WHAT IF – PART 1

WHAT IF – PART 1

Author                  : Storm

Casts                     : Yoora, Jonghyun, Minho

Genre                   : Romance, Friendship

Review                 : bagaimana bila seorang yang kau sayangi memintamu untuk bersama dengan laki-laki lain? bisakah kau menerimanya? Kalaupun iya, apakah kau bisa bertahan bila ternyata laki-laki yang kau sayangi itu berada di tengah-tengah kalian? ini adalah kisah Yoora, Jonghyun, dan Minho untuk mempertahankan hati mereka dan mempertahankan orang yang mereka sayangi untuk tetap berada di sisi mereka.

WHAT IF (Part I)

Ask me, friendship or your love life? Then, I’ll say friendship

Yoora POV

“Jadi maksudmu aku bisa bertahan?” tanyaku pada pria yang sudah lama kusayangi ini.

“yoora. Aku tidak tau apakah Minho bisa bertahan bila tanpamu. Dia baru saja kehilangan cintanya. Dan kau tau kan anak itu begitu bodoh.” Pria ini..ya, aku harus menyebut lelaki yang sedang duduk disampingku ini dengan sebutan pria. pria ini sangat jahat. Tidak tahukah ia, bahwa aku menyayanginya bertahun-tahun. Dan sekarang dengan gampangnya ia memintaku untuk bersama lelaki lain?

“lalu apakah kau bisa bertahan?” tanyaku lagi. dan kau tau apa jawabnya? Dia menganggukkan kepalanya. seolah yakin dengan keputusan yang ia buat. Aku hanya menatapnya tidak percaya.

“aku..aku tidak tau Jonghyun” kataku sambil berdiri dari kursi panjang ini.

“Yoora” tangannya mencegahku melangkahkan kakiku. “aku tau kau bisa bertahan. Bila kau bisa bertahan dengan omelanku setiap hari. Bagaimana bisa, kau tidak bisa bertahan dari kasih sayang seorang flaming charisma?” aku hempaskan tangan yang tadi mencegahku berjalan. Kuberinya tatapan tidak percaya. Dan langsung berjalan cepat menuju pintu di atap ini. pikiranku kacau sekali. mataku panas mendengar permintaan itu darinya.

***

Jonghyun POV

“lalu apakah kau bisa bertahan?”

“tidak” jawabku dalam hati. Tetapi kepala ini entah kenapa memberikan respons yang berbeda. Aku mengangguk menjawab pertanyaan darinya. Sepertinya untuk saat ini hati dan pikiranku sedang tidak sejalan. Lalu kulihat Yoora menatapku tidak percaya. Bagaimana bisa aku memintanya hal sejahat ini?

“Yoora, aku tau kau bisa bertahan. Bila kau bisa bertahan dengan omelanku setiap hari. Bagaimana bisa, kau tidak bisa bertahan dari kasih sayang seorang flaming charisma?” Yoora langsung pergi meninggalkanku dengan tatapan tidak percaya dan langkah gontai. Bagaimana bisa aku mengatakan itu? aku memang jahat. Jahat. Jahat.

Tapi apa lagi yang harus kulakukan bila setiap hari aku melihat Minho, adikku itu, seolah tidak mempunyai jiwa? Setiap hari hanya telfon dari Yoora lah yang memberinya semangat. Hanya bertemu dengan Yoora yang mengembalikan jiwanya ke dalam tubuhnya. Dan hanya bersama Yoora kurasa dia bisa bertahan dari rasa sakit hatinya itu. ya kurasa. Aku masih mengira-ngiranya. Aku belum tau pasti dengan itu. tapi setelah mendengar cerita Yoora, bahwa Minho mengatakan dia menyayanginya lebih dari seorang kakak. apa lagi yang bisa Kim Jonghyun lakukan?

***

Yoora POV

Minho? Laki-laki yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri? Haruskah? Tidak, bukan haruskah, tapi bisakah? Pikiranku sepertinya masih berlari pada permintaan Jonghyun yang menurutku bodoh itu.

