HANDS OF APRIL – Part 1

Author                        : STORM

Cast                 : April, Jong Hyun, Onew

Genre : Romance, Friendship

Length : Sequel (bener g nih jawabnya?)

Rating : General

Summary        : “aku? Tidak ingat? aku ingat semua tentangmu. Pertemuan pertama kita. Bagaimana kau susah payah membawaku ke rumah sakit. Bagaimana ………… Ya. Aku ingat semua itu. tapi kau yang menghilang dari hadapanku. Kau!”

Note : ehm…kalo yang belum baca INTRO dari cerita ini. dibaca dulu INTRO-nya ya(takut ga ngerti kalo baca langsung part I-nya).check Library, sequel, terus cari tulisan HoA (Intro). Thank you.. ^^

Hands of April (Part I)


“kumohon tetaplah memegang tanganku erat. Karena aku sudah memegang tanganmu erat”

“kumohon tunggulah aku sampai aku terbangun.”

***

Seoul, Korea

June Week 2

cit..cit..cuit..cit..cit..cuit..

suara burung-burung gereja yang entah berasal darimana berhasil membuat mataku terbuka. kulihat dengan samar seseorang sedang memperhatikanku. Tidak. Bukan satu orang saja. dua, tiga, empat. Ya empat orang. Tapi siapa? Kupejamkan lagi mataku ini. mencoba untuk membuat penglihatanku lebih jelas. Kubuka mataku lagi. “onew hyung?” tanyaku sesaat ketika aku membuka mataku untuk kedua kalinya. Yang ternyata membuat penglihatanku lebih jelas. “Key?” aku tersenyum. Kutemukan juga dua dongsaengku yang lain, Taemin dan Minho. Mereka menatapku cemas.

“kenapa menatapku seperti itu? cemas sekali keliatannya”tanyaku tidak mengerti

“Jonghyunnn..bagaimana kami tidak cemas? Kau sudah tiga hari tidak sadarkan diri. Kau tau?” Aku masih belum bisa menangkap pembicaraan dari hyungku ini.

“Tiga hari?” tanyaku lemas. Kulihat Minho langsung mengangguk. “tiga hari hyung..tiga hari..” kali ini Key yang bersuara.

“memangnya aku kenapa?” tanyaku masih dalam keadaan setengah sadar.

“kata dokter kau kelelahan hyung. kelelahan tingkat tinggi.” Taemin mencoba menjelaskan padaku. dan aku hanya bisa mengerutkan jidadku. Jujur saja aku masih tidak mengerti apa yang sudah terjadi. 3 hari tidak sadarkan diri? Kelelahan? Ada apa dengan semua ini?

“tiga hari? Tidak sadarkan di….”

“tetaplah memegang tanganku erat”

Isshh..kata-kata itu kembali terlintas di kepalaku. Membuatku menghentikan perkataanku. Kupejamkan mataku mencoba mengingat sesuatu yang nampaknya sedikit terlupakan olehku.

“Hyung, kau tidak apa-apa?” tanya Key setelah melihatku memejamkan mata. Kubuka mataku dan mengangguk lemah. Kucari seseorang yang sudah berjanji sesuatu padaku. tetapi tidak ada. Dia tidak ada.

“tadi hyung mau bicara apa? Kok berhenti di tengah jalan?” tanya Key lagi.

“oh..itu..kenapa sampai tiga hari aku tidak sadarkan diri?” jawabku melengkapi perkataanku sebelumnya. Mataku masih mencari seseorang itu. kulihat pintu masuk. Berharap dia datang dan menemuiku.

“Hyung, tadikan Taemin sudah bilang. Kau kelelahan. Kau tidak mendengarkan ya?” jawab Key. Pandangannya masih menatapku cemas.

“eh? Aku..”

“sudahlah hyung. mungkin kau masih butuh istirahat.” ujar Minho sambil tersenyum. Dan aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan menutup mataku kembali.

“dia tidak ada”

***

Onew POV

“Hyungggg jangan lupa pesananku yaa..” teriak Jonghyun.

