Just Call Me Angel – Part 3

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 3

Author             :           Dhini

Genre               :           Romance

Main Cast        :           Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast    :           Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew                                                  (SHINee),Taemin (SHINee),etc….

©2010 SF3SI, Freelance Author.


Jin Yeong POV

“Kau….”ujarnya dengan suara lembut,kurasakan angin meniup rambutku saat dia

mengucapkannya

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku sambil tersenyum,aku terpaku menatap senyumannya

“Aku akan menemuimu nanti setelah tugasku selesai,”ujar makhluk itu sambil terus melangkah ke salah satu korban.

Dia benar-benar ada.Makhluk dalam mimpiku itu benar-benar ada.Dan aku baru saja berbicara dengannya di kehidupan nyata!!!Aku masih menatapnya tak percaya.Ya Tuhan aku bisa gila dengan semua hal yang tak masuk akal ini.

Dia seperti biasa menjalankan ritualnya,melambaikan tangannya lalu mengangkatnya dan menghempaskan jiwa manusia itu begitu saja.Sama seperti yang dia lakukan pada appa,umma dan Park seonsaengnim.

Lalu dia terbang ke arahku,sekilas kulihat sayapnya yang lebar,lalu lenyap saat dia telah berada di hadapanku.

“Apa kau manusia?”tanyanya padaku.

Aku mengangguk,aku melihat sekelilingku yang ramai.Aku bisa dianggap gila kalau bicara sendiri.

“Maukah kau ikut denganku?”tanyaku padanya.Tak lama dia pun mengangguk.

Aku meletakkan sepedaku di rerumputan.Kebetulan taman sedang sepi.Aku mengajaknya untuk duduk di bawah pohon yang rindang.

“Kenapa kau bisa melihatku?”tanyanya heran.Aku merasakan angin bertiup sepoi-sepoi setiap dia berbicara.

“Aku juga tidak tahu.Bukankah aku bisa mendapat jawaban itu darimu?”aku berbalik bertanya.

Dia menatapku dalam-dalam.Tak salah lagi,dialah yang ada di mimpiku.Matanya berwarna hitam legam.Yang berbeda adalah kostum yang dikenakannya,di mimpiku dia memakai kostum hitam kelam dari atas sampai bawah.Sedangkan yang ada dihadapanku,dia memakai jubah putih,sangat putih,bahkan mengeluarkan sinar yang terang,begitu juga dari wajahnya.

“Aku benar-benar tak tahu.Baru kali ini aku melihat ada manusia yang bisa melihatku,bahkan berbicara denganku.”ujarnya.

“Kau ini apa?”

“Aku malaikat.”

“Malaikat apa?”

“Maut.”

Jeb!Kurasakan hatiku mencelos.Jadi benar dialah yang bertugas mencabut nyawa di dunia ini.

“Panggil saja aku malaikat,aku tahu manusia merasa takut saat mendengar kata ‘Maut’.”ujarnya tersenyum.

“Apa memang wujudmu seperti ini?”tanyaku lagi.

“Aku bisa berubah menjadi apapun yang aku mau.Kabut,asap,batu,apa saja.”

“Apa kau senang dengan pekerjaanmu ini?”ujarku lirih.Aku tiba-tiba teringat dengn kedua orang tuaku.

“Senang?Entahlah,aku diciptakan sudah seperti ini.Aku tak pernah membantah apapun perintah Dewa.”Dia menatapku,makin banyak dia berbicara,makin banyak pula pertanyaan di benakku.

Dewa?Perintah?

Sebelum sempat kuajukan pertanyaan itu dia sudah terbang menjauh,lalu lenyap dari pandanganku.

Minho POV

Aku mencari Jin Yeong.Tapi dia lenyap dari tempat tadi.Tidak mungkin kan dia ada dikerumunan orang-orang di TKP.Kemana dia sebenarnya.Aku mengayuh sepedaku semakin kencang.Lalu perlahan menyusuri pertokoan tapi tidak ada.Aku beristirahat sebentar.Meneguk air yang aku beli.Aku melihat sesaat TKP di hadapanku.

Aku menatap ngeri korban-korban yang satu persatu dimasukkan ke ambulans.Benar-benar tidak ada yang selamat.Tiba-tiba pikiranku mulai ngawur.Kenapa kebetulan sekali saat Jin Yeong kesakitan,kecelakaan ini terjadi?Oh,iya saat kejadian orangtuanyapun dia memegangi dadanya seperti tadi.Dan aku dengar juga saat meninggalnya Park seonsaengnim,Jin Yeon kesakitan sampai gemetar di bangkunya.Apakah dia merasakan hal yang sama di tiga kejadian itu?

Ah!Aku memukul kepalaku sendiri.Masa sih aku berfikir kalau Jin Yeong punya kekuatan supranatural.Aku mengayuh lagi sepedaku untuk mencarinya.

