Save the Best for Last

Tittle                : Save the Best for Last

Author             : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda

Main cast         : Kim Jonghyun, Lee Soon Hee, Lee Taemin

Support cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Young Mi

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, romance, family, tragedy.

Anneyong, ini FF pertamaku. Aku masih pemula and amatiran banget (=..=), jadi sorry ya kalau ceritanya aneh and agak gaje, hehehe.. tapi ini karya asliku lho.. inspirasinya muncul entah darimana. Mungkin karena otakku aja yang lagi dipenuhin sama fantasi kelas kakap *PLAAKKK*.  Cerita ini Cuma fiktif  belaka, kalau ada kesamaan tokoh, tempat dan kejadian ya.. ML, DL (masalah loe, derita loe..) *dicincang*. Hehehehe.. peace, (v^_^v),,, Ok.. yukz langsung aja kita baca… ENJOY,,, (^_~)

©2010 SF3SI, Freelance Author

1, 2, 3, malaikat maut menghitung masaku……

Perjalanan waktu singkatkan langkahku……

Dalam derita tanpa penyesalan………

Bertahan dalam perjuangan tanpa arti………

Jonghyun memungut kertas berisi sebaris puisi di bangku yang ada di pojok belakang ruang kuliahnya. Ada getaran dihatinya ketika membaca kata-kata menyakitkan yang terukir di sana. Bangku itu kosong sejak tiga hari lalu atau mungkin lebih. Ke mana kira-kira mahasiswa yang duduk di sana? Apa rahasia yang dipendamnya sekarang? Tak ada pilihan lain kecuali menanyakannya, pikir Jonghyun.

“Jinki hyung, siapa mahasiswa yang duduk di sana?” Jonghyun menunjuk bangku kosong di pojok ruangan.

“Oh, dia seorang yeoja, namanya Lee Soon Hee. Tak heran kalau kau tak kenal dia. Dia sering absen, mungkin dia punya penyakit yang parah dan sering kambuh.” Lee Jinki menjawab pertanyaan Jonghyun dengan setengah cuek. Jonghyun memandang aneh ke bangku itu, ”Kenapa, Jonghyun-ssi?” tanya Jinki.

“Ah, tidak,” Jonghyun memalingkan wajah dari bangku itu. Dia masih belum bisa menghilangkan rasa penasaran di hatinya.

Jinki menepuk pundak Jonghyun. “Tunggu saja besok, mungkin dia akan datang,”

Jonghyun tersenyum. “Aku harap begitu, hyung,”

***

Esoknya Jonghyun masih tetap tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. Dia masih setia menunggu kedatangan pemilik bangku itu. Hingga kuliah dimulai sosok pemilik bangku itu belum juga muncul. Jonghyun kecewa, tapi tiba-tiba saja dari luar kelas samar-samar terdengar suara langkah kaki kecil. Pintu terbuka. Seorang yeoja berperawakan tinggi, kurus dan berwajah pucat berdiri di sana. Dosen belum datang jadi dia tak kena masalah karena datang terlambat. Dengan langkah yang lemah yeoja itu menuju ke bangkunya di sudut ruangan. Jonghyun memandangnya simpati. Dia tersenyum sekilas saat pandangannya beradu dengan Jonghyun. Jonghyun membalas senyuman itu dengan ringan.

Hampir seluruh mahasiswa berhamburan ke luar ruangan begitu tiba saat istirahat. Jonghyun menghampiri Soon Hee yang sedang menyantap bekalnya. Dia  membawa bekalnya ke bangku Soon Hee dan berniat makan bersamanya.

Anneyong,” sapa Jonghyun.

Soon Hee tersenyum pada namja yang baru saja menyapanya. “Anneyong, kau Kim Jonghyun, bukan?” tanya Soon Hee polos.

Ne,” Jonghyun mengangguk dan tersenyum.

“Kau namja yang sering ikut lomba paduan suara bersama Jinki oppa, bukan?” tanya Soon Hee lagi. Sekali lagi Jonghyun mengangguk dan menatap simpati padanya.

