My Place In The World

DIBAWAH 15 PLEASE BACK OFF… FF INI MENGANDUNG KEKERASAN DAN CUKUP BERAT BAGI YANG BELUM CUKUP UMUR. DARI PADA SALAH KAPRAH MENDINGAN JANGAN BACA. OKE? ^^ .. KARENA GAK MENUTUP KEMUNGKINAN YANG DI BAWAH 15 BISA NGELAKUIN HAL YANG SAMA, SIAPA YANG TAHU PIKIRAN ORANG? OKE? SO PLEASE… BACK OFF. THANKS

Title : My Place In The World

Author : Rara (Cute Pixie) & Nisa (Keyholic)

Casts : Lee Taemin & Other SHINee Member

Genre : Thriller/Suspence, Dark

Length : Oneshot

Rate : PG+16 (Banyak adegan kekerasannya)

Disclaimer : Mereka bukan punyaku.. kecuali Taemin. He’s mine!*digeplak taemints* XD


***

Taemin POV

“Ya! LEE TAEMIN!”

Aku hanya bisa menangis saat aku diseret dan dibenturkan merapat ke tembok.Aku tak bisa melawan. Bagaimana mungkin aku bisa menghadapi siswa berjumlah 3 orang itu yang jelas-jelas badannya lebih besar dariku?

“Dasar cengeng.. dia menangis.” Ucap salah satu siswa bernama Key itu. Matanya yang tajam menatap sinis padaku. “Baru dipukul sekali saja sudah menangis! Dasar banci! ”

Key menyenggol lengan siswa bertubuh tinggi disampingnya. “Jonghyun, sebaiknya kita apakan anak baru ini? “

Jonghyun terlihat berpikir sejenak, lalu mengarahkan kaki kirinya padaku. “Lee Taemin! Cepat bersihkan sepatuku!”

“Aniyo! Aku tak mau!” seruku kesal. Aku berusaha memberontak.. tapi sial, temannya yang bernama Minho menahanku agar tak bisa lolos. Minho menjambak rambutku dan membenturkan kepalaku ditembok. Sakit. “Lagipula apa salahku? Aku sama sekali tak mencari masalah denganmu!”

“Heh? Kau mau tau apa salahmu?” Jonghyun berkata dengan nada sinis. Ia mengarahkan tinjuannya tepat ke perutku. “INI SALAHMU!”

“Arrrggghhh!!!”

Ia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan benda kecil dari sakunya. Ia menyalakan korek itu dan mengarahkan tepat diatas kepalaku.Ia seakan-akan ingin membakar rambutku.

“Rambutnya yang jelek ini harus dimusnahkan.”

“Silahkan memilih.. kau menjilat sepatuku atau rambutmu yang akan kubikin hangus?” katanya lagi. ia menyeringai diikuti suara tawa dari kedua temannya.

Kututup mataku rapat-rapat. Sementara itu, sepatu hitam yang lusuh milik Jonghyun sudah semakin mendekat ke mulutku. Aku menelan ludah. Aku tak punya pilihan lain.

Kujilat ujung sepatunya dan rasanya membuatku ingin mual. Sangat menjijikkan. Kotoran diujung sepatunya telah melengket di lidahku. Teman-temannya menertawaiku dan mengataiku dengan kata-kata kotor.

“Nah, begitu dong! Kalau kau menurut seperti ini.. aku juga akan bersikap manis padamu..” Jonghyun mengangkat wajahku, tetapi kutepis dengan kasar. Marah, ia menamparku dengan sekuat tenaga.

Plak!

“Sialan! Kau memang benar-benar manusia tidak tau diuntung, ya!” ia memukulku dengan keras. Kurasakan cairan pekat berwarna merah keluar dari sudut bibirku.Tak puas dengan itu, ia menyeret paksa tubuhku dan membenamkan kepalaku kedalam bak mandi.

“Kau seudah berani melawan,ya..” ia menarik kepalaku lalu membenamkannya lagi hingga mataku perih karena terkena air.Didalam mulutku sudah dipenuhi oleh air.

“Cepat minta ampun padaku!” serunya lagi sambil tetap membenamkan kepalaku.

