Love Without a Name – part 2

Love Without a Name (sequel) part 2

Author : flaming tazkia (tazkia amalia)

Main Cast : Lee Jinki, Kim Nara, Choi Minho, Kim Kibum, Lee taemin, Kim Jonghyun

Support cast :Lee Junki, Lee Hyun Byul, Lee Jang Eon, Kim Yong Jin, Song Eun La

length : sequel

genre : life, family, romance,

rating: pg-15

Author POV~

“Ne appa, sebentar lagi aku sampai. Ne, aku tau dimana ruangannya. Ok, sampai ketemu.” Nara berjalan menyusuri jalan raya. Emperan-emperan toko dan kantor – kantor berjejeran. Hari ini, sepulang sekolah, ia harus ke kantor tempatnya ayahnya bekerja. Ada berkas yang harus diantarkan dan sesuatu hal yang ingin dibicaran dengannya, entah apa, Nara juga tak tau.

Nara sampai di depan kantornya ayahnya ‘Hyun Wang Company’. Orang-orang juga bisanya menyebutnya ‘Hyun Wang Entertaiment’. Perusahan ini lebih condong bergerak dalam bidang entertainment perfilman.

“Anneyong haseyo” sapa Nara sopan. Nara memasuki sebuah ruangan di dalam kantor tersebut.

“Ah, Nara. Anneyong. Duduk dulu sebentar. Appamu sedang keluar, mungkin sebentar lagi kembali.” Seorang laki-laki dewasa seumuran ayah Nara menjawab salam dan mempersilahkan Nara  duduk. Orang itu teman satu kantor ayah Nara, Lee Jang Eon. Jabatannya juga sama dengan ayah Nara, direktur. Dia juga pewaris tunggal Hyun Wang Company. Dia anak tunggal dari Lee Hyun Byul, pemilik Hyun Wang Company, yang sampai sekarang juga masih ikut campur tangan dalam menjalankan perusahaan.

“ne, ahjushi. Oh ya, ini berkas yang diperlukan appa.”

“ne, gamsahamnida. Kau benar Nara bukan? Lama sekali kita tidak bertemu. Kau juga jarang sekali datang kesini. Sibuk sekolah? Sudah kelas berapa? Aku sampai lupa.”

“aku baru saja selesai ulangan akhir untuk semester ini, ahjushi. Sekarang sudah kelas 2 SMA” jelas Nara sambil tersenyum.

“oh, begitu. Semoga hasilnya memuaskan ya. Berapa umurmu sekarang?”

“ne. 18 tahun ahjushi.” Jawab Nara.

Umur Nara memang lebih tua satu tahun disbanding teman-temannya. Itu karena pada saat berumur 6 tahun, ayahnya harus keluar negeri menjalankan tugas dari perusahaan selama satu tahun. Nara yang masih kecil juga ibunya juga ikut keluar negeri. Daripada menyekolahkan Nara disana, lebih baik mengunggu kepulangan satu tahun berikutnya saja. Tapi perbedaan umur itu tidak ada masalah untuknya dan teman-teman yang lain.

Pintu ruangan terbuka,

“ah, Nara kau sudah datang.” Kata ayah Nara.

“ne, appa. Baru saja, tidak begitu lama.”

“oh, apa Jang eon ahjushi sudah memberitahukannya padamu?” tanya ayah Nara lagi.

“memberitahukan apa? Kami baru sebentar berbincang.” Jawab Nara.

“ne, Yong Jin. Belum lima menit dia disini. Aku juga belum memberitahukan apa-apa.”

“sebenarnya ada apa?” Nara menatap bingung kepada dua orang itu.

“tidak ada apa-apa, Nara. Hanya, malam ini aku mengundangmu untuk datang ke ulang tahun perkawinanku yang ke 25. Itu saja. Appa mu bilang kau tidak suka datang keacara seperti itu, makanya dia menyuruhku untuk memintanya sendiri”

“oh begitu. Tenang saja, aku akan datang ke pesta ulang tahun perkawinan ahjushi.” Jawan Nara sambil tersenyum.

“tapi nanti aku juga akan mengenalkanmu dengan anakku yang baru pulang setelah menyelesaikan studynya di luar negeri. Semoga kau masih ingat dengannya”

“anak? Apa kami pernah bertemu?” tanya Nara.

Nara POV~

“anak? Apa kami pernah bertemu?” tanyaku

“tentu saja pernah, tapi sudah lama sekali. Mungkin kau memang sudah lupa dengannya. Makanya aku ingin mengenalkan kalian lagi.” Kata paman Jang padaku. Aku sama sekali tidak ingat siapa anaknya itu.

“ne, mungkin kalau bertemu, aku bisa mengingatnya lagi. Oh ya, appa, ahjushi, aku buru-buru, ada janji dengan temanku.” Kataku pada mereka berdua.

“temanmu yang mana?” tanya ayah.

“Eun La, dia sudah kembali ke Seoul.”jawabku singkat.

“Eun La? Dia sudah kembali rupanya. Bilang padanya, lain kali mampir ke rumah.”

“ne, appa. Aku permisi dulu. Anneyong.” Aku keluar dari ruangan paman Jang.

Siapa anak paman Jang itu? Aku sama sekali tidak mengingatnya. Tapi, ah, itu tidak penting. Yang penting sekarang adalah aku harus cepat-cepat menemui Eun La, sahabatku sejak kecil, sahabat Jonghyun juga. Tapi Eun La pindah rumah sejak kelas 1 SMP. Aku rindu sekali padanya. Sudah 4 tahun ia ke Amerika untuk melanjutkan kuliah, dan sekarang sudah kembali lagi ke Seoul. Aku sangat senang.

Aku berjalan cepat-cepat dilobby kantor tanpa memandang kedepan. Tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seseorang. Seorang pria. Aku hampir saja terjatuh, tapi dengan sigap dia menahan badanku. Sesaat kami saling pandang. Wajahnya begitu tampan dan manis. Matanya yang sipit dan teduh membuatku betah berlama-lama memandangnya. Tapi, sepertinya aku pernah melihatnya. Dimana?

Eun La! Aku pun tersadar dan segera berdiri. Dia terlihat kaget, aku pun juga.

“Mianhae, aku sedang buru-buru. Sekali lagi, mianhae..” aku meminta maaf padanya.

“ne, tidak apa-apa. Lain kali hati-hati. Saat kau berjalan kau harus memandang kedepan.” Suaranya begitu merdu,  membuatku ingin berlama-lama lagi menatapnya. Tapi, aku segera menemui Eun La.

“ne, gamsahamnida.” Aku berjalan dengan setengah berlari, melewatinya yang masih menatapku.

***

“Eun La…….!” Aku segera memeluknya. Rasa rinduku terobati begitu melihatnya. “lama sekali tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kuliahmu? Oh ya siapa dia?” aku langsung menyerbunya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Eun La hanya tersenyum padaku. Dia datang dengan seorang laki-laki, wajahnya sangat manis, tubuhnya juga atletis.  Apakah itu pacarnya?

“kau berlebihan Nara. Ahaha, aku baik-baik saja. Kau lihat sendirikan aku baik-baik saja? Aku rindu sekali padamu.”

“aku juga, aku sangat sangat sangat rindu sekali dengan Eun La unnie.” Ya, aku memang sering memanggilnya kakak. “siapa itu?” aku mengulangi pertanyaanku. Laki-laki itu juga diam saja dari tadi.

“lebih baik kita cari tempat makan dulu. Kau mau kita mengobrol sambil berdiri?”

“ne, aku juga sudah sangat lapar unnie.” Kami pun segera mencari tempat makan dan memesan makanan.

“aku sudah lulus kuliah, dan sekarang bekerja disebuah perusahaan televisi.” Jelas Eun La. “oh ya, dia pacarku, namanya Choi Minho. Kami sudah 2 tahun pacaran.” Jelasnya lagi dengan wajah malu-malu.

“Choi Minho.” Kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangan. Dia menatap tajam padaku. Kenapa dia?

“Kim Nara.” Jawabku dan berjabat tangan dengannya.

“kau kenapa Nara? Ahaha, tatapannya memang seperti itu kepada orang-orang yang baru dikenalnya. Oh ya, mana Jonghyun? Dia tidak ikut kesini?” tanya Eun La padaku.

“ani, dia bilang sore ini dia akan menginap divilla keluarganya, ada acara.” Jawabku singkat. “oh ya, Minho oppa satu universitas dengan Eun La unnie?” tanyaku pada Minho.

“ee..aniyo. aku sudah bekerja. Umurku lebih tua 1 tahun darinya. Aku ke Amerika karena ada tugas dari perusahaan, dan bertemu saat aku berkunjung ke universitasnya.” Minho tersenyum pada Eun La. Tapi aku merasa tatapannya berbeda sekali denganku, dingin sekali. Apa dia memang orang yang seperti itu? Seperti yang dikatakan Eun La.

Kami mengobrol panjang lebar. Eun La berjanji akan berkunjung kerumah jika sedang tidak sibuk bekerja. Lama sekali kami menghabiskan waktu untuk mengobrol. Aku masih ingin bicara panjang lebar dengannya, tapi hari sudah sore. Dan mala mini aku harus menghadiri pesta ulang tahun pernikahan paman Jang.

~end Nara POV

***

No One POV~

“kau tak akan pernah ku lepas. Aku sudah mendapatkanmu. Mulai detik ini, kau takkan bisa tersenyum bahagia lagi. “

“silahkan nikmati hidupmu selagi kau masih bisa. Aku akan memberikan kau kebahagian sebentar saja. Setelah itu? Kau lihat saja nanti.”

“aku akan membuat hatimu sakit terlebih dulu karena hal ini. Penghianatan? Ya.”

“nikmatilah sisa hidupmu, selagi kau bisa.”

~end No One POV

***

Nara POV~

“Nara cepat sedikit, kita hampir terlambat.” Kata ibu padaku. Seperti yang di katakana paman Jang tadi, malam ini kami akan menghadiri pesta ulang tahun pernikahannya yang ke 25. Ibu meyuruhku untuk memakai dress yang paling bagus. Aku sebenarnya tidak suka menghadiri pesta, tapi karena paman Jang langsung memintanya padaku, aku bersedia datang.

“ne, umma. Aku segera turun.”

Sekarang kami sudah sampai ditempat pesta. Ternyata pestanya berlangsung di rumah paman Jang. Rumahnya begitu mewah, terlihat sangat besar walaupun hanya bertingkat dua.

Ku liahat banyak sekali mobil di halaman rumah, rupanya tamu-tamu yang lain sudah banyak yang datang. Begitu kami memasuki rumah, aku semakin kagum, rumah ini bagai istana. Tapi, rumah ini tidak terlihat asing bagiku, apa aku pernah kesini sebelum sekarang?

Tamu-tamu yang datang rupanya sangat banyak. Ayah bilang padaku, bahwa yang diundang adalah keluarga besar paman Jang dan Isterinya juga para karyawan dan relasi bisnis.

Aku dan ibu mengikuti ayah menemui paman Jang dan isterinya untuk memberikan selamat. Di samping mereka, ada orang tua paman Jang, tuan Lee Hyun Byul. Dia masih terlihat sangat muda walaupun sudah berkepala 7. Orang-orang sangat menyeganinya.

“ah, Yong Jin. Gamsahamnida, kau sekeluarga datang kesini.” Kata tuan Lee pada ayah.

“ne, kami senang bisa menghadiri pesta ini.” Kata ayah sambil memberikan hormat.

“apakah ini Nara? Gadis kecil yang dulu pernah beberapa kali kesini dan bermain-main bersama cucuku, Jinki dan saudaranya? Sudah besar ternyata. Jauh lebih cantik dibanding kecil dulu. ” Tuan Lee tersenyum padaku.

“ne, ini Nara.” Ayah memperkenalkanku. Aku pun member hormat pada tuan Lee.

“silahkan duduk, nikmati dulu hidangan yang ada. Sebentar lagi acara akan mulai.” Kata paman Jang pada kami. Kami bertiga pun duduk ditempat yang ditunjuk oleh paman Jang.

Beberapa saat kemudian, acara dimulai. Paman Jang dan isterinya naik ke atas tempat yang sudah sediakan. Disana ada sebuah kue besar dengan lilin berangka 25 berwarna perak diatasnya. Mereka diminta untuk memotong kue itu. Semua tamu berdiri.

