You Are My Sun, The Moon (Part 2)

You are my sun, the moon (part 2)

Author: Dilla Oktyra

Length: Sequel

Genre: Romance, Family

Cast: Park Raena, Lee Jinki, Ok Taecyeon, Goo Tara, Lee Taemin, Choi Minho, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Hongki,Kim Jungah,Jokwon

Jinki POV

Aku bersama keluargaku pergi ke pernikahan sepupuku, namun tiba-tiba ketika di mobil kepalaku sangat sakit, ntah kenapa. Tangan kiriku memegang kepalaku dan tangan kananku tetap menyetir mobil. Appa yang berada di sebelahku terlihat khawatir.

Appa: “Jinki, gwaenchanha? Kamu kenapa?”

Aku: “Gapapa, appa, Cuma pusing biasa…” Pusing biasa? Aku berbohong, bagaimana mungkin ini pusing biasa? Kepalaku rasanya mau meledak.

Appa: “Biar appa yang nyetir, berenti dulu aja…” Aku memberhentikan mobil, turun dari kursi pengemudi dan pindah ke kursi depan tempat appa duduk tadi, eomma dan Taemin mulai ikut khawatir.

Eomma: “Jinki, beneran gapapa? Kamu sakit?”

Aku: “Gapapa eomma” aku tersenyum, mobil mulai melaju. Aku tiba-tiba batuk, batuk ini tidak berhenti. Aku menutup mulutku dengan telapak tanganku ketika batuk, setelah itu aku kaget melihat bercak merah pada telapak tanganku. Apa ini? Darah? Appa ternyata melihatnya dan ia panik lalu memberhentikan mobilnya.

Appa: “Jinki, kamu kenapa? Yeobo, sebaiknya kita ke rumah sakit, Jinki batuk mengeluarkan darah.” Appa tampak panik, apalagi eomma.

Eomma: “Jinki, apalagi yang sakit?” Eomma mengelus-elus pundakku dari kursi belakang, Taemin tampak bingung.

Taemin: “Kita gak jadi ke nikahan nih? Kan sayang gak jadi makan gratis,hehe…”

Aku: “Kita ke nikahan aja deh appa, aku gapapa kok, bener…” belum selesai aku berbicara, aku mulai batuk lagi, kali ini darah yang keluar lebih banyak.

Eomma: “Pokonya kita ke rumah sakit, cepetan yeobo! Kamu diem aja Jinki, istirahat!” Eomma sangat panik.

*

Kami tiba di rumah sakit, dokter mengambil sampel darahku. Kami sekeluarga menunggu hasil tes. Kulihat Taemin tampak bingung dan bosan, aku menghampirinya.

Aku: “Maap ya Taemin, kita gak jadi makan gratis deh, ntar gw bliin kaset Wii baru deh,hehe”

Taemin: “Beneran ya hyung kaset Wii baru? Asiiiik!!!” Suster memanggil namaku, aku,eomma, dan appa segera menemui dokter lagi, sedangkan Taemin tetap menunggu di luar, eomma tidak mengizinkannya ikut dengan kami.

Eomma: “Gimana hasilnya dokter? Anak saya sakit apa?”

Dokter: “Hmmmm… ini hasilnya. Silahkan Anda baca.” Dokter memberikan surat hasil tesku pada eomma. Eomma membacanya dengan saksama,beliau tampak tegang. Tiba-tiba eomma menangis dan menjatuhkan surat itu.

Appa: “Kenapa yeobo?” Appa mengambil surat itu dan memeluk eomma lalu membacanya. Tiba-tiba appa marah pada dokter.

Appa: “Pasti ini salah dokter, anak saya gak mungkin…” Appa pun menangis. Sebenarnya aku kenapa, aku kesal dan langsung menanyakannya pada dokter.

Aku: “Saya kenapa dokter? Langsung aja kasih tau ke saya sekarang!”

Dokter: “Cirrhosis, Anda harus langsung mengikuti treatment, kondisi hati Anda sudah sangat kritis.” Cirrhosis? Apa itu? Aku tidak pernah mendengarnya, di buku Biologi sekolah pun tidak pernah kujumpai kata-kata itu. Kulihat eomma masih menangis, appa menenangkannya.

