My Past Future – Part 3

My Past Future

Part 3

 

Author : Lana

Main Cast : Lee Donghae, Kim Yuna, Lee Jinki

Support Cast: Jun & Gaeul

Rating : General

Genre: Romance, Friendship, Action

Length : Sequel (Chapter 2)

©2010 SF3SI, Lana.

~ ~ ~

“Appa kita mau kemana?” tanya Yuna sambil memasang kawat gigi nya. “Memberi sambutan sekaligus mengumumkan kalau Yuna resmi jadi penerus appa.” Yuna mengerutkan alisnya. “Bukannya appa bilang itu masih bulan depan? Lagipula aku kan udah bilang nanti aja kalau aku sudah kelas 9 appaaaa…” kali ini Yuna memasang kacamatanya lalu menyisir poninya hingga menggantung tepat di alisnya.

“Lebih cepat lebih baik. Kamu kenapa sih gak pake kawat permanent aja? Apa efeknya pakai yang lepas pasang gitu?” Yuna menoleh lalu menunjukkan gigi-giginya yang sangat rapih. “Identitas appa! Lagipula gigiku kan rapih. Jun aja tuh suruh pake kawat gigi.” Yuna menunjuk Jun yang sedang duduk tenang di pojok dekat pintu tepat di serong kanan keduanya.

“Huh dasar anak kecil! Penyembunyian identitas kan mulai dari kelas 1 SMA. Tapi Jun, kamu mau giginya di kawat?” sang ayah kini beralih ke Jun. “Iya! Biar ganteng Jun! Yah sekedar buat gaya aja gitu, tahu deh yang giginya super rapih udah gitu putih bersinar kayak matahari. Biar si Gaeul makin cinta!!” sambung Yuna semangat, mendengar kalimat terakhir Yuna terlihat dengan jelas air muka Jun berubah panik. “Gaeul siapa? Pacar kamu Jun?”

“Iya pa!! Udah pacaran dari kelas 1!! Bayangin!! Keren ya??”

“Ah tidak tuan besar. Tidak seperti itu!”

“Udah ngaku aja sih Jun!!” goda Yuna sambil menendang-nendang ujung sepatu Jun. “Tuan besar, kita sudah tiba.” Jun buru-buru keluar dan membuka kan pintu mobil untuk tuan besar dan Agassi nya.

“Mereka semua mafia di Korea?” tanya Yuna dengan suara berbisik begitu melihat sekumpulan laki-laki berpakaian rapih, dan beberapa anak muda yang terlihat sangat keren, gagah juga tampan. “Ne! Para mafia penerus perusahaan orang tua mereka dan juga para anak buahnya.”

“Wooowwww!!! Keren!” umpat Yuna terkagum-kagum, beberapa dari mereka memberikan senyum ramah begitu melihat Yuna yang berjalan di sebelah ayahnya. Dan beberapa dari mereka melambaikan tangan. “Appa appa… para penerus itu sudah umur berapa?” bisik Yuna lagi pensaran. “Sekitar 19-20. Ada juga yang masih seumur denganmu, tapi hanya beberapa tidak banyak lah. Mungkin 2 atau 3 orang saja.” Yuna mangut-mangut sambil sesekali balas tersenyum kepada mereka.

Keduanya berjalan menuju kursi yang tersedia di dekat panggung. “Wah! Tuan Kim. Anda sudah tiba, ini pasti si cantik Rin Ri?”

“Ne. Rin Ri beri salam padaYong-ssi, dia adalah wakil ketua.”

“Bangapseumnida Yong-ssi. Rin Ri, Kim Rin Ri imnida.” Yuna membungkuk lalu tersenyum. “Rin Ri, kamu jalan-jalan aja. Appa mau ngobrol dulu, Jun tolong temenin Rin.”

“Ne.” Yuna mendengus lalu segera menyingkir, melihat setiap laki-laki tampan yang sedang asik mengobrol. Andaikan dia lebih besar sedikit pasti dia bisa dengan santai bergabung dengan mereka dan mendapatkan salah satu di antara mereka. Sayangnya dia baru kelas 8 (T.T) … Terlalu muda untuk bergabung dengan kumpulan laki-laki itu.

“Jun! Bantu aku dulu, ada barang-barang tuan yang harus di bawa!”

“Ne.”

“Hey!” seru Yuna. “Maaf Agassi, kami pinjam Jun dulu. Maaf saya lancang.” Yuna menghentakkan kakinya dengan kesal. Yuna berjalan pergi sambil bersedekap, ia ingin sekali pulang dan menghabiskan waktu di rumah.

 

I’ll go anyewhere for you

Anywhere you want me too

 

“Wae?”

“Ya Yuna! Tolongin aku bikin pr Fisika ya?”

“Aku sibuk sekarang nanti aja.” Tut tut tut.. Yuna langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas. “Dasar Gaeul menyebalkan! Enak saja dia minta bikinin pr fisika, aku aja mati-matiian ngerjain pr fisika kemaren!” gerutu Yuna sambil berjalan mendekati danau.

“Hei!” seru seseorang yang langsung menarik lengan Yuna. “Ne?” Yuna mengerutkan alisnya dengan bingung. “Berhati-hatilah, lihat larangan di sana. Anak kecil di larang mendekati danau karena baru saja hujan semalam jadi licin. Satu langkah saja tadi maka kau akan terpeleset dan masuk ke danau.”

“Enghhh…” sekarang Yuna jadi bingung, harus mendengar nasihatnya atau menatap wajahnya.

