Its Okay Even If Its Hurts

Its Okay Even If Its Hurts

by : asnia

cast :    Kim Jonghyun, Kim Hyunae (imagine it’s you J)

nb : ini FF debut aku loh J senangnya kalau sudah dipublish di SF3SI

memang ada part yang nggak nyambung sama lagunya tapi kalau didengerin sambil baca ini akan lebih dapet moodnya J

terima kasih untuk yang sudah menyempatkan baca, jangan lupa komen ya J

 

its okay even if i blind . its okay even if i run out of breath . if i could see you once, if i could just give you my heart

 

Hyunae keluar dari tempat bekerjanya . Hari ini dia merasa lelah sekali padahal pekerjaannya tidak sebanyak hari kemarin. Setelah bekerja harusnya ia langsung pulang ke flat kecilnya yang bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki, tetapi entah mengapa kakinya secara tidak sadar berjalan ke arah sebuah taman. Taman dimana dulu dia dan Jonghyun selalu bermain setelah pulang dari sekolah di sana. Hyunae duduk di sebuah bangku panjang. bangku yang sering dipakai mereka tidur karena lelahnya di sekolah. Dia membersihkan daun-daun yang berserakan di atas bangku. Hyunae melihat sekeliling dan menemukan apa yang ia cari. Tukang es krim. Ia lalu membeli es krim choco banana kesukaannya dan duduk, terdiam sebentar dan tak terasa air matanya menetes.

 

Flashback on

 

“Hyun chagi, cepat duduk di sini. Apa kau tidak lelah dari tadi kita hanya berjalan saja. Kakiku capek sekali. Dasar anak muda,”

“Mianhamnida Hyun seosangnim, mungkin itu karena kau sudah lebih tua dariku ya. Hahahaha, harusnya dulu aku tidak menerima ahjussi ini jadi namjachinguku ya”

“Nah nah, jadi kau menyesal nih menerimaku. Awas ya!”

“Oppa, aku tidak pernah menyesal memilihmu, karena aku adalah gadis dewasa dan aku akan bertanggung jawab pada pilihanku yaitu oppa. Hehe”

Jonghyun  tersenyum memeluk Hyunae dan membelai rambutnya dengan lembut. Hyunae adalah seorang murid Seoul High School kelas 12 dan Jonghyun, kekasihnya selama tiga bulan, adalah guru muda yang mengajar fisika di sekolah tersebut. Kisah percintaan antara guru dan murid yang sering ada di televisi itu ternyata bukan hanya milik otak penulis skenario drama, hubungan yang tidak disetujui dan berbagai ucapan sinis dari sekitar mereka sudah berulang kali mereka dengar. Bukannya malah menggoyahkan mereka, tetapi lebih mendekatkan mereka.

“Oppa, belikan es krim itu, aku pengen es krim choco banana !” rajuk Hyunae

“Ya, kau ini. Baru tadi kau mengungkit gadis dewasa dan sekarang kau minta dibelikan es krim? Apa itu yang dinamakan dewasa. Aigoo uri chagi” Jonghyun lalu membuka tasnya mencari dompetnya

“Soal selera itu berbeda oppa, masih ada kok tante-tante yang suka es krim” Hyunae membela diri. Dilihatnya Jonghyun mengeluarkan dompet dan tampaklah sebuah foto mereka berdua.

“Omona oppa, masih menyimpan foto ini ya ? Hahahaha, ini kan foto di kencan pertama kita kan. Kyeopta~ Haduh, wajahku dulu masih mulus”

“Iya memang, sekarang sudah banyak bintik-bintiknya. Aku jadi meragukanmu Hyunae. Hahaha..” canda Jonghyun

“Oppa ! Sukanya ngejekin aku nih..”

 

Flashback off

 

Hyunae memandangi foto yang sama, di bangku dan taman yang sama, dengan es krim yang juga sama. Tetapi kali ini dengan kepedihan, bukan dengan kebahagiaan seperti dulu

 

if i could just see you once, if i could just give you all my heart. how much more do i have to be longing for you to be able to know my heart. how much more do i have to cry and cry for my tears to dry

 

Flashback on

 

“Appa ! Kami bukannya ingin menikah besok kan ! Kenapa appa tidak memberi kesempatan sama sekali? Selama ini appa tidak pernah melihat keseriusan Jonghyun oppa. Hyunae bukan anak kecil lagi appa, Hyunae tahu konsekuensi dari pilhan Hyunae. Bukan begitu yang appa ajarkan pada hyunae tentang tanggung jawab? Hyunae menyayanginya, appa. Hyunae… “

Plak ! Hyunae merasa pipinya panas akibat tamparan ayahnya dan ia yakin kalau tangan ayahnya juga merasa sakit.