Dokter: “Cirrhosis adalah penyakit pada hati, keganasannya hampir sama seperti kanker,blablabla…….” Aku tidak mendengar kelanjutan apa yang dibicarakan dokter, kepalaku tiba-tiba pusing, aku tidak dapat fokus, aku menyandarkan tubuhku pada dinding.

Appa: “Apa ada obatnya? Bisa sembuh kan?”

Dokter: “Ada beberapa treatment seperti kemoterapi, tapi treatment tidak dapat menyembuhkan secara keseluruhan, hanya menghambat pertumbuhan sel sementara. Lebih baik jika kita mendapatkan donor hati.” Aku hanya diam, aku akan mati sebentar lagi, haha aku tertawa miris dalam hati. Aku belum sempat menyatakan perasaanku pada Raena, ahh Raena…Ia tidak boleh mengetahui tentang penyakitku ini, pokonya tidak boleh, Taec hyung juga tidak boleh tau. Sebelum keluar dari ruangan dokter aku bilang pada eomma dan appa untuk merahasiakan tentang penyakitku pada Taemin, Raena, dan Taec hyung. Kami bertiga keluar dari ruangan dokter, kulihat Taemin masih bermain dengan PSPnya.

Taemin: “Kok eomma nangis, emang ada apa appa?”

Appa: “Gapapa kok Taemin, yuu pulang!” Taemin menghampiriku.

Taemin: “Hyung, kenapa? Kata dokter hyung sakit apa?”

Aku: “Cuma flu doang kok, eomma aja yang lebay,hehe…” Aku berbohong pada Taemin, adikku satu-satunya. Mianhae, bentar lagi kamu harus menjaga appa dan eomma sendirian.

Di mobil tidak ada yang berbicara sedikitpun, hanya terdengar suara Taemin yang berbicara sendiri saat bermain PSPnya. Sesampainya di rumah kami berbicara di ruang keluarga, Taemin langsung pergi ke kamarku untuk bermain Wii. Hening… akhirnya appa berbicara.

Appa: “Jinki, kamu harus ikut kemoterapi pokonya, ya?”

Aku: “Gak mau appa, kalo aku ikut terapi makin keliatan aja aku sakit, aku gak mau keliatan lemah, appa. Lagian kan bentar lagi ujian kelulusan, aku harus belajar appa. Kalo aku ikut yang kayak begituan, kapan aku belajar?”

Eomma: “Jinki, please, ya sayang?”

Aku: “Eomma,appa, please hargai keputusan aku, OK? I’ll be fine…” Kalau aku ikut terapi itu, aku akan makin terlihat sakit dan pasti Raena akan menyadarinya, itu yang aku gak mau. Kalo Raena tau, pasti dia sedih. Aku tau ia hanya sayang padaku sebagai oppanya, tapi tetap saja kalo dia tau dia pasti akan sedih. Kami terdiam lagi, tiba-tiba kulihat ada yang membuka pintu, pasti Taecyeon hyung. Tapi ia tak sendiri, yang membuatku kaget, dia bersama Raena. Dari mana mereka? Kenapa bisa berdua? Rasa cemburuku muncul. Mereka berdua terdiam melihat suasana antara aku, eomma dan appa, tiba-tiba eomma mencairkan suasana.

Eomma: “Eh ada kalian, kok diem aja sih… ayoo masuk…udah pada makan? Tadi tante beliin Kakap Rica di KBL.” Aku tau wajahku pasti sangat pucat, aku banyak mengeluarkan darah tadi.

Aku tidak mau Raena menyadarinya, aku ingin segera pergi ke kamarku, kepalaku sangat sakit dan aku sangat cemburu melihat Taec hyung bersama Raena. Aku berdiri dan aku segera pergi ke kamarku. Kulihat Taec hyung kebingungan dan Raena tampak khawatir.

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, disana masih ada Taemin yang bermain Wii, dia sangat ribut. Tapi aku tidak peduli, aku hanya ingin memejamkan mataku. Ada yang mengetuk pintu, aku terbangun dan duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan kepalaku. Ternyata Raena, kenapa dia kesini? Ia menghampiriku dan duduk di sebelahku.

Raena: “Jinki oppa, kenapa? Kesambet yaaa? Hehe” Aku tidak bisa menjawabnya, kepalaku sangat sakit, bagaimana kalau Raena tau? Aku harus menjauhi Raena. Raena mengguncang tubuhku pelan.