“yaaa” jawabku sambil teriak dan menutup pintu apartment ini. Sudah dua hari Jonghyun keluar dari rumah sakit. Tapi dokter bilang adikku itu masih harus beristirahat. Hffff..entah apa yang membuatnya begitu lelah.

“tolong jaga emosi adikmu. Ada kemungkinan, dia mengalami stress. Mungkin itu sebabnya 3 hari dia tidak sadarkan diri.” Itu kata-kata yang dokter sampaikan padaku sebelum akhirnya mengizinkan adikku itu pulang. Stress? Apa yang membuatnya stress?

*Tingtong*

Pintu lift didepanku terbuka. kumasuki lift itu dengan perasaan malas. Pikiranku masih terpaku pada perkataan dokter saat itu.

“TOLONG TAHAN LIFT nya” teriak seorang gadis dari luar sambil berlari. Segera kutekan tombol lift ini untuk menahannya.

“terimakasih..”katanya sambil membungkuk setelah kutahan lift yang sedang kunaiki ini. “ayo cepattttt” kali ini gadis ini teriak pada temannya yang masih berjalan santai. Kelima jarinya ikut bergerak pada saat memanggil mereka.

Kulihat seorang pria dan wanita memasuki lift ini. dua orang yang baru saja masuk ini tersenyum padaku. kuperhatikan dua orang ini. tampaknya mereka bukan orang Korea. warna kulitnya sedikit berbeda. Yang pria kulitnya agak kekuningan dan rambutnya plontos. Ehm..agak susah menemukan pria di korea ini dengan rambut plontos tanpa poni. Kecuali dia baru keluar dari wajib militer. begitupun dengan wanita yang baru masuk ini. dia terlihat seperti…

“April kenapa pake high heels?”

“April?” Pertanyaan wanita yang tadi memintaku menahan lift ini ternyata berhasil membuatku berhenti meneliti lebih jauh fisik wanita yang baru masuk lift ini.

“April?” tanyaku lagi dalam hati.

“Intan sih tadi buru-buru. Jadi aku langsung ambil sepatu yang di luar aja deh. Sneaker ku kan di dalam kamar. Huh..” kuarahkan pandanganku pada gadis yang baru saja berbicara ini.

Gadis ini kan…aku mencoba mengingat gadis yang sedang berdiri tepat didepanku ini.

“iya nih..orang filmnya masih nanti jam 9 malam” kali ini kuarahkan pandanganku pada pria yang baru saja berbicara.

Pria ini…

“iya..maafff..aku kan takut telat..ini udah jam 8.30 soalnya” kuarahkan lagi pandanganku pada wanita yang tadi teriak padaku.

Mereka bertiga…

Ya Tuhan! Mereka bertiga kan..ingatanku langsung bergerak mundur ke beberapa hari lalu ketika Jjong masih di rumah sakit.

“Jong Hyun!” aku langsung membuka pintu kamar Jong Hyun dirawat. Ketiga dongsaengku yang lain berlari menyusulku dari belakang. Tidak ada jawaban dari dongsaengku yang sedang menutup matanya itu. Yang kulihat hanya seorang gadis berdiri di sampingnya dan air mata dipipinya. Kedua tangannya menggenggam erat kedua tangan Jong Hyun. Kuperhatikan gadis ini dari ujung kepala sampai kakinya. Dia tidak memakai sepatu.

“Jong..” Taemin menghentikan panggilannya seketika “hyun hyung?” kemudian memandang kedua hyungnya yang lain seolah bertanya siapa gadis yang sedang berdiri itu. Key dan Minho hanya menggelengkan kepalanya menunjukkan bahwa mereka tidak tahu apa-apa.

“maaf nona siapa?” tanyaku pada gadis tanpa sepatu ini. gadis dengan air mata di pipinya ini hanya melihatku tanpa satu katapun keluar dari mulutnya. “No..” aku berniat menanyakannya lagi sebelum akhirnya seorang laki-laki dan perempuan masuk ke kamar ini.

