintu kamarnya agar sedikit lebar, lalu sedikit terbelalak melihat koper yang (seharusnya) ia susun sudah rapi. Kemudian matanya melirik ke arah Minho yang masih asyik menyusun baju.

“Oppa, kok sudah rapi?” tanya Ha Joon.

“Kamu lama. Daripada nggak selesai, mending aku yang beresin. Berterima kasihlah!” jawab Minho. Ha Joon tersenyum senang.

“Untuk hari ini aku mau beli snack kesukaan Minho oppa! Gomawo yo~” teriak Ha Joon senang lalu pergi keluar kamarnya. Minho menggeleng kecil sambil tersenyum.

‘Anak kecil tetaplah anak kecil…’

Dan sesaat ia sudah memantapkan hatinya. Ya, hatinya tentang Ha Joon.

***

H-1 menuju Indonesia

Key berdecak sebal. Ia mengacak rambutnya, lalu melihat lagi ke arah jam yang ada di tangannya. Sudah sejam lebih ia menunggu di rumah bersama Onew, tetapi batang hidungnya Minho dan Jonghyun belum nampak juga—sementara Ha Joon dan Taemin masih asyik bermain game sambil berteriak-teriak kegirangan.

“Aduh, Jjong mana, sih?” dengus Onew sebal. Dirinya merasa bersalah juga menyuruh Minho dan Jonghyun pergi membeli makanan ringan untuk perjalanan besok.

“Kamu sih hyung nyuruh mereka berdua, kalau mereka bertengkar di jalan gimana?” tanya Key khawatir. Onew mengernyitkan dahinya.

“Maksudmu?”

“Tuh,” bisik Key sambil menunjuk ke arah Ha Joon yang masih asyik bermain game bersama Taemin. Onew manggut-manggut.

“Mereka berdua kok bisa sih suka sama anak kecil?” gumam Onew sendiri.

“Lah, kau suka padaku, kan?” tanya Key memulai akting mini drama-nya sambil menyeringai nakal.

“Key, hentikan! Kalau mau sinetron-sinetronan sama Jjong aja!” marah Onew. Key hanya terkikik kecil.

“Aku pulaaaang!”

Suara cempreng khas itu. Onew dan Key saling berpandangan.

“Syukurlah,” ucap mereka berdua lega.

***

“Kok nggak ada coklat?” tanya Ha Joon sambil mengubek-ubek plastik besar yang tadinya dibawa Jonghyun dan Minho.

“Cari yang benar,” kata Jonghyun sambil mengemut lolipopnya dan mengganti-ganti channel TV.

“Aha, ini dia!” kata Ha Joon berbinar-binar sambil mengambil coklat kesukaannya.

“Hei, Ha Joon-ah!” sapa Minho tiba-tiba (dan tumben). Ha Joon menoleh. Jonghyun melirik ke arah keduanya.

“Eh, oppa,” sapa Ha Joon sambil tersenyum manis.

“Sini, deh, bantuin aku yuk,” ajak Minho.

“Bantu apa?” tanya Ha Joon penasaran.

“Ssstt… Jangan keras-keras. Makanya, sini,” kata Minho mengisyaratkan Ha Joon untuk mengikutinya. Jonghyun berdecak kesal setelah mereka pergi.

“Kalau aku ikutan ngintip, nanti ketahuan. Aku kan nggak pinter sembunyi. Terus nanti kalau ketahuan, tengsin dong. Nanti juga ketahuan kalau aku suka sama Ha Joon… ARGH!” seru Jonghyun sambil menjambak rambutnya sendiri.

“Jonghyun hyung itu kenapa sih teriak-teriak sendiri… Menakutkan,” kata Taemin sambil menatap Jonghyun heran, lalu pergi dan meneguk Coke-nya.

***

Hari H, bandara Incheon

Jonghyun menatap Ha Joon—lebih tepatnya ke arah lehernya—terdapat kalung yang menjuntai indah dengan bandulan lucu berinisial HM. Pikirannya ke mana-mana. HM? Ha Joon-Minho? Ia menggelengkan kepalanya keras. Tidak, tidak mungkin begini.

“Jjong! Cepetan ah, udah mau take off nih!” seru Key sambil menjitak kepala Jonghyun.

