ellegirl3

She’s My (EX)Wife – Part 18

She’s My (Ex)Wife

Part 18

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

N.A: Aku ada pesen di bagian bawah ^-^, tapi bacanya terakhir aja ya~

~ ~ ~

“Iya oppa, ini kan pertandingan pertama kita jadi harus sukses!! Pokoknya nanti aku bakal kasih hadiah ke kalian semua.. kekeke, makanya berjuang! Shindong oppa terutama.”

“Kenapa harus aku?!” tukas Shindong. “Karena oppa itukaaann sepertinya kurang bisa di andalkan. Ahahahha… aku bercanda oppa kuuuu~.” Hyeo So menunjukkan gigi-giginya yang rapih dan putih. “Gak semua member main kan?” Tanya Hyeo So lagi. “Enggak lah, kan ini acaranya Saturday’s Challenge. Jadi kita cuma sebagai tamu gitu doang sih.” Sambung Onew. “Eh tunggu!! Ada temenku!” Hyeo So langsung bangkit dari duduknya dan setengah berlari menuju pintu. Sedangkan member SHINee dan Super Junior kembali asik mengobrol.

“Jun! Kau datang!” Hyeo So menghampiri seorang laki-laki yang baru saja masuk. “Tentu saja!”

“Ahh! Ada Shina juga, ayo aku kenalkan Jun dengan Shina!” Hyeo So menarik Jun mendekati seorang gadis yang sepertinya sedang melamun. “Shina-ah!” sapa Hyeo So membuyarkan lamunannya. “Ohh.. Hyeo So. Sudah lama tidak bertemu.” balas Shina lalu memeluk Hyeo So. “Ne, oh iya. Kenalkan ini temanku, namanya Jun. Jun, ini Shina sahabat Key sejak kecil.”

“Shina imnida.”

“Ahh ne, Jun imnida.”

“Kalian berdua mengobrol lah, aku harus mengurus tim ku. Dah!” Hyeo So melambaikan tangan dan berlalu. “Tidak menyangka bisa bertemu di sini.” Jun angkat bicara. “Tentu saja! Aku tidak menyangka ternyata gadis yang kau maksud selama ini adalah Hyeo So. Gadis polos yang malang, terlalu baik sehingga terlihat bodoh!”

“Hey! Aku tidak perduli apakah kau membencinya atau tidak tapi jangan hina dia!” bela Jun. “Awalnya aku tidak membencinya, aku mau jadi temannya agar tetap bisa dekat dengan Key. Tapi makin lama aku muak melihat tingkahnya, dia semakin mengambil alih Key dariku! Dan tolong ingatkan padanya, untuk berhati-hati.”

“Ingatkan juga Key mu itu untuk berhati-hati.” Jun mengancam balik. “Kalau kau menyentuh Hyeo So maka aku akan menyenggol Key. Jadi kalau kau melukai Hyeo So maka aku akan membunuh Key.” Jun menyeringai. “Mari buat kesepakatan.” keduanya saling bertatapan lalu menyeringai.

~ ~ ~

“Hyeo So benar-benar nomor satu! Apalagi masakannya!” puji Shindong dan kembali mencomot lauk-lauk yang tersedia di tengah lingkaran yang mereka buat. “Aku sengaja memasak makanan ini khusus untuk kalian. Ini pertama kalinya kita bertandingkan? jadi harus aku kasih hadiah.”

“Hyeo So is number 1 !! He’s the best!!” seru Yesung belepotan *inggrisnya maksud ane*. “She oppa, bukan he’s aku kan cewek… kekeke.”

“Yea anything.. intinya sama.” Hyeo So kembali terkekeh. “Hyeo So, ayo.” ucap Minho setelah selesai mengganti baju. “Oh iya.. semuanya! Aku pergi dulu yah, mau ke kantor polisi.”

“Terus makanannya?” tanya Henry sambil mengunyah sosis. “Kalau udah habis semua nanti kasih aja ke supir, biar di bawa pulang. Bye-bye semuaaa!!”

“Bye-bye Hyeo So! Minho! Jaga Hyeo So.. awas kau macam-macam!” Ancam Kangin, seolah Minho adalah mantan teroris. “Tenang, aku tidak akan macam-macam. Duluan yah hyung, Key… aku pinjam sebentar!” Ucap Minho lalu berjalan di sebelah Hyeo So.

