CAN YOU BE MINE, NOONA? PART 1

Can you be mine, Noona?

Author: Mocha-creamy

Main Cast: Lee Taemin, Victoria Song

Support Cast: other SHINee members (dan beberapa orang yang belum terpikirkan X))

Length: 1,041 words

Genre: Drama, Angst

Rating: PG-15

Summary: penyakit yang diderita taemin memang membuatnya pasrah. Berbagai usaha nampaknya tidak membuahkan hasil. Orang tua yang tidak mau tahu pun sama sekali tidak membantu. Hanya hyungnya yang dia anggap sebagai keluarga. Hari-harinya dijalani dengan sekuat mungkin, sampai akhirnya dia melakukan sesuatu yang akan selalu dia sesali seumur hidupnya…

A.N: maaf sekali kalau jelek *bows* benar-benar fanfic pertama yang pernah kutulis, jadi mesti terlihat aneh. Maaaf~ semoga bisa dimengerti isinya. ^^ tidak sengaja memilih Victoria, gara-gara keinget dia di MV Replay. Cantik banget si *author dodol* oh. Dan mungkin ceritanya akan berjalan agak lambat, karena saya lebih suka alur maju mundur (saya akan berusaha agar tidak membingungkan). Mohon bimbingannya! ^^

CHAPTER I

A Fake Happiness

“Selamat ya, Minho dan Kibum!!” semua tamu bersorak dan memberi selamat pada pemilik pesta kelulusan kali ini. Peralatan barbeque sudah disebar di berbagai penjuru taman. Meja-meja penuh dengan minuman dan makanan dikelilingi para tamu undangan. Keceriaan terpancar jelas dari mimic muka mereka.

“Hei, Taemin!”

Namja yang bernama Taemin tersebut menoleh ketika namanya dipanggil. Dia memutar badan mencari dari mana arah panggilannya berasal.

“Di—sini!” teriak 2 orang namja yang mengagetkannya. Taemin melonjak dari tempat duduknya. Mereka pun tertawa.

“Aaaah! Minho Hyung! Key hyung! Sudah kubilang aku tidak suka dikagetin!” Taemin cemberut dan balas memukul lengan kedua Hyungnya itu.

“Makanya aku tidak memberitahumu kalau mau kukagetin~ kau pasti marah Taeminnie~” sangkal Key dengan tawa trademarknya. Tawa seorang Diva. Taemin bangkit dari tempat duduk dan merapikan jasnya. Melihat kedua hyungnya yang masih saja tertawa, Taemin pun tersenyum.

“Ne, taemin-ah, sedang apa kau di pojokan gini?”

“Ne—“

“kau tidak ikut bergabung di dance floor? Apa lagunya kurang berkenan? Mau kugantikan?” Tanya Minho berurutan. Taemin menggeleng pelan. “Tidak usah hyung, aku cuma ngerasa kurang enak badan.” Jawaban itu langsung membuat Key kaget.

“Kau pusing lagi? Apa badanmu panas? Mual? Kau sudah makan siang tadi?” Giliran Key yang memberinya sederet pertanyaan. Tangan key menyingkirkan poni Taemin yang menutupi keningnya, meletakkannya disana dan membandingkannya dengan suhu tubuhnya sendiri.

“Tidak panas kok hyung,” sela Taemin agar Key tidak khawatir, “aku baik-baik saja. Kalau hanya seperti ini, bisa ku handle sendiri!” Taemin memaksakan untuk tertawa sambil menyingkirkan tangan Key darinya. Pandangan kedua hyungnya benar-benar tidak mengenakkan. Raut muka yang Taemin kurang suka. Raut simpati.

“Taemin—“

“Hyung, dimana Jinki hyung dan Jjong hyung? Kok ga keliatan?” potong Taemin cepat mengalihkan pembicaraan. Berhasil?

“Jinki hyung? Dia tidak bisa datang. Kau tahu… kuliah music nya benar-benar menyita waktu. Sampai semalam ini coba. Dah gitu jarang hang out sama kita-kita lagi. Mentang-mentang dah tua. Kalau aku sih malas masuk situ,” celotehan key pun dimulai, “Atau jangan-jangan… dia ada kencan dengan Jessica noona? Tahu deh.”

“Kenapa jadi hyung yang marah? Lalu Jonghyun hyung?” sela Taemin sambil mengambil jus yang dipegang Key. Tenggorokannya terasa kering. Dan pusingnya makin terasa. Dia perlu sesuatu untuk membuatnya lupa. Bicara banyak mungkin membantu.

