Neoreul Mideulkeyo (I’m going to believe you)

Author : mumuturtle

Tittle    : Neoreul Mideulkeyo (I’m going to believe you)

Length : oneshoot

Genre  : romance (?)

Rating : G

Cast     :

  • Kim eun soh
  • Lee taemin
  • Kim jonghyun as eun soh brother

P.S       : agar pembaca tidak bingung.. saya akan menjelaskan karakter pemeran wanita utamanya. Dia memiliki sifat yang dingin terhadap setiap orang, angkuh, arogan, jarang tersenyum, berbicara seperlunya dan sedikit egois. Jadi readers mohon membayangkan sikap wanita ini sedingin dinginnya. (hehe.. apakah mengerti?). Enjoy it!

~ ~ ~

AUTHOR POV

Seorang gadis berdiri di ujung jalan layang. Gadis dengan rambut panjang sepinggang tergerai. Ia mendekap besi yang ada dihadapannya dengan erat tepat didepan dadanya dan menatap kosong ke depan. Seorang gadis yang cantik namun raut wajahnya menampakkan kesedihan. Wajahnya mulai mengeras. Ia menggertakkan gigi-giginya. Ia mulai mengangkat salah satu kakinya menaiki palang besi tersebut kemudian diikuti dengan kaki yang berikutnya. Ia merentangkan tangannya. Merasakan setiap angin yang menerpa tubuhnya. Ia memejamkan matanya dan menghirup udara segar tersebut. Hening sejenak, ia tampak sedang berpikir.

”tak mungkin jika aku mati sekarang.” ujarnya datar sambil membuka perlahan mata yang semulanya tertutup.

”eun soh-ya!!” penggil seorang namja berkacamata dari sebrang jalan tersebut. Gadis yang ternyata bernama eun soh itupun menoleh ke asal suara. Ia menatap sinis ke arah namja yang berlari mendekatinya itu sejenak dan turun dari besi pijakannya saat ini.

”hya! Apa yang kau lakukan disini? Kebetulan aku……….”

”mau apa?” potong eun soh saat namja berkacamata itu sedang berbicara.

”mm… aku.. aku…… saranghae eun soh-ya!” eun soh yang mendengarnya lantas menatap namja itu. Namun bukan tatapan senang ataupun terkejut, melainkan tatapan yang dingin. Eun soh menatap sejenak namja yang barusan menyatakan perasaan padanya dan menyeringai. Ia meninggalkan namja itu tanpa mengatakan sepatah katapun. Ia berjalan dengan santainya.

”kau…. kau… apa kau menolakku?” tanya namja itu dengan gugup.

”carilah seorang yeoja yang lebih baik untukmu.” ujar eun soh masih dengan nada yang sangat dingin.

”tapi aku mencintaimu eun soh!” eun soh terhenti saat mendengar ucapan namja itu. Ia menarik satu ujung bibirnya, kemudian membalikan tubuhnya menghadap namja yang masih gigih dengan pernyataan cintanya.

”cinta? Lalu apa yang akan kau berikan padaku jika  kau mencintaiku, huh?” tanya eun soh ketus.

”aku.. aku akan memberikan apapun untukmu. Aku akan mengusahakannya.” ujar namja itu tegas. Raut wajah gadis itu semakin mengeras. Ia memutar bola matanya.

”berapa? berapa uang yang kau punya? Apa kau memiliki banyak uang?”tanya eun soh sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Namja itu terdiam dengan pertanyaan eun soh. Eun soh pun membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan namja itu.

Ia mendengus kesal, ”aku tak percaya dengan nama cinta.” ujarnya dingin dan menatap tajam ke arah depan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

4 tahun kemudian………

”hya!! Taemin-sii odi ega?” ujar seseorang namja berambut ikal dan tinggi pada sesosok namja dengan rambut coklat dengan panjang sebahu lurus dan berponi, atau yang dipanggilnya taemin.

”annyeong. Choi minho!” sapa taemin.

“ne, annyeong. Kau kuliah disini juga?” tanya choi minho.

”huum.. tak kusangka akan bertemu kau disini.” ujar taemin sambil menepuk bahu minho.

”hahaha… iya aku juga tak menyangka. Mmm.. bagaimana kabar gadis itu?” tanya minho kemudian.

”yeoja? Nugu?” taemin menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

”yang dulu kau kejar-kejar itu.”