Raena: “Oppa, kok diem aja? Gak marah sama Raena kan? Gak kan???” Aku masih tidak menjawabnya, aku harus membuat Raena menjauhiku.

Aku: “Kamu apa-apaan sih? Aku lagi pengen sendiri, mending kamu pulang aja. Kamu SANGAT MENGGANGGU!!!” Aku membentaknya, membuatnya kaget. Taemin yang tadi asyik main Wii tiba-tiba mem-Pause gamenya dan melihat ke arah kami. Kulihat air mata Raena mulai menetes, ahh Raena jangan menangis, please…

Raena: “OK AKU PULANG!!!” dia balas membentakku, bagus… lebih baik kamu membenciku Raena. Ia keluar dari kamarku, namun ketika ia membuka pintu kulihat seseorang berada di depannya. Kemudian orang itu memeluk Raena, Taec hyung. Taec hyung, mau apa dia? Kenapa dia memeluk Raena seperti itu? Depan kamarku? Aku berdiri dari tempat tidur, menghampiri mereka dengan kesal. Hatiku sangat sakit setelah membentak Raena dan sekarang karena cemburu pada Taec hyung dan juga organ hatiku benar-benar terasa sakit.

Aku: “Kalian kalo mau pacaran jangan depan kamar orang dong!” Aku berteriak pada mereka dan membanting pintu. Taemin dari tadi belum mengalihkan pandangannya dariku. Aku kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.

Taemin: “Hyung kok marah-marah sih, kenapa?”

Aku: “Lo, gak mau kena marah juga kan? Sana keluar!” Aku kesal, semua badanku terasa sakit, Taemin keluar kamarku dan aku pun tertidur.

***

Raena POV

Taecyeon oppa memelukku, tiba-tiba Jinki oppa menghampiri kami.

Jinki: “Kalian kalo mau pacaran jangan depan kamar orang dong!” Jinki oppa membentak kami dan membanting pintu kamarnya. Jinki oppa kenapa sih? Kenapa? Aku makin menangis, Taecyeon oppa membawaku ke ruang keluarga, Tante Eunhye dan Om Donghae sudah tidak ada di sana.

Taec: “Raena, gwaenchanha?” Aku berusaha mengatur napasku untuk berbicara.

Aku: “Aku gapapa kok oppa, aku mau pulang aja…”

Taec: “Aku anter yuuu… Udah jangan sedih, paling Jinki lagi ada masalah kali sama Tante Eunhye atau Om Donghae.”

Aku: “Kalo oppa ada masalah biasanya dia langsung cerita, oppa…”

Taec: “Mungkin belum sempet cerita, yuu aku anter.” Taec oppa menarik tanganku, membawaku menuju motornya dan ia mengantarku pulang. Sesampainya di rumah aku mencoba menelpon Jinki oppa tetapi dia tidak pernah mengangkatnya. Aku mengirimnya SMS yang sama menanyakan keadaannya dan meminta maaf padanya beberapa kali tetapi ia pun tidak membalasnya. Jinki oppa kenapa?

*

Di sekolah aku tidak bisa konsentrasi, Pa Jokwon yang sedang menjelaskan pelajaran tidak aku perhatikan. Suara teman-teman yang ribut menertawakan Pa Jokwon pun tidak terdengar olehku, aku hanya berkutat pada pikiranku tentang Jinki oppa. Tiba-tiba Tara menyenggolku…

Tara: “Raen, Pa Jokwon nanya sama lo tuh…”

Aku: “Hah???” Aku masih roaming.

Pa Jokwon: “Park Raena, apa perlu eike ulang pertanyaannyuah? Siapa member Super Junior yang paling muda?”

Aku: “Hmmm itu…hmmm…Kyuhyun, pa…”

Pa Jokwon: “SALAH, ada yang bisa jawab lagi?” Key mengacungkan tangannya.

Pa Jokwon: “Iya Kibum”

Kibum: “Kyuhyun oppa yang guanteng kan Pa?”

Pa Jokwon: “Iya benar sekali, kamu memangs pintar sekaleh, hwahahahahaha-ketawa ala Jokwon tea yang nyeremin,hihi-“ Duhh Pa Jokwon geje banget sih, alay pula… Sesaat aku lupa tentang Jinki oppa.