“yah! Taemin! Ambil sendiri minumanmu! Lagian siapa yang marah?! Aku bisa dance lebih bagus darinya!” ucapan Key sama sekali tidak digubris dan justru membuatnya mempercepat minum. Gelas yang sudah kosong di berikan lagi kepada key yang manyun. “saat seperti ini tidak boleh marah hyung, ntar tambah jelek loh,” canda Taemin yang disambung tawa Minho, “terus, dimana jonghyun hyung?”

“ada yang memanggilku?” sahut Jonghyun dari belakang Minho dan Key.

“Ne, yeobo~ Taeminnie sekarang usil dan susah diatur. Berani membantah orang tua pula~” Minho menggeleng pelan. “kukira permainan suami-istri ini sudah berakhir saat jonghyun hyung lulus…” minho pun menarik nafas dalam, “nampaknya tugasku sebagai anak pertama belum selesai juga…” cerita Minho yang otomatis membuat Taemin menepuk pundaknya dan tersenyum.

“selamanya aku akan jadi anak kedua, ne, hyung?” Taemin melempar pertanyaan retoris pada Jonghyun.

“Ne, apa kau mau… jadi istri dari Jinki hyung?” jawab Jonghyun bercanda.

“YAH! Jagiya~ jangan mengajari yang tidak-tidak pada Taemin yang masih innocent ini!”

“Aniyo. Aku lebih suka jadi anak pemberontak.” Balas Taemin sekenanya.

“Yah! Minho! Adikmu sekarang benar-benar—“

“tenanglah Kibum. Dia sedang puberty. Itu saja.” Taemin mengurut kepalanya ringan. Mengharap sakitnya mereda meski sedikit.

“Taemin-ah? Kau kenapa?” jonghyun mendekat ke Taemin, “sakit lagi—“

“Jonghyun-ssi, Minho, Key! Bisakah kalian datang kesini sebentar? Saatnya rehersal untuk acara penutupan!” teriak seseorang dari kejauhan.

“hah? Aku ikutan?” jonghyun kaget.

“of course! Kami tidak mungkin menyia-nyiakan vokalis terbaik alumni sekolah kan?” Minho menarik lengan jonghyun kearah panggung, “duluan ya Taem! Cobalah untuk menikmati pestanya, ok?”

‘aku berharap bisa, hyung. Seandainya tidak sesakit ini.’

“tentu, hyung! Fighting! Tunjukkan pertunjukan yang bagus!” Taemin berusaha memasang senyum termanisnya yang ditujukan pada dua orang yang sudah menjauh itu.

“kau yakin tidak apa-apa sendiri Taem? Aku benar-benar khawatir. Mau kupanggilkan temanmu? Maaf sudah menyuruhmu datang pada pesta kelulusan kami. Sendiri pula.”

Ucapan Key membuat perasaannya hangat. Hyungnya yang seperti inilah yang membuat Taemin kuat bertahan melawan kanker otaknya itu. Berbagai cara sudah diusahakan oleh orang tuanya agar dia sembuh. Operasi pun sudah. Namun ketika dokter mengatakan metastasis kankernya sudah cukup meluas, Taemin hanya bisa berharap pada kemoterapinya, agar bisa memberinya sedikit umur yang lebih panjang. Kalau pun dibilang sudah siap mati, Taemin berusaha tegar. Berusaha. Kata-kata yang menyedihkan bagi Taemin. Dia pun sudah lama melupakan adanya keajaiban. Percuma berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Begitulah ucapan yang dia lontarkan pada ummanya. Namun tidak pada para hyungnya itu. Merekalah kakak-kakak yang selalu diidamkan Taemin saat kecil, yang tidak pernah diberikan oleh orangtuanya karena dia anak tunggal. Kakak yang mau menemaninya menari di atas dance floor melawan dance team dari sekolah lain. Kakak yang selalu mendukung melawan kelemahan-kelemahan Taemin akibat penyakitnya. Bukan orang tua arrogant yang menganggap uang bisa menyelesaikan semua masalah.

Jangan pernah mengecewakan mereka. Aku harus kuat.

“iya, umma. Aku baik-baik saja. See? Sudah enggak sepusing tadi kok. Sana.” Taemin mendorong Key pergi darinya. Mencoba meyakinkan umma nya itu.

“ok, ok. Geez. Kamu ga perlu mengusirku gitu donk!”

“FIGHTING UMMA~ Minnie mendukungmu!”

“Fighting buatku! Aku pasti bisa!” teriak key, membuat Taemin tersenyum mendengarnya.

‘siaaaal! Sakit sekali. Mungkin sebaiknya aku pulang.’

Setelah memastikan hyungnya hilang dari pandangan. Taemin segera berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil motor xxx nya.

“maaf hyung aku pulang duluan.” Ujar Taemin sambil memakai helm dan menginjak gas keluar dari halaman rumah Key.

“brengsek! Kenapa jalannya seramai ini?” umpat Taemin kacau. Kalau tidak sesakit ini dia pasti bisa tahan. Taemin mempercepat jalannya.