“Hyuunn!!! Cepat kemari!!” panggil seseorang dari kejauhan. “Neee!!! Hei? Apa kau dengar aku bicara apa?? Ayolaaahh jangan memandangi aku begitu, aku kan berniat menolongmu bukannya justru mencelaka kan mu. Sudahlah, aku buru-buru. Ingat! Berhati-hati!!” orang tersebut langsung berlari meninggalkan Yuna yang masih terpesona dengan wajahnya.

 

***

 

“Yuna… kamu lagi jatuh cinta ya?” tanya Jinki sambil menggoyangkan tubuh Yuna. “Eeennggghh.. gak juga sih, ehehehe… tapiii lagi terpana sama seseorang.” Jawab Yuna sambil menahan senyum. “Siapa? Aku ya?” Yuna langsung mengerucutkan bibirnya lalu berusaha kembali focus membaca. Sementara itu di kelas sebelah terdengar kerusuhan dan teriakan-teriakan juga tawa yang sangat keras.

 

Di kelas 8-2

 

“AAAAA!!!!”

“Yaaahh masa cewek tomboy takut ular MAINAN?”

“YA HAN TAE WO! SAMPE KAMU NGEDEKET AKU HAJAR!!!!” ancam Gaeul penuh emosi, tapi juga ketakutan. “Ini cuma mainan Gaeuuulll masa takut sih?” yang bernama Han Tae Wo itu nekat mendekat sedangkan murid lain yang menyaksikan ada yang tertawa ada juga yang ikut-ikutan takut. “Aku gak takut tapi gak suka!!!!!” jerit Gaeul geram sambil terus melangkah mundur seiring Tae Wo yang tetap mendekat.

“Ini cuma mainan ya ampun! Cuma karet yang bentuknya di bikin kayak ular. Belajar buat gak takut dong! Udah kelas delapan juga!” Bukan… Gaeul  bukan takut.. tapi ia memiliki pengalaman buruk dengan hewan melata bernama ular itu. Jadi meskipun hanya mainan, yang namanya trauma akan langsung mendominasi pengontrolan terhadap diri kan?

“Aku gak mau!!! GAK MAUUUUUUU!!!! AH AH AAAAAAAAAAAHHHHHHH!!!!!!!!” Gaeul benar-benar menjerit sekuat tenaga saat Tae Wo mendekatkan ular karet tersebut di depan wajahnya.

“Hey!!” seru Tae Wo tiba-tiba, Gaeul langsung membuka matanya. “Kalau dia bilang gak mau yah gak mau. Gak usah maksa orang sembarangan!” ujar Jun dingin dan datar. “Santai aja dong!” Jun mengangkat alis kirinya. “Harus?” Jun mencengkram siku Gaeul lalu menariknya dengan lembut.

“Engh.. Yuna…” ujar Gaeul pelan. Murid yang lain menyingkir tidak ingin ikut-ikut masalah ini. Di belakang Yuna, Jinki hanya bisa menatap mereka dengan bingung. Bingung kenapa mereka langsung diam, bingung ada apa dengan Gaeul, dan bingung apa yang sedang mereka lakukan sekarang. “Ke UKS aja.” Ucap Yuna tidak kalah dingin dari Jun tadi. Jun menurut dan langsung membawa Gaeul ke UKS.

“Kalian tahu gak kalau kalian ini ganggu kelas kami? Kami ini di sebelah lagi berusaha konsenterasi belajar. Sedangkan kalian malah merusuh, ngetawain orang pula! Apa maksud kamu ngasih ular karet ke Gaeul? Masalah Gaeul dia mau suka ular apa enggak, bukan urusan kamu untuk bikin Gaeul gak takut sama ular walaupun cuma terbuat dari karet. Kalian semua juga! Bukannya ngingetin dia supaya berhenti malah pada asik nonton, kalian pikir bagus? Lucu? Bermutu?!” Yuna memukul pintu dengan emosi sehingga beberapa murid termasuk Jinki terlonjak kaget.

“Aku gini bukan semata-mata belain Gaeul, tapi karena kalian ganggu ketenangan! Dan tolong kalau main tuh yang bener!” sembur Yuna kesal.

 

~ ~ ~

 

“Gak ada yang luka kan.” Tanya Jun mengambang, Gaeul hanya menggeleng. “Ada yang sakit.” Kali ini Jun berbicara tanpa nada dan lagi-lagi Gaeul hanya menggeleng. “Terus kenapa nangis?” Gaeul langsung mendongakkan kepalanya bingung. “Itu, matanya berkaca-kaca.” Dengan cepat Gaeul mengusap-usap matanya.

“Bel pergantian pelajaran. Mau masuk apa enggak? Kalau gak mau ya udah di sini aja.”

“Tunggu!” Jun menghentikan langkahnya. “Lusa… hari ulang tahun Chun oppa. Yang artinya hubunngan kita.. ehem.. hubungan palsu kita udah berjalan selama 1 tahun. Kamu…. Masih mau lanjut atau enggak?” tanpa melirik apalagi menoleh sedikitpun, Jun menarik kenop pintu dan meninggalkan Gaeul sendiri di UKS.