Saat istirahat di kantin aku melihat Jinki oppa bersama Jung-Ah sunbae –lagi- , mereka sedang tertawa, mungkin Jinki oppa sedang ngebanyol lagi, ingin sekali aku menyapa Jinki oppa, tapi tiba-tiba ada yang menyentuh pundakku.

Jonghyun:  “♫  Luka luka luka yang kurasakan, bertubi tubi tubi engkau berikan, cintaku bertepuk sebelah tangan tapi aku balas senyum keindahan bertahan satu ci~nta bertahan satu C.I.N.T.A”

Jonghyun menyanyikan lagu super alay yang ntah judulnya apa tepat di telingaku, aku langsung menjauhinya.

Aku: “Apa-apaan sih lo?”

Jonghyun: “Duh cwantik, kok marah-marah truz sich???” Aku tidak menghiraukannya dan pergi meninggalkannya.

Biasanya aku pulang sekolah bersama Jinki oppa, tetapi hari ini menyapanya saja aku tidak berani. Kulihat ada Taemin, aku menghampirinya.

Aku: “Hyung kamu kenapa sih? Dia sakit?” Taemin berbicara dengan mulutnya yang penuh cilok.

Taemin: “Akwohgoktowonono (Aku gak tau, noona)” Taemin menelan cilok yang ada di mulutnya lalu berbicara lagi.

Taemin: “Tadi mah gapapa kok, biasa aja. Noona aja kali yang lebay, eh aku ketemu temenku dulu ya!”

Aku: “Kamu tau gak dia kemana?”

Taemin: “Kagak tau, emangnya aku babysitternya,hehe” Tanpa jawaban Taemin aku tau Jinki oppa di mana, kulihat ia sedang berjalan ke mobilnya bersama Jung-Ah sunbae. Ntah mengapa hatiku sungguh sakit sekali, ingin rasanya menangis, tapi aku gak mau diliat orang lain. Aku melangkahkan kakiku, tiba-tiba cowo bertubuh sangat tinggi berada di depanku dan tersenyum lengkap dengan lesung pipinya.

Aku: “Oppa, ngapain kesini?”

Taec: “Jemput kamu, sekalian mau ngeceng anak SMA,hehehe” Aku tersenyum, tiba-tiba ada mobil menghampiri kami dan klaksonnya berbunyi.

Taec: “Eh itu Jinki!” Taecyeon oppa melambaikan tangannya pada Jinki oppa, Jinki oppa menurunkan jendela mobilnya dan tersenyum pada Taecyeon oppa sambil melambaikan tangannya, tetapi ia tidak tersenyum untukku. Kok Jinki oppa gitu sih? Nyebelin, Taecyeon oppa menarik tanganku –seperti biasa- dan mengajakku ke motornya.

Taec: “Jangan cemberut terus dong, kita ke Fantasy World yu sekarang! Aku bosen nih belajar melulu, hehe” Aku mengiyakan ajakan Taecyeon oppa, lagian besok kan hari Sabtu pikirku.

*

Aku melupakan masalah Jinki oppa dan bersenang-senang bersama Taecyeon oppa di Fantasy World. Kami berencana menjelajahi semua wahana yang ada. Tampak dari kejauhan sosok yang sangat kukenal berada di dekat auditorium Fantasy World, Jinki oppa dan Jung-Ah sunbae. Mereka berdua tampak mendekat ke arah aku dan Taecyeon oppa, tetapi Taecyeon oppa tiba-tiba menarik tanganku hingga aku berada di pelukannya. Kemudian membisikkan sesuatu padaku.

Taec: “Johahae, Raena” Taecyeon oppa menyukaiku? Aku tidak dapat berpikir apa-apa dan tidak dapat mengatakan apa-apa. Aku hanya menyukai Jinki oppa.

Taec: “Kasih respon dong Raen, diem aja,hehe” Taecyeon oppa melepaskan pelukannya kemudian mengangkat daguku hingga mataku menatap matanya. Sungguh aku sangat gugup, aku gak tau harus ngomong apa, gimana nih?

Aku: “Hmm, oppa…hmmm mianhae, Raena belom bisa ngasih respon apa-apa,gapapa kan oppa?”