“April!” seorang laki-laki dengan tinggi yang hampir sama dengan Key berlari memasuki kamar ini. tidak lama seorang perempuan mengikutinya dari belakang. “April, are you okay?” laki-laki ini segera menghampiri gadis tanpa sepatu ini.

“Zack?” akhirnya gadis ini mengeluarkan suaranya.

“He..”

BRUK!

belum sempat gadis bernama April ini melanjutkan ucapannya. dia sudah terjatuh. “April” kali ini gadis berambut ikal menghampirinya.

“he..he..asked..he asked me not to leave him until he got sleep” gadis ini akhirnya mengatakan sesuatu. Dua temannya itu hanya saling pandang. Air mata terus mengalir ke pipinya. Tangisnya makin kencang ketika dua orang temannya itu memeluknya. “He’s OK now. You may leave him. He’s just sleeping” gadis berambut ikal itu menepuk-nepuk bahunya pelan mencoba menenangkannya. “Let’s go home now” ajak teman laki-lakinya. Dia mengangguk. Kedua temannya membantunya berdiri. Tetapi..

BRUK!

“April!” kami semua terkejut karena dia jatuh untuk kedua kalinya. Sepertinya kakinya sakit atau apa aku tidak mengerti. Yang pasti dia tidak bisa berjalan. Laki-laki ini langsung membawanya dilengannya. Gadis tanpa sepatu ini hanya menaruh kepalanya di bahu kiri teman laki-lakinya dan tangan kanannya melingkari lehernya. Mereka bertiga berjalan keluar kamar ini.

Tidak lama kemudian seorang suster datang dan memeriksa keadaan Jong Hyun.

“dimana gadis itu?” tanya suster pada Key.

“oh sepertinya sudah pulang. Tadi dijemput temannya” key mencoba menjawabnya.

“dia sepertinya khawatir sekali. Sudah 3 jam dia berdiri di samping tuan ini.” katanya lagi.

“3 jam?” Minho tidak percaya dengan apa yang didengarnya

“iya. 3 jam. Aku sudah menyuruhnya untuk duduk saja.tapi dia hanya diam saja dan terus berdiri.” Lanjut suster ini.

“pantas saja ia tidak bisa berjalan. Tapi kenapa dia tidak pakai sepatu suster?” tanyaku

“entahlah. yang kutahu dia sudah tanpa sepatu ketika membawa tuan ini. kurasa kakinya juga terkilir karena dia membawa tuan ini dengan sedikit pincang.” Jelasnya. Aku dan ketiga dongsaengku hanya bisa saling pandang tanpa tau apa yang terjadi.

Aku tersenyum mengingatnya. mataku terus menatap gadis yang tepat berdiri dihadapanku ini. April. Gadis tanpa sepatu. Gadis yang katanya berdiri selama 3 jam hanya untuk meyakinkan dirinya bahwa pria didepannya saat itu baik-baik saja. Gadis yang selama ini Jonghyun cari.

*Tingtong*

Pintu lift kembali terbuka. kulihat mereka bertiga keluar dari lift ini dengan tawa di wajah mereka. tapi perhatianku hanya tertuju pada gadis yang memakai celana jeans selutut dengan hoody tanpa lengan berwarna pink dan kaos putih di dalamnya. Dan juga sepatu high heels-nya. Ya perhatianku hanya tertuju pada April.

Kuikuti mereka bertiga. Ehm..kenapa gadis itu memisahkan diri dari dua temannya? Tunggu kenapa dia belok kanan? Seharusnya kalo mau nonton belok kiri. Seperti temannya. Apa dia tidak jadi nonton? Kenapa dia memisahkan diri? Ini kan sudah malam. Mau kemana dia? pikiranku terus tertuju padanya. Langkahku terus mengikutinya dari belakang. Tidak kuhiraukan orang-orang yang berjalan di antara kami. pandanganku hanya melekat pada hoody pink-nya. “ishh..orang-orang ini menganggu saja. bisakah mereka memilih jalan lain?” gerutuku pada orang-orang yang berlalu lalang di tengah-tengah jarakku dan April. pandanganku padanya agak terlepas karena orang-orang ini. dan tiba-tiba…

*BRUK

Badanku tiba-tiba menabrak seseorang di depanku.