“Aduuuh! Iya, bentaran,” keluh Jonghyun sambil mengelus-elus kepalanya, lalu mengikuti Key. Ia lirik kanan-kiri, “Mana Ha Joon—eh, Minho maksudku—mana dia?”

“Udah di pesawat dari tadi. Kamu sama Ha Joon lama banget, sih. Udah kubilang jaga dia, pas mau take off ajakin. Malah ngelamun sambil liatin dia! Dasar mesum!” omel Key tidak jelas.

“Enak aja, siapa yang mesum?” tanya Jonghyun kesal, lalu melirik ke arah Ha Joon di belakangnya yang masih senyam-senyum dari tadi.

“Oppa kenapa liatin aku begitu?” tanya Ha Joon saat ia sadar dilirik Jonghyun dari tadi.

“Kamu tuh aneh, senyam-senyum dari tadi. Diliatin orang-orang, tau,” jawab Jonghyun masih sambil melirik Ha Joon yang sekarang ada di sebelahnya—dan tak lupa kalungnya—itu.

“Yee, biarin! Memangnya kenapa?” tantang Ha Joon.

“Dibilangin!”

“Woy, Jonghyun—Ha Joon! Berhenti, berisik tau. Bandara nih, bandara. Jangan norak dong,” Key mulai mengomel ala ibu-ibu, sementara Ha Joon menjulurkan lidah pada Jonghyun.

‘Huh, apa-apaan ini? Kenapa aku terlalu peduli padanya?’

Jonghyun melengos kesal, lalu pergi berjalan lebih cepat bersama Key.

“Omo~ Oppa! Jangan cepat-cepat, tungguin dong!”

Jonghyun dan Key terkekeh sambil menatap satu sama lain.

***

Bali, Indonesia

HM…

Ha Joon-Minho?

Jonghyun bangun dari tidurnya, lalu mengacak-acak rambutnya dengan sengaja. Belum ada beberapa menit check-in hotel di Bali, dia sudah berpikiran seperti ini. Hatinya tak karuan. Pikirannya kacau.

Dasar anak kecil…

Ah, tapi nggak selalu Ha Joon-Minho, kan? Bisa saja yang lain, tapi apa?

Jonghyun menggelengkan kepalanya keras, lalu meraih telepon selulernya dan menekan keypad-nya tergesa-gesa.

Dia, saat ini, memang harus mengakui semuanya. Ya, terutama perasaannya.

“Sial. Aaaaah! Aku nggak tau nomernya Ha Joon yang baru di provider Indonesia!” seru Jonghyun kesal, merebahkan dirinya di tempat tidur dengan muka tertelan bantal sambil meninju kasur dengan sebal. Lalu tiba-tiba ada SMS masuk di nomernya.

“Hei, kita mau jalan-jalan hyung. Ikut nggak? Pantai Kuta, nih. Lumayan cuci mata 8D. –Minho”

Jonghyun menatap isi SMS-nya dengan sebal. Mana mungkin dia sempat memikirkan untuk cuci mata di tengah hati yang kalut seperti ini, dan gara-gara setan kecil hatinya, juga gara-gara si pengirim SMS yang barusan?

“Aku nggak enak badan. Kau saja. Cuci mata… Nanti cuci di kamar mandi aja. Have fun!”

Jonghyun cepat-cepat menekan tombol ‘Send’, lalu merebahkan dirinya di tempat tidur, dan berusaha untuk memikirkan hal-hal selain Ha Joon… dan Minho.

Ya, Ha Joon dan Minho di Pantai Kuta yang indah dengan desiran ombak dan pantai pasir putih *author ngiklan Visit Indonesia 2010 (?)* berkejaran di pantai…(kayak film bollywood XD)

Kemudian dengan sigap Jonghyun mengganti bajunya dan buru-buru menyusun rencana sebagai crasher momen indah mereka.

***

“Eh, Jonghyun oppa nggak enak badan?” tanya Ha Joon begitu Minho bilang kenapa Jonghyun nggak ikut ke Pantai Kuta.

“Iya, katanya sih gitu. Ah palingan juga kecapean. Eh, liat deh ini. Bagus ya gelangnya?” tanya Minho balik, sedangkan Ha Joon menatap kosong ke bawah. Tiba-tiba saja hatinya merasa khawatir dan ingin kembali ke hotel.

