Friend Until The End

Cast : lee taemin

Genre : friendship

One shoot

Author: mikanmagnae

Friend Until The End

Matahari terlalu menyilaukan, tetapi aku merasakan hangatnya cahaya itu. Aku merasa telah tidur lama sekali, mungkin karena aku sedang sendiarian dalam rumah ini. Karena omma, appa, dan oppa sedang pergi dan meninggalkan gadis 12 tahun sendirian untuk menjaga rumah.

Aku bangun dengan malas berjalan menuruni tangga rumah ku dan menuju dapur. Aku melihat ada yang aneh dengan rumahku.

“kenapa begitu terang” aku berjalan menuju pintu depan rumah. Ternyata pintu depan rumahku tidak tertutup.

Aku menggerutu tidak jelas sambil mencoba menutup pintu

“UUUGGGH, kenapa susah sekali ditutup” aku berusaha menarik daun pintu

TIN TIN TIINNNN

Suara bell mobil nyaring sekali diiringi suara orang memerintahkan memindah barang.

“awas kau pintu, ku urus nanti saja” aku langsung mengintip di balik pintu rumahku apa yang terjadi.

“ooohh ada tetangga baru” aku memperhatikan siapa yang akan menjadi tetangga ku nanti. Hampir setengah jam akhirnya aku tahu disana hidup sebuah keluarga dengan 2 orang anak laki-laki mereka. Yang paling kecil dia sepertinya sepantaran dengan ku.

Setelah melihat keluarga itu sangat bahagia dengan rumah barunya aku jadi teringat keluargaku yang masih belum pulang. Aku berjalan masuk di dalam rumah aku melirik telepon yang tergeletak

Segera saja aku memutar no telepon omma ku.

Seperti biasa tidak ada jawaban, ini sudah hari ke 2 mereka tidak menjawab.

Aku berjalan ke dalam kamarku untuk melanjutkan tidurku.

Aku seperti mendengar suara langkah kaki dari arah lantai bawah. Dengan ketakutan aku mencoba mengintip dan memastikan apa yang terjadi. Dengan bermodalkan sebuah cutter aku mencoba menebak siapa yang ada di bawah.

“nu nu nugu?” suaraku terdengar gugup. Aku berjalan perlahan sambil gemetar. Lalu tiba-tiba ada seorang namja berhadapan dengan ku.

“HUWAAAA” kami berteriak bersama-sama.

“mian-mian” namja itu langsung berlari kearah sofa dan terlihat ketakutan.

“fiuuuh ku pikir kau siapa, kau tetangga baru itu kan. Perkenalkan namaku lee in young” aku sedikit lega melihat namja itu. Dan bukannya ternyata bukan pencuri seperti bayanganku.

“lee lee taemin imnida” taemin itu terlihat gugup.

“marga kita sama ya, aku 12 tahun kau” tanyaku seramah mungkin.

“aku juga 12 tahun” sekarang ia sudah mulai membuka dirinya.

Akhirnya kami sudah mulai akrab mungkin karena factor umur juga. Aku sangat nyaman dengan taemin karena dia sangat lucu.

Setelah hampir 5 jam aku berbincang dengan taemin akhirnya dia pulang ke rumahnya.