Minho memang pernah mengatakan padaku bahwa ia menyayangiku lebih dari seorang kakak. tapi kupikir itu hanya karena dia baru putus dari pacarnya yang tidak tau diri itu. Tuhan..apakah keputusanku dengan memberitau Jonghyun tentang kejadian malam itu sebuah kesalahan? Aku..aku..tidak tau yang harus kulakukan. Akupun tidak bisa menahan pikiranku untuk mengingat kejadian beberapa hari yang lalu itu. kejadian ketika Minho menyatakan perasaannya.

“Noona, bagaimana bila rasa sayangku padamu melebihi rasa sayang adik untuk kakaknya?” Aku menatapnya bingung “ya ga apa-apa. Makanya dulu kan udah kubilang ga usah panggil noona. Cuma beda setaun aja manggil noona. huu” pundakku mendorong pundaknya. Adikku ini menatapku dan mengambil nafas panjang.

“bagaimana jika aku tidak rela dan tidak mau menyerahkanmu pada hyung?”

“eh??” aku terkejut mendengarnya. kurasa kedua alisku terlihat menyatu. Atau mungkin kulit di keningku ini mengkerut. Aku sungguh tidak mengerti apa yang Minho katakan.

“noona, kurasa aku menyayangimu bukan sebagai seorang kakak. Aku menyayangimu lebih dari itu.” mataku membesar mendengarnya. “aku menyayangimu sebagai seorang wanita”

*DEG

Jantungku ini tiba- tiba berdetak kencang sekali. ku tatap Minho sekali lagi. kucoba memasuki matanya. Kucari kebohongan di matanya. Tapi tidak kutemukan satu kebohongan pun. Tidak juga canda.

“aku serius noona” tangannya yang besar tiba-tiba menggenggam tanganku. Aku tetap mencari kebohongan di matanya. Tetapi hasilnya tetap sama. NIHIL. Tuhan..dia benar- benar serius.

“perhatianmu yang tulus itu telah membuatku jatuh cinta padamu.” Jantungku kembali berdetak dengan cepatnya.

“Minho..aku yakin kau hanya menganggapku sebagai kakak. Kau seperti ini karena…”

*CUP*

Sebuah kecupan kecil mendarat dibibirku. Bukan kecupan yang kulihat seperti di drama-drama. Atau yang kubaca di novel-novel. Tapi kecupan kecilnya itu berhasil membuatku membesarkan mataku dan membuat jantung ini berdetak lebih kencang dari detak jantungku biasanya. Dan berhasil membuat nafasku ini tidak teratur.

“aku menyanyangimu noona” belum selesai jantung ini berdetak dengan kencangnya. Adikku ini..tidak..bukan..bukan adik tapi seorang pria. Pria ini sudah menambahkan lagi beban di dadaku dengan pelukan hangatnya. Tuhan…..

*BRUK

tampaknya ingatanku atas kejadian itu membuatku kehilangan konsentrasiku. membuatku menabrak orang di depanku.

“noona? Kau tidak apa-apa?” seorang laki-laki membantuku berdiri.

“Minho?” oh..tidak jangan sekarang. Kumohon jangan sekarang.

“hey, noona kau baik-baik saja?” tanyanya lagi sambil menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan di depan wajahku. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya. “aku baik-baik saja Minho” jawabku sambil berjalan meninggalkannya.

*BRUK

“oh maaff..maaf..” baru beberapa langkah ku langkahkan kakiku, aku sudah menabrak orang lagi.

“Yoora?” suara laki-laki lagi. kuharap aku tidak menabrak Minho lagi. aku belum siap menjawab semua pertanyaan dan perhatiannya sekarang.

“Yoora..hey..” laki-laki yang kutabrak ini menggoyangkan kedua bahuku. Membuatku melihat wajahnya.

“yesung oppa?” oppaku ini tersenyum.

“noona..kau tidak apa-apa?” kali ini kuarahkan pandanganku pada seorang pria yang sekarang sedang membantuku berdiri.