Disamping paman Jang dan isterinya, ada tuan Lee dan seorang laki-laki muda. Apakah itu anak paman Jang yang ingin dikenalkannya kemarin kepadaku? Aku sepertinya pernah melihatnya, sebelum disini.

“potongan kue berikutnya, akan kuberikan kepada putera kesayanganku, Lee Jinki. Sayang sekali, saudaranya tak bisa datang kesini sekarang.” Kata paman Jang sambil memberikan kue itu padanya anaknya. Rupanya benar, itu anaknya.

Setelah itu, ada acara hiburan. Paman Jang dan isterinya, juga anaknya dan tuan Lee turun dari panggung. Mereka kemudian duduk dimeja yang sama dengan kami. Kami saling berbincang-bincang. Tapi, anak paman Jang yang bernama Lee Jinki itu diam saja, walaupun sesekali juga tersenyum. Begitu melihatnya dari dekat, aku ingat dimana aku pernah bertemu dengannya. Di Lobby kantor!

“oh ya, Nara. Sekarang aku akan mengenalkanmu dengan anakku” kata paman Jang padaku. “apa kau benar-benar lupa dengannya?” tanyanya lagi.

“memangnya kami pernah kenal?” tanya Jinki pada ayahnya.

“kau juga sudah lupa dengannya. Tentu saja kalian pernah kenal. Appa dan appanya Nara sudah berteman sejak 20tahun lalu.”kata paman Jang menjelaskan. “tentu saja kalian pernah kenal. Nah, Nara ini Jinki anakku. Dan, Jinki, ini Nara.” Paman Jang berdiri dan memperkenalkannya padaku.

“Lee Jinki imnida.” Jinki berdiri memperkenalkan dirinya.

“Kim Nara imnida.” Aku juga berdiri lalu memperkenalkan diriku. Kemudian kami kembali duduk dan menikmati makanan yang sudah disediakan. Jinki kembali diam.

Tiba-tiba ayah, paman Jang dan tuan Lee berdiri, mereka berjalan menuju panggung yang sudah disediakan untuk acara hiburan. Rupanya mereka bertiga akan bernyanyi(?).

Kini Cuma ada aku, Jinki, ibu, dan isteri paman Jang. Mereka berdua asyik mengobrol. Sementara aku dan Jinki hanya berdiam diri. Suasana diantara kami berdua kaku sekali. Tak ada yang memulai pembicaraan.

~end Nara POV

***

Jinki POV~

“Kim Nara imnida.” Dia memperkenalkan diri. Jadi namanya Nara? Dia yang tidak sengaja menbrakku siang tadi di lobby kantor,bukan?

Kami kembali duduk dan menikmati makanan yang sudah disediakan. Aku kembali duduk dalam diam. Tiba-tiba ayah, paman Yong  dan kakek berdiri, mereka berjalan menuju panggung yang sudah disediakan untuk acara hiburan. Rupanya mereka bertiga akan bernyanyi(?).

Kini Cuma ada aku, Nara, ibu, dan isteri paman Yong. Mereka berdua asyik mengobrol. Sementara aku dan Nara hanya berdiam diri. Suasana diantara kami berdua kaku sekali. Tak ada yang memulai pembicaraan.

Ayah, paman Yong dan kakek sudah selesai menyanyikan dua buah lagu.

“kepada seluruh keluarga, rekan kerja, dan rekan bisnis.” Ayah mulai bicara, sepertinya dia akan mngumumkan sesuatu? “saya mempunyai sebuah berita bahagia. Walaupun ini agak mendadak, dan mungkin belum banyak yang mengetahuinya.” Berita bahagia? Berita bahagia apa? Aku tidak tau menau.

“seperti yang terlihat disini, anakku, Lee Jinki sudah kembali dari studynya diluar negeri. Setelah membanggakanku dengan hasil studynya, sekarang dia juga akan membuatku lebih bahagia. Sebentar lagi..” apa yang ingin dikatakan ayah? Aku semakin bingung. “anakku Jinki akan segera bertunangan, dengan anak dari tuan Kim Yong Jin,direktur bagian produksi, Kim Nara.”

“MWOO? BERTUNANGAN????????????????”

***

Author POV~

“kau yakin akan bertunangan denganku?” tanya Jinki. Sekarang, dia dan Nara sedang berada di taman dekat rumah Nara.

“lalu mau bagaimana lagi? Mereka pastinya tidak akan mau membatalkan pertunangan itu.” Nara menghela nafas panjang. Ya, pertunangan itu memang tidak mungkin dibatalkan. “jika pertunangan itu dibatalkan, keluargaku dan keluargamu pasti akan malu.”

“kau benar. Appa tak mungkin mau membatalkannya. Tapi kenapa mereka tidak memberitahukannya kepada kita lebih dulu? Memberitahuakan berita itu kepada orang banyak seperti kemarin, sebenarnya bukan keputusan yang tepat.” Jinki lagi-lagi menatap langit. Dia tak bisa banyak berpikir tentang hal ini.

“sekarang mau diapakan lagi? Kita harus menjalaninya.”ucap Nara datar. “ah, tapi mereka tak punya alasan yang jelas mengapa kita harus bertunangan.” Kata-kata Nara mengagetkan Jinki.

“ah, kau benar lagi. Kita bahkan tak tau apa alasan yang jelas. Aku belum menanyakannya. Tapi..kau tau apa yang ku dengar malam tadi?”

“apa?” tanya Nara penasaran.

“tanpa sengaja, aku lewat didepan kamar halabeoji, didalam ada appa dan umma. Meskipun samar-samar, aku dengar mereka membicarakan..”

“membicarakan apa?” Nara memotong pembicaraan Jinki.

“sepertinya halabeoji mengatakan: ‘setelah pertunangan itu. Kita harus memikirkan pernikahannya. Tentunya agar  tidak ada orang lain yang tau tentang pernikahan itu. Sebuah rencana pernikahan diam-diam yang matang.’ Begitu.” Jinki menjelaskan.

“MWO?? PERNIKAHAN??? Rencana gila apa lagi itu? Diam-diam? Apa maksudnya?”

“aku juga tak tau apa maksudnya.” Jawab Jinki singkat.

“kenapa kau tidak coba mendengarkannya lebih lama lagi?” tanya Nara sedikit kesal.

“perutku sedang tidak bersahabat. Sepertinya saat pesta, aku salah makan.” Nara hanya mendengus kesal mendengar ucapan Jinki. “lupakan masalah itu sejenak. Sekarang kita sedang bicara seperti ini, seperti orang yang sudah lama kenal. Appa bilang kita adalah teman kecil. Kau ingat itu?” tanya Jinki.

“ne, appa dan umma ku juga bilang begitu. Ketika aku menghadiri pesta malam tadi, aku rasa aku pernah datang ke rumahmu sebelumnya. Mungkin aku memang sering datang kesana waktu kecil.” Nara tertawa kecil. “ah, apa kau itu anak laki-laki yang sering menakutiku dengan boneka anjing bulldog yang sangat menakutkan itu?”

“ahaha..bukan, yang sering melakukan itu adalah Junki, kembaranku.” Jinki juga ikut tertawa.

“memangnya kau kembar?” tanya Nara heran.

“kau lupa dengannya? Ah payah sekali. Kau tau? Junki selalu mengangapmu sebagai adik perempuannya yang paling manis.”

“jinja? Sepertinya kita sudah mengingat semuanya.” Nara tersenyum.

“mungkin. Mungkin karena baru bertemu lagi setelah besar, kita agak sedikit lupa.”

“dimana Junki sekarang?” tanya Nara tiba-tiba.

“masih diluar negeri. Setelah kami lulus kuliah, dia diminta untuk menjalankan perusahaan kecil yang baru dibangun appa disana. Dan aku diminta untuk kembali ke Seoul, karena hal ini.” Kata Jinki dengan memberikan penekanan pada kalimat ‘karena hal ini’.

“apa maksudmu? Jadi kau mengira, kau diminta kembali ke Seoul, hanya untuk bertunangan lalu menikah denganku. Begitu?” Nara sedikit kesal dengan ucapan Jinki.

“ini sudah terlalu malam. Lebih baik kau cepat pulang.” Jinki mengalihkan pembicaraan.

“ne, sebaiknya aku cepat-cepat pulang saja.” Jawab Nara dengan ketus. Kemudian berjalan mendahului Jinki.

“emh, Nara.” Panggil Jinki.

“apa lagi?” Nara berbalik menghadap Jinki.

“besok pagi aku akan menjemputmu. Kita akan pergi kesekolah bersama-sama.”

Nara bingung dengan apa yang diucapkan Jinki. Pergi kesekolah bersama-sama? Apa maksudnya? Bukankah Jinki sudah lulus kuliah.

“mwo? Apa maksudmu?”

“besok saja akan ku jelaskan.” Jawab Jinki santai.

“kau laki-laki yang aneh.”

~end author POV

***

TBC

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

My Silly Engagment

“My Silly Engagment”

Author: ryu rieztka

Cast: KEY (Kim Ki Bum), Min Rimi

Support Cast : kim jong hyun (dikit doang munculnya)

Length : oneshot

Genre : romance

Rating :PG-15

Min rimi POV

 

Namaku Min rimi ya rada asing sich untuk nama orang korea karena aku memang bukan asli keturuna korea….ayah ku asli berasal dari korea sedangkan ibuku berasal dari jepang….dan sejak aku sekolah dasar aku berpisah dengan appa dan umma untuk bersekolah di jepang sedangkan umma dan appa tinggal di korea….lalu ahir-ahir ini umma sering menelpon ku untuk pulang ke korea..umma bilang halmonie sakit dan sekarang beliau ingin semua keluarga berkumpul…..

Sebenernya aku males untuk pulang pasti halmonie ingin aku melakukan hal yg aneh-aneh lagi..terahir aku pulang ke korea halmonie memintaku untuk bertunangan dengan cucu temannya….bener sich kalau lelaki itu kaya tapi sifatnya anak mami…”ihh….!!!!”aku menggidik jijik mengingat kejadian itu lagi…….

***

Hari kepulangan ku….

Ahirnya aku sampai juga..sekarang aku sedang menunggu kwon jini dan park min yo…mereka berdua adalah sepupuku yang sangat dekat dengan ku karena kami seumuran aku sering curhat apapun pada mereka berdua……”ah..itu mereka…..”

“maaf rimi telat jemputnya..abis lama nungguin putri mandi tuh…!!”gerutu min yo sambil menunjuk-nunjuk jini

“hehehe…kan Cuma sebentar aja tadi mandinya min…”bela jini……

“sebentar apanya..klo roti mungkin udah basi kali nunggu kmu mandi…”cerca min yo ta mau kalah…..

“udah cukup…kalau aku ketemu kalian pasti kaya kucing sama anjing aja..berantem mulu…!!!kajja..kita pulang aku udah cape….”ajak ku sambil menarik tangan kedua sepupuku itu…..

 

Author POV

Di rumah halmonie sudah berkumpul semua keluarga…ada appa dan umma rimi..ada pula appa dan umma jini dan min yo…ada pula onnie dan oppa rimi yang sudah menikah…..mereka sedang mendengarkan serius apa yang di katakan oleh halmoni….

“dengar jun sil(nama appa rimi) umurku mungkin sudah ta akan lama..dan jika aku meninggal kelak aku ingin semua amanah dari suamiku padaku itu terlaksana…ia pernah berpesan bahwa ia akan menjodohkan keturunannya dengan keturunan sahabatnya…namun untuk menemukan keturunan sahabatnya itu aku membutuhkan waktu yang sangat lama..dan baru dua bulan yang lalu aku baru menemukan mereka…..karena itu aku tidak dapat menjodohkan anak”ku pada mereka karena kalian sudah menikah semua…dan kebetulan keturunan keluarga itu adalah lelaki..jadi yang memungkinkan kita jodohkan hanyalah ketiga gadis di keluarga ini….min rimi,kwon jini,dan park min yo…tapi dari semua aku memilih anakmu jun sil…Min rimi karena jika ia menikah maka ia akan menetap di korea..aku ta suka ia tinggal sendiri di jepang..dan ada satu amanat lagi jika rimi tidak menginginkan perjodohan ini maka ini akan di batal kan karena suamiku berpesan tidak boleh ada paksaan sedikitpun dalam perjodohan ini…dan keluarga Kim pun setuju dengan persyaratan ini dan jika rimi setuju dengan perjodohan ini ia harus menikah tiga hari setelah hari ini..karena aku ingin sekali melihat mereka menikah sebelum aku tiada…”titah halmonie panjang lebar….