Aku menggeleng pelan, dan hasilnya ia semakin menekan kepalaku agar masuk kedalam bak.

“Ayo terus.. terus!” Minho dan Key tak henti-hentinya memberi dukungan pada ketua geng mereka.

“Cepat katakan!!” Jonghyun membentak. “Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan membuatmu kehabisan nafas seperti ini!”

Rasanya sesak. bahkan amat sangat sesak hingga rasanya aku tak mampu lagi bernafas.

“Ampu.. n..i..ak..ku..” jawabku lemah saat Jonghyun mengangkat kepalaku agar aku bisa bernafas.

Ia tersenyum puas, lalu mendorongku kasar hingga membuatku terjerembap.Aku terkulai lemas di lantai toilet siswa itu hingga Jonghyun dan kedua teman berengseknya menertawakanku dengan suara yang menggelegar.

“Hais, dasar namja lemah..” Jonghyun menyentuh kecil pundakku dengan ujung sepatunya. Ia berjongkok dan matanya menatapku remeh.Perlahan-lahan kelopak mataku terasa amat berat.. rasanya aku ingin sekali tertidur..

“Taemin..”

“Lee Taemin..”

Splassshh!!

“BANGUN, BODOH!!!”

Refleks aku terbangun saat kurasakan cairan beraroma aneh membasahi tubuhku yang tengah menggigil kedinginan. Yang kulihat saat itu ialah Jonghyun yang wajahnya sudah berada sangat dekat dengan wajahku, Minho dan Key yang tertawa puas sambil memegang ember besar berwarna hijau tua. Sial. Ternyata mereka mengguyurku dengan air kloset.

Ah tidak.. kenapa tubuhku terasa dingin begini? Apa jangan-jangan..

Omo, ternyata seragamku sudah terlepas.. celanaku juga!

“Mencari baju dan celanamu?” tanya Key. “Coba ambil kalau kau bisa!”

“Di tiang bendera.. itupun kalau kau berani..” sambung Minho.

Tak lama, setelah puas mengerjaiku, Jonghyun dan teman-temannya pergi meninggalkanku yang masih tergeletak tak berdaya didalam toilet siswa. Suara tawa mereka terdengar dari kejauhan hingga tak lama suara menyebalkan itu menghilang dan itu artinya kesempatanku untuk pulang akhirnya tiba. Aku buru-buru bangkit dan merapikan ranselku yang isinya telah terbongkar. Buku tulisku telah diinjak-injak oleh Jonghyun, begitupun dengan buku-buku pelajaranku. Bukan hanya itu, ponselku juga tak luput dari kerjaannya. Ponselku rusak setelah diceburkan dalam kloset, tetapi aku tak ingin mengambilnya. Biarkan saja ponsel kunoku itu menjadi penghuni salah satu toilet siswa. Aku sama sekali tak ingin memungutnya. Jijik.

Aku segera berlari keluar toilet dan menuju lapangan. Benar saja, seragam sekolahku tergantung diatas tiang bendera yang tingginya mungkin 5 kali tinggi badanku.

Haish, bagaimana caranya aku bisa mengambil seragam dan celanaku kalau keduanya tengah tergantung bebas di tiang bendera?!

Aku sudah berusaha memanjat tiang itu, tetapi tetap saja.. tidak bisa.tapi.. bagaimana mungkin aku pulang kerumah dengan baju dalam dan celana pendek seperti ini? apa kata Onew hyung saat melihatku pulang ke rumah dengan wajah lebam dengan tubuh yang nyaris telanjang? Ia pasti akan marah besar padaku..

Seperti biasa, hari ini terasa bagai neraka. Kurasa tak ada hari yang menyenangkan bagiku. Semuanya menyedihkan.

Ya, aku memang lemah. atau bisa dibilang, aku ditakdirkan untuk selamanya menjadi orang yang lemah. Diusiaku yang menginjak angka 18 ini, aku sudah beberapa kali menjadi anak baru. Menjelajahi daerah baru, tradisi baru, lingkungan yang berbeda-beda, dan juga teman-teman sekolah yang berbeda pula.

Mungkin karena itulah aku tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Aku tidak punya teman. Aku sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.