“Tuan apakah kau mengikutiku?” kulihat orang yang baru saja kutabrak. April? ah..ternyata aku menabraknya. Matanya menatapku risih. Dan kedua tangannya terlipat di depan dadanya.

“eh?”

sorry, are you stalker?” tanyanya lagi. stalker? Dia bilang aku stalker?

***

April POV

sorry, are you stalker?” tanyaku padanya dengan tatapan garang dan tangan melipat didadaku. Aku tidak mungkin salah. Dia adalah orang yang sama dengan orang yang tadi satu lift denganku. Bagaimana mungkin aku tidak bertanya seperti itu padanya. Ketika kupelankan langkahku. Dia ikut memelankan langkahnya. Ketika kupercepat langkahku, begitupun dengan langkahnya. itukan ngikutin namanya. Pantas kan kalo aku bilang dia stalker.

“eh?” tanyanya tidak mengerti.

“Hadohhh..dia ga bisa bahasa inggris ya?” kataku dalam hati. “maaf..tapi apakah kau mengikutiku?” tanyaku ulang dalam bahasa korea.

“oh..anni..aku..maafff” katanya sambil membungkuk.

“ahjussi, Maaf. tapi kulihat kau memang mengikutiku sejak aku berpisah dari teman-temanku. Aku juga melihatmu di dalam lift. Apa benar kau tidak mengikutiku?” tanyaku tidak percaya. laki-laki dihadapanku ini tampak terkejut mendengarku berbicara seperti itu.

“tidak aku..aku hanya searah denganmu. Dan aku memang tinggal di apartment yang sama denganmu” jawabnya. “maaff..aku ke arah sini” katanya sambil berbelok ke arah kanan dan memasuki sebuah supermarket kecil di daerah lingkungan kami tinggal. Aku hanya menarik nafas panjang melihatnya berbelok arah.

“hhffff…orang aneh” kataku dalam hati.

***

Onew POV

“Kim Jong Hyunnnnn..ini pesanannyaaaaa” teriakku dari lantai bawah sambil menaruh pesanan Jonghyun di meja makan. Dan ternyata teriakanku ini berhasil membuat ketiga dongsaengku yang lain memprotestku.

“berisik tau ga hyung. teriak teriak kayak gitu” omel Key dari ruang tamu.

“tau..udah malem juga” kali ini Minho yang mengomel.

“lagian tinggal taro di meja makan aja hyung. nanti kan Jonghyun hyung juga turun.” Taemin dengan buku dan pensil di tangannya ikutan mengomel. Aku hanya bisa menatap mereka dengan cemberut.

“geser dikit Ho” ujarku sambil mendorong Minho untuk berbagi sofa denganku “tadi aku satu lift sama gadis nya jonghyun” lanjutku.

“eh? Gadisnya Jonghyun hyung?” Minho sambil menggeser badannya menatapku tidak percaya.

“emang Jonghyun hyung punya pacar hyung?” Taemin langsung menghentikan aktifitas garis menggarisi bukunya.

“bukan..maksudku itu..gadis yang kemarin kita lihat di rumah sakit” jelasku sambil memakan cupcake yang baru saja kubeli.

“ohhh…gadis tanpa sepatu itu?” tanya Key yang langsung kuberi anggukan.

“masa..aku dikira stalker sama dia”

stalker?” tanya Taemin tidak percaya. “biasanya bukan kita yg diikutin? Emang hyung ngikutin dia?” tanyanya lagi.

“he..ga sengaja. Habisnya aku seneng banget ketemu dia. Jonghyun kan selama ini nyari dia. jadi kupikir…”

“aku ga nyari dia” bantah Jonghyun yang tiba-tiba sudah ada di ruang tamu bersama kami.

“nyari siapa emang hyung?” tanya Key sambil mengecilkan volume televisi di ruangan ini.