”ahh… ya begitulah. Kau tahu? Gadis itu sangat susah untuk didekati. Aku selalu ditolaknya. Tapi entah mengapa aku masih mencintainya. Aku tak pernah bertemu dengannya beberapa tahun ini. Ahh ya sudah ya, aku harus keperpustakaan dulu.”  kata taemin sambil melihat kearah jam tangannya.

”ohh.. geurae. Bye!” minho melambaikan tangan pada taemin yang beranjak pergi meninggalkannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

”eun soh… tolong kau carikan buku tentang penyakit jantung diperpustakaan!” ujar seorang guru yang ditemui eun soh tiba-tiba.

”ne seongsaenim.” lalu eun soh melangkah menuju perpustakaan itu dengan santai. 4 tahun setelah kejadian itu. Kejadian saat ia bertemu seorang namja berkacamata di jalan layang, ia memustuskan untuk pindah dari seoul karena pekerjaan appa dan ommanya. Namun kini eun soh kembali ke seoul untuk melanjutkan universitasnya yang lebih baik. Dan hari ini adalah hari pertama eun soh memulai kuliah di tempat ini.

Di perpustakaan…..

Eun soh berjalan di sekitar rak-rak buku mencari buku yang diperintahkan gurunya tadi. Ia berjalan dengan santai dari rak satu ke rak yang lainnya.

BUKKK…..

Eun soh menabrak seseorang yang berjalan didepannya hinga terjatuh. Ia menatap datar orang yang ia tabrak tersebut. Ternyata seorang namja yang tengah membawa banyak buku. Eun soh hendak melengos pergi saat mengetahui buku yang ia cari-cari ada bersama namja yang ia tabrak tadi. Ia membalikkan tubuhnya, berjongkok dan mengambil buku itu kemudian pergi begitu saja.

Namja yang tertabrak itu bergegas bangkit.

”hya! Kau tidak mengatakan maaf? Itu bukuku!” ujar namja itu sambil menunjuk buku yang eun soh bawa.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

TAEMIN POV

”hya! Kau tidak mengatakan maaf? Itu bukuku!” ujraku sambil menunjuk buku yang ia bawa. Huh,, dasar tidak tau sopan satun. Bukannya meminta maaf ia malah pergi begitu saja dengan mengambil bukuku.

Gadis yang tadi menabrakku itu membalikkan tubuhnya. Ia menatapku dingin. Tunggu… aku sepertinya mengenalinya. Siapa dia? Akupun menatapnya lekat sedangkan dia menatapku dingin. Tatapan itu? Astaga. Dia eun soh. Eun soh, gadis yang bersifat sangat dingin, angkuh dan arogan. Ia eun soh. Ya benar.

”bukumu? Ini milik perpustakaan. Dan aku membutuhkannya, kau bisa cari lagi.” ujarnya dengan nada dingin seperti biasa. Ia hendak melengos pergi namun aku menarik lengannya untuk  menahannya. Ia menatapku tajam.

”choneun taemin imnida.” ujarku seketika. Aduh.. bodoh, disaat seperti ini kenapa aku malah memperkenalkan diri? Ahh taemin babo!

Ia memiringkan kepalanya dan masih menatapku.

”aku tidak menanyakan namamu. Lepaskan.” ujarnya dingin dan melepaskan genggaman tanganku. Ia berjalan membelakangiku. Ahh apa yang harus kulakukan? Aku tak mengerti apa maunya dia. Taemin… kau bodoh. Harusnya aku langsung mengatakan saja kejadian di jalan layang itu agar bisa mengingatkannya. Kurasa ia benar-benar lupa terhadapku. Ahh.. benar, dia selalu melupakan orang yang dianggapnya tidak penting. Berarti aku tidak penting baginya? OMO… tapi mungkin juga dia lupa karena penampilanku yang berbeda. Aku kan buka taemin yang dulu, yang mengenakan kacamata tebal dan cupu.

”apa kau lupa. Ini aku. Dan kejadian jalan layang itu. Apa kau lupa, eun soh-ya?” ujarku kemudian. Kulihat ia menghentikan langkahnya. Ahh apakah aku berhasil? Apa dia akan menghampiriku? Kudengar samar-samar ia menyeringai. Apa itu? Ternyata dia melanjutkan jalannya dan meninggalkanku. Cih.. gadis ini.