“Enak ya kalau jadi kau, bisa melakukan apapun yang kau suka,” ujar Soon Hee muram.

Mwo? Kenapa?” tanya Jonghyun penasaran.

Soon Hee menunduk, namun ekspresi wajahnya tetap datar. “Aku tak akan pernah bisa melakukan semua itu. Aku mengidap penyakit valvular stenosis, sejenis penyakit klep jantung. Dan sekarang penyakitku ini sudah memasuki tahap penyakit gagal jantung.” tuturnya lemah. “Oh ya, ada apa Jonghyun ke sini? Tumben sekali?”

Jonghyun sedih mendengar penuturan Soon Hee, sebilah pisau menoreh hatinya. Sakit sekali, hingga ingin menangis rasanya, “Ne, Ingin bicara denganmu saja,” jawab Jonghyun seadanya.

Soon Hee hanya tersenyum. Jonghyun memandangi wajahnya yang pucat. “Apa penyakitmu tak bisa sembuh?”

Soon Hee terkejut namun seketika itu juga dia tersenyum lembut. “Kata dokter waktuku tak lama lagi. Suatu saat nanti Tuhan akan segera menjemputku.” katanya tenang seakan itu bukan masalah sama sekali.

Jonghyun menatap dalam kedua bola mata yeoja itu. “Kau tak takut?”

“Tidak,” wajah Soon Hee lebih tenang lagi saat mengatakan itu.

Jonghyun mengernyitkan alisnya. “Kenapa?”

“Karena pada akhirnya kita semua akan mati. Ummaku pernah bilang, aku ini seperti burung yang sayapnya terpotong sebelah. Aku telah kehilangan separuh hidupku dan selalu bergantung pada orang lain. Tapi Ummaku juga pernah bilang, setelah burung itu mati maka Tuhan akan mengembalikan sayapnya yang satu lagi dan memberikan kesempatan bagi burung itu untuk terbang melihat keindahan surga.” pandangan Soon Hee yang kosong seakan tanpa kehidupan membuat Jonghyun sedikit takut.

Soon Hee tersenyum lembut lagi. senyuman itu mampu meluluhkan hati siapapun juga. Dibalik wajah pucat Soon Hee terpancar ketulusan dan kejujuran. Rona itu seakan terlihat tanpa dosa. Entah kenapa Jonghyun jadi mulai menyukainya walaupun dia tahu senyuman itu akan segera hilang dari hadapannya.

***

Keesokan harinya Soon Hee absen lagi. Ada sesuatu yang mengganjal pikiran Jonghyun. Dia sama sekali tak bisa berkonsentrasi pada mata kuliah. Ada rasa takut yang membayangi hatinya. Itu membuatnya benar-benar bingung. Kenapa dia harus khawatir pada yeoja yang belum lama dikenalnya?

Jonghyun melangkahkan kakinya menuju ke parkiran bersama Kibum dan Minho. Kibum dan Minho asyik bercanda sementara Jonghyun berkutat dengan isi otaknya yang dipenuhi oleh Soon Hee.

Jonghyun menghentikan langkahnya. “Kibum-ssi, Minho-ssi, kalian mau mengantarku tidak?”

Kibum dan Minho ikut berhenti. “Ke mana, hyung?” tanya Kibum.

Pandangan Jonghyun menerawang tanpa ekspresi. Dia menggerogoh sakunya dan memberikan secarik kertas pada Kibum. “Aku ingin pergi ke alamat ini,”

Minho turut membaca tulisan di kertas itu. “Untuk apa hyung ke sana?”

Jonghyun menghembuskan nafas berat. “Ada sesuatu yang ingin kulakukan,” jawabnya lalu mulai berjalan lagi. Kibum dan Minho mengikuti Jonghyun dengan sedikit rasa heran.