“April kan?” jawab Jonghyun sambil mengambil cupcake yang baru saja kubeli. Jawaban Jonghyun ini ternyata membuat kami saling pandang. Agak aneh bila Jonghyun bilang seperti itu. kupikir selama ini dia mencari gadis itu. tapi kalau bukan, jadi selama ini dia melamunkan apa ya?

“ga nyari tapi inget namanya..”ledek key.

“iya lah..males banget aku nyari orang yang ga nepatin janjinya” Jonghyun terlihat kesal sekali pada saat mengucapkannya.

“Janji apa Jong?” tanyaku heran.

“Janji…sudahlah lupakan. Lain kali tidak usah mengikutinya hyung” lanjutnya sambil pergi ke arah pintu keluar.

“ehh..mau kemana???udah malamm” teriakku.

“ke bawah sebentar”

***

Jonghyun POV

“hah! mencari gadis itu? gadis yang bahkan tidak menepati janjinya?” gerutuku dalam hati. Bagaimana bisa onew hyung berfikiran seperti itu? aku bahkan tidak cerita apa-apa padanya.

*TING TONG*

Terbukanya pintu lift membuatku melupakan sejenak perkataan onew hyung tadi. Kulangkahkan kakiku ke dalam lift ini.

Lantai 1. Kutekan tombolnya.

Jangan harap aku mencarinya. Aku bahkan tidak menemukannya pada saat aku membuka mataku. Dia..tidak menepati janjinya.

*TING TONG*

Lantai 1

Tidak butuh waktu lama bagi lift ini untuk mengantarku ke lantai tujuanku. karena ini sudah malam jadi jarang ada orang yang masih naik turun apartment ini.

Hfff…kutarik nafas panjang. Mencoba melupakan pikiranku pada gadis itu. pandanganku tertuju pada pintu lift yang mulai terbuka. Aku mulai melangkahkan kakiku keluar. Tetapi langkahku segera terhenti ketika kulihat orang yang sedang memasuki lift ini.

dia…

Pandanganku terus tertuju padanya. Kulihat gadis ini menekan tombol nomor 11. Kemudian dia tersenyum padaku. tapi tidak lama senyumannya itu berubah. Hanya rasa terkejut yang kulihat di matanya.

*TING TONG*

Pintu lift ini tertutup kembali tanpa aku keluar dari lift ini. mata kami masih saling menatap. Bibir kami masih terkunci. Hanya sunyi yang berbicara.

“April” katanya sambil memberikan tangan kanannya padaku. sedangkan tangan kirinya masih memegang sebuah gelas plastic bertuliskan hot capucino dengan tutup transparan dan sedotan di atasnya. Dia memperkenalkan dirinya padaku?

“Jonghyun” kataku sambil menjabat tangannya. Setelah itu, hening kembali menemani kami.

“ehm..apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku padanya. Aku pura-pura tidak mengenalnya. Karena masih menyesakkan bagiku tidak menemukan dia saat aku membuka mataku. Mata gadis ini tampak membesar mendengar pertanyaanku.

“kau tidak ingat padaku?”tanyanya balik. Aku menggeleng santai menjawabnya. Kulihat matanya kecewa mendengarku berkata seperti itu. gadis ini terdiam sejenak. Kulihat dia menundukkan kepalanya. kedua kakinya terlihat saling menginjak satu sama lain. kepalanya terkesan mengangguk-angguk.

“ehm..kalau begitu..Kita baru bertemu hari ini” jawabnya. Hah? baru pertama kali? beraninya dia berkata seperti itu.

*TING TONG*

“maaf aku duluan” katanya sambil keluar dari lift ini. langkah kakinya cepat meninggalkanku. aku hanya melihatnya tidak percaya. Gadis ini!!

“April!” kukejar dan kuhentikan langkahnya. Gadis ini menatapku tajam. Kutarik tangannya kuat dan membawanya ke pintu darurat lantai ini.

“kau beraninya bilang kalau kita baru bertemu hari ini. Sudah lupakah kau padaku?” nadaku sinis pada saat menanyakannya.

