CHECK ‘EM OUT – Part 4

Author : Eci a.k.a peppermintlight

Starring : Lee Tae Min SHINee, Choi Min Ho SHINee, another SHINee members, imaginary character

Type : Series

Genre : Fantasy, friendship, romance.

PART 4

©2010 SF3SI, Freelance Author.


LeeAnn POV

Oh Tuhan, Choi Min Ho melihat semuanya. Semuanya berarti pas aku dan Tae Min nerbangin barang-barang yang ada di kelas. Dan ia melongo, kemudian bilang kalo Tae Min penyihir, dan gara-gara si Tae Min keceplosan, aku juga ikutan kena.

“Lee Annemarie? Kau juga…?!” serunya tertahan. Matanya membelalak lebar. Aku menahan nafasku. Jantungku berdegup kencang. Nggak boleh ada yang tahu kalo aku bisa telekinetik! Dan sekarang Min Ho menyaksikan semuanya! Ya Tuhan,…aku ceroboh sekali!

“Kumohon Choi Min Ho!” Tae Min bangkit dari bangkunya. Wajahnya panik. Aku berusaha tetap tenang.

“Gimana aku nggak…?! Aiiissshhh!” Min Ho mengacak-acak rambutnya. Ih, dia kenapa? Hahaha. Lucu banget ngeliatnya frustasi sendiri sama apa yang diliatnya. Sejenak aku lupa kalo aku khawatir banget.

“Aku janji nyeritain semuanya, tapi nggak sekarang! Dan tolong jangan sampe kejadian ini tersebar di sekolah! Jebal, Min Ho!” Tae Min memohon. Wajahnya keliatan pucat. Kasihan Tae Min-ku.

“Diam! Aku pusing nih! Seharusnya aku nggak ngeliat kalian! Kalian belajar sihir…aissshhhh…atau apalah itu namanya! Anggap aku nggak liat! Anggap aku nggak liat!” tukas Min Ho. Aku menghela nafas lega. Min Ho berlari keluar dan aku menyusulnya.

“Choi Min Ho!” panggilku sembari menghampirinya.

“Apaan lagi sih?!” Min Ho berbalik. Aduh, temperamennya lagi labil nih kayaknya. Haha, mungkin itu salah satu efek kejiwaan dari telekinetik.

“Terima kasih sudah mengerti Lee Tae Min,…maksudku,…mengerti kami.” aku tersenyum tulus. Min Ho memandangku kemudian mengangguk paham. Thanks GOD…!

$$$$$$$$$$

Min Ho POV

Aku melangkahkan kakiku ke kelas. Bel tanda jam istirahat usai berdering lima menit yang lalu. Tapi aku udah nggak punya niat masuk ke kelas. Aku shocked. Oke, ketawa aja kalo mau ketawa. Tapi aku bener-bener nggak nyangka bakal jadi saksi mata apa yang sebenernya nggak pengen kulihat. Aku bukan orang yang suka mergokin orang lain. Aku nggak suka. Aku terbebani. Rahasia LeeAnn dan Tae Min mulai membebani pikiranku. Tapi aku juga nggak mau asal-asalan nyebarin kejadian tadi. Ya Tuhan,…aku mesti bagaimana?

Terdengar suara-suara dari ruang guru. Aku nggak sengaja nengok. Park songsenim masih ada di situ. Sendirian. Sendirian? Dia keliatannya lagi sibuk bicara di ponselnya.

“Choi Min Ho kurang ajar,” ujarnya di ponsel membuatku kaget. Aku inget belom nyampein pesan Park songsenim pada Tae Min gara-gara kaget. Ya ampun, pasti guru kesenian itu bakalan marahin aku lagi deh.

“Tadi sudah kusuruh dia untuk memanggil bocah itu. Tapi mungkin dia kabur dan tidak memanggilnya. Apa mesti aku yang memanggil Lee Tae Min langsung?! Aku ini gurunya!”

Aku masih mendengar. Sudahlah, toh aku udah males masuk kelas.

“Arraseo,…arraseo…, tapi mau bagaimana lagi, Ga Myeong? Aku staf pengajar di sini. Posisiku bagus, aku tidak bisa sembarangan bertindak di sini. Nama baikku dipertaruhkan…, apa? Ya itu tadi maksudku, kau mengerti kan? Ne…, ne,…lain kali kudapatkan Lee Tae Min. Bocah itu mesin uang kita…,”

Hah? Apa yang barusan kudengar tadi? Kupertajam pendengaranku. Ada yang nggak beres dengan Park songsenim.