”aku akan berjanji aku bisa melunakkanmu, eun soh-ya. Saranghae!” gumamku pada diri sendiri sambil tersenyum.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Dikelas……

EUN SOH POV

Kini aku dikelas. Aku sangat suka, suasana yang tenang dan damai. Aku berkonsentrasi penuh pada mata pelajaran yang diajarkan oleh Lee seongsaenim. Kedokteran. Yang itulah jurusan yang aku ambil dalam kuliah ini. dan sekarang aku sedang sibuk mencatat semua yang dijelaskan Lee seongsaenim didepan, tentang jantung manusia.

Ah ya. aku jadi teringat. Namja yang tadi kutabrak itu. Aku dengar namanya taemin? Apa benar Lee Taemin yang dulu itu? Tapi bukannya dia itu sangat cupu dan mengenakan kacamata yang tebal saat itu? Ya mungkin saja dia bisa merubah penampilannya, tapi kuakui, jika itu memang benar dia, dia sangat tampan. Ah dan juga dia mengatakan sesuatu tentang kejadian di jalan layang itu. Ahh beberapa pertanyaan jadi berkelebat dipikiranku. Aku jadi tersenyum sendiri mengingat ia sangat mengejarku dulu. Mungkin ini hal yang langka karena tak pernah ada orang yang benar-benar membuatku tersenyum seperti sekarang ini.

”apa yang kau lihat sampai kau tersenyum seperti itu Agashi?” aku tersadar dari lamunanku dan mendapati Lee seongsaenim telah berada disampingku. Aduh.. bagaimana ini?

”wahh seorang Kim Eun Soh ternyata bisa tersenyum juga.” ujar seseorang yang ku tak tau siapa itu.

”mianhae seongsaenim.” ujarku lirih.

TOK TOK TOK

Kudengar suara pintu diketuk. Lee seongsaenim yang semula berada di sampingku kini berjalan kearah pintu itu. Dibukanya pintu itu olehnya dan diluar terdapat kepala sekolah dan seorang namja yang entah siapa dia. Mungkin murid baru.

Kualihkan perhatianku ke papan tulis dan melanjutkan mencatat penjelasan yang kutinggalkan karena sibuk memikirkan namja tak jelas itu. Aku memang tak melihat ke arah depan kelas, namun aku bisa merasakan bahwa ia kini senang berjalan memasuki kelas kami.

”annyeong chingudeul!! Choneun taemin imnida. Nega hanguk saramiyeyo. Gomawo.” Ujar namja itu di tengah kegiatanku. Tunggu, taemin? Dia…dia….

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

AUTHOR POV

Eun soh menghentikan kegiatannya menulis dan mendongakkan kepalanya menatap seorang namja yang sedang berdiri memperkenalkan diri. Di lihatnya taemin dengan tatapan sinis seperti biasanya. Lalu ia memutar bola matanya dan kembali fokus pada buku catatannya.

”taemin kau bisa duduk disamping eun soh.” ujar Lee seongsaenim pada taemin. Taemin hanya mengangguk. Senyum tersungging dibibirnya saat ia berjalan menuju bangkunya. Ia menatap eun soh sejenak namun eun soh sama sekali tak memperdulikannya. Taemin mendudukkan tubuhnya dengan nyaman, lalu ia mengeluarkan sebuah buku tulis dan mengikuti pelajaran.

”anak-anak. Saya ada urusan, saya tinggal dan jangan ribut!” ujar lee seongsaenim dan pergi meninggalkan kelas. Taeminpun mengambil kesempatan ini untuk berbicara pada eun soh.

”eun soh-ya! ternyata kau benar eun soh.” ujar taemin sambil tersenyum pada eun soh. Namun eun soh tak bergeming, ia tetap saja sibuk mencatat. Ia hanya menaikkan kedua alisnya. Taemin diam. Sejenak hening diantara mereka.

”ternyata kau bernar-benar eun soh yang kucari.” ujar taemin kemudian. Namun eun soh sama sekali tak memperhatikan apa yang diucapkan taemin. Taemin mendengus.

”sampai kapan kau mau terus bersikap seperti ini padaku?” tanya taemin yang mulai putus asa dengan sikap eun soh yang selalu dingin.

”jangan berisik.” ucap eun soh datar. Taemin hendak mengatakan sesuatu namun Lee seongsaenim telah terlebih dahulu masuk ke ruangan ini.

Beberapa menit kemudian.

”baiklah anak-anak. Sampai disini pertemuan kita. Gamsahamnida!” ujar lee seongsaenim.