“aku?bukankah kau yang tidak ingat padaku?” katanya tidak kalah sinis dariku.

“itu mau mu kan? melupakanku dan juga janjimu?” tanyaku sambil menaikkan alis kananku. Nada bicaraku mulai meninggi.

“hah!” gadis ini hanya meresponsku singkat. Tetapi tatapannya seolah ingin membunuhku. “bukannya kau yang tidak ingat apa-apa?”

“aku? Tidak ingat? aku ingat semua tentangmu. Pertemuan pertama kita. Bagaimana kau susah payah membawaku ke rumah sakit. Bagaimana kau dengan cemasnya membuatku tetap sadar. aku juga ingat bahwa kau tinggal di sebelah apartment-ku. aku bahkan masih ingat bahwa kau berjanji padaku. Ya. Aku ingat semua itu. tapi kau yang menghilang dari hadapanku. Kau!”

“lalu kenapa kau tidak mencariku?” tanyanya cepat. Matanya mengunci mataku kuat. seolah tidak ingin melepas tatapanku padanya.

“kenapa aku harus mencarimu? Kau kan yang berjanji padaku untuk tetap menggenggam tanganku. Kenapa kau lepaskan? Kenapa aku tidak melihatmu saat aku membuka mataku” April menatapku kesal mendengar ucapanku itu.

“UGH!” Tangan kecilnya tiba-tiba mendorong pundakku. Dan membuatku mundur beberapa langkah ke belakang.

“kenapa mendorongku? Kau..gila!” kataku padanya sambil membenarkan posisi berdiriku.

“kau yang gila! Kenapa aku harus ada dihadapanmu saat kau membuka matamu?” nada suara gadis ini meninggi.

“karena kau berjanji padaku untuk terus menggenggam tanganku” aku tidak teriak tapi kunaikkan nada suaraku.

“ya. Aku memang berjanji padamu seperti itu. tapi ketika kau tidak menemukanku, bukankah kau harus mencariku?” aku terdiam mendengar ucapannya.

“aku sudah menggenggam tanganmu. Haruskah aku juga mencarimu?” nada suaranya tetap tinggi saat menanyakan itu padaku. dan aku tidak mampu menjawab pertanyaannya itu. “haruskah dia mencariku?”

“KAU BAHKAN BUKAN KEKASIHKU! KENAPA AKU HARUS MENCARIMU? KENAPA??” kali ini dia benar-benar teriak. Air mata tiba-tiba menghiasi pipinya. Tangannya dengan cepat menghapus aliran air mata di pipinya.

“argh!! Damn!! Kenapa aku harus menangisimu?” tatapannya masih mengunci mataku. “menyesal aku sudah berjanji seperti itu padamu!” kata April sebelum akhirnya gadis ini pergi meninggalkanku seorang diri.

“dia benar. Kenapa aku tidak mencarinya? Kenapa harus dia yang mencariku? Dan kenapa aku berpura-pura tidak mengenalnya?”

TBC

***

A/N: di dalam cerita ini, akan banyak konflik internal dalam diri masing-masing tokoh. Jadi wajar kalo ga ngerti. Karena penjelasan konflik internalnya akan diketahui di setiap part cerita ini. terimakasih sudah baca… ^^

2010  ©SF3SI

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “HANDS OF APRIL – Part 1”

  1. huaaa….. STORMM..
    kereeenn.. tau ga aku ampe hampir lupa ama ini cerita yang mana…
    lanjuut part 2 ASAP!!!!
    aku penasarann.. itu April suka ya ama jong?? Eh Cieeeee hahahaha
    April orang depok?? O.o *pertanyaan bodoh*

    1. whoaaaa suciiiiiiiii
      iya..kelamaan ya part 1 nya? hehe..maaf ya..

      April sama Jonghyun?
      he..kasih tau ga ya? hehehe..