“ah pintu ini lagi, kenapa sulit sekali di tutup” akhirnya aku biarkan pintu rumahku terbuka lagi pula tidak ada sesuatu yang pantas untuk dicuri.

~~~~~~~~

Kali ini aku bangun tanpa terpaksa, karena naluri kekanak-kanakkan ku mulai tumbuh. Secepat mungkin membasuh muka lalu melesat keluar untuk main dengan teman baruku si taeminnie. Aku menunggu sambil bersantai di kursi di beranda rumahku sambil melirik-lirik rumah taemin.

Ku melihat taemin keluar sambil melambaikan tangan padaku. Aku langsung melonjak dari kursiku dan melambaikan tangan juga. Kami menghabiskan hari ini dengan bermain seharian di taman dekat rumah kami. Taemin menceritakan hal-hal yang tidak ku ketahui sebelumnya.

Kami pulang kerumah masing-masing pukul 5 sore.

“besok kita main lagi ya” kataku bersemangat.

“tentu saja” taemin tersenyum membelakangi matahari senja. Dia terlihat sangat cantik melebihi diriku.

Lagi-lagi rasa rindu akan keluargaku melanda diriku. Aku mengangkat telepon berharap omma menjawab telepon ku kali ini. Tapi ternyata hasilnya nihil tidak ada balasan sama sekali.

Aku merasa seperti ditelantarkan. Aku sendirian tanpa satu keluargapun. Aku duduk di sofa ruang keluarga sambil menangis sendirian karena sangat rindu omma, appa, dan kejahilan oppa

“kalian dimana sih, aku rindu sekali” aku semakin merapatkan pelukanku pada lututku. Sambil terisak akhirnya aku tertidur disofa sambil merasakan dinginnya angin luar dari arah pintu yang tidak bisa tertutup.

~~~

Sekarang sudah hari ke 5 keluargaku tidak menghubungiku sama sekali dan beribu-ribu kali aku mencoba menghubungi omma tetapi tetap saja gagal. Aku mencoba menghubungi teman sekolahku yang lain tetapi gagal juga. Aku mulai menarik kesimpulan yaitu mereka semua membuangku. Jika ingat itu aku kembali menangis.

Aku berpikir aku hanya memiliki satu keluarga dan teman yaitu taemin yang selalu menghiburku dengan lelucon garingnya. Tetapi itu membantuku untuk tertawa dan melupakan sejenak bahwa aku hanya orang yang dibuang oleh keluargaku. Aku mengusap air mataku dan keluar menuju beranda menunggu taemin mengajakku main seperti biasa.

Aku melihatnya berdiri di beranda rumahnya tetapi dengan tatapan sedih. Setelah itu seorang ahjuma keluar aku pikir itu ibu taemin. Ibu taemin memandag kearahku dengan tatapan takut, ngeri, dan jijik. Aku merasa takut dan hanya menunduk. Dan setelah itu aku tidak melihat taemin lagi diberanda. Aku merasa dunia ini tidak adil hanya karena aku seseorang yang dibuang aku juga tidak boleh menjalin persahabatan dengan taemin.

“aku benci semua” aku berlari menuju kamarku dan menangis dengan sangat keras agar semua orang tahu aku sangat menderita.

Aku mulai mengutuk semua orang yang pernah ada di hidupku.

Tuk tuk tuk…

Aku mendengar ada seseorang melempari jendela kamarku. Dengan enggan aku menengok kearah suara itu.

“taemin” aku kaget plus girang karena dia masih mau menemuiku meski dari beranda kamarnya juga.

“sssttt, omma sedang sibuk jadi aku hanya bisa menemuimu dari sini” kata taemin tersenyum ramah seperti biasa.

“kau menangis?maafkan ommaku ya, dia tidak tahu apa-apa” kata taemin sok dewasa.

“uhmm, gwenchana aku tahu kau tidak boleh main dengan anak terlantar sepertiku” kataku muram.

“ya, in young ah aku peduli padamu karena kau sahabatku” kata-kata taemin sungguh melegakan karena selama ini hanya dia yang peduli padaku.

“gomawo taeminnie”

“ne in young ah, ah besok kau jangan menunggu di depan rumah, tunggu saja di taman ok”

“wae?” aku bingung.