Tiba-tiba ponselku berdering.Sebuah pesan dari Jin Yeong.

Minho maaf sekali

Aku pulang duluan ke rumah

Aku benar-benar tidak kuat tadi

Maaf ya…

Bodoh!Kenapa baru bilang sekarang.Akhirnya aku meneguk habis air yang kubelikan untuknya.

Jin Yeong POV

Aku menerawang menatap langit-langit kamarku,”Malaikat itu….”

Aish…kenapa tadi aku tak menumpahkan kekesalanku padanya.Bagaimanapun juga dia mengambil tiga orang dihadapanku,orang yang aku cintai dan sayangi.Kenapa aku malah takjub melihat sosoknya.Ya,dia berbeda sekali dengan yang ada dimimpiku.Dia terlihat bukan seperti malaikat maut di kehidupan nyata,dia terlalu…sempurna?Sisi gelap yang selalu melekat pada gelar yang dia sandang benar-benar tidak ada.Dia malah tersenyum manis kepadaku.Seperti itukah malaikat maut?Aku jadi ingin bertemu dengan malaikat cinta,pasti dia imut sekali.

Ponselku berdering.SMS dari Minho.

Yah!Kau sudah baikan?

Lain kali bawa air putih kemana-mana

Jadi aku tidak capek dua kali seperti ini!

Langsung saja ku balas SMS nya.

Sudah

Kenapa malah ngomel?

Aku kan tidak tahu kapan akan sakit!

Sudah,aku mau tidur!

Akupun menggapai foto umma dan appa lalu mendekapnya.Inilah yang selalu kulakukan setelah mereka tiada.Berharap mereka muncul di mimpiku lagi.

***

Malaikat-Berjubah-Putih POV

Malaikat maut.Seram kan?Itu sudah biasa terdengar dari mulut manusia.Saat aku teringat pertanyaan gadis itu,apa aku senang dengan pekerjaan ini?Aku benar-benar tak tahu.Takdirku memang untuk menjadi seperti ini.Aku tak bisa menangis atau menyesal saat mengambil nyawa manusiaku,karena itu tugasku.Aku bahkan bukanlah yang menentukan takdir umur mereka.Hanya Dewa yang tahu dan aku tak bisa membantah atau menawarnya.

Gadis itu…Ya,gadis itu.Kenapa dia bisa melihatku?Aneh selama kurang lebih 250 tahun aku diciptakan,belum pernah ada yang dapat melihatku.Kecuali orang yang akan kuambil nyawanya.Apa dia akan mati juga?Tapi aku tak melihat tanda kabut di sekitar tubuhnya.Aneh!Benar-benar aneh.

Jong (a.k.a Jonghyun) malaikat mimpi, duduk disampingku.Hari sudah malam di Korea,dia pasti sibuk memberikan mimpi-mimpi pada orang-orang.Namun dia hanya bisa memberikan mimpi indah,itupun tergantung apakah energi yang keluar dari aura manusia itu cukup untuk dia gunakan atau tidak.Entahlah aku tak mengerti,bukan bidangku.

“Jong,”seruku padanya,”Dia menoleh,”Apa artinya kalau seorang manusia dapat melihat kita?”

“Ha?”dia terperangah,”Apa ada?Aku tak pernah dengar.”

“Aku juga tak pernah dengar,tapi aku mengalaminya.”ujarku membuatnya makin terperangah.

“Maksudmu….ada….?”dia tak melanjutkan ucapannya,tapi langsung kujawab dengan anggukan.

Dia tampak lemas,”Apa manusia itu dikutuk dewa?”ujarnya asal.

“Dikutuk?sepertinya dia gadis baik-baik kok.”ujarku,”Sekali-kali jawablah pertanyaanku dengan benar,jangan asal seperti itu.”

“Tanyakan pada Onew,mungkin dia tahu,dia kan sudah berumur 400 tahun lebih.”ujarnya.

“Kau juga sudah berumur 300 tahun lebih tapi tak tahu apa-apa.”ejekku.

Dia mencekik leherku sambil tertawa.

***

Jin Yeong POV

Aku mengambil tasku dari bangku.Kalau begini terus nilaiku bisa-bisa turun.Aku benar-benar kehilangan fokusku pada pelajaran gara-gara kehidupanku yang tiba-tiba berubah aneh dan menyeramkan ini.Hyun Ji menepuk bahuku saat melihatku lesu.

“Jin Yeong semangat!Fighting!!!”ujarnya sambil memberikanku permen lollipop.Kami pun berpisah di tempat parkir.Hari ini waktunya Minho latihan basket,setelah vakum selama sebulan.Dia memutuskan untuk menjadwalkan latihannya.3 hari seminggu,tidak lebih.Tapi aku tak yakin,dia kan terlalu cinta dengan basketnya.

Tiba-tiba tasku ditarik.Siapa lagi kalau bukan Minho pelakunya.Dia tersenyum kepadaku.

“Bukannya kau latihan?”

“Aku menggesernya jadi besok,”jawabnya santai,”Yang penting tiga hari seminggu.”

“Kasihan sekali tim sekolah punya pemain error sepertimu,”aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

Selama mengayuh sepeda aku tak berkata-kata.Pikiranku dipenuhi pertanyaan tentang malaikat itu.Kuputuskan memanggilnya malaikat saja.Angel.

Aku berfikir dimana aku bisa bertemu dengannya lagi.Aku benar-benar memerlukannya untuk menjawab pertanyaan yang membuatku gila ini.

Malaikat ma…..Oh,Ya!Rumah sakit!

Aku merayu Minho untuk mengantarku kerumah sakit.Awalnya dia enggan,alasannya takut aku bersedih lagi.So sweet…..tapi aku bersikeras.Akhirnya dia luluh juga.Dia menyalakan mobilnya lalu membawaku melaju.

Minho terlihat bingung saat aku berjalan menuju pintu ICU.

“Kau tak ingin mengagetkan dokter di dalam dengan memukul-mukul pintunya kan?”tanyanya.Aku mendelik,dia terdiam.

Aku menunggu di depan pintu ruang ICU.Aku bisa melihat keluarga pasien yang menunggu menatapku penuh tanya.Aku hanya tersenyum.Lalu berdiri lebih jauh dari mereka agar tidak mencurigakan.

“Kita mau apa disini?”tanya Minho bingung.

Aku tak menggubrisnya.Aku masih menunggu.

20 menit…40 menit….

1 jam……..2 jam……….

Aku belum merasa sesak.Apa pasien ini akan selamat?Lampu ruangan menyala hijau.Dokter berbicara pada keluarga pasien,mereka tampak lega.Diam-diam aku iri melihat mereka.Keluarganya terselamatkan.Tidak seperti Appa dan Umma.Jin Yeong!Kau harus tegar!

Minho tampak mengantuk.Diapun duduk di salah satu bangku lalu membenamkan wajahnya dipangkuannya.Aku merasa berhutang budi padanya.Aku selalu merepotkannya.Tapi dia tak pernah meminta apa-apa dariku.Aku tersenyum tipis saat melihatnya tidur.

Tiba-tiba suara berisik mendekat.Dua orang suster dan 3 orang mantri membawa seorang pasien menuju ruang ICU.Minho terbangun lalu menghampiriku.Aku refleks mencengkramnya saat kulihat pasien itu bersimbah darah.Bau amisnya menusuk hidungku.Minho menarik wajahku kedadanya.Mungkin agar aku tak melihatnya,tapi aku terlanjur melihatnya.Dasar Minho mengambil kesempatan!

“Aku tak tahu kau punya hobi melihat hal-hal semacam ini,”sindirnya.

“Ha ha ha…”Aku tertawa renyah.

30 menit kemudian pintu belum terbuka juga.Minho kembali mendudukan dirinya,dan kembali menunduk.Aku masih bersiaga di depan pintu ruangan ini.

1 jam kemudian,masih tak ada tanda-tanda malaikat itu datang.2 detik kemudian tiba-tiba sesak itu muncul saat dokter membuka pintu dan aku melihat pasien itu dikelilingi kabut.Aku mencoba mencari celah untuk masuk saat dokter lengah.Dengan cepat aku berteriak.

“MALAIKAT!!!”

Aku tersenyum saat matanya menatapku seketika.Aku menemukannya!Dia pun tersenyum kepadaku.

Aku ditarik oleh Minho,saat mencoba masuk ke ruang ICU.Setidaknya malaikat itu mendengarku dan menyadari keberadaanku.

“Kau gila ya!”ujarnya sambil menjitak keningku.Ya,kau benar Minho,aku memang gila.Mendadak gila lebih tepatnya.

Aku melihat kabut berhenti di hadapanku.Dia kembali muncul dengan senyumnya.

“Kau mencariku?”tanyanya.Aku mengangguk singkat.Kulirik Minho yang memegang tengkuknya.

“Kok aku merinding ya?”ujarnya.Aku mengangkat bahu.

Dengan cepat ku kedipkan mataku ke malaikat itu.”Minho!Kau tunggu saja di mobil ya,aku mau ke toilet dulu.”Aku mendorongnya,diapun melangkah meninggalkanku.

Kulihat sekelilingku tak ada orang.

“Kau mau mengatakan sesuatu?”tanya malaikat itu.

“Bisakah kau datang ke kamarku?”tanyaku konyol.Tapi memang itu yang ingin ku katakan.

“Kamarmu?”

“Kamar di rumahku maksudku,apa malaikat harus diberi alamat juga?”tanyaku makin ngawur.

Dia menatapku curiga.”untuk apa aku ke kamarmu?”

“Kau tahu kan,aku satu-satunya manusia yang bisa melihatmu,dan aku butuh penjelasan setidaknya pertanyaan-pertanyaan bodoh yang berputar di otakku,tahukah kau?aku hampir gila karena ini semua…”

Dia menggeleng,”Aku tidak tahu.”

Aku mendengus.”Please….Aku mohon!”Aku menatapnya penuh harap.

Dia menatapku lagi,lalu senyumnya mengembang,”Hei,ini menarik.Baiklah!Siapa namamu?”

“Jin Yeong,Kang Jin Yeong.”

“Baiklah Jin Yeong aku akan datang ke kamarmu.”

Aku tersenyum mendengar responnya.”Bagaimana kau bisa tahu aku tinggal dimana?”

“Ada cara mudah tanpa harus melihat peta,”ujarnya,”Tataplah mataku!”

Aku mematuhinya,kutatap matanya.Pada awalnya biasa saja,tapi lama kelamaan mataku semakin panas dan perih.

“Selesai,tahap pertama,”ujarnya.

“Kau apakan mataku?”

“Tak bisa kujawab,terlalu panjang.Sekarang tunjukkan padaku kedua telapak tanganmu!”

Kembali aku mematuhinya.Dia mengamatinya secara seksama.Lalu mengangguk kepadaku.Tahap kedua selesai tanpa indikasi apapun.

“Ketiga,pulanglah ke rumahmu,dan sebut namaku tiga kali.”

“Tapi siapa namamu?”

“Key.”

“K-I?”

“K-E-Y!”

Oh…namanya kunci?

Aku melihat Minho yang tengah memainkan ponselnya di dalam mobil.Dia langsung mematikannya begitu melihatku.

“Sudah selesai?”tanyanya.Aku mengangguk mantap.

“Sepertinya kau senang sekali.”

“Tidak juga,”sahutku kecil.

Ditengah perjalanan kami terdiam.Mungkin Minho lelah menemaniku.aku juga bingung mau mulai dari mana.

“Minho,”seruku,dia merespon dengan kata ‘Hmm?’,”Apa kau tidak mau bertanya untuk apa aku ke rumah sakit?”

“Walaupun aku bertanya seribu kali apa kau mau menjawabnya?”sahutnya disertai tawa kecil.

Aku mencubit pipinya,dia mengerang.”Terimaksaih Minho!You’re the best of the best!”

Dia hanya tersenyum,seperti biasa.

***

“Key…Key…Key…”

“PYONG!!!”

“HAH!!!”

“GUBRAKKK!!!”

Aku  memegang pinggangku yang sakit,sambil membenahi bangkuku yang terguling.Seenaknya saja makhluk itu muncul tepat dihadapanku,di atas meja belajarku pula.Ku kira dia akan datang seperti kabut dan aku akan merasa sesak seperti biasa.He!Benar juga kenapa aku tidak merasakan sesak sama sekali?Saat di taman juga.Satu pertanyaan kembali muncul.

“Kau kenapa?”tanyanya datar.

Aku tak menjawab,masih mengusap-usap pinggangku.

“Apa kau tidak bisa datang dengan cara biasa?”omelku.

“Cara biasa?Seperti apa?”

“Seperti yang kulihat setiap kau muncul di depan para korbanmu.”

“Itu khusus untuk ritual,kami tak bisa muncul begitu saja di depan orang yang akan mau mati,kami harus perlahan mendekatinya.”

“Kalau kau muncul seperti itu dihadapanku,nyawaku juga bisa tiba-tiba melayang.”sahutku gusar.

“Tenang saja ,malaikatnya kan aku,”ujarnya tersenyum.Aku merinding sejenak.Benar juga!Dia bisa kapan saja mengambil nyawaku.

“Aku bercanda.Aku tidak pernah tahu kapan kalian mati.Aku cuma menjalankan perintah dewa.”

“Jadi…bukan kau yang menentukan waktu kematian seseorang?”

Dia menggeleng,”Dewa.”

“Siapa itu dewa?”tanyaku lagi,yang pernah kudengar malah dewa kematian.

“Dia Pencipta.Pencipta aku dan kau.”

“Tuhan?”

“Bahasa kalian,mungkin.”

Aku mulai mengerti sekarang.Memang Tuhanlah yang punya wewenang,mendengar kata Tuhan,aku tak bisa berkata apa-apa lagi,bukankah semua miliknya?

Kulihat dia menatap foto umma dan appa.Aku duduk di atas ranjangku,lalu ikut menatapnya.

“Apa kau juga yang mengambil  nyawa mereka?”tanyaku lirih.Tatapan kami beradu.

Dia mengangguk.Hatiku kembali sakit.Tiba-tiba air mataku mengalir.

“Aku bahkan melihat bagaimana kau mengambilnya dari jasad mereka.”ujarku semakin merunduk.

“Apa kau membenciku?”tanyanya.Aku mengangkat wajahku.Lalu kulirik lagi foto mereka.

“Tadinya….tapi setelah aku tahu itu adalah kehendak Tuhan…rasa benciku hilang.”

Aku tersenyum,dia membalas senyumku.Kuusap wajahku yang terkena air mata.

“Apa kau pernah menangis?”tanyaku lagi.

Dia menggeleng,”Kami mungkin tak punya kemampuan untuk itu.”

“Kau beruntung,kau tahu?Menangis itu melelahkan,”ujarku sambil tertawa kecil.

Aku mendengar tawanya yang lembut.Kurasakan angin semakin dingin saat dia tertawa.

“Satu lagi,”aku menatapnya lekat-lekat,”Kenapa aku tidak merasa sesak saat kau di dekatku seperti sekarang?Padahal dadaku sakit sekali saat melihat orang-orang itu akan mati.”

Dia kembali tersenyum,”Karena kau tak mencium bau kematian.Selama tak ada kematian yang akan muncul di sekitarmu aku yakin kau akan baik-baik saja.Maka dari itu panggil aku saat aku tak menjadi malaikat maut.Pada saat aku menjadi malaikat seperti ini,aku bisa membuatmu nyaman kan?”

Aku mengangguk.Benar juga,dia bukanlah malaikat maut saat tidak sedang bertugas.Dia hanya malaikat.Malaikat yang membuatku nyaman.Aku pun melihat sayapnya muncul.Dia melambaikan tangannya.”Panggil aku saat senggang!”

Aku tertawa sambil melambaikan tanganku.Berteman dengan malaikat?Terdengar aneh tapi sepertinya mengasyikan.Dan ini nyata dihidupku!Ya Tuhan,sebenarnya apa maksud dari semua ini?

Key POV

“Darimana kau?”Tanya Jong padaku.

“Menemui manusia itu.Sedikit mengobrol.”ujarku.Dia terbelalak.

“Manusia ajaib itu memang ada?”

Aku mengangguk,”Aku kan sudah bilang.”

“Key,kau harus hati-hati dengannya!”

“Memang kenapa?Dia tidak berbahaya,dia cuma seorang gadis yang melihat nyawa ayah dan ibunya kuambil.Aku mengerti kenapa dia ingin bertemu denganku.”

“Tapi…aku khawatir.”ujarnya.

Aku tersenyum padanya,”Tenanglah…aku malaikat yang bisa menjaga diri.Dan dia Cuma manusia lemah.”

Jong meninggalkanku,mungkin dia malas berdebat denganku.Aku duduk di pinggir awan sambil memandang lampu-lampu kota dunia manusia.Indah…lebih indah daripada bentuk asli bintang di langit.

Gadis itu…dia gadis yang lugu.Bayangan yang terlintas di benakku saat manusia melihatku adalah…menjerit histeris,ketakutan,atau mungkin gemetar,tapi dia tidak.Dia malah menghampiriku,memohonku untuk bertemu,bahkan curhat denganku.Aneh!Apakah aku satu-satunya malaikat yang merasakan hal seperti ini?

***

Jin Yeong POV

Aku semakin ingin berbicara lebih lama dengan malaikat itu,tapi entah kenapa saat melihat wajahnya seketika kata-kata yang ingin ku ucapkan lenyap begitu saja.Wajahnya indah sekali.Lebih mudahnya kusebut…tampan.Ha…ha…ha…Bahkan aku terpesona oleh sosok malaikat yang mengambil nyawa-nyawa manusia itu.

Senyum malaikat itu begitu menenangkan hati.Entah kenapa aku ingat seseorang saat melihat senyumannya.Ya,memang dia sosok yang sama di mimpiku,tapi…sepertinya masih ada lagi.Ah…aku terlalu lelah untuk mencari ingatanku.Mungkin besok kulanjutkan.

***

Aku memperhatikan pelajaran kali ini.Dan aku senang sekali.Apa ini karena  pertanyaanku sebagian sudah terjawab oleh malaikat itu?Mungkin!karena aku sudah merasa agak lega sekarang.Hyun Ji juga sepertinya tambah semangat saat melihatku sudah ceria kembali.

“Hyun Ji,apa kau percaya ada manusia dan malaikat yang bisa bersahabat?”tanyaku saat kami sedang di kantin.

Dia menatapku bingung,”Bodoh!Cuma orang gila yang percaya itu!Kau dapat darimana pikiran semacam itu?”

Aku menghela nafas.Benar juga…tidak akan ada yang percaya kalau aku ceritakan hal ini.

“Aku baru saja membaca novel,isinya tentang persahabatan manusia dan malaikat.Aku juga merasa heran darimana pengarangnya mendapat inspirasi semacam itu.”ujarku berbohong.

“Yah Jin Yeong-ah!Sudah kubilang jangan terlalu terlarut dengan dongeng-dongeng semacam itu.Bisa-bisa otakmu konslet.”

“Otakmu sudah konslet kan tanpa membaca buku-buku seperti itu!”balasku.Dia malah menjitakku.

“Yah!Kalian ini seperti anak kecil!”tiba-tiba suara berat yang familiar terdengar.Minho sudah bertengger manis diantara kami.Jujur saja ini adalah pemandangan langka saat dimana kami bertiga duduk bersama.

Hyun Ji tampak tercekat sejenak,”Sebaiknya aku pergi.”

Seketika Minho menahan tangan Hyun Ji,”Duduk saja!Aku kan juga temanmu,”

Hyun Ji tampak salah tingkah.lalu duduk kembali.Dalam hati aku menahan tawa.

“Kau salah satu fansku kan?”Tanya Minho penuh percaya diri.Aku terbelalak.

“Ehmm….tidak lagi sebenarnya,setelah aku mendengar cerita tentangmu dari Jin Yeong,”

ujarnya lugu, membuatku tersentak.

“Yah!Memangnya kau menceritakan apa?Apa aku sejelek itu?”Minho menjitakku.

“Yah!Memangnya ada yang bagus darimu?”olokku.Dia malah semakin menghujaniku dengan pukulan-pukulannya.Hyun Ji hanya tertawa melihat kami.Sial!Padahal dialah pembuat masalahnya.

***

Hari ini Minho benar-benar latihan.Entah kenapa aku merasa tidak nyaman saat pulang sendirian seperti ini.Ha!Aku jadi bergantung dengannya.

Aku memutuskan untuk membeli es krim di taman kota.Setidaknya membuatku sedikit terhibur dengan ketidak beradaan Minho.Mataku menangkap seseorang di bangku taman.Wali kelasku!Dia sedang membaca buku di bangku taman.Aku melihat dia masih mengenakan kemeja,dengan dasi yang dia masukkan ke saku.Sepertinya dia pun baru pulang dari sekolah.Aku mendekatinya,bagaimanapun juga aku tidak bisa untuk pura-pura tak melihat.

Saat aku menyapanya dia tersenyum,lalu mengajakku untuk duduk sisinya.

“Seosaengnim tidak pulang?”tanyaku padanya.Dia menggeleng.

“Hari ini aku tak mau berlama-lama di rumah.Rasanya membosankan.”

Membosankan?aku jamin kalau itu adalah rumahku aku tak akan pernah bosan,karena semua yang ku mau pasti ada.

“Tapi…kalau kau mau menemaniku di rumah,mungkin tidak akan membosankan.”ujarnya sambil menatapku.

Apa maksud perkataannya?Aku jadi ngeri sendiri.

“Jangan salah paham,aku hanya mengundangmu untuk minum kopi lagi dirumahku.Bagaimana?”

Aku tersenyum ragu.

“Oh,ya mana Minho?”

“Dia ada latihan basket.”

“Oh..jadi…bagaimana?Kau mau menemaniku?”

Pada akhirnya aku pun mengangguk.Lalu kami mengayuh sepeda kami menuju istananya.

Aku melihat sekelilingku yang hening.Rumah sebesar ini hanya dua orang di dalamnya,ditambah beberapa pelayan.Memang benar kata seosaengnim,kalau keadaannya seperti ini siapa yang tidak bosan.Aku kembali terpaku pada foto keluarga yang besar itu.Ki Bum.Aku tak percaya kau sudah tiada.Mungkin benar kata seosaengnim,aku tertarik dengan adiknya itu.

Saat aku sedang melihat-lihat,seseorang menabrakku.Seorang gadis dengan make up cukup tebal,mengenakan pakaian ketat dan mini skirt,juga high heels sekitar 7 cm.Benar-benar bukan gayaku.Dia melewatiku begitu saja tanpa berkata apa pun.

“Luna!ganti pakaianmu!”seru seonsaengnim padanya.Tapi gadis itu tak menggubris malah mempercepat langkahnya keluar rumah.

“Maaf,”ujarnya padaku.

“Tidak apa-apa seonsaengnim,apa dia…”

“Luna,ya…dia gadis  manis yang ada di foto itu.Entah sejak kapan dia berubah brutal seperti itu.”

Aku memutuskan untuk tidak lebih banyak bertanya,aku takut kejadian seperti kemarin terulang.

“Ayo kita buat kopinya,”ajaknya padaku.Akupun mengikutinya ke dapur.

Kali ini proses membuat kopi lebih cepat dari pada waktu itu.Mungkin karena kami tak banyak bicara.

Selesai mencicipi kopi kami,seonsaengnim mengajakku untuk melihat rumahnya lebih dalam lagi.

Ada kolam renang,ruang musik lengkap dengan piano,lalu kandang harimau.Dan benar-benar harimau.

“Umurnya baru 2 tahun lebih.Dia belum terlalu besar.Namanya pooh.Dari Winnie the Pooh.”

Aku tersenyum,saat melihat harimau itu memainkan bola.

“Dia peliharaan Ki Bum.Dia juga yang memberikannya nama.”

“Ki Bum…kapan dia meninggal?”tanyaku hati-hati.

“Dua tahun yang lalu.Saat pooh masih berumur  5 bulan.Tidak lama setelah dia mendapatkannya sebagai kado ulang tahun dari appa.”

Kembali keheningan terjadi diantara kami.

“Kau mau melihat ke lantai dua?”tanyanya.

“Hmm…terserah anda saja,”sahutku sopan.Dia mengajakku menaiki tangga .Kulihat banyak pigura tergantung di sepanjang tangga.Perhatianku hanya kepada Ki Bum yang berpose berbagai gaya dengan senyum yang lebar.Dia manis sekali.Aku melihat foto Ki Bum dan Luna yang sedang memeluk Pooh kecil.Mereka kompak sekali.Luna yang ada di foto ini benar-benar berbeda dengan yang kulihat tadi.

Seosaengnim membuka sebuah ruangan.Aku terkesima saat melihat berbagai lukisan tergantung di dinding.

“Ini ruang pribadiku.Aku suka melukis.Jadi appa secara khusus membuatkannya untukku.Tapi sekarang aku tak punya waktu untuk melakukannya lagi.”

“Kenapa?”tanyaku bingung.

“Sibuk mengurusi kalian yang akan ujian!!!”ujarnya sambil mencubit pipiku.Aku tertawa.Benar juga,menjadi guru memang melelahkan dan punya tanggung jawab yang besar.

Aku melihat sebuah lukisan…lebih bisa dibilang karikatur hitam putih di salah satu kanvas yang ada di lantai.

“Itu buatan Ki Bum.Dia membuatnya saat dia marah pada appa.Dia sungguh cerdas,bahkan saat marahpun dia masih bisa menghasilkan sesuatu.”

Hatiku mencelos lagi mendengar namanya,”seonsaengnim,entah kenapa rasanya aku ikut sedih saat mendengar namanya.Dan…aku malah ingin bertemu dengannya sekali saja.”

“Aku terus menyebut namanya karena kupikir kau tertarik padanya.Benar kan dugaanku?”

Aku merasakan mukaku memanas.Dia benar lagi!Dia menarik tanganku tiba-tiba keluar dari ruang  lukisnya,lalu berjalan menyusuri koridor kecil dan berhenti di depan sebuah ruangan.

TBC..

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “Just Call Me Angel – Part 3”

  1. .chinguuuu. . .

    tau gak tau gak? ?
    aku selalu nunggu ff kamu looh. . .
    aku suka bangeet ff kamu.
    bener bener penuh imajinasi. .
    aku jadi ngerasa jadi jin yeongnyaa. .
    aku sukaaa. .bangeet.

  2. HUWAAAAAAAA
    AKHIRNYA AKHIRNYA AKHIRNYAAAA…

    HADUUUU…
    ONNIEEEEE
    JCMA KOK LAMA BANGET MUNCULNYAAA ??
    SUMPAH SAYA LAMAAAAA BANGET NUNGGUNYAA..
    DAN..
    DAN..
    SAYA KECEWA !!
    KENAPA PENDEK SEKALI ??
    HARUSNYA BIKIN AMPE 300 HALAMANNN…
    HADEEEEHH..
    SUMPAH SAKING RAMENYA, 1 HALAMAN PUN TERASA CUMAN 1 KALIMAT..
    HUWOOOOO

    POKOKNYA, YAAA..
    AKU SUKA SUPER DUPER SUKA PART INI !!
    MAKASIH, ONN…
    MAKASIH KARENA MALAIKATNYA TERNYATA SI KEY..
    AKU SANGAAAAAAT SENAAANG..
    SUMPAHNYA TIAP DIA NGOMONG ATAU NGAPAIIIN GITUU..AKU NGEBACANYA AMPE 3x..
    MUAHAHAHA AKU GILAAAA..

    JADI JADI..
    PART 4 NYA JANGAN LAMA LAMA, AAAHH…
    AKU GAK KUAT,
    HUWEEEEEEEEEEE

    hhhhhh..
    capenya saya berteriak teriak..

    baiklah..
    intinya..
    aku senang..
    aku puas..
    keyyy..
    keyyy..
    keyyy..

    oyaa
    onnieeee..
    kenalin..
    aku LIA, 17 y.o
    fb : Lia nur’ijjem mahmuddin
    ym : Liahimeyy
    twitter : @keylieon
    muahahahaa *gak penting

    1. hahaha,,,,…..thanks bgd ya ^^
      ini sebenernya udah dari 2 bulan yang lalu….tapi ada sedikit masalah gitu…hHahaha……

      kunjungin blogku aja sebenrnya disitu dah ada lanjutannya………(kalo berminat)kekeke~

      dhini91.wordpress.com

      ^^

  3. Akhirnya keluar juga lanjutannya.
    Aku udah nunggu ff ini sampe jenggotan. Aku kira ff ini gak bakal dilanjutin, ternyata dilanjut toh.
    Aku suka bgt sama ff buatanmu chingu! Ceritanya seru dan gak bikin bingung.
    Aku tunggu lanjutannya!! Asap!