Taec: “Gapapa kok Raena, I’ll wait for you…” Taecyeon oppa tampak kecewa. Ia menggandeng tanganku dan mengajakku naik wahana berikutnya. Aku sampai lupa kalo aku tadi bertemu Jinki oppa dan Jung-Ah sunbae.

***

Jinki POV

Hari ini di sekolah Raena tidak menyapaku sama sekali, mungkin ia masih sungkan karena aku bentak ia kemarin. Aku dan Jungah berencana survey auditorium Fantasy World yang akan digunakan untuk Festival Paduan Suara. Aku yang masih menjabat sebagai Ketua Student Union harus mendampingi anak buahku tentunya. Aku dan Jungah menuju mobilku, kulihat Raena sedang berbicara dengan Taemin, aku melalui mereka. Aku melihat ada motor merah Taec hyung di sekolah, mau apa Taec hyung ke sekolahku? Aku mengendarai mobilku dan aku melihat Taec hyung sedang berbicara dengan Raena, mereka berdua tampak akrab sekali. Aku membunyikan klakson mobilku Taec hyung melambaikan tangannya padaku, aku tersenyum padanya. Ingin sekali aku menyapa Raena, tapi aku tidak bisa, aku harus benar-benar membuat Raena menjauhiku. Kulihat Taec hyung memegang tangan Raena, aku marah sekali, kesal, cemburu. Apakah mereka seakrab itu? Sejak kapan mereka seakrab ini? Mengapa aku tak pernah tau? Tiba-tiba kepalaku sangat sakit, tetapi aku berusaha bersikap biasa saja karena ada Jungah di sebelahku.

Sesampainya di Fantasy World aku dan Jungah langsung menghampiri auditorium, kami kan memang tidak berniat main,hehe. Kami sudah mendekati auditorium, tetapi aku memberhentikan langkahku, aku melihat Raena dan Taec hyung sedang bersama. Ngapain mereka disini? Kencan?

Jungah: “Jinki-ssi kok berhenti, kan masih di sana auditoriumnya, kita harus naik beberapa anak tangga” Aku tidak menghiraukan Jungah, kulihat Taec hyung memeluk Raena dengan mesra, Raena tampak tidak menolaknya. Huhhh sedang apa mereka? Apa mereka pacaran? Mengapa tidak ada salah satu di antara mereka yang cerita padaku? Aku sangat kesal, ingin rasanya aku marah, tetapi marah pada siapa? Jungah? Dia tidak tau apa-apa… Kepalaku sangat sakit, aku sudah tidak bisa berdiri tegak, ingin rasanya aku meninggalkan tempat ini.

Aku: “Jungah-ssi, mianhae…kepala gw sakit, gw pulang duluan, bye!” Aku berlari meninggalkan Jungah menuju parkiran mobil, tampak Jungah kebingungan dan khawatir. Aku sudah tak kuat lagi, aku terus memegang kepalaku, akhirnya sampai juga di dalam mobil, batuk-batukku mulai kambuh lagi, sial, mengapa harus sekarang? Aku mengendarai mobilku pelan, sesampainya di rumah ku lihat motor Taec hyung sudah ada di garasi, berarti dia sudah pulang. Dengan iseng aku bertanya padanya tentang kejadian tadi.

Aku: “Hyung, tadi dari Fantasy World? Sama siapa? Mesra bener…hehe…” Aku pura-pura tak tau.

Taec: “Iya, tadi sama Raena. Lo dari sana juga? Sama siapa hayo?”

Aku: “Wah, sama Raena? Park Raena? Kok bisa… Gw tadi abis survey auditorium buat Festival Paduan Suara bareng Jungah…”

Taec: “Siapa Jungah? Cieeeee…. Eh Raena ikut padus juga kan ya? Berarti ntar dia ikut festival juga dong? Jadi pengen liat…” Taec hyung tampak berseri-seri.

Aku: “Setau gw panitia gak boleh ikutan jadi peserta, Raena pasti jadi panitianya. Kenapa hyung? Naksir sama Raena ya? Hehehe” Aku menggoda Taec hyung, hanya ingin cari tau sebenarnya apa hubungannya dengan Raena.

