{SKIP} OBSESSION – PART 6 (END)

( SKIP ) OBSESSION PART 6 – END

Author           : Wiga

Genre             : Angst

Rating           : NC 17

Cast                : Kim Kibum,Park Nada.

“Bagaimana mungkin aku melepaskanmu,,

setelah sekian lama aku menunggumu..

setelah apa yang telah ku lakukan untuk mu..

aku tidak akan melepaskan mu,, Park Nada

hhh..hhh..hhh.. baby.. I want you so bad”

**************

“ hhh..hhh..hhh.. baby.. I want you so bad..” erang Kibum pelan. membuat yeoja itu semakin terisak ketakutan. Kibum kini mengincar bibir Nada, bibir mungil berwarna kemerahan yang selama ini ingin dirasakannya. tapi Ia sadar, itu tak mungkin dilakukan jika yeoja dipelukannya terus terusan meronta.

“ Andwaeee..” jerit Nada. Ia mendorong kuat-kuat tubuh namja di depannya namun namja itu tak bergeming sedikitpun. tangan nya memukuli dada Kim Kibum, berusaha membuat namja itu mundur, tapi semua yang Nada lakukan tak berguna, sekuat apapun Nada berontak, tanaga Kim Kibum jauh mengunggulinya. Yeoja itu berdiri gemetaran, Lututnya terasa lemas membuatnya sulit untuk terus berdiri. Nafasnya mulai tidak beraturan.

Dengan kasar, Kim Kibum mendorong Nada hingga tubuh Nada menghimpit ke dinding, membuat yeoja itu merintih kesakitan. Lalu satu tangan nya menahan kepala Nada agar tidak banyak bergerak. kemudian bibirnya mulai menyegel bibir Nada. lidah namja itu terus-terusan mendesak bibir mungil Nada untuk masuk kedalamnya, Namun yeoja itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

“ aahndww.. ahnndww..”

Kibum melepaskan bibirnya dari bibir mungil yeoja tersebut, ditatapnya mata yeoja itu dalam-dalam. Ia memeluk erat tubuh mungil yeoja tersebut.

“ hhh.. Kibum ssi.. lepass.. sakiit.. jebaal.. aku ingin pulang..” rintih Nada pelan, tangisannya makin kencang. tapi Kibum tidak perduli, Ia menginginkan yeoja itu sepenuhnya.

Kibum makin menekan tubuh Nada, Ia menahan kedua tangan Nada diatas kepalanya, dan satu tangan nya lagi mulai membuka paksa satu persatu kancing kemeja seragam Nada.

“ Yaa Tuhaaann!!.. Kibum ssi kamu mau apa??” teriak yeoja itu panik.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby.. youre mine..” desah Namja itu sambil menjilat leher dan telinga Nada..

“Kib..bum ssi.. ngghh.. lepaas.. lepaas.. ku mohoon.. Andwaeee!!! Andwaaee!!”

Nada terus berteriak, tangisnya makin kencang tatkala Kim Kibum mulai melepas kancing kemejanya satu persatu dengan kasar. Yeoja itu ketakutan, seumur hidupnya belum pernah dirinya merasakan ketakutan yang sedemikian besarnya hingga membuat seluruh tubuhnya gemetaran. Ia berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan nya dari cengkeraman erat namja itu.

“ Ya Tuhaan.. tolong akuu.. aku takuut.. jangan biarkan ia melakukan ini kepadaku tuhaan. tolong akuu..”

awalnya tangan yeoja itu terasa sangat sakit ketika Kibum makin mencengkeram kuat pergelangan tangan nya, namun akhirnya satu tangan nya dapat terlepas juga.

dengan cepat Nada mencengkeram erat kemejanya yang sudah terbuka setengah, menahan agar namja tersebut tidak berbuat lebih jauh terhadapnya.

“ Andwaee.. Kibum ssi.. tolong jangaan..” pinta nya terisak. Ia menunduk, bahunya berguncang.

Kibum POV :

“ hhh.. hhh.. hhh..”