“ne..umma aku akan menanyakan ini pada rimi….”jawap appa rimi yang disambut senyum oleh halmonie……

Terdengar suara mobil di luar…tidak lama masuk lan rimi,jini,dan min yo………

“rimi appa ingim bicara denganmu..”pinta appa rimi setelah rimi baru saja masuk…..

“ne..bicara saja appa..”lanjut rimi..

“begini rimi halmonie memintamu untuk……”belum sempat appa melanjutkan kata-katanya rimi pun memotongnya

“ne appa apa yang halmonie minta akan aku lakukan tapi setelah aku istirahat ya..aku sungguh lelah appa…..”jawab rimi asal yg ia mungkin tidak tau bahwa jawabannya adalah nerakanya sendiri…….

“oh..baiklah rimi kau memang anak yang baik..”jawab appa sangat riang mendengar jawaban rimi….

Rimi POV

“ah..halmonie minta apa lagi sich…paling-paling minta di ajak keliling seoul…akukan lagi cape..ah yang penting sudah ku iyakan permintaan halmonie tadi..sekarang aku mau tidur”ucap rimi sambil menghempas dirinya di atas kasur yang empuk….tak butuh waktu lama rimi sudah terlelap dalam mimpinya………..

Pagi hari…….

“ngapain sih pagi buta gini udah di bangunin untuk menemui halmonie”grutu ku malas…..saat aku buka pintu kamar halmonie..ia sudah menyambutku dengan senyum yang sangat manis…..”ada apa halmonie memanggilku…???”tanya ku pada halmonie

“gomawo..rimi’ah kamu sudah mau memenuhi permintaan halmonie..”balas halmonie

“ne..gwenchana halmonie….”jawab ku sambil tersenyum……

“kalau begitu sekarang bersiaplah..karena setelah sarapan pagi..calon suamimu akan menjemput mu untuk mempersiapkan pernikahan kalian..”kata halmonie…..

“ekhhh…calon SUAMI”aku tersedak dan menekan kan kata suami karena aku tidak mengerti…..

“iya calon suami mu..palli..palli…ia akan segera datang”pinta halmonie sambil mendorong pelan tubuh ku…….

“tapi…tapi…halmonie”belum sempat aku melanjutkan perkataanku halmonie sudah mendorongku keluar dari kamar…….

Sungguh aku tidak mengerti dengan semua ini…akupun langsung mendatangi appa…..”appa apa maksud halmonie dengan calon suami ku”cerca ku tanpa mempedulikan apapun…

“ya calon suamimu rimi..namanya Kim Ki Bum”jawab appa santai sambil membaca korannya…..

“tapi appa ga pernah mengatakan kalau aku akan di jodohkan..aishh bukan di jodohkan lebih tepat di nikahkan….dan aku belum pernah merasa meng’iyakan untuk di nikahkan appaa……”jawab ku kesal

“kemarin waktu kamu datang appa sudah mengatakan kalau halmonie meminta sesuatu darimu dan kamu menjawab iya kn….dan itu tanpa paksaan rimi”jelas appa sambil menutup korannya….

“Aiissshhh………lalu kapan aku akan menikah…????”tanyaku

“lusa….”jawab umma yg tiba-tiba muncul dari arah dapur

“LUSAA……”teriaku mengagetkan seluruh isi rumah…

“aduh rimi ga usah heboh begitu..cepat bersiap sebentar lagi ki bum akan datang….”pintah umma sambil menarik tanganku untuk ke kamar…

BLAAAMMMM…bunyi pintu kamar yang ku banting begitu nyaring……”Arrgghhhhh…otokhe….otokhe…..Aisshh rimi babo…babo…..”gerutuku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri…….

“rimi cepatlah bersiap…..ki bum sebentar lagi datang….”teriak umma dari luar kamar

Aku hanya dapat menyalah kn diri sendiri sambil bersiap ala kadarnya……..

 

Key POV

“Aissh umma dan appa itu ada”saja menjodohkan orang seenaknya saja..ini kan bukan jaman siti nurlela..*author lg gelo*…”gerutuku sambil memperhatikan jalan di sekitar…..karirku bersama SHINee kan sekarang sedang ada di atas..bagaimana kalau aku menikah…ya walaupun SME mengizinkannya tapi kn pasti banyak fans ku yg tidak terima….

Ahirnya aku berhenti di sebuah rumah yang menurut ku cukup indah karena terdapat taman kecil di sampingnya…aku menuju ke arah pintu dan ku coba untuk ku ketuk….

Tok..tok…..tak berapa lama aku mengetuk pintu itu terbuka dan seorang wanita paruh baya menyambut ku dengan senyumnya…..”kamu kim ki bum…??”tanya wanita itu….”ne….tapi panggil saja aku key ajumma..”jawabku…..

“Aissh..jangan panggil aku ajuma key..panggil saja aku umma..karena lusa kau juga sudah akan menjadi anakku…”jawab wanita itu sedikit menggodaku….

Ah ternyata dia adalah umma rimi calon istriku…”ne…umma..”jawabku canggung…”ayo..cepat masuk di luar sangat dingin…..”ajak yah bisa ku bilang ia akan jd umma ku juga…………

Tak lama setelah aku duduk di sofa..terdengar seseorang turun dari lantai dua……”umma sepatuku ada di mana…aku uadah keliling kamar tp ga ada..”teriak suara wanita….”rimi jgn teriak-teriak”jawab umma……owh ternyata itu calon istriku…seprtinya ia orang yg ceria…

Ahirnya ia turun dan melihatku…kami bertatapan sedikit lama salin memperhatikan dari atas sampai bawah….”ah kamu ki bumshi…??”tanyanya…”ne..panggil saja aku key…”balasku…….”owh..ne…”blasnya singkat…..

Saat pertama melihat nya ia menggunakan dres biru muda dgn syal putih yg melilit di lehernya..ia terlihat sederhana namun sangat manis…….tak lama ku menunggunya ia turun dan mengajakku”palli..aku ta mau di omeli oleh umma lgi”balasnya……..

Di mobil ia tak berbicara sedikit pun sampai ahirnya ku coba untuk membuka pembicaraan….”kenapa kau tidak menolak perjodohan ini..???”tanyaku…”Aiiissshh…jangan kau singgung lagi masalah itu..ini semua karena kebodohanku…yg musti aku takutkan adlh aku tidak tau kalau kim ki bum yg akan menjadi suamiku nanti itu seorang artis…otokhe…”

“Kenapa kau musti bingung kau harusnya bersyukur memiliki suami yg tampan seperti aku ini….”jawabku bangga…..

“Ya..aku masih blum mau mati sekarang karena di teror oleh fans-fansmu itu…”teriaknya marah…saat ku lihat ia terlihat sangat manis saat seperti ini……

 

Hari pernikahan

Hari ini aku akan menjadi suami dari seorang Min rimi gadis yg baru ku kenak dua hari yg lalu…..saat pintu di ujung terbuka rimi keluar dengan di dampingi oleh appanya..aku terkagum dgn kecantikannya..ia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin putih panjangnya…..

Saat ikrar sudah selesai kami ucapkan….kini saatnya kiss…aku mendekatkan wajahku..tapi ia sedikit mudur dari posisinya…aku pun berbisik di telinganya”ayo cepat aku ta mau berlama’lama”bisikku….”key aku belum pernah kissing otokhe…??”balasnya pelan….

“emmmpphh…ya sudah kau diam saja…biar aku yg akan melumat bibirmu..”balas ku menahan tawa smbil menggodanya….matanya terbelalak mendengarku…..aku sangat suka menggodanya…aku tak mempedulikan ekspresi wajahnya…CUPP…!!dan aku pun langsung melumat bibirnya..ia sedikit meronta tapi ahirnya ia hanya terdiam dan…..

Rimi POV

Setelah ikrar pernikahan hatiku tidak tenang karena setelah ini pasti aku akan kissing…otokhe..aku tidak pernah kissing dengan siapapun…..sekarang key sudah mendekatkan wajahnya ke wajahku..tp aku mencoba menjauh…..lalu kurasakan nafas key di tengkukku ia berbisik  “ayo cepat aku ta mau berlama’lama” bisknya…aku pun menjawab “key aku belum pernah kissing otokhe…??” jawab ku bingung……. “emmmpphh…ya sudah kau diam saja…biar aku yg akan melumat bibirmu..” ia berbisik lagi yang membuat mata ku terbelalak saking terkejutnya…belum sempat aku menjawab…CUPP!! ia sudah menciumku..pertama aku meronta tapi makin lama aku merasakan manis di ciuman key itu…ya tuhan dan sekarang ia benar-benar melumat bibirku….”emmpphh…”aku mencoba melepaskan ciuman key karena nafas ku sesak….

Ahirnya ia melepaskan ciumannya..aku menginjak sedikit kakinya…ia pun meringis kesakitan…..”apoyo..apa yg kau lakukan..”bisiknya…”apa kau ingin membunuhku”balasku…ia hanya tersenyum menyeringai seolah-olah ia adalah pemenangnya……

Kami pun ahirnya sampai di drom SHINee..lebih tepatnya halmonie membelikan kami sebuah  apartement di sebelah kamar apartement yg di jadikan drom SHINee..hamolnie bilang biar aku selalu dekat dengan key..”aisshh..halmonie ada-ada sja”desahku…

aku memasuki apartement dan langsung merebahkan tubuhku di sofa…”haiss…lelaaahhhh………..”ujarku….lalu key menyusul ku di belakang ia ikut merebahkan tubuhnya di sebelah ku….ku pejamkan mataku….namun ta begitu lama kurasakn berat di bahuku…ku coba membuka mata…..ya tuhan key tertidur di bahuku….ku kucoba ngengangkat tangannya,tapi ia malah menggeliat dan kini tangannya melingkar di pinggulku dan kepalanya tepat di leherku bisa kurasakan panas nafasnya di leherku….ya tuhan aku ta tau apa yg ku rasakan sekarang..detak jantungku tidak beraturan..wajah ku pun ikut panas…..

ku coba untuk melepaskannya lagi tapi..badan key terlalu berat untuk ku gerakan..”huh..aku menyerah..badan mu walau kecil tapi berat key….ku harap kau tidak menodaiku hari ini*author di lempar ketel ama rimi*..”ujar rimi setengah khawatir

pagi hari….

saat ku buka mata ku…tubuh ku sudah terbalut selimut…..ku lihat di sekitar ku sudah tidak ada key….ia kemana…???tanpa sadar aku mencarinya keliling apartement..”aiissshhh…aku capekk..ngapain juga aku nyari dy..apa mungkin….??????ah..andwe..andwe…..!!!!!!!!!!”ku geleng-gelengkan kepalaku mencoba menolak apa yg sedang ku pikirkan…..

Key POV

Saat ku terbangun aku sungguh terkejut..posisi tidurku saat ini memeluk rimi..ya tuhan hati ku jadi tidak karuan sekarang..aku bangun dari posisi ku sekarang ku lihat masih jam 3 pagi….ku lihat rimi tertidur sangat pulas..”kalau di lihat-lihat istriku ini sangat cantik…”gumamku..ah sejak kapan aku mengakui dia menjadi istriku…..apa mungkin aku mulai menyukainya……

Ku ambil selimut dari kamar ku selimuti badan mungil rimi…..”ah aku tidak kuat jika berlama-lama harus di sini  bisa-bisa aku menodainya”*author bener-bener di kejar ama rimi sambil d lemparin sepatu*pikir ku labil…..

“mending aku pulang k drom aja”….aku berjalan ke luar ku ketuk pintu kamar drom yg hanya di sebelah kamarku…..”ne…siapa sih malam-malam gini ngetuk pintu..??”ku dengar jonghyun hyung yang ngedumel#bahasa apaan tuch???pkonya itu lah#…….