”ne, gomawo seongsaenim.” balas murid-murid itu kompak.

”eun soh……..” taemin hendak melanjutkan pembicaraannya dengan eun soh, namun eun soh sudah terlebih dahulu pergi meninggalkannya. Ia sudah berjalan dengan menenteng tasnya. Taemin pun berinisiatif untuk mengejarnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

EUN SOH POV

Hah… anak ini kenapa malah sekelas denganku? Boleh saja dia satu kampus denganku tapi kenapa harus satu kelas juga. Ahh tingkahnya yang kekanak-kanakan itu sangat membuatku jengkel. Maka dari itu aku langsung saja meninggalkannya. Aku malas mendengarkan ocehannya yang tidak penting.

”eun soh-ya!” panggil seseorang. Aduh… kenapa dia mengikutiku si? Kurang kerjaan banget. Pergilah… aku tak mau dingganggu sekarang. aku sedang kesal. Pagi-pagi sudah mendengar appa dan omma ku bertengkar. Haishh….

Aku semakin mempercepat jalanku. Aku juga berusaha untuk menjaga agar wajahku terlihat seperti biasanya. Dingin. Aku tetap berusaha bersikap santai juga ditengah aku yang sedang berjalan cepat. Namun kenapa ia masih saja mengikutiku? Aku mendengus kesal dan semakin mempercepat jalaku. Atau lebih tepatnya setengah berlari?

”hya! kau mau kemana?” tanyanya saat ia berhasil meraih tanganku. Aku memalingkan muka dan tak menatap wajahnya. ku dengar nafasnya tersengal-sengal.

”apa maumu?” ujarku yang mulai jengkel karena kurasa ia benar-benar sudah menggangguku. Seperti biasa aku selalu bisa bersikap dingin dengan siapapun. Walaupun dengan orang tuaku sekalipun dan walaupun perasaanku sedang tak karuan sekalipun.

”aku ingin bicara padamu!” ujarnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

”tapi aku tidak mau!” ujarku datar dan pergi meninggalkannya setelah sebelumnya aku menghempaskan tanganku untuk melepaskan cengkraman tangannya yang cukup membuatku sakit.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Pulang kuliah…..

Akhirnya pulang juga. Aku bergegas pergi sebelum taemin kembali merecokiku dengan celotehannya. Aku lekas bergegas pulang.

Aku berjalan santai menuju rumahku. Rumahku memang sedikit jauh. Tapi akan lebih menghemat uang jika aku berjalan kaki.

Disepanjang jalan aku merasa ada yang aneh. Seperti ada yang mengikutiku. Aku pun menghentikan langkahku sejenak dan membalikkan tubuhku. Betapa kagetnya aku saat melihat sesosok namja yang tengah berdiri dibelakangku sambil menatapku. Ialah taemin.

”kau menguntitku?” tanyaku datar. Ia berjalan mendekat. Aku diam dan menatapnya tajam. Aku menunggu, apa yang akan dilakukannya lagi. Namun ia hanya diam menatap lekat mataku. Ia hendak meraih tanganku namun aku menepisnya dan melanjutkan perjalananku.

Sudah 500 meter lebih aku berjalan, dan ia masih saja mengikutiku. Aku merasa tak nyaman.

”apa sih yang kau mau? KU BILANG JANGAN IKUTI AKU!!!.” bentakku padanya. Kini dengan sigap ia berhasil meraih tanganku.

”eun soh-ah! Saranghae. Nomu saranghae! Kumohon kau jawab aku!” ujarnya lembut padaku. Aku hanya mencibir.

”berapa kali kau mau mengatakan itu? Aku tak percaya dengan yang nama cinta.” ujarku dan mencoba menghempaskan tanganku. Namun ia malah mempereratnya. Sakit sekali genggaman itu.

”kenapa kau tak pernah mau mendengarkan penjelasanku sampai akhir, huh?” tanyanya yang mulai bersikap ketus pdaku. Mungkin kali ini ia telah muak dengan sikapku selama ini padanya.

”cinta? Apa itu cinta? Aku tak percaya dengan yang namanya cinta. Cinta itu hanyalah uang. KARNA UANG!!!” ujarku meninggikan suaraku. Aku menghempaskan tanganku dan kini berhasil. Aku berjalan pergi meninggalkannya.