Aku benci teman-teman sekolahku. Aku masih ingat kata-kata Onew hyung padaku, ‘kau akan menemukan teman yang banyak disekolah’. Kurasa itu salah besar. Aku tidak memiliki teman baru, malah aku menambah musuh baru. Kurasa tidak ada orang yang benar-benar memiliki hati baik di dunia ini. Aku benci. Aku benci sekolah. Aku benci sekolah yang siswanya memiliki hobi menindas anak kelas bawah.

Er.. maksudku, menindasku.

golongan lemah, yaitu golongan yang isinya siswa-siswa yang tidak masuk dalam kriteria berwajah menawan, kaya, memiliki kekuasaan… dan akulah salah satunya.Disekolah,  aku termasuk dalam golongan kaum lemah.

Aku selalu berpikir, mengapa orang-orang yang termasuk lingkaran orang lemah tak bisa mendapatkan kebahagiaan? Apakah kenikmatan dunia ini hanya berlaku pada orang-orang berwajah tampan atau cantik, orang-orang yang memiliki harta, dan orang-orang yang memiliki kekuasaan? mengapa golongan bawah tak bisa menikmati nasib golongan atas dan golongan atas tidak bisa merasakan penderitaan golongan bawah? Dunia memang tidak adil.

****

Brak!

Aku menutup pintu kamarku dengan kasar. Pertahananku ambruk. aku bersandar di pintu kamarku dengan menutup wajahku yang memerah dengan kedua tanganku.

Aku benci hari ini. Aku benci kemarin, dan aku benci hari esok. Aku selalu membenci kehidupanku. Kenapa? Karna kehidupanku tak pernah menyenangkan.

Beberapa kali aku membentur-benturkan kepalaku ke tembok, untuk menghilangkan denyutan yang sering kali terasa setiap aku mengingat kejadian dimana Jonghyun, Key dan Minho mencoba membunuhku dengan menenggelamkan kepalaku ke bak hingga aku kehabisan nafas dan hampir saja mati.

“Dasar cengeng.. dia menangis.”

“Baru dipukul sekali saja sudah menangis! Dasar banci! ”

“Lee Taemin si namja lemah..”

“Wajahnya seperti perempuan..”

“Gayanya gemulai.. seperti yeoja saja.. hahahaha..”

“Dia gampang sekali diperalat.. pabbo!”

“Dia namja jadi-jadian!”

ARGGGHHH!!!

Benturan terakhir tadi membuatku terduduk lemas. kurasakan darah segar mengucur dari dahiku. Denyutan itu perlahan behenti hingga membuat tubuhku lemas. Aku memejamkan mata, berusaha untuk tidak merasakan sakit yang membuat kepalaku terasa pening. Darah terus mengucur, membasahi sebagian wajah dan bajuku.

“Hyung.. teman-teman sekolahku sering mengerjaiku. Aku tidak tahan di sekolah baruku ini..”

Aku masih ingat kejadian kemarin saat Onew hyung hanya tertawa mendengarku. Ia tertawa hingga air matanya menetes karena tertawa terlalu heboh.

Hei, apanya yang lucu?

“Hahahaha.. Taemin-ah.. kau tahu kan, mereka hanya bercanda..” katanya disela-sela tawanya yang meledak, apalagi saat melihat wajahku yang tiba-tiba berubah cemberut.

“Huh? Bercanda? Hyung bilang itu hanya bercanda? Menyiksa, memperlakukan sebagai pesuruh, mengambil uang jajan.. mempermalukan didepan teman-teman sekolah itu hanya lelucon?!” kataku setengah berteriak.”Apa hyung tidak pernah berfikir, bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu? Rasanya sangat sakit..”

Senyuman lebar Onew hyung memudar. Ia menatapku dalam. “Ya.. mereka hanya ingin main-main padamu. Ia hanya ingin menguji  seberapa jauh pertahananmu sebagai laki-laki. Mereka tidak bermaksud jahat padamu. Lama-lama mereka pasti akan bosan mengerjaimu dan tidak akan melakukan hal itu lagi.”

“Apa maksud hyung? Hyung mau bilang kalau aku ini banci?” tanyaku menuduh.

“Ah.. anni.. bukan maksudku begitu..”