Kibum menyetir mobilnya dengan cukup cepat. Mobil Kibum berhenti tepat di depan sebuah rumah yang besar dan mewah yang tidak lain adalah rumah Soon Hee. Jonghyun masuk sendirian sementara Kibum dan Minho setia menunggu di luar. Jonghyun menekan bel beberapa kali hingga seorang wanita paruh baya dan seorang namja membukakan pintu untuknya. Apakah mereka umma dan dongsaeng Soon Hee?

Jonghyun tersenyum sopan. “Anneyong, saya temannya Soon Hee, saya datang untuk menjenguknya.”

“Selamat datang, aku Lee Young Mi ummanya Soon Hee,” sahut wanita itu lembut.

Young Mi dan namja yang bersamanya mengajak Jonghyun masuk. Mereka membawa Jonghyun ke sebuah ruangan sejuk dan cukup besar. Jonghyun bisa membaca mimik kesedihan dari Young Mi begitu juga dari wajah namja yang juga turut mengantarnya. Mereka berdua keluar meninggalkan Jonghyun.

Ruangan itu sunyi dan tenang. Jonghyun melihat ke atas tempat tidur yang besar dan bersih di ujung ruangan. Soon Hee sedang tertidur pulas di sana atau mungkin pingsan lebih tepat. Beribu jarum menghantam hati Jonghyun. Soon Hee yang dilihatnya kini sungguh mengenaskan.  Di  tangan kanan dan kiri Soon Hee tertancap infuse dan berbgai cairan lainnya. selang oksigen terpasang rapi  di hidungnya. Dan terakhir alat pendeteksi jantung juga terlihat bekerja dengan aktif.

Ini bukan kamar, batin Jonghyun. Ini sama saja dengan rumah sakit. Ruang penyembuhan yang harus dilewati dengan penuh perjuangan. Jonghyun duduk di samping Soon Hee. Bola matanya berkelana memandang tubuh Soon Hee dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mata Jonghyun berkaca-kaca, namun tetes air mata belum luruh di pipinya. Jonghyun mendekatkan bibirnya ke telinga Soon Hee. “Kumohon, bangunlah!” bisiknya.

Jari tangan Soon Hee bergerak. Perlahan matanya mulai terbuka. Jonghyun tersenyum lega lalu memanggil Young Mi.

Young Mi bersama namja tadi masuk dengan tergesa-gesa dan segera menghampiri Soon Hee. “Kamu sudah sadar, nak?”

Soon Hee membuka mulut dengan lemah. “Aku tak apa-apa umma, Taemin. Lho kenapa Jonghyun ada di sini?” tanya Soon Hee heran.

Jonghyun mendatarkan ekspresinya dan menjelaskan maksud kedatangannya. Soon Hee tersenyum bahagia kerena Jonghyun adalah teman pertama yang datang menjenguknya.

“Sudahlah kau jangan banyak bergerak dulu, istirahat saja.” ucap Jonghyun.

Soon Hee tersenyum tulus, namun senyumannya itu malah membuat hati Jonghyun jadi semakin sakit.

Jonghyun buru-buru pulang mengingat banyaknya tugas kuliah dan tidak baik jika dia ada di sana dan mengganggu istirahat Soon Hee.

***

Sejak kedatangan pertama Jonghyun ke rumah Soon Hee terjalin persahabatan yang hangat di antara mereka. Banyak hal yang mereka lakukan bersama. Jonghyun selalu menjenguk Soon Hee jika dia memang benar-benar absen. Perlahan-lahan Jonghyun kagum padan Soon Hee karena dia anak yang kuat dan tabah menghadapi penyakit yang sangat mematikan ini. Senyuman selalu terukir di bibirnya meski harapan sudah tak akan menyambutnya lagi.

Beberapa bulan berlalu sejak kedatangan pertama Jonghyun ke rumah Soon Hee. Dan kali ini sudah lebih dari seminggu Soon Hee tidak kuliah. Selama itu Jonghyun hanya sempat menjenguknya 4 kali kerena tugas kuliahnya menumpuk. Jonghyun lega karena bisa menjenguknya hari ini berhubung tugas kuliahnya sudah selesai. Dia sangat bersemangat dan berharap akan menyaksikan senyum dari wajah Soon Hee lagi.