”uang? Berapa uang yang kau butuhkan? 100 juta? 200? Atau kau mau seluruh hartaku? Akan kuberikan apapun yang kau mau.” Aku menghentikan langkahku saat mendengar ucapan taemin itu. Apa itu? Kini ia benar-benar berubah. Kini ia berhasil membuatku kaget dengan ucapannya. Kini ia berhasil membuatku tak berkutik.

Aku tak menghiraukan ucapannya itu. Aku kembali berjalan menuju rumahku dengan penuh emosi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Di rumah…..

Aku  memasuki rumah dengan lesu. Hah… kacau sekali pikiranku.

PYAARRRR…….

Kudengar suara kaca pecah yang sepertinya terbanting ke lantai. Aku segera masuk menuju ruang tengah.

”kau…. jangan pedulikan aku lagiiii!!!!!” ujar appa sambil mengacungkan pecahan botol itu pada omma.

”ani ani… cukup. Kau sadarlah… jangan terus-terusan mabuk!!” ujar omma diiringin isak tangisnya.

Mungkin bagi orang lain pemandangan ini sangat ironis. Appa yang suka mabuk-mabukan dan hanya menghabiskan uang. Sedangkan omma, sering disiksa oleh appa. Namun tidak bagiku. Ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku. Namun jangan salah. Jika kalian berpikir omma adalah tokoh protagonis yang selalu disiksa, itu salah besar.

”huh… dia itu selalu saja mabuk-mabukan. Aduhh kepalaku sakit sekali.” ujar omma yang memasuki kamarku sambil memegang kepalanya yang kena pukul oleh appa. Aku menatapnya sinis.

”berhentilah jika kau sudah tak sanggup! Jangan terus-terusan menyiksa dirimu sendiri!” ujarku datar dengan penuh penekanan.

”apa kau gila? Aku tak mungkin meninggalkannya. Jika bukan karena ia memiliki banyak uang aku pasti akan meninggalkannya dari dulu. aku juga tak mau terus disiksa seperti ini.” jelasnya sambil mengompres kepalanya.

”apa? uang? UANG UANG UANG selalu saja UANG.” teriakku frustasi padanya.

”kau ini kenapa?’

”apa karena uang kau menikah dengan ayah? Dan apakah kau melahirkanku hanya karena uang, huh? Setidaknya kau mencintainya karena kau bahkan sudah memiliki dua orang anak dari nya! Bukan karena uang!” kini air mata membasahi pipiku. Pertama kalinya aku menangis hanya karena masalah keluarga ini. sebelumnya aku bisa mencoba tak peduli dan bersikap dingin, tapi kali ini… omma kau keterlaluan.

”memangnya kenapa kalau karena uang? Kita bisa hidup bahagia dengan semua uangnya. Aku sudah rela berkorban terus disiksanya itu juga demi kau!” kini ia mulai meninggikan suaranya. Bahagia ia bilang? Apanya yang bahagia jika kita terus-terusan membohongi diri kita bahkan orang lain seperti ini. kau bilang semua ini demi aku? Aku bahkan tak pernah tau bahwa kau saynag padaku. Huh. Mungkin kau memang tak sayang pada anakmu. Kau hanya sayang pada uang.

”demi aku? Apa kau pernah sekalipun memperdulikan aku? Ani. aniyo. Yang ada dipikiranmu hanyalah uang. Atau mungkin jika kita sudah tak memiliki harta ini lagi, kau akan menjualku. Karena dimatamu aku ini hanya alat untuk mencari uang. Alasan agar kau mendapat uang dari mertuamu yang tak tau apa-apa itu.” ujarku datar dan meninggalkannya.

Aku sudah muak sekarang. aku keluar dari kamarku sendiri meninggalkannya. Inilah sebabku mengapa aku tak percaya akan cinta. Cinta hanya semata karena uang. Bahkan ibuku sendiri mengatakan bahwa ia menikah dengan ayah, melahirkan ku dan kakakku hanya karena uang. Apa saja yang bisa dibeli dengan uang? Tak semuanya bisa dibeli dengan uang.

”hya!! kau!!” ujar kakakku, jonghyun dari pintu kamarnya. Aku mengusap air mataku dengan kasar dan menatapnya datar.

”beri aku uang!” aku mendengus. Lihat? Uang lagi. Apa di keluarga ini sama sekali tak ada yang memiliki perasaan? Apa keluarga ini dibentuk karena uang semata?