Taec: “Hmmm gimana yaa… Lo mesti tau, tadi di Fantasy World gw nembak dia, tapi dia belom kasih jawaban,hehe” Aku kaget, Taec hyung nembak Raena? Dunia seakan berhenti berputar ketika aku mendengarnya –lebay-, kepalaku sakit lagi.

Aku: “Hyung, gw ke kamar ya, ngantuk euy!” Taec hyung hanya menunjukkan ibu jarinya. Aku tak habis pikir, semudah itu kah Taec hyung menyatakan cintanya pada Raena? Aku saja sejak SMP belum berani menyatakan perasaanku pada Raena, sampai pada akhirnya Raena pacaran dengan Jonghyun yang alay itu, aku merasa menyesal tetapi tetap aku belum berani bilang. Aku takut Raena hanya menganggapku oppanya dan akan merasa canggung denganku jika ia tau perasaanku. Tetapi keadaan sekarang berubah, seharusnya aku sangat berterimakasih pada Taec hyung, Raena akhirnya memiliki orang yang sangat mencintainya dan dapat menjaganya, dan juga ia akan lupa dengan keberadaanku. Namun tetap saja aku sulit menerimanya, sulit menerima ada pria lain yang mencintai Raena dan mungkin Raena pun mencintainya. Ahhh sebaiknya aku tidak terlalu memikirkannya, daripada kepalaku semakin pusing. Tiba-tiba terdengar suara Taec hyung berteriak-teriak dari kamarnya, sepertinya ia berbicara dengan seseorang di telpon.

Taec: “Wae? JINKI? Kamu mencintai JINKI, RAENA? WAE???” Aku mendengarnya sangat jelas, Raena mencintaiku? Itu sangat mustahil.

Taec: “Kenapa kamu gak bilang, Raena? Aku kan gak harus jadi orang bego nyatain perasaan ke kamu?” Taec hyung terdengar kesal.

Taec: “Aku dukung kamu sepenuhnya, Raena… yang penting kamu bahagia, saranghae…” Taec hyung menyudahi telponnya yang pastinya dengan Raena. Raena mencintaiku? Tidak mungkin, Tidak boleh… Dia gak boleh mencintaiku, duhh ada apa denganku ini? Aku tidak suka Raena mencintai orang lain, tetapi mengapa aku tidak mau Raena mencintaiku? Kalo Raena mencintaiku dia akan benar-benar terpukul jika tau tentang cirrhosis ini, dia benar-benar tidak boleh mencintaiku. Aku tidak mau ia menangisiku kelak.

***

Taec POV

Aku telah menyatakan perasaanku pada Raena, aku tinggal menunggu jawabannya, aku tak sabar mendengar jawabannya. Jantungku tiba-tiba berdegup sangat kencang. Can you feel my heartbeat? It’s beating and waiting for you,Raena… Aku mengantar Raena pulang dan mengecup lembut keningnya. Sesampainya di rumah aku terlentang di sofa, terlalu senang membayangkan kejadian di Fantasy World tadi. Tak kusadari Jinki datang dan menghampiriku.

Jinki: “Hyung, tadi dari Fantasy World? Sama siapa? Mesra bener…hehe…” Kok dia tau sih? Pikirku.

Aku: “Iya, tadi sama Raena. Lo dari sana juga? Sama siapa hayo?”

Jinki: “Wah, sama Raena? Park Raena? Kok bisa… Gw tadi abis survey auditorium buat Festival Paduan Suara bareng Jungah…”

Aku: “Siapa Jungah? Cieeeee…. Eh Raena ikut padus juga kan ya? Berarti ntar dia ikut festival juga dong? Jadi pengen liat…” Aku menggoda Jinki, berharap dia bertanya tentangku dan Raena. Jika dia bertanya, aku siap menjelaskannya panjang lebar,haha.

Jinki: “Setau gw panitia gak boleh ikutan jadi peserta, Raena pasti jadi panitianya. Kenapa hyung? Naksir sama Raena ya? Hehehe” Akhirnya Jinki nanya soal itu juga dan aku pun menceritakan pada Jinki yang sekarang telah menjadi teman curhatku,hehe.

Aku: “Hmmm gimana yaa… Lo mesti tau, tadi di Fantasy World gw nembak dia, tapi dia belom kasih jawaban,hehe” Jinki tampak kaget, dia tampak pucat.