Huh. Selalu saja begini. Air mataku tiba-tiba saja mengalir. Aku memang gampang sekali menangis. Mungkin benar kata Onew hyung. Aku ini banci..

***

“I hear a noise, I hear, well I hear something
I am alone, you win again, I’m paralyzed
I drift away, I’ll drift away, am I asleep yet
I hear a scream, I see me scream, is it from memory
Am I awake, am I alone, when it is sunrise
A psychopath, a psychopath, he says he loves me
And I’m alone, and I am cold and paralyzed, I can’t move”

Lagu berjudul ‘Pshycopath’ itu menggema dari salah satu speaker sekolah yang sengaja kusiapkan agar rencanaku kali ini berhasil. Tak akan ada orang yang menyadari teriakan orang-orang yang akan kuhabisi tak lama lagi.

Siang ini, mereka pasti merasa tidak sanggup bertahan lebih lama lagi. Aku terlalu menginginkan saat seperti ini, teman. Dalam kaleng softdrink yang mereka minum hari ini, kumasukkan bubuk racun. Kata orang, benda itu membunuh dengan perlahan, tanpa rasa sakit.

“Argghh..” kedua makhluk itu mengerang.

Sebentar lagi, teman. Tubuh mereka pasti akan mati rasa.

“Arrrrggghhhh…”

Tidak lama lagi. Nafas Minho dan Key hampir terputus tapi penglihatan mereka menyipit. Mereka berusaha meminta pertolongan, tapi terlambat karena mereka sudah tergeletak tanpa nyawa di atas lantai.  Kaleng-kaleng minuman ringan yang mereka minum tumpah bersamaan saat mereka sudah tidak dapat lagi menopang berat badan mereka.

Aku berjongkok ke sisi mereka berdua, lalu bergumam. “Selamat tidur untuk selamanya, chingudeul..”

Sedetik kemudian mataku beralih pada namja berseragam sekolah yang tergeletak tak jauh dari Key dan Minho,kuguncang-guncang tubuhnya yang masih terlelap pulas akibat pengaruh obat tidur yang kuberikan untuknya sebelum kuberikan racun kepada Minho dan Key.

“Hei, bangun..”

“BANGUN!!!!”

Aku menendang-nendang kecil tubuh yang tengah terjongkok dengan tangan terikat kebelakang hingga namja itu terbangun. Namja itu membuka kedua matanya perlahan. Seketika itu matanya mendadak terbelalak saat menangkap sosokku yang tersenyum manis didepannya.

“Ada apa? kenapa takut begitu?” tanyaku.

Tak ada respon darinya. Pandangannya beralih ke sekitar lalu wajahnya mendadak pucat, mungkin syok melihat keadaan kedua sahabatnya yang sudah menjadi mayat. Ia berteriak kencang. “Kau apakan aku, sialan?! Lepaskan aku!!!”

“Stt.. diam..” aku berbisik pelan sambil meletakkan telunjukku tepat di bibirnya. “Nanti temanmu akan terbangun..”

Jonghyun menolak. Matanya perlahan meredup. Ada perasaan marah dan takut yang muncul bersamaan.

“Kau sedang mencari temanmu? Mereka sedang tertidur..” ucapku berbisik.

“Kau.. K-KAU GILA!!!” ia berteriak seperti orang frustasi.

Aku mengangkat bahu lalu bersenandung kecil.”Ya.. ya.. ya.. aku gila.. hahahaha!!!”

Aku berbalik kearah Jonghyun. “Kau mau lihat pertunjukan?”

Jonghyun tak menjawab. Raut wajahnya berubah ngeri saat kukeluarkan sebuah benda yang bersinar dari dalam tasku. Aku memastikan pisau daging yang ada ditanganku. Kudekati Minho, mengarahkan mata pisau itu tepat di lehernya. Tanganku gemetaran. Tanganku tau kalau aku akan melakukan sesuatu yang menyenangkan hari ini.

CRASSSHHHH!!!!