”untuk apa? Kau mau minum lagi? Aku tak punya uang.” ujarku datar dan hendak melengos pergi. Namun kakakku terlebih dahulu meraih tanganku.

”kau jangan bohong, kau pasti punya uang kan? Ayo cepat berikan padaku.” ia menengadahkan tangannya dihadapanku. Sudah kuguda. Ia sedang mabuk. Bau alkoholnya sangat menyengat dihindungku.

”aku bilang aku tak punya!” aku berusaha menghempaskan tanganku.

”JANGAN BOHONG!!!” ia membentakku keras. Aku menatapnya tajam. Kakakku. Ia sama saja seperti omma, begitu juga dengan appa.

”kau! Apa dipikiranmu hanya ada uang? Kau itu sama saja seperti appa yang selalu mabuk-mabukan dan kau juga sama saja seperti omma yang selalu memikirkan uang. Aku benci semua ini.” ujarku dan menghempaskan tanganku keras. Aku pun pergi meninggalkan rumah. Aku muak dengan semua yang ada dirumah.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku berjalan dengan gontai. Entah hendak kemana. Berbagai pikiran masih berkecamuk dikepalaku. Mengapa aku harus terlahir jika hanya karena uang? Aku lebih baik mati saja jika seperti ini.

Aku pun berjalan menuju tempat yang 4 tahun lalu sering kukunjungi. Yahh… jalan layang itu. Aku selalu kesana untuk sekedar menjernih kan pikiranku kembali atau sekedar mencari udara segar. Namun kini aku jarang kesana.

Akhirnya sampai……

Indah sekali pemandangan malam ini. aku menghirup udara dalam-dalam. Sejuk rasanya. Aku menatap kearah bawah. Tinggi. Tinggi sekali. Air mataku mulai menetes dari mataku.

”arayo. Kini aku mengerti omma. Aku mati sekarangpun tak akan menjadi kesedihan bagimu. Karena kau masih tetap akan mendapatkan uang-uang itu.” ujarku. Aku menaikkan kakiku kepalang besi dihadapanku. Aku merentangkan tanganku. Kini aku siap. Aku tak sanggup lagi jika terus seperti ini. aku menutup mataku. Air mata dengan deras telah mengalir.

”EUN SOH!!!!” teriak seseorang. Kurasa tubuhku ditarik oleh seseorang. Dan kini aku merasakan pelukan hangat. Hangat sekali.

”apa yang kau lakukan? Kau mau mati? Boleh! Tapi tak sekarang!” ia semakin memelukku erat. Aku merasa kehangatan dipelukannya. sesuatu yang selama ini tak pernah aku dapatkan. Bahkan orang tuaku sekalipun.

”apa mau mu? Kau mengganggu saja!” ujarku sambil mendorongnya. Ya,, lee taemin. Ia yang ada dihadapanku saat ini. entah mengapa jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Aku menghindari kontak mata dengannya. Aku pun beranjak meninggalkannya.

”kenapa kau berpikiran pendek seperti itu sampai mencoba bunuh diri?” tanyanya sambil meraih tanganku. Aku tak menjawabnya. Aku hanya diam.

”aku tak mau kehilanganmu. Aku mencintaimu.”

GLEKK… jantungku berdetak semakin kencang.

”aku bilang jangan mengatakan hal itu karena aku,,,,,,,”

”DENGARKAN AKU!!!” potongnya seketika. Aku terdiam. ”sampai kapan kau akan percaya bahwa cinta itu hanya karena uang? Dan kenapa kau tak pernah sekalipun memberiku kesempatan untuk menyelesaikan penjelasanku?” tanyanya sambil mengguncang tubuhku.

Aku tertunduk. Kini kau berhasil lee taemin. Kau berhasil membuat mulutku bungkam dan tak bisa mengeluarkan kata-kata dingin atau cibiran seperti biasanya.

”karena aku tak mau mendengarnya. Aku tak mengerti cinta dan tak mau tau. Yang kutahu hanyalah cinta itu semata dengan uang, sama halnya yang dilakukan ibuku!” tubuhku serasa lemas. Aku merasa tubuhku bergetar. Aku terjongkok dihadapannya. Dan menangis.

Kau benar-benar berhasil. Kau berhasil membuatku menangis dihadapanmu.

”ibumu?”

”ya, ibuku menikah dengan appaku dan melahirkanku hanya karena uang. KAU DENGAR? KARENA UANG!” ujarku dengan suara yang bergetar. Ia kembali merengkuhku dan memelukku lagi.