“Jadi.. kita mau ke kantor polisi dulu?” tanya Hyeo So begitu keduanya berada sekitar 20 meter dari mereka. “Ne, aku  harus mengambil ponselku yang tertinggal di sana.” jawab Minho santai. “Mwo? Hanya mengambil ponsel?! Minho bilang ada masalah penting!!” ucap Hyeo So merajuk. “Itu juga penting, kalau tidak ada ponsel itu maka aku akan sangat kehilangan kenangan kita. Ponsel itu hati ketiga ku, kalau aku merindukanmu.” Hyeo So menunduk menahan senyum.

“Eh? Naik motor?” Minho menaikkan alis kirinya sambil mengangguk. “Tidak kapok rupanya.. ckckck..” Hyeo So mengambil helm yang di beli Minho khusus untuknya dulu saat kencan keempat mereka. “Siap?” tanya Minho begitu Hyeo So duduk di belakangnya. “Ehem.”

“Pegangan.”

“Shiro!”

“Ok.” secara tiba-tiba Minho menarik gas dan membuat motor BMW nya sedikit melompat. “Minhoooo !!!” omel Hyeo So karena jantungnya nyaris saja copot karena terkejut. Hyeo So menyelipkan kedua tangannya di dalam saku jaket Minho tanpa bersandar. Minho menancap gas untuk cepat sampai ke kantor polisi karena ia takut tertinggal film nya.

 

&&&

 

“Key! Jaga istrimu baik-baik!” seru para member Suju serempak sebelum akhirnya 4 van melaju bebas ke jalanan. “Pak, bawa pulang barang-barang ini. Hyeo So akan pergi denganku ke Thailand selama 3 hari, jadi peralatan makan yang perlu di cuci masukkan saja ke mesin. Tolong jaga rumah, jika ingin makan sudah saya siapkan uang di meja.”

“Baik tuan. Jadi sehabis ini anda tidak akan pulang? Bagaimana dengan pakaian nona Hyeo So? Perlu saya mengantarnya untuk anda?”

“Tidak usah, sudah saya siapkan sejak kemarin. Ini sebuah kejutan, jadi jangan bilang-bilang.”

“Key!!” seru Onew yang kepalanya muncul di jendela. “Saya berangkat yah.” Key buru-buru masuk ke dalam van SHINee. “Key, kamu udah bilang sama Hyeo So kita mau ke Thailand?” tanya Jonghyun begitu Key masuk ke dalam van. “Belum, nanti saja pas kami berdua nonton di bioskop.”

“Hyung, baju Hyeo So noona?”

“Sudah beres. Hyung, aku berhenti di bioskop biasa yah. Aku mau pesan tiket dulu untuk kami berdua.” sang Manager hanya menggumam. Selama perjalanan, para member SHINee yang kelelahan itu perlahan terlelap dalam tidurnya. Sedangkan Key, masih sibuk memikirkan Shina yang tiba-tiba pergi dan Hyeo So yang hari ini benar-benar kelelahan.

“Aku drop saja yah, nanti kau pulang naik bus. Inget.. kita berangkat jam 9 malam, jangan terlambat!”

“Ne.” Key membuka pintu lalu keluar, dan tiba-tiba ponselnya berdering. “Ne, Shina-ah?”

“Key, jemput aku yah? Kita nonton bareng yuk malem ini, kayak biasa. Kita ambil midnight aja biar seru.”

“Engh.. Shina-ah… aku sudah ada janji malam ini.”

“Janji apa?”

“Menonton, juga.”

“Dengan temanmu kah? Kalau begitu ajak saja nonton bersama.”

“Bukan… aku mau menonton dengan Hyeo So. Aku ingin berdua saja.”

“Mwo?!”

“Engh.. Shina…”

“Kau itu! Errggghhh… untuk apa sih kau mengajak Hyeo So nonton?! Sekarang juga dia sedang asik nonton dengan laki-laki lain!”

“Ne?”