“ya…key ku kira siapa tengah malam begini…ngapain kau k sini..bukannya ini malam pertamamu…???”jonghyun hyung menggoda ku…..

“aissshhh……pikiran mu memang selalu kotor ya hyung….”jawab ku menyelanya….

“apa slahnya sich aku bertanya seperti itu pada orang yg sudah menikah…???”balas jonghyu hyung………

“sudah lah aku lelah aku ingi tidur”jawab ku tanpa mempedulikan jonghyun hyung………….

 

Author POV

Hari ini….shinee akan manggung di inkigayo untuk comeback mereka……dan key pun menyuruh rimi untuk melihatnya hari ini……..

Kini rimi sudah sampai di depan gedung..”aisshh banyak sekali manusia di sini…”gerutu rimi sambil mencoba mengambil telpon genggamnya di tas….ia mencoba menghubungi seseorang….”key..aku sudah ada di depan tapi aku tidak bisa masuk banyak sekali orang di sini..”kata rimi pada key…

Di ujung telpon key menjawab”ne..kamu tunggu aja di situ aku akan menjeputmu”…..ahirnya rimi pun menunggu,ta berapa lama segerombol yoja yg tadi berdiri di depan pitu masuk berteriak-teriak histeris…”KEY….KYA….KEEEEEYYYYYY……………!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak mereka membisingkan telinga rimi hingga ahirnya rimi mencoba melihat..namun saat ia mencoba melihat apa yg terjadi tangannya di tarik oleh seseorang..dan itu malah membuat teriakan itu makin semakin riuh…

“ahhkk..sakit….”desah rimi saat mereka sudah berada di dalam gedung…”mianhe….gwenchana…?????”ucap key sambil melihat keadaan tangan rimi…”gwenchanayo…”ucap rimi sambil tersenyum……”kajja..”ucap key sambil menarik tangan rimi….”ke mana…???”tanya rimi…

“sudahlah ikut saja”ucap key tanpa mempedulikan rimi…..ahirnya mereka sampai di suatu tempat yaitu kursi penonton….”kamu duduklah di sini..”pinta key…..”ternyata kau sudah menyiapkan kursi untuk ku key..???”balas rimi…….

Ahirnya shinee perfom,dan kini rimi begitu takjup melihat suaminya perfom..banyak sekali yg meneriakan nama mereka…….ahirnya acara selesai rimi buru-buru keluar dari studio karena ia ingin ke toilet….tapi saat di depan toilet ia di cegat oleh segerombolan yoja kira-kira 8 orang…..

Miri hanya menunduk ta berani melihat para yoja itu…tapi salah satu dari mereka memegang pundak rimi dan mendorong rimi hingga jatuh tersungkur…..”YA…kau pikir dirimu itu cantik berani sekali dekat dengan oppa key….”teriak salah satu dari mereka…..”kau lihat dirimu di cermin..kau tak pantas mendampingi key oppa”tambah yoja yang lain…..salah satu dari merekapun maju ke arah rimi…tangan yoja itu meraih dagu rimi..ia menariknya agar wajah rimi dapat mendongak ke atas…..”JANGAN PERNAH KAU DEKATI KEY OPPA LAGI KARENA KAU TAK PANTAS UNTUKNYA”ucap yoja itu sambil menunjukan telunjuknya ke arah kepala rimi…..

Rimi kini hanya dapat terduduk lemas sambil terisak menangis……..

Rimi POV…….

Aku memang tidak cantik,aku tidak pintar,yang mereka bilang itu memang benar..aku ta layak untuk key……ku coba untuk berdiri dan menghapus air mata ku…..aku berjalan setengah lunglai…..ku putuskan untuk pulang lebih dulu…hatiku kini sungguh sakit air mata ku ta dapat ku hentikan…aku ta mau key melihatku menangis seperti ini……

Ku buka pintu apartement..gelap lampu-lampu sengaja tidak ku nyalakan karena aku ingin menangis tanpa ada siapapun yang bisa melihat ku dalam kondisi seperti ini…..mungkin sekarang sudah jam sepuluh malam..aku sudah mulai lelah menangis tapi air mata ini tetap ta bisa ku hentikan….ya tuhan sampai kapan aku harus menangisi key….

Kudengar suara pintu yang terbuka aku bingung bagaimana menyembunyikan air mata ini dari key..ahirnya ku putuskan untuk berpura-pura tidur…….ku rasa lampu itu sudah menyala sekarang……dan ku rasa sekarang ada orang yg sedang duduk di sebelah ku…..

Dan kini aku dapat merasakan sentuhan lembut tangan yg membelai pipiku…..aku ta kuat merasakan ini dan kuputuskan untuk membuka mata ku…ku lihat key terkeejut…ia langsung menarik tangannya…..

Tanpa berpikir panjang aku berkata pada key..”key ceraikan aku…”pinta ku pada key..

“mwo…apa yg sedang kau pikirkan rimi…???”tanya key terkejut…

“ceraikan aku….”pinta ku sekali lagi..dan kini aku tak dapat membendung air mataku lagi…

“apa yang terjadi pada mu rimi…????tanya key pelan dengan nada khawatir……

“aku tak pantas untuk mu key,aku ak cantik,aku tak pintar,aku……….”belum selesai aku bicara kini aku merasakan ada seseuatu di bibirku…..key mencium ku..aku mencoba melepaskannya…tapi key mencoba menolak…tenaga key jauh lebih kuat dari tenagaku..aku ta dapat meronta kali ini..ia pun ahirnya melumat bibirku dengan lembut……

Kini key melepaskan ciumannya….”walau pun kau tak cantik,tak pintar…atau apalah..tapi tidak ada yang bisa membuat hatiku ta karuan seperti sekarang selain dirimu rimi…”ucap key yang membuat jantungku berdegup ta karuan……”tapi aku……”belum ku lanjutkan kata-kataku kini key sudah menaruh telunjuknya di mulutku mengisyaratkan agar aku menhentikan perkataanku……

“apa aku perlu melumat bibir mu lagi agar kau bisa diam dan menghentikan pikiran aneh mu itu yeobbo….”ucap key sambil ngemicingkan matanya seolah menggodaku….”ekhh….key kau bilang apa tadi YEOBBO….?????”tanyaku pura-pura tak dengar aku hanya ingin memastikan apa yg ia katakan…..

“ne yeobbo…”ucapnya lagi…….mendengar key memanggilku yobbo entah kenapa hati ini tak dapat di ajak kompromi..seketika itu juga aku menangis…ya menangis karena bahagia….

“rimi gwenchanayo…???”tanya key khawatir melihat aku menangis….”jika karena kau tidak suka aku memenggil mu yobbo,aku tidak akan melakukannya lagi…..”lanjut key….

“anieo…aku bukan tidak suka..aku sangat suka kau memanggil ku seperti itu makanya aku menangis…”ucap ku………

“emmppphhhh…ku kira kau menangis karana apa…ternyata ckckckckckckck..”ucap key menahan tawa….

“rimi saranghe…….”lanjutnya lagi

Aku hanya dapat terdian dan mencerna ucapan key tadi lalu aku pun menjawab…..

“nado saranghe jaggi…..”bisik ku di telinga key

“kajja..”ucap key sambil membopongku……

“kyaa..kemana..”tanyaku terkejut……

“hehe….”ia tersenyum penuh arli sambil membawaku ke kamar……
“YA…KIM KI BUM apa yang mau kau lakulan padaku…….?????????????????????????????????????”………………..

 

 

ending deh gma geje kan FF x…?????

Mianhe klo ff x geje…..*bow*soalnya masih pemula…hehehee ^0^

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

 

YOU, HIM OR HIM – PART 8

Tittle : You Him or Him part 8

Cast : Ji yeon,Lee taemin,Minho,Kyuhyun

A.Cast : soo seok,SHINee,Super Junior,Park Sung Ki

~Author POV~

“pa..park..sung..ki?”

“kau kenal dengannya ji yeon?” manager bertanya ketus seolah

masih marah soal berita itu.

“ne” ji yeon menunduk,dia ingin rasanya menceritakan,bahwa sung ki lah yang

membuatnya terbaring di rumah sakit.

Kyuhyun yang emosi menggendong ji yeon,bukan di taruh ke kursi roda

Tapi membawanya kabur ke luar rumah sakit

“Hyyung!Kau mau bawa kemana?” teriak taemin di lorong,tapi sia-sia,mereka sudah menghilang.

“waaah kau perhatian sekali ya taemin” sung ki tersenyum manis.

“kau!!jangan menggoda pacar orang!” bentak soo seok kemudian keluar di ikuti key.

“dia kenapa sih?aku kan memuji taemin?bukan menggodanya,iya kan taem?”

Sung Ki menarik tangan taemin dan menggenggamnya lalu mengecup pipi taemin

“ini baru namanya menggoda”

Semua member shinee dan suju tersentak

Mereka tidak bisa berbuat apa apa,kalau mereka mencegah sung ki dan mengatakan alasannya,akan bahaya nantinya ji yeon.

Jadi mereka hanya mengepalkan tangan mereka.

“oppa mau kemana kita?kau tidak takut ketahuan?”

“ani!Masuk mobil,dan diamlah!” kyuhyun membentak

Ji yeon merasakan kakinya kaku,baru kali ini dia melihat kyu oppa membentaknya.

Mereka berhenti di pinggiran sungai han,di sana banyak anak kecil bermain.

“kau mau turun?”

“ani oppa,aku mau kembali”

Mereka terdiam dalam pikiran masing masing.

“apa benar berita itu?” kyuhyun memulai.

“heh?maksud oppa berita yang mana?”

“berita kau berpacaran dengan taemin pabo!”

“ikh jangan panggil aku pabo,,,,em,,kalau benar memang kenapa?”

Kyuhyun menatap ji yeon yang duduk di sampingnya.Kemudian kyu menggenggam tangan ji yeon,lebih tepatnya mencengkram.

“oppa..sakit” rintih ji yeon

“kau!Jadi dia!Jadi dia alasan kau menghindar di setiap aku bertanya!Kupikr orangnya hebat,,ternyata Cuma bocah itu”

“OPPA!APA MAKSUDMU!Dia itu dongsaeng mu!Lalu urusan apa jika aku berpacaran dengan taeminnie?!!”

“Itu Urusanku!!Aku menyukaimu!”

“Urus saja gamemu!Urus saja PSP mu!Urus saja laptop mu yang semuaaanya berisi game!Jangan urus urusan ku!dan lepaskan tanganku!” ji yeon menghempaskan tangannya ke udara.

Mereka terdiam selama persekian detik.

“mian oppa,tapi aku lebih memilih taemin”

Kyuhyun membanting setir dan berdecak.

“siapapun namjachingumu!Aku akan membuatnya membenci kau!!Lalu aku akan membuat kau tunduk padaku!!” (kayak maksa nih orang =.=)

Ji yeon hanya menelan ludahnya.

“a..aku mau..pulang sendiri”

Ji yeon tahu dia hanya memakai sandal rumah sakit,dia tahu dia tidak bisa jalan untuk 2 bulan kedepan.Tapi akan lebih menegangkan kalau harus satu mobil dengan kyuhyun yang sedang emosi.

Kyuhyun hanya mengangkat salah satu alisnya menandakan keheranan.

Ji yeon dengan segera keluar dari mobil dan terjatuh.

“ji yeon!ayo masuk mobil saja”

Ji yeon segera berdiri dan meninggalkan kyuhyun

Sakit.Itu saja yang ada di pikiran yeoja ini,ji yeon terjatuh lalu bangkit

“sudah naik saja,aku tak akan marah lagi”

Ji yeon menoleh ke sebelahnya,kyuhyun di dalam mobil,namun kacanya terbuka (apalah!susah deskripsiinnya!)

“andwae..oppa pulang saja,aku mau melatih kakiku”

“sudah,di rumah sakit kan bisa”

Ji yeon terdiam,tangannya yang masih memegang kaca mobil melonggar perlahan dan menangis terisak.

“Ji yeon ah!Kau kenapa?jangan menangis”

Kyuhyun membuka pintu mobil dan membawa ji yeon yang diam dalam tangisnya masuk mobil.

“ceritakan padaku,apa kau phobia rumah sakit?”