Jonghyun termenung selama perjalanan. Dia teringat mimpinya semalam. Semalam Soon Hee hadir dalam mimpinya. Dia memakai gaun putih yang sangat indah. Rambut panjangnya tergerai indah di bawah kilau mentari. Soon Hee terlihat tengah menari di tengah taman bunga. Jonghyun memandang Soon Hee yang cantik dari kejauhan. Pesona yang ditebarkan Soon Hee membuat pikiran Jonghyun tak mampu lepas darinya. Dia merasa puas meski tak bisa menggapai Soon Hee. Sekilas Soon Hee melambaikan tangan lalu menghilang di tengah cahaya.

Jonghyun tiba di depan rumah Soon Hee bersama Jinki, Kibum, dan Minho. Young Mi dan Taemin menyambutnya. Ada perasaan lain yang terlintas di benak Jonghyun. Aura di rumah besar itu menjadi aneh.  Kosong, hampa, mati dan tanpa emosi. Apakah ada sesuatu yang hilang? Batin Jonghyun.

Young Mi dan Taemin mengajak Jonghyun ke kamar Soon Hee. Namun tak ada tanda-tanda kehadiran Soon Hee di kamarnya itu. Jantung Jonghyun memburu. Perasaan apa ini? Hatinya tak berhenti gelisah dari tadi.

Young Mi tak bicara. Dia menggerogoh sakunya lalu menyerahkan selembar surat pada Jonghyun. Surat dari Soon Hee.

Tangan Jonghyun gemetar membuka amplop merah jambu yang kini dipegangnya. Jonghyun memandang tulisan Soon Hee yang tersusun rapi dengan Emosi tak menentu.

Kita tak pernah tahu rencana Tuhan. Beliau memegang kendali atas kelahiran dan kematian. Dalam setiap kehidupan Tuhan akan memberikan berbagai macam pilihan. Pilihan yang akan menentukan jalan yang harus kita lalui tanpa peduli sulit atau tidak. Sebuah rintangan yang harus ditempuh dan dijalani hingga Tuhan kembali mengangkat kita dengan kedua telapak tangannya.

Terima kasih Jonghyun kau sudah mau menjadi sahabatku yang setia. Ini pertama kalinya aku mendapatkan sahabat seperti dirimu setelah penyakit ini menggerogotiku. Kau selalu ada saat beberapa kali malaikat maut hendak mencengkramku. Kuhargai pengorbananmu, pengorbanan yang lebih dari apapun juga.

Kau adalah sahabat yang akan kukenang selamanya sekalipun dalam kematian, walau tangan ini tak mampu lagi menyentuh dan tubuh ini tak mampu lagi menghiburmu. Berjanjilah, kau harus tetap berjuang dan menjadi  kuat. Jika masih tersisa sebuah ruang kecil di hatimu simpanlah semua kenangan tentangku di sana. Ingatlah, aku akan selalu mengawasimu menemani setiap langkahmu dan selalu ada di dekatmu. Itulah pengabdian terakhir yang kupilih.

Talong  jagalah Taemin. Separuh jiwaku dan seluruh harapan keluargaku tertanam padanya. Dialah kelak yang akan menggatikan aku menemanimu. Janganlah merasa kesepian, ataupun kehilangan karena aku akan selalu bersamamu selamanya. Saranghae.…

Sincelery Yours

Lee Soon Hee

Jonghyun membisu. Apakah ini arti mimpiku semalam? Apakah Soon Hee mengucapkan selamat tinggal? Tangan Jonghyun bergetar memandang surat itu. Tetesan air mata membasahi pipinya. “Nyonya Lee, kenapa nyonya tak memberitahuku tentang kepergian Soon Hee?” isak Jonghyun dengan emosi yang tak tertahankan sambil menguncang tubuh Young Mi.