SIIIING!

“Aah!” dia mendengar suara yang memekakkan telinga secara tiba-tiba dari dalam kepalanya. Sebelah tangannya reflex memegang kepala. Pandangannya mulai kabur.

‘Damn! Seharusnya kubawa obat itu!’

TIIIIN! TIIIN! Pengguna jalan lain mulai memencet klaksonnya pada Taemin. Jalan Taemin yang sudah tidak stabil membuat orang-orang takut. Taemin sudah tidak begitu sadar.

‘sa—kit— aku tidak tahan lagi…’

“AWAAAS!! OPPA!”

Yeoja? Kenapa berteriak?

“AAGH!”

BRAAAAAKK!! Taemin terpelanting dari motornya. Dia tidak bisa bergerak. Seluruh badannya sakit.

Taemin mencoba bangkit. Ketika kepalanya berhasil terangkat, samar-samar yang dia lihat adalah seorang namja paruh baya yang bersimpuh darah didepannya, dan seorang yeoja yang berlari mendekati namja itu. Pandangannya kabur.

“Oppa!! Bertahanlah!”

Dan itu merupakan kata terakhir yang Taemin dengar sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri.

-tbc-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

43 thoughts on “CAN YOU BE MINE, NOONA? PART 1”

    1. halo lia.. aida disini, 19 y.o 🙂
      makasih dah mau baca & komen. ^^

      *author masih ga nyangka FFnya di publish* aa~ pokoknya makasi! m(_ _)m

    1. sebenernya si taemin mau tak bikin cacat dari awal… *author sadis* tapi ga jadi.. ^^
      terima kasih udah mau mampir!

      next part sudah siap, tapi maaf kalau progress ceritanya lambat.. >,<

  1. Mworago? Aissh Taem kanker? Jangan sampe deh >o<

    ff nya bagus loh thor gak kayak FF pertama 😀

    ditunggu next partnya ~('o')~

    1. jangan sampe. *amin*

      saya sempat ga yakin sama ni fanfic, habis benar-benar tidak pernah nulis sebelumnya TT
      *bersyukur bisa dibaca FFnya*

      makasih banyak! *bows*

    1. silakan… *ngasih taemin ke megaMagnae*
      pasti taemin bisa lebih bahagia sama kamu daripada sama saya~ ^^
      hehe.

      makasih dah mau baca & komen,, maaf kalo aneh FFnya. *bows*

  2. wowowowowowowowww… ada nama emak aku di bagian castnya.. ahahahaha.. PLAKK *ngaku-ngaku.. dijambak*
    saya juga sependapat sama kamu thor.. Vic Amma emang yeppo banget di MV Replay.. kekekeke….
    Tae menderita penyakit?? kasihannya… tabahlah kau nak… wekekeke
    kanker otak lagi… bakalan sulit sembuhnya.. jejeje…
    waaaw.. siapa itu?? siapa itu?? siapa yeoja itu.. uwaaa…
    penasaran… pokoknya lanjut thor
    lanjut…lanjut..lanjut…
    sekian dulu yee sampah dari saya… kekeke…
    WUSSSSSSSSHHH.. *ngilang*

    1. maaf pake nama emak kamu seenaknya… *bows*
      kan? kan? cantik banged memang~ *fangirl squeals*

      iyaaa… saya siksa si Taem nya///
      lynmvpshyni ga nyampah kog.. hm, kalau ga berarti sampah lynmvpshyni berarti buat saya. ^^

      gomawoo~

  3. Andwae~~, temin knag kanker otak ?? tdaagk mungkiin..*histeris*
    wah, kcian si maknae msagk knag pykit spti it.. 😦

    tp au pnasaran am klanjutanx… next part jgan lwma” yaa… 😉 hwaiting+salam knal, author.,

  4. wuahhh, baru smpet comment soalnya baru ngenet d kompie, pdahal udh baca ffny smpe 3x…
    Good job, thor..
    Lam knal yy…

    ffnya bgus, jgan minder, oke??
    pemilihan katanya rapi, jadi lebih bisa menghayati gtu…

    kalo pgen bwt taemin lebih sadis juga boleh (dilempar taeminism ke afrika)

    good job and lanjoott..!!

  5. aaaaaaaaa bagus bangeeeetttt
    aku suka ceritanyaaa XD
    yaya walaupun tadinya baca cast: Lee Taemin, Victoria Song sempet males baca gara22 takut sakit hati (?) wkwk tapi akhirnya aku baca aaa seruuuu!

  6. keluarga taemin udh tau klo taemin lg sakit,tp keluarga’y malah nganggep uang bisa nyelesaikan semua’y,kasian bgt taem… T_T

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s