Sangat mudah melakukannya. Teriakan kencang dari Jonghyun muncul saat kepala Minho kutebas dengan pisau daging itu.Kepala Minho menggelinding ke lantai, wujudnya sekarang mirip dengan ‘hantu berkepala buntung’. Wajahnya terlihat tanpa ekspresi, tetapi mata dan mulutnya terbuka lebar. lidahnya sudah terpotong setengah.bola matanya telah kucabut dan kuganti dengan busa. Kedua lengannya hampir putus, jari-jari tangannya hanya tersisa dua.  Ya, kini dia lebih terlihat mirip boneka sekarang.

Minho. Namja ini tak akan bisa mengolok-ngolokku lagi. Kubalikkan tubuh Minho, lalu meninju dan menendangnya sekuat tenaga, hingga cipratan darah segar mengotori wajah dan seragamku.Kucincang tubuhnya dengan tongkat besi yang telah kusiapkan. Darahnya bermuncratan. Isi perutnya keluar. Ususnya terburai panjang. Seragam sekolah yang ia pakai bersimpah darah. Bajunya sudah terobek disana-sini. Kutumbuk tulang-tulangnya dengan palu untuk melepaskan rasa dendamku.

Aku tersenyum puas. kubersihkan bercak darah yang melumuri tanganku.Membunuh memang memiliki kenikmatan tersendiri. Pernahkah kau mencobanya?  Membunuh manusia tak ada bedanya dengan membunuh nyamuk, semut,dan makhluk-makhluk yang lain. Membunuh manusia bahkan lebih nikmat dibandingkan membunuh nyamuk yang sering menghisap darahmu. Ya, itulah yang kurasakan saat ini.

Tubuh Minho sekarang tak berbentuk. Yang tersisa hanya organ-organ tubuhnya dan perutnya yang menganga lebar. Aku bisa melihat Jonghyun yang mengeluarkan airmata penyesalannya. Huh. Sudah terlambat untuk menyesal sekarang. Mulai detik ini hingga selamanya mereka tidak bisa mengeroyokku lagi. Mereka sudah menyerah ditanganku sekarang. Ya, aku sudah menguasai mereka, memperlakukan organ-organ tubuh mereka sesukaku. Kini tiba giliranku untuk mempermainkan mereka.. kkk~

Aku bangkit. Kini giliran Key yang akan kujadikan masakan yang enak.Aku mengarahkan pisau tajam itu agar semakin mendekati kepala Key. Pertama-tama kukupas kulit wajahnya. Sial. Agak susah mengupasnya.Akhirnya aku menggigit kulit wajahnya dengan sekuat tenaga. Aku melemparkan kulit wajah itu kea rah Jonghyun hingga Jonghyun berteriak kencang.

Aku mencongkel kedua bola mata Key. Semulanya agak susah mencabutnya, tetapi berkat gagang kacamata namja sialan itu akhirnya dua benda itu berhasil keluar dari tempatnya. Aku mengarahkan salah satu bola mata itu ke Jonghyun, mengarahkan kamera ponselku untuk mengabadikan momen ini.

“Say Cheese…” aku tersenyum manis, sambil kamera ponselku sudah siap sedia memotret kami berdua. Jonghyun tak bisa berkata apa-apa. Air mata Jonghyun mulai keluar. Aku tersenyum menatap display ponselku yang menampilkan foto kami berdua, lalu memasukkan benda itu kembali ke saku seragamku. Dua bola mata itu kusimpan di dalam wadah. Selanjutnya kukuliti semua bagian wajahnya, kedua telinganya telah kupotong dan mengeluarkan cairan putih seperti nanah yang tercampur dengan darahnya yang segar. Ku keluarkan daging pipinya agar lepas dari tulang pipinya .

“Orang ini pasti suka memakan makanan yang mahal-mahal,” komentarku tanpa sedikitpun respon dari Jonghyun. Semua daging pipi Key telah kusimpan di wadah yang satunya. Kini aku akan menghancurkan tulang dahi, hidung, pipi, rahang atas dan rahang bawahnya.Kuremukkan tulang tengkoraknya dengan palu yang kubawa, setelah hancur kumasukkan dalam wadah yang tadi. Kini terlihat otaknya yang berwarna kemerahan. Otak itu kuangkat dan kusimpan di wadah.