“Mian, oppa… Aku… nyusul Jonghyun oppa dulu, deh. Khawatir,” kata Ha Joon tiba-tiba, lalu melesat pergi tanpa persetujuan Minho dulu.

“Ya! Ha Joon-ah!” seru Minho, namun gadis itu tetap berlari tanpa menghiraukan panggilan Minho.

“Ternyata walau bagaimanapun juga… Aku tetap kalah, ya,” gumam Minho sambil tersenyum menatap Ha Joon yang perlahan menghilang, lalu melanjutkan memilih-milih gelang lagi.

***

Jonghyun mencoba menghubungi Minho, tapi tidak ada jawaban. Yang ada malah mailbox. Jonghyun merasa bahkan sekarang telepon seluler itu sama sekali tidak berguna—setidaknya untuk saat genting seperti ini.

‘Kalau kau menemukan mereka sudah ‘jadi’, maka kau adalah lelaki terbodoh di dunia, Kim Jonghyun. Babo!’

Jonghyun terus mengulang kalimat itu dalam kepalanya, masih berlari mencari di mana si jangkung dan si perengek-manja-tapi-ia-sangat-suka itu berada. Hasilnya ia malah menemukan lelaki jangkung yang tampan—sedang memilih gelang manik-manik cantik untuk ukuran seorang wanita—yang tak lain adalah Choi Minho.

“Ya! Minho-ya! Mana Ha Joon?” tanya Jonghyun tanpa basa-basi sambil menghampiri Minho yang asyik memilih-milih gelang.

“Heh? Hyung kok di sini? Bukannya tadi hyung…”

“Ah, sudahlah! Cepat katakan mana Ha Joon?” sambar Jonghyun tak sabaran.

“Itulah… Ha Joon menyusulmu waktu aku bilang kau nggak enak badan dan tiduran di hotel. Eh, ternyata hyung malah ke sini. Harusnya aku yang tanya mana Ha Joon, harusnya kalian kan berpapasan!” ujar Minho. Jonghyun menatap Minho tak percaya.

“Kau membiarkan anak di bawah 16 tahun berkeliaran di negeri orang tanpa tau peta?” tanya Jonghyun dengan nada meninggi. Minho sekarang merasa bersalah.

“A… Aku… Ah! Kan ada telepon seluler!” elak Minho.

“Kalaupun begitu, coba kau telpon Ha Joon sekarang! Aku bahkan menerima banyak mailbox dari nomormu, Minho-ya… Kenapa kau begitu ceroboh?”

“Mi… Mianhae, hyung. Akan kucoba,” kata Minho sambil mencoba menghubungi Ha Joon.

Dewi Fortuna sedang tertidur. Mailbox.

“Hyung…” kata Minho, “mailbox.”

“Nah! Apa kubilang?” ucap Jonghyun sebal, lalu tanpa ba-bi-bu pergi menyusuri jalanan mencari Ha Joon.

“Hyung, mau ke mana!?”

“Cari Ha Joon!!”

***

Ha Joon mendesah kesal. Berkali-kali ia memutari jalanan ini, tapi mana hotelnya? Mana mungkin hotel tersebut berpindah tempat?

Ia berjalan lagi sambil mengingat-ingat jalan yang barusan ia tempuh bersama Minho, lalu mulai menyalahkan diri sendiri kenapa tidak bisa mengingat dengan cepat. Ia menatap ke sekelilingnya, menggembungkan pipinya sebal lalu duduk di trotoar—persis anak hilang. Tiba-tiba suara yang sangat dikenalnya memanggil namanya. Ha Joon menoleh.

“Han Ha Joon!!!” serunya.

Rupanya si oppa rambut kuning. Ha Joon menatap Jonghyun yang berlari mendekat ke arahnya.

“Oppa dari mana saja?” tanya Ha Joon dengan tampang tak bersalah.

“Kau ini! Seharusnya aku yang bertanya!” jawab Jonghyun kesal. Ha Joon menatap Jonghyun dalam.

“Oppa sudah sembuh?” tanyanya lagi. Jonghyun balik menatap Ha Joon tak habis pikir. Anak ini tersesat, tapi bagaimana bisa masih memikirkan ‘sakit’nya?