Ji yeon mengangkat kepalanya yang masih tertunduk,matanya merah dan banjir oleh air mata,dia menatap nanar kyuhyun.Dengan sigap kyu menyeka air mata ji yeon dan mengelus puncak kepalanya.

“mungkin kalau kau sudah tenang,kau mau bercerita”

Kyu mulai menginjak gas.mereka berjalan pelan.

Kyu menyalakan ipod nya yang duduk manis.

Nan papoyeosseottjyo naega paboyeosseojyo
hoohwehaedo neujeottjyo aljyo toreek’eel soon eopjyo
keudael pol soo eopseoyo nado algo eesseoyo
naega jeongmal jalmot’aesseoyo jeongmal meeanhaeyo
euddaen yaegeehaje mot’aettjyo neomoo eoreeseogeottjyo
eejewaseo eereok’e aet’aeoomyeo nan yongseoreul peereoyo
Tangsheeneun naneun paboeemneeda
jajonsheem ddaemoone
megiun uga guineirume ahgashinumejo
tangsheeneun naneun paboeemneeda
ajeek saranghagee-e haroo jongeel p’eong p’eong oolgoman eettjyo
keudaedo nado modoo pabocheoreom

“HWEEEEE” jiyeon berteriak,dengan sigap kyu menghentikan kemudinya.

“kau kenapa?omo!jangan menangis lagi”

Kyu memeluk ji yeon,

ji yeon hanya membalas pelukan kyu dan mengerang

“HWEE..hiks hiks,,,oppa..hwee…”

“jangan menangis ji yeon..” kyu mematikan ipodnya yang masih mengalunkan lagu sedih itu.

”hatiku sakit mendengarmu menangis,terlalu sakit…sekalipun kau membenciku,aku..” kyu menyandarkan dagunya ke puncak kepala ji yeon.

“jangan menangis ji yeon,bahkan untuknya”

Ji yeon tahu ‘nya’ itu adalah taemin.Dia melepaskan pelukan kyu,menyeka air matanya dan berusaha tersenyum meski senyumnya adalah senyum kesakitan.

“gwencahana oppa,oppa tak usah khawatir..ayo kembali ke rumah sakit,pasti mereka mencari kita” ji yeon menonjok udara,dan berseru ‘hwaiting!’.

Kyu terdiam.”kenapa tidak jalan oppa?”

“tidak,kau bohong padaku”

“bohong?”

“ne,kau masih menangis di dalam hatimu,jujurlah padaku” (kayak nyanyian)

“eh?em..” ji yeon menunduk lagi

Kyu mengambil dagunya dan wajah mereka hanya berjarak setelunjuk anak bayi

Ji yeon hanya menahan nafasnya.

“o..oppa,,kumohon jangan”

Tapi telat,bibir kyu sudah mendarat mulus ke bibir mungil ji yeon

Ji yeon yang masih kaget segera mendorong tubuh kyu

Namun kyu yang berbadan lebih besar daripada ji yeon hanya terhuyung sedikit.

“makanya jangan menangis lagi di hadapanku”

~Ji Yeon POV~

Aku masih menatap nya yang menyetir,ada perasaan apa ya?kenapa bibirku hangat?

Apa aku menyukai kyu oppa?

Andwae!!Aku gak bermaksud  selingkuh kok taem >.<

Tapi….

Aku menyentuh bibirku

Entah kenapa ada perasaan senang dan perasaan bersalah?

Kyu dan minho oppa sama sama hyungnya taemin,tapi…

Aku saja dan taemin belum pernah berbuat apa-apa

(ketahuan nih ji yeon ngarep ma taem)

“kita sampai,,ayo”

Heh?dia ngomong apa?

“hei ji yeon ah!Jangan melamun!”

Dia mengibas ngibaskan tangannya di hadapanku

“oppa..”

“wae?”

Aku terdiam lagi

“kau masih memikirkan soal kiss tadi?kenapa?Anggap aja itu accident,kajja”

Dia menggendongku lagi,aku hanya membenamkan kepalaku di dadanya

HWEE Tuhan!!Bisa bisa aku selingkuh!

“dari mana kalian?”

Kulihat hanya ada taemin,kemana semua?

Kyu oppa menurunkan aku di kursi roda,dia duduk di sofa sebelahku

“heh,itu urusan kami berdua,ya kan ji yeonnie?” kyu oppa menatap taemin dengan tatapan devilnya.

“heh?hanya aku yang boleh memanggilnya ji yeonnie!” taemin sudahlah!

“em..kalian berdua boleh kok memanggilku ji yeonnie”

Mereka berdua menatapku dengan tatapan tajam.

“aku namjachingunya!jadi hanya aku yang boleh” kata taemin menatap kyu oppa lagi.

“heh,tapi dia bukan milikmu!” kyu oppa meninggalkan kami berdua.

“apa yang kaulakukan tadi dengannya?”

“maksudmu kyu oppa?”

“yah siapalah!”

“kenapa kau begitu sih taem?” protesku.

KLEK

“hai taem!loh ji yeon kau sudah balik dari ‘kencan’ bersama magnae suju?”

Sung Ki menekankan kata kencan,Awas kau sung ki!

Taemin..jangan percaya padanya..

Tapi..taemin malah membuang mukanya dan pergi ke luar.

“heh,rasakan” ejek sung ki 2 meter di hadapanku.

Kalau saja aku bisa berdiri!Akan kucakar mukanya!Akan kutonjok sampai babak belur.

“kau kan sama kyu…aku sama taemin ya?kalian tidak ada hubungan apa apakan?Oh!Atau…kalian berpacaran ya?”

“Pergi kau sung ki!Aku muak melihatmu!!” ancamku.

~Soo seok POV~

“Kau!!Jangan menggoda pacar orang!!” bentakku dan meninggalkan mereka.

Aku punya naluri yang kuat!Aku tahu,,

“hei soo!kau kenapa sih?” key oppa menarikku dan mendudukan ku di kursi depan kamar  ji yeon.

“oppa!!Dari mana sih manajer menemukan yeoja itu!?”

“oh,katanya sih masih ada hubungan dengan soo man ahjussi”

“hwe?maksud oppa?saudara?”

“saudara jauh” dia merentangkan tangannya sebagai pengandaian jauh.

“oppa,,oppa khawatir tidak dengan ji yeon?”

“pasti,dia kan dongsaengku”

“tahu tidak,sebenarnya minho oppa berbohong ke kita semua,ji yeon tidak kecelakaan..dia di celakai”

“hah?oleh?”

“sung ki,itu menurutku ya”

“kok bisa kau kepikiran kayak gitu?”

“nih,waktu ji yeon di suapin taemin,aku ngeliatin sungki yang mandangin ji yeon dengan kesal,trus adiknya bilang ji yeon harus bertemu sung ki pulang sekolah,nah setelah itu ji yeon tidak pulang kan?Lalu yang kudengar sung ki itu taemints”

“mwo!?menurutku iya juga sih,soalnya dia nempel tuh sama taemin” key oppa menunjuk ke arah kaca kecil di pntu,tangan taemin yang di genggam erat oleh sungki

“oppa,,aku..takut ji yeon akan di celakai lebih parah dari ini,,,sekarang dia tidak bisa menari selama 2 bulan,padahal menari adalah sebagian dirinya (ceelah=.=)”

“ne aku tahu..sudah semua akan baik baik saja,kau  mau jalan jalan?seperti yang kujanjikan?”

“he?ma..mau oppa” aku berjalan di belakangnya,aku takut nanti aku dan key oppa akan tertangkap media,sulit ya menyukai seorang artis.

Kami sampai di dorm shinee

“jalan jalan apanya!Bilang saja oppa minta di antar aku!”

“hahaha,,memang” dia tertawa,manis,namja yang manis.

“kalian itu berisik sekali sih!” bentak seseorang,aku yang sedang perang bantal dengan key oppa terhenti.

“eh jinki hyung,kau mau makan?aku buat ayam goring loh!” seru key oppa.

“aku mau tidur!soo seok pulang sana!Ini sudah sore!Nanti berbahaya”

Dia menutup pintu kamar dan aku hanya bisa terdiam.

Kenapa sih dia?

“soo seok,sepertinya kau harus pulang,sepertinya jinki sedang stress”

“ne oppa,,,” aku keluar dorm mereka.

“aku antar” key oppa menghentikan langkahku dan menggandeng tanganku.

“ani,nanti kau repot,aku bisa pulang sendiri” kataku melepas gandengannya dan pulang melewati angina kencang (bahasanya euy!)

~Ji Yeon POV~

“kau mau kemana ji yeon?”

“aku..mau melihat hasil mv electric heart”

“ANI!!!Aku tidak akan menggendongmu ke kursi roda kalau kau berniat melarikan diri!”

Aku menggembungkan pipiku,ini sih namanya over protektif.

Malam ini bagian yang menjaga kyuhyun dan minho oppa.

“sung ki?”

“annyeong semua!Maaf malam malam mengganggu,,aku mau bicara sedikit saja dengan ji yeon,empat mata”

Kemudian mereka berdua meninggalkan aku dengan sung ki,entah kenapa aku selalu merinding dengannya.

“ji yeon,aku sudah dengar soal kau pacaran dengan taemin”

“dari soo man ahjussi?” jawabku asal

“tidak,aku menguping ahjussi yang sedang membentak taemin”

“heh?jangan bohong deh!”

“serius,kalau soal ini serius,katanya taemin terlalu sering bikin masalah,jadi…sebaiknya kau bersiap putus dengannya”

“iya!Dan kau senang kan?puaskan!”

“hei jangan emosi dulu!Katanya ahjussi ke taemin,dia harus memutuskanmu,atau..”

Dia menggantungkan kalimatnya membuat aku penasaran,tapi aku hanya diam nanti dia memberitahukan ku tanpa aku meminta kok.

“atau” tuh kan.

“atau taemin akan di depak dari SMent”

“MWO!??”

“aish!Jangan berteriak di kupingku!”

”serius?!” aku mencengkram bahunya

“ne,aku tidak akan berbohong soal ini!Makanya aku kesini,aku minta kau menjauhi taemin dan memutuskannya!” bentaknya

“kau menghancurkan impiannya tahu!Kau merusak kariernya!Kau benalu untuknya!”

DEG

Benalu?a…a..a..ku tidak pernah menyadari itu,kurasa sung ki benar.ANDWAE!

Aku tahu taemin menyukaiku,dia pasti akan mempertahankan aku.

Kau harus percaya padanya ji yeon!Harus!

“em…baiklah”

“awas ya kalau tidak ada taemin lagi di shinee!Kau harus mati!” ancamnya.

“sudah ya,oppa terima kasih” dia menebar senyum palsunya!

“ne,sana gih” usir minho oppa,hehehehe sana kau jauh jauh!

“hyung kau tidur dimana?”

“aku sih maunya sebelah ji yeon” kata kyuhyun duduk di atas kasurku yang cukup dua orang.

“ANDWAE!!” aku mendorongnya,tapi rasanya badanku sakit semua!

“hyung!Jangan menjahilinya!” cegah minho oppa

“ji yeon besok adalah hari H,kau harus istirahat yang banyak,dan kau hyung!beritahu semua hyung anehmu besok jangan ke sini”

Perintah minho oppa.Aku dan dia sepakat tidak menceritakan kepada siapa siapa soal operasi ulu hati dan otakku.Aku memang tidak merasakan apa-apa,tapi kata dokter itu bisa berbahaya menjadi kanker,aku benci!Lebih baik aku operasi,penyakit kanker adalah penyakit yang membuang air mata.

“ne oppa,,tapi suruh taemin ke sini sebentar saja”

“buat apa?”

“yah kau tahulah anak muda kalau baru pacaran maunya ketemu terus” celetuk kyuhyun.

Enath kenapa,aku merasa dia berubah,seperti terbentur sesuatu.

“oh” minho hanya ber’oh’ ria dan menelpon taemin.

~Taemin POV~

“kau di panggil lee soo man”

“ne hyung” aku tahu akan di panggil,aku sudah membuat banyak masalah,,

“masuk”

Aku membuka pintu perlahan.

“duduk!”

Aku duduk di sofa merah berhadapan dengannya.

Aku takut sekali,apa dia akan memberhentikan kontrakku?