      April orang Depok?
      bukan..dia numpang kuliah doang di Depok hehehe

      makasih Sucii..dah komen.. *kiss =]

  2. Whuaaaa Stormmmm! Aku selalu suka sama ff nya.
    Selalu beda dr yg lainn hehehe. Aku masih kurang ngerti tp kayaknya emang otakku aja yg lg lemot hahaha :p
    Lanjuuuut!

    1. Whoaaaaaaa…kangen Rynnnneeeeeeeeeee *peluk*peluk*peluk

      ahahaha..ga lemot kok Ryne..
      aku juga ga ngerti soalnya..hehehe..

      makasih ya Ryne dah baca…mmuachhhh =*

  3. Whoaa..kok jadi versi yg ini storm yg dikirim?ga jadi yg disave di laptop ku ta?

    Kalo yg ini..aku dah ksh masukan kan ya?hehe..tapi aku selalu suka sama pemilihan kata yg kamu pake..cantik..

    Overall,walau agak padet merayap,this ff always be my fav..

    Lanjutannya ya cah ayu..^^b

    1. Peluk Ulskyyyyyyyyyyyyyyyy
      kangen kangen kangen kangen!!

      Ayo kapan kita ngopi bareng??
      huhuhu bener2 butuh masukan tentang hidupp..
      masih sibuk banget ya sama Thesis??

      hehehe..dah terlanjur kukirim yang versi ini..
      tapi kupikir ga apa2lah..hehehe

      lanjutannya nunggu moodku datang lagi hehehe
      itu tuh gara-gara berita ituuuuu hehehe

      makasih ya udah sempetin baca FF ku ini..
      Peluk Cium!! mmuachhhhh

      Miss You So, MU =*

  4. pemilihan katanya oke banget, jadi betah bacanya,hehe…
    ceritanya juga seru, Aprilnya udh bisa bhs korea ya jadinya? Cepet bgt ya belajarnya,hehe…
    bener2 pengen kerja praktek di Seoul,haha…
    ditunggu lanjutannya ya!
    Fighting!

    1. YA Tuhan! Ya Tuhan! Ya Tuhan!!
      dari sekian banyak komen hanya Dillo yang ngeh kelicikanku hahaha

      iyaaaa..akhirnya kubikin aja Dillo April-nya bisa bahasa Korea.
      habisnya agak bingung juga ya nyampurin bahasa korea, inggris, sama indonesia..
      jadi..daripada stress karena bahasa Korea..mending dijadiin aja lah April dah bisa bahasa Korea hehee

      whoaaaa..seneng deh..dillo ngeh..
      kupikir ga da yang ngeh hahaha..

      makasih dah baca ya Dillo..
      salam kenalll =]

  5. WHOA ~

    STROM HAELMONI^^

    ff nya keren !!
    aku suka cara penyusunan kalimatnya ^^

    oya, aku penasaran nih ..
    sebenarnya, april tu suka ya sama jjong??
    atau cuma jjong doang??

    ditunggu part selanjutnya 🙂

    1. ini pasti ketularan LIA dehhhhhhhh
      manggil aku Haelmoni..dasar LIAAAAAAAA hahaha

      april suka sama Jjong??
      ehm..kita liat di part berikutnya hehehe

      makasih ya Yessica udah sempetin baca..
      Peluk =]

    1. Oelfaaaaaaaa
      ituuu..lanjutannya..
      nunggu mood ku muncul untuk ngedit dulu yaaaaa

      gara-gara berita Jjong aku jadi kehilangan Mood ku nih hahaha
      *labil.sangat

      tapi kuusahain cepet kok sayang..
      makasih ya udah baca..
      *peluk =]

    1. wahhhhhh… Leena..
      makasih ya komennyaaaaaa…
      tadi dah kubuka link-nya..
      thank you..gomawo..jeongmal gomawo Leena..^^

      *mmuachhhh =]

  6. neneeek stooorm…
    kukira engkau telah melupakan hoa..
    tadinya aku mau nodong nenek, nagih nagih hoa..
    ahahaha

    aku suukaa sama april !!
    coba kalo si key mau nungguin aku juga..
    iihihihi

    si hendry oppanya gak ada, yaa ??
    😦

    1. Hendry?? lagi ke Cina dia Li..hahaha
      kayaknya di part berikutnya Hendry ada kok..
      tunggu aja ya..

      ga lupa kok Li..cuma sedikit tersangkut di pedalaman otak
      *apa sih Storm?? #hiraukan!!