“omma omma, kau tahu kan” bisik taemin

“ahhhhh ara ara” aku mengangguk paham.

~~~~~

Aku menunggu taemin di bangku taman seperti yang kita janjikan kemarin. Aku melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain di bak pasir.

“mereka itu siapa sih, muka mereka asing” aku memperhatikan mereka. Sesekali aku berdiri sambil menengok kearah jalan apa taemin sudah datang atau belum.

“lamaaaaaa~ awas saja kalau dia lupa” aku menggerutu lagi.

Sudah hampir 5 jam aku menunggunya tetapi si taemin tidak muncul, sampai para ibu dari anak kecil itu menjemput anak-anak mereka.

“aku juga rindu omma” aku mulai teringat keluargaku. Aku merasa marah sekaligus rindu yang bersamaan. Akhirnya ku putuskan untuk pulang dan tidak menunggu taemin.

Sesampainya di depan rumahku aku melirik kearah rumah taemin yang terlihat sepi.

“dia sedang apa sih sampai lupa pada janjinya” aku berjalan menuju rumahya dan menengok kearah jendelannya, aku melihat taemin sedang berbincang serius dengan seluruh anggota keluarganya.

“akhirnya persahabatan kita memang harus berakhir sekarang” aku kembali ke dalam rumah yang pintunya tidak bisa ditutup.

“musim panas paling memilukan” aku duduk disofa sambil berfikir serius tentang masa depanku tanpa orang tuaku

“apa aku harus mengakhiri hidupku ya, aku sudah tidak dibutuhkan lagi” aku terus berpikir.

Aku berjalan menuju telepon mencoba keberuntunganku. Dan ternyata nihil seperti biasa,

“haaaaaah aku menyerah” aku menutup kesal telepon ku.

~~~~

Malam ini terasa sangat berbeda dan sangat panas. Aku melihat kearah luar jendela untuk mendapatkan angin malam yang dingin.

“auuuh tidak ada pengaruh, panas sekali, musim panas menjengkelkan”aku menendang sebuah tempat sampah di dekat kakiku.

“haiiiiiish panasnya aku tidak tahannnnn” aku mulai tidak tahan dan merebahkan diri berharap bisa tertidur.

~~~~

Aku terbangun seperti biasa, namun entah kenapa aku ingin keluar untuk sedikit menggerakkan badanku padahal biasanya aku sangat malas. Dan jika aku berolahraga selalu ditemani siwon oppa. Aku keluar dari rumah dan terasa sangat aneh. Hatiku bergejolak tanpa sebab, aku mulai tidak menghiraukannya.

Aku sudah berada di taman dekat rumah, aku berlari-lari kecil dan menghirup udara segar. Sedikit bernyanyi membuatku lebih segar.

“ah pagi yang hebat” kataku senang. Aku melihat sebuah mobil yang tidak asing itu membuatku berhenti dan memandangnya terus. Mobil itu melewatiku dan ternyata dalam mobil itu

“o o omma, appa, oppa” aku masih syok dan mengejar mobil itu seperti orang gila!!

“OMMAAAA APPAA OPPAAAAAA” selama berlari aku terus memanggil-manggil mereka namun mobil mereka tidak berhenti dan begitu juga aku terus mengejarnya

“TUNGGU AKU OPPAAAAAA” aku berlari mengikuti arah mobil itu yang berhenti dirumah.

Mereka sudah turun dari mobil dan mereka sekarang terlihat berbeda

‘apa mereka berubah secepat itu dalam waktu hampir seminggu’ aku heran dan membuatku terhenti.

Mereka terlihat sangat sedih melihat rumah kita.

Aku mendekat secara perlahan

“omma bogoshipo” aku berbicara omma ku yang tertegun melihat rumah. Tetapi omma tidak mengihiraukannku, aku berusaha berbicara pada appa dan oppa tetapi mereka juga tidak meghiraukanku.

“OMMA!!!”aku berteriak sambil berusaha memeluk mereka namun langkahku terhenti seketika karena ucapan oppa.

“omma sudah 7 tahun sejak meninggalnya in young tetapi rumah ini terlihat sama sejak peristiwa kebakaran itu” kata siwon oppa sedih sambil menahan tangis.

“m m mwo?” aku sangat tidak tahu apa kata oppa. Appa memeluk omma sangat erat dan mereka bertiga menangis, itu membuatku semakin bingung. Aku tertegun di tempat aku berdiri.

“aku aku sudah mati” aku tidak percaya. Aku mengikuti mereka bertiga menuju rumah yang selama ini ku tinggali sendirian.

Saat memasuki rumah, suasana menjadi berbeda. Aku terkaget-kaget

“ini bukan rumahku” aku mundur beberapa langkah, aku melihat sebuah ruang tengah yang beisi lengkap namun tertutup kain putih dan memiliki dinding yang sudah berdebu dan hangus sana sini.

“kenapa berubah, ada apa ini” aku sangat syok..

“7 tahun kau masih mempertahankan semuanya” appa menggenggam tangan omma, aku memperhatikan ceritanya.

“kenapa kita harus meninggalkan in young yang masih kecil untuk menjaga rumah, dan seandainya kita tidak telat satu jam saja mungkin in young sudah besar dan masih berada…” omma tidak melanjutkan ceritanya.

“aku tahu, itu sudah garis takdir in young, dia tetap anak kita sampai kapan pun, kita setiap tahun mengunjunginya agar dia tidak kesepian. Tapi aku berharap dia sudah pergi dengan tenang” appa menenangkan omma, tetapi hatiku tetap tidak bisa menerima ini. Aku masih hidup aku berada di dekat kalian.

“OMMA!!” aku ingin memeluk omma tetapi hanya menembusnya saja.

“omma ini aku in young, aku masih hidup ini aku in young omma, huhuhu” aku menangis dihadapan omma yang juga menangis, kaki ku lemas aku hanya bisa merangkak kearah appa, memintanya melihatku

“appa, aku disini aku masih sehat, appa lihatlah aku lihatlah aku…appaaaa” tetapi appa tetap tidak tahu aku ada di bawahnya.

“ada apa dengan kalian aku disini in young disini, oppa tolong in young, oppaaa” mereka hanya terdiam dalam tangis.