Kenapa…? Aku kan mau hubungan kita jelas. Aku capek naro harapan ke kamu, aku juga capek sama sikap kamu yang kadang-kadang bisa sangat dingin dan tiba-tiba kamu jadi hangat. Kenapa kamu gak mau bikin hubungan kita clear? Kalau kamu emang suka Yuna mendingan bilang dan kita berhenti sandiwara. Buat apa kamu belakangan ini sok gentle dan selalu bikin aku berharap kalau ternyata kamu lebih suka Yuna? Pikir Gaeul lalu menghela nafas berat.

“Psst.” Gaeul menoleh dan mendapati sosok Jinki mengintip di sela-sela pintu sambil tersenyum. “Heeeyy what’s wrong??” tanya Jinki khawatir lalu duduk di sebelah Gaeul. “Did you have a fight with Jun, huh? Don’t cry, you’re a big girl.” Hibur Jinki sambil mengelus pundak Gaeul. “It’s okay, sometimes in relationship we’re gonna fight with someone we love but truly it’s for your best. Sebentar lagi Jun pasti baik lagi, tenang saja.” Ujar Jinki bijak sambil menepuk pundak Gaeul.

“Woah! Hangeul kamu bagus!!” Jinki mengerutkan alisnya bingung melihat ekspresi kecewa Gaeul yang tiba-tiba berubah jadi cerah. “It’s kinda weird, how much mask in your face?” Gantian Gaeul yang mengerutkan alis. “Ne?”

Never mind. Oh ya… sabtu ini mau nonton? Ada film bagus.”

“Mau.. banget! Tapiii.. hari sabtu kakak ku ulang tahun dan ada pesta..”

“Owh, it’s alright ^^ … just enjoy the party right then.” Jinki tersenyum. “Oh iya! Kamu dateng yah ke pesta Chun Li oppa! Hari sabtu di mulai jam 5 sore, ya ya ya ??”

Is it okay if I’m coming?” Gaeul mengangguk dengan yakin. “Kalau gitu okay!”

“Yey!!! Nanti kita ketemu di sekolah aja ya.” Jinki mengangguk mengiyakan.

 

***

 

“Chun oppa!!” panggil Gaeul sambil berlari menaiki tangga rumahnya. “Ya ampun!!! Tega banget sih?! Aku kan sahabat kamu juga!” Gaeul langsung mengurungkan niatnya untuk langsung menerobos masuk kedalam. “Aku usahain ya ampun! Dari kemarin juga udah di bujuk, tapi dia nolak. Aku musti gimana? Aku udah minta tolong Gaeul, Haeya bahkan minta guru-guru segala! Okey enggak yang soal guru itu aku berlebihan. Cuma maksudnya.. aku udah berjuang!! Bayangiinn doongg!!!”

“Okay! Malem ini yah! Gak apa-apa Hae!!! Biar sekalian! Kamu juga salah.. iya iya ngerti!! Tapi aku kan bukan Yuna. Aduuuhhh iya!! Harus aku bilang berapa kali?? Oke! Hem!” Chun Li mematikan ponselnya dan ujung hidung seseorang menarik perhatiannya. Perlahan demi perlahan Chun Li berjalan mendekati pintu.

“WOY! NGUPING AJA TERUS!” teriak Chun Li dan membuat adik terakhirnya tersebut hampir kehilangan jantungnya. “Oppa!!!!! Ah!!!”

“Kurang kerjaan banget sih?! Sini sini sini! Dasar anak SMP gak tahu di untung!” omel Chun Li sambil menjewer kuping adiknya dan menyeretnya masuk. “Aaaaaaaaahhh sakiiittt!!!!! UMMAAAAA!!!!!”

“Ah cengeng dasar!” Chun Li melepas jewerannya dan menoyor kepala adiknya dengan kasar. Gaeul mengelus-elus kupingnya yang merah sambil berusaha menahan tangis. “Ngapain pake nguping segala?! Bagus emangnya kayak gitu?! Kamu tahu sopan santun gak?!” sembur Chun Li emosi, sedangkan Gaeul masih berusaha menahan tangis dan tetap menyahuti omelan kakaknya dengan anggukan.

“Aku tanya kamu mau ngapain ke sini? Emang niat nguping?! Iya? Ha?! Bagus yah anak kecil jaman sekarang, kelakuannya gak ada yang di jaga!” Gaeul menggigit bibir bawahnya. “Ak.. aku cum..-“

“Minta maaf sekarang!!!” bentak Chun Li. Kali ini Gaeul benar-benar ingin menangis, tadi di kelas ia di berikan ular karet, lalu saat di UKS Jun bersikap tidak baik dan sekarang saat ia hanya ingin menceritakan harinya pada sang kakak ia justru di jewer karena di sangka sengaja menguping dan di paksa meminta maaf.

“Kenapa? Mau nangis? Mau ngadu? Ngadu sana! Jelas-jelas kamu yang salah.”

“AKU KE SINI CUMA MAU CERITA! AKU TADI GAK MINAT NGUPING TAPI GAK SENGAJA DENGER! DAN OPPA JUGA NGOMONG DENGAN SUARA YANG TERBILANG KERAS! SEKARANG KENAPA HARUS AKU YANG DI SALAHIN?! KENAPA GAK ADA YANG MAU BELAIN AKU?! KENAPA KAKAK YANG AKU IDOLAIN MALAH JAHAT SAMA AKU?! AKU BENCI OPPA! AKU GAK SUKA CHUN LI OPPA! AKU GAK SUDI DATENG KE PESTA OPPA! SELAMANYA AKU BENCI OPPA!!!!!!!!!” jerit Gaeul sekuat tenaga hingga urat-urat di lehernya terlihat, air mata mengalir deras membanjiri pipinya. Dengan penuh amarah dan rasa kecewa Gaeul keluar dari kamar Chun Li dan membanting pintu kamarnya.