Kini bagian badannya.Pertama-tama seragam blazernya kulepas, lalu  pisauku mengarah ke lehernya, sedetik kemudian kubelah lehernya dan mengeluarkan pita suaranya yang masih menempel dengan urat-uratnya. Bagian badannya kukuliti dan menampakkan dagingnya yang bersimbah darah dan berwarna merah pekat. Kuhancurkan tulang leher,  selangka, dada, tulang belakang, pinggang dan tulang ekor, dan tulang-tulang rusuknya.Kubelah isi perutnya, dan mengeluarkan isi-isi perutnya yang sebenarnya membuatku amat mual. Bau amis yang baunya sangat tajam tercium olehku, tetapi aku tidak perduli. Kutarik paksa ususnya hingga terburai keluar. Isi-isi perutnya berceceran di lantai.

Aku cukup puas saat kutakuti Kim Jonghyun dengan usus Key yang panjang. Hahaha. Lucu sekali melihat ekspresi ketakutan dari wajah Jonghyun.

Aku mengambil blender yang sudah kusiapkan matang-matang. Kumasukkan tulang-tulang, bola mata, otak dan Key kedalam blender, memutar tombol on berkecepatan high, hingga seluruh tulang Key berubah menjadi cairan kental mengerikan dan agak merah kecoklatan seperti saus stik.

kuambil wadah yang sudah terisi daging Key . gayaku sekarang makin mirip seperti koki professional yang sering bermunculan di televisi. kutuangkan saus lezat itu hingga terlihat seperti steak. Air liurku jatuh membasahi pipiku. Kuusap dahiku yang basah oleh keringat. Ternyata lelah sekali melakukannya.Masakan buatanku ini kelihatannya sangat enak, tampilan luarnya persis seperti sirloin steak yang sering dihidangkan di restoran-restoran mewah, tapi bedanya ini kubuat khusus menggunakan daging manusia yang masih mentah dan fresh, berbeda dengan sirloin steak biasa yang menggunakan daging hewan yang sudah dipanggang terlebih dulu.

“Igeo, makanlah. Sudah jam 2 siang. Aku tau kau pasti sangat lapar.” Aku menyuapi Jonghyun dengan steak buatanku itu.

“Shireo..!!!”Jonghyun mengelak dan menumpahkan makanan itu dengan kasar. Prang!!! Steak itu tumpah diatas lantai. Marah, kutinju wajahnya hingga sudut bibirnya robek. Aneh, sama sekali tak ada perlawanan darinya. Kali ini kupaksa ia makan. Kuambil makanan itu kembali, kubuka mulutnya dengan paksa dan memasukkan daging mentah yang bercampur dengan saus itu kedalam mulutnya dan menyuruhnya untuk memakan makanan itu . Sedetik kemudian Jonghyun mengunyahnya dengan terpaksa. Ia menunjukkan ekspresi aneh dan aku tau makanan itu amat sangat membuat setiap orang pun akan muntah jika memakannya.

“Tung-tunggu.. ak-aku..” Jonghyun berkata dengan terbata-bata. Air matanya mengalir deras. Aku bisa melihat sorot matanya yang menunjukkan penyesalan. “Ma-maafkan aku.. aku mohon.. jangan bunuh aku.. aku, Key dan Minho hanya bercanda..”

Alisku berkerut. “Apa? minta maaf?”

“Memaafkan perbuatanmu?.. kau memang menganggap perbuatan menyiksamu itu sangat lucu, tetapi sebenarnya itu sangat menyakiti perasaanku. Ya, aku tau kalian hanya bercanda. Kalau kalian bercanda, maka aku juga bercanda sekarang!!!” teriakku dengan emosi.

“Aku akan melakukan apapun yang kau minta.. asal jangan membunuhku.. aku sangat menyesal..” Jonghyun tampak sangat ketakutan, bahkan amat sangat takut. terlihat dari sorot matanya yg menyiratkan kengerian akan maut yg ia percaya akan segera menjemputnya. “Kumohon lepaskan aku..”

Sudah terlambat sekarang. Aku tidak percaya padanya. Dengan gerakan yang sangat cepat kuhujam namja itu tepat di jantungnya.

Crassshhh!!