“Oh ayolah, Ga Myeong! Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri! Minggu kemarin dia menjalankan hukuman menyapu daun-daun di halaman belakang, dan aku tidak sengaja lewat…mesti kuceritakan sampai berapa kali baru kau percaya? Dia melakukannya! Daun-daun itu terbang dengan tidak wajar. Mengikuti arah jari-jarinya. Dan berkumpul di tempat sampah dengan…TERATUR! Nah! Oke? Kau percaya kan? Ah sudahlah, pokoknya tunggu sampai aku mendapatkannya untukmu, teman. Kita akan kaya. Oke? Aku ada kelas, sampai jumpa,” Park songsenim mengakhiri pembicaraannya dan mengambil buku-buku teori musiknya.

Tebak reaksiku?

YA TUHAN, YA TUHAN, YA TUHAN…! Aku mengalami hal ini dua kali dalam sehari! Dan aku nggak tahu mana yang lebih parah, mergokin kalo ternyata Tae Min dan LeeAnn bukan manusia biasa, atau mergokin kalo Park songsenim ternyata punya niat jahat pada Tae Min?

Andwae…, seharusnya aku nggak masuk sekolah hari ini. Appa, Umma, Noona,…kalian kapan baliknya sih?! Aku mau gila nih!

$$$$$$$$$$

Sang Mi POV

“Jebal, temani aku, jebal, Sang Mi…jebal…” Choi Min Ho menggenggam erat tanganku. Air mukanya memelas. Ekspresinya nunjukin banget kalo dia lagi depresi tingkat tinggi. Waduh, masa ngeladenin orang depresi mesti masuk schedule harianku juga? People! Stop getting me busier! Aku udah cukup sibuk sama kegiatan school presidentku. Sekarang Min Ho seenaknya aja mengubah jadwal mengajar lesku hari ini.

“Besok aja ya, Min Ho. Ini kan jam pulang sekolah. Lagian kamu kenapa sih, labil amat? Kalo punya masalah tuh diselesain sendiri dong,” ujarku.

“Aku perlu teman, Sang Mi. Satu hari iniiii…saja, temani aku,” pintanya. Huah, baiklah, baiklah.  Hancurkan saja semua jadwalku.

Aku mengajak Min Ho duduk di taman belakang. Biar dia lebih leluasa curhat dan urusanku dengannya cepat selesai.

“Jadi kau mau cerita apa?” tanyaku langsung sambil nggak berhenti melirik arlojiku. Kayaknya aku mesti nelepon ke tempat lesku kalo aku nggak ngajar hari ini.

“Park songsenim…aku mergokin guru kesenian itu…dia…dia punya niat jahat sama Lee Tae Min,” ujar Min Ho. Aiissshhh…kurasa dia mulai mempermainkanku.

“Udah, itu aja?” tanyaku males. Dan tiba-tiba ia menggenggam tanganku lagi. Matanya berair.

“Lho? Kamu nangis, Choi Min Ho??” Hmph! Aku nggak sanggup menahan tawa. Trik playboy nomor berapa lagi ini Choi Min Ho? Jangan praktekkan padaku deh, percuma.

“Sungguh! Aku…well, nggak sengaja dan kemudian sengaja…menguping pembicaraannya di telepon. Dia bilang, Lee Tae Min itu mesin cetak uang mereka. Dan cepat atau lambat mereka akan menangkap Lee Tae Min…”

“Oke, oke. Tapi kenapa? Kenapa harus Lee Tae Min? Come on, kudengar ia bukan anak orang kaya. Trus ngapain…seandainya Park songsenim punya niat jahat, kenapa mesti anak itu?” tanyaku. Min Ho terdiam. Seperti ingin mengatakan sesuatu tapi nggak jadi.

“Lee Tae Min itu,…, pokoknya kamu harus percaya, Sang Mi. Aku nggak bohong! Kita mesti mencegahnya! Ya…maksudku, gimanapun juga Tae Min temen kita kan? Dan…dan kau school president kan? Jadi kau punya wewenang dan koneksi yang lebih luas dari kami. Masalah ini membebaniku,” papar Min Ho. Huh, makanya jangan nguping! Gini kan jadinya.

Tapi sumpah aku kaget banget ngedenger ceritanya Min Ho. Entah kenapa aku bisa percaya sama semua yang diucapkannya. Padahal bisa aja dia kebawa arus komik-komik atau cerita-cerita detektif kan? Tapi aku kok percaya?