Jinki: “Hyung, gw ke kamar ya, ngantuk euy!” Aku hanya menunjukkan ibu jariku pertanda setuju. Jinki kenapa? Mungkin mau telpon-telponan sama Jungah kali ya,hahaha.

Aku tak sabar mendengar jawaban Raena tentang perasaanku. Aku mengirimnya SMS.

To: My Beautiful Moonlight

Blh kan aku telp skrg?

Oya, nama Raena di contacts ku ganti jadi “My Beautiful Moonlight” agak alay sih,haha. Nama itu muncul di benakku ketika melihat pancaran matanya yang sayu seperti cahaya bulan –hoekss,haha- .Aku langsung menelponnya, ia pun langsung menjawabnya.

Aku: “Raena, lagi apa?”

Raena: “Hmm gak ngapa-ngapain, oppa. Baru aja selesai makan malem sama appa n eomma, kenapa?”

Aku: “Gimana soal yang tadi? Oppa gak sabaran nih,hehe…” Aku menggodanya.

Raena: “Hmmm, gimana ya oppa? Sebenernya aku udah suka sama orang lain, mianhae…” Aku kaget, siapa orang beruntung yang Raena sukai?

Aku: “Hmm, gwaenchanha… Oppa boleh tau gak orangnya siapa? Siapa tau oppa bisa bantu kamu buat bilang ke orang itu,hehe” Ngomong apa aku ini? Hatiku akan semakin sakit jika aku tau cowo yang Raena sukai, bahkan jika aku membantunya untuk menyatakan perasaannya pada cowo itu.

Raena: “Hmm, oppa jangan kaget ya! Duhh sebenernya Raena malu ngasih taunya,hehe…”

Aku: “OK, siapa? Siapa?” Aku penasaran. Aku tersenyum kecut.

Raena: “Jinki oppa…hehehe…” APA? Jinki? Aku hanya bisa terdiam.

Aku: “Wae? JINKI? Kamu mencintai JINKI, RAENA? WAE???” Aku marah tanpa sebab.

Raena: “Selama ini orang yang Raena sukai hanya Jinki oppa, mianhae oppa…”

Aku: “Kenapa kamu gak bilang, Raena? Aku kan gak harus jadi orang bego nyatain perasaan ke kamu?” Aku mulai kesal, mengapa orang yang Raena sukai harus Jinki? Sepupuku?

Raena: “Jeongmal mianhae, oppa… aku masih merasa sungkan untuk cerita tentang ini sama oppa. Oppa gak marah kan? Oppa tetep dukung Raena kan?” Kudengar suaranya memelas, merasa bersalah padaku.

Aku: “Aku dukung kamu sepenuhnya, Raena… yang penting kamu bahagia, saranghae…” Aku menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Raena. Cewe Korea yang pertama aku sukai pergi sudah, hufft sudahlah…

***

Jinki POV

Hari ini hari Senin, aku masih belum berbicara sepatah kata pun pada Raena. Tetapi saat akan masuk ke ruang padus untuk meminta maaf pada Jungah aku bertemu dengan Raena. Jantungku berdegup kencang, ingin sekali aku memanggil namanya… Aku melaluinya, namun ia menarik tanganku.

Raena: “Oppa, Raena mau ngomong!” Dia tampak serius, dia gak akan menyatakan perasaanya padaku sekarang kan?

Aku: “Ngomong apa sih?” Aku sedikit membentaknya.

Raena: “Oppa kenapa sih? Udah 2 minggu gak bales SMS Raena, telpon Raena gak pernah diangkat, kenapa sih Oppa?” Aku tidak menjawabnya.

Raena: “Kalo Raena pernah bikin oppa marah, oppa bilang sama Raena, jangan diem aja…” Suaranya bergetar,kulihat air matanya menetes, duhh mengapa dia menangis lagi? Betapa jahatnya aku, aku terlalu sering membuatnya menangis. Aku masih diam, ingin rasanya aku memeluknya, menenangkannya, menghapus air matanya, namun aku tak bisa. Aku langsung pergi meninggalkannya tanpa mengatakan sepatah kata pun.

***

Raena POV

Aku bertemu Jinki oppa di depan ruang padus, ia melaluiku tanpa menyapaku, aku menarik tangannya.