Atau menyuruh aku memutuskan hubungan dengan ji yeon?

Atau kedua-duanya?

“kau tahu kenapa aku panggil kesini?”

“em” belum sempat aku menjawab dia menyelaknya.

“ada dua kemungkinan,bahwa kau mendapat pujian atau cemoohan dariku”

Katanya lagi.Aish ahjussi ini lebih dingin dari minho hyung.

“ne ahjussi”

“kau tahu?SMent sedang berjaya?sangat bahagia aku mendengar perusahaanku di puja di berbagai Negara,tapi,,apa?apa yang harus kukatakan dari berita ini?!”

Dia melempar majalah baru terbit dengan tajuk yang sama

‘MAGNAE SHINee HAVE A GIRLFRIEND’.

Judul yang paling membosankan!

Dengan foto yang sama!

Dan pokok berita yang sama.

“kau!Aku membebaskanmu berhubungan dengan siapa pun!Tapi tidak secara public!Kau tahu berapa ratus ribu penggemarmu menangis,mengeluh,memaki gadis itu!Dan apa mereka akan terkejut kalau magnae shinee berpacaran dengan pelatih dance nya!!!!”

Rasanya kupingku mau pecah.

“aku mau kau break dengannya sampai berita ini mereda”

“tapi ahjussi..”

“tidak tapi-tapian taemin!Harus!Kalau tidak kontrak kita putus sampai di sini,silahkan kau mencari entertainment yang mau menampungmu”

“ah..ne”

“sekarang kau bisa keluar”

Aku berjalan lunglai.

Ponsel ku berdering,siapa sih?sudah malam juga!

“yoboseo?”

“yoboseo,hyung ada apa?”

“ji yeon!Dia!!Cepat taem!Dia terus memanggil namamu!”

TUUUUT TUUUT (bukan kentut yah =.=)

Aku berlari ke arah pintu keluar selatan,biasanya di situ sepi paparazzi.

“HYUNG!” aku berteriak ke arahnya yang tertawa kecil.

“Ji Yeon!Apa maksudmu sih!Aku sudah gelagapan tau!”

Dia tertawa manis.

“memang aku tidak boleh ya??memanggilmu kalau tidak ada hal yang darurat?oppa”

Oppa?Dia kesambet setan apaan?oppa?biasanya dia marah marah kalau aku memaksanya memanggil oppa.

“ehem..em..aku mau mencari udara dulu,di sini panas” celetuk kyu hyung.Bagus deh,jadi aku leluasa.Kekeke~~

“hyung?kan di sekitar kita ada udara?kok masih dicari?”

“pabo!Ayo keluar!” kyu menarik minho.

Aku mengusap kepalanya,dia memejamkan matanya dan tersenyum manis,lembut.

“ji yeon,kau kenapa memanggilku?biasanya kau menghiraukan ku”

“oppa,,aku..kalau aku bisa keluar dari rumah sakit aku akan bicara dengan ahjussi soo man”

“jangan!Tidak boleh!kau pasti bisa keluar dari rumah sakit!”

Aku membentaknya yang masih menutup matanya.

“tapi takdir bukan di tangan ku atau kau oppa”

“kenapa kau memanggilku oppa?”

“memang tidak boleh?”

“boleh kok” aku mengecup keningnya,aku bisa mendengar jelas isak tangisnya.

“kenapa kau menangis?”

“apakah pertunangan kita merepotkan semua orang?”

“tidak,kenapa kau bertanya seperti itu sih?”

“ani,,kalau kita..bertunangan…”

Dia meremas seprai.

“dan..ekh..merepotkan..semua orang..aku..demi kebaikan kita..”

Dia menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya

“aku mau kita batalkan pertunangan ini”

Aku dan dia terdiam.

Haruskan seperti ini?ff ini jelek!Berakhir menangis untukku!Apakah aku tidak mempunyai harapan??Aku sudah menyukainya sejak dia menari untukku,,dan ternyata dia hanya mengangap aku teman!Lalu saat aku bertunangan dengannya,kami tidak seperti sepasang kekasih!Malah kelihatan seperti saudara!

“oh yasudah” aku menahan amarahku dan keluar

“mian oppa” katanya saat aku di ambang pintu

“gwenchana,lagian aku tidak merasa kau ikhlas dari pertama kali kita di jodohkan!”

Aku melenggang keluar.

Hyung Minho menatap ku,menatap tajam.

~Minho POV~

Saat taemin keluar aku menatap matanya yang kesal,aku juga melihat ji yeon yang diam dalam tangisnya.

Sial!Apa benar ahjussi soo man menyuruh taemin memutuskan ji yeon?

Aih,harusnya aku senang kan?Artinya aku mendapat kesempatan emas untuk membuat ji yeon berpaling padaku?Tapi kenapa aku kesal melihat taemin?Apa karena dia sudah membuat ji yeon menangis?

~Ji Yeon POV~

“pagi ji yeon?” aku merasakan rambutku di belay seseorang.

Hangat.

“em..pagi oppa..mana kyu oppa?”

“dia ada jadwal,itu baik,agar mereka tidak tahu soal ini,apa kau sudah memberitahukan ke ummamu soal kecelakaan ini?”

“ani,aku tidak mau membuatnya khawatir,dia sedang di busan”

“oh,,baiklah,kau siap?dokternya akan ke sini sebentar lagi”

“ne oppa,doakan agar berhasil ya?”

“aku selalu mendoakan keselamatanmu” minho oppa mengecup keningku.

Dan keningku rasanya panas,seolah olah darah mengumpul di keningku.

“annyeong ji yeon?kau siap?”

“ne ahjussi”

Seorang perawat menyuntikan obat bius di kulitku.

Dan aku segera menutup mata,mengarungi mimpi

‘ji yeonnie’ aku menoleh ke asal suara,dan pemandangan yang sama tertampang di hadapanku,tapi sekarang ada tiga namja yang sangat berarti untukku.

‘oppa kita dimana?’

‘tidak penting kita dimana,ji yeonni cepatlah memilih di antara kami bertiga’

Kata kyu oppa melewati hamparan bunga tulip yang kuncup.

Dia menghampiriku,mendekatkan wajahnya ke wajahku,entah kenapa aku mendorongnya jauh sampai terjatuh.

‘ji yeonnie,apa itu artinya kau menolakku?’ tanyanya sambil berusaha berdiri.

Aku mengangguk mantap.Seketika dia menghilang di telan angin

Minho oppa memetik setangkai bunga tulip dan memberikannya padaku.

Tapi saat aku menyentuh bunga itu,bunganya layu

‘kurasa kita bukan jodoh’ katanya tersenyum dan hilang bagaikan abu.

Aku tersenyum ke taemin,dia juga.

Aku menghampirinya,dia juga berjalan mendekatiku.

Saat aku ingin memeluknya ternyata dia memeluk seseorang di belakangku,

Sung ki!

‘mian ji yeon,kau sering mengacuhkan aku,jadi kuputuskan bersama yeoja ini’

Tanah di sekitar taemin mulai retak dan jatuh.

‘TAEEEEMIIIIN!!’ teriakku dengan sia-sia.

~Minho POV~

“kau keluarganya kan?” Tanya dokter itu membuka maskernya.

Aku mengangguk,matanya menunjukan kekhawatiran,apakah ji yeon baik-baik saja?

“kurasa perasaan dan otaknya serta tubuhnya tidak bekerja sama dengan baik”

“ma..maksud nya?”

“kau tahu kan jika otak memberontak,tapi tubuh membutuhkan dan perasaan menolak?Tidak akan bekerja dengan baik,dan operasi ini membutuhkan semua nya bekerja sama,lalu pasien kami ini,,perasaan nya kacau dan menolak semua usaha operasi kami,,dia koma…”

Ini mimpi kan?Atau ini Cuma salah satu cerita drama yang keluar?

“koma?”

“yah,,,para dokter sudah berusaha,sekarang dia sedang di beri tabung oksigen dan dibuat tidur dalam jangka yang lama”

“koma…kalau koma,,sampai berapa lama?” tanyaku seperti orang bodoh.

“tergantung,kalau niat hidupnya kuat dia bisa sadar besok,bisa bulan depan,atau tahun depan…atau tidak akan bangun selamanya”

Aku mencerna kata-kata itu satu per satu.Dan tersentak.

“TAHUN DEPAN!?”

“ada kok salah satu pasien kami sudah koma selama 13 tahun”

“dan selamat??”

“baru kemarin dia sembuh dan pulang”

Dokter itu menghilang ke ruang operasi ji yeon.

Apa yang harus kulakukan?memberitahu ke semua hyung dan member shinee?

Ini benar benar membuat aku gila!

Apa yang haruuuus ku lakuuuukan!!!

TBC

Spesial nih aku panjangin,tapi mungkin pada cape baca ya?apalagi monoton ini ff..

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

We Walk [Part II] – Goodbye Stage Lucifer

Author : diyawonnie

Title : We Walk [Part II] – Goodbye Stage Lucifer

Cast : Kim Jira (imaginary cast), SHINee, Manajer, & SHINee’s Coordi Fashion.

Genre : Friendship, Romance, and Life.

“Noo~ naaa~”

Aku tertawa geli. Satu-satunya dari mereka yang masih memanggilku dengan nada semacam itu hanyalah si bayi raksasa, Lee Taemin. Dia melambai semangat dari celah jendela mobil ketika melihatku keluar dari apartemen. Mereka sengaja kemari menjemputku. Kuhampiri van dan masuk ke dalam, lalu duduk di deretan tengah, di antara Minho dan Kibum.

“Mianhae sudah menganggu istirahat siangmu, Noona. Kau tahu sendiri bagaimana Taemin terus-terusan merengek ingin kau ikut,” ujar Minho .

“Ah, gwaenchana. Lagipula aku memang ingin menonton.”

Hari ini mereka tampil di acara “Music Core” untuk good bye stage Lucifer. Datang sedari siang karena harus melakukan rehearsal dan beberapa pre-recording. Jjong yang duduk di samping kursi kemudi terlihat sangat lelah, ia tidur. Begitu pula dengan yang lainnya. Hanya Key yang masih terjaga. Saat kutanya mengapa tak tidur, dia menjawab kalau tidur hanya bisa membuat tatanan rambutnya rusak. Astaga, benar-benar anak ini…

Seperti yang Taemin bilang, mereka sudah mulai beraktivitas sejak tadi pagi. Jadi tak heran kalau stamina mereka sedikit berkurang siang ini. Tapi sepertinya Jinki yang harus dikhawatirkan. Taem bilang kalau leadernya itu semalam pulang sangat larut karena harus menjalani latihan musikalnya. Tadi pagi ia juga mengikuti jadwal yang sama dengan member. Namun sekarang ia tak bersama kami, ada jadwal individu lainnya yang harus ia selesaikan. Aku khawatir dia jatuh sakit. Bagaimanapun mereka ini juga manusia kan , bukan robot. Aku tak ingin terjadi hal buruk pada mereka.

Satu jam kemudian kami sampai. Kibum memintaku membantunya untuk membangunkan yang lain, jadi mau tak mau aku mengguncang tubuh Minho , karena dia paling sulit dibangunkan. Aku tahu ini bagian dari taktik Kibum untuk mendekatkan kami kembali. Anak nakal!

Aku menoleh ke belakang dan menemukan Taem tengah menguap lebar dan menggucek matanya sambil mengerucutkan bibir. Aigoo, kyeopta! Kucubit pipinya dan ia mengerang manja. Aku tertawa, tapi Kibum malah mengomeli kami untuk segera keluar dan menyuruhku memakai hoodie-nya.

“Pakai ini!” perintahnya.

“Arasseo, tak usah galak seperti itu!” sahutku sengit. Aku tahu maksudnya baik agar aku tak dikenali sebagai Mantan-Trainee-SM-yang-Mengundurkan-Diri-Dua-Tahun-Lalu itu. Tapi caranya membuatku gerah.

Jonghyun menoleh ke belakang di sela-sela menguapnya. “Oh, Jira-ya, kapan datang?”