Chun Li tercengan melihat adiknya yang selalu ia tindas tiba-tiba mengamuk, cepat-cepat Chun Li mengejar Gaeul. “Hyung di kamar aja, biar aku yang bicara sama Gaeul.” Ujar Rae dingin saat Chun Li berpapasan dengan adik pertamanya itu. Chun Li menghela nafas, dan menurut. Walaupun Rae sangat pendiam, tapi dialah pencair suasana.. jika ia sudah bicara maka semua orang akan tercengang seolah baru saja mendengar orang bisu yang tiba-tiba bicara.

Tok tok tok…

Tanpa meminta izin Rae langsung membuka pintu kamar Gaeul dan masuk ke dalam. Ia menghampiri adiknya yang sedang menangis sesunggukan di atas kasur. “Ayo jalan-jalan, aku mau ajak kamu ke toko kue paling enak.” Rae mengulurkan tangannya sambil menunjukkan senyum langkanya. “Udah ayo, oppa yang traktir untuk adik kecil oppa yang sudah besar.” Rae menggandeng tangan adiknya dan membawanya keluar.

“Tuan..-“ Rae mengangkat tangan kanannya. “Aku naik sepeda.” Sambung Rae singkat dan langsung memboncengi Gaeul. Keduanya bersepeda dalam diam, hingga Rae berhenti di sebuah toko bercat coklat dengan papan bertuliskan “Sweetie Cake & Day” menggantung di pintu. “Ayo.” Rae merangkul Gaeul masuk. Alunan musik soft langsung menyambut mereka, suasana toko benar-benar nyaman.

“Chesse cake dan iced choco blanded. Ini enak, cobalah.” Gaeul yang masih sedikit terisak mencoba minuman tersebut lalu mengangguk. “Gaeul adik oppa itu tidak cengeng, jadi apa yang bisa buat kamu nangis hari ini?” tanya Rae sambil mengelus kepala Gaeul lembut.

“Tadi.. di sekolah, temen aku ngasih ular mainan. Aku gak suka tapi dia maksa, gak ada yang mau belain aku semuanya malah ketawa. Sampe akhirnya Jun dateng, terus dia bawa aku keluar tiba-tiba di pintu udah ada Yuna. Yang aku tahu Yuna ngomel di kelasku gara-gara mereka berisik. Terus waktu di UKS, aku mau bicara baik-baik sama Jun. Tapi dia malah ninggalin aku gitu aja, dan malah nyuekin aku sepanjang hari. Pas pulang niat aku mau cerita sama Chun oppa, tapi ternyata Chun oppa lagi terima telephone. Aku cuma mau nunggu sampe dia selesai telephone aku gak niat nguping sama sekali dan lagi aku gak ngerti apa yang di omongin. Tapi tiba-tiba aja di jewer, di bentak-bentak terus di suruh minta maaf. Aku kan gak suka oppa! Aku cuma butuh temen cerita tadi, tapi Li oppa malah kayak gitu!”

“Gwencahan Gaeul-ah… uljimayo.” Ujar Rae lalu bergerak memeluk adiknya yang matanya kembali berkaca-kaca. “You have me here, my little girl. Datang kapanpun kamu mau, sesibuk apapun itu aku akan tetap menomor satukan kamu. Ok? Li hyung tidak bermaksud kasar padamu, hanya saja dia memang orang yang tidak suka orang lain mengganggu privacy nya. Kamu mau maafin Li hyung kan? Sebagai adik yang baik.” Rae melepas pelukannya.

“Tapi..”

“Kalau begitu demi oppa, kalau Gaeul sayang oppa berarti Gaeul harus maafin Li hyung. Mau?” Gaeul berfikir sebentar lalu mengangguk. “Good! That’s my girl.” Rae mencubit hidung Gaeul lembut. “Salanghae oppa!” Gaeul mencium pipi Rae lalu memeluknya. “Harusnya kita sering-sering jalan berdua, kan lumayan. Aku bangga jalan sama cowok ganteng kayak oppa, ekeke~.”

“Kalau…- Jun!” Gaeul reflek menoleh. “Oh, Jong Rae sunbae.” Jun membungkuk. “Sendiri? Mau bergabung?” Rae menawari. “Oh, gomawo sunbae. Aku buru-buru, hanya membeli ini saja. Silahkan melanjutkan kembali.” Jun lagi-lagi membungkuk, lalu tersenyum sekilas pada Gaeul sebelum akhirnya berbalik dan berlalu. Rae menatap adiknya penuh tanya, Gaeul hanya mengangkat bahu.

 

***

 

“Yuna.. ya ya ya?? Dateng yaaa??? Pleaseeeeee….” Chun Li kali ini benar-benar memelas. “Engh.. tapi sunbae..-“

“Kalau kamu gak mau dateng nanti si Gaeul juga gak mau dateng, padahal besok juga hari jadi dia sama si Jun. Aku padahal udah nyiapin hadiah buat dia, ayolaaaahhh.” Lagi-lagi Chun Li memohon. “Sunbae sih, mentang-mentang kakak pertama kasar banget sama Gaeul.”