Aku menghentikan sejenak aktivitasku, ku pandangi Nada yang terus menangis. napasku sudah mulai tidak beraturan, kurasakan seluruh tubuhku menegang.

Shitt!!! aku menginginkannya!!! aku sangat menginginkan baby ku!! TAPI MENGAPA IA MENOLAKKU!!! DAMN!!

aku sudah berusaha menggunakan cara halus terhadapnya, tapi dia terus menolakku, terus menahanku. aku tak punya pilihan lain lagi.. Baby ku harus jadi milikku seutuhnya!! aku tak peduli dengan cara apa aku menghadapinya.. yang aku mau, baby ku harus jadi milikku saat ini juga!!

“ hhh.. hhh.. hhh.. berhentilah bersikap menolakku, baby.. kamu hanya akan menyakiti dirimu sendiri..”

aku mengangkat wajahnya dengan kedua tanganku, memaksa dirinya untuk menatapku. kulihat matanya mulai membengkak dan terlihat sayu karena terus menangis, dan hidung nya pun memerah. tapi aku bersumpah, dia terlihat jauh lebih cantik ketika menangis,

membuat diriku makin bernafsu terhadapnya.

“ andwaee.. Kibum ssi.. lepaskan aku.. jebal.. aku.. ingin.. pulang..” katanya sesenggukan. Matanya menatapku dengan pandangan memelas.

hhh.. hhh.. baby, …

kau makin terlihat menggoda dengan kondisi ketakutan seperti ini..

Mata yang basah karena berlinang air mata,

Hidung yang memerah..

bibirmu yang terus mengeluarkan rintih kesakitan..

tubuhmu yang gemetaran..

aku menyukai kondisimu yang selalu lemah dan rapuh.. Nada..

***********

Author POV :

“ hhh.. hhh.. hhh.. berhentilah bersikap menolakku, baby.. kamu hanya akan menyakiti dirimu sendiri..” Kibum berbisik lembut, kedua tangan nya mengangkat wajah nada dengan paksa hingga mata mereka bertemu.

“ andwaee.. Kibum ssi.. lepaskan aku.. jebal.. aku.. ingin.. pulang..” yeoja itu memohon pelan.

“ Kau harus membunuhku jika ingin menghentikanku, baby..”

“ Andwaee… jeb.. mmmppphhh…”

tanpa memberi Nada kesempatan untuk berbicara, Kibum langsung melumat bibir mungil yeoja itu kuat-kuat. satu tangan nya bergerak menahan tengkuk Nada, dan menekan kuat ke arahnya. lidahnya mulai aktif mencari celah untuk memasuki rongga mulut Nada, namun kesempatan itu tak kunjung datang karena yeoja di pelukannya terus mengatupkan bibirnya.

Nada mendorong tubuh Namja itu dengan satu tangan, sementara satu tangan nya lagi tetap mencengkeram erat kemejanya. tangis nya kembali tumpah, mengapa namja itu tega berbuat seperti ini terhadapnya?? Hatinya sangat sakit diperlakukan seperti ini..

Tubuh Nada terus berontak, namun sekuat apapun Nada berusaha melepaskan diri, tenaganya tidak sanggup melawan Kim Kibum, bagaimana pun juga, Ia adalah seorang wanita, tak akan mungkin menang dalam hal tenaga jika melawan seorang pria.

“ Andwaee.. Kibum ssii..”

Ciuman Kibum beralih ke leher dan tengkuk yeoja yang kini sudah kepayahan melawannya. Satu tangan nya berusaha menyingkirkan tangan Nada dari kemejanya. Namun Nada tak bergeming, sambil terisak Ia terus mencengkeram erat kemejanya.

“ hhh..hhh..hhh.. baby..lepaskan tanganmu..” desah Kibum pelan.

“ Andwaee,, Kibum ssi.. berhenti.. kumohon.. jangan seperti ini padaku.. kumohon..” isak Nada serak.

“ Kreek..”

Karena tidak sabar, Namja itu segera merobek bagian depan seragam Nada, hingga terlihatlah sebagian pundak dan dada Nada yang masih di tutupi bra. Nada menjerit, tubuhnya terus meronta, berusaha berlari ke arah pintu.