Tiba-tiba Jonghyun menyeringai. Mungkin ini saatnya.

“Menurutmu?” tanya Jonghyun balik.

“Entahlah, aku…”

“Menurutmu bagaimana jika ada orang yang menyukai seorang gadis tapi gadis itu malah berjalan-jalan bersama orang lain dan memakai kalung pemberian orang lain itu?” tanya Jonghyun tanpa basa-basi. Ha Joon tersentak.

“Maksud oppa?”

“Ha Joon-ah. Pikiranku kalut. Hatiku berantakan. Semuanya gara-gara kau. Kau ini cuma anak kecil tapi efek sifat anak kecilmu itu berpengaruh padaku. Dan lebih parahnya lagi kau malah menyukai Minho, kau pikir aku mampu bertahan dalam keadaan seperti itu? Demi Tuhan, Ha Joon-ah. Rasanya campur aduk,” jelas Jonghyun panjang lebar. Ha Joon melongo.

“Ma… Maksud oppa?”

“Aku… menyukaimu. Dan kenapa kau tidak sadar? Aku tidak bisa menunggu lebih lama, Ha Joon-ah. Aku tidak punya waktu banyak untuk itu!”

“Tu… Tunggu. Tapi ini salah,” ucap Ha Joon tiba-tiba. Jonghyun terdiam menatap Ha Joon.

“Sadarlah, oppa. Aku terpaut 6 tahun lebih muda darimu!”

“Lalu? Apa yang salah dengan itu?”

“Kau ini menyukai gadis yang 6 tahun lebih muda darimu! Sadarlah! Aku terlalu muda!”

“Lalu kenapa? Aku akan menunggumu!” seru Jonghyun. Ha Joon menatap Jonghyun kaget.

“Kau… akan menungguku?”

“Ya,” jawab Jonghyun singkat.

“Berapa lama?”

“Selama yang kau mau,” jawab Jonghyun lagi.

“Dan bagaimana dengan SHINee World?”

“Mereka pasti akan mengerti.”

“Minho oppa?”

Jonghyun terdiam.

“Aku mendukung kalian, kok.”

Tiba-tiba suara berat menyela pembicaraan mereka berdua. Choi Minho, dengan senyuman mautnya.

“Sekeras apapun aku berusaha, posisi hyung itu ternyata lebih tinggi daripada posisiku. Untuk ini… Aku mengaku kalah,” kata Minho sambil menjulurkan lidahnya. Jonghyun terpana mendengar kata-kata Minho.

“Sekarang, terserah apa kata Ha Joon,” kata Minho lagi. Kedua lelaki itu menatap Ha Joon yang tengah kebingungan.

“Uhm… Aku…”

Jonghyun dan Minho menatapnya lekat-lekat.

“Aku… Untuk saat ini tidak bisa menerima siapapun,” kata Ha Joon, “Aku sudah cukup bahagia dengan 5 oppa-oppaku… Mengenal kalian itu kesempatan besar dalam hidupku, jadi… Aku masih ingin menjalaninya apa adanya, sekarang ini, seperti ini. Kesimpulannya, aku tidak bisa menjawab sekarang, Jonghyun oppa. Mianhae.”

“Lalu kapan kau akan membalasnya?” tanya Jonghyun, berharap itu besok atau seminggu lagi.

“Entahlah. Pokoknya setelah aku siap,” jawab Ha Joon sambil tersenyum. Dan lagi-lagi Minho-Jonghyun cuma terhenyak melihat senyumannya.

“Ah, udah deh! Jangan jadi se-serius ini, dong. Ayo mulai belanja lagi~ Mana bentar lagi sunset! Ayo, oppa! Kkaja!” seru Ha Joon sambil menggandeng lengan Minho dan meninggalkan Jonghyun.

“Hei! Tunggu aku! Dasar anak kecil!” seru Jonghyun kesal.

“Dasar bawel! Hahaha!” seru Ha Joon dan Minho bersamaan.

Tanpa Jonghyun sadari, Ha Joon telah mengganti bandulan kalungnya.

Dari HM, menjadi HJ. Ha Joon-Jonghyun.