“Tidak percaya?! Datang saja ke bioskop tempat kita biasa nonton bersama. Tadi aku berpapasan dengannya, tapi sepertinya ia tidak melihatku. Padahal aku sudah beli tiket!” gerutu Shina. “Maafkan aku Shina.” ucap Key lemah. “Maaf? Aku baru akan memaafkanmu kalau kau datang ke rumah ku dan meminta maaf lalu kita menonton bersama! Huh! Key jahat sekarang!” tut.. tut.. tut.. Key masih terpaku di tempatnya. Menonton dengan laki-laki lain? Minho maksudnya? Bukannya mereka bilang mau ke kantor polisi? Kenapa malah nonton?! pertanyaan itu terus mengiang di kepala Key, dan akhirnya ia memutuskan untuk masuk mencoba menepis pikiran tersebut.

Begitu masuk Key langsung memesan tiket di tempat pemesanan, memilih bangku tengah berdua lalu membeli 4 tiket berderet di tengah. Menghindari orang lain duduk di sebelah keduanya. Setelah memesan tiket Key berencana ke toilet dulu, tapi rupanya sesuatu berhasil menghancurkan moodnya.

Hyeo So berjalan bergandengan dengan Minho memasuki studio 4. Dengan kesal Key meremas tiket tersebut dan beranjak pergi dari theater tersebut.

 

~ ~ ~

 

“Hyung, barangmu aku letakkan di kursi!” Seru Taemin begitu Minho masuk ke dalam dorm. “Kibum mana?” tanya Minho pada Jonghyun. “Katanya mau nonton sama Hyeo So. Nanti dia langsung ke bandara aja. Ayo siap-siap! udah jam 7!” Semuanya mulai sibuk dengan perlengkapan masing-masing. 1 jam berlalu begitu saja dan barang-barang mereka sudah siap di angkut.

“Waahhh.. hujan!” ujar Taemin sambil memandang keluar jendela. “Kibum hyung dan Hyeo So noona bisa-bisa basah kuyup!”

“Mereka kan bisa memanggil supir mereka.” timbal Onew sembari menyeret kopernya. “Ayo Taemin! Kita berangkat sekarang!” Minho menarik tangan Taemin lalu membawanya keluar.

Perjalanan dari dorm menuju bandara bisa memakan waktu sekitar 1 jam. Jika tidak cepat mereka bisa tertinggal pesawat.

“Woaahh.. ramainyaaa.” ujar Taemin kagum.

“Jonghyun! Hubungi Kibum cepat! Pesawat akan segera berangkat.” perintah manager yang mulai sibuk mengurus passport mereka. “Wow… hemat pulsa!” ujar Jonghyun karena Key sudah tiba lebih dulu. “Mana Hyeo So?” tanya Onew.

“Dia nolak, katanya banyak tugas sekolah. Jadi dia males ikut, lagian dia capek. Dia juga belom tidur dari kemaren.” Key menjelaskan. “Tidak usah sampai segitu kecewanya.” hibur Jonghyun karena Key masih saja menekuk wajahnya.

“Kalian ngapain aja tadi di kantor polisi?” tanya Key sedikit menyindir Minho. “Ayo semua! Kita berangkat!” seru manager yang sudah selesai. “Eh? Hyeo So?”

“Gak ikut hyung.” jawab Onew sekenanya.

“Hyung!”

“Ne?”

“Aku… ke toilet sebentar yah!”

“Nih, kamu langsung masuk aja nanti!”

“Ne hyung.”

“Minho! Jangan lama-lama!” seru sang manager sebelum akhirnya Minho pergi ke toilet.

 

&&&

 

“Minho… antar aku ke taman yah.”

“Ne? Tidak mau langsug pulang?”

“Maunya memang langsung pulang, tapi Key memintaku datang ke taman.” Minho mengangguk lalu kembali menarik gas menuju taman yang di tuju. Sepi tidak ada orang satupun, angin sore berhembus membuat bulu kuduk Hyeo So berdiri. “Yakin mau nunggu di sini?”

“Ehm.”

“Aku pulang yah, mau beres-beres.”

“Ne.” Hyeo So berjalan menuju bangku taman dan mulai menunggu. Langit semakin memerah karena matahari terbenam, burung-burung berterbangan kembali ke sarangnya. Dan Hyeo So masih tetap menunggu, 15 menit… 30 menit… 1 jam… 1 jam 30 menit…

“Ergh!! Key.. awasnya! Kubunuh kau!” Hyeo So mencoba menghubungi Key sekali lagi, namun hasilnya sama di sambungkan ke mail box. Hari semakin gelap dan menjadi semakin dingin, 2 jam pun berlalu dan Key tak kunjung muncul.