Minho? minho lagi? kumohon jangan sekarang. Aku belum siap bertemu dengan mu sekarang.

“noona.. baik-ba…”

“Minho maaf. Tapi bisakah kau meninggalkanku dengan oppa? Aku ingin bicara dengannya berdua”

“tapi kau..”

“tenanglah..aku tidak apa-apa” jawabku sambil tersenyum sambil menggandeng Yesung oppa dan pergi meninggalkannya.

***

Minho POV

“noona.. kau baik-ba…”

“Minho maaf. Tapi bisakah kau meninggalkanku dengan oppa? Aku ingin bicara dengannya berdua” kalimatnya memutus kalimat kecemasanku

“tapi kau..”

“tenanglah..aku tidak apa-apa” setelah itu aku hanya melihat badannya menjauh dariku.

Sejak kunyatakan perasaanku pada noona ku itu, kurasakan perubahan pada diri noona ku. Dia sering menghindariku. Tidak menjawab telfon ku. Tidak membalas pesanku. Dan pernah satu ketika, kulihat noona ingin naik lift, tapi dia segera menghentikan langkahnya ketika tau aku ada di lift itu.

Aku tau mungkin aku terlalu terburu-buru mengatakannya. Tapi Demi Tuhan!, kalau saja aku bisa menemukan alasan untuk tidak mengatakan perasaanku itu. atau mungkin alasan untuk sedikit menundaku mengatakannya. Akan ku lakukan. Tapi sayangnya aku tidak menemukan alasan untuk melakukannya. Aku terlanjur mencintainya. Rasa sayangnya padaku yang tulus membuat benih cinta di hatiku tumbuh dengan cepatnya dan memenuhi rongga hatiku ini.

Bagaimana aku tidak mencintai wanita yang menyayangiku dengan tulus? Yang memberikan seluruh perhatiannya padaku 100%? Dia bahkan orang pertama yang mengatakan bahwa gadis yang menjadi pacarku pada waktu itu tidak mencintaiku. Aku bahkan masih ingat peristiwa yang membuatku mulai mencintainya.

“noona, kenapa wanita itu sulit dimengerti?” tanyaku sambil menarik nafas panjang dan merebahkan kepalaku dipahanya. Kulihat Yoora noona meletakkan majalah yang sedang dibaca nya. kemudian tangannya mengusap kepalaku lembut.

“Minho, aku bukannya mau mencampuri hubunganmu dengan wanita yang kau sebut pacarmu itu” dia menatapku. “jujur aku tidak menyukai hubungan kalian ini. bukan karena aku tidak mau kehilangan adikku. Tapi karena dia tidak baik untukmu.”  Kukerutkan jidadku mendengar perkataannya. “kurasa..kau menjual cintamu terlalu murah” kali ini bukan hanya jidadku yang mengkerut tapi juga kedua alis ku terlihat menyatu. “jual  cinta gimana?” tanyaku tidak mengerti.

“kau selalu berlari ke tempatnya setiap dia memintamu datang. Kau selalu memberikan apapun untuknya. Dan kau selalu menunggunya. Tapi tidak pernah ada timbal balik untukmu darinya. Itu namanya menjual murah cintamu.” Kudengarkan perkataannya dengan seksama.

“kau tidak boleh menjual cintamu itu dengan sangat murahnya. Setidaknya harus sesuai standard. Kalau kau jual atau memberikan cintamu itu dengan begitu murah, pasanganmu itu akan memperlakukan dirimu seenaknya. Menganggap bahwa dia adalah cinta matimu. Dan kau tidak keberatan dengan apapun yang dia lakukan padamu.” Kutarik nafasku panjang  “aku tidak mengerti noona”.

“sekarang coba kau ingat. Waktu kau di rumah sakit karena kecapekan. Apa dia menjengukmu?”  aku terdiam. Ku tutup mataku. Dan menggeleng. “apa dia juga menelfonmu?” aku tetap menggeleng. “aku yang menelfonnya” jawabku masih dengan mata tertutup. “apa alasannya?” tanyanya. “dia bilang dia sedang bersama teman- temannya” jawabku lagi yang diikuti dengan tarikan nafas panjang. Ku taruh lenganku menutupi kedua mataku. “ketika kau pulang dari rumah sakit apa dia mengantarmu? Apa pernah sekalipun dia menjengukmu?” dan akupun kembali menggeleng.  Kali ini dia yang menarik nafas panjang.