Kibum memeluk Nada lebih erat, Ia menyeret yeoja itu ke tempat tidur. Setiap langkah terasa sangat berat karena yeoja itu tak henti-hentinya bergerak menolaknya.

“ Andwae.. Kibum ssi..!!!”

Dengan satu hentakan, Kibum bergerak melemparkan tubuhnya dan tubuh yeoja mungil itu ke atas kasur dan kemudian Kibum menindihnya. Bibirnya mulai mencari-cari bibir tipis yeoja dibawahnya. sementara  tangan nya mulai merobek bagian-bagian kemeja yang tersisa dengan kasar.

“ Lepaass!!! Kumohon jan..mmmpphhh.. mmppphhh” Nada mencoba berteriak, Namun bibir Namja itu dengan cepat melumat bibirnya hingga meredamkan teriakkannya.

“ Kreeeeek”

Kibum berhasil melepas pakaian yang melekat di tubuh Nada, kini hanya tinggal bra yang tersisa. bibirnya kini turun ke leher putih yeoja tersebut yang sudah basah karena air mata, lidahnya membelai, mengecup, menggigit, dan menghisapnya kuat-kuat hingga timbul bekas kemerahan.

“Andwaaeee!!!!”

Nada terus menangis dan berontak, kedua tangan nya yang bebas berusaha memukul-mukul dada dan wajah Kim Kibum dengan sekuat tenaga, kedua kakinya bergerak menendang- nendang lutut namja itu, ia menangis, merintih, memohon, mengiba.. agar Kibum berhenti melakukan hal-hal yang sangat Ia takuti akan terjadi.

“ hhh…hhh….hhh…”

Kibum menghentikan aktivitasnya, kedua tangan nya menahan gerak tangan Nada, walau pun pukulan Nada sangat lemah dan tidak berarti apapun untuknya, Namun Ia merasa sangat risih jika objeknya terus-terusan bergerak.

Dengan satu tangan, Kibum melepaskan dasi hitam dari lehernya. kemudian Ia mengikat pergelangan Nada kuat-kuat. hingga Nada terdengar merintih lagi karena kesakitan. tak cukup sampai disitu, Kim Kibum mengikat kedua tangan Nada ke tiang tempat tidur hingga kini Nada tidak bisa bergerak sepenuhnya..

“ Andwaeee… hiks.. kibum ssi.. sakit.. lepas jebal..”

***********

“ hhh.. hhh.. hhhh, baby.. tunggu lah sebentar lagi.. kau akan jadi milikku..” Kibum berbisik ditelinganya

“ Andwaee..”  isak Nada ketakutan.

Nada masih meronta, Namun gerakannya terasa sangat lemah, Ia kehabisan tenaga, kepalanya terasa sangat sakit karena terlalu lama menangis, begitu pula kedua tangan nya yang terasa sangat sakit karena kibum terlalu kencang mengikatnya.

“ Andwaee.. Kibum ssi.. Andwaee.. kumohon.. hentikaan..”

“ Andwaaeee..!! hiks.. Kibum ssi.. sakiit..” rintih Nada pelan, rasa ngilu dan sakit yang luar bisa terasa di tubuh Nada Ia hanya bisa menggelinjang pelan, menahan rasa sakit di tubuhnya yang semakin menjadi-jadi.

***********

“ hhh..hhh..hhh.. uljimaa..”

Kibum membelai lembut pipi yeoja yang gemetar ketakutan dibawahnya, pelan-pelan Ia menyibakkan beberapa helai rambut yang menempel di pipinya yang basah karena air mata.

“ uljimaa Nada.. ssshhh…” bisik nya pelan, sambil mengecup kening Nada.

Yeoja itu menggeleng lemah, butir-butir air mata tak berhenti keluar dari sepasang bola matanya yang terlihat bengkak dan sayu.

“ k.. ki.. kibum ssi.. hen..tikaan.. a..ak..u. mohonn.. ka.u menyakitiku.. kibum ssi..”

gadis itu merintih tertahan.