~~~~~

Angin malam di taman ini terasa dingin, air mataku mungkin sudah mengering, aku sudah lelah dengan kenyataan bahwa aku sudah meninggal 7 tahun yang lalu.

“pantas saja mereka tidak pernah mengangkat teleponku” aku mulai berpikir tentang keganjilan-keganjilan yang terjadi.

“ibu taemin melarang anaknya bersahabat dengan orang yag bahkan sudah mati, teman-teman yang sudah tidak menghubungiku lagi, dan pintu yang terbuka. Jelas aku sudah berada di dimensi berbeda” semalaman aku memikirkan apa tindakanku selanjutnya, aku sangat kesepian sendirian takut. Tidak ada yang bisa membantuku.

~~~~~

Aku memutuskan untuk pulang dan akan pergi dari tempat menyakitkan ini, karena aku tidak akan mati lagi. Aku berjalan menyusuri jalan besar didepan rumah, meski ada mobil menabrakku aku tidak akan terluka. Pagi ini aku berdiri di depan rumah taemin, memandang rumah hangat dengan keluarga lengkap, serta beribu keirian yang tidak bisa kudapatkan. Pintu rumah taemin terbuka.

Kulihat sosok sahabat yang selalu menghiburku, entah dia mengerti atau tidak bahwa aku ini hanya seorang arwah.

Kenyataan ini membuatku menangis, tetapi aku tetap melihatnya untuk terakhir kalinya.

Taemin menatapku dengan tatapan yang sama, beberapa menit dia akhirnya melangkah kearahku, dan sesampainya disampingku dia tersenyum

“gwenchana” kata-kataya ajaibnya selalu membuatku tersenyum dia benar-benar sahabat sejati.

BRUAk!! Aku melihat tubuh taemin bersimbah darah, apa yang terjadi kenapa aku membawanya dalam bahaya, dia tertabrak sebuah mobil karena dia ingin menenangkanku.

“TAEMIN!!!!” aku berusaha membantunya berteriak meminta tolong namun percuma aku tidak terdengar, aku tidak terlihat, dan aku tidak tersentuh.