“ketika kau menunggunya di taman. Dan kau kehujanan. Apa dia meminta maaf padamu? Apa dia berlari padamu atau setidaknya menelfonmu?” tanyanya lagi. “tapi noona, bukankah itu disebut dengan pengorbanan?” ku turunkan lengannya yang selama ini menutupi mataku. Dia menatapku. “bukan pengorbanan bila akhirnya kau tidak bahagia. Itu bodoh namanya. Kau tau minho? Bahkan Geun-young yang notabene-nya sahabat Jjong, langsung berlari dan meminta maaf pada jjong karena telah membuatnya menunggu.” Aku bangun dari pahanya. Ku tatap kembali mata noona ku ini, “noona, tolong jangan bilang, bahwa dia tidak mencintaiku” pintaku memelas.

“gadis itu tidak mencintaimu Minho” ku tarik nafasku panjang dan kurebahkan lagi  badanku di sofa. “apa yang harus kulakukan noona?”

“jual mahal cintamu.” Katanya tegas. “biarkan dia mengejarmu” ku tatap lagi dirinya.

“noona, apa kau akan senang jika kau harus mengejar cinta hyung? jika hyung menjual mahal cintanya untukmu? kenapa kau begitu membelaku? Padahal kau juga perempuan, kenapa kau tidak membelanya?” dia tersenyum mendengar pertanyaanku.

“aku tidak melihat dia itu perempuan atau laki-laki. Orang yang sudah keterlaluan memperlakukan pasangannya. Dia harus dihukum. Kali ini biarkan wanita itu mengejarmu. Mengerti?” entahlah aku masih ragu untuk mengangguk. “Kau tidak usah mengerti sekarang. Suatu saat kau akan sadar bahwa dia tidak mencintaimu.” Katanya sambil bangkit dari duduknya.

“noona” ku tahan langkahnya. Aku memintanya duduk dengan pandanganku. “noona, aku menyayangimu” aku langsung memeluknya erat. “sangat menyayangimu.” ujarku lagi. dan hal terkahir yang ku tau, noonaku ini  langsung membalas pelukanku dan berkata, “aku juga menyayangimu”

Pada saat itu, aku masih menyayanginya murni sebagai kakak perempuanku. Tidak ada yang lain. tapi peristiwa yang mengikutinya setelah itu, membuatku jatuh cinta padanya. Terutama pada saat aku memutuskan pacarku. Yoora noona lah yang selalu menghiburku, yang selalu menyemangatiku, dan selalu ada untukku. Bagaimana bisa aku tidak mencintainya? Dan bagaimana bisa aku tidak mengatakan perasaanku padanya yang hampir tumpah di hatiku ini? =[

***

Sudah dua minggu aku tidak melihatnya. Aku juga tidak mendengar suaranya. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh. Melihatnya tertawa dengan para oppa nya. melihatnya tersenyum, menggembungkan pipinya, dan memukul ringan tangan oppa-oppa nya. hff..aku tidak bisa seperti ini terus. Tidak bisa.

“Yoora noona kutunggu di tempat biasa jam 4. Datanglah. Karena aku tidak akan pergi sampai kau datang” kutekan tombol Sent di ponselku ini. aku tidak berharap dia menjawab pesanku. Yang kuharapkan adalah bertemu dengannya. Dan berbicara dengannya. Tapi tidak lama…

Ddrrrtttt…dddrrrtttt…

1 message

From: Yoora noona

“aku tidak bisa Minho. Maaf.”