“ hhh.. hhh.. hhh.. I can’t stop it,, aku tak bisa berhenti sekarang, baby..tidak, sebelum aku menyelesaikan apa yang telah aku mulai.. hhh.. hhh..” desah namja itu

*************

Tak sedikitpun kenikmatan yang dapat yeoja itu rasakan, seluruh sensor di tubuhnya seakan hanya bisa merasakan sakit yang diberikan namja itu, hal yang sangat jauh berbeda yng pernah Ia rasakan saat ia bersama Lee Jinki, kekasihnya yang dibunuh oleh Kim Kibum, namja yang terobsesi dengannya.

Bersama Lee jinki Ia merasakan ada listrik jutaaan watt yang mengaliri tubuhnya saat jinki menyentuhnya, perasaan luar biasa, yang membuat Nada selau menginginkan lebih. Jinki begitu lembut memperlakukannya, hingga perasaannya selalu melayang jika Lee Jinki menyentuhnya, walaupun itu hanya sebatas kecupan kecil atau pun ciuman, namun Nada selalu berharap bahwa saat-saat berdua dengan kekasihnya tak akan pernah berakhir.

Sedangkan dengan Kim Kibum, hanya rasa sakit yang ada.. fisiknya sangat sakit, begitu juga hatinya. hatinya sangat sakit saat tubuhnya dijamah oleh namja yang membunuh orang yang paling dicintainya dan juga sahabat terdekatnya,  Sentuhan, ciuman, gerakan atau apapun yang dilakukan Kim Kibum terhadapnya atas dasar paksaan. Ia memaksa, bahkan tak segan menyakitinya.

“ Andwaee.. Kibum ssi.. kumohon jangan teruskan jebaal..”

****************

yeoja itu berteriak-teriak kesakitan, tangan nya mengepal, tubuhnya menggeliat hebat, dan kakinya bergerak-gerak menendang udara kosong. Ia menjerit dan merintih saat namja itu memasukinya dengan paksa. bagian dalam tubuhnya terasa seperti di tusuk oleh ratusan jarum. perih dan sakit..

“ sakiiit.. hent.. ti.. kan hen.. tikaan..” yeoja itu terisak keras, tubuhnya berhenti bergerak, Tak ada lagi yang bisa dilakukannya, untuk mempertahankan apa yang telah dijaganya selama ini, namja itu dengan mudah merenggut seluruhnya.

Nada terus menangis dalam diam , Ia memejam kan matanya, berusaha mengalihkan rasa sakit yang semakin lama semakin dalam terasa di tubuhnya.

“ hhh..hhh…hhh… baby.. hhhh…” Kibum terus mengerang merasakan nikmat, Ia mencium bibir Nada , memainkan lidahnya disana, kemudian bibirnya turun ke leher dan dadanya, berusaha membuat yeoja itu merasakan apa yang dirasakannya. Namun Nada tidak merespon, Ia tetap menangis sambil memejamkan kedua matanya. Kim Kibum perlahan membuka ikatan tangan yeoja itu, terlihat garis garis kemerahan di sekeliling  pergelangan tangan Nada,dengan lembut bibirnya menyapu pergelangan tangan Nada hingga ke siku nya.

“ Hentikan Kibum ssi… kau menyakitiku..” bisik yeoja itu lemah, Ia sudah berbaring tak berdaya, tak lagi melakukan perlawanan.

“ ini lah yang ku inginkan selama hidupku..

bersamamu.. orang yang kucintai..

aku tak peduli.. berapa banyak aku menyakiti orang lain.. yang ku inginkan kau menjadi milikku..

aku tak perduli jika tangan ku berlumuran darah..

yang ku tahu, aku hanya mencintaimu..

kini kau telah menjadi milikku sepenuhnya..

hanya milikku..”

Napasnya semakin memburu,,,

keringat mengalir melalui pelipis dan dadanya. kedua tangan nya merengkuh tubuh Nada, mengeratkan pelukannya seolah agar tidak lepas.

“ nnggghhh,,, baby.. ahhhhh… hhhh..hhh..hhh”

Sesuatu menyembur keras dari dalam tubuh Kibum mengisi ruang-ruang terdalam Park Nada. Tanpa Ia sadari mata yeoja mungil itu telah tertutup. Nada telah jatuh pingsan.