“Jadi aku harus apa?” tanyaku. Min Ho membuang pandangannya jauh. Kasian juga nih anak. Dia nggak sanggup nyimpen rahasia besar kayak gitu sendirian.

“Sini,” aku menepuk bahuku. Itu kebiasaanku. Duluuu…sekali, kalo ada temanku menangis, aku memberikan bahuku buat mereka. Dan aku nggak percaya aku bakal melakukannya lagi setelah terserang krisis kepercayaan pada teman-temanku.

Min Ho memandangku takjub. Ayolah, Min Ho. Jangan kepedean. Masih bagus aku mau ngedengerin cerita…

GREP.

Aku kaget banget. Bukannya menangis sejadi-jadinya di bahuku, Min Ho malah memelukku erat. Oh Tuhan, kuharap nggak ada yang ngeliat.

“Min Ho, ini di sekolah! Aku ngasih bahuku buat kamu curhat, bukan berarti…”

“Bahu kamu kecil gitu, aku kan bukan cewek. Mana bisa bersandar di bahu kecil kayak gitu,” ujar Min Ho. Kurang ajar, dia cari kesempatan.

Lima menit.

Sepuluh menit.

Lima belas menit.

Tiba-tiba bahuku hangat. Dan basah. Choi Min Ho menangis. Air matanya membasahi seragamku.

“Aku sendirian, Sang Mi. Aku nggak sanggup ngadepin kenyataan kalo guruku punya rencana besar dan jahat untuk temanku. Kenapa sih hidupku nggak biasa-biasa aja? Kenapa mesti aku yang dengar rencana itu tadi?” ujarnya. Aku memberanikan diri mengangkat wajah Min Ho. Kali ini tulus. Aku mau menolongnya.

“Baiklah, baiklah. Kita selesaikan sama-sama ya?” ujarku lembut. Kemudian jemariku menyeka matanya. Ia memandangku lama. Kemudian baru kusadari kenapa Choi Min Ho bisa jadi idola para yeoja di sekolah ini mulai dari junior sampe senior. Dia emang keren. Bahkan saat rapuh. Rambut kriwel semi gondrongnya berkibar lembut ditiup semilir angin.

$$$$$$$$$$

Min Ho POV

Sang Mi emang keren! Aku suka Sang Mi! Aku suka! Kalo nggak inget masih di sekolah aja udah aku cium dia di tempat. Tapi aku tahu Sang Mi nggak akan suka kalo aku ngelakuin scene itu. Secara dia murid paling berpengaruh di sekolah.

Ehm, sedikit pengakuan…aku…belom pernah meluk cewek kecuali Umma dan Noonaku sendiri. Makanya aku juga nggak percaya bisa meluk Sang Mi tadi. Tapi semoga aja dia nggak ngedenger suara jantungku yang berdetak nggak beraturan. Sang Mi emang jago hampir di semua mata pelajaran di sekolah. Tapi mudah-mudahan soal detak jantung tadi dia mendadak jadi Pentium 1. Mudah-mudahaaaaannnn…, gini-gini kan aku malu aja kalo ketahuan deg-degan di depan cewek.

Ternyata punya kelemahan ada enaknya juga. Buat yang belom kenal aku mungkin ngirain aku itu namja super duper keren dan bisa naklukin yeoja cuman dengan satu kali kedipan mata. But I’m not that perfect. Aku nggak sehebat itu, sodara-sodara. Aku anak emas di keluargaku. Mereka nggak akan ngebiarin aku susah. Well, two thumbs up buat mereka, tapi aku ya jadi kayak gini. Nggak bisa terbebani. Parahnya lagi, aku malah mencuri dengar rahasia guruku soal tindak kriminal.

Kalo udah gitu aku biasanya…well, ketawa aja, …aku biasanya nangis. Iya, nangis. Tapi nggak di depan publik. Aku nangis karena pas aku punya masalah aku sendirian di rumah.

Makanya aku maksa curhat ke Sang Mi. Boleh dong, dia kan pacarku. Hahaha.

“Baiklah, baiklah. Kita selesaikan sama-sama ya?” katanya dengan sorot mata yang keren abis. Sang Mi, Sang Mi,…kamu manis bener sih?

“Udahan meluknya! Nyingkir, sana!” tukas Sang Mi sambil berdiri. Yah, dia jutek lagi. Sang Mi ngebersihin dedaunan dan rumput yang nempel di kaus kakinya dan memandangku.

“Pertama, kita mesti selidiki Park songsenim,” ujar Sang Mi.

“Nyelidikin gimana?”