“Bukan ! Bukan seperti ini yang aku ajarkan padamu Hyunae! Dengar, appa sudah cukup bersabar dengan semua ini, kau seharusnya tahu kalau appa tidak suka dengan dia! Dia dan mobilnya yang  menyebabkan ibumu tewas!! Apa kau masih mau menerimanya? Lagipula siapa tahu dia hanya ingin memperdayai murid polos sepertimu! Jangan mudah tertipu Hyunae!”

“Itu kecelakaan appa, sudah berulang kali bukan Jonghyun oppa yang menabrak umma, tapi orang lain dan kebetulan Jonghyun oppa yang pertama kali menemukan umma di jalan. Apa appa tidak mendengar, polisi pun sudah membuktikan oppa tidak bersalah tapi mengapa appa…”

“Cukup ! Appa lelah bertengkar denganmu hanya karena pria itu. Sekarang  kau harus memilih, appa atau dia! Atau lebih baik kau keluar dari rumah ini!!” Ayah Hyunae sudah di atas kemarahannya.

Hyunae menangis, ayahnya juga menangis. tangisan ayahnya yang kedua kalinya seumur hidup Hyunae. Setelah tangisan pertaman ketika umma Hyunae dibawa ke rumah sakit sesaat setelah tabrakan yang akhirnya menewaskan ummanya. Kali ini mereka hanya berdiri dan menangis.

“Geurayo appa, mungkin lebih baik aku pergi”

 

~

 

“Hyun.. Kau sudah datang”

Hyunae hanya tersenyum memandang Jonghyun yang berbaring di kasur rumah sakit. Sudah dua hari sejak Jonghyun dilarikan ke rumah sakit karena jatuh dari tangga. Hyunae tahu sebenarnya bukan itu penyebabnya, melainkan Jonghyun yang sedang anemia dan jantungnya tidak kuat karena setelah bertengkar dengan appa Hyunae tentang masalah umma Hyunae

“Ne oppa, bagaimana hari ini? Merasa lebih baik?” tanya Hyunae sambil mencoba ceria tapi Jonghyun bisa melihat kalau Hyunae tidak sedang baik-baik saja. Mata merah dan sembab. Seperti habis menagis dan tasnya yang besar itu, mungkin maslah besar

“Ada apa Hyun? Coba ceritakan padaku,” ujar Jonghyun dengan lembut. Hyunae duduk di samping tempat tidur Jonghyun dan merebahkan kepala di samping tangan Jonghyun.

“Anniyo oppa, tenang saja, sebentar lagi aku akan bisa merawat oppa dan kita akan melewati hari bahagia bersama selamanya. Jadi oppa harus berjanji cepat sembuh padaku ya ?” pinta Hyunae sambil menggamit tangan Jonghyun dan mengaitkan jari kelingkingnya. Melihat itu Jonghyun hanya tersenyum

“Ne, chagi” jawabnya. Sekarang ia tahu sebab Hyunae menangis. Bertengkar dengan ayahnya tentang Jonghyun. Hyunae selalu berkata bahwa ia akan menemani Jonghyun, padahal ayahnya melarangnya. Dan tasnya itu, Jonghyun yakin sekali Hyunae memutuskan pergi dari rumahnya.

“Pergi lagi dari rumahmu? Jangan begitu, kalau kau seperti ini, aku akan makin merasa berslah” jelas Jonghyun

“Kenapa? Oppa tidak berslah kenapa harus bingung. Ini aku yang memutuskan artinya aku yang harus bertanggung jawab kan? karena aku adalah sudah dewasa”

“Mulai lagi deh Hyun, uhuk uhuk uhuk” Jonghyun terbatuk dan menutup mulutnya dengan tisu. Dilihatnya darah yang merembes di tisu

“Astaga oppa, beginilah kalau terlalu memikirkan hal yang tidak penting. Sudah, lebih baik oppa tidur saja ” Hyunae membaringkan Jonghyun dan menyelimutinya, “Selamat tidur oppa” ujarnya sambil mengecup dahi Jonghyun dan beranjak keluar untuk membuang tisu.

Hyunae lagi-lagi menangis, entah tangisan keberapa untuk hari ini. Hyunae tidak tahu, yang jelas setelah menangis ia merasa lebih lega

Begitu pula Jonghyun, airmata menetes di pipinya sekali lagi walaupun ia tertidur sekarang

 

does it hurts because im loving you? am i punished for loving too much? even if i was lose everything of me, if its just you then its okay

 

Pagi ini Hyunae tebangun di rumah sakit. Dia segera bersiap untuk pergi ke sekolahnya karena sebentar lagi ujian negara akan dilaksanakan dan Hyunae harus selalu masuk sekolah agar presensinya memenuhi untuk ikut ujian negara. Paling tidak, ia tidak ingin masalah belajarnya terganggu.