“Arrggghhh!!!” Jonghyun mengerang kesakitan. Ditambah lagi saat kuarahkan mata pisauku merobek jantungnya dan mengoyaknya sampai puas. Mata yang terbelalak itu seakan-akan tidak percaya dengan apa yang sudah ia alami. senyumanku semakin lebar dengan penuh kesenangan saat melihat reaksinya. Aku berjongkok didekat Jonghyun yang sudah tak bernyawa. Kutancapkan pelan-pelan pisauku menembus matanya dan mengoreknya hingga membuatku merasakan  sensasi tersendiri.

Kini ia sudah terbaring tak berdaya di lantai, menyusul kedua sahabatnya itu ke neraka. Darah segar mengalir membanjiri lantai. Aku menancapkan pisau dagingku dalam ke ujung kepalanya, menurunkan pisau itu secara vertical, dari kepala menuju leher, dari leher menuju ujung kakinya, hingga tubuh Jonghyun terbelah dua.

Aku menatap hasil karyaku sambil tersenyum puas. Kuusap pelan keringat yang membasahi wajahku dengan lengan seragamku.Kulirik jam tangan merahku. Sudah sore. Sudah waktunya untuk pulang. Onew hyung pasti sudah menungguku di rumah. Akan kiuceritakan kejadian ini pada Onew hyung saat aku pulang nanti. Mulai detik ini, tak ada lagi kekerasan yang dilakukan oleh ‘golongan atas’ terhadap ‘golongan bawah’. Aku sudah bisa menjadi namja yang kuat, yang bisa menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri dan terlebih lagi melenyapkan mereka si ‘golongan atas’. Hidupku akan tenang besok dan seterusnya. Untuk pertama kalinya, aku merasa amat sangat bahagia.

*FIN*

Wkwkwkwk.. gimana ffnya?? jelek-kah?? hehehe^^

gomawo bg yang udah mo baca n ngerelarin dirinya untuk komen..

 

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

70 thoughts on “My Place In The World”

  1. WAW!!!!!!!!!!!!!

    SADIS! BANGET
    siip deh buat authorx DAEBAK banget….inspirasinya…..

    Taemin jadi jahat banget deh, ngemutilasi 3 orang sekaligus…ckckckckckck

  2. WAW!!!!!!!!!!!!!

    chongmal……wah…….

    taemin ssi..berubah awalnya manis jadi sadis…OMNA!!!!

    but, for outhor keren deh……hebat banget bisa ngebayangin memutilasi orang….ckckckckckck
    DAEBAK!!!!! *****
    ^______&

  3. reader baru

    taemin sadis benerrrrrr……

    gak kuat baca cerita yang mutilasi key,minho,sama jonghyun -skip-

    authornya sering nonton horor nih keknyaaaa

  4. ngeri,,
    jd takut makan daging d bwt’a,, jd kbayang daging key,,,,
    mual,,,
    daebak author,,
    mian curi bca

  5. parah..demi apapun ini psycho+sadis banget
    authooooor saluuuuut keren keren dari adegan ke adegan diceritainnya men-detail banget 😀
    image abang taem yang unyu-unyu gimanaaa gitu jadi bener2 berubah total
    jangan sampe peristiwa kaya gini bener2 kejadian di dunia nyata,amit amiiiiiiit
    DAEBAK!! ^^d

  6. Wah daebak buat ceritanya !
    Aku lagi suka baca ff thriller dan menurut aku, aku suka banget sama yang dapet banget sadisnya (?)

  7. Hmm…biasa aja tuh..==”

    (biasa aja?? ini sadis bangeett!! huhuhu Taemin !! go go !! haha untung ini cuma FF..Key Chagiku…jadi steak?? uuh jht bgt) hahaha tapi ceritanya seru Eon!! Daebak !!

  8. TaeMin manis menjadi TaeMin sadis
    Mau dibilang MinHo, Key dan JongHyun kasihan. Tapi TaeMin lebih kasihan, kan yang cari masalah mereka duluan bukan TaeMin.
    Cara TaeMin salah tapi perilaku mereka juga salah karena memperlakukan orang lain sebagai makhul yang tidak punya harga diri.
    Jadi binggung bela TaeMin atau mereka bertiga. Keduanya salah.
    Tapi keren banget author, feelnya dapat banget. Keren dan ngeri

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s