Aku: “Oppa, Raena mau ngomong!”

Jinki: “Ngomong apa sih?” Jinki oppa masih membentakku.

Aku: “Oppa kenapa sih? Udah 2 minggu gak bales SMS Raena, telpon Raena gak pernah diangkat, kenapa sih Oppa?” Jinki oppa terdiam.

Aku: “Kalo Raena pernah bikin oppa marah, oppa bilang sama Raena, jangan diem aja…” kudengar suaraku mulai bergetar, air mataku pun menetes, kenapa aku harus menangis sekarang? Jinki oppa masih diam lalu dia langsung pergi meninggalkanku, ia pergi menuju Jung-Ah sunbae.Aku berlari ke arah gerbang sekolah, Jonghyun menarik tanganku. Duhh si alay ganggu aja nih…

Jonghyun: “Cwantik, kenapa crying? Kamyuh haruz denger lagu barukyuh, terinspirasi Sinta Jojo, judulnya JOJO. ‘♫JoJo! seulpeun eumagi heureul ttae neol saenggakhae (eh eh eh)’” Duhh kenapa Jonghyun harus nyanyi sih? Emang suaranya bagus, tapi waktunya gak tepat.

Aku: “Please, jangan ganggu gw sekarang, Jonghyun, arasseo?” Aku melepaskan tangan Jonghyun dan terus berlari ke arah gerbang sekolah, ada yang menarik tanganku lagi.

Aku: “Jonghyun-ah, udah gw bilang jangan ganggu gw!” Aku berteriak, tetapi ternyata yang menarik tanganku bukan Jonghyun, melainkan Taecyeon oppa. Taecyeon oppa mengajakku pulang bersamanya lagi. Ketika di parkiran kulihat Jinki oppa sedang berbicara dengan Jung-Ah sunbae, terlihat akrab sekali. Kuperhatikan Jinki oppa sedikit melirik ke arahku, setelah itu tiba-tiba wajahnya mendekati wajah Jung-Ah sunbae, semakin dekat, kemudian Jinki oppa menciumnya. Hatiku sangat sakit, ingin rasanya aku memarahi Jinki oppa dan langsung menyatakan perasaanku padanya. Air mataku yang sudah jatuh dari tadi, kini semakin deras. Aku menarik tangan Taecyeon oppa.

Aku: “Oppa, aku mau pulang!”

…to be continued…

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “You Are My Sun, The Moon (Part 2)”

  1. Aaaaa~~
    kenapa jinkinya nyium si Jungah? biar si Raena nggak suka lagi ama dia bukan?
    huaaa penasaraaaan~~
    seru ffnya…
    ditunggu lanjutannyaa~~ ^^

  2. pliiss… jangan bikin suami aku mati (plak)

    ini critanya aku mau sedih tapi ga jadi..
    ojoong… dg ke-alay-anmu, kau brhasil bikin aku ngakak..

    ditunggu part lanjutannya thor..

  3. Abaaannngg apapan itu nyium jung ah???? Hah???
    Ituu kenapa appa ku seperti banci gitu??? *baca jokwon* nanti eomma ga in illfeel lagiii T.T

    Authorrr lanjuuuuttttt….
    Aku penasarannnn

  4. Abaaannngg apapan itu nyium jung ah???? Hah???
    Ituu kenapa appa ku seperti banci gitu??? *baca jokwon* nanti eomma ga in illfeel lagiii T.T

    Authorrr lanjuuuuttttt….
    Aku penasarannnn…. Daebak bak laahh

  5. AHAHAHAA YANG BIKIN LUCU WAKTU DIALOG SAMA JONGHYUN! HUAKAKAKA!! KOCAK ABIS YANG ITU!
    ohya? sunbae bukannya untuk cowok aja ya? apa untuk cowok-cewek?
    tapi, BAGUS!

  6. lanjutin donkk!!
    pensaran niee!!
    mw nangis qw pas baca akhir.a!!
    dsarr!!! lw qw suka ama jinki trus qw liat jinki nyium cewe laen juga qw marah!! –>curhat
    ><

  7. ahahah
    si jjong alay benerr

    kasian ama mereka ber3..
    si jinki penyakitan
    si taec ditolak raena
    si raena dijauhin ama si jinki terus..
    ckckck

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s