”tapi aku tak seperti itu. Aku tulus mencintaimu. Percayalah padaku.”

”tapi aku tak punya uang banyak. Kenapa kau mau mencintai seseorang seperti ku?” tanyaku dengan bodohnya.

”sudah kubilang itu semua bukan karena uang. aku tulus. Tatap aku.” ujarnya sambil melepas pelukannya. Aku menurutinya. Aku menatapnya, tepat pada matanya. Jantungku kembali berdegup. Apa ini cinta?

”aku kedinginan.” ujarku datar. Ia melepas jaketnya dan menyampirkannya pada tubuhku.

”hatiku juga….. dingin.” ujarku lirih. Ia tersenyum menatapku. Ia memelukku lagi. Sangat hangat rasanya. Hatiku juga merasa tenang.

”kau mau percaya padaku? Aku akan membuat hatimu selalu merasa hangat.” ujarnya. Aku hanya mengangguk menanggapinya. Memejamkan mataku Dan merasakan kembali kehangatan pelukannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

5 bulan kemudian…….

Aku duduk disebuah taman. Taemin mengajakku kesini. Yahh… sekarang kami telah resmi berpacaran. Entah apa yang membuatku dapat mencintai seorang taemin yang sangat kekanak-kanakan ini. ahh tidak juga. Saat itu, aku bisa lihat kebijaksanaannya.

”eun soh-ah!” panggilnya.

”mmm?” sahutku.

”saranghae….” ujarnya manja.

”nado!” ujarku datar. Aku memang selalu seperti ini. namun ia tak pernah mengeluh. Inilah aku yang apa adanya. Ia bisa menerima semua kekurangan dan kelebihanku. Aku memang sangat dingin padanya, bertolak belakang sekali dengannya yang selalu perhatian padaku. Tapi aku mencintainnya. Seorang lee taemin. Namja yang berhasil meluluhkan hatiku yang dingin. Banyak orang yang mengatakan padanya bahwa mereka kasihan pada taemin karena sosok yang periang sepertinya harus mendapatkan seorang pacar yang dingin dan angkuh sepertiku. Aku sendiri sempat berkecil hati. Namun, ia tak pernah memperdulikan orang-orang itu. Ia selalu berkata padaku bahwa ia tulus padaku.

”cium aku,,” ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. Aku tersenyum sinis dan melayangkan jitakanku padanya.

”shireo!!”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>THE END<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

P.S: apakah ff ini gaje??? Mohon comment nya yahh… gomawo bagi yang mau baca!! And don’t be silent reader!!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

17 thoughts on “Neoreul Mideulkeyo (I’m going to believe you)”

  1. nggak! FF ini nggak gaje kok! FF ini asli ya,keren banget!!! aku suka background ceritanya! masuk dan nggak bertele-tele. dan taemin….ouwlalaaaaaaaa…taemin kamu sweet banget siiiihhh???
    keren,author! oiya, salam kenal ^^

  2. Kya prnah baca dh,, dpublish double y?? Taemiiinn!! Uaahh,, gigih bner buat dpetin eunsoh,, yeyy phy end!! Qw ska ff’y,, ^^o

  3. Gak gaje sma skali kq..
    Mlah aq bilang ini keren..
    Aq ska liat taemin yg kyak gtu..
    Trus, jalan crta ny jga bgus..
    Btw, slam knal author^^

  4. ga gaje koq… Keren malah dr segi bahasa alur sm critanya *two thumbs* n.n

    Seneng sm karakter eun soh.. Jd kbayangan yg maeny eunjo di cinderella eonnie… Hehe…

  5. maaf saya baru membalas commennya sekarang…
    semuanya yang udah baca terima kasih banyak ya…
    ini ff emang udah pernah dipublish sebelumnya…. mian…
    makasih sekali lagi ya, buat yang udah baca….
    semuanya salam kenal juga… >.<

  6. gaje?? sapa yang bilang??? kaga tauuu
    ini kereenn..
    Taeminieee kau bisa se bijak itu?? se manis itu?? hwaaa…

    iya aku juga jadi rada mikir kaya eun jo si eun soh nya hahahaha

    salam kenal author ^^

  7. mutmuuuutt…
    kereeeeeennn….!!!!

    aku baru tau ternyata kamu tuh jago bikin ff..
    keren, muut…

    bikinin ff, dooong…
    eheheheh..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s