“Aduuhh aku musti bilang berapa kali? Aku reflek Yun.. serius deeehh gak lagi sumpah! Bantuin aku kali ini aja oke? Udah dong berhenti nyalahin aku, udah kemaren Haeya juga ngomelin aku, Rae sama aja eh sekarang kamu mau nyalahin aku juga? Maaf maaf.. aku musti bilang berapa kali?”

“5 kali.”

“Ya ampun! Aku udah ngomong maaf lebih dari 5 kali Yun!!!”

“Tapi belum sama sekali ke Gaeul nya, iya kan?? Oke, buat kali ini aku usahain deh. Tapi kalau sekali lagi sunbae nindas Gaeul aku gak akan mau bantuin sunbae lagi.”

“Oke oke.. janji gak lagi. Tapi kamu juga janji ke pestaku barengan Gaeul sama Jun.”

“Iya beres!”

“Thanks ya Yuna!!! Aaaahhh, Yuna emang baik deh! See you tomorrow!” Dengan santai Chun Li kembali ke gedung SMA nya yang terletak di sebelah gedung SMP Yuna. “Yuna!!” reflek Yuna menoleh mendengar seseorang memanggil namanya.

“Besok jalan yuk!” Yuna memutar bola matanya malas. “Gak bisa.” Jawab Yuna sekenanya. “Yaaahhh… Nasib tiket ku gimana dong??”

“Ya gak gimana-gimana lah!” Yuna melangkah meninggalkan cowok tersebut. “Kenapa gak bisa sih? Sayang nih tiketnya.” Cowok tersebut mengimbangi langkah Yuna. “Yah gak bisa aja.” Jawab Yuna masih memandang lurus ke jalan. “Gak bisanya tuh kenapa?”

“Ih Jinki banyak nanya nih!!!!” sembur Yuna gemas. “Makanya jawab dulu kenapa gak bisa?” Jinki tetep aja ngotot. “Besok aku mau dateng ke pesta Chun Li oppa nya Gaeul, puas??” Selalu begini… Jinki yang selalu banyak tanya dan Yuna yang paling tidak suka di tanya-tanya, buntut pembicaraan mereka pasti bertengkar. “Ya udah, aku ikut kalian boleh gak?”

“Jangan banyak tingkah deh!” Jinki langsung mengerucutkan bibirnya. “Ki… beliin minum dong.” Permintaan Yuna yang tiba-tiba itu sukses bikin mata Jinki yang sipit jadi melebar walaupun tetap sipit. “Hah? Enak banget main nyuruh orang sembarangan!” tolak Jinki. “Ya elah… aku tuh minta tolong bukannya nyuruh. Mau masuk surga gak?”

“Iya iya.” Dengan malas Jinki belok ke kanan ke arah kantin sedangkan Yuna tetep jalan ke lantai dua. Kebetulan banget, Gaeul sedang asik mandangin anak-anak yang main basket di lapangan dari koridor di depan kelasnya.

“Gaeul, party nya Chun oppa besok kan yah?” Gaeul menoleh malas. “Udah gak usah dateng juga gak apa-apa.” Sahut Gaeul. “Yah? Kok gitu?”

“Males aaaahhh.. aku aja gak dateng, kita jalan aja deh.”

“Kan aku gak enak sama Chun oppa.”

“Ya udah kamu dateng sama Jinki aja berdua. Aku udah ngundang dia waktu hari rabu kemarin.”

“Gaeul…” Ini untuk… bener-benar untuk pertama kalinya Yuna memasang wajah melas dengan puppy dog eyes yang sangat meluluhkan hati. Dia memang tidak begitu mahir dalam hal aegyeo, jadi jurus andalannya hanya puppy dog eyes dan wajah melasnya. Sebelumnya Yuna tidak pernah mempraktikan ini di luar rumah, jadi Gaeul orang pertama yang melihatnya.

“Omooooo!!! Yuna-ah!! Aaaahhh!!!” Gaeul hendak mencubit pipi Yuna gemas. “Eits! Stop! Janji dulu bakal dateng ke pestanya Chun oppa.” Ancam Yuna masih mempertahankan mimic nya. “Oke oke.. aaahhh cute!!!” Gaeul mencubit pipi Yuna dengan gemas sangat-sangat gemas. “Aww.” Yuna mengelus-elus pipi kirinya yang memerah. “Jun!” seru Yuna tiba-tiba, rona wajah Gaeul berubah masam.

“Besok dateng ke pestanya Chun Li oppa yah, kalian kan anniversary. Nanti bareng aku berangkatnya. Oke?”

“Ne.” entah ada apa dengan dirinya, tapi yang pasti sekarang Gaeul benar-benar merasa kesal. Kenapa Jun selalu menuruti perkataan Yuna? Selalu Yuna… oke, Yuna memang sahabatnya dari kecil. Tapi bukan berarti Yuna jadi orangtua ketiganya dong? Lagipula, kenapa Jun waktu hari rabu itu kesannya benar-benar tidak suka begitu Gaeul menyinggung soal hubungan mereka. Tapi tadi, dengan enteng Jun menyahuti Yuna.

Aaaahhh… Gaeul benar-benar tidak suka situasi seperti ini. Sekarang ia benar-benar berharap Jun bertukar posisi dengan Jinki, sehingga perasaan Gaeul terhadap Jun tidak akan berkembang lebih jauh lagi. Karena ia tidak ingin berharap lebih dari Jun, bukan sekedar mengantisipasi pencegahan jadi the desperate Jun lover. Tapi memang untuk menghindari perkembangan hubungan dari pretending to the real relationship.