“Cukup lama. Saat kau masih asyik menjelajah dreamland kurasa,” jawabku asal. Ia nyengir lebar. Kulihat ia memainkan ponselnya dan terkikik sendiri. Ah, penyakitnya belum hilang? Sepertinya dia sedang dekat dengan seseorang…atau banyak? Entahlah. Yang jelas ia adalah satu-satunya member pecinta wanita. Yeah, kau tahu maksudku, he’s a player. Itu dulu, entah kalau sekarang. Tapi sepertinya masih. Konsep bad boynya di Lucifer semakin menguatkan image-nya sebagai seorang player. Tidakkah kau merasa seperti itu?

Bahkan member lain pun mengatakan jika mereka memiliki yeodongsaeng, Jonghyun adalah satu-satunya orang yang tak ingin mereka kenalkan pada dongsaeng mereka. Taem bilang kalau Jjong memiliki mata yang terlalu jujur. Mungkin maksudnya dia mudah sekali jatuh cinta pada setiap gadis yang ia temui. Jujur saja aku tertawa keras saat melihatnya di acara Guerilla Date, rekaman yang dipinjamkan Kibum padaku. Jjong sangat terpojok dan Minho berkuasa sekali pada situasi itu.

Aku keluar dari van dan berjalan bersama iringan kru di belakang yang menggunakan van berbeda. Membiarkan kelima shining boys berjalan duluan. Demi Tuhan popularitas mereka tinggi sekali. Penggemar selalu saja ada, padahal kami sudah masuk melalui pintu belakang.

Coordi-eonni di sampingku membungkuk dan tersenyum saat aku menoleh ke arahnya. Dia terlihat kerepotan dengan beberapa kostum yang ia bawa. Aku menawarinya bantuan dan ia tak menolak. Aigoo, kostum mereka berat sekali. Bagaimana bisa eonni sanggup membawa semuanya? Pasti karena terpaksa. Yah, kadang kita harus menyadari kalau pekerjaan itu kejam!

“Yang kau bawa itu kostum milik Minho dan Onew. Kau aman, mereka tak banyak mengeluh. Member yang banyak bicara jika kostumnya kusut hanya satu…”

“Kim Keybum!” ujar kami bersamaan dan tertawa. Tak butuh waktu lama, aku dan coordinator fashion eonni ini langsung akrab. Well, thanks Kibum-ah, temanku bertambah satu. Hasil dari tak hentinya membicarakan keburukanmu sepanjang perjalanan masuk ke dalam gedung.

Saat sampai di dalam, aku menggantungkan kostum-kostum tersebut ke tiang khusus wardrobe. Kulihat anak-anak sedang menerima pengarahan. Jadi aku duduk di sofa, memperhatikan sekeliling ruang tunggu artis ini. Jadi, beginikah rasanya menjadi artis? Mungkin aku akan berada di sini juga jika tak mengundurkan diri saat trainee dua tahun lalu. Tapi aku tak menyesal. Setidaknya pendidikan jauh lebih penting, kan ?

Well, sebenarnya alasan utamaku memutuskan pergi bukan demi pendidikan semata. Ada alasan lain mengapa aku meninggalkan Korea . Itu karena… Minho . Aku masih ingat detail kejadiannya dua tahun lalu…

Waktu itu Kibum datang ke ruang latihan saat kami masih menjadi trainee. Dia menepuk bahuku lembut, kemudian Jjong datang dan ikut bergabung. Tak beda dengan Kibum, ia juga melakukan hal yang sama, mengusap bahuku.

“Wae?” tanyaku. “Apa kalian merasa sedih karena akan debut duluan? Jangan khawatir! Aku akan segera menyusul.”

Kibum tersenyum getir. Jjong juga melakukan hal yang sama. Membuatku bingung.

“Apapun yang terjadi, tutup telingamu, Noona!” pinta Kibum.

“Wae?” aku tersenyum geli.

Kibum beranjak dari tempatnya diikuti Jjong. Aku menggelengkan kepala melihat tingkah aneh mereka dan melanjutkan latihan menari. Tak lama berselang, Minho datang mengambil tasnya dan botol minuman yang terletak tak jauh dariku.

“Noona, aku pulang duluan,” pamitnya riang.

“Hm. Apa ada sesuatu? Kau terlihat sangat gembira, Minho -ya,” tanyaku, tentu saja dengan degup jantung yang bertambah kencang dua kali lipat. Ini biasa terjadi jika aku melihatnya.

Dia tersenyum, jantungku berpacu lagi semakin cepat.

“Aku mau kencan. Kami baru jadian tadi. Noona, annyeong.”

Aku mematung. Hanya dua kalimat itu, dia berhasil menghancurkan segalanya. Sejak saat itu, aku menghindari Minho , tak lagi datang untuk latihan. Perusahaan berkali-kali mengancamku untuk membayar denda jika aku masih tak datang. Hingga akhirnya, kuputuskan untuk mundur. Pengecut memang, tapi ini jalan terbaik. Toh, aku juga tidak akan menjalaninya dengan benar dalam keadaan hancur seperti itu.

Kudengar gadis beruntung itu bernama Shim Chaesa, teman sekolahnya. Dan tahun lalu Kibum memberitahuku kalau Chaesa meninggalkan Minho ke luar negeri dengan alasan sama sepertiku, melanjutkan sekolah. Mereka putus. Minho hampir hancur dan kehilangan gairahnya saat sedang mempromosikan Juliette. Beruntungnya, dia tipe orang yang profesional, tidak sepertiku.

Kembali ke masa kini…

Mataku terpaku pada seorang eonni berperawakan gemuk yang berdiri di depanku. Ia tengah membenahi beberapa keperluan make up dan hair spray. Taem berlari kecil ke arah eonni itu dan minta rambutnya disisirkan. Omo! Jadi dia bermanja-manja ria dengan semua orang? Benar-benar si bayi…

Eonni menoleh padaku. “Dia magnae, tapi dialah pangeran kita,” ujarnya.

“Iye,” sahutku. “Pangeran kecil di mana semua orang takkan sanggup menolak permintaannya.”

Taem menggembungkan pipinya kesal. Lagi-lagi ia mencoba memenangkan hati noona-noonanya dengan tingkah aegyo. Lalu ia berdiri dan berlari menghampiri Jjong kemudian menyeretnya.

“Yaaa!” protes Jjong kesakitan.

“Noona, kalau aku pangeran kecil, lalu Jonghyun-hyung apa?”

Aku berpikir sejenak. “Bad Prince?” jawabku perlahan.

“Mwo?!” pekik Jjong. Taem tertawa puas sedangkan Jjong merasa dongkol. Kemudian ia menarik Minho yang kebetulan sedang berjalan di sekitar kami dan ditariknya ke hadapanku. “Yeah, kalau begitu menurutmu dia ini Nice Prince?” serangnya balik disertai seringaian lebar di wajahnya.

Aku mematung. Minho juga terlihat bingung dengan situasi ini. Kutatap Jonghyun dengan tatapan mematikan. Ia melepaskan cengkeramannya dari lengan Minho dan tertawa garing ketakutan.

“Mianhae…,” ujarnya nyengir.

“Jjong, kau mati sekarang juga!” geramku lirih, semoga hanya Jjong yang mendengar. Namun dia sudah berlari keluar ruangan sebelum sempat kucekik lehernya. Minho masih berdiri di hadapanku. Kuberanikan diri untuk menatapnya agar ia tak curiga.

Dia tersenyum dan bergumam, “Nice Prince?” Lalu berbalik pergi menyusul Jjong.

Aigoo, aigoo… Semoga ia tak mengerti apa maksud Jjong. Ah, yakin sekali sekarang wajahku sudah seperti kepiting asap. Memalukan! Perlahan-lahan kurasakan pundakku memberat. Yeah, siapa lagi kalau bukan…

“Noo~ naaa~” dia bergelayut manja. “Noona-ya~ Aku masih merindukanmu.”

Aku tersenyum geli. Ya Tuhan, terima kasih Engkau telah menciptakan makhluk se-cute ini.

+++++++

JINKI datang dengan manajer-oppa. Ia masih tetap tersenyum sambil membungkuk memberi hormat pada para staf yang ia temui. Wajahnya pucat karena lelah. Coordi-eonni memberinya kostum, lalu ia keluar ruangan untuk menggantinya.

Aku duduk di sofa sambil menonton artis lain yang sudah mulai rehearsal dan pre-recording melalui TV yang tergantung di sudut ruangan. Kulihat Taem bermain-main dengan coordi-noonanya, Jonghyun memelototi ponsel dan sering kali aku memergokinya tengah senyum-senyum sendiri, lalu Kibum tak hentinya merecoki make up artist-eonni meminta retouch berulang kali, hanya Minho yang sedari tadi diam dan menyibukkan diri mengangkat dumble.

Pintu terbuka, Jinki masuk, sudah lengkap dengan kostum panggungnya. Ia duduk di meja rias siap untuk didandani. Manajer-oppa datang ke arahku.

“Jira?!” panggilnya. “Kau benar Kim Jira?”

Aku berdiri untuk menyambutnya. Sebenarnya baru kali ini kami bertemu. Karena setelah kepulanganku lima hari lalu, aku sibuk mengurusi restoran orang tuaku. Hari ini juga merupakan kali kedua aku bertemu dengan SHINee.

“Oppa, annyeong haseyo.”

Dia memelukku. Kami memang sudah akrab dari dulu. Masih kuingat bagaimana ia membanjiri wajahnya dengan air mata saat diberi kesempatan menjadi manajer. Aku salah satu orang yang membantunya menghentikan air mata itu.

“Aigoo, kau memanjangkan rambutmu? Yaaa, Jira-ya, kenapa kau jadi feminin seperti ini?” tanyanya membuatku jengkel. Haruskah hal seperti ini dibahas?

“Waeyo? Apa tak cocok? Aku kan di sana belajar menjadi seorang pemasar. Mereka menuntutku untuk berpenampilan seperti ini.”

“Noona neomu yeppeo~” teriak Taem dari ujung ruangan sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Aku tertawa. “Waaa… Aegi, gomawo.”

“AEGI?!” sahut Jjong, Key, dan Minho bersamaan.

Aku terkejut. Wow! Mereka baru saja membuat koor. Hebat!

“Noona-noona kami yang terhormat, hentikan memanjakan magnae!” sewot Kibum padaku dan beberapa coordi-noonanya.

Kami para noona hanya tersenyum, tak peduli. Sedangkan Taem nyengir lebar penuh kemenangan setelah melihat reaksi kami yang artinya kami menolak.

“Benar, kalian harus menghentikannya!” ujar manajer-oppa.

“Waeyo?” tanya Taem, sekarang dia mengeluarkan jurus puppy eyes-nya.

“Ah, Taemin-ah…,” pekikku dan coordi-eonni lainnya bersamaan. Para pria memutar bola mata mereka jengkel. Hahaha, Taem terlalu cute untuk ukuran remaja umur delapan belas tahun. Bagi kami, para noona, dia seperti anak TK.

“Oke, sekarang kalian siap-siap! Lima belas menit lagi giliran SHINee. Lakukan yang terbaik untuk good bye stage kali ini. Minho , Jonghyun, Taemin, Key, kalian duluan ke studio. Biar Onew menyelesaikan make up-nya,” ujar manajer-oppa membuatku terpana. Bagaimana bisa… dulu dia tak sekeren ini. Tapi sekarang, wow! Oke, pelajaran hidup kali ini: pekerjaan merubah karismamu!

Taemin memelukku kilat kemudian berlari keluar ruangan. Jjong menyimpan ponselnya ke dalam tas lalu mengajakku high-five, diikuti dengan Kibum di belakangnya.

“Noona, well… aku setuju dengan Taemin. Kau lebih cantik seperti ini. Kau bahkan berdandan seperti artis,” ungkap Kibum.

“Wow, Kibum-ah, apa ini pujian? Kedengarannya seperti kau sedang mengejekku.”

Dia tertawa melengking. Jonghyun tersenyum lalu menaruh tangannya di pundakku. “Di sini banyak kaca. Bercerminlah! Kau tampak hebat sekembalinya dari Amerika.”

WOW, Jjong… Daebak! Apa kalian keracunan makanan? Ingatan beberapa tahun lalu masih melekat di otakku saat kalian berdua mengejekku ‘muka panci’ hanya karena penampilanku yang lusuh. Tapi kali ini… Ah, benar-benar…

“Kau memakai make up, Noona?” Kibum mulai mengintimidasi.