Young Mi turut menangis. “Maaf, Jonghyun,”

Pandangan Jonghyun berubah kabur. Kakinya gemetar, brukk, Jonghyun tersimpuh. Tubuhnya menyenggol vas bunga. Vas itu pecah dan berserakan di lantai. Jonghyun memandang vas bunga yang hancur itu. Kondisinya sama persis dengan hatinya. Tangan Jonghyun meraih serpihan vas bunga itu. Dia mengepalkan tangannya sekuat mungkin. Tetesan darah mulai mengaliri telapak tangan Jonghyun, namun dia sama sekali tak merintih. Semua syarafnya terasa kaku dan mati rasa. Pandangan Jonghyun semakin kabur. Segala yang ada di depannya terlihat semakin samar lalu semua tiba-tiba berubah menjadi gelap.

***

Sesuatu terdengar samar-samar. Suara itu, suara mobil. Entah kapan dan di mana mobil itu berhenti, Jonghyun tak tahu.

“Jonghyun hyung, sadar!” telinga Jonghyun menangkap suara yang terdengar di kejauhan. Perlahan jonghyun membuka mata. Sosok Taemin berada di sebelahnya dan menggenggam tangan kirinya yang kini terbebat oleh perban. Perlakuan yang cukup pintar untuk seorang siswa kelas 3 SMP.

Jonghyun memandang daerah di sekelilingnya, dia tak heran dengan tempat di mana dia berada sekarang. Jonghyun melihat Jinki, Kibum, dan Minho duduk tak jauh dari tempatnya.  Jonghyun memutar bola matanya dan memperhatikan sesuatu yang berada tepat di depannya. Tak ada ekspresi yang keluar dari wajahnya melihat apa yang kini ada di depannya. Sebuah nisan baru yang belum berumur lebih dari dua hari.

Lee Soon Hee

22 Juli 1990 – 17 April 2008

Jonghyun menatap sayu ke arah makam Soon Hee. “Taemin-ssi, kau tahu Soon Hee yang tengah tidur di sini tak akan pernah bangun lagi?”

“Iya, aku tahu, hyung,” Jawab Taemin getir sembari menahan air matanya yang ingin melonjak keluar.

Jonghyun medekati makam Soon Hee dan meletakkan rangkaian bunga krisan yang dirangkai cantik. Jonghyun mengusap-usap lembut nisan Soon Hee. Memandang dan meresapinya sambil menyatukan kembali kepingan hatinya. “Lee Soon Hee,” bisiknya.

Jonghyun beralih dari nisan Soon Hee dan mendekati Taemin. Jonghyun merangkul Taemin dengan kedua lengannya yang kuat. Jinki, kibum, dan minho hanya menunduk. Mereka bisa mengerti dengan sempurna bagaimana perasaan Jonghyun. Kehilangan sahabat yang sangat disayangi, itu hal yang terburuk melebihi apapun.

Jonghyun melepaskan pelukannya. Dia memandang lekat-lekat wajah polos Taemin. Benar-benar mirip dengan Soon Hee. “Taemin, kuatkan dirimu, jangan menangis lagi! Mulai sekarang aku akan menjagamu sesuai permintaan Soo Hee. Kita akan memulai sebuah awal yang baru. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja, karena Soon Hee selalu ada bersama kita.”

Taemin menarik nafas panjang dan memaksakan seulas senyum yang bergitu beras. “Ne, Jonghyun hyung, akan kulakukan,”

Jonghyun menatap Nisan Soon Hee. Jonghyun mengembangkan senyumnya. “Istirahatlah dengan tenang, Taemin aman bersamaku.”

Jonghyun meninggalkan kuburan disusul teman-temannya. Tak ada waktu untuk menyesal lebih lama, pikir Jonghyun. Manusia hanya merencanakan, namun Tuhanlah yang menentukan.