 

END

 

Waaa maaf endingnya ngegaje di Bali (?) >< Makasih buat semuanya yg udah setia baca fanfic gaje saya, buat Lana eonn… maaf aku sering telat ngirimnya, maklum jadwal padat ><;;*sok sibuk* 😀 Tapi pada akhirnya aku memangkas (?) cerita-cerita yang lain dan akhirnya berhenti di part 10… cukup panjang, kan? Semoga kalian puas ^^;; sekali lagi kamsahamnida dan mianhamnida kalo ada kata22 yang menusuk hati (?) XD ~ Himnae~! (?) XD

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “SHINee Hello Dongsaeng – Part 10 (END)”

  1. wooaaah… the end yyaa?? like it like it!! ^^
    cielaaah jjong ganti kalung tu ha joonnyaa wakkk #apadaah
    Nice fflah

  2. KYAA!! ENDING-nya di BALI yah??

    Sumpahh,, ini bukan baguss!! tapi…. ini bagus+lucu pula+kerenn!!! heheh~ Like it!!

  3. gyaaaaa cyyyyyyn akhirnya dilanjutin jugaaa XD
    aaaa tapitapitapi kok udah ending? bukannya kata kamu mau ampe part 20? .__.

    aaaaaa tptp seruuuuu aaaaaa knp gajadian ajasih Ha joon ama Jjong? ngegantung niiiiih *dilempar panci*

    daebak cyn!!! XD

  4. Suer!Nih ff yang bikin aku nguras air mata nunggunya
    Tapi klo gak salah di blo lain dah sampe epilog kan?
    Akku demeeeeeeeen banget sama nih ff!!!
    Nlainya 10000~!!!hahaha
    Daebak!

  5. Kyaa~
    Ni ff keren banget..
    Aq dri kmrin nunggu ff ni publish..
    Happy ending..
    Walaupun ha joon gx sma 2 2 ny..
    Tp gx ap” la..
    Stu kta tuk ff ni “Daebak” ^^b

  6. kenapa ga diterima ??!!!
    Ah Ha joon sok suci nih (?)
    XD KURANG PANJANG ! *maksa*
    hahaha tapi emg rame bgt kok saeng !!
    Ntar bikin cerita lain ya saeng :3

  7. hmm ff yg aku tunggu keluar juga
    hore hore
    seru bangetlah , entah kenapa aku jadi suka adegan key disini
    umma banget lah dia
    great job author
    jempol !

  8. qw bru bca dri part 1,, bgus,, end’y qw ska,, ad komedi Ɣƍ nylip,, end’y jg bgus,, minho g ad psngan’y?? sma qw aja *plak

  9. MUAAAA KEREEEEN!
    berarti Ha Joon berapa umurnya ya? 14? 15? ya? Cieeee romantis banget mau ditungguin sama jonghyuuun -_-”
    aaa keren sekaliii

  10. secara gak langsung si ha joon tuh udah milih jjong..
    wew
    ending yg sangat indah 😀

    tapi agak sedih juga mesti pisah ama SHD 😦

  11. waaah author keren banget ending ny!!!!

    yeeeeehh ha joon engga jadi sama minho yaa?? kalo gitu minho buatku aja yak *ditonjok flames*

  12. aigooo….apdahal aq berharap dia milih minho. hiksuuuu -___-“”

    hehehe tap tak apalah . kasian juga jong hyun.

    fyuuuhhh akhirnya finish juga ceritanya.

    gomawo author, udah menyediakan cerita sebagus ini untuk menemaniku makan sore :DD

  13. Akhirnyaa selesai juga ngebaca dari part 1 sampe 10. hufh~ satu kata buat author: DAEBAK!~
    Hahaha. Bisa gitu ya Minho sama Jjong suka sama anak SMP =.=”

  14. Wow 😮 sy kira endingnya nnt sm minho ternyata sama si rambut kuning ya xD
    Endingnya gak ketebak nih…… Authornya hebat ye~~~
    4 THUMBS Up ~(^o^)~

  15. Tuh kaannn kenapa endingnya gantung??? Huahhh… kerenn.. bener kan Ha Joon bakal milih Jonghyun.. tp aku bingung kok bsa ganti bandul kalung secepet itu? gmna bsa?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s