*************

Kibum memperhatikan sosok yeoja yang kini tidak bergerak dibawahnya. tiba-tiba jantung nya berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Ia menepuk pelan pipi Nada, memaksanya untuk membuka mata, Namun yeoja itu masih diam tak bergerak.

“ Nada.. irona..irona.. jebal.. “ erangan dan desahan yang dikeluarkan bibirnya beberapa saat lalu berubah menjadi isakan.

hal yang paling ditakutinya adalah kehilangan orang yang begitu Ia cintai, sebegitu berartinya Nada untuknya hingga Kim Kibum bersedia menukarkan jiwanya pada raja setan sekalipun.

Namja itu memeriksa napas dan denyut nadi Nada..

Ternyata normal..

Nada hanya pingsan..

Kibum mengangkat tubuhnya dari atas tubuh mungil yang tidak berdaya. dilihatnya tetesan darah yang masih melekat dipaha bagian dalam Nada, dan beberapa telah merembes di kasurnya yang beralaskan seprai putih. darah itu bercampur dengan cairan miliknya. kemudian matanya menelusuri leher Nada, yang penuh dengan luka kemerahan hasil perbuatannya. ada banyak luka gigitan di leher bagian bawahnya, terakhir pandangan Kim Kibum jatuh di salah satu tangan Nada. Tangan yeoja itu masih dikelilingi dengan tanda kemerahan.

“ Nadaa..” lidah nya tercekat menyebut nama gadis itu..

beberapa tetes air dari matanya kembali keluar, melihat keadaan yeoja itu yang sedemikian menyedihkan.

“ Nada.. Mianhae, Mianhae, Mianhae, Mianhae..”

Bibirnya terus mengucap kata maaf, sambil menangis. Ia mendekap lembut tubuh yeoja itu dan terus berbisik ditelinganya.

“ Maafkan aku.. Maafkan aku.. Nada maafkan aku..”

Penyesalan merayapi pikiran dan perasaan namja itu,

“ Apakah aku sudah gilaa…??? Apakah aku sebegini bodohnya?? Apa yang telah kulakukan?? apa yang telah ku lakukan pada Nada.. Ya Tuhaaan..”

“ Aku mencintainya..

Aku mencintainya..

Tapi mengapa aku menyakitinya..

Mengapa aku menyiksanya..

Mengapa aku membuatnya menangis..

Mengapa aku membuatnya menderita..

Ya Tuhaaan.. Apa yang terjadi denganku..??”

Masih terisak, Namja itu berjalan ke sudut ruangan mengambil kotak obat, mengeluarkan kapas dan mulai membersihkan darah yang menempel di seluruh bagian tubuh Nada..

pelan-pelan memberinya obat untuk luka luar, mengambil kemejanya dari dalam lemari dan memakaikannya agar yeoja itu tidak kedinginan.

bibirnya tak berhenti mengucap kata maaf.. Bahkan hatinya yang terdalam rasa-rasanya tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, atas apa yang telah Ia perbuat kepada Nada.

“ Ampuni aku, Park Nada.. Ampuni aku..” katanya tercekat.

“ Aku tahu aku salah.. tapi ini semua kulakukan karena aku mencintaimu sangat dalam..”

“ Mianhae.. Jebal..”

***************

Nada membuka matanya perlahan..

“ Sakiit..” desahnya pelan.

Ia merasakan rasa sakit yang luar bisa disekujur tubuhnya, perlahan air matanya kembali tumpah, namun sekuat mungkin Ia menahan tangisnya agar tidak pecah.. perlahan Ia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.

Nada berlutut, dan kembali menangis ..

seluruh tubuhnya sakit bukan main, rasa perih yang amat sangat tiba-tiba terasa di organ terdalam  nya. Namun bagian yang paling sakit adalah hatinya.

Mengapa Kim Kibum sangat jahat padanya??