Jonghyun menengadah ke langit. Hujan rintink-rintik mulai turun. Namun kilau mentari masih terlihat. “Kau begitu suci, hingga langit pun menangis untukmu,”

***

Jinki, Kibum, dan Minho berkumpul di kantin seusai kuliah. Seminggu yang berat telah mereka lalui. Terasa berat karena harus menghadapi sikap Jonghyun yang sedikit aneh. Biarpun masih agak shock dengan kepergian Soon Hee, Jonghyun tetap berusaha kembali ceria. Keceriaan yang membuatnya menjadi lebih dewasa.

Anneyong, Jinki hyung, Kibum-ssi, Minho-ssi,” sapa Jonghyun yang berjalan bersama Taemin ke arah Jinki, Kibum, dan Minho.

Anneyong, Jonghyun-ssi,” Jinki balas menyapa sambil tersenyum lembut.

“Boleh aku mengusulkan ide pada kalian semua?” tanya Jonghyun dengan semangat.

“Ide apa, hyung?” Kibum penasaran.

Jonghyun melebarkan senyumnya. “Bagaimana kalau Taemin bergabung dengan boyband kita?”

Jinki, Kibum dan Minho terkesiap. Minho maju selangkah. “Tunggu dulu, Taemin-ssi, coba tunjukkan bakatmu,”

Taemin memiringkan kepalanya. “Aku memang tak terlalu pandai menyanyi seperti Jonghyun hyung, tapi aku rasa aku bisa berperan di bidang ini,”

Taemin tersenyum penuh rahasia. Dia mulai menggerakkan badannya dari gerakan sederhana dan lamban. Berputar, melompat, mengangkat sebelah kaki dan menggoyangkannya, kedua tangan dan seluruh jari tangannya berlenggang seperti mengikuti sebuah irama.  Semakin lama gerakan itu semakin cepat, lincah, dan energik. Taemin menampilakn keahlian dancenya dengan percaya diri.

Jinki diam membeku. Gerakan lincah Taemin membuatnya terpesona. Tanpa sadar Jinki bertepuk tangan. “Kau diterima,” ujarnya.

Taemin berhenti. “Benarkah, Jinki hyung?”

Jinki mengacungkan jempol. “Tentu saja. Jonghyun-ssi, Kibum-ssi, Minho-ssi, kalian setuju, bukan?”

Jonghyun, Kibum, dan Minho mengangguk. Mereka tak akan bisa menolak dancer selincah Taemin. Dia pantas bergabung dan menjadi dancer utama boyband mereka, SHINee.

Jonghyun tersenyum puas. Dia menatap lagit merah yang indah. Senja itu benar-benar cerah. Zrash.. sekilas ada angin yang menyapu rambutnya. Jonghyun tersentak. Jinki, Kibum, Minho, dan Taemin ikut menoleh ke atas. Sosok seseorang terbang menuju ke langit, sinar-sinar putih yang terpancar dari tubuhnya menyamarkan kilau mentari senja itu. Layaknya malaikat ada sepasang sayap di punggungnya. Itu Soon Hee dengan rupanya yang tenang dan penuh harap. Dia tersenyum manis dan lembut.

Jinki, Kibum, dan Minho memandang Soon Hee dengan senyuman bersahabat. “Good bye,” ujar mereka bersamaan.

Taemin tersenyum penuh harap. Dia melambaikan tangan dengan semangat tanpa peduli sebanyak apa air matanya yang menetes. “Annyeonghi gyeseyo,”

Sementara Jonghyun membalas senyuman itu dengan mata berkaca-kaca. Aku aku menyayangimu, istirahatlah dengan tenang, aku akan terus berjuang ke masa depan untukmu.

Kamsa hamnida, Soon Hee, annyeonghi gyeseyo,” Jonghyun menghembuskan nafas ringan. “Saranghaeo.”