Seperti hari-hari sebelumnya, Hyunae sendirian. Teman-teman, guru-guru meninggalkannya satu persatu semenjak ia berpacaran dengan seorang seosangnim. Murahan, cibir mereka. Guru lain pun memandangnya tidak suka karena merasa sikap Hyunae menerima seorang guru menjadi pacarnya adalah perilaku buruk bagi sekolah mereka.

“Lebih baik dia tidak ada disini. Kau tahu kan Jonghyun seosangnim masuk rumah sakit gara gara dia,”

“Seosangnim stres dan jatuh sakit karena hubungan tidak bermutunya dengan si gadis murahan itu yang tidak direstui”

“Bukan salah seosangnim jatuh dari tangga rumahnya, tentu saja perasaannya tidak enak setelah bertengkar dengan ayah Hyunae”

“Idih, kamu menyebut namanya aku merasa jijik”

“Untuk pelajaran bahasa olahraga nanti aku tidak akan berkelompok dengan dia”

“Aku tidak akan memberinya masuk kelasku Pak, aku tak sudi mengajar dia”

“Tidak akan ada yang mengijinkan dia masuk ke kantin untuk membeli makanan”

“Lihat, dia sendirian lagi. Aku tidak mau dekat-dekat, nanti ketularan sialnya lagi”

Berbagai omongan tak menyenangkan sudah biasa didengarnya dan tidak pernah dianggapnya

“Ya!! Kau cepat ke ruangan kepala sekolah” seorang guru memanggil hyunae, “katanya kau tidak boleh ikut ujian negara, karena mulai minggu depan kau dikeluarkan dari sekolah ini”

 

~

 

Hyunae menangis lagi di tengah jalan. Tidak masuk akal ! Hanya karena masalah berpacaran ini dia dikeluarkan.

“Lebih baik karena agar tidak ada rumor jelek untuk sekolah ini, apalagi sekolah ini akan diakreditasi ulang gara-gara pihak pendidikan mendengar adanya guru dan murid berpacaran. Hal ini dapat meresahkan siswa, tidak bisa dibiarkan” jelas kepala sekolah

“Tapi Bapak tahu kan, saya dan Jonghyun seosangnim tidak pernah berbuat di luar batas kewajaran. Saya berani bersumpah, Pak” bela Hyunae.

“Sayang sekali keputusan sekolah mengeluarkanmu sudah bulat”

Hyunae mengingat lagi perkataan kepala sekolahnya dan berusaha menerima dengan lapang dada.

“Gwenchana Hyun! Kamu masih punya Jonghyun oppa di sisimu. Fighting!!”

 

even if my heart is broken when loving you. even if my heart is separated when waiting for you. its okay because i love you. its okay even if it hurts

 

Hyunae mencari kerja berhari-hari dan akhirnya ia diterima menjadi pelayan di toko ramyun. Kini ia tinggal di flat kecil milik Jonghyun, sembari merawatnya saat  Jonghyun sudah keluar dari rumah sakit. Sudah tiga bulan mereka hidup seperti ini dan segalanya berjalan lancar. Hari-hari mereka terasa lebih baik. Sampai pada suatu malam Jonghyun memanggil Hyunae

“Hyunae, kemari sebentar” Jonghyun berkata dari dalam kamarnya

“Sebentar oppa, aku sedang menaruh makanan di piringmu. Jam 7 malam kan saatnya kau makan”  jawab Hyunae dari arah luar

“Ppali.. Hyun,”

“Ne oppa, sudah beres. Lihat, enak kan makanannya ? Hmm, wangi sekali kimchi pancake kesukaan oppa yang aku buat kali ini. Slrup!” bangga Hyunae dan lalu duduk di dekat kasur dan bersiap menyuapi Jonghyun

“Sebentar hyunae, aku mau bicara dulu, penting untuk kita” kata Jonghyun lirih

“Hmm, ada apa oppa, tidak seperti biasanya. Bicara denganku kok terlihat resmi sekali. Kyeopta. Ini sudah hangat, aaaa..” jawab Hyunae sambil meniup makanan dan menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Jonghyun

“Nanti dulu aku mau bicara”

“Iya, satu suap dulu dong oppa. Ne ?”