Langsung kutekan tombol ‘reply’ dan membalasnya

To: Yoora noona

“aku akan tetap menunggumu. Jadi datanglah”

Ddrrrttttt…ddrrttt…

From: Yoora Noona

“terserah. Tapi aku tidak akan datang”

To: Yoora Noona

“baiklah. Tapi aku akan tetap menunggumu. Sampai kau datang”

Setelah itu tidak ada balasan darinya lagi. dan yang kutau aku sudah berada di tempat kami biasa bertemu. Dan masih menunggunya. Walau langit sudah memerah dan perlahan menghitam, tidak selangkahpun kutinggalkan tempatku berdiri ini. tidak selangkahpun. Walau langit terkesan marah akan sikap keras kepala ku ini. Aku tetap menunggunya. Dan walaupun langit akhirnya menyerah dan menangis karena sikapku ini. aku tetap berdiri. Akan kulakukan ini sampai kau datang noona.

***

Yoora POV

Ddrrtt..ddrrtt…

“Ya Oppa..” aku menjawab telfon dari Onew oppa.

“yoora, apakah Minho masih bersamamu?” tanyanya

“Minho? Tidak aku tidak bersamanya hari ini oppa” jawabku.

“tapi aku..”

*JGER

Kututup gorden ku melihat kilat yang menyambar langit Seoul ini.

“tapi tadi dia izin untuk bertemu denganmu” katanya lagi.

“tidak oppa..aku..” aku langsung teringat sms-nya pagi ini. jangan bodoh kau choi minho! Jangan bodoh! Kulihat jam dindingku. Jam 11 malam? Kumohon jangan bertindak bodoh Choi Minho!!

“oppa..aku..Minho…” aku tidak tau apa yang harus kukatakan padanya.

“Yoora kau tenanglah. Aku akan mencarinya” lututku lemas memikirkan Minho bertindak bodoh. Apakah dia masih menungguku dari jam 4 tadi? Tidak mungkin. tidak mungkin sekarang saja sudah jam 11. Dia pasti sudah pulang. Ya dia pasti sudah pulang. Karena tadi jam 7 hujan besar. Dan tidak mungkin dia masih menunggu di sana. Tidak mungkin!

Aku tidak mungkin datang kesana. Onew oppa pasti sudah menemukannya. Aku berusaha menenangkan diriku. tapi tidak bisa.

“Minho dimana kau?” akhirnya kuputuskan untuk menelfonnya.

“aku menunggumu noona”

“jangan bodoh pulanglah”

“tidak sebelum aku bertemu denganmu”

“pulang Minho. Ku mohon. Aku tidak mungkin ke sana. Hujan”

“………..” tidak ada jawaban darinya.

“Minho pulanglah. Onew oppa sedang mencarimu”

“……….”

“tidak. Sampai aku bertemu denganmu di sini.” aaarrrghhhhhh anak ini kenapa begitu bodoh?????

***

Minho POV

“Minho pulanglah. Onew oppa sedang mencarimu” hah? onew hyung? aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku ingin bertemu denganmu. Hanya denganmu.

Sudah 30 menit sejak kututup telfon dari nya. dan aku masih berdiri di sini. tidak akan kulangkahkan kakiku walau hujan semakin deras mengguyurku.

“YA! CHOI MINHO!” kulihat seseorang dengan payung nya yang besar memanggilku. Aku menatapnya tidak percaya.

“Kau?”

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “WHAT IF – PART 1”

  1. AAAAAHHHHH cerita yg menyedihkan !! Aku ampe astagfirulah (?) pas baca yg langit menangis . . .berarti minho hujan hujanan nunggu yoora .omonaaaaaaa
    terus sapa tuh yg ketemu minho ? Jjong yak ?
    Lanjutanny jgn lama2 yap :3

  2. stormie i can tell you nothing but DAEBAK! you and your full of chemistry story strongly played my mind and repeated over and over,so keep it. 🙂

  3. ya ampun gga tega ngeliat pgorbanan minho ..
    mpe langit menangis coba ..
    apalagi aku ..
    pgorbanan jjong juga .
    demi adikny bhagia dy mw ‘ngasih’ ceweny .
    gila !
    hikz ..
    daebak chingu critany .
    mnyayat.nyayat jiwa .
    sangaaaaattt !