END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

47 thoughts on “Save the Best for Last”

  1. Huaaa bagus!! Kesian Jjong sama Taem..yg tabah ya..hehe
    pas onew bilang “Tunjukan bakatmu” jd inget audisi IMB,haha
    oia,bangapseumnida ya author ^^

  2. Waaw~~
    puisinya pertamanya mantep~~ untung kgak ditulis malaikat mautnya bawa celurit (!!??) PLAKK #abaikan
    waaw~~ Ojong baik hati dan perhatian yaa~ 😀
    Kasihan yee si Soon Hee menderita penyakit valvular stenosis.. jejeje
    ya ampun~~ kasihan banget Soon Hee nya mat-i… TT^TT
    Tae kuatkan lah dirimu nak..
    Ojong~~ nekat yaa~ untung kagak ngiris ditangan tuh pecahan vas.. ahahahahahaha…

    Author~~ FF mu DAEBAK~~
    keren~ keren~ keren~~ FF Perdanamu MANTAP thor~~
    Lanjutin lagi yaa~~
    Kata-katanya itu loo… yg di surat… SUMPAH keren banget~~ aku kagak bisa bikin kata-kata puitis… *author: itu mah DL Lyn~~*
    PLAKK… ahahahahahaha…

    Mian yee komen aku geje dan nggak guna…
    yaaah aye nyampah lagi deh di FF orang.. kekekekekeke..
    WUUSSSSSHH *diusir*

  3. lynmvpshyni: wahhhh… gomawo, chingu, udah komen

    masa bagus???
    padahal aq bikinnya ngawur… habis lagi ga ada ide… *plakkk…*
    ya ntar aku coba buat yang lebih bagus….
    nyari inspirasi dulu di kuburan *dihajar…*
    🙂

  4. huwaaaw ..
    speechless sumpah !!
    apalgi pas bca suratny .
    merinding total !!
    *bisaan merangkai katanya !!
    daebak chingu !!
    (^/\^) plok.plok.plok ..

  5. gomawo… dh coment, chingu………….
    wah.. ga nyangka banyak yang suka sama suratnya soon Hee..
    daebak ya ni ff namanya?
    aku pikir ngga… cz aku bikinnya pas lagi ngga ada ide,
    .
    syukur deh kalau kalian suka…
    ne, ntar aku coba berkarya yang lebih bagus lagi…..
    Fighting..!!! 😉

  6. Waaahh, btw msh inget kan ma dongseng mu ene, inget ja ama key pzti nget ma ako*plakk*..wuiidih ff’a sumpaaah kreeeen bngt!!..ako ska yg brhubngan yg nma’a angel.., kta2’a kreeen abez! T-O-P bngt dah b^o~d

  7. Anyeong, msh inget ma dongseng mu ne gx.., inget za key pzti nget ma ako*plakk*..wuiidih sumpah cool, keeeren bngt, ako ska ama crtita n kta2’a nto yg si angel2 gtow.., pko’a daebak b^_^

  8. FF na sdih nih,,
    Uhww ksian jjong,nsib’y d’ff nih miris,, kta2’y bgus, feel’y dpt,, taem jga ksían dtnggal kk’y,, author ff laen’y d’tnggu^^

  9. huwaaaahhh
    daebak !!

    gilaaaa
    merinding banget dong bacanya..

    berkaryalah lagi, author

    oyaa
    kenaliin..
    aku Lia, 17 y.o ^^

  10. Nih gini nih..
    Kadang kadang aku bingung,ff pertama tapi kenapa DAEBAK BANGET!!!!
    Soo hee nya kasian…
    Trus trus hik hik…*nangis nih* *bodo*
    TAEMIN…Sini sini..yang sabar yaaak…
    jonghyun nekat banget

  11. KEREN..

    baca suratnya soon hee kok aq jd inget mv fti yg heaven part jaejin yaa.. hehehe #gapen :p

    first ff aja udh bagus gini.. ff berikut.x psti lbih bagus lagi..

  12. Mari tinggalkan jejak. ^^

    Aku suka saat Soon Hee-nya begitu tegar mencritakan penyakitnya. heum…

    OK bgt FF debutnya. berkarya lagi ya n_n

    Joneun Izayeyo, 16 thn
    *utk 2 bln kedepan aja sih. 😀
    salam kenal, author ^_^

  13. @ hgks11, dhikae, cho eunmi n kaitlin: goMawo, ^^..

    @ beb’a akang key: ea, q mzi ingt kug,
    wah gomawo…
    Aq ug suka crita ttg angel, mkany bwt crita ney.. Hehe

    @ sungwookie: wah.. GoMawo uda koMen, yuph, ntr aq bwt ff lg kug, mdh2an sa lbh bguz, 🙂

    @ mira~hyuga: gomawo, yuph ntr aq bwt lg ff bAru.. Mdh2An bisa lbh daebAk dr ini..

    @ lia: merinding?? Jgn2 Soon Hee gentayangan d kamarmu.. *plakKk*
    .
    GoMawo udah bAcA..
    Owh ia, knalin jg aq Chandra 17th ^^

    @ choco9taem: goMawo… Cup cup cup.. Jgn nangiz dumpz.. Xixixi,

    @ richimachi: wuii.. Merinding.. Hati2 ad soMething wroNg d sampingmu.. *plakk*
    goMawo ud koMen, chingu..

    @ YuriPrincessKey: goMawo..
    Cup..Cup..Cup.., jgn nangiz, chingu,

    @ thia1234:
    wah.. Amin.. Amin.. Amin.. MOga ff brikuTny bsa lbh bAguz.. ^^

    @ taemtaem: gomawo, chingu, aq ug terharu wktU buat, hehe..

    Ji I-el: goMawo, chingu..
    aq ug suka ma soon hee wktu bwt ff ini..
    .
    Aq chandra 17th.. Slm knl ug..

  14. yawoooh~yawoooh.~
    aku baru bacca.

    CHANDRA… ini ff perdana kamu??
    nyentuuh bgt…. 🙂

    gatau deeh mau biLank appa.
    pkoknya GOOD JOB.

    eh chandra dsni perempuan kn??
    hoho. saLam kenaL. :D..

    buat Lagi yayaya??

  15. @ tooofu: goMawo udah bAcA, chingu..
    .
    Aq ug nangiz darah pas buatnya.. *lebAy*
    .
    Iyaa.. Aq cwe hohoho
    makLumlah.. Di bALi nama chandra khan uTk cwe..
    .
    Slm knal ug ya.. ^^
    .
    YupP… Ntr aq bwt lg.. 😉

    @ lovely_jojo: goMawo chingu… ^^
    yup2, aq udh bwt ff bAru kug.. Mdh2an critany ga aneh.. Xixixi 🙂

    @ recass: goMawo, chingu.. Wah.. Jgn nangiz dumpz.. Sini aq kasi susu.. *diGampar*

    @ leechira: goMawo, chingu..
    Yupph.. ^^
    fighting.. 🙂

    @ nia: goMawo, chingu..

  16. Suka permulaannya ..
    Suka karena dimulai dngan surat yang ngiris hati bnget ..
    Ff debut aja udah bagus gini ..
    Nanti buat ff ff yang lain lagi ya.. ^^

  17. @ vasa: goMawo udah coMment, chingu..
    .
    Yuph aq udh kirim ffku yg lain kug..
    .
    Mian, ini aq bALez coMmentmu dr blog q.. Hehehe

  18. wah…
    kasian banget Jjong di sini,, sini aku peluk oppa.. *dijitak blingers..

    ff perdana ya?
    sumpah keren banget..
    daebak author,,

  19. wah jonghyun oppa nekat banget sih???

    taemin sabar ya.. sini aku peluk.. *plakk

    keren banget ffmu author,, tapi sayang aku baru nemu blog ini sekarang,, jadi baru komen.. hihihi

  20. kenapa mesti sad ending, thor??

    aku gak rela jjong oppa sama taem menderita.. huhuhu
    .
    tp daebak ff perdanamu,, keren dach..

    1. mian baru balasss…

      uwahhhhh… mian aku juga ga tau kenapa mesti buat mereka menderita… *plakkk
      *bow…

      gomawo, chingu..

    1. huwaaa…. onnie….
      mampir ke sini juga rupanya…

      syukurdeh kalau riska eonnie suka…
      gomawo udah baca,,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s