~~~~

Taemin dalam bahaya karena aku, aku merasa menjadi seorang sahabat yang gagal. Aku memandangi taemin sahabatku yang masih tidak sadarkan diri. Seluruh keluarga taemin terlihat sangat cemas melihat anaknya masih belum sadarkan diri sampai hari ke 4. aku juga merasa demikian karena ini salahku.

“seharusnya aku langsung pergi saja”

“tuhan tolong selamatkan sahabatku ini, dialah satu-satunya sahabat yang aku punya saat aku merasa sendirian, merasa ketakutan, jangan ambil dia tuhan, aku aku tidak mau dia seperti ku, dia masih memiliki sebuah keluarga yang sedang menunggunya membuka matanya” dalam doaku aku menangis karena tidak mau nasib sama sepertiku terjadi pada taemin.

“tuhan tolonglah, sekarang aku sudah tahu kalau aku sudah mati jadi ambil saja aku, lagi pula masa depan taemin masih panjang, tuhan aku mohon”

~~~~~~~

Tubuhku menjadi terasa ringan sangat ringan, aku melihat kearah kakiku

“aku melayang, ini kah…” aku melihat kearah taemin yang mulai menggerakkan tangannya perlahan. Rasa syukur terucap dari bibir seluruh anggota keluarganya termasuk aku.

“terima kasih tuhan terima kasih kau selamatkan dia”

Tubuhku semakin terbang keatas dan aku memandangi sahabatku yang masih belum sadarkan diri

“taemin ah, kau tidak akan menemukanku lagi di dunia ini. Tapi temukan aku dalam ingatanmu, meski aku tahu kau sekarang tidak bisa mendengarku tetapi aku berharap kau bisa merasakanku. Selamat tinggal sahabatku lee taemin” aku merasakan air mata mataku terjatuh tepat di pipi kanannya.

“bye bye”

*Taemin POV*

Sepertinya aku merasakan seseorang sedang menangis tetapi bukan omma, dan satu lagi aku merasa akan kehilangan seseorang tetapi aku berharap bukan dia. Kalau pun itu dia aku akan mencoba menerimanya karena aku tahu sudah saatnya dia pergi dan dia akan merasakan bahagia.

The End

PS : buat kalian yang seperti pernah baca ni ff, q emang terinspirasi sama novel kesukaanku karya R. L. Stine goosebumps, ada yang tau judulnya apa??? #abaikan

Resty

This post/FF has written by Resty, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

22 thoughts on “Friend Until The End”

  1. mmm apa y jdulx?
    emm..mm…
    teeet..tooot..waktu hbis..
    pertanyaan dlempar kepeserta selanjutx..
    /dasar geje/abaikan

    hehehe..ep-ep nya keren…
    jd critax taemin pux six sense y? trus mamax mrh2 coz dy kyk anak autis main2 ndirian dtaman?hohoho,aq suka..aq suka..

  2. Wuah..
    Keren2 cerita nya^^
    Rpanya in young udah meninggal..
    Huhu..
    Sdih bnget wktu in young ninggalin taemin..
    Good job author^^

  3. huwaaaaaaaa. . .meskipun kyak pernah tau ni crita tapi tetep aja nangis bcanya . . . .
    wah buk kmu ber hsil. . .
    d tnggu yg slanjutnya yaa. . .

  4. Aq suka baca goosebumps!! #gakpernahadayangnanya

    Kalo gak salah judulnya tetangga hantu / the ghost next dor , iya bukan? Mian lupa :p

    Ff nya bgus chingu.. Aku ga nyangka kalo terinspirasinya dari goosebumps XD

  5. Bagus+keren!
    Jd in young udh meninggl toh?
    Kasian bgt ya…
    Sedih bc ff ini…
    Sukses bwt author…
    Salam kenal…/komen gaje

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s