“Padahal kau dulu sangat membenci make up,” timpal Jjong.

Astaga, mereka masih meneruskannya? JongKey couple membuatku muak hari ini. “Apa salah jika aku menggunakan make up?”

“No, no… Noona, calm down!” ucap Kibum melambaikan tangannya bodoh. “Tak ada yang salah. Justru kami ingin memuji usahamu ini. Benar kan , Hyung?” tanya Kibum pada Jonghyun, namun yang ia lirik adalah Minho . Sialan!

“Hentikan menggodaku!”

Kulirik Minho, dia sedang menonton kami. Oh bagus, dua kali sial! Jjong membuka lagi mulutnya, “Yeah, yeah, kami berhenti. Karena bodyguard-nya tengah mengawasi kami. Benar, Key?”

Kibum melirik Minho . “Ah, ya…”

Demi Tuhan aku ingin sekali menyumpal mulut keduanya dengan sepatu lalu melempar mereka ke sungai Han, andai aku bisa… Ini seperti terlempar ke masa lalu, di mana mereka melakukan hal yang sama seperti ini padaku. Tapi Minho tak pernah peka. Dia hanya menonton tanpa ekspresi jika melihat kejadian serupa.

“HYUNGDEUL!” teriak Taemin dari pintu. “Kenapa hanya aku yang sendirian ke sana ? Manajer-hyung sudah mengomel. Kaja!”

Jjong dan Key sibuk berlarian keluar ruangan dengan muka bodoh. Minho dengan santai memakai gelang sponsornya lalu berjalan menghampiriku. Oh, no! Jantungku…

“Aku juga setuju apa kata Minnie…,” ujarnya lantas tersenyum, “…noona neomu yeppeo!”

Dia berbalik pergi keluar ruangan, meninggalkanku yang hampir mati berdiri. Ah, rasanya otakku mulai lumpuh, atau jantungku yang lepas dari peredarannya. Tunggu, sejak kapan jantung ber-revolusi? Ah, benar-benar… Hari ini benar-benar…

Kulirik Jinki yang sudah selesai di-make up. Dia berdiri dan menatapku sinis melalui cermin. Oke, sekarang apa lagi?

“Cantik? Cih, bodoh!” ejeknya lalu pergi keluar ruangan. Wooo, Lee Jinki, kau benar-benar mencari mati?

Kuhempaskan tubuhku ke sofa. Dia membuat mood-ku rusak. Benar-benar hebat. Kulirik coordi-eonni sekaligus hairstylist-eonni yang berperawakan gemuk mondar-mandir berjalan di depanku.

“Jira-ya, kau mau melihat mereka?” tanyanya.

“Aniyo. Mereka membuat gairahku untuk menonton hilang.”

“Oke, kalau begitu kau tanggung sendiri jika Taemin mengamuk.”

Ah ya, Taemin. Aku berjanji padanya untuk melihat mereka menampilkan Lucifer terakhir kalinya di MuCore. Perlahan-lahan aku bangkit. Eonni mendorongku lembut saat akan melalui pintu.

“Ayolah, Jira-ya. Harusnya kau senang Minho berkata seperti itu!” MWO???! Mataku melotot, sudah hampir lompat dari tempatnya. “Ya, aku tahu,” katanya, yeah dia menjawab pertanyaan yang tersirat dari ekspresi wajahku.

“Eonni, mmm… Aku…”

Dia melakukan gerakan seperti meretsleting mulutnya. Oh yeah, apa aku bisa percaya begitu saja kalau dia akan tutup mulut?

“Trust to me, please!” pintanya dengan pronountiation yang payah.

“Okay,” jawabku lemah.

+++++++

GREAT! Penampilan mereka keren sekali. Ini pertama kalinya aku melihat mereka tampil langsung. Pantas saja mereka bisa meraih popularitas yang tinggi, itu sepadan dengan kerja keras yang mereka lakukan selama ini.

Bahkan Taemin terlihat sangat dewasa dan cool. Takkan ada yang mengira bagaimana sikapnya saat offcam. Dan Minho… astaga… dia seribu level lebih keren saat berada di panggung. Oke, sepertinya kata-kataku ini mubadzir, karena tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan bagaimana kerennya mereka saat melihatnya langsung. Aku beberapa kali meneriaki nama Taem tadi. Sungguh memalukan, bahkan coordi-eonni saja menertawakanku.

Kusambut kehadiran mereka saat sampai di ruang tunggu SHINee. Berteriak dan memeluk Taem, itu yang kulakukan saat ini. Mereka bersorak-sorai terlarut dalam suasana entah senang atau malah sedih. Mereka takkan tampil lagi di MuCore membawakan Lucifer tiap minggu, itu pasti membuat sedih. Tapi aku yakin sekali mereka juga merasa senang karena beban berkurang satu. Tahukah kau kalau selama promosi ini mereka mengeluarkan banyak biaya?

Dari pihak TV untuk sekali tampil, mereka hanya dibayar sekitar 100 ribu won. Sedangkan untuk keperluan kostum dan lain-lain, mereka menghabiskan sampai 4 juta won. Gila memang, tapi ini sebuah promosi yang bagus dan membanggakan karena mendapatkan prestise di mata masyarakat jika berhasil membawa pulang Mutizen.

Jjong dan Key yang telah mengganti pakaian menarikku keluar ruangan dan membawaku ke kantin. Ah ya, aku belum makan siang dan ini sudah masuk jam makan malam. Kulihat Key meminta izin pada manajernya dan menarik tangan Minho untuk bergabung bersama kami.

Saat sampai di kantin, kami menempati meja paling pojok. Ini adalah meja teraman bagi artis yang ingin membicarakan hal serius. Setidaknya itu kata Jjong. Aku tak tahu.

“Noona, kau pesan makanan!” titah Kibum.

“Mwo?! Kibum-ah, aku noonamu. Jangan memerintah sembarangan! Aku bukan Jjong ataupun Jinki-oppa.”

“Ya! Ya! Ya!” Jjong tersinggung.

“Noona, aku lelah sekali,” ujar Kibum mendramatisir sambil menaruh tangannya di kening. Yeah, drama queen!

“Naddo, naddo…,” imbuh Jjong cepat-cepat saat aku menoleh padanya. Menyebalkan!

“Fine!” ujarku kesal sembari menyingkirkan kursi dan berdiri. “Kalian mau apa?”

“Kami cukup air mineral, Noona,” pesan Kibum. “Kami kemari karena kehausan.”

“Baboya? Di sana juga ada air mineral, kenapa harus beli di sini? Buang-buang uang! Kalau kau, Minho ?”

“Bibimbap, Noona,” pesannya seraya tersenyum, membuatku hampir pingsan melihat kilau gigi putihnya.

“Ne, arasseo. Kalian tunggulah! Aku segera kembali.”

Sepuluh menit kemudian bibimbap, kimbab, dan dua botol air mineral sudah siap di baki. Aku menelan ludah saat mencoba mengangkatnya. Berat!

“Kenapa tak panggil aku?” tanya Minho yang sudah berdiri di belakang.

“Oh, Minho -ya…,” gumamku terkejut. Dia mengangkat bakinya dan berjalan ke meja kami. WOW, fantastik! Meja itu kosong. Dua bocah itu lenyap entah kemana. Aku menemukan secarik kertas di atasnya bertuliskan: Nafsu minum kami tiba-tiba hilang, ajaib! Airnya untuk kalian berdua saja. Annyeong^o^/ Kim Jira, Choi Minho, having fun~

Sialan! Mereka mengerjaiku lagi. Minho tersenyum setelah membacanya. Ia duduk dan mulai mengaduk meratakan bumbu merah dengan nasi. “Noona, makan dulu. Baru kita susul mereka.”

Aku mengangguk. Yah, ada bagusnya juga. Setidaknya kami jadi bisa berduaan. Sudah lama tak seperti ini.

“Kau tahu, Noona? Kita belum mengobrol banyak sejak kepulanganmu.”

“Oh yeah, kau benar. Untuk topik awal, mari kita bahas mengenai rambut barumu. Aku menyukainya, kau tampak lebih dewasa.”

Dia tersenyum dan menutupi mulut dengan punggung tangannya. “Jincha-yo? Wah, Noona, gomawo. Mmm… Studimu bagaimana?”

“Syukurlah lancar. Aku belajar dengan keras. Ternyata mempelajari Komunikasi Pemasaran itu tidak mudah. Kita dituntut untuk selalu kreatif dan jago bersilat lidah. Oh ya, kudengar kau diterima di Konkuk University ? Chukahamnida…”

“Hm…,” dia mengangguk membenarkan. “Gomawo. Semoga kau tak lupa janjimu dulu.”

“Mwoya? Janji apa?”

“Noona-ya, kau benar-benar tak ingat? Kau pernah menjanjikan sesuatu padaku jika berhasil masuk Konkuk.”

“Ah ya, aku ingat. Lotte world?”

“Yep. Aku ingin sekali ke sana .”

“Tapi sayangnya itu tak mungkin. Perusahaan melarang keras para artisnya untuk pergi ke taman hiburan seperti itu, kecuali untuk keperluan pekerjaan. Semoga kau belum lupa.”

“Tentu saja tidak. Itu peraturan yang paling kuingat. Ayolah noona, aku ingin sekali ke sana . Sudah lama kan kita tak pergi bersama. Terakhir ke sana sekitar tiga tahun yang lalu, sebelum Kibum debut di Attack on The Pin Up Boys kurasa.”

“Oke, tapi tidak dalam waktu dekat ini.”

Dia meninjukan kepalan tangannya ke udara. “Yes. Noona jjang!” ujarnya seraya menyuap nasi terakhirnya.

“Kita ke atas sekarang. Sepertinya Taemin mencariku,” ajakku setelah mengecek ponsel dan ternyata melewatkan beberapa panggilan si bayi.

Minho berdiri dan menyingkirkan kursi dengan tangannya untuk lewat. “Noona, hentikan memanjakan Taemin!”

“Wae? Jangan bilang kau cemburu!”

Dia tertawa keras, namun ekspresinya kembali serius saat kami sudah berada di depan lift. “Kau hanya akan menggagalkan usaha perusahaan yang ingin mengubah image Taeminnie menjadi ‘agak’ dewasa.”

“Mwo? Haissh, jincha… Aku tak peduli. Biarkan Taem berubah secara alami. Jangan dipaksakan! Beberapa tahun kemudian dia juga akan menyusul ekspresimu itu.”

Dia menoleh bingung, kini kami sudah berada di dalam lift. “Yeah, masih noona keras kepala yang kukenal. Kau tak banyak berubah.”

“Ah, Minho -ya, kenapa kau selalu menampakkan ekspresi serius seperti itu jika di hadapan publik? Berhenti berakting!”

Dia tertawa. “Aku sama sekali tak berakting, Noona. Ini memang aku, si anak Incheon, Choi Minho.”

“Oh, cheongmal?” tanyaku dengan nada mengejek. Pintu lift terbuka, kami melangkahkan kaki menuju ruang tunggu SHINee. “Tapi kau memang selalu dewasa, bahkan lebih dewasa dariku. Jadi, aku percaya padamu, kalau kau ‘tak terlalu’ berakting.”

“Mwoya? Ahaha~ Noona, jincha…,” protesnya tertawa sambil menepuk bahuku.

Jjong muncul dari arah toilet, dia melihat kami. Matanya terpaku pada tangan Minho yang masih menggantung di bahuku. Dia berkata menggoda, “Oh, prince and princess…”

“Kim Jonghyun…,” geramku.

Baiklah, cukup kesialanku di hari ini. Well, walaupun tidak semuanya diwarnai kesialan, karena aku masih bisa mendapatkan waktu berdua dengan Minho . Kekakuan kami setidaknya hilang berkat usaha-konyol JongKey. Kuakui aku harus mengucapkan terima kasih pada mereka.

..to be continued..

+++++++

#Annyeong^^/ Part ini lumayan panjang. Gak tega kalo harus nge-cut beberapa bagian, jd aku biarin aja ngalir. Moga chingudeul nggak bosen sama ceritanya. Semoga juga suka sama penulisannya yang ehhhmm… baku ! Hehe~ Ini cuma fiksi… Makasih yg udah baca *deep bow*

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF