Juliette’s Way – Part 2

Juliette’s Way

Part 2

Author. Ivana

Length. Sequel

Rating. General

Genre. Drama, Romance.

Lead character.

Nakayama Chihiro

Choi Min Ho

Takamiya Ryuu

Other character.

Park Hyu Na

Michiyo Nakami (Naka chan)

Song Gyu Ri

Kim Min Nah (omma Chihiro)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

Previous part.

Chii yang melihat Ryuu menyatakan perasaan kepada Gyu Ri menangis tidak karuan. Hyu Na yang melihat Chii memukuli diri sendiri, merasa sedih dan menamparnya agar dia sadar.

Tokyo, 2015

“IIIIIEEE !” teriakku.

Aku terlonjak bangun dari tidurku. Naka chan yang terkejut langsung menghampiriku.

“Chii chan, kenapa ? Apa kamu mimpi lagi ?”

“Ya. Kali ini aku mimpi tentang Ryuu.” kataku pahit.

“Sudahlah. Jangan dipikirkan lagi. Ayo pulang. Hari ini toko tutup lebih awal supaya kita bisa belanja.” kata naka chan dengan riang.

Semenjak pindah ke Tokyo, aku tinggal bersama Naka chan, sepupuku. Kami tinggal di apartemen yang dibelinya. Dia adalah seorang novelis lepas dan pemilik toko bunga. Kami seumuran, karenanya kami sangat cocok satu sama lain. Dan hanya dia yang kumiliki sekarang.

Seoul, 2008

Dengan muka masam aku masuk ke kelas dan duduk di sebelah Ryuu. Sudah seminggu sejak kejadian itu. Tidak banyak yang berubah, hanya saja kami tidak pernah makan di atap lagi dan Ryuu pun menjadi pendiam. Menyebalkan sekali. Hubunganku dengan Ryuu semakin renggang dan canggung.

Aku masih belum percaya Ryuu menyukai Gyu Ri. Apalagi setelah berpacaran, Gyu Ri lah yang selalu mendekati Ryuu dan meminta Ryuu menemaninya. Sedangkan Ryuu melakukan semua yang diminta Gyu Ri dengan muka datar.

Beberapa minggu kemudian, omma menyuruhku mengantar sepanci bibimbap ke apartemen di lantai atas. Katanya ada 2 kakak beradik yang baru pindah kesana.

Tet Tet. Kupencet bel 2 kali. Tidak ada yang menjawab. Mungkin sedang sibuk, pikirku.

Aku memutar badan hendak kembali ketika kudengar pintu terbuka.

“Nugu ?” tanya seseorang dengan suara berat tapi merdu.

“Chonun Chihi…”

Brukkk. Pranggg. Sepanci bibimbap yang kubawa jatuh berserakan di lantai.

“Ryuu !” teriakku tidak percaya.

Bukan. Dia bukan Ryuu. Tapi mukanya persis sama. Hanya saja mukanya lebih cuek, dan terkesan jahil. Rambutnya juga berbeda, panjang coklat dan bergelombang.

“Yaaa ! Lihat yang sudah kau lakukan di depan apartemenku !” teriaknya marah.

“Mian. Chongmal mianhae.” kataku sambil membungkuk dengan gugup.

“Ryuu itu hyungku. Kami kembar. Tapi dia duluan lahir.” jelasnya saat melihat ekspresi bingungku.

“Hyungggg ! Ada temanmu tuh. Menumpahkan sepanci bibimbap di depan.” teriaknya memanggil Ryu.

“Nugu ?” jawab Ryuu sambil berlari ke pintu.

“Chii chan.. ?” kata Ryuu senang. Tetapi kemudian ekspresinya berubah datar.

Aku tidak bisa berkata apa apa. Apa yang sudah terjadi hari ini membuatku bingung tapi ….senang. Ryuu pindah ke apartemen di atas, dan ternyata Ryuu mempunyai saudara kembar yang mirip sekali dengannya.

“Hyung, sepertinya temanmu terkejut melihatku yang tampan ini.” kata dongsaeng Ryuu, mendekatkan mukanya ke mukaku.

“Masuklah dulu. Nanti biar bibimbapnya aku yang bersihkan.” kata Ryuu.

“Ah. Chongmal mian.” kataku merasa bersalah.

Aku pun masuk mengikuti dongsaeng Ryuu. Apartemennya rapi sekali. Dan ada banyak kardus yang sudah dikeluarkan isinya.

“Nah. Namaku Choi Min Ho. Siapa nama lengkapmu ?” tanya kembaran Ryuu.

“Aku Nakayama Chihiro. Aku tinggal di apartemen bawah. Loh ? Kok aku tidak pernah melihatmu di sekolah ?”

“Aku tidak satu sekolah dengan hyung. Dulu hyung diadopsi orang Jepang dan tinggal di Jepang. 3 tahun lalu dia balik ke Korea. Nama aslinya Choi Min Ha.”

Masih banyak yang ingin kutanyakan. Tetapi Ryuu sudah masuk dan menyuguhkan segelas soda untukku. Kami bertiga duduk di meja makan sambil diam seribu bahasa.

“Dulu kalian tinggal dimana ?” tanyaku memecah keheningan.

“Di apartemen kecil yang jauh dari sekolah. Karenanya kami memutuskan untuk pindah kesini, agar lebih mudah.” jawab Min Ho.

“Min Ho sii sekolah dimana ? Kenapa tidak satu sekolah dengan hyungmu ?” aduh, banyak tanya sekali aku, pikirku sambil menggerutu.

“Di SMA Chungdam. Aku sudah punya banyak teman disana. Sebenarnya aku ingin hyung satu sekolah denganku. Tapi hyung menolak masuk SMA itu.”

Chungdam, sekolah top di Seoul. Kebanyakan yang masuk sekolah itu anak orang kaya dan artis. Berarti orang tua mereka kaya sekali. Tapi daritadi belum ada tanda tanda orang tua mereka disini, aku berpikir yang aneh aneh lagi.

“Dimana orang tua kalian ?” tanpa bisa kucegah, aku bertanya lagi.

“Sudah meninggal. Sejak kami berumur 5 tahun.” kata Ryuu datar.

“Oh. Mian. Mian.” kataku salah tingkah.

“Gwenchana.” kata Min Ho sambil tersenyum.

Omomo. Senyum itu, senyum yang sama, yang membuatku jatuh hati 3 bulan lalu. Ternyata dia tidak kalah ganteng dari hyung nya, pikirku jahil.

*******

Tokyo, 2015

“Chii chan, apa kamu seriuss !??”

“Ssst. Pelankan suaramu, Naka chan.”

“Kenapa tiba tiba ?” tanya Naka chan dengan mulut penuh udon.

Kami sedang makan malam setelah selesai berbelanja. Dan tiba tiba saja pikiran itu terlintas di benakku. Dari ekspresinya, dapat kulihat Naka chan sangat terkejut.

“Kenapa ? Padahal Chii chan kan sudah memanjangkannya selama 5 tahun terakhir ini.”

“Loh ? Lagian aku kan sudah sering potong rambut. Hahaha.” aku tertawa garing.

“Iya. Tapi kan tidak pernah sampai potong pendek ?”

Aku terdiam. Tidak ada alasan pasti. Hanya tiba tiba aku merasa ingin memendekkan rambutku.

Seoul, 2008

Tak terasa sudah bulan November. Kulihat kalenderku, ada note kecil di tanggal 16. Ulang tahunku. Sebentar lagi aku resmi berusia 17 tahun. Tidak tahu harus senang atau sedih, aku duduk di tempat tidur sambil memeluk boneka kesayanganku. Cepat sekali waktu berlalu.

Aku mulai merenungkan segala hal yang sudah terjadi. 8 bulan yang lalu, musim semi, aku bertemu Ryuu yang selalu tersenyum dan baik hati. Aku jatuh cinta padanya, tapi lama kelamaan, aku merasakan hal yang berbeda. Aku sayang kepadanya sebagai teman dan oppa ku yang dewasa. Aku merasa aman di dekatnya, dia layaknya langit berwarna biru yang selalu melindungiku.

3 bulan setelah itu, musim panas, aku yang sedang patah hati bertemu Min Ho, kembaran Ryuu yang susah ditebak, kadang cuek, kadang bersemangat, kadang bisa juga murung. Dia seperti matahari untukku. Membawa rasa hangat dan mencerahkan hidupku.

Kami bertambah dekat dari hari ke hari. Sikap Ryuu pun kembali seperti dulu. Tapi sekarang dia semakin sering ijin dari sekolah. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha bertanya, Min Ho tetap tidak memberitahu alasan hyung nya ijin. Tapi aku tidak akan menyerah.

Sejak mereka pindah ke apartemen itu, Min Ho, Ryuu dan aku selalu berangkat dan pulang bersama. Sekolah Min Ho searah dengan sekolah kami, karenanya dia pun selalu menyempatkan menjemput kami saat pulang, katanya dia ingin menjemput hyung nya. Tetapi saat hyung nya tidak datang pun, dia tetap datang menjemputku.

“Hitung hitung membantu ahjumma menjagamu. Lagian ahjumma sangat baik, selalu mengajak kami makan bersama. Tidak seperti putrinya yang bandel dan rese ini.” katanya beralasan saat aku bertanya.

Seperti biasa, hari ini Min Ho juga datang menjemputku. Hari ini Ryuu tidak datang lagi, pikirku sedih. Aku bertekad menanyainya sampai mendapat jawaban hari ini.

“Yo, Chii !” katanya santai.

“Heh. Aku kan perempuan, masa kamu menyapaku dengan “Yo” ? Huh.”

“Jangan marah donk, jagiya.” katanya sambil mencubit pipiku dan berlari menjauh.

“Ya Min Ho !” teriakku sambil berusaha menyembunyikan mukaku yang memerah.

Walaupun dia sudah sering memanggilku dengan sebutan, yeppo, jagiya, yobo, aku tetap saja tidak biasa dan mukaku pasti memerah setelah mendengarnya.

Ah, dia sukses mengerjaiku lagi hari ini ! pikirku sebal sambil berlari mengejarnya.

Loh ? Dia kok berlari ke arah lain ? Ini kan bukan jalan menuju apartemen.

“Yaa ! Min Ho ! Hajimma !” teriakku.

*******

n.b. Bayangkan Ryuu itu Min Ho versi Replay, Min Ho versi Min Ho Ring Ding Dong.

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

9 thoughts on “Juliette’s Way – Part 2”

  1. Author saya kembali!! He..

    Oh..jadi minho n ryuu kembarr..
    Brarti itu ntar cii chan sama minho?hehe..*tebak2 buah manggis..

    Anyway,aku suka dg sistem (?) Penulisannya..jaran loh yg bsa nulis kayak gini..maksudku menggabungkan future n present dlm waktu yg sama tanpa bkn bingung..itu ok bgt loh..

    Aku suka!! =]

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s