    1. dear kaister…huaaa! aku juga ngga tega! pokoknya kalo sampe si minho kenapa-napa aku gantung si storm di pohon cabe. hehehe. gomawo udah baca dan komen di ff nya storm ini ya,kaister ^^d

  4. terharu banget bacanya,,

    kasian sama Jonghyun
    kasian sama Yoora
    kasian sama Minho

    authornya keren bisa maenin perasaan pembacanya!!!

  5. daebak sangat nie cerita.a,,,,,,,,
    jhongmal w kasian am yobo MInHo……..
    semoga aja dia gx broken heart nanti.a,,,, 😦
    cingu author jgn lma2 ya smbungan,a,,,,,,
    100000000000000000000000000 jempol buat author^^

  6. Kasian banget si minhooo,
    Kl yoora sm minho, kasian jjong
    Kl yoora sm jjong, kasian minho
    duuh penasaraaann,
    Lanjutannya jangan lama lama yoo

    1. dear yoon ra…gomawo udah baca dan komen. ditungguin next part dari storm ya. dia masih sibuk deadline soalnya. hehehe.

    1. dear,chira ^^ gomawo udah baca dan komen di ff nya storm ^^ dia lagi sibuk deadline,makanya ga sempat ngebalesin satu2. tapi salam kenalnya nanti aku sampein ke storm deh. ^^

  7. HUWAAA…
    FF NENEK STORM LAGII ^O^

    aku suka suka sukaaaaaaaaaaa 😀

    nenek udah ngebuat aku jadi gak bisa berpihak pada siapapun..
    jjong, yoora, minoo..
    sama sama kasiaaaann 😦

    sumpah DAEBAK !!

    1. *ngomong sama storm* : eh storm, si lia ga usah dibalesin ya? ga usah aja ah. hehehehee. candaaa…
      dear lia, storm emang keren deh yaaa…ih suka deh sukaaa…*labil aja*. gomawo lia udah baca dan komen ^^

      1. NGEEEEEEHH ??
        YANG NGEBALESIN SI UJAA ??
        =.=

        si nenek storm, aaah
        sibuk ajee..

        si uja suka gangguin aku tuh, neeeeek
        cubit aja, neeeek >,<

        1. jangan percaya,stormie…aku selalu memperlakukan si jali dengan baik. meskipun dia berkokok setelah matahari sudah tinggi…

  8. annyeong ^^. berhubung storm lagi nyelesain deadline, dia minta aku buat ngebales komen-komen kalian di sini. jadi aku bales satu-satu yaaa…^^

  9. Huwaa….
    keren bgt dah ffnya…
    jjong gaul dah mw ngrbanin cintanya…
    minho, kw rela ujan2an bgtu…
    daebak dah ffnya!!

  10. STORRRRRRRMMM..
    apakah kamu lupa denganku??

    huueeeeee…*nangis darah*

    STORMM..
    aku gak tau mau bilang apa selain keren dan aku sangat suka ceritanya.
    stormm bikinin buat aku dongg,,

    kekeke
    aku nitip jempol dehh.

  11. @ UJA : ih buseeeeeeeeeet
    jalangkung bener =.=

    neneeeeeeeeeeeekk
    jangan percaya ama si uja
    ih amit2 si uja beneran kayak nenek sihir
    suka jahatin akuuu
    huweeeeeeeeeee
    waktu itu aja si uja hampir mau ngegantung aku di pohon cabe >,<

  12. All: whoa..gomawo semua sudah baca..
    maaf baru komen..deadline ku lagi banyak-banyaknya..
    jadi aku baru bisa OL sekarang..

    *deep Bow..

    Eci Onn: makasihhhh dah dibalasin ya komen-komennyaa
    *kiss*kiss

    1. iya..sok banget emang tuh Minho nyaa…
      *dipelototin Minho*

      gomawo hgks111
      udah baca dan komenn^^

      iya..salam kenal juga ya..
      Storm imnida..
      nice to know you ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s