Rintikan hujan mulai menyentuh kulit Hyeo So, ia hendak berpindah ke tempat yang aman tapi ia ingat. Waktu itu ia di suruh menunggu Key di tempat biasa, tapi karena tempat biasanya kotor Hyeo So pindah agak ke dalam. Begitu berhasil bertemu Key ia di omeli habis-habisan, semenjak saat itu Hyeo So tidak pernah beranjak dari tempatnya menunggu Key. Tapi hujan turun semakin deras, dan kini baju Hyeo So sudah di basahi air hujan. Tapi Hyeo So masih tidak beranjak dari tempat duduknya, masih terus menunggu hingga jam nya menunjukkan pukul 8.30. Tubuhnya mulai menggigil kedinginan karena guyuran hujan yang deras dan angin malam. Dengan kesal akhirnya Hyeo So pun masuk ke dalam kotak telepon umum.

Masih tetap menunggu, dengan baju basah kuyup dan menggigil kedinginan. Ingin sekali rasanya ia menangis karena harus menunggu Key lagi, ia ingin pulang tapi tidak bisa. Jam menunjukkan pukul 8.50, 10 menit lagi menuju jam 9 maka ia akan benar-benar pergi dari tempat ini.

Tapi tiba-tiba seseorang berdiri di depan kotak telepon, Hyeo So bangkit perlahan dan senyum mengembang di bibirnya.

“Hyeo So!!!”

 

***

TBC

 

P.S: Maaf sumpah maaaaafff banget sebelumnya. Aku yakin beberapa dari kalian ada yang bingung kenapa yang di publish bukan part 23 tapi malah part 18. Jawabannya : Karena dari part 18 – 22 aku revisi. Aku kecewa sama hasil tulisanku sendiri.. mulai dari part 18 aku baru sadar kalau ternyata aneh sangat udah gitu jarang ada yang baca part 18 T.T … jadi aku potong dan ini udah aku ambil inti-intinya. Mungkin di part 18 revisinya gak banyak tapi setelah part 19-22 itu baru keliahatan banget revisinya.

Harap maklum.. waktu aku nulis part 18-22 itu pas aku lagi sibuk-sibuknya, dan gak bisa konsen nulis tapi malah di paksa jadinya ngaco. Sumpah deh.. apalagi pas denger dalah stau komen yang bilang kalau FF ku gak logis, aneh, dan gak jelas. Aku tekanin dulu.. masalah Jun atau perusahaan itu bukan perkembangan konflik tapi justru konflik utamanya. Pokoknya target ku FF ini gak boleh lebih dari 30 part karena aku takut kalian bosen. Aku gak bermaksud bikin FF ini jadi kayak sinetron yang konfliknya terus berkembang dan gak selesai-selesai. Beneran deh. Aku berharap kalian gak kecewa sama aku dan tetep mau baca.

Maaf udah bikin kalian nunggu lama udah gitu malah di ulang. Akhir-akhir ini aku banyak TO dan nilaiku jeblok jadi musti di forsir dulu belajarnya. Maaf yaaa… aku berusaha untuk gak kejar tayang supaya nanti FF ini gak merayap ke konflik-konflik aneh kayak sebelumnya. Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca sekalian *bow*

Sekian dan terima kasih banyak

Signature

This post has written by Zika, and has claim by Zika signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

91 thoughts on “She’s My (EX)Wife – Part 18

  1. Pingback: shave no more
  2. untung aku bca ny trkhiran ._.

    Kok justru yg mslah Jun itu yg konflik utama =o=)/

    Ya sudah lah..
    Nanti kan jg bca dan ngerti /^o^/

    Ngo” ..
    Ksian Hyeo So nunggu Key berjam jam..
    Key ga ada otak =.= *plak kna tabok Lockets

    Keren !!! ^o^)/

  3. I think this is one of the most vital info for me. And i’m glad reading your article. But want to remark on some general things, The site style is ideal, the articles is really nice : D. Good job, cheers

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s