“Kita jadi stalker. Trus, kamu awasi Lee Tae Min, jangan sampe terlibat kontak sama Park songsenim. Trus kita kumpulin bukti. Buktinya mesti kuat. Soalnya kalo enggak ya percuma, kita nggak bisa main nuduh aja. Apalagi beliau itu guru yang posisinya bagus di sekolah. Salah-salah malah kita yang masuk penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dan Lee Tae Min tetep masuk perangkapnya.” Sang Mi menjabarkan rencananya.

“Oke, aku bakal ngikutin kemana pun songsenim pergi,” ujarku.

“Denganku,” lanjut Sang Mi. Hah? Dengannya? Yesh! Terima kasih, Ya Tuhan!

“Trus kalo udah terkumpul buktinya?”

“Ya kita jebak. Aksesku sebagai school president luas, baik di sekolah ini maupun di sekolah lain. Kau punya koneksi dengan kepolisian?” tanya Sang Mi bak detektif.

Aku menggeleng kecewa. Aku nggak bisa berperan banyak.

Well, aku juga nggak punya…,” Sang Mi menghela nafas.

“Pamanku inspektur kepolisian di sini,” ujar sebuah suara. Kami berdua menoleh. LeeAnn udah berdiri di sana.

“Bagus!” Sang Mi tersenyum. LeeAnn mengembangkan senyumnya dan menghampiri kami berdua.

“Kalo buat melindungi Lee Tae Min, aku ikutan,” ujarnya. Aku tersenyum lega.

“Err…selain itu…” LeeAnn menggantungkan kalimatnya.

“Kenapa?” tanyaku.

“Karena kita berempat ini…teman kan? Teman mesti saling melindungi kan? Kalo kalian ikut campur, yang terancam bukan cuma Tae Min, tapi juga kalian berdua,” ujar LeeAnn sambil menggaruk belakang kepalanya. Keliatan banget kalo tuh anak sebenernya pengen temenan tapi gengsi.

Sang Mi memeluk LeeAnn hangat. Adegan yang bener-bener mengharukan buat saat ini. Thanks GOD, nggak tahu kenapa bebanku tiba-tiba hilang entah kemana. Padahal kami baru akan mulai.

“Jadi kapan kita bisa ngejalanin rencana Sang Mi tadi? Sori aku nguping, abis kalian peluk-pelukan di taman belakang sih,” ujar LeeAnn.

“Besok,” ujar Sang Mi.

“Jangan,” sahutku. Mereka berdua memandangku.

“Park songsenim itu deket banget sama Tae Min. Bisa aja beliau nelpon ngajak ketemuan sore-sore, atau lebih parahnya lagi…malem-malem,”

“Jadi mesti gimana dong?”

Aku menghela nafas. Aku benci melakukan hal yang satu ini. Tapi harus. Lee Tae Min temanku. TEMANKU.

“Mulai malam ini, aku menginap di rumahnya,” putusku akhirnya.

TO BE CONTINUED

-peppermintlight-

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

36 thoughts on “CHECK ‘EM OUT – Part 4”

    1. chiraaaaa….aku bales komen kamu yang tadi skalian di sini ya,sayang ^^.
      ehm, ehm…JEONGMAL GOMAWOOOO…UDAH JADI FIRST COMMENTATOR ^^
      iyaaa…hehehe. ditungguin lanjutannya ya,chira ^^

  1. SANG MI SANG MI SANG MI..
    KARAKTER SI UJA BANGET
    HUAKAKAK

    ih kenapa sih aku kalo ngebaca ff uja pastiiii aja ngepens ama cewek ceweknya dan bukan ama shineenya ??
    ahahaha
    kereeen, ujaa
    kau telah membuat saya jungkir balik.

    udah dikirim kan part 5 nya ?
    sippp..

    haah..
    you are so daebak and so keren, jaa <= ngikutin gaya si mayor minor

    1. sang mi aku banget? ahehehehe. like what we’ve been discussing in yahoo lah,li…hehe. jungkir balik? jali banget tuh. haha. gomawo ya li…udah baca dan komen ^^

  2. yaay… akhirnya update juga…
    waaw…waaw…waaw
    MINO NANGIS?? BUEEEH… ahahahaha… Mino nangis… Mino nangis… kok aku ketawa… ya pokoknya mau ketawa aja… buahahaha… *saraf*