Mengapa namja itu mengambil seluruh harga dirinya bahkan dengan cara yang sangat menyakitkan?? Mengapa namja menjadikan dirinya sebagai alasan untuk membunuh teman-temannya??

“ hhh.. ya tuhaan..”  bisiknya terisak..  ia merasakan dadanya terasa sangat sesak, apa yang harus dia lakukan sekarang??

“ bagaimana jika aku hamil?? aku tak mau mengandung anaknya?? aku tak mau hidup bersamanya?? dia pembunuh.. tuhaaan.. aku harus bagaimana.. aku takut tuhaaan.. ingin mati saja rasanya..”

terseok-seok, Nada segera berjalan menuju pintu, . setiap langkah terasa semakin sakit dan perih,. namun Nada tidak mempunyai pilihan lain selain terus bertahan.

Selangkah lagi yeoja itu sampai di ambang pintu, dengan perlahan Ia memutar kenop pintunya.

*************

“ Kau milikku..”

“ Tidak ada seorangpun yang bisa memilikimu..”

“ Tidak ada yang bisa menyentuh mu kecuali aku..”

Nada berhenti sebentar, Ia menengok kesekitarnya.. tidak ada orang lain selain dia disini.

Suara siapa yang Ia dengar barusan??

“ Kau milikku..”

“ Tidak ada seorangpun yang bisa memilikimu..”

“ Tidak ada yang bisa menyentuh mu kecuali aku..”

Suara itu bagai menggema ditelinganya.. lagi.. dan lagi..

Nada menutup kedua telinganya, menangis dan terus berjalan tak tentu arah..

“ ANDWAEEEE!!! hhh.. ANDWAEEE!!! pergii!! jangan dekati aku.. jangan sentuh akuu.. jebaal..!!!” bibir mungil nya terus berteriak kencang, entah kepada siapa.

“ jebaaal.. sakit.. sakit..”

Yeoja itu berlutut..

Ia merangkak pelan ke sudut ruangan, dan menangis sepuasnya disana.

Rasa sakit ditubuhnya kembali terasa..

“ hiks.. aku bukan milik siapa-siapa.. tolong lepaskan aku..”

“ tolong lepaskan aku.. lepaskan aku.. lepaskan aku,,”

**************

Nada kembali berdiri.. Ia mengubah arahnya.. bukan ke pintu keluar, melainkan ke tempat dimana Ia bisa menemukan sebuah alat untuk mengakhiri semuanya..

Ya..

Semuanya harus berakhir sekarang..

Rasa sakit yang tadi Ia rasakan kini sudah hilang, berganti dengan rasa kebencian yang sangat besar..

Namja itu telah merampas seluruh miliknya..

Tak ada yang tersisa..

Nada berjalan ke arah dapur mengambil sebuah pisau besar..

Pisau itu cukup besar dan tajam , bisa mengakhiri nyawa siapa saja..

“ hiks.. hiks..”

Tangan nya gemetar memegang pisau..

Pikirannya kacau..

Haruskah ia melakukan ini semua??

Jika Ia melakukan ini, bukan kah Ia sama saja seperti kim Kibum??

Pembunuh..

“ Hiks.. Tapi aku tak punya pilihan lain.. Tuhan.. tolong aku..” isaknya pelan sambil bercucuran air mata.

Jauh dalam hatinya, Ia tak ingin membunuh siapapun.. tidak.. Ia tak ingin mengotori tangan nya dengan darah.. namun ia tahu, jika ia tidak melakukan ini.. kedepannya akan banyak nyawa yang harus dikorbankan..

Ia tidak ingin orang-orang terdekatnya mati.. dibunuh satu persatu di depan matanya..

Ia sudah tidak kuat lagi..

“ hiks.. hiks..”

“ NADA!!! APA YANG..??” tiba-tiba terdengar teriakan lantang seorang namja di hadapannya. namja itu hanya mengenakan celana panjang, tanpa mengenakan atasan. suatu pemandangan yang menjijikan bagi nada..

masih teringat jelas bagaimana namja itu menyiksanya semalam..