      JANGANNNNNN..JANGANNNN JADI APRIL
      karena akhirnya akan menyedihkan..hehehe

      Key? mo nungguin Lia? bwahahaha
      doaaaa yang banyak Liiiii jiakakakak
      *digorok Lia!! hehe

      makasih ya Lia dah baca..
      seriuslu gomawo…*Peluk =]

        1. bwahaha..
          tadi itu..dah dipelototin Minho Li..
          katanya, “Storm, Lia jangan dicium..dia dah punya Taemin..”
          gitu katanya Li..padahal ane kan ga mo nyium kuping situ ya??
          hahaha *hiraukan!! *maklum stress..
          hakakakak

  7. hohoho. bagus sekali kerjaan kamu,stormie! kamu sukses membuat aku dilema antara jjong atau yang lain. TAPI….TUNGGU SEBENTAR…, perasaan aku aja atau emang versi yg ini beda sama yg kita diskusiin wkt itu? ah ya udahlah ya. ff kamu tetep daebak kok. daaannn…aku suka diksinya. kamu mengemas dan merangkai kata-kata jadi sebuah ff yang emosinya dalem…aissshhh!! jjong kok mempesona sih di sini??? *nunjuk scene terakhir* storm tolong tanggung jawabnya. haha. *eci banyak bacot*
    lanjut ya storm ^^

    1. dillema???sounds like song title? hehehe
      dilema kenapa onn??? ga ngerti aku.. *garuk2 kepala

      iya..emang beda..
      setelah kudiskusiin lagi sama MU.
      akhirnya kuedit aja semua hehehe

      FF yang emosinya dalem?? sumurrrrrr kali onn dalam hahaha

      Onn, yang mana scene yang bikin Jjong mempesona?
      yang di lift? atau tangga darurat?he..maaf lagi ga nyambung aku hehe..

      anyway, thank you so much ya onn
      dah sempetin baca.. *deep bow
      *hug =]

      1. dilemaaa…soalnya aku hampir bisa ngerelain jjong sm shin se kyung dan beralih ke minho *too much drama,chiiiiii…* but after reading this my mind compromised jjong AGAIN !!
        hm…jjong cool pas di scene terakhir itu lhooo…yg dia nuntut penjelasannya si april. feels cool ajalah pokoknya. hehehe. tapi sekali lagi, ceritanya daebak sangatlah! ^^d

        1. bwahahaha…iyaaaaaaa *toooooo dramaticcccccccc ahahaha
          dah pindah aja onn ke Minho..pindahhhhh
          aku aja pindah huakakak

          oh..scene yang itu..
          iyakah? hahaha..better than yang di atap ya onn??hahaha

          bwahhhh..daebak darimana onniee???
          tapi sini aku cium..hehehe..makasih onnnnn

    1. Joeeeeeeee…
      darimana murid?? heh??

      April suka sama Jjong?
      emm..aku juga belum tau Joe..
      hehehe *diketawain Joe* hehe

      makasih ya sayang dah sempetin baca..^^
      *hug =]

    1. wahhhhh…makasih Uchiii..^^

      sip!sip! aku usahain cepet lanjutannya
      tapi tergantung mood ku ya Chii..hehe..
      tinggal ngedit kokkkkkk

      makasih Uchi dah baca dan komen.. =]

  8. storm unnie~~~ aku telat baca !! muahahahahaha *salah sendiri ga pernah ke ss -___-

    oke, aku ga nyangka kalo ceritanya begini ;____;
    rasanya aku melihat jjong yang semakin keren dari hari ke hari ,_______,

    pokoknya aku suka lah ama ff ini.. mau baca lanjutannya dulu yaa.. :***

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s