    Sang Mi keren… ahahaha… lebih keren dari Mino 😀 PLAKK *dibantai Flamers, diceburin keempang ama Mino*
    waaah… ternyata si Mino baik ya eonn… mau berkorban (??!!) demi Temen… ahahahaaa…

    apaan lagi ya komennya… ahaha… lupa~~
    pokoknya FF Eci eonni selalu DAEBAK~~
    yaay..yaay…yaay *nabur-nabur kertas*
    ya udah eonn.. mian komennya aneh dan geje sangat.. ehehehey…
    *diusir*

    1. lindaaa…aku selalu suka komen kamuuu…hehe.
      lucu ya minho nangis? i wish i were sangmi. hehe.
      iya…di saat2 tertentu suka muncul jiwa sosialnya. haha. komen kamu nggak geje kook…gomawo ya,.sayang ^^

  3. UJA … UJA ..
    aku komen nih ..
    padahal udah baca sampe part 5 ..
    kekekeke ..
    aku nepatin janji kan??
    Waduh, taemin mw diapain tuh?
    Penasaran tingkat akut nih..
    Oya, minho nangis??
    Aku gak bisa byangin kyak mana minho nangis..
    Keke..
    Aku ngakak waktu minho manggil umma, appa sama noona nya..
    Kekeke..
    Kyak anak mami gt..
    Pdahal, di part 3, minho tu keren banget perannya..
    Hmm.. Minho nginap di rumah taemin..
    Apakah yang akan terjadi??
    Penasaran..

    Di tunggu next partnya uja..
    Pasti daebak deh ^^d

    1. yessi, aku seneng banget deh, kamu masih mau komen di sini padahal udah baca di blog lain. hehehe. gomawo ya,sayang ^^

    1. vietaemiiiinnn…aku lupa nama kamuuuu…*digampar*. udah lama ga ngeliat komen kamu di ff aku. hehe. seneng deh dikomen lagu. gomawo ya ^^

  4. aaa~~
    echi onn…
    ini ff makin bikin penasaraaaan~~
    tuhkan tuhkan tuhkan…
    Taemin beruntunglah kamu punya teman2 yang baik nak….
    hahaha XD Lanjutttt onn~~~ ^^

  5. Ahahaha umma,akhirnya keluar juga nih
    Jangan lupa sama ‘click f for fame’ nya loh!!!
    Aku tunggu,aku jadi bingung,umma nih taemints,blingers apa flames sih *gakpenting
    Ya udah,aku tinggal tunggu part 5nya kkk~~

    Taemin nanti di jual aku beli deh

    1. hahaha! aku pasang harga mahal lho buat taem *dgampar taemints*. aku apa yaaa…untuk sekarang aku bukan blingers deh, hehe. tp aku shawol koookkk…suka semuanya ^^ gomawo joe ^^

  6. wakakakakakakaakak……………
    minho pas lg shok lucuuuuuuu ekekekeek………..
    tp koq nangis sih ahh minho cengeng/plakkkk
    wew, gurunya jhatt ckckck…….

    APA???!!!!!!
    MINHO GAK PRNH MELUK CWEK LAIN SELAIN UMMA AM NOONANYA?????
    BHONG!!!!!
    MINHO PRNH MELUK AQ KOQ LBH DR MELUK MALAH……………….#digampar flames/abaikann
    kekekkekek

    lanjutkan eonn, lebih cepat lbh baik!!!!!!!!!!!!

    1. muahahahahahaha! rame yaaa…rame sekaliii…APA?!! MINHO EMANG NGAPAIN KAMU??? KALO SAMA AKU YA DIA UDAH…*abaikan.
      gomawo, nina ^^

  7. Errrr…ituuuu…ituuuuuuuu…
    kenapa Minho..nangis di pundak Sang Mi??
    Sang Mi emang niat nyari musuh sama aku nihhh

    oh..Mr.Park nya dah tau toh tentang Taemin..
    lagiann..Taemin iseng aja sih..ngegunain kekuatan di skul..
    ckckck..

    lanjutannya tolong berikan ke saya lebih dulu
    ahahahaha #abaikan.saya.lg.stress!!

  8. Hwaaa. .ketinggalan.
    Tapi ga papa lah,,yg penting baca..
    Sekali lagi,baguuusny. ..
    Ga tau mau komen apa,yg jelas seneng aja baca ny.

  9. Waduhh.. pada mau main detektif2an yaa???
    haha.. ikut doong wakawakwak

    Maaf eon telat komeen!!

    TAPI SUMPAH suka banget sama bahasanya!!!
    sampe baca berulang kali juga ga bosen2 hihihih ^^

    DAEBAK!

Leave a Reply to PeppermintLight Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s