“ N.. Na.. Nadaa.. tolong.. tolong lepaskan pisau itu.. maafkan aku.. maafkan aku.. jebal..” namja itu berkata terbata, mencoba mencegah yeoja itu melakukan hal-hal yang ditakutinya.

“ Andwaee.. Kamu jahat Kim Kibum.. andwaee..” kembali yeoja itu menangis, tangan nya menggenggam erat pisau dapur tersebut dengan gemetar.

“ Nada.. mianhaee.. jebal.. tolong.. jangan nekat..” Kim Kibum bergerak selangkah mendekati yeoja itu.

“ Andwaee.. kamu membunuh Lee Jinki, Yui, Lee Taemin, Choi Minho, Kim Jonghyun.. hhh.. Apa salah mereka padamu..?? kau membunuh Lee Hyeo Jun dan kedua temannya.. Apa salah mereka padamu?? kau menyakitiku.. kau.. mem.. per.. kosa.. ku.. hiks..

KAU MENYAKITIKU KIM KIBUM!!! APA SALAHKU???” yeoja itu kehilangan kendali, Ia maju dua langkah ke arah kim kibum, menyodorkan pisau itu tepat di depan muka nya.

Wajah Kim Kibum mendadak pucat,

“ Aku bersumpah aku tak akan menyakitimu lagi Park Nada.. aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku.. aku mencintaimu.. mencintai mu sampai aku hampir gila.. semua nya ku lakukan hanya untuk mu.. aku minta maaf jika aku menyakitimu semalam.. aku hanya ingin.. memilikimu sepenuhnya Park Nada.. jebaal..”

Kim Kibum berbicara terbata, matanya terus menatap ujung mata pisau berkilat-kilat berbahaya.

“ Aku bukan milik siapa-siapa, Kibum ssi.. hiks.. aku bencii kamu..” isak Nada, kepalanya berdenyut-denyut kencang.

“ Park Nada.. Jangan macam-macam dengan pisau itu!! Lepas!!” teriak Kim Kibum, Ia mencari waktu yang tepat, menunggu agar yeoja itu lengah  sehingga dia bisa mengambil pisau itu dari genggaman tangannya.

“ ANDWAEE!! “ yeoja itu menjerit kencang..

Tiba-tiba Nada menusukkan pisau itu ke perutnya.. pisau itu begitu besar, yang mampu mengoyak organ dalam tubuhnya.

Darah menetes deras, membasahi lantai.. Nada meringis menahan sakit, tubuhnya langsung jatuh ke lantai..

“ hhh…hhh.. “

Sementara itu Kim Kibum masih memandang Nada seakan tidak percaya.

Mengapa??

Mengapa Ia menusuk dirinya sendiri?? Bukan dirinya ??

Harusnya aku yang mati..

“ Na.. Nadaa.. Nada!!! “

Kim Kibum menghampiri Nada, yang kini terbaring pucat di lantai, bersimbah darah..

“ NADA!!! NADA!!! ANDWAEE!!! Nada..” Namja itu berteriak keras. perlahan Ia mencabut pisau yang tertancap dalam di perut Nada, kemudian Ia merengkuh tubuh yeoja mungil itu kedalam pelukannya.

“ hh..hhh.. aku.. jika aku mati..hhh.. kau tak akan pernah… bisa.. memilikiku.. Kibum ssi.. hhh..”

“ ANDWAEEEE!!!!”

“ hhh.. aku bukan milik mu..”

Kibum memandangi wajah Nada yang mulai memucat..

Sakit kah rasanya kematian??

aku sudah membunuh 8 orang dengan cara yang berbeda..

Bagaimana rasanya jika aku membunuh diriku sendiri..

“ hhh… hhh… hhh.. “ napas yeoja itu semakin tidak beraturan, keringat dingin memenuhi keningnya, tangan nya gemetaran menahan rasa sakit.

“ Kau milikku Nada.. sekarang.. dan selamanya akan terus begitu..” kata Kim Kibum tenang.

“ hhh.. hhh… hhh.. “ yeoja itu mengerjapkan matanya lemah, tampak nya Ia tidak mempunyai sisa tenaga lagi untuk berbicara..