“Perhatikan aku dulu Hyunae !! ” Prang ! Jonghyun membuang sendok ke arah lantai dan berteriak agak keras

“Oppa… wae ?” terlihat di matanya Hyunae tampak kaget dengan perlakuan Jonghyun dan terdiam menatap Jonghyun

“Kita berdua.. lebih baik berpisah saja.. Aku tidak sanggup bertahan hidup, aku lebih baik mati saja, dan sebelum mati aku akan memberi kebebasan padamu untuk pergi dariku” kata Jonghyun pelan dan langsung membalikkan tubuhnya dan pura-pura tertidur. Padahal sebenarnya ia menutupi wajahnya karena tidak mau terlihat menangis

Hyunae terdiam tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Tangannya menggegam erat piring yang dibawanya.Pikirannya tiba-tiba berhenti dan Hyunae keluar dari kamar. Sambil mencuci piring dan membersihkan lantai, pikiran hyunae belum mampu mengolah kata-kata Jonghyun tadi

Berpisah.. semudah itukah berkata berpisah ? Hyunae masih tidak percaya sebelum ia duduk di kursi dekat dapur. Dia kembali melakukannya. aktivitas yang sidah berusaha ia lupakan selama tiga bulan ini. Menangis

 

~

 

Ketika Hyunae membuka matanya, jam meninjukkan pukul 6 pagi. Artinya harus bersiap-siap membangunkan Jonghyun, memasak sarapan, mandi dan pergi kerja. Tetapi kertika ia melihat ke kamar Jonghyun, didlihatnya laki-laki itu sudah tidak ada

“Oppa !!!” Hyunae berteriak dan langsung mencarinya ke kamar mandi, ke balkon flat, dan segala penjuru flatnya tapi dia tidak menemukan sosok itu. Hyunae segera mengambil jaketnya dan bergegas keluar, dilihatnya dari atas flatnya Jonghyun sedang tertatih berjalan di pinggir jalan. Sesaat Hyunae merasa lega karena Jonghyun ternyata tidak pergi jauh dan tidak terjadi sesuatu padanya. Hyunae turun ke bawah melalui lift.

Drak ! Sendirian berada di dalam lift dan tiba-tiba liftnya macet, ia kekatukan dan itu membuat perasaan Hyunae tidak enak, entah mengapa hatinya merasa ngilu.  Beberapa detik kemudian lift kembali berjalan dan perasaan tidak enak itu masih belum hilang. Ketika dia sudah berada di luar flatnya, entah kenapa banyak orang yang berkumpul di tengah jalan seperti sedang melihat sesuatu. Terdengar suara orang berteriak, kaget, lalau ada yang terlihat menelepon polisi dan ambulans

Deg !

‘Ada apa ini, mengapa aku merasa ketakutan sekali. Apa sebenarnya yang dilakukan banyak orang itu?’ pikir Hyunae

Jonghyun oppa !! Tiba-tiba nama itu muncul dan menyebar di pikiran Hyunae dan ia pun langsung berlari ke arah kerumunan. Hatinya teterasa makin kacau dan pikirannya melayang. Makin mendekat, terus mendekat, terlihat seseorang yang berbaring di jalan raya. Dia…

“Jonghyun oppaaaaa !!!” teriak Hyunae sambil menangis mengahampiri Jonghyun. kepalanya sudah berlumuran darah, begitu pula seluruh tubuhnya

“Oppaaaaa !!! oppa , ireonna ! ireonna oppa ! ireonna !!!!” Hyunae berteriak sekuat tenaga

menggoyangkan badan Jonghyun dengan kencang.

Hyunae sudah kehilangan akal pikirannya.

“Agasshi, jangan digoyangkan, nanti lukanya tambah parah”

“Dia sudah meninggal sepertinya, aku melihatnya dia tertabrak karena tidak melihat lampu penyebrangan”

“Ambulans dan polisi sebentrar lagi datang”

Hyunae sudah tidak mendengar suara-suara lain selain suara Jonghyu yang terngiang di kepalanya, seketika sekeliling Hyunae berubah jadi gelap

 

whenever i try to turn around trying to forget you, I keep wanting to see you, what should i do? whenever i try to block myself by saying i shouldn’t, youre the only one for me, what should i do ?

 

“Hyunae syukurlah nak kamu sudah sadar”

Bau rumah sakit terasa di hidungnya dan saat ia membuka matanya, ia hanya melihat ayahnya sedang menangis sambil memandanginya. Seharusnya bukan ayah yang aku lihat, dimana dia ?

“Jonghyun? Appa, dimana Jonghyun oppa?” Hyunae masih terlihat linglung

Lalu mata Hyunae terbelalak. Hyunae langsung terbangun tanpa memperdulikan rasa sakit di ulu hatinya

“Oppa !!” Hyunae berlari keluar dari ruangannya sambil berteriak memanggil Jonghyun.