  4. Akhirnya ada juga, saya sudah nunggu lama banget yang part 3 ini
    Bagussssssssssssss……Banget…………..
    Saya suka,lanjut lagi yaa…..

  5. Uoooo~~~
    iniii…. kerennn bangettt!!! d><b
    aku bisa ngebayangin gimana aku kalo jadi Jiyeon, pokoknya imajinasinya ngenaaa bgtt!!
    ditunggu lanjutannyaaaaa~~~ ^^

  6. keren ,
    aku bnr” mengkhayati bgd ,
    aigoo , aku jg cneng bgd da malaikat key ..
    c jin young d.bw kmn tch ma songsaengnim.a??
    cpt y d.lnjt.

  7. DHINI UNN!!! kenalin, avy imnida! *lambai2 kutangnya key* aku ngepens bget ma unn lho… gara2 ff ini! hebat,, katanya ini ff pertama tapi keren banget! top markotob deh! xDD
    ha…ha… G bisa bayangin ojong jadi malaikat!! mukanya kn sangar kek setan… bwahaha~! klo si nyunyu mungkin masih pantes, senyumnya kek malaikat,, tpi klo si ojong? mwahahaha…!! __<
    “Kau salah satu fansku kan?” ..<
    eh, kira2 un slesenya brp harian? biar aku bisa langsung terbang ke part 4 nya klo dah di pub~!!
    hhihi… jdi mesem2 sendiri bayangin si mas kunci jadi malaikat,, psti makin handsome tuh anak,, pke baju putih2 gitu… kkk~
    eh ya,, un, aku suka piku editannya! keren! itu dari kalender shinee 2010 trus key-nya ditambahi sayap kan? ajari aku ngedit foto kek gitu dong un! he…he…
    mian komen'a panjang kek kereta batubara… hbis dah kebiasaan, apalagi klo ngomen ff sekeren ini penyakitku pasti kambuh,, *PLAK!* (gombal…!!) hahaha…~
    LANJUT! ASAP!

    1. haha….itu editan dibantuin ma adekku,kalo mau sma dia aja…he….
      ff pertama,tapi seneng nulis aja dari dulu…jadi mian ya kalau byk slah….
      salam kenal juga….^^

  8. Key jdi malaikat ? malaikat maut ? Ki Bum= Key ? tp umur.na Key ud 250taon yaa ?/plak..*author: nih reader bnagk bacot bner deh* hehehe…

    aigo, au bner” nggu klanjutanx.. pnasaran bget.. au skag crita malaikat.. 😀 jgan lwma” yaa part 4.na.. 😉

  9. Wehehe…
    maaf ya bru komen.
    akhirnya udh part 3 juga. fiuh,,untung ga kelamaan, bisa” aku jd jamuran.haha ^^

    Seneng deh sama konfliknya yg kompleks tp pembawaannya ringan. jd, enak bgt dibaca tanpa kerutin kening n_n

    Spertinya aku langsung menuju blogmu sajalah biar ga kelamaan penasarannya ;DD

    1. wahaha….komen disana juga ya…..biar dosenku ngeliat ada yang komen di blogku (soalnya merangkap tugas T.T).Thanks dah baca…….^^

  10. hhoho, aku dksh tw ama si avy klo ada ff kek gini.
    1st, kenalan dulu ya thor. catz imnida, 17

    2nd. pas bc ff ini (ngebut dr part 1) mnrtku ffmu emg bgs. knp? krn aku suka ama hal2 yg berbau fiktif kek gni. malaikat-iblis, mitologi yunani, fairy tale dll <– plakplakplak, mlh curcol
    ff perdana y katanya? baru perdana dah bgs gini, pasti k dpnnya smakin bgs. hwaiting! oia, aku nungguin part 5nya lho..
    😀

  11. AAAAAAAAHHHHHHHHHHHH !!!!
    AKU MAKIN SUKA SAMA NI FF !!
    GILAAA KEREEEEEEEN BGTTTTT !!!
    fantasy nya dpt bgttt…

    dhini eooonnn HEBBAAT!

  12. jadi… Key dan Kibum apa bedanya? mereka orang yang sama atau beda? aku bingung -__- tapi mereka sama sama ganteng sih jadi gapapa deh wkwkwk *abaikan

    rumah walikelasnya (aduh siapa namanya? aku masih belum hapal mhihihi) banyak ruangannya yah~ abis ini ke kamarnya Kibum bukan? sotil nih wkwkwk

    aaa lanjut ke next part ah~~~ 😀

  13. aku g berenti geleng2 ini ide ceritany keren gila,,dan pengekspresian terhadap alur dan narasinya juga ringan tp g mengurangi NILAI fict ini,,daebak..
    lanjooott

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s