 

 

***

TBC

P.S : Kalau bukan waktu hari minggu ada reader yang nanyain nih FF mungkin kagak bakalan di publish dah part ini sampe akhir bulan november.. hahaha. Aku lagi ngirit waktu nih, banyak tugas dan kerjaan yang menumpuk. Jadi harus bisa bagi waktu, jam ku buat nulis FF kepotong pula buat ngurusin nih blog. Makanya aku lama-lamain publish nya, menghindari kejar tayang yang bakalan bikin para reader nunggu.. ahahai *yaahh walaupun gak ada yang nungguin*

Ehh iyaaa.. sekedar curcol dikit.. mwuehehe.. nama cast ku Yuna itu sebenernya bukan Kim Yuna tauk -.- .. tapi efek ada ice skater yang namanya Kim Yuna, jadi banyak yang ngira namanya Kim Yuna. Dan berhubung kalian kenalnya sama Kim Yuna.. ya udah laaaaahhh.. aye ngikut aja.. hahaha walaupun sering ngatain kalian sotoy /BLETAK .. mwuahaha.. canda canda.. udahan aaahh kebanyakan bacot nih aye akakaka~

 

-Lana istri Onew nomor satu yang baik hati dan sangat sombong.. ngiyahahahha XD –

©2010 SF3SI, Lana.

This FF/post has made by Lana and has claim by her signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

63 thoughts on “My Past Future – Part 3”

  1. jun jual mahal nih. sok dingin ah, aku cekek juga dah si jun itu. tapitapitapi…aku sukaaaa…, aku suka juuunnn…aku suka my past future krn mw ngeliat si juuuuunnnnn…terutama scene dy sm gaeul. hehehe. banyakin scene mereka ya,lana ^^

    1. Hahahahaha..
      ya ampuuuunnnn.. kasian amat dah ini suami ku Jinki kalah pamor sama Jun kalau di MPF
      bwuahahahah~
      Tenang-tenang… ehem.. part 4… anda pasti *lebih tepatnya aku berharap* melted sama Jun-Geul… ekekekek~
      MAKASIH EONNIE UDAH MAU BACA DAN KOMEEEENNN~
      *mcuaaahhh~

  2. jun minta dibotakin nih -,- aaaah itu siapa kakaknya gaeul??rae kan??naksir sayaaa *__*
    lanaaaaaa~ kangeeeeennnn~~ ;____; ayo sini main kerumah sayaaaa

    1. FATHIAAAAAAAAAA~
      Ih sumpah yaaaaaa… ada aaaaajjjjaaaaaaa kendalanya!
      Kemarin tuh waktu hari minggu gue udah bulet banget mau surprise ke rumah lo..
      tapiiii =.= …. gw malah sakit.. klimaks banget tuh waktu hari minggu.. tepaaarrr~
      Hwuuuaaa kanget fathiaaaaaa.. sangaaaattt~~!!!!

      Rae??? BWUAHAHAHA… Fathia naksir Rae??? Junggi mau di kemanain???
      Hahaha.. sayangnya Junggi dan Rae bertolak belakang.. ye gak?? Jiakaakkaka~
      Tapi lo gak nganggep Rae kayak kakak lo kan ?? -.-“

      1. apaaaaa hubungannya sama junggi -.-“”
        huagagaga itu mah kayak langit sama bumi,mirip H4# deh .__. iya ga sih??

  3. Jun… Jun… Jahat bgt sih kmu…
    Ksihankn si gaeul…
    Lma2 kamu aku mutilasi lo sok dingin bgtu, tw rsa dah…
    wkwkwkwk…

    Onnie, aku sudah sangat amat banget nunggu nih ff…
    Part slnjutnya cepetan ya….. *puppy eyes*
    ^^

    1. Hahahahhaa
      sabar buuu sabaaaarrrr~
      Kalau kamu mutilasi Jun siap-siap aja di bakar sama Gaeul.. hahaha

      Uwaaahh?? Iya???
      Gak nyangka ada yang nungguin FF abalan ku ini.. hwuahahahahah
      Siiiipppp ^^
      GOMAWO YA HONEEEYYY~ 😀

    1. Hayo hayoooooo
      di tunggu saja yaaa.. hohoho

      Uuuu miaaaannn.. di part ini emang sedikit T.T
      Jadi jadi jadi.. ganti-gantian.. kan cast nya ada 4 dengan 2 kisah jadi mau gak mau part nya ganti-gantian ^^
      gak apa-apa ya????
      GOMAWOOOO~
      😀

    1. Iya bukan ya??? Iya bukan yaaaaaa~
      Hwuehehehe…
      Liat nanti aja ^^

      Iya iya… maaf yaaa
      Part nya eang ganti-gantian.. emang di part ini sedikit tapi yang nanti enggak pokoknya selang-seling gitu ^^
      soalnya kan gak cuma satu kisah.. jadi harus berbagi part 🙂
      ekekeke~

  4. Awwwww KAK LANAAAA! Aku jadi pengen punya kakak kayak Raeee! Tapi maunya tigaaaa gamau satuuu hahahahaaa.
    Entah kenapa ya, dari dulu aku suka karakter cowok yang pendiem, cool, terus ganteng baik gitu kayak Jun. Gatau kenapa aku jadinya suka sama sikap Jun ke Gaeul hehehe.