“Hyunae, kembali ke kamarmu” kata ayahnya sambil menahan tangan Hyunae

“Tidak appa! Aku tidak mau di sini. Aku mau mencari oppa! Tadi dia keluar dan aku melihatnya di pinggir jalan. Aku mau melihatnya appa, melihat Jonghyun oppa! Oppa !! Kau dimana?” kata Hyunae melepas tangan ayahnya

Hati Hyunae sakit, masih belum mau percaya dengan semua cobaan yang menimpa dirinya. Dia masih merasa Jonghyun ada di sampingnya . Masih ia rawat dengan senang. Masih bercanda dengan dia. Masih duduk bersama di  bangku taman dengan es krim choco banana di tangan mereka berdua. Masih bercanda tentang Hyunae yang dewasa dan Jonghyun dengan foto awal kencan mereka di dompetnya. Masih di kamar Jonghyun memasakkan makanan kesukaannya. Masih bersama. Selamanya. Seperti yang sudah dijanjikan Jonghyun pada Hyunae

Hyunae belum menerima kenyataan kalau Jonghyun sudah pergi meninggalkan dia sampai akhirnya saat ia sendiri menangis seharian di depan makam Jonghyun

 

even if i get poisoned and pricked, my love for you cant stop. i will wait for you until forever. i will endure even if its hurts and hurts

Flashback off

 

Hyunae mengelap air matanya, menghabiskan sisa es krim yang sudah meleleh hingga tangannya, menutup dompet yang berisi foto awal kencan mereka. Ia lalu memandang ke kejauhan dan merebahkan dirinya di atas bangku taman itu.

Langit hari ini sungguh biru tidak berawan. Entah kenapa matanya terlelap dan merasa nyaman sekali ia lalu membuka matanya dan tersenyum

‘Sudah tiga tahun kau pergi oppa, sampai sekarang aku akan selalu menunggumu kembali walau tak mungkin kembali. Aku menunggu perasaan yang pernah kau beri itu datang lagi ke hatiku. Saranghaeyo oppa’ ucap Hyunae dalam hatinya

Hyunae lalu berdiri dan bergegas pulang. Jam 7 malam, menu malam ini adalah kimchi pancake kesukaan orang yang sangat ia sayangi.

 

because i love you more, its okay even if i tear up. its okay even if i hurts

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Its Okay Even If Its Hurts”

  1. Wuah..
    Bgus bnget crta ny chingu !!
    Gk kyak ff debut..
    Keren2..
    Aq ska sma jlan crta ny..
    Tp, kq jonghyun meninggal??
    Huwee..
    Good job author !!

  2. Omo.. Jong meninggal. TT hiks.
    Good job chingu. Ff awal.n krn beut walaw sedih. Unyuu *3*
    Hwaiting utk krya slnjut.n ^^

  3. ini S A K I T bgt ;___;
    mama aku pgn nangis bacanya . . .
    Debut yg hebat ! Keren bgt ffmu ! Buat terus yap :3

  4. siaalll… ternyata ff sedih…
    aku masih d sekolah malah nangis g jelas kann…
    author tanggung jawaaabbb

    keren ff nya…
    ffmu menguras hati. *nyanyi lagu vidi (?)*

  5. okeeeeeeeeeeeeeee………………………
    akhirnya saya kembali!!! fufufu! (what the hubungannya?) kkkkkkkkk~~~

    ne ne ne~~~ THIS IS DAEBAK!!! your FF is DAEBAK!!! omona!!! XDDD

  6. huaaah~~
    terimakasih author yg sudah mempublish
    terima kasih terima kasih sudah membaca dan komen 😀
    wah , youre comment like oxygen !! *niru sf3si*
    iya , ini awalnya emang dari lagunya seohyun yang itu~ aku suka liriknya soalnya hehe
    nah, padahal aku nggak ada niat buat jjong meninggal loh , entah kenapa~
    maaf maaf ya para jjong lovers
    tidak bermaksud jahat hehe

  7. aaaaaaaaaa nangis lagikan tuh aaaaaaaa knp sedih222 semua sih ini? huweeee TT___TT
    tp daebaaaaaak! hebat banget bisa bikin kebawa perasaan gini bacanyaaa :’)

  8. Astaga,bAcA sambil dgerin lgunya seohyun yg jdulny sm ky ni ff lgsg nangiz…keren bgt ffnya,ayo th0r,bwt lg yg seDih2 ky gni,biar readEr bs cuci mata pke air mata.hehe,daebAK

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s