“ Kau tak akan pernah bisa pergi dari ku.. kemana pun kau melangkah..”

“ ngggghhh…” yeoja itu  mengerang pelan.. perlahan bibirnya menyunggingkan senyum dan matanya mulai menutup.

Ia mengakhiri semuanya..

***********    FIN   ***********

“ hhh.. hhh… hhh.. Park Nada…”

Namja itu memegang perlahan wajah yeoja yang kini terbaring kaku dipelukannya.

Bibirnya mengecup bibir mungil nada sekilas.

“ Kau tetap milikku.. kau tak akan pernah pergi jauh dariku..”

Tangan kanannya meraih pisau yang tergeletak disampingnya..

“ Kau tetap akan ku kejar..Park Nada..”

Dengan sekali gerakan, Kim Kibum menusukkan pisau itu tepat di dadanya..

“ Ke neraka pun.. kau pasti akan tetap ku kejar..”

Darah mengalir deras membasahi tubuhnya.. Ia mencabut pisau itu kemudian membuangnya jauh-jauh..

“ kematian pun.. hhh hhh hhh.. tak akan bisa memisahkan kita..”

“ hhh..hhh.. karena kau milikku.. hanya milikku Nada..”

Ia menggigil pelan.. mengeratkan pelukkannya pada yeoja yang terbaring disampingnya..

“inilah jalan yang ku pilih untuk mati..

bersamamu disampingku..”

************   FIN   ***********

Akhirnyaa.. ff ini ending jugaaa.. alhamdullilaaah..hihihihiii.. ending yang pasaran.. dimana semua pemerannya mati..gomawo buat reader setia yang udah baca dan komen di ff  geje buduk dan mesum ini sampai part terakhir.. maaf banget kalo ending nya ga sesuai dengan harapan kamu semuaa..

Oia.. untuk NC 21 nya pw nya sama seperti pw venustraphobia.. bagi yang belum tau kalian bisa kirim email ke shineeworldfiction@yahoo.com . aku ingatkan sekali lagi, jangan leave comment di page manapun.. langsung email aja.. atau minta sama LANA.. dan yang dikasih pw nya hanya yang berusia 21 tahun keatas.. okay  .sekali lagi gomawo aall.. luph you.. wiga deep bow bareng onyuu.. ^^

 

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

121 thoughts on “{SKIP} OBSESSION – PART 6 (END)”

  1. Ngga sempet komen di part 5 karena keburu hape mati. Pas jjong nyamperin nada tuh udah yakin bukan dia, karena cara bicaranya biasa aja.
    Taunya kim kibum, serem! Kasian nada di perkosa endingnya semua mati kecuali jjong di penjara haha
    god job!

  2. Adegan mesumnya cuma aku baca sekilas, ga suka soalnya sama yadong tuh -_- lebih suka adegan tusuk menusuk pisau muahahaha #dor
    sudah kuduga, key yg bunuh. Jelas banget di scene part 5 yg key nembak jjong. Auranya udah lain. Apalagi wkt Jjong teriak2 gt ke Nada minta didenger.
    Tp sumpah di part 6 pengen nabok si Key da -.-” nyebelin bgt abisan. Mana endingnya bkin aku pengen nonjok dia (?) #ditonjokLockets
    wks, gimanapun ini bagus banget n,nd aku suka ff tipe gini nih. Sadisme. :3

  3. Eonn sumpeh bagus banget!! Apalagi key yang maen td aku kira key yang di bunuh aku udh tkut aku kan lockets!! Eh amalh dy yang bunuh (۳ ˚Д˚)۳ key saranghaeyoo !!

  4. Udh 2 kali gue baca ini ff, gk bosen2nya baca dri chapter 1 smpe 6, kereeen thor, bkin ff yg genre gini thor soalnya genre beginian jarang ada

  5. ya ampun….aku sampek nangis…..sedih banget…lagi2 pas kibum oppa’y menyesal telah memperkosa nada…hiks..hiks…appapun…bagus ff nya thor..eh salah bukan bagus tapi KERRREEENNN….keep writing ya thor..fighting!!

Leave a Reply to fafa_lee Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s