    Selama apapun aku nungguin ff ini kok 😉

    1. RYNEEEEEEEEEEEEE~
      AKU KANGEEEENNNN
      BANGET BANGET BANGET SAMA KAMUUUUUU~ !!!!

      Hah?? 3 ??? BWUAHAHAHA~
      Aku satu aja udah sujud syukur deeehhhh *maklum efek brother complex*
      Hahahahha… banyak amat yak yang suka ama Jun??
      Tau gini Jun aku ganti Minho aje daaahhh…
      Kan kesian.. masa Jinki nya malah kalah pamor..
      hahahaha

      Makasih honeeeeyyy~ 😀

  5. lma amat publishny lana.
    amat jg g lm2.
    pletak*djitak lana,g nymbung tw*

    😀
    ninggalin jejak dlu
    cliiiiiiiiiiiiiiiiinnkk

    1. Nadiaaaaaaaaaa~
      Hohohohohoho~

      Suka gak ya?? Tanya gih.. hari ini dia gak pulang ke rumah ku
      hahahaha
      Pokoknya part 4 ada bom hahaha
      tunggu aja yah kalau penasaran ^-^

      Hahahaha… santaiiii…
      Taruhan yuk si Jinki bakalan berhasil apa enggak
      hahahahhaha~

      GOMAWO NADIAAAAA~ ^O^

    1. JOOOOOOOOOOEEEEEEEEEEE !!!!!
      MISS YOU SO DAMN !!!!
      AKU AKU AKU AKU JUGA SANGAT SANGAT SANGAT KANGEN BOCAH KECILKU JOE… BWUAHAHAHAHAH~ *hug Jo*

      Hohohoho.. Udah selesai ulangannya??? UUB? Atau PU?
      Semoga hasilnya bagus 🙂
      Leeehh?? Besok???
      Kagak kagak.. enak ajeeee….
      tunggu 5 hari lagi oke???
      mwueheheheh~

  6. wkwkwkwk!!!!!

    LANEEEEWW…..LANEEEEWWWW……….

    ternyata mantap juga ya ceritanya!!!!! XDDDDD

    tapi begonya awak baru baca chap.2! gak marah kaaaaann~~~~????? kan??? kan??? kan????? *oposeh*
    eheheheheh!!!!

    chap.1 nyusul laaann abis UN & SNMPTN yaaaakkk????? uhuhuhhuhuhuhuhuhhh *;_____________;*

    1. Kak Nia… ANDA BERCANDA YA??!!!
      ABIS UN & SNMPTN ???!!! KEBURU BASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~ !!!! *naek darah*

      Hahahaha.. enggak enggak.. gak usah baca juga gak apa-apa kali kak.. santai sajoooo~
      Sama Lana mah selow ajeee daaaahhh ahahahha~

  7. NENEEEEKK….
    kukira nenek udah lupa ama ff ini =,=

    haduuuh..
    andai saja kakakku seperti rae..
    mungkin aku akan mencintai kakakku sendiri (?)

    sumpah aku pengen nyekek si jun !!
    datar banget tuh orang !!
    minta dimasukkin ke lubang buaya !!
    sabar, gaeul..
    kalo sebel ama si jun, yaudah si jun buat aku aja
    huwahahhahaa

    itu si jinki..
    kayaknya imuuut gitu..
    kayak aku..
    kekekek~

    lanaaa..
    neneeeek..
    awesome ^^

    1. Lupa???
      Ya enggak lah.. tapi aku berharap lupa.. hahahahha
      Sayangnya nih FF nangkring di kompi ku udah berjuta-juta tahun jadi aku publish biar yg di komp bisa langsung di delete
      bwuahahahahha~

      Ahhh gak usah nenek! Aku aja gitu!
      Bwuahahaha.. maklum brother complex *alasan yg tak kreatif.. hahaha*

      Hahahaha?? Iya datar??? emang aspal ! =.=”
      Datar datar juga kereeeennn wkwkwkwwk
      andaikan yang jadi Jun aku ganti Minho kayaknya lebih bagus deh.. mwuehehehe~

      HEH ! JINKI PUNYA ANE! JANGAN SEMBARANG!
      AWAK CEKEK MATI KAU!
      *Ngumpetin Onew di kamar mandi*

      Hahahhaa.. makasih makasih..
      aku tahu kok.. wkwkwkwk~

  8. Lana.. entah magic apa yg km kasih di ff ini,, part ini baguuuuus.. gaeulnya banyaaak.. love it.. hehehe.. suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka suka.. bunda sukaaaa.. ga sabar nunggu part selanjutnya.. hehe..

    1. Leh???
      Hahahahah baru ini aje nih yang demen banyak Gaeul nye.. kkkkk~
      Aku pikir bunda bakalan gak suka.. Ini FF abalaaaannnnnn.. magic nya yah abalan juga *apaan sih lan?!*
      hahahaha~

  9. Aja aja ada? -_-”
    kamus bru ea lana
    kekekeke~ 😀

    sm2,lgian eon jg serg komen.
    Cman idny aj yg bda.

    Komenkn bkin trknal gt*g nyambung lg*.
    😀

    1. Aaahhh itu mah udah lama di kamusku *apaan cob?! wkwkwkk*
      Makanyeeee kalo komen tuh id nya samaan! Biar aye kagak salah orang.. ngeeehhhh~
      Ih buset daaahh.. eon.. udah minum obat belon sih??
      Akakaka~

  10. ituuu… pastiii yang bikin yuna terpanah Jongg ya??
    hahahaha….
    aku suka deh couple Jun-Gaeul.. Sukaaaaa >..< / plaaakk *abaikan yang ini*

    Lannjuuut Lannn ga mau tauuu LANJUUUTT!!!!

    1. Eeeehhh ada Suciiii ahahaha…
      SOTOY NIH ! *Suci: Eh nyantai dong lan! Gak usah nyolot!*
      Hahahaha…
      Ckckckckk… kenapa kagak ade yang bilang suka sama couple Yun-Ki sih??? Naseeeebbbb~

  11. tadi chun li teleponan sama siapa? kok ada haenya?
    apa sama donghae?

    waaawww.. jun mah kelewatan ama gaeul iihh..
    pengen aku jewer jun nya.

    waktu gaeul di jewer ama chun li. aku jadi pengen nagis.

    tapi lana.. ini kereeen kook.
    kira-kira bakal ada apa ya di pestanya chun li?

    1. Wedew.. yang ngeh kayakny ecuma Oki eon aje dah.. jiakakaka~

      Jangaaann nanti kalau di jewer Jun gak cool lagiiii… kkkk~
      Unyuuuu.. kenapa?? Kok pingin nangis??

      Ekekek GOMAWO SANGAT OKI EOOOONNNNN~ ^O^

  12. ni ff ud q tngguin dr dulu..
    biasa’y khan breng ma SME..
    tp,
    dua2’y g kluar2*curcol*

    hya~
    jun gmana siy??
    jngan ngegantungin gaeul gt dunk..
    q tw kuq jun ud mlai ska ma gaeul*sotoy*
    ntu co yg kta yuna ganteng bkal jd tokoh tetap apa cuma lewat??
    hae mu bliq k korea pas ultah chun li??
    gmana nsib hubngan onew-yuna??

    pansaran..pnasaan
    jd?
    kpan kluar lnjtan’y??
    jgn lma2 ea..

    1. Uwaaahhh mian Chacha eon bikin eonnie nunggu T.T
      eheheh..
      Loh kan SMEW udah out ^^

      Hwohohohoho
      cie cie pengamat cintaaaa
      uhuhhuuuyyy~
      Heeemm tokoh utama apa bukan yaaa???
      Kayaknya cuma tokoh sampingan aja deh.. ekeke~

      Sip eonnie ^^
      Tak akan lama.. uhuhuuuyyyy..
      ekekeke~

  13. aaaaa aku reader baru nih disini. jadi ngebut baca nih FF yang katanya bagus hehehe. aku suka banget sama ceritanya tapi kok Jinki jadi ganjen banget ya disini/PLAK gyahahaha tapi aku suka banget sama jun cool to the max :3 next part ASAP ya author ^o^

    1. Wah?? Reader baru nih??
      ANNYEONG HULA HUUUYYYYYY 😀
      SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG DI SF3SI !!!!!!!!! \^O^/

      Ayayaaaaayyyyy
      kata siapa FF ku bagus?? Hahaha ngigau eeuuyyy~
      Suka?? Seriusan?? wuaaahh senangnya hati dan jiwaku.. uhuhhu
      kekeke.. kan ceritanya Jinki masih anak SMP jadi masih selenge-an gitu. Nanti karakter Jinki bakal berubah kok kedepannya.. tenang sajooo hohoho~
      Widiihhh nambah lagi fans Jun.. kkkk..~
      Siiippp ASAp rokok *apaan sih lan?!*
      hahahaha~

      GOMAWOOOOOOO~

  14. LANAAA….UNNN…!!
    Yang nolong yuna itu siapa??penasaran deh!!jun itu namkor siapa sih un?atau buat-buat aja?
    Lanjutan nya jangan lama ya??

    1. Hayooo siapa????
      Tebak tebak tebak… hahahahha~
      Jun? Itu mah tokoh imajinasi idolaku dari kecil.. hahaha
      dari pertama aku nulis novel.. tokoh favorite ku tuh Jun. Serasa asli deeehhh~
      Makanya aku pake Jun di sini.. hohoho *curcol*
      kekkekee

  15. wew, yuna marah serem bner ekekekek………..
    kasian si gaeul………..
    udh gaeul am jinki aja/plakkk
    hadehhh bingung mw komen apaan…../plakkkkkkkkk
    tp ff lana mah kerennnnnnnnn

    lanjutkan!

      1. huweeeeeeeeeeeeeee ane jugaaaaaaaaaaaa…………
        kirain udh lupa am eonnie huhuuhuhuhu……………………
        I MISS U SO MUCH JAGIYAAAAAAAAAAAAA…………………
        EHEHEHEHEHEHE
        😛

  16. lanaaa..
    (sksd)
    akhirnya ade nyang publish ff.nya jinki..huhu.
    gpp deh partnya jinki yg dsni dikit..
    aku bakal terus dukung!

    tu si jun emg keren..
    tapi aku tetep setia sama jinki ..haha.

    lanjuut lan..
    saya sudah h2c(harap2 cemas)hoho

    1. Uwaahaaaaaaaaaaahhhhh
      ngiyahahah maaf maaf lama.. hwuehehehe
      MAKASIH ATAS DUKUNGANNYA EUUUYY~
      eekekekek~

      TOP deh!!! Tetap dukung suami saya Jinki yaaa!!!
      Hahahahahha~

      GOMAWO UDAH KOMEEEEEENN *hugs*

  17. heuheu..poor gaeul #tabok jun..eh tapi pasti si jun itu jg pny alasan #ga jadi nabok

    just want eul-jun become real couple 😀

    niceeeee 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s